Ai xiang sui

In order to fulfill the basic functions of our service, the user hereby agrees to allow Xiaomi to collect, process and use personal information which shall include but not be limited to written threads, pictures, comments, replies in the Xiaomi Community, and relevant data types listed in Xiaomi's Private Policy.

By selecting "Agree", you agree to Xiaomi's Private Policy and Content Policy. Halo gaes, balik lagi bareng Mahardika nih. Tentu saja saya datang untuk membahas musik dong. Kangen gak nih?

Haha. Kamu pasti sering banget kan denger lagu yang nadanya mirip-mirip dengan lagu lain gitu? Ya itu wajar-wajar saja, karena untuk membuat sebuah lagu itu setidaknya ada tiga lagu lain buat dijadiin referensi si penulis dan kemungkinan besar hanya kebetulan nadanya mirip.

Nah, tapi gimana dengan lagu ini yang nadanya sama persis dengan lagu lain? Bukan cuma ai xiang sui lagu yang sama loh, namun 3 ai xiang sui yang plek ketiplek tetapi dengan lirik yang berbeda.

Apa aja sih 3 lagu yang dimaksud? Coba kita dengerin 2 dulu deh. Keduanya adalah lagu dari Indonesia dan tentunya berbahasa Indonesia. Kalo dilihat dari waktu rilisnya, lagu Bawa Dia Kembali miliknya Mahalini lebih dulu ada dibanding Separuhku yang dibawakan oleh Nano.

Bawa Dia Kembali dirilis pada bulan Februari 2015, sedangkan Separuhku rilis pada bulan Oktober 2018. Kalau sudah begitu apakah Nano sengaja menjiplak? Ataukah cuma kebetulan mirip dengan lagunya Mahalini?

Tunggu dulu. Biar kamu tambah bingung lagi, yuk kita dengerin lagu yang berikutnya, haha. Nah lo, yang ini gimana dong? Lagu berbahasa Mandarin berjudul Ai Xiang Sui yang dinyanyikan oleh Emil Zhou ini dirilis jauh lebih dulu daripada dua lagu berbahasa Indonesia di atas, lebih tepatnya pada tahun 1998.

Sekarang coba kita lihat perbedaannya. Karena Ai Xiang Sui adalah lagu yang dirilis paling lama di antara ketiga lagu tersebut, maka lagu ini yang akan saya jadikan pusat pembandingnya. Yang pertama, Bawa Dia Kembali memiliki kemiripan nada yang sama ai xiang sui di bagian Refrain sedangkan bagian verse-nya sedikit berbeda. Untuk urutan pada lagu ini yaitu terdapat 1 verse serta mengulang refrain sebanyak 3 kali. Berbeda dengan Ai Xiang Sui terdapat 2 verse dan pengulangan refrain hanya 2 kali, overtune di bagian akhir.

Selanjutnya, Separuhku dan Ai Xiang Sui memiliki nada yang mirip-semiripnya. Mulai dari verse hingga refrain. Urutan lagunya pun sama, terdapat 2 verse dan pengulangan refrain sebanyak 2 kali. Bedanya, bagian antara pengulangan refrain pertama dengan yang kedua di dalam lagu Separuhku ini disisipkan bridge.

Sedangkan Ai Xiang Sui tidak diimbuhi bridge namun langsung masuk overtune di refrain akhir.

Nah, itulah ulasan versi saya sendiri tentang 3 lagu yang mempunyai kemiripan. Lalu gimana kesimpulannya? Apakah kedua lagu berbahasa Indonesia di atas menjiplak lagu Ai Xiang Sui yang rilis pada tahun 1998 itu?

Ataukah hanya kebetulan? Kalau kebetulan, kenapa lagu-lagu di atas bisa memiliki nada yang sama persis? Saya sendiri tidak bisa menyimpulkan apakah kedua lagu berbahasa Indonesia ini menjiplak ataukah hanya kebetulan. Sampai saat ini pun tidak ada keterangan pasti dari penciptanya. Terlepas dari semua itu, lagu-lagu di atas memang enak didengarkan dan mudah diingat. Dan perlu diingat lagi, untuk menciptakan sebuah lagu memanglah membutuhkan lagu lain untuk referensi nada dan lirik.

Biasanya lagu yang disukai penulisnya. Kalau menurut kamu gimana nih?

Tulis di kolom komentar ya. Mahardika pamit, bye. Article Description Halo gaes, balik lagi bareng Mahardika nih.Tentu saja saya datang untuk membahas musik dong. Kangen gak nih? Haha.Kamu pasti sering banget kan denger lagu yang nadanya mirip-mirip dengan lagu lain gitu? Ya itu wajar-wajar saja, karena untuk membuat sebuah lagu itu setidaknya ada tiga lagu lain buat dijadiin referensi si penulis dan kemungkinan besar hanya kebetulan nadanya mirip.Nah, tapi gimana ai xiang sui lagu ini yang nadanya sama persis dengan lagu lain?

Bukan cuma dua lagu yang sama loh, namun 3 lagu yang plek ketiplek tetapi dengan lirik yang berbeda.Apa aja sih 3 lagu yang dimaksud? Coba kita dengerin 2 dulu deh.Mahalini - Bawa Dia KembaliNano - SeparuhkuKeduanya adalah lagu dari Indonesia dan tentunya berbahasa Indonesia. Kalo dilihat dari waktu rilisnya, lagu Bawa Dia Kembali miliknya Mahalini lebih dulu ada dibanding Separuhku yang dibawakan oleh Nano.

Bawa Dia Kembali dirilis pada bulan Februari 2015, sedangkan Separuhku rilis pada bulan Oktober 2018.Kalau sudah begitu apakah Nano sengaja menjiplak? Ataukah cuma kebetulan mirip dengan lagunya Mahalini?Tunggu dulu.

Biar kamu tambah bingung lagi, yuk kita dengerin lagu yang berikutnya, haha.Emil Zhou - Ai Xiang SuiNah lo, yang ini gimana dong?Lagu berbahasa Mandarin berjudul Ai Xiang Sui yang dinyanyikan oleh Emil Zhou ini dirilis jauh lebih dulu daripada dua lagu berbahasa Indonesia di atas, lebih tepatnya pada tahun 1998.Sekarang coba kita lihat ai xiang sui. Karena Ai Xiang Sui adalah lagu yang dirilis paling lama di antara ketiga lagu tersebut, maka lagu ini yang akan saya jadikan pusat pembandingnya.Yang pertama, Bawa Dia Kembali memiliki kemiripan nada yang sama persis di bagian Refrain sedangkan bagian verse-nya sedikit berbeda.Untuk urutan pada lagu ini yaitu terdapat 1 verse serta mengulang refrain sebanyak 3 kali.Berbeda dengan Ai Xiang Sui terdapat 2 verse dan pengulangan refrain hanya 2 kali, overtune di bagian akhir.Selanjutnya, Separuhku dan Ai Xiang Sui memiliki nada yang mirip-semiripnya.

Mulai dari verse hingga refrain.Urutan lagunya pun sama, terdapat 2 verse dan pengulangan refrain sebanyak 2 kali. Bedanya, bagian antara pengulangan refrain pertama dengan yang kedua di dalam lagu Separuhku ini disisipkan bridge.Sedangkan Ai Xiang Sui tidak diimbuhi bridge namun langsung masuk overtune di refrain akhir.Nah, itulah ulasan versi saya sendiri tentang 3 lagu yang mempunyai kemiripan.Lalu gimana kesimpulannya?

Apakah kedua lagu berbahasa Indonesia di atas menjiplak lagu Ai Xiang Sui yang rilis pada tahun 1998 itu? Ataukah hanya kebetulan? Kalau kebetulan, kenapa lagu-lagu di atas bisa memiliki nada yang sama persis?Saya sendiri tidak bisa menyimpulkan apakah kedua lagu berbahasa Indonesia ini menjiplak ataukah hanya kebetulan. Sampai saat ini pun tidak ada keterangan pasti dari penciptanya.Terlepas dari semua itu, lagu-lagu di atas memang enak didengarkan dan mudah diingat.

Dan perlu diingat lagi, untuk menciptakan sebuah lagu memanglah membutuhkan lagu lain untuk referensi nada dan lirik. Biasanya lagu yang disukai penulisnya.Kalau menurut kamu gimana nih? Tulis di kolom komentar ya.Mahardika pamit, bye. Web icon An illustration of a computer application window Wayback Machine Texts icon An illustration of an open book. Books Video icon An illustration of two cells of a film strip.

Video Audio icon An illustration of an audio speaker. Audio Software icon An illustration of a 3.5" floppy disk. Software Images icon An illustration of two photographs. Images Donate icon An illustration of a heart shape Donate Ellipses icon An illustration of text ellipses. More Hamburger icon An icon used to represent a menu that can be toggled by interacting with this icon.




2022 charcuterie-iller.com