Mengompres demam

KOMPAS.com – Mengompres masih menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan demam tinggi pada anak. Namun sayang, banyak orangtua masih keliru saat melakukan langkah pertolongan pertama pada demam ini. Misalnya saja, orangtua masih menggunakan air dingin atau alkohol untuk mengompres demam anak. Baca juga: Ini Kadar Trombosit yang Dicurigai sebagai Tanda Demam Berdarah (DBD) Padahal, air yang dianjurkan untuk mengompres anak demam, yakni air hangat karena dapat membuka pori-pori, sehingga panas pada tubuh bisa keluar lewat pori-pori tersebut.

Penggunaan air hangat juga berguna untuk merangsang tubuh agar menurunkan kontrol pengatur suhu tubuh lagi. Dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Dien Kalbu Ady, menjelaskan jika kompres anak dilakukan dengan air yang terlalu dingin, maka pembuluh darahnya bisa mengecil, sehingga panas tubuh malah tidak keluar. Anak yang demam juga bisa semakin menggigil untuk mempertahankan kesimbangan suhu tubuhnya saat dikompres air dingin.

Cara mengompres anak yang benar Berikut ini beberapa saran mengenai cara mengompres yang benar agar demam anak cepat turun: 1.

Gunakan suhu yang tepat dr. Dien menjelaskan, air hangat yang diperlukan untuk mengompres anak demam yakni air yang memiliki suhu tidak melebihi suhu tubuh anak. Baca juga: 5 Cara Mengatasi Demam pada Anak di Rumah Pada umumnya demam bukan merupakan suatu penyakit namun lebih cenderung pada suatu pertanda bahwa kondisi tubuh kita sedang bermasalah baik itu mungkin terlalu kelelahan akibat beraktifitas berlebihan yang memforsir tenaga anggota tubuh atau juga terdapat kemungkinan suatu infeksi yang sedang berlangsung pada tubuh kita akibat dari suatu mengompres demam yang berbahaya bagi kesehatan.

Meskipun demam merupakan jenis gejala sakit yang begitu akrab dengan kondisi masyarakat kita namun ternyata masih banyak kesalahan cara dalam mengompres pasien saat demam, hal ini tentu tak bisa dibiarkan terus dan musti dibenarkan agar manfaat dari kompres tersebut benar-benar mampu meringankan gejala demam, mari kita perhatikan apa saja yang musti diperhatikan saat kita sedang mengompres pasien yang sedang demam.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengompresan Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum pengompresan dimulai : • Kondisi Pasien Hal yang paling utama dari gejala demam yakni kita harus perhatikan kondisi pasien, menganalisa apakah pasien merasa gelisah atau bahkan sampai mengigau dalam ketidaksadaran lantaran rendahnya toleransi terhadap demam itu sendiri, perhatikan pula tentang kebutuhan pasien akan cairan demi mencegah dehidrasi dan cobalah untuk meraba kulit tubuh pasien demi memeriksa keadaan suhu badan pasien secara singkat Baca : Bahaya dehidrasi – Akibat kelebihan air putih dalam tubuh mengompres demam Bahaya akibat terlalu banyak minum air putih – Bahaya akibat kurang minum air putih • Suhu Tubuh Lebih lanjut jika memang ada indikasi pasien positif mengalami demam maka hendaklah kita mulai berinisiatif untuk melakukan pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan termometer, pada umumnya demam yang telah melebihi angka 39 derajat celcius dapat dikategorikan pada demam yang tinggi dan harus segera mendapatkan pertolongan lanjutan dari ahli medis terdekat demi meminimalisir terjadinya hal yang kurang diinginkan dan bertambah parahnya gejala.

Baca : Suhu tubuh normal manusia • Obat demam Sejujurnya kegiatan mengompres badan merupakan opsi alternatif sebagai pelengkap saja, saat demam utamanya pasien haruslah diberi asupan cairan yang banyak serta jika dirasa perlu cobalah untuk memberi pasien jenis obat penurun demam layaknya parasetamol ataupun ibuprofen namun tetap perhatikan pada dosis penggunaannya karena jika dikonsumsi secara berlebihan yang seharusnya tidak begitu perlu obat ini dapat membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan organ tubuh utamanya pada organ hati dan ginjal yang berperan penting dalam penyaringan racun dan darah Setelah membaca dan memahami beberapa kondisi yang disebutkan di atas, berikut ini adalah cara yang benar untuk mengompres demam : • Hindari Air Dingin Jika selama ini kita terbiasa memakai air dingin untuk mengompres maka biasakan mulai saat ini mengompres badan demam dengan menggunakan air hangat ya, pengompresan dengan air dingin akan membuat kinerja hipotalamus menjadi kebingungan antara harus menurunkan atau menaikkan suhu tubuh dikarenakan terjadinya proses thermoregulator antara mengompres demam yang demam dengan mengompres demam yang dingin serta saat kompres air dingin menyentuh kulit maka akan memberi dampak reaksi pada pembuluh darah sekitar yang menyempit mendadak yakni karena mengalami proses vasokonstriksi akibat bertabrakannya pengaruh dua suhu yang berbeda ekstrim dan ini justru menghalangi proses penurunan panas secara optimal.

• Gunakan Air hangat Sangat dianjurkan untuk mengompres menggunakan air hangat. Mengompres demam ini berbanding terbalik dari kompres air dingin, kompres demam air hangat justru mengoptimalkan kinerja hipotalamus dengan pembuluh darah dalam menurunkan suhu tubuh plus saat demam dan menggigil maka kompres air hangat akan lebih mampu membuat kita merasa lebih nyaman.

( Baca : Bahaya mandi air hangat ) • Posisi di Bawah Ketiak atau Lipatan Paha Sejujurnya letak kompres pada dahi merupakan cara yang salah ya, karena hal ini tidak mampu mengoptimalkan proses penurunan suhu tubuh lantaran kompres terhalang oleh tulang tengkorak pada kepala, sebaiknya kompres diletakkan pada bawah ketiak ataupun lipatan paha yang memiliki ukuran pembuluh darah lebih besar sehingga suhu tubuh bisa segera diusahakan untuk turun, ganti kompres jika dirasa suhu hangat telah berkurang, jangan lupa pula untuk mengelap dengan kain kering sisa basahan dari kompres tadi demi kenyamanan pasien • Penggunaan Kompres instan Anda bisa saja memilih opsi memakai kompres instan yang dijual bebas di pasaran dengan konsep hydrogel yang berperan menyerap panas tubuh dan mengalirkannya pada kompres namun usahakan meletakkan pengompresan pada daerah yang benar bukan di dahi tetapi di ketiak ataupun mengompres demam paha, sesuaikan ukuran dengan daerah kompresan untuk membuat pasien nyaman, sementara simpan sisa potongan kompres instan tersebut pada cooler kulkas anda.

• Pengkondisian Setelah anda selesai melakukan serangkaian kompres badan yang demam secara benar, hal yang musti anda perhatikan adalah tetap memberi pasien cairan baik berupa air susu, sup hangat atupun air mineral demi terhindarnya resiko dehidrasi kala demam menyerang, pastikan pula pasien mengenakan baju tipis yang nyaman ataupun selimut tipis demi pengoptimalan penurunan suhu tubuh, kurangi juga paparan udara AC yang mengenai langsung pada pasien demi kenyamanan istirahat pasien.

( Baca : Khasiat susu sapi murni ) • Tindakan Lanjutan Pantau terus kondisi pasien yang demam secara berkala jika dalam kurun waktu maksimal tiga hari belum juga menampakkan perubahan menuju keadaan yang lebih baik maka harus segeralah dibawa ke ahli medis demi mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih efektif lagi. Sebab demam merupakan tanda adanya infeksi nyamuk demam berdarah, gejala cacar air atau gejala infeksi lainnya.

( Baca : Fase demam berdarah – Gejala demam berdarah dbd – Obat cacar air – Mengompres demam ciri cacar air ) Ada beberapa teknik kompres yang ternyata kurang benar beredar pada kalangan masyarakat dan menjadi kebiasaan yang kurang tepat sasaran saat mengatasi demam selama ini.

Teknik yang salah it uterus berkembang dan dianggap suatu kebenaran sehingga banyak yang menggunakannya. Semoga setelah membaca artikel ini maka kita dapat tercerahkan dengan wawasan baru mengenai cara kompres yang benar untuk demam sehingga penanganan demam pun bisa berdampak lebih efektif pada pasien dan suhu tubuh pasien demam dapat segera menurun.

Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya? • 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
"Kompres demam pakai air dingin atau air hangat saja ya?

Kok, saya bingung ya, Bun. yang mana yang benar? Selain itu, area mana saja yang perlu dikompres?" Pertanyaan sejenin ini kerap kali muncul di kalangan para orang tua. Tak terkecuali di komnitas theAsianparent. Pada dasarnya kompres demam adalah cara termudah untuk menurunkan suhu tubuh Si Kecil. Namun di antara air hangat atau dingin, manakah yang lebih baik digunakan untuk mengompres?

Perlu dipahami lebih dulu bahwa demam merupakan suatu kondisi ketika suhu tubuh meningkat lebih dari 38 derajat Celsius. Ini merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi dengan menciptakan perubahan suhu sehingga bakteri atau virus tidak dapat berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Artikel Terkait: Salah Paham Seputar Demam pada Anak dan Penangannya Oleh karena daya tahan tubuh anak belum sempurna, mereka menjadi kelompok yang rentan mengalami demam.

Mengompres demam mengurangi demam, salah satu cara termudah adalah dengan mengompres tubuh anak. Namun, yang sering menjadi pertanyaan, kompres demam ini sebaiknya pakai air hangat atau air dingin? Kompres Demam, Air Apa yang Disarankan?

Secara medis, kompres air hangat lebih bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh. Ini karena air hangat membantu membuka pori-pori kulit sehingga panas tubuh bisa keluar dengan mudah. Air hangat juga membantu tubuh untuk menurunkan pusat pengatur suhu tubuh (termostat tubuh) sehingga demam dapat berkurang. Sebaliknya, kompres mengompres demam dingin untuk menurunkan demam sangat tidak disarankan.

Meski digunakan ‘air dingin’, efeknya tidak mendinginkan tubuh, justru membuat demam semakin tinggi. Ini karena kompres dingin akan membuat pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi) sehingga panas tubuh tidak dapat keluar. Di samping itu, kompres dingin akan menurunkan suhu kulit secara drastis tanpa diikuti oleh penurunan standar suhu pada pusat pengatur suhu tubuh.

Alhasil, tubuh mengompres demam menggigil untuk menaikkan suhunya kembali. Dengan demikian, demam tidak berkurang. Artikel Terkait: Beda kejang demam dan kejang karena infeksi saraf, Parents wajib tahu!

Area tubuh yang Perlu Dikompres Saat Demam Untuk menurunkan demam secara efektif, kompres air hangat pada beberapa area tubuh anak. Mulai area dahi, leher, perut, dada, ketiak, dan selangkangan si Kecil.

Area-area ini memiliki permukaan kulit yang luas sehingga penurunan suhu tubuh bisa lebih cepat. Untuk mengompres, cukup basahi kain dengan air suam-suam kuku lalu letakkan di salah satu area tersebut selama 10-15 menit.

Suhu air yang disarankan untuk mengompres adalah 37-40 derajat Celcius, kurang lebih sama seperti suhu air untuk mandi air hangat. Cara Lain untuk Menurunkan Demam Biasanya saat demam, si Kecil akan tampak lebih lemas, rewel, sering menangis, susah tidur, gelisah, dan tidak mau makan. Situasi ini membuat para orang tua khawatir sehingga berbagai cara dilakukan untuk mengatasi demam. Meski kompres demam menjadi salah satu cara yang paling mudah dan banyak dilakukan, ada beberapa cara mengompres demam untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

• Mengonsumsi obat penurun panas (antipiretik) seperti parasetamol. Obat ini aman diberikan untuk menurunkan suhu tubuh dan membuat si Kecil merasa lebih nyaman. Mengompres demam ini juga kerap dipakai untuk mencegah kejang demam yang rentan dialami anak di bawah usia 5 tahun.

Mengompres demam Terkait: Catat, 5 Merk Obat Demam Anak 1 Tahun dengan Harga Terjangkau • Gunakan pakaian yang tipis. Hindari mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal untuk si Kecil karena dapat membuat panas tubuh terperangkap dan demam tidak kunjung membaik. Sebaiknya, berikan si Kecil pakaian yang nyaman, yakni yang berbahan tipis dan mudah menyerap keringat.

• Pastikan cukup minum. Saat si Kecil demam, pastikan ia mendapatkan cukup untuk mencegah dehidrasi. Bila masih ASI, berikan susu sesering mungkin. Bila sudah MPASI, cairan mengompres demam berupa air putih, air kaldu, kuah sop, jus, atau susu. • Jaga suhu ruangan tetap sejuk. Demam seringkali membuat si Kecil tidak nyaman sehingga Anda perlu memastikan suhu ruangannya tetap sejuk dengan menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan (AC).

Hindari mengarahkan kipas angin atau AC secara langsung ke si Kecil karena bisa membuatnya kedinginan dan menggigil. Kapan Perlu Waspada Bila Anak Demam? Hindari mengabaikan demam pada anak oleh karena pada situasi tertentu dapat mengindikasikan masalah kesehatan serius.

Bila si Kecil demam dan disertai oleh gejala-gejala berikut, segera bawa ke dokter anak untuk diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat: • Demam yang lebih dari 3 minggu. • Suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celcius. • Muncul ruam di kulit. • Mengalami gangguan pencernaan (seperti mual, muntah, diare). • Terdapat nyeri perut atau punggung. • Detak jantung meningkat. • Bibir, kulit, dan kuku membiru. • Kejang. Dengan informasi ini, semoga bisa membantu Parents saat membantu memulihkan Si Kecil, ya.

Baca Juga: • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting mengompres demam Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Mengompres demam • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan Kompres dingin lebih sering digunakan oleh banyak orang untuk mengatasi demam tinggi.

Diharapkan suhu dingin dari kompres bisa menyerap panas dari tubuh sehingga demam lebih cepat turun. Namun, tahukah Anda bahwa kompres dingin bisa jadi malah memperparah demam?

Ingat, Anda perlu berhati-hati dalam menangani demam. Penanganan yang keliru bisa berakibat fatal. Jadi penting bagi Anda untuk menyimak baik-baik informasi seputar kompres demam di bawah ini.

Mengapa tubuh bisa demam? Demam ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat, badan menggigil atau berkeringat, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot.

Pada bayi dan anak-anak, demam biasanya muncul saat suhu tubuh lebih dari 37 derajat Celsius. Sementara itu, orang dewasa akan terserang demam ketika suhu tubuh mencapai kira-kira 38 sampai 39 derajat Celsius.

Anda akan demam jika ada infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Biasanya virus dan bakteri akan berkembang biak dengan sangat pesat dalam tubuh pada suhu 37 derajat Celsius. Untuk mempertahankan diri dan mencegah perkembang biakan virus dan bakteri ini, suhu tubuh pun akan meningkat. Maka, demam merupakan pertanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.

Umumnya, penyakit yang menyebabkan muncul demam adalah flu, radang tenggorokan, sinusitis, radang paru, tuberkulosis, dan infeksi saluran kencing. Beberapa penyakit berbahaya lain yang bisa mengakibatkan demam adalah demam berdarah, malaria, radang selaput otak (meningitis), dan HIV. Demam juga bisa muncul ketika anak habis menjalani imunisasi atau giginya mau tumbuh.

Maka, jika Anda atau anak Anda mengalami demam, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu sumber penyakitnya sehingga bisa ditangani dengan baik. [embed-health-tool-”bmr”] Sebaiknya kompres dingin atau hangat?

Hati-hati kalau ingin memberikan kompres penurun demam. Biasanya jika Anda atau anak Anda demam, Anda akan dikompres dengan es batu yang dibungkus kain atau dengan kain yang sudah dicelupkan dalam air dingin. Ternyata, cara tradisional ini mengompres demam cara yang salah untuk menurunkan demam.

Dokter dan tenaga kesehatan di seluruh dunia tidak menganjurkan Anda untuk memberikan kompres dingin pada orang yang sedang demam.

Kompres dingin biasanya manjur untuk meredakan nyeri otot, bukan untuk menurunkan demam. Saat Anda demam, tubuh jadi panas karena memang hal tersebut merupakan reaksi alamiah yang diperlukan oleh tubuh Anda mengompres demam mempertahankan diri. Jika Anda menempelkan kompres dingin, tubuh justru akan menerjemahkannya sebagai ancaman terhadap proses melawan infeksi.

Akibatnya, tubuh akan semakin meningkatkan suhunya dan demam pun jadi semakin parah. Selain itu, kompres dingin juga berisiko menurunkan suhu tubuh secara tiba-tiba. Hal ini akan memicu badan jadi menggigil. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menghindari kompres dingin saat demam, apalagi mandi air dingin. Jika demam yang menyerang sudah cukup tinggi dan Anda jadi sulit tidur atau merasa sangat tidak nyaman, sebaiknya bantulah dengan kompres hangat.

Namun, pastikan bahwa suhunya tidak terlalu panas. Kain yang dibasahi dengan air suam-suam kuku sudah cukup untuk membantu mengendalikan demam. Kompres hangat memicu produksi keringat sehingga suhu tubuh akan menurun secara alamiah dari dalam.

Selain itu, kompres hangat mampu membantu melancarkan aliran darah dan membuat Anda lebih nyaman. Cara lain mengompres demam menurunkan demam Perlu diingat bahwa kompres dingin atau hangat bukanlah metode yang dianjurkan dokter untuk menurunkan demam. Kompres hanya akan membantu Anda merasa lebih nyaman ketika demam menyerang. Cara terbaik untuk menurunkan demam yaitu mengobati penyakit yang menjadi penyebab demam.

Maka, Anda sebaiknya selalu berkonsultasi pada dokter jika Anda atau anak Anda diserang demam. Setelah itu, ikuti saran dokter dan minumlah obat-obatan yang diresepkan dokter Anda. Beberapa trik lain untuk membantu Mengompres demam merasa lebih baik saat demam adalah banyak minum air putih, menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin, dan makan yang cukup.

Selain itu, jangan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal. Kenakan satu lapis pakaian saja yang tipis dan mampu menyerap keringat. Jika Anda menyelimuti diri dengan kain tebal, panas tubuh justru akan semakin terperangkap di dalam sehingga demam pun tak kunjung reda. BACA JUGA: • Kapan Harus Kompres Panas, Kapan Harus Kompres Dingin? • Apa Yang Harus Diakukan Jika Mengompres demam Step (Kejang Demam) • Anak Demam Disertai Ruam Merah, Waspada Penyakit Kawasaki Should You Use Ice Packs on an Infant With High Fevers?

http://www.livestrong.com/article/511090-ice-packs-for-high-fevers-in-infants/ Diakses pada 16 November 2016. Fever and Taking Your Child’s Temperature. http://kidshealth.org/en/parents/fever.html?view=ptr Diakses pada 16 November 2016.

Fever. https://medlineplus.gov/ency/article/003090.htm Diakses pada 16 November 2016.
Pada dasarnya, demam itu sendiri merupakan salah satu gejala atau efek samping dari adanya gangguan di dalam tubuh.

Seringkali demam yang terjadi pada anak merupakan jenis demam yang tidak berbahaya. Bahkan demam pada anak sering dianggap sebagai salah satu sarana anak untuk tumbuh lebih baik di kemudian hari.

Namun tentu saja jika anak demam, orang tua pasti kebingungan dan panik. Maka dari itu, mungkin pengompresan adalah salah satu pertolongan pertama yang mudah dilakukan. Pengompresan itu sendiri sudah dilakukan sejak zaman dulu oleh masyarakat.

Namun, ternyata ada beberapa cara pengompresan demam anak yang salah dan masih dilakukan secara turun temurun. Maka dari itu, berikut beberapa cara mengompres anak demam yang cepat dan bisa dilakukan orang tua.

1. Hindari kompres es atau air dingin Kesalahan yang mengompres demam sering dilakukan oleh orang tua saat mengompres anak adalah mengompres dengan menggunakan air dingin. Bahkan ada juga orang tua yang mengompres anaknya dengan air es. Menurut pandangan medis, hal ini seharusnya tidak dilakukan saat mengompres anak yang demam. Es justru bisa meningkatkan suhu tubuh anak.

Air dingin yang dikompreskan pada tubuh anak yang demam juga berisiko dapat mengacaukan kinerja dari hipotalamus. Hipotalamus akan kebingungan apakah suhu tubuh harus ditingkatkan, atau malah diturunkan. Hal ini dikarenakan ada proses thermoregulator dalam tubuh yang panas mengompres demam kompres yang dingin. Selain itu, air dingin yang dikenakan pada suhu tubuh yang panas bisa membuat dampak yang cukup menakutkan, yaitu menyempitnya pembuluh darah mendadak pada tubuh anak.

Hal ini akan menyebabkan aliran darah terhambat, dan pada akhirnya suhu tubuh bukannya malah turun, melainkan malah meningkat. Baca juga: • Penyebab Anak Demam Tiba Tiba • Buah Penurun Panas Mengompres demam • Macam Macam Demam Pada Anak • Gejala Demam • Ciri Ciri Demam Pada Bayi 2. Gunakan air hangat Sebaiknya mengompres tubuh anak dilakukan dengan air hangat. Hal ini dikarenakan air hangat akan bisa beradaptasi dengan suhu tubuh anak, lalu perlahan-lahan akan menurunkan suhu anak dan membantu demam cepat reda.

Air hangat memang lebih optimal untuk mengompres anak yang demam.

Dengan mengompres air hangat, kinerja hipotalamus tidak akan terganggu. Sehingga hipotalamus dapat menentukan langkah untuk menurunkan suhu tubuh anak. Selain itu, air hangat juga tidak akan membuat anak menggigil kedinginan. Air hangat bisa membuat tubuh anak lebih merasa nyaman ketika demam daripada air dingin, apalagi air es.

Mengompres dengan air hangat bisa membuka pori-pori kulit anak, sehingga dengan demikian suhu panas pada tubuh bisa dengan mudah menguap dari pori-pori tersebut. Lakukan pengompresan selama 15 menit, lalu jika suhu handuk pengompres sudah dingin, ulangi lagi kompres dengan air hangat tersebut hingga suhu tubuh anak menjadi lebih stabil.

3. Jangan mengompres di dahi Kebanyakan orang tua juga mengompres anak di bagian dahi. Hal ini pasti lebih sering dilakukan. Namun, sebaiknya jangan mengompres anak di bagian dahi, karena hal ini kurang efektif. Mengompres di dahu tidak akan memberikan efek penurunan panas yang mengompres demam.

Hal ini dikarenakan kepala akan terhalang dengan tulang tengkorak, sehingga pori-pori kulit yang terbuka tidak akan mengeluarkan suhu panas dari tubuh secara cepat. 4. Kompres di bagian lipatan tubuh Lalu di bagian mana kompres seharusnya diletakkan agar penurunan suhu tubuh anak lebih efektif? Jawabannya adalah di lipatan tubuh anak. Lakukan pengompresan pada bagian lipatan ketiak dan juga lipatan paha anak. Di titik itulah terdapat pembuluh darah besar.

Jika pengompresan dilakukan di daerah tersebut, maka pembuluh darah tersebut akan lebih mudah memberikan mengompres demam pada otak untuk cepat menurunkan suhu tubuh. Namun, untuk mengompres di bagian tersebut pasti cukup sulit. Apalagi jika anak yang demam masih berusia kecil dan belum bisa diberi pengertian. Maka dari itu, usahakan mengompres saat anak memang sedang tenang (tidur) atau beri pengertian agar anak mau menurut.

Jika suhu handuk sudah dingin, ganti atau ulangi kompres. Namun sebelum itu, keringkan dulu bekas air di ketiak dan lipatan paha anak agar anak lebih merasa nyaman.

Baca juga: • Obat Demam Untuk Ibu Hamil • Cara Mengatasi Anak Mengompres demam di Malam Hari • Cara Menurunkan Panas pada Anak Usia 3 Tahun • Cara Menurunkan Panas pada Anak Usia 4 Tahun • Cara Agar Bisa Sakit Demam Tinggi 5. Boleh menggunakan kompres instan Cara mengompres anak demam yang sering dilakukan oleh ibu di zaman sekarang adalah dengan menggunakan kompres instan. Kompres instan ini diproduksi dengan konsep hydrogel, dimana gel dalam kompres ini akan menyerap suhu panas dan membantu demam lebih cepat turun.

Pada dasarnya penggunaan kompres instan ini akan baik untuk dilakukan dan cenderung tidak akan membuat anak rewel karena memang penggunaannya cukup mudah dan praktis.

Namun, yang perlu diingat adalah lakukan pengompresan di area ketiak dan lipatan paha. Walau menggunakan kompres instan, tetap jangan mengompres anak di bagian dahi.

6. Hindari penggunaan alkohol Banyak juga yang mengira bahwa alkohol mengompres demam digunakan untuk mengompres anak yang sedang demam. Alkohol secara fisik memang memiliki sifat yang dingin dan mendinginkan.

Namun penggunaan alkohol sebaiknya tidak digunakan karena efeknya akan sama dengan mengompres dengan air es, yaitu akan terjadi penyempitan pembuluh darah. Selain itu alkohol juga bisa menyebabkan anak keracunan, terutama jika alkohol terserap ke dalam tubuhnya. 7. Mengompres dengan bawang merah Cara mengompres yang biasa dilakukan oleh masyarakat tradisional dan masih cukup sering dilakukan saat ini adalah dengan menggunakan bawang merah.

Caranya adalah dengan menumbuk bawang mengompres demam lalu membalurkan bawang merah sebagai pengompres alami di mengompres demam tubuh anak. Jika bawang merah sudah megering, maka ulangi mengompres demam yang sama agar tubuh anak suhunya segera turun. Bawang merah juga memiliki sifat anti bakteri dan anti inflamasi, yang cocok untuk membantu menurunkan demam anak yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan dalam tubuh. Baca juga: • Obat Penurun Panas Anak 2 Tahun • Cara Menurunkan Panas pada Bayi 7 Bulan • Cara Menurunkan Panas pada Bayi 6 Bulan • Obat Tradisional Penurun Panas Bayi 9 Bulan • Ciri Ciri Demam Berdarah Pada Orang Dewasa 8.

Mengompres seluruh tubuh anak Orang tua juga bisa mengompres anak di seluruh bagian tubuhnya, yaitu dengan memandikan anak dengan air hangat. Cara ini cocok untuk anak yang suka main mengompres demam di kamar mandi. Orang tua bisa menggosok tubuh anak dengan handuk halus menggunakan air hangat. Penggosokan akan memberikan efek seperti pemijatan. Hal ini akan membuat suasana hati anak lebih tenang.

Suhu tubuh pun bisa lebih cepat turun. 9. Pengkondisian setelah kompres Jika orang tua sudah bersaha penuh untuk mengompres tubuh anak yang sedang demam, maka perlakuan tidak berhenti sampai di sana saja.

Orang tua tetap harus melakukan pengkondisian yang baik untuk anak. Salah satunya dengan memberikan cairan yang cukup. Jika anak masih balita dan masih menyusu, maka berikan ASI yang cukup.

Jika anak sudah bisa mengonsumsi makanan, maka berikan sup hangat dan juga air putih untuk mencegah dehidrasinya. Selain itu, hindari kipas angin dan AC selama anak sedang demam. Hindari juga memberikan selimut atau baju tebal pada anak. 10. Tindakan lanjutan Orang tua juga perlu untuk terus memantau kondisi demam anak. Perhatikan suhu tubuh anak. Lebih baik selalu cek suhu tubuh anak menggunakan termometer yang akurat setiap 3 jam sekali untuk memastikan pola demam.

Pola mengompres demam anak bisa saja disebabkan oleh penyakit tertentu. Apalagi jika anak tidak hanya menunjukkan gejala demam saja, melainkan juga gejala lainnya.

Maka dari itu, jika anak menunjukkan gejala lain dan demamnya berubah-ubah suhunya atau tidak kunjung turun, segera lakukan pemeriksaan yang tepat agar penanganannya juga tepat dan cepat.

Baca juga: • Obat Panas Dalam untuk Anak • Gejala Panas Mengompres demam • Macam Macam Panas Dalam • Cara Mengatasi Anak Panas di Malam Hari • Obat Penurun Panas Anak yang Bagus Demikianlah beberapa cara mengompres anak demam yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika anak mengalami demam sebagai pertolongan pertama. Selalu periksa dan perhatikan pola demam yang terjadi pada anak. Jika anak yang terserang demam menunjukkan gejala lain yang lebih parah, atau mengalami suhu tubuh demam mengompres demam turun naik, maka segera bawa anak ke dokter untuk mengetahui apa penyebab demam yang menyerangnya.

Dengan demikian, penanganan pada penyakit anak akan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Semoga artikel ini bermanfaat.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Mengompres demam Terbit: 20 Januari 2020 - Diperbarui: 6 April 2022 Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani - Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo Ketahui cara mengompres anak demam dengan mengompres demam.

Caranya mudah, Anda hanya memerlukan air dan kain kompres. Cara kompres anak ini diyakini dapat meredakan demam. Sebelum ke cara mengompres anak demam, terlebih dahulu simak apa itu demam hingga kesalahan cara mengompres. Apa Itu Demam? Demam adalah suhu tubuh meningkat di atas kisaran normal dari 36 hingga 37 derajat Celcius, yaitu di antara 98 hingga 100 derajat Fahrenheit. Demam merupakan bagian dari respons tubuh dalam mengatasi penyakit.

Beberapa penyakit yang diawali dengan gejala demam, yaitu demam berdarah, campak, rubella, dan batuk pilek dalam berbagai tingkat keganasan. Terkadang demam mungkin naik terlalu tinggi, sehingga demam bisa menjadi serius dan menyebabkan komplikasi. Ketika anak panas, segera kompres anak agar demamnya cepat mereda.

Kini sudah banyak cara menurunkan panas dengan kompres yang praktis dan dapat dibeli di apotek. Sayangnya, masih mengompres demam yang tidak tahu cara mengompres anak demam yang benar. Perlu Anda ketahui, jika cara kompres anak salah, suhu tubuh malah akan semakin tinggi dan demam akan semakin parah. Menurut dr. Herbowo Agung F Soetomenggolo Sp.A bahwa turun atau tidaknya demam dipengaruhi banyak hal terutama penyebab demam itu sendiri.

Cara Kompres minimal dapat membuat anak lebih nyaman dan hampir 90 persen berhasil menurunkan demam. Cara Kompres Anak Demam Bukan di Jidat dan dengan Air Dingin! Cara kompres anak panas yang benar adalah dengan menggunakan air hangat dan bukan menggunakan air dingin. “Es malah meningkatkan suhu tubuh,” ujar dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA saat ditemui di Balai Kota Jakarta beberapa waktu lalu. Manfaat kompres air hangat akan membuka pori-pori, sehingga panas pada tubuh bisa keluar melalui pori-pori tersebut.

Kompres sebaiknya dilakukan sekitar 15 menit. Cara mengompres anak demam yang selama ini dilakukan adalah meletakkan di kening. Perlu dipahami juga bahwa kompres penurun panas yang efektif adalah dengan meletakkannya di daerah lipatan, seperti ketiak dan paha.

Apa Alasannya? “Kepala (kompres) kurang efektif karena terhalang tulang tengkorak. Jadi, paling efektif di lipatan-lipatan pembuluh darah besar. Di situ pembuluh darah lewat terjadi penguapan. Tujuannya, agar panas keluar lewat pori-pori tubuh,” terang Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan FKUI ini.

Hal yang sama juga diutarakan dr. Herbowo, menurutnya sebagian besar orang salah kaprah dalam menggunakan kompres penurun panas. Cara kompres anak panas yang benar adalah menggunakan air hangat atau air suam kuku. “Kompres dengan air dingin tidak digunakan lagi karena hanya menurunkan demam sesaat dan justru akan menimbulkan demam lebih tinggi setelahnya,” dr, Herbowo menambahkan.

Kompres hangat akan membuat seluruh reseptor demam di tubuh menyadari anak sedang mengalami peningkatan suhu. Tubuh merespons mengompres demam dengan mengeluarkan zat-zat yang bisa menurunkan demam.

Perlu diketahui bahwa reseptor demam kita ada di seluruh permukaan kulit. “Bukan (kompres) di kening saja. Saat menghangatkan seluruh permukaan kulit, terjadi pelebaran pembuluh darah di seluruh kulit, sehingga aliran darah bertambah dan panas tubuh makin cepat dibuang ke udara,” urainya. Panduan Cara Mengompres Anak Panas yang Benar Cara menurunkan panas dengan kompres anak akan sangat mujarab jika dilakukan dengan baik.

Berikut beberapa cara mengompres anak demam dengan cara yang benar: 1.

Siapkan Perlengkapan Kompres Cara mengompres demam memang sederhana dan tergolong mudah. Anda hanya membutuhkan wadah, air hangat, dan sehelai kain kompres.

Pertama yang harus anda lakukan adalah mencelupkan kain ke dalam air hangat dan kemudian diperas. Sesederhana itu bukan? Namun manfaat kompres tidak main-main, lho!

2. Mengompres dengan Air Hangat ke Seluruh Tubuh Cara menurunkan panas dengan kompres yang benar adalah dengan meletakan kain kompres di daerah lipatan, seperti ketiak dan paha selama 15 menit. Bisa juga dengan menyeka seluruh tubuhnya dengan kompres hangat, atau mengompres demam cara menyuruh anak berendam di air hangat atau air suam kuku. Anda pernah mendengar pertolongan pertama dengan kompres alkohol? Sebaiknya cara ini Anda abaikan karena dapat menimbulkan efek toksik (keracunan) pada anak.

3. Perbanyak Minum Air Setelah selesai dikompres hangat, perbanyaklah minum air mineral. Menurut jurnal dari Sullivan JE dan Farrar HC bertajuk Fever and Antipyretic Use in Children, pada saat demam kebutuhan cairan meningkat sampai 1,5 kali dari kebutuhan normal. Apabila kekurangan cairan, maka demam akan meninggi. Minum air yang banyak fungsinya untuk mengompres demam kecukupan cairan dan mencegah timbulnya panas lebih tinggi.

Ingat! Jangan minum minuman yang mengandung kafein (teh, kopi) karena akan menyebabkan sering berkemih atau kencing sehingga makin kekurangan cairan.

“Jika anak Anda tidak mau minum banyak, sehingga terlihat lemah atau terdapat tanda-tanda dehidrasi, segeralah bawa ke rumah sakit. Selain itu, jika terdapat tanda gawat lainnya seperti sesak, kejang yang tidak berhubungan langsung dengan demam, jangan ditunda-tunda,” dr.

Herbowo mengimbau. 4. Perbanyak Istirahat Biarkan anak beristirahat untuk mengompres demam menurunkan demam, karena makin banyak beristirahat, makin cepat sembuh. Hal lain yang patut diingat, tidak ada hubungannya antara demam dan makanan pantangan. Selama demam dan sakit, metabolisme akan terganggu.

Menurut dr. Herbowo, sebaiknya mengonsumsi makanan yang lunak sehingga mudah mengompres demam. Hindari pula pemakaian baju berlapis dan selimut tebal karena dapat menghambat kulit untuk melakukan pertukaran panas dengan udara. Cara Mengatasi Demam dengan Obat Herbal Selain dengan kompres hangat, demam juga dapat diatasi dengan beberapa obat herbal berikut ini: 1. Daun Kelor Daun kelor atau moringa adalah tanaman tropis yang memiliki banyak manfaat nutrisi dan sebagai obat alami.

Hampir semua bagian tanaman mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan agen antibakteri. Sebuah studi menemukan bahwa kulit kelor mengurangi demam pada mengompres demam kelinci. Oleh karenanya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana kelor dapat mengurangi demam pada manusia.

2. Teh Jahe Minum secangkir teh jahe panas dapat menyebabkan berkeringat, yang membantu menurunkan demam. Cara membuat teh jahe cukup mudah, gunakan setengah sendok teh jahe yang sudah diiris ke dalam 1 gelas air Panas. Kemudian saring, dan siap untuk diminum. 3. Minyak Esensial Menggunakan minyak peppermint, minyak jahe, minyak kelapa, dan minyak kulit kayu manis dapat membantu menghangatkan sistem peredaran darah dan menyebabkan keringat.

Minyak lavender, thyme, rosemary, eucalyptus, dan sage juga dapat membantu memberikan kenyamanan yang menenangkan saat mengobati demam. Campurkan beberapa tetes minyak peppermint dengan minyak kelapa dan gosokkan di bagian bawah kaki Anda dan bagian belakang leher. Apakah Demam Berbahaya bagi Kesehatan? Demam bukan sesuatu yang berbahaya, namun yang patut diantisipasi justru kondisi sesudah demam berlangsung.

Segala tindakan dalam menangani demam berpusat bukan pada seberapa banyak demam dapat ditekan, tetapi bagaimana pasien nyaman meskipun sempat kejang pada 24 jam pertama. “Penelitian menunjukkan, kejang demam tetap ada meski demam diturunkan.

Kejang demam terjadi pada awal perubahan suhu yang mendadak. Hanya terjadi pada 2 sampai 4 persen populasi anak demam alias kasus langka.

Kejang tidak menimbulkan kematian, cacat, serta tidak menurunkan tingkat intelegensi,” dr. Herbowo memaparkan. Itu dia cara menurunkan panas dengan kompres yang benar dan bisa Anda praktikkan di rumah. Tetapi, jika demam anak tidak kunjung menurun, segera periksakan ke dokter. • Anonim. Tanpa tahun. Bring Down a Fever Naturally With These Home Remedies. https://www.besthealthmag.ca/best-you/home-remedies/natural-home-remedies-for-fevers/.

(Diakses 20 November 2019) • Brazier, Yvette.

2017. Fever: What you need to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/168266.php. (Diakses 20 November 2019) • LaVolpe, Natalie. Tanpa Tahun. 10 Natural Ways To Treat A Fever. https://www.farmersalmanac.com/10-natural-ways-treat-fever-26657. (Diakses 20 November 2019) Informasi Terbaru • 10 Cara Efektif Menghadapi Orang yang Manipulatif • Mengompres demam Isotonik, Cairan yang Membantu Meningkatkan Kinerja Olahraga • 10 Cara Mengatasi Vagina Sakit Setelah Melahirkan • Mengenal Relaksin, Hormon Penting bagi Wanita • Telangiektasis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan

DEMAM HARUS DIKOMPRES AIR ES?! Benar gak ya? Ini kata dr. Reisa Broto Asmoro




2022 charcuterie-iller.com