Kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang

Sementara memiliki keunggulan dalam kecerdasannya, kaum ini justru tidak percaya akan kuasa Allah SWT. Kaum tsamud berwatak sombong dan selalu tinggi hati sehingga berani merendahkan kaum yang lain. Gaya hidupnya pun erat dengan kemaksiatan seperti berfoya-foya, berzina, mabuk, dan melakukan hal-hal keji. Merdeka.com - Nabi Saleh telah diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran kepada kaum Tsamud yang berada di Al Hijr.

Kaum Tsamud merupakan suatu kaum yang mayoritas warganya memiliki banyak keahlian seperti bercocok tanam, berternak dan arsiktektur. Namun, dengan keahliannya tersebut yang membuat kaum Tsamud menjadi sombong dan selalu merendahkan kaum yang lainnya. Gaya hidup kaum Tsamud selalu dihiasi dengan kemaksiatan, yaitu berfoya-foya, mabuk-mabukkan, berzina kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang melakukan tindak kejahatan. Karena gaya hidup kaum Tsamud telah menyimpang dari ajaran Allah.

Maka, Allah mengutus Nabi Saleh AS untuk mengajak kembali kaum Tsamud kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang ke jalan yang benar. Nabi Saleh mengajak agar mereka bertakwa, Nabi Saleh berkata: Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya.

Karena itu, mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya, Tuhanku amat dekat rahmat-Nya lagi memperkenankan doa hamba-Nya, ( QS Hud ayat 61). Berikut ini merupakan kisah Nabi Saleh A.S yang dilansir dari berbagai sumber. Menolak Ajakan untuk Bertakwa Kepada Allah SWT Mendengar seruan yang telah dikumandangkan oleh Nabi Saleh A.S, para kaum Tsamud malah marah dan menjawab, "Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan.

Apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Sesungguhnya, kami ragu dan khawatir terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." (QS Hud ayat 62). Dengan adanya respon tersebut, sekelompok kecil dari kaum Tsamud memang telah menerima ajaran Nabi Saleh, namun sebagian besar orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi tetap bersikeras menolak.

Mereka menganggap ucapan Nabi Saleh hanyalah kosong belaka. Memohon Kepada Allah SWT Dengan adanya penolakan dari kaum Tsamud sendiri, Nabi Saleh tidak lekas menyerah dengan keadaan. Kemudian Nabi Saleh memohon kepada Allah untuk memberikannya suatu mukjizat agar kaum Tsamud percaya kepadanya. Allah memerintahkan Nabi Saleh untuk memukulkan tangannya ke atas permukaan batu yang ada di depannya. Lalu muncullah seekor unta betina yang sangat besar dan gemuk dari Allah.

BACA JUGA: Niat Sebelum Wudhu dan Doa Sesudahnya, Lengkap dengan Tata Cara dan Urutan yang Benar Cara Mandi Wajib di Bulan Ramadan bagi Pria & Wanita, Lengkap dengan Bacaan Doanya Setelah diturunkannya mukjizat tersebut, Nabi Saleh berkata : "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat (yang menunjukkan) kebenaran untukmu, sebab itu biarlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (QS Hud ayat 64).

Para kaum Tsamud melihat peristiwa tersebut langsung terperanjat. Sebagian mengakui akan kenabiannya. Namun, kebanyakan dari mereka masih menganggap yang dilakukan Nabi Saleh adalah permainan sihir untuk mengelabui mereka. Nabi Saleh berpesan kepada kaumnya untuk tidak mengganggu unta betina tersebut.

Dia mengizinkan kaumnya untuk bergantian memerah dan meminum susu unta ajaib tersebut. Namun, keberadaan unta ajaib tersebut membuat khawatir beberapa kaum Tsamud yang menentang ajaran Nabi Saleh. Karena unta betina tersebut meminum banyak air di sumber air kaum Tsamud.

BACA JUGA: Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat, Perhatikan Tata Caranya yang Baik dan Benar Doa Masuk Kuburan dan Artinya, Perlu Diketahui Selain itu, banyak ternak kaum Tsamud yang kekurangan air. Hal itulah yang menjadi dasar kaum Tsamud untuk melakukan rencana jahat, yakni membunuh unta betina tersebut.

Suatu hari, dua pemuda kaum Tsamud yang bernama Mushadda bin Muharrij dan Gudar bin Salif berhasil membunuh unta betina tersebut dengan cara mengawasi unta saat akan minum. Dengan cepat Mushadda memanah betis betina tersebut dan Gudar menikam pedangnya di perut unta tersebut. BACA JUGA: Bacaan Yasin dan Tahlil Latin Lengkap Beserta Artinya Bacaan Doa Zakat Fitrah Lengkap dengan Hukum beserta Waktu Pemberiannya Tanda-tanda diturunkannya azab tersebut adalah pada hari pertama, saat terbangun mereka akan menemui wajah mereka menjadi kuning.

Pada hari kedua, wajah mereka akan berubah menjadi merah. Dan pada hari ketiga, wajah mereka akan berubah menjadi hitam. Pada hari keempat, turunlah azab Allah. Sebelum hari turunnya azab Allah, Nabi Saleh serta para pengikutnya pergi meninggalkan daerah tersebut.

Mendengar ancaman dari Nabi Saleh kaum Tsamud berencana akan membunuh Nabi Saleh. Ketika mereka akan membunuh Nabi Saleh tiba-tiba muncullah petir yang menggelegar dan gempa bumi yang sangat sangat dahsyat. Tiba-tiba batu-batu besar yang tidak diketahui dari mana datangnya menimpa kepala mereka. 1 Ingin Menurunkan Berat Badan di Atas Usia 40 Tahun? Ini Hal yang Bisa Anda Coba 2 Potret Nagita Slavina Ajak Najwa Shihab Makan Bareng, Tampil Berhijab Cantik Banget 3 Potret Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Pulang Kampung ke Malang, Seru Banget 4 Pria di Kukar Perkosa Anak Tiri yang Tengah Hamil 6 Bulan 5 kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang Potret Lesti dan Rizky Billar Perdana Ajak Baby L Naik Motor di Kampung Halaman Selengkapnya
Nabi Saleh as.

adalah nabi kelima dalam Islam yang wajib diyakini. Lewat kisah ini, kami akan menceritakan bagaimana perjuangan Nabi Saleh as.

dalam berdakwah menegakkan tauhid kepada umatnya, kaum Tsamud. Saleh adalah seorang pemuda cerdas, perilakunya santun, tutur katanya sopan.

Hormat kepada yang besar dan sayang kepada yang kecil. Ia terkenal sangat rajin beribadah. Nabi Saleh adalah putra dari Ubaid bin Asaf bin Masyikh bin Ubaid bin Nadzir bin Tsamud. Jadi, ia adalah keturunan suku Tsamud. Nasab Nabi Saleh bersambung ke Sam bin Nuh. Tsamud, Kaum Nabi Saleh as.

Siapakah kaum Tsamud umat Nabi Saleh itu? Nama Tsamud diambil dari nama kakek Nabi Nuh. Kaum Tsamud tinggal di sebuah lembah yang luas, bernama Wadi al Qura, di sebelah utara Semenanjung Arab, pada masa prasejarah.

Mereka adalah salah satu di antara suku Arab yang terlupakan. Sejarah tidak menyebutkannya. Namun, Al-Qur'an menyebutkan kisah mereka; Rasulullah saw juga menyebutkan mereka dalam hadis-hadis beliau. Pada suatu ketika, Nabi Muhammad saw. memimpin tentara Muslimin pada tahun 9 H. Beliau menuju Tabuk, karena hendak menghadapi tentara Romawi di sebelah utara Semenanjung Arab. Tentara Muslimin menempuh perjalanan bermil-mil.

Karena itu mereka menjadi lelah dan kehausan. Sehingga, Nabi Muhammad saw. memerintahkan mereka untuk berhenti di lembah sebuah desa (Wadi al Qura), dekat Tabuk. Mereka berkemah di sekitar gunung tersebut, yang di dekatnya terdapat puing-puing dan sumur-sumur.

Salah seorang dari mereka bertanya tentang puing-puing tersebut, "Siapa pemilik puing-puing ini?" Dijawab, "Itu adalah puing-puing kaum Tsamud. Dulu, kaum Tsamud mendiami tempat ini." Nabi Muhammad saw. mencegah kaum Muslim untuk meminum air dari sumur-sumur tersebut. Kemudian beliau menunjukkan kepada mereka sebuah mata air di dekat gunung. Beliau berkata kepada mereka, "Unta betina Nabi Saleh minum dari mata air ini." Nabi Muhammad saw mencegah para tentaranya memasuki puing-puing tersebut, karena beliau hendak memberikan sebuah pelajaran tentang kaum tersebut, yang memperoleh kutukan Allah dan hancur.

Kaum Tsamud muncul setelah kaum 'Ad musnah di lembah Al Ahqaf. Masyarakat Tsamud bekerja sebagai petani. Mereka menggali sumur-sumur dan membajak ladang-ladang mereka. Mereka membangun rumah-rumah mereka di gunung-gunung.

Ternak mereka digembalakan dengan tenang di padang rumput. Kebun dan pertanian mereka berkembang dan dipenuhi buah-buahan. Itulah kehidupan yang dijalani oleh kaum Tsamud. Tetapi kaum tersebut tidak mengenal rasa syukur dan tak mau menyembah Allah. Mereka justru menyembah berhala-berhala. Sementara, kaum kaya mereka menjadi tiran. Dakwah Nabi Saleh as.

Nabi Saleh hidup pada masa ini. Beliau adalah seorang yang baik dan bijaksana. Masyarakat pun sangat mencintainya, karena mereka tahu keutamaan beliau yang masyhur.

Bahkan beberapa dari mereka berpikir bahwa Saleh akan memperoleh kedudukan penting nantinya, dan akan menjadi pemimpin kaum Tsamud yang kuat. Nabi Saleh as. mengetahui bahwa penyembahan berhala telah berakar kuat dalam hati kaumnya itu, karena ayah-ayah dan kakek-kakek mereka adalah penyembah berhala. Nabi Saleh as.

pun tahu bahwa para pemimpin kaum ini adalah orang-orang jahat; mereka tidak menyuk kebaikan dan menghukum siapa saja yang menghalangi orang-orang dari menyembah berhala. Namun demikian, Nabi Saleh as. adalah rasul Allah. Beliau tidak takut apa pun kecuali Allah Yang Mahabesar. Sehingga, Nabi Saleh as.

menyerukan risalahnya pada kaumnya. Dari sinilah pertarungan antara kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang dan batil dimulai. Para kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang Nabi Saleh as.

memulai perjuangan mereka melawan kaum kafir Tsamud, yang memiliki Sembilan orang yang berkuasa. Para penduduk pergi ke sebuah batu besar di gunung.

Mereka begitu lama menyembah batu itu. Anak-anak melihat ayah-ayah mereka menyembah batu tersebut, sehingga mereka pun melakukan hal yang sama. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka pun meneruskan tradisi menyembah batu itu. Mereka mengelilingi batu itu. Lalu mereka menyembelih domba untuknya, dan memohon rahmat darinya. Nabi Saleh as. melihat apa yang dilakukan kaumnya, beliau pun menjadi sedih atas hal ini. Sehingga beliau pergi ke batu yang disucikan itu.

Dan beliau melihat bahwa kaumnya sedang menyembahnya. Lalu Nabi Saleh as. berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sembahlah Allah.

Tak ada Tuhan selain Dia." Salah seorang dari mereka berkata, "Mengapa kau meminta karni untuk menyembah Allah?" Nabi Saleh as. menjawab, "Karena Dialah yang menciptakan kalian. Dia pula yang memberi kalian kehidupan." Mereka berkata lagi, "Allah sangat jauh dari kami. Kami tak dapat memohon kepada-Nya. Oleh karena itu, kami menyembah beberapa ciptaan-Nya.

Dia mempercayakan urusan kami pada mereka. Kami ingin Allah senang pada kami melalui penyembahan kami terhadap ciptaan-Nya." Nabi Saleh as. berkata dengan sedih, "Wahai kaumku, Allah-lah yang menciptakan kalian.

Allah pula yang mengutus aku untuk kalian. Dia ingin kalian menghamba kepada-Nya dan tidak menyembah kepada selain-Nya. Wahai kaumku, mintalah ampun kepada Allah.

Bertobatlah kepada-Nya. Tuhanku adalah dekat. Dia akan menjawab permintaan kalian." Mereka berkata lagi, "Wahai Saleh, sebelum ini engkau adalah salah seorang di antara kami, di mana kami menaruh harapan besar. Kami menganggap bahwa kami akan bisa memanfaatkan pemikiran dan kebijaksanaanmu.

Namun, sekarang, engkau justru membawakan kepada kami sebuah risalah yang aneh. Mengapa kau menyeru kami untuk meninggalkan Tuhan-tuhan kami?

Mengapa kau menyeru kami untuk meninggalkan sesembahan ayah-ayah dan kakek-kakek kami? Kami meragukan keadaanmu. Wahai Saleh, kau telah menjadi gila!" Nabi Saleh as. lalu berkata, "Allah telah mengutus aku untuk kalian, maka mengabdilah kepadaNya. Aku tidak akan meminta apa pun dari kalian atas seruanku ini. Aku hanya mengabdi kepada Allah yang menciptakanku." Mereka pun berkata, "Jika kau adalah rasul Allah, dapatkah kau mengeluarkan seekor unta betina hamil dari batu itu?" Nabi Saleh as.

menjawab, "Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan kita semua dari bumi ini." Mereka berkata, "Kami tak akan mempercayaimu sampai kau keluarkan seekor unta betina dari batu tersebut." Salah seorang dari mereka menambahkan, "Ya, unta betina itu mesti dalam keadaan hamil!" Nabi Saleh as.

berkata, "Aku akan memohonkan kepada Allah. Jika Dia mengabulkannya, maukah kalian percaya bahwa ada satu Tuhan? Maukah kalian percaya bahwa aku adalah rasul Allah yang diutus untuk kalian?", "Ya," jawab mereka."Kapan janji itu akan terpenuhi?" tanya mereka.

Nabi Saleh as. menjawab, "Janji itu akan terpenuhi besok, di sini." Unta Betina Allah Ketika fajar menyingsing, Nabi Saleh as. pergi ke gunung tempat batu itu berada.

Tugas yang dibebankan pada Nabi Saleh as. begitu sulit, karena kaumnya meminta kepadanya untuk mengeluarkan seekor unta betina hamil dari batu tersebut.

Kaum Tsamud berkumpul di sekitar batu itu.

Beberapa dari mereka meragukan Nabi Saleh as., beberapa di antaranya memandang batu tersebut, dan yang lainnya lagi menatap Nabi Saleh as. Mereka melihat Nabi Saleh as. menatap ke langit dengan rendah hati. Mereka mendengar beliau mengucapkan beberapa patah kata. Mereka melihat tangannya menunjuk ke arah batu itu dan kaum Tsamud. Mereka mengerti bahwa Nabi Saleh as. sedang berdoa kepada Tuhannya untuk mendukung ajaran-Nya. Nabi Saleh as. memohon kepada Allah untuk sesuatu yang ajaib. Beliau memohon kepada Allah agar mengeluarkan kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang unta betina hamil dari batu tersebut.

Semua orang memandang Nabi Saleh as. dan batu itu. Nabi Saleh as. pun duduk. Matanya dipenuhi dengan air mata. Beliau memohon kepada Allah untuk memberikan sebuah tanda untuk meyakinkan kaumnya. Karena beliau ingin agar kaumnya kembali ke fitrah mereka, dan hanya menyembah Allah SWT.

Tiba-tiba Nabi Saleh as. bangkit. Beliau menunjuk dengan jarinya ke arah batu itu. Semua penduduk Tsamud mendengar sebuah suara keras. Mereka melihat batu tersebut pecah, lalu keluarlah seekor unta betina yang indah darinya. Dan unta tersebut dalam keadaan hamil. Orang-orang sangat menyukainya, karena unta itu jinak. Nabi Saleh as. pun bersujud kepada Allah. Beliau bersyukur dan memuliakan-Nya.

Allah telah mengeluarkan seekor unta betina hamil dengan kekuasaan absolut-Nya. Orang-orang Tsamud pun menundukkan kepalanya untuk memuliakan Allah.

Beberapa di antaranya bersujud kepada-Nya. Mereka melihat keajaiban besar di depan mata mereka. Lalu mereka berkata, "Apa yang dikatakan Saleh adalah benar. Allah adalah satu-satunya Tuhan, dan tak ada sekutu bagi-Nya." Meskipun mereka berjumlah sedikit, tetapi keyakinan mereka seteguh batu, dari mana unta betina itu keluar. Seluruh penduduk Tsamud melihat mukjizat itu dengan takjub. Sehingga, unta betina itu menjadi simbol dari risalah Nabi Saleh as., dan simbol dari keesaan Allah.

Setelah tiga hari, unta betina itu melahirkan seekor unta jantan yang cantik. Unta jantan muda ini selalu mengikuti dan berada di samping ibunya. Dan ibunya pun merawatnya dengan penuh kasih sayang. Unta betina dan anaknya itu menjadi simbol kasih sayang. Kaum Tsamud mengatakan bahwa unta betina itu adalah unta betina Nabi Saleh as.

Namun, Nabi Saleh as. selalu berkata, "Ini adalah unta betina Allah. Ini adalah sebuah tanda kekuasaan Allah. Maka berhati-hatilah kalian, jangan menyakitinya.

Jika kalian melakukan itu, maka kutukan Allah akan menimpa kalian." Hari-hari berlalu. Unta betina itu tinggal di lembah yang sangat luas, makan dari tumbuh-tumbuhan yang ada di lembah tersebut, dan minum dari beberapa mata air di sana. Unta betina itu juga menghasilkan susu yang lezat untuk semua penduduk. Persekongkolan Jahat Suatu malam, setelah orang-orang pergi tidur, kesembilan orang tersebut mengadakan pertemuan. Mereka makan-makan hingga kenyang, juga minum-minum anggur hingga mabuk.

Mata mereka pun merah. Mereka berbicara tentang bahayanya posisi Nabi Saleh as. bagi mereka. Mereka berkata pada satu sama lain, "Apa yang akan kita lakukan? Bagaimana cara kita melenyapkan Saleh?" Lalu, salah seorang dari mereka mengatakan, "Aku pikir kita lebih baik melenyapkan unta betinya. "Yang lain juga berkata, "Ya, kita lebih baik membunuhnya, karena itu adalah bukti kebenaran risalah Saleh. Ketika kita membunuhnya, maka ia akan menjadi lemah di hadapan kita." Orang ketiga menambahkan, "Kita bunuh Saleh juga." Orang keempat bertanya, "Siapa yang akan membunuh untanya?" Orang kelima pun bertanya, "Siapa yang dapat membunuhnya?" Lalu orang keenam menjawab, "Aku tahu siapa yang dapat membunuhnya." Lalu orang ketujuh bertanya, "Siapa dia?" Dan yang lainnya pun serentak melontarkan pertanyaan serupa.

Orang keenam tadi lalu menjawab, "Ia adalah Qaydar, seorang yang tak kenal belas kasihan." Kemudian semua orang serentak berteriak, "Ya, kami setuju dengan Qaydar, seorang yang tak mengenal belas kasihan!" Terbunuhnya Unta Allah Mereka memutuskan untuk membunuh unta betina itu. Salah seorang dari mereka keluar untuk menemui Qaydar. Saat itu tengah malam. Qaydar pun datang dengan membawa pedangnya.

Ia lalu minum anggur hingga matanya menjadi Merah. Ia juga menaruh dendam pada unta betina itu, karena telah menjadi simbol kebenaran. Qaydar membenci perbuatan baik, dan ia berperangai kasar. Ketika kesembilan orang jahat itu menawarkan kepadanya sejumlah uang, ia langsung bangkit.

Mereka lalu bertanya kepada Qaydar, "Ke mana kau akan pergi, hai Qaydar?" Qaydar menjawab, "Aku akan membunuh unta itu malam ini juga." Kesembilan orang jahat itu berkata, "Tunggu hingga fajar menyingsing.

Unta itu akan pergi ke mata air. Sehingga kau dapat membunuhnya dengan mudah." Qaydar lalu menghabiskan malam itu dengan minum anggur. Wajahnya menjadi menakutkan. Esok harinya, unta betina dan anaknya bangun dari tidur, mereka pun pergi ke mata air untuk minum. Unta jantan muda bermain dengan gembira. Matahari pun terbit, sehingga padang rumput yang hijau terlihat seperti taman bermain yang indah. Unta jantan muda suka bermain-main di padang rumput itu.

Induknya setiap hari membawanya ke sana. Tetapi, apa yang terjadi pagi itu? Mengapa unta muda itu tak bermain-main? Qaydar, si penjahat itu, tiba-tiba muncul. Ia menghadang unta betina dan anaknya. Ia menghunus pedangnya, sementara unta betina itu mencoba berbagai cara untuk pergi. Tetapi Qaydar segera memukulnya, dan unta itu pun roboh ke tanah. Kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang orang jahat ini membacok lehernya.

Si unta betina itu hanya bisa memandang anaknya dengan sedih. Anaknya menjadi ketakutan, sehingga berlari ke arah gunung. Tak lama kemudian, kesembilan orang jahat itu datang dan mulai menikam unta betina itu dengan belati mereka. Unta betina itu pun bersimbah darah, dan akhirnya tewas. Para penjahat itu tidak puas dengan hanya membunuh unta betina itu. Tangan-tangan mereka berlumuran darah unta betina yang tak bersalah itu. Mereka lalu memotong-motongnya menjadi beberapa bagian layaknya sekawanan serigala.

Namun mereka tetap tidak merasa puas dengan itu. Mereka mengejar si unta jantan muda. Unta tersebut menjadi ketakutan, dan lalu memanjat bebatuan di gunung.

Ia mencari tempat untuk bersembunyi dari kesembilan orang jahat yang lebih kejam daripada serigala tersebut. Unta jantan muda itu berhenti di puncak gunung dan melihat induknya yang telah terpotong-potong oleh belati para penjahat. Ia juga melihat mereka, yang membawa belati, sedang mendaki gunung itu untuk membunuhnya pula. Unta jantan muda itu sudah tak menemukan tempat untuk lari. Oleh karena itu, ia memandang ke langit dan menggeram tiga kali. Lalu salah seorang dari mereka menikamnya dengan pisau yang tajam.

Unta muda itu pun jatuh ke bebatuan, dan berlumuran darah. Kemudian para penjahat itu menyerangnya lagi, dan dengan kejam memotong-motongnya menjadi beberapa bagian.

Bahkan serigala pun masih lebih baik ketimbang kaum kafir ini. Kaum Nabi Saleh Dibinasakan Allah Sementara itu, Nabi Saleh as. dan para pengikutnya pergi untuk melihat unta betina Allah. Namun, mereka tak menemukan apa pun kecuali darah yang menodai tanah dan puncak gunung. Awan hitam pun muncul di kaki langit.

Langit terlihat menakutkan. Segala yang indah menjadi hilang, karena perbuatan orang-orang jahat itu, yang membenci kebaikan. Mereka bahkan membunuh unta betina yang telah memberi mereka susu setiap hari. Mereka membunuh unta betina itu karena dia menjadi tanda kekuasaan Allah dan bukti kebenaran ajaran Nabi Saleh as.

Nabi Saleh as. lalu berkata kepada mereka, "Nikmatilah rumahmu selama tiga hari ini, karena hukuman Allah akan menimpa kalian. Kalian telah menindas orang lain, mengingkari ajaran Allah, dan membunuh unta betina-Nya. Kalian juga tidak menyukai kebaikan." Kaum Tsamud tersebut tidak mau meminta maaf kepada Nabi Saleh as., walaupun mereka telah membunuh unta betina itu. Mereka juga tak mau bertobat kepada Allah. Bahkan mereka bermaksud membunuh Nabi Saleh as.

dan keluarga beliau. Mereka bertemu lagi dan memutuskan untuk membunuh Nabi Saleh as. di rumahnya. Lalu mereka akan menyiksa para pengikutnya setelah itu.

Tetapi, apa yang terjadi? Sebelum mereka melakukan pembunuhan tersebut, sebuah peristiwa mengerikan terjadi. Tiba-tiba awan hitam berkumpul di langit, menutupi bulan dan bintang-bintang. Lembah-lembah dan pegunungan menjadi gelap gulita.

Saat tengah malam, petir menghantam dengan kuat, dan menghancurkan kaum Tsamud. Tak ada yang seorang pun yang selamat dari petir itu, kecuali Nabi Saleh as. dan para pengikutnya.

Itulah akhir dari kaum Tsamud. Empat hari setelah terbunuhnya unta betina itu, matahari baru bersinar lagi di atas reruntuhan orang-orang yang zalim tersebut. Baca Juga: • Kisah Nabi Hud AS, Nabi Kaum 'Ad • Kisah Nabi Nuh AS dan Perahu Penyelamat • Kisah Hidup Nabi Idris AS Demikianlah uraian tentang Kisah Nabi Saleh AS, Nabi Kaum Tsamud, semoga bermanfaat.

Referensi: • Sayyid, Kamal. 1999. Kisah-kisah Terbaik Al-Quran. Jakarta: Pustaka Zahra Merdeka.com - Allah SWT mengutus Nabi Saleh untuk menyampaikan ajaran kepada kaum Tsamud yang berada di Al Hijr. Kaum Tsamud merupakan suatu kaum yang mayoritas warganya memiliki banyak keahlian seperti bercocok tanam, berternak dan arsiktektur. Namun, dengan keahliannya tersebut yang membuat kaum Tsamud menjadi sombong dan selalu merendahkan kaum yang lainnya.

Gaya hidup kaum Tsamud selalu dihiasi dengan kemaksiatan, yaitu berfoya-foya, mabuk-mabukkan, berzina dan melakukan tindak kejahatan. Karena gaya hidup kaum Tsamud telah menyimpang dari ajaran Allah. Maka, Allah mengutus Nabi Saleh AS untuk mengajak kembali kaum Tsamud kembali ke jalan yang benar. Nabi Saleh mengajak agar mereka bertakwa, Nabi Saleh berkata: Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.

Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. Karena itu, mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya, Tuhanku amat dekat rahmat-Nya lagi memperkenankan doa hamba-Nya, ( QS Hud ayat 61). Berikut ini merupakan kisah Nabi Saleh A.S yang dilansir dari berbagai sumber. Tak Mau Bertakwa Kepada Allah SWT Mendengar seruan yang telah dikumandangkan oleh Nabi Saleh A.S, para kaum Tsamud malah marah dan menjawab, "Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan.

Apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Sesungguhnya, kami ragu dan khawatir terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." (QS Hud ayat 62). Dengan adanya respon tersebut, sekelompok kecil dari kaum Tsamud memang telah menerima ajaran Nabi Saleh, namun sebagian besar orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi tetap bersikeras menolak.

Mereka menganggap ucapan Nabi Saleh hanyalah kosong belaka. Memohon Kepada Allah SWT Dengan adanya penolakan dari kaum Tsamud sendiri, Nabi Saleh tidak lekas menyerah dengan keadaan.

Kemudian Nabi Saleh memohon kepada Allah untuk memberikannya suatu mukjizat agar kaum Tsamud percaya kepadanya. Allah memerintahkan Nabi Saleh untuk memukulkan tangannya ke atas permukaan batu yang ada di depannya.

Lalu muncullah seekor unta betina yang sangat besar dan gemuk dari Allah. BACA JUGA: Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan, Bantu Keluar dari Segala Kesulitan Amalan Nabi Yusuf AS yang Patut Dicontoh, Berikan Banyak Manfaat Setelah diturunkannya mukjizat tersebut, Nabi Saleh berkata : "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat (yang menunjukkan) kebenaran untukmu, sebab itu biarlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (QS Hud ayat 64).

Para kaum Tsamud melihat peristiwa tersebut langsung terperanjat. Sebagian mengakui akan kenabiannya. Namun, kebanyakan dari mereka masih menganggap yang dilakukan Nabi Saleh adalah permainan sihir untuk mengelabui mereka. Nabi Saleh berpesan kepada kaumnya untuk tidak mengganggu unta betina tersebut. Dia mengizinkan kaumnya untuk bergantian memerah dan meminum susu unta ajaib tersebut.

Namun, keberadaan unta ajaib tersebut membuat khawatir beberapa kaum Tsamud yang menentang ajaran Nabi Saleh. Karena unta betina tersebut meminum banyak air di sumber air kaum Tsamud. Selain itu, banyak ternak kaum Tsamud yang kekurangan air. Hal itulah yang menjadi dasar kaum Tsamud untuk melakukan rencana jahat, yakni membunuh unta betina tersebut.

Suatu hari, dua pemuda kaum Tsamud yang bernama Mushadda bin Muharrij dan Gudar bin Salif berhasil membunuh unta betina tersebut dengan cara mengawasi unta saat akan minum. Dengan cepat Mushadda memanah betis betina tersebut dan Gudar menikam pedangnya di perut unta tersebut. BACA JUGA: 5 Doa Seorang Ibu untuk Anaknya dari Alquran Lengkap, Umat Islam Wajib Tahu Doa Nabi Zakaria dalam Al Quran beserta Artinya, Usaha Meminta Keturunan Tanda-tanda diturunkannya azab tersebut adalah pada hari pertama, saat terbangun mereka akan menemui wajah mereka menjadi kuning.

Pada hari kedua, wajah mereka akan berubah menjadi merah. Dan pada hari ketiga, wajah mereka akan berubah menjadi hitam. Pada hari keempat, turunlah azab Allah. Sebelum hari turunnya azab Allah, Nabi Saleh serta para pengikutnya pergi meninggalkan daerah tersebut. Mendengar ancaman dari Nabi Saleh kaum Tsamud berencana akan membunuh Nabi Saleh. Ketika mereka akan membunuh Nabi Saleh tiba-tiba muncullah petir yang menggelegar dan gempa bumi yang sangat sangat dahsyat.

Tiba-tiba batu-batu besar yang tidak diketahui dari mana datangnya menimpa kepala mereka. [alz] 1 Ingin Menurunkan Berat Badan di Atas Usia 40 Tahun? Ini Hal yang Bisa Anda Coba 2 Potret Nagita Slavina Ajak Najwa Shihab Makan Bareng, Tampil Berhijab Cantik Banget 3 Potret Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Pulang Kampung ke Malang, Seru Banget 4 Pria di Kukar Perkosa Anak Tiri yang Tengah Hamil 6 Bulan 5 5 Potret Lesti dan Rizky Billar Perdana Ajak Baby L Naik Motor di Kampung Halaman Selengkapnya
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Dalam Alquran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang.

Berikut adalah kaum-kaum yang dibinasakan. Kaum Nabi Nuh Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut : 14). Kaum Nabi Hud Nabi Hud diutus untuk kaum 'Ad.

Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13). Kaum Nabi Saleh Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang, Huud: 68, Qaaf: 12).

Kaum Nabi Luth Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian).

Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka.

Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu'araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12). Kaum Nabi Syuaib Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang.

Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44). Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah.

Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu'araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14). Firaun Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun.

Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan.

Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92). Ashab Al-Sabt Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina).

Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-A'raaf: 163).

Ashab Al-Rass Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).

Ashab Al-Ukhdudd Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya.

Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9). Ashab Al-Qaryah Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah.

Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).

Kaum Tubba' Tubaa' adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa.

Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37). Kaum Saba Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma'rib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19).
Jakarta - Nabi Shaleh AS adalah satu dari 25 nabi yang wajib kita imani.

Nabi Shaleh AS diutus Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum yang hidup setelah kaum 'Aad, yaitu kaum Tsamud. Kaum Tsamud adalah kaum yang juga menyembah berhala seperti kaum sebelumnya. Mereka hidup dalam kesesatan yang nyata. Allah SWT kemudian mengutus rasul-Nya, Nabi Shaleh AS untuk menyadarkan kaum Tsamud.

Namun, sebagian besar dari kaumnya tetap hidup dalam kekafiran dan tiada hentinya mencaci maki nabi Shaleh AS. Kisah Nabi Shaleh AS dan kaum Tsamud dijelaskan dalam beberapa surat dalam Al Quran.

Seperti surat Al-A'raf: 73-79, surat Hud: 61-68, surat Al-Hijr: 80-84, surat Al-Isyra: 59, surat Asy-Syu'ara': 141-159, surat an-Naml: 45-53, surat Fussilat: 17-18, surat al-Qamar:23-32, surat Asy-Syams: 11-15, dan surat Ibrahim: 8-9. Berikut kisah Nabi Shaleh AS: 1.

Kelembutan Dakwah Nabi Shaleh AS Dikutip dari buku Kisah Para Nabi karangan Ibnu Katsir, Nabi Shaleh AS berdakwah dengan penuh kelembutan.

Ia menasihati kaumnya untuk menempati negeri dengan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah ruah. Allah SWT berfirman dalam Q.S Asy-Syu'ara' ayat 146-152 sebagai berikut, أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ Artinya:" Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman." (Q.S Asy-Syu'ara':146) فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ Artinya: kaum samud menuduh nabi salih dalam berdakwah yaitu seorang dalam kebun-kebun serta mata air." (Q.S Asy-Syu'ara':147) وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ Artinya: "dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang lembut." (Q.S Asy-Syu'ara':148) وَتَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا فَٰرِهِينَ Artinya:" Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin." (Q.S Asy-Syu'ara':149) فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ Artinya: "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (Q.S Asy-Syu'ara':150).

وَلَا تُطِيعُوٓا۟ أَمْرَ ٱلْمُسْرِفِينَ Artinya: "dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas." (Q.S Asy-Syu'ara':151) Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat tersebut menjelaskan bahwa kaum Tsamud mengerjakan semua itu dengan cerdas, terampil, dan ulet. Oleh sebab itu, diperintahkan untuk menerima nikmat Allah dengan rasa syukur serta mengerjakan amal saleh, beribadah hanya kepadaNya, dan tidak menyekutukan-Nya.

Nabi Shaleh juga memperingatkan untuk tidak menentang Allah dan menyimpang dari ketaatan pada-Nya, karena dampak yang ditimbulkan akan sangat buruk bagi kaum Tsamud.

Dalam menyampaikan ajaran-Nya, Nabi Shaleh AS selalu bersikap lembut. Hal tersebut diungkapkan lewat kata-kata indahnya dan penuh keluwesan dalam mengajak kaumnya untuk menuju kebaikan. Sebagaimana dikatakan dalam firman Allah SWT pada Q.S Hud ayat 63 yang artinya: "Shaleh berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya.

Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian." (Q.S Hud: 63). Namun, setelah Nabi Shaleh AS menasihati dengan kelembutan, kaum Tsamud membalasnya dengan mengganggap Nabi Shaleh AS sebagai orang yang terkena sihir.

Seperti dijelaskan dalam Q.S Asy-Syua'ra: 153 yang artinya "Sesungguhnya, kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." 2. Mukjizat Unta Betina Lahir dari Batu Besar Pada suatu hari, ketika Nabi Shaleh AS mendatangi kaum Tsamud untuk mengajak menyembah Allah SWT, mereka (kaum Tsamud) menantang Nabi Shaleh AS untuk bisa mengeluarkan unta dari sebuah batu besar barulah setelah itu mereka akan beriman terhadap Nabi Shaleh AS.

Nabi Shaleh AS lalu bergegas menuju tempat ibadahnya lalu menunaikan sholat. Ia berdoa kepada Allah SWT untuk mengabulkan permintaan kaum Tsamud. Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Shaleh AS. Baca juga: Kisah Nabi Adam AS sebagai Khalifah Pertama di Bumi dan 4 Keistimewaannya Batu besar itu lalu terbelah dan muncullah seekor unta betina persis sesuai permintaan kaum Tsamud. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka mengingkari janjinya dan tetap berada dalam kekafiran.

Disebutkan dalam Q.S Al-Isra:59, وَمَا مَنَعَنَآ أَن نُّرْسِلَ بِٱلْءَايَٰتِ إِلَّآ أَن كَذَّبَ بِهَا ٱلْأَوَّلُونَ ۚ وَءَاتَيْنَا ثَمُودَ ٱلنَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا۟ بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِٱلْءَايَٰتِ إِلَّا تَخْوِيفًا Artinya:" Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.

Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti." Dalam Tafsir Ibnu Katsir, maksud menganiaya unta betina adalah mengingkari janji dan tidak mengikuti kebenaran dengan adanya mukjizat tersebut.

Klik kisah Nabi Shaleh pada halaman berikutnya:

Kisah Nyata Nabi Saleh Dan Mukjizat Seekor Unta Betina Di Zaman Kaum Tsamud




2022 charcuterie-iller.com