Odgj adalah

Aksi Dek Joko terbilang resahkan dan bikin geger warga sekitaran Banjar Riang Ancut, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Gumi Lumbung Padi pada Minggu (17/04/22).

Berkat laporan dari warga yang tak kuat dengan ulah orang kurang waras tersebut, beberapa aparat kepolisian dari Polsek Penebel, Satuan Samapta Polres Tabanan dan Satpol PP Tabanan, pun menyambangi rumah Dek Joko.

Nah, kala rumahnya mulai dikepung oleh polisi dan pihak keamanan lainnya, ODGJ berbadan kekar itu malah kembali mengamuk dengan mengambil sebatang kayu "Uyung" serta berteriak teriak.

Gara-gara berani menantang, pria berusia 40 tahun itu sempat berhasil memukul mundur para petugas. Tak cuma mengancam, ia juga mampu memukul salah satu petugas dengan kayu "Uyung" tersebut. Latar berpindah ke jalan raya, dan mediasi tak kunjung temukan solusi damai, Kapolsek Penebel Odgj adalah I Nyoman Artadana, S.H M.H., dengan gerakan secepat kilat melakukan pelumpuhan menggunakan jurus O'ngos terhadap Dek Joko.

Usai ODGJ dilumpuhkan, Nyoman Artadana mengungkap bahwasannya pelaku ini terlibat penganiayaan terhadap Arief Rachman di Perum Graha Pertiwi, Banjar Dinas Kutuh Kelod, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, Bali. "Pemukulan itu mengakibatkan korban mengalami pendarahan pada bagian hidung dan mendapat odgj adalah di BRSU Tabanan," ujar Kapolsek seijin Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., Minggu (17/04/22).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ahli epidemiologi dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akui difitnah oleh buzzer di Twitter sebagai pasien dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). Dr Tifa mengunggah sebuah tangkapan layar berisikan cuitan dari akun milik RS Jiwa Odgj adalah Soeharto Heerdjan yang menyebut bahwa dr Tifa adalah pasien RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan yang kabur. “Kami pihak RSJ Dr Soeharto Heerdjan meminta maaf kepada masyarakat luas karena keteledoran kami dalam menjaga pasien sampai kabur dan melarikan diri.

Kami akan berusaha secepatnya dan semaksimal mungkin untuk menangkap membawa pasien tersebut guna kenyamanan bersama. Terimakasih,” demikian cuitan RSJ Dr Soeharto Heerdjan @RSJSH. Akun Twitter RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan ini dalam tangkapan layar tersebut bercentang biru.

Artinya telah terverifikasi oleh Twitter. Namun, tangkapan layar cuitan itu diduga editan. Sebab dari penelusuran FIN, Akun Twitter RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan @RSJSH tidak bercentang biru. Akun ini juga terakhir aktif pada tahun 2021 lalu. Atas hal itu, dr Tifa murka. Dia menyebut fitnah tersebut sangat odgj adalah. “Dari sekian banyak fitnah yang dilakukan Buzzer kepada saya.

Ini fitnah yang betul-betul paling kurang ajar dan biadab” kata dr Tifa di Twitter-nya, Sabtu 30 April 2022. “Mau saya usut ke Bareskrim, tapi Bareskrim tidak berurusan dengan Kera. Jadi ya sudahlah. Buat yang percaya: kalian adalah Kera” kata dr Tifa murka. • • • • • • © 2022 FAJAR.CO.ID • BERANDA • POPULER • NASIONAL • JABODETABEK • INTERNASIONAL • POLITIK • EKONOMI • KRIMINAL • PERISTIWA • HUKUM • KESEHATAN • SELEBRITI • TEKNOLOGI • HIBURAN • LIFE STYLE • OLAHRAGA odgj adalah BUDAYA & SEJARAH • PENDIDIKAN • DAERAH • FEATURE • OPINI • OTOMOTIF • RAGAM • VIDEO • HUMOR • UNIK • VIRAL • ISLAMI • JELAJAH WISATA • EPAPER
Polisi Sebut ODGJ yang Diduga Sebabkan Kebakaran di Jalan Sawah Lio Tambora Jakarta Barat TRIBUNMEDAN.COM, TAMBORA - Permukiman padat penduduk di Jalan Sawah Lio, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, kebakaran pada Minggu (27/3/2022), sekitar pukul 15.15 WIB.

Kepala Kepolisian Sektor Tambora, Komisaris Polisi Rosana Labobar mengatakan, kebakaran diduga karena seorang warga yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ menyalakan api. Selain itu, Rosana mengatakan, warga berinisial AA (20) itu rencananya akan dijemput oleh petugas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol pada Minggu sore. "Dia adalah pasien dari RSJ Grogol, kemudian dia sempat melarikan diri, kemudian mendapatkan perawatan Puskesmas Grogol. Rencananya akan dijemput oleh RSJ Grogol itu kemarin sore," kata Rosana, di lokasi kebakaran, Senin (28/3/2022).

Namun, dua jam sebelum dijemput pihak RSJ, Odgj adalah sudah menyalakan api di rumahnya. Dalam kebakaran tersebut, Rosana mengatakan pihaknya menemukan ada unsur kesengajaan yang dilakukan AA. "Iya ada kesengajaan dibakar," kata Rosana.

AA diduga dengan sengaja menyalakan api menggunakan bensin di dalam rumahnya sendiri. Menurut Rosana, saat ini AA sudah dibawa ke rumah sakit. "Mengingat kondisi terduga pelaku, untuk sementara ini masih kami lanjutkan penyelidikan," ucap Rosana. Adapun kebakaran itu berdampak pada 17 rumah dan 38 kepala keluarga.

Total warga yang menjadi korban mencapai 150 jiwa," ungkap Rosana. Kepala Seksi Operasi (Kasiop) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat Sjukri Bahanan mengatakan, pihaknya menerima laporan warga yang datang ke Pos Pemadam Kebakaran Krandang sekitar pukul 15.15 WIB.

Sebanyak 24 unit mobil damkar dan 120 personel dikerahkan untuk memadamkan odgj adalah. "Rambatan api berhasil diputus sekitar pukul 16.00 WIB. Sepuluh menit kemudian seluruh api berhasil dipadamkan, kemudian dilanjutkan pendinginan hingga pukul 18.15 WIB operasi dinyatakan selesai" kata Sjukri, saat dikonfirmasi secara terpisah.

Menurut Sjukri menyebut, tidak ada korban meninggal maupun luka-luka.

Kerugian material diprediksi mencapai Rp 2,6 miliar. (*) Berita dilansir dari Kompas.com PTSD ( post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau sangat tidak menyenangkan.

PTSD merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis. Beberapa peristiwa traumatis yang dapat memicu PTSD adalah perang, kecelakaan, bencana alam, dan pelecehan seksual. Meski demikian, tidak semua orang yang teringat pada kejadian traumatis berarti terserang PTSD.

Ada kriteria khusus yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami PTSD. Penyebab PTSD PTSD bisa muncul setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang menakutkan atau mengancam nyawa. Belum diketahui secara pasti mengapa peristiwa tersebut menyebabkan PTSD pada sebagian orang. Namun, ada dugaan bahwa penyebabnya adalah kombinasi dari sejumlah kondisi berikut: • Pengalaman yang tidak menyenangkan • Riwayat gangguan mental pada keluarga • Kepribadian bawaan yang temperamen Peristiwa yang diketahui paling sering memicu PTSD meliputi: • Perang • Kecelakaan • Bencana alam • Perundungan ( bullying) • Kekerasan fisik • Pelecehan seksual • Prosedur medis tertentu, seperti operasi • Penyakit yang mengancam nyawa, misalnya serangan jantung Faktor risiko PTSD Setiap orang bisa terserang PTSD setelah menyaksikan atau mengalami kejadian tragis.

Akan tetapi, PTSD lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki sejumlah faktor risiko berikut: • Kurang mendapat dukungan dari keluarga dan teman • Menderita kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA • Menderita gangguan mental lain, misalnya gangguan kecemasan • Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental, seperti odgj adalah • Mendapat pengalaman traumatis sebelumnya, misalnya dirundung ( bullying) pada masa kecil • Memiliki profesi tertentu, misalnya tentara atau relawan medis di daerah perang Gejala PTSD Seseorang dapat mengalami gejala PTSD beberapa bulan atau tahun setelah mengalami peristiwa yang membuatnya trauma.

Tingkat keparahan dan lamanya gejala juga berbeda-beda pada tiap penderita. Beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami PTSD adalah: 1. Ingatan pada peristiwa traumatis Penderita PTSD sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, penderita merasa seakan mengulang kembali odgj adalah tersebut. Ingatan terhadap peristiwa traumatis juga sering kali hadir dalam mimpi buruk sehingga penderita tertekan secara emosional.

2. Kecenderungan untuk mengelak Penderita PTSD enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa odgj adalah membuatnya trauma. Oleh sebab itu, penderita akan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut. 3. Pemikiran dan perasaan negatif Penderita PTSD cenderung menyalahkan dirinya atau orang lain.

Selain itu, penderita juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa. Penderita juga lebih menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain.

4. Perubahan perilaku dan emosi Penderita PTSD sering kali mudah takut atau marah meskipun tidak dipicu oleh ingatan pada peristiwa traumatis. Perubahan perilaku ini kerap membahayakan dirinya atau orang lain. Penderita juga sulit tidur dan berkonsentrasi. PTSD dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Namun, pada anak-anak, terdapat gejala khusus, di antaranya: • Sering melakukan reka ulang peristiwa traumatis melalui permainan • Tidak berani berpisah dengan orang tua atau saudaranya, walaupun hanya sebentar • Sering mengompol walaupun sebelumnya odgj adalah dapat buang air kecil di toilet Kapan harus ke dokter Konsultasikan dengan dokter bila muncul ingatan terhadap peristiwa traumatis yang odgj adalah mengganggu aktivitas, terutama bila berlangsung selama 1 bulan atau lebih.

Segera periksakan ke dokter apabila ingatan tentang kejadian traumatis sampai memicu Anda untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, atau jika menimbulkan keinginan untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Diagnosis PTSD Untuk mendiagnosis PTSD, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu apakah gejala yang dialami disebabkan oleh penyakit fisik.

Jika tidak terdapat penyakit fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan mental pasien. Seseorang baru dapat dikatakan menderita PTSD bila pernah mengalami kondisi atau peristiwa berikut sebelum gejala muncul: • Mengalami peristiwa traumatis secara langsung • Menyaksikan peristiwa traumatis yang menimpa orang lain • Mendengar bahwa orang terdekat mengalami peristiwa traumatis • Berulang kali terbayang pada kejadian traumatis secara tidak sengaja Untuk dikategorikan sebagai PTSD, gejala yang dialami pascaperistiwa traumatis harus berlangsung selama 1 bulan atau lebih.

Seseorang juga dapat dinyatakan mengalami PTSD apabila gejala telah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama dalam hubungan sosial dan pekerjaan. Pengobatan PTSD Pengobatan PTSD bertujuan untuk meredakan respons emosi pasien dan mengajarkan pasien cara mengendalikan diri dengan baik ketika teringat pada kejadian traumatis.

Metode pengobatan yang dapat dilakukan meliputi: Psikoterapi Psikoterapi merupakan pilihan pertama dalam mengatasi PTSD. Jika gejala yang dialami pasien tergolong parah, dokter akan menggabungkan psikoterapi dan obat-obatan.

Psikoterapi dapat dilakukan secara individual atau berkelompok dengan pasien PTSD lain. Ada beberapa jenis psikoterapi yang biasanya digunakan untuk mengatasi Odgj adalah, yaitu: • Terapi perilaku kognitif, untuk mengenali dan mengubah pola pikir pasien yang negatif menjadi positif • Terapi eksposur, untuk membantu pasien menghadapi keadaan dan ingatan yang memicu trauma secara efektif • Eye movement desensitization odgj adalah reprocessing (EMDR), untuk mengarahkan fokus pasien ke suara atau gerakan benda tertentu saat mengingat kejadian traumatis Obat-obatan Obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi gejala PTSD tergantung pada gejala yang dialami pasien, seperti: • Antidepresan, seperti sertraline dan paroxetine, untuk mengatasi depresi • Anticemas, untuk mengatasi kecemasan • Prazosin, untuk mencegah mimpi buruk Dokter akan meningkatkan dosis bila obat tidak efektif dalam mengatasi gejala.

Sebaliknya, jika terbukti efektif, obat akan terus diberikan setidaknya sampai 1 tahun, kemudian dihentikan secara bertahap. Komplikasi PTSD Odgj adalah bisa mengganggu kehidupan penderitanya, baik di lingkup keluarga, orang terdekat, atau pekerjaan. Jika tidak ditangani dengan tepat, penderita PTSD juga berisiko menderita gangguan mental lain, seperti: • Depresi • Gangguan makan • Gangguan kecemasan • Kecanduan alkohol • Penyalahgunaan NAPZA Penderita PTSD juga dapat memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri, bahkan bunuh diri.

Pencegahan PTSD PTSD tidak bisa dicegah, tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan bila Anda mengalami kejadian traumatis, misalnya: • Bicarakan kepada keluarga, teman, atau terapis mengenai kejadian traumatis yang Anda alami.

• Konsultasikan ke dokter jika Anda tidak dapat mengatasi perasaan yang timbul setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan.
GRESIK, KOMPAS.com - Petugas gabungan dari DInas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik, mengamankan orang dengan gangguan jiwa yang kerap meresahkan pedagang dan pengunjung Pasar Lama Gresik, Jawa Timur, Jumat (8/4/2022). Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Gresik, Alfi Ariyanto mengatakan, tindakan itu diambil setelah mendapat laporan dari warga.

Baca juga: Viral Video Tawuran Remaja di Gresik, Polisi Turun Tangan ODGJ itu kerap meresahkan pedagang, pengunjung, dan pengendara yang melintas di sekitar Pasar Lama Gresik. "ODGJ itu meresahkan karena sering berkata-kata kotor, kadang membawa kayu, melempar batu, juga BAB (buang air odgj adalah di tempat," ujar Alfi di Gresik, Jumat.

Setelah ditelusuri, tim gabungan dari Dinas Sosial dan Satpol PP mengamankan ODGJ itu di salah satu tempat di Pasar Lama. Petugas sempat berjibaku saat mengamankan ODGJ itu. Alfi menyebut, ODGJ itu sempat melawan.

"Saat diamankan, ODGJ tersebut sempat berontak dan menggigit salah seorang petugas," ucap Alfi. Setelah diamankan, ODGJ itu dibawa menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Setelah dinyatakan sembuh, Dinsos Gresik akan mengambil langkah lanjutan, termasuk asesmen mendalam. "Sementara odgj adalah dirawat dulu di RSJ Menur sampai sembuh, kalau sudah sembuh baru akan kami lakukan asesmen mendalam untuk mendapatkan nama dan alamat pastinya.

Meski ada informasi yang kami dapat, jika ODGJ tersebut adalah YN berusia 53 tahun," kata Alfi. Baca juga: Tawuran Remaja di Gresik, Diduga Komunitas Motor, Polisi Buru Pelaku Sementara itu, Kepala Satpol PP Gresik Suprapto membenarkan, ODGJ itu kerap meresahkan pedagang di Pasar Lama Gresik.

"Kami mengamankan ODGJ tersebut dan langsung dibawa ke RSJ Menur Surabaya, karena sudah meresahkan. Kami juga akan melakukan operasi di beberapa titik di Gresik, untuk menjaga kondusifitas dan kenyamanan warga selama Bulan Suci Ramadhan ini," tutur Suprapto. Berita Terkait Tawuran Remaja di Gresik, Diduga Komunitas Motor, Polisi Buru Pelaku Berduaan di Toilet, Sepasang Pelajar di Gresik Diamankan Satpol PP Viral Video Tawuran Remaja di Gresik, Polisi Turun Tangan Curi 20 Karung Gabah Seberat 1,2 Ton, Pria di Gresik Ditangkap Warga Operator Kereta Api Lokal di Stasiun Indro Gresik-Surabaya-Sidoarjo Berganti Berita Terkait Tawuran Remaja di Gresik, Diduga Komunitas Motor, Polisi Buru Pelaku Berduaan odgj adalah Toilet, Sepasang Pelajar di Gresik Diamankan Satpol PP Viral Video Tawuran Remaja di Gresik, Polisi Turun Tangan Curi 20 Karung Gabah Seberat 1,2 Ton, Pria di Gresik Ditangkap Warga Operator Kereta Api Lokal di Stasiun Indro Gresik-Surabaya-Sidoarjo Berganti Dukung Bobby Nasution Benahi Kawasan Bersejarah, Ganjar: Ya, Medan Bagus.

https://medan.kompas.com/read/2022/04/08/213242078/dukung-bobby-nasution-benahi-kawasan-bersejarah-ganjar-ya-medan-bagus https://asset.kompas.com/crops/BEhvn46gv8RobNBbbsYgj6N6Zs0=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2022/04/08/625044d2ac750.jpg
Karena kondisi korban masih terlihat linglung, kami menyarankan agar korban dirawat ke rumah sakit jiwaMeulaboh, Aceh (ANTARA) - Tim Basarnas bersama warga berhasil mengevakuasi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Jamaluddin (35 tahun), warga Desa Kahad, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh pada Rabu pagi di kawasan hutan setempat sekira pukul 09.00 WIB setelah dinyatakan hilang sejak Selasa (3/5) siang.

"Alhamdulillah, korban berhasil odgj adalah di dalam kawasan hutan dengan kondisi selamat," kata Koordinator Basarnas Pos Simeulue Mahdi yang dihubungi ANTARA dari Meulaboh, Aceh Barat, Rabu. Mahdi menjelaskan, saat ditemukan petugas, kondisi Jamaluddin, warga dari Kecamatan Simeulue Tengah itu terlihat linglung, namun masih bisa berkomunikasi dengan warga dan petugas Basarnas.

Ia mengatakan korban berhasil ditemukan oleh petugas dengan jarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari ruas jalan nasional tepatnya di Desa Kahad, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

Setelah ditemukan, korban Jamaluddin yang diduga mengalami gangguan jiwa itu kemudian dievakuasi oleh warga dan petugas Basarnas, yang selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. "Karena kondisi korban masih terlihat linglung, kami menyarankan agar korban dirawat ke rumah sakit jiwa," katanya.

Pihaknya menyarankan korban agar dirawat di rumah sakit, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi kepada korban, termasuk kemungkinan kembali hilang seperti yang terjadi pada Selasa (3/5), demikian Mahdi. ​​​​​​​ Baca juga: Dinkes Aceh Kesulitan Odgj adalah Tangani 9 Penderita Gangguan Jiwa Baca juga: Dinsos Aceh akan salurkan bantuan ke Simeulue Baca juga: Masih ada orang dipasung di Aceh Baca juga: Aktor Aceh Pentaskan Sandirawa Gangguan Jiwa Pewarta: Teuku Dedi Iskandar Editor: Andi Jauhary COPYRIGHT © ANTARA 2022 Mungkin anda suka Inter Milan juara Piala Italia 2021/22 12 Mei 2022 05:48 Kevin de Bruyne empat gol, Man City menang telak 5-1 atas Wolves 12 Mei 2022 05:28 Chelsea tekuk Leeds United tiga gol tanpa balas 12 Mei 2022 05:06 Banda Aceh diguncang gempa magnitudo 5.2 12 Mei 2022 01:56 Bagnaia berharap lanjutkan momentum di Le Odgj adalah 12 Mei 2022 01:12 Kickboxing Indonesia amankan dua tiket final SEA Games Vietnam 12 Mei 2022 00:59

masih ada yang belum tau odgj itu apa???ini penjelasannya!!!




2022 charcuterie-iller.com