Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan

• Acèh • Afrikaans • العربية • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Brezhoneg • Буряад • Català • Нохчийн • Cebuano • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Nordfriisk • Gaeilge • Galego • Bahasa Hulontalo • Hausa • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingue • Ido • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Latina • Lietuvių • Latviešu • Madhurâ • Basa Banyumasan • Malagasy • Māori • Minangkabau • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Chi-Chewa • Ирон • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • Саха тыла • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Winaray bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Kota Surabaya" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) • Agama Islam 85,50% Kristen 12,80% - Protestan 8,89% - Katolik 3,91% Buddha 1,42% Hindu 0,25% Konghucu 0,02% Lainnya 0,01% [3] • Bahasa Resmi: Indonesia Bahasa daerah: Jawa (Surabayaan), Madura, Tionghoa, Arab • IPM 82,31 ( 2021) sangat tinggi [4] Zona waktu UTC+07:00 ( WIB) Kode area telepon +62 31 Pelat kendaraan L – *** Kode Kemendagri 35.78 Kode SNI 7657-2010 SBY DAU Rp 9.533.440.000(2022) [5] Flora resmi Nyamplung Fauna resmi Hiu dan Buaya Situs web www .surabaya .go .id Kota Surabaya ( Hanacaraka: ꦏꦹꦛꦯꦹꦫꦨꦪ; Pegon Jawa: كوڟاسورابايا, tr.

Kutha Surabaya, pengucapan bahasa Jawa: [kuʈɔ surɔˈbɔjɔ]. Pegon Madura: سَوربٓجٓه, tr. Sorbhâjâh. Hanzi: 泗水) adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut.

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak 800 km sebelah timur Jakarta, atau 435 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di pantai utara Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa. Surabaya memiliki luas sekitar ±326,81 km², dan 2.970.843 jiwa penduduk pada tahun 30 Juni 2021. [6] Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek.

Surabaya dan wilayah Gerbangkertosusila dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda yang berada 20 km di sebelah selatan kota, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah.

Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kong dan Shanghai pada masanya. [7] Menurut Bappenas, Surabaya adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Makassar.

[8] [9] Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Etimologi • 1.2 Asal-usul Surabaya • 1.3 Era pra-kolonial • 1.4 Era kolonial • 1.5 Era kemerdekaan • 1.5.1 Pertempuran mempertahankan Surabaya • 1.6 Era pasca-kemerdekaan • 2 Geografi • 2.1 Batas wilayah • 2.2 Geologi • 2.3 Topografi • 2.4 Iklim • 3 Pemerintahan • 3.1 Kepala Daerah • 3.2 Dewan Perwakilan • 3.3 Pembagian administratif • 3.4 Perwakilan negara asing • 3.4.1 Konsulat Jenderal • 3.4.2 Konsulat • 3.4.3 Kantor Perwakilan • 4 Pertahanan dan keamanan • 5 Kependudukan • 5.1 Agama • 5.2 Etnis • 5.3 Bahasa • 6 Perekonomian • 6.1 Kawasan Pusat Bisnis • 6.1.1 Kawasan Pusat Bisnis Surabaya Pusat • 6.1.2 Kawasan Pusat Bisnis Surabaya Barat • 6.2 Pariwisata • 6.2.1 Alam • 6.2.2 Sejarah • 6.2.3 Religi • 6.2.4 Wisata keluarga • 6.2.5 Akomodasi • 6.3 Ritel • 7 Arsitektur kota • 8 Lingkungan • 8.1 Taman • 8.2 Penghargaan • 9 Pendidikan • 9.1 Sekolah Menengah Pertama Negeri • 9.2 Sekolah Menengah Atas Negeri • 9.3 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri • 9.4 Sekolah Menengah Pertama Swasta • 9.5 Sekolah Menengah Atas Swasta • 9.6 Sekolah Menengah Kejuruan Swasta • 9.7 Perguruan Tinggi Negeri • 9.8 Perguruan Tinggi Swasta • 10 Kebudayaan • 11 Kesehatan • 12 Olahraga • 13 Pelayanan publik • 14 Transportasi • 14.1 Darat • 14.1.1 Jalan raya • 14.1.2 Bus • 14.1.2.1 Terminal Bus • 14.1.2.1.1 Terminal Purabaya • 14.1.2.1.2 Terminal Tambak Osowilangon • 14.1.2.2 Bus Kota • 14.1.2.2.1 Suroboyo Bus • 14.1.2.2.2 Bus Tingkat • 14.1.3 Angkutan massal cepat • 14.1.4 Kereta api • 14.1.5 Transportasi umum dalam kota • 14.2 Sungai • 14.3 Laut • 14.4 Udara • 15 Infrastruktur • 16 Media • 17 Kuliner • 17.1 Masakan • 17.2 Salad • 17.3 Jajanan • 17.4 Minuman • 18 Rupa-rupa • 18.1 Musik dan hiburan • 18.2 Tokoh Surabaya • 18.2.1 Pahlawan nasional • 18.2.2 Tokoh politik • 18.2.3 Tokoh agama • 18.2.4 Tokoh kuliner • bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan Ilmuwan • 18.2.6 Seniman • 18.2.7 Selebriti • 18.2.8 Atlet • 18.2.9 Pengusaha • 18.2.10 Jurnalis • 19 Kota kembar • 20 Referensi • 21 Pustaka tambahan • 22 Pranala luar Sejarah Lihat pula: Garis waktu sejarah Kota Surabaya Etimologi Kata Surabaya ( bahasa Jawa Kuno: Śūrabhaya) sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air.

Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan sura / suro ( ikan hiu) dan baya / boyo ( buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa terbentuknya nama "Surabaya" muncul setelah terjadinya pertempuran tersebut.

Asal-usul Surabaya Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya ( Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas.

Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir). Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut.

Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan pada tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh. Versi lain menyebutkan, Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup-mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling.

Konon, setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit.

Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh.

Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga. Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu Sora. Era pra-kolonial Lambang kota Surabaya pada masa Hindia Belanda (1931). Wilayah Surabaya dahulu merupakan gerbang utama untuk memasuki ibu kota Kerajaan Majapahit dari arah lautan, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi kota Surabaya ditetapkan yaitu pada tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap serangan pasukan Mongol. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai SURA (ikan hiu / berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BAYA (buaya / bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam.

Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya. Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Walisongo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di wilayah Ampel.

Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak. Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, dan diserang Sultan Agung tahun 1614.

Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan, Surabaya sebagai wilayah yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30.000 prajurit.

[10] Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677. Dalam perjanjian antara Pakubuwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC. Gedung pusat pemerintahan Karesidenan Surabaya berada di mulut sebelah barat Jembatan Merah. Jembatan inilah yang membatasi permukiman orang Eropa ( Europeesche Wijk) waktu itu, yang ada di sebelah barat jembatan dengan tempat permukiman orang Tionghoa; Melayu; Arab; dan sebagainya ( Vremde Oosterlingen), yang ada di sebelah timur jembatan tersebut.

Hingga tahun 1900-an, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja. Era kolonial Rumah warga Belanda di sepanjang sungai Surabaya. Pada masa Hindia Belanda, Surabaya berstatus sebagai ibu kota Karesidenan Surabaya, yang wilayahnya juga mencakup daerah yang kini wilayah Kabupaten Gresik; Sidoarjo; Mojokerto; dan Jombang. Pada tahun 1905, Surabaya mendapat status kotamadya ( gemeente). Pada tahun 1926, Surabaya ditetapkan sebagai ibu kota provinsi Jawa Timur.

Sejak saat itu Surabaya berkembang menjadi kota modern terbesar kedua di Hindia Belanda setelah Batavia. Sebelum tahun 1900, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja. Pada tahun 1910, fasilitas pelabuhan modern dibangun di Surabaya, yang kini dikenal dengan nama Pelabuhan Tanjung Perak. Sampai tahun 1920-an, tumbuh permukiman baru seperti daerah Darmo; Gubeng; Sawahan; dan Ketabang. Tanggal 3 Februari 1942, Jepang menjatuhkan bom di Surabaya.

Pada bulan Maret 1942, Jepang berhasil merebut Surabaya. Surabaya kemudian menjadi sasaran serangan udara tentara Sekutu pada tanggal 17 Mei 1944. Era kemerdekaan Pertempuran mempertahankan Surabaya Artikel utama: Peristiwa 10 November Setelah Perang Dunia II usai, pada 25 Oktober 1945, 6.000 pasukan Inggris- India yaitu Brigade 49, Divisi 23 yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby mendarat di Surabaya dengan perintah utama melucuti tentara Jepang, tentara dan milisi Indonesia.

Mereka juga bertugas mengurus bekas tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, tetapi milisi dan lebih dari 20.000 pasukan Indonesia menolak.

Tentara Britania menembaki ' sniper' dalam pertempuran di Surabaya 26 Oktober 1945, tercapai persetujuan antara R.M. Soerjo, Gubernur Jawa Timur dengan Brigjen Mallaby bahwa pasukan Indonesia dan milisi tidak harus menyerahkan senjata mereka. Sayangnya terjadi salah pengertian antara pasukan Inggris di Surabaya dengan markas tentara Inggris di Jakarta yang dipimpin Letnan Jenderal Philip Christison. Pada tanggal 27 Oktober 1945, pukul 11.00, pesawat Dakota Angkatan Udara Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya yang memerintahkan semua tentara Indonesia dan milisi untuk menyerahkan senjata.

Para pimpinan tentara dan milisi Indonesia menjadi marah ketika membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian yang ditanda tangani satu hari sebelumnya.

Pada 28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menggempur pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigjen Mallaby meminta agar Presiden RI Soekarno dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian. 29 Oktober 1945, Presiden Soekarno; Wakil Presiden Mohammad Hatta; dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin bersama Mayjen Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding. Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn.

Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan para pimpinan RI tersebut meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta. Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan Merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.

Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby. Mobil Brigjen Mallaby yang terbakar di tempat ia terbunuh dalam pertempuran di Surabaya tanggal 30 Oktober 1945.

Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia. Letjen Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby tersebut dan mengerahkan 24.000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.

9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini tidak diindahkan. 10 November 1945, Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari.

Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang, Brigadir Jenderal Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya.

20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas. Lebih dari 20.000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur. Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940-an. Pertempuran ini menunjukkan kesungguhan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Karena sengitnya pertempuran dan besarnya korban jiwa, setelah pertempuran ini, jumlah pasukan Inggris di Indonesia mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh pasukan Belanda. Pertempuran pada tanggal 10 November 1945 tersebut hingga saat ini dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan. Era pasca-kemerdekaan Kota yang jalan utamanya dulu hampir berbentuk seperti pita dari jembatan Wonokromo di sebelah Selatan menuju ke Jembatan Merah di sebelah Utara sepanjang kurang lebih 13 km tersebut, di akhir tahun 1980-an mulai berubah total.

Pertambahan penduduk dan urbanisasi yang pesat, memaksa Surabaya untuk berkembang ke arah Timur dan Barat seperti yang ada sekarang.

Bertambahnya kendaraan bermotor, tumbuhnya industri baru serta menjamurnya perumahan yang dikerjakan oleh perusahaan real estate yang menempati pinggiran kota mengakibatkan tidak saja terjadi kemacetan di tengah kota tapi juga tidak jarang terjadi pula di pinggiran kota.

Surabaya telah berkembang jauh dari kota yang relatif kecil dan kumuh di akhir abad ke-19, menjadi kota metropolitan di akhir abad ke-20 dan pada kurun abad ke-21 menjadi salah satu metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Kota yang pada kurun abad ke-20 dan awal abad ke-21 dipandang panas dan kumuh ini juga berhasil berubah menjadi salah satu kota metropolitan yang paling tertata di Indonesia dengan kualitas udara terbersih. Geografi Surabaya secara geografis berada pada 07°09'00" – 07°21'00" Lintang Selatan dan 112°36'- 112°54' Bujur Timur. Luas wilayah Surabaya meliputi daratan dengan luas 326,81 km² dan lautan seluas 190,39 km².

Batas wilayah Kota Surabaya berbatasan dengan beberapa wilayah, yaitu: Utara Selat Madura Timur Selat Madura Selatan Kabupaten Sidoarjo Barat Kabupaten Gresik Geologi Kondisi geologi Kota Surabaya terdiri dari Daratan Alluvium; Formasi Kabuh; Pucangan; Lidah; Madura; dan Sonde. Sedangkan untuk wilayah perairan, Surabaya tidak berada pada jalur sesar aktif ataupun berhadapan langsung dengan samudera, sehingga relatif aman dari bencana alam endogen.

Berdasarkan kondisi geologi dan wilayah perairannya, Surabaya dikategorikan ke dalam kawasan yang relatif aman terhadap bencana gempa bumi maupun tanah amblesan sehingga pembangunan infrastruktur tidak memerlukan rekayasa geoteknik yang dapat menelan biaya besar. Topografi Surabaya terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara dan timur, Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan, serta Kabupaten Gresik di sebelah barat.

Sebagian besar wilayah Surabaya merupakan dataran rendah yaitu 80,72% dengan ketinggian antara -0,5 – 5m SHVP atau 3 – 8 m di atas permukaan laut, sedangkan sisanya merupakan daerah perbukitan yang terletak di wilayah Surabaya Barat (12,77%) dan Surabaya Selatan (6,52%).

Di wilayah Surabaya Selatan terdapat 2 bukit landai yaitu di daerah Lidah dan Gayungan yang ketinggiannya antara 25 – 50 m di atas permukaan laut dan di wilayah Surabaya Barat memiliki kontur tanah perbukitan yang bergelombang. Struktur tanah di Surabaya terdiri dari tanah aluvial, hasil endapan sungai dan pantai, dan di bagian barat terdapat perbukitan yang mengandung kapur tinggi.

Di Surabaya terdapat muara Kali Mas, yakni satu dari dua pecahan Sungai Brantas. Kali Mas adalah salah satu dari tiga sungai utama yang membelah sebagian wilayah Surabaya bersama dengan Kali Surabaya dan Kali Wonokromo.

Areal sawah dan tegalan terdapat di kawasan barat dan selatan kota, sedangkan areal tambak berada di kawasan pesisir timur dan utara. Iklim Surabaya memiliki iklim tropis seperti kota besar di Indonesia pada umumnya. Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, Kota Surabaya termasuk dalam kategori iklim tropis basah dan kering ( Aw) dengan dua musim dalam setahun yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Curah hujan di Surabaya rata-rata 165,3 mm. Curah hujan tertinggi di atas 200 mm terjadi pada kurun Januari hingga Maret dan November hingga Desember. Suhu udara rata-rata di Surabaya berkisar antara 23,6 °C hingga 33,8 °C.

[11] Data iklim Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun Rekor tertinggi °C (°F) 38 (100) 38 (100) 38 (100) 37 (99) 37 (99) 37 (99) 38 (100) 37 (99) 37 (99) 39 (102) 38 (100) 42 (108) 42 (108) Rata-rata tertinggi °C (°F) 32.3 (90.1) 32.4 (90.3) 32.1 (89.8) 32.6 (90.7) 32.9 (91.2) 32.1 (89.8) 31.4 (88.5) 31.4 (88.5) 32.9 (91.2) 34 (93) 34.6 (94.3) 34.2 (93.6) 32.74 (90.92) Rata-rata harian °C (°F) 27.8 (82) 28 (82) 27.7 (81.9) 28.4 (83.1) 28.4 (83.1) 27.1 (80.8) 26.5 (79.7) 26.6 (79.9) 27.3 (81.1) 28.9 (84) 30.2 (86.4) 29.6 (85.3) 28.04 (82.44) Rata-rata terendah °C (°F) 24.8 (76.6) 24.7 (76.5) 24.8 (76.6) 25.5 (77.9) 24.9 (76.8) 23.3 (73.9) 22.3 (72.1) 22.4 (72.3) 22.9 (73.2) 24.1 (75.4) 25.8 (78.4) 25.6 (78.1) 24.26 (75.65) Rekor terendah °C (°F) 22 (72) 22 (72) 22 (72) 22 (72) 21 (70) 20 (68) 20 (68) 20 (68) 21 (70) 20 (68) 20 (68) 22 (72) 20 (68) Presipitasi mm (inci) 338.4 (13.323) 308.6 (12.15) 283.1 (11.146) 190.5 (7.5) 116.3 (4.579) 69.8 (2.748) 35.2 (1.386) 9.4 (0.37) 17.2 (0.677) 52.9 (2.083) 108.1 (4.256) 260.5 (10.256) 1.790 (70,474) Rata-rata hari hujan 21 19 18 15 10 6 3 1 2 4 9 17 125 % kelembapan 84 84 83 80 79 73 69 67 67 73 77 79 76.3 Rata-rata sinar matahari bulanan 183 202 241 250 262 275 281 293 298 285 235 193 2.998 Sumber #1: WeatherOnline [12] Sumber #2: Weatherbase dan WeatherAtlas [13] [14] Pemerintahan Balai Kota Surabaya.

Dasar hukum bagi kota Surabaya adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1950, tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota Di Jawa Timur. Surabaya berstatus sebagai kota yang menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur. Wilayah Surabaya kemudian dibagi lagi menjadi 31 kecamatan dan 163 kelurahan. Kepala Daerah Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Surabaya berdasarkan asal partai politik dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi pada Periode 2009-2014 [15] 2014-2019 [16] 2019-2024 [17] PDS 4 PKNU 1 Hanura 0 3 0 Gerindra 3 5 5 PKS 5 5 5 PAN 2 4 3 PKB 5 5 5 Golkar 5 4 5 PPP 1 1 1 PDI-P 8 15 15 Demokrat 16 6 4 NasDem (baru) 2 3 PSI (baru) 4 Jumlah Anggota 50 50 50 Jumlah Partai 10 10 10 Secara konstitusional, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya merupakan lembaga legislatif atau perwakilan rakyat yang dipilih langsung oleh rakyat Surabaya pada pemilihan umum legislatif setiap lima tahun sekali.

Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019- 2024 adalah 50 orang yang didominasi oleh PDI Perjuangan (15 kursi), serta PKB; Partai Gerindra; PKS; dan Partai Golkar (5 kursi).

[18] Pimpinan DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024 terdiri dari Adi Sutarwijono (Ketua; PDI-P), Laila Mufidah (Wakil Ketua; PKB), A.H. Thony (Wakil Ketua; Gerindra), dan Reni Astuti (Wakil Ketua; PKS) yang resmi menjabat sejak 26 September 2019.

[19] Berikut ini adalah fraksi di DPRD Kota Surabaya 2019-2024 Fraksi Parpol Ketua Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) PDI-P Baktiono 15 Fraksi Partai Demokrat, Partai NasDem (F-Demokrat-NasDem) • Demokrat • NasDem Herlina Harsono Njoto 7 Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) PKB Minun Latif 5 Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F-Gerindra) Gerindra Endy Suhadi 5 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) PKS Cahyo Siswo Utomo, ST [20] 5 Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar) Golkar Arif Fathoni 5 Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (F-PSI) PSI Tjutjuk Supariono 4 Fraksi Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan (F-PAN-PPP) Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Surabaya Kota Surabaya memiliki 31 kecamatan dan 154 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur).

Pada tahun 2017, jumlah penduduk 2.827.892 jiwa dan luas wilayah 350,54 km² dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.067 jiwa/km². [22] [23] Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Surabaya adalah sebagai berikut; Kode Kemendagri Kecamatan Jumlah Kelurahan Daftar Kelurahan 35.78.28 Asemrowo 3 • Darmo • Jagir • Ngagel • Ngagelrejo • Sawunggaling bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Wonokromo TOTAL 154 Perwakilan negara asing Di bawah ini adalah beberapa perwakilan negara asing yang ada di Surabaya: Konsulat Jenderal • Amerika Serikat ( Konsulat Jenderal Amerika Serikat) • Australia ( Konsulat Jenderal Persemakmuran Australia) [24] • Jepang ( Konsulat Jenderal Jepang) • Tiongkok ( Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok) Konsulat • Belanda (Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda) • Belarus (Konsulat Kehormatan Republik Belarus) [25] • Belgia (Konsulat Kehormatan Belgia) • Britania Raya (Konsulat Kehormatan Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara) • Denmark (Konsulat Kehormatan Kerajaan Denmark) • Filipina (Konsulat Kehormatan Republik Filipina) • Hungaria (Konsulat Kehormatan Hungaria) • Jerman (Konsulat Kehormatan Republik Federal Jerman) • Kanada (Konsulat Kehormatan Kanada) • Korea Selatan (Konsulat Kehormatan Republik Korea) • Mongolia (Konsulat Kehormatan Mongolia) • Prancis (Konsulat Kehormatan Republik Prancis) • Polandia (Konsulat Kehormatan Republik Polandia) • Republik Ceko (Konsulat Kehormatan Republik Ceko) • Rusia (Konsulat Kehormatan Federasi Rusia) • Selandia Baru (Konsulat Kehormatan Selandia Baru) • Slovakia (Konsulat Kehormatan Republik Slovakia) • Sri Lanka (Konsulat Kehormatan Republik Sri Lanka) • Swedia (Konsulat Kehormatan Kerajaan Swedia) • Swiss (Konsulat Kehormatan Konfederasi Swiss) • Thailand (Konsulat Kehormatan Kerajaan Thailand) • Timor Leste (Konsulat Kehormatan Republik Demokratik Timor Leste) Kantor Perwakilan • Republik Tiongkok ( Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei) Pertahanan dan keamanan Surabaya bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan markas besar dari Kodam V/Brawijaya yang merupakan komando kewilayahan pertahanan dari TNI Angkatan Darat di wilayah Provinsi Jawa Timur. Wilayah satuan teritorial Kodam V/Brawijaya di wilayah Surabaya adalah Korem 084/Bhaskara Jaya yang terbagi atas beberapa Kodim, yaitu Surabaya Utara ; Surabaya Timur ; Surabaya Selatan ; Sidoarjo ; Gresik ; Bangkalan ; Sampang ; Pamekasan dan Sumenep.

Seluruh Kodim tersebut kemudian dibagi lagi menjadi beberapa Koramil yang berada di tingkat kecamatan. Kota Surabaya juga merupakan markas besar dari Komando Armada II yang berpusat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Komando Armada II TNI Angkatan Laut membawahi wilayah laut Indonesia bagian tengah. Bumi Marinir terdapat di wilayah Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. Kawasan TNI AU terdapat di Lanud Muljono Surabaya.

Markas besar Polda Jawa Timur juga terdapat di Surabaya. Wilayah hukum Polda Jawa Timur yang ada di wilayah kota Surabaya adalah satu kepolisian resor kota besar, yaitu Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya (Polrestabes Surabaya) yang membawahi 23 bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan sektor kota, serta satu kepolisian resor yang terdiri dari unsur Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, yaitu Kepolisian Resor Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Tanjung Perak (Polres KP3 Tanjung Perak) yang membawahi 5 kepolisian sektor yakni Polsek Asemrowo ; Polsek Kenjeran ; Polsek Krembangan ; Polsek Pabean Cantian ; dan Polsek Semampir.

Kependudukan Menurut data dari Badan Pusat Statistik, penduduk kota Surabaya pada bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan 2018 berjumlah 3.094.732 jiwa. [26] Dengan wilayah seluas 326,81 km², [27] maka kepadatan penduduk Kota Surabaya adalah sebesar 8.393 jiwa per km².

Agama Masjid Al Akbar Surabaya. Mayoritas penduduk Surabaya menganut agama Islam sebanyak 85,50% (2.701.588 jiwa) sesuai data Badan Pusat Statistik Surabaya tahun 2019.

[3] Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam yang paling awal di tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul 'Ulama yang beraliran tradisional.

Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu Walisongo. Di Surabaya juga berdiri Masjid Al-Akbar yang merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal, Jakarta dan Masjid Cheng Ho yang terletak di daerah Ketabang yang memiliki arsitektur layaknya kelenteng. Agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen sebanyak 404.261 jiwa (12,80%) dimana Protestan berjumlah 280.862 jiwa (8,89%) dan Katolik sebanyak 123.399 jiwa (3,91%).

[3] Penganutnya kebanyakan berasal dari etnis Tionghoa, Batak, etnis Indonesia Timur dan minoritas suku Jawa setempat. Di Surabaya ini juga berdiri Gereja Bethany yang merupakan salah satu gereja terbesar di Indonesia. Untuk agama katolik, Surabaya merupakan rumah dari Keuskupan Surabaya, berpusat di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya, yang dipimpin oleh Mgr.

Vincentius Sutikno Wisaksono. Kelenteng Sanggar Agung, Kenjeran, Surabaya. Agama lain yang dianut masyarakat Surabaya yaitu Buddha (1,42%) dan Konghucu (0,02%) yang dianut etnis Tionghoa; serta Hindu (0,25%) yang dianut suku Tengger, Bali, dan India. Etnis Suku bangsa asli yang menjadi mayoritas di Surabaya adalah suku Jawa (83,68%). Dibanding dengan masyarakat Jawa pada umumnya, suku Jawa di Surabaya memiliki temperamen yang sedikit lebih keras dan egaliter.

Salah satu penyebabnya adalah jauhnya Surabaya dari keraton yang dipandang sebagai sentral kebudayaan Jawa. Surabaya juga menjadi tempat tinggal suku Madura (7,5%); Tionghoa (7,25%) dan Arab (2,04%). [28] Suku Madura di Surabaya sebagian besar merupakan perantau yang berasal dari Pulau Madura dan wilayah Tapal Kuda. Suku Tionghoa di Surabaya merupakan perantau yang berasal dari Tiongkok yang datang ke Surabaya pada kurun abad ke-13 hingga ke-20.

Permukiman pertama orang-orang Tionghoa di Surabaya berada di sepanjang Kali Mas. Sedangkan suku Arab di Surabaya umumnya merupakan warga keturunan Arab yang bertempat tinggal atau menetap di Surabaya. Beberapa di antaranya membuat komunitas yang terkonsentrasi di kawasan Masjid Ampel, Surabaya. Suku bangsa lain yang ada di Surabaya meliputi suku India; [29] Bali; Batak; Sunda; Banjar; Bugis; [30] Minang; Manado; [31] Dayak; Toraja; Ambon; Bawean; Aceh; Melayu; Betawi; serta warga asing.

Sebagai salah satu kota tujuan pendidikan, Surabaya juga menjadi tempat tinggal pelajar / mahasiswa dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia, bahkan di antara mereka juga membentuk wadah komunitas tersendiri.

Sebagai salah satu pusat perdagangan regional, banyak warga asing ( ekspatriat) yang tinggal di Surabaya, terutama di daerah Surabaya Barat. Bahasa Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten dan Kota Mojokerto, sebagian Jombang dan Lamongandan memiliki pengaruh yang sangat besar di hampir semua wilayah Provinsi Jawa Timur.

Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya.

Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah. Beberapa contoh adalah njegog:belok, ndherok:berhenti, gog:paman, maklik:bibi.

Bahasa yang dituturkan penduduk Madura di Surabaya pada umumnya terjadi pencampuran antara bahasa Madura dan Jawa di dalam komunikasi sehari-hari, sedangkan bahasa yang dituturkan warga keturunan Tionghoa di Surabaya memiliki dialek khas yang merupakan pencampuran antara bahasa Indonesia; Jawa; Hokkien; Khek; dan Mandarin yang dikenal dengan dialek Tionghoa Surabaya.

Namun terlepas dari itu, seluruh penduduk Surabaya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi nasional di dalam acara; kegiatan; maupun komunikasi formal. Perekonomian Pusat Kota Surabaya.

Letak Kota Surabaya yang sangat strategis berada hampir di tengah wilayah Indonesia dan tepat di selatan Asia menjadikannya sebagai salah satu hub penting bagi kegiatan perdagangan di Asia Tenggara. Sebagai kota metropolitan, Surabaya menjadi pusat kegiatan ekonomi, keuangan, dan bisnis di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Sebagai salah satu pusat perdagangan, Surabaya tidak hanya menjadi pusat perdagangan bagi wilayah Jawa Timur, namun juga memfasilitasi wilayah-wilayah di Jawa Tengah, Kalimantan, dan kawasan Indonesia Timur.

Surabaya dan kawasan sekitarnya merupakan kawasan yang paling pesat pembangunan ekonominya di Jawa Timur dan salah satu yang paling maju di Indonesia. Selain itu, Surabaya juga merupakan salah satu kota terpenting dalam menopang perekonomian Indonesia. Sebagian besar penduduknya bergerak dalam bidang jasa, industri, dan perdagangan.

Surabaya adalah pusat perdagangan yang mengalami perkembangan pesat. Industri-industri utamanya antara lain galangan kapal, alat-alat berat, pengolahan makanan dan agrikultur, elektronik, perabotan rumah tangga, serta kerajinan tangan. Banyak perusahaan multinasional besar yang berkantor pusat di Surabaya, seperti PT Sampoerna Tbk; Wismilak; Maspion; Wings Group; Unilever Indonesia; Pakuwon Group; Jawa Pos Group; dan PT PAL Indonesia.

Selain itu, Surabaya juga merupakan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Pelabuhan terpenting di Surabaya adalah Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan perdagangan, peti kemas, dan penumpang terbesar kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Di Surabaya juga terdapat Terminal Pelabuhan Teluk Lamong yang merupakan terminal pelabuhan penyangga utama Pelabuhan Tanjung Perak.

Terminal Pelabuhan Teluk Lamong ini menjadi green port pertama di Indonesia serta merupakan salah satu terminal pelabuhan tercanggih di dunia di mana seluruh sistem operasinya otomatis dan menggunakan komputer.

Kawasan Pusat Bisnis Dalam kurun waktu 2 dekade, Surabaya dan kota- kota satelit di sekitarnya telah mempunyai andil finansial yang vital di Indonesia dikarenakan sektor perdagangan, industri, dan jasanya yang terus berkembang.

Hal ini kemudian menyebabkan daya beli masyarakat meningkat dan indeks kepercayaan konsumen yang berkembang pesat. Hal ini tentunya menarik minat investor untuk ikut andil bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan perubahan wajah kota, sehingga mendorong munculnya "Kawasan Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Terpadu" / Central Business District (CBD) sebagai pusat-pusat kegiatan bisnis di Surabaya.

Kawasan bangunan tinggi ( highrise building) berada di sekitar Jalan Tunjungan, Basuki Rachmat, Darmo, Mayjend Sungkono, H.R. Muhammad, dan Ahmad Yani, sedangkan kawasan industri di Surabaya di antaranya adalah Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Karang Pilang dan Margomulyo. Berikut ini adalah beberapa kawasan CBD yang termasuk ke dalam kawasan emas di kota Surabaya: Kawasan Pusat Bisnis Surabaya Pusat Kawasan CBD Surabaya Pusat. Kawasan ini terletak di sekitar Jalan Basuki Rachmat, Jalan Embong Malang, dan Jalan Bubutan.

Kawasan ini telah berkembang sebagai pusat bisnis di wilayah Jawa Timur sejak 3 dekade lalu dan menjadi salah satu jantung utama kegiatan bisnis dan perdagangan di Surabaya. Beberapa ciri khas bangunan yang ada di kawasan ini di antaranya adalah Wisma BRI Surabaya, Hotel Bumi Surabaya, Wisma Intiland Surabaya, Pakuwon Tower, The Peak Residence, Sheraton Hotel, dan lain sebagainya. Kawasan Pusat Bisnis Surabaya Barat Kawasan CBD Surabaya Barat di malam hari Kawasan ini terletak di sekitar Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Adityawarman, Jalan H.R.

Muhammad, dan Jalan Bukit Darmo. Kawasan ini berkembang sebagai pusat bisnis baru di Surabaya sejak tahun 1990-an. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai salah satu kawasan mati yang tidak berkembang di wilayah Surabaya. Namun, saat ini telah berkembang sebagai salah satu kawasan pusat bisnis dan perdagangan yang paling pesat perkembangannya di wilayah Jawa Timur, dengan berdirinya highrise building dan perumahan-perumahan elite yang tertata rapi di kawasan ini.

Beberapa ciri khas bangunan yang ada di kawasan ini di antaranya adalah Adhiwangsa Apartment, Waterplace Residence, Puri Matahari, Beverly Park Apartment, The Via & The Vue Apartment, Ciputra World Hotel, La Riz Mansion, Orchard & Tanglin Apartment, Puncak Permai Apartment, dan lain sebagainya. Pariwisata Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya.

Surabaya memiliki beragam destinasi wisata yang menarik. Kebanyakan destinasi wisata di kota ini erat kaitannya dengan sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa, serta perjuangan nasional Indonesia. Selain itu, Surabaya juga memiliki wisata alam yang menarik, di antaranya adalah Ekowisata Mangrove Wonorejo dan Pantai Kenjeran. Surabaya juga dikenal sebagai kota tempat singgahnya wisatawan mancanegara yang akan berwisata di wilayah Malang Raya, Gunung Bromo, maupun Gunung Ijen.

Alam • Ekowisata Mangrove Wonorejo • Pantai Kenjeran • Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Sejarah • Gedung Balai Kota Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan • Gedung Internatio • Gedung De Javasche Bank • Pabrik Sirup Telasih • Jembatan Merah • Kawasan Kota Tua Surabaya • Monumen Bambu Runcing • Monumen Jalesveva Jayamahe • Monumen Jenderal Soedirman • Monumen Kapal Selam • Monumen Mayangkara • Museum Kedokteran • Museum Loka Jala Crana • Museum Nahdlatul 'Ulama • Museum Negeri Mpu Tantular • Museum W.

R. Soepratman • Tugu Pahlawan Religi • Gereja Santa Maria Tak Berdosa Surabaya • Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria • Gereja Katolik Santo Yakobus Surabaya • Kelenteng Hong Tiek Hian • Kelenteng Boen Bio • Kelenteng Sanggar Agung • Makam Sunan Ampel • Masjid Cheng Ho Surabaya • Masjid Nasional Al Akbar • Pura Jagad Karana Wisata keluarga • Ciputra Waterpark • Jalan Tunjungan • Kebun Bibit Surabaya • Kebun Binatang Surabaya • Pasar Buah Peneleh • Pasar Bunga Bratang • Pasar Bunga Kayoon • Patung Buddha Empat Wajah, di Sukolilo • Patung Joko Dolog • Rumah Batik • Taman Bungkul • Taman Harmoni Akomodasi Hotel Majapahit (d/h Hotel Oranje/Yamato) Surabaya.

Sarana akomodasi di Surabaya terdapat beragam mulai hotel berbintang, apartemen, hingga losmen yang tersebar di seluruh penjuru kota. Salah satunya adalah Hotel Majapahit yang merupakan salah satu hotel bersejarah di Indonesia di mana terjadi peristiwa Insiden Bendera. Ritel Artikel utama: Daftar pusat perbelanjaan di Surabaya Di Surabaya terdapat banyak pusat perbelanjaan mulai dari pusat perbelanjaan modern ( mal), pusat grosir, hingga pasar modern dan tradisional.

Surabaya memiliki dua pusat perbelanjaan modern terbesar di Indonesia, yakni Pakuwon Mall yang terletak di Surabaya Barat, dan Tunjungan Plaza yang terletak di Surabaya Pusat. [32] Pusat perbelanjaan modern ternama lainnya di Surabaya di antaranya adalah Galaxy Mall, Ciputra World Surabaya, Lenmarc Mall, Pakuwon City Mall (mal bernuansa marina yang terdapat di Pakuwon City, Surabaya Timur), Bubutan Golden Junction (BG Junction), Royal Plaza, City of Tomorrow (CiTo), Surabaya Town Square (SuToS), Grand City Surabaya, Maspion Square, MEX Building, Pasar Atom Mall, ITC Surabaya Mega Grosir, Plaza Marina (dahulu Sinar Fontana), dan Plaza Surabaya yang oleh masyarakat Surabaya lebih dikenal dengan Delta Plaza, serta The Empire Palace, yang merupakan wedding mall pertama di Indonesia, dan pusat perbelanjaan modern lain yang tersebar di Surabaya.

Sedangkan pusat perbelanjaan tradisional ternama di antaranya Pasar Turi, Pasar Atom, Kapas Krampung Plaza, dan Darmo Trade Center (DTC) yang dahulunya adalah Pasar Wonokromo, serta pasar-pasar tradisional lainnya yang juga tersebar di Surabaya. Setiap tahun pada bulan Mei (tanggal 1 hingga 31 Mei), pemerintah kota yang bekerjasama dengan mal di Surabaya, menyelenggarakan Surabaya Shopping Festival (SSF), yaitu diskon besar-besaran pada setiap pusat perbelanjaan / mal yang ada di Surabaya.

Beberapa pusat perbelanjaan yang ada di Surabaya adalah: Tunjungan Plaza. • Pakuwon Mall, mal terbesar di Surabaya. Terdapat beberapa penyewa bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan seperti Lotte Mart, Hypermart, Matahari Department Store, Sogo Department Store, ACE Hardware, Informa, Best Denki, Gramedia, Burger King, KFC, Pizza Hut, Giordano, Zara, Pedro, Guess, Chicco, Paper Clip, Bioskop Pakuwon Mall XXI, Bioskop IMAX, dll. Kompleks Pakuwon Mall menyatu dengan Pakuwon Trade Center dan merupakan mal terbesar di Indonesia.

• Tunjungan Plaza, mal ternama di Surabaya. Terdapat beberapa penyewa besar seperti Hero Supermarket, ACE Hardware, Matahari Department Store, Sogo Department Store, Gap, Banana Republic, Giordano, Zara, Bioskop Tunjungan XXI, Bioskop IMAX, dll. Mal ini adalah yang terbesar kedua di Indonesia setelah Pakuwon Mall dan terbagi ke dalam enam zona.

• Galaxy Mall, mal terbesar di Surabaya Timur. Terdapat beberapa penyewa besar seperti Centro Department Store, Sogo Department Store, Timezone, Ranch Market, Celebrity Fitness, Bioskop Galaxy XXI, La Senza, Samsung, Boncafe, dll. Mal ini terbagi bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan dalam tiga zona.

• Ciputra World Surabaya, salah satu mal terbaik di Surabaya. Terdapat beberapa penyewa besar seperti Hypermart, Metro Department Store, Gramedia, Bioskop Ciputra World XXI, Fun World, Best Denki, Adidas, Emporio Armani, Hermes, Versace, Mango, dll. • Grand City Surabaya, merupakan salah satu mal termewah di Surabaya. Terdapat beberapa penyewa besar seperti FreshCo Market, Gramedia, Best Denki, The Grand Palace Department Store, Bioskop Grand City XXI, dll.

• Lenmarc Mall • Surabaya Town Square (SuTos) • BG Junction • Royal Plaza • City of Tomorrow (CiTo) • Darmo Trade Centre (DTC) • Pasar Turi • Pasar Atom dan Pasar Atom Mall • Marvell City • Pakuwon City Mall • Lagoon Avenue Mall Sungkono • Plaza Surabaya • The Central Mall • The Empire Palace • Maspion Square • ITC Surabaya Mega Grosir • Plaza Marina • Kapas Krampung Plaza (KaZa) • Pusat Grosir Surabaya (PGS) • Pasar Genteng • dan pusat perbelanjaan lainnya Arsitektur kota Wisma Intiland, salah satu gedung perkantoran terkenal di Surabaya yang mencirikan aristektur brutalis.

Arsitektur di Surabaya adalah percampuran antara pengaruh kolonial, Asia, Jawa, modern, dan post-modern. Di Surabaya masih banyak dijumpai bangunan peninggalan era kolonial yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, seperti Hotel Majapahit (d/h Hotel Oranje) dan Kantor Pos Besar Surabaya. Sebagai sebuah kota yang relatif tua di Indonesia dan Asia Tenggara, kebanyakan bangunan masa kolonial di Surabaya dibangun sekitar kurun abad ke-17 hingga awal abad ke-20.

Bangunan-bangunan ini menunjukan gaya Belanda / Eropa pada abad pertengahan. Sebelum Perang Dunia Kedua, di sekitar pusat kota lama Surabaya terdapat banyak bangunan-bangunan rumah toko, yang kebanyakan bertingkat dua. Rumah-rumah toko ini terinspirasi dari tradisi Eropa dan Tionghoa Peranakan. Walaupun sebagian telah dibongkar untuk pembangunan baru, masih banyak bangunan-bangunan lama yang dipertahankan sebagai cagar budaya dan ikon kota, yakni di sekitar wilayah Jalan Kembang Jepun, Jalan Karet, Jalan Gula, Jalan Slompretan, dan Jalan Rajawali.

Pada masa setelah kemerdekaan Indonesia, pusat perkembangan arsitektur kota Surabaya hanya terpusat di wilayah Jembatan Merah, dan sekitarnya, namun perkembangan globalisasi yang pesat, telah menjadikan perkembangan arsitektur telah merata di seluruh penjuru kota. Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, bangunan bergaya modern dan post-modern semakin bermunculan di Surabaya.

Seiring dengan perkembangan ekonomi, bangunan-bangunan seperti ini terus berkembang di Surabaya hingga sekarang. Pada era 2010-an, Surabaya telah menjadi wilayah bagi bangunan-bangunan tinggi di wilayah Jawa Timur, seperti The Peak Residence dan One Icon Residence (200 meter). Lingkungan Taman Taman Bungkul. Surabaya merupakan salah satu kota terbersih di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan adanya taman-taman kota yang rindang di hampir setiap sudut kota yang dilengkapi dengan air mancur yang indah.

Taman kota di Surabaya di antaranya Taman Bungkul, Taman Harmoni, Taman Pelangi, Taman Surya, Taman Mundu, Taman Buah Undaan, Taman Jayengrono, dan sebagainya.

Salah satu taman di Surabaya, Taman Bungkul, pada tahun 2013 mendapat penghargaan The Asian Townscape Award 2013 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik di Asia karena fasilitasnya yang sangat lengkap dan terpadu yaitu mulai kawasan ekonomi (sentra PKL), kawasan terbuka hijau, taman, kawasan disabilitas, internet ( Wi-Fi) gratis, serta penataan taman yang baik.

Penghargaan Kota Surabaya sangat berprestasi dalam bidang lingkungan. Kota ini telah meraih banyak penghargaan dalam bidang lingkungan hidup dan tata kotanya baik dalam skala nasional maupun internasional. Penghargaan yang berhasil diterima Surabaya di antaranya adalah adipura, adipura kencana, adiwiyata, wahana tata nugraha, dan sebagainya.

Piala adipura yang pernah diterima Surabaya yaitu pada kurun tahun 1980-an dan 1990-an selama beberapa kali, piala adipura kencana kategori kota metropolitan terbersih pada kurun 1990-an dan pada kurun tahun 2006 hingga 2018 sebanyak dua belas kali berturut-turut, serta piala adipura paripurna pada tahun 2016. Kota ini juga beberapa kali memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu kota besar dengan kualitas udara terbaik di Indonesia.

Surabaya pada tahun 2012 pernah meraih penghargaan "kota terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik" oleh Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan.

Surabaya juga pernah memperoleh penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable City Award atau "kota dengan penataan lingkungan berkelanjutan terbaik se-ASEAN" pada tahun 2011 dan 2014. Pada tahun 2018, Surabaya memperoleh penghargaan Lee Kuan Yew City Prize bersama dengan Hamburg, Jerman; Kazan, Rusia; dan Tokyo, Jepang. Penghargaan ini diperoleh karena Surabaya dianggap sebagai salah satu kota besar di dunia yang mampu mempertahankan dan mengelola kampung di tengah kota dengan manajemen pemerintah dan partisipasi masyarakat yang sangat baik di tengah laju pembangunan kota yang semakin berkembang dengan pesat.

Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang memperoleh penghargaan ini. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Singapura pada bulan Juli 2018. [33] Namun, terlepas dari semua itu, di sisi lain tidak sedikit kawasan di Surabaya yang masih terlihat kurang tertata, terutama di daerah Surabaya Selatan dan Surabaya Utara.

Hal ini menjadi perhatian pemerintah kota untuk menata kembali lingkungan kawasan tersebut. Pendidikan Universitas Airlangga Surabaya. Surabaya merupakan salah satu kota tujuan pendidikan di Indonesia. Ribuan siswa maupun mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mengenyam pendidikan di kota ini. Di kota Surabaya terdapat berbagai macam tingkatan bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan, mulai dari pendidikan anak usia dini yaitu kelompok bermain, hingga pendidikan tinggi yaitu akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi, hingga universitas.

Beberapa universitas dan institut negeri ternama yang ada di Surabaya bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Terbuka (UT), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Di Surabaya juga terdapat beberapa sekolah atau instansi pendidikan swasta yang ternama, di antaranya adalah PPPK Petra; Tarakanita; dan lain sebagainya.

Sekolah Menengah Pertama Negeri • SMP Negeri 1 Surabaya • SMP Negeri 2 Surabaya • SMP Negeri 3 Surabaya • SMP Negeri 4 Surabaya • SMP Negeri 5 Surabaya • SMP Negeri 6 Surabaya • SMP Negeri 7 Surabaya • SMP Negeri 8 Surabaya • SMP Negeri 9 Surabaya • SMP Negeri 10 Surabaya • SMP Negeri 11 Surabaya • SMP Negeri 12 Surabaya • SMP Negeri 13 Surabaya • SMP Negeri 14 Surabaya • SMP Negeri 15 Surabaya • SMP Negeri 16 Surabaya • SMP Negeri 17 Surabaya • SMP Negeri 18 Surabaya • SMP Negeri 19 Surabaya • SMP Negeri 20 Surabaya • SMP Negeri 21 Surabaya • SMP Negeri 22 Surabaya • SMP Negeri 23 Surabaya • SMP Negeri 24 Surabaya • SMP Negeri 25 Surabaya • SMP Negeri 26 Surabaya • SMP Negeri 27 Surabaya • SMP Negeri 28 Bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan • SMP Negeri 29 Surabaya • SMP Negeri 30 Surabaya • SMP Negeri 31 Surabaya • SMP Negeri 32 Surabaya • SMP Negeri 33 Surabaya • SMP Negeri 34 Surabaya • SMP Negeri 35 Surabaya • SMP Negeri 36 Surabaya • SMP Negeri 37 Surabaya • SMP Negeri 38 Surabaya • SMP Bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan 39 Surabaya • SMP Negeri 40 Surabaya • SMP Negeri 41 Surabaya • SMP Negeri 42 Surabaya • SMP Negeri 43 Surabaya • SMP Negeri 44 Surabaya • SMP Negeri 45 Surabaya • SMP Negeri 46 Surabaya • SMP Negeri 47 Surabaya • SMP Negeri 48 Surabaya • SMP Negeri 49 Surabaya • SMP Negeri 50 Surabaya • SMP Negeri 51 Surabaya • SMP Negeri 52 Surabaya • SMP Negeri 53 Surabaya • SMP Negeri 54 Surabaya • SMP Negeri 55 Surabaya • SMP Negeri 56 Surabaya • SMP Negeri 57 Surabaya • SMP Negeri 58 Surabaya • SMP Negeri 59 Surabaya Sekolah Menengah Atas Negeri • SMA Negeri 1 Surabaya • SMA Negeri 2 Surabaya • SMA Negeri 3 Surabaya • SMA Negeri 4 Surabaya • SMA Negeri 5 Surabaya • SMA Negeri 6 Surabaya • SMA Negeri 7 Surabaya • SMA Negeri 8 Surabaya • SMA Negeri 9 Surabaya • SMA Negeri 10 Surabaya • SMA Negeri 11 Surabaya • SMA Negeri 12 Surabaya • SMA Negeri 13 Surabaya • SMA Negeri 14 Surabaya • SMA Negeri 15 Surabaya • SMA Negeri 16 Surabaya • SMA Negeri 17 Surabaya • SMA Negeri 18 Surabaya • SMA Negeri 19 Surabaya • SMA Negeri 20 Surabaya • SMA Negeri 21 Surabaya • SMA Negeri 22 Surabaya Sekolah Menengah Kejuruan Negeri • SMK Negeri 1 Surabaya • SMK Negeri 2 Surabaya • SMK Negeri 3 Surabaya • SMK Negeri 4 Surabaya • SMK Negeri 5 Surabaya • SMK Negeri 6 Surabaya • SMK Negeri 7 Surabaya • SMK Negeri 8 Surabaya • SMK Negeri 9 Surabaya • SMK Negeri 10 Surabaya • SMK Negeri 11 Surabaya • SMK Negeri 12 Surabaya Sekolah Menengah Pertama Swasta Beberapa sekolah menengah pertama swasta di Surabaya di antaranya adalah: • SMP 17 Agustus 1945 Surabaya • SMP Barunawati Surabaya • SMP Ciputra Surabaya • SMP Cita Hati West Campus Surabaya • SMP Cita Hati East Campus Bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan • SMP Kristen Gloria 1 Surabaya • SMP Kristen Gloria 2 Surabaya • SMP Kartika Surabaya bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan SMP Kristen Petra 1 Surabaya • SMP Kristen Petra 2 Surabaya • SMP Kristen Petra 3 Surabaya • SMP Kristen Petra 5 Surabaya • SMP Katolik Angelus Custos 1 Surabaya • SMP Katolik Santa Maria Surabaya • SMP Katolik Santa Agnes Surabaya • SMP Katolik Santa Clara Surabaya • SMP Katolik Santo Carolus Surabaya • SMP Katolik Santo Yosef Surabaya • SMP Wijaya Putra Surabaya • SMP Widya Merti Surabaya • SMP MIMI Surabaya • SMP Kristen Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya • SMP International Surabaya Grammar School (SGS) Surabaya • SMP Kristen IPH West Campus Surabaya • SMP Kristen IPH East Campus Surabaya • SMP Kristen Elyon Surabaya • SMP Ivy International School Surabaya • SMP Muhammadiyah 1 Surabaya • SMP Muhammadiyah 2 Surabaya • SMP Muhammadiyah 3 Surabaya • SMP Muhammadiyah 4 Surabaya • SMP Muhammadiyah 5 Surabaya • SMP Muhammadiyah 6 Surabaya • SMP Muhammadiyah 7 Surabaya • SMP Muhammadiyah 9 Surabaya • SMP Muhammadiyah 10 Surabaya • SMP Muhammadiyah 11 Surabaya • SMP Muhammadiyah 13 Surabaya • SMP Muhammadiyah 14 Surabaya • SMP Muhammadiyah 15 Surabaya • SMP Muhammadiyah 16 Surabaya • SMP Muhammadiyah 17 Surabaya • SMP Muhammadiyah 18 Surabaya • SMP Al Hikmah Full Day School Surabaya Sekolah Menengah Atas Swasta Beberapa sekolah menengah atas swasta di Surabaya di antaranya adalah: • SMA 17 Agustus 1945 Surabaya • SMA Barunawati Surabaya • SMA Ciputra Surabaya • SMA Cita Hati East Campus Surabaya • SMA Cita Hati West Campus • SMA Hang Tuah 1 Surabaya bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan SMA Kristen Gloria 1 Surabaya • SMA Kristen Gloria 2 Surabaya • SMA Kartika Surabaya • SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya • SMA Katolik St Louis 2 Surabaya • SMA Kristen Petra 1 Surabaya • SMA Kristen Petra 2 Surabaya • SMA Kristen Petra 3 Surabaya • SMA Kristen Petra 5 Surabaya • SMA Katolik Bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan Maria Surabaya • SMA Katolik Santa Agnes Surabaya • SMA Katolik Santo Carolus Surabaya • SMA Katolik Santo Yusuf Surabaya • SMA Wijaya Putra Surabaya • SMA Kristen IPH West Campus Surabaya • SMA Kristen IPH East Campus Surabaya • SMA MIMI Surabaya • SMA Kristen Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya • SMA Katolik Stanislaus 2 Surabaya • SMA YPPI 1 Surabaya • SMA YPPI 2 Surabaya • SMA Kristen Dharma Mulya Surabaya • SMA Katolik Kalam Kudus • SMA Anugerah Pekerti Surabaya • SMA Katolik Karitas Surabaya • SMA Merlion International School Surabaya • SMA Spins International School • SMA JAC Surabaya • SMA Surabaya International School (SIS) Surabaya • SMA International Surabaya European School Surabaya • SMA Kristen Elyon Surabaya • SMA Kristen Mawar Sharon Christian School (MSCS) Surabaya • SMA Katolik Frateran Surabaya • SMA Muhammadiyah 1 Surabaya • SMA Muhammadiyah 2 Surabaya • SMA Muhammadiyah 3 Surabaya • SMA Muhammadiyah 4 Surabaya • SMA Muhammadiyah 7 Surabaya • SMA Muhammadiyah 9 Surabaya • SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Beberapa sekolah menengah kejuruan swasta di Surabaya di antaranya adalah: • SMK 17 Agustus 1945 Surabaya • SMK 45 Surabaya • SMK Barunawati Surabaya • SMK Kristen Petra Surabaya • SMK Muhammadiyah 1 Surabaya • SMK Muhammadiyah 2 Surabaya • SMK Wijaya Putra Surabaya Perguruan Tinggi Negeri • Universitas Airlangga (UNAIR), perguruan tinggi yang paling tua, unggul di bidang kesehatan.

Terletak di pusat kota. [34] • Universitas Negeri Surabaya (UNESA), perguruan tinggi keguruan atau pendidikan yang dahulu dikenal sebagai IKIP Surabaya. [35] • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia.

[36] • Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), merupakan perguruan tinggi Islam negeri yang sebelumnya bernama IAIN Sunan Ampel. [37] [38] • Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPN Veteran), sebelumnya merupakan perguruan tinggi swasta, berubah status menjadi perguruan tinggi negeri sejak tanggal 6 Oktober 2014.

• Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), politeknik yang unggul dalam bidang robotika dan merupakan salah satu politeknik terbaik di Indonesia. [39] Sebelumnya merupakan bagian dari ITS. • Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), politeknik yang unggul dalam bidang perkapalan dan manufaktur.

[40] Sebelumnya merupakan bagian dari ITS. • Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya, politeknik kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan. [41] • Politeknik Pelayaran Surabaya, merupakan politeknik bidang pelayaran di bawah Kementerian Perhubungan.

[42] • Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Surabaya (ATKP), merupakan akademi bidang penerbangan di bawah Kementerian Perhubungan. [43] • Akademi Angkatan Laut Perguruan Tinggi Swasta • Universitas Hang Tuah • Universitas Wijaya Kusuma (UWK) • Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya • Universitas Ciputra (UC) [44] • Universitas Pelita Harapan (UPH) • Universitas Surabaya (UBAYA) • Universitas Kristen Petra (UKP) • Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) • Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) • Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) • Universitas PGRI Adi Buana Surabaya • Universitas Dr.

Soetomo (Unitomo) • Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) • Universitas Bhayangkara (UBHARA) Surabaya • Universitas Putra Bangsa (UPB) • Universitas Wijaya Putra (UWP) • Universitas Merdeka (UNMER) Surabaya • Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya • Universitas W.R. Supratman (UNIPRA) • Universitas 45 (UNPATMA) Surabaya • Universitas Yos Soedarso (UNIYOS) Surabaya • Institut Teknologi Pembangunan Surabaya (ITPS) • Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) • Institut Informatika Indonesia (IKADO) • Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (ISTTS) • Universitas Dinamika (Undika) [45] • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah (STIKES Hang Tuah) Surabaya • Sekolah Tinggi Pariwisata Satya Widya Surabaya • Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya • STIE Perbanas Surabaya [46] • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBMT Surabaya • STIKES Katolik St.

Vincentius a Paulo Surabaya [47] • Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya • Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Hadid (STID Al-Hadid) • Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna (STAI Taruna) Surabaya • Seminari Tinggi Providentia Dei Surabaya Kebudayaan Kartolo CS merupakan grup kesenian ludruk ternama asal Surabaya. Kebudayaan Jawa di Surabaya memiliki ciri khas dibandingkan dengan daerah lainnya, yakni karakteristiknya yang lebih egaliter dan terbuka.

Surabaya dikenal memiliki beberapa kesenian khas, yaitu: • Ludruk, adalah seni pertunjukan drama yang menceritakan kehidupan rakyat sehari-hari. • Tari Remo, adalah tarian selamat datang yang umumnya dipersembahkan untuk tamu istimewa • Kidungan, adalah pantun yang dilagukan, dan mengandung unsur humor Selain kesenian di atas, budaya panggilan arek atau rek (panggilan khas Surabaya) juga menjadi ciri khas yang unik. Di samping itu, di Surabaya juga dikenal panggilan khas lainnya, yakni Cak untuk laki-laki dan Ning untuk perempuan.

Sebagai upaya untuk melestarikan budaya, setiap satu tahun sekali diadakan pemilihan Cak & Ning Surabaya. Cak & Ning Surabaya dan para finalis terpilih merupakan duta wisata dan ikon bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan muda kota Surabaya. Setiap setahun sekali diadakan Festival Cak Durasim (FCD), yakni sebuah festival seni untuk melestarikan budaya Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Festival Cak Durasim ini biasanya diadakan di Gedung Cak Durasim, Surabaya.

Selain itu ada juga Festival Seni Surabaya (FSS) yang mengangkat segala macam bentuk kesenian misalnya teater, tari, musik, seminar sastra, pameran lukisan. Pengisi acara biasanya selain dari kelompok seni di Surabaya juga berasal dari luar Surabaya. Diramaikan pula pemutaran film layar tancap, pameran kaos oblong dan lain sebagainya. Festival Seni Surabaya ini diadakan setiap satu tahun sekali di bulan Juni dan biasanya bertempat di Balai Pemuda. Selain kebudayaan Jawa, sebagai kota yang mengalami perkembangan pesat, di Surabaya juga terjadi pencampuran beragam kebudayaan dari Madura, Islam, Arab, Tionghoa, dan lain sebagainya.

Kesehatan Artikel utama: Daftar Rumah Sakit di Kota Surabaya Di Surabaya, terdapat rumah sakit yang dikelola berbagai pihak baik pemerintah daerah, hingga swasta. Beberapa rumah sakit di Surabaya bahkan mendapat sertifikat ISO.

Pusat Kesehatan Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan ( Puskesmas) juga tersebar di seluruh Surabaya. Di beberapa titik kota Surabaya juga terdapat beberapa klinik pengobatan herbal dan tradisional untuk pengobatan dengan bahan-bahan alami.

Berikut beberapa rumah sakit ternama yang ada di Surabaya: • Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Sakit Adi Husada Kapasari • Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan • Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan • Rumah Sakit Bedah Surabaya • Rumah Sakit Bhayangkara • Rumah Sakit Darmo • Rumah Sakit Dr. Soetomo • Rumah Sakit Gotong Royong • Rumah Sakit Graha Amerta • Rumah Sakit Husada Utama • Rumah Sakit Ibu dan Anak Graha Medika • Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari • Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari MERR • Rumah Sakit Ibu dan Anak Lombok 22 • Rumah Sakit Ibu dan Anak Lombok 22 Lontar • Rumah Sakit Ibu dan Anak Putri Surabaya • Rumah Sakit Islam Surabaya • Rumah Sakit Jiwa Menur • Rumah Sakit Katolik St.

Vincentius A Paulo (RKZ Surabaya) • Rumah Sakit Mata Undaan • Rumah Sakit Mitra Keluarga Kenjeran • Rumah Sakit Mitra Keluarga Satelit • Rumah Sakit National Hospital • Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi • Rumah Sakit PHC • Rumah Sakit Premier Surabaya • Rumah Sakit Royal • Rumah Sakit Siloam Surabaya • Rumah Sakit Universitas Airlangga • Rumah Sakit Wijaya • Rumah Sakit William Booth • Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Olahraga • Persebaya Surabaya (sepak bola / Liga 1) • Surabaya Samator (bola voli) • Polygon Sweet Nice (PSN) ( balap sepeda) • Wismilak Cycling Team (balap sepeda) • Cahaya Lestari Surabaya (CLS) ( bola basket) • Suryanaga (bulu tangkis) • Surya Baja (bulu tangkis) • Forkabaya (bola voli & bulu tangkis) • SC Eagle (renang) • dan lain-lain Cabang olahraga yang berkembang pesat di Surabaya di antaranya adalah sepak bola, basket, bulu tangkis, tennis, voli, renang, dan lain sebagainya.

Surabaya memiliki tiga stadion besar yaitu Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang berkapasitas 55.000 penonton dan merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia, Stadion Gelora 10 November atau yang lebih dikenal dengan Stadion Tambaksari yang berkapasitas 35.000 penonton, serta Gelora Pantjasila ( EYD: Pancasila) yang berkapasitas 5.000 penonton.

Even olahraga yang pernah diselenggarakan di Surabaya antara lain adalah PON VII, PON XV, ASEAN University Games 2004 dan ASEAN School Games 2012. Pelayanan publik Untuk melayani kebutuhan air bersih, pemerintah kota melalui PDAM mampu memasok air bersih hampir ke seluruh wilayah Surabaya. Di Surabaya terdapat beberapa sungai yang digunakan sebagai air baku untuk kebutuhan air bersih. Pintu air yang terdapat di beberapa sungai bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan Surabaya juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga kota. Untuk pelayanan kebutuhan listrik di Surabaya yaitu dilayani oleh PT PJB yang kantor pusatnya juga berada di Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan. Dalam hal pelayanan publik administrasi di Surabaya, pemerintah kota telah mengadopsi sistem pelayanan publik berbasis elektronik, misalnya menyediakan sistem PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk mempercepat layanan perizinan di Surabaya.

Selain PTSP, sistem perizinan secara online juga diterapkan oleh pemerintah kota untuk efisiensi dalam perizinan, sehingga warga tidak perlu mengantre dalam memperoleh perizinan di Surabaya.

Beberapa penghargaan berhasil diterima Surabaya dalam hal pelayanan publik, seperti Future Government Awards 2013 di 2 bidang sekaligus yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik. Transportasi Jembatan Suramadu pada sore hari. Darat Jalan raya Surabaya merupakan pusat transportasi darat di bagian timur pulau Jawa, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya.

Surabaya terhubung dengan beberapa jalan nasional, yaitu Rute 1 dengan rute Merak- Banyuwangi dan Rute 17 dengan rute Yogyakarta-Surabaya. Surabaya juga dihubungkan dengan beberapa jalan provinsi yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya di Jawa Timur.

Jalan tol yang terhubung dengan Surabaya adalah ruas Surabaya-Gresik yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik serta kota-kota di pantai utara Jawa, Surabaya-Mojokerto yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Jawa Timur bagian barat, Surabaya-Gempol yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Jawa Timur bagian selatan, serta Waru-Bandara Juanda yang menghubungkan Surabaya dengan Bandara Internasional Juanda.

Ruas Surabaya-Gempol terhubung dengan ruas Gempol-Pandaan. Ruas Gempol-Pandaan terhubung dengan ruas Gempol-Pasuruan yang menghubungkan Surabaya dengan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur dan ruas Pandaan-Malang yang menghubungkan Surabaya dengan Malang, kota terbesar kedua di Jawa Timur serta wilayah Jawa Timur bagian selatan.

Untuk menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura, terdapat Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Bus Terminal Bus Hubungan bus antarkota dilayani oleh dua terminal bus besar, yaitu Terminal Bus Purabaya/ Bungurasih yang berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Terminal Bus Tambak Osowilangon yang berada di Kelurahan Tambaklangon, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

Terminal Purabaya Artikel utama: Terminal Purabaya Terminal Bus Purabaya atau lebih populer dengan nama Terminal Bungurasih, merupakan terminal bus tersibuk di Indonesia (dengan jumlah penumpang hingga 120.000 per hari), dan terminal bus terbesar di Asia Tenggara. Terminal ini berada di luar wilayah Kota Surabaya (lebih tepatnya terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo).

Terminal ini melayani rute jarak dekat, menengah, dan jauh (AKAP). Terminal Tambak Osowilangon Artikel utama: Terminal Tambak Osowilangon Terminal Bus Tambak Osowilangon, melayani rute jarak dekat dan menengah lintas utara pulau Jawa. Terminal ini berada di bagian barat Kota Surabaya, tepatnya di wilayah perbatasan antara Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Benowo.

Bus Kota Di Surabaya dilayani oleh bus kota sebagai sarana yang menjadi pilihan bagi warga Surabaya maupun kota sekitarnya untuk beraktivitas sehari-hari. Surabaya memiliki sejumlah terminal dalam kota, antara lain Terminal Joyoboyo, Terminal Bratang, Halte Jembatan Merah, Halte Ujung Baru, dan lain sebagainya.

Terminal-terminal ini menjadi titik pertemuan antara bus kota dengan moda transportasi dalam kota lainnya. Suroboyo Bus Sejak 7 April 2018, pemerintah kota Surabaya meluncurkan sistem bus kota yang diberi nama Suroboyo Bus yang melayani titik-titik penting di seluruh penjuru kota. Sistem pembayaran Suroboyo Bus sangat unik karena menggunakan sampah plastik dan menjadikan Surabaya sebagai kota kedua di dunia yang menerapkan sistem ini pada transportasi massal setelah kereta bawah tanah Beijing pada tahun 2014.

Suroboyo Bus memiliki halte-halte kecil yang tersebar di seluruh penjuru kota. Bus Tingkat Pada tanggal 5 September 2018, di Surabaya beroperasi layanan bus tingkat yang melayani titik-titik penting di kota Surabaya. Sama seperti Suroboyo Bus, bus tingkat Surabaya juga menggunakan sampah plastik sebagai metode pembayaran.

Angkutan massal cepat Di Surabaya direncanakan pembangunan sistem angkutan massal cepat (AMC) / mass rapid transit (MRT). Bentuk AMC yang direncanakan adalah sistem kereta api ringan / light rail transit (LRT) yang juga menghubungkan Surabaya dengan kota-kota satelit di wilayah Gerbangkertosusila.

Pengadaan AMC tersebut bertujuan agar Surabaya terhindar dari kemacetan yang terus terjadi. Pengembangan sistem AMC ini merupakan kerjasama antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan swasta. [48] [49] Di samping itu, Pemerintah Kota Surabaya juga merencanakan penerapan sistem ERP ( Electronic Road Pricing) yaitu sistem jalan berbayar agar para pengendara kendaraan pribadi beralih ke sistem AMC. Kereta api Kota Surabaya dihubungkan dengan sejumlah kota-kota di Pulau Jawa melalui jalur kereta api.

Kota Surabaya memiliki 4 stasiun besar: Wonokromo, Surabaya Gubeng, Surabaya Kota, dan Surabaya Pasar Turi. Stasiun lain di Kota Surabaya yang tidak kalah penting adalah Stasiun Tandes, Stasiun Kandangan, Stasiun Benowo, Halte Ngagel, Halte Margorejo, Halte Jemursari, dan Halte Kertomenanggal. Kota Surabaya memiliki dua depo lokomotif/kereta, yaitu Depo Sidotopo (SDT) yang merupakan depo lokomotif/kereta api utama, dan menjadi depo terbesar di Pulau Jawa, serta ada pula sub-depo lokomotif Surabaya Pasar Turi (SBI) yang juga menjadi depo kereta api.

Stasiun Surabaya Gubeng adalah stasiun kereta api terbesar di Jawa Timur dan menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia, sekaligus menjadi stasiun induk dari pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya, yang juga meliputi wilayah Mojokerto, Sidoarjo, Malang, Pasuruan (sebagian), Blitar (sebagian), Gresik, Lamongan, Bojonegoro.

Terdapat total sebanyak kurang lebih 33 Kereta api yang melintasi Kota Surabaya dari berbagai kota di pulau Jawa ( Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Cilacap, Purworejo, Yogya, Nganjuk, Blitar, Bojonegoro, Lamongan, Malang, Jember, dan Banyuwangi), dan rute kereta api terbagi bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan dua jenis lintas yaitu: • Lintas Utara ( Lamongan - Bojonegoro - Semarang - Pekalongan - Tegal) • Lintas Selatan ( Sidoarjo - Malang bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Blitar - Mojokerto - Madiun - Solo - Yogyakarta - Purwokerto) Untuk kereta api lintas selatan Jawa lebih dominan dilayani di Stasiun Surabaya Gubeng (khusus KA antarkota), dan Stasiun Surabaya Kota (khusus KA Lokal dan Kommuter), dan untuk kereta api lintas utara Jawa lebih dominan dilayani di Stasiun Surabaya Pasarturi.

Untuk lebih jelas mengenai layanan kereta api (beserta rute) dapat melihat penjelasan berikut: Layanan kereta api Stasiun Surabaya Gubeng: Lintas Selatan Kereta Rute (PP) Bima Surabaya-Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon-Jakarta Gaya Baru Malam Selatan Jayakarta Mutiara Selatan Surabaya-Solo-Yogyakarta-Bandung Argo Wilis Turangga Pasundan Sancaka Surabaya-Solo-Yogyakarta Probowangi Surabaya-Sidoarjo-Jember-Banyuwangi Mutiara Timur Yogyakarta-Solo- Surabaya-Jember-Banyuwangi Sri Tanjung**) Ranggajati Cirebon-Purwokerto-Yogyakarta-Solo- Surabaya-Jember Wijayakusuma Cilacap-Yogyakarta-Solo- Surabaya-Jember-Banyuwangi Logawa Purwokerto-Yogyakarta-Solo- Surabaya-Jember Rapih Dhoho**) Surabaya-Kertosono-Kediri-Blitar Penataran**) Surabaya-Sidoarjo-Malang-Blitar Arjuno Ekspres Surabaya-Sidoarjo-Malang Tumapel**) KRD Kertosono**) Surabaya-Jombang-Kertosono Jenggala**) Surabaya-Mojokerto-Sidoarjo Komuter SuSi**) Surabaya-Sidoarjo Komuter Sugil**) Surabaya-Sidoarjo-Bangil Komuter SuPas**) Surabaya-Sidoarjo-Pasuruan Lintas Tengah Kereta Rute (PP) Jayabaya Malang- Surabaya-Semarang-Cirebon-Jakarta Komuter Sindro Indro- Surabaya-Sidoarjo Komuter SuSi Surabaya-Sidoarjo KRD Bojonegoro Sidoarjo- Surabaya-Bojonegoro Keterangan Kereta api bertanda **) juga dilayani di Stasiun Surabaya Kota Layanan Stasiun Surabaya Pasarturi: Lintas Utara Kereta Rute (PP) Argo Bromo Anggrek Surabaya-Semarang-Cirebon-Jakarta Sembrani Gumarang Dharmawangsa Kertajaya Airlangga Harina Surabaya-Semarang-Cirebon-Bandung Ambarawa Express Surabaya-Semarang Kereta bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan Sulam Surabaya-Lamongan Komuter SuSi Surabaya-Sidoarjo Komuter Sindro Indro- Surabaya-Sidoarjo KRD Bojonegoro Sidoarjo- Surabaya-Bojonegoro Lintas Tengah Kereta Rute (PP) Sancaka Utara Surabaya-Bojonegoro-Solo-Yogyakarta Jayabaya Malang- Surabaya-Semarang-Cirebon-Jakarta Keterangan Kereta api Jayabaya, Komuter Sindro dan SuSi dan KRD Bojonegoro dilayani di dua stasiun yaitu Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasarturi Saat ini juga tengah dipersiapkan jalur kereta komuter lintas dalam kota yang menghubungkan Benowo- Perak- Waru.

Selain komuter, pemerintah pusat juga berencana membangun jalur kereta rel listrik yang dinamai KRL Gerbangkertosusila yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan jalur kereta semi-cepat yang menghubungkan antara Jakarta-Surabaya yang akan mempersingkat waktu tempuh kereta antara Jakarta-Surabaya dari 12 jam hingga menjadi 5 jam saja.

Transportasi umum dalam kota Angkutan dalam kota lainnya di Surabaya dilayani oleh taksi, angkutan kota (lebih dikenal dengan sebutan bemo), angguna (seperti taksi namun tanpa AC, dan memiliki bentuk khas), ojek, becak, becak motor, serta beberapa jasa sewa mobil yang banyak tersedia di kota ini sebagai pilihan lain dalam berkeliling ke seluruh penjuru kota.

Sungai Di Surabaya, terdapat angkutan perahu yang melintasi Kali Mas / Sungai Mas yang tersebar di titik-titik pusat kota dan digunakan sebagai pariwisata. Laut Pelabuhan Tanjung Perak melayani penumpang dengan jalur kapal feri Surabaya- Banjarmasin dan Surabaya- Makassar. Tanjung Perak juga memiliki pelabuhan penumpang modern yang dilengkapi dengan 2 buah garbarata untuk kapal. Tanjung Perak menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas ini.

Pelabuhan Tanjung Perak juga memiliki dermaga yang dapat melayani kapal pesiar baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Antara Pulau Jawa dengan Pulau Madura, selain melalui Jembatan Suramadu, juga dapat melalui Pelabuhan Ujung yang terletak di sebelah Pelabuhan Tanjung Perak dengan jalur kapal feri Ujung- Kamal. Udara Bandara Internasional Juanda merupakan salah satu bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia.

Bandar Udara Internasional Juanda adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bandara ini terletak 20 km sebelah selatan pusat kota Surabaya dan melayani arus penerbangan untuk wilayah Surabaya serta Gerbangkertosusila dan sekitarnya.

Secara geografis, Bandara Internasional Juanda tidak terletak di dalam area Kota Surabaya, tetapi terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Miskonsepsi terjadi pula pada beberapa bandara yang melayani kota-kota besar di Indonesia yang lain, seperti Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, dan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Akan tetapi oleh otoritas penerbangan internasional ( IATA dan ICAO), bandara-bandara seperti ini tetap diakui sebagai bandar udara yang melayani arus mobilitas penerbangan kota besar dan wilayah metropolitan yang berada dalam jangkauannya. Bandara Internasional Juanda dikelola oleh PT Angkasa Pura I.

Pembangunan terminal baru Bandara Juanda seluas 51.500 m² dimulai sekitar tahun 2005 menggantikan terminal lama yang hanya seluas 28.088 m² dan telah digunakan sejak 1964. Terminal baru memiliki 11 airbridge atau garbarata. Terminal ini sudah dioperasikan mulai dari tanggal 7 November 2006, walaupun baru diresmikan pada tanggal 15 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terminal ini terdiri dari tiga lantai.

Kini gedung terminal ini disebut dengan Terminal 1 pasca beroperasinya terminal 2 pada 2014. Bekas terminal lama bandara Juanda yang telah dibongkar digunakan untuk pembangunan terminal 2 Bandara Juanda seluas 49.500 m² yang dimulai sejak 2011 hingga dioperasikan pada tahun 2014. Total Bandara Juanda terdiri atas dua terminal. Terminal 1 digunakan untuk penerbangan dalam negeri, sedangkan terminal 2 digunakan untuk penerbangan luar negeri serta seluruh layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia.

Terminal 1 memiliki 11 garbarata, sedangkan terminal 2 memiliki 6 garbarata, sehingga total garbarata di Bandara Juanda berjumlah 17 buah. Terminal 1 dapat menampung sekitar 7 juta penumpang, sedangkan Terminal 2 menampung sekitar 6,5 juta penumpang, sehingga kapasitas Bandara Juanda saat ini dapat menampung sekitar 14 juta penumpang. Dalam waktu dekat juga akan dimulai pembangunan terminal 3 Bandara Juanda dan landasan pacu baru untuk mengurai kepadatan yang sering terjadi di bandara ini.

Kebanyakan penerbangan di Bandara Juanda sudah menggunakan airbridge / garbarata, tetapi tetap ada yang masih menggunakan tangga, terutama bagi pesawat-pesawat domestik dan charter. Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat yang dapat mengantarkan penumpang ke Terminal Purabaya dengan biaya Rp 15.000,. Pada bulan November 2006, bertepatan dengan pembukaan Terminal 1, sistem transportasi tersebut mulai beroperasi.

Infrastruktur Jembatan Suroboyo. Hingga tahun 2009, pertumbuhan panjang jalan di Surabaya hanya sekitar 0,01% per tahun. Hal ini tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai sekitar 7 - 8% setiap tahunnya. Kemacetan yang terjadi di Surabaya dipicu oleh pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan.

Untuk mengurangi kemacetan tersebut, pemerintah kota telah membangun banyak ruas jalan baru, di antaranya pembangunan jalur lambat ( frontage road) jalan Ahmad Yani yang terbagi atas sisi timur dan barat masing-masing sepanjang 4 km. Jalur lambat ini direncanakan akan tembus hingga kawasan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu pemerintah kota telah menyelesaikan pembangunan Jalan Lingkar Dalam Timur ( Middle East Ring Road / MERR), yaitu jalan lingkar sepanjang 10,98 km antara daerah Kenjeran hingga Tambak Sumur yang menghubungkan antara Jembatan Suramadu dan Bandara Internasional Juanda; serta Jembatan Suroboyo yang melintang di atas laut sepanjang 780 meter yang kini menjadi ikon wisata di kawasan Pantai Kenjeran.

Pemerintah kota juga mengintensifkan pembangunan gorong-gorong ( box bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan yang masif di Surabaya untuk mengurangi kemacetan sekaligus mengantisipasi banjir. Pemerintah kota Surabaya juga tengah mengerjakan pembangunan dua jalan lingkar baru, yakni Jalan Lingkar Luar Timur ( Outer East Ring Road / OERR) sepanjang 17 km antara daerah Kenjeran hingga Gunung Anyar yang juga menghubungkan antara Jembatan Suramadu dan Bandara Internasional Juanda dan Jalan Lingkar Luar Barat ( West Outer Ring Road / WORR) sepanjang 26,1 km antara daerah Romokalisari hingga Lakarsantri yang menghubungkan kawasan selatan Surabaya dengan Terminal Pelabuhan Teluk Lamong.

Selain membangun jalan lingkar, pemerintah kota telah menyelesaikan pembangunan jalan bawah tanah ( underpass) di jalan Mayjen Sungkono, serta merencanakan pembangunan underpass dan jalan layang ( flyover) di jalan Ahmad Yani. Masalah banjir juga menjadi ancaman serius bagi warga kota. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, pemerintah kota telah membangun banyak rumah pompa yang tersebar di beberapa titik Surabaya di antaranya Mulyorejo dan Jemursari.

Selain rumah pompa, pemerintah kota juga membangun banyak taman yang digunakan sebagai bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan resapan air sekaligus area berinteraksi warga, serta melakukan pembersihan dan perawatan sungai-sungai besar di Surabaya secara intensif. Untuk mengakomodir kebutuhan pejalan kaki dan wisatawan, pemerintah kota Surabaya membangun jalur sepeda di banyak jalan protokol di Surabaya, serta jalur pedestrian yang hampir merata di seluruh wilayah Surabaya. Media Nasi Rawon. • Lontong Balap • Tahu Tek • Krengsengan • Tempe Penyet • Lontong Mie • Kupang Lontong • Rawon • Tahu Campur • Sop Kikil • Sup buntut • Kari Kambing • Bakwan Surabaya • Nasi Sayur • Nasi Goreng Jawa • Bakso Salad Surabaya memiliki sejumlah salad tradisional khas, di antaranya: • Pecel Semanggi • Rujak Cingur • Urap • Gado-gado • Pecel Jajanan Surabaya memiliki sejumlah jajanan khas, di antaranya: • Roti Perut Ayam • Getas (ketan putih / hitam yang digoreng lalu diberi taburan gula bubuk) • Kue Leker • Kue Lapis Surabaya • Bikang (Carabika) • Jongkong • Onde-onde Surabaya • Lupis • Almond Crispy Cheese • Cakue • Roti Goreng Minuman Surabaya memiliki sejumlah minuman khas, di antaranya: • Angsle • Ronde • Tahwa • STMJ (Susu Telur Madu Jahe) Rupa-rupa Musik dan hiburan Surabaya banyak melahirkan penyanyi dan grup musik besar di Indonesia.

Sejumlah grup musik besar yang berasal dari Surabaya antara lain God Bless; Dewa 19; Padi; TICband; dan Boomerang, sedangkan penyanyi kelahiran Surabaya antara lain adalah Gisella Anastasia; Maia Estianty; Astrid Sartiasari; Ita Purnamasari; dan Joshua Suherman. Grup lawak Srimulat juga didirikan di Surabaya yang para pelawaknya telah populer di Jawa Timur selama puluhan tahun sebelum akhirnya pindah ke Jakarta.

Tokoh Surabaya Artikel utama: Daftar tokoh Surabaya Pahlawan nasional • Abdurrahman Baswedan - tokoh BPUPKI dan mantan Wakil Menteri Penerangan Kabinet Sjahrir III • Bung Tomo (Sutomo) - orator yang membangkitkan semangat perjuangan rakyat Surabaya melawan pendudukan bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Sekutu pada pertempuran November 1945 • H.O.S. Tjokroaminoto - tokoh pergerakan nasional dan pemimpin organisasi Sarekat Islam • K.H.

Mas Mansoer - mantan pemimpin Muhammadiyah • M.T. Haryono - pahlawan revolusi • Roeslan Abdulgani - sejarawan nasional, mantan wartawan, dan mantan Menteri Luar Negeri Kabinet Ali Sastroamidjojo II • Soekarno - proklamator kemerdekaan dan Presiden Republik Indonesia pertama Tokoh politik • Airlangga Hartarto - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Maju, mantan Menteri Perindustrian Kabinet Kerja, dan Ketua Umum Partai Golkar • Anwar Tjokroaminoto - mantan Menteri Sosial Kabinet Wilopo, dan mantan Perdana Menteri Negara Pasundan • Dossy Iskandar - anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia • Dwi Soetjipto - Kepala SKK Migas dan mantan Direktur Utama Pertamina • Hayono Isman - mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Kabinet Pembangunan VI • Ignasius Jonan - mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Kabinet Kerja dan mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia • Indah Kurnia - anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia • Khofifah Indar Parawansa - Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, mantan Menteri Sosial Kabinet Kerja, dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Kabinet Persatuan Nasional • Mar'ie Muhammad - mantan Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VI • Mohammad Nuh - mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Bersatu II • Setya Novanto - mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014-2015 & 2016-2017, dan mantan Ketua Umum Partai Golkar • Tri Rismaharini - Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju, dan mantan Wali Kota Surabaya periode 2010-2015 & 2016-2020 • Try Sutrisno - Wakil Presiden Republik Indonesia keenam Tokoh agama • Sunan Ampel - Wali Songo • Mgr.

Vincentius Sutikno Wisaksono - Uskup Surabaya Tokoh kuliner • Arnold Poernomo • Bondan Winarno • Reynold Poernomo • Rudy Choirudin • Sisca Soewitomo • Yosi Warsa Ilmuwan • Hermawan Kartajaya • J.E. Sahetapy - ahli hukum Indonesia dan mantan Ketua Komisi Hukum Nasional Seniman • Kartolo - legenda hidup seniman ludruk Surabaya Selebriti • Achmad Albar • Ahmad Dhani • Ari Lasso • Astrid Ellena • Astrid Sartiasari • Bob Tutupoly • Bubi Chen • Brandon De Angelo • Didi Petet • Dwi Sasono • Franky Sahilatua • Gisella Anastasia • Gombloh • Ita Purnamasari • Jerome Polin • Joshua Suherman bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan Leo Kristi • Log Zhelebour • Maia Estianty • Mus Mulyadi • Piyu (grup musik Padi) • Ratno Timoer • Romy Rafael • Sandra Angelia • Soe Tjen Marching • Thessa Kaunang • Verlita Evelyn Atlet • Alan Budikusuma • Evan Dimas • Gerry Salim • Lilies Handayani • Minarti Timur • Njoo Kim Bie • Rudy Hartono • Sony Dwi Kuncoro Pengusaha • Alexander Tedja - Pakuwon Group • Alim Markus - Maspion Group • Boy Johnny Bolang • Dahlan Iskan - Jawa Pos Group, mantan Direktur Utama PLN, dan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Kabinet Indonesia Bersatu II • Dato' Sri Tahir - Mayapada Group, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 • Hary Tanoesoedibjo - Bhakti Investama / Global Mediacom • Hermanto Tanoko - Avian Brands • La Nyalla Mattalitti - Autamaras Group, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2019-2024, mantan Ketua Umum PSSI, dan mantan Wakil Ketua Umum PSSI • Putera Sampoerna - Sampoerna Group • Raam Punjabi - Multivision Plus Jurnalis • Andy F.

Noya - Metro TV • Imam Suwandi - Metro TV • Kwee Hing Tjiat - Sin Po • Marissa Anita - NET. • Michael Tjandra - RTV Kota kembar Kota-kota yang menjadi mitra kerjasama ( kota kembar) dari kota Surabaya adalah: Negara Kota Daerah Amerika Serikat Seattle Washington Bulgaria Varna Varna Britania Raya Liverpool Merseyside Indonesia Bandung Jawa Barat Banjarmasin Kalimantan Selatan Batam Kepulauan Riau Denpasar Bali Gresik Jawa Timur Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Padang Sumatra Barat Sidoarjo Jawa Timur Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Jepang Kitakyushu Fukuoka Kochi Kochi Korea Selatan Busan Kota Metropolitan Malaysia Shah Alam Selangor Meksiko Monterrey León Baru Prancis Marseille Bouches-du-Rhône Tiongkok Guangzhou Guangdong Xiamen Fujian Referensi • ^ [surabaya.go.id Situs Pemerintah Kota Surabaya] • ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual).

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Diakses tanggal 6 Desember 2021. • ^ a b c "Banyaknya Pemeluk Agama Menurut Jenisnya 2019". Badan Pusat Statistik Kota Surabaya.

Diakses tanggal 25 Juli 2020. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 6 Desember 2021. • ^ "APBD" (virtual). Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. 4 Maret 2022. • ^ https://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/ • ^ Dick, Howard (2002-05-15). Surabaya City Of Work: A Socioeconomic History, 1900-2000 (dalam bahasa English).

Athens: Ohio University Press. ISBN 9780896802216. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ https://www.bappenas.go.id/files/2713/5227/9312/bag-z-74-75-cek__20090130070903__25.doc • ^ https://books.google.co.id/books?id=MMaqCLchf9UC&pg=PT114&lpg=PT114#v=onepage&q&f=false • ^ M. C. Ricklefs, A History of Modern Indonesia since c. 1200, 2008 • ^ "Iklim Surabaya".

• ^ "Climate of Surabaya (1996–2020)". WeatherOnline.co.uk. Diakses tanggal 17 September 2020. • ^ "Surabaya, Indonesia". Weatherbase.

Diakses tanggal 17 September 2020. • ^ "Climate of Surabaya, Indonesia". Diakses tanggal 17 September 2020. • ^ Sur, Cak (23-08-2019).

"Besok, Pelantikan Anggota DPRD Surabaya 2009-2014". Surya.co.id. Diakses tanggal 26-08-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ Ridwan, Muhammad (2014). "Ini dia 50 anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019". Lensa Indonesia. Diakses tanggal 26-08-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Baihaqi, Amir (14-08-2019). "Ini Nama-nama Anggota DPRD Surabaya 2019-2024 yang Ditetapkan KPU". detiknews. Diakses tanggal 26-08-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ 50 Anggota DPRD Surabaya Periode 2019-2024 Dilantik • ^ Pimpinan DPRD Surabaya Periode 2019-2024 Dilantik • ^ "Ikuti perkembangan zaman, PKS rotasi Ketua Fraksi di DPRD Surabaya".

Mercury FM Surabaya (dalam bahasa Inggris). 2021-10-14. Diakses tanggal 2022-01-04. • ^ [1] • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. • ^ Australia Resmi Membuka Konjen Surabaya • ^ Republik Belarus Buka Kantor Konsul Kehormatan Di Surabaya • ^ Data Agregat Sensus Penduduk Tahun 2010 Provinsi Jawa Timur. Diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik. • ^ Luas wilayah Kota Surabaya menurut Situs Web Resmi Kementerian Dalam Negeri.

• ^ Demografi Kota Surabaya • ^ https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2017/09/26/15628/digunakan-untuk-berkumpul-orang-india • ^ Ratusan Warga Kalimantan Gelar Silaturahmi di Surabaya • ^ "Perantau Minang JawaTimur Ramaikan 'Rumah Gadang '". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-10. Diakses tanggal 2012-04-22. • ^ Lima mall terbesar di Indonesia versi APPBI • ^ Surabaya Raih Penghargaan Lee Kuan Yew Kategori Special Mentions • ^ [2]"website UNAIR" • ^ [3]"website UNESA" • ^ [4]"website ITS" • ^ [5]"website UIN Sunan Ampel" • ^ [6] IAIN Sunan Ampel Surabaya Resmi Jadi UIN • ^ [7]"website PENS" • ^ [8]"website PPNS" • ^ [9] Diarsipkan 2013-08-06 di Wayback Machine."website Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya" • ^ [10]"website BP2IP Surabaya" • ^ [11] Diarsipkan 2012-08-05 di Wayback Machine."website ATKP Sby" • ^ [12]"website Ciputra Surabaya" • ^ [13]"Website Universitas Dinamika" • ^ [14]"website STIE Perbanas Surabaya" • ^ [15] Diarsipkan 2020-12-30 di Wayback Machine.

website STIKVINC/STIKES-RKZ" • ^ Kemenhub Ambil Alih Proyek MRT Di Surabaya • ^ Emil Ungkap Alasan Pemprov Pilih Bangun LRT Ketimbang MRT Pustaka tambahan • JGA Parrot; "Who Killed Brigadier Mallaby"; 1976; Indonesia Magazine, July 1976 hal. 91; Cornell University. Pranala luar Portal Indonesia Wikimedia Commons memiliki media mengenai Surabaya.

Wikivoyage memiliki panduan wisata Surabaya. • (Indonesia) Situs resmi Pemerintah Kota Surabaya • (Indonesia) Forum diskusi wisata surabaya dan sekitarnya • (Indonesia) Blog tentang wisata (kuliner, kultural, dll) di Surabaya dan sekitarnya • (Indonesia) Wiki dari Wikia seputar kota Surabaya • l • b • s Kota-kota besar di Indonesia Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi 1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.562.088 Kota Surabaya 7 Makassar Sulawesi Selatan 1.423.877 2 Surabaya Jawa Timur 2.874.314 8 Batam Kepulauan Riau 1.196.396 3 Bandung Jawa Barat 2.444.160 9 Bandar Lampung Lampung 1.166.066 4 Medan Sumatra Utara 2.435.252 10 Pekanbaru Riau 983.356 5 Semarang Jawa Tengah 1.729.428 11 Padang Sumatra Barat 909.040 6 Palembang Sumatra Selatan 1.668.848 12 Malang Jawa Timur 843.810 Sumber: Sensus Penduduk BPS, 2020.

Catatan: Tidak termasuk Kota satelit. Tangerang · Serang · Cilegon · Tangerang Selatan · Bandung · Banjar · Bekasi · Bogor · Cimahi · Cirebon · Depok · Sukabumi · Tasikmalaya · Jakarta Barat · Jakarta Pusat · Jakarta Selatan · Jakarta Timur · Jakarta Utara · Magelang · Pekalongan · Salatiga · Semarang · Surakarta · Tegal · Batu · Blitar · Kediri · Madiun · Malang · Mojokerto · Pasuruan · Probolinggo · Surabaya · Yogyakarta Suku bangsa Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Galat CS1: tanggal • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Templat webarchive tautan wayback • Artikel yang membutuhkan perubahan gaya penulisan • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Koordinat bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan Wikidata • Halaman dengan berkas rusak • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman dengan peta • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 10.23.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • PUEBI (PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA) Ejaan adalah keseluruhan peraturan melambangkan bunyi ujaran, pemisahan dan penggabungan kata, penulisan kata, huruf, dan tanda baca.

Perkembangan ejaan di Indonesia diawali dengan ejaan Van Ophuijsen. Ejaan van Ophuijsen ditetapkan sebagai ejaan bahasa melayu pada 1901. Ciri khas yang menonjol adalah penggunaan huruf j untuk menuliskan kata-kata jang dan sajang, penggunaan huruf oe untuk menuliskan kata goeroe dan kamoe, serta digunakannya tanda diakritik dan trema pada kata ma’moer dan do’a. Sekadar diketahui, perubahan sistem ejaan bahasa Indonesia sudah terjadi beberapa kali. Pada 1947, bahasa Indonesia menggunakan sistem Ejaan Soewandi, kemudian sistem Ejaan Melindo pada 1959, dan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) pada 1972 hingga 2015.

Setelah mengalami perkembangan kedudukan Ejaan van Ophuijsen tergantikan oleh Ejaan Soewandi. Ejaan Soewandi atau Republik ditetapkan pada 19 Maret 1947 menggantikan ejaan van ophuijsen. Ciri yang menonjol adalah penggunaan huruf u untuk menggantikan huruf oe, penggunaan bunyi sentak k menggatikan tanda diakritik dan penulisan kata depan di dan awalan di yang samayakni dirangkaikan dengan kata yang mengikutinya.

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah peraturan bahasa Indonesia yang diberlakukan sejak 1972 pada saat Kongres Bahasa Indonesia sampai saat ini.

Ejaan yang Disempurnakan (EYD) belum lama ini mengalami perubahan menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Perubahan ini dilakukan sebagai dampak meluasnya ranah pemakaian bahasa seiring kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan seni. Ada tiga hal perubahan yang terjadi pada PUEBI.

Perubahan tersebut meliputi penambahan huruf diftong, penggunaan huruf tebal, serta penggunaan huruf kapital.

Huruf diftong yang ditambahkan ke PUEBI adalah ei. Penambahan ini, menurut Kepala Bidang Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Drs. Mustakim, M. Hum., terjadi karena bahasa Indonesia banyak menyerap istilah dari bahasa asing, sehingga kini ada empat diftong dalam bahasa Indonesia yakni ai, au, ei, dan oi seperti pada kata ‘survei’. Selain diftong, perubahan juga terjadi pada penggunaan huruf tebal.

Penggunaan huruf tebal ini belum diatur pada ejaan bahasa Indonesia sebelumnya. Pada PUEBI, huruf tebal ini dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang ditulis miring serta untuk menegaskan bagian-bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau subbab. Perbedaan PUEBI dengan EYD yang terakhir terletak pada huruf kapital. Pada ejaan bahasa Indonesia sebelumnya tidak diatur bahwa unsur julukan ditulis dengan awal huruf kapital.

Kini, aturan tersebut terdapat pada PUEBI. A. Pemakaian Huruf • Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama huruf disertakan di sebelahnya.

Tabel 1 Huruf abjad dan ejaannya Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A a A J j Je S s es B b Be K k ka T t te C c Ce L l el U u u D d De M m em V v ve E e E N n en W w we F f Ef O o o X x eks G g Ge P p pe Y y ye H h Ha Q q ki Z z zet I i I R r er • Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o dan u.

Tabel 2 Contoh pemakaian huruf vokal dalam kata Huruf Vokal Contoh Pemakaian dalam Kata di awal di tengah di akhir a api p adi lus a ӗ ∂ ӗnak ∂mas p ӗtak k∂na sor ӗ tip∂ i itu s impan murn i o oleh k ota radi o u unduh b umi ib u Dalam pengajaran lafal kata, dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Misalnya: • Anak-anak bermain bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan teras (tӗras). • Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah.

• Kami menonton film seri (sӗri). • Pertandingan itu berakhir seri. • Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z. Tabel 3 Contoh pemakaian huruf konsonan dalam kata Huruf Honsonan Contoh Pemakaian dalam Kata di awal di tengah di akhir b bahasa se but ada b c cakap ka ca —- d dua a da aba d f fakir ka fan maa f g guna ti ga gude g h hari sa ham tua h j jalan ma nja mikra j k kami pa ksa politi k – rakyat* bapak* l lekas a las Kesa l m maka ka mi dia m n nama a nak dau n p pasang a pa sia p q** quran fur qan —- r Raih ba ra puta r s sampai a sli lema s t Tali ma ta rapa t v varia la va —- w wanita ha wa —- x** xenon —- —- y yakin pa yung —- z zeni la zim ju z * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah.

** Huruf q dan x digunakan khusus untuk nama dan keperluan ilmu. • Huruf Diftong Diftong adalah gabungan dua buah huruf vokal. Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au dan oi.

Tabel 4 Contoh pemakaian huruf diftong dalam kata vokal diftong posisi awal posisi tengah posisi akhir ai ainulyakin bal airung pand ai au audisi t aufik harim au ei eigendom g eiser surv ei oi oikumene b oikot konv oi • Gabungan Huruf Konsonan Di dalam bahasa Indonesia terdapat gabungan huruf (kluster) yang melambangkan konsonan, yaitu kh, ng, ny, dan sy.

Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. Tabel 5 Contoh pemakaian huruf konsonan dalam kata Gabungan huruf konsonan Contoh Pemakaian dalam Kata di awal di tengah di akhir kh khusus a khir tari kh ng ngilu ba ngun sena ng ny nyata ha nyut —- sy syarat i syarat ara sy • Pemenggalan Kata Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut: a.

Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. Misalnya: ma-in, sa-at, bu-ah. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu.

Misalnya: au-la bukan a-u-la sau-da-ra bukan sa-u-da-ra am-boi bukan am-bo-i b. Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan huruf konsonan,di antara dua buah huruf vokal, bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan dilakukan sebelum huruf konsonan. Misalnya: ba-pak, ba-rang, su-lit, la-wan, de-ngan, ke-nyang, mu-ta-khir. c. Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. Misalnya: man-di, som-bong, swas-ta, cap-lok, Ap-ril, bang-sa, makh-luk. d. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih, pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Misalnya: in-stru-men, ul-tra, in-fra, bang-krut, ben-trok, ikh-las. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris.

Misalnya: makan-an, me-rasa-kan, mem-bantu, pergi-lah Catatan: • Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. • Akhiran -i tidak dipenggal. Pada kata yang berimbuhan sisipan, pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. Misalnya: te-lun-juk, si-nam-bung, ge-li-gi.

e. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan diantara unsur-unsur itu, atau pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah a, b, c, dan d di Misalnya: • bio-grafi, bi-o-grafi, • foto-grafi, fo-to-gra-fi, • intro-speksi, in-tro-spek-si, • kilo-gram, ki-lo-gram, • kilo-meter, ki-lo-me-ter, • pasca-panen, pas-ca-pa-nen.

Keterangan: Nama orang, badan hukum dan nama diri yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kecuali jika ada pertimbangan khusus. • Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring a. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1) Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Misalnya: • Dia mengantuk. • Apa maksudnya?

• Kita harus bekerja keras. • Pekerjaan itu belum selesai. 2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya: • Adik bertanya, “ Kapan kita pulang?” • Bapak menasihatkan, “ Berhati-hatilah, Nak!” • “ Kemarin engkau terlambat,” katanya. • “ Besok pagi,” kata Ibu,”Dia akan berangkat”. 3) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Misalnya: • Allah Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, • Al kitab, Qur’an, Weda, Islam, Kristen • Tuhan akan menunjukan jalan yang benar kepada hamba- Nya. • Bimbinglah hamba- Mu, Ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat. 4) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya: • Mahaputra Yamin • Sultan Hasanuddin • Haji Agus Salim • Imam Syafii • Nabi Ibrahim Keterangan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Misalnya: • Dia baru saja diangkat menjadi sultan. • Tahun ini ia pergi naik haji. 5) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat.

Misalnya: • Wakil Presiden Jusuf Kalla • Perdana Menteri Silvio Berlusconi • Profesor H. Tama Sembiring • Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara • Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian • Gubernur Sumatera Utara Keterangan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi atau nama tempat. Misalnya: • Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?

• Kemarin Brigadir Jenderal Krisantyo dilantik menjadi mayor jenderal. 6) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya: • Amir Hamzah • Dadi Waras Suhardjono • Dewi Sartika • Bambang Pamungkas • Wage Rudolf Supratman • Halim Perdanakusumah • Muhammad Fadhil Abdillah • Fathimah Ahmad az Zahra • Balqis Najmatunnisa Keterangan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya: • mesin diesel, • 10 volt, • 5 ampere 7) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa. Misalnya: • Bangsa Indonesia • suku Melayu • bahasa Batak Keterangan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Misalnya: • meng indonesiakan kata asing • ke inggris- inggrisan 8) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya dan peristiwa sejarah. Misalnya: • tahun Hijriah • tarikh Masehi • bulan Maulid • bulan Ramadhan • hari Jumat • hari Lebaran bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Keterangan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.

Misalnya: • Soekarno dan Hatta mem proklamasikan kemerdekaan bangsanya. • Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. 9) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya: Asia Tenggara Padang Bulan Banyuwangi Lembah Anai Bukit Barisan Ngarai Sianok Pancurbatu Pegunungan Jayawijaya Danau Toba Gunung Sinabung Dataran Tinggi Dieng Selat Lombok Gunung Semeru Teluk Benggala Jalan Diponegoro Tanjung Harapan Jazirah Arab Terusan Suez Keterangan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.

Misalnya: • berlayar ke teluk • mandi di kali • menyebrangi selat • pergi kearah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Misalnya: • garam inggris • gula jawa • kacang bogor • pisang ambon 10) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara,lembaga pemerintah dan bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan, serta nama dokumen resmi kecuali seperti kata dan. Misalnya: • Republik Indonesia • Majelis Permusyawaratan Rakyat • Departemen Pendidikan dan Kebudaya • Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak • Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1972 Keterangan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.

Misalnya: • Menjadi sebuah republik • beberapa badan hukum • kerja sama antara pemerintah dan rakyat • menurut undang- undang yang berlaku 11) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya: • Perserikatan Bangsa- Bangsa • Yayasan Ilmu- Ilmu Sosial • Undang- Undang Dasar Republik Indonesia • Rancangan Undang- Undang Kepegawaian 12) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untukyang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya: • Saya telah membaca buku D ari A ve M aria ke Jalan Lain ke Roma. • Bacalah majalah B ahasa dan S astra. • Dia adalah agen surat kabar dari S inar P embangunan. • Ia menyelesaikan makalah “ Asas- Asas Hukum Perdata” 13) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan gelar, bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan dan sapaan. Misalnya: • Dr. (Doktor) • M.A. (Master of Arts) • S.E. (Sarjana Ekonomi) • S.H. (Sarjana Hukum) • S.S.

(Sarjana Sastra) • Prof. (Profesor) • Tn. (Tuan) • Ny. (Nyonya) • Sdr. (Saudara) 14) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan pama nyang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.

Misalnya: • “Kapan Bapak berangkat?” tanya Haro. • Adik bertanya,”Itu apa, Bu?” • Surat Saudara sudah saya terima. • “Silahkan duduk, Dik!” kata Ucok. • Besok Paman akan datang. • Mereka pergi ke rumah Pak Camat. • Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. Kete r angan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Misalnya: • Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. • Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

15) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kataganti Anda. Misalnya: • Sudahkan Anda tahu? • Surat Anda telah kami terima. b. H uruf Miring 1) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya: • Majalah Bahasa dan Kesu sas traan • buku Negarakertagama karangan Prapanca • surat kabar Suara Karya.

2) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. Misalnya: • Huruf pertama kata abad ialah a. • Dia bukan menipu, tetapi ditipu. • Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. • Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. 3) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata ilmiah atau ungkapan asing yang telah disesuaikan ejaanya.

Misalnya: • Nama ilmiah buah manggis ialah carcinia mengostana. • Politik devide et impera pernah merajalela di negri ini. • Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi ‘pandanagan dunia’ • Negara itu telah mengalami empat kudeta. Keterangan: Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring diberi satu garis di bawahnya. B. Penulisan Kata • Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Misalnya: • Ibu percaya bahwa engkau tahu. • Kantor pajak penuh sesak.

• Buku itu sangat tebal. • Kata Turunan a. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis seramgkai dengan kata dasarnya. Misalnya: • bergeletar • dikelola • penetap an • menengok • mempermain kan b.

Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya: • bertepuk tangan • garis bawah i • menganak sungai • sebar luas kan c. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: • m enggarisbawah i • menyebarluas kan • dilipatganda kan • penghancurlebur an d.

Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: adipati mahasiswa aerodinamika mancanegara antarkota multilateral anumerta bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan audiogram nonkolaborasi awahama pancasila bikarbonat bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan biokimia paripurna caturtunggal poligami dasawarsa pramuniaga dekameter prasangka demoralisasi purnawirawan dwiwarna reinkarnasi ekawarna saptakrida ekstrakurikuler semiprofesional elektroteknik subseksi infrastruktur swadaya inkonvensional telepon introspeksi transmigrasi kolonial isme tritunggal kosponsor ultramodern Keterangan: Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, diantara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).

Misalnya: • non-Indonesia • pan-Afrikanisme • Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah. Misalnya: • Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. • Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. C. Bentuk Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung Misalnya: anak-anak, buku-buku, kuda-kuda, mata-mata, hati-hati, undang-undang, biri-biri, kupu-kupu, kura-kura, laba-laba, sia-sia, gerak-gerik, huru-hara, lauk-pauk, mondar-mandir, ramah-tamah, sayur-mayur, centang-perenang, porak-poranda, tunggang-langgang, berjalan-jalan, dibesar-besarkan, menulis-nulis, tukar-menukar, hulubalang-hulubalang, bumiputra-bumiputra.

D. Gabungan Kata • Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur- unsurnya ditulis terpisah. Misalnya: duta besar, kambing hitam, kereta api cepat luar biasa, mata pelajaran, meja tulis, model linear, orang tua, persegi panjang, rumah sakit umum, simpang empat. • Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan.

Misalnya: alat pandang-dengar, anak-istri saya, buku sejarah-baru, mesin-hitung tangan, ibu-bapak kami, watt-jam, orang-tua muda • Gabungan kata berikut ditulis serangkai. Misalnya: acapkali, adakalnya, akhirulkalam, alhamdulillah, astagfirullah, bagaimana, barangkali, bilamana, bismillah, beasiswa, belasungkawa, bumiputra, daripada, darmabakti, darmasiswa, dukacita, halalbihalal, hulubalang, kacamata, kasatmata, kepada, kilometer, manakala, manasuka, mangkubumi, matahari, olahraga, padahal, paramasastra, peribahasa, puspawarna, radioaktif, saptamarga, saputangan, saripati, sebagaimana, sediakala, segitiga, sekalipun, silahturami, sukacita, sukarela, sukaria, syahbandar, titimangsa, wasalam.

E. Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku, mu, dan nya ditulis serangakai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: • Apa yang kumiliki boleh kau ambil. • Buku ku, buku mu, dan buku nya tersimpan di perpustakaan. F. Kata Depan di, ke, dan dari Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

Misalnya: • Kain itu terletak di dalam lemari. • Bermalam sajalah di sini. • Di mana Siti sekarang? • Mereka ada di rumah. • Ia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.

• Ke mana saja ia selama ini? • Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. • Mari kita berangkat ke pasar, • Saya pergi ke sana-sini mencarinya. • Ia datang dari Surabaya kemarin. Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini ditulis serangkai: • Si Amin lebih tua daripada • Kami percaya sepenuhnya kepadanya. • Kesampingkansaja persoalan yang tidak penting itu. • Ia masuk.

Lalu keluar • Surat perintah itu dikeluarkandi Jakarta pada tanggal 11 maret 1966. • Bawa kemarigambar itu. • Kemarikanbuku itu. G. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: • Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil • Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. H. Partikel • Partikel -lah, -kah, dan –tahditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: • Baca lahbuku itu baik-baik. • Jakarta ada lahibukota Republik Indonesia.

• Apa kahyang tersirat dalam surat itu? • Siapa kahgerangan dia? • Apa kahgunanya bersedih hati? • Penggunaan partikel pun pada EYD ditulis terpisah kecuali yang sudah lazim digunakan, maka penulisannya ditulis serangkai, sedangkan pada PUEBI partikel pun tetap ditulis terpisah, kecuali mengikuti unsur kata penghubung, maka ditulis serangkai.

Contoh penulisan partikel pun yang ditulis serangkai karena merupakan unsur kata penghubung: • Meski punsibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya. • Dia tetap bersemangat walau pun • Ada punpenyebab kemacetan itu belum diketahui.

• Bagaimana punpekerjaan itu harus selesai minggu depan. Contoh penulisan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya: • Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.

• Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia. • Jangankan dua kali, sekali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku. • Partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’ dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya. Misalnya: • Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. • Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. • Harga kain itu Rp 2.000,00/ per helai.

I. Singkatan, Akronim, dan Bentuk Singkat • Singkatan Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat didikuti dengan tanda titik.

Misalnya: • A.S. Kramawijaya • Muh. Yamin • Suman Hs. • Sukanto S.A • M.B.A (Master of Business Administration) • M.Sc (Master of Science) • S.E. (Sarjana Ekonomi) • S.Kar.

(Sarjana Karawitan) • S.K.M (Sarjana Kesehatan Masyarakat) • Bpk. (Bapak) • Sdr. (Saudara) b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: • DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) • PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) • GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) • SMTP (Sekolah Menengah Tingkat Pertama) • PT (Perseroan Terbatas) • KTP (Kartu Tanda Penduduk) c.

Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih di ikuti satu tanda titik. Misalnya: • dll. (dan lain-lain) • dsb. (dan sebagainya) • dst. (dan seterusnya) • hlm. (halaman) • sda. (sama dengan atas) • yth. (yang terhormat) • a.n. (atas nama) • d.a. (dengan alamat) • u.b. (untuk beliau) • u.p. (untuk perhatian) d. Lambang kimia, singkaian satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

Misalnya: • cu (kuprum) • TNT (trinitrotoleun) • cm (sentimeter) • kva (kilovoltampere) • l (liter) • kg (kilogram) • Rp 5.000,00 (lima ribu) rupiah • Akronim Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlukan sebagai kata. a. Akronim nama diri yang bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.

Misalnya: • ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) • LAN (Lembaga Administrasi Indonesia) • PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) • IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) • SIM (Surat Izin Mengemudi) b.

Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Misalnya: • Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) • Bappenas (Badan Perencanaan Pengembangan Nasional) • Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) • Kowani (Kongres Wanita Indonesia) • Sespa (Sekolah Staf Pimpinan Administrasi) c.

Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata,ataupun gabungan huruf dan suku kata dari bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: • pemilu (pemilihan umum) • radar (radio detecting and ranging) • rapim (rapat pimpinan) • rudal (peluru kendali) • tilang (bukti pelanggaran) Catatan: Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut.

1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. 2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokaldan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim. • Bentuk singkat Bentuk singkat adalah bentuk kebahasaan yang disingkat, baik secara lisan maupun tulis.

Di dalam aktivitas berbahasa sehari-hari orang sering kali menggunakan bentuk-bentuk singkat. Disadari atau tidak, penggunaan peranti kebahasaan seperti itu memang selain disukai, terasa efisien dan sah saja. Bahkan, ada kalanya orang dalam pertuturannya terutama dalam pertuturan lisan, sengaja menggunakan bentuk itu. Misalnya: • lab. (laboratorium) • Prof. (profesor) • faks. (faksimili) • dok (dokter) • perpus (perpustakaan) • nek (nenek) • kak (kakak) • bang (abang) J. Angka dan Lambang Bilangan Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor.

Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, XL(50), C(100), D (500), M (1.000), V (5.000), • Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan.

Misalnya: • Mereka menonton drama itu sampai tiga • Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta • Di antara 72anggota yang hadir 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang tidak memberikan suara. • Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50bus, 100 minibus, dan 250 • Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, jika lebih dari dua kata, susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat.

Misalnya: • Lima puluhsiswa kelas 6 lulus ujian. • Panitia mengundang 250orang peserta. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu • Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misalnya: • Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. • Dia mendapatkan bantuan 250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.

• Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. • Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat, luas, dan isi; (b) satuan waktu; (c) nilai uang; dan (d) jumlah.

Misalnya: 0,5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter pukul 15.00 Rp 5.000,00 10 persen US$ 3.50* 27 orang £5.10* ¥100 2.000 rupiah Catatan: • Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. • Penulisan lambang mata uang, seperti Rp, US$, £, dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya, kecuali di dalam tabel.

• Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar. Misalnya: • Jalan Tanah Abang I No. 15 • Jalan Wijaya No. 14 • Apartemen No. 5 • Hotel Mahameru, Kamar 169 • Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

Misalnya: • Bab X, Pasal 5, halaman 252 • Surah Yasin: 9 • Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a. Bilangan utuh Misalnya: • dua belas (12) • tiga puluh (30) • lima ribu (5000) b.

Bilangan pecahan Misalnya: • setengah ( 1/ 2) • seperenam belas ( 1 / 16 ) • tiga perempat ( 3 / 4 ) • dua persepuluh (0,2) atau ( 2 / 10 ) • tiga dua pertiga (3 2 / 3 ) • satu persen (1%) • satu permil (1o/oo) Catatan: 1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik, spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecahan.

2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. Misalnya: • 20 ½ (dua puluh satu-perdua) • 22/30 (dua-puluh-dua pertiga puluh) • 20 15 / 17 (dua puluh-lima belas-pertujuh belas) • 150 2 / 3 (seratus lima puluh dua-pertiga) • 152/3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) c.

Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.

Misalnya: 1) pada awal abad XX (angka Romawai kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab) pada awal abad kedua puluh (huruf) 2) kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 3) Penulisan bilangan yang mendapat akhiran -anmengikuti cara berikut. Misalnya: • lima lembar uang 1.000-an (lima lembar uang seribuan) • tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan ) • uang 5.000-an (uang lima-ribuan ) 4) Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi).

Misalnya: • Di lemari itu tersimpan 805buku dan majalah. • Kantor kami mempunyai dua puluhorang pegawai. • Rumah itu dijual dengan harga 000.000,00.

5) Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat. Misalnya: • Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 500,50 ( sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen). • Bukti pembelian barang seharga 000.000,00( lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban. • Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5,000.00( lima ribu dolar).

Catatan: • Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. • Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan.

• Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. K. Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahsa asing seperti Sansekerta, Arab, Portugis, Balanda atau Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya (taraf penyerapannya), ada tiga macam kata serapan, yaitu: • Kata asing yang diserap sepenuhnya ke dalam bahasa Indonesia.

Misalnya: kab, sirsak, iklan, lemari, botol, hadir, badan, dan lain-lain. • Kata asing yang dipertahankan karena sifat keinternasionalannya, penulisan dan pengucapan masih mengikuti cara asing. Misalnya: shuttle, cock, knock out, time out, check in, built up, complete knock down, fitness, chip, server, web, linux, Microsoft word, gigabyte, download, upload, dan lain-lain. • Kata asing yang berfungsi untuk memperkaya peristilahan, ditulis sesuai dengan PUEBI.

Misalnya: komputer ( computer), kalkulasi ( calculation), matematika ( mathematic), infiltrasi ( infil-tratio), influensa ( influenza), bisnis ( bussines), karakter ( character).

Penyesuaian ejaan unsur serapan dilakukan dengan kaidah yang sudah baku. Lebih kurang terdapat 53 jenis yang perlu diperhatikan. (Hal ini dapat Anda lihat di buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan).

Berikut ini beberapa kasus kesalahan penulisan yang perlu mendapat perhatian. Kata Asing Kata Baku Kata Asing Kata Baku acceleration akselarasi hydraulic hidraulik acceptor akseptor iatrogenic iatrogenik acculturation akulturasi iota iota aerodynamics aerodinamika materiaal material barrier barier orthography orthografi carrier karier psychology psikologi counter kaunter schandaal skandal dystocia distosia varices varises fanatiek fanatik haqiqat hakikat Akhiran dari bahasa asing diserap sebagai bagian kata yang utuh.

Jadi, kata seperti standardisasi, implementasi dan objektif diserap secara utuh di samping diserap juga kata standar, implemen dan objek. L. Pemakaian Tanda Baca • Tanda Titik (.) a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya : • Ayahku tinggal di Solo. • Biarlah mereka duduk di sana. • Dia menanyakan siapa yang akan datang. • Hari ini tanggal 5 April 1973. • Marilah kita mengheningkan cipta. • Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini.

b. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. Misalnya : 1) Bab III. Departemen Dalam Negeri A. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa B. Direktorat Jenderal Agraria 1. … 2) 1. Patokan Umum 1.1 Isi Karangan 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik Catatan: Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.

c. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: Pukul 1:35:20 WIB (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik Waktu Indonesia Barat) d. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu. Misalnya: • 1:35:20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik) • 0:20:30 jam (20 menit, 30 detik) • 0:0:30 jam (30 detik) e.

Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisannya yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Misalnya: Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Wei-tevreden: Balai Poestaka. Catatan: 1) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Misalnya: • Desa itu berpenduduk 200orang. • Gempa yang terjadi semalam menewaskan 231jiwa. 2) Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatan yang bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan menunjukkan jumlah. Misalnya: • Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung. • Lihat halaman 2345 dan seterusnya. • Nomor gironya 5645678. f. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya. Misalnya: • Acara Kunjungan Adam Malik • Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 45) • Salah Asuhan g. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat, atau (2) nama dan alamat penerima surat.

Misalnya: • Jalan Diponegoro 82 Jakarta (tanpa titik) • 1 April 1985 (tanpa titik) • Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik) • Jalan Arif 43 (tanpa titik) • Palembang (tanpa titik) atau: • Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik) • Jalan Cikini 71 (tanpa titik) • Jakarta (tanpa titik) • Tanda Koma (,) a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Misalnya: • Saya membeli kertas, pena, dan tinta. • Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan prangko.

• Satu, dua, …tiga! b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau Misalnya: • Saya ingin datang, tetapi hari hujan. • Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim. c. Tanda koma: 1) Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya; Misalnya: • Kalau hari hujan, saya tidak akan datang. • Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

2) Tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya; Misalnya: • Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

• Dia lupa akan janjinya karena sibuk. • Dia tahu bahwa soal itu penting. d. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat.

Termasuk didalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi. Misalnya: • Oleh karena itu, kita harus hati-hati. • Jadi, soalnya tidak semudah itu. e. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihandari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat. Misalnya: • O, begitu? • Wah, bukan main! • Hati-hati, ya, nanti jatuh. f. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung bagian lain dalam kalimat.

Misalnya: • Kata Ibu, “Saya gembira sekali.” • “Saya gembira sekali,” kata Ibu, “karena kamu lulus.” g. Tanda koma dipakai di antara: (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah negeri yang ditulis berurutan. Misalnya: • Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia • Jalan Raya Salemba 6, Jakarta. • Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor • Surabaya, 10 Mei 1960 • Kuala Lumpur, Malaysia.

h. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Misalnya: • Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat. i. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Misalnya: • J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia, 1976), hlm 4.

j. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga. Misalnya: • Ratulangi, S.E. • Ny.Khadijah, M.A. k. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Misalnya: • 12,5 m • Rp12,50 l. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Misalnya: • Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali. • Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.

• Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti latihan paduan suara. Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma: • Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia. m. Tanda koma dapat dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Misalnya: • Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.

• Atas bantuan Agus, Andri mengucapkan terima kasih. Bandingkan dengan: • Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

• Andri mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus. n. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Misalnya: • “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. • “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. • Tanda Titik Koma (;) a. Penggunaan titik koma (;) pada EYD digunakan dalam perincian tanpa penggunaan kata dan, sedangkan dalam PUEBI penggunaan titik koma (;) tetap menggunakan kata dan.

Contoh: • Ayah menikmati kopi; Ibu menulis makalah; danKakak membaca novel. • Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara; penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; danpendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi b.

Penggunaan tanda titik koma (;) pada PUEBI dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa, sedangkan pada EYD tidak ada hal yang mengaturnya. Contoh: Syarat penerimaan pegawai di lembaga ini adalah: • berkewarganegaraan Indonesia; • berijazah sarjana S-1; • berbadan sehat; dan • bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Syarat menulis karya ilmiah menurut Dwiloka dan Riana (2005: 3-4) adalah memiliki: • motivasi dan disiplin yang tinggi; • kemampuan mengolah data; • kemampuan berpikir logis (urut) dan terpadu (sistematis); • kemampuan berbahasa. 4. Tanda Titik Dua (:) a. Tanda titik dua: 1) dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.

Misalnya: • Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja dan lemari. • Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang, kemerdekaan itu: hidup atau mati. 2) tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Misalnya: • Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan memerlukan kursi, meja, dan lemari. • Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan.

3) Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Misalnya: • Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S. Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan.

Bendahara : B. Hartawan • Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. Hari : Senin Waktu : 09:30 WIB 4) Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Misalnya: • Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini, Mir!” • Amir : “Baik, Bu.” (mengangkat kopor dan masuk) • Ibu : “Jangan lupa. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar) 5) Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

Misalnya: • Tempo, I (1971), 34: 7 • Surat Yasin: 9 • Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit. • Tjokronegoro, Sutomo, Tjukupkah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita?

Djakarta: Eresco, 1968. 5. Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan Hubung (-) a. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Misalnya: • Di samping cara-cara lama itu ada juga cara yang baru. Catatan: Suku kata yang berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. Misalnya: • Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan … • Walaupun sakit, mereka tetap, tidak mau beranjak … atau • Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah bapak proklamator indonesia adalah ir.

soekarno dan … • Walaupun sakit, mereka tetap tidak mau beranjak … Bukan • Beberapa pendapat mengenai masalah i bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan telah disampaikan … • Walaupun sakit, mereka tetap tidak ma uberanjak … b. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.

Misalnya: • Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas. • Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa. • Senjata ini merupakan alat pertahanan yang canggih. Catatan: Akhiran –i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. c. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. Misalnya: • anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan Catatan: Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. d. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.

Misalnya: • p-a-n-i-t-i-a • 08-03-2009 e. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan. Misalnya: • ber-evolusi • meng-ukur • dua-puluh-lima ribuan (25 x 1.000) • 23/25 (dua-puluh-tiga perdua-puluh-lima) • mesin hitung-tangan Bandingkan dengan • be-revolusi • me-ngukur • dua-puluh lima-ribuan (20 x 5.000) • 20 3/ 25(dua-puluh tiga perdua-puluh-lima) • mesin-hitung tangan 6. Tanda Pisah (—) a.

Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. Misalnya: • Kemerdekaan bangsa itu— saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. • Keberhasilan itu— kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

b. Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain. Misalnya: • Soekarno-Hatta— Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional. • Rangkaian temuan ini— evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. • Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia— amanat Sumpah Pemuda—harus terus digelorakan.

c. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’. Misalnya: • Tahun 2010—2013 • Tanggal 5—10 April 2013 • Jakarta—Bandung 7. Tanda Elipsis (…) a. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: • Penyebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. • Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah ….

• …, lain lubuk lain ikannya. b. Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog. Misalnya: • “Menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?” • “Jadi, simpulannya … oh, sudah saatnya istirahat.” Catatan: 1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi. 2) Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah, tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat) Misalnya: • Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan hati-hati ….

8. Tanda Tanya (?) a. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: • Kapan Hari Pendidikan Nasional diperingati? • Siapa pencipta lagu “Indonesia Raya”? • Kapan ia berangkat? Saudara tahu, bukan? b. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya: • Monumen Nasional mulai dibangun pada tahun 1961 (?). • Di Indonesia terdapat 740 (?) bahasa daerah.

9. Tanda Seru (!) a. Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat. Misalnya: • Alangkah indahnya taman laut di Bunaken!

• Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia! • Bayarlah pajak tepat pada waktunya! • Masa! Dia bersikap seperti itu? • Merdeka! 10. Tanda Kurung ((…)) a. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya: • Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).

• Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk). • Lokakarya ( workshop) itu diadakan di Manado. b. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. Misalnya: • Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

• Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri. c. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan.

Misalnya: • Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta. • Pesepak bola kenamaan itu berasal dari (Kota) Padang. d. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian. Misalnya: • Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.

• Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan: (1) akta kelahiran, (2) ijazah terakhir, dan (3) surat keterangan kesehatan. 11. Tanda Kurung Siku ([…]) a. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Misalnya: • Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. • Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah harus sesuai [dengan] kaidah bahasa Indonesia. • Ulang tahun [Proklamasi Kemerdekaan] Republik Indonesia dirayakan secara khidmat. b. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung. Misalnya: • Persamaan kedua proses itu (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-38]) perlu dibentangkan di sini.

12. Tanda Petik (“…”) a. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: • “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya.

• “Kerjakan tugas ini sekarang!” perintah atasannya. “Besok akan dibahas dalam rapat.” • Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.” b. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Misalnya: • Sajak “Pahlawanku” terdapat pada halaman 125 buku itu. • Marilah kita menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”! • Film “Ainun dan Habibie” merupakan kisah nyata yang diangkat dari sebuah novel.

• Saya sedang membaca “Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia” dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. • Makalah “Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif” menarik perhatian peserta seminar.

• Perhatikan “Pemakaian Tanda Baca” dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. c. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Misalnya: • “Tetikus” komputer ini sudah tidak berfungsi. • Dilarang memberikan “amplop” kepada petugas!

13. Tanda Petik tunggal (‘…’) a. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Misalnya: • Tanya dia, “Kaudengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?” • “Kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang!’, dan rasa letihku lenyap seketika,”ujar Pak Hamdan. • “Kita bangga karena lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang di arena olimpiade itu,” kata Ketua KONI.

b. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan. Misalnya: • tergugat ‘yang digugat’ • retina ‘dinding mata sebelah dalam’ • noken‘tas khas Papua’ • tadulako‘panglima’ • marsiadap ari‘saling bantu’ • tuah sakato‘sepakat demi manfaat bersama’ • policy‘kebijakan’ • wisdom‘kebijaksanaan’ • money politics‘politik uang’ 14. Tanda Garis Miring (/) a.

Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Misalnya: • Nomor: 7/PK/II/2013 • Jalan Kramat III/10 • tahun ajaran 2012/2013 b. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap. Misalnya: • mahasiswa/mahasiswi = ‘mahasiswa danmahasiswi’ • dikirimkan lewat darat/laut = ‘dikirimkan lewat darat ataulewat laut’ • buku dan/atau majalah = ‘buku dan majalah ataubuku atau majalah’ • harganya Rp1.500,00/lembar = ‘harganya Rp1.500,00 setiap lembar’ c.

Tanda garis miring dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain. Bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan • Buku Pengantar Ling/g/uistikkarya Verhaar dicetak beberapa kali. • Asmara/n/danamerupakan salah satu tembang macapat budaya Jawa. • Dia sedang menyelesaikan /h/utangnya di bank.

15. Tanda penyingkat atau apostrof (‘) a. Tanda penyingkat atau apostrof dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu. Misalnya: • Mereka ‘kan kusurati. (‘kan = akan) • Tim Regu Penyelamat sudah datang, ‘kan? (‘kan = bukan) • Malam ‘lah tiba. (‘lah = telah) • 9 Oktober ’73 (‘73=1973) DAFTAR PUSTAKA Adryansyah.

2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hs.,Widjono. 2012. Bahasa Indonesia (Edisi revisi 2012). Jakarta: Grasindo. Lubis, Winaria dan Dadi Waras Suhardjono. 2019. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi.

Jakarta: Sahabat Pena. ISBN 978-623-7440-11-6
Politeknik Transportasi Darat Bali (POLTRADA Bali) dulunya dikenal dengan sebutan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Bali yang berdiri sejak tahun 2002 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor Km 73 tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat.

Dibangun diatas tanah seluas 16.130 m 2 dan bapak proklamator indonesia adalah ir. soekarno dan di Jalan Batuyang no. 109x Batubulan Kangin, Gianyar Bali. Pada tahun 2019 dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, dengan Nomor PM 30 tahun 2019 pada tanggal 10 Mei 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Transportasi Darat Bali.

maka Balai Pendidikan dan Pelatihan Transpormasi Darat Bali berubah nomenklatur menjadi Politeknik Transportasi Darat Bali (POLTRADA Bali). Diharapkan POLTRADA Bali dapat semakin mengembangkan organisasinya dan lebih bermanfaat untuk insan Perhubungan dan masyarakat umumsesuai visi dan misi POLTRADA Bali pada khususnya dan Kementerian Perhubungan pada umumnya.

Pada tahun 2019 dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, dengan Nomor PM 30 tahun 2019 pada tanggal 10 Mei 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Transportasi Darat Bali. maka Balai Pendidikan dan Pelatihan Transpormasi Darat Bali berubah nomenklatur menjadi Politeknik Transportasi Darat Bali (POLTRADA Bali).

ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: 58iuUv9EgFjk84cXOZFVM0Bj1rjUF67a3lPu-DfY_eojQ6ITHsmavg==
KOMPAS.com - Setiap Presiden Indonesia memiliki julukannya masing-masing yang disesuaikan dengan prestasi atau karakteristiknya selama menjabat sebagai Kepala Pemerintahan.

Seperti yang disebutkan dalam unggahan akun media sosial Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) di Twitter dan Instagram pada Sabtu (16/4/2022) lalu. Dalam unggahan tersebut disebutkan julukan bagi keenam Presiden RI yang kini diabadikan di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Bogor, Jawa Barat. Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Senin (18/4/2022), berikut ini julukan 6 Presiden RI, dari Ir Soekarno hingga Presiden SBY: 1.

Soekarno, Bapak Proklamator Presiden pertama RI yang menjabat pada 1945-1967 ini mendapat julukan sebagai Bapak Proklamator. Baca juga: Jokowi Pastikan ASN Terima Gaji ke-13 dan THR Lengkap dengan Tukin 50 Persen Julukan tersebut tidak lepas dari perannya sebagai pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu penyusun dan pembaca naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bersama Mohammad Hatta, Bung Karno menandatangani dan mewakili bangsa Indonesia di atas naskah proklamasi kemerdekaan.

Pembacaan teks proklamasi merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia untuk bebas dari penjajahan dan terlahir sebagai negara yang berdaulat. 2. Soeharto, Bapak Pembangunan Soeharto adalah presiden RI kedua setelah Soekarno, yang menyandang gelar sebagai presiden RI dengan masa jabatan paling lama, yakni 32 tahun, terhitung dari 1967 hingga 1998.

Selama masa jabatannya, jenderal besar ini memprakarsai program pembangunan ekonomi yang dikenal dengan Repelita atau Rencana Pembangunan Lima Tahun. Baca juga: Jokowi: Cuti Bersama 29 April dan 4-6 Mei, Libur Nasional Idul Fitri 2-3 Mei 2022 Berita Terkait Jokowi: Boleh Tarawih Berjamaah di Masjid Selama Ramadan dengan Menerapkan Prokes Cerita Siswanto Gowes 402 Kilometer demi Melihat Sirkuit Mandalika dan Bertemu Jokowi Unggul di Berbagai Survei, Prabowo Dianggap Pantas Gantikan Jokowi 20 Pebalap Bakal "Motoran" Bareng Jokowi Jelang MotoGP Indonesia, Ini Daftarnya Jokowi Tak Mau Buru-buru Ubah Status Pandemi ke Endemi, Ini Alasannya Berita Terkait Jokowi: Boleh Tarawih Berjamaah di Masjid Selama Ramadan dengan Menerapkan Prokes Cerita Siswanto Gowes 402 Kilometer demi Melihat Sirkuit Mandalika dan Bertemu Jokowi Unggul di Berbagai Survei, Prabowo Dianggap Pantas Gantikan Jokowi 20 Pebalap Bakal "Motoran" Bareng Jokowi Jelang MotoGP Indonesia, Ini Daftarnya Jokowi Tak Mau Buru-buru Ubah Status Pandemi ke Endemi, Ini Alasannya Diskusi Film "Muhammad Rasulullah", Sinema Iran untuk Islam Damai https://www.kompas.com/wiken/read/2022/04/18/060000781/diskusi-film-muhammad-rasulullah-sinema-iran-untuk-islam-damai https://asset.kompas.com/crops/xzrTZF67iNqsCEQYP5KMI-N6oKk=/64x0:849x523/195x98/data/photo/2022/04/18/625c5cb3427f8.jpg
Ir.

Soekarno merupakan salah satu pahlawan yang memiliki peran yang sangat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Perjuangannya bersama dengan pehlawan yang lainnya tidaklah mudah sampai bisa membuat Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Selain itu Ir. Soekarno juga menjadi presiden pertama Indonesia didampingi oleh Moh. Hatta sebagai wakil presiden. Berikut adalah sejarah perjuangan Ir. Soekarno dan perannya dalam kemerdekaan Indonesia. Dikutip dari buku Mengenal Pahlawan Indonesia, Arya Ajisaka, dan Anna Maria Fitrawati (2008: 91) Soekarno adalah bapak bangsa yang sering disebut dengan putra Sang Fajar.

Soekarno adalah anak dari Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Nyoman Rai. Soekarno memperoleh gelar insinyur dari TechnischeHogeSchoool (THS) Bandung yang sekarang berubah menjadi Institut Teknologi Bandung atau ITB. Sejak muda Soekarno sudah sering bertukar pikiran dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Haji Oemar Said (H.O.S) Cokroaminoto, Agus Salim, Ki Hajar Dewantara, dan Ahmad Hasan.

Pembelaannya itu membuat Belanda semakin marah sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, beliau bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya.

Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan diasingkan ke Ende, Flores, pada tahun 1933. Empat tahun kemudian ia dipindahkan ke Bengkulu.




2022 charcuterie-iller.com