Apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih

Apa yang kamu lakukan ketika melihat temanmu melakukan perbuatan terpuji ? Jawabannya: (1) Mencontoh perbuatan terpuji tersebut, (2) Bersimpati dan memuji orang tersebut agar tetap istiqamah dalam melakukan perbuatan terpuji, (3) Bergaul dengan teman tersebut agar memiliki pola pikir, berbicara dan berperilaku secara terpuji. Terpuji artinya baik, maka perbuatan terpuji adalah perbuatan yang baik. Perbuatan baik membawa kebaikan.

Contohnya: sifat ikhlas, sabar, pemaaf, jujur, amanah, istiqamah, dan lain sebagainya. Orang yang berbuat baik / terpuji, memberikan kebaikan pada orang lain. Misalnya orang yang jujur, akan memberikan kebaikan pada orang lain. Sebab orang tersebut tidak dibohongi atau dicurangi. Maka karena teman kita telah berbuat baik / terpuji, maka kita perlu mencontoh apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih tersebut untuk kebaikan diri sendiri atau untuk membalas perbuatan baik tersebut.

(Poin 1). Karena ia telah berbuat baik / terpuji, maka kita perlu bersimpati, dan juga memujinya untuk mengharagainya agar ia lebih semangat lagi dan juga lebih istiqamah untuk tetap berbuat baik. (Poin 2). Kemudian dengan bergaul dengan teman yang berperilaku terpuji kita juga akan ikut berperilaku terpuji. Sebab saat bergaul dengannya maka pola pikir kita akan berkaitan dengan cara berpfikir yang terpuji / baik, kemudian berbicara dengan terpuji, dan juga berbuat yang terpuji.

(Poin 3). Apa yang kamu lakukan ketika melihat temanmu melakukan perbuatan terpuji ? • Meniru / mencontoh perbuatan terpuji tersebut.

• Merasa simpati / tertarik dan memuji perilaku tersebut. • Bergaul dengan teman tersebut agar memiliki pola pikir, cara bicara dan juga berperilaku yang terpuji. Seperti kata pepatah, “Orang baik berteman dengan orang baik.” Orang yang berteman dengan orang baik maka pola pikirnya akan mengenai kebaikan, cara bicaranya mengenai kebaikan, dan kemudian berperilaku mengenai kebaikan.

Sama halnya dengan orang sukses bergaul dengan ornag sukses, begitupun dengan kita bergaul dengan teman yang berperilaku baik / terpuji, maka cara berfikir, berbicara kita akan terpengaruhi oleh orang tersebut dan mengakibatkan kita melakukan perbuatan terpuji. Jawabannya Rekomendasi • Hasan selalu berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya, karena ia yakin bahwa Allah Swt senantiasa mendengarnya, Perbuatan tersebut merupakan pengamalan dari keyakinannya bahwa Allah Swt bersifat (C) • Di antara bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap al-‘Alim adalah (A) • Mengapa Allah Swt itu indah nama namaNya ?

(Jawabannya) • Mengapa Allah itu al-Alim Sebutkan bukti-buktinya ! (Jawabannya) • Berikut ini yang tidak termasuk perilaku istiqamah adalah (C) • Sebutkan hikmah dari perilaku istiqomah ! (Jawabannya) Kategori Kelas VII, SMP Tag Brainly, PAI Navigasi Tulisan • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Mengetahui apa yang harus dikatakan ketika seorang teman berbagi cerita sedih dengan kita adalah salah satu hal yang paling menantang dalam persahabatan.

Kamu mungkin sering merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan terlepas dari  seberapa dekat hubunganmu dengan temanmu.

Ketika seseorang yang kita sayangi sakit hati, kita pasti ingin mereka merasa lebih baik. Jika kita belum pernah mengalami apa yang mereka alami, kita mungkin merasa tidak yakin tentang cara terbaik untuk membantu mereka. Bahkan ketika kita benar-benar memahami situasi mereka, kita mungkin menyadari bahwa tantangan yang dihadapi teman kita sangat sulit untuk diatasi.

Jika mereka baru saja kehilangan orang yang dicintai, atau seseorang yang dekat dengan mereka jatuh sakit, sulit untuk menemukan kata-kata yang memberi mereka kenyamanan. Kesulitan di tempat kerja atau akhir hubungan juga dapat membuat kita bertanya-tanya bagaimana cara menghibur teman kita yang patah hati. Tidak ada satu cara untuk mengatasi seseorang dalam keadaan sedih atau frustrasi, tetapi kita dapat mengembangkan beberapa praktik terbaik untuk menangani berita buruk.

Niat Baikmu Dapat Membuat Temanmu Merasa Lebih Buruk Ketika kita tidak menyadari tentang cara terbaik untuk menangani suatu situasi, Kemudian kita menanggapi teman-teman kita yang bersedih dengan cara yang tidak pantas.

Mungkin kita mengatakan hal yang salah, atau kita tidak sensitif terhadap perasaan mereka. Apa pun itu, respons yang tidak pantas dapat membuat teman kita merasa lebih sedih daripada sebelum kita berbicara.

Sebagian besar dari kita tidak ada yang berniat untuk menyakiti orang lain. Namun, ternyata niat terbaik kita pun bisa jadi serba salah ketika kita tidak tahu harus berkata apa, kita akan memahami dan mencoba apa pun yang ada dalam pikiran kita untuk menenangkan ketidaknyamanan atau kesedihan mereka. Kita semua pasti pernah melakukan ini, dan kebanyakan dari kita pasti juga pernah merasakan ketika bersedih ada teman yang sebenarnya memiliki niat baik namun membuat kita merasa lebih buruk.

Disini penulis ingin berbagi dengan kalian yang mungkin sedang ingin membantu teman  merasa lebih baik namun tidak dapat membantu apapun secara langsung.

Semoga membantu Jangan mengubah topik pembicaraan dengan sesuatu yang tidak membantu Ketika percakapan bergeser ke arah permasalahan, kita mungkin berpikir bahwa mengubah topik pembicaraan akan membantu. Dalam pikiran kita, ini adalah kesempatan bagi teman kita untuk mengalihkan perhatian mereka dari situasi negatif ke sesuatu yang mereka nikmati.

Mengubah topik pembicaraan menjadi sesuatu yang sepele dan tidak terkait mungkin terasa baik bagi kita, tetapi itu tidak akan membantu mereka. Mereka tidak peduli tentang film mana yang ada di bioskop sekarang, atau seberapa suka dengan restoran baru di kota. Metode ini bermasalah karena temanmu sedang membutuhkanmu dan ingin didengar.

Mereka berbagi masalah denganmu karena menyuarakan rasa sakit mereka dan berusaha  mengurangi itu. Jika kamu mengubah topik pembicaraan, kamu tidak memberi mereka kesempatan untuk melakukan hal ini. Mereka akhirnya merasa lebih sedih dan ditolak.
Dalam kehidupan ada kalanya bahagia dan ada waktu di mana kesedihan datang menyapa. Tak mengapa karena semua adalah keseimbangan dalam hidup.

Untukmu yang sedang bersedih jangan khawatir, tetap semangat, bersabarlah, hadapi jalanmu, kuatkan langkahmu dan teruslah berjalan, ok guys! Nah, bila yang sedang bersedih adalah temanmu, apa yang bisa kamu lakukan? Ya, sebagai teman yang baik kamu perlu memberikan semangat karena kesedihan yang berlarut dapat mengakibatkan efek tidak baik bagi kesehatan mental dan fisik. Mungkin hal ini sederhana, tetapi sangat besar manfaatnya bagi jiwa seorang yang sedang bersedih, bagaimana caranya?

pexels/Pixabay Penting untuk membina hubungan saling percaya antara kamu dan temanmu, karena jika tidak terjalin kepercayaan di antara kalian, sulit untuk membantu lebih jauh. Rasa percaya membantumu untuk mengetahui penyebab kesedihannya karena dengan adanya rasa percaya, temanmu akan percaya dan berbagi kisah kepadamu. pexels/Christina Morillo Kepada teman yang sedang bersedih, temani dan ajak dia bicara.

Berbicaralah dengan ramah tanyakan baik-baik sebenarnya apa yang sedang terjadi, jangan berbicara dengan nada tinggi. Ingat! Bersabarlah ketika berbicara dengannya karena biasanya orang yang sedang sedih cenderung bad mood dan pikirannya kurang fokus.

pexels/rawpixel Dengarkan ceritanya, adakalanya mereka hanya ingin didengar. Jangan terburu memberikan komentar jika situasi belum memungkinkan agar tidak terjadi tumpang tindih cerita yang mengakibatkan ketidaknyamanan dan inti permasalahan terlewat. Baca Juga: Jangan Diam, Lakukan 5 Hal Ini Saat Melihat Temanmu Di-bully pexels/rawpixel Kepada temanmu yang bersedih, kamu bisa sedikit menanyakan sesuatu untuk mendapatkan informasi yang belum terungkap dari cerita-ceritanya ( probing).

Bukan untuk kepo ya, tetapi untuk menambah informasi agar jelas awal persoalan yang membuatnya sedih. Informasi ini nantinya berguna untuk merumuskan solusi permasalahan. Nah, poin penting yang harus digaris bawahi di sini adalah, gunakan rasa simpatimu, bukan empati, karena jika kamu menggunakan empati dan kamu tidak bisa mengendalikannya, kamu dapat terjebak dalam kesedihan yang sama. PR banget kan guys, di saat ingin menolong tapi justru terjebak rasa sedih yang sama.

Hati-hati ya! pexels/Leah Kelley Ajak temanmu menghirup udara apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih dengan melakukan kegiatan seperti olahraga ringan, jalan-jalan, atau sekedar menikmati keindahan taman.

Kegiatan outdoor dapat memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan aktifitas otak, dan tentu saja membuat rileks. Berhubungan dengan emosi negatif seperti rasa sedih memang perlu trik guys agar kita tidak tenggelam di dalamnya.

Be positive ya! Baca Juga: 5 Sosok Teman Ini Harus Kamu Pertahankan Dalam Hidup! Berita Terpopuler • Raffi Datangi Polda Metro Terkait Dugaan Pencatutan Nama Medina Zein • Orgasme Klitoris dan Vaginal, Apa Perbedaan Keduanya? • 9 Potret Diah Permatasari dan Putra Sulung Lulusan Militer Amerika • 10 Potret Gemas Chloe, Anak Asmirandah, waktu Liburan ke Bali • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • 10 Potret Arfito Hutagalung yang Disebut Kekasih Baru Naysilla Mirdad • [LINIMASA-10] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia • Daftar 5 Pejabat Sementara yang Bakal Isi Jabatan Gubernur • 9 Potret Terbaru Lenna Tan yang Semakin Memikat di Umur 41 Tahun Pernah bertemu teman yang sedih?

Biasanya ia akan diam dan menunjukkan wajah murung. Kita bisa apa ya ketika bertemu teman yang sedih? Dekati dan bertanya Walaupun ingin sendirian, mungkin saja teman yang sedang sedih butuh tempat bercerita. Jadi, dekatilah teman itu dan tanyaka apa yang terjadi sampai ia sedih. Walaupun pertanyaan ini mungkin apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih mengingat hal buruk, tetapi perilaku ini menunjukkan bahwa kamu peduli dan dia tidak sendirian.

Berikan minuman atau coklat Jika temanmu sedang menangis, bawaka tissue dan berikan minuman untuk membuatnya lebih tenang. Kamu juga bisa memberikan coklat karena coklat bisa membuat mood menjadi lebih positif. Kamu tahu kenapa? Karena coklat bisa memicu hormon dopamin dan serotonin di otak yang membuat perasaan bahagia muncul.

Ada di sampingnya Kamu juga bisa bertanya apakah ia ingin ditemani atau tidak. Biasanya, teman yang bersedih selalu merasa sendirian dan membutuhkan seseorang disampingnya. Mungkin saja dia sedang menghadapi hal-hal sulit dan memerlukan bantuan kamu. Berikan semangat Tidak perlu takut kalau tidak bisa membantu mengatasi masalahnya.

Kamu bisa memberikan semangat dan mengatakan bahwa “Masalahnya sulit, tapi kamu bisa kok menghadapi ini”. Semangat ini sangat mungkin membuatnya menjadi lebih ceria. Kamu juga bisa memberikan saran untuk bertanya pada orang dewasa lainnya agar masalahnya selesai.
Sekolah dan media sosial bukan satu-satunya tempat terjadinya bullying atau perisakan. Anda bisa melihat tindakan ini di jalan ataupun di tempat kerja.

Menurut sebuah penelitian, bullying di tempat kerja bahkan lebih bisa membuat seseorang merasa depresi melebihi tekanan dari tuntutan pekerjaan itu sendiri.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan jika Anda melihat bullying? Apakah Anda hanya akan merekam kejadian itu dan menyebarkannya melalui media sosial ? Nah, penjelasan di bawah ini bisa membantu Anda mengambil sikap ketika Anda melihan bullying di mana pun dan kapan pun.

Seperti apa tindakan yang bisa disebut bullying atau perisakan? Bullying adalah perilaku kekerasan fisik ataupun mental saat satu orang atau lebih melakukan penyerangan atau mengintimidasi orang lain. Tindakan ini tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban, seperti memukul, menampar, atau menendang. Bullying juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik. Misalnya mengejek, mengolok, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina atau kasar, bisa juga menyebarkan gosip tentang korban atau mempermalukannya di depan banyak orang.

Banyak orang takut menghentikan aksi perisakan atau melaporkannya karena dua hal. Pertama, merasa takut akan jadi sasaran berikutnya, kedua Anda tidak tahu harus berbuat apa ketika melihat bullying. Apa yang harus saya lakukan jika melihat bullying? Menurut penelitian dalam Journal of Human Relations, mereka yang melihat bullying atau menyaksikan intimidasi di tempat kerja cenderung ingin cepat mengundurkan diri, meskipun mereka bukan sasarannya.

Agar Anda tidak menjadi saksi bisu, berikut hal yang bisa Anda lakukan ketika melihat bullying seperti yang dikutip dari Psychology Today. 1. Catat setiap kejadian Catat setiap peristiwa perisakan yang Anda saksikan setiap harinya. Catat apa saja yang dilakukan dan dikatakan oleh pelaku bullying kepada korban. Anda tidak apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih terus menerus mengawasi hingga dicurigai, Anda hanya perlu mencatat apa yang kebetulan Anda saksikan.

Jangan hanya mencatat ketika para pelaku ini melakukan kekerasan berupa fisik. Catat juga hal-hal yang berkaitan dengan tindakan bullying seperti mengacak-acak tas korban, menyebarkan fitnah, dan sebagainya. 2. Kumpulkan barang bukti Jika Anda melihat bullying dan menemukan sesuatu yang bisa menjadi barang bukti baik berupa rekaman, foto, atau benda, simpan barang bukti itu sebaik mungkin.

Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan memerlukannya kelak. Buat folder khusus di laptop atau ponsel untuk menyimpan barang bukti ini. Jika barang bukti berupa benda, simpan di tempat khusus untuk menyimpannya.

Pastikan Anda menyimpannya di tempat aman. Selain itu, tidak perlu memberi tahu banyak orang kalau Anda sudah mengumpulkan banyak barang bukti. Yang perlu tahu hanyalah korban atau pihak yang berwenang. Misalnya manajer HRD, atasan, atau kepolisian.

3. Alihkan perhatian pelaku bullying atau korbannya Ketika bullying terjadi, Anda tidak perlu beraksi dengan heroik untuk menyelamatkan korban dari situasi tersebut. Yang ada malah ego pelaku terluka sehingga ia akan membalas dendam dengan cara yang tak terduga. Misalnya saat Anda ke dapur, Anda melihat rekan kerja Anda sedang di- bully oleh atasannya.

Anda cukup mengalihkan perhatian pelaku dengan cara mengajaknya mengobrol atau pura-pura mencari alat makan tertentu dan minta bantuan pelaku untuk mencarinya. Bila pelaku tidak menggubris Anda, Anda bisa menolong korban dengan berkata misalnya, “Eh, kamu dicari sama Pak Fajar, lho. Sepertinya mau bahas proposalmu kemarin.” Dengan begitu, korban jadi punya alasan untuk segera meninggalkan pelaku. 4. Mencari bantuan Harus diakui, berat rasanya untuk membantu korban bullying seorang diri.

Inilah mengapa penting bagi Anda untuk mencari dukungan dan bantuan apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih orang-orang yang juga sudah muak melihat bullying dilakukan setiap hari. Semakin banyak bantuan yang berhasil Anda himpun, lama-lama si tukang bully akan kalah jumlah.

Hal ini juga akan membantu korban agar tidak merasa sendirian apalagi sampai dikucilkan. 5. Bicaralah pada seseorang yang bisa menghentikan aksi bullying Para korban bullying seringkali merasa takut untuk berbicara, mereka takut tidak akan Anda yang membela atau merasa diabaikan jika mereka berbicara mengenai hal ini.

Kalau hal ini yang memang terjadi, Anda bisa secara langsung berbicara pada seseorang yang Anda rasa bisa menghentikan aksi bullying ini.

Jika terjadi di kantor, Anda bisa berbicara kepada HRD atau atasan yang berwenang. Jika di kampus, Anda bisa berbicara pada ketua program studi. Sementara jika terjadi di lingkungan tempat tinggal Anda, laporkanlah kepada ketua RT atau RW setempat. Sebagai pihak ketiga atau saksi, Anda memiliki posisi yang lebih baik untuk memberikan penjelasan secara objektif tentang perilaku negatif tersebut.

Menghentikan bullying itu dimulai dari diri sendiri Banyak dari Anda yang mungkin tanpa sadar telah melihat bullying. Entah itu di kampus, kantor, atau di sekitar lingkungan Anda. Selama ini Anda mungkin memilih untuk mengabaikan hal ini dan pura-pura tidak tahu.

Namun, ini berarti Anda sama seperti pelaku yang membiarkan korban terus tertindas dan dipermalukan. Masalahnya, kebanyakan pelaku berpikir bahwa tindakannya dapat dibenarkan. Misalnya karena ia merasa memang semua ini salah korban yang terlalu lemah atau menyebalkan. Karena itu, Anda dan orang-orang di sekitar harus tegas menunjukkan rasa tidak terima dan tidak suka terhadap perbuatan pelaku.

Tunjukkan bahwa perisakan memang tidak bisa diterima dalam lingkup sosial Anda. The Witness: 6 Steps to Take if You See Workplace Bullying. https://www.psychologytoday.com/blog/i-can-relate/201408/the-witness-6-steps-take-if-you-see-workplace-bullying.

Accessed 29/11/2017. Bullying in the Workplace.

https://www.ccohs.ca/oshanswers/psychosocial/bullying.html. Accessed 29/11/2017.
Artikel ini disusun bersama Tracy Carver, PhD. Tracy Carver adalah Psikolog Berlisensi pemenang penghargaan yang tinggal di Austin, Texas. Dr. Carver mengkhususkan diri dalam konseling untuk masalah yang berkaitan dengan harga diri, kecemasan, depresi, dan integrasi psikedelik.

Dia memiliki gelar BS dalam Psikologi dari Virginia Commonwealth University, gelar MA dalam Psikologi Pendidikan, dan gelar Ph.D. dalam Psikologi Konseling dari The University of Texas di Austin. Dr. Carver juga menyelesaikan magang dalam Psikologi Klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Harvard. Dia terpilih sebagai salah satu Profesional Kesehatan Mental Terbaik di Austin selama empat tahun berturut-turut oleh Majalah Austin Fit.

Dr. Carver pernah tampil di Austin Monthly, Austin Woman Magazine, Life in Travis Heights, dan KVUE (afiliasi ABC News di Austin). Ada 8 referensi yang dikutip dalam artikel ini dan dapat ditemukan di akhir halaman. Artikel ini telah dilihat 7.504 kali. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/af\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-1-Version-2.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-1-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/af\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-1-Version-2.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-1-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Bukalah percakapan.

Biarkan orang tersebut mengetahui bahwa Anda menyadari ia sedang bersedih dan Anda mau mendengarkan. Jika Anda tidak mengenal orang itu dengan baik, Anda bisa membuat alasan mengapa Anda ingin membantunya. [1] X Teliti sumber • Contohnya, jika Anda mengenal orang tersebut, katakan, “ Kayaknya kamu lagi ada masalah sekarang. Mau diomongin?” • Jika Anda tidak mengenalnya dengan baik, katakan, “Halo, aku Joni.

Aku juga siswa di sini dan aku lihat kamu tadi nangis. Aku tahu aku cuman orang asing, tapi kalau kamu mau, aku bisa dengerin curhatan kamu”.

{INSERTKEYS} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/d1\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-2-Version-2.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-2-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/d1\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-2-Version-2.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-2-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Katakan apa adanya.

Mungkin Anda tergoda untuk tidak membicarakan masalah tersebut jika Anda sudah tahu apa masalahnya. Jika orang tersebut baru kehilangan orang tersayangnya atau jika ia baru putus dengan kekasihnya, Anda mungkin tidak ingin mengatakan apa masalahnya karena Anda tidak mau melukai perasaan orang tersebut.

Tetapi, ia memang sudah tahu masalahnya dan mungkin sudah memikirkan tentang situasi tersebut. Menanyakan permasalahan yang sedang ia hadapi dengan jelas menunjukkan bahwa Anda peduli dan bersedia untuk menghadapi permasalahan itu tanpa menutup-nutupinya sehingga Anda berdua bisa merasa lega. [2] X Teliti sumber • Contohhnya, Anda bisa mengatakan, “Aku dengar ayahmu baru meninggal. {/INSERTKEYS}

Pasti berat banget, ya? Kamu mau cerita?” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/20\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-3-Version-2.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-3-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/20\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-3-Version-2.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-3-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Tanyakan bagaimana perasaannya.

Salah satu cara apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih membantu melancarkan percakapan adalah dengan menanyakan perasaan orang yang sedang bersedih itu. Dalam berbagai situasi, seseorang akan merasakan lebih dari satu emosi, bahkan di saat bersedih, jadi membiarkannya terbuka dengan semua emosinya bisa membantu. [3] X Teliti sumber • Contohnya, jika orang tuanya meninggal setelah mengidap penyakit komplikasi yang berkepanjangan, tentu saja ia akan merasa sedih.

Tetapi, mungkin ia merasa lega karena penyakit itu sudah pergi dan ia pun akan merasa bersalah karena berpikir seperti itu. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/33\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-4-Version-2.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-4-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/33\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-4-Version-2.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-4-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Tetaplah perhatikan orang yang sedang bersedih.

Memang menggoda untuk membandingkan apa yang ia hadapi dengan sesuatu yang pernah Anda alami di masa lalu. Tetapi, saat seseorang bersedih, ia tidak ingin mendengarkan apa yang sudah Anda lalui. Ia ingin membicarakan tentang masalah yang ia hadapi di masa kini. [4] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/d2\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-5-Version-2.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-5-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/d2\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-5-Version-2.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-5-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Jangan berusaha mengalihkan pembicaraan menjadi positif.

Ada kecenderungan yang alami dilakukan seseorang untuk membantu orang yang sedang bersedih merasa lebih baik, yaitu dengan menunjukkan sisi positifnya. Tetapi, saat Anda melakukannya, ia akan merasa Anda menutupi permasalahan yang ada: ia akan merasa perasaannya tidak penting. Dengarkan saja tanpa berusaha menunjukkan sisi positif dari segala sesuatu.

[5] X Teliti sumber • Contohnya, berusahalah untuk tidak berkata, “Yah, seenggaknya kamu masih hidup”, “ Enggak begitu buruk kok”, atau “Semangat!”. • Sebaiknya, jika Anda memang harus berkata sesuatu, cobalah rangkai seperti, “ Enggak apa-apa kalau kamu ngerasa sedih; kamu sedang melalui masalah yang sulit”. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/57\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-6.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/57\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-6.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pahami apa yang ingin didengar orang tersebut.

Sering kali, orang yang menangis atau bersedih hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkannya. Jangan berusaha menasihatinya dan menawarkan solusi. [6] X Teliti sumber • Anda mungkin bisa menawarkan solusi saat percakapan sudah hampir selesai, tetapi pada awalnya, berfokuslah pada mendengarkan.

[7] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/af\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-7.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-7.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/af\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-7.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-7.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/b\/b2\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-8.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-8.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/b\/b2\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-8.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-8.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Jangan sampai perhatian Anda teralihkan.

Teruslah bercakap-cakap. Matikan TV. Jauhkan mata dari ponsel. [9] X Teliti sumber • Bagian dari tetap berfokus juga bukan melamun. Selain itu, jangan hanya duduk diam dan berusaha memikirkan apa yang harus dikatakan selanjutnya. Anda juga harus memahami perkataannya. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/b\/b5\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-9.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-9.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/b\/b5\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-9.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-9.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Gunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan.

Caranya adalah dengan membuat kotak mata. Mengangguklah saat ia berkata apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu bersedih. Tersenyumlah di saat yang tepat atau tunjukkan kekhawatiran Anda dengan mengerutkan dahi. [10] X Teliti sumber • Selain itu, jagalah agar bahasa tubuh Anda tetap terbuka. Artinya, jangan silangkan lengan dan kaki, serta arahkan tubuh Anda ke depan orang tersebut. [11] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3a\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-10.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3a\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-10.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Ketahuilah ketidakberdayaan Anda.

Kebanyakan orang merasa tidak berdaya saat dihadapkan dengan seorang teman yang sedang kesusahan. Ini memang perasaan alami, dan Anda kemungkinan besar tidak akan mengetahui apa yang harus dikatakan kepada orang itu. Tetapi, hanya mengetahui fakta dan mengatakan bahwa Anda akan selalu berada di sampingnya sudah cukup. [12] X Teliti sumber • Contohnya, Anda bisa mengatakan, “Maaf kamu harus ngalamin hal kayak gini.

Aku enggak tahu gimana caranya untuk membuat ini semakin baik, dan aku tahu kata-kata saja enggak cukup. Tapi, aku ingin kamu tahu kalau aku akan terus di samping kamu saat kamu butuh.” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/46\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-11.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-11.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/46\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-11.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-11.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Tawarkan pelukan.

Jika Anda merasa nyaman melakukannya, tawarkan sebuah pelukan kepadanya. Sebaiknya, selalu tanyakan terlebih dahulu karena beberapa orang tidak nyaman dengan kontak fisik, terutama jika ia sudah melalui sebuah trauma. [13] X Teliti sumber • Contohnya, katakan, “Aku ingin peluk kamu.

Kamu mau dipeluk?” {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/17\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-12.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-12.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/17\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-12.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-12.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Tanyakan tentang langkah berikutnya.

Meskipun tidak selalu ada solusi untuk mengetahui apa masalah yang sedang dilalui seseorang, terkadang membuat rencana saja bisa membuatnya merasa lebih baik. Maka dari itu, sekarangan saatnya untuk menawarkan solusi dengan lembut jika ia benar-benar terlihat kebingungan; jika ia sebenarnya tahu apa yang salah, doronglah ia untuk membicarakannya dan merencanakan apa yang akan ia lakukan nanti.

[14] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/13\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-13.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-13.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/13\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-13.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-13.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Bahaslah soal terapi.

Jika teman Anda melalui banyak permasalahan, tidak apa-apa untuk bertanya apakah ia sudah terpikir untuk menemui konselor. Sayangnya, menemui konselor memiliki banyak stigma sosial, tetapi jika teman Anda sudah bermasalah selama beberapa saat ini, Anda bisa menemui para ahli.

{INSERTKEYS} [15] X Teliti sumber • Tentu saja, stigma tentang menemui konselor itu tidak adil. Anda mungkin harus meyakinkan kekasih Anda yang baik-baik saja untuk menemui seorang konselor. Anda akan membantu memerangi stigma dengan membiarkan teman Anda tahu bahwa Anda masih melihatnya sebagai orang yang sama meskipun ia butuh sedikit bantuan. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/ab\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-14.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-14.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/ab\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-14.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-14.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Tanyakan apakah ada yang bisa Anda lakukan.

Meskipun orang itu ingin berbicara selama seminggu sekali atau hanya ingin makan brunch sesekali, Anda mungkin bisa membantu. Anda juga bisa membantu menawarkan layanan yang membahas hal-hal sulit, seperti mendukung seseorang yang baru mnendapatkan surat keterangan bahwa orang terkasihnya meninggal dunia.

Bukalah percakapan untuk mengetahui apakah ia membutuhkan sesuatu. • Jika orang tersebut terlihat tidak yakin untuk meminta bantuan Anda, tawarkan saran yang lebih konkret.

Contohnya, “Aku ingin bantu. Aku bisa anterin kamu ke suatu tempat kalau perlu, atau aku bisa bantu bawa makanan kesana, contohnya. Kabari aku apa saja yang kamu butuhin”. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/eb\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-15.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-15.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/eb\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-15.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-15.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Bersikap tuluslah.

Jika Anda menawarkan bantuan dari segala macam, pastikan Anda benar-benar melakukannya. Contohnya, jika Anda mengatakan, “Silakan aja telpon aku dan kita ngobrol lagi nanti”, itu artinya Anda akan mengesampingkan aktivitas lain untuk mengobrol.

Begitu juga jika Anda menawarkan sesuatu, seperti mengantarkannya ke tempat terapi, jadilah seseorang yang benar-benar datang dan melakukannya. {/INSERTKEYS}

{INSERTKEYS} [16] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f4\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-16.jpg\/v4-460px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-16.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f4\/Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-16.jpg\/v4-728px-Comfort-Someone-Who-Is-Sad-Step-16.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Artikel ini disusun bersama Tracy Carver, PhD.

Tracy Carver adalah Psikolog Berlisensi pemenang penghargaan yang tinggal di Austin, Texas. Dr. Carver mengkhususkan diri dalam konseling untuk masalah yang berkaitan dengan harga diri, kecemasan, depresi, dan integrasi psikedelik. Dia memiliki gelar BS dalam Psikologi dari Virginia Commonwealth University, gelar MA dalam Psikologi Pendidikan, dan gelar Ph.D. dalam Psikologi Konseling dari The University of Texas di Austin.

Dr. Carver juga menyelesaikan magang dalam Psikologi Klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Harvard. Dia terpilih sebagai salah satu Profesional Kesehatan Mental Terbaik di Austin selama empat tahun berturut-turut oleh Majalah Austin Fit.

Dr. Carver pernah tampil di Austin Monthly, Austin Woman Magazine, Life in Travis Heights, dan KVUE (afiliasi ABC News di Austin). Artikel ini telah dilihat 7.504 kali.{/INSERTKEYS}

Nasehat bagi iri melihat orang lain diberikan kelebihan harta, Ustadz DR Khalid Basalamah, MA




2022 charcuterie-iller.com