Obat winatin loratadine untuk penyakit apa

• Lelah. • Sakit kepala. • Gangguan siklus tidur (somnolensi). • Mulut kering. • Gangguan pencernaan. • Mual. • Peradangan pada dinding lambung ( gastritis). • Gejala alergi menyerupai ruam. • Kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri ( autoimun) ( alopesia).

• Reaksi alergi berat yang berujung pada kematian jika terlambat ditangani secara medis ( anafilaksis). • Fungsi hati abnormal.

• Meningkatnya kecepatan denyut jantung karena aktivitas listrik yang tidak semestinya pada bagian atas jantung (takiaritmia supraventikuler).

Loratadine adalah obat untuk meredakan gejala alergi, seperti obat winatin loratadine untuk penyakit apa, hidung meler, mata berair, ruam kulit yang terasa gatal, atau biduran. Pada orang yang alergi, paparan zat pemicu (alergen) akan meningkatkan produksi dan kerja histamin, sehingga muncul keluhan dan gejala alergi. Loratadin adalah obat antihistamin generasi kedua. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja histamin saat seseorang terpapar alergen. Dengan begitu gejala dan keluhan akibat reaksi alergi bisa mereda.

Namun, perlu diingat bahwa obat ini tidak bisa menyembuhkan alergi. Obat ini diketahui tidak melewati sawar darah atau lapisan otak, sehingga lebih jarang menyebabkan kantuk. Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter. Merek dagang loratadine: Alerhis, Allohex, Claritin, Cronitin, Inalergi, Inclarin, Loran, Lorahistin, Loratadine, Lorhis, Lotagen, Omellegar, Picadin Apa Itu Loratadine Golongan Obat resep Kategori Antihistamin Manfaat Meredakan gejala alergi Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun Loratadine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Loratadine dapat terserap ke dalam ASI.

Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Bentuk obat Tablet, kaplet, dan sirop Peringatan Sebelum Mengonsumsi Loratadine Loratadine perlu digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum mengonsumsi loratadine: • Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda alergi terhadap loratadine atau desloratadine. Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki.

• Beri tahu dokter jika Anda menderita gagal hati, gagal ginjal, epilepsi, atau porfiria. • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.

• Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen, atau produk herbal. • Beri tahu dokter jika Anda berencana untuk melakukan tes alergi, selama menjalani pengobatan dengan loratadin, karena obat ini dapat mempengaruhi hasil tes tersebut.

• Jangan mengonsumsi minuman beralkohol saat mengonsumsi loratadine, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek obat winatin loratadine untuk penyakit apa.

• Jangan melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan, termasuk mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi loratadine, karena pada beberapa orang, obat ini bisa menyebabkan kantuk. • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis, setelah mengonsumsi loratadine.

Dosis dan Aturan Pakai Loratadine Dosis loratadine akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan usia, kondisi, dan respons pasien terhadap pengobatan. Secara umum, berikut adalah rincian dosis loratadine untuk mengatasi alergi: • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 10 mg, 1 kali sehari atau 5 mg, 2 kali sehari. • Anak usia 2–12 tahun dengan berat badan >30 kg:10 mg, 1 kali sehari. • Anak usia 2–12 tahun dengan berat badan <30 kg: 5 mg, 1 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Loratadine dengan Benar Gunakan loratadine sesuai anjuran dokter dan baca keterangan pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa anjuran dokter. Loratadine merupakan obat alergi yang biasanya hanya digunakan dalam jangka pendek. Loratadine bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Sebisa mungkin konsumsi obat pada waktu yang sama tiap harinya. Loratadine dalam bentuk tablet atau kaplet sebaiknya ditelan dengan bantuan air, susu, atau jus. Jangan menggigit atau mengunyah loratadine bentuk tablet atau kaplet, telan obat dengan utuh. Untuk loratadine dalam bentuk sirop, Anda perlu mengocok botol kemasannya terlebih dahulu. Gunakan sendok takar atau alat ukur yang tersedia dalam kemasan agar dosisnya tepat.

Berhenti mengonsumsi loratadine dan lakukan pemeriksaan ke dokter jika biduran yang dialami tidak membaik dalam 3 hari pengobatan. Apabila lupa mengonsumsi loratadine, segera konsumsi begitu ingat. Jika jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Simpan loratadine di tempat bersuhu ruangan yang tidak lembap. Hindarkan obat dari jangkauan anak-anak. Interaksi Loratadine dengan Obat Lain Ada beberapa efek interaksi yang dapat terjadi jika loratadine digunakan bersama dengan obat lain, yaitu: • Peningkatan kadar loratadine di dalam darah jika digunakan dengan cimetidine, clarithromycin, erythromycin, atau fluconazole • Peningkatan efek everolimus atau tacrolimus • Penurunan efek terapi dari loratadine jika digunakan dengan obat barbiturat, carbamazepine, rifampicin, atau suplemen St John's Wort Efek Samping dan Bahaya Loratadine Pada beberapa orang, salah satu efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi loratadine adalah kantuk.

Selain itu, ada beberapa efek samping lain yang bisa terjadi, yaitu: • Sakit kepala • Rasa lelah • Sakit perut • Muntah • Rasa gugup • Mulut kering Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak membaik atau makin memburuk. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: • Jantung berdebar atau jantung berdetak dengan tidak beraturan ( aritmia) • Sakit kepala yang sangat berat • Rasa melayang seperti akan pingsan
Daftar Isi • Apa Nama Perusahaan Produsen Winatin?

• Apa Kandungan dan Komposisi Winatin? • Winatin Obat Apa? • Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Winatin? • Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Winatin? • Bagaimana Cara Pemberian Obat Winatin? • Apa saja Perhatian Penggunaan Winatin? • Pertanyaan yang Sering Diajukan • Apa Efek Samping Winatin? • Apa Saja Interaksi Obat Winatin? • Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Winatin Pada Wanita Hamil?

• Bagaimana Kemasan dan Sediaan Winatin? Apa Nama Perusahaan Produsen Winatin? Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya.

Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan obat winatin loratadine untuk penyakit apa yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.

Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya.

Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Winatin: Ifars Apa Kandungan dan Komposisi Winatin? Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien.

Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa.

Kandungan dan komposisi Winatin adalah: Loratadine. Sekilas Tentang Loratadine Pada Winatin Loratadine adalah obat yang digunakan untuk mengobati alergi, dan dipasarkan karena sifatnya yang tidak menimbulkan efek sedatif. Obat ini dipasarkan oleh Schering-Plough dengan beberapa nama dagang seperti Claritin, Claritine, Clarityn atau Clarityne tergantung pada pasar; oleh Lek sebagai Lomilan; oleh Sandoz sebagai Symphoral; oleh Ranbaxy sebagai Roletra; dan oleh Wyeth sebagai Alavert.

Ini juga tersedia sebagai generik. Dalam versi yang dipasarkan sebagai Claritin-D atau Clarinase, loratadine dikombinasikan dengan pseudoefedrin, suatu dekongestan; ini membuatnya agak berguna untuk pilek serta alergi, tetapi menambahkan potensi efek samping insomnia, gugup dan kecemasan.

Regulasi dan uji klinis Schering-Plough mengembangkan Loratadine sebagai bagian dari pencarian obat blockbuster, antihistamin nonsedatif.

Namun, pada saat Schering menyerahkan obat tersebut ke FDA untuk mendapatkan persetujuan, agensi tersebut telah menyetujui antihistamin nonsedatif pesaing, Seldane (terfenadine), dan oleh karena itu menempatkan Loratadine pada prioritas yang lebih rendah sebagai obat "saya juga".

Percobaan juga menimbulkan pertanyaan tentang apakah ada dosis di mana Loratadine secara bersamaan tidak menenangkan dan sangat efektif.

Meninjau uji coba secara acak, double-blind, Dr. Sherwin D. Straus dari FDA berpendapat pada satu titik bahwa "10 miligram tidak jauh berbeda dari plasebo secara klinis," dan alasan untuk membuat dosis begitu rendah adalah karena lebih tinggi, dosis yang lebih efektif, itu menjadi penenang.

Schering membantah bahwa "Inovasi Claritin dan dasar keberhasilannya tidak hanya karena ia bekerja, tetapi juga bahwa itu adalah antihistamin pertama yang memberikan bantuan efektif dari gejala alergi tanpa sedasi dan dengan profil keamanan yang sempurna." Loratadine akhirnya disetujui oleh FDA, dan pada tahun 2001, tahun terakhir patennya, ia menyumbang 28% dari total penjualan Schering.

Meskipun panel penasihat FDA memutuskan bahwa Loratadine cukup aman untuk dijual bebas, Schering menentang keputusan tersebut dengan alasan bahwa hal itu akan mengurangi harga yang dapat dikenakan untuk obat tersebut.

Obat tersebut terus tersedia hanya dengan resep di AS sampai patennya pada tahun 2002. Kemudian segera disetujui untuk penjualan bebas. Begitu obat itu menjadi obat bebas yang tidak dipatenkan, harganya turun drastis, dan perusahaan asuransi tidak lagi membayarnya.

Sebagai tanggapan, Schering meluncurkan kampanye iklan yang mahal untuk meyakinkan pengguna agar beralih ke Clarinex (Desloratadine), yang merupakan bentuk Loratadine yang dimetabolisme. Sebuah studi tahun 2003 yang membandingkan kedua obat menemukan bahwa "Tidak ada keuntungan klinis untuk mengalihkan pasien dari loratadine ke desloratadine.

Namun, itu mungkin menjadi pilihan bagi pasien yang asuransi kesehatannya tidak lagi mencakup loratadine jika pembayaran bersama lebih kecil dari biayanya. dari produk yang dijual bebas." Di AS dan Inggris, loratadine adalah satu-satunya obat dari kelasnya yang tersedia tanpa resep. Di Inggris, jumlah yang lebih besar hanya tersedia tanpa resep (ini adalah "P-Line" dan hanya dapat dijual di hadapan apoteker), sedangkan paket hingga dan termasuk 7 tablet tersedia "di luar rak" ( GSL).

(Desloratadine adalah obat bebas di Kanada, tetapi merupakan obat resep di AS) Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Loratadine diindikasikan untuk menghilangkan obat winatin loratadine untuk penyakit apa alergi seperti demam (rinitis alergi), urtikaria (gatal-gatal), dan alergi kulit lainnya.

Untuk rinitis alergi (hay fever), loratadine efektif untuk gejala hidung dan mata: bersin, pilek, mata gatal atau terbakar. Dosis Pengobatan melalui mulut (oral) Dewasa dan Anak di atas 6 tahun: 10 mg setiap hari Anak 2-5 tahun: 5 mg setiap hari Farmakologi Loratadine adalah antihistamin trisiklik, yang secara selektif memusuhi reseptor H1 histamin perifer.

Histamin bertanggung jawab untuk banyak fitur reaksi alergi. Loratadine memiliki efek jangka panjang dan biasanya tidak menyebabkan kantuk karena tidak mudah masuk ke sistem saraf pusat (lihat bagian Efek samping di bawah). Farmakokinetik Loratadin diberikan secara oral, diabsorbsi dengan baik dari saluran cerna, dan memiliki metabolisme lintas pertama yang cepat di hati.

Loratadine hampir sepenuhnya terikat pada protein plasma. Metabolitnya, desloratadine (descarboethoxyloratadine), juga aktif, tetapi mengikat protein plasma hanya secara moderat. Efek puncak Loratadine terjadi dalam 1-2 jam, obat winatin loratadine untuk penyakit apa waktu paruh biologisnya rata-rata 8 jam dengan waktu paruh metabolitnya adalah 28 jam.

Sekitar 40% diekskresikan sebagai metabolit terkonjugasi ke dalam urin, dan jumlah yang sama diekskresikan ke dalam feses. Jejak loratadine yang tidak dimetabolisme dapat ditemukan dalam urin. Efek samping Antihistamin non-sedasi Sebagai antihistamin non-sedasi, loratadine menyebabkan lebih sedikit sedasi dan psikomotor daripada antihistamin yang lebih tua karena menembus sawar darah otak hanya sedikit.

Meskipun kantuk jarang terjadi, namun pasien harus diberitahu bahwa hal itu dapat terjadi dan dapat mempengaruhi kinerja tugas-tugas terampil (misalnya mengemudi); alkohol berlebih harus dihindari. Efek samping yang paling umum Mengantuk, sakit kepala, gangguan psikomotor, dan efek antimuskarinik seperti retensi urin, mulut kering, penglihatan kabur, dan gangguan gastrointestinal adalah efek samping yang paling umum.

Efek samping lain yang lebih jarang Hipotensi, efek ekstrapiramidal, pusing, kebingungan, depresi, gangguan tidur, tremor, kejang, palpitasi, aritmia, reaksi hipersensitivitas (termasuk bronkospasme, angioedema, dan anafilaksis, ruam, dan reaksi fotosensitifitas), kelainan darah, disfungsi hati, dan sudut tertutup glaukoma adalah efek samping yang kurang umum. Perhatian dan kontraindikasi Loratadine harus digunakan dengan hati-hati pada penyakit hati dan pengurangan dosis mungkin diperlukan pada gangguan ginjal.

Perhatian mungkin diperlukan pada epilepsi. Anak-anak dan orang tua lebih rentan terhadap efek samping (lihat bagian Efek samping di atas). Loratadine adalah kategori L-2 (diklasifikasikan oleh American Academy of Pediatrics sebagai obat "Biasanya Kompatibel Obat winatin loratadine untuk penyakit apa Menyusui") dan kategori B pada kehamilan Sediaan Loratadine tersedia sebagai tablet, suspensi oral dan sirup, dan juga dalam kombinasi dengan pseudoefedrin. Juga tersedia tablet cepat larut, yang dipasarkan karena lebih cepat masuk ke sistem peredaran darah seseorang tetapi membutuhkan penanganan khusus agar tidak terdegradasi dalam kemasannya.

Winatin Obat Apa? Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Winatin? Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu.

Winatin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk: Gejala yang berhubungan dengan rinitis alergi: pilek, besin, gatal pada hidung, gatal & terbakar pada mata, urtikaria kronik, penyakit dermatologik alergi lain. Sekilas tentang alergi Alergi atau hipersensitivitas tipe I (1 dari 4) adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik.

Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik.

Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen. Simtomanya meliputi mata merah, obat winatin loratadine untuk penyakit apa, rhinorrhea, eksem, urticaria, atau serangan asma. Pada sebagian orang, alergi berat terhadap lingkungan, atau alergi makanan atau alergi obat-obatan atau reaksi terhadap sengatan dari tawon mungkin dapat membahayakan jiwa dengan timbulnya anafilaksis.

Tidak semua reaksi dari hipersensivitas adalah alergi. Reaksi alergi dapat diduga dan berlangsung cepat. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE. Maka pembengkakan terjadi dari bersifat tidak nyaman hingga membahayakan. Sekilas tentang obat antihistamin Antihistamin adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati rinitis alergi dan alergi lainnya.

Antihistamin dapat memberikan rasa lega ketika seseorang mengalami hidung tersumbat, bersin, atau gatal karena serbuk sari, tungau debu rumah, atau alergi hewan. Biasanya orang menggunakan antihistamin sebagai obat pasar generik yang murah, dengan sedikit efek samping.

Sebagai alternatif untuk menggunakan antihistamin, orang yang menderita alergi malah dapat menghindari zat yang mengiritasi mereka. Namun, ini tidak selalu mungkin karena beberapa zat, seperti serbuk sari, terbawa di udara, sehingga membuat reaksi alergi yang disebabkan oleh mereka umumnya tidak dapat dihindari. Antihistamin biasanya digunakan untuk pengobatan jangka pendek. Alergi kronis meningkatkan risiko masalah kesehatan yang mungkin tidak dapat diobati oleh antihistamin, termasuk asma, sinusitis, dan infeksi saluran pernapasan bawah.

Dokter menyarankan agar orang berbicara dengan mereka sebelum penggunaan antihistamin dalam jangka waktu yang lebih lama. Meskipun orang-orang biasanya menggunakan kata "antihistamin" untuk mendeskripsikan obat-obatan untuk mengobati alergi, para dokter dan ilmuwan menggunakan istilah tersebut untuk mendeskripsikan kelas obat yang menentang aktivitas reseptor histamin di dalam tubuh.

Dalam pengertian kata ini, antihistamin digolongkan berdasarkan reseptor histamin yang mereka tindak lanjuti. Dua kelas antihistamin terbesar adalah antihistamin-H1 dan antihistamin-H2. Antihistamin yang menarget reseptor histamin H1 digunakan untuk mengobati reaksi alergi di hidung (misalnya, gatal, pilek, dan bersin) serta untuk insomnia. Mereka kadang-kadang juga digunakan untuk mengobati penyakit gerakan atau vertigo yang disebabkan oleh masalah dengan telinga bagian dalam.

Antihistamin yang menarget reseptor histamin H2 digunakan untuk mengobati kondisi asam lambung (misalnya, ulkus peptikum dan refluks asam). Antihistamin-H1 bekerja dengan mengikat pada reseptor histamin H1 dalam sel mast, otot polos, dan endotelium di dalam tubuh serta di inti tuberomammillar di otak; antihistamin-H2 yang terikat pada reseptor histamin H2 di saluran pencernaan bagian atas, utamanya di lambung.

Reseptor histamin menunjukkan aktivitas konstitutif, sehingga antihistamin dapat berfungsi baik sebagai antagonis reseptor netral atau agonis terbalik pada reseptor histamin. Hanya beberapa antihistamin-H1 yang saat ini dipasarkan diketahui berfungsi sebagai agonis terbalik.

Histamin menghasilkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah, menyebabkan cairan untuk keluar dari kapiler ke jaringan, yang mengarah ke gejala klasik dari reaksi alergi hidung dan mata berair. Histamin juga mempromosikan angiogenesis.

Antihistamin menekan respon wheal yang diinduksi-histamin (pembengkakan) dan vasodilasi dengan menghalangi pengikatan histamin ke reseptornya atau mengurangi aktivitas reseptor histamin pada saraf, otot polos vaskular, sel kelenjar, endotelium, dan sel mast.

Gatal, bersin, dan respon inflamasi ditekan oleh antihistamin yang bekerja pada reseptor-H1. Pada tahun 2014 antihistamin seperti desloratadin ditemukan efektif sebagai pembantu untuk pengobatan standar jerawat karena sifat anti-inflamasinya serta kemampuan mereka untuk menekan produksi sebum.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Winatin? Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini obat winatin loratadine untuk penyakit apa dan aturan pakai Winatin: Dws & anak >12 thn 1 kapl 1 x/hari.

Bagaimana Cara Pemberian Obat Winatin? Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan. Apa saja Perhatian Penggunaan Winatin? Anak <6 tahun. Hamil, laktasi. Pertanyaan yang Sering Diajukan Apakah Aman Menggunakan Winatin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin? Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakanyang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Winatin? Jika Anda lupa menggunakan Winatin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali. Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Winatin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini. Bagaimana Cara Penyimpanan Winatin? Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat.

Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan. Bagaimana Penanganan Winatin obat winatin loratadine untuk penyakit apa Sudah Kedaluwarsa? Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan.

Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.

Apa Efek Samping Winatin? Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang.

Efek samping Winatin yang mungkin terjadi adalah: Sedasi, lesu, sakit kepala, mulut kering. Apa Saja Interaksi Obat Winatin?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat winatin loratadine untuk penyakit apa Winatin antara lain: Mengurangi reaksi positif terhadap indikator reaktivitas dermal pada uji kulit. Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Winatin Pada Wanita Hamil? Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak.

Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N.

Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Winatin untuk digunakan oleh wanita hamil: B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Bentuk Sediaan Bagaimana Kemasan dan Sediaan Winatin? /Harga Winatin caplet 10 mg 10 × 10’s (Rp79,860/boks) Sekilas Tentang Ifars Pharmaceutical Laboratories PT Ifars Pharmaceutical Laboratories adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1974 dan memproduksi berbagai macam obat dengan beberapa varian sediaan seperti solid (tablet, kaplet, dan kapsul), liquid (sirup, suspensi, emulsi, dan suspensi kering), dan produk krim, gel, dan salep.

Beberapa produk yang dihasilkan seperti produk beta-laktam untuk memproduksi produk antibiotik, dan sebagainya. Saat ini lebih dari 100 varian produk telah diproduksi oleh perusahaan ini yang cakupan pemasarannya tersebar di seluruh Indonesia. PT Ifars memiliki fasilitas produksi di Karanganyar, Jawa Tengah. Winatin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kondisi alergi.

Winatin mengandung Loratadine, obat yang termasuk long acting antihistamin, yang bertindak sebagai inverse agonist selektif histamin perifer H1-reseptor.Berikut ini adalah informasi lengkap obat Winatin yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik Ifars Golongan Harus dengan resep dokter Kemasan Winatin dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut : • Dos 10 x 10 kaplet 10 mg Kandungan Tiap kemasan Winatin mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut : • Loratadine 10 mg / kaplet Sekilas tentang zat aktif (nama generik) Loratadine adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis alergi.

Obat ini termasuk golongan antihistamin trisiklik, yang bertindak sebagai inverse agonist selektif histamin perifer H1-reseptor. Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi.

Obat Loratadine bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.Loratadine termasuk long acting anti histamin non sedatif sehingga menyebabkan lebih sedikit efek sedasi dan gangguan psikomotor dibanding golongan anti histamin lama karena jumlah obat yang menembus sawar darah otak hanya sedikit. Indikasi Kegunaan Winatin (Loratadine) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut : • Obat ini digunakan untuk mengurangi gejala- gejala alergi seperti, urtikaria (gatal-gatal), urtikaria idiopatik kronis, dan alergi kulit lainnya.

• Untuk mengobati rhinitis alergi (hay fever), efektif untuk mengurangi gejala baik pada mata maupun hidung seperti : bersin, hidung meler, rasa gatal atau terbakar pada mata. • Seperti cetirizine, obat yang mengandung Loratadine juga digunakan untuk mengurangi gatal yang disebabkan oleh penyakit Kimura (kimura’s disease). Kontraindikasi • Sebaiknya jangan digunakan untuk bayi prematur dan bayi baru lahir, atau penderita asma akut. Efek samping Winatin Berikut adalah beberapa efek samping Winatin (Loratadine) : • Efek samping yang paling umum dari obat golongan anti histamin adalah sedasi dan retardasi psikomotor.

Namun karena obat ini termasuk golongan anti histamin non sedatif, efek samping ini relatif jarang namun tetap harus diwaspadai. • Efek samping yang lain misalnya sakit kepala dan efek antimuskarinik seperti retensi urin, mulut kering, penglihatan kabur, dan gangguan pencernaan. • Selain itu waspadai juga terjadinya efek samping berupa kantuk, kelelahan, gugup, hiperkinesia, disfonia, malaise, mengi, infeksi saluran pernapasan bagian atas, epistaksis, radang tenggorokan, obat winatin loratadine untuk penyakit apa gigi, konjungtivitis, sakit telinga, gejala mirip influenza dan ruam.

• Efek samping yang relatif jarang seperti obat winatin loratadine untuk penyakit apa perifer, ikterus, hepatitis, nekrosis hati, anafilaksis dan eritema multiforme.

Perhatian Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut : • Meskipun efek sedasinya relatif jarang, namun tetap harus diwaspadai. Sebaiknya anda tidak mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini. Pada beberapa kasus, penggunaan alkohol akan meningkatkan efek sedasi obat ini.

• Pemakaian antihistamin harus dihentikan sekitar 48 jam sebelum menjalani tes alergi kulit, karena dapat mengganggu hasil tes. • Obat ini mampu memasuki air susu ibu. Oleh karena itu penggunaan obat Winatin untuk ibu menyusui harus dilakukan secara hati-hati.

Jika obat anti histamin dibutuhkan untuk ibu menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis terendahnya. Penggunaan Obat Winatin untuk ibu Hamil FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Loratadine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut : Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat ini selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Interaksi obat Berikut adalah interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat-obat lain : • Obat-obat inhibitor enzim CYP3A4 seperti ketoconazole, erythromycin, cimetidine, furanocoumarin (ditemukan dalam jeruk), clarithromycin, quinidine, fluconazole, fluoxetine atau amprenavir meningkatkan kadar Winatin (Loratadine) dalam plasma.

• Makanan menunda waktu obat mencapai konsentrasi plasma puncak dan meningkatkan ketersediaan hayati. • Alkohol dapat meningkatkan depresi sistem saraf pusat.

Dosis Winatin (Loratadine) Winatin (Loratadine) diberikan dengan dosis sebagai berikut : Dosis lazim dewasa dan anak 12 tahun atau lebih • 10 mg oral 1 x sehari atau 5 mg setiap 12 jam Dosis lazim anak • Anak usia 2 - 5 tahun : 5 mg oral 1 x sehari.

• Anak usia 6 tahun atau lebih : 10 mg 1 x sehari atau 5 mg setiap 12 jam Note • Obat ini bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Ringkasan hal-hal penting terkait obat Winatin • Buang semua sisa obat Winatin yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan gunakan obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.

• Gunakan obat Winatin sesuai dengan aturan. Jangan gunakan obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan. • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.

• Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas. Baca juga • Penjelasan lengkap tentang alergi makanan Terkait • Merk-merk obat dengan kandungan zat aktif Loratadine • Obat yang termasuk anti histamine Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien.

Oleh karena itu, penggunaan obat Winatin (Loratadine) harus sesuai dengan yang dianjurkan. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Obat winatin loratadine untuk penyakit apa akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini?

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung.

Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya. Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, obat winatin loratadine untuk penyakit apa, dan dapat ditindaklanjuti.

Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Obat ini termasuk obat keras, artinya Anda hanya bisa mendapatkan loratadin dengan resep dokter. Golongan obat: antihistamin, antialergidan obat untuk anafilaksis Merek dagang: Imunex, Claritin, Safetin, Destavell, Alerhis, Aerius, Cronitin.

Apa itu loratadin? Loratadin adalah obat yang berguna untuk meredakan gejala alergiseperti pada rinitis alergi yang ditandai dengan bersin, pilek, tenggorokan gatal, dan mata berair. Obat ini juga mengurangi reaksi alergi pada kulit, yakni gatal, bentol, dan kemerahan akibat biduran atau urtikaria.

Namun, loratadine tidak mencegah reaksi alergi kulit lainnya. Fungsi loratadin adalah menghalangi produksi histamin, yakni senyawa yang berperan terhadap timbulnya reaksi alergi. Mengutip PubChemberbeda dengan obat alergi pada umumnya, loratadin tidak bersifat sedatif sehingga tidak menyebabkan kantuk.

Dosis loratadin Obat loratadine di Indonesia hadir dalam sediaan tablet. Setiap satu tablet mengandung 10 mg loratadin.

Anda bisa mendapatkan 10 butir obat dalam satu strip. Setiap kemasan boks terdiri dari 10 strip. Inilah dosis obat sesuai keluhan yang timbul. Biduran • Biduran akut pada anak di atas 12 tahun dan dewasa : sebanyak 1 tablet per hari. Pemberian maksimal selama 5 hari. • Biduran kronis pada dewasa : maksimal sebanyak 30 tablet per bulan. • Anak di bawah 12 tahun : dosis loratadine sebanyak 10 mg obat winatin loratadine untuk penyakit apa satu tablet per hari pada anak-anak dengan berat badan 30 kg.

Bila berat badannya di bawah 30 kg, dosis obat sebesar 5 mg atau setengah tablet sehari. Rinitis alergi • Anak-anak usia 2–5 tahun : 5 mg atau setengah butir sehari. • Anak-anak usia 6 tahun ke atas : 10 mg atau satu butir per hari. • Dewasa : 10 mg atau satu butir per hari, dosis maksimal sebanyak 10 mg dalam sehari.

Aturan pakai obat ini Anda bisa mengonsumsi loratadin setelah makan atau saat perut kosong. Minumlah obat ini dengan cara meletakkannya di lidah dan segera minum dengan air putih. Jangan mengunyah loratadin. Anda bisa membelah tablet menjadi dua bila terasa terlalu besar. Segera temui dokter bila Anda mengonsumsi obat melebihi dosis. Hal ini akan memicu rasa kantuk berlebih, jantung berdebardan sakit kepala. Bila melewati dosis, segera minum ketika Anda ingat. Jangan menggandakan dosis loratadine untuk menggantikan dosis yang tertinggal.

Efek samping obat loratadine Layaknya obat pada umumnya, obat loratadin mampu memicu efek samping. Perlu Anda ingat, tidak semua orang mengalami gejala efek samping dari obat ini. Efek samping loratadin jarang terjadi, tetapi cukup serius dan bisa mengancam nyawa.

Segera hentikan konsumsi obat ini dan periksa ke dokter bila Anda mengalami reaksi alergi, seperti: • ruam kulit yang semakin melebar, • gatal, • pembengkakan pada wajah, lidah, bibir, tangan, atau telapak kaki, dan • kesulitan bernapas.

Beberapa efek samping yang umum pada orang dewasa dan anak-anak, yakni: • mengantuk, • sakit kepalaobat winatin loratadine untuk penyakit apa nafsu makan meningkat, dan • sulit tidur. Inilah efek samping yang umum terjadi pada anak-anak usia 2 – 12 tahun: • sakit kepala, • gugup, dan • kelelahan. Efek samping loratadin yang sangat jarang terjadi, meliputi: • kejang• detak jantung berdebar, • mual, • maag, • rambut rontok, • masalah pada fungsi obat winatin loratadine untuk penyakit apa, dan • berat badan naik.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat ini Jangan konsumsi obat alergi ini bila Anda memiliki alergi loratadin, desloratadin, dan komposisi lain yang terkandung di dalamnya. Jangan pula memberikannya pada anak berusia di bawah 2 tahun. Segera beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut sebelum mengonsumsi loratadine. • Masalah liver yang parah • Penyakit ginjal • Asma • Diabetes • Akan menjalani tes kulit untuk alergi. Loratadin mampu memengaruhi tes alergi. Pastikan Anda tidak mengonsumsi obat ini selama dua hari sebelum pemeriksaan.

Simpan obat jauh dari jangkauan anak-anak dengan suhu ruangan tidak lebih dari 25 °C. Apakah obat loratadin aman untuk ibu hamil dan menyusui? Penelitian pada hewan menunjukkan obat loratadin tidak terbukti memicu kelainan bentuk atau cacat pada janin.

Studi pada hewan juga belum membuktikan peningkatan risiko kerusakan pada janin. Dokter akan memperbolehkan mengonsumsi obat loratidin selama hamil bila manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Obat loratadin tidak memicu rasa kantuk sehingga diperkirakan tidak ada efek samping pada bayi yang menyusu. Saat menyusui, dokter akan lebih merekomendasikan obat dosis terendah bila ibu memerlukan obat antihistamin. Meski demikian, ada kemungkinan produksi ASI menurun setelah mengonsumsi loratadin 10 mg per hari dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, pada 4 bulan pertama setelah persalinan. Interaksi obat loratadin dengan obat lain Sebelum minum obat ini, beri tahu dokter bila Anda mengonsumsi obat-obatan berikut: • ketokonazol, • eritromisin, • amiodarondan • simetidin.

Keempat obat ini terbukti mampu meningkatkan kadar loratadin di dalam darah dan meningkatkan efek samping yang dirasakan.

Loratadin merupakan obat antialergi yang dapat meredakan reaksi alergi yang menyebabkan gejala pilek atau ruam dan gatal di kulit. Untuk menghindari efek sampingnya, pastikan Anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. LORATADIN - PIO Nas. (2021). Retrieved 9 December 2021, from http://pionas.pom.go.id/monografi/loratadin Hay fever – Symptoms and causes. (2021).

Retrieved 9 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hay-fever/symptoms-causes/syc-20373039 Cek Produk BPOM – BPOM RI.

(2021). Retrieved 9 December 2021, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/urdk45b0ifkgljhndrcahuahm0/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/loratadine Loratadine: MedlinePlus Drug Information. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697038.html Videos, M. (2019). MedlinePlus: Histamine: The Stuff Allergies are Made of. Retrieved 9 December 2021, from https://medlineplus.gov/medlineplus-videos/histamine-the-stuff-allergies-are-made-of/ Formularium Nasional.

(2021). Retrieved 9 December 2021, from http://e-fornas.binfar.kemkes.go.id/index.php/front/Daftarobat/obat_fornas PT. Novapharin Pharmaceutical Industries - LORATADINE 10 MG – Tablet. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.novapharin.co.id/product-detail/3/LORATADINE-10-MG–Tablet Loratadine uses, Dosage & Side Effects Guide. Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/loratadine.html.

Loratadine (Clarityn): antihistamine that relieves allergy symptoms. (2018). Retrieved 9 December 2021, from https://www.nhs.uk/medicines/loratadine/ Medicines.org.uk. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.4501.pdf Medicines.org.uk. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.8911.pdf Loratadine – Oral Patient Medicine Information - MIMS Indonesia.

(2021).

Retrieved 9 December 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine/patientmedicine/loratadine%2B-%2Boral Loratadine use while breastfeeding. Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/breastfeeding/loratadine.html. Loratadine use during pregnancy.

Drugs.com. (n.d.). Retrieved December 9, 2021, from https://www.drugs.com/pregnancy/loratadine.html.
Pengertian Winatin Winatin merupakan salah satu Sediaan Kaplet yang mengandung Loratadine, obat ini diproduksi oleh Ifars.

Winatin diindikasikan sebagai gejala yang berhubungan dengan rinitis alergi, misalnya flu, bersin, terbakar da gatal pada mata, urtikaria kronis atau biduran, reaksi alergi kulit lainnya.

Loratadine termasuk turunan piperidin adalah Aniti Histamin Non-Sedasi (mengurangi efek penenang atau mengantuk) yang bekerja lama yang secara selektif menghambat reseptor histamin H1 pada sel efektor. Dalam penggunaan obat ini sebaiknya tidak digunakan pada saat ingin mengebudi.

Keterangan Winatin • Golongan: Obat Keras • Kelas Terapi: Antihistamin • Kandungan: Loratadine 10 mg • Bentuk: Tablet • Satuan Penjualan: Strip • Kemasan: Strip @ 10 Tablet • Farmasi: Ifars.

Kegunaan Winatin Winatin digunakan sebagai obat Antihistamin (gejala alergi). Dosis & Cara Penggunaan Winatin Dosis dan Cara Penggunaan Winatin, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter: • Dosis anak 6-12 tahun dengan BB >30 mg : 1x sehari 1 tablet • Dosis anak 6-12 tahun dengan BB 3. Dosis dewasa : 1x sehari 1 tablet. Efek Samping Winatin Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Winatin, yaitu: • Signifikan: Sakit kepala, mengantuk, kantuk, kelelahan, gugup.

• Gangguan jantung: Palpitasi, takikardia (irama jantung meningkat), obat winatin loratadine untuk penyakit apa (tekanan darah rendah). • Gangguan pencernaan: Mulut kering, sakit perut, mual, muntah, diare, gastritis. • Peningkatan enzim hati, pertambahan berat badan. • Gangguan metabolisme dan nutrisi: Nafsu makan meningkat.

• Gangguan sistem saraf: Pusing. • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam, alopesia (kebotakan rambut bagian kepala). Kontraindikasi: Hindari penggunaan Winatin pada pasien yang memiliki indikasi: Pasien yang memiliki penyakit gangguan hati Interaksi Obat: Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Winatin: Obat yang memiliki komposisi Desloratadine karena dapat menimbulkan overdosis. Kategori Kehamilan: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Winatin ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

perbedaan cetirizin dan loratadin dalam mengatasi alergi




2022 charcuterie-iller.com