Nadiem makarim dilantik

nadiem makarim dilantik

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) di Istana Negara, Jakarta Pusat pada hari ini Rabu (28/4/2021). Selain Nadiem Makarim, Jokowi juga melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi dan Laksana Tri Handoko sebagai kepala badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca juga: Jokowi Resmi Lantik Mendikbud-Ristek Nadiem dan Menteri Investasi Bahlil Biografi Nadiem Makarim Lengkap & Tugas Barunya: • Profil Nadiem Makarim lahir dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadrie pada 4 Juli 1984 di Singapura. Ayahnya merupakan pengacara yang berasal dari Pekalongan dan ibunya berasal dari pasuruan.

Pada tahun 2014, Nadiem menikah dengan Franka Franklin. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai satu orang putri bernama Solara Franklin Makarim. • Sekolah Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, Nadiem Makarim menempuh pendidikan menengah atas di United World College of Southeast Asia di Singapura. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S1 ke jurusan Hubungan Internasional di Brown University di Amerika Serikat.

Selama kuliah, pria berusia 38 tahun ini dikenal aktif. Bahkan, ia sempat mengikuti program pertukaran pelajar di London School of Economics selama satu nadiem makarim dilantik.

nadiem makarim dilantik

Setelah itu, Nadiem Makarim melanjutkan S2 di Harvard Business School, Amerika Serikat jurusan Administrasi Bisnis. • Pengalaman Kerja Nadiem memulai kariernya pada tahun 2006.

nadiem makarim dilantik

Kala itu, ia bekerja selama tiga tahun sebagai Konsultan di perusahaan konsultan di Jakarta yang berpusat di Amerika Serikat, yakni McKinsey & Co. Kemudian, di tahun 2011 ia menjadi Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia selama satu tahun.

Selain itu, ia juga menjadi Chief Innovation Officer Kartuku di tahun 2013-2014.

nadiem makarim dilantik

Namanya mulai dikenal saat Nadiem Makarim mendirikan perusahaan ojek online bernama Gojek. Perusahaan yang identik berwarna hijau ini berdiri pada tahun 2011 karena kebiasaannya menggunakan jasa ojek. Perusahaan yang ia dirikan ini setiap tahunnya semakin berkembang. Pada tahun 2014 Nadiem Makarim pun beruntung mendapatkan dua investor dari perusahaan besar, yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd. Prestasi Nadiem Makarim juga tak diragukan lagi.

Pada tahun 2017, namanya berhasil masuk dalam majalah Forbes sebagai rising star. Saat ini perusahaan Go-Jek telah menjadi decacorn. Sebab perusahaan ini telah memiliki nilai valuasi mencapai US$ 10 miliar. Sepak terjangnya ini pun menjadi perhatian banyak orang. Pada tahun nadiem makarim dilantik, Nadiem Makarim pun resmi dilantik menjadi Mendikbud.

nadiem makarim dilantik

Ia menggantikan Muhadjir Effendy yang dipercaya menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Baca juga: 5 Fakta Kamus Sejarah Indonesia Kemendikbud yang Jadi Kontroversi nadiem makarim dilantik Tugas Baru Nadiem sebagai Mendikbud Ristek: Dikutip dari laman resmi Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ada beberapa tugas yang harus dijalankan oleh pemimpinnya.

Sebelumnya, kementerian ini dipimpin oleh Bambang Brodjonegoro. Kemudian, Jokowi memutuskan untuk melebur Kemenristek ke dalam Kemdikbud yang dipimpin oleh Nadiem Makarim. Ini membuat tugas Nadiem bertambah. Adapun, tugas Kemenristek sebelumnya adalah menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi.

Hal itu dilakukan sebagai tugas membantu presiden menyelenggarakan pemerintah negara. Kemudian, ada beberapa fungsi dari Ristek yang juga akan menjadi pedoman tugas baru Nadiem Makarim, yakni perumusan dan penetapan kebijakan di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi;koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi.

Kemudian memberi pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi. Selain itu, Nadiem Makarim juga harus mengetahui fungsi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Riset dan Teknologi, serta pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi.

nadiem makarim dilantik

Selamat atas pelantikan Nadiem Makarim! Simak Video " Mahasiswi Unpad Bentangkan Poster 'Saya Korban Kekerasan Seksual' ke Nadiem" [Gambas:Video 20detik] (pay/pal) JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Keputusan tentang pengangkatan Nadiem sebagai menteri tertuang dalam Keptusan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Pengupahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024. "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara.

Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," bunyi sumpah jabatan Nadiem di hadapan Presiden Jokowi.

Baca juga: Mensesneg: Pelantikan Menteri Hari Ini Bukan Reshuffle Besar-besaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan peleburan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Nadiem semula menjabat sebagai Mendikbud terhitung sejak awal pembentukan Kabinet Indonesia Maju. Sementara, Menristek semula dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. Pelantikan Nadiem dilakukan bersamaan dengan dilantiknya Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bahlil diangkat menjadi pejabat setingkat menteri setelah BKPM menjadi lembaga yang setara dengan kementerian. Baca juga: Ngabalin: Di Luar Negeri yang Dikenal Kementerian Investasi, Bukan BKPM Selain itu, dalam kesempatan ini Jokowi juga melantik Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang kini menjadi lembaga setingkat kementerian.

Presiden melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN. Laksana selama ini dikenal sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Terduga Begal yang Ditangkap di Lenteng Agung Beraksi di Pasar Minggu https://megapolitan.kompas.com/read/2021/04/28/15235761/terduga-begal-yang-ditangkap-di-lenteng-agung-beraksi-di-pasar-minggu https://asset.kompas.com/crops/prgdgTMpjOcLSAYvXsKU5qUYUsY=/0x0:1104x736/195x98/data/photo/2021/04/28/608916f3491dc.jpeg
KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo melantik Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (28/4/2021).

Keputusan tentang pengangkatan Nadiem sebagai menteri tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Pengupahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Presiden mengambil sumpah jabatan para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 dan Kepala BRIN yang dilantik pada hari ini, kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan nadiem makarim dilantik oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, diikuti oleh tamu undangan terbatas yang hadir.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan pers usai pelantikan di istana negara mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengemban amanah baru dalam upaya memajukan Indonesia.

Nadiem makarim dilantik juga: Kisah Sukses Gibran Budidaya Lele hingga Bangun Fishtech Terbesar Dunia "Riset dan teknologi adalah hal yang dekat di hati saya sehingga harapan saya besar untuk benar-benar meningkatkan kualitas dan inovasi di perguruan tinggi kita dalam bidang riset dan teknologi sebagai bagian dari Tridharma perguruan tinggi.

Nadiem makarim dilantik juga berharap untuk dapat menjadi mitra dan bekerja sama secara dekat dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)," papar Nadiem seperti dilansir dari laman Kemendikbud, Kamis (29/4/2021). Nadiem juga berpesan bahwa penggabungan riset dan teknologi di tingkat perguruan tinggi menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) harus disikapi dengan semangat optimisme dalam upaya mengakselerasi karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, melalui penelitian dan program Kampus Merdeka serta program link and match, sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di abad 21.

“Mari kita semua bergotong royong dalam menjalankan amanah besar ini dengan ketulusan hati, dan kami juga memohon kesabaran seluruh pemangku kepentingan untuk menunggu arahan yang tercantum di Peraturan Presiden yang mengatur skema organisasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” pungkas Nadiem. Baca juga: 4 Program Kampus Merdeka untuk Mahasiswa, Dapat SKS hingga Dukungan Dana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan peleburan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

nadiem makarim dilantik

Nadiem semula menjabat nadiem makarim dilantik Mendikbud terhitung sejak awal pembentukan Kabinet Indonesia Maju. Sementara, Menristek semula dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. [POPULER Nadiem makarim dilantik Awak Kapal Tak Keluar dari Tenggelamnya Kapal Selam - UI Peringkat 1 Versi SIR - Mahasiswa S1 Bisa Daftar LPDP https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/29/080317371/populer-edukasi-awak-kapal-tak-keluar-dari-tenggelamnya-kapal-selam-ui https://asset.kompas.com/crops/haBQjVNAKGMUoGCBTn-t5GT70Ow=/82x3:912x556/195x98/data/photo/2021/04/22/608114a779fdd.jpg KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo resmi melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi ( Mendikbud Ristek), di Istana Negara, Rabu (28/4/2021).

Instansi tersebut merupakan peleburan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Nadiem sebelumnya menjabat sebagai Mendikbud pada kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Sementara jabatan Menristek sebelumnya diamanatkan pada Bambang Brodjonegoro. Baca juga: CEO GoJek Bicara soal Tantangan dan Strategi Setelah Ditinggal Nadiem Sebelum masuk ke pemerintahan, Nadiem dikenal sebagai bos startup decacorn Gojek.

Ia kemudian menjadi salah satu menteri dengan usia muda di kabinet Indonesia Maju. Nadiem lahir di Singapura, 4 April 1984, putra ketiga dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Latar belakang keluarganya jauh dari ranah bisnis. Ayah Nadiem dikenal sebagai aktivis sekaligus pengacara kondang di Tanah Air. Pendidikan Nadiem Makarim Nadiem menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama di Indonesia. Ia lalu melanjutkan pendidikan menengah atas di Singapura dan melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Nadiem meraih gelar sarjana (Bachelor of Arts/BA) dari Hubungan Internasional di Brown University, dan melanjutkan S2 di Harvard University, hingga meraih gelar Master of Business Administration. Setelah lulus, Nadiem kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan konsultan bertaraf internasional, Nadiem makarim dilantik & Company di Jakarta selama tiga tahun. Ia lalu pindah ke Zalora Indonesia sebagai Co-founder dan Managing Editor selama setahun. Tahun 2013, Nadiem pindah ke perusahaan layanan pembayaran nontunai KartuKu dan menjabat sebagai Chief Innovation Officer selama satu tahun.

Mendirikan Gojek Saat berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, Nadiem menyempatkan untuk membangun sendiri perusahaannya.

Pada 2010, ia mulai mendirikan startup Gojek yang kini menjadi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Gojek lahir dari kejelian insting bisnis Nadiem yang mengaku sering menggunakan ojek untuk ke kantor. Ia pun mencoba mengawinkan teknologi dan ojek menjadi inovasi baru. Kehadiran Gojek sangat disruptif. Gojek menjadi alat transportasi umum "rasa baru" di Indonesia, dan cepat menarik perhatian masyarakat karena kemudahan akses yang ditawarkan.

Baca juga: GoTo, Inikah Nama Perusahaan Baru Hasil Merger Gojek-Tokopedia? Gojek sukses menarik perhatian masyarakat dan berkembang pesat menjadi decacorn pertama di Indonesia, sebagai startup dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

Startup ini pun melebarkan sayap hingga ke sejumlah negara lain di Asia Tenggara, seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand.

nadiem makarim dilantik

Nadiem menjabat sebagai CEO Gojek sejak tahun 2011 hingga dilantik menjadi Mendikbud pada 2019. Jabat Mendikbud Pada Oktober 2019, Nadiem resmi dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Sebelum didapuk menjadi Mendikbud, nama Nadiem sudah digadang masuk bursa menteri, setelah Pemilu tahun 2019. Prediksi itu menguat setelah Presiden Jokowi menyebut akan mengajak kalangan milenial untuk menduduki jabatan orang nomor satu di jajaran eksekutif.

Nadiem yang kini akrab disapa "Mas Menteri" itu menjadi menteri termuda di kabinet Jokowi, di mana saat dilantik usianya baru 35 tahun. Jabat Mendikbud Ristek Hampir dua tahun menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem kembali dilantik menjadi Mendikbud Ristek, setelah Presiden Jokowi melebut Kemendikbud dan Kemenristek. Pembentukan kementerian baru tersebut sesuai dengan hasil keputusan Badan Musyawarah (Bamus) yang membahas surat dari Presiden Joko Widodo mengenai pertimbangan pengubahan kementerian, Nomor R-14/Pres/03/2021.

nadiem makarim dilantik

Setelah dilantik, Nadiem mengaku bahwa riset dan teknologi adalah hal yang sangat dekat dengan dirinya, bahkan sebelum masuk ke pemerintahan. "Riset dan teknologi adalah suatu hal yang sangat dekat di hati saya, merupakan hal yang sudah saya tekuni sebelum saya melakukan tugas ini di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Nadiem di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Alasan GoJek Tunjuk Dua CEO Pengganti Nadiem Makarim Ia nadiem makarim dilantik memiliki harapan besar nadiem makarim dilantik meningkatkan kualitas dan inovasi riset serta teknologi di perguruan tinggi di Indonesia.

Nadiem berharap para sivitas akademika Tanah Air melakukan lebih banyak riset. "Saya menginginkan sebanyak mungkin murid-murid kita, mahasiswa kita, dan dosen-dosen kita melakukan penelitian dan melakukan program-program seperti Kampus Merdeka di dalam badan-badan di bawah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)," ujar Nadiem. Nadiem mengatakan belajar melalui riset, proyek-proyek sosial, magang di suatu industri, hingga pertukaran pelajar, searah dengan visi Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Kebijakan dan kontroversi Saat menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem merealisasikan kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN). Nadiem memastikan bahwa UN 2020 akan menjadi ujian kelulusan yang terakhir digelar secara nasional. Namun, karena pandemi Covid-19, penghapusan UN dipercepat karena UN 2020 dibatalkan.

Posisi Nadiem sebagai Mendikbud juga kerap diterpa isu kontroversial, seperti isu penghapusan pelajaran sejarah di tengah upaya penyederhanaan kurikulum. Kemendikbud juga sempat disebut akan melebur pelajaran agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Kebijakan lain yang mengundang kontroversi adalah meminta sekolah untuk tidak mewajibkan siswa berseragam model pakaian agama tertentu. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, terkait Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut di lingkungan sekolah negeri, jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Baginya, pertimbangan pemerintahan sesuai perkembangan kebutuhan dan aspirasi rakyat.

nadiem makarim dilantik

Serta pertimbangan khusus di Pasal 18 (2) untuk efisiensi dan efektivitas serta perubahan atau perkembangan tugas dan fungsi, peningkatan kinerja dan beban kerja pemerintah hingga kebutuhan penanganan urusan tertentu dalam pemerintahan secara mandiri.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo usai dilantik sebagai Mendikbud-Ristek. Nadiem menyebut, riset dan teknologi merupakan hal yang sangat dekat dengan dirinya, bahkan sebelum ia masuk ke pemerintahan.

"Riset dan teknologi adalah suatu hal yang sangat dekat di hati saya, merupakan hal yang sudah saya tekuni sebelum saya melakukan tugas ini di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Nadiem di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Nadiem mengaku, dirinya punya harapan besar untuk meningkatkan kualitas dan inovasi riset serta teknologi di perguruan tinggi di Indonesia.

Ia ingin para civitas akademika di Tanah Air melakukan riset sebanyak-banyaknya. Baca juga: Jokowi Lantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi "Saya menginginkan sebanyak mungkin murid-murid kita, mahasiswa kita, dan dosen-dosen kita melakukan penelitian dan melakukan program-program seperti Kampus Merdeka di dalam badan-badan di bawah BRIN (Badan Nadiem makarim dilantik dan Inovasi Nasional)," ujar Nadiem.

nadiem makarim dilantik

Belajar melalui riset, proyek-proyek sosial, magang di suatu industri, hingga pertukaran pelajar, kata Nadiem, searah dengan visi Presiden Jokowi mengenai Merdeka Belajar. Hal ini juga selaras dengan link and match serta peningkatan kemampuan mahasiswa dalam perguruan tinggi.

Nadiem mengatakan, penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi menjadi kabar gembira bagi para perguruan tinggi.

Sebab, kini riset dan transformasi pendidikan ada pada satu pintu kementerian, sehingga para rektor akan semakin mudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Jadi terima kasih sekali untuk amanah ini dan akan saya kerjakan sebaiknya," kata Nadiem. "Ini merupakan suatu tantangan baru yang pasti dan pasti amanah ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan hati nurani yang tulus," tuturnya.

nadiem makarim dilantik

Baca juga: Profil Nadiem Makarim: Sepak Terjang dari Gojek hingga Jabat Mendikbud Ristek Untuk diketahui, Kemendikbud-Ristek merupakan peleburan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Nadiem semula menjabat sebagai Mendikbud terhitung sejak awal pembentukan Kabinet Indonesia Maju. Sementara, Menristek semula dijabat oleh Bambang Brodjonegoro.

Pelantikan Nadiem digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021) bersamaan dengan dilantiknya Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi. Berita Terkait Reshuffle Rabu Ini, Bagaimana Nasib Nadiem Makarim dan Bambang Brodjonegoro?

Bicara Kekerasan Seksual, Nadiem Nadiem makarim dilantik Perlu Ada Badan Independen di Kampus Mendikbud Nadiem Bakal Terbitkan Peraturan soal Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Isu Reshuffle, Pengamat Sebut Nadiem Bertemu Megawati untuk Amankan Posisi Menteri Ini Reaksi Nadiem Makarim Saat Ditanya Isu Reshuffle Kabinet Berita Terkait Reshuffle Rabu Ini, Bagaimana Nasib Nadiem Makarim dan Bambang Brodjonegoro? Bicara Kekerasan Seksual, Nadiem Nilai Perlu Ada Badan Independen di Kampus Mendikbud Nadiem Bakal Terbitkan Peraturan soal Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Isu Reshuffle, Pengamat Sebut Nadiem Bertemu Megawati untuk Amankan Posisi Menteri Ini Reaksi Nadiem Makarim Saat Ditanya Isu Reshuffle Kabinet Ada Bambang Pamungkas Saat Presiden Persija Diperiksa di Polda Metro Terkait Kerumunan Jakmania https://megapolitan.kompas.com/read/2021/04/28/16204731/ada-bambang-pamungkas-saat-presiden-persija-diperiksa-di-polda-metro https://asset.kompas.com/crops/3euNoGq6vP_umRWHPztr-d4y0vo=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2021/04/28/608926958a2c7.jpg

TERBARU - Tiba di Istana Presiden, Bos Gojek Nadiem Makarim Jadi Menteri Apa?




2022 charcuterie-iller.com