Pakaian daerah sunda

pakaian daerah sunda

Di kebudayaan Sunda, aturan dalam memakai pakaian adat masih dipertahankan, meski yang bersangkutan sudah tidak lagi tinggal di Jawa Barat. Aturan ini didasarkan pada strata sosial (kasta) masyarakat, yaitu jelata, menengah, dan bangsawan.

Selain itu, ada pula pakaian adat yang khusus untuk dikenakan untuk pernikahan dan acara resmi. Untuk lebih lengkapnya simak ulasan berikut: Pakaian untuk kaum pria terdiri dari celana komprang, baju salontreng, dan ikat logen sebagai penutup kepala. Celana komprang adalah celana sepanjang betis dan dilengkapi dengan kulit atau kain ikat. Baju salontreng pakaian atasan dengan model jahitan sederhana dan dipadukan dengan sarung poleng yang diselampirkan menyilang badan.

Perlengkapan terakhir adalah sandal tarumpah atau sandal kayu. Sedangkan pakaian adat untuk kaum perempuan yaitu: sinjang bunjel, beubeur atau ikat pinggang, kamisol, baju kebaya, dan selendang. Sinjang bujel adalah kain batik panjang yang digunakan sebagai bawahan. Sementara kamisol berfungsi sebagai pakaian dalam atau bra. Dandanan biasanya dilengkapi dengan junjung bun (bun kecil di atas kepala). Aksesoris yang dikenakan pun sederhana, terdiri dari gelang akar bahar, cincin polos yang disebut ali meneng, dan pelenis suweng (anting berbentuk bulat kancing).

Alas kaki yang dikenakan adalah sandal jepit. Contoh yang sering terlihat mengenakan pakaian adat Sunda untuk rakyat jelata adalah tokoh Si Kabayan dan Nyi Iteng. Baca Juga: Pakaian Adat Sumatera Utara 2. Pakaian Adat Sunda Untuk Kaum Menengah 7+ Nama Pakaian Adat Bali : Gambar dan Penjelasan - LezGetReal Pakaian daerah sunda kaum pria, kelengkapan terdiri dari baju bedahan putih dengan kancing lurus di tengah (jas takwa), bawahan kain batik, terompah, beubeur, dan ikat kepala.

Aksesoris yang dikenakan adalah arloji emas berantai yang pakaian daerah sunda di saku baju. Sementara itu, kaum perempuan mengenakan atasan kebaya berwarna dengan bawahan kain batik, beubeur, selendang, dan selop atau kelom geulis. Warna pakaian yang dikenakan oleh perempuan dari kaum menengah ini tidak memiliki batas aturan, semua warna boleh digunakan.

Dan dilengkapi pula dengan berbagai perhiasan seperti kalung, gelang, anting, dan cincin yang terbuat dari emas maupun perak. Di masa sekarang, pakaian adat untuk kaum menengah inilah yang paling sering terlihat digunakan di berbagai acara.

Termasuk oleh aparat pemerintah jika tidak sedang menghadiri acara resmi. 3.

pakaian daerah sunda

Pakaian Adat Sunda Untuk Bangsawan Pakaian adat Sunda untuk bangsawan menggunakan warna hitam berhiaskan sulaman dari benang emas. Kain yang digunakan adalah kain beludru. Aturan berpakaian ini hanya berlaku untuk para bangsawan keluarga keraton. Bagi pria, pakaian terdiri dari jas tutup hitam beludru bersulam emas di pinggiran dan ujung lengan beserta celana panjang yang memiliki motif sama.

Kain dodot yang dililitkan di pinggang sampai sebatas lutut bermotif rengreng parang rusak. Kelengkapan lainnya adalah benten (sabuk emas), bendo (penutup kepala), dan selop hitam sebagai alas kaki.

Para perempuan bangsawan juga menggunakan kain beludru hitam sebagai kebaya yang dihiasi dengan sulaman emas. Bawahan berupa kain batik bermotif pakaian daerah sunda beserta alas kaki yang terbuat dari bahan beludru berwarna hitam yang dihiasi dengan sulaman manik-manik. Perhiasan pelengkap yang dikenakan seperti tusuk konde, kalung, gelang keroncong, anting, cincin, bros, dan peniti rantai. Semua perhiasan terbuat dari emas bertahtakan berlian.

4. Pakaian Adat Sunda Untuk Pernikahan Terdapat 3 jenis pakaian adat untuk pernikahan menurut adat Sunda, yaitu tata busana pengantin putri, tata busana pengantin singer, dan tata busa pengantin sukapura. Pembeda dari ketiganya adalah detail pakaian dan dandanan yang dikenakan. Yang paling dapat dilihat secara sekilas adalah bentuk konde, detail hiasan pada pakaian, serta aksesoris yang terpasang. Pakaian adat sunda untuk acara resmi hampir sama dengan pakaian adat untuk kaum bangsawan.

Alih-alih mengenakan warna putih, warna pakaian untuk pria adalah warna yang cenderung gelap. Bawahan menggunakan celana panjang yang sewarna dengan baju atasan, dilengkapi dengan kain samping di pinggang, bendo sebagai penutup kepala, dan selop.

Jam rantai berwarna emas masih sering menjadi aksesoris pilihan. Untuk para wanita, baju kebaya berwarna polos yang dihiasi dengan sulaman dan kain bebat sebagai bawahan. Kelengkapan lainnya adalah beubeur, kamisol sebagai pakaian dalam, karembong atau selendang, dan selop yang berwarna senada dengan kebaya. Perhiasan yang dikenakan terbuat dari emas bertahtakan berlian. Pakaian adat sunda untuk acara resmi dapat dilihat pada ajang pemilihan jejaka dan mojang. Gaya busana pakaian adat Sunda banyak menjadi inspirasi fesyen masa kini, khususnya pada gaya berpakaian kaum menengah untuk perempuan dan pakaian pengantinnya.

Tidak adanya aturan baku dalam pemilihan warna kebaya dan pakaian daerah sunda kain adalah faktor pendorong yang menjadikan pakaian ini selalu populer. Sehingga dirasa cocok untuk dikenakan dalam berbagai acara. Meski telah dimodifikasi, tapi bahwa ciri kekhasan pakaian adat pengantin Sunda langsung dapat dikenali dalam sekali tatap. Pakaian adat pengantin Sunda memiliki kekuatan yang menghipnotis. Tampak anggun dan elegan, tanpa memberikan kesan yang berlebihan.

Tak bisa dipungkiri, bahwa Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang tak ada habisnya. Cintailah budaya bangsa sendiri sebelum tak tersisa lagi budaya bagi generasi penerus. Pakaian Adat Sunda β€’ Aplikasi Pendidikan Daftar Aplikasi Pendidikan Bermanfaat β€’ Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita β€’ Biologi Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan β€’ Ekonomi Ekonomi adalah platform dimana sektor industri melekat diatasnya β€’ Fisika Fisika adalah ilmu mengenai alam β€’ Geografi Geografi adalah pakaian daerah sunda yang mempelajari tentang Bumi β€’ Inggris Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan β€’ IPS IPS adalah penyederhanaan dari disiplin ilmu-ilmu sosial β€’ Matematika Matematika adalah ilmu tentang logika β€’ PAI PAI adalah pendidikan mengenai agama Islam β€’ Penjasorkes Penjasorkes adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan β€’ PKN PKN adalah pendidikan agar menjadi pakaian daerah sunda negara yang baik β€’ Sejarah Sejarah adalah ilmu yang mempelajari masa lampau β€’ Seni Budaya Seni budaya adalah keahlian dalam mengekspresikan ide β€’ Sosiologi Sosiologi adalah ilmu yang tentang perilaku sosial β€’ TIK TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi Suku Sunda merupakan salah satu suku yang mendominasi keragaman budaya yang ada di Jawa Barat, termasuk pakaian adat.

Secara geografis, wilayah Sunda terletak di Pulau Jawa sebelah barat, yang berbatasan dengan provinsi Banten dan DKI Jakarta. Daftar Pakaian Adat Sunda Pakaian adat Sunda tidak dapat terlepas dari yang namanya unsur sejarah.

pakaian daerah sunda

Pasalnya pakaian adat ini dibedakan menjadi 3 jenis sesuai dengan tingkatan sosial masyarakatnya. 3 jenis pakaian adat sesuai dengan tingkat sosial tersebut adalah sebagai berikut : β€’ Pakaian adat untuk bangsawan. β€’ Pakaian adat untuk kaum menengah. β€’ Pakaian adat untuk pakaian daerah sunda biasa. Ke-3 jenis pakaian adat tersebut sudah dikenal oleh masyarakat sejak zaman dahulu dan sampai sekarang masih tetap lestari.

Namun untuk sekarang pengelompokan pakaian adat berdasarkan pada tingkatan sosial di masyarakat tersebut sudah tidak relevan lagi. Pasalnya sekarang kita lebih mengenal jenis dan nama – nama pakaian adat berdasarkan fungsi dan tujuan pakainya.

Berikut adalah beberapa pakaian adat Sunda yang wajib anda ketahui : Daftar Isi β€’ 1. Pangsi β€’ 2. Kebaya Sunda β€’ 3. Bedahan β€’ 4. Menak β€’ 5. Beskap β€’ 6. Pakaian Adat Sunda Untuk Pernikahan β€’ 7. Mojang Jejaka 1.

Pangsi Pangsi merupakan setelan pakaian berupa baju kemeja polos dan celana yang longgar. Celana longgar ini memiliki panjang yang tidak melebihi mata kaki dan biasanya berwarna hitam serta dilengkapi dengan kulit maupun kain ikat. Pakaian adat ini sangat sederhana dan terkesan usang serta kumal. Pasalnya pakaian ini dipakai oleh laki – laki dari rakyat biasa. Yang memakai baju pangsi ini biasanya kebanyakan berprofesi sebagai petani maupun buruh.

Akan tetapi saat ini, pangsi juga dipakai oleh kaum kalangan atas dengan bentuk yang lebih bagus dan pilihan kain yang lebih bagus pula. Atasan dari pangsi ini berupa baju kemeja polos yang dinamakan dengan baju salontreng.

Baju salontreng ini merupakan baju dengan model jahitan yang sederhana dan identik dengan warna hitam. Biasanya dipadukan dengan sarung poleng yang diselampirkan menyilang ke badan.

Dalam pemakaiannya pangsi juga dilengkapi dengan penutup kepala yang bernama ikat logen dan alas kaki berupa tarumpah (terompah kayu). 2. Kebaya Sunda Kebaya sunda biasanya memiliki pakaian daerah sunda – warna yang cerah, seperti putih, merah marun, dan ungu muda. Kebaya sunda ini hampir sama dengan kebaya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Perbedaannya terdapat pada bentuk bagian lehernya. Bagian bawahnya berupa pakaian daerah sunda jarik yang disebut dengan sarung kebat atau sinjang bundel.

pakaian daerah sunda

Sarung kebat atau sinjang bundel tersebut dihiasi dengan motif batik yang bermacam – macam khas Sunda. Dan tidak lupa memakai aksesoris seperti tusuk konde, giwang, kalung, gelang, cincin, ikat pinggang (beubeur), kamisol, sendal jepit keteplek, dan aksesoris lainnya. Kebaya Sunda ini merupakan pakaian adat yang dipakai oleh rakyat biasa hingga kaum menengah. Meskipun sama – sama menggunakan kebaya, namun jika corak dan bahannya berbeda maka itu tetap menjadi penanda status sosial seseorang yang ada di Sunda.

3. Bedahan Bedahan adalah pakaian adat yang digunakan oleh kaum menengah di Sunda. Kaum menengah ini bukan dari keturunan bangsawan, melainkan yang berprofesi sebagai pedagang atau saudagar. Tampilan dan barang – barang yang dipakai pun berbeda dengan pakaian dari rakyat biasa.

Biasanya pakaian kelas menengah ini disertai dengan manik – manik dalam pemakaiannya. Bagi wanita menggunakan kebaya yang biasanya berwarna cerah sebagai atasan. Sedangkan untuk bawahannya memakai kain kebat batik yang memiliki corak khas dari Sunda. Dan untuk aksesorisnya menggunakan selendang berwarna, ikat pinggang yang dinamakan beubeur, alas kaki berupa selop yang dinamakan kelom geulis, dan perhiasan berupa kalung, gelang, giwang atau anting, dan cincin yang terbuat dari perak atau emas.

Sementara untuk pria menggunakan baju bedahan berwarna putih atau jas takwa sebagai atasannya. Dan untuk bawahannya juga menggunakan kain kebat batik berbagai macam corak. Tidak lupa pula disertai dengan aksesoris seperti alas pakaian daerah sunda sandal tarumpah (terompah kayu), ikat pinggang yang dinamakan beubeur, ikat kepala, dan arloji rantai emas yang di gantungkan di saku bajunya. 4. Menak Menak adalah pakaian adat Sunda berupa jas beludru yang disulam dengan benang emas. Menak ini merupakan pakaian adat untuk kaum bangsawan.

Sudah terbukti dari tampilannya yang terkesan sangat mewah dan sedikit menunjukkan keglamoran. Menak ini berupa jas tutup yang dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam disertai dengan lilitan jarit dari pinggang sampai atas lutut. Menak juga dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris yang mendukung penampilannya semakin mewah dan glamor.

Aksesoris pendukung tersebut adalah penutup kepala, sabuk emas atau biasa disebut dengan nama Benten, dan sandal selop berwarna hitam pula. Dan untuk pasangan wanitanya juga menggunakan kebaya dengan baju berbahan beludru yang disulam dengan tambahan manik – manik dan berwarna hitam. Untuk bawahannya menggunakan jarit bermotif sama dengan yang digunakan si pakaian daerah sunda atau bermotif rereng sebagai bangsawan. Tidak lupa pula dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris untuk mendukung penam seperti sanggul rambut (konde), tusuk konde, bros, peniti rantai, cincin, dan perhiasan dari berlian ataupun emas.

5. Beskap Beskap adalah pakaian adat untuk laki – laki dari Sunda yang hanya digunakan untuk acara resmi saja. Advertisement Pakaian adat sunda pakaian daerah sunda acara resmi ini hampir sama dengan pakaian adat untuk kaum bangsawan.

pakaian daerah sunda

Beskap ini berupa kemeja yang memang di design untuk digunakan pada acara – acara resmi dan penting saja. Beskap memiliki warna yang sangat beragam, namun biasanya identik dengan warna gelam dan selalu polos. Tekstur dari beskap ini tebal disertai dengan kerah baju yang tidak memiliki lipatan.

Pakaian adat ini memiliki perbedaan ukuran potongan pada bagian depan yang tidak simentris. Tujuan dari ketidaksimetrisan tersebut adalah untuk antisipasi pemakaian aksesoris keris yang mungkin cukup berat.

Pola kancing dari beskap ini dapat dibilang cukup unik, pasalnya bentuk dari kancingnya menyamping. Biasanya beskap dipadupadankan dengan jarik yang memiliki corak khas Sunda yang digunakan untuk menutupi kaki. Tidak lupa juga memakai kain samping di pinggang, bendo sebagai penutup kepala, dan juga sendal selop, serta jam rantai berwarna emas. 6. Pakaian Adat Sunda Untuk Pernikahan Pakaian adat Sunda untuk pernikahan ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu tata busana pengantin putri, tata busana pengantin singer, dan tata busa pengantin sukapura.

Ketiganya memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari detail pakaian dan dandanan yang digunakan. Dan yang paling dapat dilihat secara sekilas adalah bentuk konde, detail hiasan pada pakaian, serta aksesoris yang terpasang.

Biasanya para wanita menggunakan kebaya khusus pengantin yang biasanya memiliki ciri khas yang menarik dan modern. Modern di sini maksudnya memodifikasi kebaya sunda tanpa menghilangkan kesan dan nilai adat di dalamnya. Bahan dari pakaian daerah sunda ini adalah broklat dengan warna yang cerah dan kalem. Dan untuk bawahannya menggunakan kain batik kebat Lereng Eneng Prada.

Pakaian tersebut terispirasi dari busana putri di masa Kerajaan Sunda zaman dulu. Dalam pemakaiannya kebaya pengantin ini pasti disertai aksesoris berupa permata, gelang, cincin, dan 2 kalung (pendek dan panjang) yang dipakai secara bersamaan. Dan dibagian kepalanya rata – rata menggunakan sejenis mahkota perhiasan yang dinamakan Siger.

Siger ini memiliki makna yaitu sebagai perlambang kehormatan dan sifat bijak. Sedangkan untuk pengantin prianya mengenakan Jas Buka Prangwedana yang warnanya biasanya disesuaikan dengan warna kebaya pengantin wanita. Begitupun dengan kain batik yang dipakai, supaya selaras maka harus disamakan warnanya dengan pengantin wanita.

Pemakaian baju untuk pria disertai dengan penutup kepala atau bendo dengan hiasan permata dan Boro Sarangka, yakni sejenis kantong atau tempat untuk menyimpan keris. Info: Untuk menghadiri pernikahan adat sunda, sangat cocok jika pakaian daerah sunda menggunakan pakaian muslimah dari Gudang Online Nibras 7.

Mojang Jejaka Seperti namanya mojang jajaka adalah pakaian adat yang dipakai oleh wanita dan laki – laki. Pakaian untuk wanita berupa kebaya dengan warna polos yang dipadukan dengan kain kebat untuk bawahannya. Dalam pemakaiannya disertai dengan selendang atau karembong dan ikat pinggang yang dinamakan beubeur.

Beubeur berfungsi untuk mengencangkan penggunaan kain agar tidak jatuh. Dan untuk alas kakinya menggunakan sandal selop yang memiliki warna sama dengan baju kebayanya.

Untuk mendukung penampilannya, tidak lupa juga mengemakan aksesoris seperti sanggul untuk rambut, cincin, kalung, bros, gelang, peniti rantai, dan perhiasan lainnya yang dirasa cocok dan bagus.

Sedangkan untuk laki – laki berupa beskap atau jas tertutup sebagai atasannya dan celana panjang sebagai bawahannya. Biasanya berwarna hitam atau dapat juga warna yang lain.

Pemakaiannya disertai dengan penutup kepala atau bendo dan sendal selop sebagai alas kaki. Tidak lupa pula ditambah dengan aksesoris berupa jam yang dipasangkan dengan cara dijepit di saku jas atas sebelah kiri untuk mendukung penampilannya. Keunikan Pakaian Adat Sunda Pakaian adat Sunda memiliki beberapa keunikan, diantaranya adalah sebagai berikut ini : 1.

Jenis Pakaian Berdasarkan Status Sosial Status sosial yang dapat dibedakan hanya dengan penggunaan pakaian adat saja merupakan salah satu keunikan dari Suku Sunda ini.

Bahkan hal ini berlaku untuk semua golongan mulai dari anak – anak, pemuda, dewasa, orang tua, sampai nenek – nenek. 2. Celana sampai Betis Panjang dari celana laki – laki adat Sunda ini cukup unik, pasalnya panjang dari celana hanya sampai betis saja dan berbentuk komprang. Namun ada juga yang bercelana panjang. 3. Pakaian Adat Perempuan Terkesan Sederhana Pakaian adat untuk perempuan Sunda terkesan sederhana. Pasalnya mereka hanya menggunakan kain batik untuk bawahan.

4. Terdapat Pakaian Adat Modern Seiring dengan berjalannya waktu banyak ditemukan pakaian adat Sunda yang sudah di poles dengan sentuhan modern. Artinya, kesan klasik dari sebuah pakaian adat sudah mulai memudar, hanya saja esensinya tetap dikenal sebagai pakaian adat. Namun pakaian adat modern ini tetap mementingkan nilai – nilai budaya yang ada.

5. Keris Keris adalah aksesoris pendukung yang biasanya digunakan oleh laki – laki saat sedang melaksanakan pernikahannya sebagai pelengkap dari pakaian adat Sunda.

6. Bendo Bendo adalah penutup kepala yang sering digunakan oleh laki – laki dalam pemakaian pakaian adat Sunda. 7. Beubeur Beubeur adalah ikat pinggang yang sering digunakan oleh para wanita dalam pemakaian pakaian adat Sunda. Beubeur terbuat dari kain kebat yang digunakan untuk mendukung penampilan dari wanita tersebut. 8. Mahkota Mahkota atau siger adalah aksesoris pendukung yang biasanya digunakan oleh perempuan saat sedang melaksanakan pernikahannya sebagai pelengkap dari pakaian adat Sunda.

9. Kelom Geulis Kelom geulis adalah sandal yang digunakan perempuan sebagai alas kaki dari pakaian adat Sunda. Kesimpulan Pakaian adat Sunda dapat menunjukkan status sosial bagi pemakainya.

Dengan demikian jenis baju yang digunakan tentu memiliki berbagai nilai estetika. Pakaian adat Sunda juga memiliki berbagai macam keunikan yang tentunya tidak dimiliki oleh pakaian adat dari provinsi lain.
Sunda adalah salah satu suku yang ada di Indonesia.

Sebagai suku, Sunda memiliki adat istiadat yang bisa membedakannya dengan suku lainnya. Suku Sunda sebagian besar bermukim pada bagian barat Pulau Jawa yang mencakup Provinsi Jawa Barat dan Banten. Dalam setiap suku pada suatu daerah, tentu ada adat yang meliputi tradisi/ritual sampai dengan pakaian adat.

Pakaian adat Sunda atau pakaian adat Jawa Barat yang dibedakan berdasarkan tingkatan sosialnya. Mengutip Lokadata.id, pakaian adat Sunda bukan sekadar kebaya dan beskap. Dahulu, ada tiga jenis pakaian adat yang dibagi berdasarkan tingkatan sosial kaum bangsawan, golongan menengah, dan rakyat jelata.

Ketiga jenis pakaian tersebut sudah dikenal sejak zaman dahulu dan masih dilestarikan sampai sekarang. Namun, pengelompokan pakaian adat berdasarkan tingkatan sosial sudah tidak relevan lagi. Artikel terkait: Tak Hanya Elegan, 6 Pakaian Adat Jawa Tengah Lambang Kekayaan Khazanah Budaya Sejarah Pakaian Adat Sunda atau Pakaian Adat Jawa Barat Image: Greatnesia Dahulu, pakaian yang digunakan oleh kaum bangsawan laki-laki dari suku Sunda adalah jas yang bahannya beludru dan celana panjang yang berbahan beludru warna hitam berhiaskan sulaman benang emas.

Mereka juga menggunakan kain dodot motif parang rusak, sabuk atau sabuk emas, iket untuk tutup kepala, serta selop hitam untuk alas kaki. Sedangkan kaum bangsawan perempuan menggunakan kebaya beludru warna hitam berhiaskan sulaman benang emas kain kebat motif pakaian daerah sunda serta selop beludru berhiaskan manik atau sulam emas. Selain itu, bangsawan perempuan juga menggunakan perhiasan yang bertahtakan berlian. Ada juga pakaian resmi untuk seluruh lapisan masyarakat. Baju adat inilah yang kerap digunakan pada acara pemilihan duta pariwisata Jawa Barat.

Si lelaki/jejaka menggunakan jas tutup dengan warna bebas, celana panjang berwarna senada, kain yang diikatkan di pinggang, penutup kepala bendo, dan alas kaki menggunakan selop. Ada juga jam rantai yang dijepitkan pada saku jas. Mengutip dari Lokadata.id, gadisnya menggunakan pakaian kebaya polos dengan hiasan sulam, kain kebat, selendang, kamisol, serta selop yang warnanya senada dengan warna kebaya. Tidak ketinggalan juga aksesoris berupa tusuk konde berhiaskan bunga, cincin, giwang, bros, peniti rantai dan perhiasan rantai yang berbahan dasar emas dengan tahta berlian.

Artikel terkait: Dekat dengan Alam, Mengenal Pakaian Adat Suku Asmat yang Kaya Makna Nama dan Jenis-Jenis Pakaian Adat Sunda Berikut ini beberapa jenis pakaian adat suku Sunda, Jawa Barat: 1.

Kebaya Sunda Sama seperti kebaya dari Jawa Tengah atau Jawa Timur, kebaya Sunda memiliki bentuk seperti kebaya pada umumnya. Yang menjadi pembeda adalah motif yang ada di leher. Warna kebaya sunda biasanya cerah sedangkan bawahnya biasanya dipadukan dengan kain jarik atau sinjang bundel dalam Bahasa Sunda. Kebaya Sunda biasa dipakai oleh kaum menengah dan menggunakan aksesoris seperti ikat pinggang, giwang, konde dan lainnya. 2. Pakaian Adat Jawa Barat untuk Lelaki yang disebut Pangsi Instagram/@dedimulyadi71 Mengutip dari Kumparan.com, pangsi adalah baju adat Sunda yang biasa digunakan oleh laki-laki.

Pakaian ini berupa setelan baju kemeja polos dengan celana hitam yang longgar dimana panjangnya tidak lebih dari mata kaki. Kaum biasa menggunakan pakaian jenis ini seperti para petani atau buruh dan rakyat jelata.

Tetapi pangsi juga digunakan oleh sebagian kalangan dengan berbagai modifikasi. Penggunaan pangsi juga disertai dengan sarung loreng yang disampingkan ke badan, alas kaki berupa terompah kayu dan penutup kepala berupa ikat logen.

Artikel terkait: 12 Potret Keluarga Artis dalam Balutan Busana Adat, Curi Perhatian! 3. Bedahan Ini merupakan pakaian adat yang biasa digunakan oleh kalangan menengah seperti saudagar dan kaum pedagang. Biasanya, pakaian ini disertai dengan manik-manik yang menggantung.

Pakaian ini umumnya digunakan oleh wanita pakaian daerah sunda berwarna cerah untuk atasannya. Bawahannya biasanya menggunakan kain batik dengan corak khas sunda. Ada juga beberapa pelengkap lain berupa ikat pinggang, alas kaki, perhiasan dan selendang berwarna. Kaum laki-laki menggunakan bedahan baju berwarna putih atau jas takwa dan bawahan kain kebat batik khas Sunda.

Aksesori yang digunakan yaitu alas kaki, ikat kepala, dan ikat pinggang serta rantai emas di saku baju. 4. Menak Menak berupa jas bludru yang disulam dengan benang emas. Jenis pakaian ini biasanya dikenakan bangsawan.

Tampilannya tampak mewah sekaligus elegan. Menak berbentuk jas dibalut dengan celana panjang yang berwarna hitam. Ada lilitan jarit dari pinggang sampai dengan atas lutut. Sedangkan wanita menak menggunakan kebaya berbahan beludru dengan manik-manik hitam.

Bawahannya menggunakan kain jarik dengan motif rereng sebagai identitas kebangsawanan. Penggunaan perhiasan emas dan berlian juga mempercantik penampilan ini. Baca juga: 5 Potret Anak Artis Pakai Baju Adat Saat Hari Kartini, Elegan dan Menggemaskan! 10 Artis Ini Menikah dengan Adat Palembang, Mewah dan Elegan! 7 Adat Pernikahan Termahal di Indonesia, dari Suku Mana Sajakah? β€’ Kehamilan β€’ Tips Kehamilan β€’ Trimester Pertama β€’ Trimester Kedua β€’ Trimester Ketiga β€’ Melahirkan β€’ Menyusui β€’ Tumbuh Kembang β€’ Bayi β€’ Balita β€’ Prasekolah β€’ Praremaja β€’ Usia Sekolah β€’ Parenting β€’ Pernikahan β€’ Berita Terkini β€’ Seks β€’ Keluarga β€’ Kesehatan β€’ Penyakit β€’ Info Sehat β€’ Vaksinasi β€’ Kebugaran β€’ Gaya Hidup β€’ Keuangan β€’ Travel β€’ Fashion β€’ Hiburan β€’ Kecantikan β€’ Kebudayaan β€’ Lainnya β€’ TAP Komuniti β€’ Beriklan Dengan Kami β€’ Hubungi Kami β€’ Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan Di Jawa Barat umumnya dihuni oleh masyarakat asli disana yang bernama suku Sunda.

Dalam kesehariannya, mereka menggunakan bahasa Sunda yang istilah bahasanya tidak jauh berbeda dari Jawa maupun Betawi. Selain itu, ada salah satu budaya yang tidak tertinggalkam yakni pakaian adatnya. Nama pakaian adat Sunda sendiri memiliki beragam jenisnya. Jika pada pakaian adat dari Sunda, para wanita asli Sunda mengenakan baju seragamyakni kebaya Sunda yang modelnya hampir mirip dengan kebaya di Jawa.

Contents β€’ 1 Nama pakaian adat Sunda β€’ 1.1 1. Mengenal pakaian adat Sunda β€’ 1.2 2. Jenis-jenis pakaian adat Sunda β€’ 1.2.1 Pakaian adat Sunda untuk kalangan bawah/rakyat jelata β€’ pakaian daerah sunda Pakaian adat Sunda untuk kalangan menengah β€’ 1.2.3 Pakaian adat Sunda untuk kalangan atas/bangsawan β€’ 1.3 3.

Atribut pelengkap pakaian adat Sunda β€’ 1.3.1 Alas kaki β€’ 1.3.2 Ikat kepala β€’ 1.3.3 Konde β€’ 1.3.4 Arloji emas rantai β€’ 1.3.5 Selendang Nama pakaian adat Sunda Pakaian adat masyarakat Sunda sebenarnya desainnya tidak jauh dari pakaian adat di Jawa maupun Betawi karena masih dalam satu pulau yang sama. Baju yang sangat menonjol adalah baju kebaya wanita dan jas tutup untuk pria. Untuk mengetahui informasi seputar nama pakaian adat Pakaian daerah sunda, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.

1. Mengenal pakaian adat Sunda Pakaian adat Sunda merupakan pakaian khas daerah yang berasal dari suku Sunda di Jawa Barat. Dahulu pakaian adat di Sunda dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan strata atau status sosial masyarakatnya kala itu. Yang mana menjadi 3 jenis model pakaian untuk kaum bangsawan Sunda, golongan rakyat menengah dan juga golongan bawah yakni rakyat jelata.

Namun perkembangan zaman telah mengubah segalanya, kini menjadi negara demokratis yang semua masyarakat dalam status yang sama. Sehingga pakaian adat Sunda pun dapat dikenakan oleh siapa saja dari semua kalangan tanpa memandang status sosial. BACA JUGA: Jenis Pakaian Adat Maluku Utara dan Keunikannya 2. Jenis-jenis pakaian adat Sunda Menilik dari pakaian adat Sunda yang sudah ada sejak zaman dulu, terdapat beberapa jenis model pakaian di dalamnya.

Model pakaian tersebut ada yang sederhana dan ada pula yang cara pemakaiannya ditambah dengan atribut-atribut lain. Berikut adalah jenis-jenis pakaian adat Sunda. β€’ Pakaian adat Sunda untuk kalangan bawah/rakyat jelata Pakaian yang dikenakan para kaum biasa di Sunda mengenakan model pakaian yang sangat sederhana. Untuk pakaian pria, biasanya mengenakan baju yang bernama salontreng yang umumnya berwarna hitam. Sedangkan untuk celananya, memiliki ukuran yang besar dan dinamakan komprang.

Sebagai pelengkap, para pria menggunakan ikat kepala bermotif batik yang dinamakan logen. Untuk pakaian yang dikenakan wanita, hanya mengenakan kebaya Sunda yang memiliki jenis lengan panjang yang ujungnya agak lebar. Sementara untuk bawahannya mengenakan kain panjang bermotif batik, yang dinamakan sarung kebat. β€’ Pakaian adat Sunda untuk kalangan menengah Pakaian adat Sunda bagi kalangan menengah memiliki karakteristik pakaian yang lebih rapi dibandingkan pakaian untuk rakyat jelata. Modelnya hampir mengarah kepada pakaian adat kelas atas.

Namun jenis pakaian ini untuk orang yang berpendidikan tinggi, atau bisa juga untuk para saudagar kaya. Untuk pakaian pria mengenakan jas putih yang dinamakan bedahan. Untuk bawahannya mengenakan kain kebat yang dililitkan. Sedangkan bagi para wanita mengenakan kebaya yang desainnya modern. Bawahannya menggunakan kain kebat sama seperti pakaian pria yang dililitkan pada pinggang. β€’ Pakaian adat Sunda untuk kalangan atas/bangsawan Selanjutnya ada pakaian adat Sunda untuk kalangan bangsawan yang sering dipakai pada warga kerajaan/keraton.

Untuk jenis pakaian pria, mengenakan jas dari bahan beludru yang ditepiannya terdapat detail sulam dari benang emas. Untuk celananya mengenakan celana panjang hitam berbahan sama, yang dihiasi lilitan kain batik motif parang yang diikat menggunakan sabuk emas. Sedangkan untuk para wanita bangsawan, mengenakan kebaya dengan bahan beludru yang berwarna hitam. Yang mana memiliki model yang mirip dengan pakaian daerah sunda pria.

Dihiasi sulaman dari benang pakaian daerah sunda ditepian baju membuatnya semakin mewah. Agar semakin menawan, para wanita menyanggul rambutnya dan memakai tusuk konde emas. BACA JUGA: Baju Adat Kalimantan Tengah 3. Atribut pelengkap pakaian adat Sunda Sebagai pelengkap pakaian adat dari Sunda, biasanya ada beberapa atribut atau komponen pelengkap yang dipakai bersamaan dengan pakaian adat.

Berikut ini adalah beberapa atribut pada pakaian adat Sunda. β€’ Alas kaki Alas kaki menjadi hal penting setelah mengenakan pakaian. Untuk alas kaki pria, biasanya mengenakan sandal jenis tarumpah untuk kalangan jelata.

Sedangkan untuk kalangan atas mengenakan selop warna hitam berbahan kulit/beludru. Bagi wanita mengenakan alas kaki bentuk selop yang desainnya lebih sederhana.

β€’ Ikat kepala Ikat kepala hanya ditujukan pada pakaian adat untuk pria. Ikat kepala khas Sunda bernama logen yang berbahan dari kain batik. β€’ Konde Konde merupakan tambahan sanggul bagi para wanita Pakaian daerah sunda sebagai pemanis pemakaian baju adat Sunda. Bagi kalangan bangsawan, biasanya penggunaan sanggul konde dihiasi tusuk konde berwarna emas. β€’ Arloji emas rantai Arloji emas ini menjadi pakaian daerah sunda pada bagian depan baju adat pria. Pemakaian arloji gantung tersebut bagi kalangan menengah keatas saat pakaian daerah sunda baju beskap atau jas tutup di bagian sakunya.

Sebagai penahan, biasanya ditambahi dengan peniti rantai dari bahan emas. β€’ Selendang Selendang menjadi tambahan atribut yang menghiasi nama pakaian adat Sunda untuk wanita. Selendang tersebut biasanya dipilih warna-warna yang cerah seperti baju yang dikenakannya, dimana cara pemakaiannya dengan diikatkan dipinggang. Demikian pakaian daerah sunda mengenai nama pakaian adat Sunda yang dapat anda ketahui. Berbagai model pakaian yang ada di Sunda kini tidak dibeda-bedakan cara pemakaiannya.

Baik pakaian adat untuk rakyat biasa, menengah maupun pakaian bangsawan boleh dipakai untuk semua kalangan. Categories Traditional Clothes Post navigation
Tidak dapat dipungkiri bahwa pakaian adat Sunda banyak dikenal karena sering dikenakan oleh artis-artis papan atas Indonesia. Hal ini tidak mengherankan sebab beberapa artis mengenakan pakaian adat Sunda dalam acara pernikahan mereka maupun acara-acara tertentu lainnya.

Nah Grameds, sekarang giliran pakaian adat Sunda yang akan kita bahas tuntas. Table of Contents β€’ Fakta Menarik dan Keunikan Pakaian Adat Sunda β€’ 1. Mendapatkan pengaruh dari Jawa Tengah β€’ Anda Mungkin Juga Menyukai β€’ 2. Pemakaian pakaian Adat Sunda disesuaikan dengan strata sosial β€’ a. Pakaian adat Sunda untuk rakyat biasa. β€’ b. Pakaian adat Sunda untuk rakyat menengah β€’ c. Pakaian adat Sunda untuk bangsawan β€’ 3. Pakaian adat pengantin khusus β€’ 4.

Para ASN atau PNS wajib menggunakannya di beberapa daerah β€’ 5. Tidak hanya kebaya dan beskap β€’ Jenis-jenis Pakaian Adat Sunda β€’ 1.

pakaian daerah sunda

Pakaian Pengantin β€’ Pakaian Pengantin Pria β€’ Pakaian Pengantin Wanita β€’ 2. Pakaian Adat untuk Acara Resmi β€’ 1. Pakaian Laki-laki β€’ 2. Pakaian Perempuan β€’ 3. Pakaian Adat Rakyat Biasa β€’ 4.

Pakaian Adat Kelas Menengah β€’ 5. Pakaian Adat Bangsawan Fakta Menarik dan Keunikan Pakaian Adat Sunda Setelah suku Jawa, suku Sunda merupakan etnis terbesar di Indonesia. Suku ini menjadi mayoritas di Jawa Barat sehingga banyak budaya Jawa Barat yang mendapatkan pengaruh dari budaya Sunda.

Pakaian Sunda adalah salah satunya.

pakaian daerah sunda

Suku Sunda memiliki sejarah dan ragam budaya yang unik. Adapun fakta menarik tentang pakaian adat Sunda akan kita bahas di bawah ini: 1. Mendapatkan pengaruh dari Jawa Tengah Letak geografi Sunda yang dekat dengan Jawa Tengah menjadikan terjadinya akulturasi budaya antara kedua daerah tersebut. Grameds akan mendapati bahwa beberapa pakaian adat Sunda ada kemiripan dengan pakaian adat Jawa Tengah.

Rp 73.700 Misalkan saja pakaian adat Sunda yang berupa kebaya dan beskap, terdapat kemiripan dengan kebaya Jawa Tengah, surjan Yogyakarta, dan beskap Surakarta. Walaupun sekilas tampak mirip, namun tetap ada perbedaan pada hal-hal detail.

Perbedaan tersebutlah yang menjadi ciri khas masih-masing daerah. Jika kita ambil contoh untuk mengamati perbedaan tersebut secara detail, akan kita dapati rincian seperti pakaian daerah sunda β€’ Kerah kebaya modern Sunda berbentuk U ( U-neck), sedangkan kebaya Jawa pada umumnya memiliki kerah berbentuk V ( V-neck).

β€’ Kebaya Sunda umumnya panjang menutupi pinggul hingga paha bahkan bisa lebih panjang dari itu, sedangkan kebaya Jawa pada umumnya menutupi hingga di bawah pinggul saja.

pakaian daerah sunda

β€’ Beskap Sunda dianggap memiliki tekstur yang lebih tebal dan tidak memiliki lipatan pada kerah bajunya. Potongan bagian depan dan belakang dibuat tidak simetris. β€’ Hiasan yang berbeda pada pakaian adat masing-masing daerah Sunda dan Jawa.

Buku di bawah ini sangat cocok untuk si kecil dalam belajar kebudayaan Indonesia, termasuk budaya Sunda. 2. Pemakaian pakaian Adat Sunda disesuaikan dengan strata sosial Saat ini siapapun dapat memakan pakaian adat Sunda tanpa memandang status sosialnya. Namun hal ini tidak berlaku jaman dulu sebab hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan mengenakan pakaian daerah sunda, pangsi, kebaya, dan baju bedahan.

Kelas sosial seseorang menentukan apakah seseorang pantas atau tidak mengenakan pakaian adat. Jika kita bahas lebih panjang, maka secara garis besarnya begini: a. Pakaian adat Sunda untuk rakyat biasa. Pada jaman dahulu, pakaian Sunda untuk rakyat biasa pada umumnya digunakan oleh para petani dan pekerja yang kelas ekonominya menengah ke bawah. Pakaian ini tidak banyak menonjolkan beragam hiasan aksesoris yang mewah, namun menampilkan kesederhanaan.

Untuk laki-laki, pakaian pakaian daerah sunda dinamakan Salontreng. Sementara para wanita mengenakan kebaya pakaian daerah sunda dan kain batik panjang sebagai bawahan yang dinamakan sarung kebat. b. Pakaian adat Sunda untuk rakyat menengah Jika dibandingkan dengan pakaian yang diperuntukkan rakyat biasa, Grameds akan menemukan perbedaan yang cukup mencolok.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pakaian adat Sunda untuk rakyat menengah terlihat tampak lebih rapi, elegan, dan modis bagi siapa pakaian daerah sunda yang mengenakannya.

Meski tidak terlalu semarak, namun cukup untuk dikatakan lebih berkelas. Pakaian untuk kelas ini dinamakan baju bedahan. Para saudagar dan pengusaha biasanya mengenakan pakaian ini, bahkan ada yang mengatakan wajib.

Tidak hanya itu, orang-orang yang memiliki pendidikan cukup tinggi juga bisa memakai baju ini. Para pria mengenakan jas taqwa berwarna putih dengan bawahan sarung kebat. Dan untuk para wanita yang notabene sebagai istri saudagar atau istri menggunakan kebaya dengan warna apapun.

c. Pakaian adat Sunda untuk bangsawan Di antara semua jenis pakaian, pakaian untuk bangsawan adalah pakaian yang paling mewah. Sesuai dengan namanya, dahulu, hanya orang-orang bangsawan dan berdarah biru yang boleh mengenakannya. Namun demikian, karena kelas sosial seperti itu telah terkikis secara perlahan siapapun dapat memakainya. 3. Pakaian adat pengantin khusus Pernikahan merupakan salah satu momen yang paling sakral dalam hidup.

Menyatunya dua hati dalam ikatan rumah tangga perlu dirayakan secara spesial. Untuk para pengantin, Anda akan teristimewakan dengan adanya pakaian adat Sunda khusus mempelai pria dan wanita. Pakaian ini terdiri dari tiga jenis sesuai dengan daerahnya, yakni Sunda Putri, Sukapura, dan Sunda Siger. 4. Para ASN atau PNS wajib menggunakannya di beberapa daerah Di Jawa Barat, pakaian adat Sunda dijunjung tinggi.

Bahkan beberapa pemerintah daerah setempat mengeluarkan kebijakan para aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) wajib mengenakan pakaian adat Sunda pada saat acara tertentu. 5. Tidak hanya kebaya dan beskap Masih ada beberapa jenis lainnya pakaian adat Sunda ini. Yang jelas, tidak hanya berupa kebaya dan beskap. Untuk lebih jelasnya akan kita bahas di poin kemudian ya, Grameds.

Jenis-jenis Pakaian Adat Sunda Mungkin Grameds ada yang bertanya-tanya seperti apa sih setelan pakaian adat Sunda ini? Bagaimana pilihan warnanya, aksesoris, dan setelan-setelan lainnya? Yuk Grameds, langsung saja kita siapkan pembahasannya. 1.

pakaian daerah sunda

Pakaian Pengantin Seperti pakaian pengantin pada umumnya, pakaian pengantin adat Sunda terdiri dari setelan untuk mempelai pria dan mempelai wanita. Hingga saat ini, pakaian adat Sunda yang paling sering tampil adalah pakaian ini. Perlu untuk kita ketahui bahwa pakaian pengantin telah mengalami beberapa kali modifikasi untuk menyesuaikan perkembangan jaman. Dalam adat Sunda dikenal empat jenis pakaian pengantin, yaitu Sunda Putri, Sukapura, Santana Inden Kedaton, dan Sunda Siger.

Jenis tersebut disesuaikan dengan daerah penyelenggaraan pernikahan. Untuk Sunda Putri, ciri khas paling tampak adalah tatanan rambut Puspasari yang unik karena sanggulnya simetris dan tidak menggunakan sanggul tempel. Dengan demikian, rambut pengantin akan digulung secara melingkar yang kemudian dihiasi dengan untaian bunga melati hingga menjuntai ke dada.

Tidak lupa perhiasan kembang goyang, ceduk mantul, dan tiara ikut disematkan agar mempelai wanita tampak menawan. Adapun Sunda Siger, mempelai wanita mengenakan mahkota di kepala yang dinamai siger. Aura ratu akan tampak pada mempelai wanita yang mengenakan siger karena mahkota ini ditujukan untuk menunjukkan kebesaran kerajaan Sunda di masa lampau.

Kemudian ada Sukapura yang digunakan dalam pernikahan di Tasikmalaya. Pada setelan ini, pria tidak mengenakan mahkota karena meruntut pada sejarah yang ada.

Dahulu, tidak ada kerajaan yang berkuasa di daerah tersebut, yang ada hanyalah kaun bangsawan yang berkuasa. Ciri khas Sukapura terletak pada sanggul Priangan yang digunakan dan godek pengantin yang tidak dibiarkan melingkar keluar melainkan diarahkan ke dalam.

Terakhir ada Santana Inden Kedaton yang merupakan replikasi dari busana bangsawan kerajaan Galuh. Ciri khasnya adalah warna ungu atau bungur yang dihiasi payet manik keemasan. Agar semakin tampak kesan keagungan dan kemewahan, di bagian dada dan pundak dipasangi hiasan berbentuk teratai dengan warna keemasan dan di pinggang dipaasangkan pending berwarna keemasan.

Kesan kebesaran ditambah dengan adanya Siger Ratu Haur Kuning dan ronce melati pakaian daerah sunda dibiarkan menjuntai sampai ke pinggang. Pilihan sikap Kerajaan Galuh yang menolak adanya dominasi kerajaan Jawa dapat dilihat dari busananya yang tidak mengenakan kebaya kartini, tetapi mengenakan kebaya khas Sunda.

Kebaya Sunda sendiri dikenal kekhususannya dari coak pakaian daerah sunda dan tanpa lidah yang terbuat dari kain asli Sunda. Namun pada umumnya, pakaian pernikahan adat Sunda dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut: β€’ Pakaian Pengantin Pria Baju yang dikenakan oleh pria Sunda adalah Jas Buka Prangwedana yang warnanya senada dengan pakaian mempelai wanita.

Bagi pria, Jas Prangwedana melambangkan kejantanan dan kewibawaan. Sebagai bawahan, para pria menggunakan kain batik yang disarungkan hingga ke kaki bagian bawah.

Kain batik yang dipilih lereng eneng prada atau sido mukti.

pakaian daerah sunda

Pemilihan kedua batik ini bukan tanpa makna. Dalam budaya Sunda, kedua batik pakaian daerah sunda melambangkan harapan masa depan yang jauh lebih baik dan penuh kebahagiaan dibandingkan keadaan-keadaan sebelum menikah. Jika sebelumnya keadaan sulit, diharapkan keadaan menjadi lebih baik. Jika sebelumnya sudah baik, diharapkan lebih baik lagi. Lereng eneng mempunyai arti panjang jalannya pernikahan dan dalam berumah tangga mempelai harus melalui rintangan yang ada secara bersama-sama.

Perlengkapan lainnya yang wajib digunakan para pria Sunda adalah Bendo yang berfungsi sebagai penutup kepala. Bendo menjadi hal yang tidak boleh dilupakan saat acara pernikahan.

Bendo dihiasi dengan batu permata di tengahnya. Tidak cukup sampai Bendo, tidak lupa ditambahkan keris yang melambangkan kejantanan seorang laki-laki sekaligus boro sarangka yang berfungsi sebagai tempat menyimpan keris yang berada di pinggang.

Buku di bawah ini dapat membantu Anda untuk mempersiapkan pernikahan sesuai adat di Sunda. β€’ Pakaian Pengantin Wanita Busana yang dikenakan oleh putri-putri Kerajaan Sunda di masa lalu menginspirasi pakaian adat pengantin untuk wanita Sunda. Atasannya berupa kebaya berbahan brokat dengan warna yang beragam seperti kuning, krem, atau putih.

Bawahannya sama dengan mempelai pria, yakni kain batik lereng eneng prada atau sido mukti. Kebaya dan kain batik tersebut diselaraskan dengan beberapa perhiasan seperti cincin permata, kelat bahu yang berada di kedua lengan, kalung pendek dan panjang, dan gelang permata.

Perlengkapan lain yang tak kalah penting adalah Siger sebagai mahkota kepala yang memiliki makna harapan akan rasa hormat, kebijaksanaan, dan kearifan dalam pernikahan. Siger Sunda yang terbuat dari campuran logam seberat 1,5 sampai 2 kg ini berbeda dengan Siger Lampung. Di bawah Siger akan Grameds temukan sanggul yang dibelakangnya dihiasi dengan enam kembang tanjung yang melambangkan kesetiaan dan cinta kasih wanita Sunda kepada pasangannya.

Agar sanggul tersebut pakaian daerah sunda menawan, tujuh kembang goyang dipasangkan di atasnya dengan lima menghadap ke depan dan dua menghadap ke belakang. Hal ini mengartikan bahwa seorang wanita harus tampak cantik dari manapun, baik dari depan maupun belakang. Ronce pakaian daerah sunda akan menghiasi sanggul itu dan menjuntai ke bawah hingga dada atau pinggul wanita.

Makna dari ronce ini melambangkan kesucian dan kemurnian yang dimiliki oleh seorang perempuan Sunda. Ronce ini terdiri dari beberapa bagian yang meliputi Melati Mangle Pasung, Mangle Susun, Mangle Sisir, Penetep, dan Mayangsari. Dan terakhir, pada kening mempelai wanita, biasanya akan Anda dapatkan daun sirih berbentuk wajik. Daun sirih ini menyampaikan harapan agar pengantin dijauhkan dari bala, sehingga bisa dikatakan daun sirih tersebut sebagai doa tolak bala. Dari semua riasan pakaian pengantin adat Sunda tersebut, tujuannya adalah sebagai doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar rumah tangga pengantin tersebut mendapatkan kebaikan dan dipenuhi dengan keberkahan.

Tata rias dalam pernikahan dalam budaya Indonesia dapat Pakaian daerah sunda perdalam di dalam buku ini. 2. Pakaian Adat untuk Acara Resmi Selain pakaian pengantin, pakaian adat Sunda yang masih sangat eksis sampai sekarang adalah pakain adat untuk acara resmi. Pakaian ini seringkali digunakan untuk menyambut tamu penting, acara adat, pelantikan pejabat, dan acara-acara resmi lainnya.

Dan jika dilihat sekilas, pakaian ini mirip dengan pakaian untuk bangsawan Sunda. Berikut ini rinciannya: 1. Pakaian Laki-laki Pakaian atas pria berupa jas beludru yang biasanya digunakan oleh para bangsawan Sunda. Untuk bagian bawahan, dipilih celana yang warnanya senada dengan atasannya.

Sebagai tambahan, tidak lupa dikenakan aksesoris berupa bendo, kain samping yang dipasangkan di pinggang, dan arloji emas berantai yang disematkan pada saku atasan. 2. Pakaian Perempuan Wanita yang mengenakan pakaian adat Sunda untuk acara resmi ini tidak perlu takut ribet.

Sebab setelannya sangat sederhana meski tanpa menghilangkan kesan elegan dan anggun. Anda cukup mengenakan kebaya polos yang disertai sulaman dan berwarna tidak terlalu mencolok. Tidak lengkap jika wanita tidak diiringi dengan perhiasan. Aksesoris tambahan dapat berupa kamisol untuk pakaian dalam, beubeur, dan selendang yang warnanya sesuai dengan warna kebaya. 3. Pakaian Adat Rakyat Biasa Sebagaimana yang telah kita bahas di atas, pakaian daerah sunda adat Sunda juga dibedakan berdasarkan status sosial seseorang yang memakainya.

Untuk pakaian adat rakyat biasa, laki-lakinya mengenakan baju berbahan kain yang warnanya gelap yang dililiti sarung secara menyilang dari bahu ke pinggang. Sementara bawahannya berupa celana yang tidak ketat di kaki biasa disebut sebagai celana pangsi. Tidak lupa logen (ikat kepala) yang bermodel Hanjuang Nangtung atau Barambang Semplak dan alas kaki yang disebut tarumpah. Sementara itu, para wanita mengenakan kebaya sederhana. Bawahannya hanya berupa selendang pakaian daerah sunda yang dikuatkan lilitannya dengan beubeur (ikat pinggang).

Alas kakinya berupa sandal jepit keteplek. 4. Pakaian Adat Kelas Menengah Untuk pria, atasan berupa jas putih (namun sekarang bisa memakai bermacam warna) yang dinamai baju bedahan dan bawahannya berupa kain kebat yang disarungkan. Tidak lupa dilengkapi dengan aksesoris kepala yang dinamai bengker.

Agar semakin tampak berkelas, biasanya disematkan arloji emas di saku atasan. Sedangkan untuk wanitanya yang merupakan istri dari pengusaha atau saudagar, memakai atasan berupa kebaya. Bedanya dengan kebaya rakyat biasa adalah, wanita kelas menengah dapat memakai kebaya dengan warna apapun, termasuk warna yang cerah sekalipun.

Bawahannya berupa kain kebat yang dililitkan di pinggang sebagai rok panjang. Untuk wanita yang tidak berjilbab, rambutnya ditata dengan model sanggul. Sementara untuk wanita berjilbab, tidak ada sanggul dalam penataan rambutnya. Aksesoris yang digunakan sebagai pelengkap ikat pinggang, selendang yang warnanya selaras, cincin, gelang, kalung, anting, dan selop sebagai alas kaki.

5. Pakaian Adat Bangsawan Bangsawan laki-laki Sunda mengenakan jas beludru berwarna yang dihiasi dengan sulaman benang berwarna keemasan di kerah, tengah badan, dan ujung lengan. Agar selaras dengan atasannya, celana yang dipergunakan sebagai bawahan juga memiliki warna, bahan, dan motif yang sama. Di pinggangnya dililitkan kain batik yang panjangnya sampai paha dan dikuatkan dengan ikat pinggang emas.

Para pria menutupi kepala dengan Bendo dan menambahkan arloji emas berantai di saku atasannya. Sementara itu, bangsawan perempuan mengenakan motif yang sama dengan pasangannya, yakni pakain berbahan beludru berwarna hitam yang dihiasi sulaman emas dengan tambahan manik-manik emas. Kain kebat batik yang disarungkan di pinggul menjadi bawahannya. Alas kaki yang digunakan wanita berupa selop hitam yang berbahan beludru. Rambut wanita Sunda dimodel sanggul lengkap dengan tusuk konde.

Sementara itu, sebagai bangsawan tidak mungkin jika tidak memakai perhiasan seperti anting, cincin, atau bros yang berbahan emas atau berlian. Dalam berpakaian adat, Grameds memerlukan tata rias yang sesuai. Buku ini dapat membantu Anda untuk menyesuaikan dengan make up yang cocok. Nah Pakaian daerah sunda, selesai sudah pembahasan panjang kita mengenai pakaian adat Sunda.

Gimana? Ternyata banyak banget kan fakta unik dari pakaian adat ini? Bersama Gramedia yang siap menjadi #SahabatTanpaBatas, Anda tidak perlu khawatir kurangnya referensi. Karena kami siap menyuguhkan buku-buku pilihan kami.

Penulis: Nanda Iriawan Ramadhan Recent Post β€’ 10 Rekomendasi Buku Mekanik Otomotif Mei 9, 2022 β€’ Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah Mei 9, 2022 β€’ Rekomendasi Buku Tes BUMN + Latihan Soal dan Jawaban Mei 9, 2022 β€’ Review Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari Mei 9, 2022 β€’ Yuk, Berkenalan dengan 23 Member NCT!

Mei 9, 2022 β€’ Review Novel Unfamiliar Twins Mei 9, 2022 β€’ Review Novel Layla Majnun Mei 9, 2022 β€’ Memahami Arti Bad Mood dan Cara Mengatasinya Mei 9, 2022 β€’ Review Novel Inevitably in Love Karya Cecilia Wang Mei 9, 2022 β€’ 16 Ciri Istri Atau Pacar Selingkuh, Para Suami Harus Tau Mei 9, 2022
4.3/5 - (15 votes) Pakaian Adat Sunda – Suku Sunda adalah salah satu etnis di Indonesia yang sebagian besar bermukim di provinsi Banten dan Jawa Barat, meski banyak pula yang tersebar di provinsi lainnya.

Orang Sunda dikenal dengan karakteristiknya yang ramah, optimis, periang, sopan, dan bersahaja. Dalam Suma Oriental milik bangsa Portugis, mereka menyebut orang Sunda sebagai suku yang memiliki sifat jujur dan pemberani. Meski tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, jati diri Suku Sunda dipersatukan oleh bahasa dan budayanya.

Keturunan Sunda bangga akan tradisi dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhurnya. Contohnya adalah tradisi seperti bahasa masih digunakan dan dilestarikan sehari-hari. Selain itu, kesenian berupa seni rupa, seni musik, seni tari, hingga kuliner pun masih bertahan hingga kini, begitu pula dengan pakaian adat Sunda.

Daftar Isi β€’ Sejarah Pakaian Adat Sunda β€’ Pakaian Adat Sunda (Rakyat Biasa) β€’ 1. Pakaian Laki-Laki β€’ 2. Pakaian Perempuan β€’ Pakaian Adat Sunda (Kalangan Menengah) β€’ 1. Pakaian Pria β€’ 2. Baju Perempuan β€’ Pakaian Adat Sunda (Kalangan Bangsawan) β€’ 1. Baju Laki-Laki β€’ 2. Baju Wanita β€’ Baju Tradisional Sunda Untuk Pernikahan β€’ 1. Pengantin Pria β€’ 2. Pengantin Wanita β€’ Pakaian Adat Sunda Untuk Acara Resmi β€’ 1. Baju Resmi Pria β€’ 2. Baju Resmi Wanita β€’ Pakaian Tradisional Sunda Untuk Anak Sejarah Pakaian Adat Sunda Setiap suku tertentu memiliki baju tradisional yang beragam, beberapa diantaranya disesuaikan dengan jenis acaranya.

Ada pula suku yang membedakan pakaian dari tingkat status sosial atau kasta orang yang mengenakannya. Suku Sunda adalah salah satu di antaranya, walaupun di zaman modern saat ini penggunaan kasta sudah tidak begitu relevan lagi. Akan tetapi mempelajari mengenai kasta pakaian ini tetap menarik untuk dipelajari.

Baju adat Sunda terbagi menjadi pakaian untuk rakyat biasa, pakaian untuk kalangan menengah, serta pakaian untuk kalangan bangsawan. Selain itu, ada pula baju tradisional untuk pernikahan yang lebih spesial. Pakaian Adat Sunda (Rakyat Biasa) Pada zaman dahulu pakaian ini digunakan oleh Suku Sunda golongan bawah yang umumnya bekerja sebagai petani dan pekerja kasar.

Pakaian untuk rakyat biasa ini cenderung sederhana, tanpa tambahan aksesoris apapun. Karena digunakan sehari-hari untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya kasar atau berat, maka penggunaan aksesoris yang meriah tentu akan mengganggu.

baca juga: Suku Sunda - Asal, Karakter, Bahasa, Kepercayaan, Seni, Rumah Adat & Aksara Pria Sunda dari kalangan rakyat biasa juga mengenakan ikat kepala yang dinamakan Logen. Model ikatannya ada 2 jenis, yaitu Barambang Semplak dan Hanjuang Nangtung.

Untuk alas kakinya, pria Sunda mengenakan Tarumpah yang terbuat dari kayu. 2. Pakaian Perempuan Wanita Sunda dari kalangan rakyat pakaian daerah sunda mengenakan atasan berupa kebaya sederhana. Untuk bawahannya, mereka mengenakan kain batik panjang khas Sunda yang disebut Sarung Kebat atau Sinjang Bundel.

Pemakaiannya dibuat seperti rok yang panjangnya mencapai betis. Terdapat alasan kenapa kain tidak dibuat panjang sampai ke mata kaki, karena para wanita dari kalangan bawah juga merupakan pekerja keras.

Mengenakan kain panjang tentu bisa menghambat pekerjaan. Wanita Sunda tidak mengenakan perhiasan sebagai aksesoris, karena di masa lalu perhiasan tidak sanggup dibeli oleh kalangan rakyat biasa. Mereka hanya menambahkan selendang batik untuk ikat pinggang. Untuk alas kakinya, mereka mengenakan sandal jepit yang biasa disebut Keteplek. Pakaian Adat Sunda (Kalangan Menengah) Kalangan menengah ke atas masyarakat Sunda di masa lalu adalah mereka yang memiliki uang, namun bukan merupakan keturunan bangsawan.

Mereka biasanya bekerja sebagai pengusaha dan pedagang. Orang-orang yang mampu menempuh pendidikan tinggi juga berada di kelas ini, meskipun posisinya tetap berada di bawah bangsawan. Karya Nusantara Pakaian tradisional untuk kalangan menengah ke atas cenderung terlihat lebih rapi, modis, dan elegan.

pakaian daerah sunda

Namun mereka juga tidak terlalu banyak mengenakan aksesoris yang mencolok. 1. Pakaian Pria Pria Sunda dari kalangan menengah biasanya ditandai dengan mengenakan pakaian berupa jas berwarna putih yang diberi nama Bedahan.

Untuk bawahan mereka tidak mengenakan celana, melainkan kain yang disarungkan. Aksesoris yang digunakan berupa Bengker. Untuk menunjukkan status sosial yang lebih tinggi, dikenakan aksesoris yaitu arloji saku. Arloji ini biasanya berwarna emas lengkap dengan rantai keemasan.

Arloji diletakkan di saku depan Bedahan, rantainya diposisikan menggantung untuk menandakan status pemakainya. 2. Baju Perempuan Para perempuan dari kalangan menengah biasanya adalah para istri dan anak gadis pedagang, pengusaha, dan kaum terpelajar.

Mereka mengenakan kebaya dalam berbagai macam warna. Bahan kebaya yang digunakan lebih berkualitas dari yang dikenakan wanita Sunda dari kalangan rakyat biasa dengan kualitas jahitan yang berbeda pula. Sama seperti kaum pria, untuk bawahan mereka mengenakan kain kebat. Cara pemakaiannya dibuat seperti rok panjang, menandakan keanggunan dan menunjukkan jika penggunanya tidak melakukan pekerjaan kasar.

Untuk aksesoris, wanita menengah Sundah biasa menambahkan selendang dan ikat pinggang dari kain dengan warna yang senada. Rambut perempuan dari kalangan menengah pun ditata rapi dengan model sanggul. Sementara untuk alas kakinya, mereka mengenakan selop. Wanita dari kalangan menengah pakaian daerah sunda dan diperbolehkan memakai perhiasan berupa cincin, gelang, kalung, dan anting. Meskipun demikian, biasanya perhiasan mereka tidak terlalu mencolok dan semarak. Pakaian Adat Sunda (Kalangan Bangsawan) Seperti pada banyak suku lainnya di masa lalu, kalangan bangsawan dianggap menempati kelas sosial yang paling tinggi dalam masyarakat.

Memiliki harta dalam jumlah yang jauh lebih banyak jika dibandingkan kalangan lainnya, maka sudah semestinya mereka berpakaian dengan lebih mewah dan elegan. baca juga: Pantai Ngrenehan - Lokasi, Rute dan Keindahan Obyek Wisata baca.co.id Pakaian adat Sunda untuk kalangan bangsawan ini masih digunakan sampai sekarang, meski fungsinya berbeda dan tidak hanya dipakai oleh kaum bangsawan saja. 1. Baju Laki-Laki Sama seperti kalangan menengah, pria bangsawan Sunda juga mengenakan jas sebagai pakaian atasan.

Namun perbedaannya terletak pada warna dan bahannya. Jas untuk pria bangsawan berwarna hitam dan terbuat dari kain beludru. Untuk memperindah penampilan, terdapat sulaman benang emas di ujung kedua lengannya. Untuk bawahannya, mereka mengenakan celana panjang dari bahan dan warna yang sama dengan atasan. Terdapat sulaman benang emas juga di bagian ujung celana.

Agar penampilan semakin maksimal, pria Sunda juga menambahkan ikat pinggang berwarna emas. Paduan warna hitam dan emas ini membuat mereka tampil megah dan berwibawa. Untuk aksesoris tambahan, pria bangsawan Sunda mengenakan penutup kepala yang disebut dengan Bendo. Sama seperti pria dari kalangan menengah, mereka juga menambahkan arloji gantung berwarna emas di saku depan jas. 2. Baju Wanita Model pakaian perempuan Sunda dari kalangan bangsawan hampir sama seperti kalangan rakyat pakaian daerah sunda dan kalangan menengah, yakni kebaya.

Hanya saja kebaya yang dikenakan wanita bangsawan terbuat dari kain beludru berwarna hitam. Kebaya wanita bangsawan juga tidak polos, tetapi ditambahkan motif hiasan berupa manik-manik atau sulaman dengan benang emas. Untuk bawahannya, wanita bangsawan Sunda juga mengenakan kain kebat yang digunakan pakaian daerah sunda rok panjang, namun dengan kualitas kain yang lebih tinggi. Untuk alas kakinya mereka menggunakan selop yang terbuat dari kain beludru hitam, alas kaki ini sangat nyaman dan lembut di kaki.

Rambut para wanita bangsawan Sunda ditata membentuk sanggul yang dihiasi dengan tusuk konde. Wanita bangsawan juga biasanya selalu memakai giwang dan bros.

Semua perhiasan wanita bangsawan Sunda terbuat dari emas maupun berlian. Perhiasan yang belum tentu bisa dimiliki oleh kalangan menengah dan tidak akan mungkin dimiliki oleh rakyat biasa. Baju Tradisional Sunda Untuk Pernikahan Tradisi pernikahan di Indonesia umumnya masih menganut adat istiadat asli daerah masing-masing.

Pakaian daerah sunda Sunda, kedua mempelai yang menikah akan mengenakan pakaian adat Sunda khusus untuk pengantin. Sebenarnya pakaian ini adalah baju tradisional Sunda yang dimodifikasi menyesuaikan perkembangan zaman. baca juga: Rumah Adat Jambi - Fungsi, Sejarah, Makna, Motif Ukiran, Gambar & Penjelasan idntimes.com 1.

Pengantin Pria Pengantin pria saat prosesi pernikahan akan mengenakan Jas Buka Prangwedana serta bawahan kain batik dengan motif dan warna yang diserasikan dengan konsep busana. Hal yang tak terlewat dari pemakaian baju adat Sunda adalah penggunaan bendo. Bendo adalah penutup kepala dengan hiasan batu permata. Semantara itu, digunakan pula aksesoris tambahan boro sarangka, yaitu kantong atau tempat untuk menyimpan keris. 2. Pengantin Wanita Busana pengantin wanita merupakan hasil inspirasi dari pakaian putri Kerajaan Sunda di masa lampau.

Baju ini berupa kebaya brokat berwarna lembut, seperti kuning, krem atau putih. Untuk bagian bawahan, digunakan batik kebat Lereng Eneng Prada. Agar lebih cantik, digunakan pula aksesoris tambahan berupa mahkota perhiasan bernama siger. Penggunaan siger memilki makna kehormatan dan bijaksana. Selain itu, ada pula gelang, cincin, serta kalung pendek dan panjang.

Pakaian Adat Sunda Untuk Acara Resmi Dalam acara-acara resmi, masyarakat Sunda juga memiliki pakaian tradisional yang secara khusus digunakan untuk menghadiri acara tersebut, yaitu: sanggartradisiadatjawa.com 1.

Baju Resmi Pria Saat menghadiri acara resmi, pria sunda umumnya mengenakan atasan jas beludru seperti para bangsawan. Sedangkan bawahannya adalah celana panjang dengan warna senada. Para pria juga mengenakan aksesoris tambahan, yaitu kain samping di pinggang dan bendo sebagai penutup kepala. Kemudian ada pula arloji emas berantai yang disematkan dibagian saku agar penampilan semakin gagah dan rapi.

2. Baju Resmi Wanita Saat datang ke acara resmi, para wanita Sunda umumnya mengenakan pakaian adat yang sederhana dan tidak terlalu mencolok, misalnya kebaya berwarna polos dengan sulaman. Sedangkan bawahannya adalah kain kebat. Penampilan sederhana akan terlihat anggun dengan tambahan aksesoris seperti beubeur, kamosol, dan selendang dengan pilihan warna yang cocok. Selain itu, perhiasan gelang dan kalung juga akan mempercantik penampilan.

Pakaian Tradisional Sunda Untuk Anak Hampir sama dengan pakaian adat Sunda untuk orang dewasa, anak-anak juga memiliki baju tradisional yang biasanya digunakan saat peringatan hari Kartini serta wisuda sekolah. pinterest Anak perempuan mengenakan kebaya dengan bawahan kain kebat, serta laki-laki mengenakan beskap, bendo dan kain kebat. Baju adat anak Sunda ini dibuat lebih mecolok dengan paduan warna-warna cerah yang akan membuat mereka ceria ketika mengenakannya.

Tutorial cara pasang kain wiron untuk pengantin adat Sunda




2022 charcuterie-iller.com