Joop ave menteri

2 menit Joop Ave adalah Menteri Pariwisata era Orde Baru yang sempat dikaitkan sebagai LGBT. Benarkah hal tersebut? Simak fakta aslinya lewat artikel berikut ini! Sahabat 99, pada tahun 2016 silam, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat berujar tentang adanya menteri di Indonesia yang memiliki orientasi seksual sesama jenis alias gay. β€œKalau diingat di Indonesia dulu ada menteri (LGBT) dan dia masih menteri meski publik tahu tentang joop ave menteri ucap Jusuf Kalla, mengutip dari Coconuts Jakarta lewat Insertlive.com.

Dugaan tersebut, berdasarkan pemberitaan terdahulu, ternyata mengacu kepada Joop Ave. Ia adalah Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Indonesia joop ave menteri 1993 – 1998 Kabinet Pembangunan VI pimpinan Presiden Soeharto. Masih dilansir dari Insertlive.com, Jusuf Kalla menyampaikan hal tersebut dalam konteks membandingkan Indonesia dengan Malaysia yang mempidanakan kaum LGBT.

Bukan tanpa alasan, ada beberapa faktor yang membuat nama Joop Ave erat dikaitkan dengan LGBT. Simak penjelasannya di bawah ini! Alasan Kenapa Joop Ave Dikaitkan dengan Kalangan LGBT tribunnews.com Joop Ave adalah pria asli Indonesia yang lahir di Yogyakarta, 5 Desember 1934. Ia diketahui memiliki keturunan darah Belanda. Joop pernah hidup susah di bawah masa kepenjajahan Jepang.

Hal itu ditambah dengan ayahnya yang meninggal tahun 1946, sehingga sang ibu mesti menjadi orang tua tunggal. Kondisi tersebut tak membuat Joop muda putus asa.

Ia dikenal berprestasi dan menguasai empat bahasa asing yakni Inggris, Belanda, Jerman, dan Prancis. Joop menempuh pendidikan di Foreign Service Academy, Bangladesh pada tahun 1957. Ia pun pernah belajar di Universitas Filipina, Manila, tetapi tidak sampai tamat. Joop sempat menjadi penyiar RRI untuk siaran Bahasa Prancis, sebelum kemudian bekerja di Departemen Luar Negeri. Kariernya lantas melonjak hingga didaulat menjadi konsul RI untuk Amerika Serikat di New York.

Joop lantas menjadi kepala rumah tangga kepresidenan di awal-awal joop ave menteri pemerintahan Soeharto. Soeharto beserta istrinya, Bu Tien, diketahui dekat dengan Joop karena ia mampu mengatur protokoler keluarga presiden secara mumpuni. Prestasi tersebut tak berhenti, Joop kemudian didaulat menjadi Dirjen Pariwisata. Ia gencar mempromosikan sektor pariwisata Indonesia, salah satunya menggagas kampanye internasional Visit Indonesia Year 1991.

Kampanye tersebut kini diganti dan dikenal dengan nama Wonderful Indonesia. Barulah di puncak kariernya, Joop menjadi Menteri Joop ave menteri pada periode 1993-1998, periode terakhir Soeharto menjabat sebagai presiden hingga kemudian lengser. *** Semoga bermanfaat, Sahabat 99. Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia. Tak lupa, penuhi segala kebutuhan properti hanya di www.99.co/id dan rumah123.com karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Yuk, temukan dari sekarang!

joop ave menteri Merdeka.com, Tirto.id, Insertlive.com Joop Ave Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Indonesia ke-4 Masa jabatan 17 Maret 1993 – 16 Maret 1998 Presiden Soeharto Pendahulu Soesilo Soedarman Pengganti Abdul Latief Informasi pribadi Lahir ( 1934-12-05)5 Desember 1934 Yogyakarta, Hindia Belanda Meninggal 5 Februari 2014 (2014-02-05) (umur 79) Singapura Kebangsaan Indonesia Partai politik Non partisipan Pekerjaan Politikus Daftar isi β€’ 1 Latar belakang β€’ 2 Karir β€’ 3 Riwayat pendidikan β€’ 4 Riwayat jabatan β€’ 5 Kematian β€’ 6 Rujukan β€’ 7 Pranala luar Latar belakang [ sunting - sunting sumber ] Lahir di Yogyakarta, leluhurnya adalah orang Belanda, ia menjabat pada Kabinet Pembangunan VI.

Dia aktif selama 20 tahun di bidang protokol. Dia adalah Direktur Jenderal Pariwisata (1982) dan fasih dalam empat bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Belanda, Prancis dan Jerman. Ave belajar di Akademi Dinas Luar Negeri (1957) dan dibesarkan oleh ibunya yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia belajar di Universitas Filipina, Manila, tetapi ia tidak menyelesaikannya.

Karir [ sunting - sunting sumber ] Dia memulai kariernya sebagai penulis dan penyiar pada program bahasa Prancis di RRI, Jakarta (1957) sebelum dipekerjakan oleh Departemen Luar Negeri (1957). Sepuluh tahun kemudian, dia bertanggung jawab di Konsulat Jenderal Indonesia di New York, AS (1967), Sekretaris I (1970) dan Konsuler (1972).

Pada masa Soeharto berkuasa karir Ave terus menanjak, karakternya yang humoris, supel dan tegas membuatnya semakin dekat dan dipercaya oleh Presiden Soeharto. Bahkan di usia yang masih terbilang muda, Ave dipecaya sebagai Kepala Rumah Tangga di Istana Presiden dari tahun 1972 sampai 1978, jabatan tersebut setara dengan Kepala Kantor Staff Kepresidenan saat ini.

Pada masa itu Ave seringkali diminta menemani Presiden Soeharto dalam melakukan kunjungan tersembunyi atau incognito ke pelosok negeri. Selain itu, menurut adik Soeharto, Probosutedjo Ave juga diminta secara khusus menjadi guru privat Bahasa Inggris bagi Presiden Soeharto yang pada awal pemerintahannya diketahui tidak bisa ber- Bahasa Inggris.

Ia kemudian dianugerahi gelar Joop ave menteri Mas Kanjeng Haryo Condronegoro oleh Mangkunegara VIII, pemberian gelar tersebut tak terlepas peran dari Ibu Tien Soeharto yang masih trah Mangkunegara. Pada saat istana Surakarta terbakar, ia adalah salah satu dari kelompok khusus yang aktif dalam meneliti penyebab kebakaran. Sebelum diangkat menjadi Direktur Jenderal Pariwisata (1982), ia menjabat sebagai Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri (1978–1982).

Selain melayani dalam bidang birokrasi, ia juga menjabat sebagai Ketua ASEAN Sub-Komite Pariwisata (1983–1986) dan Dewan Direksi PATA (1984–1986). Dia juga co-editor dari sejumlah buku tentang Indonesia dan pariwisata.

{INSERTKEYS} [1] [2] Ave juga menulis tentang seni dan kerajinan Indonesia. [3] [4] Riwayat pendidikan [ sunting - sunting sumber ] β€’ Universitas Filipina, Manila (tidak selesai) β€’ Akademi Dinas Luar Negeri (1957) β€’ Sekolah Dagang GIKI β€’ HBS Riwayat jabatan [ sunting - sunting sumber ] β€’ Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (1993–1998) β€’ Direktur Jenderal Pariwisata (1982-1988) β€’ Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri (1978–1982) β€’ Kepala Istana Kepresiden Jakarta (1972–1978) β€’ Konsuler (1972) β€’ Sekretaris I (1970) β€’ Konsul Jenderal RI di New York (1967) β€’ Pegawai Kementerian Luar Negeri (1957) β€’ Penyusun program dan penyiar bahasa Prancis RRI Pusat, Jakarta (1957) Kematian [ sunting - sunting sumber ] Ave meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pada 5 Februari 2014 setelah lama sakit pada usia 79.

[5] Jenazahnya di kremasi pada 8 Februari di Nusa Dua, Bali [6] untuk kemudian abu jasadnya dilarung ke tengah laut. {/INSERTKEYS}

{INSERTKEYS} [7] Rujukan [ sunting - sunting sumber ] β€’ ^ Gertler, Leonard O., 1923-; Hardjasoemantri, Koesnadi, 1926-; Ave, Joop; Nuryanti, Wiendu; Hillig, Jurgen; International Conference on Cultural Tourism (1992 : Gadjah Mada University) (1993), Universal tourism : enriching or degrading culture?, Gadjah Mada University Press, ISBN 978-979-420-276-0 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) β€’ ^ Ave, Joop; Ave, Joop, (editor.); Jay, Sian, (editor.); Hitchcock, Michael; Damais, Soedarmadji J.

H; Nuryanti, Wiendu; Jasin, Ibham, (photographer.); Tandyo, Eky, (photographer.) (2007), Grand batik interiors (edisi ke-First edition), Menteng, Jakarta, Indonesia BAB Publishing Indonesia, ISBN 978-979-8926-26-6 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) β€’ ^ Ave, Joop; Achjadi, Judi; Siddharta, Hildawati (1988), The crafts of Indonesia : seni kriya, Times Editions, ISBN 978-981-204-018-3 β€’ ^ Ave, Joop; Jasin, Ibham (2008), Indonesian arts and crafts (edisi ke-1st ed), BAB Pub.

Indonesia, ISBN 978-979-8926-27-3 Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) β€’ ^ Mantan Menteri Joop Ave Tutup Usia β€’ ^ Mari Elka Pimpin Upacara Kremasi Joop Ave β€’ ^ Abu Jasad Joop Ave Dilarung di Laut Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] β€’ Profil di Tokoh Indonesia Diarsipkan 2009-02-04 di Wayback Machine.

Jabatan politik Didahului oleh: Soesilo Soedarman Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi 1993–1998 Diteruskan oleh: Abdul Latief Kategori tersembunyi: β€’ Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list β€’ Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list β€’ Pemeliharaan CS1: Teks tambahan β€’ Semua orang yang sudah meninggal β€’ Semua artikel biografi β€’ Artikel biografi April 2022 β€’ Templat webarchive tautan wayback β€’ Semua artikel rintisan β€’ Rintisan biografi Indonesia β€’ Semua artikel rintisan April 2022 β€’ Rintisan biografi Indonesia April 2022 β€’ Halaman ini terakhir diubah pada 22 April 2022, pukul 03.05.

β€’ Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. β€’ Kebijakan privasi β€’ Tentang Wikipedia β€’ Penyangkalan β€’ Tampilan seluler β€’ Pengembang β€’ Statistik β€’ Pernyataan kuki β€’ β€’
TRIBUNNEWS.COM - Nama Joop Ave tentu tidak asing lagi di kalangan pemerintahan Indonesia.

Joop Ave merupakan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) Republik Indonesia pada Kabinet Pembangunan VI pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Ave menjabat sebagai Menparpostel pada tahun 1993 hingga 1998. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pariwisata pada tahun 1982. Viral! Foto Dua Bocah Tidur Berselimutkan Plastik di dalam Bilik Mesin ATM, Kisahnya Mengharukan Sebelum menjadi Menparpostel, Joop Ave punya karier panjang sebagai pejabat protokoler Istana.

Joop Ave merupakan Kepala Rumah Tangga Istana zaman Bung Karno yang terus bertahan sampai zaman Soeharto Joop lahir di Yogyakarta pada 17 Maret 1993. {/INSERTKEYS}

Mantan menteri yang tutup usia pada tahun 2014 silam ini juga memiliki leluhur orang Belanda. Merdeka.com - Kabar duka datang dari keluarga Joop Ave, mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia di era pemerintahan Presiden Soeharto. Joop Ave meninggal di RS Mount Elisabeth Singapura. "Kabar duka sekitar joop ave menteri 17.30 WIB, saya ditelepon Bapak sudah tidak ada," ujar kerabat dekat Joop Ave, Semuel Pangerapan saat dihubungi merdeka.com, Rabu (5/2).

Menurut Semuel, Joop Ave meninggal karena sakit komplikasi yang dia derita. "Saya sedang di air port mau menuju Singapura," terangnya. Joop Ave lahir di Yogyakarta pada 5 Desember 1934.

Joop Ave pernah menjadi Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) pada masa Kabinet Pembangunan VI. BACA JUGA: Mantan Danjen Kopassus Widjojo Soejono Meninggal Dunia Jenazah Lily Wahid Dimakamkan di Ponpes Tebuireng Jombang Menteri bertubuh tinggi besar ini aktif selama 20 tahun di bidang keprotokolan. Mantan Direktur Jenderal Pariwisata (1982) ini menguasai tiga bahasa asing yaitu bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman.

Joop Ave pernah menjabat Kepala Rumah Tangga Istana Kepresidenan periode (1972-1978). Ia dianugerahi gelar Kanjeng Raden Mas Haryo Condronegoro dari Mangkunegara VIII. Pada saat Istana Surakarta terbakar, ia salah seorang yang aktif dalam kelompok khusus meneliti penyebab kebakaran itu.

Sebelum diangkat menjadi Dirjen Pariwisata (1982), ia telah menjabat Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri periode (1978-1982).

Selain menjabat dalam birokrasi, ia juga pernah menjabat Ketua ASEAN Sub Committee on Tourism (1983-1986) dan Dewan Joop ave menteri PATA (1984-1986). [hhw] Baca juga: BACA JUGA: Lily Wahid Wafat, Muhaimin Minta Kader PKB Gelar Salat Gaib dan Tahlil Adik Kandung Gus Dur, Lily Wahid Meninggal Dunia APJII: Joop Ave peletak dasar internet Indonesia Saat Joop Ave antarkan tahanan komunis pada Soeharto Joop Ave & kisah Ibu Tien Soeharto makan sirih di Air Force One Mari Elka: Joop Ave layak jadi bapak pariwisata Indonesia 1 Ingin Menurunkan Berat Badan di Atas Usia 40 Tahun?

Ini Hal yang Bisa Anda Coba 2 Potret Nagita Slavina Ajak Najwa Shihab Makan Bareng, Tampil Berhijab Cantik Banget 3 Potret Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Pulang Kampung ke Malang, Seru Banget 4 Potret Sophia Latjuba Masak di Dapur, Penampilannya Bikin Mata Ogah Kedip 5 5 Potret Lesti dan Rizky Billar Perdana Ajak Baby L Naik Motor di Kampung Halaman Selengkapnya
tirto.id - Joop Ave adalah Menteri Pariwisata Republik Indonesia pertama Orde Baru non-jenderal.

Salah satu orang kepercayaan Presiden Soeharto ini menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi di Kabinet Pembangunan VI sejak 17 Maret 1993 hingga 14 Maret 1998. Dua Menteri Pariwisata RI sebelum Joop Ave, yakni Achmad Tahir (1983-1988) dan Soesilo Soedarman (1988-1993) berasal dari kalangan militer dengan pangkat jenderal.

Sedangkan Joop Ave merupakan warga sipil. Lahir di Yogyakarta tanggal 15 Desember 1934, Joop Ave mempunyai obsesi kuat untuk mendatangkan wisata asing sebanyak mungkin ke Indonesia saat menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pariwisata (1982-1988) hingga akhirnya menduduki posisi menteri.

Profil Joop Ave: Menteri Pariwisata Orde Baru Joop Ave adalah alumni Akademi Dinas Luar Negeri pada 1957. Ia dibesarkan ibunya yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Joop Ave pernah kuliah di Universitas Filipina, Manila, namun tidak joop ave menteri. Karier Joop Ave dimulai sebagai penyusun program dan penyiar bahasa Prancis Radio Republik Indonesia joop ave menteri Pusat di Jakarta pada 1957 sebelum diterima bekerja menjadi pegawai Kementerian Luar Negeri pada tahun yang sama 1957.

Setelah 10 tahun di Kementerian Luar Negeri, Joop Ave ditugaskan sebagai Konsulat Jenderal Indonesia di New York sejak 1967. Salah satu keistimewaan Joop Ave adalah ia menguasai tiga bahasa asing yaitu bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman. Sejak Soeharto menjadi presiden, karier Joop Ave turut melesat. Joop Ave diangkat sebagai Kepala Rumah Tangga Istana Kepresidenan periode 1972-1978.

Joop Ave kemudian mendapatkan gelar Kanjeng Raden Mas Haryo Condronegoro dari Kadipaten Mangkunegaran. Peran ibu negara, Siti Hartinah atau Tien Soeharto, yang masih keluarga Mangkunegaran, cukup kental dalam hal ini. Sebelum diangkat menjadi Dirjen Pariwisata pada 1982, Joop Ave telah menjabat sebagai Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri periode 1978-1982.

Ia juga pernah menjabat Ketua ASEAN Sub Committee on Tourism (1983-1986) dan Dewan Direktur PATA (1984-1986). Seiring berakhirnya rezim Orde Baru dengan lengsernya Presiden Soeharto akibat gelombang reformasi pada 1998, usai pula masa jabatan Joop Ave di pemerintahan.

Setelah tidak lagi menjabat di kabinet, tidak ada kabar berarti mengenai Joop Ave. Ia diketahui berkiprah di bidang penulisan dengan menjadi co-editor sejumlah buku tentang Indonesia dan pariwisata. Joop Ave juga menulis tentang seni dan kerajinan Indonesia.

Joop Ave meninggal dunia tanggal 5 Februari 2014 dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Mounth Elisabeth Singapura. Atas wasiatnya sebelum wafat, jenazah Joop Ave dikremasi di Pemakaman Taman Mumbul, Nusa Dua, Bali. Baca juga: β€’ Profil Mawar AFI yang Ramai karena Isu Perselingkuhan Suaminya β€’ Profil Lengkap Ello yang Jadi Vokalis Baru Grup Band Dewa 19 β€’ Profil Wirda Mansur: Kuliah Dimana, LinkedIn, dan Crypto I-COIN Riwayat Karier Joop Ave β€’ Penyusun program dan penyiar bahasa Prancis RRI Pusat, Jakarta (1957) β€’ Pegawai Kementerian Luar Negeri (1957) β€’ Konsul Jenderal RI di New York (1967) β€’ Sekretaris I (1970) β€’ Konsuler (1972) β€’ Kepala Istana Kepresiden Jakarta (1972-1978) β€’ Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri (1978-1982) β€’ Direktur Jenderal Pariwisata (1982-1988) β€’ Ketua ASEAN Sub-Committee on Tourism (1983-1986) β€’ Dewan Direktur PATA (1984-1986) β€’ Menteri Pariwisata Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 - 14 Maret 1998)
Jakarta, Insertlive - Pernyataan Pandji Pragiwaksono yang menyebut ada seorang Menteri Pariwisata era Orde Baru merupakan penyuka sesama jenis membuat nama Joop Ave terseret.

Merujuk pada gedung yang mirip dengan alat kalamin pria, Pandji mencurigai bahwa pencetus ide untuk gedung itu tidak normal secara orientasi seksualnya.

"Dia adalah Menteri Pariwisata pertama yang non-jenderal, beliau yang bikin Gedung Sapta Pesona," terang Joop ave menteri. Panji memang tidak menyebut orang itu adalah Joop Ave. Tetapi, orang yang menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi pada Kabinet Pembangunan IV pada masa joop ave menteri Presiden Soeharto sejak Maret 1993 hingga 1998 adalah Joop Ave. Baca Juga : Sosok Joop Ave, Menteri Pariwisata Orba yang Jago 4 Bahasa Asing Joop Ave bukan pertama kalinya terseret isu miring.

Pada 1995, pria keturunan Belanda ini juga pernah diterpa isu soal penyuka sesama jenis. Isu itu muncul atas sebuah insiden yang terjadi di Carlton Hotel di Auckland, Selandia Baru. Joop Ave dituduh melecehkan pelayan laki-laki yang bekerja di bagian room service hotel. Setelah berpuluh-puluh tahun berlalu, kini Joop Ave pun kembali terseret. Pernyataan Panji membuat publik mengingat kembali sosok Joop Ave yang kini telah meninggal dunia.

Baca Juga : Ariel Noah & BCL Kompak Pakai Baju Pink Saat Valentine, Digoda Rossa Sementara itu, dalam sebuah acara pada Februari 2016, Jusuf Kalla yang masih menjabat sebagai Wakil Presiden menyatakan bahwa ada menteri Indonesia yang berasal dari kalangan LGBT. Namun, Jusuf Kalla tidak menyebutkan identitas menteri yang dimaksud. Fakta lainnya adalah Joop Ave tidak menikah selama hidupnya.

Hal itu pula yang membuat isu penyuka sesama jenis kian berembus kencang dan menyeret namanya. Tetapi, hingga kini segala isu tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

(yoa/and)

Jenazah Joop Ave Masih di Singapura




2022 charcuterie-iller.com