Apa hukum pacaran di bulan ramadhan

Zina jelas terlarang dalam Islam, sebagaimana firman Allah, "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji; dan suatu jalan yang buruk." (Q.S Al Isra": 32) Hukum Pacaran dalam Islam Ilustrasi pasangan kekasih (Unsplash/@pabloheimplatz) Istilah 'pacaran' sendiri sejatinya tidak ada dalam Islam.

Ya, Islam tidak pernah mengajarkan pacaran dan tidak ada landasan pacaran Islami dalam syariat. Namun terlepas dari itu, tidak berlebihan pula jika dikatakan bahwa pacaran termasuk mendekati perbuatan zina.

Hal itu karena pacaran identik dengan dua orang (lawan jenis) yang menjalin hubungan kasih tanpa ikatan pernikahan yang sah secara agama maupun hukum negara. "Sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya." (HR.

Al-Bukhari 6243) Menurut Syarh Shahih Al-Bukhari, 9/23, Ibn Bathal menjelaskan maksud dari masing-masing zina itu sendiri. "Zina mata, yaitu melihat yang tidak berhak dilihat lebih dari pandangan pertama dalam rangka bernikmat-nikmat dan dengan syahwat; demikian juga zina lisan adalah berlezat-lezat dalam perkataan yang tidak halal untuk diucapkan; zina nafsu (zina apa hukum pacaran di bulan ramadhan adalah berkeinginan dan berangan-angan.

Semua ini disebut zina karena merupakan hal-hal yang mengantarkan pada zina dengan kemaluan." Meski sudah dikatakan bahwa pacaran termasuk apa hukum pacaran di bulan ramadhan mendekati zina, tetap saja banyak orang yang berpacaran, sekali pun di bulan Ramadan.

"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya." (HR. Bukhari no. 5233) Hukum Orang Berpacaran saat Puasa Ramadan Ilustrasi pasangan sedang berpacaran (Unsplash/@cblack09) Lantas, bagaimanakah hukum pacaran di bulan puasa Ramadan?

Apakah puasa orang tersebut dikatakan sah dan mendapat pahala, atau justru tidak? Dalam beberapa pendapat, pacaran saat puasa Ramadan tidak menghasilkan pahala sebagaimana ibadah puasa orang lain pada umumnya. Itu disebabkan orang tersebut berpuasa namun masih rajin berbuat maksiat. Ibadah puasa yang ia lakukan pun tidak ada keistimewaannya. "Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga." (HR.

Ahmad 8856, Ibn Hibban 3481, Ibnu Khuzaimah 1997 dan sanadnya dishahihkan Al-A’zami). Perbuatan maksiat dapat menghapus amal saleh yang pernah dikerjakan seorang Muslim, tidak terkecuali puasa Ramadan yang sedang dijalani. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan." (HR.

Bukhari no. 1903) Terkait orang yang pacaran di bulan puasa Ramadhan, Allah juga tidak akan menerima amalan ibadahnya.

Al-Baydhowi apa hukum pacaran di bulan ramadhan juga mengatakan: "Ibadah puasa bukanlah hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja. Bahkan seseorang yang menjalankan puasa hendaklah mengekang berbagai syahwat dan mengajak jiwa pada kebaikan.

Jika tidak demikian, sungguh Allah tidak akan melihat amalannya, dalam artian tidak akan menerimanya." (Fathul Bari, 4/117). Sebagai catatan, ibadah puasa termasuk puasa Ramadan tidak hanya urusan menahan lapar dan haus, tapi juga menahan hawa nafsu dari zina. Mulai dari zina mata, zina telinga, zina lisan, zina tangan, zina kaki, serta zina hati. Maka dari itu, hendaknya sebagai umat Muslim untuk menghindari tindakan yang mendekati zina. Kemudian, berusahalah menjaga rasa cinta kepada Allah SWT.

Karena, sebaik-baiknya cinta adalah cinta kepada-Nya. Adapun langkah baik untuk menghindari zina mata dan zina hati dari perbuatan pacaran bulan Ramadan adalah menyegerakan halal (menikah). "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan, Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena pusat dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)." (HR.

Bukhari) Artikel Menarik Lainnya: • 7 Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadan, Menurut Alquran dan Hadits • 6 Syarat Sah Puasa Ramadan Berdasarkan Hukum Islam • Ketahui 6 Hal yang Membatalkan Puasa, Apa Saja?

• 10 Amalan Ibadah Sunnah di Bulan Ramadan, Menambah Pahala #KAMUHARUSTAU • 1 Ini Nih, Harga 4 Plan Nonton Netflix Pakai Pulsa dari Telkomsel! • 2 Raffi Ahmad Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa? • 3 Banjarmasin Terapkan PPKM Level 3 Akibat Ada Kasus Baru Covid-19 & Rendahnya Vaksinasi • 4 Luana Atik Lopes, Sosok di Balik Makin Tajamnya Bintang Muda Real Madrid • 5 Army Ngamuk Soal Album BTS Terbaru 'Proof', Benarkah Hanya Dirilis dalam Bentuk Fisik?

• 6 Peugeot Django Shadow Pas buat Bapak-bapak Milenial • 7 Bella Hadid Haram Jadi Brand Ambassador Perhiasan Mewah Dunia, Penyebabnya Tak Disangka!

• 8 12 Tempat Wisata Dieng Wonosobo Terbaik dan Terbaru 2022 VIRAL SEPEKAN • 1 Hepatitis Akut Mengintai Anak-Anak, Berikut Cara Mencegahnya • 2 Deddy Corbuzier Take Down Video Pasangan Gay: Gua Minta Maaf, tapi Salah Gua di Mana? • 3 Sudah Cerai tapi Masih Serumah dengan Ijonk, Dhena Devanka: Cerai Gak Cerai Sama Aja • 4 Potret Raul Lemos Gendong Baby Ameena di Singapura Jadi Sorotan: Kok Jadi Anak Pak Raul?

• 5 Lahiran Anak Kedua, Jessica Iskandar Tuai Pujian: Hebat Artis Mau Lahiran Normal • 6 Abramovich Minta Uang Rp29 Triliun Dibalikin, Chelsea Terancam Dicoret dari Liga Inggris • 7 Bukan Hanya Kepanasan, Penumpang Pesawat Lion Air juga Ketakutan: Dindingnya Rusak • 8 Deddy Corbuzier Hapus Video Gay, Ragil Mahardika Buka Suara • 9 Waduh!

Hepatitis Misterius Disebut Muncul karena Efek Vaksin COVID-19, Ini Kata Satgas IDI • 10 Viral, Lagi Asyik Berenang Celana Wisatawan Malah Kemasukan Ular, Sikap Tenangnya Dipuji VIRAL SEPEKAN • 1 Hepatitis Akut Mengintai Anak-Anak, Berikut Cara Mencegahnya • 2 Deddy Corbuzier Take Down Video Pasangan Gay: Gua Minta Maaf, tapi Salah Gua di Mana? • 3 Sudah Cerai tapi Masih Serumah dengan Ijonk, Dhena Devanka: Cerai Gak Cerai Sama Aja • 4 Potret Raul Lemos Gendong Baby Ameena di Singapura Jadi Sorotan: Kok Jadi Anak Pak Raul?

• 5 Lahiran Anak Kedua, Jessica Iskandar Tuai Pujian: Hebat Artis Mau Lahiran Normal • 6 Abramovich Minta Uang Rp29 Triliun Dibalikin, Chelsea Terancam Dicoret dari Liga Inggris • 7 Bukan Hanya Kepanasan, Penumpang Pesawat Lion Air juga Ketakutan: Dindingnya Rusak • 8 Apa hukum pacaran di bulan ramadhan Corbuzier Hapus Video Gay, Ragil Mahardika Buka Suara • 9 Waduh! Hepatitis Misterius Disebut Muncul karena Efek Vaksin COVID-19, Ini Kata Satgas IDI • 10 Viral, Lagi Asyik Berenang Celana Wisatawan Malah Kemasukan Ular, Sikap Tenangnya Dipuji Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia.

Bulan yang penuh keberkahan dan setiap amala kebaikan akan diperlipat gandakan. Dalam bulan suci ini, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, selain menahan lapar dan haus juga diwajibkan untuk menahan hawa nafsu. Namun, bagaimana jadinya jika dibulan yang suci ini ada yang berpacaran? Beberapa orang menggapnya adalah suatu hal yang wajar.

Akan tetapi bagimana hukum pacaran saat puasa menurut islam? Seperti yang sudah Kamu pelajari di sekolah atau madrasah, ketika puasa Kita diwajibkan menahan hawa nafsu. Bagi suami-istri saja tidak boleh melakukan sesuatu yang mengundang syahwat apalagi pasangan muda mudi yang berpacaran.

Hukum pacaran saat puasa jelas sekali haram, tidak diperbolehkan. Bahkan dapat mengurangi atau membatalkan puasa yang sedang Kamu jalani. Sungguh merugi sekali orang yang berpacaran saat puasa.

Padahal hukum pacaran dalam islam saja sudah jelas tidak diperbolehkan, apalagi hukum berpacaran saat puasa. Sebenarnya dalam al-Quran dan hadis yang disebutkan bukan pacaran tetapi menyebut dilarangnya zina dan segala sesuatu yang mendekati zina. Mungkin Kamu bertanya-tanya, apakah pacaran termasuk zina?

Pada dasarnya pacaran bukanlah zina, pacaran suatu hal yang merujuk pada perbuatan zina. Lalu, bagaimana dengan pacaran yang tidak melakukan hal-hal tersebut?

Yang namanya pacaran, diawal pasti hanya ngobrol, berduaan. Tetapi lama-lama juga akan berpegangan tangan, berpelukan, ciuman, galau dan seterusnya.

Jadi sama saja bukan? Alangkah baiknya Kamu menghindari perbuatan tersebut, terutama di bulan suci ramadhan. Agar puasamu tidak rusak karenanya dan pahala puasa yang seharusnya kamu dapatkan tidak hilang sia-sia. Mala ‘Ali Al-Qori berkata: “ Ketika berpuasa begitu keras larangan untuk bermaksiat.

Orang yang berpuasa namun melakukan maksiat sama halnya dengan orang yang berhaji lalu bermaksiat, yaitu pahala pokoknya tidak batal, hanya kesempurnaan pahala yang tidak Ia peroleh.

Orang yang berpuasa namun bermaksiat akan mendapatkan ganjaran puasa sekaligus dosa karena maksiat yang Ia lakukan.” (Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, 6/308) • Ide Sederhana yang Ngalahin Kata Kata Romantis buat Pacar yang Jauh • Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang Wajib Kamu Lakukan • Tips Pacaran Jarak Jauh Biar nggak Cepat Bosan • Ciri Ciri Orang Jatuh Cinta Tapi Gengsi yang Harus Kamu Tahu • Cara Move On dari Mantan Tanpa Takut Gagal • Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda Dilihat dari Segi Sosial • Ide Kado Ulang Tahun untuk Ibu yang Berkesan • Dampak Negatif Pergaulan Bebas yang Harus Kamu Tahu Sebelum Mencicipi Awalnya Secondary Sidebar Terbaru • Cara Ampuh Untuk Menolak Teman yang Memaksa Pinjam Uang • Kiat Sukses PDKT Lewat Chat • Ketahui 5 topik menarik saat PDKT • Sekilas tentang Cerpen Persahabatan • Rekomendasi Olahraga di Rumah untuk Pemula • PDKT Lewat Chat Tetap Seru Dengan Cara Ini • Kata-Kata Ir.

Soekarno yang Inspiratif • Perebutan Kekuasaan Antar Keluarga Yang Meruntuhkan Masa Kejayaan Kerajaan Banjar
Selain itu, pacaran juga dianggap maksiat karena termasuk perbuatan zina yang tak dapat dihindari.

“Setiap apa hukum pacaran di bulan ramadhan Adam telah ditakdirkan mendapat bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa dielakkan. Dilansir dari berbagai sumber, mengirim pesan teks kepada pacar juga termasuk ke dalam bentuk khalwat (campur baur dengan lawan jenis). Namun mengingat pacaran dianggap sebagai perbuatan maksiat, ada kemungkinan ibadah puasa tidak diterima Allah SWT. Bahkan seseorang yang menjalankan puasa hendaklah mengekang berbagai syahwat dan mengajak jiwa pada kebaikan.

Semoga penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan, apakah berpacaran saat bulan Ramadan membatalkan puasa atau tidak. Puasa Tapi Pacaran? Simak Ini Hukumnya Berikut penjelasan Ustadz Mahbub Maafi, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, mengenai berpacaran di bulan Ramadan yang dikupas dalam tanya jawab dengan Antara:.

Menurut Imam Apa hukum pacaran di bulan ramadhan dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab bahwa yang dimaksud dengan makruh oleh Imam Abu Ishaq asy-Syirazi dalam konteks ini adalah makruh tahrim yang statusnya itu sama dengan haram.

Hal ini apabila si laki-laki tersebut berduaan dengan seorang perempuan ajnabiyyah atau bukan mahramnya.” (Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu` Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz IV, h. 173). Dari sini dapat dipahami berduaan saja dengan lawan jenis yang bukan mahramnya bahkan sampai shalat berduaan dengannya saja pun itu diharamkan apalagi sampai berpandangan dengan mesra dan bergandengan tangan.

Lain ceritanya apabila dalam memandang kemudian menimbulkan syahwat sampai mengeluarkan air mani maka akan membatalkan puasa. Dalam kasus ini, menurut Syaikh Nawawi Banten, sepanjang hal itu menjadi kebiasaannya. 5 Tips Pacaran Saat Puasa Agar Pahalamu Nggak Berkurang!

Jika kamu dan pasangan berniat serius menjalani hubungan ini, coba untuk mengalihkan niat dari pacaran menjadi taaruf. Sebab dari bertatap mata, dapat jatuh ke hati, dan boleh jadi membangunkan nafsu, salah satu yang harus ditahan selama berpuasa.

Karena itu, usahakan untuk mengurangi intensitas bertemu dengan pasangan di bulan puasa ini.

Kamu cukup mengurangi komunikasi seperti video call dengan pasangan, sehingga kalian berdua tetap menjaga pandangan. Adanya kehadiran salah satu anggota keluarga dalam pertemuan itu dapat mengurangi kesempatan tersebut. Pacaran Saat Berpuasa?

Simak, Begini Lho Hukumnya Bisnis.com, JAKARTA – Bagi muda-mudi atau pasangan perempuan dan laki-laki yang sedang kasmaran, berduaan memadu kasih memang menyenangkan. Begini penjelasan Ustadz Mahbub Maafi, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, mengenai berpacaran saat Ramadan dalam tanya jawab dengan Antara:.

Bahkan, menurut Imam Abu Ishaq asy-Syirazi, salat berdua dengan yang bukan mahram pun dimakruhkan. Menurut Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab bahwa yang dimaksud dengan makruh oleh Imam Abu Ishaq asy-Syirazi dalam konteks ini adalah makruh tahrim yang statusnya sama dengan haram.

Hal ini apabila si laki-laki tersebut berduaan dengan seorang perempuan ajnabiyyah atau bukan mahramnya.” (Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu` Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz IV, h.

173). Dari sini dapat dipahami berduaan saja dengan lawan jenis yang bukan mahramnya bahkan sampai salat berduaan dengannya saja pun diharamkan, apalagi apa hukum pacaran di bulan ramadhan berpandangan dengan mesra dan bergandengan tangan. Namun, dapat berujung puasanya tidak diterima di sisi Allah karena dia melakukan apa yang telah diharamkan. Lain halnya jika dalam memandang kemudian menimbulkan syahwat sampai mengeluarkan air mani, itu membatalkan puasa, karena salah satu hal yang dapat membatalakan puasa adalah keluarnya mani.

Dalam kasus ini, menurut Syaikh Nawawi Banten, seseorang yang secara kebiasaannya bila memandang lawan jenisnya menjadi terangsang lalu keluar air mani, puasanya batal. Demikian juga puasanya menjadi batal jika seseorang memandang apa hukum pacaran di bulan ramadhan jenisnya kemudian merasa akan keluar mani, tetapi dia tetap memandang sampai keluar maninya. Apakah Pacaran di Bulan Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa Di Indonesia, puasa akan dimulai pada hari Selasa, 13 April 2021.

Jika anda ketik di Google, tentu ada yang mengatakan pacaran bisa membatalkan puasa dan ada juga yang mengatakan tidak tetapi hanya mengurangi pahala. Apakah pacaran di bulan Ramadhan bisa membatalkan ibadah puasa kita?

Baca Juga: Ketahuan Berpose Telanjang di Balkon Apartemen, Sekelompok Wanita Ditangkap Polisi Dubai. Baca Juga: Antisipasi Serangan China, Taiwan Nyatakan Siap Tabuh Genderang Perang jika Diperlukan. Menurut pendakwah Ustaz Khalid Basalamah, saat berpuasa, terdapat larangan-larangan yang berkaitan dengan pacaran. Hukum Pacaran di Bulan Ramadhan, Apakah Batal Puasanya GALAJABAR – Bulan Ramadhan kini telah tiba, umat muslim tentunya berlomba-lomba mendapatkan pahala dari puasa.

Tak berbeda jauh dengan ta'aruf, pacaran juga bisa disebut proses pendekatan antara laki-laki dan perempuan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Baca Juga: Hari Pertama Berpuasa, Arya Saloka dan Putri Anne Ternyata Sahur Makan Roti. Namun melihat fenomena anak muda masa kini sepertinya pacaran sudah menjadi istilah yang melekat. Dikutip Galajabar dari Antara, begini penjelasan Ustadz Mahbub, Wakil Sekretaris Bahtsul Masail (LBM) PBNU mengenai berpacaran saat puasa.

Pertama-tama harus dipahami bahwa pacaran artinya tengah berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, jelas hal ini diharamkan. Adapun dalil mengenai hal itu adalah hadist berikut ini:.

Baca Juga: Intip Pesona Yoriko Angeline, Pemeran Susan dalam Ustad Milenial. 7 Tips Tetap Bisa Pacaran Saat Bulan Ramadhan yang Bisa Kamu Banyak orang bilang kalau saat bulan puasa itu kita nggak diperbolehkan untuk pacaran dan menghabiskan waktu hanya berduaan saja.

Well, maksud pacaran dalam hal ini adalah melakukan hal-hal yang nggak sesuai dengan ajaran agama dan bisa merugikan banyak orang.

Apalagi di bulan suci Ramadhan umat muslim diwajibkan untuk berpuasa dan menahan hawa nafsu mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari. Tapi tenang, kamu tetap bisa kok menjalankan ibadah puasa sambil pacaran dengan mencoba beberapa tipsnya berikut ini.

Kalau chat saja dirasa masih kurang, kamu bisa menggunakan apa hukum pacaran di bulan ramadhan video call untuk berkomunikasi tatap muka meski nggak secara langsung. Setelah buka puasa bersama pasangan, kamu juga bisa meneruskan kegiatanmu dengan si dia, mulai dari jalan-jalan ke mall, nonton film, atau sekedar duduk santai sambil ngobrol di rumah dengannya. Alternatif lain agar kamu tetap bisa menghabiskan waktu berdua pasangan di bulan puasa adalah dengan solat tarawih bersama.

Coba deh atur dengan si dia masjid mana saja yang ingin kamu datangi setelah buka puasa. Sebagai gantinya, kamu bisa melakukan hal menarik lainnya seperti ngobrol atau main games sembari menunggu waktunya berbuka puasa.

7 Hal yang Mesti Kamu Tahan Bersama Pacar di Bulan Puasa. Pasti 4. Pelukan pas sahur on the road. wartakota.tribunnews.com. Selain jalan-jalan sore, biasanya orang banyak yang melakukan saur on the road. Nah, meski belum masuk jam puasa, pelukan saat saur on the road juga mampu menimbulkan fitnah.

Jangan campur adukkan kegiatan positif dengan hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah.

• TAGS: • penjelasannya • adalah • pacaran • puasa • yang • dengan • islam • dalam • ini • tidak • di • dan • ramadan • batalkan • zina • bulan • juga • hukumnya • maka • itu • tapi • mani • keluar • hal • simak • pahala • berkurang • dapat • mengurangi • agar • kamu • pahalamu • pasangan • saat • tips • nggak • karena • simak • perempuan • begini • lho • berpuasa • apakah • juga • boleh • gak • membatalkan • ramadhan • bisa • batal • taaruf • kini • puasanya • hukum • bisa • si • tetap • apa hukum pacaran di bulan ramadhan • coba • di • pacar • mesti • pelukan • sore • pasti • sahur • saur • menimbulkan • roadwartakotatribunnewscomselain • tahan • road • fitnah Umat muslim tak sabar menantikan kedatangan bulan yang mulia nan penuh berkah yakni Ramadan.

Namun, jangan sampai lupa untuk membaca doa di akhir Sya'ban saat memasukki awal Apa hukum pacaran di bulan ramadhan. Allahumma ahillahu 'alainaa bilyumni wal iimaan wassalamatii wal islam hilala khoirin wa rusydin, robbi wa robbukallah Artinya: “Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman.

Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi) Tentu saja dengan mengawali Ramadan dengan doa, niscaya akan Allah berikan kekuatan hingga akhir Ramadan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Apa hukum pacaran saat bulan Puasa Ramadhan menurut hukum Islam bisa disimak dalam artikel berikut ini.

Salah satu pertanyaan yang senantiasa mengemuka menjelang bulan puasa Ramadhan adalah terkait dengan pacaran. Saat ini, bulan suci Ramadhan 1443 H sudah tinggal menghitung hari. Pemerintah akan segera menggelar sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1443 H pada 1 April 2022 mendatang. Sementara, PP Muhammadiyah berdasarkan hisab telah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1443 H tepat pada 2 April 2022. • Hakikat Puasa Ramadhan Dalam Hukum Islam dan Segala Hal yang Membatalkannya Bulan puasa Ramadhan bukan hanya sekadar menahan haus dan lapar.

Namun, umat Islam juga harus dapat mengalahkan hawa nafsunya termasuk dalam hubungan dengan lawan jenis. Lalu sebenarnya bagaimana hukum pacaran saat puasa? Dikutip TribunJakarta.com di artikel yang berjudul Hukum Pacaran di Bulan Suci Ramadan, Apakah Membatalkan Puasa? Kaum Bucin Wajib Tahu!
Selain memang kewajiban, hal yang sudah dilarang oleh Allah pasti akan ada alasan yang membawa syafaat bagi diri kita sendiri atau orang lain.

Apalagi di bulan puasa ini kita diwajibkan untuk menahan hawa nafsu. Hawa nafsu disini selain menahan emosi, juga harus menahan dorongan seksual yang ada pada tiap manusia yang sudah baligh dan menikah. Bagi muda-mudi atau pasangan perempuan dan laki-laki yang sedang kasmaran, berduaan memadu kasih memang menyenangkan. Namun, bagaimana kalau itu dilakukan saat sedang puasa Ramadan?

Islam sendiri sebenarnya tidak mengenal istilah pacaran. Justru perbuatan tersebut dilarang oleh Allah SWT karena belum dihalalkan nya pasangan tersebut membuat banyak kemudharatan yang nantinya dikhawatirkan akan terjadi. Pacaran adalah hubungan antara laki-laki dengan perempuan yang berada di luar hubungan pernikahan. Perilaku ini merupakan perbuatan zina, karena berpergian hanya berdua tanpa mahrom. Hal yang sudah pasti diharamkan dalam Islam. Ada dalil mengenai hal tersebut, yaitu : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berkhalwat (berduaan) dengan perempuan yang bukan mahram karena yang ketiga di antara mereka adalah setan,” (HR Ahmad).

Hadits ini menunjukkan seorang laki-laki yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir dilarang berduaan dengan perempuan yang bukan mahramnya.

Bahkan, menurut Imam Abu Ishaq asy-Syirazi, salat berdua dengan yang bukan mahram pun dimakruhkan. Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut ini: “Dimakruhkan seorang laki-laki shalat dengan seorang perempuan ajnabiyyah karena didasarkan pada sabda Nabi SAW, ‘Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan perempuan karena yang ketiga di antara mereka adalah setan.” (Abu Ishaq asy-Syirazi, al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, I, h.

98). Menurut Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab bahwa yang dimaksud dengan makruh oleh Imam Abu Ishaq asy-Syirazi dalam konteks ini adalah makruh tahrim yang statusnya sama dengan haram.

“Yang dimaksud makruh (dalam pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas) adalah makruh tahrim. Hal ini apabila si laki-laki tersebut berduaan dengan seorang perempuan ajnabiyyah atau bukan mahramnya.” (Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu` Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz IV, h. 173). Dari sini dapat dipahami berduaan saja dengan lawan jenis yang bukan mahramnya bahkan sampai salat berduaan dengannya saja pun diharamkan, apalagi sampai berpandangan dengan mesra dan bergandengan tangan.

Sebenarnya dalam islam istilah yang ada adalah ta’aruf, namun seiring perkembangan waktu dan zaman, istilah tersebut di arahkan ke arah yang tidak benar yaitu pacaran. Ta’aruf sendiri mempunyai arti saling berkenalan, namun didampingi dan dikawal dengan mahramnya.

Karena memang sesungguhnya diantara laki-laki dan perempuan tidak boleh berduaan dalam suatu tempat. Maka dari itu ta’aruf dilakukan didampingi dengan mahram dari masing-masing kedua pihak calon pengantin. Ta’aruf digunakan untuk saling mengetahui profil dari masing-masing calon pengantin. Setelah dirasa menemukan kecocokan, akan dilanjutkan ke tahapan khitbah. Baru setelah khitbah akan dilangsungkan pernikahan. Namun zaman sekarang ta’aruf sendiri disalah artikan menjadi proses pengenalan yang lebih bebas, membebaskan hawa nafsu, dan menjadikan proses yang awalnya apa hukum pacaran di bulan ramadhan dengan syariat jadi melenceng dari petunjuk agama.

Pacaran di bulan apapun haram hukumnya, apalagi dilakukan di bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Tentu saja dosanya jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Namun jika berkaitan dengan puasa Ramadhan yang dilakukannya, statusnya adalah puasanya tidak sah.

Dan hal tersebut sangat merugikan, mengingat betapa kita menahan makan dan minum sehari penuh dan puasa kita tidak sah hukumnya. Larangan untuk berduaan dengan pasangan yang belum halal ini, terdapat dalam sebuah hadist: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berkhalwat (berduaan) dengan perempuan yang bukan mahram karena yang ketiga di antara mereka adalah setan,” (HR Ahmad). Selain itu, pacaran juga dianggap maksiat karena termasuk perbuatan zina yang tak dapat dihindari.

Dari Abu Hurairah, Rasullullah bersabda: كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan mendapat bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa dielakkan. Zina kedua mata adalah dengan melihat.

Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925) Karena telah mengetahui hal tersebut diharamkan dalam agama Islam alangkah lebih baik jika kita menjauhi hal tersebut agar selalu berada di dalam perlindungan-Nya.

Wallahu a’lam

HUKUM PACARAN DI BULAN RAMADHAN




2022 charcuterie-iller.com