Membandingkan bilangan bulat

membandingkan bilangan bulat

• Forecasting Terdapat membandingkan bilangan bulat macam metode kuantitatif dalam peramalan. Menurut Heizer dan Rander (2011:140-152) yang dikutip dari bukunya yang berjudul “Operations Management”, metode-metode tersebut adalah sebagai berikut: • Naive Approach Metode peramalan sederhana yang berasumsi bahwa permintaan para pelanggan di periode selanjutnya sama dengan periode terakhir.

Metode ini dianggap metode yang efektif dan efisien dalam meramalkan biaya pengeluaran, yang memberikan titik awal dari metode lainnya. • Rata-Rata Bergerak (Moving Averages) Metode ini merupakan metode peramalan yang menggunakan jumlah rata-rata periode (n) dari data periode terakhir untuk dilakukan peramalan di periode berikutnya. Metode ini berguna apabila kita dapat mengansumsikan bahwa permintaan pasar tetap stabil dalam jangka waktu tertentu.

Berikut ini merupakan rumus dari rata-rata bergerak: Dimana: n: jumlah periode moving average • Rata-Rata Bergerak Tertimbang ( Weighted Moving Average) Apabila trend atau pola diketahui, maka bobot (weights) dapat digunakan untuk menambah nilai baru, serta membuat teknik peramalan menjadi lebih responsif untuk berubah karena periode terbaru mungkin membandingkan bilangan bulat bobot yang lebih besar.

Pemilihan bobot bersifat tidak pasti, karena membandingkan bilangan bulat memiliki rumus yang dapat menentukan bobot, sehingga dibutuhkan pengalaman yang baik untuk melakukan membandingkan bilangan bulat bobot.

Berikut ini merupakan rumus rata-rata bergerak tertimbang: • Penghalusan Eksponensial (Exponential Smoothing) Metode ini merupakan teknik peramalan rata-rata bergerak tertimbang yang poin datanya diberi bobot dengan fungsi eksponensial.

Metode ini juga merupakan metode pembobotan yang canggih dan mudah untuk digunakan. Berikut ini adalah rumus perhitungan penghalusan eksponensial: Yang mana merupakan bobot penghalusan konstanta (Smoothing Constant), yang dapat dipilih oleh peramal antara nilai 0 dan 1. Berikut adalah perumusannya: Dimana, Membandingkan bilangan bulat = Peramalan baru F t-1 = Peramalan sebelumnya Α = Konstanta penghalusan (pembobotan) (0 ≤ α ≤ 1) A t-1 = Permintaan aktual periode sebelumnya • Penghalusan Eksponensial dengan Penyesuaian Trend (Exponential Smoothing Trends Adjusted) Metode ini merupakan pengembangan metode penghalusan eksponensial yang digunakan untuk memperhitungkan rata-rata penghalusan eksponensial data dan menyesuaikan trend.

Formulasi sebagai berikut: Keterangan: FITt = Peramalan dengan trend Ft = Peramalan penghalusan eksponensial Tt = Trend penghalusan eksponensial Dengan penyesuaian trend penghalusan eksponensial, estimasi untuk kedua rata-rata dan trend menjadi rapi. Prosedur ini membutuhkan dua penghalusan konstanta, yakni untuk rata-rata, dan untuk trend. Berikut adalah rumus untuk menghitung rata-rata dan trend tiap periode: Dimana, F t = Peramalan dengan eksponensial yang dihaluskan dari data berseri pada periode t T t = Tren dengan eksponensial membandingkan bilangan bulat dihaluskan pada periode t A t = Permintaan aktual periode t α = Konstanta penghalusan untuk rata-rata (0 ≤ α ≤ 1) β = Konstanta penghalusan untuk rata-rata (0 ≤ β ≤ 1) • Proyeksi Trend (Trend Projections) Metode ini merupakan sebuah metode peramalan deret waktu yang mencocokan garis trend dengan deretan data terdahulu yang kemudian diproyeksikan kedalam peramalan masa depan.

ŷ = a + bx Dimana, ŷ = Nilai terhitung dari variabel yang akan diprediksi a = Persilangan sumbu y b = Kemiringan garis regresi (atau tingkat perubahan pada y untuk perubahan yang terjadi di x x = Variable bebas (dalam kasus ini adalah waktu). Sedangkan untuk mengetahui nilai a dan b, maka dapat menggunakan rumus berikut: a = y – bx Dimana, b = Kemiringan garis regresi ∑ = Tanda penjumlahan total X = Nilai variabel bebas yang diketahui y = Nilai variabel terkait yang diketahui Mengukur Kesalahan Peramalan Dikutip dari bukunya “Operations Management”, Heizer dan Render (2011:145-147), dibutuhkan analisa pengukuran pada kesalahan peramalan.

Pengukuran ini dapat digunakan untuk membandingkan model peramalan yang berbeda, serta mengawasi peramalan apakah berjalan dengan baik atau tidak. Terdapat tiga pengukuran yang sering digunakan oleh para menejer, yaitu: • Deviasi Rata-Rata Absolut (Mean Absolute Deviation) Deviasi rata-rata absolut atau yang sering disebut sebagai MAD merupakan suatu model membandingkan bilangan bulat digunakan untuk mengukur kesalahan peramalan secara keseluruhan dalam sebuah model peramalan.

• Kesalahan Rata-Rata Kuadrat (Mean Membandingkan bilangan bulat Error) Kesalahan rata-rata kuadrat atau yang dapat disebut MSE merupakan selisih nilai rata-rata dari yang di ramalkan dengan yang diamati. Berikut adalah perumusannya, yakni: • Persentase Kesalahan Rata-Rata Absolut (Mean Absolute Percent Error) Persentase Kesalahan rata-rata absolut atau yang sering disebut sebagai MAPE merupakan selisih nilai rata-rata dari yang di ramalkan dengan yang diamati dalam bentuk persentase.

Permasalahan berasal dari MAD dan MSE adalah nilai mereka bergantung pada besarnya unsur nilai yang diramal. Berikut adalah perumusan MAPE: • Simulasi Monte Carlo Dalam melakukan simulasi Monte Carlo perlu melakukan beberapa tahapan, yaitu: • Menetapkan distribusi probabilitas untuk kepentingan input variable.

Tahap ini dilakukan untuk menetapkan probabilitas distribusi barang dengan menggunakan hasil data historis. Data yang dibutuhkan antara lain data permintaan, frekuensi pemesanan, dan lainnya. Probabilitas atau frekuensi relatif untuk setiap hasil variabel ditemukan dengan cara membagi frekuensi observasi dengan jumlah total observasi.

Tabel 1. Monte Carlo 1 Permintaan Frekuensi (Hari) 0 X 1 1 X 2 2 X 3 3 X 4 4 X 5 5 X 6 ∑X hari Tabel 2. Monte Carlo 2 Permintaan Frekuensi (Hari) Probabilitas Kejadian 0 X 1 X 1/∑X hari = Y 1 1 X 2 X 2/∑X hari = Y 2 2 X 3 X 3/∑X hari = Y 3 3 X 4 X 4/∑X hari = Y 4 4 X 5 X 5/∑X hari = Y 5 5 X 6 X 6/∑X hari = Y 6 ∑X hari ∑Y = 1,00 • Membentuk distribusi probabilitas kumulatif untuk setiap variabel yang ada pada langkah 1.

Probabilitas kumulatif didapatkan dengan cara menjumlahkan angka yang berada pada probabilitas kejadian dengan probabilitas kumulatif sebelumnya. Tabel 3. Monte Carlo 3 Permintaan Frekuensi (Hari) Probabilitas Kejadian Probabilitas Kumulatif 0 X 1 X 1/∑X hari = Y 1 Y 1= a 1 X 2 X 2/∑X hari membandingkan bilangan bulat Y 2 a+Y 2 = b 2 X 3 X 3/∑X hari = Y 3 b+Y 3 = c 3 X 4 X 4/∑X hari = Y 4 c+Y 4 = d 4 X 5 X 5/∑X hari = Y 5 d+Y 5 = e 5 X 6 X 6/∑X hari = Y 6 e+Y 6 = 1,00 ∑X hari ∑Y = 1,00 • Menetapkan interval bilangan acak untuk setiap variable.

Setelah menentukan nilai probabilitas kumulatif, maka selanjutnya dilakukan penentuan interval bilangan acak setiap membandingkan bilangan bulat untuk membandingkan bilangan bulat nilai atau output. Interval bilangan acak didapatkan dengan cara, sebagai berikut: Tabel 4.

Monte Carlo 4 Permintaan Frekuensi (Hari) Probabilitas Kejadian Probabilitas Kumulatif Interval Bilangan Acak 0 X 1 X 1/∑X hari = Y 1 Y 1= a 1 – (a×100) 1 X 2 X 2/∑X hari = Y 2 a+Y 2 = b ((a×100) +1) – (b×100) 2 X 3 X 3/∑X hari = Y 3 b+Y 3 = c ((b×100) +1) – (c×100) 3 X 4 X 4/∑X membandingkan bilangan bulat = Y 4 c+Y 4 = d ((c×100) +1) – (d×100) 4 X 5 X 5/∑X hari = Y 5 d+Y 5 = e ((d×100) +1) – (e×100) 5 X 6 X 6/∑X hari = Y 6 e+Y 6 = 1,00 ((e×100) +1) – 100 ∑X hari ∑Y = 1,00 • Menghasilkan bilangan acak.

Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan bilangan acak, yaitu menggunakan bantuan software komputer seperti Microsoft Excel dengan cara memasukan formula =RAND() atau =RANDBETWEEN (0,100) pada kolom aktif dan menariknya ke kolom lainnya sesuai dengan kebutuhan. Perbedaan formula =RAND() dengan =RANDBETWEEN(0,100) ialah dengan formula =RAND() akan menghasilkan bilangan desimal dan menghasilkan bilangan acak antara 0 dengan 1, sedangkan =RANDBETWEEN(1,100) menghasilkan bilangan bulat antara 1 – 100.

Biasanya cara dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mendapatkan bilangan acak digunakan membandingkan bilangan bulat saat permasalahan berskala besar. Cara lain untuk mendapatkan bilangan acak adalah dengan mengambil bilangan acak secara acak melalui tabel bilangan acak.

Biasanya cara ini digunakan apabila permasalahan yang ada membandingkan bilangan bulat skala yang kecil dan dapat dilakukan dengan perhitungan manual.

Tabel 5. Contoh Bilangan Acak Menggunakan Microsoft Excel 13 84 88 34 64 95 74 68 85 96 43 38 61 99 97 57 79 37 96 88 65 64 86 10 75 94 81 83 37 88 31 29 3 18 43 17 63 36 49 62 83 53 95 5 63 36 25 22 87 25 47 85 46 13 96 22 26 70 2 99 37 9 12 76 7 4 17 17 56 59 100 17 47 66 21 86 86 20 95 31 51 35 1 45 49 92 41 34 88 17 31 88 76 10 71 56 65 59 16 28 38 91 32 53 3 14 94 54 95 2 20 72 33 90 55 47 8 80 28 60 26 12 56 3 28 55 74 8 94 87 64 75 31 30 76 31 25 67 76 51 31 76 62 38 87 69 13 73 54 56 56 52 7 57 8 80 21 26 25 49 90 84 91 5 35 99 73 69 35 16 85 52 25 69 42 67 65 26 2 48 37 94 67 97 48 93 92 83 2 89 33 52 41 72 95 32 70 48 4 48 38 61 100 10 79 2 43 75 82 68 81 23 70 49 28 69 64 81 100 29 41 75 86 48 99 68 58 76 79 91 33 50 25 26 13 50 57 22 60 74 Sumber: Pengelolahan Data • Mengstimulasikan serangkaian simulasi.

Simulasi dilakukan dengan sederhana yaitu memilih bilangan acak yang yang ada pada tabel bilangan acak. Lalu untuk mendapatkan hasil simulasi maka dilakukan pencocokan kelas bilangan acak dengan interval bilangan acak. Tabel 6. Monte Carlo 6 Periode Bilangan Acak Permintaan (Simulasi) 1 13 Permintaan antara 0-5 2 57 Permintaan antara 0-5 3 31 Permintaan antara 0-5 4 36 Permintaan antara 0-5 5 37 Permintaan antara 0-5 ∑ Permintaan • Pada tahap ini, dilakukan pencarian rata-rata persediaan Tabel 7.

Monte Carlo 7 Periode Unit Pesanan Persediaan Awal Angka Acak Permintaan Persediaan Akhir Order 1 – * 13 ** *** **** 2 Q * 57 ** *** **** 3 Q * 31 ** *** **** 4 Q * 36 ** *** **** 5 Q * 37 ** *** **** Keterangan: Q = Jumlah unit yang dipesan “*” = Jumlah persediaan awal “**” = Jumlah permintaan berdasarkan hasil simulasi monte carlo “***” = Jumlah persediaan akhir setelah memenuhi permintaan “****” = Status pemesanan.

Jika persediaan akhri tidak dapat memenuhi permintaan periode berikutnya dan perlu melakukan pemesanan, maka diberi keterangan “Ya”. Apabila persediaan akhir yang tersisa dapat memenuhi permintaan periode berikutnya, maka tidak perlu melakukan pemesanan. Setelah melakukan simulasi diatas, selanjutnya dilakukan simulasi kedalam bentuk perhitungan atau formulasi sebagai berikut ini: • Rata-Rata Persediaan Akhir = • Biaya Barang = Biaya Per Unit × Permintaan per Tahun • Rata-Rata Biaya Penyimpanan = Rata-Rata Persediaan Akhir × Biaya Penyimpanan per Unit • Total Biaya Pemesanan = Jumlah Order × Biaya Pemesanan • Total Biaya = Biaya Barang + Rata-Rata Biaya Penyimpanan + Total Biaya Pemesanan Jl.

Kyai H. Syahdan No.9, RT.6/RW.12, Palmerah, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11480 The Joseph Wibowo Center Jl. Hang Lekir I No. 6 Senayan Jakarta 10270 Indonesia Kav 21, Alam Sutera Jalan Jalur Sutera Barat Panunggangan Timur, RT.001/RW.004, Panunggangan, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten 15143 Materi Pelajaran Matematika SD Materi Pelajaran Matematika SD – Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diujikan pada ujian akhir sekolah.

Untuk itu, setiap pokok materi yang ada di dalamnya harus dikuasai dengan baik. Bagi kalian yang saat ini duduk di tingkat SD, berikut akan disajikan kumpulan materi pelajaran matematika, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Apa Itu Pelajaran Matematika? Pelajaran matematika adalah pelajaran yang mempelajari dasar-dasar perhitungan.

Seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Matematika juga mempelajari tentang jenis-jenis bilangan, rumus-rumus bangun datar dan bangun ruang, serta penyajian data statistik.

Mata pelajaran matematika diberikan di semua jenjang pendidikan, baik sekolah dasar, menengah, dan tingkat atas. Tujuan dari pembelajaran matematika yaitu agar setiap siswa mampu berfikir secara logis, kritis, tekun, kreatif, inisiatif.

Selain itu, pembelajaran matematika juga bertujuan agar siswa mampu memahami konsep matematika dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari, menggunakan penalaran pada pola dan sifat, serta melatih siswa bertindak atas dasar pemikiran logis, rasional, kritis, dan cermat.

Materi Pelajaran Matematika SD Kelas 1 PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI 20 • Membilang Banyak Benda • Memsilahkan Pelajari Dan Menulis Lambang Bilangan • Mengurutkan Bilangan • Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Sampai 20 • Menyelesaikan Masalah MENGENAL PENGUKURAN WAKTU DAN PANJANG • Menentukan Waktu Hari Dan Jam • Memsilahkan Pelajari Tanda Waktu • Mengenal Panjang Suatu Benda BANGUN RUANG • Mengelompokan Berbegai Bangun Ruang Sederhana • Menentukan Urutan Benda-Benda Ruang PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI DUA ANGKA • Membilang Banyak Benda • Menjumlahkan Dan Mengurangkan • Sifat-Sifat Operasi Pertukaran Dan Pengelompokan MENGGUNAKAN PENGUKURAN BERAT • Membandingkan Berat Benda MENGENAL BANGUN DATAR SEDERHANA • Mengenal Segitiga, Segi Empat, Dan Lingkaran • Bangun Datar Sederhana • Mengelompokan Bangun Datar Segitiga, Segi Empat, Dan Lingkaran • Latihan Ulangan Semester 2 Materi Pelajaran Matematika SD Kelas 2 BILANGAN CACAH • Membandingkan Bilangan • Mengurutkan Bilangan • Nilai Tempat Ratusan Puluhan dan Satuan • Penjumlahan Dan Pengurangan PENGUKURAN • Alat Ukur Waktu • Alat Ukur Panjang • Alat Ukur Berat • Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan Dengan Berat Dalam Kehidupan Sehari-hari PERKALIAN DAN PEMBAGIAN • Perkalian • Pembagian BANGUN DATAR • Mengelompokan Bangun Datar • Sisi Bangun Datar • Sudut Sudut Bangun Datar Materi Pelajaran Matematika SD Kelas 3 BILANGAN • Menentukan Letak Bilangan Pada Garis Bilangan • Melakukan Penjumlahan Dan Pengurangan Tiga Angka • Perkalian Dan Pembagian • Operasi Hitung Campuran • Memecahkan Masalah Yang Melibatkan Uang PENGUKURAN • Memilih Alat Ukur Sesuai Benda Yang Diukur • Menggunakan Alat Ukur Dalam Pemecahan Masalah • Hubungan Antarsatuan Waktu, Antarsatuan Panjang, dan Antarsatuan Berat PECAHAN SEDERHANA • Mengenal Pecahan • Membandingkan Pecahan Sederhana • Memecahkan Masalah Yang Melibatkan Pecahan BANGUN DATAR • Mengidentifikasi Berbagai Bangun Datar Sederhana Menurut Sifat Atau Unsurnya • Mengidentifikasi Berbagai Jenis Dan Besar Sudut Baca Lainnya: Pecahan Sederhana: Gambar Dan Contohnya KELILING DAN LUAS • Keliling Bangun Datar Persegi Dan Persegi Panjang • Menghitung Luas Bangun Datar • Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan Dengan Keliling, Luas Persegi Dan Persegi Panjang Materi Pelajaran Matematika SD Kelas 4 OPERASI HITUNG BILANGAN • Mengenal Sifat-Sifat Operasi Hitung • Sifat Pertukaran/Komutatif • Sifat Pengelompokan/Asosiatif • Sifat Penyebaran/Distributif • Mengurutkan Bilangan • Memahami Nilai Tempat • Membandingkan Bilangan • Operasi Hitung Bilangan • Operasi Perkalian • Operasi Pembagian • Menaksir Dan Membulatkan Bilangan • Membulatkan Bilangan Ke Dalam Pecahan Terdekat • Membulatkan Bilangan Ke Dalam Ratusan Terdekat • Membulatkan Bilangan Ke Dalam Ribuan Terdekat • Menaksir Hasil Operasi Hitung • Memecahkan Masalah Yang Melibatkan Uang KELIPATAN DAN FAKTOR SUATU BILANGAN • Pengertian Kelipatan Dan Faktor • Kelipatan Suatu Bilangan • Faktor Suatu Bilangan • Kelipatan Dan Faktor Persekutuan Bilangan • Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan • Faktor Persekutuan Dua Bilangan • Bilangan Prima • Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Dari Dua Bilangan • Faktor Persekutuan Terkecil (KPK) Dari Dua Bilangan • Faktor Prima Dari Suatu Bilangan • Menentukan FPB Dan KPK Dari Dua Bilangan Dengan Cara Faktorisasi Prima • FPB Dan KPK Dalam Masalah Sehari-hari PENGUKURAN SUDUT, WAKTU, PANJANG, DAN BERAT • Pengertian Sudut • Membandingkan Besar Sudut • Mengukur Besar Sudut • Mengukur Sudut Dengan Satuan Tak Baku • Mengukur Sudut Dengan Busur Derajat • Mengenal Sudut Siku-Siku • Arah Mata Angin • Menentukan Besar Sudut Putar • Perputaran/Rotasi Pada Bangun Datar • Perputaran Pada Jarum Jam • Satuan Waktu • Satuan Berat • Satuan Panjang • Satuan Kuantitas KELILING DAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR SEDERHANA • Keliling Serta Luas Jajar Genjang Dan Segitiga • Keliling Jajar Genjang • Luas Jajar Genjang • Keliling Segitiga • Luas Segitiga • Menyelesaikan Membandingkan bilangan bulat Yang Berkaitan Dengan keliling Dan Luas Jajar Genjang Dan Segitiga BILANGAN BULAT • Memahami Bilangan Bulat • Membaca Dan Menulis Lambang Bilangan Bulat • Garis Bilangan Bulat • Membandingkan Bilangan Bulat • Mengurutkan Bilangan Bulat • Lawan Suatu Bilangan • Operasi Penjumlahan Pada Bilangan Bulat • Operasi Pengurangan Pada Bilangan Bulat • Melakukan Operasi Hitung Campuran • Soal Cerita Yang Berkaitan Dengan Bilangan Bulat PECAHAN • Arti Pecahan • Pecahan Sebagai Bagian Dari Keseluruhan • Pecahan Yang Berpenyebut Sama • Mengurutkan Pecahan Yang Berpenyebut Sama • Letak Pecahan Pada Garis Bilangan • Pecahan Senilai • Menyederhanakan Pecahan • Operasi Penjumlahan Pada Pecahan • Operasi Pengurangan Pada Pecahan • Operasi Penjumlahan Dan Pengurangan Pecahan • Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan Dengan Pecahan BILANGAN ROMAWI • Mengenal Lambang Bilangan Romawi • Menuliskan Bilangan Asli Ke Dalam Bilangan Romawi Atau Sebaliknya • Menuliskan Bilangan Asli Ke Dalam Bilangan Romawi • Mengubah Lambang Bilangan Romawi Ke Dalam Bilangan Asli BANGUN RUANG, SIMETRI, DAN PENCERMINAN • Mengenal Bangun Ruang • Sifat-Sifat Balok • Sifat-Sifat Kubus • Jaring-Jaring Balok Dan Kubus • Jaring-Jaring Balok • Jaring-Jaring Kubus • Simetri Lipat • Simetri Putar • Membuat Bangun Datar Yang Simetri • Pencerminan • Menggambar Pencerminan Baca Lainnya: Cara Mencari Luas Permukaan Membandingkan bilangan bulat Jika Diketahui Volume Materi Pelajaran Matematika SD Kelas 5 BILANGAN BULAT • Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat • Membulatkan Bilangan • Menaksir Hasil Operasi Hitung • Menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) • Pengerjaan Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat • Menghitung Perpangkatan Dan Akar • Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan Dengan Operasi Hitung, KPK, Dan FPB PENGUKURAN • Mengukur Waktu • Mengukur Sudut • Menentukan Jarak Dan Kecepatan LUAS BANGUN DATAR • Menentukan Luas Trapesium Dan Layang-Layang • Menyelesaikan Masalah Yang Berhubungan Dengan Bangun Trapesium Dan Layang-Layang VOLUME KUBUS DAN BALOK • Menentukan Volume Kubus Dan Balok • Satuan Volume • Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan Dengan Kubus Dan Balok PECAHAN • Pecahan Ke Bentuk Persen Dan Desimal • Mengoperasikan Penjumahan dan Pengurangan Berbagai Bentuk Pecahan • Mengoperasikan Perkalian dan Pembagian Berbagai Bentuk Pecahan • Perbandingan Dan Skala SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG • Mengenal Sifat-Sifat Bangun Datar • Mengenal Sifat-Sifat Bangun Ruang • Jaring-Jaring Bangun Ruang Sederhana • Membuktikan Kesebangunan Antar Bangun Datar • Membuktikan Simetri Lipat Dan Simetri Putar Bangun Datar • Menyelesaikan Masalah Yang Berhubungan Dengan Bangun Datar Dan Bangun Ruang Materi Pelajaran Matematika SD Kelas 6 OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT • Mengenal Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat • Operasi Hitung Campuran • Operasi FPB Dan KPK Pada Dua Bilangan • Menentukan FPB Dan KPK Pada Tiga Bilangan • Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Biangan Kubik • Menyelesaikan Masalah Yang Melibatkan Operasi Hitung Termasuk Penggunaan Akar Dan Pangkat PENGUKURAN VOLUME PER WAKTU • Mengenal Satuan Volume • Operasi Hitung Satuan Waktu • Mengenal Satuan Debit • Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan Dengan Satuan Debit MENGHITUNG LUAS • Menghitung Luas Bangun Datar • Menghitung Luas Segi Banyak • Menentukan Luas Lingkaran • Menentukan Volume Prisma Segitiga Dan Tabung MENGUMPULKAN DAN MENGOLAH DATA • Mengumpulkan Dan Membaca Data • Mengolah Dan Menyajikan Data Dalam Bentuk Tabel • Menafsirkan Data OPERASI HITUNG PECAHAN • Menyederhanakan Dan Mengurutkan Pecahan • Mengubah Bentuk Pecahan Ke Desimal Atau Sebaliknya • Menentukan Nilai Pecahan Dari Suatu Bilangan Atau Kuantitas Tertentu • Melakukan Operasi Hitung Yang Melibatkan Berbagai Bentuk Pecahan • Memecahkan Masalah Dengan Menggunakan Skala SISTEM KOORDINAT • Menggambar Letak Benda Pada Daerah • Mengenal Koordinat Posisi Sebuah Benda • Menentukan Posisi Titik Dalam Sistem Koordinat Kartesius PENGOLAHAN DATA • Penyajian Data • Menentukan Rata-Rata Hitung Dan Modus • Mengurutkan Data Termasuk Nilai Tertinggi Dan Terendah • Menafsirkan Membandingkan bilangan bulat Pengolahan Data Demikianlah informasi mengenai kumpulan materi pelajaran matematika SD kelas 1 sampai 6.

Semoga memudahkan dalam proses pembelajaran matematika.
LATIHAN 1 1.Jelaskan dengan kalimat sendiri apa yang dimaksud dengan data mining? 2. Sebutkan sudut pandang multidimensi dari data mining! JAWAB : • Serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa informasi yang selama ini tidak diketahui secara manual dari suatu basisdata.

Informasi yang dihasilkan diperoleh dengan cara mengekstraksi dan mengenali pola yang penting atau menarik dari data yang terdapat dalam basisdata. • D atabase yang memodelkan data sebagai fakta, dimensi,dan numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya untuk mengambil keputusan.contohnya adalah InterSystems Cathe, ContourCube, dan Cognoa PowerPlay. • Apa Perbedaan Interval dengan rasio, dan berikan contohnya dan jelaskan!.

. JAWAB : - interval termasuk dalam kelompok data kuantitatif dengan tingkat pengukuran yang lebih tinggi dari pada data nominal maupun ordinal. memiliki nilai nol yang mutlak dengan membedakan kategorinya jarak tertentu dengan jarak antar kategorinya sama.

contohnya : Rata – rata tinggi badan berdasarkan usia, untuk anak – anak yang berusia 6 – 12 memiliki rata – rata tinggi badan 130 – membandingkan bilangan bulat cm, untuk remaja yang berusia 13 – 18 memilikirata – rata tinggi badan 146 – 160 cm, dan untuk dewasa yang berusia 19 – 26 cm memiliki rata – rata tinggi badan 161 – 199 cm.

- rasio rasio merupakan tipe data dengan level pengukuran yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe data lain. Data ini termasuk dalam kelompok data kuantitatif. Angka yang digunakan pada data ini menunjukkan angka yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai symbol dan memiliki nilai nol yang sesungguhnya atau mutlak.

Pada data ini, dapat dilakukan berbagai operasi matematika. seperti, datanya dpat dikalikan atau dibagi. Contoh : Berat bayi dimana bayi A beratnya adalah 3, B adalah 2, dan C adalah 1, jika dilihat menggunakan skala rasio berat badan bayi A tiga kalilipat dari berat badan bayi C, berat badan bayi B dua kalilipat dari C.

• Perbedaan Diskrit dengan Kontinyu, dan berikan contohnya dan jelaskan!. . JAWAB : Atribut DISKRIT adalah atribut yang memiliki himpunan nilai-nilai yang berhingga atau nilai-nilai tak-hingga tetapi yang bisa dihitung, yang mungkin disajikan dalam bentuk integer atau mungkin juga bukan integer atau blangan bulat.

CONTOH : atribut ID pelanggan adalah tak-hingga tetapi bisa dihitung/dibilang. Jumlah pelanggan dapat tumbuh hingga tak-hingga, tetapi dalam kenyataannya, kumpulan nilai-nilainya bisa dihitung/dibilang (di mana nilai-nilainya dapat ditempatkan ke dalam membandingkan bilangan bulat satu demi satu dengan himpunan bilangan bulat. Atribut KONTINYU adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur dengan cara dalam bentuk bilangan bulat maupun pecahan.

nilai - nilai kontinyu dapat menghasilkan nilai numerik yang dapat berupa integer atau bilangan real. CONTOH : kalau kita mendapatkan hasil pengukuran dengan cara mengukur, misalnya berapa jarak ujung dinding A ke ujung dinding B?

Hasil yang didapatkan adalah dengan cara mengukur misalnya menggunakan alat pengukur dan hasil yang didapatkan, misalnya, adalah 10,5 meter. • Sebutkan 5 peran utama data mining! membandingkan bilangan bulat Jelaskan perbedaan estimasi dan prediksi! • Jelaskan perbedaan prediksi dan klasifikasi! • Jelaskan perbedaan klasifikasi dan klastering!

• Jelaskan perbedaan klastering dan association!

membandingkan bilangan bulat

• Jelaskan perbedaan estimasi dan klasifikasi! • Jelaskan perbedaan estimasi dan klastering! • Jelaskan perbedaan supervised dan unsupervised learning! • Sebutkan tahapan utama proses data mining! JAWAB : 1. 5 peran utama data mining : - Estimation (estimasi) membandingkan bilangan bulat Prediction (prediksi) - Classification (klasifikasi), - Clustering (pengelompokan) - Association (asosiasi) 2. ESTIMASI adalah Proses untuk menemukan suatu karakteristik penting dari data dalam suatu basis data dengan cara menduga atau menebak dari sebuah nilai yang belum diketahui.

sedangkan, PREDIKSI adalah Proses untuk menemukan jenis, pola atau nilai dari data dengan memperkirakan hal tersebut yang belum diketahui untuk masa mendatang.

3. PREDIKSI sama dengan klasifikasi dan estimasi yang membedakannya hanya hasil dalam prediksi yang terjadi dimasa yang akan datang. sedangkan, KLASIFIKASI membandingkan bilangan bulat proses penemuan model/fungsi yang menjelaskan atau membedakan konsep/kelas data untuk mendeskripsikan data yang penting serta dapat meramalkan kecenderungan data pada masa depan. 4. KLASIFIKASI adalah yang menggunakan data dengan target/class/label berupa nilai kategorikal (nominal), Mode Data Mining memeriksa set record yang besar, dimana setiap record memiliki informasi variabel target dan set input.

Sedangkan, KLASTERING adalah Pengelompokan data, record, observasi atau kasus ke dalam objek-objek yang mirip dan memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan data dari klaster lain. didalam clustering tidak terdapat variabel/tidak memiliki target/class/label. 5. KLASTERING adalah pengelompokan data, hasil observasi dan kasus ke dalam class yang mirip antara satu dengan yang lain, dan memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan data dari klaster lain.

Sedangkan, ASOSIASI adalah suatu tugas untuk menemukan atribut yang “muncul bersamaan” yang mencoba menemukan aturan untuk menjumlahkan/membandingkan hubungan antara dua atau lebih atribut.

membandingkan bilangan bulat

6. ESTIMASI adalah algoritma yang menggunakan data dengan target/class/label berupa bilangan numerik (kontinyu) dan bukan kategorikal (nominal atau diskrit). Estimasi nilai dari variable target ditentukan berdasarkan nilai dari variabel prediktor (atribut). Sedangkan, KLASIFIKASI adalah algoritma yang menggunakan data dengan target/class/label berupa nilai kategorikal (nominal) Contoh, apabila target/class/label adalah pendapatan, maka bisa digunakan nilai nominal membandingkan bilangan bulat sbb: pendapatan besar, menengah, kecil 7.

ESTIMASI adalah algoritma yang menggunakan data dengan target/class/label berupa bilangan numerik (kontinyu) dan bukan kategorikal (nominal atau diskrit). Estimasi nilai dari variable target ditentukan berdasarkan nilai dari variabel prediktor (atribut). Sedangkan, dan KLASTERING adalah pengelompokkan data, hasil observasi dan kasus ke dalam class yang mirip, klastering tidak memiliki target/class/label.

8. Supervised learning adalah algoritma yang paling sering digunakan dalam dunia data science dibandingkan dengan unsupervised learning. algoritma data mining yang termasuk adalah (estimasi, prediksi, klasifikasi) Perbedaan kedua algoritma tersebut terletak pada cara belajar untuk membuat suatu prediksi maupun klasifikasi. Dalam supervised learning, algoritma tersebut seolah-olah dilatih terlebih dahulu agar dapat melakukan prediksi maupun klasifikasi.

Sedangkan, pada unsupervised learning, untuk melakukan prediksi maupun klasifikasi mereka tidak perlu dilatih terlebih dahulu. Sehingga dapat dikatakan bahwa supervised learning membutuhkan data training agar mampu melakukan prediksi maupun klasifikasi. algoritma data mining yang termasuk adalah klastering 9.

Tahapan utama proses data mining : A. Input (Dataset) B. Metode (Algoritma Data Mining) C. Output(Pola/Model/Knowledge) D. Evaluasi (Akurasi, Error, DLL) Hallo sahabat programmer, sudah beberapa hari ini saya tidak posting artikel lagi di blog saya ini karena ada sedikit kesibukan di luar sana.

Soo, pada kesempatan ini saya ingin membagikan contoh program C++ menentukan nilai terkecil dan terbesar dari 3 bilangan dan dari deret bilangan yang kita tentukan.

Disertai dengan pembahasan algoritma dan flowchart-nya. Daftar Isi • Algoritma Menentukan Nilai Terkecil dari 3 Bilangan • Flowchart Menentukan Nilai Terkecil dari 3 Bilangan • Algoritma • Flowchart Menentukan Nilai Terbesar dari 3 Bilangan • Implementasi ke dalam Program C++ • Contoh Program 2 : Menggunakan Perulangan For • Kesimpulan Algoritma Menentukan Nilai Terkecil dari 3 Bilangan • Mulai • Deklarasi variabel terkecil, bil1, bil2, bil3 • Masukan Bilangan bil1, bil2, bil3 • Set nilai bil1 sebagai bilangan terkecil • Jika bil2 kurang dari bilangan terkecil, maka bil2 menjadi bilangan terkecil • Jika bil3 kurang dari bilangan terkecil, maka bil3 yang menjadi bilangan terkecil • Tampilkan bilangan terkecil • Selesai Flowchart Menentukan Nilai Terkecil dari 3 Bilangan Algoritma • Mulai • Deklarasi variabel terkecil, bil1, bil2, bil3 • Masukan Bilangan bil1, bil2, membandingkan bilangan bulat • Set nilai bil1 sebagai bilangan terbesar • Jika bil2 lebih dari bilangan terbesar, maka bil2 menjadi bilangan terbesar • Jika bil3 lebih dari bilangan terbesar, maka bil3 yang menjadi bilangan terbesar • Tampilkan bilangan terbesar • Selesai Flowchart Menentukan Nilai Terbesar dari 3 Bilangan Implementasi ke dalam Program C++ #include using namespace std; int main() { cout<<"PROGRAM C++ BILANGAN TERKECIL DAN TERBESAR"<>bil1; cout<<"Masukan Bilangan ke-2 : "; cin>>bil2; cout<<"Masukan Bilangan ke-3 : "; cin>>bil3; //Menentukan nilai terkecil terkecil=bil1; if (bil2 < terkecil){ terkecil=bil2; } if (bil3 < terkecil){ terkecil=bil3; } //Menentukan nilai terbesar terbesar=bil1; if (bil2 > terbesar){ terbesar=bil2; } if (bil3 > terbesar){ terbesar=bil3; } cout<<"\nNilai Terkecil adalah "<

Terdapat 5 variabel yang kita deklarasikan yaitu terkecil, terbesar, bil1, bil2, dan bil3 masing-masing memiliki tipe data integer (bilangan bulat). Pengguna akan di minta untuk memasukan nilai bilangan 1 sampai bilangan 3 saat program di jalankan lewat layar console.

Setiap nilai akan di simpan di variabel nya masing-masing. Untuk menentukan nilai terkecil dari 3 bilangan tersebut algoritma nya ada pada percabangan pertama: terkecil=bil1; if (bil2 < terkecil){ terkecil=bil2; } if (bil3 < terkecil){ terkecil=bil3; } Tahap pertama nilai bil1 akan di set sebagai nilai terkecil, kemudian akan di cek pada percabangan if dengan kondisi jika bil2 kurang dari terkecil maka nilai nilai bil2 merupakan bilangan terkecil.

Kondisi yang kedua jika bil3 kurang dari terkecil maka bilangan terkecilnya adalah bil3. Contoh sederhanya seperti ini, jika user memasukan bil1=7, bil2=9, bil3=5 maka seperti yang saya jelaskan diatas awal mula bil1 akan dijadikan sebagai bilangan terkecil, jadi variabel terkecil=7, pada kondisi pertama di cek apakah bil2 < terkecil kita tahu bil2 memiliki nilai 9 sedangkan variabel terkecil bernilai 7 sehingga kondisi tidak terpenuhi.

Program akan mengecek pada kondisi yang kedua apakah bil3 < terkecil nilai bil3 adalah 5 dan nilai terkecil adalah 7 maka kondisi ini bernilai benar ( true) ketika kondisi bernilai benar maka nilai terkecil diganti menjadi nilai dari bil3 yaitu 5. Artikel lainnya : Program C++ Menentukan bilangan fibonacci Untuk menentukan nilai terbesar dari 3 bilangan tersebut algoritma nya ada pada percabangan kedua: terbesar=bil1; if (bil2 > terbesar){ terbesar=bil2; } if (bil3 > terbesar){ terbesar=bil3; } Untuk mendapatkan nilai terbesar cara kerja atau alur algoritmanya sama hanya yang membedakan ada pada operator pembanding yang digunakan, jika untuk menentukan nilai terkecil kita menggunakan operator kurang dari (<) maka untuk menentukan bilangan terbesar menggunakan operator lebih dari (>).

Jika program di atas, dijalankan akan menghasilkan output seperti gambar di bawah ini: Contoh Program 2 : Menggunakan Perulangan For Pada program pertama jumlah bilangan yang bisa di hitung hanya terbatas pada 3 bilangan saja, nah bagaimana jika kita ingin membuat program menentukan bilangan terkecil dan terbesar dari 5, 10 atau bahkan 100 bilangan ? tentu jika memakai metode/cara yang pertama akan sangat tidak efisien, itu sebabnya kita akan coba membuat menggunakan perulangan for, dimana pengguna akan menentukan jumlah bilangan yang nantinya semua bilangan tersebut membandingkan bilangan bulat di badingkan dan di tentukan bilangan mana yang menjadi bilangan terkecil dan atau terbesar.

Flowchart Program C++ #include using namespace std; int main() { cout<<"PROGRAM C++ BILANGAN TERKECIL DAN TERBESAR"<> n; cout<> bil; if (i==1){ terkecil=bil; terbesar=bil; } else if (bil < terkecil){ terkecil=bil; }else if (bil > terbesar){ terbesar=bil; }else { } } cout << "\nNilai Terkecil adalah : "<

Perulangan di jalankan dimulai dari i=1 sampai i<=n. Pada iterasi pertama (i=1) nilai terkecil membandingkan bilangan bulat terbesar akan di set pada bilangan pertama yang di masukan user. Kemudian pada iterasi-iterasi selanjutnya nilai bil akan terus di bandingkan dengan nilai terkecil dan terbesar tadi, jika pada suatu iterasi kondisi bernilai benar ( true) maka nilai pada bil pada iterasi tersebutlah yang akan menjadi nilai terkecil atau terbesar.

Pada iterasi pertama nilai yang di masukan adalah 5, nilai itulah yang menjadi nilai terkecil maupun terbesar (pada awalnya), pada iterasi selajutnya bilangan yang di masukan adalah 89, kemudian akan di cek apakah 89<5 ?

kondisi ini bernilai salah ya, maka nilai terkecil masih bernilai 5, di cek lagi apakah 89 > 5 ? kondisi ini bernilai benar, maka nilai terbesar akan di ganti menjadi 89. Sekarang kita sudah memiliki nilai terkecil adalah 5 dan terbesar adalah 89, iterasi akan kembali di lakukan ( iterasi ke-3) bilangan yang di masukan adalah 56, kemudian akan di cek apakah 56<5 ?

salah maka nilai terkecil nya masih tetap 5. Di cek lagi untuk nilai terbesar apakah 56>89?

membandingkan bilangan bulat

salah ya! karena pada iterasi ke-3 ini semua kondisi bernilai salah maka tidak ada nilai yang di ubah pada variabel terkecil maupun terbesar.

Baca juga : Program C++ menentukan bilangan prima Perulangan akan terus berjalan dan program akan terus membandingkan nilai bil yang di masukan user pada setiap iterasi yang ada. Jika kita lihat dari contoh hasil output diatas nilai 5 pada iterasi pertama menjadi nilai yang paling terkecil di bandingkan dengan nilai pada iterasi lainnya, sedangkan untuk nilai terbesar berada pada iterasi ke 9 dengan nilai 90. Kesimpulan Sekian pembahasan kali ini mengenai contoh program C++ menentukan nilai terkecil dan terbesar dari suatu deret bilangan baik secara statis seperti pada program pertama ataupun secara dinamis menggunakan perulangan dimana kita bisa menentukan jumlah bilangan yang akan di cari nilai terkecil atau terbesar nya.

Pembahasan ini juga di sertai dengan algoritma dan flowchart yang akan semakin membantu teman-teman dalam memahami alur program-nya. Semoga bermanfaat sampai jumpa pada artikel berikutnya. Artikel Terbaru • Flowchart Menghitung Luas Persegi Panjang • Program C++ Menghitung Diskon & Total Pembayaran • Contoh Program C++ Kalkulator dengan Fungsi • Menghitung Luas & Keliling Lingkaran Menggunakan Fungsi C++ • Program C++ Menentukan Tahun Kabisat • Program C++ Menghitung Luas Trapesium • Program C++ Menghitung Luas Belah Ketupat • Program C++ Membandingkan bilangan bulat Berat Badan Ideal • Contoh Program C++ Menghitung Luas Kubus • Program C++ Menghitung Luas & Volume Tabung • Contoh Program C++ Menghitung Luas Balok • Contoh Program C++ Menghitung Panjang String
Artikel ini menjelaskan mengenai pengertian, contoh, cara membandingkan, dan mengurutkan bilangan bulat.

-- Dalam pelajaran Matematika, kamu pasti udah nggak asing lagi dengan istilah “bilangan”, kan? Bilangan merupakan suatu konsep matematika membandingkan bilangan bulat memberikan nilai jumlah terhadap sesuatu yang dihitung.

Hal ini yang membuat bilangan digunakan dalam pengukuran dan pencacahan. Nah, suatu bilangan punya yang namanya simbol atau lambang. Simbol ini, kita sebut sebagai angka.

Misalnya nih, bilangan enam dapat kita lambangkan menggunakan angka “6” atau “VI” dalam angka romawi. Bilangan itu banyak sekali macamnya. Ada bilangan kompleks, real, imajiner, rasional, irasional, bulat, pecahan, cacah, asli, dan masih banyak lagi, ya. Nah, di artikel kali ini, kita akan fokus membahas mengenai bilangan bulat.

Seperti apa sih bilangan bulat itu? Bagaimana ya cara membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat? Yuk, kita cari membandingkan bilangan bulat sama-sama jawabannya lewat artikel ini!

Pengertian Bilangan Bulat Bilangan bulat bukan berarti kumpulan atau himpunan bilangan yang bentuknya bulat, ya. Tapi, nilainya yang bulat. Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah dan bilangan bulat negatif. Himpunan bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan Z. Lambang ini berasal dari bahasa Jerman, yaitu Zahlen yang berarti bilangan. Nah, bilangan cacah sendiri merupakan himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan nol dan bilangan bulat positif.

Bilangan bulat positif bisa juga disebut sebagai bilangan asli, merupakan himpunan bilangan bulat yang bernilai positif. Sementara itu, bilangan bulat negatif merupakan himpunan bilangan bulat yang bernilai negatif.

Nah, bilangan asli terbagi lagi menjadi bilangan ganjil, genap, prima, dan komposit. Bilangan ganjil merupakan himpunan bilangan yang bukan kelipatan dua atau nilainya nggak habis jika dibagi 2. Kebalikannya, bilangan genap merupakan himpunan bilangan kelipatan 2 atau nilainya akan habis jika dibagi 2.

Contohnya nih, 8 merupakan bilangan genap karena kalo kita bagi dengan 2, nilainya akan habis atau nggak punya sisa. Beda lagi dengan 13. Coba, 13 bisa dibagi 2 nggak? Jawabannya bisa, tapi nilainya nggak habis. Berarti, 13 bukan kelipatan 2. Itu tandanya, 13 termasuk bilangan ganjil. Bilangan ganjil = {., -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, 9, …} Bilangan genap = {., -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, 8, 10, …} Lalu, bagaimana dengan bilangan prima dan komposit, ya?

Bilangan prima merupakan himpunan bilangan yang lebih besar dari 1 dan hanya bisa dibagi oleh 1 atau bilangan itu sendiri. Contohnya nih, 2 merupakan bilangan prima karena hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri, yaitu 2. Sedangkan, 4 bukan bilangan prima karena selain bisa dibagi 1 dan 4, 4 juga bisa dibagi 2. Contoh bilangan prima lainnya adalah sebagai berikut: Bilangan prima = {2, 3, 5, 7, 11, 13. .} Nah, kalo bilangan yang nilainya lebih besar dari 1 dan bukan termasuk bilangan prima, berarti bilangan tersebut merupakan bilangan komposit.

Contohnya, 4 tadi. Bilangan 4 lebih besar dari 1 dan bukan bilangan prima karena bisa dibagi 1, 2, dan 4. Jadi, 4 termasuk bilangan komposit. Contoh lainnya ada membandingkan bilangan bulat.

Bilangan 6 juga termasuk bilangan komposit karena nilainya lebih dari 1 membandingkan bilangan bulat bukan bilangan prima (bisa dibagi 1, 2, 3, dan 6). Bilangan komposit = {4, 6, 8, 9, 10, 12. .} Perlu kamu perhatikan ya, bilangan prima dan komposit juga bisa merupakan bilangan ganjil dan genap. Contohnya 3, selain termasuk bilangan prima, 3 juga termasuk bilangan ganjil. Tapi, nggak semua bilangan ganjil itu termasuk bilangan prima, lho!

Oke, sekarang, kamu udah tau ya apa itu bilangan bulat dan contoh-contohnya. Coba deh kamu tebak, himpunan bilangan di bawah ini termasuk ke dalam bilangan apa, ya? Membandingkan Bilangan Bulat Membandingkan bilangan bulat berarti menentukan apakah suatu bilangan bulat memiliki nilai lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan bulat yang lain.

Dalam membandingkan bilangan bulat, kita bisa menuliskannya menggunakan lambang-lambang berikut ini: Misalkan, a dan b merupakan bilangan bulat. • Jika a lebih besar dari b, maka bisa ditulis a > b • Jika a lebih kecil dari b, maka bisa ditulis a < b • Jika a sama dengan b, maka bisa ditulis a = b Mengurutkan Bilangan Bulat Mengurutkan bilangan bulat berarti menuliskan bilangan bulat tersebut secara urut dari nilai terkecil ke nilai terbesar atau sebaliknya.

Pada garis bilangan, semakin ke kanan letak suatu bilangan, maka nilainya akan semakin besar. Sebaliknya, semakin ke kiri letak suatu bilangan, nilainya akan semakin kecil.

Itu tandanya, kalo pada bilangan bulat negatif, semakin besar bilangannya, berarti akan semakin kecil ya nilainya. Sementara itu, pada bilangan bulat positif, semakin besar bilangannya, semakin besar juga nilainya. Baca juga: Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Nah, supaya kamu semakin paham, coba kita kerjakan beberapa soal di bawah ini bersama-sama, ya! Contoh Soal! Urutkan bilangan-bilangan bulat berikut dari yang terkecil ke yang terbesar.

-3, 8, 13, -15, 1 Pembahasan: Untuk memudahkan menjawab soal di atas, kamu harus ingat kalo bilangan positif nilainya selalu lebih besar dari bilangan negatif. Jadi, -3 dan -15 nilainya udah pasti lebih kecil dari 8, 13, dan 1, ya. Nah, karena yang diminta soal adalah urutan bilangan dari yang terkecil, berarti kita tentukan nih, antara -3 dan -15, bilangan mana yang nilainya paling kecil.

Kamu bisa buat garis bilangannya supaya nggak bingung. Ternyata, -15 terletak jauh di sebelah kiri -3. Itu tandanya, -15 lebih kecil dari -3, atau bisa kita tulis -15 < -3. Kalo kita buat urutannya, berarti begini: -15 < -3 < … < … < . Kemudian, kita lihat pada garis bilangan, 13 terletak paling kanan. Berarti, 13 merupakan bilangan yang paling besar.

-15 < -3 < … < … < 13 Tinggal cari deh perbandingan antara 1 dan 8. Ternyata, 1 lebih kecil dari 8, berarti 1 < 8. -15 < -3 < 1 < 8 < 13 Jadi, urutan bilangan bulat dari yang terkecil ke yang terbesarnya adalah -15, -3, 1, 8, 13. Gimana, paham sampai sini? Sekarang, membandingkan bilangan bulat kamu kerjakan soal di bawah ini sendiri.

Kalo udah ketemu hasilnya, share di kolom komentar, ya! Latihan Soal! Urutkan bilangan bulat di bawah ini dari yang terbesar ke yang terkecil. 22, 67, 31, -28, -11, 0 Oke, itu dia penjelasan mengenai bilangan bulat dan contohnya. Kalo kamu mau tau materi bilangan bulat ini lebih lengkap lagi, bisa banget kok belajar dari ruangbelajar. Menyambut semester baru, Ruangguru hadir sebagai SuperApp yang siap membantumu untuk belajar lebih maksimal lagi.

Membandingkan bilangan bulat tampilan yang super mudah, para Master Teachers yang ngajarnya bikin kamu super paham, dan harga yang super irit dong membandingkan bilangan bulat. Penasaran? Yuk, buruan gabung dengan klik banner di bawah ini! Referensi: As'ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017) Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud Artikel diperbarui pada 12 Januari 2021
Spreadsheet Google mendukung formula sel yang biasa ditemukan di sebagian besar paket spreadsheet desktop.

Formula tersebut dapat digunakan untuk membuat fungsi yang melakukan pengolahan data dan kalkulasi string dan angka. Berikut daftar semua fungsi yang tersedia di setiap kategori.

Saat menggunakannya, jangan lupa menambahkan tanda petik pada semua komponen fungsi yang terbuat dari karakter alfabet yang tidak merujuk pada sel atau kolom. Anda dapat mengubah bahasa fungsi Google Spreadsheet antara bahasa Inggris dan 21 bahasa lainnya. Type Name Syntax Description Tanggal DATE DATE(tahun; bulan; hari) Mengonversi tahun, bulan, dan hari yang disediakan ke tanggal.

Pelajari lebih lanjut Tanggal DATEDIF DATEDIF(tanggal_mulai; tanggal_akhir; satuan) Menghitung jumlah hari, bulan, atau tahun antara dua tanggal. Pelajari lebih lanjut Tanggal DATEVALUE DATEVALUE(string_tanggal) Mengonversi string tanggal yang disediakan dalam format yang diketahui menjadi nilai tanggal. Pelajari lebih lanjut Tanggal DAY DAY(tanggal) Menampilkan hari pada bulan yang memiliki tanggal khusus, dalam format numerik.

Pelajari lebih lanjut Tanggal DAYS DAYS(tanggal_akhir, tanggal_mulai) Menampilkan jumlah hari antara dua tanggal. Pelajari lebih lanjut. Tanggal DAYS360 DAYS360(tanggal_mulai; tanggal_akhir; [metode]) Menampilkan perbedaan antara dua hari berdasarkan tahun yang memiliki 360 hari, yang digunakan dalam beberapa perhitungan kepentingan finansial. Pelajari lebih lanjut Tanggal EDATE EDATE(tanggal_mulai; bulan) Menampilkan tanggal sejumlah bulan tertentu sebelum atau setelah tanggal lain.

Pelajari lebih lanjut Tanggal EOMONTH EOMONTH(tanggal_mulai; bulan) Menampilkan tanggal yang merepresentasikan hari terakhir dalam bulan yang berada pada sejumlah bulan tertentu sebelum atau setelah tanggal lain. Pelajari lebih lanjut Tanggal HOUR HOUR(waktu) Menampilkan komponen jam pada waktu tertentu, dalam format numerik.

Pelajari lebih lanjut Tanggal Tanggal MINUTE MINUTE(waktu) Menampilkan komponen menit pada waktu tertentu, dalam format numerik. Pelajari lebih lanjut Membandingkan bilangan bulat MONTH MONTH(tanggal) Menampilkan bulan pada tahun yang memiliki tanggal tertentu, dalam format numerik.

Pelajari lebih lanjut Tanggal NETWORKDAYS NETWORKDAYS(tanggal_mulai; tanggal_akhir; [hari libur]) Menampilkan jumlah hari kerja bersih antara dua hari yang disediakan. Pelajari lebih lanjut Tanggal NETWORKDAYS.INTL NETWORKDAYS.INTL(tanggal_mulai; tanggal_akhir; [akhir_pekan]; [hari_libur]) Menampilkan jumlah hari kerja bersih antara dua tanggal yang ditentukan, tidak termasuk akhir pekan dan hari libur tertentu.

Pelajari lebih lanjut Tanggal NOW NOW() Menampilkan tanggal dan waktu saat ini sebagai nilai tanggal. Pelajari lebih lanjut Tanggal SECOND SECOND(waktu) Menampilkan komponen detik pada waktu tertentu, dalam format numerik. Pelajari lebih membandingkan bilangan bulat Tanggal TIME TIME(jam; menit; detik) Mengonversi jam, menit, dan detik yang disediakan ke waktu.

Pelajari lebih lanjut Tanggal TIMEVALUE TIMEVALUE(string_waktu) Menampilkan pecahan dari sehari 24 jam yang diwakili waktu. Pelajari lebih lanjut Tanggal TODAY TODAY() Menampilkan tanggal saat ini sebagai nilai tanggal. Pelajari lebih lanjut Tanggal WEEKDAY WEEKDAY(tanggal, [jenis]) Mengembalikan angka yang mewakili hari dalam seminggu dari tanggal yang disediakan.

Pelajari lebih lanjut Tanggal WEEKNUM WEEKNUM(tanggal, [jenis]) Menampilkan angka yang mewakili minggu dalam setahun untuk tanggal yang diberikan. Pelajari lebih lanjut Tanggal WORKDAY WORKDAY(tanggal_mulai, jumlah_hari, [hari_libur]) Menghitung tanggal akhir setelah jumlah hari kerja yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut Tanggal WORKDAY.INTL WORKDAY.INTL(tanggal_mulai; jumlah_hari; [akhir_pekan]; [hari_libur]) Menghitung tanggal setelah jumlah hari kerja yang ditentukan, tidak termasuk akhir pekan dan hari libur tertentu.

Pelajari lebih lanjut Tanggal YEAR YEAR(tanggal) Mengembalikan tahun yang ditentukan oleh tanggal tertentu. Pelajari lebih lanjut Tanggal YEARFRAC YEARFRAC(tanggal_mulai, tanggal_akhir, [konvensi_penghitungan_hari]) Menampilkan jumlah tahun, termasuk tahun pecahan, antara dua tanggal yang menggunakan kaidah hitungan hari tertentu. Pelajari lebih lanjut Teknik Teknik IMTAN IMTAN(bilangan) Menghasilkan tangen dari bilangan kompleks yang diberikan. Pelajari lebih lanjut Teknik Teknik Teknik Teknik Teknik Membandingkan bilangan bulat BITAND(nilai1; nilai2) Operasi bitwise AND boolean untuk dua angka.

Pelajari lebih lanjut. Teknik BITLSHIFT BITLSHIFT(nilai; jumlah_pergeseran) Menggeser bit input pada sejumlah tempat ke kiri. Pelajari lebih lanjut. Teknik BITOR BITOR(nilai1; nilai2) Operasi bitwise OR boolean untuk dua angka. Pelajari lebih lanjut. Teknik BITRSHIFT BITRSHIFT(nilai; jumlah_pergeseran) Menggeser bit masukan pada sejumlah tempat ke kanan. Pelajari lebih lanjut.

Teknik BITXOR BITXOR(nilai1, nilai2) Operasi bitwise XOR (OR eksklusif) untuk 2 angka. Pelajari lebih lanjut. Teknik COMPLEX COMPLEX(bagian_riil, bagian_imajiner, [akhiran]) Membuat bilangan kompleks berdasarkan koefisien imajiner dan riil. Pelajari lebih lanjut Teknik Teknik Teknik DELTA DELTA(angka1, [angka2]) Membandingkan dua nilai numerik, menampilkan 1 jika keduanya sama.

Pelajari lebih lanjut Teknik Membandingkan bilangan bulat ERF(batas_kiri, [batas_atas]) Fungsi ERF mengembalikan integral fungsi kesalahan Gauss di sepanjang membandingkan bilangan bulat nilai. Pelajari lebih lanjut. Teknik ERF.PRECISE ERF.PRECISE(batas_bawah; [batas_atas]) Lihat ERF Teknik GESTEP GESTEP(nilai, [langkah]) Menampilkan 1 jika rasio benar-benar lebih besar dari atau sama dengan nilai langkah yang diberikan; jika sebaliknya, menampilkan 0.

Jika tidak ada nilai langkah yang diberikan, nilai default 0 akan digunakan. Pelajari lebih lanjut. Teknik Teknik HEX2DEC HEX2DEC(bilangan_heksadesimal_bertanda) Mengonversi bilangan heksadesimal bertanda ke format desimal.

Pelajari lebih lanjut Teknik Teknik IMABS IMABS(bilangan) Menampilkan nilai absolut dari bilangan kompleks. Pelajari lebih lanjut Teknik IMAGINARY IMAGINARY(bilangan_kompleks) Menampilkan koefisien imajiner dari angka kompleks. Pelajari lebih lanjut Teknik IMARGUMENT IMARGUMENT(angka) Fungsi IMARGUMENT menampilkan sudut (juga dikenal sebagai argumen atau \theta) dari bilangan kompleks yang ditentukan dalam radian.

Pelajari lebih lanjut. Teknik IMCONJUGATE IMCONJUGATE(bilangan) Menampilkan konjugasi kompleks sebuah angka. Pelajari lebih lanjut Teknik IMCOS IMCOS(angka) Fungsi IMCOS menampilkan kosinus dari bilangan kompleks yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut. Teknik IMCOSH IMCOSH(angka) Menampilkan kosinus hiperbolik dari bilangan kompleks yang ditentukan.

Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan "cosh(x+yi)". Pelajari lebih lanjut. Teknik IMCOT IMCOT(angka) Menampilkan kotangen dari bilangan kompleks yang ditentukan. Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan "cot(x+yi)". Pelajari lebih lanjut. Teknik IMCOTH IMCOTH(angka) Menampilkan kotangen hiperbolik dari bilangan kompleks yang ditentukan. Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan membandingkan bilangan bulat. Pelajari lebih lanjut. Teknik IMCSC IMCSC(bilangan) Menampilkan kosekan dari bilangan kompleks yang diberikan.

Pelajari lebih lanjut. Teknik IMCSCH IMCSCH(angka) Menampilkan kosekan hiperbolik dari bilangan kompleks yang ditentukan. Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan "csch(x+yi)". Pelajari lebih lanjut. Teknik IMDIV IMDIV(pembilang; penyebut) Menampilkan satu angka kompleks yang dibagi dengan angka lain. Pelajari lebih lanjut Teknik IMEXP IMEXP(eksponen) Mengembalikan bilangan Euler, e (~2,718) yang dipangkatkan dengan fungsi kompleks.

Pelajari lebih lanjut. Teknik IMLOG IMLOG(nilai; basis) Menampilkan logaritma bilangan kompleks untuk basis yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut. Teknik IMLOG10 IMLOG10(nilai) Menampilkan logaritma dari sebuah bilangan kompleks dengan basis 10. Pelajari lebih lanjut. Teknik IMLOG2 IMLOG2(nilai) Menampilkan logaritma dari sebuah bilangan kompleks dengan basis 2.

membandingkan bilangan bulat

Pelajari lebih lanjut. Teknik IMPRODUCT IMPRODUCT(faktor1; [faktor2; .]) Menampilkan hasil perkalian deretan angka kompleks bersama. Pelajari lebih lanjut Teknik IMREAL IMREAL(bilangan_kompleks) Menampilkan koefisien nyata dari bilangan kompleks.

Pelajari lebih lanjut Teknik IMSEC IMSEC(angka) Menampilkan sekan dari bilangan kompleks yang ditentukan. Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan "sec(x+yi)". Pelajari lebih lanjut. Teknik IMSECH IMSECH(angka) Menampilkan sekan hiperbolik dari bilangan kompleks yang ditentukan.

Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan "sech(x+yi)". Pelajari lebih lanjut. Teknik IMSIN IMSIN (bilangan) Menampilkan sinus dari bilangan kompleks yang diberikan. Pelajari lebih lanjut. Teknik IMSINH IMSINH(angka) Menampilkan sinus hiperbolik dari bilangan kompleks yang ditentukan. Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan "sinh(x+yi)". Pelajari lebih lanjut. Teknik IMSUB IMSUB(bilangan_pertama, bilangan_kedua) Menampilkan selisih antara dua bilangan kompleks.

Pelajari lebih lanjut Teknik IMSUM IMSUM(nilai1; [nilai2. .]) Menampilkan jumlah deret bilangan kompleks. Pelajari lebih lanjut Teknik IMTANH IMTANH(angka) Menampilkan tangen hiperbolik dari bilangan kompleks yang ditentukan.

Misalnya, bilangan kompleks "x+yi" akan menampilkan "tanh(x+yi)". Pelajari lebih lanjut. Teknik Teknik Filter Filter FILTER FILTER(rentang; kondisi1; [kondisi2]) Mengembalikan versi rentang sumber yang telah difilter, yaitu hanya baris atau kolom yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Pelajari lebih lanjut Filter SORT SORT(rentang, sortir_kolom, menaik, [sortir_kolom2], [menaik2]) Menyortir baris dari larik atau rentang yang diberikan menurut nilai dalam satu atau beberapa kolom.

Pelajari lebih lanjut Filter UNIQUE UNIQUE(rentang) Menampilkan baris unik dalam rentang sumber yang diberikan, dengan membuang duplikat. Baris dikembalikan sesuai urutan saat muncul pertama kali dalam rentang sumber.

Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan AMORLINC AMORLINC(biaya, tanggal_pembelian, akhir_periode_pertama, nilai_residu, periode, laju_penyusutan, [dasar]) Menampilkan penyusutan untuk suatu periode akuntansi, atau penyusutan prorata jika aset dibeli di tengah-tengah periode. Pelajari lebih lanjut. Keuangan Keuangan Keuangan COUPDAYSNC COUPDAYSNC(penyelesaian; jatuh_tempo; frekuensi; [konvensi_penghitungan_hari]) Menghitung jumlah hari sejak tanggal penyelesaian sampai kupon atau pembayaran bunga berikutnya.

Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan DURATION DURATION(penyelesaian, jatuh_tempo, suku_bunga, hasil, frekuensi, [konvensi_penghitungan_hari]). Menghitung jumlah periode bunga majemuk yang diperlukan agar investasi dengan nilai sekarang yang ditentukan, meningkat sesuai suku bunga yang ditentukan hingga mencapai nilai target.

Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan FV FV(suku_bunga, jumlah_periode, jumlah_pembayaran, [nilai_sekarang], [akhir_atau_awal]) Menghitung nilai masa depan dari investasi anuitas berdasarkan pembayaran periodik jumlah konstan dan suku bunga konstan.

Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan INTRATE INTRATE(tanggal_beli, tanggal_jual, harga_beli, harga_jual, [konvensi_penghitungan_hari]) Menghitung suku bunga efektif yang dihasilkan ketika investasi dibeli pada harga tertentu dan dijual pada harga lain tanpa bunga atau dividen yang dihasilkan oleh investasi itu sendiri. Pelajari lebih lanjut Keuangan IPMT IPMT(suku_bunga, periode, jumlah_periode, nilai_sekarang, [nilai_masa_depan], [akhir_atau_awal]) Menghitung pembayaran atas bunga investasi berdasarkan pembayaran periodik jumlah konstan dan suku bunga konstan.

Pelajari lebih lanjut Keuangan IRR IRR(jumlah_arus_kas, [perkiraan_suku_bunga]) Menghitung tingkat pengembalian internal pada investasi berdasarkan serangkaian arus kas periodik. Pelajari lebih lanjut Keuangan ISPMT ISPMT(suku_bunga; periode; jumlah_periode; nilai_sekarang) Fungsi ISPMT menghitung bunga yang dibayarkan selama periode investasi tertentu.

Pelajari lebih lanjut. Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan NPER NPER(suku_bunga, jumlah_pembayaran, nilai_sekarang, [nilai_masa_depan], [akhir_atau_awal]) Menghitung jumlah periode pembayaran untuk investasi berdasarkan pembayaran periodik jumlah konstan dan suku bunga konstan.

Pelajari lebih lanjut Keuangan NPV NPV(diskonto, arus_kas1, [arus_kas2. .]) Menghitung nilai bersih sekarang dari investasi berdasarkan rangkaian arus kas periodik dan suku bunga diskonto. Pelajari lebih lanjut Keuangan PDURATION PDURATION(laju; nilai_sekarang; nilai_mendatang) Menampilkan periode yang diperlukan sebuah investasi untuk mencapai nilai tertentu dalam laju tertentu.

Pelajari lebih lanjut. Membandingkan bilangan bulat PMT PMT(suku_bunga, jumlah_periode, nilai_sekarang, [nilai_masa_depan], [akhir_atau_awal]) Menghitung pembayaran periodik dari investasi anuitas berdasarkan pembayaran periodik jumlah konstan dan suku bunga konstan.

Pelajari lebih membandingkan bilangan bulat Keuangan PPMT PPMT(suku_bunga, periode, jumlah_periode, nilai_sekarang, [nilai_masa_depan], [akhir_atau_awal]) Menghitung pembayaran atas membandingkan bilangan bulat investasi berdasarkan pembayaran periodik jumlah konstan dan suku bunga konstan. Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan Keuangan PRICEMAT PRICEMAT(penyelesaian, jatuh_tempo, penerbitan, suku_bunga, hasil, [konvensi_penghitungan_hari]) Menghitung harga sekuritas yang membayarkan bunga pada saat jatuh tempo, berdasarkan hasil yang diharapkan.

Pelajari lebih lanjut Keuangan PV PV(suku_bunga, jumlah_periode, jumlah_pembayaran, [nilai_masa_depan], [akhir_atau_awal]) Menghitung nilai sekarang dari investasi anuitas berdasarkan pembayaran periodik jumlah konstan dan suku bunga konstan. Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan RECEIVED RECEIVED(penyelesaian, jatuh_tempo, investasi, diskonto, [konvensi_penghitungan_hari]) Menghitung jumlah yang diterima pada saat jatuh tempo untuk investasi pada sekuritas pendapatan tetap yang dibeli pada tanggal tertentu.

Pelajari lebih lanjut Keuangan RRI RRI(jumlah_periode; nilai_sekarang; nilai_mendatang) Menampilkan tingkat suku bunga yang diperlukan investasi untuk mencapai nilai tertentu dalam jumlah periode tertentu.

Pelajari lebih lanjut. Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan Keuangan VDB VDB(biaya; nilai_residu; masa_pakai; jangka_waktu_awal; jangka_waktu_akhir; [faktor]; [tanpa_peralihan]) Menampilkan penyusutan aset untuk jangka waktu tertentu (atau jangka waktu parsial) Pelajari lebih lanjut.

Keuangan XIRR XIRR(jumlah_arus_kas, tanggal_arus_kas, [perkiraan_suku_bunga]) Menghitung tingkat pengembalian internal dari investasi berdasarkan rangkaian arus kas tertentu yang dapat berjarak tidak teratur. Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan Keuangan YIELDDISC YIELDDISC(penyelesaian; jatuh_tempo; harga; penukaran; [konvensi_penghitungan_hari]) Menghitung hasil tahunan sekuritas diskonto (tanpa bunga), berdasarkan harga.

Pelajari lebih lanjut Keuangan Keuangan Google ARRAYFORMULA ARRAYFORMULA(formula_array) Memungkinkan ditampilkannya nilai yang dikembalikan dari formula array menjadi beberapa baris dan/atau kolom, serta penggunaan fungsi bukan array dengan array. Pelajari lebih lanjut Google DETECTLANGUAGE DETECTLANGUAGE(teks_atau_rentang) Mengidentifikasi bahasa yang digunakan pada teks dalam rentang tertentu. Pelajari lebih lanjut Google GOOGLEFINANCE GOOGLEFINANCE(ticker, [atribut], [tanggal_mulai], [tanggal_akhir-jumlah_hari], [interval]) Mengambil informasi sekuritas saat ini atau terdahulu dari Google Finance.

Pelajari lebih lanjut Google GOOGLETRANSLATE GOOGLETRANSLATE(teks; [bahasa_sumber]; [bahasa_target]) Menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain Pelajari lebih lanjut Google IMAGE IMAGE(url; [mode]; [tinggi]; [lebar]) Menyisipkan gambar ke dalam sel.

Pelajari lebih lanjut Google QUERY QUERY(data; kueri; [header]) Menjalankan kueri Bahasa Kueri Google Visualization API di seluruh data. Pelajari lebih lanjut Google SPARKLINE SPARKLINE(data; [opsi]) Membuat diagram miniatur yang berada di dalam satu sel.

Pelajari lebih lanjut Info Info ISBLANK ISBLANK(nilai) Memeriksa apakah sel yang direferensikan kosong. Pelajari lebih lanjut Info ISDATE ISDATE(nilai) Menampilkan apakah nilai berupa tanggal. Pelajari lebih lanjut. Info ISEMAIL ISEMAIL(nilai) Memeriksa apakah nilai merupakan alamat email yang valid. Pelajari lebih lanjut Info Info ISERROR ISERROR(nilai) Memeriksa apakah suatu nilai adalah error. Pelajari lebih lanjut Info Info ISLOGICAL ISLOGICAL(nilai) Memeriksa apakah suatu nilai adalah `TRUE` atau `FALSE`.

Pelajari lebih lanjut Info ISNA ISNA(nilai) Memeriksa apakah suatu nilai adalah kesalahan `#N/A`. Pelajari lebih lanjut Info Info ISNUMBER ISNUMBER(nilai) Memeriksa apakah suatu nilai adalah angka. Pelajari lebih lanjut Info Info ISTEXT Membandingkan bilangan bulat Memeriksa apakah suatu nilai adalah teks. Pelajari lebih lanjut Info N N(nilai) Menampilkan argumen yang diberikan sebagai angka. Pelajari lebih lanjut Info TA NA() Menampilkan error "nilai tidak tersedia", `#N/A`.

membandingkan bilangan bulat

Pelajari lebih lanjut Info TYPE TYPE(nilai) Menampilkan angka yang dikaitkan dengan jenis data yang diteruskan ke fungsi. Pelajari lebih lanjut Info CELL CELL(jenis_info, referensi) Menampilkan informasi yang diminta tentang sel yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut Logika AND AND(ekspresi_logika1, [ekspresi_logika2. .]) Mengembalikan nilai benar jika semua argumen yang diberikan secara logis benar, dan salah jika salah satu argumen yang diberikan secara logis salah. Pelajari lebih lanjut Logika FALSE FALSE() Mengembalikan nilai logika `FALSE`. Pelajari lebih lanjut Logika IF IF(logical_expression, value_if_true, value_if_false) Mengembalikan satu nilai jika ekspresi logika adalah `TRUE` dan nilai lainnya jika `FALSE`.

Pelajari lebih lanjut Logika IFERROR IFERROR(value, [value_if_error]) Mengembalikan argumen pertama jika bukan nilai kesalahan, kalau tidak mengembalikan argumen kedua jika ada, atau kosong jika argumen kedua tidak ada. Pelajari lebih lanjut Logika IFNA IFNA(nilai; nilai_jika_na) Mengevaluasi nilai. Jika nilai ini adalah error #N/A, akan menampilkan nilai yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut. Logis IFS IFS(ketentuan1; nilai1; [ketentuan2; nilai2]; …) Mengevaluasi beberapa ketentuan dan menampilkan nilai yang sesuai dengan ketentuan pertama yang benar. Pelajari lebih lanjut. Logika NOT NOT(ekspresi_logika) Mengembalikan kebalikan nilai logika - `NOT(TRUE)` mengembalikan `FALSE`; `NOT(FALSE)` mengembalikan `TRUE`.

Pelajari lebih lanjut Logika OR OR(ekspresi_logika1, [ekspresi_logika2. .]) Mengembalikan nilai benar jika salah satu argumen yang diberikan secara logis benar, dan salah jika semua argumen yang diberikan secara logis salah. Pelajari lebih lanjut Logis Logika TRUE TRUE() Mengembalikan nilai logika `TRUE`.

Pelajari lebih lanjut Logika XOR XOR(ekspresi_logika1; [ekspresi_logika2; .]) Fungsi XOR menjalankan logika eksklusif atau (exclusive or) dari 2 angka yang akan menampilkan 1 jika angka berbeda, dan 0 jika sebaliknya.

Pelajari lebih lanjut. Pencarian ADDRESS ADDRESS(baris, kolom, [absolute_relative_mode], [use_a1_notation], [sheet]) Mengembalikan referensi sel sebagai string. Pelajari lebih lanjut Pencarian CHOOSE CHOOSE(indeks, pilihan1, [pilihan2. .]) Mengembalikan elemen dari daftar pilihan berdasarkan indeks. Pelajari lebih lanjut Pencarian COLUMN COLUMN([cell_reference]) Mengembalikan nomor kolom sel yang ditentukan, dengan `A=1`. Pelajari lebih lanjut Pencarian COLUMNS COLUMNS(rentang) Mengembalikan jumlah kolom dalam larik atau rentang yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut Pencarian FORMULATEXT FORMULATEXT(sel) Menampilkan formula sebagai string. Pelajari lebih lanjut. Pencarian Pencarian HLOOKUP HLOOKUP(search_key, range, index, [is_sorted]) Pencarian horizontal. Menelusuri kunci di sepanjang baris pertama rentang dan mengembalikan nilai sel yang ditentukan dalam kolom yang ditemukan. Pelajari lebih lanjut Pencarian INDEX INDEX(referensi, [baris], [kolom]) Mengembalikan isi sel, ditentukan oleh offset baris dan kolom.

Pelajari lebih lanjut Pencarian INDIRECT INDIRECT(referensi_sel_sebagai_string, [adalah_notasi_A1]) Mengembalikan referensi sel yang ditentukan oleh string. Pelajari lebih lanjut Pencarian LOOKUP LOOKUP(kunci_penelusuran; rentang_penelusuran-array_hasil_penelusuran; [rentang_hasil]) Memeriksa kunci pada baris atau kolom dan menampilkan membandingkan bilangan bulat sel dalam rentang hasil yang terletak di posisi yang sama dengan baris atau kolom penelusuran. Pelajari lebih lanjut Pencarian MATCH MATCH(kunci_penelusuran, rentang, [jenis_penelusuran]) Mengembalikan posisi relatif suatu item dalam rentang yang cocok dengan nilai yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut Pencarian OFFSET OFFSET(sel_referensi, membandingkan bilangan bulat, kolom_offset, [tinggi], [lebar]) Mengembalikan referensi rentang yang digeser sejumlah baris dan kolom tertentu dari referensi sel awal.

Pelajari lebih lanjut Pencarian ROW ROW([cell_reference]) Menampilkan nomor baris dari sel yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Pencarian ROWS ROWS(rentang) Mengembalikan jumlah baris dalam larik atau rentang yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Pencarian VLOOKUP VLOOKUP(search_key, range, index, [is_sorted]) Pencarian vertikal. Menelusuri kunci secara menurun pada kolom pertama rentang dan mengembalikan nilai dari sel yang ditentukan dalam baris membandingkan bilangan bulat ditemukan.

Pelajari lebih lanjut Matematika ABS ABS(nilai) Mengembalikan nilai absolut dari sebuah angka. Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika CEILING CEILING(nilai, [faktor]) Membulatkan angka ke atas hingga kelipatan bilangan bulat terdekat dari signifikansi yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika CEILING.PRECISE CEILING.PRECISE(angka; [signifikansi]) Membulatkan angka ke atas ke kelipatan bilangan bulat terdekat dari `signifikansi` yang ditentukan. Jika nilainya positif atau negatif, angka ini dibulatkan ke atas. Pelajari lebih lanjut Matematika COMBIN COMBIN(n, k) Mengembalikan jumlah cara memilih beberapa jumlah objek dari kelompok objek berukuran tertentu. Pelajari lebih lanjut Matematika COMBINA COMBINA(n, k) Menampilkan sejumlah cara untuk memilih beberapa objek dari kumpulan objek berukuran tertentu, termasuk cara yang memilih objek yang sama beberapa kali.

Pelajari lebih lanjut. Matematika Matematika Matematika COT COT(sudut) Kotangen sudut yang dinyatakan dalam radian. Pelajari lebih lanjut. Matematika COTH COTH(nilai) Menampilkan kotangen membandingkan bilangan bulat bilangan riil apa pun. Pelajari lebih lanjut. Matematika COUNTBLANK COUNTBLANK(rentang) Mengembalikan jumlah sel kosong dalam rentang yang diberikan.

Pelajari lebih lanjut Matematika COUNTIF COUNTIF(rentang, kriteria) Mengembalikan hitungan bersyarat sepanjang rentang. Pelajari lebih lanjut Matematika COUNTIFS COUNTIFS(rentang_kriteria1; kriteria1; [rentang_kriteria2; kriteria2. .]) Menampilkan perhitungan rentang yang bergantung pada beberapa kriteria. Pelajari lebih lanjut Matematika COUNTUNIQUE COUNTUNIQUE(nilai1; [nilai2; .]) Menghitung jumlah nilai unik dalam daftar nilai dan rentang yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Matematika CSC CSC(sudut) Menampilkan kosekan sudut yang diberikan dalam radian.

Pelajari lebih lanjut. Matematika CSCH CSCH(nilai) Fungsi CSCH menampilkan kosekan hiperbolik bilangan riil apa pun. Pelajari lebih lanjut. Matematika DECIMAL DECIMAL(nilai, basis) Fungsi DECIMAL mengonversi representasi teks untuk suatu angka dalam basis lain menjadi basis 10 (desimal).

Pelajari lebih lanjut. Matematika DEGREES DEGREES(sudut) Mengonversi nilai sudut dalam radian ke derajat. Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika ERFC.PRECISE ERFC.PRECISE(z) Lihat ERFC Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika FLOOR FLOOR(nilai, [faktor]) Membulatkan angka ke bawah hingga kelipatan bilangan bulat terdekat dari signifikansi yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Matematika FLOOR.MATH FLOOR.MATH(angka, [signifikansi], [mode]) Membulatkan angka ke bawah ke kelipatan bilangan bulat terdekat dari signifikansi yang ditentukan; angka negatif dibulatkan menuju atau menjauh dari 0, tergantung modenya.

Pelajari lebih lanjut. Matematika FLOOR.PRECISE FLOOR.PRECISE(angka; [signifikansi]) Fungsi FLOOR.PRECISE membulatkan angka ke bawah hingga bilangan bulat atau kelipatan terdekat dari signifikansi yang ditetapkan. Pelajari lebih lanjut. Matematika Matematika GAMMALN.PRECISE GAMMALN.PRECISE(nilai) Lihat GAMMALN Matematika Matematika Matematika Matematika Matematika INT INT(nilai) Membulatkan angka ke bawah hingga bilangan bulat terdekat yang kurang dari atau setara dengannya. Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika ISO.CEILING ISO.CEILING(angka; [signifikansi]) Lihat CEILING.PRECISE Matematika Matematika Matematika Matematika LOG LOG(nilai, basis) Mengembalikan logaritma dari angka berdasarkan basis.

Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika MOD MOD(pembilang, penyebut) Mengembalikan hasil operator modulo, sisanya setelah operasi pembagian. Pelajari lebih lanjut Matematika MROUND MROUND(nilai, faktor) Membulatkan satu angka ke kelipatan bilangan bulat terdekat lain. Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika MUNIT MUNIT(dimensi) Menampilkan matriks satuan dengan ukuran dimensi x dimensi.

Pelajari lebih lanjut. Matematika Matematika Matematika POWER POWER(basis, eksponen) Mengembalikan angka yang dipangkatkan. Pelajari lebih lanjut Matematika PRODUCT PRODUCT(faktor1, [faktor2. .]) Mengembalikan hasil perkalian serangkaian angka bersama-sama. Pelajari lebih lanjut Matematika QUOTIENT QUOTIENT(pembilang, penyebut) Mengembalikan satu angka yang dibagi dengan angka lain.

Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika RAND RAND() Menampilkan angka acak antara 0 inklusif dan 1 eksklusif. Pelajari lebih lanjut Matematika RANDARRAY RANDARRAY(baris, kolom) Menghasilkan deret bilangan acak antara 0 dan 1. Pelajari lebih lanjut. Matematika RANDBETWEEN RANDBETWEEN(tinggi, rendah) Menampilkan bilangan bulat acak yang sama antara dua nilai, inklusif.

Pelajari lebih lanjut Matematika ROUND ROUND(nilai, [tempat]) Membulatkan angka ke sejumlah tempat desimal tertentu sesuai aturan standar. Pelajari lebih lanjut Matematika ROUNDDOWN ROUNDDOWN(nilai, [tempat]) Membulatkan angka ke sejumlah tempat desimal tertentu, pembulatan selalu ke bawah hingga kenaikan valid berikutnya.

Pelajari lebih lanjut Matematika ROUNDUP ROUNDUP(nilai, [tempat]) Membulatkan angka ke sejumlah tempat desimal tertentu, pembulatan selalu ke atas hingga kenaikan valid berikutnya. Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika Matematika SEQUENCE SEQUENCE(baris; kolom; mulai; langkah) Menampilkan array bilangan berurutan, seperti 1, 2, 3, 4. Pelajari lebih lanjut. Matematika SERIESSUM SERIESSUM(x, n, m, a) Dengan mempertimbangkan parameter x, n, m, dan a, mengembalikan jumlah deret pangkat a 1x n + a 2x (n+m) + .

+ a ix (n+(i-1)m), di mana i adalah jumlah membandingkan bilangan bulat dalam rentang `a`. Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika Matematika Matematika SQRT SQRT(nilai) Mengembalikan akar kuadrat positif dari angka positif.

Pelajari lebih lanjut Matematika Matematika SUBTOTAL SUBTOTAL(kode_fungsi; rentang1; [rentang2; .]) Mengembalikan subtotal untuk rentang sel vertikal menggunakan fungsi agregasi yang ditentukan.

membandingkan bilangan bulat

Pelajari lebih lanjut Matematika SUM SUM(nilai1, [nilai2. .]) Mengembalikan jumlah deret angka dan/atau sel. Pelajari lebih lanjut Matematika SUMIF SUMIF(rentang, kriteria, [jumlah_rentang]) Mengembalikan jumlah bersyarat sepanjang rentang.

Pelajari lebih lanjut Matematika SUMIFS SUMIFS(jumlah_rentang, rentang_kriteria1, kriteria1, [rentang_kriteria2, kriteria2. .]) Menampilkan jumlah rentang yang bergantung pada beberapa kriteria. Pelajari lebih lanjut Matematika SUMSQ SUMSQ(value1, [value2.

.]) Menampilkan jumlah kuadrat dari deret angka dan/atau sel. Pelajari lebih lanjut TAN TANH Matematika TRUNC TRUNC(value, [places]) Memotong angka ke jumlah digit signifikan tertentu dengan menghilangkan angka yang kurang signifikan.

Membandingkan bilangan bulat lebih lanjut Operator ISBETWEEN ISBETWEEN(nilai_pembanding, nilai_lebih_rendah, nilai_lebih_tinggi, nilai_lebih_rendah_inklusif, nilai_lebih_tinggi_inklusif) Periksa apakah angka yang diberikan berada di antara dua angka lainnya baik secara inklusif atau eksklusif.

Pelajari lebih lanjut Operator BAGI BAGI(pembilang, penyebut) Menampilkan satu angka yang dibagi dengan angka lain. Setara dengan operator `/`. Pelajari lebih lanjut Operator CONCAT CONCAT(value1, value2) Menampilkan perangkaian dua nilai. Setara dengan operator `&`. Pelajari lebih lanjut Operator EQ EQ(value1, value2) Menampilkan`TRUE` jika dua nilai yang ditentukan sama dan `FALSE` jika sebaliknya.

Setara dengan operator `=`. Pelajari lebih lanjut Operator GT GT(value1, value2) Menampilkan `TRUE` jika argumen pertama benar-benar lebih besar dari yang kedua, dan `FALSE` jika sebaliknya. Setara dengan operator `>`. Pelajari lebih lanjut Operator GTE GTE(value1, value2) Menampilkan `TRUE` jika argumen pertama lebih besar dari atau sama dengan yang kedua, dan `FALSE` jika sebaliknya.

Setara dengan operator `>=`. Pelajari lebih membandingkan bilangan bulat Operator KALI KALI(factor1, factor2) Menampilkan produk dari dua angka. Setara dengan operator `*`. Pelajari lebih lanjut Operator KURANG KURANG(value1, value2) Menampilkan selisih dua angka. Setara dengan operator `-`. Pelajari lebih lanjut Operator LT LT(value1, value2) Menampilkan `TRUE` jika argumen pertama benar-benar lebih kecil dari yang kedua, dan `FALSE` jika sebaliknya. Setara dengan operator `<`. Pelajari lebih lanjut Operator LTE LTE(value1, value2) Menampilkan `TRUE` jika argumen pertama lebih kecil dari atau sama dengan argumen kedua, dan `FALSE` jika sebaliknya.

Setara dengan operator `<=`. Pelajari lebih lanjut Operator NE NE(value1, value2) Menampilkan `TRUE` jika dua nilai yang ditentukan tidak sama dan `FALSE` jika sebaliknya. Setara dengan operator `<>`. Pelajari lebih lanjut Operator POW POW(basis, eksponen) Menampilkan angka yang dipangkatkan. Pelajari lebih lanjut Operator TAMBAH TAMBAH(value1, value2) Menampilkan jumlah dua angka.

Setara dengan operator `+`. Pelajari lebih lanjut Operator Membandingkan bilangan bulat UMINUS(nilai) Menampilkan angka dengan tanda yang dibalik.

Pelajari lebih lanjut Operator UNARY_PERCENT UNARY_PERCENT(persentase) Menampilkan nilai yang ditafsirkan sebagai persentase, yaitu, `UNARY_PERCENT(100)` sama dengan `1`. Pelajari lebih lanjut Operator UNIQUE UNIQUE(rentang, menurut_kolom, hanya_sekali) Mengembalikan baris unik dalam rentang sumber yang diberikan, dengan membuang duplikat. Baris dikembalikan sesuai urutan saat muncul pertama kali dalam rentang sumber. Pelajari lebih lanjut Operator UPLUS UPLUS(nilai) Menampilkan angka yang ditentukan, tidak berubah.

Pelajari lebih lanjut Statistik AVEDEV AVEDEV(value1, [value2. .]) Menghitung besaran rata-rata simpangan data dari rataan set data. Pelajari lebih lanjut Statistik AVERAGE.WEIGHTED AVERAGE.WEIGHTED(nilai; bobot; [nilai tambahan]; [bobot tambahan]) Menemukan rata-rata tertimbang sekumpulan nilai, dengan mempertimbangkan nilai dan bobot yang sesuai. Pelajari lebih lanjut. Statistik AVERAGEA AVERAGEA(value1, [value2. .]) Menampilkan nilai rata-rata numerik dalam set data.

Pelajari lebih lanjut Statistik AVERAGEIF AVERAGEIF(rentang_kriteria; kriteria; [rata_rata_rentang]) Menampilkan rata-rata dari sebuah rentang yang bergantung pada kriteria. Pelajari lebih lanjut Statistik AVERAGEIFS AVERAGEIFS(rata_rata_rentang; kriteria_rentang1; kriteria1; [kriteria_rentang2; kriteria2; .]) Menampilkan rata-rata dari sebuah rentang yang bergantung pada beberapa kriteria.

Pelajari lebih lanjut Statistik BESAR BESAR(data, n) Menampilkan elemen terbesar ke-n dari set data, dengan n ditentukan oleh pengguna. Pelajari lebih lanjut Statistik BETA.DIST BETA.DIST(nilai, alfa, beta, kumulatif, batas_bawah, batas_atas) Menampilkan probabilitas dari nilai yang diberikan sesuai dengan membandingkan bilangan bulat ditetapkan oleh fungsi distribusi beta.

Pelajari lebih lanjut. Statistik BETA.INV BETA.INV(probabilitas; alfa; beta; batas_bawah; batas_atas) Menampilkan nilai invers fungsi distribusi beta untuk probabilitas yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut. Statistik BETADIST BETADIST(nilai, alfa, beta, batas_bawah, batas_atas) Lihat BETA.DIST. Statistik BETAINV BETAINV(probabilitas; alfa; beta; batas_bawah; batas_atas) Lihat BETA.INV Statistik BINOM.DIST BINOM.DIST(jml_berhasil; jml_percobaan; prob_berhasil; kumulatif) Lihat BINOMDIST Statistik BINOM.INV BINOM.INV(jml_percobaan; prob_berhasil, prob_target) Lihat CRITBINOM BINOMDIST Statistik Statistik CHIINV CHIINV(probabilitas; derajat_kebebasan) Menghitung invers dari distribusi kai kuadrat (chi-squared) arah kanan.

Pelajari lebih lanjut Statistik CHISQ.DIST CHISQ.DIST(x; derajat_kebebasan; kumulatif) Menghitung distribusi kai kuadrat (chi-squared) arah kiri, sering digunakan dalam pengujian hipotesis.

Pelajari lebih lanjut Statistik Statistik Statistik Statistik CHISQ.TEST CHISQ.TEST(rentang_teramati, rentang_diharapkan) Lihat CHITEST Statistik CONDONG Statistik CONFIDENCE.NORM CONFIDENCE.NORM(alfa; simpangan_baku; ukuran_populasi) Menghitung lebar setengah interval kepercayaan untuk distribusi normal.

Pelajari lebih lanjut. Statistik CONFIDENCE.T CONFIDENCE.T(alfa; simpangan_baku; ukuran) Menghitung lebar setengah interval keyakinan untuk distribusi t Student. Pelajari lebih lanjut. Statistik CORREL CORREL(data_y, data_x) Menghitung r, koefisien korelasi momen produk Pearson dari set data. Pelajari lebih lanjut Statistik COUNTA COUNTA(value1, [value2. .]) Menampilkan hitungan jumlah nilai dalam set data.

Pelajari lebih lanjut COVAR Statistik COVARIANCE.P COVARIANCE.P(data_y; data_x) Lihat COVAR Statistik COVARIANCE.S COVARIANCE.S(data_y; data_x) Menghitung kovarian dari sebuah set data, di mana set data adalah sampel dari total populasi. Pelajari lebih lanjut. CRITBINOM DEVSQ Statistik EXPON.DIST EXPON.DIST(x, lambda, kumulatif) Mengembalikan nilai fungsi distribusi eksponensial dengan lambda yang ditentukan pada nilai tertentu.

Pelajari lebih lanjut. Statistik EXPONDIST EXPONDIST(x, lambda, kumulatif) Lihat EXPON.DIST Statistik Statistik Statistik Statistik Statistik F.TEST F.TEST(rentang1; rentang2) Lihat FTEST. Statistik Statistik FISHER FISHERINV Statistik FORECAST.LINEAR FORECAST.LINEAR(x; data_y; data_x) Lihat FORECAST Statistik Statistik GAMMA GAMMA(angka) Menampilkan fungsi Gamma yang dievaluasi di nilai yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut. Statistik Statistik GAMMA.INV GAMMA.INV(probabilitas, alfa, beta) Fungsi GAMMA.INV menampilkan nilai fungsi distribusi kumulatif gamma terbalik untuk probabilitas yang ditentukan serta parameter alfa dan beta. Pelajari lebih lanjut.

membandingkan bilangan bulat

Statistik Statistik GAMMAINV GAMMAINV(probabilitas, alfa, beta) Lihat GAMMA.INV. Statistik GAUSS GAUSS(z) Fungsi GAUSS mengembalikan probabilitas bahwa sebuah variabel acak, yang diambil dari distribusi normal, akan berada di antara rerata dan simpangan baku z di atas (atau di bawah) rerata.

Pelajari lebih lanjut. GEOMEAN HARMEAN Statistik HITUNGAN HITUNGAN(value1, [value2. .]) Menampilkan hitungan jumlah nilai numerik dalam set data.

Pelajari lebih lanjut Statistik HYPGEOM.DIST HYPGEOM.DIST(jml_berhasil; jml_penarikan; berhasil_dalam_populasi; ukuran_populasi) Lihat HYPGEOMDIST Statistik HYPGEOMDIST HYPGEOMDIST(num_successes, num_draws, successes_in_pop, pop_size) Menghitung probabilitas penarikan jumlah keberhasilan tertentu dalam jumlah percobaan tertentu, dengan mempertimbangkan populasi berukuran tertentu yang berisi jumlah keberhasilan tertentu, tanpa penggantian penarikan.

Pelajari lebih lanjut KECIL Statistik KEPERCAYAAN KEPERCAYAAN(alfa, standard_deviation, pop_size) Lihat CONFIDENCE.NORM Statistik KUARTIL KUARTIL(data, quartile_number) Menampilkan nilai terdekat ke kuartil yang ditentukan dari set data. Pelajari lebih lanjut KURT LOGINV Statistik LOGNORM.DIST LOGNORM.DIST(x; rerata; simpangan_baku) Lihat LOGNORMDIST Statistik LOGNORM.INV LOGNORM.INV(x; rerata; simpangan_baku) Lihat LOGINV LOGNORMDIST Statistik MAKS MAKS(value1, [value2.

.]) Menampilkan nilai maksimum dalam set data numerik. Pelajari lebih lanjut MAXA Statistik MAXIFS MAXIFS(rentang; rentang_kriteria1; kriteria1; [rentang_kriteria2; kriteria2]; …) Menampilkan nilai maksimum dalam rentang sel, difilter menurut serangkaian kriteria. Pelajari lebih lanjut. Statistik MEDIAN MEDIAN(value1, [value2. .]) Menampilkan nilai median dalam kumpulan data numerik.

Pelajari lebih lanjut Statistik MIN MIN(value1, [value2. .]) Menampilkan nilai minimum dalam set data numerik. Pelajari lebih lanjut MINA Statistik Statistik MODE MODE(value1, [value2. .]) Menampilkan nilai yang paling sering muncul dalam set data.

Pelajari lebih lanjut Statistik MODE.MULT MODE.MULT(nilai1; nilai2) Menampilkan nilai yang paling sering muncul dalam set data. Pelajari lebih lanjut. Statistik MODE.SNGL MODE.SNGL(nilai1; [nilai2; .]) Lihat MODE Statistik NEGBINOM.DIST NEGBINOM.DIST(jml_gagal; jml_berhasil; prob_berhasil) Lihat NEGBINOMDIST NEGBINOMDIST Statistik NORM.DIST NORM.DIST(x; rerata; simpangan_baku; kumulatif) Lihat NORMDIST Statistik NORM.INV NORM.INV(x; rerata; simpangan_baku) Lihat NORMINV Statistik NORM.S.DIST NORM.S.DIST(x) Lihat NORMSDIST Statistik NORM.S.INV NORM.S.INV(x) Lihat NORMSINV Statistik NORMDIST NORMDIST(x, rataan, standard_deviation, cumulative) Menampilkan nilai fungsi distribusi normal (atau fungsi distribusi kumulatif normal) untuk nilai, rataan, dan simpangan standar yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut NORMINV NORMSDIST NORMSINV PEARSON Statistik PERCENTILE.EXC PERCENTILE.EXC(data; persentil) Menampilkan nilai di persentil tertentu untuk sebuah set data, tidak mencakup 0 dan 1. Pelajari lebih lanjut. Statistik PERCENTILE.INC PERCENTILE.INC(data; persentil) Lihat PERCENTILE Statistik PERCENTRANK PERCENTRANK(data, nilai, [significant_digits]) Menampilkan peringkat persentase (persentil) dari nilai yang ditentukan dalam set data.

Pelajari lebih lanjut Statistik PERCENTRANK.EXC PERCENTRANK.EXC(data; nilai; [digit_signifikan]) Menampilkan peringkat persentase (persentil) dari 0 hingga 1, tidak termasuk nilai yang ditentukan dalam set data. Pelajari lebih lanjut Statistik PERCENTRANK.INC PERCENTRANK.INC(data; nilai; [digit_signifikan]) Menampilkan peringkat persentase (persentil) dari 0 hingga 1, termasuk membandingkan bilangan bulat yang ditentukan dalam set data.

Pelajari lebih lanjut Statistik PERINGKAT PERINGKAT(nilai, data, [is_ascending]) Menampilkan peringkat nilai tertentu dalam set data. Pelajari lebih lanjut Statistik PERKIRAAN PERKIRAAN(x, data_y, data_x) Menghitung nilai y yang diharapkan untuk x yang ditentukan berdasarkan regresi linier set data.

Pelajari lebih lanjut Statistik PERMUTATIONA PERMUTATIONA(angka; angka_dipilih) Menampilkan jumlah permutasi untuk memilih kelompok objek (dengan penggantian) dari sejumlah total objek. Pelajari lebih lanjut. PERMUT PERPOTONGAN Statistik PERSENTIL PERSENTIL(data, persentil) Menampilkan nilai pada persentil tertentu dari set data. Pelajari lebih lanjut Statistik PHI PHI(x) Fungsi PHI menampilkan nilai distribusi normal dengan rataan 0 dan simpangan baku 1.

Pelajari lebih lanjut. Statistik POISSON POISSON(x, rataan, kumulatif) Lihat POISSON.DIST Statistik POISSON.DIST POISSON.DIST(x, rerata, [kumulatif]) Mengembalikan nilai fungsi distribusi Poisson (atau fungsi distribusi kumulatif Poisson) untuk nilai dan rerata yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut. PROB Statistik QUARTILE.EXC QUARTILE.EXC(data; angka_kuartil) Menampilkan nilai membandingkan bilangan bulat paling dekat dengan kuartil tertentu untuk sebuah set data, tidak mencakup 0 dan 4.

Pelajari lebih lanjut. Statistik QUARTILE.INC QUARTILE.INC(data; angka_kuartil) Lihat QUARTILE Statistik RANK.AVG RANK.AVG(nilai; data; [kecil_ke_besar]) Menampilkan peringkat nilai tertentu dalam sebuah set data. Jika ada lebih dari satu entri dengan nilai yang sama dalam set data tersebut, rata-rata peringkat entri akan ditampilkan.

Pelajari lebih lanjut Statistik RANK.EQ RANK.EQ(nilai; data; [kecil_ke_besar]) Menampilkan peringkat nilai tertentu dalam sebuah set data. Jika ada lebih dari satu entri dengan nilai yang sama dalam set data tersebut, entri peringkat teratas akan ditampilkan.

Pelajari lebih lanjut Statistik AVERAGE RATA-RATA(value1, [value2. .]) Menampilkan nilai rata-rata numerik dalam kumpulan data, mengabaikan teks. Pelajari lebih lanjut RSQ Statistik SKEW.P SKEW.P(nilai1; nilai2) Menghitung kecondongan set data yang mewakili keseluruhan populasi.

Pelajari lebih lanjut. Statistik SLOPE SLOPE(data_y, data_x) Menghitung kemiringan garis yang dihasilkan dari regresi linier set data. Pelajari lebih lanjut STANDARDISASIKAN Statistik STDEV STDEV(value1, [value2. .]) Menghitung simpangan standar berdasarkan sampel. Pelajari lebih lanjut Statistik STDEV.P STDEV.P(nilai1; [nilai2; .]) Lihat STDEVP Statistik STDEV.S STDEV.S(nilai1; [nilai2; .]) Lihat STDEV Statistik STDEVP STDEVPA Statistik Statistik T.DIST T.DIST(x; derajat_kebebasan; kumulatif) Menampilkan distribusi Student ekor kanan untuk nilai x.

Pelajari lebih lanjut. Statistik T.DIST.2T T.DIST.2T(x; derajat_kebebasan) Menampilkan distribusi Student dua ekor untuk nilai x. Pelajari lebih lanjut. Statistik T.DIST.RT T.DIST.RT(x; derajat_kebebasan) Menampilkan distribusi Student ekor kanan untuk nilai x. Pelajari lebih lanjut. Statistik Statistik Statistik T.TEST T.TEST(rentang1; rentang2; arah; jenis) Menampilkan probabilitas yang terkait dengan Uji-t siswa.

Menentukan apakah dua sampel kemungkinan berasal dari dua populasi sumber yang sama yang memiliki nilai rataan sama. Pelajari lebih lanjut. Statistik TDIST TDIST(x, derajat_kebebasan, ekor) Menghitung probabilitas untuk distribusi t-Student dengan input tertentu (x). Pelajari lebih lanjut Statistik Statistik Statistik TTEST TTEST(rentang1; rentang2; arah; jenis) Lihat T.TEST.

Statistik VAR VAR(nilai1; [nilai2. .]) Menghitung variansi berdasarkan sampel. Pelajari lebih lanjut Statistik VAR.P VAR.P(nilai1; [nilai2; .]) Lihat VARP Statistik VAR.S VAR.S(nilai1; [nilai2; .]) Lihat VAR Statistik Statistik Statistik Membandingkan bilangan bulat variansi berdasarkan seluruh populasi, menyetel teks ke nilai `0`.

Pelajari lebih lanjut Statistik Statistik WEIBULL.DIST WEIBULL.DIST(x; bentuk; skala; kumulatif) Lihat WEIBULL Statistik Z.TEST Z.TEST(data, nilai, [simpangan_baku]) Menampilkan nilai P satu-arah dari uji-Z dengan distribusi standar. Pelajari lebih lanjut. Statistik ZTEST ZTEST(data, nilai, [standard_deviation]) Lihat Z.TEST. Teks Teks ASC ASC(teks) Mengonversi karakter ASCII dan katakana lebar penuh menjadi lebar separuh.

Semua karakter membandingkan bilangan bulat standar tidak akan diubah. Pelajari lebih lanjut. Teks CHAR CHAR(nomor_tabel) Mengonversi sebuah angka menjadi karakter menurut tabel Unicode yang ada. Pelajari lebih lanjut Teks CLEAN CLEAN(teks) Menampilkan teks dengan menghapus karakter ASCII yang tidak dapat dicetak. Pelajari lebih lanjut Teks CODE CODE(string) Mengembalikan nilai peta Unicode numerik dari karakter pertama dalam string yang diberikan.

membandingkan bilangan bulat

Pelajari lebih lanjut Teks Membandingkan bilangan bulat CONCATENATE(string1, [string2. .]) Merangkaikan string satu sama lain. Pelajari lebih lanjut Teks DOLLAR DOLLAR(angka, [number_of_places]) Memformat angka ke dalam format mata uang membandingkan bilangan bulat khusus. Pelajari lebih lanjut Teks EXACT EXACT(string1, string2) Menguji apakah dua string adalah identik.

Pelajari lebih lanjut Teks FIND FIND(telusuri, teks_untuk_ditelusuri, [starting_at]) Mengembalikan posisi pada saat string pertama kali ditemukan dalam teks. Pelajari lebih lanjut Teks FINDB FINDB(telusuri; teks_untuk_ditelusuri; [mulai_di]) Menampilkan posisi ketika string pertama kali ditemukan dalam teks yang menghitung setiap karakter ganda sebagai 2. Pelajari lebih lanjut Teks FIXED FIXED(angka, [number_of_places], [suppress_separator]) Memformat sebuah angka dengan sejumlah tempat desimal tetap.

Pelajari lebih lanjut Teks JOIN JOIN(pembatas; nilai_atau_array1; [nilai_atau_array2; .]) Menggabungkan elemen dari array satu atau beberapa dimensi menggunakan pembatas yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Teks LEFT LEFT(string, [number_of_characters]) Mengembalikan substring dari awal string yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Teks LEFTB LEFTB(string; jumlah_byte) Menampilkan bagian kiri sebuah string hingga sejumlah byte tertentu.

Pelajari lebih lanjut. Teks LEN LEN(teks) Mengembalikan panjang string. Pelajari lebih lanjut Teks LENB LENB(string) Menampilkan panjang string dalam byte. Pelajari lebih lanjut.

membandingkan bilangan bulat

Teks LOWER LOWER(teks) Mengonversi string tertentu ke huruf kecil. Pelajari lebih lanjut Teks MID MID(string, mulai_di, panjang_ekstrak) Menampilkan segmen string. Pelajari lebih lanjut Teks MIDB MIDB(string) Menampilkan bagian string yang dimulai di sebuah karakter tertentu dan hingga sejumlah byte yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut. Teks PROPER PROPER(teks_untuk_dikapitalisasi) Menjadikan huruf besar setiap huruf pertama pada kata dalam string yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut Teks REGEXEXTRACT REGEXEXTRACT(teks; ekspresi_reguler) Mengekstrak substring yang cocok menurut ekspresi reguler.

membandingkan bilangan bulat

Pelajari lebih lanjut Teks REGEXMATCH REGEXMATCH(teks; ekspresi_reguler) Apakah sepotong teks cocok dengan ekspresi reguler.

Pelajari lebih lanjut Teks REGEXREPLACE REGEXREPLACE(teks; ekspresi_ reguler; penggantian) Menggantikan bagian dari string teks dengan string teks berbeda menggunakan ekspresi reguler. Pelajari lebih lanjut Teks REPLACE REPLACE(teks; posisi; panjang; teks_baru) Mengganti bagian dari string teks dengan string teks lain.

Pelajari lebih lanjut Teks REPLACEB REPLACEB(teks; posisi; jml_byte; teks_baru) Menggantikan bagian dari string teks dengan string teks berbeda berdasarkan jumlah byte. Pelajari lebih lanjut. Teks REPT REPT(teks_yang_diulang; jumlah_pengulangan) Menampilkan teks tertentu yang diulang beberapa kali.

Pelajari lebih lanjut Teks RIGHT RIGHT(string; [jumlah_karakter]) Menampilkan substring dari akhir string yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Teks RIGHTB RIGHTB(string; jumlah_byte) Menampilkan bagian kanan sebuah string hingga sejumlah byte tertentu. Pelajari lebih lanjut. Teks Teks SEARCH SEARCH(telusuri; teks_untuk_ditelusuri; [mulai_di]) Menampilkan posisi pada saat string pertama kali ditemukan dalam teks. Pelajari lebih lanjut Teks SEARCHB SEARCHB(telusuri, teks_untuk_ditelusuri, [mulai_di]) Menampilkan posisi ketika string pertama kali ditemukan dalam teks yang menghitung setiap karakter ganda sebagai 2.

Pelajari lebih lanjut Teks SPLIT SPLIT(teks; delimiter; [pisah_menurut_setiap]; [hapus_teks_kosong]) Membandingkan bilangan bulat teks dengan menggunakan karakter atau string tertentu, dan menempatkan membandingkan bilangan bulat fragmen ke dalam sel terpisah pada baris.

Pelajari lebih lanjut Teks SUBSTITUTE SUBSTITUTE(teks_untuk_ditelusuri; telusuri; ganti_dengan; [jumlah_kemunculan]) Menggantikan teks yang ada dengan teks baru dalam string. Pelajari lebih lanjut Teks T T(nilai) Menampilkan argumen string sebagai teks. Pelajari lebih lanjut Teks TEXT TEXT(angka; format) Mengonversi angka ke teks sesuai dengan format yang ditentukan.

membandingkan bilangan bulat

Pelajari lebih lanjut Teks TEXTJOIN TEXTJOIN(pembatas; abaikan_kosong; teks1; [teks2]; …) Menggabungkan teks dari beberapa string dan/atau array, dengan pembatas yang dapat ditentukan memisahkan teks yang berbeda. Pelajari lebih lanjut. Teks TRIM TRIM(teks) Menghapus spasi di depan dan di belakang dalam string yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Teks UNICHAR UNICHAR(angka) Menampilkan karakter Unicode untuk sebuah angka. Pelajari lebih lanjut.

Teks UNICODE UNICODE(teks) Mengembalikan nilai Unicode desimal dari karakter pertama teks. Pelajari lebih lanjut. Teks UPPER UPPER(teks) Mengonversi string yang ditentukan ke huruf besar. Pelajari lebih lanjut Teks VALUE VALUE(teks) Mengonversi string dalam salah satu format tanggal, waktu, atau angka yang dipahami oleh Google Spreadsheet ke sebuah angka. Pelajari lebih lanjut Database DAVERAGE DAVERAGE(database; kolom; kriteria) Menampilkan rata-rata sekumpulan nilai yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL.

Pelajari lebih lanjut Database Membandingkan bilangan bulat DCOUNT(database; kolom; kriteria) Menghitung nilai numerik yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL.

Pelajari lebih lanjut Database DCOUNTA DCOUNTA(database; kolom; kriteria) Menghitung nilai, termasuk teks, yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL. Pelajari lebih lanjut Database DGET DGET(database; kolom; kriteria) Menampilkan nilai tunggal dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL. Pelajari lebih lanjut Database DMAX DMAX(database; kolom; kriteria) Menampilkan nilai maksimum yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL.

Pelajari lebih lanjut Database DMIN DMIN(database; kolom; kriteria) Menampilkan nilai minimum yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL. Pelajari lebih lanjut Database DPRODUCT DPRODUCT(database; kolom; kriteria) Menampilkan produk nilai yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL. Pelajari lebih lanjut Database DSTDEV DSTDEV(database; kolom; kriteria) Menampilkan simpangan baku sampel populasi yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL.

Pelajari lebih lanjut Database Database DSUM DSUM(database; kolom; kriteria) Menampilkan jumlah nilai yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL. Pelajari lebih lanjut Database Database DVARP DVARP(database; kolom; kriteria) Menampilkan variansi seluruh populasi yang dipilih dari array atau rentang seperti tabel database menggunakan kueri seperti SQL.

Pelajari lebih lanjut Parser CONVERT CONVERT(nilai; satuan_asal; satuan_tujuan) Mengonversi nilai numerik ke satuan ukuran yang berbeda. Pelajari lebih lanjut Parser TO_DATE TO_DATE(nilai) Mengonversi angka yang diberikan menjadi tanggal. Pelajari lebih lanjut Parser TO_DOLLARS TO_DOLLARS(nilai) Mengonversi angka yang diberikan ke nilai dolar.

Pelajari lebih lanjut Parser TO_PERCENT TO_PERCENT(nilai) Mengonversi angka yang diberikan ke persentase. Pelajari lebih lanjut Parser TO_PURE_NUMBER TO_PURE_NUMBER(nilai) Mengonversi tanggal/waktu, persentase, mata uang, atau nilai numerik terformat lainnya yang diberikan ke angka murni tanpa pemformatan.

Pelajari lebih lanjut Parser TO_TEXT TO_TEXT(nilai) Mengonversi nilai numerik yang diberikan ke nilai teks. Pelajari lebih lanjut Array FLATTEN FLATTEN(rentang1;[rentang2.]) Lihat FLATTEN.

Array ARRAY_CONSTRAIN ARRAY_CONSTRAIN(rentang_input, jumlah_baris, jumlah_kolom) Membatasi hasil array ke ukuran yang ditentukan. Pelajari lebih lanjut Array FREQUENCY FREQUENCY(data; kelas) Menghitung distribusi frekuensi array satu kolom ke dalam kelas yang ditentukan.

Pelajari lebih lanjut Array GROWTH GROWTH(y_data_diketahui; [x_data_diketahui]; [x_data_diketahui]; [b]) Dengan mempertimbangkan data parsial tentang tren pertumbuhan eksponensial, menyesuaikan tren pertumbuhan eksponensial ideal dan/atau memprediksi nilai lebih lanjut. Pelajari lebih lanjut Array LINEST LINEST(y_data_diketahui; [x_data_diketahui]; [hitung_b]; [verbose]) Dengan mempertimbangkan data parsial tentang tren linier, menghitung berbagai parameter tentang tren linear ideal menggunakan metode kuadrat terkecil.

Pelajari lebih lanjut Membandingkan bilangan bulat Array Array Array MMULT MMULT(matriks1; matriks2) Menghitung produk matriks dari dua matriks yang ditentukan sebagai array atau rentang.

Pelajari lebih lanjut Array SUMPRODUCT SUMPRODUCT(array1; [array2. .]) Menghitung jumlah produk dari entri yang sesuai dalam dua array atau rentang yang sama besar.

Pelajari lebih lanjut Array SUMX2MY2 SUMX2MY2(array_x; array_y) Menghitung jumlah perbedaan dari nilai kuadrat dalam dua array. Pelajari lebih lanjut Array Array SUMXMY2 SUMXMY2(array_x; array_y) Menghitung jumlah kuadrat dari selisih nilai dalam dua array.

Pelajari lebih lanjut Array TRANSPOSE TRANSPOSE(array_atau_rentang) Mengubah urutan baris dan kolom dari array atau rentang sel. Pelajari lebih lanjut Array TREND TREND(y_data_diketahui; [x_data_diketahui]; [x_data_baru]; [b]) Dengan mempertimbangkan data parsial tentang tren linier, menyesuaikan tren linier ideal menggunakan metode kuadrat terkecil dan/atau memprediksi nilai lebih lanjut.

Pelajari lebih lanjut Web ENCODEURL ENCODEURL(teks) Mengenkode string membandingkan bilangan bulat untuk penggunaan kueri URL. Pelajari lebih lanjut. Web Web Web Web Web Web IMPORTXML IMPORTXML(url, kueri_xpath) Mengimpor data dari berbagai jenis data terstruktur apa pun termasuk XML, HTML, CSV, TSV, serta feed XML RSS dan ATOM. Pelajari lebih lanjut Web ISURL ISURL(nilai) Memeriksa apakah nilai adalah URL valid.

Pelajari lebih lanjut Coba kata kunci Anda di Google Penelusuran Web. Penting:Â Anda tidak dapat menggunakan beberapa fungsi dari program spreadsheet lainnya. Pelajari membandingkan bilangan bulat lanjut fungsi yang tidak didukung di Sheets.

Dokumen ini berisi konten yang diubah dari Lampiran B "Calc Guide" OpenOffice.org, tersedia di https://wiki.openoffice.org/w/images/b/b3/0300CS3-CalcGuide.pdf. Konten ini berlisensi Creative Commons Attribution, versi 2.0, tersedia di https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/legalcode.

Kami telah membuat sedikit perubahan pada sintaks dan deskripsi agar sesuai dengan format tabel ini serta mencocokkan implementasi dan penggunaan fungsi dalam spreadsheet Google. Pemberitahuan hak cipta yang terdapat di "Calc Guide" OpenOffice.org disertakan dalam format lengkapnya di bawah ini.

Hak Cipta Dokumen ini adalah Hak Cipta © 2005 oleh para kontributornya sebagaimana tercantum dalam bagian berjudul Penulis.

Anda dapat mendistribusikannya dan/atau mengubahnya berdasarkan persyaratan Lisensi Publik Umum GNU, versi 2 atau yang lebih baru ( https://www.gnu.org/licenses/gpl.html), atau Lisensi Creative Commons Attribution, versi 2.0 atau yang lebih baru ( https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/). Semua merek dagang dalam panduan ini adalah milik pemilik sahnya masing-masing. Penulis • Magnus Adielsson • Richard Barnes • Peter Kupfer • Iain Roberts • Jean Hollis Weber

Membandingkan Bilangan Bulat




2022 charcuterie-iller.com