Usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari

9. Usaha Jasa Konsultan Pariwisata adalah badan usaha yang mem-berikan jasa berupa saran-saran dan nasehat yang diberikan untuk menyelesaikan masalah yang timbul mulai dari penciptaan gagas-an dan pelaksanaannya. Teknis operasionalnya disusun secara sistimatik berdasarkan disiplin ilmu yang diakui, disampaikan secara lesan, tertulis maupun gambar oleh ahli profesional di bidang pariwisata. 21. Restaurant adalah salah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan yang permanen yang dilengkapi dengan perlengkapan dan peralatan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya serta memenuhi persyarakatan dan ketentuan yang berlaku.

v Apa tujuan dari Pembinaan ini ? • Untuk mewujudkan dan memelihara kelestarian serta keutuhan obyek dan daya tarik wisata, termasuk juga penyediaan kawasan pariwisata dengan memberikan kesempatan kpd masyarakat setempat untuk ikut serta dalam : • Pembangunan, • Pengembangan, • Pengelolaan dan • Pemilikan Kawasan Pariwisata. v Faktor apa saja yang menjadi PELUANG dalam Pembinaan Usaha Pariwisata ini ? • Perkembangan pariwisata Internasional semakin meningkat • Aksesibilitas ke Indonesia semakin luas • Politik dan keamanan stabil • Pariwisata tidak terpengaruh gejolak ekonomi • Tidak mengenal proteksi dan quota • Sistem informasi yang semakin baik • Potensi pariwisata Indonesia • Tersedianya waktu libur dan anggaran yang semakin meningkat • Pariwisata sudah menjadi kebutuhan hidup v Faktor apa yang mungkin menjadi KENDALA ?

• Persaingan Destinasi usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari • Lemahnya perencanaan • Terbatasnya anggaran yang diperuntukkan dalam : • Membangun kawasan wisata • Promosi • kurangnya tenaga yang profesional • Kurangnya kawasan wisata yang handal • Kurangnya pemahaman masyarakat • Indonesia belum banyak dikenal di luar negeri v Apa saja syarat-syarat agar mendapatkan ijin Usaha tersebut ? • Berbentuk Badan Usaha • Modal seluruhnya milik WNI kecuali dalam rangka PMA • Mempunyai kantor yang mudah dicapai umum dengan luas sekurang-kurangnya 30 m 2 untuk BPU, dan 20 m 2 untuk AP/CBPU • Mempekerjakan karyawan yang berpengetahuan dan ber-pengalaman di bidang usaha perjalanan • Memiliki Fasilitas komunikasi yang mendukung kelancaran usaha minimum 1 pesawat telepon.

v Apa saja item yang terdapat dalam formulir isian ? • Nama pemohon lengkap • No. KTP. • Daftar Riwayat Hidup • pas Photo 4x6 sebanyak 6 lembar • Nama Perusahaan • Alamat Perusahaan • Nama notaris • Akte Notaris • No.

Akte • Pengesahan Akte • NPWP • Rekomendasi (terlampir) • Gol. Usaha yang dimohonkan • Lokasi Kantor : Hotel / Pusat pertokoan / Perbelanjaan / bandara • Status kepemilikan : sendiri / sewa • Luas kantor • Ijin tempat usaha • Karyawan : jumlah, Laki-laki/Perempuan, tingkat pendidikan, penguasaan bahasa, CV. • Fasilitas perusahaan : telpon, Fax, internet • Alat angkutan : Bus, sedan/jeep (AC/ non AC) sepeda motor v Apa saja kewajiban UJP ? • mentaati ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku • memberikan pelayanan sebaik-baiknya dan perlindungan kepada para pemakai UJP.

• memberikan perlindungan asuransi kepada pramuwisata yang dipekerjakan • memenuhi peraturan yang menyangkut dengan Tenaga kerja • melaksanakan upaya pendidikan dan peningkatan mutu karyawan secara terus menerus • menetapkan tarif jasa pelayanan pramuwisata • melaporkan setiap kepindahan atau penambahan pramuwisata ke Diparda.

v Apa saja syarat-syarat penyelenggaraan UJP itu ? • Kantor milik sendiri / sewa dan mudah di capai umum • Luas kantor minimum 40 m 2 • Tatanan kantor terdiri : ( R. Pimpinan, R. Tamu, R. Pramuwisata ) • Terdapat toilet untuk karyawan dan tamu • Mempunyai saluran telepon internasional • mempunyai sarana kendaraan operasional minimum 1 sedan dan 1 minibus. • Manajemen harus memiliki struktur organisasi yang jelas, ada job discription dan mempunyai tarif jasa pelayanan pramuwisata v Apa saja syarat tenaga kerja atau SDM yang ada dalam UJP ?

• Pimpinan : pendidikan min D.III dengan pengalaman dibidang pariwisata minimum 3 tahun • Seluruh staf dan karyawan minim mampu berkomunikasi dalam bahasa asing sekurang-kurangnya bahasa Inggris • Mempunyai tenaga pramuwisata yang berlisensi min imum 8 orang • Mempunyai tenaga pramuwisata yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa inggris dan salah satu bahasa asing lainnya.

v Apa saja syarat-syarat untuk menjadi Pramuwisata ? • WNI • Pendidikan min. SMA/ sederajat • Umur min 25 tahun • Menguasai bahasa Indonesia dan salah satu bahasa asing dengan aktif dan lancar • Menguasai pengetahuan tentang obyek-obyek wisata dan ketentuan mengenai perjalanan wisata • sehat fisik dan mental • berkelakuan baik • lamaran ditujukan kepada Gubernur, lulus usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari masuk, mendapatkan sertifikat dan tanda pengenal yang dikeluarkan oleh dinas pariwisata.

v Apa saja yang menjadi larangan Pramuwisata ? • Meminta uang / barang dari penjual / orang lain berkenaan dengan pembelian barang / jasa oleh wisatawan • Memaksa wisatawan untuk menggunakan jasanya • melakukan tugas tanpa memakai tanda pengenal • mengubah acara perjalanan yang sudah ditetapkan tanpa persetujuan, dengan maksud memperoleh keuntungan bagi dirinya. • melalaikan waktu yang telah ditetapkan dalam tugasnya • melakukan tugas yang dibebankan wisatawan di luar bidang tugas pariwisata yang melanggar perpu yang berlaku.

v Yakni usaha jasa yang berupa pemberian saran, nasehat yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul mulai dari penciptaan gagasan, pelaksanaan sampai dengan operasionalnya yang disusun secara sistematis berdasar ilmu yang diakui, disampaikan secara lesan, tertulis maupun gambar oleh tenaga ahli profesional.

v Hotel Bintang mempunyai kewajiban sebagai berikut : • Perlindungan terhadap para tamu hotel • Menjaga martabat hotel, serta mencegah penggunaan hotel untuk kegiatan yang melanggar kesusilaan, keamanan dan ketertiban umum. • memelihara dan memenuhi ketentuan persyaratan sanitasi, hygiene di dalam dan dilingkungan sekitar hotel.

• membuat laporan tingkat hunian kamar / per bulan. • Laporan tahunan statistik Hotel. Pembangunan dan penyelenggaraan BuPer adalah seluruh kegiatan yang meliputi : survey, perencanaan, pembanguan, pengembangan dari BuPer dan kegiatan berkemah. • BuPer adalah sebidang lahan yang memenuhi syarat untuk berkemah. • Area Perkemahan adalah bagian dari BuPer yang khusus disediakan untuk mendirikan tenda • Area Kelompok adalah bagian dari area perkemahan tempat didirikan kemah-kemah untuk kelompok pria, wanita, keluarga yang berupa tendd / gubuk.

• Berkemah adalah bentuk kegiatan di alam terbuka terpisah dari keramaian dan kebisingan dengan menggunakan tenda / gubuk sebagai tempat menginap. • Perkemahan wisata adalah suatu bentuk wisata dengan menggunakan tenda yang dipasang di alam terbuka atau kereta gandeng (caravan) yang dibawa sendiri / sewa sebagai tempat menginap. v Fungsi BuPer sebagai sarana dan wahana : • Pariwisata khususnya sebagai sarqna akomodasi bagi wisatawan terutama wisatawan remaja dalam menikmati obyek wisata alam, budaya, maupun yang lain yang terdapat di alam terbuka.

• penghayatan alam dan lingkungan yaitu dalam rangka menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta kepada alam (flora, fauna dan lingkungan hidup). • Pendidikan dalam pembinaan ketahanan usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari dan rohani, mengembangkan bakat, kecakapan dan ketrampilan sertq memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

• Memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang maksud, tujuan dan manfaat pembangunan dan penyelenggaraan BuPer. • Memberikan dorongan dan bantuan untuk membangun dan menyelenggarakan BuPer. • Memberi pengarahan dalam usaha pembangunan dan penyelenggarqan BuPer. • Kaderisasi pembina perkemahan • Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi acara kegiatan dalam perkemahan. • Mengikutkan masyarakat secara aktif dalam rangka pelaksanaan kegiatan tertentu maupun dalam pemeliharaan keamanan yang diperlukan.

• Menetapkan klasifikasi, tarif dan tata tertib dalam penyelenggaraan BuPer. Usaha Jasa Informasi Pariwisata meliputi kegiatan penyediaan, penyebaran dan pemanfaatan informasi pariwisata yang mana ruang lingkup kegiatan ditetapkan oleh Direktur Jenderal.Kegiatan penyediaan, penyebaran dan pemanfaatan informasi pariwisata bukan untuk tujuan dapat pula dilakukan oleh perseorangan atau kelompok sosial didalam masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan sesuai pedoman yang ditetapkan lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Usaha Jasa Informasi Pariwisata diselenggarakan oleh badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas atau koperasi yang maksud dan tujuan usahanya tertuang dalam akte pendirian.Usaha Jasa Informasi Pariwisata terbuka untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dilaksanakan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Usaha Jasa Informasi Pariwisata diselenggarakan berdasarkan atas izin usaha yang diberikan oleh Direktur Jenderal.Izin usaha diberikan atas dasar permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal.

Dalam waktu selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari kerja sejak diterimanya permohonan, Direktur Jenderal harus menetapkan izin usaha atau penolakan. Penolakan izin usaha disampaikan kepada permohonan secara tertulis dengan alasan penolakan untuk diberikannya izin. Pembinaan dan pengawasan Usaha Jasa Informasi Pariwisata dilakukan oleh Direktur Jenderal. Pembinaan dan pengawasan yang dilakukan melalui evaluasi dan laporan yang disampaikan secara berkala oleh Pimpinan Usaha Jasa Informasi Pariwisata.

Menteri atau Direktur Jenderal dalam hal ini yang bersifat khusus dapat menunjuk pejabat untuk melakukan pemeriksaan setempat terhadap Usaha Jasa Informasi Pariwisata.

Pemeriksaan dilaksanakan dengan koordinasi Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi setempat. Tata cara pembinaan dan pengawasan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.

Pelaksanaan sanksi dilakukan dengan terlebih dahulu peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali selama menjalankan Usaha Jasa Informasi Pariwisata.Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi dapat mengajukan saran kepada Direktur Jenderal mengenai pencabutan izin Usaha Jasa Informasi Pariwisata.

Saran disampaikan secara tertulis disertai alasan-alasan pencabutan izin usaha. Jasa konsultan merupakan jasa berupa saran dan nasihat yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul mulia dari penciptaan gagasan, pelaksanaan dan operasinya disusun secara otomatis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui, disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh tenaga ahli professional.

Usaha Jasa Konsultan Pariwisata diselenggarakan oleh badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas atau koperasi yang maksud dan tujuan usahanya tertuang dalam akte pendirian.

Usaha Jasa Konsultan Pariwisata terbuka untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dilaksanakan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Usaha Jasa Konsultan Pariwisata diselenggarakan berdasarkan atas izin usaha yang diberikan oleh Direktur Jenderal. Izin usaha diberikan selama Usaha Jasa Konsultan Pariwisata tersebut masih menjalankan kegiatan usahanya.

Izin usaha diberikan atas dasar permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal. Dalam waktu selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kerja sejak diterimanya permohonan, Direktur Jenderal harus menetapkan izin usaha atau penolakan.Penolakan usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari disampaikan kepada permohonan secara tertulis dengan alasan penolakan untuk diberikannya izin.Tata cara dan persayaratan Usaha Jasa Konsultan Pariwisata diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.Penyelenggara jasa konsultan pariwisata yang telah memperoleh izin usaha dapat mengalihkan usahanya kepada pihak lain dan wajib dilaporkan secara tertulis kepada Direktur Jenderal.

Pembinaan dan pengawan Usaha Jasa Konsultan Pariwisata dilakukan oleh Direktur Jenderal.Pembinaan dan dilakukan melalui evaluasi dan laporan yang disampaikan secara berkala oleh Pimpinan Usaha Jasa Konsultan Pariwisata. Menteri atau Direktur Jenderal dalam hal ini yang bersifat khusus dapat menunjuk pejabat untuk melakukan pemeriksaan setempat terhadap Usaha Jasa Konsultan Pariwisata.

Pemeriksaan dilaksanakan dengan koordinasi Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi setempat.Tata cara pembinaan dan pengawasan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Pelaksanaan sanksi dilakukan dengan terlebih dahulu peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali selama menjalankan Usaha Jasa Konsultan Pariwisata.Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi dapat mengajukan saran kepada Direktur Jenderal mengenai pencabutan izin Usaha Jasa Konsultan Pariwisata.

Saran disampaikan secara tertulis disertai alasan-alasan pencabutan izin usaha. • ► 2017 (5) • ► Oktober 2017 (4) • ► September 2017 (1) • ► 2012 (17) • ► Desember 2012 (1) • ► September 2012 (4) • ► April 2012 (6) • ► Februari 2012 (3) • ► Januari 2012 (3) • ▼ 2011 (18) • ► November 2011 (7) • ▼ Oktober 2011 (11) • DIE UHRZEITEN • DATIV • DAS PARTIZIP PERFEKT • BALET • KEPRIBADIAN • Alat Pelindung Diri (APD) • USAHA JASA INFORMASI DAN KOBSULTAN • SERVICE CULTURE IN HOSPITALITY INDUSTRY • DIRECT & INTERNET MARKETING • STRATEGI PEMASARAN • CHINA CONSUMER BEHAVIOUR
Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut.

Dengan demikian, pengertian usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata dengan menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait dibidang tersebut.

Sektor Usaha Pariwisata Industri pariwisata meliputi bidang-bidang usaha yang dapat dikelompokan ke dalam tiga sektor sebagai berikut: • Usaha jasa pariwisata : antara lain biro perjalanan wisata, jasa konvensi, perjalanan insentif, pamera jasa konsultasi pariwisata, jasa informasi pariwisata • Usaha sarana pariwisata : antara lain hotel melati, persinggahan karavan, angkutan wisata, jasa boga dan bar, kawasan pariwisata, rekreasi dan hiburan umum seperti taman rekreasi, gelanggang renang, padang golf, gelanggang bowling, rumah billiard, panti mandi uap, ketangkasan, desa wisata dan jasa hiburan rakyat • Usaha jasa objek wisata; yaitu wisata budaya, wisata minat khusus dan wisata alam yang memerlukan keahlian dan ketrampilan khusus Sesuai dengan Undang-undang RI No.

9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan ke dalam: 1. Usaha Jasa Pariwisata yang terdiri dari: • Jasa Biro Perjalanan Wisata; • Jasa Agen Perjalanan Wisata; • Jasa Pramuwisata; • Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran; • Jasa Impresariat; • Jasa Konsultan Pariwisata; • Jasa Informasi Pariwisata.

2. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata dikelompokkan dalam: • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam; • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Budaya; • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus. 3. Usaha Sarana Pariwisata yang dikelompokkan dalam: • Penyediaan Akomodasi; • Penyediaan Makanan dan Minuman; • Penyediaan Angkutan Wisata; • Penyediaan Sarana Wisata Tirta; • Penyediaan Kawasan Pariwisata. Sesuai ketentuan, batasan pengertian dari masing-masing bidang usaha adalah sebagai berikut: 1.

Usaha Jasa Pariwisata • Jasa biro perjalanan wisata adalah kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata; • Jasa agen perjalanan wisata adalah badan usaha yang menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai perantara di dalam menjual dan atau mengurus jasa untuk melakukan perjalanan; • Usaha jasa pramuwisata adalah kegiatan usaha bersifat komersial yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata; • Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran adalah usaha dengan kegiatan pokok memberikan Jasa pelayanan bagi satu pertemuan sekelompok orang (misalnya negarawan, usahawan, cendekiawan) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama; • Jasa impresariat adalah kegiatan pengurusan penyelenggaraan hiburan baik yang mendatangkan, mengirimkan maupun mengembalikannya serta menentukan tempat, waktu dan jenis hiburan; • Jasa konsultasi pariwisata adalah jasa berupa saran dan nasehat yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul mulai dan penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya dan disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui serta disampaikan usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari lisan, tertulis maupun gambar oleh tenaga ahli profesional; • Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi, penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.

2. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan tata lingkungannya yang telah ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata; • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata budaya merupakan usaha seni budaya bangsa yang telah dilengkapi sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata; • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata minat khusus merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan atau potensi seni budaya bangsa untuk dijadikan sasaran wisatawan yang mempunyai minat khusus.

3. Usaha Sarana Pariwisata • Penyediaan akomodasi adalah usaha penyediaan kamar dan fasilitas lain serta pelayanan yang diperlukan; • Penyediaan makanan dan minuman adalah usaha pengolahan, penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman yang dapat dilakukan sebagai bagian dari penyediaan akomodasi ataupun sebagai usaha yang berdiri sendiri; • Penyediaan angkutan wisata adalah usaha khusus atau sebagian dari usaha dalam rangka penyediaan angkutan pada umumnya yaitu angkutan khusus wisata atau angkutan umum yang menyediakan angkutan wisata; • Penyediaan sarana wisata tirta adalah usaha penyediaan dan pengelolaan prasarana dan sarana serta jasa yang berkaitan dengan kegiatan wisata tirta (dapat dilakukan di laut, sungai, danau, rawa, dan waduk), dermaga serta fasilitas olahraga air untuk keperluan olahraga selancar air, selancar angin, berlayar, menyelam dan memancing; • Penyediaan kawasan pariwisata adalah usaha yang kegiatannya membangun atau mengelola kawasan dengan luas tertentu untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.

Ketentuan-Ketentuan Ruang Lingkup Usaha Pariwisata 1. Biro Perjalanan dan Agen Perjalanan Wisata Sesuai Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM.10/PW/102/ MPPT-93 tanggal 13 Januari 1993, kegiatan biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata meliputi : 1) penyusunan dan penyelenggaraan paket wisata; 2) penyediaan dan atau pelayanan angkutan wisata; 3) pemesanan akomodasi, restoran dan sarana lainnya; dan 4) penyelenggaraan pelayanan perlengkapan (dokumen) perjalanan wisata.

2. Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran, Lingkup Kegiatan Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran.

Keputusan Direktorat Jenderal Pariwisata, Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. Kep-06/U/IV/1992 tentang Pelaksanaan Ketentuan Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran, lingkup kegiatan usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran mencakup antara lain: 1) perencanaan; 2) konsultasi; 3) pengorganisasian 3.

Usaha Jasa Manajemen Hotel Jaringan Internasional Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pariwisata No. Kep 06/K/VI/97 tanggal 13 Juni 1997, usaha jasa manajemen hotel jaringan internasional adalah usaha jasa manajemen hotel yang kedudukan badan hukum usahanya berada di luar Indonesia serta akan dan sedang menjalankan usaha di Indonesia yang menghasilkan jasa dengan tujuan mencari keuntungan.

Kegiatan usaha jasa manajemen hotel jaringan internasional meliputi: • Jasa Konsultasi; • Jasa Waralaba (franchise); • Jasa Pengelolaan. Bagi usaha jasa manajemen hotel jaringan internasional yang menjalankan usaha pengelolaan hotel di Indonesia, apabila bidang dan jenis pekerjaan yang tersedia dalam mengelola hotel belum atau tidak sepenuhnya dapat diisi oleh tenaga kerja Warga Negara Indonesia, maka dapat menggunakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (TKA) dengan ketentuan sebagai berikut : • Bagi hotel bintang lima dan bintang lima tanda berlian, hanya boleh menggunakan sebanyak-banyaknya 3 orang TKA; • Bagi hotel bintang empat, hanya boleh menggunakan sebanyakbanyaknya 2 orang TKA; • Bagi hotel bintang tiga, hanya boleh menggunakan sebanyakbanyaknya 1 orang TKA; • Bagi hotel bintang dua, tidak dapat menggunakan TKA; • Bagi hotel bintang satu, tidak dapat menggunakan TKA.

4. Kawasan Pariwisata Sesuai Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. 59/PW.002/MPPT-85 tanggal 23 Juli 1985, pengertian yang terkait dengan kawasan pariwisata adalah sebagai berikut: • Kawasan pariwisata adalah kawasan yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata; • Pembangunan kawasan pariwisata tidak mengurangi areal tanah pertanian dan dilakukan di atas tanah yang mempunyai fungsi utama untuk melindungi sumber daya alam warisan budaya; • Pengusaha kawasan pariwisata membantu pengurusan pariwisata yang diperlukan dalam rangka usaha di bidang pariwisata.

5. Usaha Jasa Rekreasi dan Hiburan Sesuai Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. 70/PW.105/MPPT-85 tanggal 30 Agustus 1985 tentang Usaha Jasa Rekreasi dan Hiburan, usaha jasa rekreasi dan hiburan adalah setiap usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya dimaksudkan untuk memberikan kesegaran rohani dan jasmani Dasar Hukum Ruang Lingkup Usaha Pariwisata • Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 78 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3427); • Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685) sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4048); • Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1996 Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan (Lembaran Negara Tahun usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3658); • Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lemabaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848); • Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 Tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848); • Peraturan Daerah.

Misalkan: Perda Kotamadya Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1993 Tentang Rencana Umum Tata Ruang Kotamadya Daerah tingkat II Surakarta Tahun 1993 sampai 2013; Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2002 Tentang Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum. Sektor dan Ruang Lingkup Usaha Pariwisata – Literasi Publik Recent Posts • Membuat CV untuk Melamar Kerja Referensi • Mengenal Teknologi Mesin CNC Plasma Cutting Teknologi • Tips Menjadi Pengusaha Sukses Seperti Liwa Supriyanti Manasuka • Sekilas tentang Amandel dan Tonsilitis Biomedik • Asuransi Sinar Mas dan Garda Oto Serta Manfaat Polisnya Manasuka • Mau Banyak Cuan?

Yuk, Gabung GoPlay Creator Fund! Manasuka Arsip Arsip none
Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut. Sesuai dengan Undang-undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan ke dalam: • Jasa biro perjalanan wisata adalah kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata; • Jasa agen perjalanan wisata adalah badan usaha yang menyelenggarakan usaha perjalanan usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari bertindak sebagai perantara di dalam menjual dan atau mengurus jasa untuk melakukan perjalanan; • Usaha jasa pramuwisata adalah kegiatan usaha bersifat komersial yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata; • Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran adalah usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (misalnya negarawan, usahawan, cendekiawan) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama; • Jasa impresariat adalah kegiatan pengurusan penyelenggaraan hiburan baik yang mendatangkan, mengirimkan maupun mengembalikannya serta menentukan tempat, waktu dan jenis hiburan; • Jasa konsultasi pariwisata adalah jasa berupa saran dan nasehat yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul mulai dan penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya dan disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui serta disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh tenaga ahli profesional; • Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi, penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.

• Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan tata lingkungannya yang telah ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata; • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata budaya merupakan usaha seni budaya bangsa yang telah dilengkapi sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata; • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata minat khusus merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan atau potensi seni budaya bangsa untuk dijadikan sasaran wisatawan yang mempunyai minat khusus.

• Penyediaan akomodasi adalah usaha penyediaan kamar dan fasilitas lain serta pelayanan yang diperlukan; • Penyediaan makanan dan minuman adalah usaha pengolahan, penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman yang dapat dilakukan sebagai bagian dari penyediaan akomodasi ataupun sebagai usaha yang berdiri sendiri; • Penyediaan angkutan wisata adalah usaha khusus atau sebagian dari usaha dalam rangka penyediaan angkutan pada umumnya yaitu angkutan khusus wisata atau angkutan umum yang menyediakan angkutan wisata; • Penyediaan sarana wisata tirta adalah usaha penyediaan dan pengelolaan prasarana dan sarana serta jasa yang berkaitan dengan kegiatan wisata tirta (dapat dilakukan di laut, sungai, danau, rawa, dan waduk), dermaga serta fasilitas olahraga air untuk keperluan olahraga selancar air, selancar angin, berlayar, menyelam dan memancing; • Penyediaan kawasan pariwisata adalah usaha yang kegiatannya membangun atau mengelola kawasan dengan luas tertentu untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.

Demikianlah sekilas penjelasan mengenai Pengelompokan Usaha Pariwisata yang terbagi atas Usaha Jasa Pariwisata, Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata, dan Usaha Sarana Pariwisata. Ke tiga kelompok usaha pariwisata tersebut tentunya terjalin erat didalam usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari dan memotivasi perkembangan pariwisata di suatu wilayah dan Negara.

Unknown 1 Februari 2017 22.44 selamat sore maaf saya mengganggu aktifitas nya sya dari ARA CIBODAS CAMP ingin menawarkan kerja sama sekiranya pihak anda bisa mempertimbangkan penawaran kami ini kita bisa tindak lanjut untuk info lebih lengkap ini alamat web kami WWW.ARACIBODASCAMP.COM atas perhatian nya saya ucapkan terima kasih semoga bisa bekerja sama Balas Hapus
Usaha-Usaha dalam Kepariwiataan – Banyak diantara kita masih banyak yang belum tahu mengenai usaha-usaha dalam industrsi pariwisata.

Mungkin sebagian menganggap bahwa industri pariwisata hanyalah hotel, agen perjalanan ataupun yang lainnya. Sedanngkan pada kenyataannya bahwa masih banyak usaha-usaha dalam industri pariwisata yang ada saat ini.Yang pertamamari kita pahami dahulu mengenai usaha industri pariwisata. Pengertian usaha pariwisata ? Usaha Pariwisata, adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata.

Soekadijo (2000) mendefinisikan pariwisata sebagai segala kegiatan dalam masyarakat yang berhubungan dengan wisatawan. Pariwisata memberikan peluang kepada masyarakat untuk berusaha atau berwirausaha, jenis-jenis usaha yang ada kaitannya dengan pariwisata tergantung dari kreativitas para pengusaha swasta baik yang bermodal kecil maupun besar untuk memberikan jasa atau menawarkan produk yang sekiranya diperlukan oleh wisatawan.

Usaha pariwisata secara menyeluruh dapat dikatakan sebagai industri pariwisata, tetapi tidak diibaratkan sebagai pabrik yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi, serta ada produknya.

Industri pariwisata adalah keseluruhan usaha-usaha yang dapat dinikmati wisatawan semenjak awal mula proses ketertarikan untuk berwisata, menikmati lokasi daerah tujuan wisata sampai pada proses akhir wisatawan tersebut pulang menginjakkan kakinya sampai di rumah, kemudian mengenangnya. Jenis-jenis Usaha Kepariwisataan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 (9/1990) Tentang Kepariwisataan usaha-usaha pariwisata, dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu usaha jasa pariwisata, pengusahaan objek dan daya tarik wisata;, usaha sarana pariwisata.

1. Usaha Jasa Pariwisata Usaha jasa pariwisata dapat berupa jenis-jenis usaha: A. Jasa Biro Perjalanan Wisata. S. Damardjati menjelaskan bahwa BPW adalah perusahaan yang khusus mengatur danmenyelenggarakan perjalanan dan persinggahan orang – orang termasuk kelengkapan perjalannannya, dari suatu tempat ke tempat lain, baik di dalam negri, dari dalam negri, ke luar negri atau dalam negri itu sendiri.Fungsi biro perjalanan wisata ialah : • Fungsi Umum Biro Perjalanan Wisata merupakan sebuah perusahaan jasa pariwisata yang mempunyai tujuan untuk mempersiapkan atau menguruskan perjalanan seseorang dengan segala kebutuhan dari perjalanan itu.

Oleh karenanya BPW berfungsi untuk dapat memberikan penerangan atau informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah perjalanan pada umumnya dan perjalanan wisata pada khususnya. • Fungsi Khusus Biro Perjalanan Wisata sebagai sebagai perantara antara wisatawan dengan perusahaan industri pariwisata.

Untuk kepentingan wisatawan, BPW bertugas melengkapi segala informasi tentang berbagai hal menyangkut perjalanan wisatawan, terutama daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi; memberikan nasihat/petunjuk tentang acara perjalanan (itinerary) yang baik, termasuk pemilihan hotel, transportasi, bar dan restoran, pertunjukan, dan lain-lain. BPW juga mengatur/menyiapkan perencanaan perjalanan dan menyelenggarakan perjalanan wisata sesuai dengan keinginan wisatawan.

Beberapa contoh biro perjalanan wisata antara lain PT. Dwidaya World Wide (Dwisaya Tour), PT. Look Asia Bali Holidays, Panorama Tours & Travel, dll. B. Jasa Agen Perjalanan Wisata Agen Perjalanan Wisata adalah usaha pariwisata yang menjalankan fungsi perantara, jadi APW tidak memiliki produk, tapi menjual produk usaha lain misalnya Hotel, Restoran, Penerbangan, Paket Wisata dll.

Agen Perjalanan Wisata adalah badan usaha yang menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai perantara didalam menjual dan atau mengurus jasa untuk melakukan perjalanan. Seorang agen perjalanan wisata memiliki tugas seperti • Merencanakan dan mengatur suatu perjalanan termasuk akomodasi dan produk- produk lainnya yang berhubungan dengan wisata. • Memberikan informasi dan penjualan langsung kepada masyarakat untuk paket wisata maupun tiket transportasi (darat, laut dan udara), asuransi perjalanan hingga pengurusan visa dan paspor.

• Sebagai perantara di daerah asal wisatawan, seperti melengkapi informasi bagi wisatawan, memberikan advis bagi calon wisatawan, menyediakan tiket.

• Sebagai perantara di daerah tujuan, seperti memberi informasi bagi wisatawan, membantu reservasi, menyediakan transportasi, mengatur perencanaan, menjual dan memesan tiket tanda masuk.

• Sebagai Organisator, maka ia berada di tengah-tengah industri pariwisata, maka perlu ada kontrak yang dibuat terlebih dulu. Selain itu harus ada perjanjian khusus yang mengatur hubungan kerja sehingga jelas tugas, hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Beberapa contoh biro perjalanan wisata usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari lain Alliance Indonesia (streetdirectory.co.id), agoda.com, tripadvisor.com, dll. C. Jasa Pramuwisata Pramuwisata ialah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan.

Usaha Jasa Pramuwisata adalah kegiatan usaha bersifat komersial yang mengatur, mengkoordinasikan dan menyediakan tenaga Pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata D.

Jasa konvensi, Perjalanan insentif, dan Pameran Menurut SK Menteri Parpostel No. KM. 108/HM.703/MMPT-91 pasal 1, jasa konvensi, perjalanan insentif, dan pameran didefinisikan sebagai berikut: • Kongres, konperensi, atau konvensi adalah suatu kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang negarawan usahawan, cendikiawan,dsb.

untuk membahas masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama. • Perjalanan Insentif adalah suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai suatu imbalan penghargaan atas perhatian mereka dalam kegiatan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang beresangkutan. • Pameran adalah suatu kegiatan untuk menyebarluaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata.

E. Jasa Impresariat Usaha jasa impresariat sering dikenal dengan usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. Usaha ini merupakan kegiatan pengurusan penyelenggaraan hiburan, mulai dari mendatangkan, mengirim, mengembalikan dan menentukan tempat, waktu serta jenis hiburan.

Hiburan merupakan segala bentuk penyajian atau pertunjukkan dalam bidang seni dan olah raga yang semata-mata bertujuan untuk memberikan rasa senang kepada pengunjung dengan mendapatkan imbalan jasa, tetapi dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama, budaya bangsa, kesusilaan, dan ketertiban umum.

Kegiatannya meliputi usaha seni pertunjukan, arena permainan, karaoke, bioskop, serta kegiatan hiburan dan rekreasi lain yang bertujuan untuk pariwisata. Dalam menjalankan kegiatan usaha, pengusaha jasa impresariat wajib : • memperhatikan nilai-nilai agama, adat-istiadat, budaya bangsa Indonesia dan kesusilaan serta ketertiban umum; • memperkenalkan dan melestarikan khazanah seni budaya bangsa Indonesia; • bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan terhadap artis/seniman/olahragawan yang di urus berdasarkan perjanjian yang di sepakati.

• menjamin terpenuhinya kewajiban atas pungutan negara dan pungutan daerah yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; • menyelenggarakan pembukuan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari Ruang lingkup usaha jasa impresariat adalah : • Pengurusan dan penyelenggaraan pertunjukan oleh artis, seniman dan musisi Indonesia yang mengadakan pertunjukan di dalam dan di luar negeri; • Pengurusan dan penyelenggaraan pertunjukan oleh artis, seniman dan musisi mancanegara di Indonesia.

F. Jasa Konsultan Pariwisata Usaha jasa konsultan pariwisata, adalah usaha yang menyediakan sarana dan rekomendasi mengenai studi kelayakan, perencanaan, pengelolaan usaha, penelitian, dan pemasaran di bidang kepariwisataan.

Kegiatan Usaha Jasa Konsultan Pariwisata meliputi : • Studi kelayakan • Perencanaan • Pengawasan • Management • Penelitian Rincian Kegiatan Usaha Jasa Konsultan Pariwisata diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal. Lingkup Usaha Jasa Konsultan Pariwisata meliputi bidang : • Usaha Jasa Pariwisata; • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata; • Usaha sarana wisata.

Salah satu penyedia jasa konsultasi pariwisata antara lain Jasa Nusa Lestari, AAPC Indonesia G. Jasa Informasi Pariwisata Menurut Kepmen Parpostel Nomor KM.106/UM.001/MPPT-91 tentang usaha jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi, penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan. Menurut Penjelasan UU No. 10 Tahun 2009, usaha jasa informasi pariwisata adalah usaha yang menyediakan data, berita, feature, foto, video, dan hasil penelitian mengenai kepariwisataan yang disebarkan dalam bentuk bahan cetak dan/atau elektronik.

Usaha Jasa Informasi Pariwisata meliputi kegiatan penyediaan, penyebaran dan pemanfaatan informasi pariwisata yang mana ruang lingkup kegiatan ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Kegiatan penyediaan, penyebaran dan pemanfaatan informasi pariwisata bukan untuk tujuan dapat pula dilakukan oleh perseorangan atau kelompok sosial didalam masyarakat.

2. Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata A. Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam Daya Tarik Wisata Alam adalah sumber daya alam yang berpotensi serta memiliki daya tarik bagi pengunjung baik dalam keadaan alami maupun setelah ada usaha budi daya. Potensi wisata alam dapat dibagi menjadi 4 kawasan yaitu : • Flora fauna • Keunikan dan kekhasan ekosistem, misalnya eksistem pantai dan ekosistem hutan bakau • Gejala alam,misalnya kawah, sumber air panas, air terjun dan danau • Budidaya sumber daya alam, misalnya sawah, perkebunan, peternakan, usaha perikanan B.

Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya Daya Tarik Wisata Sosial Budaya dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai onjek dan daya tarik wisata meliputi museum, peninggalan sejarah, upacara adat, seni pertunjukan dan kerajinan. C. Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus Daya Tarik Wisata Minat Khusus merupakan jenis wisata yang baru dikembangkan di Indonesia. Wisata ini lebih diutamakan pada wisatawan yang mempunyai motivasi khusus.

Dengan demikian, biasanya para wisatawan harus memiliki keahlian. Contohnya: berburu mendaki gunung, arung jeram, tujuan pengobatan, agrowisata, dll. 3. Usaha Sarana Pariwisata Usaha sarana pariwisata adalah penyediaan akomodasi, makanan dan minuman, angkutan wisata, sarana wisata dan kawasan pariwisata. Termasuk di dalamnya semua fasilitas atau kelengkapan daerah tujuan wisata yang di perlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dan menikmati perjalana wisatanya, serta memberikan pelayanan pada wisatawan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang beraneka ragam.

A. Penyedia Akomodasi Akomodasi adalah suatu tempat yang di sediakan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal wisatawan, misalnya : • Hotel, merupakan salah satu jenis akomodasi yang paling lengkap dan paling banyak jumlahnya yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minumserta jasa lainnya bagi umum yang di kelola secara komersial.

• Motel ( Motor hotel ), adalah suatu bentuk bangunan yang di gunakan untuk usaha perhotelan dengan sarana tambahan berupa garasi di setiap kamar.

Biasanya motel ini bertingkat dua, bagian atas sebagai kamar untuk beristirahat sedangkan bagian bawah sebagai berupa garasi motor atau mobil. Fasilitas yang disediakan antara lain pompa bensin dan bengkel mobil atau motor.

Nama lain untuk motel adalah moberge,motorlodge,motor court, dan motor inn. • Cottages, adalah suatu bentuk bangunan yang dipergunakan untuk usaha pelayanan akomodasi dengan fasilitas tambahan lainnya berupa rental sepeda secara gratis untuk kegiatan bersepeda di sekitar cottages.

• Losmen (Hotel Melati), adalah suatu usaha dengan menggunakan seluruh atau sebagian dari bangunan yang khusus di sediakan bagi setiap wisatawan sebagai jasa pelayanan. • Inn, merupakan jenis pelayanan hotel dengan menambahkan fasilitas ekstra tanpa di pungut biaya, seperti di sediakan guru membatik untuk para tamu tanpa di pungut biaya. • Bungalow, adalah bangunan atau rumah yang di gunakan untuk peristirahatan terakhir, bisa terletak di pinggiran kota atau usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari daerah- daerah luar kota.

• Home stay, adalah bangunan milik pribadi yang di gunakan untuk penginapan sementara bagi wisatawan yang ekonominya lemah atau biasa di sebut kaum hippies • Apartement, adalah penginapan untuk jangka waktu agak lama, misalnya pada waktu musim panas atau musim libur, dimana selain menyediakan kamar tidur juga menyediakan living room, teras, dan kadang-kadang perlengkapan masak-memasak.

Ini sering di pergunakan oleh rombongan-rombongan yang sedang mengikuti event-event tertentu. B. Penyedia Makan dan Minum Penyedia makan dan minum atau disebut Restoran adalah industri jasa yang bergerak di bidang penyediaan makanan dan minuman yang di kelola secara komersial.

Secara umum restoran di bagi menjadi dua yaitu: restoran yang berada di dalam hotel dan di luar hotel. a. Restoran di dalam hotel Secara umum restoran di dalam hotel terdiri dari 3 macam, yaitu: • Rotisserie, adalah restoran eksklusif yang memiliki tempat pembakaran (Grill) yang dapat di lihat oleh tamu.

• Grill, adalah restoran untuk chops dibakar menurut selera tamu. • Cabaret atau Supper Club, adalah restoran yang mengadakan pertunjukan pada saat makan.

b. Restoran di luar hotel • A’la Carte Restaurant : adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap-tiap makanan di dalam restoran ini memiliki harga sendiri-sendiri. • Table D ‘hote Restaurant : adalah suatu restoran yang khusus menjual menu table d’hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pernbuka sampai penutup) dan tertcntu, dengan harga yang telah ditentukan pula.

• Coffee Shop atau Brasserei : adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasanya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu bias mendapatkan makan pagi. makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang cukupan. Pada umumnya system pelayanannya adalah dengan American service dimana yang diutamakan adalah kecepatannya. Ready on plate service, artinya makanan sudah dtatur dan disiapkan diatas piring. Kadang-kadang penyajiannya dilakukan dengan cara buffet atau prasmanan.

• Cafelaria atau Cafe : adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol. • Canteen : adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik, dan sekolah, tempat dimana para pekerja atau pelajar biasa mendapatkan makan siang atau coffe break, yaitu acara minum kopi disertai makanan kecil atau selingan jam kerja, jam belajar ataupun dalam acara rapat-rapat dan seminar.

• Continental Restaurant : suatu restoran yang menitik beratkan hidangan continental pilihan dengan pelayanan elaborate atau megah. Suasananya santai, susunannya agak rumit, disediakan bagi tamu yang ingin makan secara santai.

• Carvery : adalah suatu restoran yang berhubungn dengan hotel dimana para tamu dapat mengisi sendiri hidangan panggang sebanyak yang mereka inginkan dengan harga hidangan yang sudah ditetapkan.

• Dining Room : terdapat dihotel kecil, motel atau inn. merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun yang terbuka bag! para tamu dari luar. • Discotheque : ialah suatu restoran yang pada prinsipnya berarti juga tempat dansa sambil menikmati alunan musik. Kadang-kadang juga menampilkan live band.

Bar adalah salah satu fasilitas utama untuk sebuah discotheque. Hidangan yang tersedia umumnya berupa snack.

• Fish and Chip Shop : ialah suatu restoran yang banyak terdapat di daerah pantai khususnya di Negara Inggris, dimana kita dapat membeli macam-macam kripik ( chips) dan ikan goreng, biasanya berupa ikan Cod, dibungkus dalam kertas dan dibawa pergi.

jadi rnakanannya tidak dinikmati di tempat itu. C. Penyedia Angkutan Wisata Trasportasi adalah bidang usaha jasa yang bergerak dalam bidang angkutan baik darat ,laut,maupun udara yang pengelolaannya dapat usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari oleh swasta maupun BUMN.Peranan transportasi sangat penting didalam kegiatan pariwisata.Tanpa transportasi wisatawan akan sulit untuk melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat tujuan wisata,jika tidak ada transportasi maka tidak akan ada pariwisata.

Trasportasi wisata pada hakekatnya adalah jasa untuk memindahkan wisatawan dari satu tempat ke tempat lain yang merupakan daerah tujuan wisata.Beberapa syarat yang harus dipevnuhi agar trasportasi dapat berfungsi dengan baik antara lain,kenyamanan,waktu dan biaya. Jenis – jenis transportasi dalam pariwisata adalah: a.

Transportasi udara Penggunaan transportasi udara untuk tujuan perjalanan wisata semakin popular terlebih – lebih untuk perjalanan jarak jauh.Contohnya pesawat terbang. b. Trasnportasi laut Trasnportasi laut merupakan jenis transportasi yang bergerak di dalam angkutan laut yang membawa wisatawan melalui jalur laut.Contohnya kapal ferry dan kapal pesiar. c. Transportasi darat Angkutan darat adalah sarana trasnportasi yang digunakan untuk jalur darat dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan sepeda motor,mobil,bus,kereta api dan sepeda.

D. Objek wisata Objek wisata adalah daya tarik utama wisatawan yang datang berkunjung ke suatu tempat seperti pantai,pegunungan ,danau,air terjun dll. E. Atraksi wisata Suatu kegiatan yang berupa pertunjukan seperti tari,musik dan upacara adatsesuau budaya setempat baik tradisional maupun modern F. Penyedian Sarana Wisata Tirta Usaha jasa wisata tirta merupakan usaha yang menyelenggarkaan wisata dan olehraga air, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta jasa lain yang dikelola secara komersial di perairan air, pantai, sungai, danau, dan waduk.

Sarana wisata tirta mencakup kegiatan penyediaan pelayanan rekreasi wisata di bawah air; di pantai’ di perairan air, sungai, danau, dan waduk, dan pelayanan jasa lain yang berkaitan dengan kegiatan marina.

Usaha ini meliputi pembangunan dan pengelolaan dermaga serta fasilitas olahraga air untuk keperluan olahraga selancara air, selancar angin, berlayar, menyelam, dan memancing. Beberapa contoh usaha jasa wisata tirta diantaranya : • Gelanggang renang atau kolam renang Usaha menyediakan tempat dan fasilitas untuk berenang, taman dan arena bermain anak-anak sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman. • Permandian Alam Usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk mandi dengan memanfaatkan sumber air, air panas atau air tejun sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan pelayanan makanan-minuman dan akomodasi • Kolam Pemancingan Usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk memancing ikan sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa makanan-minuman • Usaha Marina Penyediaan sarana dan prasarana tambat bagi kapal pesiar ( yacht)kapal wisata ( boat atau ship) • Usaha Wisata Selam Penyediaan saran selam baik untuk rekreasi maupun olahraga secara komersial • Usaha Rekreasi Air Sarana rekreasi pantai, air, sungai, waduk, danau, seperti penyewaan perahu, pemancaingan, selancar angin, parasailing, power boating, arung jeram G.

Kawasan Pariwisata Kawasan, menurut kamus umum tata ruang merupakan suatu area dalam unit kesatuan wilayah yang memiliki fungsi utama lindung dan atau budidaya, sedangkan kawasan pariwisata adalah area dalam suatu unit kesatuan wilayah yang memiliki fungsi sebagai aglomerasi kegiatan-kegiatan pariwisata suatu daerah yang memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Kawasan pariwisata dapat dibedakan berdasarkan jenisnya. • Berdasarkan aspek fisik-geografis. • Laut (wisata bahari), seperti kawasan wisata Bunaken, Greet Barier Reef Australia, Nusa Dua Bali, dan lain-lain. • Pantai (wisata pesisir), seperti pantai Kuta bali, Pantai Pangandaran, Pantai Anyer, Ancol, dan usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari. • Pulau, seperti Pulau Hawaii, Pulau Komodo, Pulau Alcatraz, dan lain-lain.

• Danau/waduk/bendungan, Danau Toba, Danau Sentani, Waduk Jatiluhur. • Sungai, Sungai Amazon Brazil, Sungai Thames Inggris, Sungai Musi Palembang, dan lain-lain. • Hutan, Ujung Kulon, Yellow Stone Amerika Utara, dan lain-lain. • Bukit dan lembah, Ubud Bali, Grand Canyon Colorado, dan lain-lain. • Gunung, Gunung Himalaya, Pegunungan Alpen, Gunung Jayawijaya, Tangkuban Perahu, dan lain-lain. • Perkotaan, Milan, Paris, Hongkong, Jakarta, Bandung, dan lain-lain.

• Perdesaan, kampung Naga, Suku adat Banten, dan lain-lain. • Berdasarkan aspek sosio-ekonomi. • Sosial Budaya : adat, ritual, tarian, bangunan dan lain-lain. • Sumber kekayaan alam : tambang, pertanian, kehutanan, perikanan, dan kelautan. • Berdasarkan jenis kegiatannya. • Wisata petualangan ( adventure tourism), arung jeram, berburu, camping. • Wisata pertanian ( agritourism), taman buah taman sari, daerah Batu malang, Ciwidey.

• Wisata leluhur ( ancestry teourism), Wisata belanja ( shoping tourism), orchard road singapura. • Wisata budaya ( cultural tourism), kempung naga, suku adat Banten.

• Wisata pendidikan ( educational tourism), museum, situs bersejarah. • Wisata bahaya ( extreme tourism), bungee jumping, scuba diving, sky diving. • Wisata judi ( gambling tourism), Macau, Las vegas, Monte Carlo. • Wisata bencana usaha penyediaan informasi penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan merupakan tugas dari disaster tourism).

• Ekowisata ( ecotourism). • Wisata sejarah ( heritage tourism). • Wisata hobi ( hobby tourism). • Wisata inklusif ( inklusif tourims). • Wisata olah raga ( sport tourim). • Wisata udara dan luar angkasa ( space tourism) Demikian merupakan uraian lengkap mengenai usaha-usaha dalam kepariwisataan.

Semoga dapat artikel tersebut dapat menambah wawasan anda. Cari untuk: Tulisan Terakhir • ABOUT PARIWISATA • ABOUT PARANG KURSI • about me • POLIWANGI Komentar Terbaru Arsip • April 2016 Kategori • Tanpa kategori Senarai Blog • cyintia maylani • dita triwahyuni • ella nuritasari • evika yuli ferawati • FATKUR MUSLIMIN • hayva noer okta elysa • ima puji lestari • inda purniawati • khusnul khotimah • labisa lizza • miftahul rohmah • nanda fachrizal • oky bilirahman • rafi wisnu ramadhan • siti amanah • siti nur okstrining tyas • vicky dwi hermawan • vira permata sari

Penggunaan Sosial Media dalam Mencari Sebuah Berita




2022 charcuterie-iller.com