Bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat

KOMPAS.com - Pameran adalah salah satu bentuk penyajian karya seni rupa untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada publik melalui media karya seni. Sebuah pameran seni rupa sekolah perlu dirancang sistematis dan logis agar pelaksaanaan berjalan lancar. Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan pameran sekolah yaitu: Materi pameran Materi pameran hendaknya mencerminkan perkembangan kebudayaan masa kini seperti computer art, video art, web art, vector art, digital painting dan lain-lain.

Sehingga pengunjung pameran mendapatkan sajian baru bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat wawasan seni masa kini.

Karya-karya seni rupa menggunakan media dan teknologi baru yang telah dipraktikkan oleh sebagian siswa. Khususnya para siswa yang bersekolah di kota-kota besar di Indonesia. Baca juga: Pameran: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Fungsi Sumber materi pameran Materi pameran seni rupa di sekolah terdiri dari tiga sumber, yaitu: • Karya tugas siswa terbaik yang dipilih oleh guru dan dikoleksi selama satu semester. • Karya-karya siswa yang dibuat atas kehendak sendiri, di luar tugas yang diberikan oleh guru di sekolah.

• Karya-karya siswa yang memenangkan lomba kesenirupaan tingkat lokal, nasional maupun internasional. Karya bisa berupa seni lukis, seni kriya, desain, logo, animasi dan lain-lain. Karya tersebut diraih oleh siswa yang sedang belajar efektif di sekolah yang mengadakan pameran. Panitia pameran Untuk mencapai tujuan pameran panitia perlu bekerja sama dan membagi tugas sesuai kebutuhan. Tergantung isi pameran, tempat pameran dan pengunjung pameran. Volume pekerjaan akan menentukan jumlah dan susunan panitia.

Untuk tingkat sekolah, struktur panitia yang sederhana sudah memadai. Terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan sejumlah seksi antara lain: Baca juga: Perencanaan Pameran Seni Rupa Menggelar sebuah acara bukanlah perkara yang mudah.

Berbagai persiapan harus dilakukan secara matang agar acara tersebut dinilai sukses oleh orang-orang yang hadir. Terdapat berbagai hal yang harus Anda pikirkan guna kesuksesan sebuah acara, mulai dari konsep, rundownperijinan, pengisi acara, hingga venue acara. Menjawab segala kebutuhan Anda dalam mencari venue acara, Titan Center hadir sebagai salah satu pilihan untuk suksesnya acara yang akan Anda gelar. Venue ini didesain dengan spesial untuk berbagai kebutuhan, mulai dari meetingtrainingseminar, peluncuran produk, pertunjukan seni, hingga acara korporasi.

Titan Center memiliki dua pilihan venue yang bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan Anda. Terdapat 11 function room yang bisa digunakan dengan beragam set-up ruangan seperti U-shapeClass RoomHollow Squaredan Round Table. Terdapat juga 1 Theater Room yang cocok digunakan untuk acara korporasi, pertunjukan seni, hingga konser.
Langkah-Langkah Penyelenggaraan Pameran Agar pameran dan pergelaran seni rupa dapat berjalan dengan lancar, baik, tertib, dan aman diperlukan langkah-langkah yang tepat atau pedoman penyelenggaraan pameran seni rupa.

Pedoman atau langkah-langkah yang tepat adalah sebagai berikut; planning atau perencanaan, organizing atau pengelolaan, acting atau pelaksanaan, dan controlling atau pengawasan. Program kegiatan disusun berdasarkan hasil rencana kegiatan yang telah ditentukan.

Program kegiatan ini perlu dikoreksi bersama team penyelenggara dan dilaksanakan bersama-sama. Agar program kegiatan dapat berjalan dengan baik, perlu dirumuskan tujuan umum dan tujuan khusus pameran, waktu, panitia, karya yang akan dipamerkan, bentuk pameran, dan biaya yang diperlukan. Rencana kerja adalah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Sedangkan jadwal kerja merupakan urutan-urutan waktu pelaksanaan suatu rencana kegiatan. Kegiatan yang direncanakan tersebut perlu ditulis dan dijadwalkan.

Setiap anggota panitia mempunyai rencana dan jadwal kerja sesuai dengan jadwal pelaksanaannya. • Papan Pameran/ dinding yang akan digunakan untuk memasang karya 2 dimensi. • Sketsel/ Panil/ papan untuk memasang karya 2 dimensi.

• Level/ papan untuk meletakkan karya 3 dimensi. • Tali, kawat untuk memasang karya 2 dimensi. • Meja dan kursi (untuk panitia, tamu undangan).

• Dekorasi ruangan dan tata lampu atau pencahayaan. • Katalog, brosur, buku tamu, dan buku pesan kesan. • Sound sistem (bila diperlukan). Pengorganisasian merupakan kegiatan mengatur, mengadakan rapat, membagi tugas, mengawasi dan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Tugas mengorganisir merupakan tanggungjawab ketua panitia, meskipun tetap melibatkan semua anggota panitia agar kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar.

• Penempatan karya seni rupa yang dipentaskan/ dipajang perlu mempertimbangkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung. • Karya seni rupa 2 dimensi dapat diletakkan di dinding atau sketsel. • Karya seni rupa 3 dimensi dapat diletakkan di papan/ meja, atau level. • Karya instalasi diletakkan di lantai atau tempat khusus. • Penataan lampu atau pencahayaan bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat tepat agar karya terlihat jelas dan menarik. Pelaksanaan pameran seni rupa akan berjalan dengan baik dan lancar apabila dilakukan pengawasan dari awal hingga akhir acara.

Hal-hal yang perlu dikontrol atau diawasi adalah; • Organisasi penyelenggara. Yang masuk dalam penilaian organisasi penyelenggara adalah menguraikan pola atau tata kerja penyelenggara pameran seni rupa, baik dari perencanaan, pengorganisasian, maupun penyelenggaraan.

• Kualitas karya yang dipamerkan. Yang termasuk dalam penilaian kualitas karya adalah menguraikan kelebihan dan kekurangan karya seni. Penilaian pameran ini ditulis secara cermat dan disampaikan kepada penyelenggara dan peserta pameran dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pameran bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat.

Demikian ulasan tentang " Langkah-Langkah atau Pedoman Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel seni rupa menarik lainnya hanya di situs SeniBudayaku.com. A. Proses Persiapan Pameran.

Proses Persiapan pameran terdiri dari dua tahapan dimana setiap tahapan memiliki bagian - bagiannya tersendiri diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Menyiapkan dan memilih karya Pameran Sesuai dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya yang akan dipamerkan tentulah harus ada dan mutlak keberadaannya.

Untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, kita perlu mempersiapkan karya tersebut. Kita dapat membuat karya yang seni rupa yang secara khusus diperuntukkan bagi pemeran yang direncanakan tersebut atau memilih karya lainnya. Pemilihan atau seleksi dari karya yang akan dipamerakan tersebut dilakukan setelah semua karya itu terkumpul dan proses pemilihan dapat dilakukan beserta teman atau kerabat lainnya yang terlibat didalam kepanitiaan pameran.

Teknik dalam memilih karya dapat dilakukan dengan berdasarkan kualitas karya kerajinan seni rupa yang akan dipamerkan dengan kata lain kita melihatnya dari segi layak atau tidaknya karya tersebut, jenis karya seni rupa baik itu karya seni rupa dua dimensi atau karya seni rupa tiga dimensi, ukuran, dan kriteria lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia pameran. Jenis karya yang akan dipamerkan dapat ditentukan satu jenis karya saja atau berupa campuran dari berbagai jenis karya seni rupa.

Penentuan karya ini tentu juga akan mempengaruhi perlengkapan pameran yang hendak disediakan. Sebagai contoh, jika karya yang banyak ditampilkan adalah karya seni rupa 2 dimensi maka kemungkinan besar panitia pameran harus bisa menyediakan tempat untuk menggantung karya - bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat tersebut dan sebaliknya, jika karya yang akan ditampilkan lebih pada karya seni rupa 3 dimensi maka akan dibutuhkan tempat untuk meletakkan karya tersebut yang harus mendapatkan perhatian lebih.

2. Menyiapkan Perlengkapan Pameran. Tentunya penyelenggaraan pameran akan membutuhkan banyak tahap perencanaan pameran, perlengkapan atau sarana dan prasarana, seperti ruangan, buku tamu, meja, buku pesan dan kesan, panil atau penyekat ruangan, lampu sorot, sound sistem, dan poster.

• Ruang Pameran. Buku berisi isian untuk para tamu yang datang seperti, nama lengkap, alamat, asal, nomor hp dan tanda tangan dengan tujuan untuk mengetahui ada berapa banyak pengunjung yang datang dan jika terdapat hal - hal yang tidak diinginkan dapat dihubungi seperti jika ada yang kehilangan sesuatu pada lokasi pameran.

Penerangan pada pameran tentunya bertujuan dan digunakan untuk memperjelas karya yang dipamerkan dan setiap penerangan dipasangkan pada setiap papan pamer atua panil atau plafon. Jenis lampu dan pemasangannya lampu harus dilakukan dengan sedemikian rupa agar penerangan dari lampu tersebut tidak membuat mata pengunjung menjadi silau. Manfaat pemasangan sound sistem pada pameran diperuntukkan dalam acara pembukaan dan juga untuk memperdengarkan kepada pengunjung musik - musik instrumental sebagai pendukung suasana pameran agar lebih nyaman pada saat pengunjung mengapresiasi karya yang dipamerkan.

B. Proses Pelaksanaan Pameran Seni Rupa. Proses pelaksanaan pameran terdiri dari kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama- sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyusunan laporan.

3. Pelaksanaan Kerja Panitia Pameran. Pelaksanaan pameran adalah puncak dari implemetasi perencanaan yang telah disusun pada tahapan perencanaan pameran.

Pelaksanaan kegiatan ini akan berjalan lancar jika semua pihak terkhusus para panitia pemeran bisa melakukan kerjasama dan berkomitmen untuk mensukseskan pameran tersebut. 4. Penataan Ruangan Pameran. Sebelum dilakukan penataan ruang pameran, panitia pemeran terlebih dahulu membuat rancangan denah ruangan pameran tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengatur arus pengunjung, komposisi tata karya yang serasi, pengaturan jarak dan tinggi rendahnya pandangan terhadap karya 2 dimensi atau 3 dimensi yang di pamerakan tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut maka beberapa hal yang patut diperhatikan oleh panitia penyelenggara pameran adalah sebagai berikut; • Karya yang memiliki komposisi warna yang kuat hendaknya tidak didekatkan pada karya dengan komposisi warna yang lemah. • Karya dengan komposisi warna yang kurang hendaknya tidak diletakkan pada ruangan yang memiliki sedikit pencahayaan karena akan semakin membuat warna karya seni tersebut semakin lemah.

• Pemberian cahaya lampu jangan sampai menyilaukan mata pengunjung yang hendak melihat dan mengapresiasi karya seni rupa tersebut. • Pemasang karya seni rupa hendaknya sejajar dengan pandangan mata, tidak terlalu tinggi atau tidak pula terlalu rendah. • Pemasangan karya yang lebih tinggi dari tubuh penikmatnya harus dibuat condong kebawah sehingga mudah untuk diamati.

• Letakkan beberapa pot bunga atau tanaman hias untuk memberi kesan yang elegan dan menyegarkan ruangan. • Pada karya seni rupa 3 dimensi, peletakkan harus di letakkan pada tempat yang bisa diamati dari sudut pandang mana saja.

• Memperhatikan pengelompokan karya seni rupa berdasarkan ukurannya. • Jika tidak terdapat AC didalam ruangan maka perlu ditempatkan kipas angin untuk menghilangkan suasana panas atau gerah, dan • Sediakan pula tempat sampah untuk menjaga kebersihan lokasi pameran. a. Penataan Arus Masuk dan Keluar Pengunjung. Pada proses ini terdapat dua opsi yang disesuaikan dengan bentuk dan ukuran ruangan yang digunakan untuk melakukan atau melangsungkan kegiatan pameran, yaitu ruangan dengan 1 pintu dan ruangan dengan dua pintu.

Penataan ruangan harus disesuaikan dengan kondisi ruangan pameran. b. Penataan dan Penempatan Karya Seni Rupa. Penataan karya yang dipamerkan dilakukan atas dasar pertimbangan jenis, ukuran, warna, tinggi-rendah pemasangannya.

c. Penataan Pencahayaan. Aspek lain yang tidak kalah pentingnya yaitu dari segi pencahayaan. Pencahayaan pada ruangan pameran dikelompokkan menjadi pencahayaan khusus (menggunakan spot lite) dan secara umum ( pencahayaan untuk pengunjung dalam membaca katalog, folder dan lainnya) yang diusahakan agar tidak membuat mata pengunjung menjadi silau. d. Pembukaan Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa. Penyelenggaraan pameran biasanya dimulai dengan seremonial pembukaan pameran yang ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia, dan undangan khusus lainnya yang diundang untuk membawakan sambutan sekaligus membuak acara pameran.

Baca juga: Klasifikasi Karya Seni Rupa Pada waktu pembukaan biasanya para pengunjung dibagi - bagikan katalog pameran dan dipersilahkan untuk mencicipi jamuan yang telah disediakan leh panitia penyelenggara kegiatan pameran. Terdapat beberapa hal yang perlu untuk dilakukan pada saat para pengunjung mulai mengunjungi ruangan pameran diantaranya adalah sebagai berikut; • diupayakan agar para pengunjung mengisi buku tamu terlebih dahulu, • pengunjung yang hadir diberikan katalog, • sewaktu - waktu panitia harus mengamati kondisi ruangan terutama kondisi pencahayaan, dan keutuhan karya yang dipamerkan, • Seksi stan membantu para pengunjung atau mendampingi pengunjung dalam menikmati materi karya seni rupa pameran yang ditampilkan, seperti memberikan arahan bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat penjelasan kepada para pengunjung tentang karya yang sedang diamatinya, dan • pengunjung hendaknya mengisi buku kesan dan pesan, hal ini sangat bermanfaat untuk menilai tanggapan pengunjung terhadap proses pelaksanaan pemeran dan karya yang dipamerkan.

5. Laporan Kegiatan Pameran. Laporan kegiatan dibuat secara tertulis oleh panitia pameran sebagai betuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan penyelenggaraan pameran seni rupa tersebut. Laporan ini kemudian ditujukan kepada pihak yang bertanggungjawab atas segala aktifitas pameran yang telah dilaksanakan. Baca juga: Aspek - Aspek Seni Rupa Murni Laporan kegiatan juga diberikan kepada sponsorship utama jika diminta sebagai penyandang dana utama kegiatan tersebut, pihak sponsor biasanya ingin mengetahui bagaimana dana yang diberikannya digunakan secara baik atau tidak oleh panitia.

Laporan kegiatan pameran tidak hanya berisikan hal - hal yang baik - baik saja namun juga kekurangan dan kelemahan dalam proses penyelenggaraan pameran yang dilaksanakan. Hal ini bertujuan sebagai bahan evaluasi sehingga kelemahan dan kekurangan tersebut dapat diperbaiki dalam kegiatan pameran berikutnya dimasa yang akan datang.

Nah sampai disini kami rasa teman semua sudah bisa mengerti dan memahami bagaimana dan apa saja proses yang harus dikerjakan jika hendak melaksankan penyelenggaraan pameran seni rupa. Demikian dari kami dan terimakasih.
• HobiMasak • Resep Ayam• Resep Ikan• Resep Kue• Resep Makanan• Resep Masakan• Resep Sambal• HobiKreasi • Kerajinan Alam• Kerajinan Bambu• Kerajinan Barang Bekas• Kerajinan Botol• Kerajinan Cangkang• Kerajinan Daun• Kerajinan Kain• Kerajinan Kayu• Kerajinan Kertas• Kerajinan Kulit• Kerajinan Sabun• HobiNonton • Anime• Drama• Film• HobiBelajar • Matematika• Sejarah• Seni Budaya• Bahasa Indonesia• Bahasa Jawa• IPA• IPS• Ekonomi• HobiOlahraga • Basket• Karate• Voli• HobiPiara • Burung Cendet• Burung Merpati• Burung Murai Adahobi, Pelaksanaan Pameran – Pameran memang mampu menghadirkan suasana senang, maka tidak heran jika banyak orang menyelenggarakan pameran.

Pelaksanaan pameran dapat diselenggarakan dimana saja dan kapan saja, namun dengan perhitungan dan perencanaan yang matang.

Nah, pada artikel kali ini kita akan belajar bersama tentang bagaimana pelaksanaan pameran, mulai dari definisi pameran, tujuan, fungsi, jenis, proses perencanaan, proses persiapan, serta proses pelaksanaan pameran. Daripada semakin penasaran, yuk temukan penjelasan selengkapnya dengan membaca artikel ini sampai tuntas ya. 2. Laporan Kegiatan Pameran Definisi Pameran Ilustrasi Pameran Karya Seni : hot.liputan6.com Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh satu atau lebih seniman, yang bertujuan untuk menunjukkan atau menampilkan karya seni rupa kepada khalayak masyarakat umum.

Pameran berfungsi sebagai kegiatan komunikasi antara seniman kepada para penikmat karya seni mereka. Menurut Isabel Briggs Myers, pameran adalah kegiatan yang melibatkan ruangan untuk memamerkan hasil karya seni seperti lukisan, ukiran, gambar foto dan karya seni lainnya. Sedangkan menurut Adi Irwanto, pameran merupakan salah satu cara untuk menyajikan sebuah karya seni secara visual, karya seni tersebut meliputi karya seni dua dimensi maupun karya seni tiga dimensi.

Serta menurut Freed E. Han dan Kenneth G. Mangun, pameran adalah suatu sarana pemasaran yang bertujuan untuk kampanye, baik itu produk tertentu, sosialisasi program, serta informasi tentang suatu keunggulan produk.

Kampanye ini ditujukan kepada masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan penetrasi pasar. Tujuan Pelaksanaan Pameran Tujuan Pelaksanaan Pameran : yuksinau.id Tujuan pelaksanaan pameran bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat 3 macam, yaitu tujuan komersial, tujuan kemanusiaan, dan tujuan sosial.

Ketiga macam tujuan ini dijabarkan pada penjelasan di bawah ini. 1. Tujuan Komersial Tujuan pertama diadakannya pelaksanaan pameran adalah untuk mendapatkan keuntungan yang bersifat materi. Keuntungan materi ini biasa diperuntukkan bagi sang seniman maupun bagi penyelenggara seniman, sehingga diharapkan karya yang dipamerkan dapat terjual. 2. Tujuan Kemanusiaan Tujuan pelaksanaan pameran yang kedua adalah untuk kepentingan yang bernilai kemanusiaan, yakni untuk melestarikan, pembinaan nilai-nilai, serta pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki masyarakat.

3. Tujuan Sosial Tujuan dilaksanakannya pameran salah satunya adalah untuk kepentingan sosial. Tujuan ini untuk bakti sosial, membantu korban bencana alam dan lain semacamnya. Fungsi Pelaksanaan Pameran Fungsi Pelaksanaan Pameran : yuksinau.id Diselenggarakannya pameran memiliki peranan sosial yang sangat penting dalam meningkatkan dan memenuhi kebutuhan batin dan emosional masyarakat, adapun fungsi pameran seni rupa adalah sebagai berikut: 1.

Sarana Edukasi Pameran karya seni mampu mendidik target pengunjung untuk mendapatkan pengalaman batin. Pengalaman ini yang nantinya dapat menyeimbangkan aktivitas akal dan emosional manusia agar semakin tenang serta damai. 2. Sarana Apresiasi Dengan diselenggarakannya pameran, diharapkan mampu menjadi media untuk menilai karya seni. Apresiasi karya seni sangat penting bagi pencipta karya.

Proses apresiasi sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif. 3. Sarana Prestasi Pelaksanaan pameran bisa menjadi ajang berkompetisi bagi para pencipta seni. Karena dengan adanya pameran karya seni, kita akan tahu bagaimana keaktifan dan kreativitas para pencipta seni dalam menghasilkan karya seni.

4. Sarana Rekreasi Kegiatan pameran tentunya sangat menyenangkan dan mengesankan, dengan demikian tidak jarang menyelenggarakan pameran adalah salah satu alternatif untuk berekreasi. Selain itu, dengan diselenggarakannya pameran dapat membuat pikiran para pengunjung lebih rileks dan tenang.

Unsur-unsur Pelaksanaan Pameran Unsur-unsur Pelaksanaan Pameran : Yuksinau.id Dalam pelaksanaan pameran dibutuhkan beberapa unsur pameran yang meliputi konsep, pendanaan, sampai karya seni yang akan ditampilkan.

Berikut adalah unsur pameran karya seni: 1. Unsur Penyelenggara Penyelenggara pameran merupakan unsur yang tidak kalah penting. Para penyelenggara ini yang akan mengatur dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pameran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan pameran. Penyelenggara pameran juga biasanya sebagai penyambung lidah antara seniman dengan pengunjung, memandu pengunjung dalam menikmati karya seni yang ditampilkan.

2. Unsur Karya Seni Unsur yang paling penting dalam suatu pelaksanaan pameran adalah unsur karya seni. Karya seni rupa yang dipamerkan harus dipikirkan dan dipersiapkan secara matang. Jenis dari karya seni bisa dibedakan menjadi dua, yaitu karya seni 2 dimensi atau 3 dimensi.

Dengan semakin banyak ragam karya seni yang ditampilkan dalam suatu pameran, maka akan semakin beragam pula nilai yang didapatkan oleh pengunjung. 3. Unsur Tempat Setelah menentukan karya seni apa yang akan ditampilkan, dengan demikian dapat dilakukan penentuan dan pertimbangan tentang tempat dan ruang dimana pameran akan dilangsungkan. Dalam menentukan lokasi dan ruang, perlu untuk memperhatikan estetika pameran dan tetap memperhatikan keamanan karya seni.

Contohnya, pameran lukisan atau karya fotografi cocok dilaksanakan di dalam ruang tertutup agar terhindar dari risiko terkena hujan atau gangguan lain yang dapat merusak karya seni. 4. Unsur Peralatan Dalam bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat pameran dibutuhkan beberapa unsur peralatan. Adapun daftar unsur peralatan adalah sebagai berikut: • Panel atau sketsel, standard display atau box, yakni tempat memajang karya seni.• Dekorasi, yakni berupa hiasan untuk memperindah pameran.• Sound system, yakni sarana prasarana audio untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung pameran.• Label karya, yakni media untuk menyampaikan identitas karya (judul, pencipta, teknik, dan tahun penciptaan).• Katalog, yakni berupa lembaran petunjuk penyelenggaraan pameran.• Buku tamu, yakni buku yang memuat daftar hadir pengunjung pameran.• Buku pesan dan kesan, yakni buku yang memuat tanggapan pengunjung terhadap karya yang dipamerkan.

5. Unsur Pengunjung Unsur yang tidak kalah penting adalah unsur pengunjung. Unsur ini merupakan unsur yang dapat menunjang pelaksanaan pameran. Untuk mendapatkan antusiasme pengunjung, biasanya para penyelenggara mengadakan tambahan acara seperti pentas seni, workshop menarik, atau kegiatan lain yang menambah antusias pengunjung dalam pelaksanaan pameran. Jenis-Jenis Pameran Pameran memiliki berbagai macam jenisnya. Jenis-jenis pameran dibedakan berdasarkan waktu penyelenggaraan, berdasarkan jumlah seniman yang tampil, berdasarkan ragam jenis karya, serta berdasarkan faktor lainnya.

Untuk mengetahui beberapa jenis pameran dapat diamati pada penjelasan berikut ini: A. Berdasarkan Waktu Penyelenggaraan Jenis-jenis pameran dapat dibedakan berdasarkan waktu penyelenggaraannya.

Adapun jenis pameran sebagai berikut: 1. Periodik Pelaksanaan pameran secara periodik, yaitu pameran yang diselenggarakan secara berkala dengan periode waktu tertentu. Biasanya diselenggarakan selama setahun sekali atau pameran tahunan.

2. Insidental Insidental merupakan pelaksanaan pameran yang diselenggarakan dengan kepentingan yang mendesak atau tanpa perencanaan waktu yang lama, sehingga pelaksanaan pameran ini lebih cenderung bisa dilakukan kapan saja. 3. Permanen Pelaksanaan pameran secara permanen merupakan pameran yang diadakan di tempat tetap dan waktu tertentu setiap harinya. Pameran permanen biasanya diselenggarakan pada museum. B. Berdasarkan Jumlah Seniman yang Tampil Berdasarkan jumlah seniman, pameran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pameran tunggal dan pameran kelompok.

Penjelasan selengkapnya mengenai dua jenis tersebut dapat diamati di bawah ini: 1. Pameran Tunggal Pameran tunggal merupakan pameran yang diselenggarakan dengan menyertakan satu orang seniman dan satu jenis karya seni yang ditampilkan. 2. Pameran Kelompok Pameran kelompok merupakan pameran yang diselenggarakan oleh sekelompok atau komunitas seni tertentu.

Pameran ini akan menampilkan banyak karya seni dari berbagai kalangan seniman. C. Berdasarkan Ragam Jenis Karya Berdasarkan ragam jenis karyanya, pelaksanaan pameran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Homogen Pada pameran jenis homogen, pameran ini hanya akan menampilkan satu jenis karya seni.

Pameran bisa menampilkan berupa karya seni dua dimensi saja, atau karya seni tiga dimensi saja. 2. Heterogen Sedangkan pada pameran jenis heterogen, pameran menampilkan berbagai jenis karya seni. Pameran bisa menampilkan berupa karya seni dua dan tiga dimensi. D. Berdasarkan Faktor Lain Berdasarkan faktor lainnya, pelaksanaan pameran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Pameran Retrospeksi Pameran jenis retrospeksi merupakan pameran turunan dari pameran perseorangan.

Pameran ini diselenggarakan secara tunggal oleh satu seniman. Biasanya pameran ini menampilkan perjalanan karier dan hidup dari seorang seniman legendaris. 2. Pameran Desain Pameran desain merupakan jenis pameran khusus yang menampilkan produk tertentu. Biasanya produk yang ditampilkan berupa produk elektronik, kerajinan tangan, furniture, otomotif, dan lain sebagainya. Proses Perencanaan Pameran Tahap awal dalam pelaksanaan pameran adalah harus dilakukan perencanaan pameran.

Perencanaan ini merupakan tahapan yang sangat penting dan fundamental, bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat pelaksanaan pameran dapat berjalan lancar dan tidak terkendala oleh gangguan apapun.

Agar tidak terlewat, berikut adalah tahapan perencanaan pameran: 1. Menentukan Tujuan Pameran Proses tahapan yang pertama adalah menentukan tujuan pameran. Meskipun diselenggarakan dengan skala sekolah yang berfokus pada kegiatan edukatif, tujuan penyelenggaraan pameran seni rupa sangat perlu untuk dipikirkan secara matang.

Tujuan pameran harus ditentukan di awal, karena dengan adanya tujuan akan mempengaruhi keseluruhan konsep dan agenda kegiatan pameran. Untuk menentukan bagaimana tujuan pameran, dapat dicermati beberapa macam tujuan pameran pada penjelasan di awal artikel ini.

2. Menentukan Tema Pameran Setelah tujuan pameran diketahui bersama, penting untuk menentukan tema pameran secara bersama-sama. Tema pameran perlu untuk ditentukan agar tujuan dari pameran ini semakin jelas.

Tema pameran dapat mengacu pada isu-isu kebudayaan atau isu pendidikan di era sekarang yang lebih update. 3. Menentukan Materi Pameran Materi pameran merupakan materi atau apa yang akan dipamerkan. Materi pameran seni rupa pastinya dalam bentuk karya seni rupa.

Karya seni rupa yang biasa dipamerkan adalah lukisan, patung, kerajinan tangan, hasil fotografi, dan lain semacamnya. Biasanya dalam pameran karya seni juga dilengkapi dengan informasi penunjang terkait karya seni yang dipamerkan.

Materi-materi pameran ini dapat dikelompokkan dan disusun berdasarkan tema yang telah ditentukan sebelumnya. 4. Menyusun Kepanitiaan Setelah tema dan materi ditentukan, maka selanjutnya adalah dilakukan penyusunan anggota kepanitiaan.

Pada umumnya, kepanitiaan pameran terdiri dari panitia inti dan seksi pendukung. Dimana bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat seksi dipimpin oleh ketua seksi. Ketua seksi ini bertanggung jawab kepada ketua panitia pameran.

Kepanitiaan pameran dibedakan menjadi beberapa bagian berdasarkan tugas dan wewenangnya. Adapun pembagian tugas kepanitiaan pameran seni rupa adalah sebagai berikut: • Ketua, bertugas menjaga kelancaran pelaksanaan pameran dan bertanggung jawab pada keseluruhan acara pameran.• Wakil ketua, bertugas membantu ketua panitia dalam mengurus kegiatan seksi-seksi.• Sekretaris, bertugas mencatat kegiatan, membuat surat menyurat, dan melakukan pengarsipan surat.• Bendahara, bertugas mengelola keuangan dan administrasi kegiatan pameran.• Seksi kesekretariatan, bertugas membantu sekretaris dalam pengarsipan file dan dokumen.• Seksi usaha, bertugas membantu ketua mencari dana untuk kelancaran pelaksanaan pameran.• Seksi publikasi, bertugas mengatur publikasi dan membuat laporan dokumentasi pameran.• Seksi dokumentasi, bertugas mendokumentasikan seluruh kegiatan pameran.• Seksi dekorasi, bertugas menghias dan mendekorasi ruang dan menata ruang pameran.• Seksi stand, bertugas menjaga pameran dan memandu pengunjung menikmati pameran.• Seksi pengumpulan karya, bertugas mengumpulkan dan menyeleksi karya yang akan ditampilkan dalam pameran.• Seksi perlengkapan, bertugas mengurus perlengkapan pameran, seperti meja, kursi, dan lampu.

• Seksi keamanan, bertugas menjaga keamanan dan ketertiban dalam berlangsungnya pelaksanaan pameran.• Seksi konsumsi, bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi bagi panitia, pengisi acara, serta pengunjung.• Seksi sound system, bertugas mengatur sound system dan musik agar nyaman didengar para pengunjung. 5. Menentukan Tempat dan Waktu Pameran Pameran seni dapat berjalan secara efektif, apabila sang penyelenggara pameran mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melangsungkan acara pelaksanaan pameran.

Dengan menentukan waktu secara tepat, hal ini akan mewujudkan tujuan dari diselenggarakan pameran itu sendiri. Selain itu, panitia juga harus menentukan dan merencanakan lokasi dan ruangan yang akan digunakan dalam menyelenggarakan pameran.

Tahapan ini sangat penting agar pameran tidak terkendala cuaca, seperti hujan maupun angin yang tentunya mempengaruhi keamanan karya seni dan para pengunjung. Pameran bisa dilaksanakan di dalam ruangan atau di luar ruangan, contohnya di aula, gedung serba guna, atau memanfaatkan halaman atau lapangan yang luas. 6. Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Agar pelaksanaan pameran berjalan dengan tertib dan lancar, maka dibutuhkan agenda kegiatan atau biasa dikenal dengan rundown acara.

Agenda kegiatan membantu semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan pameran agar tidak saling kebingungan atas tugas dan tahapan pameran berlangsung. Tahapan kegiatan pameran dapat disusun ke dalam bentuk tabel ataupun diagram yang mencantumkan komponen jenis kegiatan, waktu, dan panitia penanggung jawab. 5. Menyusun Proposal Pameran Proposal pameran merupakan dokumen yang mencantumkan rencana kegiatan yang dituangkan ke dalam bentuk rancangan kerja secara sistematis sebelum dilaksanakannya pameran.

Proposal sendiri meliputi berbagai aspek kegiatan yang dilaksanakan, mulai dari latar belakang, tema, tujuan, susunan kepanitiaan, anggaran biaya, jadwal, dan lain sebagainya. Proposal pameran dibuat untuk mendapatkan perizinan, dukungan, atau bantuan dana dari berbagai pihak dan sponsor.

Proses Persiapan Pameran Setelah perencanaan dilakukan secara matang dan proposal kegiatan sudah mendapatkan respon dari pihak terkait, maka proses selanjutnya adalah tahap persiapan pameran. Pada tahap persiapan, panitia mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan dan perlengkapan pada saat pelaksanaan pameran. Persiapan tersebut dapat dimulai dari: 1.

Mengumpulkan dan Memilih Karya Pameran Sebelum pameran digelar, para panitia khususnya seksi pengumpulan karya mengumpulkan berbagai karya seni dan menyeleksi karya-karya yang memenuhi syarat untuk dipamerkan. Beberapa bentuk karya seni rupa yang dapat ditampilkan ke dalam pameran berupa gambar atau lukisan, karya hasil ukiran atau anyaman, karya hasil pahatan, karya kerajinan tangan berupa benda hias atau bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat pakai, hasil karya jahit atau rajut, rangkaian bunga, dan lain semacamnya.

2. Menyiapkan Perlengkapan Pameran Dalam pelaksanaan pameran dibutuhkan beberapa perlengkapan. Adapun perlengkapan pameran meliputi: • Ruang Pameran Ruang pameran merupakan perlengkapan yang krusial dalam kegiatan pameran seni rupa. Ruang yang dipilih bisa ruang aula, gedung serba guna maupun proses penataan meja, panel, dan kursi.

• Meja Skema Bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat Meja untuk Pameran : Ilmucerdasku.com Dalam pelaksanaan pameran dibutuhkan meja untuk menata karya seni 3 dimensi, atau hasil karya kerajinan lainnya, serta digunakan sebagai tempat untuk menerima pengunjung yang datang. Untuk skema penyusunan meja dalam penataan karya pameran, dapat diamati pada gambar di atas.

• Buku Tamu Buku tamu merupakan buku yang memuat identitas pengunjung yang datang. Identitas yang dibutuhkan biasanya nama lengkap, alamat, asal, nomor telepon dan tanda tangan. Buku tamu pada pameran berfungsi sebagai penghitung jumlah pengunjung yang datang dan jika terdapat barang-barang yang hilang dapat menghubungi nomor yang bersangkutan. • Buku Pesan dan Kesan Selanjutnya adalah buku pesan dan kesan. Buku ini adalah buku yang memuat tanggapan atau saran serta kritikan dari pengunjung pameran seni rupa yang diselenggarakan.

Dengan adanya buku pesan dan kesan, dapat dijadikan bahan evaluasi dan referensi untuk pelaksanaan pameran di kemudian hari agar para panitia dapat memperbaiki jika prosesnya masih dianggap ada yang perlu diperbaiki. • Panil Panil untuk Perlengkapan Pameran : ilmucerdasku.com perlengkapan pameran selanjutnya adalah panil.

Panil merupakan semacam tembok portable yang berguna menempelkan karya seni dua dimensi. Panil bisa dipindah-pindahkan sesuai dengan kebutuhan desain ruangan. Selain itu, panil juga bisa digunakan untuk membatasi ruangan satu dengan yang lain. • Poster/ Brosur Pameran Contoh Brosur Pameran : ilmucerdasku.com Salah satu perlengkapan pameran yang tidak kalah penting adalah poster atau brosur pameran.

Brosur atau poster dapat dimanfaatkan sebagai media informasi kegiatan pameran yang akan diselenggarakan. Poster ini bisa juga digunakan sebagai undangan terbuka agar pengunjung mengetahui kapan, dimana, dan bagaimana pameran seni akan diselenggarakan. • Katalog Pameran Selain brosur, ada lagi perlengkapan pameran yang juga sangat penting, yakni katalog pameran. Katalog pameran merupakan media yang berisikan informasi mengenai identitas para seniman dan karya dari seniman tersebut.

Di sisi lain, katalog juga menyertakan kuratorium pelaksanaan pameran yang berguna untuk menyampaikan serta menjelaskan mengenai hal ihwal seniman dan karya yang dipamerkan.

• Folder Pameran Selanjutnya perlengkapan yang dibutuhkan adalah folder pameran. Folder pada pameran sendiri memuat judul lukisan dan harga dari karya seni yang dipamerkan.

Folder ini dibuat untuk menyampaikan karya yang hendak dijual, sehingga dengan bantuan folder pameran para panitia akan lebih mudah dalam memandu pengunjung. • Penerangan Pameran Penerangan Pameran : ilmucerdasku.com Dalam pelaksanaan pameran, peran serta cahaya sangat dibutuhkan.

Hal ini bertujuan untuk memperjelas karya yang dipamerkan. Sehingga penting sekali untuk mengatur penerangan pameran, biasanya penerangan dipasangkan pada tiap papan pameran atau panil atau plafon. Jenis lampu yang digunakan dan sistem pemasangannya pun tidak boleh sembarangan, agar tidak membuat mata pengunjung justru menjadi silau. Penerangan atau pencahayaan pameran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pencahayaan khusus dan pencahayaan umum.

Pencahayaan khusus adalah pencahayaan yang menggunakan spotlite, sedangkan pencahayaan khusus merupakan pencahayaan secara umum. • Sound System Pameran Perlengkapan pameran yang selanjutnya adalah sound system.

Perlengkapan ini dibutuhkan untuk membuka pameran dan juga sebagai alat pendukung suasana pameran agar lebih nyaman dengan lantunan musik yang diperdengarkan pada saat pengunjung mengapresiasi karya seni yang dipamerkan. 3. Melakukan Penataan Ruang Pameran Penempatan Karya Seni : ilmucerdasku.com Sebelum dilakukan penataan ruang pameran, panitia seharusnya membuat rancangan denah ruangan terlebih dahulu.

Hal ini agar memudahkan dalam mengatur arus pengunjung, komposisi tata ruang karya yang serasi, mengatur jarak dan tinggi rendahnya pandangan yang dipamerkan. Dalam menata ruang pameran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh panitia yaitu: • Karya dengan komposisi warna kuat tidak diletakkan di dekat karya dengan komposisi warna lemah.• Karya dengan komposisi warna kurang tidak diletakkan pada ruang dengan kondisi pencahayaan yang kurang.• Cahaya yang diberikan tidak membuat pengunjung silau dan malah enggan melihat dan mengapresiasi karya seni.• Pemasangan karya seni berada tepat sejajar dengan pandangan mata pengunjung, tidak terlalu tinggi atau tidak juga terlalu rendah.• Pemasangan karya yang lebih tinggi dari tubuh penikmatnya harus dibuat condong ke bawah sehingga indah dan mudah diamati.• Tambahkan beberapa pot bunga atau tanaman hias sebagai dekorasi ruang dan menambah kesan elegan dan menyegarkan ruangan.• Peletakan karya tiga dimensi harus diletakkan pada tempat yang bisa diamati dari berbagai sudut pandang pengunjung.• Perhatikan ukuran karya seni dalam pengelompokannya.• Sediakan tempat sampah di beberapa sudut ruang agar menjaga kebersihan ruang pameran.

4. Mengatur Arus Masuk dan Keluar Pengunjung Dalam persiapan pameran, perlu diperhatikan untuk mengatur arus keluar dan masuknya para pengunjung ke lokasi pameran. Pada pengaturan arus ini dapat disesuaikan dengan jumlah pintu yang disediakan, akan berbeda denah arus keluar masuk pengunjung pada ruang pameran dengan satu pintu dan dua pintu.

Untuk mengetahui arus masuk dan keluar pengunjung dapat mengikuti gambar denah di bawah ini. Pengaturan Arus Masuk dan Keluar Ruang Pameran : ilmucerdasku.com Proses Pelaksanaan Pameran Dalam pelaksanaan pameran terdapat tahapan proses yang harus diperhatikan. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pameran dapat diamati selengkapnya sebagai berikut: 1.

Pelaksanaan Kerja Panitia Pameran Pelaksanaan pameran merupakan puncak dari implementasi perencanaan yang telah disusun dan disepakati bersama pada tahap perencanaan pameran. Pelaksanaan pameran akan berlangsung dengan lancar, apabila semua pihak terkait mampu melakukan kerja sama dan berkomitmen untuk mensukseskan pameran tersebut. Adapun tahapan proses pelaksanaan kerja panitia pameran dapat diamati sebagai berikut: • Pembukaan Penyelenggaraan Pameran Pelaksanaan pameran dimulai dari acara pembukaan.

Acara pembukaan merupakan rangkaian acara yang memuat sambutan dari ketua panitia, pembimbing, serta pihak penting dari diselenggarakannya pameran tersebut.

• Menyambut Tamu dan Pengunjung Pada saat pameran dibuka, panitia seksi stand harus stand by di depan dan siap menyambut pengunjung datang. Kemudian panitia mempersilahkan mengisi buku tamu.

Setelah selesai mengisi buku tamu, pengunjung akan mendapatkan katalog pameran. Lalu panitia mempersilahkan pengunjung masuk ke dalam pameran. • Memandu Pengunjung Selama pelaksanaan pameran berlangsung, panitia harus siap sedia memandu para pengunjung agar menikmati pameran dengan nyaman.

Panitia yang bertugas memberikan arahan dan penjelasan kepada pengunjung mengenai karya seni yang dijaga. Mereka juga harus siap menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan para pengunjung mengenai karya yang dipamerkan tersebut. • Mengamati Situasi dan Kondisi Pameran Selama pameran berlangsung, panitia hendaknya mengecek dan mengamati situasi serta kondisi pameran apakah kegiatan sudah berjalan dengan atau belum. Bisa jadi apabila ada masalah tertentu yang mengganggu jalannya pameran, maka dapat diatasi secepat mungkin.

Panitia juga hendaknya mengamati kondisi pencahayaan, posisi karya seni yang dipamerkan, serta keutuhan karya yang ditampilkan. Jika terjadi masalah pada hal tersebut, panitia harus segera mengambil langkah terbaik untuk mengatasinya tanpa mempengaruhi jalannya pameran.

Pada pengamatan pameran ini, panitia keamanan juga memegang peranan penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan berlangsungnya pameran. Poin pentingnya adalah panitia harus memprioritaskan kenyamanan dan keamanan pengunjung agar mereka merasa senang dan tidak kecewa dalam menghadiri pameran yang telah diselenggarakan.

• Mendokumentasikan Kegiatan Pameran Panitia khususnya seksi dokumentasi sangat berperan dalam mendokumentasikan kegiatan pameran yang berlangsung. Panitia yang berada di seksi dokumentasi harus memahami bagian-bagian penting yang harus didokumentasikan.

Dengan demikian hasil dari dokumentasi tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan terutama untuk menyusun laporan. 2. Laporan Kegiatan Pameran Selain bertugas dalam hal surat menyurat dan publikasi pameran, seksi publikasi juga mengemban tugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran bersama sekretaris. Panitia khususnya seksi publikasi memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan hasil dokumentasi kegiatan mulai dari pembukaan sampai penutupan pameran.

Dengan data yang telah didapatkan tersebut, kemudian disusun laporan secara tertulis sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran yang telah diselenggarakan. Selain itu, laporan pameran juga digunakan sebagai bahan evaluasi dan referensi untuk melihat kekurangan atau kelemahan selama kegiatan pameran berlangsung.

Dengan demikian dapat diperbaiki di kemudian hari. Penutup Demikian penjelasan mengenai pelaksanaan pameran, mulai dari definisi, bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat, fungsi, sampai proses pelaksanaannya.

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi kamu yang hendak menyelenggarakan pameran karya seni. Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman lainnya ya agar mereka juga bisa belajar seperti kamu.
Edutafsi.com - Penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah merupakan salah satu kegiatan positif yang memiliki banyak fungsi bagi murid. Tak hanya sebagai sarana apresiasi dan ajang prestasi, pameran seni rupa juga memiliki fungsi rekreasi dan fungsi edukasi.

Pameran seni rupa yang diadakan di sekolah bisa menjadi salah satu media bagi murid untuk mendapat hiburan. Selain itu, dari berbagai karya seni rupa yang ditampilkan, murid juga dapat sekaligus mempelajari berbagai pengetahuan yang berhubungan dengan seni rupa. Melalui interaksi langsung dengan penyelenggara atau melalui informasi yang terlampir di setiap karyanya, murid dapat menambah pengetahuannya. Pameran seni rupa sebagai wadah berkreasi diharapkan mampu membangkitkan semangat para murid untuk menghasilkan karya seni rupa yang berkualitas dan bernilai seni tinggi.

Selain itu, pameran seni rupa juga melatih murid-murid yang bergabung dalam kepanitiaan untuk bekerjasama dan bertanggung jawab sebagai kesatuan organisasi. Dalam penyelenggaraan pameran seni rupa, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu perencanaan, pesiapan, dan pelaksanaa.

Pada kesempatan ini, edutafsi akan memparkan apa-apa saja yang perlu dilakukan ada masing-masing tahap tersebut untuk terselenggaranya suatu pameran seni rupa. #1 Perencanaan Pameran Seni Rupa Tahap awal dari penyelenggaraan suatu pameran seni rupa adalah tahap perencanaan.

Pada tahap ini disusun suatu rencana kegiatan pameran bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat sistematis dan logis. Rencana kegiatan pameran meliputi berbagai aspek yang perlu diperhatikan seperti tujuan, tema, materi, kepanitiaan, tempat, waktu, dan agenda kegiatan pameran.

1). Menentukan Tujuan Pameran Meski dilakukan dalam skala sekolah yang lebih fokus pada kegiatan edukatif, tujuan penyelenggaraan pameran seni rupa juga perlu difikirkan secara matang. Ini perlu dilakukan sebab tujuan akan mempengaruhi keseluruhan konsep atau agenda kegiatan yang akan diselenggarakan. Pameran seni rupa bisa saja dilakukan dengan tujuan edukasi, sosial, kemanusiaan, kebudayaan, atau tujuan komersil dalam bentuk penggalangan dana.

2). Menentukan Tema Pameran Setelah tujuan penyelenggaraan pameran disepakati, maka selanjutnya adalah tahap penentuan tema pameran. Tema pameran dapat disesuaikan dengan isu-isu kebudayaan atau isu pendidikan yang sedang hangat diperbincangkan namun yang jelas tema harus memperjelas tujuan yang sudah disepakati.

3). Menentukan Materi Pameran Materi pameran adalah materi atau isi yang akan diusung dalam pameran seni rupa. Materi pameran seni rupa tentu dalam bentuk karya-karya seni rupa. Beberapa karya seni rupa yang dapat dijadikan matri pameran antaralain lukisan, patung, kerajinan tangan, dan sebagainya.

Informasi penunjang terkait karya yang akan dipamerkan juga menjadi materi pameran yang harus direncanakan. Materi pameran disusun dan dikembangkan berdasarkan tema. 4). Menyusun Kepanitiaan Setelah tema dan materi pameran ditetapkan, maka selanjutnya disusun kepanitiaan. Kepanitiaan pameran umumnya terdiri dari panitia inti dan seksi pendukung.

Masing-masing seksi dipimpin oleh ketua seksi dan ketua seksi bertanggung jawab kepada ketua panitia sebagai pimpinan. Secara garis besar, kepanitiaan dibagi menjadi beberapa bagian berdsarkan tugas-tugasnya.

Berikut pembagian tugas kepanitiaan dalam suatu pameran seni rupa : 1). Ketua : bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. 2). Wakil ketua : membantu ketua panitia mengurus kegiatan seksi-seksi. 3). Sekretaris : mencatat kegiatan, surat-menyurat, dan arsip surat.

4). Bendahara : mengolah keuangan untuk kegiatan pameran. 5). Seksi kesekretariatan : membantu sekretaris dalam pembuatan dokumen. 6.) Seksi usaha : memnbantu ketua mencari dana. 7.) Seksi publikasi : mengatur publikasi dan laporan dokuemntasi. 8.) Seksi dokumentasi : mendokumentasika kegiatan pameran.

9.) Seksi dekorasi : mendekorasi ruangan dan menata ruang pameran. 10). Seksi stand : menjaga pameran dan memandu pengunjung.

11). Seksi pengumpulan karya : mengumpulkan dan menyeleksi karya. 12). Seksi perlengkapan : mengurus perlengkapan untuk pameran. 13). Seksi keamanan : menjaga keamanan dan ketertiban. 14).

Seksi konsumsi : menyediakan dan mengatur konsumsi. 15). Seksi sound system : mengatur sound system dan musik. 4). Menentukan Tempat dan Waktu Pameran Agar pameran seni rupa dapat terselenggara secara efektif, maka panitia harus mencari waktu yang paling sesuai untuk melaksanakan pameran.

Pameran seni rupa biasanya dilaksanakan pada saat tidak ada kegiatan pembelajaran di kelas misalnya pada minggu tenang di akhir semester, atau pada saat pengadaan acara tahunan yang memang rutin dilakukan di sekolah.

Selain waktu, panitia juga harus merencanakan tempat atau ruangan yang akan digunakan untuk menyelenggarakan pameran. Penentuan tempat pameran disesuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah serta karakteristik karya yang akan dipamerkan. Pameran dapat dilakukan di aula, gedung serba guna, atau memanfaatkan halaman sekolah. 5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran Agar waktu pelaksanaan pameran sampai secara jelas kepada semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pameran tersebut, maka perlu disusun agenda kegiatan pameran.

Agenda kegiatan pameran biasanya disusun dalam bentuk tabel atau diagram dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu secara jelas. 6). Menyusun Proposal Pameran Proposal kegiatan adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja secara sistematis sebelum melaksanakan kegiatan. Proposal mencakup berbagai aspek terkait kegiatan yang akan dilaksanakan mulai dari latar belakang, tema, tujuan, susunan paniti, anggaran biaya, jadwal, dan sebagainya.

Proposal kegiatan pameran ditujukan untuk memperoleh perizinan, dukungan, atau bantuan dana dari berbagai pihak atau sponsor. #2 Persiapan Pameran Seni Rupa di Sekolah Setelah dilakukan perencanaan secara matang dan proposal kegiatan sudah mendapat tanggapan, maka tahap selanjutnya adalah tahap persiapan. Pada tahap ini, panitia mulai bekerja untuk menyiapkan berbagai kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran. 1). Pengumpulan dan Pemilihan Karya Seni Rupa Seksi pengumpul dan seleksi karya bertugas untuk mengumpulkan berbagai karya seni rupa dan menyeleksi karya-karya yang memenuhi syarat untuk dipamerkan.

Dalam proses seleksi karya, panitia dapat melibatkan guru kesenian untuk memilih beberapa karya dari sejumlah karya yang berhasil terkumpul. Beberapa bentuk karya seni rupa yang dapat dipamerkan dalam pameran seni rupa antaralain karya gambar atau lukisan, karya hasil ukiran atau anyaman, karya hasil pahatan dalam bentuk patung, karya kerajinan tangan berupa benda hias atau benda pakai, hasil karya jahit atau rajut, rangkaian bunga, dan sebagainya.

2). Menyiapkan Ruang Pameran Seksi dekorasi dan penataan ruang bertanggung jawab untuk menyiapkan ruang pameran. Ruang pameran harus didekorasi sedemikian rupa agar terlihat menarik dan disesuaikan dengan tema yang digunakan.

Dekorasi ditujukan agar lingkungan pameran baik di luar maupun di dalam ruangan pameran terlihat indah, nyaman, dan menarik sehingga pengunjung merasa puas dan tidak jemu. 3). Penyesuaian Waktu Pameran Meskipun jadwal pelaskanaan pameran telah ditetapkan di dalam proposal dan agenda kegiatan, akan tetapi terkadang jadwal pameran masih harus disesuaikan kembali. Jadwal harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Oleh karena itu, panitia harus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan waktunya. 4). Menyiapkan Perlengkapan untuk Pameran Seksi perlengkapan bertanggung jawab menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk pameran. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pameran seni rupa antaralain meja, sketsel atau papan panel (untuk menempelkan karya lukisan atau fotografi), pedestal (untuk kejainan tangan atau patung), panil, katalog, buku tamu, buku kesan dan pesan, poster, brosur, folder, denah lokasi, petunjuk arah, dan sebagainya.

5). Penempatan Karya Seni Rupa Seksi dekorasi dan penataan ruang juga bertanggung jawab untuk penempatan karya seni rupa. Ruang pameran harus ditata sedemikian rupa dengan pembagian tata ruang yang baik agar kegiatan pameran dapat berlangsung dengan baik tanpa kendala dari segi ruangan. Untuk karya tiga dimensi seperti patung atau guci, sebaiknya diletakkan di tempat bagaimana cara memilih tempat penyelenggaraan pameran yang tepat dapat dilihat dari berbagai sudut sehingga pengunjung dapat melihat bentuknya dari berbagai arah.

Selain itu, karya harus disusun sedemikian rupa sehingga telihat komposisi yang seimbang baik dari segi ukuran atau warna. Untuk karya dua dimensi seperti lukisan, jika dipasang pada tempat yang lebih tinggi dari rata-rata tubuh pengunjung, maka harus dibuat condong ke bawah agar mudah dinikmati. Meski begitu, akan lebih baik jika lukisan dipasang sejajar dengan pandangan mata.

Karya yang memiliki komposisi warna yang kuat sebaiknya tidak diletakkan di dekat karya dengan komposisi warna yang lemah agar lebih seimbang. Selain itu, jangan letakkan karya dengan komposisi warna yang kurang pada ruang yang minim cahya karena akan semakin memperlemah warnanya.

6). Menyiapkan Tata Cahaya Seksi perlengkapan juga bertugas menyiapkan peralatan untuk penerangan dan mengatur tata cahaya untuk pameran. Lampu penerang dipasang di setiap papan pamer (panil) atau di plafon.

Pemilihan jenis lampu dan penempatannya harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu pandangan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tata cahaya antaralain: 1).

Jangan menyilaukan mata pengunjung 2). Usahakan lampu cukup terang agar karya terlihat dengan jelas 3). Sumber cahya tidak hanya dari salah satu sudut saja 4). Usahakan agar lampu tidak mempengaruhi warna karya terutama lukisan.

7). Menyiapkan Sound System Meski tidak seperti pergelaran yang identik dengan musik dan suara, pameran seni rupa juga membutuhkan sound system. Sound system digunakan dalam acara pembukaan dan untuk memperdengarkan musik instrumental berirama lembut selama pameran berlangsung. Musik berirama lembut berfungsi mendukung suasana pameran sehingga pengunjung lebih terhibur dan tidak merasa jenuh. 8). Menyiapkan Media Publikasi Seksi publikasi bertanggung jawab menyiapkan berbagai media publikasi untuk pengadaan penyiaran atau permberitahuan kepada murid-murid mengenai pameran yang akan dilaksanakan.

Media publikasi dapat dalam bentuk brosur, iklan, siaran radio, selebaran, spanduk, dan sebagainya. Baca juga : Tata Cara Penyelenggaraan Pameran Seni. #3 Pelaksanaan Pameran Seni Rupa di Sekolah Setelah persiapan untuk menyelenggarakan pameran seni rupa selesai dikerjakan, maka pameran pun sudah siap untuk dilaksanakan.

Hari pelaksanaan merupakan hari yang mendebarkan bagi panitia sebab pada hari itulah kerja keras mereka selama persiapan dipertaruhkan. Keberhasilan suatu pameran juga bergantung pada kerja sama panitia saat perlaksanaan berlangsung.

1). Pembukaan Pameran Seni Rupa Pelaksanaan pameran dimulai dengan acara pembukaan yang ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana, pembimbing, serta acara sambutan sekaligus pembukaan pameran oleh Kepala Sekolah atau pihak yang mewakilinya.

2). Menyambut Tamu atau pengunjung Pada saat pembukaan berlangsung, panitia yang bertugas sebagai seksi stand atau penyambut bertugas untuk menyambut pengunjung yang datang dan meminta pengunjung untuk mengisi buku tamu. Panitia kemudian membagikan katalog pameran dan mempersilahkan pengunjung untuk menikmati jamuan yang disediakan oleh panitia.

3).

Memandu Pengunjung Selain menyambut pengunjung yang datang, seksi stand juga bertanggung jawab untuk memandu pengunjung agar dapat menikmati pameran dengan nyaman. Seksi stand harus memberikan arahan dan penjelasan kepada pengunjung terkait karya seni rupa yang dijaga atau menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari pengunjung mengenai karya tersebut.

4). Mengamati Situasi dan Kondisi Pameran Selama kegiatan berlangsung, sesekali panitia atau penyelenggara harus mengamati situasi dan kondisi pameran untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan untuk melihat apa ada masalah tertentu terkait sarana dan perlengkapan pameran. Panitia juga perlu mengamati kondisi pencahayaan, posisi karya seni rupa yang dipamerkan, serta keutuhan dari karya-karya tersebut. Jika terjadi suatu masalah terkait hal itu, panitia harus segera mengambil langkah inisiatif untuk mengatasinya tanpa harus mempengaruhi kegiatan pameran.

Dalam masalah pengamatan ini, panitia yang berada di seksi keamanan juga memegang peran penting dalam menjaga ketertiban dan keamaan. Panitia harus memprioritaskan kenyamanan dan keamanan pengunjung agar mereka merasa senang menghadiri pameran tersebut.

5). Mendokumentasikan Kegiatan Pameran Seksi dokumentasi bertugas mendokumentasikan kegiatan pameran yang berlangsung. Panitia yang berada di seksi dokumentasi harus mengerti bagian-bagian mana saja yang perlu didokumentasikan sehingga hasil dari dokumentasi tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan terutama untuk menyusun laporan.

6). Menyusun Laporan Kegiatan Pameran Selain bertugas dalam hal surat-menyurat dan publikasi kegiatan, seksi publikasi juga betugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran. Panitia yang bertugas sebagai seksi publikasi memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan hasil pemotrtetan tentang kegiatan pameran dari awal hingga penutupan.

Melalui data-data yang dikumpulkan tersebut, dibuatlah sebuah laporan tertulis yang dibuat oleh panitia sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran seni rupa. Laporan kegiatan diserahkan kepada kepala sekolah selaku pihak yang bertangungjawab terhadap segala kegiatan di sekolah.

Laporan kegiatan tidak hanya sebagai pertanggunjawaban saja tetapi juga digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat kekurangan atau kelemahan yang ada selama kegiatan berlangsung sehingga dapat diperbaiki untuk pameran di masa yang akan datang. Baca juga : Apa Tujuan dan Fungsi Pameran? Demikian pembahasan mengenai perencanaan dan pelaksanaan pameran seni rupa di sekolah yang dapat edutafsi bagikan kepada Sobat Tafsi. Jika informasi ini bermanfaat, bantu edutafsi ya membagikannya kepada teman-teman kalian di sosial media supaya manfaatnya juga mereka rasakan.

7 Tempat Strategis Agar Jualanmu Laris




2022 charcuterie-iller.com