Bentuk kedelai

Kedelai ini bisa dikatakan sebagai tanaman palawija yang memiliki peran sangat penting bagi masyarakat.

Selain karena penggunaannya yang luas juga karena manfaatnya yang besar. Konsumsi komoditi ini di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Bisa dilihat dari adanya industri kecap, tahu-tempe, susu, tauco dan pakan ternak adalah industri yang menggunakan kedelai dalam jumlah paling besar.

Saking tingginya kebutuhan dalam negeri akan komoditi ini bahkan produksi petani belum dapat memenuhi jumlah yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, kedelai termasuk bentuk kedelai komoditas yang masih impor. Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Palawija Yang Memiliki Nilai Komersial Tinggi Sebenarnya pohon kedelai ini bukanlah berasal dari Indonesia.

Ia masuk ke Indonesia bentuk kedelai tahun 1750. Contents • 1 Tanaman Bentuk kedelai Kedelai • 2 Jenis Kedelai • 2.1 Tipe determinate. • 2.2 Tipe Indeterminat • 2.3 Tipe Bentuk kedelai Determinate • 3 Ciri-Ciri Kedelai • 4 Akar Kedelai • 4.1 Akar tunggang • 4.2 Akar lateral • 4.3 Akar serabut • 5 Bunga Kedelai • 6 Manfaat kedelai • 7 Harga Kedelai • 8 Penutup Tanaman Kacang Kedelai Tanaman ini memiliki nama latin Glycine max L.

Sehingga dia termasuk genus Glycine dan Familinya adalah Leguminosae. Tanaman Kedelai Bentuk kedelai ini berbentuk perdu dengan tinggi tanaman antara 20-100 cm. Jenis Kedelai Berdasarkan pada Tipe Pertumbuhan Batangnya, Jenis Kedelai dapat di bedakan menjadi • Tipe determinate. Tipe ini ciri-cirinya adalah pertumbuhan batangnya akan berhenti setelah tanaman berbunga. Ukuran batangnya dari pangkal hingga ke ujung hampir sama.

Tumbuhnya tegak ke atas. Kedelai determinate Ukuran batangnya pendek atau sedang. Ukuran daun seragam dan berbunga serempak. Contoh varietasnya : Taichung, Clark 63, Economic Garden, Galunggung, Lakon, Peter, Wilis, dll • Tipe Indeterminat Berbeda dengan tipe determinat, untuk tipe indeterminat memiliki ciri-ciri yang berkebalikan. Pertumbuhan batangnya terus terjadi meskipun tanaman telah berbunga.

Karena itu batangnya tinggi dan agak melilit. Ilustrasi Perbedaan Kedelai Determinate dan Indeterminate Ukuran batang yang di ujung dan pangkal berbeda. Biasanya yang bagian ujung lebih kecil. Ukuran daunnya juga demikian, yang bagian ujung ukurannya lebih kecil. Waktu pembungaannya bertahap. Varietas yang masuk ke dalam jenis ini : NO29, Bentuk kedelai • Tipe Semi Determinate Tipe yang semi determinate ini merupakan perpaduan antara tipe determinate dan indeterminate.

Contohnya adalah : Guntur, Orba, Merbabu dan Limpo Batang Ciri-Ciri Kedelai Kedelai memiliki ciri-ciri sebagai berikut : • Tanamannya bisa merambat atau tegak • Bentuknya perdu • Akarnya memiliki akar serabut dan tunggang • Daunnya berwarna hijau • Buahnya panjang dengan jumlah biji setiap polongnya 3-5 butir • Bunganya bisa berwarna ungu atau merah tergantung dari jenis kedelainya Akar Kedelai Gambar Akar Kedelai Akar tanaman kedelai ini terbagi menjadi 3 jenis : • Akar tunggang Jika tanah tempat tumbuh kedelai subur, maka akar tunggang kedelai dapat mencapai 15 cm panjangnya.

• Akar lateral Pada akar lateral tanaman ini memiliki bintil-bintil akar. Atau sering juga disebut dengan akar rhizoma. Bintil-bintil akar tersebut adalah kumpulan bakteri Rhizobium yang memiliki kemampuan mengikat N dari udara. Terbentuknya bintil akar pada tanaman ini biasanya setelah tanaman berusia 15-20 hari setelah tanam. Pada tanah yang belum pernah di tanami jenis tanaman ini, bintil akar biasanya belum akan tumbuh. Makanya sering perlu diberi perlakuan tambahan dengan memberikan legin (bibit bakteri rhizobium).

• Bentuk kedelai serabut Daunnya termasuk daun majemuk dengan tiga buah anak daun. Helaian daun berbentuk oval dengan ujung lancip. Ketika daun sudah tua maka akan menguning dan gugur mulai dari bawah hingga ke atas. Benih tanaman ini yang ditanam akan tumbuh membesar. Pada saat berusia 30-50 hari setelah tanam, ia akan mulai berbunga. Faktor yang mempengaruhi pembungaannya adalah varietas dan iklim. Bunga Kedelai Apabila waktu penyinaran pendek dan suhu udaranya tinggi, maka tanaman kedelai akan semakin cepat berbunga.

Bunga pada tanaman ini termasuk bunga sempurna. Kenapa begitu? Gambar Bunga Kedelai Karena dalam satu bunga memiliki alat perhiasan bunga dan alat reproduksi yang lengkap. Bentuk bunga kedelai berbentuk kupu-kupu. Warnanya ungu atau putih. Muncul di ketiak daun.

Pada umumnya menyerbuk sendiri dan terjadi sebelum bunga menjadi mekar. Setelah penyerbukan terjadi, bunga akan berkembang menjadi bentuk kedelai. Baca Juga : Aneka Jenis Tanaman Palawija Yang Prospek Untuk Usaha Agribisnis Pertanian Buah kedelai berbentuk polong.

Warnanya hijau atau kuning. Setiap polong berisi 1-4 biji. Ketika sudah tua, buah akan berubah warna menjadi kecoklatan atau keputihan. Manfaat kedelai Tanaman kedelai ternyata memiliki manfaat yang banyak bagi manusia. Belum tahu? Mari kita lanjutkan membacanya. Manfaat yang diperoleh manusia dari kacang kedelai adalah : • Memiliki kandungan isoplavon yang ternyata merupakan antioksidan Antioksidan ini memiliki fungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan menjaganya dari paparan sinar matahari serta polusi • Isoplavon juga dapat mengurangi kadar LDL yang merupakan lemak jahat di dalam darah.

Sehingga dapat menjaga tubuh dari kolesterol tinggi serta mengurangi risiko serangan jantung. • Manfaat lain isoplavon adalah ia dapat menjaga tubuh dari adanya sel-sel kanker yang tumbuh di dalam tubuh • Mengurangi rasa sakit bagi wanita yang ketika haid sering mengalami kram perut • Masih tentang isoplavon, ia ternyata dapat meningkatkan prosentase penyerapan kalsium pada tubuh.

Sehingga dapat menghindarkan kita dari osteoporosis • Bagi wanita yang telah memasuki masa menopouse, isoplavon dapat mengurangi perasaan tidak nyaman yang terjadi ketika proses ini sedang berlangsung • Kedelai bagus untuk penderita diabetes dan ginjal karena ia memiliki serat yang dapat mengatur kadar gula dalam darah serta membantu fungsi ginjal.

• Kadar glisemic index tanaman ini rendah, sehingga bermanfaat untuk mengurangi rasa lapar. Dengan manfaat ini, kedelai dapat menjadi makanan yang membantu untuk menurunkan berat badan • Biji tanaman ini memiliki kandungan lesitin yang baik untuk otak.

Orang tua yang mengkonsumsi kedelai dapat terhindar dari alzheimer • Ia mengandung zat besi yang dapat membantu memproduksi sel darah merah di dalam tubuh. Kecukupan zat besi ini akan baik bagi tubuh, terutama bagi penderita anemia • Zinc yang terdapat di dalam kacang ini dapat meningkatkan kadar darah di saluran pendengaran.

Kondisi ini akan meningkatkan pendengaran bentuk kedelai tetap tajam • Serat di dalam kacang ini juga sangat baik bagi pencernaan. Kecukupan serat untuk tubuh dapat menjaga usus dari sembelit serta kanker usus Harga Kedelai Berikut ini kami tampilkan harga kedelai online yang bisa dijadikan referensi ketika anda berencana membeli produk ini.

Daftar Harga Kacang Kedelai No. Bentuk kedelai Harga (Rp) Keterangan 1. Organik 10.000 Harga per 100 gr. Di produksi dengan sistem pertanian organik 2. Produk import cap Badak 10.000 Harga per kg.

Harga belum dengan ongkos kirim. Pembelian minimal 2 kg. 3. Tempe mentah 10.000 Harga per bungkus, berat 10 gr per pcnya. Harga belum dengan ongkos kirim 4. Produk import cap bola ungu 12.000 Harga per kg.

Kualitas sedang. Cocok untuk membuat tempe 5. Produk Import cap bola merah 13.000 Harga untuk 1 kg kedelai kualitas baik. Minimal pembelian 2 kg Penutup Demikian informasi singkat tentang kacang kedelai yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. bentuk kedelai Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Bentuk kedelai • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • डोटेली • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Français • Nordfriisk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Hornjoserbsce • Magyar • Հայերեն • Bentuk kedelai • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • Jawa • Kabɩyɛ • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kurdî • Kernowek • Latina • Lingua Franca Nova • Lietuvių • Latviešu • Madhurâ • मैथिली • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • Português • Runa Simi • Română • Русский • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Bentuk kedelai • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు bentuk kedelai ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche bentuk kedelai Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Volapük • Winaray • 吴语 • ייִדיש • Bentuk kedelai • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Kacang kedelai Data Sumber dari Kedelai, soy extract (en)soya lecithin (en)Minyak kedelai dan soy isoflavones (en) Taksonomi Divisi Tracheophyta Upadivisi Spermatophytina Klad Angiospermae Klad mesangiosperms Klad eudicots Klad core eudicots Klad superrosids Bentuk kedelai rosids Klad fabids Ordo Fabales Famili Fabaceae Genus Glycine Spesies Glycine max Merr., 1917 Biji kedelai Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman jenis polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti susu, kecap, tahu, dan tempe.

Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Daftar isi • 1 Keanekaragaman • 2 Budidaya • 3 Pemerian • 4 Produksi dan perdagangan di Indonesia • 5 Produk olahan dari kedelai • 6 Referensi Keanekaragaman [ sunting - sunting sumber ] Kedelai yang dibudidayakan adalah Glycine max yang merupakan keturunan domestikasi dari spesies moyang, Glycine soja.

Dengan versi ini, G. max juga dapat disebut sebagai G. soja subsp. max. Kedelai merupakan tanaman budidaya daerah Asia subtropik seperti Cina dan Jepang.

Sebaran G. soja sendiri lebih luas, hingga ke kawasan Asia tropik. Kedelai adalah tumbuhan yang selalu peka terhadap pencahayaan. Dalam pencahayaan agak rendah batangnya akan mengalami pertumbuhan memanjang sehingga berwujud seperti tanaman merambat.

Beberapa kultivar kedelai putih budidaya di Indonesia, di antaranya adalah 'Ringgit', 'Orba', 'Lokon', 'Davros', dan 'Wilis'. 'Edamame' adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang.

Budidaya [ sunting - sunting sumber ] Kedelai dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering (ladang). Penanaman biasanya dilakukan pada akhir musim penghujan, setelah panen padi. Pengerjaan tanah biasanya minimal. Biji dimasukkan langsung pada lubang-lubang yang dibuat. Biasanya berjarak 20–30 cm. Pemupukan dasar dengan pupuk yang mengandung nitrogen dan fosfat diperlukan, namun setelah tanaman tumbuh penambahan nitrogen tidak memberikan keuntungan apa pun.

Lahan yang belum pernah ditanami kedelai dianjurkan diberi " starter" bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum untuk membantu pertumbuhan tanaman. Pembumbunan tanah dilakukan pada saat tanaman remaja (fase vegetatif awal), sekaligus sebagai pembersihan dari gulma dan tahap pemupukan fosfat kedua. Menjelang berbunga pemupukan kalium dianjurkan walaupun banyak petani yang mengabaikan untuk menghemat biaya. Pemerian [ sunting - sunting sumber ] Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboon ( bahasa Belanda), soja, soja bohne ( bahasa Jerman), soybean ( bahasa Inggris), kedele (bahasa Indonesia sehari-hari, bahasa Jawa), kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning ( Sumatra bagian utara) dan gadelei.

Berbagai nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia. Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam.

Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga. Biji Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat.

Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bundar atau bulat agak pipih. Kecambah Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul di atas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah di bawah daun kecambah (kotiledon), ungu atau hijau yang terpaut dengan warna bunga.

Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran ( tauge). Perakaran Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk bentuk kedelai cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah.

Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman bentuk kedelai alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil- bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang ber simbiosis secara mutualis dengan kedelai.

Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari bentuk kedelai dalam bentuk gas N 2 ( nitrogen) yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO 3 +). Batang Kedelai berbatang memiliki tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 – 6 cabang, tetapi bila jarak antar bentuk kedelai rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali.

Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas ( determinate), tidak terbatas ( indeterminate), dan setengah terbatas ( semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi.

Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh.

Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya. Bunga Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil.

Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong. Buah Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu.

Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman. Daun Pada buku ( nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai.

Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan bentuk kedelai bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau.

Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.

Produksi dan perdagangan di Indonesia [ sunting - sunting sumber ] konsumsi kedelai di Indonesia mencapai 2,2 juta tons bentuk kedelai tahun; dari jumlah itu sekitar 1,6 juta ton harus diimpor.75% dari jumlah itu diimpor oleh bentuk kedelai importir yaitu PT Gerbang Cahaya Utama, PT Teluk Intan, PT Gunung Sewu, PT Cargill Indonesia, dan PT Sekawan Makmur Bersama.

[1] Produksi kedelai di Indonesia [2] 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Jumlah Produksi di Indonesia (ton) 723 483 808 353 747 611 592 634 776 491 603 531 - Sepanjang 2013, harga kedelai di Indonesia mengalami kenaikan tajam akibat kurangnya pasokan [3] [4] sehingga menyebabkan berbagai pedagang tahu dan tempe mengalami kerugian [5] dan harus menaikan harga. [6] Beberapa pihak memperkirakan kenaikan harga ini akan memicu inflasi tinggi pada bulan September 2013, meski Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Hatta Rajasa menyangkal hal tersebut.

[7] Polemik kedelai ini juga memicu gerakan aksi mogok oleh asosiasi produsen tahu tempe. [8] Untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia akan membuka 1 juta hektare lahan di kawasan transmigrasi untuk ditanami kedelai secara bertahap selama tiga tahun.

Lahan itu tersebar di 26 provinsi di Indonesia. [9] Produk olahan dari kedelai [ sunting - sunting sumber ] Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhan kedelai.

Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Cina. Pemuliaan bentuk kedelai domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih.

Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak bentuk kedelai kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi bentuk kedelai lebih cocok bagi Indonesia. Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. Karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.

Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain, misalnya bentuk kedelai (asam fitat) dan lesitin. Olahan biji dapat dibuat menjadi • bentuk kedelai (tofu), • bermacam-macam saus penyedap (seperti kecap, taosi, dan tauco), • tempe, • susu kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa), • tepung kedelai, • minyak (dari sini dapat dibuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel), • makanan ringan • tepung kacang kedelai • Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Iswara, Padjar (19 March 2010).

"Kedelai Setelah Satu Dekade". Majalah Tempo. Diakses tanggal 31 Maret 2010. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "FAOSTAT". FAO. 31 March 2010. Diakses tanggal 31 Maret 2010. • ^ "SBY Perintahkan Bongkar Gudang Kedelai". Kompas. 31 Agustus 2013.

• ^ "Bulog Akan Impor 100000 ton Kedelai dari AS". Kompas. 29 Agustus 2013. • ^ "Harga Bahan Baku Melejit, Pedagang Tahu Gejrot Menjerit". Republika Online. 28 Agustus 2013. • ^ "Pedagang Tempe Berencana naikkan Harga Usai Demo 3 Hari". Detik. 8 September 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-11.

Diakses tanggal 2013-11-19. • ^ "Tahu Tempe Takkan Picu Inflasi". VOA Indonesia. 15 September 2013. • ^ "Pedagang Tempe di pasar Tradisional Beri Imbauan Libur". Detik. 8 September 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-06-11. Diakses tanggal 2013-11-19.

• ^ "Kemnakertrans Buka Sejuta Hektare Lahan Kedelai di Kawasan Transmigrasi". MetroTV News. 30 Oktober 2013. [ pranala nonaktif permanen] • Wikidata: Q11006 • Wikispecies: Glycine max • APA: 1965 • APDB: 63712 • APNI: 116654 • BioLib: 39935 • Ecocrop: 1150 • EoL: 641527 • EPPO: GLXMA • EUNIS: 171391 • FoC: 242323602 • GBIF: 5359660 • GRIN: 17711 • iNaturalist: 122902 • IPNI: 496786-1 • IRMNG: 10799207 • ITIS: 26716 • MichiganFlora: 1303 • MoBotPF: 280548 • NBN: NBNSYS0000014913 • NCBI: 3847 • NZOR: c576fcf4-1660-45d1-a4b7-3c2effc78eea • Plant List: ild-2760 • PLANTS: GLMA4 • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:60450240-2 • Tropicos: 13043775 • VASCAN: 5732 • WisFlora: 3722 • WFO: wfo-0000181462 Phaseolus max Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman dengan label Wikidata belum diterjemahkan • Taxonbar dengan basionim ditambahkan secara otomatis • Taxonbar dengan 25–29 ID takson • Halaman ini terakhir diubah pada 11 Februari 2022, pukul 08.32.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki bentuk kedelai •
Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita.

Oleh karena itu, diperlukan suplai kedelai tambahan yang harus diimpor karena produksi dalam negeri belum dapat mencukupi kebutuhan tersebut. Lahan budidaya kedelai pun diperluas dan produktivitasnya ditingkatkan. Untuk pencapaian usaha tersebut, diperlukan pengenalanmengenai tanaman kedelai yang lebih mendalam.

Kedelai merupakan tanaman asli Daratan Cina dan telah dibudidayakan oleh manusia sejak 2500 SM. Sejalan dengan makin berkembangnya perdagangan antarnegara yang terjadi pada awal abad ke-19, menyebabkan tanaman kedalai juga ikut tersebar ke berbagai negara tujuan perdagangan tersebut, yaitu Jepang, Korea, Indonesia, India, Australia, dan Amerika.

Kedelai mulai dikenal di Indonesia sejak abad ke-16. Awal mula penyebaran dan pembudidayaan kedelai yaitu di Pulau Jawa, kemudian berkembang ke Bali, Nusa Tenggara, dan pulaupulau lainnya.

Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai.

Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan bentuk kedelai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen bentuk kedelai daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas, cat cair, tinta cetak dan tekstil.

Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya.

Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida dan farmasi.

Di salah satu negara bagian Amerika Serikat, terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. Di Indonesia, saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air, seperti di pesisir Bentuk kedelai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Utara (Gorontalo), Lampung, Sumatera Selatan dan Bali.

Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting karena gizinya, aman dikonsumsi, dan harganya yang relatif murah dibandingkan dengan sumber protein hewani. Di Indonesia, bentuk kedelai umunnya dikonsumsi dalam bentuk pangan olahan seperti tahu, tempe, susu kedelai dan berbagai bentuk makanan ringan. Susunan akar kedelai pada umumnya sangat baik. Pertumbuhan akar tunggang lurus masuk ke dalam tanah dan mempunyai banyak akar cabang.

Pada akar – akar cabang terdapat bintil – bintil akar berisi bakteri Rhizobium jafonicum, yang mempunyai kemampuan mengikat zat lemas bebas (N2) dari udara yang kemudian dipergunakan untuk menyuburkan tanah .

Batang kedelai berasal dari poros janin sedangkan bagian atas poros berakhir dengan epikotil yang amat pendek dan hypokotil merupakan bagian batang kecambah.

Bagian batang kecambah bentuk kedelai bagian atas kotyledon adalah epicotyl. Titik tumbuh epikotyl akan membentuk daun dan kuncup ketiak. Batang dapat membentuk 3–6 cabang, berbentuk semak dengan tinggi 30–100 cm.

Pertumbuhan batang dibedakan atas tipe diterminate dan indeterminate. Daun kedelai merupakan daun majemuk yang terdiri dari tiga helai anak daun dan umumnya bentuk kedelai hijau muda atau hijau kekuning – kuningan. Bentuk daun ada yang oval, juga ada yang segitiga. Warna dan bentuk daun kedelai ini tergantung pada varietas masing – masing.

Pada saat tanaman kedelai itu sudah tua, maka daun – daunnya mulai rontok. Daun sebagai organ fotosintesis sangat berpengaruh pada fotosintat berupa gula reduksi. Fotosintat berupa gula diproduksi sebagai sumber energi untuk tanaman (akar, batang, daun) serta diakumulasikan dalam buah, biji atau organ penimbun lain ( sink), hasil fotosintesis yang tertimbun dalam bagianvegetatif sebagian dimobilisasikan kebagian generatif (polong).

Hasil fotosintesis dibagian vegetatif tersimpan dalam berat kering biji tanaman. Biji kedelai berbentuk polong, setiap polong berisi 1–4 biji. Biji umumnya berbentuk bulat atau bulat pipih sampai bulat lonjong. Ukuran biji berkisar antara 6 – 30g/100 biji, ukuran biji diklasifikasikan menjadi 3 kelas yaitu biji kecil (6–10 g/100 biji), biji sedang (11–12 g/100 biji) dan biji besar (13 g atau lebih/100 biji).

Warna biji bervariasi antara kuning, hijau, coklat dan hitam. Suatu pigmen merah yang disebut leghemoglobin dijumpai dalam bintil akar antara bekteroid dan selubung membrane yang bentuk kedelai. Jumlah leghemoglobin dalam bintil akar memiliki hubungan langsung dengan jumlah nitrogen yang difiksasi. Bintil akar efektif mampu menfiksasi N dari udara dan mengkonversi N menjadi asam amino untuk disumbangkan kepada tanaman kedelai.

Kedelai adalah tanaman beriklim tropik. Dia akan bentuk kedelai subur di daerah yang berhawa panas, apalagi di tempat yang terbuka tidak terlindung oleh tanaman lain Pertumbuhan optimum tercapai pada suhu 20–25º C.

Suhu 12–20º C adalah suhu yang sesuai bagi sebagian besar proses pertumbuhan tanaman, tetapi dapat menunda proses perkecambahan benih dan pemunculan kecambah, serta pembungaan dan pertumbuhan biji. Pada suhu yang lebih tinggi dari 30º C, fotorespirasi cenderung mengurangi hasil fotosintesis. Air merupakan faktor yang penting bagi tanaman, karena berfungisi sebagai pelarut hara, berperan dalam translokasi hara dan fotosintesis, karena kekurangan suplai air di daerah perakaran dan atau laju transpirasi melebihi laju absorbs air oleh tanaman.

Cekaman kekeringan yang terjadi pada saat pertumbuhan generative, bentuk kedelai menurunkan produksi. Kekeringan juga menurunkan bobot biji, sebab bobot biji sangat dipengaruhi oleh jumlah air yang diberikan pada musim tanam ,Jumlah bentuk kedelai yang berlebih tidak menguntungkan bagi tanaman kedelai, karena mangakibatkan akar membusuk.

Banyaknya curah hujan juga sangat mempengaruhi aktivitas bakteri tanah dalam menyediakan nitrogen. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa pengaruh curah hujan, dan temperature terhadap pertumbuhan tanaman kedelai bentuk kedelai sepanjang musim adalah sekitar 60–70% .Kedelai dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas, di tempat – tempat yang terbuka dan bercurah hujan 100–400 mm3 per bulan.

Oleh karena itu, kedelai kebanyakan ditanam di daerah yang terletak kurang dari 400 m di atas permukaan laut. Jadi tanaman kedelai akan tumbuh baik, jika ditanam di daerah beriklim kering (Andrianto dan Indarto, 2004).

Kedelai merupakan tanaman berhari pendek, yakni apabila penyinaran terlalu lama melebihi 12 jam, tanaman tidak akan berbunga.

Hampir semua varietas tanaman kedelai berbunga dari umur 30–60 hari. Pertumbuhan tanaman kedelai sangat peka terdahap perubahan lingkungan tumbuh yang disebabkan oleh kondisi iklim.

Baik mikro maupun makro. Dari saat benih mulai tumbuh sampai tanaman mendekati panen banyak hama yang menyerang tanaman. Walaupun sebagai tanaman palawijayang tidak banyak memerlukan air, tetapi pada stadia awal tumbuh, berbunga, pembentukan dan pengisian polong, ketersediaan air sangat diperlukan.

Pemanenan kedelai harus dilakukan pada saat umur masak optimal (masak fisiologis) agar diperoleh mutu hasil dan produksi yang tinggi. umur masak optimal sangat beragam sesuai dengan varietasnya. Pada umumnya varietas unggul dikembangkan saat umur masak optimal 80-90 bentuk kedelai. Masa panen selain atas dasar umur optimal juga dapat melalui tanda-tanda visual polong dan tanaman.

Panen dilakukan bila tanaman sudah matang dimana 95% polong telah matang, berwarna kecoklatan, daun telah rontok. Toleransi pH yang baik sebagai syarat tumbuh yaitu antara 5,8–7, namun pada tanah dengan pH bentuk kedelai pun kedelai masih dapat tumbuh baik. Tanah – tanah yang cocok yaitu alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Pada tanah – tanah podzolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa,pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila diberi tambahan pupuk organic atau kompos dalam jumlah yang cukup.

Pupuk N, Tanaman menyerap atau mengabsorbsi anion seperti nitrat NO3 - dan NH4 yang dapat memberikan efek fungsi metabolisme dalam respirasi dan fotosintesis. Konsentrasi Nitrat-nitrogen dengan sel akar tanaman adalah ukurannya normal dari pada dalam tanah. Nitrogen ini memicu pertumbuhan daun energi hasil produksi dari hasil fotosintesis akan mengahasilkan gula melalui proses respirasi di sel. Teori absorbsi anion, tetapi mekanisme karier telah mentranport ion dari membran sel.

ketika ion nitrat banyak pada akar tanamn mereka akan ditransportasi ke bagian lain. Metabolisme nitrat dimulai dari reduksi nitrat oleh nitrit.

Produksi hara nitrogen melalui sintesis amonia (NH3). Sintesa ammonium melalui ion nitrogen dari atmosfer dan hidrogen dari fosil dan air.

Penambatan nitrogen secara simbiosis. Bakteri yang terpenting, dari sudut pandang pertanian yang mampu menggunakan nitrogen bebas dari udara adalah bakteri-bakteri yang menyebabkan terbentuknya bintil-bintil akar pada tanaman kacang-kacangan. Organisma ini bila ditumbuhkan didalam bintil bentuk kedelai tanaman kacang-kacangan memperoleh makanan dan mineralnya dari tanaman kacang-kacangan itu dan sebagai gantinya organisma ini menyediakan sebagaian dari nitrogen bagi tanaman kacang-kacangan tersebut.

Pertumbuhan bersama yang saling menguntungkan ini disebut simbiosis, dan oleh kerana itu organisme tersebut dinamai bakteri penambat nitrogen secara simbiosis. Diperkirakan hamper 2 juta ton nitrogen ditambat setiap tahun oleh bakteri kacang-kacangan di Amerika Serikat (Foth, 1994) Sumber unsur hara nitrogen sebenarnya cukup banyak terdapat diatmosfer, yaitu lebih kurang 79,2 % dalam bentuk N2 bebas, namun demikian unsur N ini baru dapat digunakan oleh tanaman setelah mengalami perubahan ke bentuk yang terikat yang kemudian dalam bentuk pupuk.

Sumber utama dari nitrogen berasal dari N2 atmosfer yang terikat. Untul pembuatan pupuk adalah nitrogen dalabentuk amoniak Penyerapan NO3 - dan NH4 + oleh tumbuhan memungkinkan tumbuhan untuk membentuk berbagai senyawa nitrogen, terutama protein.

Pupuk dan tumbuhan yang mati, mikroorganisme, serta hewan, merupakan sumber penting nitrogen bentuk kedelai dikembalikan ketanah, tapi sebagian besar nitrogen tersebut tidak larut dan tidak segera tersedia bagi tumbuhan. Hampir semua tanah mengandung sedikit asam amino, yang dihasilkan terutam dari perombakan bahan organik oleh mikroba, tapi juga dari pengeluaran dari akarPupuk urea adalah pupuk buatan senyawa kimia organik dari CO(NH2)2, pupuk padat berbentuk butiran bulat kecil (Diameter lebih kurang 1 mm) pupuk ini mempunyai kadar N 45%-46%.

Urea larut sempurna dalam air, dan tidak mengasamkan tanah. Pengaruh N dalam tanaman terhadap protein dalam tanaman, terutama, pada biji-bijian serealia merupakan hal yang sangat penting dalam masalah pangan. Pengaruh ini paling baik didasarkan pada lintasan-lintasan biokimia yang terlibat dalam pergerakan N dari tanah ke tanaman. Nitrogrn masuk kedalam tanaman dari tanah atau dari bintil – bintil pada akar legume sebagai nitrat (NO3-) atau ammonium (NH4 +).

Di dalam tanaman NO3 - direduksi ke NH4 + dan kemudian digabungkan dengan kerangka C untuk membentuk 100 asam-asam amino yang berbeda. Asam-asam amino ini mengandung N dalam bentuk –NH2 dengan pengikat N pada C alfa dari suatu asam organik. Sekitar 20 dari asam – bentuk kedelai amini yang berbeda tersebut kemudian digabungkan kedalam rantai panjang yang disebut rantai polipeptida.

Rantai ini dapat mengandung beberapa ratus rangkaian asam amino. Urutan keterdapatan asam – asam amino yang berbeda tersebut disepanjang rantai polipeptida, dan oleh karena itu rasio dari bentuk kedelai – asam amino yang berbeda dalam rantai tersebut, diatur oleh informasi genetik yang terkandung dalam asam – asam nukleat dalam tanaman. Rantai polipeptida kemudian terlipat, tergulung, terangkai-silang dan temodifikasi dengan cara – cara yang lain untuk membentuk protein.

Sebagian dari protein – protein ini dapat disimpan dalam biji untuk digunakan oleh bibit baru setelah berkecambah. Mutu nutrisi dari setiap unit protein dikendalikan oleh genetik tanaman Urea terhidrolisis dengan cepat dalam kondisi panas, tanah yang lembab untuk membentuk amonium karbonat.

Amonium mungkin digunakan secara langsung oleh tanaman atau mungkin diubah menjadi nitrat dan kemudian digunkan sebagai nitrat. Ureaformaldehida adalah salah satu pupuk nitrogen yang dikembangkan baru-baru ini bentuk kedelai bersifat tidak lrut dalam air.

Nitrogen dalam ureaformal dehida dilepaskan dengan lambat dalam bentuk yang dapat dipakai untuk mengadakan persediaan nitrogen terus menerus selama musim tanam. Pupuk PFosfor memainkan peran yang tidak dapat dikesampingkan sebagai bahan bakar universal untuk kegiatan biokimia dalam sel hidup.

Ikatan adenosin trifosfat (ATP) yang berenergi tinggi melepaskan energi untuk kegiatan bila diubah menjadi adenosin trifospat (ADP). Fosfor juga merupakan unsur yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Hubungan fosfor yang terdapat didalam tanah dan tanaman dengan kesehatan hewan dan terdapatnya definisi fosfor secara luas pada hewan – hewan pemakan rumput telah diketahui dengan baik. Bila fosfat yang laruta dalam air ditambahkan kedalam tanah, maka terjadi reaksi – reaksi kimia yang kompleks akan langsung di dalam tanah.

Butiran pupuk akan menyerap air dari tanah disekitarnya dan memasuki bagian dalam butir – butir pupuk dan melarutkan fosfat yang akhirnya bentuk kedelai larutan jenuh atau mendekati jenuh dan fosfat yang terlarut ini selanjutnya berdifusi keluar dari butir – butir pupuk larutan tanah. karbohidrat terutama gula membantu pembentukan klorofil daun-daun yang tumbuh ditempat gelap. Tanpa pemberian gula, daun-daun tersebut tidak mampu menghasilkan klorofil meskipun faktor-faktor lain mendukung Unsur P diperlukan untuk pembentukan dan aktivitas bintil akar yang maksimal.

Unsur P ternyata diperlukan lebih banyak bagi pertumbuhan bintil akar dibandingkan untuk pertumbuhan tanaman leguminosae. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil uji tanaman leguminosae yang maksimal diperlukan penambahan unsur P dalam bentuk pupuk yang cukup.

Unsur hara bentuk kedelai berfungsi pada Pembentukan protein dan karbohidrat. Membantu membuka dan menutup stomata. Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit tanaman dan serangan hama memperluas pertumbuhan akar tanaman. Efisiensi penggunaan air (ketahanan pada masa kekeringan). Memperbaiki ukuran dan kwalitas buah pada masa generatif danmenambah rasa manis/enak pada buah.

Bentuk kedelai tubuh tanaman supaya daun, bunga dan buah tidak mudah rontok. Salah satu jenis pupuk kalium yang dikenal adalah KCl. Pupuk KCl yang dikenal selama ini sebagian besar merupakan hasil tambang. Endapan tambang kalium yang sangat terkenal ada di Prancis dan Jerman. Kandungan utama dari endapan tersebut adalah KCl dan sedikit K2SO4. Karena umumnya tercampur dengan bahan lain, seperti kotoran.

Pupuk, ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung Bentuk kedelai sampai 60%. Kalium mempunyai pengaruh positif terhadap hasil dan kualitas tanaman.

Sifat-sifat positif kalium antara lain sebagai berikut : mendorong produksi hidrat arang, mempunyai peran penting dalam menyangkut hidrat arang di dalam tanaman, mengurangi kepekaan tanaman terhadap kekeringan, mengurangi kepekaan tanaman terhadap hawa dingin dan hawa dingin malam, sedikit banyak mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh beberapa penyakit, membantu menguatkan rumpun pada tanaman gandum, sehingga tanaman ini tidak terlalu mudah rebah ProteinProtein berasal dari kata protos dari bahasa yunani yang berarti “yang paling utama” adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.

Molekul protein mengandung karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fospor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel mahluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subnit enzim. Protein terlibat dalam sistem kekebalan sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara, sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino tersebut (heterotrof) Sebagian besar protein dalam menu makanan manusia berasal dari protein biji, khususnya bagi tanaman serealia seperti padi, gandum, dan jagung.

Sekitar dua pertiga penduduk dunia bergantung pada gandum atau padi sebagai sumber utama kalori dan protein. Jagung penting untuk daerah tropis dan subtropis. Sumbangan yang kecil tetapi penting juga diberikan oleh biji kacang-kacangan seperti buncis, kapri, dan kedelai. Kedelai mengandung 40% dari bobot keringnya adalah protein dibandingkan dengan 12 % pada sebagian besar bulir serealia. Dilihat dari kandungan gizinya, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral dan serat yang paling baik.

Susunan asam amino pada kedelai lebih lengkap dan seimbang. Kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel tubuh. Kedelai mengandung bentuk kedelai tinggi dan mengandung sedikit lemak. Protein kedelai juga dibuktikan paling baik dibandingkan jenis kacang-kacangan lainnya. b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur bentuk kedelai agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik, asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar.

Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah, asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai, sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium, kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya, sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal.

e) Dilahan praktek tanahnya latosol, lebih baik tanah yang cocok yaitu: alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup. f) Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5,8-7,0 tetapi pada pH 4,5 pun kedelai dapat tumbuh.

Pada pH kurang dari 5,5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik. g) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai, asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup. Tanah yang mengandung liat tinggi, sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu bentuk kedelai besar.

Untuk memperbaiki aerasi, bahan organic sangat penting artinya. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik, artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam, tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya, bersih dari kotoran, dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit.

Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi, berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit. Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin, (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan, tanah, kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum).

Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain, berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. (3) setelah diinokulasi, benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam.

Dapat juga benih diangin-anginkanterlebih dahulu sebelum ditanam, tetapi tidak lebih dari 6 jam. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C, dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang, atau dengan memperpendek jarak tanam.

Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek, sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang, supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu. Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai, yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan.

Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari, pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan, memupuk, menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi.

Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Pada tanah yang subur, jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. Dalam sistem ini, seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya.

Kedelai yang ditanam dengan sistem ini, membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air, seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat, sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus.

Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm; 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm. Penyiangan dilakuan dengan upaya pengendalian atau pengurangan gulma yang tumbuh diarel penanaman.

Kehadiran gulma diberantas karena dapat menurukan kuantitas dan kualitas hasil produksi gumla berperan sebagi kompetitor tanaman pokok .secara umum, gulma diareal tanaman kedelai dapat menjadi tiga golongan yaitu : Tergantung perkembangannya, penyiangan gulma dapat dilakukan 2-3 kali.

Penyiangan I sebaiknya bentuk kedelai sebelum susulan II dan bersamaan dengan pembubunan. Penyiangan II dapat dilakukan sebulan setelah penyiangan I dan penyiangan II dapat dilakukan jika di anggap perlu, yaitu pertumbuhan gulma terlihat subur dan lebat.

Untuk efisiensi tenaga. Biasanya pembumbuhan biasanya dilakukan bersamaan dengan peyiangan kedua. Tujuan pembumbunan yaitu untuk memperkokoh posisi batang sehingga tanaman tidak mudah rebah. Selain itu, pembunmbunan juga bertujuan untuk menutup akar yang bermunculan atau terbuka diatas permukaan tanah karena adnya aerasi dan untuk membuat pertumbuhan tanaman menjadi tegak atau kokoh.

Pembumbunan dilakukan dengan cara menaikan atau menimbunkan tanah pada pokok tanaman, adapun tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman di uruk dengan cangkul, kemudian ditimbun dibarisan tanaman, dengan cara ini, akan terbentuk guludan yang panjang Pemupukan I dilakukan bersamaan pada saat biji kedelai akan di masukan kedalam lubang tanam dengan menggunakan pupuk phonska dan furadan sebagai pencegah penyakit atau hama yang menggagu pertumbuhan akar dalam tanah.

Pemupukan kedelai II dilakukan pada minggu ke 3 setelah tanam dengan mengunakan pupuk phonska dengan dosis 75 kg /ha dengan rincian 7,5 gram pertanaman untuk 144 tanaman ( 48 lubang tanam ). g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian: Saat benih ditanam, tanah diberi Furadan 36, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami.

Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan Antracol 70 Wp dan Decis 2,5 Ec. Panjang 16 mm, telur di bawah permukaan daun, berkelompok. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda), yang berwarna hitam bintik putih. Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.

Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. Bentuk kedelai yang terlambat akan merugikan, karena banyak buah yang sudah tua dan kering, sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan.

Disamping itu, buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari, tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Perlu diperhatikan, kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari, sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari, agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. Sebelum tanaman dicabut, keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu.

Padatanah ringan dan berpasir, proses pencabutan akan lebih mudah. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko, tangan dalam posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan. Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam, sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan.

Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam, pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah, karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut, tapi tertinggal di dalam tanah. Pada tanah yang keras, pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan, maka dengan memotong akan lebih cepat.

Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting karena gizinya, aman dikonsumsi, dan harganya yang relatif murah dibandingkan dengan sumber protein hewani. Di Indonesia, kedelai umunnya dikonsumsi dalam bentuk pangan olahan seperti tahu, tempe, susu kedelai dan berbagai bentuk makanan ringan.

Susunan akar kedelai pada umumnya sangat baik. Pertumbuhan akar tunggang bentuk kedelai masuk ke dalam tanah dan mempunyai banyak akar cabang. Pada akar – akar cabang terdapat bintil – bintil akar berisi bakteri Rhizobium jafonicum, yang mempunyai kemampuan mengikat zat lemas bebas (N2) dari udara yang kemudian dipergunakan untuk menyuburkan tanah.

Batang kedelai berasal dari poros janin sedangkan bagian atas bentuk kedelai berakhir dengan epikotil yang amat pendek dan hypokotil merupakan bagian batang kecambah. Bagian batang kecambah di bagian atas kotyledon adalah epicotyl. Titik tumbuh epikotyl akan membentuk daun dan kuncup ketiak. Batang dapat membentuk 3–6 cabang, berbentuk semak dengan tinggi 30–100 cm. Pertumbuhan batang dibedakan atas tipe diterminate dan indeterminate.

Daun kedelai merupakan daun majemuk yang terdiri dari tiga helai anak daun dan umumnya berwarna hijau muda atau hijau kekuning – kuningan. Bentuk daun ada yang oval, juga ada yang segitiga.

Warna dan bentuk daun kedelai ini tergantung pada varietas masing – masing. Pada saat tanaman kedelai itu sudah tua, maka daun – daunnya mulai rontok. Biji kedelai berbentuk polong, setiap polong berisi 1-4 biji. Biji umumnya berbentuk bulat atau bulat pipih sampai bulat lonjong. Ukuran biji berkisar antara 6 - 30g/100 biji, ukuran biji diklasifikasikan menjadi 3 kelas yaitu biji kecil (6-10 g/100 biji), biji sedang (11-12 g/100 biji) dan biji besar (13 g atau lebih/100 biji).

Warna biji bervariasi antara kuning, hijau, coklat dan hitam. Suatu pigmen merah yang disebut leghemoglobin dijumpai dalam bintil akar antara bekteroid dan selubung membrane yang mengelilinginya. Jumlah leghemoglobin dalam bintil akar memiliki hubungan bentuk kedelai dengan jumlah nitrogen yang difiksasi. Bintil akar efektif mampu menfiksasi N dari udara dan mengkonversi N menjadi asam amino untuk disumbangkan kepada tanaman kedelai.

Kedelai adalah tanaman beriklim tropik. Dia akan tumbuh subur di daerah yang berhawa panas, apalagi di tempat yang terbuka tidak terlindung oleh tanaman lain Pertumbuhan optimum tercapai pada suhu 20–25º C. Suhu 12–20º C adalah suhu yang sesuai bagi sebagian besar proses pertumbuhan tanaman, tetapi dapat menunda proses perkecambahan benih dan pemunculan kecambah, serta pembungaan dan pertumbuhan biji.

Pada suhu yang lebih tinggi dari 30º C, fotorespirasi cenderung mengurangi hasil fotosintesis. Pertumbuhan tanaman kedelai sangat peka terdahap perubahan lingkungan tumbuh yang disebabkan oleh kondisi iklim. Baik mikro maupun makro. Dari saat benih mulai tumbuh sampai tanaman mendekati panen banyak hama yang menyerang tanaman.

Walaupun sebagai tanaman palawijayang tidak banyak memerlukan air, tetapi pada stadia awal tumbuh, berbunga, pembentukan dan pengisian polong, ketersediaan bentuk kedelai sangat diperlukan. Pemanenan kedelai harus dilakukan pada saat umur masak optimal (masak fisiologis) agar diperoleh mutu hasil dan produksi yang tinggi.

Umur masak optimal sangat beragam sesuai dengan varietasnya. Pada umumnya varietas unggul dikembangkan saat umur masak optimal 80-90 hari. Masa panen selain atas dasar umur optimal juga dapat melalui tanda-tanda visual polong dan tanaman.

Panen dilakukan bila tanaman sudah matang dimana 95% polong telah matang, berwarna kecoklatan, daun telah rontok. Toleransi pH yang baik sebagai syarat tumbuh yaitu antara 5,8-7, namun pada tanah dengan pH 4,5 pun kedelai masih dapat tumbuh baik. Tanah-tanah yang cocok yaitu alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Pada tanah-tanah podzolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa,pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila diberi tambahan pupuk organic atau kompos dalam jumlah yang cukup.

Kedelai adalah salah satu tanaman yang tidak asing lagi bagi banyak orang. Tanaman kedelai merupakan jenis polong-polongan yang biasa dijadikan bahan dasar makanan dari Asia Timur seperti tempe, tahu, dan kecap.

Berdasarkan sejarah zaman dahulu, bahwa kedelai meruapkan tanaman yang sudah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Bentuk kedelai Isi • Tanaman Kedelai • Klasifikasi Kedelai • Ciri Morfologi Kedelai • Akar • Batang • Bentuk kedelai • Bunga • Biji • Manfaat Kedelai • Cara Budidaya Kedelai • Sebarkan ini: • Posting terkait: Tanaman Kedelai Tumbuhan kedelai adalah jenis tanaman yang selalu membutuhkan cahaya matahari, selain itu kedelai sangat peka sekali dengan adanya suatu pencahayaan. Pada saat pencahayaan sedikit rendah maka jenis batang kedelai akan mengalami pertumbuhan memanjang sehingga wujudnya seperti tanaman merambat.

Kedelai juga dikenal dengan berbagai nama atau sebutan diantaranya dari bahasa Belanda disebut sojaboon, di bahasa Jerman disebut soja, soja bohne, pada bahasa Inggris dinamakan soybean, dan di bahasa Indonesia kedelai memiliki nama yang bervariasi diantaranya yaitu retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, kacang ramang, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning dan gadelei.

Berdasarkan nama kedelai yang begitu banyak, khususnya di negara Indonesia maka hal bentuk kedelai menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia. Klasifikasi Kedelai Tanaman kedelai memiliki klasifikasi dalam sistem tumbuhan yang diuraikan sebagai berikut: Kingdom Plantae Sub kingdom Tracheobionta Super divisi Spermatophyta Divisi Magnoliophyta Kelas Magnoliopsida Sub kelas Rosidae Ordo Fabales Family Fabaceae Genus Glycine Spesies Glycine max(L.) Merr Ciri Morfologi Kedelai Karakteristik morfologi tanaman kedelai di bentuk kedelai menjadi beberapa bagian mulai dari akar sampai bijinya.

Berikut dibawah ini adalah ciri morfologi tanaman kedelai yaitu; • Akar Tanaman kedelai memiliki akar yang akan muncul dari belahan kulit biji disekitar mesofil. Biasanya arti akar yang akan muncul tersebut mengalami pertumbuhan yang begitu cepat ke dalam tanah.

Selain itu kotiledon yang ada pada tanaman ini terdiri dari dua keping dan akan terangkat ke permukaan tanah akibat pertumbuhan yang cepat dari hipokotil. Sistem perakaran tanaman kedelai terdiri dari dua jenis yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Kedelai juga sangat sering membentuk akar adventif. • Batang Morfologi definisi batang pada tanaman ini yaitu memiliki ketinggian sekitar 30 sampai dengan bentuk kedelai cm. kedelai memiliki banyak cabang dan batangnya bertekstur lembut serta berwarna hijau. Perlu diketahui bahwa batang kedelai sangat cepat pertumbuhannya. Hipokotil setiap batang bisa membentuk sekitar 3 sampai dengan 6 cabang. Selain itu pertumbuhan batang kedelai ini juga dibedakan menjadi dua tipe, yang pertama tipe determinate dan yang bentuk kedelai tipe indeterminate.

Perbedaan tipe pertumbuhan batang ini didasarkan atas keberadaan bunga pada pucuk batang. Tipe determinate biasanya bentuk kedelai batang bentuk kedelai tidak tumbuh lagi pada saat tanaman mulai berbunga.

Sedangkan tipe indeterminate memiliki ciri bahwa pucuk batang pada tanaman masih bisa tumbuh daun, walaupun tanaman kedelai sudah berbunga. • Daun Daun pada tanaman kedelai memiliki dua bentuk yaitu bulat atau oval dan lancip atau lanceolate. Bentuk daun tersebut dipengaruhi oleh faktor turunan atau genetik. Biasanya daerah yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi akan mempunyai bentuk daun yang lebar.

Tanaman kedelai juga terdapat daun yang mempunyai stomata dengan jumlah sekitar 190 sampai dengan 320 buah. Pada umumnya daun kedelai itu mempunyai bulu dengan warna cerah dan jumlahnya sangat beragam. Tebal tipisnya bulu pada daun kedelai bentuk kedelai berkaitan dengan jenis kedelai itu sendiri untuk bentuk kedelai serangan jenis hama tertentu. • Bunga Bunga yang ada pada tanaman kedelai memiliki ciri morfologi yang bentuknya seperti kupu-kupu. Selain itu bunga kedelai biasanya akan muncul atau tumbuh di ketiak daun.

Jumlah bunga pada setiap ketiak tangkai daun tidak bisa ditentukan karena sangat bervariasi, yaitu sekitar 2 sampai dengan 25 bunga. Definisi bunga pertama yang terbentuk di tanaman ini umumnya pada buku kelima, keenam, atau pada buku yang lebih tinggi. • Biji Tanaman kedelai mempunyai biji yang berbentuk bulat, pipih atau lonjong. Biji memiliki berat sekitar 6 sampai dengan 30g setiap 100 biji.

Selain itu bagian biji-biji yang ada pada tanaman kedelai biasanya berkeping dua dan terbungkus kulit biji. Manfaat Kedelai Dibawah ini merupakan sejumlah manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari tanaman kedelai yaitu: • Memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel Salah satu hal yang menyebabkan kerusakan sel pada tubuh yaitu polusi maupun sinar matahari.

Oleh karena itu untuk menjaga kerusakan sel yang ada pada tubuh ini anda bisa mengkonsumsi kedelai secara rutin. Hal ini dikarenakan kedelai memiliki kandungan antioksidan dan senyawa yang disebut isoflavon dan zat tersebut berguna untuk meningkatkan kesehehatan dalam tubuh dengan cara memperbaiki sel-sel yang rusak. • Mencegah kanker Kandungan Isoflavon yang ada pada tanaman kedelai memiliki sifat antikanker yang bisa melawan sel-sel kanker dalam tubuh.

selain itu kandungan ini juga sangat berguna untuk melindungi tubuh dari kanker hormon seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker rahim. • Mencegah osteoporosis Protein yang ada pada tanaman kedelai sangat berkhasiat untuk membantu penyerapan kalsium dalam tulang yang lebih baik.

Isoflavon yang ada pada tanaman kedelai juga berkhasiat untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang sekaligus mencegah terjadinya osteoporosis. • Mengatasi gejala menopause Menopause adalah proses berhentinya suatu menstruasi yang dialami wanita ketika memasuki usia yang sudah lanjut.

Biasanya menopause akan menyebabkan badan terasa panas. untuk mengatasi masalah tersebut maka kedelai bisa dikonsumsi, karena kandungan isoflavon pada kedelai bisa k mengatur estrogen yang ada pada tubuh dan menyebabkan badan lebih enak serta relax. • Memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal Kandungan protein dan serat yang bersifat larut dalam kedelai ternyata memiliki bentuk kedelai untuk mengatur kadar glukosa darah serta filtrasi ginjal.

Dengan demikian kedelai ini bisa untuk mengendalikan diabetes dan penyakit ginjal. Cara Budidaya Kedelai Berikut dibawah ini adalah cara budidaya tanaman kedelai yang bisa kita lakukan yaitu; • Pemilihan Benih Persiapan benih harus dilakukan dengan baik, caranya yaitu dengan memilih kualitas benih yang paling baik dan bagus kita bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.

Pertama-tama pilihlah benih yang bisa beradaptasi dengan kondisi lahan tanam dan memenuhi standar mutu benih yang baik. Sebelum proses penanaman dilakukan maka siapkan dulu pupuk bentuk kedelai yaitu pupuk TSP, Pupuk KCL, dan Urea. Pupuk yang sudah disiapkan ini kemudian disebarkan secara merata di lahan tanam atau bisa juga dimasukkan ke dalam lubang bagian sisi kanan dan kiri lubang tanam sedalam 5 cm. • Penanaman Benih yang sudah siap, selanjutnya bisa ditanam secara langsung.

Caranya yaitu menyiapkan lubang tanam dengan kedalam sekitar 3 cm hingga 4 cm dan jarak antar tanaman disesuaikan dengan kondisi lahan. Pastikan bahwa setiap lubang tanam dimasukkan sekitar 2 hingga 3 butir benih dan ditutup kembali dengan tanah secara perlahan. • Perawatan Atau Pemeliharaan Proses selanjutnya setelah penanaman selesai dilakukan yaitu perawtaan atau pemeliharaan kedelai. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat tanaman kedelai yaitu penyulaman yang dilakukan setelah 1 minggu penanaman.

Kemudian pengairan yang bisa dilakukan setiap pagi atau sore hari. • Panen Kedelai Tahap akhir dari budidaya tanaman kedelai yang paling ditunggu-tunggu ialah pemanenan.

Panen kedelai bisa dilakukan apabila sudah memiliki ciri – ciri yang diuraikan sebagai berikut dibawah ini: • Polong memiliki warna kuning kecokelatan • Daun pada tanaman kedelai sudah banyak yang kering dan rontok • Bentuk kedelai kedelai sudah mulai mengering.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman kedelai, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi segenap pembaca sekalian. Posting terkait: • Burung Decu: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Ciblek/Prenjak: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, bentuk kedelai Cara Berternaknya • Burung Puyuh: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Berternaknya Posting pada Ciri, Klasifikasi, Tumbuhan Ditag budidaya kedelai, ciri kedelai, kedelai, klasifikasi kedelai, manfaat kedelai, morfologi kedelai, tanaman kedelai, tumbuhan kedelai Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Burung Decu: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Ciblek/Prenjak: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Burung Puyuh: Klasifikasi, Bentuk kedelai Morfologi, Manfaat, dan Cara Berternaknya • Burung Pleci: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya • Hewan Angsa: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya Kategori • Bayam • Budidaya • Burung • Ciri • Contoh • Gandum • Habitat • Hewan • Ikan • Jehe • Jenis • Kacang • Kajian Pertanian • Kandang • Karet • Kelapa • Kencur • Klasifikasi • Lidah Buaya • Manfaat • Melinjo • Padi • Penelitian • Pengertian Ahli • Perkebunan • Pertanian • Pupuk • Rambutan • Sawit • Struktur • Ternak • Tomat • Tujuan • Tumbuhan • Umbi
Tahukah anda Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai?

Anda tentu tidaklah asing dengan tanaman satu ini, banyak digunakan sebagai bahan baku makanan seperti tahu, tempe, susu, yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai Tanaman kacang kedelai sendiri merupakan tanaman yang berasal dari China, dan telah dibudidayakan sejak 2500 SM.

Di abad ke-19, tanaman kacang kedelai mulai menyebar ke berbagai negara seperti Jepang, Australia, Korea, Amerika, dan tentunya Indonesia. Di Indonesia sendiri, tanaman kedelai mulai dibudidayakan pada abad ke -16 pertama kali di Pulau Jawa, lalu kemudian berkembang menyebar ke Bali dan daerah lainnya. Tanaman kedelai sendiri merupakan tanaman semusim yang berbentuk semak.

Organ utama dari tanaman kedelai ini adalah akar, daun, batang, dan biji yang berguna untuk mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih optimal. Klasifikasi Tanaman Kedelai Tanaman kedelai merupakan tanaman yang memiliki nama latin Glycine max (L.) Merr.

Berikut akan dijabarkan lebih detail mengenai klasifikasi dari tanaman kedelai itu sendiri: • Kingdom (Kerajaan) : Plantae • Sub Kingdom : Viridiplantae • Infra Kingdom : Streptophyta • Super Divisi : Embryophyta • Division (Divisi) : Tracheophyta • Sub Divisi : Spermatophytina • Class (Kelas) : Magnoliopsida • Ordo : Fabales • Famili : Fabaceae • Genus : Glycine willd • Spesies : Glycine max (L.) Merr.

Morfologi Tanaman Kedelai Setelah anda mengetahui klasifikasi dari tanaman kedelai sebagaimana telah dijabarkan diatas, selanjutnya akan dibahas ciri-ciri morfologi penyusun tanaman kedelai itu sendiri, diantaranya: 1. Akar Tanaman kedelai memiliki struktur akar atas akar lembaga, akar tunggang dan juga akar cabang yang berupa akar rambut. Sistem perakaran pada tanaman kedelai ini mampu menembus tanah hingga kedalaman kurang lebih mencapai 1,5 meter, terlebih pada tanah-tanah yang kayak akan unsur-unsur hara.

Tanaman kedelai sendiri merupakan tanaman legume, dimana akar-akarnya itu memiliki kemampuan untuk membentuk nodule-nodule (atau bintil-bintil akar), yang mana ini merupakan koloni dari bakter penambat yang biasa dikenal dengan Rhizobium japonicum.

Akar kedelai sendiri muncul dari belahan kulit biji yang berada di sekitar misofil. 2. Batang Pada tanaman kedelai, batangnya dibedakan menjadi batang determinate dan batang indeterminate. Yang membedakannya terlihat pada pucuk bunga yang tumbuh dibatang tersebut. Untuk batang determinate, ketika tanaman mulai berbunga, maka pertumbuhan batang tanamannya akan terhenti.

Berbeda dengan batang indeterminate, meski mulai berbunga, batangnya masih dapat tumbuh daun. Batang tanaman kedelai sendiri berbuku-buku dengan kisaran 15 – 30 buah.

Jumlah buku pada bentuk kedelai indeterminate umumnya lebih banyak bila dibanding batang determinate. Untuk cabang pada batang tanaman dapat tumbuh tergantung jenis varietasnya dan kondisi lingkungan sekitar. 3. Daun Daun tanaman kedelai sendiri terbagi menjadi 2 jenis, ada yang berbentuk oval, dan ada pula yang berbentuk lancip. Adanya faktor genetiklah yang akan mempengaruhi bentuk dari daun tanaman. Daun kedelai juga mempunyai bulu yang berwarna cerah, dan ukuran panjang bulunya bisa mencapai 1 mm dengan lebar 0,0025 mm.

Kepadatan bulu daunnya juga bervariasi tergantung jenis varietasnya. Adanya bulu pada daun tanaman kedelai ini memiliki hubungan terkait toleransi tanaman kedelai untuk menghadapi serangan hama. Semakin lebat bulu pada daun tanaman kedelai ini, hama penggerek biasanya sangat jarang untuk menyerang varietas tersebut yang memiliki bulu yang lebat.

Daun kedelai sendiri memiliki jarak daun yang selang-seling, dan mempunyai 3 buah daun atau bentuk kedelai dikenal dengan trifoliate. 4. Bunga Tanaman kedelai memiliki bunga sempurna, artinya dalam tanaman tersebut terdapat alat kelamin jantan dan juga alat kelamin betina.

Penyerbukan yang terjadi biasanya ketika bunga mahkota masih tertutup, sehingga untuk terjadinya kawin silang alami sangatlah kecil kemungkinannya. Untuk letak bunganya sendiri, terdapat pada ruas-ruas batang tanaman, dan memiliki warna violet atau putih. 60% dari bentuk kedelai akan gugur sebelum berbentuk polong. 5. Buah Polong yang sebagaimana disebutkan pada bunga diatas, ialah merupakan buah dari tanaman kedelai itu sendiri. Untuk masing-masing tanaman kedelai, dapat memproduksi polong hingga 100-250 polong.

Untuk polongnya sendiri berbulu dan memiliki warna kuning kecokelatan. Selama terjadinya proses pematangan buah, polong yang awalnya berwarna hijau nantinya akan berubah warna menjadi hitam.

Nah untuk banyaknya jumlah polong per tanaman juga berbeda-beda tergantung dari jenis varietasnya, kesuburan tanah dari tanaman kedelai dan jarak tanam yang digunakan pada tanaman kedelai tersebut. 6. Biji Biji kedelai memiliki bentuk, ukuran serta warna yang beragam tergantung varietasnya.

Ada yang bulat lonjong, bulat pipih dan bulat. Warnanya pun ada yang kuning, putih, hijau, krem dan bahkan cokelat kehitaman. Warna tersebut adalah warna dari kulit bijinya. Ukurannya pun ada yang besar, sedang dan juga kecil. Kesimpulan Kedelai merupakan tanaman yang termasuk ke dalam famili Fabaceae dengan nama latin Glycine max (L.) Merr. Tanaman ini berasal dari China, biji kedelai banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan makanan dan susu.

Tanaman ini merupakan tanaman semusim berbentuk semak. Tanaman kedelai memiliki akar jenis tunggang, batang kedelai terdiri dari batang determinate dan indeterminate, daun tanaman ini ada yang berbentuk oval dan ada juga yang berbentuk lancip, bunga kedelai tergolong bunga sempurna, polong tanaman ini berbulu sedangkan biji kedelai ada yang bulat lonjong, bulat pipih dan bulat.

Demikian itulah beberapa ciri morfologi dari organ-organ tanaman kedelai dan klasifikasi dari tanaman kedelai itu sendiri. Semoga artikel ini dapat bentuk kedelai dan semakin menambah pengetahuan kita terkait tanaman kedelai.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai Tinggalkan Balasan Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu bentuk kedelai akan tulisan baru melalui surel.
Klasifikasi dan Morfologi Kacang Kedelai – Kacang Kedelai memiliki nama latin “ Glycine Max L ” adalah salah satu tanaman yang berasal dari dataran Cina yang telah di temukan dan di budidayakan sejak tahun 2500 SM.

Penyebaran tanamanan ini melalui perdagangan antarnegara pada awal abad ke- 9, sehingga tanaman ini menyebar keberbagai negara terutamanya Korea, India, Jepang, Indonesia, Australia, dan Amerika.

Namun, kedelai mulai di budidaya Indonesia pada sejak abad ke -16, di Indonesia kedelai ini di budidayakan pertama kalinya di Pulau Jawa, dan berkembang di Bali, dan wilayah lainnya. Pada mulanya, kedelai di kenal beberapa nama botani, yaitu Glycine soja dan Soja Max. Namun, pada tahun 1948 telah di sepakat5i dengan nama botani yaitu Glycine Max L Merill.

Klasifikasi Tanaman Kacang Kedelai Kingdom : Plantae ( Tumbuhan ) Subkingdom : Trachebionta ( Tumbuhan berpembuluh ) Super Divisi : Spermatophyta ( Menghasilkan biji ) Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga ) Kelas : Magnoliopsida ( Berkeping dua/ dikotil ) Sub Kelas : Rosidae Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Genus : Glycine Spesies : Glycine max L.

Merr Morfologi Tanaman Kacang Kedelai Tanaman kacang kedelai secara umumnya tumbuh tegak, berbentuk semak, dan bentuk kedelai semusim. Namun, morfologi pada tanaman kedelai ini yaitu akar, daun, batang, dan biji sehingga dapat tumbuh dengan optimal. a. Akar Tanaman kedelai muncul dari belaha kulit biji yang ada di sekitar misofil.

Calon akar akan tumbuh dengan cepat kedalam tanah, sedangkan kotiledon terdiri dari dua kepingterdapat di permukaan atanh akibat pertumbuhan yang cepat dari hipokotil. Perakaran pada tanaman kedelai terdiri dari dua bentuk kedelai, yaitu akar tunggang dan akan sekunder ( serabut. Pertumbuhan akar tunggang ini mencapai 2 m bahkan lebih bentuk kedelai dengan pertumbuhan kedelai, dan menembuh bagian tanah dengan kedalaman 30-50 cm.

Sedangkan akar serabut mencapai kedalaman 20-30 cm. perkecambahan akar kedelai ini tumbuh dengan baik sekitar 3-4 hari. b. Batang dan Cabang Batang pada tanaman kedelai terdiri dari dua tipe, yaitu determinate dan inderterminate. Batang tipe determinate batang yang tidak tumbuh lagi saat tanaman mulai berbunga.

Sementara pertumbuhan batang ytipe indeterminate di tandai dengan pucuk batang tanaman masih bisa tumbuh daun, walaupun sudah mulai berbunga. Batang kedelai normal memiliki buku-buku berkisar 15-30 buah. Cabang pada tanaman kedelai memiliki jumlah cabang tergantung varietes dan kondisi tanah.

jumlah batang umumnya 250.000 hingga 500.000 per hektarnya.

Walaupun jumlah batang dan cabang banyak, tetapi belum tentu produksi sesuai dengan cabang tersebut. c. Daun Daun tanaman kedelai memiliki bentuk bulat oval dan lancip, kedua bentuk daun ini dapat di pengaruhi faktor genetik.

Secara umumnya bentuk daun kedelai ini mempunyai bentuk yang daun lebar, memiliki stomata dan berjumlah 190-320 buah/m2. Daun memiliki bulu dengan warna cerah dan jumlahnya bervariasi. Panjang bulu ini bisa mencapai 1 mm bahkan lebih dan memiliki lebar 0,0025 mm tergantung dengan varietes yang di gunakan. d. Bunga Bunga tanaman kedelai adalah bunga sempurna, bunga tanaman kedelai ini memiliki 5 helai daun mahkota, 1 helai bendera, 2 helai sayap, dan 2 helai tunas.

Benang sari pada tanaman kedelai ini memiliki 10 buah, 9 buah diantarnya bersatu yang terdapat di bagian pangkal yang membentuk seludang yang mengelilingi putik. Bunga kedelai ini tumbuh di ketiak daun yang membentuk rangkaia bunga yang terdiri dari 3 – 15 buah bunga di setiap tangkainya. Bunga kedelai ini memiliki warna kemerahan, dan keungguan. e. Buah Buah pada tanaman kedelai adalah buah polong ( kacang – kacangan ). Memiliki warna hijau jika masih mudah, dan warna coklat, kehitaman jika sudah tua.

Jumlah biji setiap polong 1 – 5 buah, dengan permukaan bulu yang rapatdan ada juga yang berbulu jarang. Bentuk buah kedelai 1-2 cm dengan memiliki bembatas di bagian polong bentuk kedelai biji yang terdapat di buah kedelai. f. Biji Biji bentuk kedelai kedelai memiliki bentuk, ukuran dan warna yang sangat bervariasi tergantung dengan varietesnya.

Bentuk biji bulat lonjong, bulat dan bulat agak pipih. Warna biji berwarna putih, kuning, hijaucokelat hingga berwarna kehitaman. Ukuran biji kedelai memiliki ukuran kecil, sedang, dan besar.

Namun, di bebeberapa negara memiliki ukuran sekitar 25 gram/ 100 biji, sehingga di katakan biji dengan kategori berukuran besar. Baca juga : Jenis Jenis Bunga Mawar Tulisan Terbaru • Cara Tepat Menemukan Tempat Kursus Bahasa Jerman Berkualitas • Pengertian Pemuliaan Ternak • Cara Vaksinasi Ayam Potong Broiler • Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Buncis • REVIEW SUZUKI ERTIGA: PALING BANYAK DISUKAI & MENJADI PRIMADONA KELUARGA Bentuk kedelai • LIVE SHOW : SULTAN TRAVEL TANTRA IKUTI TERUS PERJALANANNYA • Cara Budidaya Belut Dengan Air Bersih (Tanpa Lumpur) • Jenis – Jenis Penyakit Pada Sapi • Ciri – Ciri Kelinci Bunting ( Hamil ) • Cara Mengawinkan Kelinci Dengan Benar

3 Cara Mengupas kulit Kacang Kedelai dengan MUDAH & TANPA MESIN




2022 charcuterie-iller.com