Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.” (QS. Al Isra: 24) MENANGIS meratapi diri. Menjerit hati nuran. Merasa diri ini belum utuh mengurus ibunda tercinta yang menderita diabetes sejak 20 tahun yang lalu dan terkena stroke lima tahun lamanya.

Pepatah “kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah” benar adanya. Betapa tidak meratapi, ketika mengantar ibu ke rumah sakit, saya menyaksikan dan mendengar dengan kepala, telinga dan mata sendiri ada sosok ibu yang demikian tulus, sayang dan cinta menemani anaknya yang terkena stroke, ” ini anak saya yang kena stroke, tutur sang ibu dengan wajah yang berbinar.

Ini kenyataan bahwa ada ketimpangan besar antara “kasih sayang” ibu dan anak, sampai akhirnya ada perbandingan sepanjang “masa” dan “galah”. “Masa” mewakili ketidak-berujungan kasih sayang ibu, dan “galah” mewakili keterbatasan kasih sayang seorang anak kepada ibunya. Seorang ibu mampu merawat lebih dari lima anak sekaligus, tetapi belum tentu lima anak mampu merawat seorang ibu. BACA JUGA: Teladan Uwais al-Qarni, Model Bakti Seorang Anak kepada Ibu Teringat pada sebuah riwayat, pada suatu hari, Ibnu Umar melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah.

Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu nafas ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik.

Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi). Ya Allah di hadapanku, ada ibunda yang telah Allah titipkan, amanatkan, hampir tujuh tahun lamanya, tetapi belum saya maksimalkan untuk berbakti, belum sungguh-sungguh diri ini merawatnya, astaghfirullaah, mohon ampun atas semua kesalahan dan kelalaianku selama ini.

Apakah diri ini mampu meneladani sosok Uwais Al Qorni, yang tercatat dalam sejarah sepanjang hidupnya tidak pernah menolak perintah dan permintaan ibunya tercinta, kecuali hanya meminta diizinkan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW, sementara diri ini selalu saja punya berbagai alasan untuk menolak permintaan ibuku, ada rapat, harus berangkat pagi, mengajar dan alasan lainnya.

BACA JUGA: Menjadi Seorang Ibu Terbaik Sudah di hari yang kedua, ibunda tercinta di rawat di Rumah Sakit, terasa pilu direlung hati ini, belum mampu membuatnya merasa tenang, nyaman, dan nampak raut wajah bahagia seutuhnya, ya Allah kasihi dan sayangilah ibunda tercinta, sebagaimana dirinya menyayangiku sejak kecil, angkat penyakitnya, sehatkan dan berikan kesabaran serta keikhlasan dalam menerima ujian sakitnya, kabulkan doa hambaMu ini.

Berbisik dalam hati ini di tengah malam yang sunyi, melagukan untai syair abadi tentang ketulusan kasih ibu kepada anaknya, “Kasih ibu, sepanjang masa. Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah terhingga, sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya, menyinari dunia.” Duhai Robb, hamba mohon ampunan atas kelalaian selama ini, bimbing dan berikan kesabaran dan keikhlasan untuk merawat ibunda tercinta, jadikan hambaMu ini menjadi anak yang berbakti. Aamiin.

[] Selamat Hari Ibu Buat Kita Semua Ya Gan, Ada sedikit Thread nih Buat baca-bacaan Agan di Hari Ibu Ini, Cekidot gan ! Agan tentu pernah mendengar ungkapan yang TS bikin Jadi Judul Thread di Atas ya Gan ? Makna yang terkandung di dalamnya adalah gambaran bahwa kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya tidak berbatas dan tidak berkesudahan, bak hamparan jalan yang tidak berujung Gan.

Memang benar bahwa kasih ibu selalu mengiringi ke mana kaki anak-anaknya melangkah. Jadi, merupakan sesuatu yang wajib Bagi kita untuk memberikan hadiah dan ucapan terima kasih paling manis pada ibu yang telah membesarkan dan mencintai apa pun kondisi Kita Saat ini.

Sebab, pada dasarnya, hingga waktu berakhir dan musnah, tidak ada yang namanya bekas anak atau bekas orangtua Gan. Tidak ada orang di dunia ini yang menganggap kita istimewa, berarti, dan spesial, kecuali ibu Gan.

Ucapkan terima kasih karena nasihat bijak ibu Saat berusia remaja, umumnya petuah dan nasihat ibu adalah hal terakhir yang kita dengarkan. Sebab, Kita merasa bahwa ibu seperti membatasi kebebasan dan terlalu banyak aturan. Sekarang, coba renungi kembali segala nasihat ibu tersebut. Pasti, semuanya memberikan dampak positif untuk kehidupan yang sekarang Kita jalani ini Gan. Segera cium ibu kita dan ucapkan terima kasih atas segala doa dan nasihatnya yang tidak pernah terputus sepanjang waktu.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Ucapkan terima kasih karena segala pengorbanannya Tak sedikit wanita yang melupakan cita-citanya untuk mengasuh dan membesarkan buah hati mereka.

Dan perlu kita tahu, bahwa hal tersebut merupakan pengorbanan besar Beliau untuk kita Gan. Namun, biasanya ibu tidak pernah menganggapnya demikian karena kehadiran kita dalam hidupnya merupakan anugerah terindah, jauh lebih indah dari cita-cita kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah dia tinggalkan untuk kita. Ucapkan terima kasih karena ibu pendukung nomor satu Tidak ada di dunia ini yang jujur mendukung kita tanpa mengharapkan imbalan, kecuali ibu kita sendiri.

Ibu selalu mendukung keinginan dan harapan kita, betapa pun tidak masuk akalnya ambisi kita. Namun, seorang ibu akan selalu percaya bahwa anaknya bisa melakukan segala hal di dunia ini. Segitu aja Gan yang bisa TS kasih ke Agan buat baca-bacaan spesial di hari Ibu ini, Semoga Kesehatan selalu menjaga Ibu ya Gan.
Rutinitas pagiku masih diisi dengan mengantar anak ke sekolah dan menunggunya sampai pulang, tidak lama hanya 2 jam.

Duduk di kantin sekolah memberi kesempatan bagiku untuk bertemu banyak orang, masing-masing dengan karakternya dan cerita hidupnya. Seminggu ini 2 kali aku mendengarkan curahan hati seorang ibu tentang anaknya.

Kemarin aku dipertemukan dengan seorang nenek tua renta yang badannya bungkuk. Rumahnya tidak jauh dari sekolah, dan pagi itu dia ingin membeli sarapan lontong di kantin. Sambil menunggu nenek kantin siapkan lontong, ia bercerita kepada kami yang duduk di kantin tentang gundah gelana hatinya. Di usianya yang hampir menginjak 80 tahun ada satu kekhawatiran yang selama ini beliau pendam. Seorang anak laki-lakinya (hampir 50 tahun) yang belum/tidak mau menikah, perasaannya seperti dingin terhadap perempuan.

Si nenek dengan jelas mengatakan bahwasanya beliau tidak akan bisa pergi meninggalkan dunia ini dengan tenang jika belum melihat anaknya itu menikah. Dan rasa tanggung jawab sebagai orang tua juga belum bisa lepas darinya jika si anak belum menikah, beliau tidak bisa hidup tenang.

Dan hari ini nenek kantin yang punya cerita. Di usianya yang 73 tahun memendam rasa rindu yang mendalam terhadap anak lelakinya yang merantau dan sudah berkeluarga. Sudah 4 tahun ini si anak tak pernah pulang, jangankan pulang, menelpon untuk memberi kabar pun tak pernah lagi.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

No telepon si anak sudah tidak aktif lagi tapi masih selalu beliau simpan. Si nenek gelisah dengan terus berharap si anak akan memberi kabar atau pulang lah walau hanya sekejap.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Cerita pertama memang mungkin terlihat agak berlebihan jika si nenek memaksa si anak untuk menikah, apalagi dengan usia si anak yang sudah menua. Keputusan menikah atau tidak berada di tangan si anak, dia sudah dewasa untuk memilih jalan hidupnya.

Menikah itu ya harus dengan tulus dan bahagia ya kan. Tapi memang disisi lain kita kembali melihat suatu kenyataan bahwa budaya kita memegang erat prinsip bahwa tanggung jawab orang tua akan lepas dari anaknya pada saat si anak menikah. Dengan ini kedua pihak pasti sama-sama merasa terbebani. Menikah memang sangat dianjurkan tapi kalau mau melajang ya silahkan saja. 2 cerita diatas membuat kita yakin inilah memang makna dari peribahasa "Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah." Terlepas dari berbagai pendapat dan komentar yang pasti beragam tentang 2 cerita diatas, terselip satu pesan yang buat kita tersadar bahwa kasih sayang ibu tak akan pernah terbatas oleh waktu.

xoxo, • ► 2021 (4) • ► March (1) • ► February (3) • ► 2020 (4) • ► July (1) • ► June (2) • ► April (1) • ► 2019 (5) • ► September (2) • ► July (2) • ► June (1) • ▼ 2018 (10) • ► December (2) • ► July (1) • ► May (1) • ► April (3) • ▼ March (3) • Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah • KITAP Unlimited - Kitap Seumur Hidup • 1 2 3 4 Hari di Berastagi • ► 2017 (3) • ► December (2) • ► September (1) • ► 2016 (8) • ► April (2) • ► March (4) • ► February (2) • ► 2011 (5) • ► November (1) • ► July (1) • ► April (3) • ► 2010 (1) • ► November (1) • ► 2009 (2) • ► May (2) • ► 2008 (17) • ► December (1) • ► June (1) • ► May (13) • ► February (2) • ► 2007 (11) • ► August (1) • ► June (9) • ► May (1) By: Rita Bunda Suci (Muslimah Peduli Generasi) Bukan hanya terjadi pada tahun ini saja.

Masih hangat di ingatan kita, pada tahun 2020 kemarin, viral di media sosial facebook dan youtobe bahwa ada seorang anak yang hendak melaporkan ibu kandungnya (Detikcom, Sabtu, 29/06/2020). Pengaduan pelaku karena masalah motor, namun ditolak langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suharto.

Juga terjadi pada tahun ini, seorang anak melaporkan ibu kandungnya ke polisi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kini sang ibu yang berinisial S (36) mendekam dalam sel tahanan. Dijelaskan oleh Kapolsek Demak, bahwa tersangka telah kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah sejak kemarin, karena berkasnya telah lengkap atau P21 (Detikcom, Sabtu 9/1/2021).

Sejatinya keluarga yang merupakan tempat berlindung, saling berkasih-sayang, saling mengasihi antarsesama anggotanya.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Terutama bagi sorang ibu, yang telah memberikan semua hidupnya, untuk menyayangi, mengasihi, mendidik, melindungi anak-anaknya dengan tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun. Tentunya contoh keteladanan itu pun, akan mengalir kepada anak-anaknya. Mereka akan menyayangi kedua orang tuanya, sebagaimana yang dilakukan orang tua pada mereka dari bayi hingga dewasa. Namun hal itu tidak terjadi pada sistem kapitalis hari ini, keluarga dalam interaksinya telah menghasilkan hubungan yang bernilai materialistis semata.

Menjadikan hubungan ibu dan anak, hanya sebatas untung dan rugi. Sistem sekuler liberal, telah gagal menghasilkan sikap penghormatan seorang anak kepada orang tuanya. Juga telah gagal menghasilkan ketenangan dan ketentraman dalam keluarga, yang ada keluarga malah menghasilkan generasi durhaka yang tidak memiliki rasa simpati dan hati yang keras bagaikan batu. Bagai pepatah mengatakan, “Kasih Ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah”, dan itu terjadi pada sistem kapitalis hari ini.

Sistem kapitalis yang telah memberikan dampak kemiskinan yang berkepanjangan bagi rakyatnya, karena ketidakmampuannya dalam mengelola sumber kekayaan alam yang ada. Limpahan kekayaan alam yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh negara, tidak diurus dengan benar. Sehingga tidak menjadikan sumber pendapatan begara, yang akan menjadi modal untuk mensejahterakan rakyatnya. Hubungan interaksi antara ibu dan anak akhirnya tidak berjalan dengan baik, Ibu tidak memiliki peran yang yang semestinya diberikan kepada anaknya.

Para ibu menjalani kehidupan yang berat dan penuh keterpaksaan, jadilah tenaga dan pikiran para ibu lebih terfokus pada pemenuhan kebutuhan keluarga, dibandingkan perannya sebagai ummu warobatul bait. Akhirnya, lahirlah anak-anak yang dai keteladanan dan jauh dari generasi yang bertakwa.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Berbeda ketika Islam diterapkan secara sempurna, hak dan kewajiban seluruh warga negara akan terpenuhi dengan baik. Keadilan bukan hanya janji dan harapan tetapi akan terbukti dalam kehidupan nyata. Sumber kekayaan alam milik umum, seperti gunung, lautan, hutan, Samudra, tambang dan semuanya, akan dikelola oleh negara. Keuntungan yang diperoleh oleh negara, akan diperuntukkan untuk menjamin pendidikan, kesehatan, keamanan, dan pasilitas umum yang diperoleh secara cuma-cuma dan terbaik.

Sehingga para ibu, akan lebih fokus kepada pendidikan anak-anaknya, untuk menjadikan orang yang soleh dan soleha, serta bertaqwa kepada Allah SWT. Sehingga melahirkan generasi yang penuh rasa cinta pada Allah SWT dan Rosul-Nya, juga rasa kasih sayang kepada kedua orang tuanya.

Sebagaimana Allah SWT telah menjadikan kecintaan kepada orang tua setelah kecintaannya kepada Allah dan Rosul-Nya. Firma Allah: ۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(QS.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

17: 23 -24). Tentunya hal ini, harus didukung oleh kebijakan negara, yang memberikan pendidikan yang terbaik bagi para generasi nya untuk menghasilkan para generasi yang taat. Sistem pendidikan yang akan menguatkan keimanan, meningkatkan penguasaan ilmu syariah dan ilmu kehidupan, juga akan mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lewat sistem Islam inilah, maka akan lahir orang-orang yang kuat dalam keimanan dan sikap menjalani kehidupan sesuai dengan syariah. Serta mampu bertahan menghadapi segala cobaan dan memiliki sifat yang penuh kasih sayang.

Maka ketika Khilafah tegak rakyat akan merasakan kehadirannya, termasuk para ibu dan anak-anak. Kebijakan yang ditetapkan oleh negara, akan mengacu pada fungsinya sebagai raa’in dan junnah (perisai) penanggung jawab dan pelindung rakyatnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ ”Sesungguhnya Al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” (HR.

Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll) أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، “Ingatlah, kalian semua adalah penggembala, dan kalian semua penanggung jawab atas ternaknya. Seorang amir (yang memiliki kedudukan) di atas manusia ialah penggembala, dan dia penanggung jawab atas ternaknya.” (HR. Bukhari no. 2409 & Muslim no. 1829, dari hadits Ibnu Umar). Seorang pemimpin dalam Islam akan menyadari, bahwa amanah yang diembannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan sang Kholik.

Maka ketakwaan inilah yang akan menjaga sekuat tenaga para khalifah, untuk menjalankan amanah yang ada di pundaknya. Atas kesejahteraan di bawah naungan Khilafah, maka tidak pernah akan ditemukan seorang anak yang tega mengjerumuskan ibu kandungnya ke dalam penjara, apalagi karena masalah hal yang sangat sepeleh.

Sungguh memilukan! *** Wallahualam ….
Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Penggalan " Kasih Ibu kepada beta…tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia " Penggalan lagu di atas mengingatkan saya ketika kecil dulu, sering sekali saya menyanyikannya. Cinta Ibu tak dapat terbalaskan, mungkin itu kata-kata yang sering kita ucapkan sebagai anak, karena setiap Ibu selalu memberikan kasih sayangnya dengan tulus, pada anak-anaknya, tanpa meminta bayaran, atau balasan dari semua kasih sayang yang telah di berikannya.

Namun adakalanya ketika anak-anak sudah besar banyak perbedaan yang menimbulkan pertengkaran pada keduanya. Keinginan-keinginan anak suka berbenturan dengan Orang tua, terutama Ibu.

Kadang si Ibu ingin yang A, tapi si anak ingin yang Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah. Apa lagi kalau saya lihat kehidupan di Jerman, banyak sekali perbedaan yang mencolok, antara orang tua dan anak, terutama ketika anak-anaknya mulai beranjak dewasa, kebebasan sudah mulai menjadi kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah si anak, entah itu dari mulai senang pesta, merokok, dan berpakaian dengan model yang aneh-aneh.

Adakalanya si Ibu suka mungkin merasa anaknya sudah besar, adakalanya tidak. Seperti beberapa waktu lalu saya melihat di TV, ada seorang anak yang tidak di izinkan oleh ibunya untuk bergaul dengan anak-anak jalanan, umur mereka kira-kira 18 tahun, mereka seringnya kumpul-kumpul di tempat-tempat tertentu sambil minum-minuman keras.

Tapi karena anak itu tidak terima saat di larang, maka dia pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Disinilah sebenarnya peran Orang tua menjadi tidak bermanfaat, karena mereka lebih memilih jalan hidup mereka sendiri dan kesenangan mereka.

Sehingga melupakan Orang tuanya, yang telah melahirkan dan membesarkannya. Seperti susu di balas dengan air tuba, begitulah peribahasa yang sering kita dengar, ketika si anak mulai membangkang dan mulai mengabaikan semua keinginan serta nasehat orang tuanya. Kadang kesalahan tidak melulu pada si anak, kemungkinan besar ada juga pada orang tuanya yang kurang tegas pada si anak dan seringnya si anak di beri kelonggaran, sehingga buat si anak jadi terbiasa.

Dan kebiasaan-kebiasaan buruk si anak yang tidak terkontrol, sehingga kebabalasan, yang akhirnya menjadi candu untuk anak itu sendiri. Saya melihat ada beberapa orang Jerman yang merasa berat untuk memiliki anak, sehingga mereka lebih suka memelihara anjing. Mungkin bagi mereka anjing lebih mudah di atur, tidak menyusahkan dan nurut. Mereka tidak punya tujuan dalam kehidupan ini, maka bagi mereka bila anak akan menyusahkan mereka, mengapa mereka pelihara, tapi ada juga orang Jerman yang punya anak banyak.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Sebenarnya bukan anak-anak Jerman saja yang mempunyai karakter keras dan suka membangkang, anak-anak lain juga demikian, mungkin ini tergantung dari peran seorang Ibu di rumah, maka Ibu di katakan oleh Rosulullah sebagai " Sekolah " bagi anak-anaknya, mungkin itu maksudnya, anak-anak akan berakhlaq mulia, bila seorang Ibu baik dalam mendidiknya.

Teman saya pernah bercerita, suatu hari temannya di kunjungi oleh Ibunya untuk membantu dia (temannya), yang baru saja melahirkan. Dan teman saya benar-benar sangat sedih, melihat perlakuan temannya itu terhadap ibunya, kata-katanya agak kasar dan kurang sopan, saya yang mendengar cerita itu, langsung teringat akan Ibu saya. Karena saat ini saya pun jadi seorang ibu dari 3 anak, saya ingin anak-anak saya berbakti pada kedua orang tuanya.

Saya sendiri merasa belum sempat membalas kebaikan Ibu saya, yang sudah melahirkan saya ke dunia ini dan membesarkan saya. Beliau tidak bimbang ketika saya menikah dengan orang yang belum sama sekali beliau kenal, bahkan beliau mengikhlaskan ketika saya harus pergi jauh meninggalkan beliau.

Betapa besarnya pengorbanan seorang Ibu, ketika melahirkan anaknya, Ibu berani mempertaruhkan nyawanya, dan dia rela membesarka anak-anaknya, dengan mengenyampingkan keinginannya, ibu menjaga anak-anaknya dengan penuh kasih sayang agar tumbuh dengan baik. Ketika anak-anaknya sudah besar, hanya Air mata saja yang sering menetes di pipinya, ketika si anak mulai melawan dan berkata kurang sopan, namun doanya tak pernah terputus, hingga kini.

Doa yang senantiasa di panjatkannya demi untuk kebahagiaan anak-anaknya, serta kesuksesannya yang akan membawa keberkahan pada anak-anaknya, kadang anaknya mengklaim bahwa semua kesuksesan yang di dapat adalah hasil dari usahanya sendiri. Adakah kita sadar tanpa doa dari beliau belum tentu kesuksesan menghampiri kita. Ketika si anak mulai merasa, si Ibu mengganggu dalam rumah tangganya, maka dia pergi pindah menjauh dari rumah Orang tuanya, apa yang sudah di berikan oleh Ibunya sebagai bekal, sudah tidak berguna lagi, karena si anak sudah menjadi orang sukses, adakah Ibu meminta bagian dari hasil kesuksesan anak-anaknya, tidak….

Saya pernah menyaksikan langsung, seorang ibu yang pikun akibat dari kelakuan jahat anak lelakinya, yang menjual rumahnya tanpa permisi oleh ibunya, padahal rumah itu adalah warisan dari suaminya yang telah pergi meninggalkannya lebih dulu.

Apa yang di kerjakan oleh ibu yang sudah pikun itu sangat menyedihkan, karena kebiasaan si kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah menyapu halaman rumahnya setiap pagi, maka sering sekali ibu itu hilang dan di temukan sedang menyapu di tempat-tempat pembuangan sampah. Sungguh menyedihkan bukan. Inilah satu contoh kasih anak yang hanya sepanjang penggalan ( galah ).

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Namun kasih Ibu tak pernah terhenti, walaupun dera sakit yang di buat oleh si anak, serta kekecewaan yang di dapat.

Itulah Kasih Ibu yang Indah dan tak terbalaskan, apa yang kita berikan tidak seberapa, dari apa yang sudah beliau berikan sejak kita masih dalam kandungan.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Tidak kah kita merasakan hal itu saat ini….?, ketika kita sudah berumah tangga. Melahirkan dan membesarkan anak-anak kita seorang diri, tanpa bantuan dari siapa pun, adakah di benak kita untuk membalas semua yang telah di berikan oleh ibu kita…?.

Syurga ada di telapak kaki Ibu, itu bukan hanya kiasan, tapi kenyataan, kebanyak kan mereka yang sukses dalam bekerja dan berumah tangga, adalah hasil dari keikhlasan dan Do´a seorang Ibu. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Ahqaaf 46 :15 ”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).

Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a : ”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai, dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

(QS. Al Ahqaaf 46 :15). Dan diperjelas, dalam sabda Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah r.a ; ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Ya, Rasulullah, siapakah dari keluargaku yang paling berhak dengan kebaktianku yang terbaik ?, jawab beliau, ”Ibumu !, dia bertanya, kemudian siapa ? Rasulullah menjawab, “Ibumu !, dia bertanya, kemudian siapa ? Rasulullah menjawab, “Ibumu !, dia bertanya, kemudian siapa ?

Rasulullah menjawab, “Bapakmu ! Maka bila kita ingin menggapai keridahoan dari Allah SWT, cintailah Orang tua kita, agar beliau senantiasa meridhoi kita dalam semua pekerjaan yang kita lakukan. Sabda Rosululloh SAW : " Ridho ALLAH tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka ALLAH tergantung kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban) Wallahu´alam bishawab. Heidenheim, 16 Februari 2009 ( Teruntuk saudari2 ku yang sudah jadi Ibu dan yang mempunyai Ibu )
Ibu, adalah sosok perempuan yang sangat kita hormati.

Siapapun orangnya, apapun jabatannya, makai a wajib menghormati ibunya. Olehnya tidak salah bila dikatakan bahwa surga dibawah telapak kaki ibu. Hal tersebut kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah sang ibu mengandung kita selama kurang lebih Sembilan bulan, satu napas, satu nyawa.

Bahkan, saat ibu melahirkan kita, maka satu kakinya di dunia satu kakinya di akhirat. Sehingga saat seorang ibu meninggal saat melahirkan maka ia masuk dalam kaum jihad, kaum penghuni surga.

Kehadiran ibu dalam keluarga adalah sesuatu yang sangat terhormat dan mulia. Tidak salah bila ada teori kelekatan menurut Bowlby dimana kelekatan antara ibu dan anak tercipta karena ibu sebagai individu yang melahirkan anak memiliki emosional yang lebih besar dibandingkan dengan anggota lainnya.

Selain itu anak membutuhkan perhatian, kasih sayang dan perlindungan yang menciptakan rasa aman dan menjauhkan anak dari segala bahaya. Ibu memegang peranan penting dalam mendidik anak-anaknya. Sejak dilahirkan di mana ibu selalu disamping anak-anaknya, mulai dari menyusui dan berlangsung selama kurang lebih 2 tahun, memberi makan, minum, mengganti pakaian dan sebagainya. Ibu dalam keluarga merupakan orang yang pertama kali berinteraksi dengan anaknya.

Ibu menjaga anaknya agar tetap sehat dan hidup, ia merawat anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengenal lelah. Ibu sebagai contoh dan teladan dalam mengembangkan kepribadian yang membentuk sikap anak.

Seorang ibu harus memberikan contoh dan teladan yang dapat diterima. Untuk pengembangan kepribadian, anak belajar melalui peniruan terhadap orang lain. Sering kali tanpa disadari orang dewasa memberikan contoh dan teladan yang sebenarnya justru tidak diinginkan. Peranan perempuan sebagai ibu memiliki kedudukan yang sangat terhormat dalam konteks budaya Makassar.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Penggunaan kata ibu dalam Bahasa Makassar biasanya digunakan dua kata, yaitu ammaq dan anrong. Kata ammaq penggunaannya terbatas hanya pada manusia saja, sementara kata anrong penggunaannya lebih luas karena dapat digunakan pada manusia untuk sebutan ibu tapi bisa juga sebutan induk pada hewan dan biasanya dipakai untuk ungkapan yang bermakna konotatif. Penggunaan kata anrong digunakan juga dalam menyebutkan ibu jari ( anrong lima ).

Makna dari anrong lima adalah hanya ibu jari yang mampu menyentuh semua jari tangan, jari lain tidak dapat melakukan hal itu dengan kata lain dalam keluarga hanya ibulah yang mampu dekat dengan semua anggota keluarga seperti suami dan anak-anak.

Olehnya, apabila ada suatu permasalahan biasanya hanya ibu yang mampu menyelesaikan.

kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah

Anrong juga digunakan untuk pegangan tangga ( anrong tukaq ) sekaligus tempat bertumpunya anak-anak tangga. Saat seseorang naik tangga, akan lebih aman apabila berpegangan pada anrong tukaq.

Sehingga anrong tukaq bermakna bahwa ibu yang menjadi pegangan atau tumpuan anak-anaknya dalam menjalani kehidupannya. Ungkapan-ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa di kalangan masyarakat Bugis Makassar posisi perempuan sangat dihormati keberadaannya. Tugas utama dari seorang perempuan Bugis adalah menjadi seorang ibu yang shalehah, baik dan tulus ( mancaji indo ana tettong ridécéngngé, tudang ripacingngé ), menjadi penuntun suami yang jujur, hemat dan bijaksana sekaligus menjadi teman pendukung dan penopang dalam mengatasi segala kesulitan maupun perjuangan dalam mengatasi segala hal ( mancaji pattaro tettong rïlempu’é punnai cirinna enrengngé lampu ‘nawa-nawa méwai sibaliperri’ waroanéna sappa ‘laleng atuong ), menjadi kebanggaan bapaknya, saudaranya dan suaminya untuk menjaga kehormatan hidupnya ( mancaji ‘siatutuiang siri na enrengngé banapatinna ritomatoanna, risiléssureng macoana letih’ ga riworoanéna ).

Olehnya, posisi, gelar, dan profesi seorang ibu sangat dijunjung tinggi dalam tradisi dan budaya Bugis. Seorang ibu harus menjaga kesucian, kesalehan dan kecerdasannya karena ia adalah jendela pertama bagi seorang bayi dan menjadi pengontrol bagi suaminya. Ketika bayi lahir, ibu memainkan peranan penting dalam memperkenalkan bayi kepada dunia.

Masa depan anak sangat tergantung pada ibu. Sikap, pandangan dan seluruhnya semua diperoleh sang bayi dari seorang ibu dan seorang ibu yang sempurna akan lebih baik dari seribu guru. Sehingga tidak salah apabila ibu dalam keluarga Bugis Makassar sangat dihormati keberadaannya. Kasih Ibu Navigasi pos Back to login • (+93) Afghanistan • (+355) Albania • (+213) Algeria • (+1) American Samoa • (+376) Andorra • (+244) Angola • (+1) Anguilla • (+1) Antigua • (+54) Argentina • (+374) Armenia • (+297) Aruba • (+61) Australia • (+43) Austria • (+994) Azerbaijan • (+973) Bahrain • (+880) Bangladesh • (+1) Barbados • (+375) Belarus • (+32) Belgium • (+501) Belize • (+229) Benin • (+1) Bermuda • (+975) Bhutan • (+591) Bolivia • (+599) Bonaire, Sint Eustatius and Saba • (+387) Bosnia and Herzegovina • (+267) Botswana • (+55) Brazil • (+246) British Indian Ocean Territory • (+1) British Virgin Islands • (+673) Brunei • (+359) Bulgaria • (+226) Burkina Faso • (+257) Burundi • (+855) Cambodia • (+237) Cameroon • (+1) Canada • (+238) Cape Verde • (+1) Cayman Islands • (+236) Central African Republic • (+235) Chad • (+56) Chile • (+86) China • (+57) Colombia • (+269) Comoros • (+682) Cook Islands • (+225) Côte kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah • (+506) Costa Rica • (+385) Croatia • (+53) Cuba • (+599) Curaçao • (+357) Cyprus • (+420) Czech Republic • (+243) Democratic Republic of the Congo • (+45) Denmark • (+253) Djibouti • (+1) Dominica • (+1) Dominican Republic • (+593) Ecuador • (+20) Egypt • (+503) El Salvador • (+240) Equatorial Guinea • (+291) Eritrea • (+372) Estonia • (+251) Ethiopia • (+500) Falkland Islands • (+298) Faroe Islands • (+691) Federated States of Micronesia • (+679) Fiji • (+358) Finland • (+33) France • (+594) French Guiana • (+689) French Polynesia • (+241) Gabon • (+995) Georgia • (+49) Germany • (+233) Ghana • (+350) Gibraltar • (+30) Greece • (+299) Greenland • (+1) Grenada • (+590) Guadeloupe • (+1) Guam • (+502) Guatemala • (+44) Guernsey • (+224) Guinea • (+245) Guinea-Bissau • (+592) Guyana • (+509) Haiti • (+504) Honduras • (+852) Hong Kong • (+36) Hungary • (+354) Iceland • (+91) India • (+62) Indonesia • (+98) Iran • (+964) Iraq • (+353) Ireland • (+44) Isle Of Man • (+972) Israel • (+39) Italy • (+1) Jamaica • (+81) Japan • (+44) Jersey • (+962) Jordan • (+7) Kazakhstan • (+254) Kenya • (+686) Kiribati • (+965) Kuwait • (+996) Kyrgyzstan • (+856) Laos • (+371) Latvia • (+961) Lebanon • (+266) Lesotho • (+231) Liberia • (+218) Libya • (+423) Liechtenstein • (+370) Lithuania • (+352) Luxembourg • (+853) Macau • (+389) Macedonia • (+261) Madagascar • (+265) Malawi • (+60) Malaysia • (+960) Maldives • (+223) Mali • (+356) Malta • (+692) Marshall Islands • (+596) Martinique • (+222) Mauritania • (+230) Mauritius • (+262) Mayotte • (+52) Mexico • (+373) Moldova • (+377) Monaco • (+976) Mongolia • (+382) Montenegro • (+1) Montserrat • (+212) Morocco • (+258) Mozambique • (+95) Myanmar • (+264) Namibia • (+674) Nauru • (+977) Nepal • (+31) Netherlands • (+687) New Caledonia • (+64) New Zealand • (+505) Nicaragua kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah (+227) Niger • (+234) Nigeria • (+683) Niue • (+672) Norfolk Island • (+850) North Korea • (+1) Northern Mariana Islands • (+47) Norway • (+968) Oman • (+92) Pakistan • (+680) Palau • (+970) Palestine • (+507) Panama • (+675) Papua New Guinea • (+595) Paraguay • (+51) Peru • (+63) Philippines • (+48) Poland • (+351) Portugal • (+1) Puerto Rico • (+974) Qatar • (+242) Republic of the Congo • (+40) Romania • (+262) Runion • (+7) Russia • (+250) Rwanda • (+290) Saint Helena • (+1) Saint Kitts and Nevis • (+508) Saint Pierre and Miquelon • (+1) Saint Vincent and the Grenadines • (+685) Samoa • (+378) San Marino • (+239) Sao Tome and Principe • (+966) Saudi Arabia • (+221) Senegal • (+381) Serbia • (+248) Seychelles • (+232) Sierra Leone • (+65) Singapore • (+1) Sint Maarten • (+421) Slovakia • (+386) Slovenia • (+677) Solomon Islands • (+252) Somalia • (+27) South Africa • (+82) South Korea • (+211) South Sudan • (+34) Spain • (+94) Sri Lanka • (+1) St.

Lucia • (+249) Sudan • (+597) Suriname • (+268) Swaziland • (+46) Sweden • (+41) Switzerland • (+963) Syria • (+886) Taiwan • (+992) Tajikistan • (+255) Tanzania • (+66) Thailand • (+1) The Bahamas • (+220) The Gambia • (+670) Timor-Leste • (+228) Togo • (+690) Tokelau • (+676) Tonga • (+1) Trinidad and Tobago • (+216) Tunisia • (+90) Turkey • (+993) Turkmenistan • (+1) Turks and Caicos Islands • (+688) Tuvalu • (+1) U.S.

Virgin Islands • (+256) Uganda • (+380) Ukraine • (+971) United Arab Emirates • (+44) United Kingdom • (+1) United States • (+598) Uruguay • (+998) Uzbekistan • (+678) Vanuatu • (+58) Venezuela • (+84) Vietnam • (+681) Wallis and Futuna • (+212) Western Sahara • (+967) Yemen • (+260) Zambia • (+263) Zimbabwe This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website.

Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website.

We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience. Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies.

It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Kasih ibu sepanjang jalan,kasih anak sepanjang galah // Klip Video Inspiratif // SUB INDONESIA




2022 charcuterie-iller.com