Watake tembang pocung yaiku

watake tembang pocung yaiku watake tembang pocung yaiku

Karenanya, tak heran bila masih banyak masyarakat suku Jawa yang mengenal dan memahami tembang macapat yang bernilai luhur ini. Di dalam tembang ini, tersimpan warisan budaya yang luhur dan sangat berharga untuk dipelajari. Pengertian tembang macapat Pengertian tembang macapat secara sederhana dapat dipahami sebagai sebuah bentuk ungkapan yang dilagukan dan dipaparkan dalam sebuah ‘pada’ atau paragraf.

Kenapa disebut sebagai ungkapan? Sebab, tembang macapat memang sering dimafaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan nasehat – nasehat positif secara halus, yakni melalui seni suara.

Jenis – jenis tembang macapat Tembang macapat secara umum dibagi ke dalam 11 jenis atau 11 kelompok lagu. 11 Tembang macapat tersebut, meliputi : • tembang Maskumambang, • tembang Mijil, • tembang Kinanthi, • tembang Sinom, • tembang Asmarandana, • tembang Gambuh, • tembang Dandanggula, • tembang Durma, • tembang Pangkur, • tembang Megatruh, • tembang Pocung.

Ciri – ciri umum tembang macapat Tembang macapat sangat mudah dikenali. Meski demikian, dalam tembang macapat, tidak ada lirik lagu yang baku. Artinya, lirik lagu yang ada pada satu tembang macapat bisa berbeda, meski pun sama -sama tembang maskumambang, atau sama -sama tembang mijil dan lain sebagainya. Lirik tembang macapat dapat dibuat sendiri, selama dalam pembuatan lirik tersebut memenuhi kaidah baku yang ditentukan.

Kaidah baku tembang macapat ini pula yang pada dasarnya merupakan ciri tembang macapat. Kaidah baku ini merupakan ketentuan penulisan lirik yang pada masing – masing tembang macapat, harus dipenuhi pada tiap bait, baris dan vokalnya.

Secara umum, ciri – ciri tembang macapat secara umum ada tiga hal, yakni : 1# Tembang Macapat terikat pada kaidah ( kaiket dening wewaton (guru). Kaidah yang mengikat pada tembang macapat meliputi guru gatra, guru wilangan dan guru lagu. Guru gatra merupakan ketentuan jumlah baris dalam satu bait ( cacahing gatra/ larik saben sapada). Guru wilangan merupakan ketentuan watake tembang pocung yaiku suku kata dalam satu baris ( cacahing wanda saben sagatra). Guru lagu merupakan jatuhnya nada vokal terakhir pada tiap baris watake tembang pocung yaiku larik ( tibaning swara ing saben pungkasane gatra).

Sebagai contoh, misal pada tembang maskumambang, kaidah baku guru gatra, guru wilangan dan guru lagu nya adalah : 12i - 6a - 8i – 8a. Arti dari kaidah tersebut adalah pada tembang maskumambang terdapat “ guru gatranya 4, yakni terdapat 4 baris pada tiap baitnya. guru wilangannya 12 – 6 – 8 – 8, yakni ada 12 suku kata pada baris pertama, 6 suku kata pada baris kedua, 8 suku kata pada baris ketiga, serta sejumlah 8 suku kata pada baris keempatnya.

guru lagu i – a – i –a, berarti jatuhnya vokal pada baris pertama adalah vokal ‘i', pada baris kedua jatuh pada vokal ‘a’, di baris ketiga jatuh pada vokal ‘i', dan pada baris keempat jatuh pada vokal ‘a’. Dengan demikian, watake tembang pocung yaiku maskumambang yang dibuat dapat berupa lirik berikut : Kelek-kelek biyung sira aneng ngend i (12 i) Enggal tulungan a (6 a) Awakku kecemplung war ih (8 i) Gulagepan wus meh pej ah (8 a) 2# Tembang macapat dirangkai dengan bahasa jawa gaya baru, serta disisipi dengan bahasa jawa kuno ( basane Jawa anyar, diseseli basa Jawa kuna (kawi)).

3# Tembang Macapat berisi nasehat, sopan santun, dongeng, cerita wayang, dan sejenisnya ( Isine bab pitutur, kasusilan, dongeng, kaprajan wayang, lan sak piturute). Jadi, isi dari tembang macapat bisa bersifat fleksibel, bahkan bisa untuk mengungkapkan rasa, selama untuk tujuan positif. Ciri, Watak dan Filosofi 11 Tembang Macapat Masing - masing dari 11 tembang macapat memiliki ciri khasnya tersendiri, baik dari segi filosofi, watak, maupun kaidah.

Jika dilihat secara keseluruhan, kesebelas tembang macapat bertutur mengenai perjalanan hidup manusia. Filosofi tembang macapat menyerupai gambaran dari rangkaian perjalanan hidup seorang manusia mulai dari lahir, saat belajar di masa kanak – kanak, pada masa dewasa, dan hingga akhirnya meninggal dunia.

Selain itu, jika dilihat dari wataknya, masing – masing tembang macapat ini juga melambangkan watak atau karakter tersendiri.

Ada tembang macapat yang melambangkan watak duka atau sedih, nasehat, percintaan, kasih sayang, kebahagiaan dan lainnya. Watak tembang macapat umumnya digunakan sebagai acuan untuk membuat lirik lagu, meski terkadang hal ini tidak berlaku secara mutlak.

Namun demikian, tembang macapat lebih sering digunakan sebagai tembang yang berisi nasehat untuk hidup. Berikut adalah uraian atau penjelasan dari masing – masing filosofi dan watak 11 tembang macapat yang menggambarkan perjalanan hidup dari lahir hingga meninggal dunia, dilengkapi dengan watak serta kaidah baku masing -masing tembang.

1# Tembang Maskumambang Tembang Maskumambang mengandung filosofi hidup seorang manusia dari awal mula penciptaannya. Manusia ini digambarkan sebagai embrio yang sedang bertumbuh dalam rahim sang ibunda dan masih belum diketahui jati dirinya, bahkan belum pula diketahui apakah laki-laki atau perempuan. Maskumambang berasal dari kata ‘ mas’ dan ‘ kumambang’. Kata ‘ mas’ artinya masih belum diketahui laki-laki atau perempuan.

Sedangkan kata ‘ kumambang’ artinya hidupnya masih mengambang karena bergantung pada Ibunya dalam alam kandungan. Watak tembang maskumambang adalah watake tembang pocung yaiku karakter kesedihan atau duka, serta suasana hati yang nelangsa. Contoh tembang maskumambang ( 12i - 6a - 8i - 8o ) : Wong tan watake tembang pocung yaiku pitutur wong tuwa ugi (12 i) Ha nemu duraka (6 a) Ing donya tumekeng akhir (8 i) Tan wurung kasurang-surang (8 o) 2# Tembang Mijil Tembang Mijil memiliki filosofi berupa penggambaran bentuk dari biji atau benih yang telah lahir di dunia.

Dari segi bahasa, mijil berarti biji atau benih. Jadi, mijil menjadi perlambangan awal mula perjalanan seorang manusia di dunia fana. Karena merupakan permulaan, anak ini dianggap masih suci dan begitu watake tembang pocung yaiku sehingga masih membutuhkan perlindungan dari orang -orang di sekitarnya.

Watak tembang mijil atau karakternya adalah bersifat keterbukaan. Karenanya, tembang inisesuai untuk menyampaikan nasehat, cerita – cerita, dan tentang asmara. Contoh tembang mijil (10i – 6o – 10e – 10i – 6i – 6o) Dedalanne guna lawan sekti (10 i) Kudu andhap asor (6 o) Wani ngalah dhuwur wekasane (10 e) Tumungkula yen dipundukanni (10 i) Ruruh sarwa wasis (6 i) Samubarangipun (6 o) 3# Tembang Kinanthi Tembang Kinanthi berasal dari kata ‘ kanthi’ yang berarti menggandeng atau menuntun.

Filosofi Tembang Kinanthi dalam hidup mengisahkan kehidupan seorang anak yang masih kecil sehingga masih perlu dituntun hingga nantinya dapat berjalan sendiri dengan baik di dunia.

Seorang anak pada dasarnya membutuhkan tuntunan penuh dari orang tua atau orang - orang lain di sekitarnya. Tuntutan yang utuh ini tidak hanya untuk belajar berjalan, melainkan juga tuntunan dalam memahami berbagai norma dan adat yang berlaku.

Dengan begitu, kelak ia dapat mengerti, mematuhi dan menjalankannya dengan baik dan semestinya. Watak Tembang Kinanthi atau karakternya adalah tentang kesenangan, teladan yang baik, nasehat dan kasih sayang. Tembang kinanthi umumnya digunakan untuk menyampaikan cerita atau kisah yang isinya menggambarkan nasehat yang baik dan tentang kasih sayang.

Contoh Tembang Kinanthi (8u – 8i – 8a – 8i – 8a – 8i) Kukusing dupa kumelun (8u) Ngeningken tyas kang apekik (8 i) Kawengku sagung jajahan (8 a) Nanging saget angikipi (8 i) Sang resi kaneka putra (8 a) Kang anjog saking wiyati (8 i) 4# Tembang Sinom Kata “ Sinom” mempunyai arti pucuk yang baru tumbuh atau bersemi.

watake tembang pocung yaiku

Filosogi tembang Sinom mengandung penggambaran dari seorang manusia yang beranjak dewasa, dan telah menjadi seorang pemuda / remaja yang bersemi. Menjadi seorang remaja, berarti ia bertugas untuk menuntut ilmu sebaik dan setinggi mungkin untuk dijadikan bekal kehidupannya kelak.

Watak tembang sinom atau karakternya adalah tentang kesabaran dan keramahtamahan.

watake tembang pocung yaiku

Tembang macapat sinom biasa digunakan untuk menceritakan nasehat yang baik dan mengandung rasa persahabatan. Contoh Tembang Sinom (8a – 8i – 8a – 8i – 7i – 8u – 7a – 8i – 12a) Punika serat kawula (8 a) Katura sira wong kuning (8 i) Sapisan salam pandonga (8 a) Kapindo takon pawarti (8 i) Jare sirarsa laki (7 i) Ingsun mung sewu jumurung (8 u) Amung ta wekasi wang (7 a) Gelang alit mungging driji (8 i) Lamun sida aja lali kalih kula (12 a) 5# Tembang Asmarandana Kata Asmarandana berasal dari kata ‘ asmara’ yang diartikan sebagai cinta kasih.

Filosofi tembang asmarandana adalah mengenai perjalanan hidup seorang manusia telah tiba waktunya untuk memadu cinta kasih bersama jodoh atau pasangan hidupnya. Pada hakikatnya, kehidupan cinta merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai kaidah penciptaan manusia, yakni secara berpasangan-pasangan. Watak tembang asmarandana adalah tentang cinta kasih, asmara yang disertai juga rasa pilu atau sedih.

Contoh tembang asmarandana (8i – 8a – 8e – 7a – 8a – 8u – 8a) Lumrah tumrap wong ngaurip (8 i) Dumunung sadhengah papan (8 a) Tan ngrasa cukup butuhe (8 e) Ngenteni rejeki tiba (7 a) Lamun tanpa makarya (8 a) Sengara bisa kepthuk (8 u) Kang mangkono bundhelana (8 a) 6# Tembang Gambuh Kata “ Gambuh” mengandung arti menyambungkan.

Filosofi tembang Gambuh adalah tentang perjalanan hidup seseorang yang telah menemukan pasangan hidup yang cocok baginya. Maka, keduanya dapat disandingkan dalam ikatan yang lebih sakral yakni melalui ikatan pernikahan Ikatan inilah yang dapat mengantarkan mereka mendapat kehidupan cinta yang langgeng. Watak tembang gambuh adalah tentang keramahtamahan dan persahabatan.

Tembang gambuh biasa digunakan dalam menyampaikan cerita – cerita kehidupan. Contoh Tembang Gambuh (7u – 10u – 12i – 8u – 8o) Lan sembah sungkem ipun (7 u) Mring Hyang Sukma elinga sireku (10 u) Apan titah sadaya amung sadermi (12 i) Tan welangsira andhaku (8 u) Kabeh kagungan Hyang Manon (8 o) 7# Tembang Dhandanggula Kata Dhandanggula berasal dari kata ‘ dandhang’ dan ‘ gula’ yang berarti tempat sesuatu yang manis.

Filosofi tembang Dhandanggula mengisahkan tentang kehidupan pasangan baru yang tengah berbahagia karena telah mendapatkan apa – apa yang dicita - citakan. Kehidupan manis menjadi kenikmatan atau berkah yang dinikmati bersama keluarga sehingga terasa membahagiakan.

Watak tembang dhadanggula atau karakternya dapat bersifat universal atau luwes dan merasuk hati. Tembang dhandanggula biasa digunakan untuk menuturkan kisah tentang berbagai hal dan dalam kondisi apa pun. Contoh tembang dhandanggula (10i – 10a – 8e – 7u – 9i – 7a – 6u – 8a – 12i – 7a) Sinengkuyung sagunging prawali (10 i) Janma tuhu sekti mandra guna (10 a) Wali sanga nggih arane (8 e) Dhihin Syeh Magrib tuhu (7 u) Sunan ngampel kang kaping kalih (9 i) Tri sunan bonang ika (7 a) Sunan giri catur (6 u) Syarifudin sunan drajat (8 a) Anglenggahi urutan gangsal sayekti (12 i) Iku ta warnanira (7 a) 8# Tembang Durma Kata “ Durma” artinya adalah pemberian.

Tembang durma mengandung filosofi yang mengisahkan tentang kehidupan yang suatu ketika dapat mengalami duka, selisih dan kekurangan akan suatu hal. Filosofi tembang macapat Durma mengajarkan agar dalam kehidupan, manusia dapat saling memberi dan saling melengkapi satu sama lain.

Dengan begitu, kehidupan yang dijalankan dapat lebih seimbang. Kita perlu untuk menjaga nilai saling menolong kepada siapa saja dengan ikhlas. Watak tembang durma atau karakternya secara umum adalah tegas, keras dan penuh dengan amarah yang menggebu – gebu.

Contoh Tembang Durma (12a – 7i – 6a – 7a – 8i – 5a – 7i) Ayo kanca gugur gunung bebarengan (12 a) Aja ana kang mangkir (7 i) Amrih kasembadan (6 a) Tujuan pembangunan (7 a) Pager apik dalan resik (8 i) Latar gumelar (5 a) Wisma asri kaeksi (7 i) 9# Tembang Pangkur Tembang “ Pangkur” berasal dari kata ‘ mungkur’ yang artinya pergi atau meninggalkan.

Filosofi tembang pangkur merupakan sautu penggambaran kehidupan yang watake tembang pocung yaiku dapat menghindari berbagai hawa nafsu dan angkara murka yang sifatnya buruk. Artinya, ketika kita mendapati suatu hal yang buruk, hendaknya kita mungkur atau pergi menghindar dan meninggalkan yang buruk itu.

Pangkur juga menjadi penggambaran seseorang yang sudah mulai bersiap meninggalkan segala hal bersifat keduniawian sehingga dapat lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Watak tembang pangkur atau karakternya adalah sifat yang gagah, kuat, perkasa dan hati yang besar. Tembang pangkur biasa digunakan untuk mengungkapkan kisah kepahlawanan, perjuangan juga peperangan. Contoh tembang pangkur (8a – 11i – 8u – 7a – 8i – 5a – 7i) Sekar pangkur kang winarna (8 a) Lelabuhan kang kanggo wongaurip (11 i) Ala lan becik puniku (8 u) Prayoga kawruh ana (7 a) Adat waton puniku dipun kadulu (8 i) Miwah ingkang tata karma (5 a) Den kaesthi siyang ratri (7 i) 10# Tembang Megatruh Kata Megatruh berasal dari kata ‘ megat’ dan ‘ roh’, yang berarti putus rohnya atau telah terlepasnya roh.

Filosofi tembang Megatruh adalah tentang perjalanan hidup manusia yang telah usai di dunia atau telah berpulang pada sang Pencipta. Pada akhirnya, roh manusia pasti watake tembang pocung yaiku putus dari raganya dan pada saat itulah ia harus kembali menghadap Tuhan Yang Maha Pencipta.

Watak Tembang megatruh adalah tentang kesedihan dan kedukaan. Tembang ini biasanya digunakan untuk menggambarkan rasa putus asa dan kehilangan harapan. Contoh Tembang Megatruh (12u – 8i – 8u – 8i – 8o) Kabeh iku mung manungsa kang pinujul (12 u) marga duwe lahir batin (8 i) jroning urip iku mau (8 u) isi ati klawan budi (8 i) iku pirantine ewong (8 o) 11# Tembang Pocung Kata Pocung dalam tembang macapat ini berasal dari kata ‘ pocong’ yang menunjukkan watake tembang pocung yaiku seseorang yang sudah meninggal, yang mana ia akan dibungkus kain kafan atau dipocong sebelum dikebumikan.

Filosofi tembang pocong menunjukkan adanya ritual untuk melepaskan kepergian seseorang, yakni upacara pemakaman. Watak Tembang Pocung atau karakternya adalah tentang kebebasan dan tindakan sesuka hati. Tembang pocung biasa digunakan untuk menceritakan lelucon dan berbagai nasehat. Contoh Tembang Pocung (12u – 6a – 8i – 12a) Bapak pocung dudu tampar dudu dadhung (12 u) Dawa kaya ula (6 a) Penclokanmu kayu garing (8 i) Prapteng griya si pocung ngetokne cahya (12 a) Referensi : • Daryanto.

1999. Kawruh Basa Jawa Pepak. Surabaya : APOLLO • Imam, Sutardjo. 2008. Kajian Budaya Jawa. Surakarta : FSSR UNS Halo sahabat gravitycinta.com.

Apa kabar kalian hari ini ? Semoga baik - baik saja dan sehat selalu ya. Pada kesempatan kali ini, mimin akan menuliskan artikel tentang tembang macapat pocung.

Tembang pocung yang merupakan salah satu dari 11 tembang macapat yang memiliki berbagai tema salah satunya tema pendidikan dan serat wedharitama yang mengandung nasihat. Selain itu, tembang pocung juga memiliki watak dan arti yang luhur. Sehingga tembang ini sangat cocok digunakan untuk memberi contoh atau nasihat kepada sesorang agar menjadi orang yang berwatak baik atau memiliki budi pekerti yang luhur.

Nah, pasti kalian ingin tahu apa saja mengenai tembang pocung dengan watak dan contoh beserta artinya. Baiklah langsung saja, berikut ulasanya tembang macapat pocung. Baca Juga: watake tembang pocung yaiku Tembang Sinom : Watak, Contoh, watake tembang pocung yaiku Artinya Lengkap • Pengertian Tembang Pocung • Watak Tembang Pocung • Ciri - Ciri atau Aturan Tembang Pocung • Contoh Tembang Pocung Tema Pendidikan • Contoh Nasihat Tembang Pocung • Makna Tembang Pucung Pengertian Tembang Pocung Sumber : commons.wikimedia.org Tembang pocung adalah tembang macapat yang berisikan perjalanan hidup manusia atau untuk mengingat kematian manusia yang menurut urutan tembangnya merupakan tembang terakhir dalam tembang macapat.

Istilah pocung berasal dari kata pucung atau pocong yang berarti manusia yang telah meninggal dengan dikainkan kain kafan atau dipocong sebelum dikuburkan.

watake tembang pocung yaiku

Filosofi tembang pocung menceritakan sebuah perjalanan terakhir dari kehidupan manusia. Tembang pocung digunakan oleh masyarakat jawa untuk memberikan nasihat kepada manusia akan kematian. Tembang atau lantunan puisi untuk mengingatkan kepada manusia bahwa tiap -tiap jiwa akan merasakan kematian dan akan kembali kepada Tuhan. Watak Tembang Pocung Sumber : www.flickr.com Tembang pocung yang bermakna tentang nasihat kematian yang seharusnya disampaikan dengan rasa haru, duka atau kesedihan untuk kesanya.

Namun tembang macapat pocung ini disampaikan dengan cara yang menghibur, yaitu dengan cara memberi candaan, humor, dan penuh teka - teki disetiap nasihat yang disampaikan. Watak lain dari tembang pocung yaitu kata "cung" dari kata pocung yang cenderung mengarah pada hal - hal yang sifatnya lucu.

Kata atau ucapan "cung" lainya seperti kucung dan kacung yaitu ucapan yang memiliki makna kesegaran atau kelucuan. Sehingga watak tembang pocung ini memberikan suasana atau kesan yang santai. Ciri - Ciri atau Aturan Tembang Pocung Sumber watake tembang pocung yaiku commons.wikimedia.org Berikut adalah aturan atau ciri - ciri tembang pocung. 1. Memiliki Guru Gatra (larik/baris) : 4 Larik atau baris setiap satu bait.

Artinya : Tembang ini mempunyai 4 baris atau larik setiap satu baitnya.

watake tembang pocung yaiku

2. Memiliki Guru Lagu (huruf/vocal) : u, a, i, a Artinya : Baris pertama berakhir dengan kata, huruf atau vocal u, baris kedua huruf a, dan seterusnya. 3. Memiliki Guru Wilangan (jumlah suku kata tiap baris) : 12, 6, 8, 12 Artinya : Baris pertama memiliki 12 suku kata, baris kedua 6 suku kata, dan seterusnya.

Contoh Tembang Pocung Tema Pendidikan Tema Pendidikan 1 Sumber : id.wikipedia.org Nora weruh rosing rasa kang rinuruh Lumeketing angga Anggere padha marsudi Kana kene kaanane nora beda Tidak mendalami hakikat ilmu yang telah dicari Padahal ilmu sejati sudah ada didalam jati diri Asalkan ingin selalu berusaha Di sana maupun di sini ilmunya sama saja Tema Pendidikan 2 Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu Uripe rekasa Senenge kepati-pati Ora sugih ananging ora rumangsa Siapa yang tidak suka mencari ilmu Hidupnya akan kesusahan Kegembiraannya tidak bertahan lama Tidak kaya tapi tidak merasa Tema Pendidikan 3 Gambar oleh Pexels dari Pixabay Uger lugu den ta mrih pralebdeng kalbu Yen Kabul kabuki Ing drajat kajating urip Kaya kang wus winahya sekar srinata Asal tidak banyak tingkah agar nantinya merasuk ke dalam sanubari Bila berhasil, terbuka Didalam derajat kemuliaan hidup yang sebenarnya layaknya contoh sinom (di atas) Tema Pendidikan 4 Ngelmu iku, kalakone kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kas nyantosani Watake tembang pocung yaiku budya pangekese dur angkara Ilmu itu diraih dengan cara menghayati dalam setiap perbuatan dimulai dengan kemauan Artinya, kemauan untuk membangun kesejahteraan terhadap sesama Teguh membudi daya menaklukkan semua angkara Tema Pendidikan 5 Gambar oleh David Mark dari Pixabay Basa ngelmu mupakate lan panemune Pasahe lan tapa Yen satriya tanah Jawi Kuna-kuna kang ginilut tripakara Bahasa ilmu dapat berjalan bila sesuai dengan cara pandang kita Dapat dicapai dengan usaha yang gigih Bagi satria tanah Jawa Dari turun temurun, 3 hal yang menjadi prinsip Tema Pendidikan 6 Dadi bocah kudu sregep lan sinau Ben ora rekasa Sinaune ditenani Yen wis sukses aja lali mring wong tuwa Jadi anak harus rajin belajar Biar hidup tidak kesusahan Belajalah dengan sungguh - sungguh Jika telah meraih kesuksesan janganlah lupa pada orang tua Contoh Nasihat Tembang Pocung Nasihat 1 Sumber : pixabay.com Yeku patut tinulat tulat tinurut Sapituduhira Aja kaya jaman mangkin Keh pra mudha mundhi diri rapal makna Itulah yang pantas untuk diteladani, contoh yang patut diikuti Sebagai nasihatku Jangan seperti zaman yang akan datang Banyak anak muda yang membanggakan diri dengan hafalan arti Nasihat 2 Angkara gung neng angga anggung gumulung Gegolonganira Triloka lekeri kongsi Yen den umbar ambabar dadi rubeda Nafsu angkara yang besar di dalam tubuh kuat menggelora Menyatu dalam diri sendiri Menjangkau sampai tiga jaman Jika disebar akan berkembang menjadi bahaya besar Nasihat 3 Gambar oleh Mücahit Yıldız dari Pixabay Shalat iku kewajiban ingkang laku Lekase kat fajar Ibadah kang pancen wajib Shalat iku cagakke saka agama Shalat itu kewajiban yang harus dilakukan Yang akan dimulai dari waktu terbit matahari Ibadah yang benar - benar wajib Sholat itu adalah tiangnya agama Nasihat 4 Durung punjul ing kawruh kaselak jujul Kaseselan hawa Cupet kapepetan pamrih Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa Belum sampai mempunyai watake tembang pocung yaiku tinggi, sudah buru-buru ingin dianggap pintar Terselip hawa nafsu Tertutup oleh pamrih Maka mustahil untuk manunggal pada Yang Maha Kuasa Nasihat 5 Gambar oleh Darwis Alwan dari Pixabay Durung becus kesusu selak besus Amaknani rapal Kaya sayid weton mesir Pendhak pendhak angendhak Gunaning jalma Belum mumpuni tergesa-gesa untuk berceramah Mengartikan hafalan Seperti sayid dari Mesir Setiap saat meremehkan kemampuan orang lain Nasihat 6 Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun Semune ngaksama Sasamane bangsa sisip Sarwa sareh saking mardi martatama Tetapi berbeda dengan orang yang sudah menyepi Tampak sikap pemaaf Sesama manusia yang penuh salah Selalu sabar dari sikap rendah hati Nasihat 7 Gambar oleh Darwis Alwan dari Pixabay Sakeh luput Ing angga tansah linimput Linimpet ing sabda Narka tan ana udani Lumuh ala ardane ginawa gada Banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam diri selalu ditutupi Dibalut dengan sebuah kata-kata Namun dia mengira tidak ada yang tahu Berkata tidak melakukan kejahatan, namun niat buruknya membawa kehancuran Nas ihat 8 Nora uwus kareme anguwus uwus Uwose tan ana Mung janjine muring muring Kaya buta buteng betah anganiaya Tidak berhenti mencaci maki sesama Tanpa ada isinya Kelakuannya hanya marah-marah Seperti raksasa yang bodoh yang suka menganiaya Makna Tembang Pucung Sumber : id.wikipedia.org Tembang pucung memiliki filosofi tentang gambaran manusia yang akan meninggal dunia.

Tembang pocung mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Maka tembang pocung ini digunakan untuk memberi nasihat kepada manusia agar memiliki budi pekerti yang luhur, serta dapat menjalankan kehidupan yang baik dari lahir dan watake tembang pocung yaiku. Demikianlah artikel mimin pada kesempatan kali ini, mudah - mudahan dengan adanya tulisan ini dapat menambah wawasan serta menambah ilmu pengetahuan kita.

Akhir kata sekian dan terimakasih.
Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai tembang pangkurdan tembang durma. Dan kali ini kita akan membahas tembang macapat yang terakhir yaitu tembang pocung.

Umumnya tembang pocung watake tembang pocung yaiku tentang kematian manusia. Adapula yang menyebutkan bahwa tembang ini berisi penjelasan untuk menambah amalan baik sebelum ajal menjemput. Tembang adalah bahasa jawa dari lagu/syair. Cukup familiar di telinga masyarakat jawa yaitu tembang Macapat (ꦩꦕꦥꦠ꧀).

Kesenian tembang macapat sudah ada sejak zaman kerajaan Kraton Kuno yang berdiri sebelum kerajaan Majapahit. Tembang yang juga sebagai pengingat akan kehidupan sebagai manusia selayaknya. Pada jaman dahulu tembang digunakan sebagai media dakwah kepada masyarakat yang bertujuan untuk menasihati dan memberi pemahaman hidup. Penjelasan Lebih Lengkapnya Ada di Bawah Ini 🙂 Artikel ini Berisi • 1 Pengertian Tembang • 2 Watak Tembang Pocung • 3 Paugeran Tembang Pocung (Aturan) • 4 Fungsi dan Tujuan Tembang • 5 Contoh Tembang Pocung • • 5.0.1 1) Watake tembang pocung yaiku Pendidikan • 5.0.2 2) Tema Tata Krama • 5.0.3 3) Tema Nasehat • 5.0.4 4) Tema Teka Teki • 5.1 Share this: • 5.2 Like this: Pengertian Tembang pinterest.com Tembang pocung adalah tembang urutan nomor terakhir dari kesebelas judul tembang macapat.

Dalam bahasa Jawa Tembang pocung berasal dari kata “pocong” yang bersangkutan dengan kematian seseorang. Makna keseluruhan dari tembang ini adalah mengkisahkan manusia yang telah tutup usia dan melaksanakan ritual keagamaan untuk memandikan jenazah, di bungkus kain kafan, menshalatkan jenazah, dan kemudian menguburkannya.

Kesenian yang paling sering dipakai untuk hiburan adalah tembang pocung ini. Tembang yang dominan di telinga masyarakat sehingga mudah untuk di cerna maknanya.

watake tembang pocung yaiku

Umumnya untuk menghibur orang orang yang sedang tertima musibah kematian. Mengapa demikian, Karena Tembang pocung berisi syair atau lagu yang bersifat santai, jenaka dan beberapa ada yang berisi tebak-tebakan. Sejatinya manusia di dunia hanya untuk bekerja dan beribadah kepada Allah SWT.

Hal pasti yang paling rahasia di dunia adalah waktu dan umur. Semua tidak ada yang tahu kecuali Sang Pencipta. Maka dari itu kita sebagai hamba-Nya harus mencari bekal untuk kehidupan setelah kematian. Karena semua yang kekal dan abadi adalah kehidupan akhirat yaitu setelah kematian. Dapat juga diambil dari vokal akhir yang berbunyi “cung” yang memiliki makna sebuah panggilan untuk anak anak.

watake tembang pocung yaiku

Demikian hiburan yang mengarah pada kelucuan tembang. Penafsiran lain selain pocong adalah woh wohan atau tumbuhan. Penafsiran ini terdapat pada dokumen kejawen ( Serat Purwaukara), Pocung bermakna kuncup daun (kudhuping gegodhongan) yang masih muda dan segar. Semua aspek kehidupan dunia perlu dibutuhkan adanya kesadaran diri dari masing masing insan.

Kita juga harus pandai memilih dan memilah, mana yang watake tembang pocung yaiku dan buruk, mana yang di butuhkan untuk dikerjakan dan mana yang perlu ditinggalkan. Semakin bertambahnya usia seseorang, Pasti membutuhkan yang namanya pahala. Maka dari itu selayaknya manusia yang baik harus memperbanyak amalan untuk pesangon setelah ajal. Watak Tembang Pocung pinterest.com Watake tembang pocung tentunya berkesinambungan dengan jenaka, gembira, dan bahagia.

Watak tembang pocung ini terselip pada setiap lirik lirik tembang secara tersirat. Yang membuat istimewa tembang macapat adalah pembahasan dan penggambaran setiap isi judul yang berbeda beda.

Hal ini membuat tembang menjadi sebuah ciri khas dari kesenian Jawa. Watak tembang pocung yaiku bersifat menghibur. Tak hanya untuk orang yang mengalami musibah saja namun untuk menghibur seperti dalam acara pementasan adat. Tentunya juga di dalam isi tembang ini diselipi nasehat sebagai pengingat manusia akan kerasnya kehidupan.

Berikut Adalah Watak Tembang Pocung : • Gembira • Watake tembang pocung yaiku • Jenaka • Santai • Berisi Teka Teki • Lucu • Terdapat Isi Berupa Kesedihan • Humoris • Nasehat • Tegas Watak tembang Pocung diatas adalah sebagai penghibur masyarakat dalam berbagai acara seperti dagelan, pewayangan, ceramah dan masih banyak lagi.

Dalam pewatakan, tembang pocung ini tidak memiliki klimaks pada watake tembang pocung yaiku ceritanya. Tinggal menyesuaikan tema yang akan di ceritakan dan itulah yang menjadi acuan watak yang di temukan pada tembang pocung ini.

Baca Juga : • Tembang Mijil Lengkap (Pengertian, Watak, dan Paugeran) • Tembang Sinom Lengkap (Pengertian, Watak, dan Paugeran) • Tembang Asmaradana Lengkap (Pengertian, Watak, dan Paugeran) • Tembang Gambuh (Pengertian, Watak, & Paugeran) Paugeran Tembang Pocung (Aturan) Traditional theater in Bali – Wayang Dalam sebuah kesenian tembang khususnya tembang macapat pasti ada yang namanya aturan atau paugeran.

Aturan ini dipakai pada seluruh judul tembang macapat yang berguna sebagai ciri ciri dan penanda tembang. Paugerane tembang pocung terdapat pada lirik dari setiap barisnya.

Perlu kita ketahui yang dimaksud dengan paugeran tembang pocung merupakan aturan-aturan yang melekat pada tembang. Aturan ini mengatur tentang jumlah baris, jumlah suku kata, serta vokal tembang. Berikut Adalah Paugeran Tembang Pocung : 1) Memiliki Guru Lagu Tembang Pocung (Vokal atau Huruf) ( U, A, I, A) Artinya adalah di barisan yang pertama tembang ini berakhir dengan vokal huruf “U”, dibarisan yang kedua berakhir dengan vokal huruf “A“, dan seterusnya hingga baris ke 4 yang berakhir di vokal huruf “A”.

2) Memiliki Guru Wilangan Tembang Pocung (Jumlah Suku Kata) (12, 6, 8, 12) Artinya adalah di barisan yang pertama tembang pangkur memiliki 12 suku kata, di barisan yang kedua memiliki 6 jumlah suku kata dan seterusnya hingga barisan yang ke 4 memiliki 12 suku kata. 3) Memiliki Guru Gatra Tembang Pocung (Baris Setiap Bait) (4 Baris) Artinya adalah dari setiap tembang pocung ini memiliki 4 baris setiap baitnya. Satu bait berisi4 baris tembang pocung dengan aturan guru lagu dan guru wilangan tembang ini.

Fungsi dan Tujuan Tembang pinterest.com Pocung iku tegese pocong lan kudhuping gegodhongan yang memiliki arti manusia yang di bungkus kain kafan. Semua makhluk hidup pasti akan mengalami yang namanya kematian. Ajal tidak memandang umur, kapanpun, dan dimanapun. Ketika waktunya sudah habis didunia maka akan segera dicabut ruhnya dari raga.

watake tembang pocung yaiku

Untuk itu kita sebagai manusia harus mencari bekal akhirat seperti beribadah, sedekah, dan berperilaku baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Berikut Adalah Fungsi dan Tujuan Tembang Pocung : • Sarana pendidikan. • Sebagai pengingat, bahwa semua manusia akan mengalami ajal. • Kesenian tradisional khas Jawa. • Pementasan tradisional. • Upacara adat Jawa. • Hiburan dikala suntuk. • Untuk memberikan wejangan dan piwulang kepada khalayak umum. • Digunakan untuk menasehati sesama atau mituturi.

Contoh Tembang Pocung pinterest.com Contoh tembang ini memiliki beragam tema seperti pendidikan maupun tema nasehat. Tema ini terselip pada setiap lirik lirik tembang. Banyak pengalaman hidup dan pembelajaran yang bisa kita dapat dari tembang ini. Tembang yang mengingatkan manusia bahwa kematian adalah hal yang pasti didunia. Dan mengajak umat manusia untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Berikut Adalah Contoh Tembang Pocung : 1) Tema Pendidikan 1) Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu… Uripe rekasa… Senenge kepati-pati… Ora sugih ananging ora rumangsa… … Artinya: Barang siapa yang tidak suka mencari ilmu… Hidupnya akan sengsara… Kegembiraannya akan mati… Tidak kaya namun tidak merasa… 2) Ana weling, saka bapa kalih biyung… Aja seneng lunga… Jomeneh lungane wengi… Yen dilanggar cah ayu iku bebaya… … Artinya: Ada Nasehat dari bapak dan ibu… Jangan suka main keluar… Apalagi jika perginya malam… Hal hal seperti ini sangat berbahaya watake tembang pocung yaiku anak perempuan jika dilanggar… 2) Tema Tata Krama 1) Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun… Semune ngaksama… Sasamane bangsa sisip… Sarwa sareh saking mardi martatama… … Artinya: Tetapi berbeda dengan yang sudah suka menyepi… Tampak sifat pemaaf… Antar manusia yang penuh salah… Selalu sabar dengan jalan mengutamakan sikap rendah hati… 2) Aja tumindhak nistha… Elingono wong urip ing dunyo iku… Gesanga mung sawetara… Akhirat papan kang nyekti… … Artinya : Jangan bertindak menjijikkan… Ingatlah orang hidup ada di dunia itu… Bernafas hanya sebentar… Akhirnya tempat kembali ke yang sejati… 3) Tema Nasehat 1) Sakeh luput watake tembang pocung yaiku angga tansah linuput… Linimpeting sabda… Narka tan ana udani… Lumuh ala ardane giwana gada… … Artinya : Semua kesalahan yang dilakukan dalam diri selalu ditutupi… Dibalut dengan sebuah kata-kata yang indah… Namun dia mengira tidak ada yang mengetahui… Berkata tidak berbuat jahat, namun lagak buruknya membawa bencana… 2) Aja tumindhak nistha… Elingono wong urip watake tembang pocung yaiku dunyo iku… Gesanga mung sawetara… Akhirat papan kang nyekti… … Artinya : Jangan bertindak menjijikkan… Ingatlah orang hidup ada di dunia itu… Bernafas hanya sebentar… Akhirnya tempat kembali ke yang sejati… 4) Tema Teka Teki 1) Bapak Pucung… Cangkeme madhep mandhuwur… Sabamu ing sendhang… Pencoanmu lambung kereng… Prapteng wisma… Si pucung mutah guwaya… Jawaban dari tembang pucung ini adalah Jun atau gentong (tempat menyimpan air).

2) Bapak pucung… Watake tembang pocung yaiku watu dudu watake tembang pocung yaiku Sabamu ing alas… Ngon-ingone Sang Bupati… Prapteng margaSi pucung lembehan grana… Jawaban dari tembang pocung di atas adalah “Gajah”.

3) Bapak pucung, renteng-renteng kaya kalung… Dowo koyo ulo… Pencoanmu wesi miring… Sing disobo… Si pucung mung turut kutho… Jawaban teka teki tembang macapat pocung diatas yaitu “Kereta Api”. 4) Bapak pucung, cangkeme mandep mandhukur… Sabamu ing sendhang… Pencoanmu lambung kereng… Prapteng wisma, si pucung mutah guwaya… Jawaban teka teki tembang macapat pocung di atas yaitu “Gunung”. 5) Bapak Pucung, mung sirah lawan gembung… Padha dikunjara… Mati sajroning ngaurip… Mijil baka, si pucung dadi dahana… Jawaban contoh teka teki tembang pucung adalah ”batang korek api”.

• Click to share on Twitter (Opens in new window) • Click to share on Facebook (Opens in new window) • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) • Click to email this to a friend (Opens in new window) • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) • Click to share on Pinterest (Opens in new window) • watak tembang pocung yaiku?

B. bungah Pembahasan : serat wulangreh wujud karya sastra Kang awujud tembang macapat anggitane Sri susuhunan Pakubuwono IV. tembang ulang duweni teges Kang podo karo tembang pitutur Lan tegese piwulang. tembung reh Soko tembung Jawa kuno Kang tegese dalan,aturan, laku cara, utawa tuntutan. wulangreh bisa ateges piwulang supaya opo Kang dikarepake bisa kalakon. lagu tumuju urap tentram bisa kalakon. serat wulangreh ana 11 yaiku : • pocung, WATAKE kendho tanpa greget Saut kanggo ing cerito Kang sajak tanpa Kamemempengan • Maskumambang, WATAKE Nelongso kanggo medharake roso kang ngeres, nggreges, nelangsa kranta-rantai • Gambuh, WATAKE kulina, Rumaket, kanggo medharake pitutur sing rada sereng amarga wis keduga, basane wong kang wis kulina raket sesrawungane, lumrahe nganggo basa ngoko.

• Mega truk, WATAKE nelangsa utama sedih. nelangsa karantaranta,kingkin kaworan nglokro, kanggo medharake rasa gegetun pungun² • KinantiWATAKE bungah, asih lan tresna, kanggo medharake piwulang crita kang ngemu rasa asmara, gandrunggandrung • Asmaradhana, WATAKE nelangsa utawa Sedhih, sengsem,digunakke kanggo ing crita kang medharake asmara, prihatin marga ketaman ing rasa asmara.

• Mijil, WATAKE Wetuning rasa, kanggo medharake pitutur, digunakke kanggo crita gandrungan. • Pangkur, WATAKE Sereng, kanggo ing crita kang ngemu surasa sereng. • DurmaWATAKE Muntab, Galak, kanggo medharake rasaning ati kang nafsu, lan kanggo ing crita perang. • SinomWATAKE Grapyak, renyah, kanggo sesorah, mituturi. • DhandangulaWATAKE lumrahe kanggo bebuka, medharake piwulang, Luwes, resep, gandrungan, lan digunakke kanggo panutuping karangan kang sinawung ing tembang.

Pelajari lebih lanjut : • Materi luwih lanjut serat wulangreh iku anggitane brainly.co.id/tugas/9264352 • Materi luwih lanjut serat wulangreh ana pira pupuh coba sebutna brainly.co.id/tugas/17541919 • Materi luwih lanjut ciri dan watak tembang pocung brainly.co.id/tugas/230816 Detail Jawaban : Kelas : 3 Mapel : Basa jawa Piwulang : 2 - Tembang macapat Pocung kode soal : 13 kode kategori : 3.13.2 kata kunci : Pocung, wulangreh #Solusi Brainly
Hai, Reva A.

Terima kasih telah bertanya ke Roboguru. Kakak bantu jawab ya.

watake tembang pocung yaiku

Tembang pocung nduweni watak ana sing nelangsa/sedih, bungah utawa seneng, lucu, nasehat kabecikan. Mari kita simak pembahasan berikut. Tembang macapat yaiku geguritan/puisi utawa tembang tradisional Jawa ingkang kaiket patokan/paugeran utawa aturan. 1. Guru gatra yaiku cacahing gatra/baris utawa larik saben sapada/baris dalam satu bait. 2. Guru wilangan yaiku cacahing wanda saben sagatra/jumlah suku kata dalam satu baris. 3. Guru lagu yaiku tibaning swara ing pungkasan gatra/persamaan bunyi sajak pada akhir kata.

Tembang pocung yaiku salah sawijine tembang macapat kang miturut urutan tembange kalebu urutan pungkasan utawa akhiran, saka tembang macapat kang nduweni teges lelampahan utawa perjalanan manungsa. Tembang pocung nduweni watak ana sing nelangsa/sedih, bungah utawa seneng, lucu, nasehat kabecikan. Watake tembang pocung yaiku tembang pocung yaiku : Guru gatra : 4 gatra.

Guru wilangan: 12, 6, 8, 12. Guru lagu : u, a, i, a. Dengan demikian, tembang pocung nduweni watak ana sing nelangsa/sedih, bungah utawa seneng, lucu, nasehat kabecikan.

watake tembang pocung yaiku

Semoga membantu ya :)"
Tembang Pocung – Pada kesempatan ini kita akan membahas materi tentang tembang macapat Pocung. Ada bebera[a sumber yang lainnya menyebutnya dengan sebutan tembang pucung. Tembang macapat pocung adalah jenis tembang yang dalam urutan tembang macapat yang terakhir. Untuk mempersingkat waktu langsung saja kita pelajari lebih mendalam lagi mengenai tembang macapat pocung.

15 Makna Pengertian Tembang Pocung Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa tembang macapat adalah sebuah syair lagu yang menjadi salah satu hasil kebudayaan dan kesenian orang Jawa. Di dalam syair lagu tembang macapat kebanyak berisi tentang nasehat yang ditujukan kepada manusia dari mulai kecil sampai menuju liang lahat. Tembang macapat pocung adalah jenis tembang yang terakhir untuk dibahasa dalam urutan tembang macapat.

Tembang macapat pocung atau pucung di ambil dari kata pocong atau seseorang yang dibungkus dengan kain kafan yang hendak dimakamkan. Salah satu tujuan dari tembang macapat yang ini tidak lain adalah supaya kita selalu mengingat tentang kematian dan menyadarinya bahwa yang ada di dunia ini tidak abadi. Dunia ada masanya dan di setiap yang bernyawa pasti akan kehilangan nyawanya.

Sehingga, jenis tembang ini menggambarkan perjalan akhir hidup watake tembang pocung yaiku yang ada di dunia ini. Filosofi tembang pucung ini adalah sebuah ritual ketika melepas kepergian seseorang untuk selama-lamanya. Arti yang lain dari tembang macapat pocung adalah woh-wohan. Yang diartikan di dalam bahasa Indonesia, kata ini mempunyai arti buah-buahan yang memberikan kesegaran.

Di dalam dokumen atau serat Purwaukara, pacung mempunyai arti kuncup dedaunan “khuduping gegodhongan” yang masih segar. Sedangkan untuk bahasa Jawa yang digunakan sehari-hari dari kata “cung” mengarah ke segala sesuatu yang lucu serta seringkali digunakan sebagai panggilan untuk anak-anak yang usianya masih kecil.

Sejarah Tembang Pocung Di dalam cerita rakyat masyarakat Pulau Jawa, tembang ini merupakan ajaran dari para sesepuh mereka untuk mengajak seseorang ke jalan yang benar dan jalan yang lurus.

Namun, dengan ajakan yang penuh misteri ini akan bisa menimbulkan tanda tanya yang sangat besar pada kalangan masyarakat Pulau Jawa. Sehingga masyarakat Pulau Jawa menjadi lebih penasaran lagi untuk mencari tahu apakah itu ajaran yang benar.

Dengan demikian, mulai muncul macam-macam tembang untuk menutupi rasa penasaran serta untuk meningkatkan minat pada masyarakat Pulau Jawa dengan cara mengajak masyarakat Jawa menuju kebaikan melalui tembang macapat ini. Fungsi Tembang Pocung Tembang macapat awal kemunculannya pada abad yang ke 15 Masehi yang diciptakan bukan tanpa ada tujuan dan alasa.

Tembang macapat utamnya tembang macapat pucung telah dimanfaatkan di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, diantaranya adalah : Untuk pendidikan, sebagai hiburan, estetika, pementasan tradisional, senandung teman bekerja, sarana surat-menyurat, upacara watake tembang pocung yaiku manten adat Jawa, mantra penolak balak, filosofi siklus kehidupan dan upacara kegiatan pengestu.

watake tembang pocung yaiku

Fungsi dari tembang macapat ini sebagai karya sastra yang begitu urgen serta bertindak atau berfungsi sebagai tuntunan, tontonana serta tatanan. Tembang Gambuh Tembang Sinom Tembang Pangkur Watak Tembang Pocung Tembang macapat ini mempunyai watak yang lucu atau jenaka. Ada beberapa dari tembang macapat ini berisi tebak-tebakan yang di sukai oleh anak-anak. Namun begitu, di dalam tembang macapat ini tidak lupa untuk diselipkan berupa ajaran atau nasehat kepada manusia supaya bisa membawa diri dan bisa melewari kerasnya kehidupan di dunia dengan watake tembang pocung yaiku keselamatan.

Di dalam macapat ini, istilah dari watak adalah sifatnya yang dari lirik lagu yang mengiringi di setiap tembang, bisa berupa bahagia, sedih, penuh semangat, gembira dan lain-lainnya. Sedangkan watak dari tembang pucung berupa lucu, kesedihan, penuh teka-teki, kedudukan, humoris, tegas, kegembiraan dan nasehat. Karena watak dari tembang macapat pacung ini lebih dari satu, maka di setiap tembang pucung mempunyai karakter atau watak yang berbeda antara satu tembang dengan tembang yang lainnya.

Tinggal menyesuaikan tema apa yang hendak disampaikan, itulah yang menjadi penentu watak dari tembang macapat pacung ini. Dalam bahasa Jawa sehari-hari disebut denga kata “cung” cenderung mengarah hal yang lucu dan sering digunakan untuk panggilan anak-anak yang masih kecil. Aturan atau Paugeran Tembang Watake tembang pocung yaiku Paugeran adalah aturan dasar yang melekat pada sebuah lagu atau tembang. Paugeran tersebut akan membedakan satu lagu dengan lagu yang lainnya. Dalam membuat tembang Jawa, utamanya untuk tembang macapat apapun, mulai dari tembang maskumambang hingga tembang pucung tidak boleh asal-asalan dikarenakan ada aturannya tersendiri.

Secara umum ada tiga paugeran yang sering kali ditanyakan ketika ujuan sekolah yaitu : 1. Guru Wilangan Guru Wilangan merupakan jumlah suku kata suatu tembang. Guru wilangan tembang macapat pucung adalah “12, 6, 8, 12”. Secara berurutan guru wilangan di baris yang pertama memiliki suku kata berjumlah 12, baris yang kedua berjumlah 6, di barisan yang ketiga berjumlah 8 dan di baris yang keempat berjumlah 12.

2. Guru Lagu Guru Lagu adalah suara vokal pada akhir baris tembang macapat pacung. Guru lagu tembang macapat pacung adalah ”u, a, i, a”. • Di barisan yang pertama tembang macapat pacung di akhiri dengan huruf vokal • Dibarisan yang kedua diakhiri dengan huruf vokal a.

watake tembang pocung yaiku

• Dibarisan yang ketiga diakhirir dengan huruf vocal • Dan di barisan yang keempat tembang macapat pacung diakhiri dengan huruf vokal a. 3. Guru Gatra Guru Gatra merupakan baris atau larik di dalam tembang macapat. Karena di setiap guru gatra dari tembang macapat adalah berbeda, untuk tembang macapat pucung memiliki guru gatra berjumlah 4. Artinya adalah tembang ini memiliki 4 larik kalimat. Contoh Tembang Pocung Tema Ilmu Pendidikan 1.

Contoh Tembang Pocung Tema Ilmu Pendidikan 1 Artinya adalah Berbeda dengan orang yang sudah menjiwainya… Berperilaku dan berwatak suka memaafkan… Antara sesama manusia watake tembang pocung yaiku penuh dengan salah… Selalu sabar dan berusaha menyejukkan suasana… Pesan yang ada di Tembang Macapat Pacung • Perintah supaya selalu beribadah. • Berupa nasehat agar tidak sedih yang berlebihan ketika ditinggal orang yang disayanginya. • Nasehat untuk menjadi orang yang lebih baik. • Tidak mendahulukan nafsunya di dalam segala hal.

• Perintah agar selalu beribadah. Makna Makna dari tembang macapat posung yang sekaligus folisofinya menggambarkan kematian dari manusia yang mulai dari dimandikannya, dibungkung dengan kain kafan sampai di sholati dan kemudian di kuburkan. Selain menggambarkan tentang kematian, makna dari tembang macapat pacung secara tersirat ataupun terusat adalah menyampaikan sisi kehidupan yang lainnya. Tembang macapat pucung digunakan juga untuk memberikan sebuah nasehat yang berisi ajaran untuk manusia supaya selalu berada di jalan yang benar di dalam mengarungi kehidupan di dunia ini yang penuh fana.

Categories Jawa Post navigation

TEMBANG POCUNG




2022 charcuterie-iller.com