Penulis skenario penyalin cahaya

• Kamis, 12 Mei 2022 • Network • Suara Merdeka Muria • Suara Merdeka Banyumas • Suara Merdeka Pantura • Suara Penulis skenario penyalin cahaya Solo • Suara Merdeka Wawasan • Suara Merdeka Blora • Suara Merdeka Jepara • Suara Merdeka Jogja • Suara Merdeka Kedu • Suara Merdeka Purworejo • Suara Merdeka Wonogiri • Suara Merdeka Jakarta • Suara Merdeka Pekalongan • Diorama • • • SEMARANG suaramerdeka.com - Salah satu kru penulis skenario film Penyalin Cahaya dicoret dari kredit dan semua dokumen resmi lantaran diduga melakukan pelecehan seksual.

Pengumuman pencoretan kru penulis skenario film Penyalin Cahaya, diumumkan Rekata Studio dan studio film Kaninga Pictures, dua rumah produksi di Indonesia. Diketahui kru penulis skenario film Penyalin Cahaya itu bernama Henricus Pria Setiawan. Kendati belum terbukti secara pengadilan hukum, nama Henricus Pria Setiawan dicoret sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan produksi film Penyalin Cahaya yang bebas dari pelecehan seksual.

Henricus Pria yang kini berusia 30 tahun, diketahui berasal dari Yogyakarta dan saat ini berdomisili di ibu kota Jakarta. Film Penyalin Cahaya ini bergenre misteri yang mengisahkan tentang mahasiswi berprestasi penerima beasiswa bernama Sur diperankan Shenina Chinamon yang tengah menghadiri pesta kemenangan teater kampusnya.

Baca Juga: Jatuh pada 12 Januari, Ini Rahasia Weton Rabu Pon Menurut Primbon Jawa Sur tiba-tiba tak sadarkan diri dan baru menyadari kalau fotonya yang sedang mabuk tersebar.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Film Penyalin Cahaya tengah jadi sorotan publik. Beredar kabar salah satu kru Penyalin Cahaya, yang bertindak sebagai penulis skenario diduga terlibat kasus pelecehan seksual di masa lalu. Terkuaknya kasus pelecehan seksual oleh salah satu kru Penyalin Cahaya bermula dari laporan sebuah komunitas.

Komunitas tersebut melaporkan adanya kasus pelecehan seksual oleh kru Penyalin Cahaya pada pihak Rekata Studio dan Kaninga Pictures. Shenina Cinnamon dan Chicco Kurniawan Jadi Pemeran Utama Film “Penyalin Cahaya” Karya Wregas Bhanuteja (Istimewa) Kabar ini membuat geger publik, lantaran film Penyalin Cahaya sendiri menceritakan tentang korban pelecehan seksual.

Menanggapi hal tersebut, aktris sekaligus aktivis Hannah Al Rashid buka suara.

Istri Nino Fernandez ini menuliskan sebuah utas tentang peristiwa ini di akun Twitter pribadinya @HannahAlrashid, Selasa (11/1/2022). Hannah Al Rashid mengaku kecewa sekaligus bingung saat mendengar kabar tersebut.

Terlebih, Hannah merupakan penyitas yang turut membagikan kisahnya pada tim produksi Penyalin Cahaya.
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time.

There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: pmkUR_EjXTMSraGYZWY81qBoJZKu8hZpznhKzprTbXn2PnxxoOehfg== Menjadi film yang sangat dinantikan kehadirannya di Netflix, Penyalin Cahaya (2021) membuktikan kualitasnya. Film yang berhasil meraih 12 Piala Citra ini memang mengusung isu yang sedang hangat dan marak terjadi di Indonesia. Kasus pelecehan seksual yang diterima oleh para pelajar, sayangnya hal ini malah ditutupi oleh instansi pendidikan.

Penyalin Cahaya (2021) memperlihatkan bagaimana para korban berusaha untuk survive di bawah ingatan mengerikan. Bahkan film ini juga menunjukkan, bahwa pelecehan seksual tidak hanya terjadi pada perempuan, laki-laki pun bisa menjadi korbannya. Belum lagi kekuatan uang yang membuat korban terpaksa harus berdamai dengan pelaku yang telah meninggalkan ingatan pahit. Beberapa hal yang ada di atas merupakan segelintir fakta-fakta menarik dari film Penyalin Cahaya (2021).

Pasalnya masih banyak fakta lainnya yang perlu diketahui, penasaran? Temukan jawabannya di bawah ini.

Baca juga: Review dan Sinopsis Film Indonesia Penyalin Cahaya (2021) 1. Penulis Skenarionya Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Kisah seorang penulis cerita yang melakukan pelecehan seksual penulis skenario penyalin cahaya teman-temannya, ternyata terjadi di tubuh kru film Penyalin Cahaya (2021).

Hal ini bermula ketika kasus ini viral di Twitter, warganet berbondong-bondong mengutarakan kekecewaan dan kekesalan mereka. Ternyata salah satu co-writer untuk Penyalin Cahaya diketahui sebagai terduga pelaku pelecehan seksual tahun 2019. Hal ini tentu membuat banyak orang marah, bagaimana bisa film yang mengangkat isu pelecehan seksual ditulis oleh terduga pelaku pelecehan seksual?

Setelah kasus ini viral di media sosial, pihak rumah produksi Penyalin Cahaya (2021) akhirnya menyampaikan sikapnya. Rekata Studi dan Kaninga Pictures mengunggah sebuah pernyataan dalam akun twitternya.

Mereka mengatakan akan memihak pada penyintas yang hingga sekarang masih berjuang untuk mendapatkan keadilan. Dalam unggaha tersebut, mereka menyatakan bahwa nama terlapor telah dihapus dari kredit film Penyalin Cahaya (2021). Hal ini disebut sebagai pernyataan sikap tim produksi film yang sangat konsen dengan korban dan kasus yang sedang berjalan. Tidak hanya oleh akun medsos rumah produksi, Wregas Bhanuteja selaku sutradara juga mengunggah pernyataan sikap tersebut di akun medsos pribadinya.

3. Tidak Menyebutkan Nama Pelaku Secara Gamblang Setelah sekian lama mencari tahu, nama Henricus Pria Setiawan muncul sebagai terduga kasus pelecehan seksual.

Hal ini bermula di tahun 2019, kasus pelecehan terduga pelaku didiskusikan di forum pencegahan kekerasan seksual di industri film. Henricus Pria Setiawan diketahui menjadi penerima Piala Citra sebagai Penulis Skenario Terbaik untuk film Penyalin Cahaya (2021). Kini namanya telah resmi dihilangkan dari kredit film dan tengah menantikan statusnya di pengadilan.

4. Kecewaan Hanna Al Rasyid dengan Penyalin Cahaya Mungkin banyak orang yang penasaran, kenapa ada nama Hanna Al Rasyid yang terseret dalam kontroversi ini.

Ternyata Hanna Al Rasyid pernah menjadi narasumber dan membagikan kisahnya sebagai seorang penyintas kekerasan seksual. Penulis skenario penyalin cahaya mendengar bahwa salah satu kru Penyalin Cahaya (2021) ternyata seorang terlapor kasus kekerasan seksual, tentu saja ia sangat marah.

Hanna Al Rasyid langsung buka suara di akun Twitter pribadinya, ia menyampaikan rasa gundah dan kecewanya akan isu tersebut. • Inilah 10 Karakter Penting dalam Serial Web Sianida Namun ia juga sangat mengapresiasi kesigapan Wregas Bhanuteja yang langsung menghubunginya dan meminta maaf. Namun Hanna tetap meminta pertanggung jawaban atas isu yang berkembang, sehingga dikemudian hari hal seperti ini tidak terulang lagi.

5. Film yang Menyuarakan Dilema Para Penyintas Beralih ke isu sosial yang diangkat dalam film Penyalin Cahaya (2021), memang isu ini sedang marak terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Banyak penyintas kekerasan seksual yang pada akhirnya enggan bersuara, karena tidak mendapatkan dukungan.

Dilema yang dirasakan oleh para korban ini akhirnya bisa disuarakan dengan baik dalam film ini.

Penyalin Cahaya (2021) menunjukkan faktor apa saja yang membuat para penyintas kekerasan seksual enggan untuk bersuara. Bahkan alasan seseorang melakukan kekerasan seksual tidak hanya soal nafsu atau beralasan “khilaf” saja. Film ini menjadi pukulan keras bagi instansi dan orang-orang yang selalu menyalahkan korban, sadarlah bahwa hal ini bisa terjadi pada siapapun dan kondisi apapun.

6. Pelecehan Seksual Bisa Terjadi pada Gender Apapun Sadar atau tidak, Penyalin Cahaya juga sedikit mengangkat mengenai korban pelecehan seksual yang terjadi pada pelajar Indonesia.

Namun tidak hanya perempuan yang bisa menjadi korban, pria pun bisa menjadi korban dan sama-sama kesulitan untuk survive. Contohnya seperti Tariq, meski terlihat begitu manly dan tegas, nyatanya ia juga bisa menjadi korban pelecehan oleh temannya sendiri. Lebih parahnya lagi, Tariq masih harus berhadapan dengan Rama setiap harinya di teater. Poin ini menjadi sangat penting, pasalnya yang namanya kekerasan seksual itu tetap berdampak buruk.

Bahkan jika korbannya adalah pria, bukan berarti pria itu lemah tapi pengalaman seperti ini sangat menakutkan. Korbannya tetap akan merasakan kecewa dan takut, hal ini sangat berpengaruh pada kesehatan mentalnya. 7. Keenganan Instansi Pendidikan Membela Penyintas Sekolah menjadi salah satu tempat terjadinya kekerasan seksual terbanyak dan sedihnya, instansi pendidik tersebut selalu saja tutup mata akan isu ini. Sudah banyak kasus yang terjadi, contohnya seperti kasus di Universitas Sriwijaya, Universitas Brawijaya hingga kasus di Universitas Negeri Jakarta.

Bahkan untuk kasus di Universitas Riau, terdapat dugaan bahwa korban ditekan oleh universitas, dengan cara namanya dihilangkan saat yudisium. Film Penyalin Cahaya (2021) mem- frame tindakan tersebut dengan sangat baik dan relate dengan kenyataan yang ada. 8. Meraih 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia Dibalik segala kontroversi nya, Penyalin Cahaya (2021) tidak bisa dipungkiri menjadi film terbaik di tahun 2021.

Pasalnya film ini berhasil meraih berbagai macam penghargaan, mulai dari melakukan penayangan di Festival Film Internasional Busan 2021. Lalu di tanah air, film ini berhasil membawa pulang 12 Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2021.

Mulai dari kategori Penulis skenario penyalin cahaya Cerita Panjang Terbaik hingga Penata Busana Terbaik, semuanya berhasil dibawa pulang. Berkat Penyalin Cahaya (2021), Chicco Kurniawan pemeran Amin berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria terbaik.

Lalu Jerome Kurnia berhasil membawa pulang piala untuk nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Suci Maharani R Bermula dari menonton film Devil Wears Prada (2006), ia terobsesi menjadi fashion designer terkenal. Ia juga semakin menyukai dunia perfilman sambil menelaah mengenai fashion yang digunakan di setiap film.

Dari kesukaan menonton berbagai macam film dan drama, ia menyalurkan hobinya lewat tulisan di beberapa platform.
• Indonesia Penghargaan Festival Film Indonesia 2021 • Film Cerita Panjang Terbaik • Sutradara Terbaik: Wregas Bhanuteja • Pemeran Utama Pria Terbaik: Chicco Kurniawan • Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Jerome Kurnia • Penulis Skenario Terbaik: Henricus Pria & Wregas Bhanuteja • Pengarah Sinematografi Terbaik: Gunnar Nimpuno, I.C.S • Penyunting Gambar Terbaik: Ahmad Yuniardi • Penata Suara Terbaik: Sutrisno & Satrio Budiono • Pencipta Lagu Tema Terbaik: Mian Tiara – "Di Bawah Langit Raksasa" • Penata Musik Terbaik: Yennu Ariendra • Pengarah Artistik Terbaik: Dita Gambiro • Penata Busana Terbaik: Fadillah Putri Yunidar Penyalin Cahaya ( bahasa Inggris: Photocopier) adalah film drama thriller Indonesia tahun 2021 yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, sekaligus merupakan debutnya dalam penyutradaraan film panjang.

[2] Film ini dibintangi oleh Shenina Syawalita Cinnamon, Lutesha, dan Chicco Kurniawan.

{INSERTKEYS} [3] Daftar isi • 1 Sinopsis • 2 Pemeran • 3 Produksi • 3.1 Pengambilan gambar • 3.2 Musik • 4 Penayangan • 4.1 Pemasaran • 5 Penerimaan • 6 Penghargaan dan nominasi • 7 Catatan • 8 Referensi • 9 Pranala luar Sinopsis [ sunting - sunting sumber ] Suryani ( Shenina Syawalita Cinnamon) untuk pertama kalinya pergi ke pesta untuk merayakan pencapaian Mata Hari, grup teater universitas tempat Sur menjadi sukarelawan sebagai perancang web.

Untuk merayakan kemenangan teaternya, Suryani menerima ajakan berpesta dari para senior. Keesokan harinya, ia terbangun dalam kondisi tak mengingat apapun dan harus kehilangan beasiswa karena foto unggahan dirinya yang sedang mabuk kemarin malam. Suryani diusir oleh keluarganya karena mabuk.

Khawatir bahwa dia mungkin menjadi korban perpeloncoan oleh anggota senior Mata Hari, Sur meminta bantuan dari teman masa kecilnya, Amin ( Chicco Kurniawan), yang bekerja dan tinggal di toko fotokopi dekat kampus. Bersama-sama, mereka mencoba menemukan kebenaran tentang foto selfie Suryani dan kejadian malam itu di pesta dengan meretas ponsel para mahasiswa. [4] Pemeran [ sunting - sunting sumber ] • Shenina Syawalita Cinnamon sebagai Suryani • Lutesha sebagai Farah Natia • Chicco Kurniawan sebagai Ami • Dea Panendra sebagai Anggun • Jerome Kurnia sebagai Tariq • Giulio Parengkuan sebagai Rama Soemarno • Ruth Marini sebagai Yati (Ibu Sur) • Lukman Sardi sebagai Ayah Sur • Yayan Ruhian sebagai Ayah Rama • Donny Damara sebagai Ketua Dewan Beasiswa • Hanna V Manihuruk sebagai dosen MIPA • Rukman Rosadi sebagai dekan ilmu komputer • Adipati Dolken sebagai pegawai layanan pelanggan NetCar • Landung Simatupang sebagai Burhanuddin • Khiva Iskak sebagai dewan ketua etik • Tanta Ginting sebagai pengacara Rama • Mian Tiara sebagai Bidan Siti Produksi [ sunting - sunting sumber ] Setelah merampungkan proses produksi selama lebih dari setahun sejak 2020, Wregas Bhanuteja mengumumkan film panjang pertamanya Penyalin Cahaya.

Film Penyalin Cahaya merupakan produksi film panjang pertama dari Rekata Studio yang berkolaborasi dengan Kaninga Pictures. Produser Adi Ekatama mengutarakan bahwa cerita Penyalin Cahaya mengangkat topik penting tentang isu pelecehan seksual yang perlu mendapat banyak perhatian dari masyarakat sekarang. Produser Ajish Dibyo pun mengatakan bahwa film adalah salah satu medium yang paling efisien untuk berargumen.

Pengambilan gambar [ sunting - sunting sumber ] Film Penyalin Cahaya melakukan proses pengambilan gambar ( shooting) selama 20 hari di Jakarta dan sekitarnya di tengah kondisi pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, serta melakukan tes swab PCR maupun antigen secara berkala.

[5] Musik [ sunting - sunting sumber ] Mian Tiara bukan hanya berakting dalam film Penyalin Cahaya, tapi juga ikut membuat lagu tema yang berjudul "Di Bawah Langit Raksasa". {/INSERTKEYS}

Mian menciptakan lagu ini untuk membungkus dan mengikat film Penyalin Cahaya dalam semangat dan kekuatan. Mengenai lagu karya Mian tersebut, Wregas berpendapat, “Lagu akan didengarkan semua orang dan harapannya mereka menjadi tergerak untuk melawan isu darurat tentang kekerasan dan pelecehan seksual.” [6] Penayangan [ sunting - sunting sumber ] Film Penyalin Cahaya rilis perdana secara internasional pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan.

Film ini juga akan berkompetisi di program kompetisi utama bernama 'New Currents', yang merupakan satu-satunya program kompetisi internasional film panjang di Festival Film Internasional Busan.

[7] Pada 8 November 2021, film ini diumumkan akan ditayangkan di Netflix pada 13 Januari 2022. [8] Pemasaran [ sunting - sunting sumber ] Poster film ini diunggah pada 1 September 2021 untuk penayangan di Festival Film Internasional Busan 2021.

Trailer resmi yang berdurasi 2 menit ini diunggah di kanal YouTube Rekata Studio pada 7 Oktober 2021. Penerimaan [ sunting - sunting sumber ] Dilihat dari situs FlixPatrol, Penyalin Cahaya berhasil menduduki trending Netflix di 15 negara sejak rilis. Tercatat, di Indonesia film ini menjadi nomor satu sejak rilis hingga dua hari penulis skenario penyalin cahaya.

Lalu, film ini berada di urutan ke-5 di Malaysia dan Peru, urutan ke-6 di Brasil, Ekuador, dan Venezuela, posisi ke-7 di Singapura dan Argentina, posisi ke-8 di Bolivia, Honduras, Panama, Uruguay. Kemudian, Penyalin Cahaya juga menduduki urutan ke-9 di Bahama, Nikaragua, Trinidad dan Tobago, serta menduduki peringkat 13 di Netflix seluruh dunia.

[9] Penghargaan dan nominasi [ sunting - sunting sumber ] Tahun Penghargaan Kategori Penerima Hasil 2021 Festival Film Indonesia 2021 Film Cerita Panjang Terbaik Adi Ekatama penulis skenario penyalin cahaya Ajish Dibyo Menang Sutradara Terbaik Wregas Bhanuteja Pemeran Utama Pria Terbaik Chicco Kurniawan Pemeran Utama Perempuan Terbaik Shenina Syawalita Cinnamon Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik Giulio Parengkuan Jerome Kurnia Menang Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik Dea Panendra Nominasi Penulis Skenario Terbaik Wregas Bhanuteja Menang Pengarah Sinematografi Terbaik Gunnar Nimpuno, I.C.S Penyunting Gambar Terbaik Ahmad Yuniardi Penata Efek Visual Terbaik Stefanus Binawan Utama Nominasi Penata Suara Terbaik Sutrisno & Satrio Budiono Menang Pencipta Lagu Tema Terbaik Mian Tiara — "Di Bawah Langit Raksasa" Penata Musik Terbaik Yennu Ariendra Pengarah Artistik Terbaik Dita Gambiro Penata Busana Terbaik Fadillah Putri Yunidar Penata Rias Terbaik Astrid Sambudiono Nominasi Festival Film Tempo 2021 Film Pilihan Tempo Penyalin Cahaya Menang Sutradara Pilihan Tempo Wregas Bhanuteja Skenario Pilihan Terpilih Wregas Bhanuteja & Henricus Pria Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Swaragita, Gisela (10 Januari 2022).

" Photocopier scriptwriter removed from credits following sexual abuse allegations". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2022. Diakses tanggal 12 Januari 2022. • penulis skenario penyalin cahaya Sumbogo, Aryo (12 Agustus 2021). "Angkat Isu Kekerasan Seksual, Penyalin Cahaya jadi Film Panjang Pertama Wregas Bhanuteja".

Kompas TV. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2021. Diakses tanggal 7 September 2021. • ^ Anisa, Welia (11 Agustus 2021).

"Shena Cinnamon Akhirnya Debut Sebagai Pemeran Utama dalam Film Penyalin Cahaya". Pikiran Rakyat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Agustus 2021. Diakses tanggal 7 September 2021. • ^ Nural (9 Agustus 2021). "Sinopsis Penyalin Cahaya, Film Panjang Pertama Wregas Bhanuteja". Kincir. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2021. Diakses tanggal 7 September 2021. • ^ "Cerita Kru Penyalin Cahaya Syuting 20 Hari kala Pandemi". CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2021.

Diakses tanggal 7 September 2021. • ^ Koesmarini, Nadhilah Trie (2 September 2021). "Gelar Konferensi Pers Secara Virtual, Film Penyalin Cahaya Mengungkap Fakta Baru". filmmaker.id.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 September 2021. Diakses tanggal 7 September 2021. • ^ Galuh, Maria Cicilia (2 September 2021). " Penyalin Cahaya Wregas Bhanuteja masuk kompetisi Busan Film Festival". Antaranews. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2021. Diakses tanggal 7 September 2021. • ^ Indonesia, Netflix (2021-11-8). "Kabar spesial! Film dengan nominasi terbanyak (17 nominasi)." Instagram.com. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Astari, Dini.

"Diterpa Skandal, Penyalin Cahaya Rajai Trending Netflix di 15 Negara". film-dan-musik. Diakses tanggal 2022-01-16. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Situs web resmi • (Inggris) Penyalin Cahaya di IMDb • (Inggris) Penyalin Cahaya di Rotten Tomatoes • Penyalin Cahaya di Netflix Penulis skenario penyalin cahaya tersembunyi: • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Galat CS1: tanggal • Templat:Infobox film dengan templat plainlist di param • Templat:Infobox film dengan templat ref di param • Artikel film April 2022 • Semua artikel film • Semua film yang dirilis Oktober 2021 • Semua film yang dirilis tahun 2022 • Templat:Tanggal film dengan parameter 5 • Semua film Indonesia • Situs web resmi tidak ada di Wikidata • Templat IMDb dengan id set yang tidak valid • Netflix title ID sama seperti Wikidata • Halaman yang mengandung tautan ke konten berlangganan • Semua artikel rintisan • Rintisan bertopik film Indonesia • Semua artikel rintisan April 2022 • Halaman ini terakhir diubah pada 17 April 2022, pukul 03.56.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Jakarta - Penyalin Cahaya menjadi salah satu film yang jadi sorotan.

Namun, salah satu nama penulis skenario Penyalin Cahaya hilang dari credit title. Henricus Pria adalah salah satu penulis skenario Penyalin Cahaya yang hilang dari credit title.

Film peraih 12 Piala Citra itu baru saja akan dirilis di Netflix. Dari credit title di Netflix, nama penulis yang dicantumkan hanya Wregas Bhanuteja. Wregas Bhanuteja juga merupakan sutradara. Baca juga: Penyalin Cahaya Borong 12 Piala Citra, Ini Daftar Lengkap Pemenang FFI 2021 Hilangnya nama Henricus Pria sebagai penulis skenario Penyalin Cahaya juga hilang dalam daftar kru yang dicantumkan di situs resmi Rekata Studio.

Berikut daftar nama kru yang tercantum dalam situs resmi Rekata Studio: Kru Sutradara: Wregas Bhanuteja Penulis: Wregas Bhanuteja Produser: Adi Ekatama, Ajish Dibyo Produser Eksekutif: Willawati, Dani Rahadian Co-Produser: Robin Moran Associate Produser: M.

Bisri Mustova, Aurizka Marta, Angga Rulianto Penata Artistik: Dita Gambiro Penata Sinematografi: Gunnar Nimpuno Editor: Ahmad Yuniardi Perekam Suara: Sutrisno Penata Suara: Satrio Budiono Penata Kostum: Fadillah Putri Yunidar Penata Rias: Astrid Sambudiono Penata Musik: Yennu Ariendra Penata Peran: Melinda Risa Perusahaan Produksi: Rekata Studio, Kaninga Pictures Nama penulis skenario Penyalin Cahaya hilang dari credit title. Foto: dok. Capture Netflix "Selama berbulan-bulan pandemi, saya terkurung bersama Wregas Bhanuteja untuk menulis skenario ini.

Hanya berdua. Apa yang saya pelajari dari proses ini adalah bahwa ketika menulis film dengan isu yang penting, kita semua tidak hanya melihat ke luar, tapi kita juga melihat ke dalam diri untuk belajar. Dan, hanya dengan belajar kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Dan, tentu saja naskah yang sudah kita tulis hanya akan jadi setumpuk kertas yang tertumpuk di sudut kantor berdebu, jika tanpa produser kami yang mempercayai saya sebagai juru ketik," kata Penulis skenario penyalin cahaya Pria saat itu.

Sampai saat ini detikcom masih berusaha menghubungi tim Penyalin Cahaya untuk mempertanyakan alasan dihapusnya nama Henricus Pria sebagai penulis skenario dari credit title.

NGOMONGIN FILM 1 - SEG 2




2022 charcuterie-iller.com