Jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa

Gereja Katolik selama berabad-abad telah mendominasi kehidupan sosial Eropa abad pertengahan, pengaruhnya telah merasuk ke dalam setiap aspek kemasyarakatan dan kebudayaan Eropa. Sehingga gereja mendapatkan kekayaan yang sangat besar dan kekuasaannya lebih dominan daripada komitmennya untuk mencari kesucian di dunia dan keselamatan di masa mendatang.

Kekayaan yang melimpah, kekuasaan yang luas membuat orang-orang gereja melupakan tugas-tugasnya.

Mereka lebih mengutamakan kepentingan sendiri dari pada kepentingan umat, kaum pendeta, mulai dari paus dan bawahannya menjadi pusat badai kritik sejak akhir zaman Pertengahan. Terdapat dua kelompok yang mendukung adanya Reformasi gereja, yaitu kelompok reformis sendiri ( Martin Luther, Johannes Calvin, Zwingli, John Knocx dll.) serta kelompok bangsawan.

Rasionalisasi kelompok bangsawan mendukung reformasi ini adalah, pertama penarikan pajak dengan jumlah besar oleh Gereja, sehingga kas gereja melimpah dan mereka membangun gereja-gereja mewah di vatikan serta orang-orang gereja sering berpoya-poya dengan kekayaan teresebut. Ini memunculkan kecemburuan social kaum bangsawan local dan kemudian mendukung penuh para Reformis. Kedua adanya motivasi politik yaitu ambisi melepaskan diri dari kekuasaan imperium Romawi Katolik, serta keinginan untuk membentuk suatu Negara ( pemerintahan) sendiri yang dikenal dengan Negara bangsa ( Nasionalisme).

Renaissans telah merevitalisasi kehidupan intelektual Eropa dan dalam perjalanannya membuang keasyikan abad pertengahan dengan teologi. Demikian pulaReformasi menandai permulaan suatu cara pandang religius yang baru.[3] Reformasi Gereja lahir bukan dari orang-orang kalangan elit sarjana humanistic, melainkan dicetuskan oleh seorang biarawan Jerman yang tak dikenal dan teolog yang brilian yaitu Martin Luther. Sebelum Reformasi gereja dicetuskan oleh Martin Luther pada abad keempat belas, sewaktu para raja meningkatkan kekuasaan mereka dan sewaktu pusat-pusat perkotaan dengan orang awammnya yang canggih semakin banyak jumlahnya, rakyat mulai mempertanyakan otoritas gereja internasional dan kaum pendetanya.

Para teoritis politik menolak klaim paus atas supremasi terhadap para raja.[4] Penolakan atas supremasi Gereja terhadap Raja diikuti oleh upaya menjadikan Gereja sebagai sebuah badan spiritual tanpa otoritas dalam ranah politik.[5] Keinginan untuk menghilangkan otoritas Gereja semakin meninggi ketika penyimpangan Gereja terpublikasi, yaitu pemilikan tanah oleh keuskupan, nepotisme,pengangkatan kerabat menjadi pejabat, penjualan surat pengampunan dosa, serta tindakan cellibate oleh Kepausan.

Pada abad ini juga seorang reformis Inggris bernama John Wycliffe menyerang kepausan. John Wycliffe menantang wewenang spiritual gereja dengan menterjemahkan injil ke dalam bahasa Inggris. Tulisannya kemudian menginspirasi tokoh reformis lainnya. TOLONG BANTU JAWAB.1. Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi perkembangan suatu negara karena pendidikan suatu negara akan dapat … berkembang dengan pesat berdasarkan tersebut Analisislah Mengapa dalam suatu pendidikan yang berlangsung di Indonesia sangat menentukan munculnya nasionalisme di Indonesia pada masa kolonialisme dan imperialisme2.

Dalam proses munculnya nasionalisme yang dibawa oleh para pemuda Indonesia telah terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal, Sebutkan?3. Indifikasi dan jelaskan sejarah lahir tujuan dibentuknya jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa serta bentuk perlawanan dari organisasi etnis kedaerahan dan keagamaan yang terbentuk di Indonesia pada awal mula munculnya rasa nasionalisme bangsa Indonesia (buat masing-masing 2 di setiap poin tersebut 2 organisasi etnis Dua organisasi kedaerahan dan dua organisasi keagamaan)4.

Jelaskan mengapa faktor selera sepenanggungan bisa memunculkan pergerakan nasionalisme di Indonesia5. Sebutkan lima organisasi pergerakan nasionalisme Indonesia yang sudah bersifat modernterimkasih​ Halo, Quipperian! Jika kamu sedang belajar mengenai sejarah Reformasi Gereja, artikel ini dapat menjadi referensi tambahan yang penting untuk disimak. Peristiwa Reformasi Gereja yang dimulai pada tahun 1517 berhasil mengubah kepercayaan di Eropa Barat dari Katolik menjadi Protestan.

Banyak masyarakat dan juga pemerintah mengadopsi gagasan baru pada kepercayaan Protestan, meski sebagian lainnya tetap berpegang teguh kepada Gereja Katolik. Nah, hal inilah yang memicu Reformasi Gereja kemudian.

Lalu, bagaimana sejarah peristiwa Reformasi Gereja, latar belakang, hingga dampak yang ditimbulkannya? Quipper Blog akan menyajikan informasi tersebut di sini.

Simak terus, ya! Dampak Reformasi Gereja Latar Belakang Reformasi Gereja Pada 31 Oktober 1517, Martin Luther yang seorang biarawan Jerman menghadap gereja di Wittenberg dan menuliskan 95 dalil yang berisi kritik terhadap otoritas Gereja Katolik.

Peristiwa inilah yang menjadi cikal bakal gerakan Reformasi Gereja di Eropa dan meluas ke seluruh dunia yang selanjutnya melahirkan gagasan atau kepercayaan Protestantisme. Luther menilai begitu banyak penyalahgunaan yang telah dilakukan oleh pihak Gereja Katolik terhadap ajaran Kristiani seperti, penjualan indulgensi, penyimpangan sakramen suci, mitologisasi dan takhayul, bahkan praktik korupsi berupa pajak yang membebani masyarakat.

Awal Pergerakan Pada tahun 1519, Luther jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa Gereja Katolik dalam debat publik di Leipzig yang menyebutkan bahwa, “orang awam yang dipersenjatai kitab suci lebih unggul dari Paus beserta dewan kardinalnya.” Atas kritiknya tersebut, Luther mendapatkan ancaman pengucilan dari anggota gereja dan tidak boleh ikut sakramen.

Kemudian pada tahun 1520, Luther menerbitkan tiga risalah sebagai jawaban dari ancaman yang diterimanya, antara lain: • “Seruan kepada Bangsawan Kristen”, yang berpendapat bahwa semua orang Kristen adalah imam dan mendesak pihak penguasa gereja untuk melakukan reformasi.

• “Tawanan Babilonia Gereja”, yang berisi pengurangan tujuh sakramen menjadi dua yakni pembaptisan dan perjamuan kudus. • “Tentang Kebebasan Jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa Kristen”, yang menyatakan bahwa orang-orang Kristen sudah terbebas dari hukum Taurat dan seorang Kristen adalah tuan semua orang yang bebas sepenuhnya, tidak tunduk pada siapapun.

Selanjutnya Luther mendirikan Gereja Protestan yang dinamakan Lutheran Church. Di gereja ini ia menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke dalam bahasa Jerman agar lebih banyak orang yang dapat membacanya dan juga mengerti. Hingga abad ke-16, gagasan Luther tersebut semakin berkembang dan tersebar ke seluruh dunia menjadi sebuah reformasi yang juga menimbulkan revolusi, perang, dan persekusi.

Berikut beberapa catatan peristiwa sejarahnya: • Berkembangnya Protestanisme dengan berbagai nama di beberapa Negara Eropa seperti Calvinis di Belanda, Presbyterianism di Skotlandia, dan Puritans di Inggris. • Terjadi beberapa konflik agama di Perancis yang berujung perang. • Spanyol dan Perancis berperang melawan Protestan Belanda. • Di Jerman terjadi konflik berdarah yang lebih dikenal dengan Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) dan menewaskan sekitar 7,5 juta jiwa.

Dampak Reformasi Gereja Quipperian, pada masa itu gereja memang memiliki peran yang sangat kuat terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakatnya. Bahkan praktik indulgensi atau proses penghapusan siksa dosa tertuang dalam Katekismus Gereja Katolik 1471. Dengan segala keadaan tersebut yang telah berlangsung lama, Reformasi Gereja pastinya jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa dampak yang memengaruhi banyak sektor bahkan mengakibatkan konflik, kerusuhan, dan juga perang yang memakan banyak korban jiwa.

Dampak Reformasi Gereja juga berhasil menerjemahkan Alkitab ke berbagai bahasa sehingga pemaknaannya tidak hanya dipegang oleh satu pihak. Selain itu, Reformasi Gereja juga melahirkan berbagai praktik gereja seperti Lutherisme, Calvinisme, Evangelis, Anglikan, Methodis, Pentakosta, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, populasi masyarakat dunia yang menganut kepercayaan Protestan berjumlah 560 juta pada tahun 2017.

Setiap tanggal 31 Oktober diperingati sebagai Reformasi Gereja untuk berbagai aliran gereja Protestan, khususnya Lutheran.

Demikian ulasan mengenai Reformasi Gereja yang terdapat dalam materi pelajaran Sejarah Kelas 11. Semoga informasi di artikel ini semakin menambah wawasan Quipperian, ya!

Semangat terus belajarnya, dan jangan lupa untuk berlangganan Quipper Video sebagai teman belajarmu, bisa daftar sekarang di sini ! Temukan ribuan soal dan pembahasan serta penjelasan yang asyik dari tutor kece Quipper Video. Salam Quipper! Kerajaan Sunda – Peninggalan dan Sejarah Lengkapnya Juni 21, 2021 Hayam Wuruk – Sejarah Kepemimpinan Hingga Kematian Juni 21, 2021 Candi Jawi – Sejarah, Letak, Fungsi, dan Peninggalan Juni 18, 2021 Candi Singosari – Sejarah, Lokasi, Arsitektur, Fungsi Juni 18, 2021 Candi Jago – Sejarah, Lokasi, Relief, Corak, &.

Juni 18, 2021 Ekspedisi Pamalayu – Pengertian, Latar Belakang, Dampak Juni 17, 2021
Diantara sejumlah kejadian atau peristiwa penting yang pernah terjadi di Eropa, nama Reformasi Gereja mungkin menjadi salah satu yang paling familiar di telinga sebagian dari kita.

Disebut penting sendiri bukan tanpa alasan. Nyatanya, reformasi gereja memang telah memberi banyak pengaruh terhadap kehidupan manusia, khususnya mereka yang tinggal di benua Biru. Apa dampak reformasi gereja bagi dunia?

Terjadinya reformasi gereja sendiri diawali oleh pemikiran Martin Luther yang menentang slogan pendeta Johan Tetzel “Segera begitu koin yang dimasukkan ke kotak bermerincing, maka jiwa akan bangkit dari neraka.” Dimana hal ini menunjukkan akan suatu penyimpangan dalam ajaran kristiani yang sebenarnya. Di tahun 1517, Martin Luther pun mengumumkan 95 tesis yang disebarkan dan di paku di pintu gereja mengenai indulgensi dan ajaran-ajaran gereja yang lainnya.

Ini berlangsung sampai berakhirnya Perang Tiga Puluh Tahun melalui Perdamaian Westfalen pada 1648. Meskipun sebelum Luther telah ada upaya-upaya awal yang signifikan untuk melakukan reformasi Gereja – seperti yang dilakukan oleh Jan Hus, Peter Waldo (Pierre Vaudès), dan John Wycliffe – Martin Luther secara luas diakui telah memulai Reformasi Gereja dengan 95 Tesis.

Luther mengawali dengan mengkritik penjualan indulgensi, bersikeras bahwa Sri Paus tidak memiliki otoritas atas purgatorium dan bahwa ajaran Katolik mengenai jasa orang-orang kudus tidak memiliki landasan di dalam Alkitab. Sebab Terjadinya Reformasi Gereja Penyimpangan terhadap ajaran Kristiani oleh gereja menjadi faktor utama dari reformasi gereja. Ditambah penjualan Indulgensi, penyimpangan sakramen suci, takhayul dan mitologisasi, pajak yang memberatkan masyarakat serta korupsi oleh pihak gereja.

(Baca juga: Aufklarung, Latar Belakang dan Pengaruhnya) Reformasi juga didukung oleh perkembangan beberapa paham baru seperti Nasionalisme, Kapitalisme, dan Humanisme dan penemuan Mesin Cetak yang memudahkan masyarakat untuk mempelajari kritik dan ajaran golongan reformis penentang gereja.

Dampak Reformasi Jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa Sebagaimana gereja mengatur dalam hampir semua aspek kehidupan saat itu, perubahan yang terjadi akan berdampak juga pada banyak sektor. Dampaknya juga berpengaruh terhadap kerusuhan dan kejadian berdarah yang tak terhitung jumlahnya.

Bagi dunia, utamanya di Eropa, reformasi gereja telah menimbulkan Western Christendom sehinggga muncullah negara-negara nasional kecil tanpa memiliki pusat kekuasaan seperti lembaga kepausan di Roma. Gerakan reformasi gereja juga melahirkan kekuasaan absolut di Eropa dan menimbulkan pertikaian kaum protestan dan katolik, perang saudara dan penghancuran karya-karya seni, patung, lukisan yang berbau katoliksisme.

Reformasi gereja juga mengakibatkan terbelahnya agama kristen menjadi sekte-sekte kecil antara lain lutherisme, Calvinisme, Anglicanisme, Quakerisme dan Katolikisme.

Kelas Pintar Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related Topics • Dampak Reformasi Gereja • Eropa • Kelas 11 • Martin Luther • Reformasi Gereja • Sejarah IPS Previous Article Diantara sejumlah kejadian atau peristiwa penting yang pernah terjadi di Eropa, nama Reformasi Gereja mungkin menjadi salah satu yang paling familiar di telinga sebagian dari kita.

Disebut penting sendiri bukan tanpa alasan. Nyatanya, reformasi gereja memang telah memberi banyak pengaruh terhadap kehidupan manusia, khususnya mereka yang tinggal di benua Biru. Apa dampak reformasi gereja bagi dunia? Terjadinya reformasi gereja sendiri diawali oleh pemikiran Martin Luther yang menentang slogan pendeta Johan Tetzel “Segera begitu koin yang dimasukkan ke kotak bermerincing, maka jiwa akan bangkit dari neraka.” Dimana hal ini menunjukkan akan suatu penyimpangan dalam ajaran kristiani yang sebenarnya.

Di tahun 1517, Martin Luther pun mengumumkan 95 tesis yang disebarkan dan di paku di pintu gereja mengenai indulgensi dan ajaran-ajaran gereja yang lainnya.

Ini berlangsung sampai berakhirnya Perang Tiga Puluh Tahun melalui Perdamaian Westfalen pada 1648. Meskipun sebelum Luther telah ada upaya-upaya awal yang signifikan untuk melakukan reformasi Gereja – seperti yang dilakukan oleh Jan Hus, Peter Waldo (Pierre Vaudès), dan John Wycliffe – Martin Luther secara luas diakui telah memulai Reformasi Gereja dengan 95 Tesis.

Luther mengawali dengan mengkritik penjualan indulgensi, bersikeras bahwa Sri Paus tidak memiliki otoritas atas purgatorium dan bahwa ajaran Katolik mengenai jasa orang-orang kudus tidak memiliki landasan di dalam Alkitab. Sebab Terjadinya Reformasi Gereja Penyimpangan terhadap ajaran Kristiani oleh gereja menjadi faktor utama dari reformasi gereja. Ditambah penjualan Indulgensi, penyimpangan sakramen suci, takhayul dan mitologisasi, pajak yang memberatkan masyarakat serta korupsi oleh pihak gereja.

(Baca juga: Aufklarung, Latar Belakang dan Pengaruhnya) Reformasi juga didukung oleh perkembangan beberapa paham baru seperti Nasionalisme, Kapitalisme, dan Humanisme dan penemuan Mesin Cetak yang memudahkan masyarakat untuk mempelajari kritik dan ajaran golongan reformis penentang gereja.

Dampak Reformasi Gereja Sebagaimana gereja mengatur dalam hampir semua aspek kehidupan saat itu, perubahan yang terjadi akan berdampak juga pada banyak sektor. Dampaknya juga berpengaruh terhadap kerusuhan dan kejadian berdarah yang tak terhitung jumlahnya. Bagi dunia, utamanya di Eropa, reformasi gereja telah menimbulkan Western Christendom sehinggga muncullah negara-negara nasional kecil tanpa memiliki pusat kekuasaan seperti lembaga kepausan di Roma.

Gerakan reformasi gereja juga melahirkan kekuasaan absolut di Eropa dan menimbulkan pertikaian kaum protestan dan katolik, perang saudara dan penghancuran karya-karya seni, patung, lukisan yang berbau katoliksisme.

Reformasi gereja juga mengakibatkan terbelahnya agama kristen menjadi sekte-sekte kecil antara lain lutherisme, Calvinisme, Anglicanisme, Quakerisme dan Katolikisme.

Banyaknya penyimpangan keagamaan diantaranya yaitu dilakukannya penyogokan oleh pemuka agama kepada petinggi gereja agar mereka memperoleh kedudukan sosial keagamaaan yang tinggi, paus sebagai bapak suci berperilaku amoral yang menyangkut hubungannya dengan wanita seperti Alexander VI yang memiliki 8 anak haram dari hasil hubungannya dengan wanita simapannya, penjualan surat-surat pengampunan dosa (indulgencies). Adanya penyimpangan terhadap acara sakramen suci atau ritus pemujaaan terhadap benda-benda keramat atau tokoh-tokoh suci yang nantinya akan menimbulkan takhayul dan mitologisasi yang tidak masuk akal, seperti para pastor yang semata-mata merupakan manusia yang memiliki sifat yang sama dengan yang lainnya menganggap dirinya keramat, korupsi atas nama negara, pajak-pajak yang memberatkan karena ambisi kekuasaan kaum bangsawan lokal, kebangkitan nasionalisme di Eropa, perkembangan kapitalisme dan krisis-krisis ekonomi dikawasan imperium Roma.

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas penulis ingin memunculkan beberapa permasalahan antara lain: 1. Apa pengertian reformasi gereja? 2. Siapa saja tokoh-tokoh dalam reformasi gereja? 3. Bagaimana proses terjadinya reformasi gereja?

4. Apa saja dampak yang terjadi setelah reformasi gereja ? BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Reformasi Gereja Sehingga reformasi gereja merupakan sebuah upaya perbaikan tatanan kehidupanyang didominasi oleh otokrasi gereja yang menyimpang. Reformasi gereja adalah sebuahupaya perbaikan dan kembali pada ajaran gereja yang lurus, gerakan reformasi berupasikap kritis terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pihak GerejaKatoliik pada waktu itu terutama adanya penjualan surat pengampunan dosa B.

Jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa Dalam Reformasi Geraja 1. Martin Luther (1483-1546) Luther lahir pada tanggal 10 November 1483 di Eisleben, Jerman. Seorang tokoh yang paling berpengaruh dalam gereja bahkan di kalangan Protestan setelah era Reformasi di mana Luther merupakan salah satu tokoh utamanya.

Luther membawa pembaharuan besar di Jerman. Dalam persembunyian dia menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman. Luther membawa pembaharuan besar di Jerman pada masa itu.

Dalam persembunyian dia menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman. Ini sangat penting sebagai sebuah pintu bagi perubahan dan kemerdekaan berpikir. Selama 1500-an tahun, yang berhak membaca Kitab Suci hanya segelintir orang dan yang berhak menafsirkannya hanya para petinggi gereja seperti Paus di Roma. Penerjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa Jerman juga membawa pembaharuan tidak hanya dalam kehidupan beragama tetapi juga dalam bidang non-agamis seperti seni dan budaya.

2. Erasmus Desiderius Roterodamus Adalah seorang humanis yang terkemuka dan merupakan perintis Reformasi. Karyanya edisi perjanjian Baru diterbitkan pada tahun 1516 dalam Bahasa Yunani mendorong reformasi Luther.

Erasmus dilahirkan 27 oktober 1466. Ia tinggal dalam biara Augustinus jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa 5 tahun (1486-1491). Pada waktu selama itu ia menulis sejumlah puisi dan karangan prosa dan lain.

Dalam tulisannya sudah tampak kritiknya pada kekuasaan gereja. Erasmus adalah seorang tokoh yang berjasa bagi gerakan reformasi gereja yang dipimpin oleh Luther.

Luther menggunakan edisi baru bahasa Yunani yang dikeluarkan oleh Erasamus. Erasamus juga mengeritik keburukan-keburukan yang ada di gereja dan menasahati paus supaya mengambil tindakan-tindakan pembaharuan gereja.

Hingga tahun 1524 Erasamus bersimpati pada reformasi Luther. 3. Zwingli Huldrych (atau Ulrich) Zwingli lahir di Swiss, 1 Januari 1484 adalah pemimpin Reformasi Swiss, dan pendiri Gereja Reformasi Swiss. Reformasi Zwingli didukung oleh pemerintah dan penduduk Zürich, dan menyebabkan perubahan-perubahan penting dalam kehidupan masyarakat, dan urusan-urusan negara di Zürich.

Gerakan ini, khususnya, dikenal karena tanpa mengenal kasihan menganiaya kaum Anabaptis dan para pengikut Kristus lainnya yang mengambil sikap tidak melawan. Reformasi menyebar dari Zürich ke lima kanton Swiss lainnya, sementara yang lima lainnya berpegang kuat pada pandangan iman Gereja Katolik.

Zwingli terbunuh di Kappel jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa Albis, dalam sebuah pertempuran melawan kanton-kanton Katolik. 4. John Calvin (1509-1564) Yohanes Calvin atau John Calvin lahir di Noyon, Kerajaan Perancis, 10 Juli 1509 Swiss. Ia adalah teolog Kristen terkemuka pada masa Reformasi Protestan yang berasal dari Perancis.

Seorang pemimpin Reformasi Gerakan Gereja di Swiss. Merupakan generasi kedua dalam jajaran pelopor dan pemimpin reformasi gereja abad ke-16 peranannya sangat besar dalam gereja-gereja reformatoris. Gereja-gereja yang mengikuti ajaran tata gereja yang digariskan Calvin tersebar. Dikenal dengan gereja Calvinisme. Sebagai pelopor Reformasi Gereja, ia menyebarkan gagasan-gagasannya tentang bagaimana Gereja Reformasi yang benar itu ke banyak bagian Eropa. Calvinisme menjadi sistem teologi dari mayoritas Gereja Kristen di Skotlandia, Belanda, dan bagian-bagian tertentu dari Jerman dan berpengaruh di Perancis, Hongaria khususnya di Transilvania dan Polandia.

5. John Knox Lahir sekitar tahun 1513 di Haddington. Ia belajar di Universitas St. Andrews lalu ditahbiskan menjadi imam Katolik tahun 1536 dan menjadi seorang notaris kepausan tahun 1540.

Ia adalah salah seorang tokoh yang memengaruhi gerakan reformasi di Skotlandia. Ia merupakan salah satu murid Calvin di Jenewa, sehingga pengaruh teologi Calvinis sangat kental dalam dirinya.

Menurut Knox, kekristenan dan kemerdekaan nasional harus dapat ditemukan jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa, karena keduanya merupakan suatu pergumulan yang dapat diselesaikan bersama. 6. John Wycliff John Wycliffe lahir 1324 adalah seorang pengajar di Universitas Oxford, Inggris, yang dikenal sebagai filsuf, teolog, pengkhotbah, penterjemah dan tokoh reformasi Kristen di Inggris.

Ia dikenal melalui karyanya menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1382, yang dikenal sebagai "Alkitab Wycliffe". Karya inilah yang mempengaruhi terjemahan-terjemahan Alkitab kemudian.

Pada tahun 1371 doktrin-doktrin Wycliffe mengenai kekayaan gereja dianggap cocok bagi pemerintah sekuler saat itu, sebab gereja sangat kaya dan memiliki kurang lebih sepertiga dari seluruh tanah di Inggris.

Namun demikian, gereja masih menuntut kebebasan pajak dari pemerintah. Doktrin-doktrin Wycliffe dipakai untuk memaksa para rohaniawan yang segan membayar, sehingga dengan begitu pemerintah dapat membiayai perang yang mahal melawan Prancis. C. Proses Terjadinya Reformasi Gereja Awal terjadinya reformasi gereja ini muncul atau terjadi di Jerman.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya reformasi gereja di Jerman yaitu, sekitar abad 15-16 Jerman masih merupakan negara agraris yang terbelakang dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, kuatnya pengaruh katolisme yang bersifat konservatif di Jerman, banyaknya penjualan surat-surat pengampunan dosa di Jerman melebihi negara-negara Eropa lainnya, sebagian besar rakyat Jerman yang berprofersi sebagai petani yang merupakan kelompok sosial yang paling menderita akibat kekuasaan katolisme salh satunya dengan adanya pajak-pajak yang sangat memberatkan rakyat.

Selain itu juga faktor yang paling mendasari terjadinya reformasi di Jerman adanya fase transisi ekonomi di Jerman dimana pada waktu itu terjadi proses perubahan dari masyarakat feodal menuju masyarakat ekonomi profit atau menuju masyarakat kapitalis. Dari sinilah muncul satu tokoh yaitu Marthin Luther yang dari pemikiran-pemikirannya itu kemudian terlahir sebuah reformasi gereja yang nantnya tidak hanya berkembang di Jerman melainkan meluas ke wilayah-wilayah Eropa lainnya. Adapun pemikiran-pemikiran dari Marthin Luther dalam melakukan protes terhadap kekuasaan Gereja Khatolik Roma yaitu: o Penolakan Luther terhadap surat-surat pengampunan doa yang dikeluarkan oleh Paus karena menurutnya gereja atau pemuka agama tidak memiliki hak untuk memberikan pengampunan dosa.

Tuhan-lah yang memberikan pengampunan itu didasarkan kepada kepercayaan dan amal sholeh individu selama hidup. o Menurut Luther sakramen hanya digunakan untuk membantu keimanan tetapi bukan sama sekali alat untuk mencapai rahmat Tuhan dan jalan keselamatan. D. Dampak Reformasi Gereja Dampak dari adanya Gerakan Reformasi Protestan dibawah Luther dan Calvin adalah: Pertama, dampak sosial dan politikterhadap Eropa dan negara-negara Barat pada umumnya.

Reformasi ini menimbulkan Western Christendom sehingga munculnya negara-negara nasional kecil tanpa memiliki pusat kekuasaan atau gembala politik seperti lembaga Kepausan Roma. Menumbuhkan benih-benih demokratisasi politik, kesadaran individual akan pentingnya hak-hak politik, kebebasan individu. Sehingga menjadi dasar timbulnya gerakan-gerakan demokratisasi yang dan anti kekuasaan totaliter dan keberanian rakyat untuk selalu melakukan kontrol terhadap kekuasaan. Tetapi dengan adanya gerakan reformasi Protestan ini juga lahirnya kekuasaan absolut di Eropa.

Banyaknya pertikaian jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa Calvinisme dengan katolik, peperangan saudara dan penghancuran karya-karya seni, patung, lukisan yang berbau katolisisme.

Reformasi juga haris bertanggung jawab atas terjadinya pembantaian massal dalam peristiwa berdarah pada malam St. Bartholomeus. Di Belanda pun terjadi pemberontakan petani yang menolak membayar pajak dan akhirnya oleh pangeran Philip mereka semua dibantai. Dan pengikut Protestan dianggap pengkhianat dan selama enam tahun terjadi teror dan pembunuhan terhadap kaum protestan. Kedua, Reformasi juga mengakibatkan terbelahnya agama Kristen menjadi sekte-sekte kecil; Lutherisme, Calvinisme, Anglicanisme, Quakerisme, Katholikisme.

Meskipun ditunjau dari segi doktrin-doktrin fundamentalnya sekte-sekte itu tidak memiliki prinsip yang berbeda, tetapi timbulnya hal tersebut menyebabkan keretakan serius dalam agama kristen. Akibat adanya sekte-sekte ini, Eropa terbelah secara keagamaan; Jerman Utara dan negara-negara Skandinavia (Swedia dan Norwegia), menganut Lutheranisme; Skotlandia, Belanda, Switzerland dan Prancis menganut Calvinisme dan negara-negara Eropa lainnya seperti Spanyol dan Italia menganut katolisisme (Ortodoks).

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Reformasi gereja bukan merupakan hal yang baru lagi dalam lingkungan Kristiani terlebih ddalam kalangan Kristen Protestan.

Bila berbicara tentang reformasi maka tidak akan terlepas dari pengaruh Renaisanns (abad pencerahan) dan humanisme yang terjadi di Eropa. Keduanya memberi aspirasi baru bagi kehidupan manusia hingga saat sekarang.

Renaisanns yang terjadi pada akhir abad 14-17 dan puncaknya pada tahun 1500 telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Manusia mulai melihat kembali siapakah dia yang sebenarnya, sehingga manusia mulai keluar dari kehidupannya yang sebelumnya. Pada masa ini juga mulai muncul bahasa Jerman (bahasa nasional). Ada beberapa penyebab berkembangnya Renaissans ini, yaitu : 1. Asimilasi pengetahuan dan kebudayaan Yunani dan Arab 2. Struktur sosial dan politik Italia bukan sebagai suatu kesatuan politik lagi melainkan negara-negara kecil dan wilayah yang memiliki kebebasan politik, dan Kematian hitam, dimana orang mulai tidak percaya pada agama sehingga ilmu pengetahuan mulai dikembangkan di Eropa.

3. Reinassans mempengaruhi reformasi karena pada zaman renaissans mulai muncul percetakan-percetakan yang membantu para reformator. B. Saran Makalah yang ditulis adalah makalah yang jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dari pembaca demi kemajuan dari makalah tersebut.
reformasi gereja adalah gerakan eformasi yang ditandai dengan peristiwa pemakuan 95 dalil Martin Luther di depan pintu atau tembok Gereja Wittenburg di Jerman.

Gerakan tersebut terjadi karena adanya keinginan untuk membebaskan diri dari kepemimpinan Paus terhadap kehidupan beragama di negara Eropa. Reformasi gereja pada perkembangannya melahirkan agama Kristen Protestan.

Reformasi Gereja Protestan adalah gerakan besar di Eropa Barat pada abad XVI (tahun 1517). Reformasi ini dipelopori biarawan dari ordo Agustinian, yaitu Martin Luther. Tujuannya adalah mereformasi kepercayaan, doktrin, dan praktik-praktik dalam Gereja Katolik Roma. Gerakan Reformasi ditandai dengan peristiwa pemakuan 95 dalil Martin Luther di depan pintu atau tembok Gereja Wittenburg di Jerman.

Pada dasarnya ke-95 dalil itu berisi kepercayaan, doktrin, dan praktik dalam Gereja Katolik Roma yang menurut Luther harus segera direformasi. Di dalam ke-95 dalil tersebut terdapat pula daftar kebobrokan dan dekadensi moral pejabat-pejabat Gereja dari imam, uskup, kardinal, sampai Paus.

Martin Luther sebenarnya tidak ingin mendirikan gereja sendiri. Dirinya hanya ingin melakukan reformasi dalam gereja. Meski begitu, akibat pikirannya yang berbeda dari para pemimpin gereja saat itu, dirinya dianggap membawa ajaran sesat. Anggapan inilah yang mendorong Martin Luther dan pengikutnya untuk mendirikan gereja sendiri. Ajaran baru itulah yang akhirnya disebut dengan Protestanisme. Gerakan Martin Luther ini ternyata membawa dampak pada melemahnya kekuasaan Paus (pemimpin tertinggi Gereja Katolik).

Paus, saat itu tidak hanya memimpin gereja, namun juga berhasil membawahi banyak kerajaan di Eropa. Menurut Luther, gereja seharusnya mengakui kekuasaan para pemimpin negara.

Gagasan ini tentunya mendapat dukungan dari para penguasa negara. Mereka menghendaki jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa pemisahan kekuasaan antara negara dan agama. Hal ini akhirnya mendorong peran negara menjadi semakin kuat karena melahirkan feodalisme, nasionalisme dan separatisme. Alhasil, kekuasaan Gereja Katolik Roma mulai runtuh perlahan. Kegigihan Martin Luther untuk melakukan reformasi ternyata belum selesai.

Selain menolak kehadiran Paus dalam kekuasaan negara, dirinya juga berani menentang anggapan bahwa Alkitab hanya boleh dibaca dan ditafsirkan oleh para rohaniawan. Martin Luther yang menjunjung tinggi kebebasan individu dan kesetaraan menolak gagasan itu.

Menurutnya, semua orang yang mengimani Katolik sebagai agamanya, berhak untuk membaca Alkitab. Akibatnya, ia menerjemahkan sendiri Alkitab ke dalam Bahasa Jerman. Reformasi gereja memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat Eropa. Hal ini terlihat dari lahirnya protestanisme, menguatnya fungsi negara, lahirnya Gereja Anglikan (Anglikanisme), lahirnya reformasi dan demokrasi, terjadinya perang Tiga Puluh Tahun, dan kebebasan beragama.

Dengan demikian, reformasi gereja adalah gerakan eformasi yang ditandai dengan peristiwa pemakuan 95 dalil Martin Luther di depan pintu atau tembok Gereja Wittenburg di Jerman. Gerakan tersebut terjadi karena adanya keinginan untuk membebaskan diri dari kepemimpinan Paus terhadap kehidupan beragama di negara Eropa.

Reformasi gereja pada perkembangannya melahirkan agama Kristen Protestan.
KOMPAS.com - Reformasi Gereja di Eropa tidak terlepas dari gagasan Renessaince yang mulai berkembang di Italia pada awal abad ke-15 Masehi. Paham-paham baru seperti sekulerisme, individualisme dan humanisme berusah untuk meruntuhkan dominasi gereja dari tatanan kehidupan masyarakat Eropa.

Reformasi Gereja adalah upaya untuk melakukan perubahan ajaran kekristenan, jelaskan proses terjadinya reformasi gereja di eropa sesuai dengan Alkitab.

Reformasi Gereja di Eropa berlangsung pada pertengahan abad ke-15 Masehi. Latar Belakang Dalam buku Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) Wahyudi Djaja, dijelaskan beberapa latar belakang Reformasi Gereja, yaitu: • Adanya penyimpangan ajaran Kristen, terutama karena adanya praktik penjualan surat pengampunan dosa.

• Korupsi yang dilakukan oleh uskup dan petinggi agama Kristen • Adanya keinginan dari negara Eropa untuk membebaskan diri dari kepemimpinan Paus • Sikap gereja lama yang cenderung otoriter Baca juga: Zaman Renaissance di Eropa: Perkembangan dan Tokohnya britannica.com Konsep pengampunan dosa (indulgensi) di Eropa sebelum reformasi Gereja dilakukan. Kronologi Reformasi Gereja dipelopori oleh Martin Luther (1483-1548) yang merupakan seorang pastor dan profesor di Universitas Wittenberg, Jerman.

Martin Luther pada tahun 1517 mengeluarkan 95 tesis yang berisikan protes terhadap konsep pengampunan dosa (indulgensi) yang dilaksanakan oleh Paus. Tesis tersebut disebar oleh Martin Luther di berbagai pintu gereja di Wittenberg. Peristiwa tersebut merupakan awal mula dari gerakan Reformasi Gereja di Eropa. Gerakan protes dari Martin Luther mendapatkan reaksi yang keras dari pihak gereja.

Pada tahun 1521, gereja melakukan pengucilan terhadap Martin Luther. Baca juga: Kejayaan Eropa: Motivasi dan Nafsu Pengucilan Martin Luther tidak membuat gerakan Reformasi Gereja surut. Gerakan Martin Luther yang mendapatkan dukungan dari pemimpin-pemimpin Jerman mampu meruntuhkan kekuasaan Paus di wilayah Jerman. Untuk mengganti gereja lama, Martin Luther mendirikan Gereja Lutheran yang menjadi gereja negara Jerman. Reformasi Gereja juga berkembang di negara-negara Eropa lain.

Menurut buku Sejarah Pemikiran Reformasi (1997) karya Allister McGrath, Jean Calvin dari Perancis (1509-1564) memimpin sebuah ajaran bernama Calvinis yang pengikutnya berasal dari Belanda, Inggris dan Skotlandia. Selain itu, mucul pula ajaran anglikanisme yang dipimpin oleh raja Henry VIII Tudor di Inggris. Baca juga: Uni Eropa: Sejarah, Anggota, dan Tujuan Dampak Reformasi Gereja di Eropa memberikan dampak sebagai berikut: • Terbelahnya agama Kristen menjadi beberapa aliran • Timbulnya pembaharuan tatanan sosial, ekonomi, politik, dan budaya pada awal abad ke-16 Masehi.

• Runtuhnya pengaruh kekuasaan Paus di negara-negara besar Eropa. • Munculnya gerakan misionaris untuk menyebarkan agama Kristen ke seluruh penjuru dunia.

REFORMASI GEREJA DAN PENGARUHNYA




2022 charcuterie-iller.com