Demo truk odol

Solo - Para pengemudi truk menggelar aksi menolak kebijakan pemerintah terkait pembatasan dan pelarangan truk overdimension overloading (ODOL) di kawasan Pantura Jawa Demo truk odol. Di antaranya Kudus, Batang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Banjarnegara dan Purbalingga. Aksi demo sopir truk ini bahkan membuat sejumlah ruas jalan macet seperti jalur utama Kudus-Demak, jalur Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, maupun di Jalur Pantura di wilayah Banyuputih.

Dalam aksi tersebut mereka menyampaikan keluhannya terkait kebijakan ODOL yang dinilai menyusahkan para sopir truk ini. Berikut aspirasi para sopir truk soal ODOL yang dirangkum detikJateng, Rabu (23/2/2022): 1.

Kudus Aksi demo sopir truk dilakukan dengan longmarch dari Terminal Jati, Kudus menuju ke Gedung DPRD Kudus pada Selasa (22/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan truk tampak memblokir arus lalu lintas Pantura Kudus-Demak yang mengakibatkan kemacetan. Salah satu sopir truk, Munir (42) mengaku berdampak dengan adanya kebijakan pelarangan truk ODOL tersebut.

Apalagi kata dia sopir merupakan seorang buruh. Kebijakan tersebut dianggap tidak memihak kepada masyarakat kecil. "Dampaknya terhadap rakyat kecil, rakyat kecil seperti saya ini merasakan," kata Munir di lokasi siang ini. 2. Batang Aksi serupa juga dilakukan sopir truk di Pantura wilayah Kabupaten Batang. Akibatnya terjadi kemacetan sepanjang 3 kilometer. Semula para sopir truk itu menggelar aksi di sekitar Jembatan Timbang di Kecamatan Subah.

Namun, aksi di dekat jembatan timbang itu tidak berlangsung lama dan beralih ke Jalur Pantura di Banyuputih. "Ini bentuk solidaritas pada aksi di Surabaya dan Jakarta," kata seorang sopir truk, Demo truk odol (50) warga Surabaya, saat ditemui di lokasi, Selasa (12/2).

Baca juga: Perundungan 'Wayang Khalid Basalamah' Setelah berjam-jam melakukan aksi di Jalur Pantura, para sopir truk itu bersedia membubarkan diri setelah Kepala Dishub Kabupaten Batang, menyampaikan hasil mediasi dari aksi serupa di provinsi. Kemacetan pun terurai. "Jadi tadi di provinsi sudah dilakukan audiensi dan tadi saya sosialisasikan hasilnya.

Untuk penindakan (tilang), belum. Nanti di tahun 2023 akan dievaluasi lagi," imbuh Murdiono kepada detikJateng.

3. Boyolali Para sopir truk di Boyolali juga menggelar aksi menolak kebijakan ODOL. Mereka mulanya berkumpul di jalan baru di timur Alun-alun Lor menuju exit tol Boyolali, kemudian konvoi keliling kota. Sejumlah spanduk dengan tulisan bernada protes ditempel di bagian truk.

Spanduk itu antara lain bertuliskan, Odol kui gae sikatan dudu peraturan (Odol itu untuk sikatan, bukan peraturan), ora gayor ora setor, supir bukan penjahat, Odol tidak membuat kita sejahtera, dan lainnya. Sedangkan sejumlah perwakilan dari pengurus organisasi sopir truk di Boyolali mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali untuk beraudiensi.

Yaitu dari Komunitas Sopir Truk Boyolali (KSTB) dan Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI). Mereka diterima langsung oleh Kepala Dishub Boyolali Cipto Budaya bersama sejumlah stafnya, serta Demo truk odol Lantas Boyolali AKP Yuli Anggraeni. Baca juga: 6 Fakta Mengagetkan Wakil Wali Kota Tegal Masuk Daftar Warga Miskin Penasehat KSTB Tarjo menyebut muatan truk yang melebihi kapasitas maupun melebihi dimensi bukan kemauan sopir melainkan tuntutan pekerjaan dan perusahaan.

Jika muatan sedikit, ongkos jalannya tidak nutup. "Karena faktor dari perusahaan, muatannya enteng harus tinggi. Demo truk odol nggak kita angkut nggak tinggi, muatannya se-bak ongkosnya nggak nutut. Ada hubunganya dengan ongkos.

Jadi itu tuntutan pekerjaan dan perusahaan," kata Tarjo menjelaskan alasan sopir mengangkut dalam kapasitas banyak. "Kalau kita sebagai driver, kalau memang perusahaannya pengin muatannya sedikit, ongkosnya standar yo kita malah lebih senang. Tapi kira-kira yang nyater kan nggak mau. Salah satu sebabnya kan itu," imbuh dia. Dalam kesempatan audiensi itu, perwakilan sopir truk Boyolali juga menyampaikan soal tajuk atau terpal penutup dengan bentuk kerucut.

Pihak Dishub Boyolali pun mengaku bakal mengkomunikasikan soal tajuk ini ke daerah lain agar aturannya seragam. 4. Kabupaten Semarang Aksi demo para sopir truk juga dilakukan di Kantor Dishub Jawa Tengah di Krapyak, Kota Semarang.

Akibat aksi demo ini terjadi kemacetan di perbatasan Kota dan Kabupaten Semarang tepatnya di Pudak Payung. Hal itu akibat antrean truk yang akan demo dan disekat petugas. Kemacetan sempat terjadi beberapa jam hingga lebih dari 5 kilometer. Namun sekitar pukul 12.30 WIB truk yang mengular sudah mulai jalan dan kondisi lalu lintas kembali lancar.

5. Banjarnegara Para sopir truk di Banjarnegara juga beraudiensi dengan Dishub Kabupaten Banjarnegara. Mereka meminta toleransi soal aturan ODOL.

Salah seorang sopir truk, Yulianto memerinci pengeluarannya saat bekerja. Di antaranya bahan bakar minyak (BBM), bayar tol, dan setor kepada pemilik truk. "Kalau untuk truk jenis colt disel sesuai aturan itu 4 ton 3 kuintal.

Biasanya kalau muat kentang atau salak dari Banjarnegara ke Jakarta hitungannya Rp 400 per kilogram," kata Yulianto saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara, Demo truk odol (22/2). "Kalau segitu belum masuk. Padahal pedagang nuntutnya cepat jadi kita harus lewat tol.

Untuk pulangnya kita baru lewat jalan biasa. Belum lagi setor kepada pemilik truk biasanya Rp 1.100.000," sebutnya. Terkait aspirasi sopir truk ini, Kepala UPT Pengujian Kendaraan Dishub Banjarnegara Margono berjanji bakal meneruskannya ke Dinas Perhubungan Jawa Tengah. Baca juga: Rabu Kliwon 23 Februari 2022: Lemah Lembut tapi Mudah Tersinggung 6. Purbalingga Para sopir truk di Banjarnegara melakukan konvoi untuk memprotes aturan soal ODOL. Mereka konvoi di sepanjang Jalan Kalijajar menuju GOR Goentoer Darjono Purbalingga siang ini.

Sementara itu, perwakilan komunitas sopir truk beraudiensi di aula kantor Dinas Perhubungan Purbalingga. Audiensi diikuti perwakilan komunitas sopir, Wakapolres Purbalingga, dan Kepala Dishub Purbalingga. Dalam tuntutannya perwakilan komunitas menyoroti adanya pungli dari petugas. Komunitas mengaku kerap mendapatkan informasi tentang praktik pungli sejak adanya razia ODOL.

"Sejak adanya razia penerapan over dimension over loading (ODOL) semakin menyusahkan, karena ada oknum petugas di lapangan justru memberi contoh sopir melakukan pelanggaran di lapangan," kata perwakilan demo truk odol sopir truk Serayu Mania, Slamet, Selasa (22/2). "Sopir itu manut, dengan adanya aturan justru kendaraan lebih aman dan awet karena tidak membawa beban lebih.

Tapi yang disayangkan jika ada sopir yang membawa barang over lalu memberikan mel (suap) terus diloloskan," sambungnya.

Sementara itu, Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono menerangkan aturan ODOL bertujuan demi keamanan seluruh pengguna jalan.

Pihaknya pun mempersilakan perwakilan sopir agar segera melapor ketika menemukan anggotanya yang melakukan pelanggaran seperti pungli. "Silakan jika ada oknum yang melakukan (pungli) segera laporkan. Saya sendiri paling tidak suka dengan adanya praktik semacam itu," tuturnya. Simak Video " Momen Aksi Demo Sopir Truk Tolak Aturan ODOL di Berbagai Daerah" [Gambas:Video 20detik] (ams/ams) Jakarta - Sopir truk berunjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), tepatnya di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Jalan Frontage Ahmad Yani menggelar unjuk rasa.

Mereka protes terkait aturan truk over dimension and over loading ( ODOL). Dilansir dari detikjatim, Selasa (22/2/2022), kebijakan tersebut baru diresmikan Dishub.

Mereka menginginkan Dishub mengkaji ulang kebijakan tersebut. "Kami terancam kehilangan pekerjaan saat aturan demo truk odol diterapkan. Ini menyulitkan kami," kata salah satu demonstran, Imam, kepada detikjatim di lokasi, Selasa (22/2).

Saat aksi, para sopir truk juga membawa kendaraannya. Ada ratusan truk yang diparkir memenuhi jalan. Karena ada aksi ini, polisi mengalihkan kendaraan umum ke Jalan Ahmad Yani di bagian tengah. Sementara jalur frontage ditutup total karena dipenuhi ratusan truk. Pantauan detikJatim, hingga saat ini masih banyak truk yang berdatangan dari arah Exit Tol Waru sembari membunyikan klakson truk.

Rencananya, massa meneruskan aksi demonstrasinya menuju Gedung Kantor Gubernur dan Grahadi. Baca juga: Jalur Pantura Kudus-Demak Lumpuh Imbas Demo Sopir Truk Tolak Aturan ODOL Sebelumnya diberitakan, arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), tepatnya di jalur utama Kudus-Demak, Jawa Tengah (Jateng), lumpuh. Hal itu disebabkan oleh aksi blokade jalan oleh ratusan pengemudi truk.

Dilansir dari detikjateng, pagi tadi, ratusan pengemudi truk menggelar aksi menolak kebijakan pemerintah terkait dengan pembatasan dan pelarangan truk ODOL. Aksi protes dilakukan di depan Terminal Jati, Kudus. Kemacetan dari arah Pati pun tidak terhindar.

Terlihat sopir yang menolak aturan ODOL sempat bersitegang dengan polisi. Meski demo truk odol, truk tetap diparkirkan di jalan. Sopir pun menggelar aksi di jalanan. Terlihat sopir truk yang masih melintas langsung dihentikan oleh peserta aksi dan diminta untuk ikut bergabung demo truk odol aksi demo menolak kebijakan pelarangan truk ODOL itu.

Salah satu sopir truk, Munir (42), mengaku terkena dampak oleh adanya kebijakan pelarangan truk ODOL tersebut. Apalagi, menurut dia, sopir merupakan seorang buruh. Kebijakan tersebut dianggap tidak memihak kepada masyarakat kecil. "Dampaknya terhadap rakyat kecil, rakyat kecil seperti saya ini merasakan," kata Munir di lokasi siang ini.
Jakarta, IDN Times - Kebijakan pelarangan truk over dimension and over loading (ODOL) menuai polemik.

Sejumlah sopir truk di berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan yang dinilai merugikan. Aksi demo sopir truk ini bahkan membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan di berbagai daerah.

Di Jawa tengah, mereka memenuhi jalan sejumlah kabupaten/kota di wilayah demo truk odol tersebut. Sementara di Jawa Timur, ribuan sopir memblokir jalan depan Kantor Dinas Perhubungan, Selasa (22/2/2022). Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai pengemudi truk menjadi ujung tombak angkutan logistik. Namun kesejahteraan yang didapat tidak setara julukan itu. "Membawa kelebihan muatan tidak diinginkan, karena mereka tahu kalau hal itu berisiko terhadap keselamatannya.

Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, dan dalam kondisi hidup pastilah akan dijadikan tersangka," ujar Djoko dalam siaran tertulis yang diterima IDN Times, Kamis (24/2/2022). Baca Juga: Gencar Razia Truk ODOL, Sopir Bisa Kena Tilang Rp500 Ribu Truk-truk ODOL yang terkena razia aparat Polri. Foto istimewa Djoko mengungkapkan sesungguhnya, akar masalah truk Demo truk odol adalah tarif angkut barang semakian rendah, sementara pemilik barang tidak mau keuntungannya selama ini berkurang padahal biaya produksi dan lainnya meningkat.

"Pemilik armada truk atau pengusaha angkutan barang juga tidak mau berkurang keuntungannya. Hal yang sama, pengemudi truk tidak mau berkurang pendapatannya" imbuhnya. Baca Juga: Razia Angkutan Darat, Tim Terpadu Amankan Truk ODOL di Kaltim Jumpa Pers Akhir Tahun Badan Pengelola Transportasi Kementerian Perhubungan, di Pecenongan, Jakarta Pusat, Senin (02/11), Djoko Setijowarno - Pengamat Transportasi, Direktur Prasaran - Edi Nursalam (IDN Times/Lia Hutasoit) Selain itu, pengemudi truk juga harus memenutupi biaya tidak terduga sehingga mereka menggunakan kendaraan berdimensi lebih (over dimension).

Bahkan, nelangsanya pengemudi truk juga menanggung beban selama perjalanan, seperti tarif tol, pungutan liar yang dilakukan petugas berseragam dan tidak seragam, parkir, urusan ban pecah, dan sebagainya.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • Kronologi Bus Angkutan Mudik Terguling di Tol Cikampek • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • Demo truk odol Rombongan Pesepatu Roda Salip Motor dan Mobil di Jalan Raya Gatsu "Uang dapat dibawa pulang buat keperluan keluarga tidak setara dengan lama waktu bekerja meninggalkan keluarga," katanya.

Baca Juga: YLKI Meminta Pemerintah Konsisten dalam Melarang Truk ODOL Sapuan, sopir truk yang terjebak macet di kawasan Tanah Datar, Kukar. Dia hendak menuju Samarinda (IDN Times/Yuda Demo truk odol Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini juga melihat profesi pengemudi truk saat ini bukan pilihan bagi kebanyakan orang sehingga semakin sulit mendapatkan pengemudi truk yang berkualitas.

"Tekanan terbesar ada pada pengemudi truk karena mereka yang berhadapan langsung dengan kondisi nyata di lapangan. Populasi pengemudi truk kian makin berkurang, jika masih ada yang bertahan sebagai pengemudi truk, disebabkan belum punya alternatif pekerjaan yang lain" katanya. "Ke depan, Indonesia akan banyak kehilangan pengemudi truk yang profesional," kata Djoko menambahkan. Baca Juga: Razia Besar-besaran Truk ODOL, Pengusaha Protes Kemenhub Bus DAMRI (Dok.Humas Damri) Djoko memaparkan ada sejumlah BUMN yang bergerak di sektor transportasi yang sebenarnya tidak semua perusahaan milik negara ditarget keuntungan.

"Harusnya BUMN seperti itu tidak perlu untung, cost recovery saja sudah cukup," imbuhnya. Dia mencontohkan di Australia, ada kebijakan pemerintah terhadap perusahaan telekomunikasi yang tidak dituntut untung besar. Namun ditarget asal bisa memberikan layanan ke seluruh negerinya yang cukup luas dan demo truk odol yang dipungut sudah bisa menutup operasional perusahaan sudah cukup. "Sekarang ini, semua perusahaan BUMN diwajibkan raih keuntungan sebesar-besarnya. Jika tidak memberikan keuntungan tinggi, jajaran direksinya bisa dicopot.

Perum Damri, PT Pelni, PT KAI, PT ASDP, PT Jasa Marga, dan BUMN lain sejenis tidak perlu ditarget keuntungan sebesar-besarnya. Apalagi perusahaan itu berkecimpung untuk melayani publik," bebernya. Berita Terpopuler • Raffi Datangi Polda Metro Terkait Dugaan Pencatutan Nama Medina Zein • Orgasme Klitoris dan Vaginal, Apa Perbedaan Keduanya?

• 9 Potret Diah Permatasari dan Putra Sulung Lulusan Militer Amerika • 10 Potret Gemas Chloe, Anak Asmirandah, waktu Liburan ke Bali • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • 10 Potret Arfito Hutagalung yang Disebut Kekasih Baru Naysilla Mirdad • [LINIMASA-10] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia • Daftar 5 Pejabat Sementara yang Bakal Isi Jabatan Gubernur • 9 Potret Terbaru Lenna Tan yang Semakin Memikat di Umur 41 Tahun KUDUS, KOMPAS.com - Ratusan sopir truk Eks Karesidenan Pati dengan menumpang armadanya menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan over dimension and overloading (ODOL) di jalur Pantura Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2022) pagi sekitar pukul 09.30.

Dalam demonstrasi yang menutup akses Jalan Lingkar Selatan Kudus itu sempat mengakibatkan arus lalu lintas di jalur Pantura Kudus macet hingga berjam-jam. Ratusan truk diparkir di sisi kiri ruas Jalan Lingkar Selatan Kudus di depan Terminal Induk Jati dan di ruas sebelah kanan. Baca juga: Demo Sopir Truk Purbalingga: Aturan ODOL Dimanfaatkan Oknum Petugas Tarik Pungli Penutupan akses juga terjadi di perempatan Jalan Lingkar Kencing dan lampu merah depan DPRD Kudus.

Berbagai sentilan tertulis di kain yang menempel di bak truk.

Di antaranya "butuh obat di demo truk odol yang sedang sakit", "Kami Rakyat Kecil Menolak RUU diperpanjang" dan "Saatnya sopir bersatu tolak RUU Odol,". "ODOL harus direvisi dan jangan hanya merugikan rakyat kecil. Hari ini unjuk rasa ada sekitar 300 an sopir truk," kata salah satu sopir truk, Ikhsan (38). DOKUMEN POLRES KUDUS Ratusan sopir truk Eks Karesidenan Pati dengan menumpang armadanya menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan over dimension and overloading (ODOL) di jalur Pantura Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2022) pagi sekitar pukul 09.30.

Ikhsan mengatakan nyaris seluruh truk saat mengangkut barang ada kelebihan karena selama ini tarifnya tergolong murah. Baca juga: Ribuan Sopir Truk Demo Protes Aturan ODOL, Jalan A Yani Surabaya Macet Namun dengan kebijakan ODOL, sopir truk justru merasa dirugikan. Ikhsan mencontohkan jika sebelumnya truk colt diesel dengan tarif Rp 2,5 juta bisa mengangkut 16 ton pasir, maka dengan aturan baru dengan tarif sama hanya bisa mengangkut 4,5 ton pasir.

"Jika pemerintah memberlakukan normalisasi ODOL sehingga harus ada perbaikan dimensi kendaraannya agar sesuai ketentuan.

Muatan lebih sedikit terus demo truk odol. Kami para sopir memodifikasi truk karena untuk mengikuti pesanan dari perusahaan dan apabila kami tidak melakukan modifikasi maka kami akan kalah dengan produk truk baru," tegas Ikhsan. Berita Terkait Demo Sopir Truk Purbalingga: Aturan ODOL Dimanfaatkan Oknum Petugas Tarik Pungli Perwakilan Sopir Truk di Surabaya Lakukan Audiensi dengan Dishub Jatim soal Kebijakan ODOL Ribuan Sopir Truk Demo Protes Aturan ODOL, Jalan A Yani Surabaya Macet Modifikasi Truk Tronton Jadi ODOL, Pemilik Ditetapkan Tersangka Saat Bupati Bengkulu Utara Tegur Sopir Truk ODOL Lewati Jalan Provinsi.

Berita Terkait Demo Sopir Truk Purbalingga: Aturan ODOL Dimanfaatkan Oknum Petugas Tarik Pungli Perwakilan Sopir Truk di Surabaya Lakukan Audiensi dengan Dishub Jatim soal Kebijakan ODOL Ribuan Sopir Truk Demo Protes Aturan ODOL, Jalan A Yani Surabaya Macet Modifikasi Truk Tronton Jadi ODOL, Pemilik Ditetapkan Tersangka Saat Bupati Bengkulu Utara Tegur Sopir Truk ODOL Lewati Jalan Provinsi.

Petani di Lumajang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi, Demo truk odol Penjelasan Dinas Pertanian https://surabaya.kompas.com/read/2022/02/22/185239878/petani-di-lumajang-kesulitan-dapat-pupuk-subsidi-begini-penjelasan-dinas https://asset.kompas.com/crops/fyah0uViGzvk4PFOHAiYGO3P6fc=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2022/02/22/6214cac84efb3.jpg
KOMPAS.com - Sopir truk dari berbagai daerah ramai-ramai melakukan aksi demo menolak aturan over dimension over loading (ODOL).

Di Surabaya, Jawa Timur misalnya, ribuan sopir truk melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Frontage A Yani, Surabaya, Jawa Timur, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (22/2/2022). Para pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Truk menolak semua bentuk sanksi yang diberikan pemerintah. Seperti halnya penilangan dan normalisasi, atau pemotongan bodi truk. Ratusan sopir demo truk odol di Jawa Tengah juga menggelar aksi serupa. Mereka mendesak pemerintah untuk segera merevisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) karena dinilai merugikan para sopir truk.

Baca juga: Videonya Viral di Media Sosial, Ini Arti Kendaraan ODOL dan Sederet Dampaknya Lantas, seperti apa pandangan pengamat transportasi melihat situasi ini? Akar masalah truk ODOL Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memaparkan, pengemudi truk menjadi ujung tombak angkutan logistik.

Namun, kesejahteraan yang didapat tidak selaras dengan itu. Menurut Djoko, pengemudi truk tidak menginginkan untuk membawa kelebihan muatan, karena mereka tahu hal itu berisiko terhadap keselamatannya. Terlebih, apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, dan masih dalam kondisi hidup, pastilah akan dijadikan tersangka. "Sesungguhnya, akar masalah truk ODOL adalah tarif angkut barang yang semakin rendah, karena pemilik barang tidak mau keuntungan selama ini berkurang, padahal biaya produksi dan lainnya meningkat," ujar Djoko, kepada Kompas.com, Rabu (23/2/2022).

Berita Terkait Update Corona Global 23 Februari 2021: Kasus Harian dan Kematian akibat Covid-19 Naik Lagi Hari Ini dalam Sejarah: 23 Februari 1947, Organisasi Standardisasi ISO Didirikan PPKM Jawa-Bali Level 4: Daftar Daerah dan Rincian Aturannya 4 Hal soal Penutupan E-SPT, Penyebab hingga Cara Lapor SPT via E-Form Cara Daftar BPJS Kesehatan yang Akan Jadi Syarat Jual Beli Tanah, Umrah-Haji, hingga Buat SIM Berita Terkait Update Corona Global 23 Februari 2021: Kasus Harian dan Kematian akibat Covid-19 Naik Lagi Hari Demo truk odol dalam Sejarah: 23 Februari 1947, Organisasi Standardisasi ISO Didirikan PPKM Jawa-Bali Level 4: Daftar Daerah dan Rincian Aturannya 4 Hal soal Penutupan E-SPT, Penyebab hingga Cara Lapor SPT via E-Form Cara Daftar BPJS Kesehatan yang Akan Jadi Syarat Jual Beli Tanah, Umrah-Haji, hingga Buat SIM
Ratusan pengemudi demo truk odol, melakukan aksi demonstrasi di sejumlah daerah, Selasa (22/2/2022) menuntut penindakan berkeadilan pada truk Over Dimension Over Loading (ODOL).

Aksi demonstrasi yang dilakukan pengemudi truk ini dilakukan serentak di sejumlah demo truk odol seperti Semarang, Kudus, dan Surabaya. Dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net tujuan demo kali ini ditujukan pada intansi terkait agar, segara menindak lanjuti kasus Over Load Over Dimensi (ODOl ) yang jika aturan tersebut diterapkan, maka diberikan kebijakan regulasi tarif atau ongkos angkutan logistik, selain itu kepastian muatanbiaya pemotongan dan data kepastian dimensi kendaraan.

Di Surabaya, masa demo dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) bergerak menuju Bundaran Waru sebagai titik kumpul, imbasnya kemacetan panjang terjadi sejak dari pintu keluar Tol Waru, Taman arah Waru, dan Terminal Purabaya yang ke arah Waru. Ipda Irwan Saputra Kasubnit Turjawali Polrestabes Surabaya mengatakan 100 an truk sudah masuk ke wilayah Surabaya, mereka akan diarahkan langsung ke kantor Dinas Perhubungan Surabaya sebagai lokasi tujuan demo, selanjutnya demo akan bergerak ke Grahadi/ atau kemungkinan menuju kantor Gubernur di Jalan pahlawan Surabaya.

“Kami masih belum menentukan jalur yang akan dilewati pendemo menuju tengah nanti, sekarang kami berupaya memecah pendemo agar tidak membuat situasi macet total.

Saya di Bundaran Waru, mengarahkan pendemo menuju frontage A Yani, untuk seterusnya masuk ke Kantor Dinas Perhubungan,” terang Ipda Irwan pada Radio Suara Surabaya, Selasa (22/2/2022).

Sopir Truk Protes ODOL, Para Pengemudi Tutup Jalur Pantura




2022 charcuterie-iller.com