Hukum baca alquran tanpa wudhu

“ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR.

Tirmidzi) Sebelum membaca al-quran kita harus mengetahui hukum membaca al-quran tanpa wudhu yang selama ini mungkin sering kita lakukan. Kita dibolehkan membaca al-quran dalam keadaan tidak bersuci atau tidak berwudhu tanpa menyentuhnya (bersifat hafalan). Namun hukum membaca al-quran tanpa wudhu adalah haram jika kita menyentuhnya. Perintah ini juga telah dijelaskan dalam firman Allah : “ Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.“(Al-Wa-qi’ah: 79). Dan juga dalam hadis shahih : “ Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal.

199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Dengan demikian sudah jelas bahwa kita harus suci dari hadas kecil dan hadas besar jika memegang mushaf. Jika memang diperlukan kita bisa menyentuhnya dengan membuat perantara antara tangan hukum baca alquran tanpa wudhu mushaf agar tidak bersentuhan secara langsung. Hal ini boleh dilakukan jika keadaan tidak memungkinkan untuk kita berwudhu.

Banyak keutamaan membaca Al Quran dan manfaat baca al-quran setiap hari yang bisa di dapat selain berpahala adalah akan memberikan kita derajat yang lebih tinggi di mata Allah SWT, akan dilindungi oleh malaikat, akan mendapatkan rahmat dan syafaat, hidup menjadi lebih tentram dan damai, dan masih banyak manfaat lainnya yang bisa dirasakan jika kita rutin membaca kitab suci al-quran seperti sabda rasulullah : “ Baginda Rasullulah berkata bacalah olehmu alquran karena sesungguhnya akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat nanti untuk siapa saja yang membacanya.” Kita juga sangat dianjurkan membaca al-quran sebagai cara agar hati tenang jika sedang berada dalam kegelisahan.

Fungsi al-qur’an bagi umat manusia adalah sebagai petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia yang akan memberikan petunjuk hukum baca alquran tanpa wudhu jalan yang benar dan di ridhoi Allah SWT. Berikut firman Allah dalam QS. Al- Maidah ayat 48 : “ Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang”. Setelah mengetahui hukum membaca al-quran tanpa wudhu terlebih dahulu, maka haruslah bersuci sebelum membaca al-quran yang merupakan sumber pokok ajaran Islam. Dan biasakan juga membaca al-quran setelah sholat fardhu yang pastinya kita masih dalam kondisi suci dari segala hadas.

Pertanyaan: Apakah hukum orang yang membaca al-Qur’an sementara dia dalam kondisi tidak berwudhu, baik dibaca secara hafalan maupun dibaca dari mushaf?

Jawaban oleh Syaikh Shalih al-Fauzan : Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaannya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah shallallahu ‘alaihii wa sallam membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah hukum baca alquran tanpa wudhu al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Sedangkan terkait dengan mushaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ “ Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.“(Al-Wa-qi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik. Di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihii wa sallam yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan, لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرًا “ Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal.

199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Hal ini merupakan kesepakatan para imam kaum muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.

*** Artikel Muslimah.or.id Rujukan: Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan, Dalam Kitab Tadabbur al-Qur’an, hal. 44. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq. Sahabat muslimah, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini.

Jazakallahu khairan 🔍 Hukum Menelan Ludah Saat Puasa, Ucapan Selamat Atas Kelahiran Anak Dalam Islam, Tugas Suami Dalam Rumah Tangga, Diaper Rash Pada Bayi, Niat Sholat Fardhu Sendiri, Keluar Darah Sedikit, Istri Raja Firaun, Sifat2 Allah, Sholat Jumat Saat Idul Fitri, Pengertian Kewajiban Menuntut Ilmu Muslimah.Or.Id June 29, 2014 Wa’alaikumussalam ukhti meta.

Membaca Al Qur’an bersambung boleh saja tapi tidak dianggap sudah khatam masing-masing orangnya. Sudah pernah ditanyakan kepada ulama, silakan cek di sini: http://muslim.or.id/fatwa-ulama/fatwa-ulama-metode-one-day-one-juz-dalam-membaca-al-quran.html Yeyen October 26, 2010 Saya pernah mempelari dari banyak sumber tentang Q.S Alwaqiah:79,bahwa memaknai ayat tersebut tidak secara harfiah,tapi maksudnya alqur’an itu disentuh hatinya hrs suci,mau menerima isi alqur’an,sedangkan alqur’an yg sebenarnya ada di lauh mahfuz ketika diturunkan melalui malaikat jibril tdk ada perantara lain, nah wujud alqur’an yg skrg ini hanya mushaf alqur’an yg mana isinya hrs kt pelajari, diamalkan,bs jadi yg mencetaknya,mengirim,mengepak hingga sampai ketangan pembelipun, bs dilempar2 ataupun yg menyentuhnya bukan org suci baik itu lahiriah(hadast besar & kecil) ataupun secara batiniah Bu Beky April 23, 2021 MashaAllah … assalamu alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh Saya pernah dengar juga jawaban seperti ini dari Yusuf Esteskl tdk salah dia juga men dasari penjelasanx dgn ayat tsb di Srt AL waqi’ah….

mnrt saya pribadi yg sdg belajar agama dn smgt awam ini… justru inilah jawabx… jafi kesimpulanx boleh membaca dn menyentuh Al Qur’an even sbh Mushaf … A Hilman yahya October 26, 2010 Mari kita pikirkan dan kita renungkan.

Ketika ayat : hukum baca alquran tanpa wudhu menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.“(Al-Wa-qi’ah: 79) diterima oleh Nabi Muhammad SAW (demikian juga ketika Nabi bersabda dlm hadis yang senada), seperti apakah wujud Al-Qur’an saat itu ? apakah sudah berbentuk mushaf seperti saat ini?

Jika belum, apakah tidak berlebihan jika menafsirkan kata “orang-orang yang disucikan” dalam ayat itu dengan penjelasan :”Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik”. Sebagai tambahan pisau analisis, tolong diteliti juga apakah ketika ayat itu turun umat Islam sudah mengenal konsep thaharah seperti wudlu, atau istinja’?

Saya masih berkeyakinan besar jika maksud “orang yang disucikan” pada ayat di atas maksudnya adalah “para malaikat”. Jadi syari’at Islam tidak memberi tuntunan khusus untuk kita dalam memperlakukan mushaf al-Qur’an sebagai benda.

Sewajarnya saja, kita dengan pikiran dan nurani pasti bisa memperlakukan al-Qur’an dengan semestinya. muawwin July 23, 2011 apa betul klo kita berhadats tdk boleh mnyentuh mushaf al-Qur’an? pdahal pd zman Nabi blom ad yg namax mushaf al-Qur’an yg mna adax hnya ayat2 yg d hafal & blom d bkukan, trus bukanx muthohharuun itu brwazan thohharo bkn thoharo, sdgkn muthohharuun itu arti yg d sucikanx (malaikat) krn mnusia itu mnsucikn bkn d sucikan???

muslimah.or.id July 26, 2011 @ Muawwin Dalam permasalahan ini apakah seorang yang berhadats boleh menyentuh mushaf ataukah tidak maka terdapat khilaf diantara para ulama.

Diantara ulama yang membolehkan menyentuh mushaf baik ketika hadats besar ataupun kecil adalah Ibnu Abbas radhiallahu,anhu, Al-Imam Ibnu Hazm, Ibnu Mundzir dan sebgian salaf lainnya rahimahullah dan ini mrupakan madzab Imam Abu Hanifah.

Adapun yang melarangnya semisal Imam malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad rahimahumullah (Shahih Fiqh Sunnah I/144) ,ulama mutaakhkhirin semisal Syaikh Fauzan (sebagaimana yang disebutkan dalam artikel).

Asma August 20, 2011 Assalamu’alaikum wr wb. Maaf sebelumnya, terkait penjelasan di atas. saya pernah membaca artikel yang lalu di muslim.or.id judulnya “apakah wanita yang sedang haid boleh memegang dan membaca Al-Qur’an?”, penjelasan artikel tersebut mengatakan boleh karena tidak ada dalil yang pasti. Tapi artikel di atas ini menjelaskan tidak boleh wanita yang sedang berhadast termasuk haid untuk memegang Al-Qur’an.

Ini membingungkan bagi hukum baca alquran tanpa wudhu, mohon di share pak ustadz, bu ustadzah. jazakumullah khoiron katsir, erwin October 25, hukum baca alquran tanpa wudhu sayah mu bertanya ada yg menapsirka seperti ini : kalau misalnya kita melihat Al-qur’an yang terjatuh ke lantai, apa kita harus ke belakang dulu untuk berwudhu dan memindahkan Al-qur’an itu ke atas meja? ribet amat. keadaan tidak suci yang dilarang itu adalah bagi wanita yang sedang haidh dan nifas, bagi wanita yang seperti itu baru tidak boleh memegang Al-qur’an secara langsung menurut pandangan saudra gimna hal seperti ini muslimah.or.id October 27, 2011 @ Erwin Permasalahan apakah orang yang berahadats (hadas besar dan kecil) boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an ataukah tidak terdapat khilaf diantara ulama.

Ada ulama yang membolehkan dan ada yang melarang. Sehingga dalam kasus ini bila seseorang mengikuti pendapat ulama yang melarang lalu ia menjumpai Al-Qur’an terjatuh dilantai sementara dirinya sedang berhadas maka ia bisa memakai penghalang kain untuk memegang Al-Qur’an. Allahua’alam abi ibraheem January 20, 2012 jangan berbantahan, berbicaralah dg ilmu.jangan berkata menurut say.menurut anda.yang perlu minta penjelasan adalah.tentang keshahihan hadits diatas,kalau emang menurut ulama terdahulu,para ahlul hadits shahih,maka berhentilah berbicara dan ikuti saja.ketika hadits shahih berbicara maka sebagai muslim harus berhenti mengatakan.’tapi menurut saya,menurut si fulan,menurut madzab ini itu.apakah pantas seorang muslim ketika didatangkan pdnya dalil shahih masih bicara ‘seperti itu.??

pantaskah.?? agama Islam itu bukan menurut saya atau anda, tetapi menurut ALLAH dan RasulNYA.Wallahu a’lam. mustofa July 24, 2014 mas Abi.

kita tidak bisa bertanya lgsg kepada Rasul untuk belajar dalam memahami ayat2 al Qur’an dan Hadits Rasul. kita juga tidaklah pantas untuk dianggap sebagai pakar yg mampu menafsirkan dalil2 itu sendiri. sehingga kita tetap perlu mempertimbangkan segala bentuk pendapat dari berbagai sumber yg telah menelaah dalil2 tersebut, yakni para imam madzhab dan para salafushalih, demikian juga para guru2 kita.

jd minimal kita pasti akan mengatakan menurut madzhab ini itu, menurut ulama ini itu atau minimal ya menurut pendapat guru kita begini begitu. karena satu ayat ataupun hadits bisa berbeda dalam penafsirannya.

Wallahu a’lam. amy ramly la February 7, 2012 memang benar banyak khilaf dikalangan para ulama’ bukan hanya dalam permasalahan ini, dalam banyak hal ulama kita sering berbeda pendapat, namun sebaik baik seorang muslim dan muslimah,adlah yang memilih pendapat yang paling rojeh (yang paling dekat kebenaranya)dikalangan para ulama’ Rizka December 8, 2012 Assalawu’alaikum . Karna sekarang teknologi sudah serba canggih . Kita bisa membaca Al-Qur’an lewat media elektronik, misal lewat Handphone dan Komputer, ataupun bisa scra online tanpa harus menyentuh kitab Al-Qur’an secara langsung .

Yang ingin rizka tanyakan, apakah hal itu diperbolehkan? krna rizka pun jg sering membacanya lewat handphone.

Daripada menjadi dosa bukan pahala Rizka minta tolong jawaban.nya . Terimakasih lukman October 10, 2014 assalamualaikum.wr.wb,,mohon maaf sebelumnya ,saya mau nanya,ini kejadian sering saya alami,setiap saya habis sholat sya mau lanjutin dengan mengaji tetapi dipertengahan saya ngaji saya mengeluarkan angin(kentut)apa yg harus saya lakukan melenjutkan ngaji apa saya harus mengambil wudhu lagi,tapi setelah saya wudhu lg dan lanjutin ngaji saya kentut lg,apakah saya harus mengambil wudhu lg,,mohon bantuan dan penjelasannya Muslimah.Or.Id October 26, 2014 Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarokaatuh.

Jika yang dibaca adalah mushaf Al Qur’an, maka menurut ulama yang mewajibkan berwudhu saat akan menyentuh mushaf, wudhu harus diulang. Jika bukan mushaf, misalnya Al Qur’an yang disertai terjemahan ayat di halamannya, atau tafsir, maka tidak diharuskan untuk berwudhu, meskipun mengulang wudhu lebih utama. Jika saudara sering mengalami batal wudhu saat mengaji, dan merasa berat untuk terus mengulang wudhu, maka sebaiknya yang dibaca adalah Al Qur’an dengan terjemah dan bukan mushaf. Allaahu a’lam.

cholid March 15, 2015 w3 sblmx 5hon 5’af Sumber hukum Islam ITU 4 alqur’an, hadist, ijma’ Dan qiyas langkah pertama dlm tiap mslah kmblilah pd alquran, kdua kmblilah PD alhadist, kempat kmblilah pd ijma’ Dan langkah trakhir kmblilah pd qiyas.

dg artian klow dlm alquran atau hadist sudah jelas jngan repot2 cari pendapat udah aplikasikan az yg udh jlas dan yg sudah pasti kbenaranx. karna yg pasti siapapun yg berpendapat pasti bersumber Dari keduanya (alquran dan alhadist) 5’f jk slah coz mnusia Abu Majid May 6, 2015 لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرًا mohon di koreksi kembali kalimat طَاهِرًا dalam qaidah Nahwiyah ketika ada kata kerja (فعل) Pasti ada Subjek (فاعل) dan Objek (مفعول) dalam hadis diatas subjek nya Kok dibaca طَاهِرًا apa salah ketik menurut Qaidah Nahwiyah dan Sharfiyah itu dibaca Dammah (مرفوع بالضمة) jadi kalimat طَاهِرًا dibaca طَاهِر huruf Ra dibaca dg harkat dammah.

Sa'id Abu Ukkasyah October 20, 2015 Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh, Syaikh di dalam artikel di atas sudah menjelaskan bahwa kalau menyentuh mushaf Alquran harus wudhu’ (suci dari hadats kecil dan besar). Kalau baca saja tanpa menyentuh, maka tidak mengapa jika tidak berwudhu’ asal tidak kondisi junub.

7 Artikel Terbaru • Wajibkah Menikahi Wanita Yang Disarankan Oleh Orang Tua? • Uang Lebaran, Apakah Mengajarkan Mental Minta-Minta Kepada Anak? • Perasaan Penduduk Surga Dan Penduduk Neraka • Jangan Suka Ngerumpi! • Apakah Orang Tua Boleh Mengambil THR Anak? • Kemuliaan Jiwa Seorang Mukmin • Buka Puasa Dengan Kurma Yang Ganjil? Penting Diketahui! • Definisi Tauhid • Tauhid Adalah Inti Dakwah Seluruh Nabi Dan Rasul • Mengenal Manhaj Salaf • Mengenal Kata Bid’ah • Wahai Muslimah, Cintailah Ilmu Syar’i • Saudariku, Kembalilah ke Hijab Asalmu • Wanita Bercadar Berfoto Selfie (bag.

1) : Dakwah atau Musibah? • Perempuan Bekerja Boleh Saja, Asal… • Safar Bagi Wanita (bag. 1): Larangan Safar Tanpa Mahram • Musibah Pacaran
عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ » “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Seorang hukum baca alquran tanpa wudhu lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR.

Muslim).

Rasulullah saat ditanya oleh salah seorang sahabat yang bernama Abu Umamah tentang keutamaan membaca Qur’an menyebutkan bahwa : عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ “Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR.

Muslim). Dari beberapa petikan hadist riwayat diatas, dapat dipastikan bahwa terdapat banyak sekali manfaat atau syafaat hukum baca alquran tanpa wudhu membaca Al-Qur’an dan diniatkan untuk ibadah hanya kepada Allah Aza wa ja’ala. Dan sesuai hukum ketika ada yang ingin membaca mushaf Qur’an, diwajibkan untuk berwudhu.

Namun bagaimana hukumnya ketika membaca Al-Qur’an dalam gawai yang sering kita gunakan untuk berkomunikasi? Berikut penjelasannya. Kesimpulan dari berbagai referensi hukumnya tanpa wudhu boleh membaca Al Quran di HP karena Hukum baca alquran tanpa wudhu Quran di HP bukan termasuk kategori mushaf. Huruf-huruf Al-Qur’an yang terdapat dalam perangkat berbeda dengan keberadaan huruf-huruf dalam naskah.

Properti yang dibaca tidak ada. Sifat wujud Al-Qur’an dalam HP adalah bergelombang dan bergambar, ketika kita sentuh, mereka akan terlihat di layar dan menghilang ketika discroll ke atas. Bahkan jika quran di telepon dianggap sama dengan mushaf, maka dimungkinkan untuk membacanya tanpa wudhu karena beberapa ulama membolehkan mushaf dengan quran tanpa wudhu. Saat membaca Al-Qur’an dan menyentuh mushaf, para ulama berbeda pendapat. Ada yang membolehkan tanpa wudhu, dan ada yang mewajibkan untuk berwudhu dan menghilangkan hadats besar maupun kecil.

Perbedaan muncul karena perbedaan penafsiran ayat-ayat berikut : “Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

Diturunkan dari Tuhan semesta alam. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur’an ini?” (QS. Al-Waqi’ah:77-81). Sebagian ulama mengatakan, yang dimaksud “tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan” adalah para malaikat yang suci. Jadi, bukan bermaksud mewajibkan wudhu bagi yang akan menyentuh mushaf Al-Quran.

Sebagian ulama lainnya berpendapat, yang dimaksud “tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan” adalah keharusan berwudhu. فمعلوم أن تلاوة القرآن عن ظهر قلب لا تشترط لها الطهارة من الحدث الأصغر ، بل من الأكبر ، ولكن الطهارة لقراءة القرآن ولو عن ظهر قلب أفضل ، لأنه كلام الله ومن كمال تعظيمه ألا يقرأ إلا على طهارة. Bagaimanapun, telah menjadi sebuah kesepakatan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tujuan menghafal atau hafalan tidak disyaratkan untuk suci dari hadast kecil atau bahkan hadast besar.

Namun akan lebih baik lagi jika dalam keadaan suci, karena Allah menyukai hal-hal yang suci dan bersih. Karena Al-Qur’an sendiri merupakan kumpulan wahyu yang diturunkan oleh Allah, dan untuk mengagungkan firman-Nya, hendaknya tidak dibaca melainkan dalam keadaan suci. وأما قراءته من المصحف فتشترط الطهارة للمس المصحف مطلقاً ، لما جاء في الحديث المشهور : (لا يمس القرآن إلا طاهر) ولما جاء من الآثار عن الصحابة والتابعين ، وإلى هذا ذهب جمهور أهل العلم ، وهو أنه يحرم على المحدث مس المصحف ، سواء كان للتلاوة أو غيرها Adapun membaca Al-Quran dengan membawa mushaf maka disyaratkan suci dari hadats karena memagang mushaf, berdasarkan hadis yang masyhur, ‘Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci.’ Juga berdasarkan riwayat dari para sahabat dan tabi’in.

Dan akhirnya sebagian besar ulam berpendapat bahwa dilarang bagi yang mempunyai hadast untuk memegang mushaf baik untuk dibaca atau untuk tujuan lainnya. وعلى هذا hukum baca alquran tanpa wudhu أن الجوال ونحوه من الأجهزة hukum baca alquran tanpa wudhu يسجل فيها القرآن ليس لها حكم المصحف ،لأن حروف القرآن وجودها في هذه الأجهزة تختلف عن وجودها في المصحف ، فلا توجد بصفتها المقروءة ، بل توجد على صفة ذبذبات تتكون منها الحروف بصورتها عند طلبها ، فتظهر الشاشة وتزول بالانتقال إلى غيرها ، وعليه فيجوز مس الجوال أو الشريط الذي سجل فيه القرآن ، وتجوز القراءة منه ، ولو من غير طهارة والله أعلم Oleh karena HP atau peralatan lainnya yang berisikan konten Qur’an tidak dihukumi sebagai mushaf.

Karena perbedaan dari teksnya sendiri yang jauh berbeda dengan teks dalam mushaf. Tidak seperti mushaf, huruf yang ada merupakan vibrasi yang menyusun teks Al-Qur’an saat dibuka. Akan muncul ketika diklik dan akan menghilang ketika kita men-klik aplikasi yang lain. Dan kesimpulannya hukum baca alquran tanpa wudhu boleh tanpa wudhu saat membaca Al-Qur’an di HP.

Wallahu a’lam. Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu hukum baca alquran tanpa wudhu Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Berwudhu adalah salah satu adab dalam membaca Alquran dengan mushaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi Fatwa Darul Iftaa Mesir Syekh Muhammad Abdul Sami menyampaikan penjelasan soal membaca Alquran tanpa berwudhu.

Sebelumnya dia mendapat pertanyaan apa hukumnya membaca Alquran jika tidak dalam kondisi wudhu? Baca Juga • 4 Ujian yang Membuat Nabi Muhammad Lebih Kuat • Dokter Wanita Muslim Bersejarah di Masa Nabi Muhammad • Road to Mecca dalam Pandangan Mualaf Yahudi Syekh Abdul Sami menyampaikan jika ada dalam keadaan tersebut, lalu ingin membaca Alquran, maka boleh membaca Alquran tanpa wudhu.

Namun dengan catatan, membaca Alqurannya dilakukan melalui media selain mushaf, seperti gawai, laptop, atau lainnya. Sedangkan, Syekh Abdul Sami menambahkan, bagi para siswa atau pelajar yang ingin menghafal atau membaca Alquran sepanjang hari dan sulit berwudhu sepanjang hari, para ulama madzhab Maliki membolehkan kepada mereka membaca Alquran tanpa wudhu sehingga tidak perlu melakukan wudhu sepanjang hari.
Apakah hukum membaca al-quran tanpa wudhu?

Adakah perkara ini dilarang dalam islam dan mendapat dosa? Pengenalan Al-Quran merupakan panduan kita sebagai orang Islam. Kita dituntut untuk membaca Al-Quran.

Bukan sekadar membaca dan menghafalnya sahaja, bahkan difahami dan diamalkan dalam kehidupan seharian kita. Allah berfirman dalam Surah An-Nisa’ ayat 59: “ …Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (iaitu al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kiamat.

Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik kesudahannya.” Ayat ini memberitahu kepada kita, kalau ada perkara yang kita tidak mencapai kata sepakat, hendaklah dirujuk kepada Al-Quran dan Sunnah. Sebab kedua-dua sumber tersebut merupakan sumber yang disepakati dan diterima oleh orang yang beriman seperti kita.

Rasulullah bersabda: “Sesiapa yang membaca satu huruf daripada Al-Quran maka baginya kebaikan. Dan kebaikan itu sama seperti 10 kali ganda. Aku tidak katakan ألم itu satu huruf akan tetapi Alif satu huruf,Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (Hadis riwayat Tirmidzi) Setiap huruf dalam Al-Quran itu diberi ganjaran. Bukannya setiap perkataan atau kalimat.

Lihatlah betapa besarnya ganjaran tersebut. 10 ganjaran bagi satu huruf. Bukan satu perkataan. Rasulullah juga bersabda: “ Bacalah Al-Quran. Sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat kepada pembacanya. Bacalah Al-Zahrawan iaitu Al-Baqarah dan Ali Imran kerana keduanya nanti datang pada hari kiamat seakan-akan awan atau cahaya matahari ataupun seperti burung yang berbulu yang terbang mengelilingi pembacanya.

Bacalah surah Al-Baqarah kerana sesungguhnya membacanya ada berkat dan meninggalkannya adalah penyesalan. Tukang sihir tidak akan mampu menandinginya.” (Hadis riwayat Muslim) Ketika kita mengadap Tuhan kelak, kita akan mendapat syafaat daripada Al-Quran sekiranya kita membacanya di dunia dengan istiqamah.

Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia bakal membantu kita di akhirat kelak. Adab-adab ketika membaca Al-Quran Dalam kitab Fadhail A’mal, Maulana Muhammad Zakariya Kandahlawi mengatakan membaca Al-Quran ini seperti memasuki balai penghadapan raja. Bagaimana agaknya kita berkelaku ketika nak mengadap raja? Dengan pakaian yang bersih lagi kemas, berhati-hati, bersungguh-sungguh, berhati-hati dan sebagainya. Begitu jugalah analoginya dengan Al-Quran.

Kita harus bersih dan suci. Kita harus bersungguh-sungguh dengannya. Kita harus rasa rendah diri tatkala membacanya.

Imam An-Nawawi dalam kitabnya At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran mengatakan perkata utama yang harus ditekankan tatkala hendak membaca Al-Quran ialah ikhlas.

Apakah kita benar-benar ikhlas ketika membaca Al-Quran? Kita benar-benar mahu dan ingin mendalami isi kandungan Al-Quran? Atau kita hanya dipaksa semata-mata? Daripada sifat ikhlas, terbitlah adab-adab lain seperti berpakaian kemas dan suci.

Jikalau kita ikhlas, kita akan sedaya upaya membersihkan keadaan diri kita sebelum hendak membaca Al-Quran. Sebab itulah ikhlas itu merupakan kunci kepada adab membaca Al-Quran.

Selain itu juga, ada banyak yang dinyatakan oleh Imam An-Nawai seperti berikut: • Membersihkan mulut dengan cara bersiwak, memberus gigi dan sebagainya • Membaca di tempat yang bersih, utamanya di masjid dan boleh juga di tempat-tempat bersih yang lain • Mengadapkan badan kita ke arah kiblat ketika membaca Al-Quran • Membaca taawuz (meminta perlindungan daripada syaitan) sebelum dan basmallah sebelum memulakan pembacaan Al-Quran • Fokus dan bertafakkur atas segala kandungannya dengan makna-maknanya dan sebagainya • Mengulang-ulang ayat hukum baca alquran tanpa wudhu dapat difahami dengan mendalam ayat-ayatnya • Menjiwai makna-maknanya dengan cara menangis contohnya pada ayat ancaman dan sebagainya • Tartil, iaitu membaca dengan jelas dan tidak terburu-buru (dengan bertajwid) • Memohon rahmat daripada Allah • Tidak ketawa, berbuat bising dan bercakap sesuatu yang sia-sia di antara sedang membaca Al-Quran itu sendiri • Membaca satu qiraat yang disepakati, jangan dicampur-campur qiraat seperti ayat pertama qiraat hafs an asim, ayat kedua qiraat al-bazi dan seterusnya • Membaca dengan mashaf lebih utama daripada membacanya berdasarkan hafazan kerana memandang ayat Quran atas kertas itu juga berpahala • Dianjurkan membaca secara berjemaah dan diharuskan secara bersilih ganti ayat demi ayat • Menggunakan suara yang kuat dan jelas ataupun boleh didegari • Sunat mengindahkan suara atau melagukan bacaan al-Quran tanpa membelakangkan hukum tajwid Itulah sedikit sebanyak.

Hukum baca Al-Quran tanpa wuduk Boleh membaca Al-Quran daripada hafalan ketika tidak berwuduk dan tidak bersuci. Hukumnya haram ketika mana pegang mushaf tanpa wudhu. Allah berfirman dalam Surah Al-Waqiah ayat 79: “ Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” Rasulullah juga bersabda: “ Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwatta’ Malik) Kalau sekadar membaca dengan hafalan. Itu tidak mengapa.

Harus hukumnya. Kalau membaca Al-Quran dengan memegang mushaf dalam keadaan tidak berwuduk dan tidak suci, hukumnya haram. Kesimpulan Hukum membaca Al-Quran tanpa wuduk harus sekiranya dengan hafalan. Jikalau dengan menyentuh mushaf, itu haram. Hukum-hukum yang lain: Hukum Mimpi Basah Ketika Puasa Hukum Keluar Air Mazi Ketika Puasa Hukum Wanita Haid Masuk Masjid Hukum Minum Air Mani Hukum Baca Al-quran Tanpa Wudhuk Hukum Baca Doa Iftitah dalam Solat Hukum Solat dengan Bulu Kucing Hukum Baca Al-quran Tanpa Tajwid Hukum Khitan Wanita Hukum Menjilat Kemaluan Isteri atau Suami Rujukan • Membaca Al-quran Tanpa Wudhu – Suara • Al-Quran Datang Dalam Bentuk Lelaki Pada Hari Kiamat.

Adakah Al-Quran it Makhluk – Mufti WP • Amalkan 15 Adab Membaca Al-quran – Berita Harian Muhammad Sadiq Bin Mohd Salihoddin merupakan pelajar dalam bidang Ijazah Sarjana Muda Bahasa Melayu Profesional, Universiti Malaya (UM).

Beliau pernah dilantik sebagai Presiden Persatuan Pengajian Islam, Universiti Sultan Azlan Shah. Beliau juga pernah dinobatkan sebagau Pendebat Bahasa Melayu yang ke-14 terbaik dalam Kejohanan Antarabangsa UIAM serta memenangi tempat Naib Johan Pidato Sekolah Menangah satu Malaysia di Al-Amin. Selain itu, beliau mempunyai kemahiran dalam sukan seperti ragbi, gusti lengan dan bina badan. Penglibatan beliau dalam Aku Muslim sebagai penulis adalah sebagai satu usaha dalam menyampaikan ilmu bermanfaat kepada masyarakat.
Hukum baca Al Quran tanpa wudhu atau tidak bersuci sebenarnya diperbolehkan yang sifatnya hafalan.

Namun ada syaratnya, yaitu tidak menyentuh kitab Al Quran tersebut. Sebab dalam salah satu ayat dalam Al Quran disebutkan bahwa hukum membaca Al Quran tanpa wudhu adalah haram jika kita menyentuhnya. Perintah ini telah dijelaskan dalam firman Allah, yang berbunyi: Baca Juga: Fakta Pria di Sukabumi Injak Al Quran dan Tantang Umat Islam "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan" (Al Waqi’ah: 79).

Pernyataan serupa juga terdapat dalam hadits shahih yang berbunyi: “Tidak boleh menyentuh Al Quran kecuali orang yang dalam kondisi suci" (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)). Dengan demikian sudah jelas bahwa kita harus bersuci dari hadas kecil dan hadas besar jika memegang mushaf.

Nah, ketika akan menyentuh atau memegang dan membawa Al Quran, umat Islam dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Terdapat solusi jika situasi tidak memungkinkan untuk Anda berwudhu. Agar bisa menyentuh atau mengambilnya, Anda perlu memakai perantara antara tangan dengan mushaf agar tidak bersentuhan secara langsung, misalnya menggunakan kain yang bersih.

Bolehkah Membaca Al Qur’an Tanpa Wudhu? - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, MA




2022 charcuterie-iller.com