Angola komunis

angola komunis

Berita Terkait angola komunis Prof. Yusril: Mencermati Kekalahan Klaim Cina dan Ekspor 10 Juta Pekerja Kasar Cina-Komunis ke Indonesia • Ketakutan Rakyat Pada Ancaman Cina Sangat Beralasan • Husni Kamil Tewas “Di-Munir-kan” untuk Hilangkan Jejak Kecurangan Pemilu? • Setelah Topik “Peretasan Sistem IT KPU Pilpres 2014” Mengemuka, Ketua KPU Husni Kamil Meninggal Angola komunis • Hadiah Lebaran Dari Jokowi: Tarif Listrik Naik! Eramuslim.com – Di Angola, angola komunis pekerja asal China mendominasi proyek-proyek infrastruktur.

Para pekerja lokal termarjinalkan dengan alasan efisiensi kerja. Hal ini jangan sampai terjadi di Indonesia. BBC melaporkan, puluhan ribu pekerja China datang ke Angola untuk bekerja dalam proyek-proyek pembangunan kota setelah perang saudara yang sempat melanda beberapa tahun. Ibu kota Luanda yang terus berbenah, mengundang para investor dari China. Namun ada konsekuensinya: para pekerja yang dibawa juga harus dari negeri tirai bambu.

Para pekerja China yang berbaju seragam biru tersebut sibuk membangun jalan, bangunan, rel kereta dan sekolah. Mereka bahkan memiliki fasilitas kesehatan sendiri angola komunis dikelola oleh dokter asal China. “Saya berusaha sebaik mungkin menangani mereka (para pekerja),” kata Dr Wang yang menangani para pekerja. Nyaris tak ada pekerja lokal di pabrik-pabrik di Angola, kecuali petugas keamanan dan dua wanita yang bertugas mencuci sayuran. China masuk ke Angola dengan barter minyak. Pemerintah Angola menjual minyak, sebagi gantinya China membangun sejumlah infrastruktur di sana.

Kelompok LSM HAM di Angola menyoroti masalah eksodus ini. Mereka mengakui banyak generasi muda Angola yang belum mengenyam pendidikan tinggi. Namun bukan berarti harus mengimpor tenaga kerja dari China. Akibat hal ini, muncul kecemburuan sosial di Angola. Ada sejumlah kasus penyerangan warga lokal terhadap para pekerja China. Bahkan sebagian ada yang menimbulkan korban. Setelah merebaknya isu eksodus pekerja China di Indonesia terkait pembangunan pabrik semen — yang telah disangkal oleh Menaker Hanif Dhakiri — banyak kalangan yang mengaitkan hal itu dengan Angola.

Sejumlah kalangan mewanti-wanti agar masalah pekerja China di Indonesia tidak sampai membawa implikasi buruk bagi perluasan lapangan kerja di Tanah Air. “Kita tidak boleh condong ke China. Sebagai negara poros, dengan prinsip bebas-aktif, Indonesia harus membangun hubungan berimbang dengan semua kekuatan besar. Karena kita juga kekuatan besar di antara dua samudera, Pasifik dan Samudera Hindia,” terang peneliti dari CSIS, Rizal Sukma, kepada detik.com.

“Dua samudera itu akan menjadi arena rivalitas antar negara besar di abad ke-21 ini. Kerjasama dengan China harus jelas terms of agreementnya.

angola komunis

Jangan sampai investasi China di sini tidak membawa implikasi apapun bagi perluasan lapangan kerja bagi indonesia.

China ini suka bawa pekerjanya untuk mengerjakan proyek-proyek mereka, termasuk tenaga kerja kasar. Kita harus berani bilang ke China bahwa kita bukan Angola, Zimbabwe atau Sri Lanka,” tegasnya. [ts/lingkaran] Komunisme adalah salah satu bentuk ideologi yang didasarkan atas pandangan hidup bahwa seluruh masyarakat dapat mencapai kesetaraan dengan cara menghilangkan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dengan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara.

Tetapi semua aktivitas itu dikendalikan dan diatur oleh negara, da n setiap individu menerima angola komunis yang sesuai dengan kerja bersama berdasarkan kebutuhan mereka.

Ideologi komunis ini pertama kali dicetuskan oleh sosok filsuf asal Jerman yang bernama Angola komunis Marx pada tahun 1848.

angola komunis

Negara yang pertama kali angola komunis paham komunis adalah Uni Soviet yang sering juga disebut dengan paham Marxsime - Leningisme. Diberi nama Leningisme, karena ideologi komunis ini dimunculkan oleh Joseph Stalin. Paham Komunis kemudian semakin menyebar saat era perang dingin.

Komunisme perlahan mulai merambah Asia, Eropa, Afrika bahkan sampai Amerika Latin. Hingga saat ini pun, paham Komunis masih diadopsi oleh banyak negara dunia. Negara negara seperti Cina, Kore Utara, Laos dan Kuba adalah beberapa negara yang masih mempertahankan praktik komunisme. Selain daftar negara tersebut, ternyata ada loh, beberapa negara di dunia ini yang pernah menganut sistem komunisme meskipun sangat singkat, dan akhirnya ideologi tersebut digantikan.

Nah, apa saja sih negara negara mantan komunis tersebut ? Untuk menjawab pertanyaan angola komunis, berikut telah ane rangkum beberapa daftarnya. Cekidot. Negara yang merupakan bekas jajahan Portugis ini, telah melewati sejarah panjang untuk memperoleh kemerdekaan.

Angola sendiri resmi merdeka dari Portugis pada tahun 1975. Meskipun sudah memperoleh kemerdekaan, lantas tidak membuat negara Angola langsung aman dan damai. Segera, konflik perang sudara langsung pecah menerjang Angola. Perang sudara tersebut memunculkan dua kubu baru yang berseteru yakni UNITA yang didukung oleh Amerika dan Afrika Selatan melawan kubu MPLA yang didukung oleh Uni Soviet dan Angola komunis.

Kedua kubu tersebut saling menguasai untuk berupaya mendapatkan kontrol penuh Angola. UNITA berusaha menguasai pertambangan berlian aluvial sedangkan MPLA berusaha memonopoli minyak bumi. Tapi kemudian pada tahun 1991 kedua kubu sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

Dari perjanjian itulah dimulainya pemilu pertama yang dimenangkan MPLA dan lahirlah Republik Rakyat Angola berhaluan komunis. Josip Broz Tito Yugoslavia merupakan sebuah negara yang terbentuk dari beberapa federasi negara yang terdiri dari: Sebia, Crotia, Bosnia dan Herzegovina, Macedonia, Slovenia, Montengro dan Kosovo.

Keenam negara bagian tersebut menyatakan bersatu pada tahun 1918 setelah Deklarasi Corfu disepakati. Yugoslavia sendiri sudah mengadopsi komunisme semenjak tahun 1943.

angola komunis

Aliran komunis di Yugoslavia dipimpin oleh diktator J osip Broz Tito yang disokong militer Uni Soviet. Setelah perang dunia dua usai, Tito terang terangan menyatakan keluar dari bayang bayangan Angola komunis, dan menerima konsekuensi dikeluarkan dari Kominform pada tahun 1948. Pada tahun 1980 Josip Broz Tito meninggal, dan mulai memunculkan benih benih perseturuan antar etnis dan krisis ekonomi. Pemberontakan dan diskriminasi etnis sering terjadi, terutama etnis muslim di Bosnia.

Pada akhirnya, satu persatu negara-negara persekutuan Yugoslavia mulai memecahkan diri dan memproklamasikan kemerdekaan. Bendera Albania Menyebarnya paham komunis di Albania sebenarnya tidak luput dari pengaruh negara tetangganya, Yugoslavia. Kepemerintahan komunis di Albania dimuali pada tahun 1944. Pemimpin partai komunis terbesar di Albania, Enver Hoxha. M enerapkan pemerintahan yang otoriter dan tertutup dan mengisolasi Albania selama kurang lebih 40 tahun lamanya.

Meski menjalankan pemerintahan tertutup, Hoxha juga pernah menjalin hubungan kerjasama singkat bersama Uni Soviet dan Tiongkok. Saking tertutupnya, mayoritas masyarakat Albania tidak tau apa yang terjadi di luar negara mereka.

Beberapa orang bahkan tidak tau kalau tembok berlin telah runtuh saat itu. Karena ketidak puasan rakyat, maka pada tahun 1991 saat Uni Soviet runtuh, dimulailah demo besar besaran di Albania. Kerusuhan terus berlanjut dan berlarut larut, h ingga akhirnya pada tahun 1998, Albania memutuskan mengubah konstitusi baru menjadi demokrasi.

Mujahidin Meskipun mayoritas warga negaranya merupakan muslim, nyatanya Afghanistan pernah terpapar paham komunis saat era perang dingin. Faktor utama masuknya paham komunis di Afghanistan tidak lain ya karena campur tangan Uni Soviet. Pada angola komunis 1978, partai Komunis yang didukung oleh Uni Soviet melancarkan kudeta dan berhasil menggulingkan pemerintahan Mohammad Daud Khan. Dan karena kudeta itulah lahirlah satu rezim komunis besar dibawah kediktatoran Nur Muhammad Taraki.

Meski begitu, karena gaya pemerintahan yang keras Ia tidak disukai rakyatnya dan kemudian dibunuh setahun setelah proklamasi pemerintahannya. Sejak saat itu Uni Soviet mulai mengambil alih pemerintahan, dan dari situlah awal perang berkepanjangan melawan pasukan Mujahidin dan oposisi. Meskipun, paham komunis di Afghanistan sudah lenyap seiring runtuhnya Uni Soviet, tapi perang saudara masih terjadi hingga sekarang.

Kongo Komunisme sepertinya memang benar benar pernah menjamur di benua Afrika. Salah satu buktinya ya negara Kongo ini. Setelah mendapatkan kemerdekaan dari perancis pada tahun 1960, pemerintah Perancis lantas mengubah Kongo menjadi bentuk negara Republik.

Tapi pada tahun 1963, Alphonse Massamba-Debat yang merupakan pemimpin Kongo saat itu, secara terang terangan memproklamasikan dirinya menjadi seorang Marxis. Dia kemudian membentuk sistem partai tunggal yang bernama Garda Revolusi Nasional. Pada tahun 1968, terjadi protes besar besaran yang memaksa Maien Nguoabi naik tahta mengantikan Massamba. Segera ia lalu memproklamasikan negara berideologi Sosialis dalam bentuk angola komunis Populer".

Sama seperti Angola, komunisme di Kongo tidak bertahan lama, karena pada tahun 1990 terjadi reformasi multipartai yang mengubah Kongo menjadi negara demokrasi. Jangan lupa kunjungi thread ane yang lain: Perang Vietnam Serta Fakta dan Mitos Yang Menyelimutinya Apa Yang Akan Terjadi Jika NAZI Memenangkan Perang Dunia Dua ? Perang Sipil Amerika Serikat dan Berakhirnya Era Perbudakan Orang Kulit Hitam Pengembangan Tato Elektroda Untuk Membaca Otak, Awal Kebangkitan Manusia Android ?

Lebih Mematikan Angola komunis Corona! 7 Wabah Penyakit Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah Apa Jadinya Jika Indonesia Tidak Pernah Dijajah Belanda?

Apakah Tetap Berbentuk NKRI? 18-08-2020 14:17
Pernah menonton film "Blood Diamond" yang dirilis tahun 2006? Film bergenre action yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio itu pada intinya bercerita tentang perjalanan seorang pengumpul berlian ilegal yang sedang mencari berlian legendaris bernama "berlian darah" (blood diamond) di Sierra Leone.

Percaya atau tidak, situasi Sierra Leone yang dalam film tersebut digambarkan penuh dengan intrik & kekacauan memang benar-benar ada di dunia nyata. Namun artikel kali ini bukan ingin membahas soal Sierra Leone, tapi soal negara Afrika lain bernama Angola yang tanahnya juga kaya akan berlian - serta pergolakan. Sebagai sebuah negara beriklim tropis yang terletak di pantai barat daya Afrika, Angola sebenarnya memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi negara makmur.

Tanahnya subur & dipenuhi oleh aneka tumbuhan tropis yang bermanfaat bagi manusia. Bahan-bahan tambang berharga tinggi seperti minyak bumi & berlian juga tersimpan di bawah tanahnya.

angola komunis

Sayang, semua kekayaan yang dimiliki Angola justru bagaikan kutukan karena akibat perebutan kekayaan yang dikandung tanahnya, Angola terjerumus dalam konflik berkepanjangan selama puluhan tahun.

Baik konflik antara sesama rakyat Angola sendiri, maupun konflik antara pasukan-pasukan asing yang ingin menancapkan pengaruhnya di Angola. SEJARAH SEBELUM KEMERDEKAAN Abad ke-15, untuk pertama kalinya penjelajah Portugis (Portugal) menginjakkan kaki di wilayah Angola komunis. Sejak itu, semakin banyak orang-orang Portugis yang datang & bermukim di Angola. Dalam perkembangannya, wilayah Angola kemudian menjadi sentra perdagangan budak bagi Portugal. Ketika sejak abad ke-19 praktik perdagangan budak dilarang di berbagai negara, Portugal mulai menerapkan sistem kerja paksa kepada penduduk lokal untuk membuka lahan-lahan perkebunan komersial di Angola.

Kebijakan baru Portugal tersebut lalu menimbulkan reaksi perlawanan dari penduduk lokal, namun Portugal berhasil meredam aksi-aksi perlawanan yang timbul. Kendati Portugal berhasil mempertahankan kekuasaannya di Angola, perlawanan dari penduduk lokal tidak pernah benar-benar berhenti menyusul semakin merebaknya gerakan nasionalisme di Angola.

Sejak dekade 1950-an, muncul kelompok-kelompok milisi lokal yang ingin mengenyahkan Portugal dari tanah mereka. Kelompok pertama yang terbentuk adalah Movimento Popular de Libertaccao de Angola (MPLA; Gerakan Kemerdekaan Populer untuk Angola) pada tahun 1956 di mana para pendirinya adalah anggota partai komunis Portugal & didukung oleh Uni Soviet.

Setahun kemudian, muncul lagi kelompok milisi baru bernama Frente Nacional de Libertacao de Angola (FNLA; Front Nasional Pembebasan Angola) yang disokong oleh Amerika Serikat (AS). Kelompok milisi terakhir yang terbentuk adalah Uniao Nacional para a Independencia Total de Angola (UNITA; Persatuan Nasional untuk Kemerdekaan Total Angola) yang didirikan pada tahun 1966 oleh Jonas Savimbi yang sempat menimba ilmu di Cina.

Ketiga kelompok tersebut lalu bekerja sama untuk memerdekakan Angola dari tangan Portugal. Portugal lantas merespon aksi perlawanan tersebut dengan menerjunkan pasukan ke Angola secara besar-besaran sejak tahun 1961. Bendera kelompok MNLA. (Sumber) Bendera kelompok FNLA.

(Sumber) Bendera kelompok UNITA. (Sumber) Portugal sendiri pada periode itu sedang dalam posisi yang tidak menguntungkan karena sebagai negara otoriter yang tidak memihak blok manapun dalam Perang Dingin, Portugal dikucilkan oleh banyak negara. Operasi militer mereka di Angola juga dipersulit oleh membanjirnya bantuan dari negara-negara luar kepada milisi-milisi Angola. Upaya Portugal untuk meredam aksi pemberontakan di Angola akhirnya berakhir dengan sendirinya ketika pada tahun 1974, muncul gerakan revolusi di Portugal yang dikenal dengan nama "Revolusi Anyelir" & pemerintahan pasca revolusi tersebut tidak tertarik untuk memperpanjang kekuasaan mereka di negara-negara jajahannya (termasuk Angola).

Berakhirnya operasi militer Portugal ternyata tidak serta merta mengakhiri konflik bersenjata di Angola karena ketiga milisi yang semula bekerja sama melawan Portugal tersebut mulai bertempur satu sama lain untuk menjadi pihak paling berkuasa di Angola.

Pemerintah Portugal sempat turun tangan dengan mengundang perwakilan dari ketiga milisi untuk berunding di Portugal pada bulan Januari. Hasilnya, ketiga milisi tersebut sepakat untuk membentuk pemerintahan transisi di Angola melalui perjanjian yang dikenal dengan nama "Persetujuan Alvor". Angola pun kemudian resmi dimerdekakan pada tanggal 11 Angola komunis 1975. MERDEKANYA ANGOLA & DIMULAINYA PERANG SAUDARA Usai perundingan yang dilakukan di Portugal, situasi Angola tidak segera membaik karena timbul kembali perpecahan dalam pemerintahan transisi yang baru angola komunis.

MPLA yang sedang menguasai ibukota Luanda langsung mendeklarasikan berdirinya Republik Rakyat Angola yang berideologi komunis. FNLA & UNITA lantas meresponnya dengan membentuk pemerintahan tandingan yang beribukota di Huambo pada tanggal 23 November 1975. Sejak saat itu, Angola pun seperti terbelah 2 antara pemerintahan komunis milik MPLA di pantai barat Angola & pemerintahan campuran FNLA-UNITA di wilayah Angola timur. Peta Angola. Perkembangan situasi Angola dengan cepat menarik perhatian negara-negara besar.

AS yang khawatir bahwa Angola bisa menjadi negara komunis seutuhnya mulai menambah dukungannya pada pemerintahan koalisi milik MPLA & UNITA dengan jalan mengirimkan persenjataan dalam jumlah besar melalui wilayah Zaire, salah satu sekutu AS di Afrika saat itu.

Pihak FNLA lebih lanjut juga angola komunis bantuan Afrika Selatan (Afsel) untuk menempatkan pasukannya di Angola. Bulan Maret 1975, pasukan FNLA akhirnya melakukan serangan ke markas milik MPLA di Luanda dari sebelah utara Angola.

Serangan tersebut lalu diikuti dengan gelombang serangan angola komunis pada bulan April. Sebulan kemudian, pasukan Zaire ikut terjun ke medan perang dengan menyerang Angola dari perbatasan utara kedua negara. Situasi semakin runyam bagi MPLA setelah pasukan UNITA & Afsel melakukan serangan dari selatan Angola sehingga MPLA dipaksa mundur ke ibukota Luanda. Di tengah kondisi yang serba sulit bagi MPLA, Uni Soviet mengirimkan bantuan persenjataan ke Luanda sehingga MPLA kini mendapat suntikan kekuatan untuk memukul mundur pasukan FNLA.

Lebih lanjut, Uni Soviet juga meminta negara sekutunya di Amerika Tengah, Kuba, untuk ikut mengirimkan bantuan yang mencakup pasukan berjumlah belasan ribu & tenaga medis ke Angola.

Hasilnya efektif. Pasukan gabungan Kuba & Angola (MPLA) berhasil mengusir pasukan Afsel & UNITA keluar wilayah selatan Angola pada tahun 1976. MERAMBATNYA PERANG KE ZAIRE & NAMIBIA Bulan Maret 1977, provinsi Shaba di sebelah tenggara Zaire diserang oleh kelompok milisi anti-pemerintah FNLC yang didukung oleh Angola (MPLA).

Penyebab utama mengapa Angola mendukung FNLC adalah karena pemerintah Zaire mendukung kelompok UNITA & FNLA. Serangan FNLC tersebut berhasil dipatahkan oleh Zaire setelah pasukan FNLC gagal mengalahkan pasukan gabungan Zaire-Maroko-UNITA.

Setahun kemudian, FNLC kembali menyerang provinsi Shaba, namun kembali berhasil dipukul mundur. Angola & Zaire akhirnya sepakat menjalin kesepakatan damai pada tahun 1979 di mana keduanya sepakat untuk menghentikan dukungannya kepada milisi-milisi anti-pemerintah di masing-masing negara. Memasuki dekade 1980-an, MPLA sudah berhasil menguasai sebagian besar wilayah Angola & mendeklarasikan dirinya sebagai penguasa berdaulat Angola. FNLA di lain pihak semakin kehilangan pengaruh & kekuatannya sehingga sejak periode ini, perang sipil Angola tinggal menjadi perang antara pemerintah Angola (MPLA) melawan UNITA.

Pertempuran di Angola pada periode ini juga mulai merambat ke wilayah Afrika Barat Daya (sekarang Namibia) sebagai akibat dari semakin meningkatnya aktivitas pasukan milisi South West Africa People's Organization (SWAPO) yang berbasis di Angola & ingin memerdekakan wilayah Afrika Barat Laut dari tangan Afsel.

Pemerintah Afsel lantas meresponnya dengan kembali mengirim pasukan dalam jumlah besar ke Angola. Peta rute serangan SWAPO ke Afrika Barat Daya / Namibia. (Sumber) Sejak tahun 1980, pasukan militer Afsel secara aktif menyerang wilayah-wilayah di selatan Angola dengan dalih memberangus pasukan SWAPO yang bermarkas di Angola.

Pemerintah Angola memprotes tindakan Afsel tersebut sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan. Serangan Afsel lantas direspon Uni Soviet dengan menambah bantuan & mengirimkan penasihat militer ke Angola. Kuba juga menambah jumlah pasukannya di Angola sehingga sejak tahun 1982, jumlah pasukan Kuba di Angola membengkak menjadi 30.000 personil lebih.

AS di lain pihak terus menambah bantuan finansial & persenjataan kepada UNITA dengan harapan bisa membendung pengaruh komunis dari Uni Soviet & Kuba di kawasan tersebut. Tahun 1988, terjadi salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Afrika antara pasukan Kuba & Angola (MPLA) melawan pasukan UNITA & Afsel di kota Cuito Cuavanale, provinsi Cuando Cubango, Angola tenggara. Dalam pertempuran itu, kedua belah pihak sama-sama mengerahkan tank, artileri, & pesawat tempur.

Pasukan Afsel pada awalnya menjadi pihak penyerbu & berhasil mendesak mundur pasukan gabungan Kuba-Angola, namun mereka pada akhirnya dipaksa mundur kembali setelah persenjataan usang milik mereka gagal mengimbangi peralatan tempur termutakhir milik Kuba & Angola. Usai pertempuran, area dekat Cuito Cuvanale menjadi salah satu ladang ranjau terbesar di Angola.

Sejak awal tahun 1988, perundingan antara Angola komunis & milisi-milisi Angola dilakukan dengan difasilitasi oleh PBB untuk membahas penarikan mundur pasukan Kuba dari Angola. Selama ini UNITA mengklaim bahwa penyebab utama kenapa mereka terus bertempur adalah karena pasukan Kuba ikut campur dalam perang sipil di Angola & adanya kecurigaan Kuba ingin menyebarkan paham komunis di kawasan tersebut.

Tentara Kuba di Angola. (Sumber) Afsel kemudian ikut serta dalam perundingan pasca pertempuran di Cuito Cuavanale setelah mereka merasa tidak bisa lagi bertempur lebih lama melawan pasukan Angola, Kuba, & milisi SWAPO. Perundingan yang dilakukan tersebut kemudian menghasilkan beberapa kesepakatan : Kuba akan menarik mundur seluruh pasukannya dari Angola, Afsel akan menarik pasukannya dari Afrika Barat Daya, & wilayah Afrika Barat Daya sendiri akan dimerdekakan kemudian dengan nama "Namibia".

Tiga tahun kemudian melalui perundingan yang dilakukan di Portugal, pemerintah Angola (MPLA) sepakat untuk meninggalkan ideologi komunis Marxis-Leninis mereka selama ini & memberlakukan sistem pemilu multipartai. Sikap MPLA itu kemudian diikuti dengan kemauan UNITA untuk mengakhiri perjuangan bersenjata & mengikuti pemilu. MELETUSNYA KEMBALI PERANG SIPIL Pemilu multipartai yang direncanakan akhirnya dilaksanakan pada tahun 1992 di mana pemimpin MPLA Eduardo Dos Santos dalam pemilu berhasil meraih 49 % suara, sementara pemimpin UNITA Jonas Savimbi hanya meraih 40 % suara.

Savimbi menuduh adanya kecurangan dalam pemilu Maka, pada bulan Oktober 1992 Savimbi memerintahkan UNITA untuk angola komunis mengangkat senjata. Sebagai akibatnya, situasi di Angola pun kembali memanas & perang sipil antara UNITA dengan pemerintah Angola (MPLA) kembali meletus.

Keputusan UNITA untuk kembali mengangkat senjata di tahun 1992 ternyata ditentang oleh AS - negara pendukung UNITA sejak kelompok itu pertama kali berdiri - angola komunis menganggap keputusan UNITA tersebut mencederai proses demokrasi di wilayah Angola.

Angola komunis sikap AS tersebut sangat mungkin juga karena sejak tahun 1991, Uni Soviet sudah tumbang & MPLA meninggalkan ideologi komunisnya sehingga AS tidak punya alasan lagi untuk tetap menyokong UNITA. Selama ini, alasan utama AS untuk mendukung UNITA - beserta FNLA - adalah untuk membendung penyebaran paham komunisme di wilayah tersebut. Kendati tidak lagi didukung AS, UNITA nyatanya tetap memiliki cukup kekuatan untuk kembali memulai perlawanan bersenjata.

Secara mengejutkan mereka berhasil menguasai wilayah-wilayah Angola satu demi satu sehingga pada tahun 1993, UNITA diketahui sudah menguasai 70 % dari total wilayah Angola.

Berlian, salah satu barang tambang paling melimpah di Angola. (Sumber) Keberhasilan UNITA tersebut tidak lepas dari fakta bahwa sejak perang sipil pertama kali dimulai, UNITA menguasai tambang-tambang berlian di Angola sehingga mereka selalu memiliki cukup uang untuk membeli persenjataan & merekrut tentara bayaran.

angola komunis

Angola sendiri memang sudah sejak lama dikenal sebagai negara penghasil berlian kualitas terbaik di Afrika (dikenal juga dengan nama "berlian darah" alias "blood diamond"). Kegemilangan pasukan UNITA di medan perang Angola tidak berlangsung lama. Pasukan Angola yang sempat kewalahan dengan perlawanan dari UNITA berhasil menemukan kembali momentumnya sehingga pada tahun 1994, Angola berbalik menguasai kembali sebagian besar wilayah angola komunis.

Setahun sebelumnya, PBB akhirnya menjatuhkan sanksi embargo senjata & minyak bumi kepada UNITA karena UNITA dianggap sebagai penyebab timbulnya krisis kemanusiaan berkepanjangan di Angola. Dalam posisi yang terdesak itu, UNITA akhirnya sepakat untuk kembali berunding dengan pemerintah Angola. Perundingan damai antara pemerintah Angola dengan UNITA dilakukan pada bulan Oktober 1994 di Lusaka, Zambia. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata, membentuk pemerintahan koalisi, angola komunis menghentikan impor persenjataan asing dalam perjanjian yang dikenal sebagai "Protokol Lusaka".

Setahun kemudian, PBB mengirimkan pasukan perdamaian ke Angola untuk memonitor pelaksanaan perjanjian. Perjanjian tersebut sayangnya lagi-lagi tidak bertahan lama setelah UNITA menolak menyerahkan kendali wilayah-wilayah kaya berlian di Angola ke tangan pemerintah pusat & kedua belah pihak kembali mengimpor persenjataan asing secara besar-besaran.

INVASI KE ZAIRE & GENCATAN SENJATA PERMANEN Tahun 1997-1998, PBB kembali menjatuhkan sangsi pengucilan & pembekuan aset milik UNITA di bank menyusul penolakan UNITA untuk menyerahkan kendali wilayah-wilayah kaya berlian yang mereka kuasai ke pemerintahan pusat Angola.

angola komunis

Setahun kemudian menyusul rasa gerah atas sikap UNITA yang terkesan tidak ingin melaksanakan Protokol Lusaka secara penuh, pemerintah Angola akhirnya melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah-wilayah kekuasaan UNITA. Akibat serangan tersebut, UNITA kehilangan sebagian besar prajurit & stok persenjataannya sehingga mereka angola komunis kembali menggelar taktik perang gerilya untuk bertempur melawan pasukan Angola.

Perang sipil Angola yang kembali meletus pada periode itu pada gilirannya merambat ke negara tetangganya, Zaire. Angola yang melihat kondisi internal Zaire sedang goyah akibat perang melawan Rwanda & Uganda berusaha memanfaatkan kondisi tersebut untuk menumbangkan pemerintahan berkuasa Zaire.

Selama ini Zaire memang diketahui merupakan sekutu dekat UNITA di mana selama perang sipil Angola, Zaire menyediakan suplai logistik & markas persembunyian untuk para pejuang UNITA. Peta Angola & Zaire (DR Congo). (Sumber) UNITA dalam pertempuran di Kongo memang sempat ikut terjun membantu pasukan Zaire menghadapi lawan-lawannya (termasuk Angola), namun kekuatan yang tidak berimbang menyebabkan pihak lawan pada akhirnya berhasil menduduki ibukota Zaire & memenangkan angola komunis.

Usai perang, kondisi Zaire tidak langsung membaik, bahkan semakin parah setelah setahun berikutnya perang kembali meletus dalam skala lebih besar & melibatkan lebih banyak negara. Dalam perang fase kedua di Kongo ini, pasukan Angola kembali terlibat, namun kali ini mereka bersekutu dengan pasukan milik pemerintah Kongo (Zaire). Kembali ke Angola, pasukan Angola semakin menemukan momentum dalam peperangan setelah mereka berhasil merebut beberapa wilayah kaya berlian yang menjadi sumber pendapatan UNITA.

Kondisi internal UNITA di lain pihak semakin melemah setelah semakin banyak prajuritnya yang membelot & berkurangnya dukungan penduduk lokal kepada UNITA. Salah satu penyebab utama berkurangnya dukungan kepada UNITA adalah karena UNITA kerap melakukan serangan secara sengaja ke pemukiman sipil & kendaraan pengangkut bantuan kemanusiaan milik PBB.

Meskipun demikian, pasukan Angola masih belum berhasil memberangus UNITA seutuhnya. Keinginan Angola untuk segera mengakhiri perlawanan UNITA akhirnya terwujud setelah pada bulan April 2002, pasukan Angola berhasil membunuh pemimpin UNITA, Jonas Savimbi. Enam minggu pasca kematian Savimbi, UNITA akhirnya sepakat untuk mengakhiri perlawanan bersenjatanya. Pada bulan Agustus 2002, UNITA mengumumkan bahwa mereka hanya akan memperjuangkan kepentingannya lewat jalur damai (jalur politik).

Sejak itu, perang sipil Angola yang sudah berlangsung sejak tahun 1975 pun secara resmi berakhir. Perang sipil yang terjadi di Angola membawa dampak kerusakan yang hebat bagi negara tersebut. Sedikitnya 500.000 anggota milisi & tentara tewas dalam perang panjang tersebut. Jumlah tersebut belum ditambah ratusan ribu penduduk sipil Angola yang kehilangan nyawa atau cacat seumur hidup.

Lebih lanjut, perang tersebut juga mengakibatkan sekitar 4 juta lebih penduduk Angola - sekitar 1/3 dari total jumlah penduduk Angola - kehilangan tempat tinggal. Selama perang, pihak UNITA juga diketahui memaksa penduduk pria setempat menjadi prajurit & wanita menjadi budak seks. Jonas Savimbi, pemimpin UNITA. (Sumber) PERKEMBANGAN TERAKHIR Sejak perang berakhir, Angola mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di mana mayoritas dari sumber pendapatan Angola tersebut berasal dari sumber minyak & berlian.

Pertumbuhan ekonomi yang cepat tersebut ditunjang oleh kondisi Angola yang sudah jauh lebih kondusif pasca perang sipil & tanahnya yang memang kaya akan minyak bumi. Bahkan Angola kini menjadi negara penyuplai minyak bumi terbesar untuk Cina, raksasa Asia yang industrinya sedang tumbuh pesat. Untuk membangun kembali infrastrukturnya, Angola juga meminjam uang sebesar 2 angola komunis dollar AS pada tahun 2004 dari sebuah bank Cina. Kendati Angola mengalami kemajuan yang positif dalam beberapa tahun terakhir, Angola juga belum lepas dari sejumlah masalah sosial.

Sekitar 37% dari total penduduk Angola masih terjebak dalam kemiskinan. Pembangunan di Angola juga belum merata di mana aktivitas angola komunis Angola umumnya hanya terkonsentrasi di ibukota Luanda & sekitarnya. Lebih lanjut, Angola juga kini terpaksa bergantung pada impor untuk mencukupi kebutuhan pangannya karena tanah-tanah pertanian yang ada di Angola tidak bisa ditanami akibat banyaknya ranjau darat yang tertanam di sana. Masalah lain yang menimpa Angola adalah soal masih adanya konflik bersenjata bersenjata di provinsi Cabinda yang secara geografis terpisah dari daratan Angola lainnya.

Daerah Cabinda sejak lama dikenal dengan pantainya yang indah, tanahnya yang subur, & adanya simpanan minyak bumi di lautnya. Cabinda - seperti wilayah lain Angola - pada awalnya merupakan bagian dari kekuasaan Portugal.

Peta lokasi Cabinda. Usai perundingan yang dilakukan antara Portugal dengan milisi-milisi Angola, Cabinda kemudian dimerdekakan sebagai salah satu angola komunis Angola. Sebuah keputusan yang konon bertentangan dengan keinginan masyarakat Cabinda sendiri angola komunis memicu kelahiran kelompok bersenjata bernama FLEC yang ingin mendirikan negara Cabinda merdeka.

angola komunis

Hingga sekarang, pemerintah Angola belum berhasil meredam konflik bersenjata di Cabinda kendati sudah menerjunkan pasukan di sana. Contoh terakhir mengenai konflik yang terjadi di daerah itu adalah saat Angola menjadi tuan rumah Piala Afrika 2010, iring-iringan kendaraan timnas Togo diserang oleh anggota FLEC yang mengakibatkan 3 orang tewas. Usai serangan tersebut, FLEC mengaku bertanggung jawab sambil menyatakan ucapan bela sungkawa kepada Togo karena mereka mengaku niat utama mereka menyerang iring-iringan tersebut adalah untuk membunuh prajurit-prajurit Angola yang mengawal iring-iringan, bukan untuk membunuh anggota timnas Togo.

Mari berharap agar Angola bisa segera menyelesaikan masalah-masalahnya agar bisa terus berkembang demi kesejahteraan rakyatnya. Dan yang terpenting, semoga pemerintah Angola juga angola komunis menemukan solusi yang saling menguntungkan dengan pihak pemberontak di Cabinda sesegera mungkin sehingga perdamaian yang diimpikan pun bisa terwujud tanpa ada yang merasa dirugikan.

Perang sipil yang sudah berlangsung selama puluhan tahun sebelumnya seharusnya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa perang tanpa henti hanya akan mendatangkan kerugian dan penderitaan berkepanjangan.

- © Rep. Eusosialis Tawon RINGKASAN PERANG Waktu & Lokasi Pertempuran - Waktu : angola komunis - 2002 - Lokasi : Angola, Namibia, Zaire (sekarang RD Kongo) Pihak yang Bertempur (Grup) - MPLA (Negara) - Kuba, Uni Soviet melawan (Grup) - UNITA, FNLA (Negara) - Afrika Selatan, Zaire melawan (Grup) - milisi separatis Cabinda Hasil Akhir - Kemenangan pihak MPLA - Konflik skala kecil masih berlanjut di Cabinda hingga sekarang Korban Jiwa Lebih dari 500.000 jiwa REFERENSI American University Washington D.C.

- Angola Diamond Mining and War History World - History of Angola The Heritage Foundation - Into Africa : China's Grab for Influence and Oil Wikipedia - Angola Wikipedia - Angolan Civil War Wikipedia - Cabinda Province Wikipedia - Cuban intervention in Angola Wikipedia - UNITA MUNIR 05 Oktober, 2019 22:25 Angola seperti koloni-koloni bekas jajahan Portugal lainnya pasca Revolusi Anyelir, meraih kemerdekaan. Namun, pasca kemerdekaan justru terjadi perang sipil di negara-negara bekas koloni Portugal seperti Angola, Mozambik, Guinea Bissau dan Timor Leste.

Sementara koloni Portugal lainnya seperti Goa dianeksasi India dan Macao dianeksasi Tiongkok. Recuest buat Admin RET, utk membuat artikel tentang sejarah perang sipil Timor-Timur (sekarang Timor Leste). Serta mengapa proses integrasi Timor-Timur tak semulus proses dekolonisasi Goa dan Macao yg sekarang dikuasai oleh India dan Tiongkok. Balas Angola komunis Keliru, Klaim Angola Menetapkan Aturan Angola komunis Islam Karena Banyak Utang ke Cina Rabu, 29 September 2021 21:11 WIB Cuplikan video ceramah eks Ketua Umum Front Pembela Islam ( FPI) KH Ahmad Sobri Lubis beredar di media sosial.

Dalam video tersebut KH Ahmad Sobri Lubis mengatakan, Angola menetapkan aturan yang melarang Islam karena kebanyakan utang sama Cina, Di Twitter video tersebut dibagikan akun ini pada 29 September 2021. Akun inipun menuliskan narasi: “Jangan menyesal kalau nanti terjadi di Indonesia. #WaspadaiNewPKI.” Berikut pernyataan KH Ahmad Sobri Lubis dalam cuplikan video tersebut: “Jangan menyesal ya.

Komunis ini kejam pak. Kejam. Biadab pak. Jangan menyesal. Angola, tau Angola? sekarang ini di Angola gara-gara kebanyakan utang sama Cina, sekarang Angola menetapkan aturan Islam dilarang di Angola. Masjid ditutup semua. Orang gak boleh salat. Akhirnya mereka salat di jalanan. Ditembakin polisi.” Benarkah Angola menetapkan aturan melarang Islam karena kebanyakan utang sama Cina?

Tangkapan layar video dengan pernyataan "Angola Menetapkan Aturan Melarang Islam Karena Kebanyakan Utang Sama Cina" PEMERIKSAAN FAKTA Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menggunakan tool InVid.

Selanjutnya gambar-gambar hasil fragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex. Video yang identik dengan cuplikan ceramah KH Ahmad Sobri Lubis ditemukan dengan kualitas yang lebih baik serta durasi yang lebih panjang. Video tersebut pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Hadis TV pada 3 Februari 2019 dengan judul, “M3ng3jutk4n.B0c0ran Dari K3tua Umum Fp1 Pusat - KH.Ahmad Sobri Lubis.,Lc”.

Informasi bahwa agama Islam dilarang di Angola dan banyak masjid yang dirubuhkan dan dibakar karena dianggap ilegal dan tak berizin, telah beredar melalui pesan berantai sejak tahun 2016. Pesan itu juga meminta umat Islam bereaksi. detikcom menelusuri awal pesan tersebut, termasuk media asing yang menuliskan berita tentang pelarangan Islam di Angola. Hasilnya, memang ada sejumlah media asing seperti Al Jazeera, Daily Mail dan International Business Angola komunis yang memberitakan hal tersebut.

Namun perlu dicatat, kabar tersebut diberitakan tahun 2013 lalu. Sementara untuk tahun 2016 atau 2015 pemberitaan itu hampir tidak ada, kecuali di media lokal Pakistan. detikcom juga mengontak KBRI di Windhoek, Namibia yang juga merangkap untuk Angola pada Rabu (28/1) malam. Di ujung telepon menjawab Konselur Pensosbud Pramudya Sulaksono. Dia mengaku juga mendapat kabar soal isu itu. "Akhir 2015 lalu kami ke Angola dan melakukan konfirmasi," jelas Pramudya.

KBRI Windhoek mengontak Kemlu Angola juga imam besar masjid di Angola. Konfirmasi didapatkan, tidak ada pembakaran dan pelarangan Islam. Menurut Pramudya, isu yang berkembang ini sudah lama, sejak 2013 lalu. Tapi entah mengapa, isu ini muncul lagi di media di Indonesia dan Pakistan, serta beberapa negara Islam. Dilansir dari france24.com, desas-desus seputar dugaan niat Angola untuk melarang Islam berasal dari banyak artikel yang diterbitkan pada tahun 2013, yang mengklaim bahwa pemerintah berencana untuk menghancurkan masjid dan menganiaya Muslim.

Artikel tersebut mengutip anggota komunitas Muslim Angola yang menuduh bahwa Islam telah dilarang dari negara Afrika barat daya itu. Setelah publikasi tuduhan ini, situs berita Amerika International Business Times mengkonfirmasi bahwa liputan media seputar masalah ini didasarkan pada rumor tak berdasar yang berasal dari surat kabar Beninese.

Menurut bagian yang sekarang telah dihapus, yang masih dapat diakses melalui pencarian arsip Internet, “Gubernur kota Luanda menyimpulkan tindakan tersebut dengan mengatakan bahwa Muslim angola komunis tidak diterima di Angola dan bahwa pemerintah belum siap untuk melegalkan undang-undang tersebut.

kehadiran masjid di negara ini.” Artikel itu juga melaporkan bahwa Menteri Kebudayaan Angola mengatakan: "Proses legalisasi Islam belum disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Angola komunis Manusia, masjid mereka akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut." Seperti yang dijelaskan oleh surat kabar Afrika Selatan, Daily Maverick, beberapa pemimpin politik di Angola membantah adanya penganiayaan terhadap Muslim di negara mereka, meskipun mereka mengakui bahwa sejumlah bangunan, termasuk satu masjid, telah dihancurkan karena dibangun tanpa izin.

Meskipun menjadi salah satu agama terbesar di dunia, Islam tetap tidak diakui secara resmi di Angola. Negara Afrika selatan memiliki populasi hampir 30 juta orang, 75 persen di antaranya adalah Kristen – kebanyakan dari mereka Katolik.

Populasi Muslim negara itu berjumlah sekitar 800.000, kata David Alberto Ja, kepala Komunitas Islam Angola. “Meskipun Islam memiliki akar kuno di Angola, penyebaran Islam dimulai pada 1990-an ketika imigrasi besar-besaran terjadi dari negara-negara Afrika Barat seperti Mali, Senegal, dan Guinea, antara lain,” kata Alberto Ja kepada Anadolu Agency. Dia mengatakan agama di Angola telah dipengaruhi oleh realitas khusus bangsa – sejarah politiknya ditandai oleh ideologi sosialis dan bertahun-tahun perang saudara.

“Reformasi politik dan hukum berjalan lambat,” katanya. “Rezim sebelumnya tidak begitu terbuka dengan Islam pada khususnya dan kebebasan pada umumnya. Akibatnya, umat Islam menghadapi banyak tantangan.

Salah satu isu yang paling kontroversial tentang agama adalah UU Agama.” Sejak tahun 2004, undang-undang tersebut telah menetapkan bahwa agar suatu agama diakui oleh negara, agama tersebut harus memiliki lebih dari 100.000 anggota dan kehadiran di lebih dari dua pertiga wilayah negara.

Selain itu, sebuah kelompok agama harus menyerahkan minimal 60.000 tanda tangan kepada pemerintah untuk mengesahkan jemaatnya. “Islam sekarang menjadi kenyataan yang tidak dapat disangkal,” kata Alberto Ja, seraya menambahkan bahwa Muslim di Angola sedang dalam proses mengumpulkan 60.000 tanda tangan.

Dia mengatakan dekrit ini disahkan baru-baru ini oleh Majelis Nasional Angola, mengurangi jumlah minimum dari 100.000.

Terlepas dari pembatasan hukum yang diberlakukan oleh pemerintah, Alberto Ja mengatakan dia optimis tentang masa depan. “Saya harus mengatakan bahwa sebagai akibat dari reformasi politik saat ini di Angola, umat Islam menyaksikan hubungan yang lebih baik dengan negara dan masyarakat.” Namun, banyak pengacara melihat persyaratan hukum sebagai taktik pemerintah untuk membatasi kebebasan beragama dan mengatakan itu bertentangan dengan hak-hak agama dan etnis minoritas.

Meskipun kurangnya pengakuan hukum, Muslim telah bebas menjalankan agama mereka selama beberapa dekade, dan sekarang ada 60 masjid di Angola, Mohammed Saleh Jabu, kepala Bimbingan Agama Islam/Irshad dan Kerjasama di Angola, mengatakan kepada Anadolu Agency. Ada sekitar 1.000 komunitas agama di Angola, yang hanya 84 telah angola komunis. “Kami bebas menjalankan agama kami, tetapi pemerintah belum mengakui Islam sebagai salah satu agama resmi negara, dan itu harus diubah,” kata Jabu.

“Kami sedang dalam proses melegalkan agama kami.” Jabu mengatakan Kementerian Kehakiman telah mengakui Dewan Tertinggi Muslim Angola di Luanda dan lembaga-lembaga lain akan mengikuti. KESIMPULAN Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Angola menetapkan aturan melarang Islam karena kebanyakan utang sama Cina keliru. Agama Islam belum belum diakui sebagai agama resmi di Angola karena UU Agama di negara tersebut menetapkan bahwa agar suatu agama diakui oleh negara, agama tersebut harus memiliki lebih dari 100.000 anggota dan kehadiran di lebih dari dua pertiga wilayah negara.

Sementara populasi muslim di Angola baru 800.000. Meski Agama Islam belum belum diakui sebagai agama resmi, namun kepala Komunitas Islam Angola, David Alberto Ja, memastikan bahwa penganut Islam di negara itu bebas menjalankan ajaran agamanya.

TIM CEK FAKTA TEMPO
Loading. Negara Angola terletak di pantai barat daya Afrika yang berbatasan dengan Samudra Atlantik. Sebagai salah angola komunis negara terbesar di benua Afrika, Angola lebih luas daripada gabungan Perancis, Jerman, dan Inggris. Namun, penduduknya relatif kecil untuk ukurannya. Selama berabad-abad, Angola adalah koloni Portugis dan akhirnya merdeka pada tahun 1975. Di tahun-tahun berikutnya, negara ini mengalami masa perang saudara yang pahit angola komunis kejam.

Penduduk Orang-orang Angola masih terkait dengan suku Bantu di Afrika tengah dan selatan. Dari sekian banyak kelompok Bantu, yang terbesar di Angola adalah angola komunis Ovimbundu, Kimbundu, dan Bakongo. Bersama-sama mereka membentuk sekitar 75 persen dari populasi Angola. Orang Ovimbundu, kelompok terbesar, tinggal di dataran tinggi tengah.

Mereka dikenal karena keahliannya sebagai pedagang dan pandai besi. Orang Kimbundu tinggal di dekat kota-kota Luanda, ibukota Angola, dan Malange. Mereka sangat dipengaruhi oleh cara hidup orang Eropa. Orang Bakongo tinggal di barat laut. Orang Angola angola komunis merupakan keturunan campuran Eropa dan Afrika disebut mestiço. Mereka membentuk sebagian kecil dari populasi negara.

Meski demikian, mereka memainkan peran penting dalam kehidupan ekonomi dan politik Angola. Sekitar 400.000 orang Portugis pernah tinggal di Angola, tapi kebanyakan telah meninggalkan negara ini setelah merdeka. Bahasa Portugis tetap menjadi bahasa resmi, tetapi berbagai bahasa Bantu juga digunakan secara luas. Beberapa orang Angola beragama Kristen, sementara yang lainnya menganut agama-agama tradisional Afrika. Wilayah Sebagian besar wilayah Angola terdiri atas dataran tinggi yang luas, yang naik ke ketinggian puncak di dataran tinggi Bié di wilayah tengah.

Dataran rendah sempit membentang di sepanjang pantai Atlantik, dan wilayah utara ditutupi oleh hutan hujan tropis. Di selatan, Angola berbatasan dengan tepi utara Gurun Kalahari yang besar. Wilayah Angola juga mencakup daerah kecil di ujung utara yang disebut Cabinda, yang dipisahkan dari seluruh negeri oleh wilayah tetangga, Republik Demokratik Kongo. Kebanyakan sungai-sungai besar bermula dari dataran tinggi tengah dan berakhir di Atlantik.

Iklim Iklim Angola bervariasi, tergantung lokasi dan elevasi. Daerah pesisir dan selatan umumnya beriklim panas dan kering. Wilayah dataran tinggi lebih dingin dan menerima curah hujan lebih. Ekonomi Pertanian dan pertambangan merupakan dasar dari perekonomian negara.

angola komunis

Kebanyakan orang Angola adalah petani subsisten, yang menanam tanaman angola komunis untuk digunakan sendiri. Tanaman pangan utama adalah jagung, singkong, ubi jalar, dan pisang. Tanaman komersial yang paling penting adalah kopi dan tebu, diikuti kapas dan sisal (digunakan dalam pembuatan kabel dan benang).

Angola kaya akan mineral, terutama minyak bumi, yang menyumbang sebagian besar pendapatan ekspor. Bahkan, Angola adalah salah satu produsen minyak utama di Afrika. Negara ini juga memiliki cadangan berlian, bijih besi, dan mineral lainnya dalam jumlah cukup besar.

angola komunis

Banyak pekerja terampil Eropa meninggalkan Angola setelah kemerdekaan. Selama perang sipil yang terjadi kemudian, para petani diusir dari ladang mereka, dan dana pemerintah dihabiskan untuk perang, bukan untuk rekonstruksi.

angola komunis

Loading. Sejarah dan Pemerintahan Orang-orang Bantu pertama kali pindah ke Angola dari Afrika Tengah di tahun 1300-an. Negara ini mengambil nama dari Ngola, penguasa kerajaan kuno Kimbundu. Penjelajah Portugis, Diogo Cao, mencapai muara Sungai Kongo di tahun 1482. Portugis mendirikan ibukota, Luanda, di tahun 1575. Namun, penyakit, iklim tropis, dan perlawanan oleh orang-orang Afrika membuat mereka kewalahan untuk mendapatkan kekuasaan penuh sampai tahun 1918.

Pemberontakan bersenjata melawan kekuasaan Portugis pecah di tahun 1961, yang diikuti oleh perang gerilya selama bertahun-tahun, sampai pemerintahan baru di Portugis memberikan kemerdekaan pada Angola di tahun 1975. Gerakan Populer untuk Pembebasan Angola (MPLA) mendirikan pemerintahan gaya Komunis, yang dipimpin oleh Agostinho Neto sebagai presiden. Ia digantikan oleh José Eduardo dos Santos pada tahun 1979.

Pemerintahan MPLA ditentang oleh Uni Nasional untuk Kemerdekaan Penuh Angola (UNITA), dipimpin oleh Jonas Savimbi. Di saat yang sama, Uni Soviet dan Kuba mengirim pasukan untuk membantu MPLA, sementara Amerika Serikat dan Afrika Selatan mendukung UNITA. Dukungan pemerintah untuk gerakan kemerdekaan di angola komunis tetangga Namibia membuat Angola terlibat bentrokan dengan Afrika Selatan, yang kemudian mencaplok Namibia.

Sebuah perjanjian untuk menarik pasukan Kuba dari Angola, yang ditandatangani pada tahun 1988, adalah salah satu dari beberapa syarat kemerdekaan Namibia (dicapai pada tahun 1990).

Pada tahun 1991, setelah angola komunis dos Santos setuju untuk mengadakan pemilu yang demokratis, kesepakatan damai ditandatangani. Pada pemilihan presiden 1992, baik dos Santos maupun Savimbi tidak mendapat suara mayoritas. Dos Santos tetap berkuasa, namun perang sipil kembali meletus. Pada tahun 2002, Savimbi dibunuh oleh pasukan pemerintah. Tak lama kemudian, dos Santos menyatakan gencatan senjata, mengakhiri 27 tahun perang saudara, di mana hampir satu juta orang Angola tewas sia-sia.

Angola kemudian menghadapi tantangan untuk membangun kembali masyarakat dan ekonominya.

angola komunis

Namun, meski perang saudara sudah akhir, tidak berarti bahwa semua pemberontakan juga berakhir. Front Pembebasan Daerah Kantong Cabinda (FLEC) melancarkan serangan sendiri pada tahun 2002.

Kelompok ini telah mengupayakan kemerdekaan untuk Cabinda sejak tahun 1974. Tentara Angola dengan cepat meredakan serangan itu. Pada tahun 2006, Cabinda diberi status politik dan ekonomi khusus. Para pemimpinnya diberi banyak posisi pemerintahan. Meski demikian, beberapa anggota FLEC angola komunis melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran tertentu di Angola.

Pemilu legislatif diadakan pada tahun 2008. Kelompok MPLA yang berkuasa memenangkan 191 dari 220 kursi; UNITA memenangkan 16 kursi. Pemilihan unum ini adalah yang pertama di Angola sejak tahun 1992, dan secara umum berlangsung damai. Pemilihan presiden angola komunis diselenggarakan pada tahun 2009, tapi ditunda. Pada awal tahun 2010, parlemen menyetujui konstitusi baru yang menghapuskan pemilihan presiden langsung.

Aturan pemilihan baru menyatakan bahwa jabatan presiden akan diberikan kepada kandidat peringkat teratas di partai yang menang dalam pemilihan parlemen. Perubahan itu diizinkan Presiden dos Santos dan ia terus menjadi presiden sampai 2012. Pemilihan parlemen Angola diadakan pada bulan Agustus 2012. MPLA menang dengan mudah dengan perolehan 78 persen suara, bersama partai afiliasi meraih total 183 dari 220 kursi di parlemen.

Dos Santos terus menjabat presiden, posisi yang dipegangnya sejak tahun 1979. Tokoh Besar Dunia yang Lahir pada 14 Mei Terbaru • Kapan Idealnya Waktu Ganti Oli Motor? • Strategi Digital Marketing untuk Pemula • Perkiraan Biaya Hidup di Jerman Yang Harus Kalian Ketahui • 5 Perawatan Kecantikan Selain Wajah Yang Perlu Anda Lakukan • Fitur Terbaik CIMB Clicks dan Kemudahan Lainnya • 7 Gaya Hidup yang Tidak Teratur • 10 Jenis Anjing dengan Indera Penciuman Paling Tajam • 10 Jenis Anjing Terlangka dan Terancam Punah di Dunia • 10 Jenis Beruang Paling Buas dan Menakutkan di Alam Liar • 10 Drama dan Film Terbaru Kim So-hyun yang Cantik (2016-2019) Arsip Arsip Kategori • Fans Write • Flora Fauna • Foto dan Gambar • Hiburan • Horoskop dan Cinta • Kesehatan • Kucing • Angola komunis • Serba Serbi • Sports • Tekno • Tips • Wisata dan Tempat Menarik
Angola Rencana ini sebahagian daripada siri: Politik dan pemerintahan Angola • Presiden • Perdana Menteri • Menteri-menteri • Perhimpunan Negara • Parti Politik • Angola komunis • Pengundian majlis perundangan Angola, 2008 • Pengundian Presiden Angola, angola komunis • Provinsi-provinsi • Majlis Perbandaran • Perang saudara • Hubungan luar • Duta dari Angola • Duta ke Angola Negara-negara lain · Atlas Portal Politik • pralihat • bincang • sunting Berikut merupakan Senarai parti politik di Angola.

Angola mempunyai sistem parti dominan. Gerakan Popular untuk Kebebasan Angola (MPLA) mentadbir negara ini sejak kemerdekaan pada tahun 1975. Parti ini merupakan satu-satunya parti yang sah dari tahun 1975 hingga tahun 1991, walaupun tidak mengukuhkan kuasanya ke seluruh negara.

Semasa itu bahagian besar kawasan pedalaman dikawal oleh Kesatuan Nasional untuk Kemerdekaan Penuh Angola (UNITA) di bawah pimpinan Jonas Savimbi. Terdapat kesemuanya 120 buah parti yang berdaftar; hanya beberapa saja yang mempunyai kawasan pengundian negara.

angola komunis

Isi kandungan • 1 Parti kini • 1.1 Parti utama • 1.2 Parti kecil • 2 Parti yang bubar • 3 Lihat juga Parti kini [ sunting - sunting sumber ] Parti utama [ sunting - sunting sumber ] Nama Bahasa Melayu Nama Bahasa Portugis Ditubuh Pemimpin Parti Demokratik Bebas Partido Liberal Democrático PLD 1983 Anália de Victória Pereira Barisan Nasional untuk Kebebasan Angola Frente Nacional de Libertação de Angola FNLA 1957 Holden Roberto Kesatuan Nasional untuk Kemerdekaan Penuh Angola União Nacional para a Independência Total de Angola UNITA 1966 Isaías Samakuva Gerakan Popular untuk Kebebasan Angola Movimento Popular de Libertação de Angola MPLA 1956 Presiden José Eduardo dos Santos Parti kecil [ sunting - sunting sumber ] • Forum Demokratik Angola ( Fórum Democrático Angolano, FDA) • Parti Demokratik Nasional Angola ( Partido Nacional Democrático Angolano, PNDA) • Perikatan Demokratik Angola angola komunis Aliança Democrática de Angola, ADA) • Parti Progres Demokratik/Parti Perikatan Nasional Angola ( Partido Democrático para Progreso/Aliança Nacional Angolano, PDP-ANA) • Parti Pembaharuan Demokratik ( Partido Renovador Democrático, PRD) • Parti Perikatan Belia, Buruh, dan Petani Angola ( Partido da Aliança da Juventude, Operários e Camponeses de Angola, PAJOCA) • Parti Demokrat Sosial ( Partido Social-Democrata, PSD) Parti yang bubar [ sunting - sunting sumber ] • Parti komunis Angola • Liga Angola • Jawatankuasa Komunis Cabinda • Pertubuhan Komunis Angola • Barisan Demokratik untuk Kebebasan Angola • Gerakan Kemerdekaan Nasional Angola • Angola komunis bagi Komunis Angola ( Organização dos Comunistas de Angola, OCA) • Parti Gelutan Bersatu untuk Orang Afrika di Angola Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Indeks parti politik • Senarai parti politik mengikut negara • Senarai parti politik mengikut ideologi to browse parties by name Templat:Angolan political parties Templat:Africa in topic Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 09:03, 8 April 2013.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Angola komunis Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •

ANGOLA THE WAR Documentary Teaser




2022 charcuterie-iller.com