Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

• BERANDA • JENIS TEKS • TEKS EKSPLANASI • TEKS PANTUN • TEKS DRAMA • TEKS BERITA • TEKS DESKRIPSI • TEKS REKOUN • TEKS PROPOSAL • TEKS NEGOSIASI • TEKS PIDATO • TEKS PROSEDUR • TEKS LHO • TEKS IKLAN • TEKS HIKAYAT • TEKS EKSPOSISI • TEKS DEBAT • TEKS CERITA RAKYAT • TEKS CERITA INSPIRATIF • TEKS CERITA FANTASI • TEKS ANEKDOT • PENGAJARAN BAHASA • KURIKULUM DAN SILABUS • BUKU REFERENSI • PENILAIAN • RPP • LKS • BUKU REFERENSI • PPT • ILMU BAHASA • TATA EJAAN • TATA KATA • TATA KALIMAT • TATA PARAGRAF • SASTRA • KARYA SASTRA • TEKS PROSA • TEKS DRAMA • TEKS PUISI • TEKS KRITIK DAN ESAI • TEORI SASTRA • GALERIA • KARYA SISWA • TEKS RESENSI BUKU • TEKS PROSEDUR • TEKS TANGGAPAN KRITIS • TEKS CERPEN • TEKS DESKRIPSI • TEKS PIDATO • MADING • TEKS CERITA RAKYAT • TEKS PUISI • KARYA GURU • TEKS CERPEN • TEKS CERITA INSPIRATIF • TEKS PUISI • WARTA PENDIDIKAN • INFO LOMBA • LOMBA GURU • LOMBA SISWA • TEKS SURAT PEMBACA Menu • BERANDA • JENIS TEKS Show sub menu • TEKS EKSPLANASI • TEKS PANTUN • TEKS DRAMA • TEKS BERITA • TEKS DESKRIPSI • TEKS REKOUN lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah TEKS PROPOSAL • TEKS NEGOSIASI • TEKS PIDATO • TEKS PROSEDUR • TEKS LHO • TEKS IKLAN • TEKS HIKAYAT • TEKS EKSPOSISI • TEKS DEBAT • TEKS CERITA RAKYAT • TEKS CERITA INSPIRATIF • TEKS CERITA FANTASI • TEKS ANEKDOT • PENGAJARAN BAHASA Show sub menu • KURIKULUM DAN SILABUS • BUKU REFERENSI • PENILAIAN • RPP • LKS • BUKU REFERENSI • PPT • ILMU BAHASA Show sub menu • TATA EJAAN • TATA KATA • TATA KALIMAT • TATA PARAGRAF • SASTRA Show sub menu • KARYA SASTRA Show sub menu • TEKS PROSA Show sub menu • TEKS DRAMA • TEKS PUISI • TEKS KRITIK DAN ESAI • TEORI SASTRA • GALERIA Show sub menu • KARYA SISWA Show sub menu • TEKS RESENSI BUKU • TEKS PROSEDUR • TEKS TANGGAPAN KRITIS • TEKS CERPEN • TEKS DESKRIPSI • TEKS PIDATO • MADING • TEKS CERITA RAKYAT • TEKS PUISI • KARYA GURU Show sub menu • TEKS CERPEN • TEKS CERITA INSPIRATIF • TEKS PUISI • WARTA PENDIDIKAN • INFO LOMBA Show sub menu • LOMBA GURU • LOMBA SISWA • TEKS SURAT PEMBACA Puisi rakyat adalah sebutan untuk puisi-puisi lama yang berkembang di tengah masyarakat tradisional yang pada umumnya belum mengenal sistem tulisan atau teknologi mencetak tulisan.

Puisi dan karya sastra lainnya, dibuat secara lisan dengan cara langsung diucapkan dan bukan ditulis. Karya -karya puisi lama bertumbuh dan berkembang secara lisan, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan cara dituturkan, didengar, diingat, kemudian dituturkan lagi. Agar mudah diingat, puisi rakyat dibuat dengan pola-pola tertentu yang beraturan, baik rimanya, susunan baris, dan susunan baitnya. Masyarakat tradisional selain belum mengenal sistem tulisan, juga belum menggunakan teknologi atau cara-cara modern dalam kehidupannya.

Untuk meringankan beban pekerjaan yang dilakukan secara manual atau tanpa bantuan teknologi modern, mereka sangat mengandalkan kerja sama atau bergotong royong. Karena kebiasaan melakukan segala sesuatunya secara bergotong royong atau berkolaborasi, hampir tidak ada suatu karya yang diklaim atau diakui sebagai karya pribadi, melainkan sebagai karya bersama atau karya kolektif. Hal ini menjadi jawaban mengapa pada puisi-puisi lama tidak pernah disebutkan nama pengarangnya atau anonim.

Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang menempatkan tradisi atau kebiasaan sebagai budaya atau nilai luhur yang dihormati dan dijunjung tinggiMereka tidak melakukan inovasi atau pembaharuan termasuk dalam berkarya sastra karena takut menyimpang dari tradisi.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Puisi-puisi yang dibuat tidak banyak mengalami perubahan bentuk dalam kurun waktu yang lama atau bersifat statis. Puisi rakyat Indonesia sebagian besar merupakan hasil pengaruh budaya Hindu dan Islam, dari budaya India dan Arab/Persia.

Jenis puisi rakyat yang berasal dari budaya Hindu yaitu gurindam dan seloka, sedangkan yang berasal dari budaya Arab adalah syair. Puisi rakyat yang lahir dan berkembang dari budaya rakyat Indonesia atau masyarakat melayu sendiri adalah pantun. Puisi rakyat Indoensia belum mendapat pengaruh dari budaya barat atau Kristen.

Hal ini mengakibatkan pesan-pesan ajaran kristiani belum muncul tergambar dalam isi puisi rakyat, sebaliknya pesan-pesan yang berhubungan dengan nilai-nilai Islami yang lebih dominan atau menonjol. Selain isi pesannya, diksi atau kosakata yang dipergunakan juga belum mendapat pengaruh budaya barat.

Sebagian besar kosakatanya merupakan kosakata bahasa Melayu klasik dan kosakata serapan dari bahasa Arab atau Sanskerta. Puisi rakyat memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan puisi masa kini atau puisi modern. Ciri-ciri puisi lama sebenarnya merupan konsekuensi logis dari kondisi sosial budaya masyarakat di mana puisi itu lahir dan berkambang.

Ciri-ciri puisi lama selaras dengan ciri-ciri masyarakat tradisional. Berikut ciri-ciri umum puisi rakyat: 1.Lisan Puisi rakyat pada mulanya tidak ditulis atau dicetak, tetapi diucap dan didengar sebagai tuturan lisan. Puisi rakyat baru ditulis dan dicetak pada masa kemudian setelah diciptakan teknologi menulis, seperti kertas, tinta, mesin ketik dan setelah masyarakat mulai bisa membaca lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah menulis.

Beberapa contoh puisi lama yang sudah ditulis adalah syair-syair yang ditulis atau dibuat pada abad 18, seperti syair Ken Tambuhan, Bidhasari, Singapura Dimakan Api. 2. Anonim Pada puisi rakyat yang dibuat pada zaman dahulu tidak dituliskan nama pengarangnya atau anonim.

Puisi dan semua produk budaya merupakan karya bersama atau kolektif yang dibuat secara bergotong royong, bukan karya perseorangan atau individual. Puisi rakyat mulai tidak bersifat anonim ketika sudah ditulis atau dibukukan.

Syair-syair yang dibuat pada abad ke-18, diketahui dan disebutkan nama pengarangnya karena distulis secara individual. 3.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Statis Puisi rakyat tidak mengalami kemajuan dan perkembangan bentuk untuk kurun waktu lama. Puisi dibuat dengan mengikuti pola yang sudah diwariskan oleh pendahulunya. 4. Berpola Puisi rakyat memiliki pola struktur dan pola isi yang sangat beraturan. Keteraturan itu tidak hanya dalam hal panjang bait, panjang baris, tetapi juga dalam hal bunyi atau suara. Pola atau keteraturan ini selain untuk membangun efek estestika atau keindhan, juga dibuat untuk memudahkan dalam penuturan dan pengingatan.

5. Bernada atau bernafas Islami Sesuai lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah asal mula budaya yang memengaruhinya serta latar belakang religiusitas masyarakat penuturnya yang mayoritas bergama Islam, pesan-pesan yang disampaikan atau disuarakan isi puisi lama pada umumnya bernasfaskan ajaran agama Islam, seperti ajakaan untuk melakukan solat, mengaji, bersedekah, dsb. Namun, pada puisi yang lebih tua pesan yang disampaikan lebih universal tentang nilai moral dan etika yang perlu dijunjung dalam hidup bermasyarakat.

6. Berkearifan lokal Puisi rakyat adalah puisi yang membumi dan berkembang dari kehidupan nyata. Pesan-pesan yang disampaikan atau disuarakan merupakan ekspresi dan solusi yang ditawarkan untuk menjawab permasalahan aktual yang muncul di masayarakat, baik berkaitan dengan tradisi, adat, budaya, norma, sosial, atau nilai-nilai keagaamaan.

Selain itu, diksi kata-kata yang digunakan banyak berasal dari unsur-unsur atau elemen flora, fauna, dan budaya yang menjadi bagian hidup keseharian masyarakat penuturnya. Secara umum, puisi rakyat dibuat untuk 2 kepentingan, yaitu kepentingan praktis dan kepentingan ideologis.

Kepentingan praktis maksudnya digunakan untuk keperluan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam kepntingan ini yaitu: 1. pemeriah suasana 2. mempererat persahabatan 3. mengungkapkan perasaan dan harapan 4. menyampaikan nasihat 5. menyampaikan ajaran agama/siar agama/dakwah 6.

menghibur lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah pelipur lara 7. menakhlukkan musuh atau lawan 8. catatan kejadian sejarah Sedangkan untuk tataran kepentingan ideologis, puisi rakyat dibuat untuk melestarikan budaya, nilai-nilai luhur, dan ide-ide positif yang diyakini bersama sebagai suatu hal baik. Puisi rakyat sendiri merupakan suatu produk budaya masyarakat yang berharga, warisan nenek moyang yang adiluhur, yang perlu untuk dilestarikan sehingga jika berhenti dibuat maka akan punah pulalah eksistensinya.

Puisi rakyat merupakan bagian tak terpisah dari budaya atau tradisi masyarakat. Puisi rakyat seringkali menjadi bagian dari suatu atraksi budaya, ritual keagamaan, atau upacara adat. Misalnya dalam upacara lamaran atau peminangan calon pengantin, ritual pengusiran roh jahat atau makhluk membahayakan, upacara pemujaan atau perrsembahan, pertunjukan kesenian tradisional. Beberapa upacara atau tradisi masyarakat yang di dalamnya terdapat penyampaian puisi rakyat yang masih terlestarikan sampai sekarang di antaranya budaya buka palang pintu dalam upacara pernikahan adat Betawi.

Dalam upacara itu, ada adegan berbalas pantun antara pihak keluarga mempelai laki-laki dengan keluarga mempelai perempuan yang dilanjut dengan adu kebolehan dalam berbela diri silat, sebagai syarat dibukakan pintu. Bisa jadi pihak mempelai laki-laki gagal meminang jika kalah dalam kebolehan berbalas pantun dan bersilat tersebut. Di masyarakat tradisional Jawa Timur hingga saat ini masih dijumpai pertunjukan drama rakyat bernama ludruk. Sebelum pertunjukan dimulai, ada adegan berbalas pantun yang dilagukan.

Pantun atau dalam bahasa Jawa disebut parikan itu ( pantun = pari=padi) biasanya berisi petuah/nasihat, sindirian, olokan yang dibawakan secara jenaka. Puisi rakyat berbeda dengan puisi baru yang ditulis, dicetak, dan dibaca, melainkan dilisankan dengan cara diucap, didengar, diingat, dan diucap kembali. Untuk memudahkan dalam mengingat baris-baris dan bait yang panjang itu, puisi rakyat dibawakan dalam bentuk lagu atau nyanyian atau dimusikalisasikan. Maka pada lagu-lagu rakyat atau tradisional, jika dianalisis sebenarnya merupakan sebuah puisi, baik berupa pantun, syair, gurindam, atau karmina.

Contohnya lagu Gethuk, Manuk Cucakrowo, Suwe Ora Jamu (Jawa), Injit-injit Semut (Jambi). PANTUN BERBALAS DALAM TRADISI UPACARA BUKA PALANG PINTU Rumah gedongan rumah Belande, pagarnya kawat tiangnya besi.

Gue kaga mao tau lu dari mane, tapi lewat kampung gue kudu permisi. Makan sekuteng di Pasar Jum’at, mampir dulu di Kramat Jati. Aye dateng dengan segala hormat, mohon diterime dengan senang hati.

Eh Bang, kalo makan buah kenari, jangan ditelen ame biji-bijinye. Kalo lu udeh niat dateng kemari, gue pengen tahu ape hajatnye? Eh Bang, ade awan ade malam, ade bulan ade matahari. Kalo bukan lantaran perawan yang di dalam, kaga bakalan nih laki gue anterin ke mari. Eh Bang, kalo jalan lewat Kemayoran, ati-ati ye jalannye licin. Dari pada niat lu kage kesampaian, lu pilih mati ape lu batalin. Bang, ibarat baju udah kepalang basah, masak nasi udah jadi bubur.

Biar kate aye mati berkalang tanah, setapak kage nantinye aye bakal mundur. Jula Juli, merupakan salah satu lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah atau pertunjukan musik tradisional asal Jawa Timur yang sampai saat ini masih bisa dijumpai.

Lirik atau kata-kata dalam lagi yang dibawakan berbentuk syair atau pantun yang dibawakan dengan gaya jenaka yang mengundang gelak tawa penonton. Selain tujuan utamanya sebagai tontonan atau hiburan, juli-juli jugasebagai tuntunan.

Isi pesannya bermacam-macam, sebagain besar berisi olok-olok, sindiran tentang perilaku hidup berumah tangga atau masyarakat, atau nasihat kehidupan tentang moral dan etika hidup sehari-hari. Jula-juli biasanya ditampilkan sebagai pembuka atau prolog pertunjukan sandiwara tradisional ludruk.

Salah seorang seniman asal Jawa Timur yang bisa dibilang sebagai maestro jula-juli adalah Cak Kartolo Bagi masyarakat Jawa Timur generasi tua, pasti akrab dengan nama yang legendaris tersebut.

Puisi rakyat memiliki jenis atau variasi cukup banyak. Jenis-jenis itu bisa diklasifikasikan menurut asal budaya yang mempengaruhinya. Selain itu, dari beberapa jenis juga mempunyai subvarian. Meskipun terdapat banyak jenis dan varian, antar satu dan lainnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Kadang perbedaannya hanya terletak pada jumlah baris setiap baitnya, perbedaan pola rimanya, atau perbedaan gaya atau cara penyampaiannya. Jenis puisi rakyat tersebut yaitu: pantun, syair, gurindam, seloka, karmina, talibun, mantra. Selain itu ada beberapa jenis puisi rakyat yang lebih tua dan sekarang sudah punah, yaitu: PENGERTIAN PANTUN Menurut KBBI, pantun adalah: n bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Secara etimologi atau asal-usul kata, kata pantun berasal dari akar kata ‘tun’. Dalam bahasa Melayu, kata ‘tun’ memiliki arti arah, petunjuk, bimbing, hal itu ditunjukkan pada kata tuntun dan santun. dengan dasar etimologi ini, antun diartikan sebagai pemakaian bahasa yang beretikan, santun, tersusun, dan teratur.

Sedangkan pada masyarakat Minangkabau, kata pantun dipercaya berasal dari kata ‘panuntun’ (tuntunan/pedoman). Berpedoman ini pantun diartikan sebagai sepasang bahasa terikat yang dapat memberikan tuntunan, pedomann, atau bimbingan hidup.

Dalam bahasa Jawa, kata pantun sendiri merupakan bahasa krama (halus) dari pari (padi). Mungkin karena ini, dalam budaya Jawa, pantun disebut pari-an (diucapkan menjadi parikan). Boleh dikatakan pantun merupakan bentuk puisi asli budaya Nusantara, bukan hasil pengaruh dari budaya asing.

Pantun sangat merakyat dan bisa ditemukan di seluruh suku bangsa di Nusantara yang berakar pada budaya atau bahasa Melayu. Hanya saja, di tiap daerah memiliki sebutan atau penamaan yang berbeda-beda, seperti parikan (Jawa), paparikan/sisindiran (Sunda), umpasa (Batak), ende-ende (Mandailing), elong/bati-bati (Bugis Makasar), patu mbojo (Bima), kabachi/kabanti (Sulawesi Tenggara).

Sebagai budaya Nusantara, puisi pantun tidak hanya dikenal luas di Indonesia, tetapi juga negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang masih beras rumpun Melayu dan menggunakan bahasa rumpun austronesia, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Tailand Selatan, Philipina Selatan. (https://lamriau.id/telaah-pantun/). Pada masyarakat tradisional, pantun erat kaitannya dengan ritual atau upacara adat. Misalnya di daerah tertentu dikenal upacara ritual menumbai, yaitu memanen madu dari sarang lebah di pohon.

Dalam upacara tersebut, pawang mengucapkan mantra atau hapalan doa untuk membujuk lebah agar tidak menyengat juagan (pengambil madu). Mantra yang diucapkan tersebut jika dianalisis berstruktur puisi pantun. CIRI-CIRI PANTUN Puisi pantun memiliki ciri-ciri atau aturan-aturan tertentu yang membedakan dengan jenis puisi lainnya. Ciri itu tidak hanya terletak pada struktur bait dan baris, tetapi juga pada struktur rima atau persajakannya.

Selain itu, pantun juga memiliki bagian baris yang berfungsi sebagai sampiran atau tumpuan/pijakan. Berkut ciri umum puisi pantun: 1. Pola bait: setiap bait /kuplet terdiri atas 4 larik atau baris. 2. Pola baris: setiap baris/larik terdiri 4 kata yang terdiri atas 8-12 suku kata.

Baris ke-1 berpasangan dengan baris ke-2, dan baris ke-3 berpasangan dengan baris ke-4. Sepasang baris pertama berfungsi sebagai pijakan/tumpuan atau sampiran, sedangkan sepasang baris berikutnya merupakan pengungkapan isi pesan. 3. Pola rima: menggunakan rima berpola a-b-a-b atau berselang-seling.

Baris ke-1 berakhir bunyi yang senada dengan akhir baris ke-3, dan baris ke-2 berakhir bunyi yang senada dengan akhir baris ke-4. VARIAN PUISI PANTUN Dalam perkembangannya yang lambat, pantun mengalami adaptasi atau penyesuian bentuk, baik pada pola bait mapun pola rimanya. Akibatnya muncul atau lahir varian-varian baru dari pantun, seperti karmina, pantun berkait, dan seloka.

Selain dari sisi bentuk, puisi pantun juga bisa dibedakan berdasarkan isi atau pesan yang disampaikan, tema, serta lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah penggunaannya.

Berdasarkan isi pesannya, pantun dibedakan atas 1) pantun nasihat, 2) pantun pergaulan, 3) pantun jenaka, 4) pantun percintaan, 5) pantun teka-teki, 6) pantun sindiran.

dan 7) pantun ratapan duka cita. Berdasarkan tema atau persoalan yang diangkat, dibedakan atas 1) pantun agama, 2) pantun adat, 3) pantun romansa, 4) pantun dagang. Berdasarkan segmen penggunanya, dibedakan atas 1) pantun anak-anak, 2)pantun remaja (muda-mudi), dan 3) pantun dewasa atau tua. Pantun nasihat adalah jenis pantun yang berisi nasihat, wejangan, petuah, edukasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan nilai etika, moral, agama, etos kerja,sosial, dsb. Pantun nasihat lazim diberikan pada calon pengantin baru dalam membina bahtera rumah tangga, seseorang yang akan pergi merantau baik untuk berdagang, menimba ilmu, atau sekedar berkelana, atau oleh guru agama kepada para jemaahnya.

Pantun ini dibuat oleh generasi tua yang sudah kaya pengalaman hidup dan ditujukan pada yang lebih muda. Kemumu dalam semak Terbang melayang selaranya Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya Burung nuri burung kenari Hinggap di pohon sebentar saja Teruslah ibadah setiap hari Rajin shalat 5 waktu jangan lupa Kalau angin bertiup di darat Ambillah jala turunkan sampan Kalau hidup hendak selamat Ayah dan bunda kita muliakan Kalau ingin membeli kopiah Carilah jubah sepanjang kaki Kalau ingin diberkahi Allah Ayah dan bunda dijunjung tinggi Kalau kuncup bunga di taman Petik sekaki bawa ke beranda Kalau hidup hendakkan nyaman Berbaik hati ke ayah bunda Pulau Pandan jauh di tengah Di balik pulau Angsa dua Hancur badan dikandung tanah budi baik dikenang jua Pisang emas dibawa berlayar Masak sebiji di dalam peti Hutang emas dapat dibayar Hutang budi dibawa mati Anak kelinci melompat-lompat Berlompat-lompat di tepi telaga Janganlah kita suka mengumpat Kelak hilang seluruh pahala Kemuning di pertengahan balai Bertumbuh terus semakin tinggi Berunding dengan orang tak pandai Bagaikan palu pencungkil duri Walau hitam arang kelapa, Jika dibakar api membara.

Hormati olehmu Ibu Bapak, Ridha Allah ada pada ridhanya. Pantun pergaulan adalah jenis pantun yang berisi olok-olok, ledekan, canda untuk mempererat persahabatan dan memperluas jaringan pergaulan. Pantun ini lazim dibuat oleh kaum muda atau anak-anak. Seringkali menggunakan diksi atau kata-kata yang kasar.

Namun, karena tabungan emosinya sdh banyak, tidak terjadi ketersinggungan dan justru memperakrab persahabatan di antara mereka. Pantun jenaka adalah pantun yang berisi humor, komedi, atau pemancing tawa (guyonan). Pantun jenaka seringkali disampaikan sebagai bagian pertunjukan hiburan seni tradisional, seperti ‘juli-juli’ dalam pertunjukan sandiwara ludruk.

Pantun jenaka selain digunakan sebagai pelipur lara atau penghalau kegundahana, juga sebagai ice breaking atau pemecah kebekukan suanana. Rumah kantor disingkat rukan Di depannya anak main gasing Andai olahraga semudah makan Sekarang pasti aku sudah langsing Layangan nyangkut diambil galah Galah patah dibuang kemana Saat beli, uang bukan masalah Yang masalah, saat bayarnya Makan duku sambil jaga gawang, Pulang ke rumah makan manggis.

Dompetku mengandung bawang, Tiap kali dibuka, aku nangis. Ada lomba makan kerupuk, Minum susu bikin badan sehat Siapa bilang pacarku gemuk? Itu supaya lebih gampang dilihat Ikan gabus di rawa-rawa Ikan belut nyangkut di jaring Perutku sakit menahan tawa Gigi palsu loncat ke piring Orang menganyam sambil duduk, Kalau sudah bawa ke balai. Melihat ayam memakai tanduk, Datang musang meminta berdamai. Pantun teka-teki adalah pantun yang isi pesannya atau baris ke-4 nya berupa pertanyaan, kuis, tebak-tebakan, atau teka-teki.

Teka-teki artinya rahasia atau misteri yang harus dipecahkan. Seringkali dalam pantun inio pertanyaan yang disampaikan bersifat konyol, menjebak, yang jawabannya di luar dugaan atau asal-asalan menggunakan logika yang dangkal. Dalam berbalas pantun, jawaban atau tebakan juga disampaikan dalam bentuk pantun.

Kalau ingin membeli tomat beli juga cabai dan terasi Turunnya amat sangat lambat, begitu naik cepat sekali? Jalan-jalan ke Tangkuban Perahu pulang lewat kota Tasikmalaya. Kalau suka geografi pasti tahu, negeri mana yang paling kaya? Laurensia ada di Alam Sutra Alam Sutra di Tangerang Selatan. Semua buah segar rasanya, tapi yang ini jangan dimakan? Menggali sumur di pinggir jalan, membuat jalanan jadi becek. Bukan anggur bukan durian, buah apa kesukaan Pak Alex? Mumpung liburan ayo piknik naik dokar keliling Makasar, Hewan ini langka dan unik mata besar kepala bisa diputar?

Buah durian bentuknya bundar biar mahal banyak dicari. Jika tuan mengaku pintar, hewan apa tanduk di kaki? Ayo ke jogya pergi liburan makan gudek bercampur kerecek Banyak dipakai saat lebaran dipotong bukan bertambah pendek? Habis Senin hari Selasa Habis Kamis hari Jumat Ayo ditebak kalau bisa buah apa hanya satu abjad? Ke samudra berburu ikan paus, pulangnya membawa ikan cucut. Kalau bisa tuan memang jenius, kota apa yang selalu penakut?

Di Jateng ada Bukit Menoreh di Sumatra ada Bukit Barisan. Penyakit ini sangatlah aneh, takada betina semuanya jantan? Pantun duka cita adalah pantun yang berisi lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah perasaan atau emosi menghadapi situasi yang dihadapi atau dialami.

Perasaan tersebut bisa sedih, gundah, rindu, kecewa, senang, bahagia, atau bahkan marah atau cemas. Pantun duka cita lazim dibuat oleh mereka yang sedang hidup jauh dari sanak saudara atau berada di tanah rantau. Mungkin sedang menimba ilmu di tanah sebrang atau mengadu nasib dengan berdagang.

Pantun dagang, yang dibuat oleh mereka yang sedang pergi merantau untuk berdagang, termasuk ke dalam jenis pantun duka cita ini. Permatang hutan bercahaya terang. Ranting menyilang bertaut tembaga.

Hamba tiba dari daerah seberang. Banting tulang buat keluarga. Asam rasa buah kiwi. Jangan makan hingga melampau. Sudahlah lama hidup disini. Jauh keluarga akibat merantau. Ke Laut tepi jumpa kerang. Kerang di simpan di peti perahu. Sungguh jauh pergi ke negeri orang. Menangis hati tak ada yang tahu. Hutan rimba benderang terang. Ranting nyilang dekat pegaga. Hambar berjuang di negeri seberang. Menyuap nasi untuk keluarga. Berbuat baik menata bendang. Tanah terlacak terasa licin.

Rupa tak nampak harta pun kurang. Adalah ilmu menyimpulkan diri. Terbang merpati di antara perigi. Simpan pucuk daun kelapa. Cari ilmu hingga meninggi.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Kampung halaman jangan dilupa. Gelanggang daru menyumbat santau. Condong pohon saling berjejeran. Anak sekolah pergi merantau. Janga lupa tempat kelahiran. Duduak bamanuang di dalam barak, Sambia mamandang lawehnyo ladang, Salamaik jalan amak jo abak, Ambo barangkek ka nagari urang.

Artin ya : Duduk bermenung di dalam gubuk, Sambil memandang luasnya ladang, Selamat jalan ibu dan ayah, Aku berangkat ke negeri orang. Pai ka pasa pakai sepeda, Pai mambali buah durian, Untuak amak jo abak nan tingga, Do’akan ambo nan ka bajalan. Artinya : Pergi ke pasar pakai sepeda, Untuk membeli buah durian, Untuk ibu dan anak yang tinggal, Do’akan aku yang akan berjalan. Makan pagi Jo gulai randang, Gulainyo padeh lamak rasonyo, Usah rusuah usahlah bimbang, Ambo pasti ka pulang juo.

Artinya : Makan pagi lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah gulai randang, Gulainya pedas enak rasanya, Jangan khawatir janganlah bimbang, Aku pasti akan pulang juga.

Aia taganang di daun talehDaun ndak basah ditimpo hujan, Apuihlah aia mato mandeh, Rilakan Denai nan bajalan. Artinya : Air tergenang di daun talas, Daun tak basah ditimpa hujan, Hapuslah air mata ibu, Relakan aku yang berjalan. Rancak suaro buruang pak Hamid, Di bao lomba pai ka Padang, Do’akan ambo sehat jo salamaik, Sampai ke rantau jo hati sanang. Artinya : Indah suara burung pak Ahmad, Dibawa lomba pergi ke Padang, Do’akan aku sehat dan selamat, Sampai ke rantau dengan hati senang.

sumber: https://minangku.com/pantun-minang-tentang-perpisahan/ Jago pagi pai karajo, Untuak Pai mambajak sawah, Salamo Iko Kito Basamo, Alah wakatunyo untuak bapisah. Artinya : Bangun pagi pergi kerja, Untuk pergi membajak sawah, Selama ini kita bersama, Sudah waktunya untuk berpisah. Batang karambia di panjek baruak, Anak tupai mamakan jambu, Salamaik bapisah kawan saduduak, Semoga basobok di lain waktu. Artinya : Batang kelapa dipanjat monyet, Anak tupai memakan jambu, Selamat berpisah kawan sama duduk, Semoga berjumpa di lain waktu.

Pai mamanciang ka kampuang lamo, Umpannyo kito pakai lumuik, Bapisah Kito untuak samantaro, Usah sadiah usahlah takuik. Artinya : Pergi memancing lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah kampung lama, Umpannya kita pakai lumut, Berpisah kita untuk sementara, Jangan sedih janganlah takut.

Bungo mawar di tangah halaman, Rancak di pandang urang lalu, Ado patamuan ado perpisahan, Bajauah kito samantaro dahulu. Artinya : Bunga mawar di tengah halaman, Indah di pandang orang lalu, Ada pertemuan ada perpisahan, Berjauhan kita sementara dulu. Di pasa jua rambutan, Sapuluah ribu balinyo sakilo, Basabalah ateh suratan, Ambo barangkek kini ko juo.

Artinya : Di pasar jual rambutan, Sepuluh ribu belinya sekilo, Bersabarlah atas suratan, Aku berangkat sekarang juga.

Pantun romansa adalah pantun yang dibuat untuk mengungkapkan perasaan tertarik atau suka hati pada lawan jenis. Pantun ini lazim dibuat oleh muda-mudi atau siapa pun yang sedang kasmaran atau jatuh cinta. Dalam roman Siti Nurbaya, banyak ditemukan pantun romansa yang dikirimkan Samsul Bachri kepada gadis pujaan hatinya Siti Nurbaya. Pantun romansa disebut juga pantun cinta atau percintaan (tentang cinta). Kakak Tutik pandai menari.

kemana pergi membawa sisir. Nian cantik wajah adik hari ini. Maukah adik abang traktir. Pulau Pinang kersik berderai, Tempat burung bersangkar dua. Jangan bimbang kasih’kan cerai, Jika untung bertemu jua. Anak Cina bermain wayang, Anak Keling bermain api. Jika siang terbayang-bayang, Jika malam menjadi mimpi. pohon randu tumbuh di hutan dikelilingi banyak pohon kelapa hatiku rindu bukan buatan hanya kepada dinda semata PENGERTIAN SYAIR Menurut KBBI, syair berarti n Sas puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama.

Selain mengandung pengertian sebagai salah satu jenis puisi lama, kata syair juga bisa berarti puisi atau syair. Maka penggubah puisi, apa pun jenis puisinya disebut sebagai seorang penyair. Kata-kata yang dinyanyikan dalam sebuah lagu juga lazim disebut sebagai syair lagu, meskipun bentuknya belum tentu berupa puisi syiar. Sebagai sebuah istilah, kata syair memang populer di masyarakat dengan berbagai arti sesuai konteksnya. Namun sebagai puisi lama, syair masih kalah populer dengan pantun. Puisi syair merupakan jenis puisi lama atau puisi rakyat yang berasal dari kebudayaan sastra Arab atau Islam.

Kata syair berasal dari bahasa Arab “ syu’ur” yang berarti perasaan, kemudian berkembang menjadi “ syi’ru” yang berarti puisi. CIRI-CIRI ATAU KRITERIA PUISI SYAIR Sebagai suatu jenis puisi lama, syair memiliki sejumlah ciri yang membedakan dengan jenis puisi lainnya.

Berikut ciri-ciri atau kriteria sebuah puisi syair: 1.Pola bait: setiap bait /kuplet terdiri atas 4 larik atau baris. 2. Pola baris: setiap baris/larik terdiri 4 kata yang terdiri atas 8-12 suku kata. 3. Pola rima: menggunakan rima berpola a-a-a-a atau berpola rima sama/datar/atau rima terus. Dengan pola rima itu, semua baris berakhir dengan bunyi atau suara yang sama.

4. Seluruh baris merupakan isi yang berkesinambungan. Tidak ada baris yang berfungsi sebagai tumpuan atau sampiran. Jika kalian sudah memahami ciri pantun, terlihat bahwa puisi syair secara tipografi sangat mirip atau bahkan sama dengan puisi pantun. Syair akan menjadi terlihat berbeda dengan pantun setelah diucapkan dan dipahami maksud isinya. VARIAN PUISI SYAIR Dari aspek bentuk atau wujud fisiknya, syair tidak memiliki varian. Semua syair memiliki pola struktur bentuk yang sama.

Namun, jika dianalisis isinya, puisi syair dapat dibedakan dalam beberapa jenis. Berdasarkan isinya, secara umum puisi syair dibedakan atas 2 kategori, yaitu : 1) syair narasi dan 2) syair nonnarasi. Syair narasi adalah jenis syair yang berisi kisah kehidupan seorang tokoh, baik tokoh sejarah bangsa, tokoh agama, atau tokoh adat.

Ada juga tokoh imajiner yang diciptakan sebagai kiasan atau metafora untuk kepentingan edukatif. Selain menarasikan kehidupan tokoh, syair naratif juga bisa mengisahkan kembali (rekon) peristiwa sejarah. Syair naratif ini mirip dengan balada dalam puisi baru. Sedangkan syair nonnaratif berisi curahan perasaan, harapan/aspirasi, nasifat, atau ajaran hidup. Berdasarkan tema atau persoalan yang diangkat, puisi syair bisa dibedakan atas 1) syair keagamaan, 2) syair romansa, 3) syair sejarah, 4) syair pendidikan, 5) syair adat, 6 syair panji (kepahlawanan bangsawan).

Syair naratif adalah jenis syair yang isinya berupa cerita, baik cerita kisah hidup tokoh (narasi) atau kisah sebuah peristiwa/kejadain sejarah (rekon). Dalam syair narasi, di dalamnya terdapat tokoh yang menjadi sentral cerita. menceritakan kehidupan tokoh semenjak lahir hingga dewasa. Panjang syair narasi bisa berpuluh -puluh bait mengikuti jalan cerita kehidupan tokoh. Tokoh dalam syair bisa berasal dari kalangan istana atau dari tokoh agama. Contohnya: syair Ken Tambuhan, Syair Bidhasari, Syair Raja Syiak, Syair Sultan Mahmud Di Lingga.

Dalam syair rekon, di di dalamnya tidak ada tokoh sentral, hal yang lebih ditekankan adalah aspek peristiwa atau kejadian. Syair rekon lebih menyerupai berita kejadian, baik tentang bencana alam atau bencana kemanusiaan, seperti peperangan, kebakaran.

Misalnya ada syair Singapura Dimakan Api, syair Perang Banjarmasin, syair Perang Syiak. Dalam banyak para puteri Anak ratu di Tanjungpuri Parasnya seperti bidadari Sukar didapat mahal dicari Namanya Raden Puspakencana Lakunya arif bijaksana Akal bicaranya sangat sempurna Sifatnya lengkap tujuh laksana Empat belas tahun umurnya tuan Dinamai ratu Ken Tambuhan Cantik manis barang kelakuan Memberi hati bimbang dan rawan Ken Tambuhan duduk pada tempatnya Di sebelah pintu peranginannya Berbagai jenis rupa tenunannya Terlalu indah perbuatannya Tersebutlah perkataan ratu pati Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah bernama Kertapati Khuluk dan sifat bagai di hati Bagaikan lenyap di mata hati Parasnya tidak lagi bertara Asalnya turun dari udara Sempurna akal tajam bicara Raden tu tak bersaudara Tujuh belas tahun umur baginda Terlalu kasih ayah dan bunda Diberinya dengan inang dan kakanda Serta pengasuh dan biduanda Ken Tambuhan terkejut berdebar hati Takut dimurkai seri bupati Jika demikian laku pekerti Di sinilah gerangan ajalku mati Tuanku lepas tangan patik Baik tuanku segera berbalik Dipandang orang tiadalah baik Patik nin hamba di dalam milik Hilanglah arwah Ken Tambuhan Menengar madah Inu bangsawan Rasanya tiada berketahuan Gundah gulana kepilu-piluan Raden Inu seraya membujuk Diangkat diriba14 leher dipeluk Yayi jangan tuan merajuk Rasa kakanda sangatlah mabuk Aria ningsun emas juita Jiwaku jangan tuan bercinta Sambil disapunya air mata Membujuk dengan sukacita … Pada pikir para puteri Pada rasanya terlalu ngeri Sebab perbuatan Raden Menteri Murkalah kelak Permaisuri Ken Penglipur Lara jangan dikata Takutkan murka duli sang nata Duduklah ia dalam bercinta Berendam dengan air mata Bidasari ialah kesusasteraan Melayu klasik bergenre syair romantik yang amat popular dalam masyarakat Melayu abad ke-18 dan ke-19.

Tarikh teksnya dikarang dipercayai seawal 1750 Masihi (M). Ia dikarang oleh pengarang asalnya berdasarkan hikayat di Kembayat Negara (Champa), menurut rangkap pertama syair. Para sejarawan percaya bahawa Kembayat Negara ialah Champa. Manuskrip terawal ditemui, setakat ini, bertarikh 1814 M, namun tajuk syair ini telah disebut oleh Dr. J. Leyden pada 1807 M ketika beliau mengembara ke seluruh rantau Melayu, yang menggambarkan karya ini telah wujud lebih awal daripada tarikh manuskrip (1814 M) itu.

Syair Bidasari ialah karya asli Melayu dan dikatakan berasal dari Palembang berdasarkan beberapa faktor linguistik, menurut Van Hoëvell. Syair ini diterbitkan dan dibahas oleh H. C. Klinkert di Leiden pada tahun 1886 dalam Drie Maleische Gedichten of Sjair Ken Tamboehan, Jatim Nestapa en Bidasari. Syair ini sempat populer di Eropa pada abad ke-19, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, dan disadur dalam bentuk prosa ke dalam bahasa Perancis. Syair ini memiliki tema Suka-cita berlebihan seorang raja atas kelahiran putrinya yang berujung kedukaan.

Pesannya adalah 1) Syukurilah segala anugerah dengan cara yang sederhana, 2) Janganlah merayakan sesuatu secara berlebihan. BIDHASARI LAHIR Dengarlah kisah suatu riwayat Raja di desa negeri Kembayat Dikarang fakir dijadikan hikayat Dibuatkan syair serta berniat Adalah raja sebuah negeri Sultan Agus bijak bestari Asalnya baginda raja yang bahari Melimpah pada dagang biaperi Kabarnya orang empunya termasa Baginda itulah raja perkasa Tiadalah ia merasa susah Entahlah kepada esok dan lusa Seri padukan sultan bestari Setelah ia sudah beristri Beberapa bulan beberapa hari Hamillah puteri permaisuri Demi ditentang duli mahkota Makinlah hati bertambah cinta Laksana mendapat bukit permata Menentang istrinya hamil serta Beberapa lamanya di dalam kerajaan Senantiasa ia bersuka-sukaan Datanglah masa beroleh kedukaan Baginda meninggalkan takhta kerajaan Datanglah kepada suatu masa Melayanglah unggas dari angkasa Unggas garuda burung perkasa Menjadi negeri rusak binasa Datang menyambar suaranya bahna Gemparlah sekalian mulia dan hina Seisi negeri gundah gulana Membawa dirinya barang ke mana Baginda pun sedang dihadap orang Mendengarkan gempar seperti perang Bertitah baginda raja yang garang Gempar ini apakah kurang Syair nonnaratif adalah syair yang berisi opini, baik berupa nasihat, petuah hidup, kritikan, pujian.

Syair nonnaratif juga bisa berupa ekspresi perasaan rindu, kekaguman, syukur, bahagia, atau dukalara. Berbeda dengan syair naratif yang memiliki unsur tokoh, latar, konflik, dan rangkaian adegan yang membentuk suatu alur atau plot, syair nonnaratif tidak ada unsur-unsur intrinsik pembangun cerita tersebut. PENGERTIAN GURINDAM Menurut KBBI, gurindam adalah nsajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat (misalnya baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan) Mencermati definisi dan contoh pada KBBI tersebut, puisi gurindam merupakan versi singkat dari syair.

Sama dengan syair, pada gurindam semua baris mengungkapkan isi, tidak ada baris yang berfungsi sebagai sampiran atau tumpuan. Gurindam juga menggunakan pola rima sama atau datar.

Hal yang membedakan pola atau struktur baitnya. Jika dalam syair satu kuplet atau bait tersusun atas 4 baris, pada gurindam hanya 2 baris. Mengikut sejarah Melayu, kata gurindam berasal dari bahasa Tamil yaitu kirindam yang bererti “umpama”. Gurindam muncul di Tanah Melayu melalui proses perdagangan yang dibawa oleh orang-orang Tamil yang hendak berdagang di Indonesia.

Berbeda dengan puisi syair yang bercorak budaya Islam, puisi gurindam lebih bercorak budaya Hindu, sesuai asal budayanya. Dibandingkan dengan puisi pantun, puisi gurindam lahir pada masa yang lebih muda. Puisi gurindam sudah dibuat sebagain secara tertulis. Salah satu karya gurindam yang sangat terkenal adalah Gurindam 12 yang ditulis oleh Raja Ali Haji pada tahun 1847 di Pulau Penyengat Provinsi Riau.

( http://rajaalihaji.com/id/biography.php) CIRI-CIRI PUISI GURINDAM Berikut ciri-ciri atau kriteria sebuah puisi gurindam: 1.

Pola bait: setiap bait atau kuplet terdiri atas 2 baris yang saling berhubungan. 2. Pola baris: setiap baris terdiri atas 4 kata yang tersusun atas 8- 10 suku kata. 3. Pola rima: setiap akhir baris berbunyi sama atau berpola a-a.

4. Antara baris satu dan baris kedua, merupakan rangkaian kalimat majemuk yang menyatakan hubungan kausalitas atau sebab akibat. PENGERTIAN PUISI SELOKA Menurut Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah, n Sasjenis puisi yang mengandung ajaran (sindiran dan sebagainya), biasanya terdiri atas 4 larik yang berima a-a-a-a, yang mengandung sampiran dan isi.

Jika menilik definisi di atas, seloka bisa disimpulkan sebagai bentuk penggabungan antara puisi syair dan puisi pantun. Seloka adalah syair yang bersampiran, atau pantun yang berima a-a-a-a. Definisi di atas sebenarnya masih perlu diklarifikasi karena beberapa sumber memberikan pengertian dan contoh yang tidak selaras dengan pengertian di atas. Sebuah sumber menjelaskan bahwa kata seloka atau sloka merupakan istilah dalam bahasa sanskerta ‘ śloka’ ( bahasa Sanskerta: श्लोक, IPA: [ˈɕloːkə].

Dalam bahasa Sanskerta sloka adalah sebuah bait yang aslinya terdapat dalam bahasa Sanskerta. Bait ini khususnya terdiri dari 2 baris, sedangkan setiap larik terdiri dari 16 suku kata.

Contoh sebuah sloka dalam bahasa Sanskerta: arthaaturaan.aam. na sukham. na bandhuh. (Seseorang yang gila harta, ia tak memiliki ikatan.) kaamaaturaan.aam.

na bhayam. na lajjaa. (Seseorang yang gila harta, ia tak memiliki ikatan.) Jika mengacu pada pengertian ini, seloka lebih menyerupai dengan gurindam. Dalam konteks kitab suci agama Hindu, kitab Weda, sloka berarti ayat yang memuat sejumlah ajaran moral dan etika. Hal yang pasti adalah bahwa puisi seloka bukan asli bentuk puisi Nusantara, Melayu, atau Indonesia, tetapi berasal dari budaya Hindu.

Sumber lain memberikan pengertian seloka adalah pantun panjang (berbait-bait) yang setiap baitnya terdiri dari 4 baris dan pada bait baru ada pengulangan baris bait sebelumnya. Dengan demikian, jika disimpulkan ada 3 pengertian seloka, yaitu: 1. jenis puisi pantun yang berima a-a-a-a. 2. suatu jenis pantun yang panjang (berbait-bait) yang setiap baitnya terdiri dari 4 baris dan pada bait baru ada pengulangan baris bait sebelumnya.

3. suatu jenis syair (puisi) yang setiap untai/kuplet/baitnya terdiri atas 2 baris yang saling berhubungan berisikan ajaran moral dan etika. CONTOH Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah VERSI 1 SELOKA 2 BAIT Lurus jalan ke Payakumbuh, Kayu jati bertimbal jalan, Dimana hati tak kan rusuh, Ibu mati bapak berjalan, Kayu jati bertimbal jalan, Turun angin patahlah dahan, Ibu mati bapak berjalan, Kemana untung diserahkan SELOKA 3 BAIT Cendawan berduri robekkan kain Ambil tambang diikat sebelah Pikirkan diri yang belum kawin Adakah kumbang bersedia singgah Ambil tambang diikat sebelah Robek menganga si kain perca Adakah kumbang bersedia singgah Taman bunga mekar ceria Robek menganga si kain perca Buat tambalan kain pengganti Taman bunga mekar ceria Sudah tentukan si hari jadi SELOKA 4 BAIT Taman melati di rumah-rumah Ubur-ubur sampingan dua Kalau mati kita bersama Satu kubur kita berdua Ubur-ubur sampingan dua Taman melati bersusun tangkai Satu kubur kita berdua Kalau boleh bersusun bangkai Taman melati bersusun tangkai Tanam padi satu persatu Kalau boleh bersusun bangkai Daging hancur menjadi satu Tanam padi satu persatu Anak lintah dalam cunia Daging hancur menjadi satu Tanda cinta dalam dunia PENGERTIAN PUISI MANTRA Menurut KBBI, mantra adalah (1) perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib (misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya): upacara itu dimulai dengan pembacaan –, (2) nsusunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain, (3) n Psikata atau frase yang diulang-ulang untuk tujuan pengobatan.

Secara etimologi mantra berasal dari suku kata man ( manana) dan kata tra ( trana) yang berarti pembebasan dari ikatan samsara atau dunia fenomena ini.

Dari kombinasi man dan tra itulah disebut mantra yang berarti dapat memanggil datang ( amantrana). [2] Penulisan mantra berbentuk bait dengan keberadaan rima yang tidak menentu. Mantra lebih mengutamakan irama dibandingkan rima.

Banyak pihak yang menganggap mantra merupakan bentuk puisi yang pertama atau tertua. Meski tidak memiliki struktur bait dan baris yang berpola jelas, pada mantra sudah ada penggunaan pola rima dengan mengulang-ulang kata yang sebunyi atau senada. Mantra bukan puisi biasa karena dipercaya memiliki kekuatan gaib atau daya sakti dan hanya diucapkan oleh seorang pawang atau dukun. Mantra diucapkan sebagai bentuk komunikasi negosiasi atau persuasi antara manusia dengan kekuatan supranatural yang menguasai/mengendalikan makhluk atau alam.

Tujuan mantra diucapkan untuk meminta izin, meminta maaf, meminta petunjuk, meminta bantuan, meminta adanya pengertian, dll sehingga hajat atau pekerjaan yang hendak dilakukan manusia dapat terlakukan dengan baik. Pada masyakarat tradisional, mantra lazim diucapkan pada saat hendak menakhlukkan/menjinakkan binatang buas/liar(ular, buaya, harimau, burung), memanen hasil bumi dari alam (ikan, madu, kayu, buah, padi), mengusir roh jahat, mengadu peruntungan (berjudi/berdagang), dsb.

Mantra pada hakikatnya sebuah untaian doa, hanya bukan kepada Tuhan tetapi zat lain yang dipercaya sebagai penguasa kehidupan dan semesta alam.

Bertumbuhnya puisi mantra pada masysarakat tradisional tidak bisa dilepaskan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme yang mereka anut sebelum mengenal agama modern. Sebagai penganut paham animisme, mereka percaya bahwa kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda (pohon, batu, sungai, gunung, dan sebagainya). Sementara dinamisme percaya bahwa kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup.

Pada masyarakat modern saat ini, boleh dikatakan sudah jarang sekali orang membacakan mantra karena dengan agama modern yang dianut mereka hanya percaya pada Tuhan sebagai yang esa penguasa dan pengatur alam semesta. Meski demikian, puisi mantra tidak lantas punah begitu saja. Banyak penyair-penyair modern yang menciptakan puisi-puisi kontemporer yang secara fisik atau tipografi memiliki kemiripan dengan mantra. Puisinya minim kata, beberapa kata tidak memiliki makna leksikal, dan banyak terjadi repetisi atau pengulangan suku kata, kata, atau baris.

MANTRA PENARIK PESONA Baju aing baju sutra Di gulung-gulung dibuka Di buka di jalma rea Di jele ti gigir lenggik Di jele ti harep siep Di jele ti tukang lenjang Te kasiep te kawelah Tebetan riga, raga aing sorangan Cahya saha cahya aing Pang cahyana (referensi : https://chasimcasico.blogspot.com/2013/04/contoh-mantra-oleh-chasim-casico.html) BUKU SUKSES AKM Buku Latihan AKM SMP Persembahan Tim Penulis Erlangga Arsip • Mei 2022 (1) • Maret 2022 (2) • Februari 2022 (11) • Januari 2022 (19) • Desember 2021 (9) BUPENA SMA JILID 1-3 Buku Latihan Soal Sukses Penilaian Autentik Bahasa Indonesia SMA Kelas X -XII Berdasar Kurikulum 2013.

BUPENA SMA JILID 1-3 (EDISI 2017) Websiteedukasi.com – Halo sahabat edukasi, kita berjumpa lagi. Melalui postingan ini kami akan berbagi Soal Penilaian Tengah Semester (PTS) atau dikenal dengan nama Soal Ulangan Tengan Semester (UTS) Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya untuk Kelas IV SD/MI Semester 2 Kurikulum 2013 dilengkapi dengan Kunci Jawaban.

Soal PTS/UTS SBdP Tematik Terpadu Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 merupakan soal evaluasi peserta didik berdasarkan materi yang sudah disampaikan oleh guru dalam pertengahan semester. Melalui kegiatan Ulangan Tengan Semester (UTS) atau Penilaian Tengah Semester (PTS) guru mengevaluasi siswa melalui pencapaian nilai. Mengingat kegiatan Ulangan Tengah semester genap akan di selenggarakan, adik-adik tentunya perlu mempersiapkan diri.

Sebagai bahan latihan, berikut kami berikan soal latihan penilaian tengah semester Mapel SBDP Kelas 4 semester 2 beserta dengan kunci jawabannya. Soal PTS SBdP Kelas IV Semester 2 Kurikulum 2013 ini terdiri dari 35 soal pilihan ganda, 10 soal isian singkat dan 5 soal esai. Mudah-mudahan dengan adanya soal lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah tersebut adik-adik bisa mendapatkan nilai yang baik sesuai dengan harapan.

Soal PTS SBdP Kelas 4 SD Semester Genap Kurikulum 2013 ini di ambil dari Materi Tema 6. Cita-Citaku dan Tema 7. Indahnya Keragaman di Negeriku yang bersumber dari Buku Kemendikbud Kelas 4 Tema 6 dan 7 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2017.

Adapun Soal Latihan PTS/UTS SBdP Kelas 4 SD/MI Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi Terbaru adalah sebagai berikut: Soal PTS SBdP Kelas 4 Semester 2 I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar! KD 3.2 1. Cepat lambatnya sebuah lagu ditentukan oleh ….

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

a. tempo b. harmoni c. dinamika d. ritme 2. Berikut susunan nada dari nada rendah ke nada tinggi yang tepat adalah …. a. 2 3 5 4 6 1 b. 1 3 4 6 7 2 c. 2 1 3 4 5 7 d. 2 3 4 5 6 7 3. Cermatilah tangga nada di atas! Yang termasuk tangga nada tinggi terdapat pada …. a. B b. b c. e d. b Perhatikan teks lagu berikut! Gunakan untuk mengerjakan soal nomor 4 dan 5!

4. Pencipta lagu di atas adalah …. a. Pak Kasur b. Ibu Kasur c. Ibu Sud d. A.T. Mahmud 5. Tempo yang digunakan dalam lagu tersebut di atas memiliki arti …. a. lambat b. sedang c. cepat d. sangat cepat 6. Penulisan nada dengan bentuk seperti di lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah menunjukkan …. a. nada lambat b. nada rendah c. nada sedang d. nada tinggi 7. Lagu yang berasal dari DKI Jakarta adalah …. a. Suwe Ora Jamu b. Ondel Ondel c. Ampar Ampar Pisang d. Injit Injit Semut 8.

Lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” dinyanyikan dengan tempo …. a. sangat cepat b. cepat c. sedang d. lambat 9. Pencipta lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” adalah …. a. H. Mutahar b. L. Manik c. C. Simanjuntak d. W.R. Supratman 10.

Perhatikan judul lagu daerah berikut! 1. Ondel Ondel 2. Gambang Suling 3. Manuk Dadali 4. Gundhul Gundhul Pacul Di antara lagu-lagu daerah di atas, yang lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah dari Jawa Tengah yaitu nomor ….

a. 1 dan 3 b. 2 dan 3 c. 2 dan 4 d. 3 dan 4 11. Lagu “Ampar Ampar Pisang” berasal dari provinsi …. a. Kalimantan Utara b. Kalimantan Barat c. Kalimantan Tengah d. Kalimantan Selatan 12. Pada saat upacara bendera, kita menyanyikan lagu “Mengheningkan Cipta” untuk mengenang jasa para pahlawan.

Pada saat menyanyikan lagu ini kita menggunakan tempo …. a. sangat cepat b. cepat c. sedang d. lambat 13. Di antara jenis tempo berikut, yang tidak termasuk tempo cepat adalah ….

a. moderato b. allegro c. vivace d. presto KD. 3.3 14. Tari tradisional yang gerakannya dikreasikan sesuai adat istiadat setempat disebut …. a. tari kreasi luar negeri b. tari kreasi nasional c. tari kreasi daerah d. tari kreasi budaya 15. Pola garis yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari disebut …. a. pola gerak b. pola lantai c. pola tari d. pola panggung Selangkapnya, bagi bapak ibu guru maupun adik-adik yang ingin mendownload Soal PTS/ UTS SBdP Kelas 4 SD/MI Semester 2 Kurikulum 2013 beserta kunci jawaban silahkan melalui tautan link yang ada di bawah ini; Soal PTS SBDP Kelas IV Semester 2 Terbaru Download Download Rekomendasi Kami: Soal PTS Kelas IV Semester 2 K13 Lengkap – Download Demikianlah Soal dan Kunci Jawaban Penilaian Tengah Semester Mapel SBdP Kelas 4/IV Jenjang SD/MI Semester 2 Kurikulum 2013 yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Terima kasih atas kunjungannya. Related posts: • Soal PTS IPS Kelas 6 Semester 2 dan Kunci Jawaban • Soal PTS IPS Kelas 5 Semester 2 dan Kunci Jawaban • Soal PTS IPS Kelas 4 Semester 2 dan Kunci Jawaban • Soal PTS IPS Kelas 3 Semester 2 dan Kunci Jawaban • Soal PTS IPS Kelas 2 Semester 2 dan Kunci Jawaban • Soal PTS IPS Kelas 1 Semester 2 dan Kunci Jawaban Posted in Soal PTS SD Tagged Soal_PTS_SD_Terbaru Berita Edukasi Terbaru • Soal PAT IPS Kelas 9 dan Kunci Jawaban • Soal PAT IPS Kelas 8 dan Kunci Jawaban • Soal PAT IPS Kelas 7 dan Kunci Jawaban • Soal PAT IPA Kelas 9 dan Kunci Jawaban • Soal PAT IPA Kelas 8 dan Kunci Jawaban • Soal PAT IPA Kelas 7 dan Kunci Jawaban • Soal PAT Bahasa Inggris Kelas 9 dan Kunci Jawaban
Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis — Mendengarkan musik memang jadi aktivitas yang paling menyenangkan.

Buat Blibli Friends yang nggak puas hanya jadi pendengar, juga bisa menciptakan musik sendiri dengan menggunakan alat-alat musik. Tapi, menciptakan musik nggak hanya memainkan alat musik secara random. Kamu juga perlu menguasai tangga nada. Tangga nada adalah rangkaian atau susunan nada-nada dengan jarak tertentu. Nada tersebut bisa saja menjadi tinggi atau rendah. Bergantung dari komposisinya, beberapa lagu bahkan bisa memiliki nada rendah dan tinggi secara bergantian. Jenis tangga nada pun ternyata juga bermacam-macam.

Tangga tanda secara umum dibedakan jadi 3, yaitu pentatonis, diatonis, dan kromatis. Nah, dari ketiganya, masih banyak juga yang kesulitan bedakan tangga nada pentatonis dan diatonis. Daripada bingung, yuk baca ulasan perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis di bawah ini. BACA JUGA: Mengenalkan Musik Pada Anak _______________________________ Definisi Tangga Nada Di dalam dunia musik ada yang dinamakan tangga nada. Nah, pengertian dari tangga nada ini adalah rangkaian berjenjang dari nada-nada mulai dari nada dasar sampai nada oktafnya (rangkaian nada dalam jarak tertentu).

Atau lebih lebih sederhananya tangga nada ini merupakan suatu unsur yang bikin musik bisa terdengar lebih merdu dan asyik. Contohnya dari nada do, re, mi, fa, sol, la, si dan do tinggi. Sedangkan fungsinya untuk menciptakan suatu keindahan, yang meliputi unsur melodi, ritmis beserta keharmonisan yang bisa memberikan keindahan khusus pada sebuah lagu karena nada bisa saling berkesinambungan. Jadi bisa diibaratkan tangga nada ini seperti tangga pada kehidupan sehari-hari. Ada saatnya naik dan naik lagi semakin tinggi namun ada kalanya harus turun dan turun lagi semakin rendah.

Dan yang menjadi jeda antara nada satu dengan lainnya disebut interval. Nah, kalau interval ini contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah jarak antar anak tangga. Ada yang jaraknya jauh ada juga yang mempunyai jarak dekat. Tanpa kehadiran tangga nada, tidak pernah ada suara yang bisa dipahami dan dinikmati.

Nada terdengar garing, tidak indah, biasa saja dan tidak bisa disebut sebagai seni. Macam-macam Tangga Nada Via : bobo.grid.id Tangga nada terdiri dari beberapa macam yang mana setiap jenisnya mempunyai bunyi khas yang berbeda sehingga membuat musik dapat didengarkan dengan fungsi khusus yang bisa disesuaikan dengan kondisi, situasi atau kebutuhan.

Selain tangga nada diatonis (terdiri dari tangga nada diatonis minor dan diatonis mayor) serta tangga nada pentatonis (terdiri dari tangga nada pelog dan slendro) seperti sudah dijelaskan di atas, ada juga tangga nada kromatis.

1. Tangga Nada Diatonis Tangga nada diatonis adalah komposisi tangga nada yang banyak banget digunakan di karya musik modern atau kontemporer. Jenis tangga nada berjumlah 7 ini biasanya menggunakan interval 1 atau interval setengah. Tangga nada ini juga dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.

Tangga nada mayor adalah jenis tangga nada yang dipakai pada lagu-lagu yang menggambarkan suasana ceria.

Susunan nada dari tangga nada minor biasanya memiliki jarak 1 – 1- ½ – 1 – 1 – 1 – ½. Kebanyakan lagu anak-anak menggunakan tangga nada lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah, lho. Lagu-lagu seperti “Lihat Kebunku” dan “Naik Delman” yang diciptakan Ibu Sud, maupun lagu “Balonku” dari AT Mahmud juga menggunakan nada ini. Selain itu, lagu daerah dengan nada ceria dan catchy seperti “Ampar-Ampar Pisang”, “Manuk Dadali”, dan “Gundul Pacul” juga digubah dengan tangga nada diatonis mayor.

Tangga nada diatonis minor menampilkan kesan yang mellow dan sedikit sendu. Tangga nada ini terbagi lagi jadi 3 jenis, yaitu tangga nada minor asli, harmonis, dan melodis. Cara membedakannya adalah, tangga nada minor asli cuma memiliki nada pokok. Jadi, jangan heran kalau tangga nada ini sama sekali nggak memiliki tanda kromatis. Sedangkan, jenis tangga nada minor harmonis, tiap nada dinaikkan menjadi setengah. Tapi, pola naik turun nada tetap sama.

Nada minor melodis cuma menaikkan not nada ke-6 dan ke-7. Saat diturunkan pun, nadanya hanya turun setengah saja. Beberapa lagu seperti “Mengheningkan Cipta” karya Truno Prawit, “Gugur Bunga”, dan “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki termasuk ke dalam lagu yang pakai tangga nada diatonis. Blibli Sekarang 2. Tangga Nada Pentatonis Perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis yang paling kelihatan adalah, nada pentatonis cuma punya nada pokok berjumlah 5 buah saja.

Tangga nada pentatonis dibagi jadi 2 bagian, yaitu Slendro dan Pelog. Slendro adalah jenis tangga nada pentatonis yang mengusung nada 1 2 3 4 5 6 1 dengan kesan irama yang ceria dan upbeat banget.

Sebaliknya, pelog punya nada 1 2 3 4 5 6 7 yang lebih kalem. Contoh lagu populer yang menggunakan tangga nada pentatonis slendro adalah “Jali-Jali”, “Kincir-Kincir”, dan “Suwe Ora Jamu”. Sedangkan lagu dengan nada pentatonis pelog adalah “Lir-Ilir”, “Te Kate Dipanah”, dan “Cing Cangkeling”.

3. Tangga Nada Kromatis Tangga nada kromatis atau sering juga disebut aksidental merupakan tangga nada yang memakai 12 macam nada dan jarak antar notnya ½. Tangga nada kromatis juga merupakan turunan dari nada diatonis mayor yang mana bagian nada yang nilainya 1 (pada diatonis mayor) akan dipecah menjadi ½ dan ½ pada nada kromatis.

Contohnya: C – Cis – D – Dis – E – F – Fis – G – Gis, A – Ais dan selanjutnya. Tangga nada kromatis juga sering dipakai pada ke-12 nada oktaf. Walau demikian hanya 7 oktaf pertama dari abjad yang digunakan untuk nama nada. Contohnya A, B, C, D, E,F,G dan 5 nada lainnya dalam nada kromatis diberi nama dengan simbol yakni tanda kress (meninggikan not dibelakangnya ½ nada)tanda mol (merendahkan not dibelakangnya ½ nada) dan tanda pugar atau tanda natural (mengembalikan nada yang sebelumnya ditinggikan atau direndahkan) Ketukan bisa dibilang sebagai salah satu dasar yang harus dipahami dalam bermain musik, ini karena ketukan adalah unsur yang membentuk musik.

Bila tidak paham atau salah ketukan, musik yang dihasilkan akan berantakan. Ketukan juga menunjukkan panjang pendeknya sebuah nada, semakin banyak ketukan maka semakin panjang nadanya.

Dan pada tangga nada kromatis umumnya memiliki ketukan atau birama 4/4. Tangga nada kromatis seringkali dipakai pada jenis lagu seperi lagu jazz, lagu rohani, pop dan blues. Contohnya ada pada lagu Indonesia Pusaka dan Bungong Jeumpa. Blibli Sekarang _______________________________ BACA JUGA: Tips Beli Alat Musik Online Main musik jadi makin seru dengan belanja peralatan musik di Blibli.

Toko online ini tawarkan berbagai peralatan musik berkualitas yang bisa kamu pilih di kategori Home & Living. Mulai dari keyboard, piano, gitar, dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan juga beragam dan pastinya terjangkau. Apalagi, kalau kamu manfaatkan voucher gratis ongkir, diskon-diskon yang menarik, dan masih banyak hadiah heboh lainnya cuma di Blibli.

Seru, kan? Belajar perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis pastinya jadi jauh lebih nyambung dan asik, deh!

DAPATKAN ALAT MUSIK BERKUALITAS DI SINI! Wawasan Seni A. Pengertian Seni Demikian universalnya seni sebagai bagian dari kebudayaan, sehingga wajar jika ada banyak definisi seni yang dikemukakan, diantaranya : 1.

HERBERT READ : Seni adalah ekspresi dari penuangan hasil pengamatan dan pengalaman yang dihubungkan dengan perasaan, aktifitas fisik dan psikologis ke dalam bentuk karya. 2. ENSIKLOPEDIA INDONESIA : Seni adalah penciptaan segala hal atau bentuk benda yang karena keindahan bentuknya maka orang senang melihatnya atau mendengarnya.

3. ACHDIAT KARTAMIHARDJA :Seni adalah kegiatan rohani yang dapat merepleksikan realitas ke dalam bentuk karya dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman rohani si penerimanya.

B. Fungsi Seni 1. Fungsi Individual Seni dapat memenuhi salah satu kebutuhan manusia baik fisik maupun psikis. Fungsi seni dalam pemenuhan salah satu kebutuhan fisik lebih cenderung dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan praktis (applied arts), sedangkan kebutuhan psikis (rasa senang, sedih, haru, ngeri, duka dsb) dapat dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan ekspresi (fine arts).

Fungsi individual yang dirasakan perorangan dapat dirasakan oleh seniman dan bukan seniman yaitu melalui kegiatan kreasi dan atau apresiasi, kegiatan berkarya atau penikmatan karya seni.

2. Fungsi Sosial : a. Fungsi sosial seni dalam bidang keagamaan ~>Seni dapat digunakan sebagai salah satu wahana atau media dakwah, seni arsitektur dan dekorasi dalam tempat beribadah.

b. Fungsi sosial seni dalam bidang pendidikan ~>Penggunaan seni sebagai media dalam kegiatan pembelajaran, contoh: gambar/ilustrasi (seni rupa), nyanyian (seni musik), sosio drama (seni tari, teater dan sastera). c. Fungsi sosial seni dalam bidang komunikasi ~>Seni yang bertujuan praktis (applied arts) maupun yang bertujuan ekspresi (fine arts), keduanya memiliki fungsi menyampaikan pesan dari individu, kelompok, organisasi, lembaga atau institusi kepada khalayak.

d. Fungsi sosial seni dalam bidang hiburan atau rekreasi ~>Dalam hal ini seni sebagai karya yang dipertunjukan atau dipamerkan maupun seni sebagai elemen yang menunjang sarana tempat hiburan itu sendiri baik unsur dekorasi interior atau eksterior, arsitektur C. Cabang cabang seni 1. Seni suara (musik) dengan unsur utamanya suara, misalnya: suara manusia (vokal), suara alat musik, dsb.

2. Seni rupa dengan unsur utamanya adalah unsur-unsur rupa 3. Seni tari dengan unsur utamanya gerak 4. Seni sastera dengan unsur utama bahasa 5. Seni peran (teater) disajikan dengan akting meliputi unsur bahasa, gerak, dan musik 1. SENI RUPA A. Pengertian Seni Rupa seni rupa adalah seni yang nampak oleh indra penglihatan dan wujudnya terdiri dari unsur rupa berupa titik, garis, bidang atau ruang, bentuk atau wujud, warna, gelap terang, dan tekstur.

Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan seni. Applied Art/Seni Rupa Terapan adalah hasil karya seni rupa yang dapat digunakan untuk keperluan kehidupan sehari hari. Seni rupa murni dalam bahasa Inggris pure art atau fine art adalah cabang seni rupa yang terlepas dari unsur unsur praktis yang lebih mengkhususkan diri pada penciptaan karya seni berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi.

B. Media Berkarya seni rupa 1. Media Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi Media berkarya seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk menggambar.

Beragam pilihan media ber- karya seni rupa dua dimensi antara lain sebagai berikut. a. Pensil, merupakan alat yang dapat digunakan meng- gambar secara utuh atau sketsa saja. Kepekatan warna pensil dibedakan dengan inisial,yaitu H, B, dan HB. b. Konte, warnanya sangat hitam dan lunak. Cocok untuk membuat gambar potret atau benda yang bertekstur halus. c. Pastel dan crayon, mempunyai bentuk dan bahan yang hampir sama, hanya berbeda kandungan kapurnya.

Warnanya cerah, cocok untuk teknik dussel atau arsir. d. Drawing pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara drawing pen dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak daripada milipen. Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir.

e. Spidol, tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.Spidol berujung lunak dan bisa bergerak spontan. Tebaltipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat penekananspidol pada bidang kertas. f. Cat poster (poster colour) dan cat air (water colour), gambar yang dihasilkan dari kedua media ini hampir sama, bedanya warna cat poster lebih cerah. g. Tinta bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas.

h. Cat minyak (acrylic), terdiri atas beragam warna yang disertai minyak pengencernya. Cat minyak ini digunakan untukmelukis pada kain kanvas. i. Kain kanvas dan spanram, merupakan satu kesatuan bahan. Kain kanvas menyatu dengan spanram (bingkai kayu yang berguna untuk merentangkan kain). Kain kanvas adalah bidang datar yang dibuat khusus untuk melukis.

j. Kuas, untuk cat minyak berambut lebih kaku daripada yang digunakan untuk cat air. Bentuknya ada yang pipih, ada lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah yang runcing dengan berbagai ukuran.

k. Palet, merupakan bidang datar yang dibuat untuk mengolah cat. Palet untuk cat air dibuat dari plastik, sedangkan untuk cat minyak terbuat dari kayu. l. Komputer, merupakan media berkarya yang dewasa ini telah populer. Teknologi digital saat ini memungkin- kan untuk membuat teknik gambar yang beragam.

2. Media dan Teknik Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi Media berkarya seni rupa tiga dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. Teknik pembuatan seni rupa tiga dimensi sebagai berikut a. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah. Misalnya, membuat patung danrelief dengan bahan dasar kayudan batu. b. Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan.

Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat. c. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan.

Misalnya, membuat patung. d. Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu kebahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam. e. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen. C. Pengelompokan Seni Rupa 1. Seni rupa dibedakan menurut fungsi dan tujuannya : a.

Seni rupa murni (fine arts/pure arts) Yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah : seni lukis, seni patung, seni grafis dll.

b. Seni Rupa terapan (applied arts/useful arts) Yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll.

2. Seni rupa dibedakan berdasarkan bentuk : a. Seni rupa 2 dimensi (dwimatra) Karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan), seperti : lukisan, relief, gambar, grafis dll. b. Seni rupa 3 dimensi (trimatra) Karya seni rupa yang disamping memiliki ukuran panjang dan lebar juga tinggi, sehingga dapat dilihat/dinikmati dari beberapa arah, seperti : patung, dekorasi, kerajinan dll. D. Cabang cabang seni rupa 1. Seni lukis Salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.

2. Seni patung Salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain. 3. Seni Grafis Merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain : √Cetak Tinggi ( Relief Print ) wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print √Cetak Dalam ( Intaglio ) dry point, etsa, mizotint,sugartint sablon ( silk screen ) √Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.

4. Seni keramik Termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional E. Unsur- Unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur itu terdiri dari : 1.Titik /Bintik ~>Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik. 2.Garis ~>Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Pengertian lain dari garis adalah kumpulan titik yang bertangkai. 3. Bidang ~>Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya 4.Bentuk ~>Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form).

Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari.

Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi.

••Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi empat, trapesium dan lingkaran. ••Bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas, prisma, kerucut, dan silinder.

Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesan-kesan tersendiri seperti : ••Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis, stabil, dan formal. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. ••Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak.

••Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan mengarah. Dalam seni rupa, bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu : ••Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature).

Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia ataupun alam lainnya. ••Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi.

Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadang-kadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. Contoh bentuk ini, misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang, abstraksi binatang seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik, hiasan keramik, karya ukiran, dan lain-lain.

••Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif, artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam.

Ada tiga macam bentuk abstrak, yaitu bentuk abstrak murni, abstrak simbolis, dan abstrak filosofis. √Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda, misalnya segitiga, prisma, kursi, lemari, sepatu, buku, rumah, dan lain-lain. √Bentuk simbolis, misalnya huruf, tanda baca, rambu-rambu, lambang, dan lain-lain. √Bentuk abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu, misalnya agama, kepercayaan, dan lainnya.

5. Ruang ~>Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. 6. Warna ~> Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain.

Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna. ••Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : √ Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan kuning. √ Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu.

√ Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-jingga. √ Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna.

√ Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. ••Sifat warna Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity. √Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.

√Value Value adalah istilah untuk menyatakan lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang.

Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.

√Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni °°Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.

°°Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau. °°Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning. ••Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain sebagai berikut : √Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis.

√Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur. √Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci. √Kuning emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya. √Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. √Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur, dan agung.

√Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia. √Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan. √Merah muda mempunyai makna romantis, dan ringan. √Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia. √Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.

Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat.

Contoh : bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta kuning, di Sulawesi putih, di Sumatera merah, dan sebagainya. Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani.

7. Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut : ••Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda.

Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi. √Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit kayu, permukaan batu, dan lainnya. √Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun), goni (dari pasir dan kertas).

Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya wallpaper.

••Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif.

Selain nilai raba pada suatu permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong F.

Prinsip-prinsip Seni Rupa Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa, yaitu: 1.        Kesatuan (unity) Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi.

Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan. 2.        Keselarasan (harmony) Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan. 3.  Penekanan (kontras) Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.

4Â Â Irama (rhytm) Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.

5.      Gradasi Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah secara berangsur-angsur. 6.      Proporsi Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.

7.      Keserasian Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda. 8.      Komposisi Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.

9.      Keseimbangan (balance) Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan. 10.  Aksentuasi Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah ada di sekitamya.

G. Tokoh tokoh Seni Rupa 1. RADEN SALEH ( Semarang 1807 1880 ) Karya-karya lukisanya adalah saksi sejarah, banyak menceritakan mengenai situasi pada jaman perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa. Salah satu karya lukisanya yang terkenal adalah Penangkapan Diponegoro. Gaya aliran Lukisan saleh adalah gaya Naturalism, Realism dan Klasik. Salah satu karya lukisan Raden Saleh berjudul ” Berburu” media lukisan cat minyak diatas canvas, dikoleksi oleh Museum Mesdag, Belanda.

2. AFFANDI ( Cirebon 1907 1990 ) Gaya aliran Lukisanya adalah gaya baru dalam aliran lukisan modern khususnya ekspresionism. Karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni baik dari dalam dan luar negeri, beliau aktif berpameran tunggal di Negara-negara seperti: Inggris, Eropa, Amerika dan India, pada masa Tahun 1950-an.

Gaya aliran Lukisan Affandi adalah Abstrak yang masuk dalam bagian aliran ekspresionism. Salah satu karya lukisan Affandi berjudul “Wajah – wajah putra Irian”media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 98cm X 126cm, dibuat tahun 1974 3.

BASUKI ABDULLAH ( Surakarta 1915 1993 ) gaya aliran Lukisan Basuki Abdullah adalah Realism dan Naturalism. Salah satu lukisan Basuk Abdullah berjudul ” Diponegoro memimpin pertempuran ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 150cm X 120cm, dibuat tahun 1940 4.

HENDRA GUNAWAN ( Bandung 1918 1983 ), Karakter Lukisan beliau sangat berani dengan ekspresi goresan cat tebal, dan ekspresi warna kontras apa adanya, karya Lukisanya banyak dikoleksi oleh para kolektor dalam negeri.

Perjalanan Aliran Lukisan karya Hendra Gunawan pada awalnya adalah realism yang melukiskan tema-tema mengenai perjuangan sebelum kemerdekaan, namun setelah era kemerdekaan, karya-karya lukisan ber metamorfosa kedalam aliran lukisan ekspresionism, tema-tema lukisanya mengenai sisi-sisi kehidupan masyarakat pedesaan.

Salah satu lukisan karya Hendra Gunawan berjudul ” Mencari kutu rambut ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 84cm X 65cm, dibuat tahun 1953. 5. S. SUDJOJONO (Kisaran, Sumatera Utara 1913 – 1985. Lukisanya mempunyai karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas.

Pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema mengenai semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan lalu karya Lukisanya banyak bertema mengenai pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita budaya. Salah satu lukisan karya S. Sudjojono berjudul ” Seko (perintis gerilya), media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 173,5cm X 194cm 6.

POPO ISKANDAR ( Garut, Jawa Barat 1929 2000 ) Lukisan Popo Iskandar banyak dikoleksi dan sekaligus dijadikan sebagai icon dalam rumah bergaya modern dan minimalis, karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni, baik dalam dan luar negeri. Salah satu lukisan karya Popo Iskandar berjudul ” Kucing mata hijau “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 30cm X 40cm 7. SRIHADI SOEDARSONO ( Solo 1931 ).

Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah aliran lukisan karya Srihadi Soedarsono masuk dalam gaya aliran lukisan modern kontemporer. Salah satu lukisan karya Srihadi berjudul ” Borobudur II “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 95cm X 140cm, dibuat tahun 1982 8.

JOKO PEKIK ( Grobogan, Jawa Tengah 1938 ) mempunyai gaya dan karakter Lukisan yang khas, beliau banyak mengkritisi dalam tatanan kehidupan sosial melalui karya Lukisanya. Gaya aliran lukisan karya Joko Pekik masuk dalam gaya aliran lukisan realisme sosialis. alah satu lukisan karya Djoko Pekik berjudul “Berburu celeng” lukisan seharga Rp. 1 Miliar, dibuat tahun 1998. 9. JEIHAN SUKMANTORO ( Solo 1938 ) Lukisan karya Jeihan harganya terus merangkak naik seiring dengan naiknya kepopuleran nama dan karya-karya Lukisanya.

Lukisan karya Jeihan termasuk dalam gaya aliran lukisan figurative modern. Salah satu lukisan Jeihan berjudul “Gadis berbaju putih” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 60cm X 49cm, dibuat tahun 1975 10.

WIDAYAT ( Kutoarjo, Jawa Tengah 1919 2002 ) sebagain besar karya Lukisanya bertema mengenai Alam, tumbuhan dan fauna dilukis lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah gaya batik kontemporer. Sang Pelukis maestro Widayat mengasah talentanya di ASRI ( Akademi Seni Rupa Indonesia ) Jogja, yang di lalu hari didaulat untuk mengajar di akademi seni rupa itu.

Semasa hidupnya beliau sering mengadakan pameran baik tunggal ataupun kelompok, di dalam dan luar negeri ( Italy, Kuwait dan Singapura ). Beberapa penghargaan dibidang seni pernah disandangnya, atas dedikasinya dalam bidang seni rupa.

2. SENI MUSIK A. Pengertian Seni Musik 1. Jamalus (1988) Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. 2. Rina (2003) Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian. 3. Prier (1991) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.

4. Menurut ahli perkamusan (lexicographer) Musik ialah: Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional Secara Umum, Musik adalah lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya B. Seni Musik Tradisional Jawa Karawitan Karawitan berasal dari kata : ka rawit an, rawit artinya halus Karawitan menurut arti katanya adalah Kehalusan •Karawitan menurut arti luas adalah Musik •Karawitan menurut arti khusus adalah seni suara gamelan yang berlaraskan pelog slendro Pengertian Suara, Desah, dan Nada •Suara (Swabawa) : Sesuatu yang kita ketahui sumber bunyinya •Desah : Sesuatu yang tidak kita ketahui sumber bunyinya •Nada : Suara yang tertentu dan mempunyai jumlah getaran tiap detik Laras Menurut arti khususnya, Laras adalah Enak didengar/indah Menurut arti luasnya, Laras adalah Urut-urutan nada dalam satu gembyangan yang tertentu tinggi rendahnya dan tertentu banyaknya.

Menggembyang adalah bila kita menabuh dengan dua kanan kiri bersama dengan atara 4 nada (mengapit) Contoh : 123561 ••Ricikan Gamelan adalah satuan dari alat-alat gamelan yang ditabuh Nama-Nama Ricikan Gamelan : √Rebab Hanya satu jenis saja.

Untuk keperluan dua perangkat gamelan pelog dan slendro dibutuhkan dua buah rebab (satu untuk slendro dan satunya untuk pelog) √Kendang Berfungsi : Sebagai pemimpin irama/gendhing Sebagai pembentuk karakter/suasana gendhing Ada 4 macam, yaitu : ~>Kendang Ageng/Kendang Gendhing dengan diameter 45 cm Kendang Wayangan dengan diameter 40 cm ~>Kendang Batangan (Kendang Ciblon) dengan diameter 33 cm ~>Kendang Ketipung dengan diameter 25 cm √Gender Barung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu : Satu untuk gender Slendro Satu untuk gender Pelog Nem Satu untuk gender Pelog Barang √Gender Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu : Satu untuk gender Slendro Satu untuk gender Pelog Nem Satu untuk gender Pelog Barang √Bonang Barung Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung : Satu ricikan bonang barung Slendro Satu ricikan bonang barung Pelog Bonang Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung : Satu ricikan bonang barung Slendro Satu ricikan bonang barung Pelog Saron Barung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, √Saron Penerus Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Demung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Slentem Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan, Satu untuk laras slendro Satu untuk laras pelog √Kenong Berfungsi sebagai pemangku nada Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 10 pencon kenong 5 Pencon kenong slendro, yaitu bernada : 2 3 5 6 1 5 Pencon kenong pelog, yaitu bernada : 2 3 5 6 7 Kempul Berfungsi sebagai pemangku irama Tiap gamelan mempunyai kempul komplit slendro/pelog 10 buah 5 buah laras slendro 5 buah laras pelog √Ketuk dan Kempyang Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah ketuk dan 2 buah kempyang.

Untuk ketuk slendro larasnya 2, untuk ketuk pelog larasnya 6 √Clempung Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah clempung, yaitu : 1 untuk laras slendro dan 1 untuk laras pelog Siter untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2 bentuknya seperti clempung, namun bentuknya lebih kecil √Siter Penerus untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2, Bentuknya lebih kecil lagi.

Nadanya 1 oktav lebih kecil dari siter √Gambang Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah gambang, yaitu gambang slendro dan gambang pelog √Suling Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah suling, yaitu suling slendro dan suling pelog √Gong Berfungsi sebagai penanda koma dan titik pada kalimat lagu Gamelan Slendro dan Pelog mempunyai 3 buah gong PENGERTIAN DALAM GAMELAN •Gamelan Seperangkat Gamelan laras slendro atau pelog yang komplit ricikannya •Gamelan Sepangkon 2 Perangkat gamelan Slendro dan Pelog •Gangsa Gamelan yang dibuat dari bahan tembaga dicampur dengan timah •Sengganen Gamelan yang dibuat dari bahan plat-plat besi atau kuningan •Wilahan Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari logam atau kayu yang berbentuk bilah •Plangkan Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari pada kayu yang dapat diperinci sebagai berikut •Rancakan : Plangkan pada bonang dan kenong •Pangkon : Plangkan pada demung, saron barung dan penerus •Grobokan : Plangkan pada gender dan slentem •Gayor : Plangkan untuk menggantungkan kempul dan gong •Pluntur Tali tali pada gender, bonang, slentem, dan lain-lain •Klante Tali-tali pada kenong, kempul dan gong C.

Unsur-unsur dalam Seni Musik Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument. ••Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.

••Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan. TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring. UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL : 1. Artikulasi, adalah cara pengucapan katademi kata yang baik dan jelas. 2.

Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu : – Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah. – Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah. – Pernafasar Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.

Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik : a. Pendengaran yang baik b.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Kontrol pernafasan c. Rasa musical. NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.Sifat nada ada 4 (empat): 1. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada. 2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan 3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan. 4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.Suara manusia ada 5 (lima): 1.

Suara Wanita Dewasa: – Sopran (suara tinggi wanita) – Messo Sopran (suara sedang wanita) – Alto (suara rendah wanita) 2.Suara Pria Dewasa : – Tenor (suara tinggi pria) – Bariton (suara sedang pria) – Bas (suara rendah pria) D. Lagu Daerah 1. Lagu Daerah Jambi Batanghari, Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang dan Timang-Timang Anakku Sayang.

2. Sumatera Selatan Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Kabile-Bile dan Tari Tanggai. 3. Lagu Daerah Bengkulu Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang. 4. Lagu Daerah Lampung Lagu Lipang Lipandang merupakan satu-satunya lagu daerah yang berasal dari Lampung.

5. Lagu Daerah Jakarta Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Kicir-Kicir, Lenggang Kangkong, Ondel Ondel, Ronggeng, Sirih Kuning dan Surilang. 6. Lagu Daerah Jawa Barat Bajing Luncat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Halo Halo Bandung, Manuk Dadali, Neng Geulis, Nenun, Panon Hideung, Pepepling, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Sapu Nyere Pegat Simpai, Tokecang, dan Warung Pojok. 7. Lagu Daerah Jawa Tengah Bapak Pucung, Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, dan Jaranan.

8. Lagu Daerah Yogyakarta Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, dan Te Kate Dipanah. 9. Lagu Daerah Jawa Timur Cublak-cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Keraban Sape dan Tanduk Majeng. 10. Lagu Daerah Banten Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru. 11. Lagu Daerah Bali Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Mejangeran, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, Puteri Ayu dan Ratu Anom. 12.

Lagu Daerah Nusa Tenggara Barat Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana dan Tutu Koda. 13. Lagu Daerah Nusa Tenggara Timur Anak Kambing Saya, Bolelebo, Desaku, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere, dan Potong Bebek Angsa.

14.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Lagu Daerah Kalimantan Barat Lagu Cik-Cik Periuk merupakan satu-satunya lagu tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat. 15. Lagu Daerah Kalimantan Tengah Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu.

16. Lagu Daerah Kalimantan Selatan Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai dan Saputangan Bapuncu Ampat. 17. Lagu Daerah Kalimantan Timur Lagu Indung-Indung merupakan lagu daerah satu-satunya yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur.

18. Lagu Daerah Sulawesi Utara Esa Mokan, Gadis Taruna, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan Mahurang. 19. Lagu Daerah Sulawesi Tengah Tondok Kadadingku dan Tope Gugu. 20. Lagu Daerah Sulawesi Selatan Ammac Ciang, Anak Kukang, Angin Mamiri, Ati Raja, Battibatti, Ganrang Pakarena, Ma Rencong, Marencong-rencong dan Pakarena.

21. Lagu Daerah Sulawesi Tenggara Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio. 22. Lagu Daerah Gorontalo Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu. 23. Lagu Daerah Maluku Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule, Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.

24. Lagu Daerah Papua Apuse, Sajojo dan Yamko Rambe Yamko. 3. SENI TARI A. Pengertian Tari 1. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta 2. Soedarsono menyatakan bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah 3.

Soeryodiningrat menyatakan bahwa tari merupakan gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh 4.

Kamala Devi Chattopadhyaya Seorang kritikus dan seniman India, mendefinisikan tari sebagai gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan tampak mengarah pada bentuk-bentuk tertentu. 5. Corry Hartong Menurut Corry Hartong, tari ialah gerakan yang berbentuk dari ritmis dari lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah di dalam ruang.

Tari merupakan perpaduan antara wiraga,wirasa,dan wirama atau seni yang dihasilkan dari gerak mimic dan enak dipandang, umumnya tariannya diiringi dengan musik B. Bentuk Penyajian Tari 1. Tari Tunggal Tari yang dimainkan oleh seorang orang penari 2. Tari Berpasangan Tari yang dimainkan lebih dari satu orang dan harus ada unsur saling melengkapi 3.

Tari Massal Tari yang dimainkan oleh lebih dari satu orang tanpa ada unsur saling melengkapi 4. Drama Tari C. Unsur unsur Seni Tari Tari memiliki unsur dasar tersendiri yang meliputi tiga aspek, antara lain: 1. Wiraga, yaitu dasar keterampilangerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan,pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki.

2. Wirama, yaitu suatu pola pengaturan dinamika untuk mencapai gerakan yang harmonis seperti aksen dan tempo tarian. Wirama terbagi menjadi dua, yaitu wirama tandak dan wirama bebas.

3. Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan Iain-Iain.Agar gerakan dalam tarian terlihat lebih indah, maka diperlukan unsur-unsur pendukung terhadap tarian tersebut. D. Unsur unsur pendukung seni Unsur-unsur pendukung tariterdiri dari gerak, properti, iringan, tata busana/ kostum, dan tata pentas/panggung. 1.

Gerak Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh(gerak bagian kepala,kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian,olahraga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.Pada khususnya, tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah ditata indah.

Gerakan bersifat lembutdan mengalir, serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri.

Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan imajinatif. a. Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dihasilkan dari eksplorasi gerak tiruan dari alam. b. Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa manusia.

c. Gerak maknawi adalah gerak tari yang mengandung arti atau maksud tertentu. d. Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti, tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika. 2. Properti Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnyadapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih sempurna.Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik danbenar.

Hal ini dikarenakan proporsi penggunaan properti tari secara mendasar menentukan penguasaanketerampilan penari secara pokok.Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan, menjadi salah satu teknik tari yangdibutuhkan dalam format garapan tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan jenisnya.Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur), kipas, rebana, payung, tongkat,keris, cundrik, pedang, mandau, tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain.

3. Iringan Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesansebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah yang dinamis dapat menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari. Oleh karenanya tari tersebut komunikatif. 4 Tata Busana/Kostum Keberadaan kostum dalam sebuah pertunjukan bersifat mutlak, karena pada dasarnya suatu tarian dapat terungkap dengan sempurna, jikaseluruh unsur pendukung hadir didalamnya.

Salah satu unsur pendukung yang penting dalam suatu tarian adalah tata busana/kostum.Busana tari berfungsi untuk mendukung tema atau isi tari dan untuk memperjelas peranan-peranandalam suatu sajian tari. Busana tari secara umum terdiri atas baju, celana, kain, selendang, ikat kepala, mahkota, dan Iain-Iain.Tata busana untuk keperluan pementasan tafi biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya.

Alternatif bahan untuk pembuat busana tari bermacam-macam, lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah terbuat dari kain, kertas, plastik, daun atau apa saja yang ada di sekitar kita, yang dapat dimanfaatkan untuk bahan busana tari. Dalam tari tradisional, pada umumnya desain busana taritidakjauh berbeda dengan busana adat setempat. 5 Tata Pentas/Panggung Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergeiaran tari.

Tata pentas bukap hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik,namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yangterkait dengan konsep tari. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda-benda dan alat yang berhubungan dengan tari, yang disebut dengan setting.Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki dua jenis, yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka.

Jenis panggung tertutup disebut dengan prosenium. Cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. Bentuknya bermacam-macam, yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman pura, di halaman rumah atau di lapangan.

Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai arah pandan E. Prinsip Tari Terdapat beberapa prinsip dasar darisebuah tarian yang penting untuk diketahui, yaitu: 1.

Harmoni Harmoni atau keselarasan, keselarasanantara gerak, lagu, dan gerak tarian antara penari yang satu dengan penari yang lain harus disusun menjadi sebuah rangkaian yang berkaitan, berkesinambungan dalam sebuah harmoni yang baik sehingga dapat menyampaikan pesan yang dimaksud.Harmoni juga merupakan paduan penggunaan warna busana tari yang dapat memberi kesan sebuah karakter dengan warna yang ada. Contohnya kuning dengan hijau, merah dengan biru atau kuning. Namun misalnya untuk karakter lincah misalnya, tidak memadukan hitam dengan ungu tua.

2. Keutuhan Kesatuan dalam karya seni tari adalah membuat satu bentuk yang memiliki keterkaitan unsur satu dengan yang lain berdasarkan sumber yang sama. Tari adalah pertunjukan yang bermaksud menyampaikan suatu pesan tanpa kata, hanya melalui mimik,gerak, lagu, dan tata busana.

Oleh karenanya semua faktor yang harus ada didalam sebuah tarian harus terangkai dengan lengkap dan utuh.Jika kita ambil unsur terpenting yang menjadi titik pertemuan yang mengaitkan satu unsur dengan usur lainnya sehingga berakhir pada sebuahtujuan yang sama, kesatuan dan keutuhan sebuah karya seni tari adalah: – Ide atau gagasan – Tema – Desain/motif gerak – Dinamika iringan tari – Dinamika rangkaian motif gerak – Desain rias – Desain busana *.Ide/Gagasan dalam mengawali sebuah kreativitas harus jelas akar sumbernya sehingga ketika tema ditentukan akan dengan mudah ke arah mana desain gerak/motif gerak hingga menjadipola yang disusun menjadi sebuah bentuk yang memiliki keterkaitan dengan tema tadi.

*.Gerak tari harus menimbulkan kesan karakter tertentu agar kreativitas pemilihan iringan tari jelas menyusun dinamika dan suasana yang diinginkan karakternya. *.Respons iringan tari akan menegaskan suasana yang diinginkan dalam setiap bagian pola gerak. Keterbacaan suasana ini bergantung kepada penyusunan dinamika rangkaian motif gerak.

*.Keseluruhan unsur tadi harus didukung penegasan wujud visual dengan desain rias dan busana sebuah tari. 3. Keseimbangan Harus ada kesimbangan antara peran dan pemain, lagu dan gerak, waktu dan lama pertunjukan.

Sehingga pesan daritarian dapat tersampaikan dengan baik. Keseimbangan yang dimaksud adalah proporsional dalam mengolah dimensi ruang, waktu, tenaga yang ditentukan dengan jumlah dan ukuran. Proporsional dengan pemahaman bahwa bukan jumlah penari yang harus sama, tetapi kedudukannya seimbang dengan besarnya ruang atauarena pentas.

Begitu pula dengan desain pola lantai kedudukan penari, durasi waktu penyajian seimbang dengan tema tarian, tidak bertele-tele seperti mengungkapkan sesuatu yang terlalu berbelit-belit. Harus proporsional menggunakan tenaga karena jika semua gerakan menggunakan tenaga yang kuat, akan menguras keringat penari dan melelahkan penonton. 4. SENI THEATER A.Pengertian Teater Teater berasal dari bahasa Yunani, yaitu theatron yang asal katanya theomai yang berarti “takjub melihat atau memandang”.

Dalam perkembangannya, teatermemiliki beberapa pengertian sebagai berikut. 1. Teater diartikan sebagai gedung atau tempat pertunjukan (dikenal pada zamanPlato). 2. Teater diartikan sebagai publik atau auditorium (dikenal pada zamanHerodotus). 3. Teater diartikan pula sebagai pertunjukanatau karangan yang dipentaskan. Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah bisa diartikan dengan dua cara,yaitudalam arti sempit dan arti luas. 1. Dalam arti sempit, teater bisa diartikan sebagaidrama (kisah hidup atau kehidupan manusiabaik fiktif maupun nyata) yang diceritakandan dipentaskan di atas panggung/pentas,kemudian didiskusikan olehorang banyakyang mengacu pada panduan teks/naskah.

2. Dalam arti luas, teater adalah segalamacam pertunjukan atau tontonan yangdipertunjukkan di depan khalayak ramai.Misalnya, wayang orang, lenong, ketoprak,ludruk, arja, randai, reog, dan sebagainya.Jika dilihat dari de finisinya, teater diartikan sebagai sebuah pertunjukan.Selain itu, teater juga memiliki arti sebuah organisasi yang berupa wadah untukkumpulan orang-orang pecinta teater.

Secara umum istilah teater nusantara dapat diartikan sebagai berikut. 1. Seluruh pertunjukan yangberlangsung di sebuah tempat baik di luar maupundi dalam gedung dan disaksikan oleh orang banyak (penonton).

2. Arena pusat dari sebuah pertunjukan. 3. Panggung tempat pertunjukan. 4. Nama organisasi kelompok orang yang mencintai seni teater. B.Sejarah Teater Dalam sejarah dunia, teater muncul sekitar abad ke-6 SM dari bangsa Yunani kuno yang telah mempunyai seni pertunjukan yang disebut drama. Pertunjukandrama berasal dari upacara keagamaan dalam bentuk pemujaan kepada Dewa Anggur bernama Dionysus.

Teater pada zaman Yunani Kuno biasanyadipertunjukkan secara umum di sebuah tempat yang bernama theatron. Theatron merupakan bangunan khusus untuk pertunjukan drama, terbuka tanpa atap, dan dibangun dilereng-lereng bukit.Di Italia, seni teater berkembang sangat pesat dan mengalami masa kejayaan,baik dari segi panggung, penambahan dekorasi, maupun penambahan ornamenserta layar pada tempat pertunjukan sehingga melahirkan teater modern.

Berbeda dengan zaman Yunani, penonton teater di Italia terbatas pada kalangan tertentu,yaitu kalangan bangsawan. Teater di Indonesia Sementara itu di Indonesia, seni pertunjukan seperti teater sudah muncul sejaklama. Teater Indonesia atau teater Nusantara ini mencakup teater tradisional yangberasal dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, ketoprak dari Jawa,mak yong dari Riau, dan drama gong dari Bali.

Pada awalnya, teater tradisional ini dijadikan sebagai upacara keagamaan. Namun, seiring berkembangnya zaman,beberapa teater tradisional menjadi sebuah pertunjukan untuk tontonan saja. Selanjutnya, memasuki abad ke-20 teater nusantaramengalami perubahansehingga muncul teater modern. Teater modern ini merupakan teater yangdipengaruhi oleh teater tradisional dan teater barat.Dengan adanya pengaruh daribarat, bentuk pertunjukan teater modern jauh berbeda dengan teater tradisional.Perbedaan tersebut antara lain terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataanpanggung, dan penataan cahaya.

Munculnya teater modern pun memunculkan kelompok-kelompok teater modern antara lain Teater Populer, Teater Kecil, TeaterKoma, Bengkel Teater, Studiklub Teater Bandung, Teater Payung Hitam, dan TeaterGandrik. C. Unsur-unsur Teater Unsur-unsur dalam teater antara lain : 1. Naskah/SkenenarioNaskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog yang duicapkan. 2. SkenarioSkenario merupakan nsakah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya.

Tujuan dari naskah/skenario untuk sutradara agar penyajiannya lebih realistis. 3. Pemain/Pemeran/TokohPemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film/sinetron biasa disebut aktris/aktor .• Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah peran: a. Peran Utama Peran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah b. Peran PembantuPeran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian c.

Peran Tambahan/FiguranFiguran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana 4.Sutradara Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.

5. Properti Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan dramaatau film. Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain 6. Penataan Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain: a. Tata Rias Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan b.

Tata Busana Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian c. Tata Lampu Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung d. Tata Suara Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara 7. Penonton Penonton adalah undur dalam pementasan drama/teater/sandiwara ataufilm karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja. Penonton sebagai evaluator yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan.

Bentuk karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi senimannya bisa sebagaievaluator dari karyanya.Contoh seni teater D.

Jenis-jenis Teater Tradisional Indonesia 1.Ketoprak dari Yogyakarta 2.Ludruk dari Surabaya 3.Wayang Orang dari Jawa Tengah/Yogyakarta. 4.Lenong dan Topeng Blantik dari Betawi 5.Mamanda dan Wayang Gong dari Kalimantan Selatan 6.Mak Yong dan Mendu dari Riau 7.Masres dari Indramayu 8.Randai dari Sumatera Barat 9.Dulmulk dari Sumatera Selatan 10.Bangsawan dari Sumatera Utara 11.Anak Ari dari Nusa Tenggara 12.Arya Barong Kecak dari Bali ••Ciri-ciri Teater Tradisional Indonesia 1.Pementasan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah), 2.Pementasan sederhana, 3.Ceritanya turun temu
• Acèh • العربية • Azərbaycanca • تۆرکجه • Basa Bali • Български • Banjar • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Nordfriisk • Bahasa Hulontalo • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Ilokano • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • Basa Banyumasan • Minangkabau • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Soomaaliga • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • ไทย • Tagalog • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Daftar • Indonesia (resmi) Jawa (dominan) — Jawa Banyumasan — Jawa Mataraman — Jawa Semarang — Jawa Surakarta — Jawa Tegal — Dialek Pemalang — Jawa Kuno Sunda — Sunda Brebes — Sunda Cilacap — Sunda Banyumas Peranakan Arab Hakka Tiochiu Tionghoa Bahasa Isyarat Indonesia • IPM 72,16 ( 2021) Tinggi [2] Zona waktu UTC+07:00 ( WIB) Kode pos Daftar • 024 - Semarang, Ungaran, Demak (Mranggen, Sayung) • 0271 - Surakarta (Solo), Kartasura, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, sebagian Boyolali • 0272 - Klaten • 0273 - Wonogiri, Purwantoro, Pracimantoro • 0274 - Prambanan, Klaten (wilayah yang berbatasan dengan Yogyakarta) • 0275 - Purworejo, Kutoarjo • 0276 - Boyolali • 0280 - Majenang, Sidareja (Kabupaten Cilacap bagian barat) • 0281 - Purwokerto, Banyumas, Sumpiuh, Purbalingga • 0282 - Cilacap (bagian timur), Kebasen (wilayah yang berbatasan dengan Cilacap) • 0283 - Tegal, Slawi, Brebes (kecuali Bumiayu) • 0284 - Pemalang, Tegal (bagian timur) • 0285 - Pekalongan, Batang (bagian barat), Comal • 0286 - Banjarnegara, Wonosobo • 0287 - Kebumen, Karanganyar, Gombong, Tambak (wilayah yang berbatasan dengan Kebumen) • 0289 - Bumiayu, Tonjong, Paguyangan, Bantarkawung, Salem (Kabupaten Brebes bagian selatan) • 0291 - Demak (kecuali Mranggen, Sayung), Jepara, Kudus • 0292 - Grobogan, Purwodadi • 0293 - Magelang, Mungkid, Temanggung • 0294 - Kendal, Kaliwungu, Weleri, Batang (bagian timur) • 0295 - Pati, Rembang, Lasem • 0296 - Blora, Cepu • 0297 - Karimunjawa • 0298 - Salatiga, Ambarawa (Kabupaten Semarang bagian tengah dan selatan) • 0299 - Nusakambangan • 0356 - Rembang bagian Timur (wilayah yang berbatasan dengan Tuban) Kode ISO 3166 ID-JT Pelat kendaraan Daftar • G (eks- Keresidenan Pekalongan) • H (eks- Keresidenan Semarang) • K (eks- Keresidenan Pati) • R (eks- Keresidenan Banyumas) • AA (eks- Keresidenan Kedu) • AD (eks- Keresidenan Surakarta) Kode Kemendagri 33 DAU Rp 3.830.691.947.000,- ( 2020) [3] Slogan pariwisata Jateng Gayeng [4] Lagu daerah Peta Administrasi Provinsi Jawa Tengah Jawa Tengah (disingkat Jateng, bahasa Jawa: ꦗꦮꦶꦩꦣꦾ, translit.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Jawi Madya) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Ibu kotanya adalah Semarang. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.

Luas wilayahnya 32.800,69 km², atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.

Penduduk Jawa Tengah berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2021 berjumlah 36.516.035 jiwa dengan kepadatan 1.113,00 jiwa/km². [1] Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jawa Tengah bagian tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat, sebagian masyarakat Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap merupakan masyarakat Sunda. Selain itu ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia sebagai pendatang yang tersebar di seluruh provinsi ini.

Sejak tahun 2008, provinsi Jawa Tengah memiliki hubungan kembar dengan provinsi Fujian di Tiongkok. Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Geografi • 2.1 Relief • 2.2 Hidrologi • 2.3 Gunung berapi • 2.4 Keadaan tanah • 2.5 Iklim • 3 Pemerintahan • 3.1 Daftar kabupaten dan kota • 3.2 Daftar gubernur • 3.3 Pengganti sementara Gubernur • 3.3.1 Catatan • 3.4 Perwakilan • 4 Demografi • 4.1 Penduduk • 4.2 Suku bangsa • 4.3 Bahasa • 4.3.1 Pendidikan Bahasa Daerah • 4.4 Agama • 5 Perekonomian • 6 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menurut IPM • 7 Komunikasi dan Media Massa • 8 Pendidikan Tinggi • 9 Penghargaan • 10 Pariwisata • 11 Perayaan • 11.1 Perayaan tradisional • 11.2 Perayaan modern • 12 Transportasi • 13 Tokoh • 13.1 Pahlawan Nasional • 13.2 Artis • 13.3 Atlet • 14 Referensi • 15 Lihat pula • 16 Pranala luar Sejarah Kantor gubernur di Semarang di masa kolonial Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda.

Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah ( gewesten), yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan ( vorstenland) yang berdiri lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta.

Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro. Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk dewan daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente ( kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang. Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi ( Provinciale Raad).

Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan ( residentie), yang meliputi beberapa kabupaten ( regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan ( district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu. Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan.

Pada tahun 1950 melalui undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kota madya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kota madya. Penetapan undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950. Geografi Relief Menurut tingkat kemiringan lahan di Jawa Tengah, 38% lahan memiliki kemiringan 0–2%, 31% lahan memiliki kemiringan 2–15%, 19% lahan memiliki kemiringan 15–40%, dan sisanya 12% lahan memiliki kemiringan lebih dari 40%.

Kawasan pantai utara Jawa Tengah memiliki dataran rendah yang sempit. Di kawasan Brebes selebar 40 km dari pantai, dan di Semarang hanya selebar 4 km. Dataran ini bersambung dengan depresi Semarang-Rembang di timur. Gunung Muria pada akhir Zaman Es (sekitar 10.000 tahun SM) merupakan pulau terpisah dari Jawa, yang akhirnya menyatu karena terjadi endapan aluvial dari sungai-sungai yang mengalir. Kota Demak semasa Kesultanan Demak (abad ke-16 Masehi) berada di tepi laut dan menjadi tempat berlabuhnya kapal.

Proses sedimentasi ini sampai sekarang masih berlangsung di pantai Semarang. Di selatan kawasan tersebut terdapat Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng, yakni pegunungan kapur yang membentang dari sebelah timur Semarang mulai dari ujung Barat Daya Kota Pati kemudian ke timur hingga perbatasan Lamongan dan Bojonegoro (Jawa Timur). Rangkaian utama pegunungan di Jawa Tengah adalah Pegunungan Serayu Utara dan Serayu Selatan.

Rangkaian Pegunungan Serayu Utara membentuk rantai pegunungan yang menghubungkan rangkaian Bogor di Jawa Barat dengan Pegunungan Kendeng di timur.

Lebar rangkaian pegunungan ini sekitar 30–50 km; di ujung baratnya terdapat Gunung Slamet dan bagian timur merupakan Dataran Tinggi Dieng dengan puncak-puncaknya Gunung Prahu dan Gunung Ungaran.

Antara rangkaian Pegunungan Serayu Utara dan Pegunungan Serayu Selatan dipisahkan oleh Depresi Serayu yang membentang dari Majenang (Kabupaten Cilacap), Purwokerto, hingga Wonosobo. Sebelah timur depresi ini terdapat gunung berapi Sindoro dan Sumbing, dan sebelah timurnya lagi (kawasan Magelang dan Temanggung ) merupakan lanjutan depresi yang membatasi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah Serayu Selatan merupakan bagian dari Cekungan Jawa Tengah Selatan yang terletak di bagian selatan provinsi Jawa Tengah. Mandala ini merupakan geoantiklin yang membentang dari barat ke timur sepanjang 100 kilometer dan terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh lembah Jatilawang yaitu bagian barat dan timur.

Bagian barat dibentuk oleh Gunung Kabanaran (360 m) dan bisa dideskripsikan mempunyai elevasi yang sama dengan Zona Depresi Bandung di Jawa Barat ataupun sebagai elemen struktural baru di Jawa Tengah. Bagian ini dipisahkan dari Zona Bogor oleh Depresi Majenang.

Bagian timur dibangun oleh antiklin Ajibarang (narrow anticline) yang dipotong oleh aliran Sungai Serayu. Pada timur Banyumas, antiklin tersebut berkembang menjadi antiklinorium dengan lebar mencapai 30 km pada daerah Lukulo (selatan Banjarnegara-Midangan 1043 m) atau sering disebut tinggian Kebumen (Kebumen High).

Pada bagian paling ujung timur Mandala Pegunungan Serayu Selatan dibentuk oleh kubah Pegunungan Kulonprogo (1022 m), yang terletak di antara Purworejo dan Sungai Progo.

Kawasan pantai selatan Jawa Tengah juga memiliki dataran rendah yang sempit, dengan lebar 10–25 km. Selain itu terdapat Kawasan Karst Gombong Selatan. Perbukitan yang landai membentang sejajar dengan pantai, dari Yogyakarta hingga Cilacap. Sebelah timur Yogyakarta merupakan daerah pegunungan kapur yang membentang hingga pantai selatan Jawa Timur. Hidrologi Sungai-sungai yang bermuara di Laut Jawa di antaranya adalah Bengawan Silugonggo, Kali Pemali, Kali Comal, dan Kali Bodri.

Sedangkan, sungai-sungai yang bermuara di Samudra Hindia di antaranya adalah Kali Serayu, Sungai Bogowonto, Sungai Luk Ulo dan Kali Progo. Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa (572 km); memiliki mata air di Pegunungan Sewu ( Kabupaten Wonogiri), sungai ini mengalir ke utara, melintasi Kota Surakarta, dan akhirnya menuju ke Jawa Timur dan bermuara di daerah Gresik (dekat Surabaya). Di antara waduk-waduk (Danau) yang utama di Jawa Tengah adalah Danau Gunung Rowo ( Kabupaten Pati ), Waduk Gajahmungkur (Kabupaten Wonogiri), Waduk Kedungombo (Kabupaten Boyolali, Grobogan dan Sragen), Danau Rawa Pening (Kabupaten Semarang), Waduk Cacaban (Kabupaten Tegal),Waduk Penjalin dan Waduk Malahayu (Kabupaten Brebes), Waduk Wadaslintang (perbatasan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo), Waduk Gembong ( Kabupaten pati ), Waduk Sempor (Kabupaten Kebumen)dan Waduk Mrica (Kabupaten Banjarnegara).

Gunung berapi Terdapat 5 gunung berapi yang aktif di Jawa Tengah, yaitu: Gunung Merapi ( di Magelang - Boyolali - Klaten ), Gunung Slamet (di Pemalang - Purbalingga - Banyumas - Tegal - Brebes), Gunung Sindoro (di Temanggung - Wonosobo), Gunung Sumbing ( di Temanggung - Wonosobo - Magelang), dan Gunung Prahu (di Batang - Kendal - Temanggung - Wonosobo). Keadaan tanah Menurut Lembaga Penelitian Tanah Bogor tahun 1969, jenis tanah wilayah Jawa Tengah didominasi oleh tanah latosol, aluvial, dan grumusol; sehingga hamparan tanah di provinsi ini termasuk tanah yang mempunyai tingkat kesuburan yang relatif subur.

Iklim Jawa Tengah memiliki iklim tropis, dengan curah hujan tahunan rata-rata 2.000 meter, dan suhu rata-rata 21-32 oC. Daerah dengan curah hujan tinggi terutama terdapat di Nusakambangan bagian barat, dan sepanjang Pegunungan Serayu Utara. Daerah dengan curah hujan rendah dan sering terjadi kekeringan di musim kemarau berada di daerah Blora dan sekitarnya serta di bagian selatan Kabupaten Wonogiri. Pemerintahan Secara administratif, Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota.

Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/ kelurahan. Sebelum tahun 2001, Pemerintahan Daerah Jawa Tengah juga terdiri atas 3 kota administratif, yaitu Kota Purwokerto, Kota Cilacap, dan Kota Klaten. Namun sejak diberlakukannya otonomi daerah, kota-kota administratif tersebut dihapus dan menjadi bagian dalam wilayah kabupaten. Menyusul otonomi daerah, 3 kabupaten memindahkan pusat pemerintahan ke wilayahnya sendiri, yaitu Kabupaten Magelang (dari Kota Magelang ke Mungkid), Kabupaten Tegal (dari Kota Tegal ke Slawi), serta Kabupaten Pekalongan (dari Kota Pekalongan ke Kajen).

Daftar lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah dan kota Artikel utama: Daftar Gubernur Jawa Tengah Berikut merupakan daftar Gubernur Jawa Tengah: [6] [7] [8] No. Gubernur (lahir–wafat) Potret Mulai menjabat Akhir menjabat Partai Wakil Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah Periode Ref. 1 Suroso (1893–1976) 18 Agustus 1945 12 Oktober 1945 Non Partai N/A 1 2 Wongsonegoro (1897–1978) 13 Oktober 1945 4 Agustus 1949 Partai Indonesia Raya N/A 2 3 Boedijono 4 Agustus 1949 8 Juli 1954 Non Partai N/A 3 [9] 4 Mangoennegoro 8 Juli 1954 29 November 1958 Non Partai N/A 4 5 Soekardji Mangoenkoesoemo 29 November 1958 15 Januari 1960 Non Partai N/A 5 6 Hadisoebeno Sosrowerdojo (1912–1971) 15 Januari 1960 1961 Partai Nasional Indonesia N/A 6 7 Mochtar (1909–1985) 1961 5 Mei 1966 Partai Nasional Indonesia N/A 7 8 Moenadi (1923–2013) 5 Mei 1966 28 Desember 1974 Militer N/A 8 9 Supardjo Rustam (1926–1993) 28 Desember 1974 1979 Militer N/A 9 (1974) 1979 5 Juni 1983 [a] Golongan Karya N/A 10 (1979) 10 Muhammad Ismail (1927–2008) 5 Juni 1983 1988 Golongan Karya Soeparto Tjitrodihardjo 11 (1983) 1988 1993 12 (1988) Sunartejo (1990–1994) 11 Suwardi Prawiranegara (1938–2015) 1993 24 Agustus 1998 Golongan Karya 13 (1993) Soesmono Martosiswojo (1994–1998) 12 Mardiyanto ( l.

1947) 24 Agustus 1998 24 Agustus 2003 Militer 14 (1998) 1998–2003: • Achmad • Djoko Sudantoko • Mulyadi Widodo 24 Agustus 2003 29 Agustus 2007 Non Partai Ali Mufiz 15 ( 2003) [ket. 1] [10] 13 Ali Mufiz ( l. 1944) 28 September 2007 23 Agustus 2008 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Lowong [11] [12] 14 Bibit Waluyo ( l.

1949) 23 Agustus 2008 23 Agustus 2013 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rustriningsih 16 ( 2008) [13] [14] 15 Ganjar Pranowo ( l. 1968) 23 Agustus 2013 23 Agustus 2018 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Heru Sudjatmoko 17 ( 2013) [15] [16] 5 September 2018 Petahana Taj Yasin Maimoen 18 ( 2018) [17] [18] Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pengganti sementara Gubernur Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil gubernur, termasuk ketika posisi gubernur berada dalam masa transisi.

Berikut merupakan daftar pengganti sementara untuk jabatan Gubernur Jawa Tengah. Potret Pejabat Masa jabatan Gubernur definitif Periode Keterangan Ali Mufiz (Pelaksana Tugas) 29 Agustus 2007 28 September 2007 Mardiyanto 15 (2003) Heru Sudjatmoko (Pelaksana Tugas) 15 Februari 2018 24 Juni 2018 Ganjar Pranowo 17 (2013) [ket. 2] Syarifuddin (Penjabat) 23 Agustus 2018 5 September 2018 Transisi – [20] Catatan • ^ Mardiyanto sebelumnya merupakan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) hingga 2004.

Pada 28 Agustus 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia menggantikan Mohammad Ma'ruf secara definitif. • ^ Heru Sudjatmoko menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur selama gubernur definitif, Ganjar Pranowo berpartisipasi dalam pemilihan umum Gubernur Jawa Tengah 2018. [19] Keterangan Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah DPRD Jawa Tengah beranggotakan 120 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.

Pimpinan DPRD Jawa Tengah terdiri dari 1 Ketua dan 5 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Jawa Tengah yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 3 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, Sri Sutatiek, di Aula Lantai IV Gedung Berlian, Semarang.

Komposisi anggota DPRD Jawa Tengah periode 2019-2024 terdiri dari 9 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 42 kursi.

[21] [22] [23] Tugas utama DPRD Jawa Tengah adalah menjadi mitrakerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang meliputi pengawasan, penetapan anggaran belanja, dan penetapan peraturan-peraturan daerah.

[24] [25] [26] [27] [28] Jawa Tengah memiliki 77 wakil dari sepuluh daerah pemilihan ke DPR RI dan empat wakil ke DPD. [29] DPRD Jawa Tengah hasil Pemilihan Umum Legislatif 2019 tersusun dari sembilan partai, dengan perincian sebagai berikut: Partai Kursi % PDI-P 42 35,06% PKB 20 16,66% Gerindra 13 10,83% Golkar 13 10,83% PKS 10 8,33% PPP 9 7,50% PAN 6 5,00% Demokrat 5 4,16% NasDem 3 2,50% Total 120 100,0 Demografi Citra Jawa Tengah pada malam hari dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Penduduk Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik provinsi Jawa Tengah tahun 2021 adalah 36.516.035 jiwa. Tiga kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (1.978.759 jiwa), Kabupaten Cilacap (1.944.857 jiwa), dan Kabupaten Banyumas lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah jiwa).

Sementara tiga kota dengan jumlah penduudk paling banyak ialah Kota Semarang (1.653.524 jiwa), Kota Surakarta (522.364 jiwa) dan Kota Pekalongan (307.150 jiwa). [1] Sebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di pusat-pusat kota, baik kabupaten ataupun kota.

Kawasan permukiman yang cukup padat berada di daerah Semarang Raya (termasuk Ungaran dan sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kendal), daerah Salatiga Raya ( termasuk wilayah Ambarawa, Bringin, Kopeng, Tengaran dan Suruh), Solo Raya (termasuk sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali), serta Tegal-Brebes-Slawi. Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,67% per tahun.

Pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Kabupaten Demak (1,45% per tahun), sedang yang terendah adalah Kota Pekalongan (0,09% per tahun). Dari jumlah penduduk ini, 47% di antaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencaharian paling banyak adalah di sektor pertanian (42,34%), diikuti dengan perdagangan (20,91%), industri (15,71%), dan jasa (10,98%). Suku bangsa Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini.

Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya, mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa, dan banyak di antara mereka yang menggunakan bahasa Jawa dengan logat yang kental sehari-harinya. Pengaruh kental bisa kita rasakan saat berada di kota Semarang serta kota Lasem yang berada di ujung timur laut Jawa Tengah, bahkan Lasem dijuluki Le Petit Chinois atau Kota Tiongkok Kecil. Di daerah perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Barat juga terdapat banyak orang beretnis Sunda.

Mereka mendiami wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, Kabupaten Cilacap bagian barat dan utara serta sebagian kecil wilayah Kabupaten Banyumas tepatnya di Dusun Cijurig, Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir. Jawa Tengah bagian barat dahulu dalam sejarahnya termasuk kedalam wilayah Kerajaan Sunda Galuh menyebabkan banyak unsur budaya Sunda yang tersisa didalamnya, termasuk dalam penamaan daerah, bahasa, dan adat istiadat lainnya.

Di pedalaman Blora (perbatasan dengan provinsi Jawa Timur) terdapat komunitas Samin yang terisolasi, masyarakat ini adalah keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur sikep, di mana mereka mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan.

Selain itu, di beberapa kota-kota besar di Jawa Tengah ditemukan pula komunitas Arab-Indonesia. Mirip dengan komunitas Tionghoa, mereka biasanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

Berdasarkan data dari Sensus Penduduk Indonesia 2010, berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di provinsi Jawa Tengah: [30] No Suku Jumlah 2010 % 1 Jawa* 31.560.859 97,73% 2 Sunda 451.271 1,40% 3 Tionghoa 139.878 0,43% 4 Batak 24.357 0,07% 5 Madura 12.920 0,04% 6 Lampung 11.677 0,03% 7 Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah 9.519 0,03% 8 Melayu 9.044 0,03% 9 Minangkabau 8.595 0,03% 10 Warga Asing 14.920 0,04% 11 Suku Lainnya 52.132 0,16% Provinsi Jawa Tengah 32.295.172 100% Catatan:* Dalam Sensus Penduduk Indonesia 2010, suku Jawa sudah termasuk Suku Osing, Bawean, Tengger, dan Samin.

Bahasa Bahasa resmi instansi pemerintahan di Jawa Tengah adalah bahasa Indonesia. Hingga 2019, Badan Bahasa mencatat ada 2 bahasa daerah di Jawa Tengah. [31] Kedua bahasa tersebut adalah Jawa dan Sunda. [32] Sebagian besar masyarakat menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa dialek Solo-Jogja atau Mataram dianggap sebagai bahasa Jawa yang lazim dijumpai di sebagian besar wilayah Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah Tengah bagian timur.

[33] Di samping itu, terdapat sejumlah dialek bahasa Jawa, namun secara umum terdiri dari dua, yakni kulonan dan timuran. Kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah, terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal; dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan bahasa Jawa Standar.

Sedang Timuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah, di antaranya terdiri atas Dialek Mataram (Solo-Jogja), Dialek Semarang, dan Dialek Blora. Di antara perbatasan kedua dialek tersebut, dituturkan bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek; daerah tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu. Dialek Mataram memiliki keunikan tersendiri. Dialek ini menerapkan dialek ragam Bahasa Jawakrama inggil (tingkat paling atas dalam Bahasa Jawa). Hal tersebut dipengaruhi dari adanya kerajaan Mataram dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Solo) yang menyebabkan dialek disana sangat sopan.

Wilayah karesidenan dari dua kerajaan tersebut juga terpengaruh lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah kata dan dialeknya untuk wajib menggunakan krama. [34] Etnografi masyarakat karesidenen wilayah kerajaan memiliki konsep lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah marang Rama (Patuh atau tunduk kepada bapak, dalam hal ini Raja secara spesifik).

Lambang bapak sebagai raja juga memengaruhi adat masyarakat patrilineal. Kehidupan kerajaan yang luhur diadaptasikan oleh masyarakat dalam bergaul dan berbahasa atau bertutur. [35] [36] Di wilayah-wilayah berpopulasi Sunda, yaitu di kabupaten Brebes bagian selatan, dan kabupaten Cilacap bagian utara dan barat sekitar kecamatan Dayeuhluhur, orang Sunda masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.

[37] Kelahiran dialek ini dipengaruhi salah satunya jalur perdagangan. [38] Perdagangan secara morfologi menghadirkan komunikasi dua arah antara pedagang dengan pembeli. [39] Selain perdagangan, antara pedagang dan pembeli ini melakukan transfer bahasa. Hal tersebut yang kemudian di antara keduanya saling memahami istilah-istilah bahasa baru yang digunakan.

Pemahaman tersebut menciptakan asimilasi bahasa antara Jawa dan Sunda yang dapat membentuk aksen baru. Selain jalur perdagangan, jalur penyebaran agama Islam juga menjadi pendukung persebaran dialek Jawa campuran Sunda di wilayah Jawa Tengah bagian barat-utara. [40] Sedangkan dialek Sunda-Jawa di Jawa Tengah bagian barat-selatan dipengaruhi oleh kearifan lokal dan pertukaran adaptasi masyarakat nelayan di wilayah pesisir selatan pantai selatan Jawa.

[41] Berbagai macam dialek Bahasa Jawa yang terdapat di Jawa Tengah: • dialek Pekalongan ( Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang) • dialek Kedu ( Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang dan sebagian Kabupaten Kebumen) • dialek Bagelen ( Kabupaten Purworejo dan sebagian Kabupaten Kebumen) • dialek Semarangan ( Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak) • dialek Pantura Timur atau dialek Muriaan ( Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kudus) • dialek Blora ( Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora) • dialek Mataraman atau Surakarta ( Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta) • dialek Banyumasan ( Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap) • dialek Tegal atau dialek Ngapak ( Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang) Berbagai macam dialek Bahasa Sunda yang terdapat di Jawa Tengah: • Bahasa Sunda dialek Timur-Laut, yang digunakan di wilayah Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon di provinsi Jawa Barat juga digunakan pada wilayah Kabupaten Brebes bagian Barat dan Selatan yang merupakan wilayah provinsi Jawa Tengah.

• Bahasa Sunda dialek Tenggara, yang digunakan di wilayah Kabupaten Ciamis sekitar Kota Ciamis, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar di provinsi Jawa Barat juga digunakan pada wilayah Kabupaten Cilacap bagian Utara dan Barat serta Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir di Kabupaten Banyumas yang merupakan wilayah provinsi Jawa Tengah. Pendidikan Bahasa Daerah Artikel utama: Pendidikan Bahasa Daerah di Jawa Tengah Secara umum pendidikan yang ada di Jawa Tengah terutama pendidikan bahasa daerah mengajarkan Pendidikan Bahasa Daerah Bahasa Jawa (Bahasa Jawa Baku dialek Surakarta-Yogyakarta) untuk seluruh Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Tengah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sesuai dengan SK Gubernur Nomor 895.5/01/2005, namun beberapa tahun terakhir terutama periode 2000-an, beberapa kabupaten/kota terutama di wilayah barat menginginkan untuk mengajarkan bahasa Jawa dengan dialek mereka sendiri, misalnya bahasa Jawa dialek Brebes-Tegal.

Hal tersebut dilakukan karena menurut mereka bahasa Jawa Baku (dialek Surakarta-Yogyakarta) tidak mereka gunakan dalam kehidupan lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah terlebih tujuan dari pengajaran bahasa daerah adalah untuk mengembangkan sekaligus melindungi bahasa daerah berikut dialeknya dari kepunahan.

Agama Persentasi penduduk menurut agama yang dianut di provinsi Jawa Tengah, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021, yakni; [1] 0.03% Sebagian besar penduduk Jawa Tengah beragama Islam yang umumnya dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu kaum Santri dan Abangan.

Kaum santri mengamalkan ajaran agama sesuai dengan syariat Islam, sedangkan kaum abangan walaupun menganut Islam namun dalam praktiknya masih terpengaruh Kejawen yang kuat. Agama lain yang dianut adalah Kristen ( Protestan dan Katolik), Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan aliran kepercayaan.

Provinsi Jawa Tengah merupakan pusat penyebaran Kristen dan Katolik di Pulau Jawa. Seperti di kota Semarang, Magelang, Surakarta dan Salatiga yang memiliki populasi umat Kristen sekitar 15% hingga 25%. [42] Perekonomian City branding Provinsi Jawa Tengah, "Jateng Gayeng", diluncurkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo tanggal 24 Agustus 2015. Penggunaan huruf kursif dan warna dominan merah memiliki karakter "(ber)semangat, berani, tangguh, jujur, ramah, menggembirakan, harmonis, dan hangat." [4] Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa Tengah, di mana mata pencaharian di bidang ini digeluti hampir separuh dari angkatan kerja terserap.

Kawasan hutan meliputi 20% wilayah provinsi, terutama di bagian utara dan selatan. Daerah Rembang, Blora, Grobogan merupakan penghasil kayu jati. Jawa Tengah juga terdapat sejumlah industri besar dan menengah. Daerah Semarang-Ungaran-Demak-Kudus merupakan kawasan industri utama di Jawa Tengah. Kudus dikenal sebagai pusat industri rokok.

Di Cilacap terdapat industri semen. Solo, Pekalongan, Juwana, dan Lasem dikenal sebagai kota Batik yang kental dengan nuansa klasik. Blok Cepu di pinggiran Kabupaten Blora (perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah) terdapat cadangan minyak bumi yang cukup signifikan, dan kawasan ini sejak zaman Hindia Belanda telah lama dikenal sebagai daerah tambang minyak.

Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menurut IPM Berikut ini sejumlah data tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Indeks Pembangunan Manusia menjadi kualitas hidup masing masing daerah. Kabupaten/Kota 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Jawa Tengah 66.08 66.64 67.21 68.02 68.78 69.49 69.98 Cilacap 64.18 64.73 65.72 66.80 67.25 67.77 68.60 Banyumas 66.87 67.45 68.06 68.55 69.25 69.89 70.49 Purbalingga 63.61 64.33 64.94 65.53 66.23 67.03 67.50 Banjarnegara 60.70 61.58 62.29 62.84 63.15 64.73 65.52 Kebumen 63.08 64.05 64.47 64.86 65.67 66.87 67.41 Purworejo 68.16 69.11 69.4 69.77 70.12 70.37 70.66 Wonosobo 62.50 63.07 64.18 64.57 65.2 65.70 66.19 Magelang 63.28 64.16 64.75 65.86 66.35 67.13 67.85 Boyolali 68.76 69.14 69.51 69.81 70.34 71.74 72.18 Klaten 70.76 71.16 71.71 72.42 73.19 73.81 73.97 Sukoharjo 71.53 72.34 72.81 73.22 73.76 74.53 75.06 Wonogiri 63.90 64.75 65.75 66.40 66.77 67.76 68.23 Karanganyar 70.31 71.00 72.26 73.33 73.89 74.26 74.9 Sragen 67.67 68.12 68.91 69.95 70.52 71.1 71.43 Grobogan 64.56 65.41 66.39 67.43 67.77 68.05 68.52 Blora 63.02 63.88 64.70 65.37 65.84 66.22 66.61 Rembang 64.53 65.36 66.03 66.84 67.40 68.18 68.6 Pati 65.13 65.71 66.13 66.47 66.99 68.51 69.03 Kudus 69.22 69.89 70.57 71.58 72.00 72.72 72.94 Jepara 66.76 67.63 68.45 69.11 69.61 70.02 70.25 Demak 66.02 66.84 67.55 68.38 68.95 69.75 70.10 Semarang 69.58 70.35 70.88 71.29 71.65 71.89 72.4 Temanggung 63.08 64.14 64.91 65.52 65.97 67.07 67.6 Kendal 66.23 66.96 67.55 67.98 68.46 69.57 70.11 Batang 61.64 62.59 63.09 63.60 64.07 65.46 66.38 Pekalongan 63.75 64.72 65.33 66.26 66.98 67.40 67.71 Pemalang 58.64 59.66 60.78 61.81 62.35 63.70 64.17 Tegal 61.14 61.97 62.67 63.50 64.10 65.04 65.84 Brebes 59.49 60.51 60.92 61.87 62.55 63.18 63.98 Kota Magelang 73.99 74.47 75.00 75.29 75.79 76.36 77.16 Kota Surakarta 77.45 78.00 78.44 78.89 79.34 80.14 80.76 Kota Salatiga 78.35 78.76 79.10 79.37 79.98 80.96 81.14 Kota Semarang 76.96 77.53 78.04 78.68 79.24 80.23 81.19 Kota Pekalongan 68.95 69.54 69.95 70.82 71.53 72.69 73.32 Kota Tegal 69.33 70.03 70.68 71.44 72.20 72.96 73.55 Komunikasi dan Media Massa Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Tegal merupakan kota-kota yang memiliki stasiun relay televisi swasta nasional.

Beberapa stasiun televisi lokal di Jawa Tengah adalah Metro Tv Jawa Tengah, Kompas TV Jawa Tengah, iNews Semarang, Semarang TV, TVKU (di Semarang), Simpang5 TV, Cahaya TV, RTV Pati, Kartika TV (di Pati), TATV, Solo TV (di Surakarta), MTA TV (di Surakarta), Salatiga TV (di Salatiga), Tegal TV (di Tegal), Ratih TV (di Kebumen), Batik TV (di Pekalongan), Magelang TV, iNews Magelang (di Magelang), dan BMS TV (di Banyumas).

Suara Merdeka, harian yang terbit dari Semarang, adalah surat kabar dengan sirkulasi tertinggi di Jawa Tengah [ butuh rujukan]; harian ini juga memiliki edisi lokal Suara Pantura dan Suara Solo.

Di samping itu, terdapat koran jaringan Jawa Pos Group, baik yang terbit bersama induknya Jawa Pos ( Radar Solo, Radar Jogja, Radar Semarang, dan Radar Kudus) maupun yang terbit sendiri ( Meteor, Solo Pos, Radar Tegal, Radar Banyumas, Joglosemar).

Selain itu, terdapat juga jaringan baru surat kabar, yaitu Radar Pos di kota Salatiga dan beberapa biro di kota Semarang dan kota Solo, Pati Expres di Kota Pati, di samping dahulu terdapat Salatiga Pos, Solopos Salatiga Raya, Gerbang Metro Salatiga (Suara Merdeka), dan Hati Beriman Majalah milik Pemkot Salatiga. [43] [44] Pendidikan Tinggi Jawa Tengah memiliki sejumlah perguruan tinggi terkemuka, terutama di kota Semarang, kabupaten kendal dan Surakarta.

Perguruan tinggi negeri meliputi: Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (Poltekkes) dan Universitas Islam Negeri UIN Walisongo di Semarang; Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kabupaten Kendal; Universitas Sebelas Maret (UNS), Insitut Agana Islam Surakarta (IAIN), Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta (Poltekkes) Institut Agama Islam Negeri (Stain) Salatiga, dan Institut Seni Indonesia di Surakarta, serta Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Universitas Tidar (Untidar) di Magelang Sedangkan universitas swasta di Jawa Tengah antara lain Universitas Semarang (USM) yang didirikan oleh Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (Undip), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Stikubank Semarang (Unisbank), Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (UNTAG), Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS), Universitas Kristen Satya Wacana ( UKSW) di Salatiga, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Unika Soegijapranata di Semarang, STIE Bank BPD Jateng, Universitas Muhammadiyah Surakarta di Sukoharjo, Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET BANTARA) Sukoharjo, Politeknik Bhakti Mulia di Sukoharjo, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Universitas Muhammadiyah Kudus ( UMKU ), Universitas Pekalongan UNIKAL, Universitas Setia Budi (USB), Universitas Surakarta (UNSA), Universitas Batik (Uniba), Politeknik Indonusa Surakarta, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ Wonosobo), Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Duta Bangsa (STMIK Dubang), Institut Agama Islam Negeri IAIN Pekalongan, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer Widya Pratama Pekalongan STMIK Widya Pratama Pekalongan, Universitas Panca Sakti di Tegal, Universitas Muhadi Setiabudi di Brebes, Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Abadi Karya Indonesia (STIMIK AKI) di Pati, STIE YPPI Rembang, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdathul Ulama (STAINU) Kebumen, serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STAINU) Putra Bangsa di Kebumen.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Selain itu juga terdapat Akademi Militer (Akmil) dan SMA Taruna Nusantara di Magelang serta Akademi Kepolisian di Semarang. LPLP Tutuko adalah lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta). Penghargaan • Penghargaan SAKIP Award Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Award 2019.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahyo Kumolo kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Hotel Tentrem Yogyakarta pada Senin, (24/2/2020). SAKIP Award adalah penghargaan yang diberikan kepada provinsi yang efisien dalam penggunaan anggaran negara.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Dengan adanya SAKIP, penggunaan anggaran akan lebih terencana, terukur, serta akuntabel. • Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2020 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah komitmen dan peran pemerintah daerah dalam pembangunan sektor perempuan dan anakkhususnya melalui strategi pengarusutamaan gender. Jateng menjadi yang terbaik karena mendapatkan penghargaan kategori Mentor, penghargaan tertinggi dalam kategori Anugerah Parahita Ekapraya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan selamat pada semua pihak yang telah bekerja keras dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di Jateng. Dia menegaskan pengarusutamaan gender memang menjadi fokus utama dalam pemerintahanya. "Karena selain kodrat, tidak ada satu hal pun yang pantas untuk diperbedakan. Gender bukan penghalang meraih kesuksesan," kata Ganjar. • Penghargaan Anugerah Meritokrasi Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan anugerah meritokrasi tahun 2021 dari komisi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam penghargaan tersebut, Jawa Tengah mendapatkan predikat sangat baik. Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan anugerah Meritokrasi tahun 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima langsung penghargaan anugerah Meritokrasi 2021 di The Westin Grand Ballroom, Surabaya pada Selasa 7 November lalu. • Provinsi Terinovatif se-Indonesia Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan kategori Provinsi Terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2020.

Penilaian dan penghargaan inovasi daerah tersebut diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Penghargaan diberikan Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diwakili Plh Sekretaris Daerah Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, pada malam puncak IGA, di The Sultan Hotel and Residence, Jumat (18/12/2020), dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Selain itu, dua daerah di Jawa Tengah juga mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif, yakni Wonogiri dan Temanggung. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan, IGA merupakan kegiatan tahunan sebagai bentuk penilaian dan apresiasi pemerintah pusat terhadap semangat dan keberhasilan pemerintah daerah, dalam penyelengaraan pemerintahan daerah dengan cara-cara inovatif.

Selain menerima penghargaan, pemerintah daerah terinovatif juga mendapatkan dana insentif daerah. “Pemerintah daerah harus melakukan inovasi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerahnya. Kemudian, pemerintah pusat akan melakukan penilaian dan pemberian penghargaan terhadap inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah,” papar Tito.

Ditambahkan, melalui penilaian dan penghargaan IGA, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi pemerintah daerah, untuk terus melakukan inovasi daerah. Khususnya, di bidang peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan di daerah. “Dengan demikian, publik semakin dilayani dengan tepat dan efisien oleh pemda. Dalam masa otda (otonomi daerah), sudah sewajarnya bahwa inovasi merupakan kata kunci penting bagi pemda,” kata Mendagri.

Lebih lanjut, Tito berpesan agar dalam menggelar pemerintahan, pemda selalu terampil dalam mengharmonisasikan bauran antara garis kebijakan pemerintah pusat, dengan inisiatif daerah. Dengan demikian, efek dari inisiatif daerah, akan selalu selaras dengan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Dalam inovasinya, sudah tentu pemda pun harus memperhatikan harmonisasi tersebut,” kata Mendagri. Sementara Ketua Penyelenggara IGA 2020, Agus Fatoni, menjelaskan proses penilaian penentuan pemenang penghargaan tersebut melibatkan tim penilai dari berbagai instansi, akademisi, dan tokoh/ pakar inovasi daerah. “Tahapan penilaian yang sangat ketat, berlangsung dari Mei tahun 2020. Tahapan penilaian lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah akhir, berupa presentasi kepala daerah dilaksanakan pada 4 sampai 5 November 2020 secara virtual.

Hal tersebut meliputi penjaringan, pengukuran indeks, presentasi, dan validasi serta penghargaan,” kata Agus. Pada tahun ini ada sebanyak 17.779 inovasi pemda yang dinilai. Meningkat lebih dari dua kali lipat dari 2019 lalu, yang hanya sebanyak 8.016 inovasi. “Tingkat partisipasi memang naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” tandasnya.

(Wk/Ul, Diskominfo Jateng) • Penghargaan TLHP Pemerintahan Daerah Pemerintah Jawa Tengah kembali meraih penghargaan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ya, Pemrov Jateng dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan penyelenggaraan (TLHP) pemerintahan daerah. Menariknya, capaian ini menjadi quattrick sejak 2016. Jika ditotal, Jateng telah mendapatkan empat kali penghargaan serupa secara berturut-turut. • Penghargaan Pelayanan Investasi Terbaik Nasional Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menobatkan Jawa Tengah sebagai Provinsi Terbaik Nasional terkait Pelayanan Investasi 2021.

Penghargaan Jawa Tengah Provinsi Terbaik Nasional diberikan secara langsung Presiden Joko Widodo kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Rakornas Investasi 2021 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu 24 November 2021. Jawa Tengah menjadi Provinsi Terbaik Nasional usai mengalahkan Jawa Barat dan Sumatera Barat yang menduduki peringkat dua dan tiga. • 3 Kali Raih Penghargaan KPK Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 3 Kali Berturutan Raih Penghargaan KPK 12 Setelah dua tahun berturut-turut meraih penghargaan di bidang gratifikasi, pada 2017 ini Provinsi Jawa Tengah kembali menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebagai Lembaga dengan Tingkat Kepatuhan Pelaporan Terbaik.

Penghargaan diserahkan Pimpinan KPK RI Laode Syarif kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP pada Penutupan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Plt Inspektur Provinsi Jawa Tengah, Siswo Laksono SH MKn menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen tinggi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi untuk mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari. Pengelolaan kepatuhan LHKPN menjadi salah satu program prioritas pencegahan dan pemeberantasan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ditambahkan, ada beberapa dasar hukum yang mengatur mengenai pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Di antaranya Peraturan KPK RI Nomor 7 Tahun 2016 tentang Tata cara Pendaftaran, Pengumuman, dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Surat edaran Pimpinan KPK Nomor SE-08/01/10/2016 tentang Petunjuk Teknis Penyampaian dan Pengelolaan LHKPN, serta Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 700/10 Tahun 2017 tentang Wajib Lapor Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dengan dasar tersebut Tim Pengelola LHKPN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dimotori Inspektorat Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk dapat menyampaikan Kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara 100 persen pada 2017 di Lingkungan Provinsi Jawa Tengah.

Berbagai upaya telah dilakukan. Antara lain sosialisasi untuk admin instansi unsur eksekutif dan legislatif dari Pemprov Jateng dan 35 kabupaten/ kota maupun admin lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah kerja (SKPD). Selain itu juga dilakukan pendampingan pengisian LHKPN bagi pejabat baru. “Upaya–upaya tersebut memberikan hasil yang positif terkait pelaporan LHKPN, yaitu sampai Desember 2016, sebanyak 1.818 pejabat telah menyampaikan LHKPN dengan formulir manual.

Jumlah itu di luar pejabat yang sudah pernah menyampaikan LHKPN pada 2017, karena mereka baru akan melakukan laporan lanjutan pada periode 1 Januari sampai 31 Maret 2018 untuk posisi harta 31 Desember 2017,” beber Siswo, saat mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo di Jakarta.

Pihaknya menargetkan pada 2017 ini sebanyak 170 pejabat baru menyampaikan LHKPN secara online. Realisasinya hingga kini sebanyak 168 wajib lapor telah menyampaikan LHKPN secara online. Sementara dua orang pejabat masih pada proses pengisian LHKPN secara online. • Penghargaan dari BAZNAS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menerima Anugerah sebagai Gubernur Pendukung Gerakan Zakat Indonesia Tahun 2022 dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut Baznas punya peran penting mengatasi permasalahan pengentasan kemiskinan ekstrem hingga pemberdayaan ekonomi produktif. Penerimaan anugerah ini diberikan langsung oleh Baznas kepada Ganjar Pranowo di Hotel Sultan Grand Ballroom, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Selain Jateng, Anugerah Gubernur Pendukung Gerakan Zakat Indonesia Tahun 2022 juga diterima Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kalimantan Timur. • Penghargaan Kredit Usaha Rakyat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan sebagai Pemprov terbaik I dalam ajang Kredit Usaha Rakyat (KUR) Award dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut penghargaan ini diraih berkat kerjasama dari segala pihak.Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan langsung penghargaan tersebut kepada Ganjar Pranowo di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022).

Jateng unggul dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y) dan 14 Provinsi lainnya. "Kemenko perekonomian sudah memberikan kepercayaan dan penghargaan kepada Jawa Tengah sebagai pengelola KUR terbaik," kata Ganjar."Saya menyampaikan terima kasih pada kawan-kawan yang di lapangan, yang trigernya bagus setelah dihajar COVID-19.

Sebenarnya KUR ini menjadi satu peluru yang menjadi energi besar untuk kebangkitan ekonomi," sambungnya.Ganjar menyebut untuk KUR dari program pemerintah pusat memiliki bunga yang rendah.

Sehingga, masyarakat dari kalangan menengah di Jateng menerima banyak manfaatnya.“Maka, Alhamdulillah yang di Jawa Tengah usaha kecil Menengah, terus yang kecil terutama mikro, terus kemudian apa namanya sektor pertanian, perikanan mereka cukup antusias,” terangnya.Lebih lanjut, Ganjar bilang kepada pelaku usaha agar dapat memanfaatkan KUR yang diberikan pemerintah.

Sebab, kedepannya apabila pandemi COVID-19 sudah usai maka KUR dapat membangkitkan sektor ekonomi."Maka,kalau kemudian kita bicara paska pandemi, Bagaimana ekonomi recovery bisa bangkit, pakailah KUR ini. Salah satunya, karena KUR ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa kekuatannya untuk mendorong usaha bangkit lagi," pungkasnya. Pariwisata Pantai Barakuda Karimunjawa Jawa Tengah memiliki banyak objek wisata yang sangat menarik.

Kota Semarang, misalnya, memiliki sejumlah bangunan kuno. Objek wisata di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah), [45] Museum Jawa Tengah Ranggawarsita [46] dan Museum Rekor Indonesia (MURI). [47] Banyak Wisata alam yang terdapat di JaWa Tengah seperti Air Terjun Grenjengan SeWu, Gua Wareh, Goa Pancur yang terdapat di Pantai Utara Jawa Pati.

Kabupaten Jepara terdapat sejumlah bangunan kuno yaitu: Candi Angin, Masjid Mantingan, Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Benteng Portugis, Benteng VOC, Museum Gong Perdamaian Dunia, Museum R.A Kartini. [48] Prambanan Salah satu kebanggaan provinsi ini adalah Candi Borobudur, yakni monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang.

[49] Candi Mendut dan Candi Pawon juga terletak dalam satu kawasan dengan Borobudur. [50] Candi Prambanan di Klaten merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. [51] Di kawasan Dieng terdapat kelompok candi-candi Hindu, yang diduga dibangun sebelum era Mataram Kuno.

[52] Kompleks candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. [53] Di kawasan kecamatan Keling tepatnya di desa Tempur terdapat Candi Angin. [54] Museum Fosil Sangiran Surakarta dipandang sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, di mana di kota ini terdapat Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran.

Objek wisata menarik di timur kota ini adalah beberapa wisata air terjun seperti Air Terjun Jumog, serta yang terkenal adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Adapula candi-candi peninggalan Majapahit yang ketiganya terletak di Kabupaten Karanganyar; serta Museum Fosil Sangiran yang terletak di Jalan Solo-Purwodadi tepatnya Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Di bagian selatan wilayah Surakarta, Kabupaten Wonogiri terdapat beberapa wisata air, seperti Waduk Gajah Mungkur, serta Pantai Nampu dan Pantai Sembukan dengan hamparan tebing dan pasir putihnya.

Bagian selatan Jawa Tengah juga menyimpan sejumlah objek wisata menarik, di antaranya Goa Jatijajar, Goa Pancur Gua Petruk, Pantai Menganti, Benteng Van der Wijk, Pantai Suwuk, Waduk Sempor, Air Terjun Sudimoro, Air Terjun Sawangan, Goa Barat, Hutan Mangrove Logending, Geowisata Karangsambung, Pemandian Air Panas Krakal dan Pantai Karangbolong di Kabupaten Kebumen, serta Baturraden di Kabupaten Banyumas.

Di bagian pantura barat Jawa Tengah terdapat objek wisata Guci di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan 'kota batik', dan Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang. Kawasan pantura timur banyak menyimpan wisata religius. Masjid Agung Demak yang didirikan pada abad ke-16 merupakan bangunan artistik dengan paduan arsitektur Islam dan Hindu.

Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kawasan pantura timur terdapat 5 makam wali sanga, yakni Sunan NgerangSunan Prawoto, Sunan Makhdum di PatiSunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus, Sunan Muria di Kabupaten Kudus. Beberapa tempat tujuan wisata di Pati di antaranya adalah Makam dan Masjid Peninggalan Syekh Ahmad Mutamakkin kajen Margoyoso Pati, Patung dan Makam Raden Adipati Tombronegoro, Syekh Ronggo Kusumo Ngemplak, Syekh Hendro Kusumo Sukoharjo, makam Syech Jangkung (Saridin), Goa Wareh, Gua Pancur, Waduk Gunungrowo, Waduk Seloromo, ViHara SaddaGHiri Jrahi, Juwana Water Park Fantasy (JWF), Agrowisata Kebun Kopi Jolong dan Pintu Gerbang Majapahit.

Sementara itu di Kabupaten Rembang terdapat wisata ziarah, alam, dan sejarah, seperti di Pasujudan Sunan Bonang dan Masjid Sunan Bonang di desa Bonang, Lasem, makam Tumenggung Wilwatikta Mpu Santibadra yang tersohor sebab mengarang kitab Pustaka Sabda Badra Santi, makam pahlawan nasional RA. Kartini, Vihara Ratanavana Arama Lasem, Klenteng Cu An Kiong, telusur kota tua Lasem, situs arkeologi Plawangan dan Terjan wisata pantai di pantai Tasikharjo, pantai Karangjahe, Punjulharjo, pantai Gedong/Caruban, pantai Binangun, hutan bakau Banggi, Dampo Awang Beach serta wisata alam pendakian Gunung Lasem, Perayaan Perayaan tradisional • Pesta Lomban • Baritan • Pesta Baratan • Perang Obor • Chambeng Welahan • Dhandhangan • Dugderan • Ederan • Uler-Uler • Ruwahan • Megengan Demak • Sekaten • Grebeg Besar Demak • Meron • Festival Memeden Gadu • Jembul Tulakan • Nyadran • Syawalan • Festival Oncor • Festival Seni & Budaya Ukir • Jepara Thongtek Carnival • Jepara Bedug Festival Perayaan modern • Jateng Fair • Karshival • Pati Tourism Expo • Pati Cooking expo • Demak Expo • Jepara Expo • Kajen Expo • Rembang Expo • Loram Expo • Kendal Expo • Purwodadi Expo • Jepara Culinary Expo • Festival Lasem • Kudus Expo • Karimunjava Sail • Lasem Batik Carnival • Semarang Fashion On The Street • Pekan Raya Grobogan • Dieng Culture Festival • Jepara Cultural Festival • Batang Expo • Jepara Fashion On The Street • Solo Batik Carnival Transportasi Jawa Tengah dilalui beberapa ruas jalan nasional, yang meliputi jalur pantura (menghubungkan Jakarta-Semarang-Pati-Surabaya-Banyuwangi), jalur Tegal-Purwokerto, jalur lintas selatan (menghubungkan Bandung-Yogyakarta-Surakarta-Madiun-Surabaya), serta jalur Semarang-Solo.

Losari, pintu gerbang Jawa Tengah sebelah barat dapat ditempuh 3,5 - 4 jam perjalanan dari Jakarta. Selain itu, Jawa Tengah juga dilintasi beberapa ruas Jalan Tol Trans Jawa, yakni Jalan Tol Kanci-Pejagan; Jalan Tol Pejagan-Pemalang; Jalan Tol Pemalang-Batang; Jalan Tol Semarang-Batang; Jalan Tol Semarang ABC; Jalan Tol Semarang-Solo; dan Jalan Tol Solo-Ngawi yang menghubungkan antar kota di Jawa Tengah; Jawa Timur; Jawa Barat; dan DKI Jakarta. Saat ini juga direncanakan pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak dan Jalan Tol Demak–Tuban yang menghubungkan antara kota-kota di pantai utara Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Jalan Tol Yogyakarta–Solo; Jalan Tol Yogyakarta–Magelang–Bawen; dan Jalan Tol Yogyakarta–Cilacap yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Jalan Tol Tegal–Cilacap yang menghubungkan antara kota di pantai utara Jawa Tengah dengan wilayah selatan.

Jawa Tengah merupakan provinsi yang pertama kali mengoperasikan jalur kereta api, yakni pada tahun 1867 di Semarang dengan rute Semarang-Tanggung yang berjarak 26 km, atas permintaan Raja Willem I untuk keperluan militer di Semarang maupun hasil bumi ke Gudang Semarang.

[55] Saat ini jalur kereta api yang melintasi Jawa Tengah adalah lintas utara (Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya), lintas selatan (Jakarta-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya), jalur Kroya-Maos-Bandung, dan jalur Solo-Gundih-Semarang.

Jalur kereta Solo-Wonogiri yang telah lama mati dihidupkan kembali pada tahun 2005. Jalur lain yang diaktifkan kembali adalah jalur rel Kedungjati - Ambarawa yang menghubungkan stasiun Bringin, stasiun Tuntang dan berakhir di stasiun Ambarawa.

Dari stasiun Ambarawa dapat berlanjut sampai stasiun Bedono pada tahun 2015 mendatang. [56] Untuk transportasi udara, Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali merupakan bandara komersial yang paling penting di Jawa Tengah. Selain itu juga terdapat Bandara Dewandaru di Jepara ( Kec. Karimunjawa), Bandara Tunggulwulung di Cilacap, Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Bandar Udara Ngloram di Blora ( Kec.

Cepu). Penerbangan Jakarta-Semarang atau Jakarta-Surakarta dapat ditempuh dalam waktu 45-50 menit. Tokoh Pahlawan Nasional Pahlawan Nasional yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu: • Mas Sutardjo Kertohadikusumo • Nyi Ageng Serang • Ahmad Yani • Tjipto Mangoenkoesoemo • Gatot Soebroto • Usman Janatin • Kartini • Katamso Darmokusumo • Mangkunegara I • Moewardi • Pakubuwana VI • Pakubuwana X • Sahardjo • Samanhudi • Siswondo Parman • Siti Hartinah • Slamet Riyadi • Soedirman • Albertus Soegijapranata • Suharso • Sukarjo Wiryopranoto • Soepeno • Soepomo • R.

Soeprapto • Sutoyo Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah • Oerip Soemohardjo • Yos Sudarso • Wage Rudolf Soepratman Artis Artis dari daerah Jawa tengah: • Adjie Pangestu • Agni Pratistha • Aminah Cendrakasih • Asti Ananta • Anggun Cipta Sasmi • Anna Shirley • Basuki • Chynthiara Alona • Diah Permatasari • Dian Sastrowardoyo • Didi Kempot • Demian Aditya • Enda • Erick Nindyoastomo • Farid Aja • Indro • Ine Febriyanti • Kasino Hadiwibowo • Katon Bagaskara • Kristina • Lia Ananta • Limbad • Lembu Wiworo Jati • Lucky Hakim • Mamiek Prakoso • Mayangsari • Nabila Putri • Nafa Urbach • Paula Verhoeven • Prita Laura • Putri Anne • Renata Kusmanto • Shania Junianatha • Shinta Bachir • Soimah Pancawati • Titiek Sandhora • Torro Margens • Tukul Arwana • Wahyu Sardono • Vicky Shu • Willy Dozan • Yama Carlos • Yeyen Lidya Atlet Atlet dari Jawa Tengah,yaitu: • Agung Supriyanto • Awan Setho Raharjo • Bambang Pamungkas • Gunawan Dwi Cahyo • Hendra Setiawan • Hera Desi Ana Rachmawati • Icuk Sugiarto • Joko Riyadi • Kurniawan Dwi Yulianto • Nazar Nurzaidin • Rio Haryanto • Widodo Cahyono Putro • Tantowi Ahmad • Wawan Hendrawan Referensi • ^ a b c d e "Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2021" (pdf).

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah: 7, 99, 336. Diakses tanggal 17 April 2021. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 26 November 2021. • ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF).

www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 17 April 2021. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ a b Media, Kompas Cyber (2015-08-23). "Gubernur Ganjar Pranowo Luncurkan Slogan "Jateng Gayeng" Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-01-07. • ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. • ^ "Gubernur dan Wakil Gubernur". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Jakarta: Pusat Data, Informasi, Informasi dan Telkomunikasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-03. Diakses tanggal 31 Oktober 2015. • ^ "Sejarah Jawa Tengah". Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-01-21. Diakses tanggal 24 Desember 2015. • ^ "Sejarah Perkembangan Provinsi Jawa Tengah: Kepala Pemerintahan". Pemerintah Kabupaten Pati. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati. Diakses tanggal 12 Januari 2018. • ^ Wardaya, F. X. Baskara Tulus (2008). Mencari Supriyadi: Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno.

Yogyakarta: Galangpress. hlm. 105. ISBN 978-602-8174-07-7. • ^ "Mardiyanto Dilantik Menjadi Gubernur Jateng". Liputan6.com. 24 Agustus 2003. Diakses tanggal 29 April 2022.

• ^ Prasetya, Avi (28 September 2007). "Mendagri Lantik Ali Mufiz Jadi Gubernur Jateng". Okezone.com. Diakses tanggal 29 April 2022.

• ^ "DPRD Usul Pemberhentian Gubernur Jateng". Kompas.com. 21 Agustus 2008. Diakses tanggal 29 April 2022. • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama bibitmenang • ^ "Bibit-Rustri Dilantik Jadi Gubernur-Wagub Jateng".

Detik.com. 23 Agustus 2008. Diakses tanggal 29 April 2022. • ^ "KPU: Ganjar-Heru Resmi Menang Pilkada Jateng". Liputan6.com. 4 Juni 2013. Diakses tanggal 29 April 2022. • ^ "Ganjar-Heru Resmi Jabat Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2013-2018".

Detik.com. 23 Agustus 2013. Diakses tanggal 29 April 2022. • ^ Adhitya Purbaya, Angling (24 Juli 2018). "KPU Tetapkan Ganjar-Yasin sebagai Pemenang Pilgub Jateng 2018". Detik.com. Diakses tanggal 29 April 2022. • ^ Maharani, Dian, ed.

(5 September 2018). "Presiden Jokowi Lantik 9 Gubernur dan Wagub Hasil Pilkada 2018". Kompas.com. Diakses tanggal 29 April 2022. • ^ Amirullah, ed. (8 Februari 2018). "Wagub Jadi Plt Gubernur selama Ganjar Cuti Kampanye Pilkada". Tempo.co. Diakses tanggal 29 April 2022.

• ^ Purnomo, Daniel Ari (23 Agustus 2018). Huda, M Nur, ed. "Syarifuddin Dilantik Menjadi PJ Gubernur Jawa Tengah". Tribun Jateng. Diakses tanggal 23 Agustus 2018. • ^ Wisnu Adhi Nugroho (03-09-2019). Edy Sujatmiko, ed. "120 anggota DPRD Jawa Tengah 2019-2024 resmi dilantik". antaranews.com. Diakses tanggal 23-09-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ Ariel (03-09-2019). Priyanto, ed. "Pelantikan DPRD Jateng Periode 2019-2024".

DPRD Provinsi Jawa Tengah. Diakses tanggal 23-09-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ B. Maharani (03-09-2019).

"120 Anggota DPRD Jateng Periode 2019-2024 Dilantik". KORAN BERNAS. Diakses tanggal 23-09-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ Antara Jateng: Calon Pimpinan DPRD Jateng sedang disiapkan • ^ Golkar Jateng: DPRD Provinsi Jateng [ pranala nonaktif permanen] • ^ Jateng Tribun News: Daftar nama anggota DPRD Jateng • ^ News okezone: 100 anggota DPRD Jateng dilantik, wajah baru mendominasi • ^ News Detik: Wakil Ketua DPRD Jateng meninggal saat menjalankan tugas • ^ Purbaya, Angling Adhitya.

"120 Caleg DPRD Jateng Terpilih Diumumkan, 45 Persen Muka Lama". detiknews. Diakses tanggal 2019-09-22. • ^ "Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010" (PDF). demografi.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 23, 36–41. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-07-12. Diakses tanggal 22 Oktober 2021.

• ^ "Penyebaran Bahasa di Indonesia". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 25 Mei 2020. • ^ "Bahasa di Provinsi Jawa Tengah". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 25 Mei 2020. • ^ Kartikasar, Erlin (2018). "A Study of Dialectology on Javanese "Ngoko" in Banyuwangi, Surabaya, Magetan, and Solo".

Humaniora. 30 (2): 128–139. doi: doi.org/102216/jh.v29i3.29131 Periksa lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah -doi= ( bantuan). • ^ Abdullah, Wakit (2016). "Javanese Language and Culture in the Expression of Kebo Bule in Surakarta: An Ethnolinguistic Study". Komunitas. 8 (2): 285–295. doi: http://dx.doi.org/10.15294/komunitas.v8i2.7195 Periksa nilai -doi= ( bantuan).

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

• ^ Prasety, Eka (2018). "Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Peribahasa Jawa". Repository Universitas Islam Indonesia: 56. • ^ Abdullah, Wakit (2017). "The Local Wisdom Summarized in The Javanese Proverbs: A case Study of The Javanese Community in ExResidency on Surakarta". Humaniora. 28 (3): 4. doi: https://doi.org/10.22146/jh.22279 Periksa nilai -doi= ( bantuan).

• ^ Permana, Merdeka. 2010 "Sunda Lelea yang Terkatung-katung": Pikiran Rakyat • ^ Gischa, Serafica (20 Januari 2020).

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah Jaringan Nusantara Melalui Jalur Perdagangan". Kompas. Diakses tanggal 24 Januari 2021. • ^ Munandar, Yusuf (2016).

"Afiks Pembentuk Verba Bahasa Sunda". Humanika. 16 (1): 7. • ^ van den Boogert, J.W.P. (Jochem) (2015). Rethinking Javanese Islam: Towards New Descriptions of Javanese Traditions. Leiden: University of Leiden.

hlm. 34. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Abdullah, Wakit (2012). "Kearifan Lokal Komunitas Petani dan Nelayan yang Tercermin di balik Bahasa dan Budaya Jawa Masyarakat Kebumen: Sebuah Kajian Etnolinguistik". Humaniora. 8 (2): 121–132. • ^ "Jawa Tengah Dalam Angka 2016 "". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-10.

Diakses tanggal 2017-07-08. • ^ "Radar Pos Radar Salatiga". radarpos.com. 16 Juni 2013. Diakses tanggal 26 Juni 2013. • ^ "Hati Beriman Majalah Masyarakat Kota Salatiga". hatiberiman-pemkot-salatiga.go.id.

16 Juni 2013. Diakses tanggal 26 Juni 2013. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Optimalisasi Fungsi Puri Maerokoco". suara merdeka.com. 17 May 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Gading Gajah Purba Direkonstruksi di Museum Ronggowarsito". suara merdeka.com. 16 June 2009. Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Kaligrafi Pelapah Pisang Catat Rekor MURI". kompas.com. 12 May 2012. Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Pariwisata di Jepara, Penyokong PAD Terkuat Setelah Ukir".

kompas.com. 17 Juni 2012.

lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-06-19. Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Menikmati Sunrise di Borobudur". kompas.com. 17 February 2012. Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Kisah Mataram di Poros Kedu-Prambanan".

kompas.com. 18 February 2012. Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Candi Prambanan, Alternatif Rest Area Pemudik". suaramerdeka.com. 20 August 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10.

Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "UGM Temukan Puluhan Artefak di Candi Dieng". suara merdeka.com. 13 June 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10.

Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Wisatawan Padati Gedong Songo". suara merdeka.com. 02 January 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 26 Juni 2012. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ "Situs Candi Angin Diminta Dilestarikan".

suara merdeka.com. 15 November 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-09. Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Sejarah Kereta Api di Indonesia". kompas.com. 21 Juli 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-15.

Diakses tanggal 26 Juni 2012. • ^ "Jalur Kereta Kedungjati-Tuntang Beroperasi Tahun 2015". Harian Tempo. 30 May 2013. Diakses tanggal 14 Juni 2013. Lihat pula • Masakan Jawa • Minuman Jawa • Makanan khas Jawa Tengah • Daftar Provinsi Indonesia Pranala luar • (Indonesia) Situs web resmi pemerintah provinsi Jawa Tengah • (Indonesia) Profil Demografi Jateng • (Indonesia) Profil Ekonomi Jateng • (Indonesia) Profil Wisata Jateng • (Indonesia) Ekonomi Regional Jateng • (Indonesia) Statistik Regional Jateng • (Indonesia) Situs web resmi panduan wisata Jawa Tengah • Situs Web Berita Jawa Tengah Diarsipkan 2017-01-19 di Wayback Machine.

Tangerang · Serang · Cilegon · Tangerang Selatan · Bandung · Banjar · Bekasi · Bogor · Cimahi · Cirebon · Depok · Sukabumi · Tasikmalaya · Jakarta Barat · Jakarta Pusat · Jakarta Selatan · Jakarta Timur · Jakarta Utara · Magelang · Pekalongan · Salatiga · Semarang · Surakarta · Tegal · Batu · Blitar · Kediri · Madiun · Malang · Mojokerto · Pasuruan · Probolinggo · Surabaya · Yogyakarta Suku bangsa Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Halaman dengan kesalahan referensi • Galat CS1: tanggal • Artikel dengan pranala luar lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Galat CS1: DOI • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian • Koordinat di Wikidata • Artikel mengandung aksara Jawa • Pages using infobox settlement with no coordinates • Lagu suwe ora jamu merupakan lagu dari daerah mengandung bahasa Jawa • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan April 2022 • Halaman dengan berkas rusak • Templat webarchive tautan wayback • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Halaman dengan peta • Halaman ini terakhir diubah pada 23 April 2022, pukul 06.50.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
none

Lagu Suwe Ora Jamu




2022 charcuterie-iller.com