Salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah

tirto.id - Kerajinan tekstil adalah pemanfaatan bahan baku tekstil hingga menjadi produk layak guna. Kerajinan tekstil ini amat berfaedah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kerajinan tekstil populer dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia adalah produk kain batik yang sudah punya pasar internasional di mancanegara.

Secara definitif, tekstil adalah bahan yang berasal dari serat, diolah menjadi benang, kemudian dirajut atau ditenun menjadi kain. Biasanya, ia digunakan untuk pembuatan busana atau berbagai produk kerajinan tekstil lainnya. Pada dasarnya, kerajinan tekstil adalah bagian dari seni terapan. Dengan demikian, selain memiliki tujuan fungsional atau berguna bagi kehidupan sehari-hari, kerajinan tekstil juga memiliki nilai keindahan atau estetika tersendiri. Fungsi Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil memiliki berbagai fungsi, mencakup fungsi benda pakai, fungsi hiasan, fungsi kelengkapan ritual, dan fungsi simbolik.

Berikut ini rangkuman fungsi kerajinan tekstil dan penjelasan ringkasnya. 1. Fungsi Penghias Salah satu fungsi kerajinan tekstil adalah untuk hiasan atau sebagai pajangan dalam suatu ruang.

Kerajinan tekstil untuk hiasan ini dapat berupa penghias pada suatu benda agar tampak menarik, misalnya pada tas atau busana, salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah diberi sulaman bunga agar tampak menarik.

Jika ia menjadi pajangan, maka kerajinan tekstilnya dapat berupa hiasan dinding, dan sebagainya. Hiasan ini dapat mengandung makna simbolik tertentu atau untuk bahan hiasan/pajangan belaka, serta tanpa mengandung makna apa pun. 2. Fungsi Benda Pakai Jika kerajinan tekstil digunakan sebagai benda pakai, maka tujuannya adalah untuk kebutuhan sehari-hari.

Contohnya busana, tas, dan aksesoris. 3. Fungsi Kelengkapan Ritual Dalam masyarakat tradisional, kerajinan tekstil kerap kali dijadikan simbol dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan ritual tertentu. Sebagai misal, penggunaan kain ulos yang sakral, serta hanya dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya. 4. Fungsi Simbolik Selain sebagai hiasan, kerajinan tekstil tradisional juga melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual, kenangan pada kejadian masa silam, atau simbol-simbol lainnya.

Contoh kerajinan tekstil untuk keperluan fungsi simbolik adalah tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik. Prinsip-Prinsip Kerajinan Tekstil Untuk membuat kerajinan tekstil berkualitas tinggi, seorang pengrajin harus memahami prinsip-prinsipnya sesuai dengan fungsi hias dan fungsi pakai berikut ini, sebagaimana dikutip dari buku Prakarya (2017) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

1. Prinsip Keunikan Bahan Kerajinan Salah satu prinsip menghasilkan kerajinan tekstil yang khas adalah dengan menggunakan bahan tekstil yang unik, serta berbeda dari kerajinan-kerajinan sebelumnya.

Bahan kerajinan tekstil dapat berasal dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan tekstil ini dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, sampai dengan memanfaatkan bahan limbah dari lingkungan sekitar.

2. Prinsip Keterampilan Tangan Jika seorang pengrajin memiliki keterampilan tangan yang mahir, terlebih jika dibekali dengan ilmu desain dan seni, ia akan berkembang menjadi kerja yang canggih, serta setara dengan seniman dan desainer. Kerajinan tekstil yang berkualitas akan lahir dari seorang pengrajin dengan kesadaran material ( material consciousness). Maksudnya, pengrajin harus memiliki kesadaran bekerja dengan keterampilan tangannya sendiri dan peralatan yang ada di lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, kerajinan tekstil yang dihasilkan menjadi berkualitas, sebab dilakukan dengan kepekaan tinggi, hasil dari kombinasi tenaga manusia, bahan, alat, lingkungan alam, dan lingkungan sosial sehari-hari. 3. Prinsip Unsur Estetik Unsur estetik dari kerajinan tekstil dapat dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias, dan komposisi yang dihasilkan. Dari sisi bentuknya, kerajinan tekstil yang dibikin memiliki keanekaragaman bentuk sesuai fungsi atau produk hiasan.

Bentuk yang dihasilkan pun bisa jadi dua dimensi atau tiga dimensi. Dalam hal ragam hias dan komposisinya, kerajinan tekstil yang berkualitas bersandar pada prinsip-prinsip seni dan desain, seperti proporsi, keseimbangan dan salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah, irama, dan pusat perhatian dari kerajinan tersebut.

4. Unsur Hiasan atau Ornamen Hiasan dalam kerajinan tekstil ini terbagi menjadi dua, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk selesai dibikin atau hiasan yang direncanakan sejak awal pembuatan produk. Jika ornamen itu direncanakan sejak awal, biasanya hiasannya akan menyatu dengan produk itu sendiri. Pembuatan hiasan pada kerajinan tekstil ini dapat dibikin dengan cara dilukis, diukir, dicetak, dan sebagainya.

Teknik dan Karakteristik Kerajinan Tekstil Pembuatan kerajinan tekstil biasanya terdiri dari dua teknik yaitu teknik struktural dan teknik dekoratif. Penjelasannya adalah sebagai berikut: 1. Teknik Struktural Teknik struktural adalah penyesuaian pembuatan produk tekstil sesuai dengan karakteristik bahannya. Sebagai misal, jika bahan kerajinan tekstil adalah kain, maka tas dari bahan ini akan dibikin dengan cara dirajut. 2. Teknik Dekoratif Teknik dekoratif adalah perlakuan dalam kerajinan tekstil untuk memberikan efek visual pada suatu karya.

Misalnya, pada tas rajut di atas, lalu diberi ornamen dengan sulam pita. Dari sisi karakteristiknya, kerajinan tekstil dapat terlihat dari susunan garis, bentuk, warna dan teksturnya. Selain itu, untuk memperoleh kerajinan tekstil yang berkualitas, perencanaannya memerlukan kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi kerajinan tekstil itu sendiri. Pertimbangan lain dalam pembuatan kerajinan tekstil adalah kerumitan pengerjaan yang didasarkan pada perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan.

Hal-hal ini disesuaikan dengan komposisi estetis agar melahirkan kerajinan tekstil yang berkualitas. Dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya sering sekali melihat kerajinan yang terbuat dari bahan tekstil. Kerajinan tekstil ini biasanya berupa kebutuhan sandang seperti taplak meja, seprai, gordyn dan masih banyak lagi.

Kerajinan tekstil juga merupakan salah satu jenis peluang usaha yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pundi-pundi rupiah. Kamu tidak perlu khawatir, sudah banyak sekali contoh para pengusaha yang sukses karena mengembangkan usaha jenis ini. Nah pada artikel ini, kami akan menjelaskan berbagai macam hal yang berkaitan dengan kerajinan tekstil ini. Artikel ini juga akan menampilkan beberapa contoh kerajinan tekstil yang keren dan menarik. Pengertian Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil merupakan sebuah karya seni atau kerajinan yang dibuat dengan memakai tekstil sebagai bahan utamanya.

Tekstil ialah suatu bahan yang berasal dari serat yang kemudian diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan dasar untuk pembuatan busana atau produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil diatas maka dapat disimpulkan bahwa produk tekstil meliputi diantaranya produk serat, benang, kain, dan pakaian serta berbagai macam jenis benda yang dibuat dari serat.

Umumnya bahan tekstil ini dikelompokkan berdasarkan jenisnya yaitu antara lain. • Berdasarkan jenis produk atau bentuknya: serat staple, benang, serat filamen, kain, produk jadi. • Berdasarkan jenis bahannya: serat alam, serat sintetis, dan serat campuran • Berdasarkan jenis warna dan motifnya: putih, berwarna, dan bermotif/bergambar • Berdasarkan jenis kontruksinya: tenun, renda, rajut, kempa, benang tunggal, dan benang gintir.

Jenis Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil merupakan sebuah karya kerajinan dari leluhur kita. Maka dari itu kerajinan tekstil ini dibagi menjadi 2, yaitu tekstil tradisional dan juga tekstil modern Kerajinan Tekstil Tradisional Kerajinan tekstil tradisional merupakan suatu kerajinan yang dibuat secara manual menggunakan tangan manusia, atau dengan kata lain tidak menggunakan bantuan mesin. Kerajinan tekstil tradisional ini mempunyai harga dan nilai seni yang tinggi.

Selain mempunyai harga dan nilai seni yang tinggi, kerajinan tekstil juga unggul pada daya tahannya yang sangat bagus. Selain itu, karena dibuat menggunakan tangan manusia dan jumlahnya yang terbatas, kerajinan tekstil tradisional juga memiliki nilai eksklusif yang tinggi. Selain mempunyai kelebihan, kerajinan tekstil tradisional juga mempunyai beberapa kelemahan. Antara lain ialah proses produksinya yang lama, sehingga membutuhkan lebih banyak kesabaran. Fungsi Kerajinan Tekstil Tradisional Kerajinan ini juga mempunyai beberapa fungsi yang menjadi prioritas utama, diantaranya.

• Sebagai pemenuhan sandang • Sebagai alat bantu rumah tangga • Sebagai alat ritual • Kerajinan Tekstil Modern Kerajinan Tekstil Modern Kerajinan tekstil modern ini menggunakan mesin canggih sebagai alat pembuatnya, atau dengan kata lain serba otomatis. Mengikuti zaman yang sudah semakin canggih, kerajinan tekstil modern memberikan sesuatu yang tidak ada pada kerajinan tekstil tradisional.

Kelebihan utama kerajinan tekstil modern ialah efisiensi dan tidak terlalu menguras banyak tenaga kerja. Selain itu, dengan peralatan canggih tersebut juga membuat kerajinan tekstil modern ini dapat diproduksi secara massal atau banyak. Selain kelebihan, kerajinan tekstil modern juga tidak lepas juga dari kekuarangan. Kekurangan kerajinan tekstil modern ini yaitu kualitas bahan yang kurang baik, dan bermasalah juga pada daya tahan produk. Fungsi Kerajinan Tekstil Modern Kerajinan tekstil modern juga mempunyai fungsi sebagai prioritas utama diminatinya kerajinan ini oleh masyarakat, diantaranya.

• Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang • Sebagai alat dekorasi Contoh Kerajinan Tekstil Berikut ini beberapa contoh kerajinan tekstil yang dijual di pasaran. Kerajinan Batik Batik merupakan sebuah karya seni yang memiliki nilai seni yang tinggi.

Untuk membuat kerajinan ini, kamu membutuhkan canting yang dipergunakan untuk membuat pola gambarnya, menggunakan bahan lilin panas. Teknik pewarnaan kerajinan ini ada dua, Yaitu dengan teknik tutup celup untuk batik tradisional, dan menggunakan cap untuk batik modern.

Batik juga merupakan jenis kerajinan khas Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat mancanegara. Bahkan beberapa Presiden dunia terlihat memakai kerajinan dari Indonesia ini. Baca Juga: Contoh Kerajinan Tanah Liat Kerajinan Sulam Kerajinan sulam, atau yang biasa dikenal dengan bordir ialah sebuah hiasan di kain atau bahan lain dengan menggunakan benang dan jarum.

Kerajinan sulam ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu sulam bebas dan juga sulam hitung jahitan. Seiring perkembangan teknologi, untuk memenuhi kebutuhan pasar yang selalu meningkat setiap waktu kerajinan sulam ini dikemabangkan menjadi kerajinan bordir sebagai turunannya.

Dalam bordir sendiri, terdapat dua cara dalam membuatnya.

Yaitu bordir manual dan bordir dengan menggunakan mesin atau bordir komputer. Kerajinan Jahit Perca Kain perca adalah sisa-sisa kain yang digunakan untuk membuat pakaian atau kerajinan tekstil lainnya.

Jahit perca merupakan proses pembuatan produk kerajinan tekstil dengan bahan dasar kain bekas. Cara membuat kerajinan perca ini ialah dengan menggabungkan kain perca lalu dijahit dengan pola yang sudah direncanakan. Kerajinan Jahit Tindas Jahit tindas atau yang biasa dikenal dengan teknik quilting merupakan salah satu teknik menghias permukaan kain menggunakan bahan pelapis.

Kemudian di jahit tindas pada permukaan kainnya. Teknik jahit tindas ini juga sangat banyak diaplikasikan pada kerajinan selimut dengan motif hiasan timbul. Kerajinan Tapestry Kerajinan tapestry merupakan salah satu dari banyak bentuk kerajinan tekstil tertua yang ada didunia. Konsep kerajinan tapestry ini ialah proses penenunan yang menjadikan dua buah benang yang di bentuk saling bersilangan.

Baca Juga: Contoh Kerajinan Kain Parca Kerajinan Cetak Saring Kerajinan cetak saring atau yang lebih dikenal dengan teknik sablon. Merupakan Teknik yang menggunakan layar sebagai media cetaknya. Layar yang terbuat dari bahan nilon dengan pola serta kerapatan yang telah ditentukan.

Bisa dikatakan, kerajinan cetak saring ini sudah berkontribusi pada industri tekstil modern. Kerajinan tekstil yang paling berpengaruh adalah konveksi kaos. Kerajinan Tenun Kerajinan tenun merupakan salah satu teknik untuk membuat sebuah kain. Di Indonesia sendiri setiap daerah mempunyai coraknya masing-masing. Proses pengerjaannya juga menggunakan teknik yang beragam, maka dari itu setiap daerah berbeda coraknya. Kerajinan Makrame Makrame merupakan bentuk seni kerajinan simpul-menyimpul dengan mengerjakan rantaian benang salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah dan juga akhir sampai membentuk suatu tenunan pada rantai benang tersebut.

Ada beberapa cara dalam pembuatan makrame. Antara lain ialah rajut atau anyam, pilin, dan juga simpul. Kerajinan makrame ini mempunyai kesesuaian fungsi, kekuatan, atau keindahan yang berbeda-beda. Fungsi karya bisa dilihat dari penggunaan benda tersebut. Kerajinan Rajut Merajut merupakan salah satu teknik untuk membuat sebuah kerajinan dengan merangkai benang atau tali dengan mengunakan dua jarum yang mirip sumpit di tangan kiri dan tangan kanan, dan dapat menghasilkan suatu barang yang indah dan dapat di gunakan.

Kerajinan Renda Teknik yang disebut merenda merupakan cara untuk membuat sebuah kerajinan dengan menautkan benang atau tali dengan menggunakan satu jarum berbentuk hook (pengait) sehingga menjadi suatu bentuk atau rangkaian tertentu da menghasilkan suatu produk.

Beda dengan karya rajut, untuk karya renda lebih digunakan sebagai suatu bidang atau bentuk seperti misalnya taplak meja, tatakan gelas, hiasan, dll. Baca Juga: Contoh Kerajinan Stik ES Krim Fungsi Kerajinan Tekstil Secara keseluruhan kerajinan tekstil ini mempunyai fungsinya tersendiri. Beirkut ini fungsi-fungsi kerajinan tekstil yang berguna bagi masyarakat.

1. Sebagai Simbolik Kerajinan tekstil sebagai fungsi simbolik, yaitu berfungsi untuk melambangkan suatu hal tertentu yang berhubungan dengan nilai-nilai sepiritual. Contohnya: • Tapestri • Tenun • Batik dengan motif simbolik 2. Sebagai Kelengkapan Ritual Kerajinan tekstil sebagai kelengkapan ritual yaitu suatu tekstil yang mengandung suatu simbol tertentu dan bisa berfungsi sebagai barang magis yang berkaitan dengan spiritual.

Adapun contohnya adalah, kain tenun ulos, batik motif doa, ikat celup Indonesia Timur, dan kain poleng dari Bali. 3. Sebagai Mainan Meskipun hanya sebagai mainan, kerajinan tekstil ini masih mempertahankan nilai-nilai keindahan.

Beberapa macam contoh kerajinan tekstil yang dapat berfungsi sebagai mainan yaitu, Yoyo, wayang, dan boneka. 4. Sebagai Benda Pakai Selain sebagai mainan, kerajinan tekstil ini juga bisa digunakan sebagai benda pakai atau fungsional.

Salah satu jenis benda tersebut ialah diantaranya, kursi dan meja, tas dan ikat pinggang, serta sarung bantal. 5. Sebagai Dekorasi Selanjutnya, fungsi kerajinan tekstil ialah sebagai dekorasi untuk memperindah ruangan. Beberapa benda yang difungsikan sebagai dekorasi antara lain, guci dan makram.

Konsep Dasar Kerajinan Tekstil Tidak semua produk yang berbahan dasar tekstil bisa dikelompokkan menjadi karya seni, karena wujudnya harus memenuhi beberapa prinsip berikut. • Unity atau kesatuan, sebuah benda dapat dikatakan mempunyai nilai seni estetis, haruslah yang mempunyai kesatuan dan perpaduan dari beberapa unsur pembentuknya dengan baik dan sempurna.

• Complexity atau kerumitan, sebuah benda dapat dikatakan memiliki nilai estetis yaitu benda yang mengandung beberapa unsur yang bersatu dengan kesulitan tertentu salah satunya ialah saling berlawanan, bertentangan, atau saling menyeimbangkan. • Intensity atau kesungguhan, suatu benda dapat dikatakan memiliki nilai estetis bukanlah benda yang kosong atau tidak mempunyai arti, akan tetapi benda yang memiliki kualitas menonjol dalam penampilannya.

Desain Kerajinan Tekstil Sebuah desain yang baik akan menampilkan susunan yang teratur dari bahan-bahan yang digunakan, sehingga menghasilkan sebuah benda yang indah dan dapat dipergunakan. Dalam hal ini ada dua macam desain, yaitu structural design atau desain struktur dan decorative design atau desain hiasan. • Structural Design (desain struktur) Structural Design (desain struktur) merupakan susunan dari garis, warna, bentuk, dan tekstur dari suatu benda baik itu berupa benda yang mempunyai ruang atau gambaran dari suatu benda.

Contoh desain struktur : gambaran sebuah benda yang akan dibuat dengan melengkapi keterangan ukuran, warna, dan bentuknya. • Decorative Design (garnitur) Decorative Design (garnitur) merupakan sentuhan atau perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang menampilkan efek visual dan memperindah penampilan.

Garnitur juga bisa dipakain sebagai unsur dekoratif atau hiasan dan juga sebagai unsur fungsional. Akhir Kata Banyak kerajinan tekstil yang merupakan peninggalan para leluhur kita.

Tugas kita sebagai warga negara yang baik ialah menjaga dan melestarikan peninggalan tersebut, dengan cara menggunakan benda-benda tersebut dalam keseharian kita. Kerajinan tekstil juga merupakan jenis kerajinan yang sangat cocok untuk dijadikan peluang usaha. Maka dari itu tidak ada salahnya kalau kamu coba untuk memulai bisnis ini. Demikian penjelasan kami mengenai kerajinan tekstil dan beberapa contohnya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua dalam dunia kerajinan dan kewirausahaan.
Kerajinan Tekstil: Pengertian, Fungsi, Prinsip & Proses - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 5.1 Artikel Terkait Pengertian Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil adalah produk yang memanfaatkan bahan baku tekstil yang tersedia dan dikerjakan secara manual dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana dalam jumlah yang terbatas (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

87). Lalu apa tekstil itu sendiri? Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang lalu dirajut atau ditenun menjadi kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan tekstil lainnya.

Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman motif, bentuk, bahan, serta teknik pada karya kerajinan Indonesia.

Budaya Indonesia yang unik dan memiliki ciri khas kedaerahan menjadi acuan yang dapat menjadi inspirasi dalam mengolah sumber daya tersebut sebagai produk kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Contohnya, banyak kerajinan Indonesia yang telah dikenal di mancanegara, seperti Batik. Batik menjadi andalan sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia di dunia Internasional sebagai warisan budaya nenek moyang yang patut dilestarikan, dipelajari, dan terus dikembangkan oleh setiap generasi Indonesia.

Berdasarkan uraian di atas, rasanya adalah suatu keharusan kita untuk mempelajari kerajinan tekstil sebagai salah satu produk yang dapat diandalkan di negeri ini. Berikut ini adalah berbagai pemaparan mengenai kerajinan tekstil mulai dari prinsip, fungsi, jenis, alat, bahan, dan proses membuat kerajinan tekstil.

Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil Kerajinan sejatinya dalah bagian dari seni, tepatnya seni terapan. Artinya, kerajinan adalah proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan.

Fungsi Kerajinan Tekstil Oleh karena itu, Produk kerajinan tentunya memiliki fungsi dan tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan tekstil juga dibuat untuk berbagai fungsi lainnya. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 38) fungsi dari produk kerajinan tekstil adalah sebagai berikut.

• Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan dinding. • Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.

Contohnya busana, tas, dan asesoris. • Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya. • Fungsi simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual.

Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik. Selain itu, kerajinan tekstil yang bertujuan sebagai fungsi hias dan fungsi pakai sama-sama memiliki nilai ekonomis. Kerajinan juga dapat menambah nilai jual suatu produk.

Kemudian, kerajinan tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai berikut. • Untuk memenuhi kebutuhan, Produk kerajinan tekstil fungsi pakai digunakan sesuai kebutuhan. Contoh hiasan dinding, fesyen, aksesoris, dan elemen estetis interior.

• Kerajinan tekstil hasil pengembangan, Para perajin terkadang membuat inovasi pada produk kerajinan mereka yang dinilai telah usang atau membosankan. Salah satu cara yang dilakukan dengan menambahkan hiasan pada sebagian karya agar terlihat lebih unik dan menarik. Prinsip Kerajinan Tekstil Lantas bagaimana caranya agar kerajinan yang kita buat memiliki berbagai fungsi dan tujuan dari kerajinan tekstil. Apa saja yang menjadi tumpuan atau patokan agar kerajinan tekstil yang kita buat memiliki kualitas yang baik?

Prinsip kerajinan tekstil adalah jawabannya. Prinsip kerajinan tekstil adalah berbagai unsur dan patokan yang dapat membuat suatu kerajinan tekstil memiliki kualitas tinggi dan sesuai dengan fungsinya. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 43) prinsip kerajinan tekstil berdasarkan fungsi hias dan fungsi pakai adalah sebagai berikut. 1. Keunikan Bahan kerajinan Salah satu prinsip yang harus salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah dalam menciptakan kerajinan tekstil adalah keunikan bahan yang digunakan.

Bahan dasar yang digunakan sebagai kerajinan dapat berasal dari bahan alam bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar. Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang beraneka ragam, memberi inspirasi bagi perajin Indonesia untuk memanfaatkan bahan alam sebagai media atau bahan berkreasi.

Banyak bahan unik yang sulit ditemukan di Negara lain dapat dimanfaatkan sebagai penambah nilai daya saing di dunia internasional. Oleh karena itu, selalu pilihlah bahan kerajinan unik yang inovatif, ramah lingkungan, dan berbeda dari yang lain.

2. Keterampilan Tangan Dalam sejarahnya, istilah “ketukangan” (keahlian tukang) atau perajin, dahulunya merupakan proses kerja para tukang yang kemudian berkembang menjadi “kekriyaan” (craftmanship). Pekerjaan yang dilakukan dengan tubuh dan tangan yang dahulu dianggap rendahan sekarang dibekali ilmu desain dan seni hingga berkembang menjadi kerja yang bersifat canggih, dan dapat setara dengan seorang seniman atau desainer.

Keahlian tukang atau perajin merupakan keterampilan campuran antara berbagai jenis kerja tetapi tetap dengan dasar kesadaran material. Kesadaran material, (material consciousness) maksudnya adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Kesadaran material ini sangat bergantung pada jam terbang dari masing-masing tukang.

Tinggi rendahnya kesadaran material atau keterampilan tangan seseorang akan menentukan hasil kerajinan yang dibuatnya. Artinya kepekaan terhadap tenaga manusia, bahan, alat, lingkungan alam, lingkungan sosial, dan sebagainya akan berpengaruh langsung pada hasil kerajinan yang dibuat dan menjadi salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah penting yang harus diperhatikan. 3. Unsur Estetik Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi.

Dari segi bentuk disuguhkan keberanekaragam bentuk sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan tekstil harus dibentuk berdasarkan pada prinsip-prinsip seni dan desain yang meliputi proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, serta pusat perhatian, sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis.

Adanya unsur estetik pada karya kerajinan dapat meningkatkan citra produk kerajinan, sehingga sangat penting untuk diperhatikan. 4. Unsur Hiasan ( Ornament) Unsur hiasan atau ornament adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya, dilukis, diukir, dan dicetak.

Ada dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan, yakni: • hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat, • hiasan terstruktur yaitu pembuatan hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri.

Ragam hias dapat menjadi identitas suatu daerah yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari daerah satu dengan lainnya. Selain memberikan hiasan yang membuat kerajinan tekstil lebih indah, ragam hias juga dapat memiliki atau diselipi makna simbolik, sehingga perajin perlu memahami tujuan dari pembuatan produk kerajinan dan memaknai ragam hias yang terkandung pada produk kerajinan tersebut.

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil Jenis rancangan suatu kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam berbagai kesatuan bahan dan teknik. Oleh karena iur, sebelum menentukan sebuah kerajinan kita harus mengetahui jenis dan karakteristik dari kerajinan tekstil. Rancangan dalam pembuatan kerajinan tekstil juga perlu diperhatikan yaitu berupa cara menentukan: • susunan dari garis, • bentuk, • warna, dan • tekstur.

Dalam mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang di dalamnya terdapat: • kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat, • kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut. Selanjutnya terdapat dua macam teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu struktural dan dekoratif, yakni sebagai berikut.

• Structural Technique Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya.

Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut. • Decorative Technique Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan.

Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita. Proses Produksi Kerajinan Tekstil Setiap jenis kerajinan tekstil memiliki bahan, alat, dan cara membuat atau produksi yang berbeda. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa proses produksi kerajinan tekstil mulai dari kerajinan tekstil tapestri, batik, sulam, dan jahit aplikasi. Kerajinan Tekstil Tapestri Tapestri atau tenun banyak di temukan di Indonesia sebagai salah satu kearifan budaya kerajinan tekstil.

Banyak kekayaan tenun menenun, dengan aneka ragam teknik dan prosesnya, serta ragam hias yang beraneka ragam di nusantara. Kerajinan tenun dibuat dengan menggunakan alat tenun seperti gedogan ataupun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), dalam pembuatan hiasan tenun serat ini pun mengikuti kebiasaan dalam pembuatan tenun pada umumnya.

Secara tradisional, menenun bagi orang Indonesia merupakan suatu perwujudan upacara yang dimulai dari tahapan kerja yang jelas, tata tertib yang harus dipatuhi, dan menjelma menjadi suatu kebiasaan.

Adat istiadat, agama, dan lingkungan telah mempengaruhi para penenun dalam mengungkapkan jiwa pada selebar kain hasil tenunan mereka. Dari proses tersebut pula tercipta hiasan tenun serat yang indah, menawan, dan memiliki harmonisasi dari warna dan tekstur.

Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri Bahan yang digunakan untuk membuat hiasan tapestri sebagai berikut. • Benang tipis untuk lungsi • Benang tebal untuk pakan Alat Pembuat Hiasan Tapestri Alat yang digunakan dalam pembuatan hiasan tapestri sebagai berikut.

• Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi • Batang kayu Proses Pembuatan Tapestri Membuat tapestri sebetulnya membutuhkan suatu keahlian dan keterampilan khusus yang harus dilatih dan ditekuni.

Namun, secara umum, proses pembuatan tapestri dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut. • Membuat lungsi pada pemidangan tenun. • Memasukkan benang pakan pada lungsi. • Mengganti warna pakan sesuai motif yang diinginkan. • Mengoperasikan alat tenun dengan cara menyesuaikan dan mengganti warna benang, lalu menarik bagian alat yang akan merapatkan benang. Kerajinan Tekstil Batik Dari sejak dulu Indonesia telah menggunakan produk batik sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mulai dari pakaian hingga kebutuhan ritual budaya.

Dalam sejarahnya, secara magis pemilihan teknik rintang warna ( resist dyeing) pada batik ditujukan untuk mengundang keterlibatan roh pelindung guna menolak pengaruh roh jahat.

Berdasarkan penelitian para ahli pada lukisan-lukisan yang ada pada dinding goa-goa di Indonesia, kegiatan merintang warna ini sudah dilakukan oleh manusia purba. Gambar yang paling sering muncul adalah gambar tapak tangan yang dibubuhi pigmen merah. Jadi, dapat digambarkan bahwa teknik perintangan warna pada pembuatan kain batik ini dipengaruhi oleh konsep kepercayaan.

Dari teknik perintang warna tersebut, sejak dahulu pula masyarakat Indonesia telah mengenal kain jumputan atau ikat pelangi atau sasirangan atau ikat celup (tie dye). Dalam perkembangannya batik menjadi kegiatan berkarya dengan teknik yang sama yaitu merintang kain.

Teknik membatik merupakan media yang dapat mempresentasikan bentuk yang lebih lentur, rinci, rajin, tapi juga mudah. Teknik batik tepat untuk mempresentasikan bentuk-bentuk flora, fauna, serta sifat-sifat bentuk rumit lainnya.

Pada batik terdapat ragam hias yang beraneka rupa. Ragam hias batik merupakan ekspresi yang menyatakan keadaan diri dan lingkungan penciptanya.

Ragam hias diciptakan atas dasar imajinasi perorangan ataupun kelompok. Apabila ragam hias yang diciptakan dipakai berulang-ulang dan terus-menerus maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang lama kelamaan pula akan terbentuk tradisi dari sekelompok masyarakat tertentu. Seiring dengan perkembangannya, ragam hias batik dipengaruhi oleh budaya luar pula, sehingga dihasilkan corak batik yang beraneka ragam. Berdasarkan wilayah penyebaran motif pada kain batik dan dilihat juga dari periode perkembangan batik di Indonesia, batik dapat dibagi menjadi salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah, yaitu batik pedalaman atau sering disebut dengan klasik dan batik pesisir.

Batik Pedalaman (Klasik) Batik pedalaman adalah pengkategorian batik yang berkembang di masa lalu dimana pada masa itu, pembatik-pembatik hanya ditemui di daerah pedalaman (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 58). Selain itu, tidak sembarang orang dapat melakukan proses pembatikan, sehingga jarang dijumpai di lingkungan masyarakat umum.

Pada masa kejayaan kerajaan di Indonesia seperti Majapahit, kain batik hanya ditemui di kalangan raja-raja saja dan hanya petinggi kraton yang boleh mengenakan kain batik.

Oleh karena itu pembatik hanya dapat dijumpai di lingkungan keraton. Batik keraton adalah batik yang tumbuh dan berkembang di atas dasar-dasar filsafat kebudayaan Jawa yang mengacu pada nilai-nilai spiritual.

Batik tersebut terdapat harmonisasi antara alam semesta yang tertib, serasi, dan seimbang. Para pembatik keraton membuat batik dengan cara yang tidak biasa, yaitu menggunakan banyak proses dan ritual pembatikan. Para pembatik kraton ibarat ibadah, suatu seni tinggi yang patuh pada aturan serta arahan arsitokrat Jawa.

Istilah-istilah batik pun mulai dikenal sejak jaman ini dan hampir semuanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa. Ragam hias yang diciptakan pun bernuansa kontemplatif, tertib, simetris, bertata warna terbatas seperti hitam, biru tua (wedelan), dan soga/coklat. Ragam hias ini memiliki makna simbolik yang beragam. Oleh karena itu batik dikenal masyarakat sebagai kebudayaan nenek moyang dari daerah Jawa.

Batik pedalaman sering disebut juga sebagai batik klasik. Namun akibat perkembangan masyarakat, maka batik dapat keluar dari kalangan keraton dan menyebar ke seluruh pelosok tanah air, sejalan dengan adanya integrasi budaya. Batik Pesisir Batik pesisir adalah batik yang berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton, sebagai akibat dari pengaruh budaya daerah di luar Pulau Jawa (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

59). Selain itu, adanya pengaruh budaya asing seperti Cina dan India, termasuk agama Hindu dan Budha, hal ini menyebabkan batik tumbuh dengan berbagai corak yang beraneka ragam di pesisir pantai nusantara. Para pembatik daerah pesisir merupakan rakyat jelata yang membatik sebagai pekerjaan sambilan (pengisi waktu luang) yang sangat bebas aturan, tanpa patokan teknis.

Oleh sebab itu, ragam hias yang diciptakan cenderung bebas, spontan, dan kasar dibandingkan dengan batik keraton. Para pembatik pesisir lebih menyukai cara-cara yang dapat mengeksplorasi batik seluas-luasnya sehingga banyak ditemui warnawarna yang tidak pernah dijumpai pada batik pedalaman/klasik. Warna-warna yang digunakan mengikuti selera masyarakat luas yang bersifat dinamis, seperti merah, biru, hijau, kuning, bahkan ada pula yang oranye, ungu, dan warna-warna muda lainnya.

Bahan Produksi Batik Bahan utama yang digunakan dalam membatik adalah: • kain katun putih, • malam, dan • zat pewarna sintetis atau alami. Alat Produksi Batik Peralatan batik terdiri dari berbagai macam, namun yang utama adalah: • kompor, • wajan, dan • canting. Proses Pembuatan Batik Proses pembuatan batik tulis terdiri dari berbagai versi sesuai kebiasaan dan kebutuhan perajin di masing-masing daerah.

Istilah yang digunakan dalam pembatikan biasanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa. Proses pembatikan dapat diuraikan sebagai berikut. • Nganji, yakni pemberian kanji setelah kain dicuci. Kegiatan pemberian kanji dapat dilakukan sesuai keinginan dan kebiasaan.

• Ngemplong, penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan warna.

• Nyungging, membuat pola di atas kertas. • Njaplak, menjiplak pola dari kertas ke kain. • Nglowong, memberi lilin/malam pada kain sesuai pola. • Ngiseni, memberi isian motif ke dalam pola besar.

• Nembok, penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap berwarna putih saat dilorot. • Nyolet, memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon. • Nyelup, memberi warna salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah kain dengan pencelupan. • Mopok, memberi isian pada latar belakang pola. • Nglorod, membuang lilin/malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik terlihat.

• Nanahi, memberi isian dengan malam pada latar belakang pola. • Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan.

Kerajinan Tekstil Sulam Sulam biasa disebut juga dengan bordir, adalah hiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 68). Dahulu, sulam lebih banyak menggunakan bahan dasar benang katun. Saat ini sulam telah dikembangkan dengan pita dan benang nilon yang tebal dan kaku. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau benang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.

Pada umumnya sulaman dengan benang menggunakan beberapa jenis tusuk dasar seperti tusuk, jelujur, tikam jejak, silang, flanel, feston, rantai,melekat benang, batang, dan sebagainya. Hasil Akhir Sulaman Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi berikut ini. • Sulam datar, hasil sulaman rata dengan permukaan kain. • Sulam terawang (kerawang), hasil sulaman berlubang-lubang seperti menerawang.

• Hasil sulam timbul, adalah hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang dibuat. Pada masyarakat Melayu, khususnya masyarakat Sumatera Barat, sulaman telah mempengaruhi kehidupan masyarakat kaum perempuan.

Perempuan Minang diharuskan memiliki keterampilan menyulam sejak anak-anak sebagai bekal keterampilan di masa datang. Meskipun dikerjakan dengan teknik yang tidak mudah, para perempuan tersebut tidak merasa menjadi beban. Oleh karena itu, di daerah ini banyak berkembang aneka jenis sulaman dengan nama dan gaya pembuatan yang unik dan khas.

Beberapa jenis sulaman yang berkembang kini sebagai berikut. • Sulam kepala peniti Sulam kepala peniti merupakan sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul yang berukuran kecil. Di Sumatra Barat, jarum pentul tanpa kepala warna tersebut dinamai peniti.

• Sulam bayang Jenis sulam bayang merupakan sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman dilakukan pada bagian atas kain dasar. • Sulam renda bangku Sulam renda bangku merupakan jenis sulam yang memiliki fungsi sebagai renda baju atau taplak dan lainnya. Di buat di atas bangku kecil berukuran bulat, maka disebutlah sulaman renda bangku.

Benang yang digunakan cenderung halus dan kecil. • Sulam pita Sulam pita menggunakan pita-pita dengan berbagai ukuran dan ketebalan yang bervariasi. Sulaman ini menggunakan jarum sulam atau jarum kasur yang memiliki lubang benang dengan berukuran besar.

Jahit Aplikasi Menjahit adalah sebuah kegiatan menyambungkan dua buah kain dengan menggunakan benang dan jarum. Menjahit selalu dikatakan identik dengan pekerjaan perempuan. Padahal menjahit banyak juga diminati oleh kaum pria, karena menjahit merupakan kegiatan yang mengasyikkan, bahkan dapat menjadi mata pencaharian.

Seperti halnya pekerjaan lain, misalnya polisi, tidak hanya ditekuni kaum pria, namun juga wanita. Penjahit biasanya disebut dengan tailor, meskipun menggunakan bahasa asing, namun istilah tailor ini sudah menjadi familiar di masyarakat kita. Jahit aplikasi merupakan bagian dari teknik menjahit.

Jahit aplikasi adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara menempelkan guntingan kain pada kain yang berbeda warna dengan dasar kain, selanjutnya diselesaikan dengan jahit tangan teknik sulam yang menggunakan tusuk hias feston (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 71).

Jenis-Jenis Jahit Aplikasi Adapun jenis-jenis jahit aplikasi di antara lain adalah sebagai berikut. Jahit aplikasi standart (onlay) Jahit aplikasi standard (onlay) adalah teknik membuat benda kerajinan tekstil yang dikerjakan dengan cara membuat gambar pada kain,kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian diselesaikan dengan teknik sulam.

Fungsi jahit aplikasi adalah untuk menghias permukaan kain. Jahit aplikasi pada potong sisip (inlay) Jahit aplikasi potong sisip adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang telah digambari motif sesuai dengan rencana. Kain yang sudah berlubang itu pada bagian belakang ditempel kain yang berbeda warna dan diselesaikan dengan tusuk hias festoon dapat juga dengan mesin bordir. Jahit aplikasi pada potong motif Jahit aplikasi potong motif adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan kain.

Teknik penyelesaiannya sama dengan jahit aplikasi yang lain. Jahit aplikasi pada lipat potong Jahit aplikasi lipat potong adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan tangan atau mesin. Caranya melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai dengan rencana sehingga hasilnya simetris kemudian ditempel pada dasar kain dan diselesaikan dengan tusuk feston.

Teknik aplikasi biasanya dikombinasikan dengan sulam datar. Jahit aplikasi pengisian Jahit aplikasi dengan pengisian adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan secara manual atau mesin. Caranya sama seperti pada jahit tindas, bedanya pada penambahan potongan kain yang berbeda warna.

Pengisi susulan dapat juga ditambahkan dengan penambahan renda dan pita penyelesaian sama dengan teknik aplikasi yang lain. Alat Produksi Jahit Aplikasi Dalam pembuatan jahit aplikasi, alat yang dibutuhkan hampir sama dengan jahit pada umumnya.

Alat tersebut di antaranya adalah: • jarum jahit tangan, • gunting, • jarum pentul, • bantalan jarum, • tudung jari, • alat pemasuk benang, • pemidangan, • pensil/kapur jahit, • cukil/pendedel, dan • seterika.

Bahan Produksi Jahit Aplikasi Bahan yang biasa digunakan dalam menjahit aplikasi terdiri dari: • benang jahit atau sulam, • kain bermotif atau polos, dapat pula digunakan kain perca. Saat ini sedang menjamur penggunaan kain felt atau flanel yang memiliki ratusan ragam warna sebagai bahan aplikasi.

Proses Pembuatan Jahit Aplikasi Sebetulnya proses pembuatan jahit aplikasi sangat tergantung dari desain yang dibutuhkan. Namun gambaran umum dalam proses pembuatan jahit aplikasi dalam kerajinan tekstil meliputi beberapa prosedur di bawah ini.

• Buat desain terlebih dahulu dengan menggunakan pensil dan jika diperlukan menggunakan pensil warna pula. • Buat pola sesuai desain yang artinya menggunting pola sesuai bentuk dan tempelkan pada kain dasar yang akan diolah. Kemudian jahitlah satu persatu dengan tusuk Preston.

• Mulai tempelkan dan jahit ornamen-ornamen lain yang diperlukan sesuai dengan desain. • Buatlah pita atau asesoris lain sesuai dengan desain.

• Buat motif kerutan sesuai dengan rancangan. • Tempelkan bahan lain seperti kancing jika diperlukan. Referensi • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.

Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Forecasting/Peramalan : Pengertian, Faktor, Metode, Langkah, dsb • Pengambilan Keputusan : Pengertian, Jenis, Teori, Proses, dsb • Fungsi Komunikasi dalam Manajemen • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi Trending • Model Pembelajaran Discovery Learning: Pembahasan Lengkap Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (13) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan Teknik ini tak menggunakan alat jarum, cukup dengan jari tangan.

Oleh karena itu, diperlukan kesabaran dan ketelitian serta teknik menyimpul yang mumpuni dalam pelaksanaannya.

Produk hasil kerajinan makrame dapat berupa barang hias maupun barang pakai, seperti gelang, kalung, hiasan dinding, dan sebagainya.
Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan.

Produk kerajinan dibuat tentunya memiliki tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan tekstil dibuat untuk berbagai tujuan.

Kegiatan membuat kerajinan berhubungan dengan aktivitas pembuatan benda-benda kebutuhan hidup. Benda-benda tersebut sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mempermudah dan mempercepat produktivitas kerja. Sejak dahulu rakyat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari pakaian hingga kebutuhan ritual budaya.

Semakin berkembangnya zaman, kebutuhan akan benda-benda atau perkakas berkembang, tidak hanya sebatas benda fungsional saja akan tetapi perkakas pun dibuat dengan diperhalus dan diperindah, baik dari segi penampilannya, ukurannya, maupun hiasannya. Pada akhirnya masyarakat memproduksi kerajinan perkakas atau alat-alat tidak hanya sebagai benda kebutuhan hidup sehari-hari, namun juga sebagai benda hiasan.

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan dan keindahan alam serta budaya karena anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Bahan baku kerajinan banyak sekali tersedia di bumi Indonesia. Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman motif, bentuk, bahan, serta teknik pada karya kerajinan Indonesia.

Budaya Indonesia yang unik dan memiliki ciri khas kedaerahan menjadi acuan yang dapat menjadi inspirasi dalam mengolah sumber daya tersebut sebagai produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Berdasarkan perkembangannya kerajinan sangat dipengaruhi oleh budaya luar sehingga dihasilkan bentuk dan corak produk yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang juga beraneka ragam.

salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang tersebar ke seluruh pelosok negeri. Batik menjadi kebangaan Indonesia di dunia Internasional sebagai warisan budaya nenek moyang yang patut dilestarikan, dipelajari, dan terus dikembangkan oleh setiap generasi Indonesia.

Pada generasi muda, kepedulian dan kepekaan terhadap budaya Indonesia perlu ditanamkan sejak dini. Kelestarian budaya Indonesia ke depan tantangannya cukup berat.

Budaya yang telah mengakar di Indonesia lama kelamaan akan pudar jika tidak diimbangi dengan pemahaman dan kesadaran akan rasa cinta terhadap tanah air. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan usaha dan kreativitas kita untuk memperbaiki kondisi tersebut menjadi lebih baik. Pengetahuan dan pemahaman tentang budaya, lingkungan hidup serta khasanah kerajinan Indonesia perlu dipelajari lebih dalam agar tidak tererosi akibat kemajuan jaman.

(Sumber referebsi: Buku Seni)
Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan. Produk kerajinan umumnya memanfaatkan bahan baku yang tersedia dan dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana serta dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana serta diproduksi dalam jumlah yang terbatas.

Keragaman bahan baku dan ketrampilan daerah di Indonesia menghasilkan keragaman produk kerajinan tekstil di Indonesia. Produk kerajinan tekstil merupakan salah satu sumber salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah bangsa Indonesia yang dapat menjaga dan melestarikan keberadaan budaya setempat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. A. Fungsi Kerajinan Tekstil Untuk dapat mengembangkan tekstil tradisional Indonesia, kita harus mengenalnya lebih dalam.Produk kerajinan dibuat tentunya memiliki tujuan.

Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan tekstil dibuat untuk berbagai fungi. Beberapa fungsi kerajinan tekstil antara lain sebagai berikut. 1. Fungsi Penghias Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias.

Berkebalikan dengan pengertian benda-pakai, benda-hias merupakan produk kerajinan tekstil yang sengaja dibuat untuk fungsi sebagai hiasan semata. Misalnya boneka, gantungan kunci, bross, hiasan dinding dsb. 2. Fungsi Benda pakai Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.

Contohnya busana, tas, dan aksesoris. 3. Fungsi Kelengkapan Ritual Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya. Sebagai alat ritual (busana khusus ritual tradisi tertentu), contohnya : • Kain tenun ulos digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak • Kain pembungkus kafan batik motif doa • Kain ikat celup Indonesia Timur (penutup jenazah) • Kain Tapis untuk pernikahan masyarakat daerah Lampung • Kain Cepuk untuk ritual adat di Pulau Nusa Penida • Kain Songket untuk pernikahan dan khitanan • Kain Poleng dari Bali untuk acara ruwatan (penyucian) 4.

Fungsi Simbolik Fungsi simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik. Lembar Kerja 2 (LK-2) Amatilah produk kerajinan yang ada pada gambar LK-2, dengan ketentuan : • Analisa sesuai pemahamanmu, mana yang merupakan produk kerajinan tekstil fungsi penghias dan fungsi benda pakai diantara 6 gambar tersebut!

• Catatlah hasil diskusimu dalam tabel. • Persentasikan dimuka kelas. • Ungkapkan perasaanmu. No. Bentuk Produk Kerajinan Teknik Pembuatan Kerajinan Fungsi Produk Alasan 1. Hiasan Dinding Sulam Fungsi Penghias Hiasan digunakan untuk memperindah ruangan 2.

Taplak Rajut Fungsi Pakai Taplak digunakan sebagai alas meja 3. Bando Rajut Fungsi Pakai Bando digunakan untuk memperindah rambut 4. Topeng Jahit Aplikasi Fungsi Penghias Hiasan digunakan untuk memperindah ruangan 5. Hiasan Dinding Sulam Fungsi Penghias Hiasan digunakan untuk memperindah ruangan 6. Tas Rajut Fungsi pakai Tas digunakan untuk membawa barang. B. Prinsip Kerajinan Tekstil Kerajinan fungsi hias pada prinsipnya adalah sebagai benda pajangan atau hiasan yang fungsinya sebagai orgamen untuk memperindah tempat tinggal ataupun tempat-tempat lainnya.

Prinsip kerajinan fungsi pakai kerajinan fungsi pakai prinsipnya adalah sebagai benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan fungsi dan tujuan dari kerajinan tersebut.

Adapun prinsip kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai hal-hal berikut. 1. Keunikan Bahan kerajinan Semua macam bahan dasar untuk memproduksi kerajinan dapat digunakan sebagai kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai. Dalam mengolah bahan dasar kerajinan fungsi hias diperlukan sebuah teknik yang sesuai dengan karakteristik bahan dasar yang digunakan dan tujuan dari pembuatan produk kerajinan.

Teknik pengerjaan sebuah kerajinan pun dipengaruhi oleh alat yang dipakainya.Peralatan yang digunakan juga bergantung pada kebutuhan penggunaan teknik tersebut. Teknik yang digunakan di antaranya adalah teknik jahit untuk tekstil menggunakan alat mesin jahit, teknik ukir untuk kayu menggunakan alat pahat, teknik rajut untuk serat menggunakan alat hakpen, teknik sulam untuk serat dan pita menggunakan jarum, dan lain-lain.

2. Keterampilan Tangan Seorang yang bekerja membuat produk-produk kerajinan umumnya disebut pengrajin. Keahlian tukang atau pengrajin merupakan keterampilan campuran antara berbagai jenis kerja tetapi tetap dengan dasar kesadaran material.

Kesadaran material, (material consciousness) adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Sebagai pengrajin dalam membuat produk kerajinan pada umumnya memiliki satu konsep karya yang dapat diproduksi lebih dari satu produk. Pengrajin membutuhkan orang lain yang memiliki keahlian di bidang masing-masing. 3. Unsur Estetik Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi.

Dari segi bentuk disuguhkan keberanekaragam bentuk sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan tapestri dibentuk berdasarkan pada proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, serta pusat perhatian, sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis.

Fungsi warna sebagai penunjang keindahan dan juga sebagai perlambangan. Adanya unsur estetik pada karya kerajinan dapat meningkatkan citra produk kerajinan tersebut. 4. Unsur Hiasan (Ornament) Unsur hiasan (ornament) adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya, dilukis, diukir, dan dicetak.

Ada dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan, (a) hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat, (b) hiasan terstruktur yaitu pembuatan hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri. Untuk kerajinan fungsi hias maupun fungsi pakai makna keberadaan ragam hias pada salah satu contoh hasil kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual adalah sama-sama untuk mendekorasi sebuah benda agar lebih terlihat artistik.

Dalam penerapan pengaturan posisi dan banyak atau sedikitnya ragam hias pada produk kerajinan dapat dilakukan dengan menyesuaikan tujuan dan desain yang dibuat.

Materi PJJ Prakarya Kelas 7 Semester 1 - Bab 2 Kerajinan Tekstil




2022 charcuterie-iller.com