Surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Untuk teks lengkap dan terjemahannya, lihat Teks:Surah Al-Kafirun. Surah Al-Kafirun Surah Al-Kautsar← → Surah Al-Nashr Arti Orang-orang Kafir nomor 109 Nama lain Al-Jahd • Al-Ibadah • Al-Musyaqsyaqah. Juz Juz 30 Wahyu No. urut pewahyuan 18 Klasifikasi Makkiyah Informasi Jumlah ayat 6 Surah Al-Kafirun (bahasa Arab: سورة الْكَافِرُون, Al-Kāfirun, "Orang-orang Kafir") adalah surah ke-109 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-18 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran.

Surah ini dinamai Al-Kafirun lantaran diturunkan berkaitan dengan orang-orang kafir dan menjadi obyek seruan pada awal surah ini. Surah Al-Kafirun merupakan salah satu surah Makkiyah yang berisikan perintah kepada Rasulullah saw untuk berkata tegas kepada orang-orang kafir bahwa dalam urusan agama dan ibadahnya untuk bersikap kukuh dan tidak berkompromi dengan mereka dalam urusan ini.

Daftar isi • 1 Identitas Surah Al-Kafirun • 2 Kondisi Pewahyuan (Sya'n Al-Nuzul) • 3 Beberapa Poin Tafsir • 4 Nama-nama Surah Al-Kafirun • 5 Lihat Juga • 6 Catatan Kaki • 7 Daftar Pustaka • 8 Pranala Luar Identitas Surah Al-Kafirun Dari sisi isi, surah Al-Kafirun termasuk salah satu surah Al-Qishar Al-Mufashshalat dan menjadi salah satu bagian dari surah-surah juz ammah pada hizb surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke juz 30 Al-Quran.

Surah ini adalah surah ke-11 dan surah terakhir yang bernada seruan (neda) dan mukhatabat (audiens). Demikian juga surah ke-2 yang dimulai dengan kata "قُل" "Katakanlah." Surah ini dan tiga surah lainnya (Al-Ikhlash, Al-Nas dan Al-Falaq) disebut sebagai empat qul.

Surah Al-Kafirun mencakup upaya untuk menuntaskan hujjah kepada orang-orang kafir dan tiadanya kompromi, sinkretisme, campur aduk antara ajaran tauhid dan syirik serta penyembahan berhala.

[1] Kondisi Pewahyuan (Sya'n Al-Nuzul) Para ahli tafsir (di antaranya Thabari, Syeikh Thusi, Maibadi, Zamaksyari, Syeikh Thabrisi dan Abul Futuh) terkait dengan kondisi pewahyuan atau sebab-sebab turunya surah ini menulis bahwa sebagian dari pembesar Quraisy yang merupakan para pemimpin kekafiran dan kesesatan, di antaranya Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Umayah bin Khalaf, Aswad bin Abdul Muthhalib, dan Harits bin Qais datang ke hadapan Rasulullah saw dan mengusulkan untuk berkomporomi dan berdamai di antara dua belah pihak.

Mereka berkata, "Selama beberapa waktu (setahun) engkau mengikuti agama kami, sembahlah berhala dan tuhan-tuhan kami. Dan sebaliknya selama beberapa lama (setahun) kami akan mengikuti agamamu dan menyembah Tuhanmu." Nabi Muhammad Saw menolak dengan tegas tawaran ini dan kemudian turunlah surah ini.

[2] Beberapa Poin Tafsir Allamah Thabathabai dalam memberikan penafsiran ayat keenam surah Al-Kafirun ini menulis, "Ayat ini sesuai dengan maknanya menegaskan persoalan yang disebutkan sebelumnya.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Yaitu bahwa Rasulullah saw tidak bersama dengan orang-orang musyrik. Lam dalam lakum dan dalam li adalah lam khusus; artinya adalah agama kalian yaitu penyembahan berhala adalah terkhusus untuk kalian sendiri dan tidak akan menciderai (agama) saya dan agama saya khusus untuk saya dan tidak akan mencakup kalian." [3] Di sini boleh jadi terlintas anggapan dalam benak seseorang bahwa ayat ini berisikan pesan bahwa manusia bebas dalam memilih agama.

Setiap orang sesuai dengan pilihannya masing-masing dapat memilih agama syirik dan sebaliknya dengan pilihannya memilih agama tauhid; atau terlintas penilaian dalam benak seseorang bahwa ayat ini menginstruksikan kepada Rasulullah saw untuk tidak mengurusi agama orang-orang musyrik.

Adapun pemaknaan kami (Allamah Thabathabai) atas ayat ini akan menghilangkan anggapan dan penilaian seperti ini, karena kami katakan bahwa ayat ini menyatakan kalian tidak akan mengikuti agamaku dan saya juga tidak akan mengikuti agamamu; pada dasarnya merupakan ajakan kepada kebenaran yang menjadi tugas Surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke melenyapkan anggapan seperti ini.

[4] Sebagian ahli tafsir untuk menghilangkan anggapan ini berkata, "Kata din yang disebutkan pada ayat tidak bermakna agama dan ajaran, melainkan bermakna jaza (ganjaran) artinya ganjaran kalian untuk kalian dan ganjaran saya untuk saya.

[5] Sebagian lainnya berkata, "Pada ayat ini terdapat mudhaf yang telah terhapus dan secara implisit menyatakan demikian, " «لكم جزاء دينكم ولى جزاء دينى» bagi kalian pahala agama kalian dan bagi saya pahala agama saya.

Namun penafsiran seperti ini tidak dapat diterima. [6] Untuk teks lengkap, lihat Teks:Surah Al-Kafirun. Nama-nama Surah Al-Kafirun • Al-Kafirun: Surah ini dinamai Al-Kafirun lantaran diturunkan berkaitan dengan orang-orang kafir dan menjadi obyek seruan pada awal surah ini. • Al-Jahd (Ingkar): Karena surah ini berbicara tentang orang-orang yang mengingkari agama Allah swt.

• Al-Ibadah: Lantaran kata ini (dengan derivasi yang beragam) disebutkan sebanyak 8 kali dalam surah ini. • Al-Musyaqsyaqah: Disebut Al-Musyaqsyaqah karena bermakna penyuci dan penjauh nifak, syirik dan kesesatan. Surah ini dengan tegas dan tandas menolak penyembahan berhala dan selain Tuhan di samping itu menjauhkan dan menyucikan manusia dari syirik dan kemunafikan. [7] Lihat Juga • ↑ Dānesynāmeh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld.

2, hlm. 1269-1670. • ↑ Qur'ān Karim, Tarjamah, Taudhihat wa Wāzye Nāme: Bahauddin Khuramsyahi, terkait dengan surah Al-Kafirun.

• ↑ Allamah Thabathabai, Al-Mizān, jld. 20, sehubungan dengan surah Al-Kafirun. • ↑ Allamah Thabathabai, Al-Mizān, jld. 20, sehubungan dengan surah Al-Kafirun. • ↑ Allamah Thabathabai, Al-Mizān, jld. 20, sehubungan dengan surah Al-Kafirun. • ↑ Allamah Thabathabai, Al-Mizān, jld. 20, sehubungan dengan surah Al-Kafirun. • ↑ Dānesynāmeh Qur'ān wa Qur'ān Pazyuhi, jld. 2, hlm. 1269-1670.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Surah Makkiyah- Surah Madaniyah 1- Al-Fatihah, 2- Al-Baqarah, 3- Al Imran, 4- Surah An-Nisa, 5- Al-Ma'idah, 6- Al-An'am, 7- Al-A'raf, 8- Al-Anfal, 9- At-Taubah, 10- Yunus, 11- Hud, 12- Yusuf, 13- Ar-Ra'd, 14- Ibrahim, 15- Al-Hijr, 16- An-Nahl, 17- Al-Isra', 18- Al-Kahf, 19- Maryam, 20- Thaha, 21- Al-Anbiya, 22- Al-Hajj, 23- Al-Mukminun, 24- An-Nur, 25- Al-Furqan, 26- Surah Asy-Syu'ara, 27- Surah An-Naml, 28- Al-Qashash, 29- Al-Ankabut, 30- Surah Ar-Rum, 31- Luqman, 32- Al-Sajdah, 33- Al-Ahzab, 34- Saba', 35- Fathir, 36- Yasin, 37- Surah Ash-Shaffat, 38- Shad, 39- Az-Zumar, 40- Ghafir, 41- Fussilat, 42- Surah Asy-Syura, 43- Az-Zukhruf, 44- Ad-Dukhan, 45- Al-Jatsiyah, 46- Al-Ahqaf, 47- Muhammad, 48- Al-Fath, 49- Al-Hujurat, 50- Qaf, 51- Adz-Dzariyat, 52- Ath-Thur, 53- Surah An-Najm, 54- Al-Qamar, 55- Ar-Rahman, 56- Al-Waqi'ah, 57- Al-Hadid, 58- Al-Mujadalah, 59- Al-Hasyr, 60- Al-Mumtahanah, 61- Surah Ash-Shaff, 62- Al-Jumu'ah, 63- Al-Munafiqun, 64- At-Taghabun, 65- Ath-Thalaq, 66- Surah At-Tahrim, 67- Al-Mulk, 68- Al-Qalam, 69- Al-Haqqah, 70- Al-Ma'arij, 71- Nuh, 72- Al-Jin, 73- Al-Muzzammil, 74- Al-Muddatsir, 75- Al-Qiyamah, 76- Al-Insan, 77- Al-Mursalat, 78- Surah An-Naba, 79- An-Nazi'at, 80- 'Abasa, 81- Surah At-Takwir, 82- Al-Infithar, 83- Al-Muthaffifin, 84- Al-Insyiqaq, 85- Al-Buruj, 86- Ath-Thariq, 87- Al-A'la, 88- Al-Ghasyiah, 89- Al-Fajr, 90- Al-Balad, 91- Surah Asy-Syams, surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke Al-Lail, 93- Surah Adh-Dhuha, 94- Al-Insyirah, 95- At-Tin, 96- Al-'Alaq, 97- Al-Qadr, 98- Al-Bayyinah, 99- Surah Az-Zalzalah, 100- Al-'Adiyat, 101- Al-Qari'ah, 102- Surah At-Takatsur, 103- Al-'Ashr, 104- Al-Humazah, 105- Al-Fil, 106- Quraisy, 107- Al-Ma'un, 108- Al-Kautsar, 109- Al-Kafirun, 110- Surah An-Nashr, 111- Al-Masad, 112- Al-Ikhlash, 113- Al-Falaq, 114- Surah An-Nas Kategori tersembunyi: • Halaman yang memiliki Editorial Box • Artikel dengan penilaian kualitas dan prioritas • Artikel dengan prioritas b • Artikel dengan kualitas b • Artikel dengan prioritas b dan kualitas b • Artikel dengan link yang sesuai • Artikel yang tidak memerlukan foto • Artikel dengan kategori • Artikel dengan infobox • Artikel dengan navbox • Artikel dengan alih • Artikel yang memiliki referensi Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Akan ada di akhir zaman para 'Dajjal Pendusta' (bukan Al-Masih Ad-Dajjal) membawa hadits-hadits kepada kalian yang mana kalian tidak pernah mendengarnya dariku dan bapak-bapak kalian pun juga belum pernah mendengarnya.

Maka jauhilah mereka, agar mereka tidak bisa menyesatkan kalian dan tidak bisa memfitnah kalian. (HR. Muslim No. 8) ARTIKEL LAINNYA • Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab dan Artinya • Lelaki Beriman dari Keluarga Firaun dalam Surat Ghafir Ayat 28 • Berikut Bacaan Surat Tiap Rakaat Pada Salat Witir • Tafsir Surat Al Isra Ayat 35: Etika dalam Berniaga • Doa Kamilin Usai Salat Tarawih • Surat Ali Imran Ayat 38: Nabi Zakariya dan Doa Mohon Anak yang Saleh • Surat Yasin Ayat 39-40: Ayat-Ayat Sains tentang Perputaran Bulan dan Matahari • Surat Yusuf Ayat 15-16: Ini Doa Nabi Yusuf Saat Dimasukkan ke Sumur • Ayat-ayat Al Qur'an Tentang Cinta dan Jodoh, Bisa Diamalkan sebagai Doa • Doa Pendek Setelah Sholat Berikut Bacaan Latinnya • more
Surat Al Kafirun (الكافرون) adalah surat ke-109 dalam Al Quran.

Surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke ini terjemahan, asbabun nuzul, dan tafsir Surat Al Kafirun. Surat ini terdiri dari enam ayat dan merupakan Surat Makkiyah. Dinamakan surat Al Kafirun yang berarti “orang-orang kafir” karena surat ini memerintahkan Rasulullah untuk berbicara kepada orang-orang kafir bahwa beliau takkan menyembah berhala yang mereka sembah.

Selain itu, surat ini juga memiliki nama Surat Al ‘Ibadah. Sebabnya, surat ini memproklamirkan ibadah hanya kepada Allah dan takkan beribadah kepada berhala yang disembah orang kafir. Dinamakan pula Surat Ad Din sebagaimana ayat terakhir.

Nama lainnya adalah surat Al Munabadzah dan Muqasyqasyah. Dinamakan Muqasyqasyah atau Muqasyqisyah (penyembuh) karena kandungannya menyembuhkan dan menghilangkan penyakit kemusyrikan. Daftar Isi • Surat Al Kafirun beserta Artinya • Asbabun Nuzul • Tafsir Surat Al Kafirun • Surat Al Kafirun ayat 1 • Surat Al Kafirun ayat 2 • Surat Al Kafirun ayat 3 • Surat Al Kafirun ayat 4 • Surat Al Kafirun ayat 5 • Surat Al Kafirun ayat 6 • Penutup Tafsir Surat Al Kafirun Surat Al Kafirun beserta Artinya Berikut ini Surat Al Kafirun dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ.

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (Qul yaa ayyuhal kaafiruun, laa a’budu maa ta’buduun.

Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Wa laa ana ‘aabidum maa ‘abadtum. Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’bud.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Lakum diinukum waliya diin) Artinya: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. Baca juga: Surat Yasin Asbabun Nuzul Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul Surat Al Kafirun dalam tafsirnya. Bahwa orang-orang kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka akan menyembah Allah selama satu tahun.

Maka, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surat ini. Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait asbabun nuzul Surat Al Kafirun ini. Bahwa Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mereka mengatakan, “Wahai Muhammad, marilah kami menyembah Tuhan yang kamu sembah dan kamu menyembah Tuhan yang kami sembah. Kita bersama-sama ikut serta dalam perkara ini. Jika ternyata agamamu lebih baik dari agama kami, kami telah ikut serta dan mengambil keuntungan kami dalam agamamu. Jika ternyata agama kami lebih baik dari agamamu, kamu telah ikut serta dan mengambil keuntunganmu dalam agama kami.” Penawaran seperti itu adalah penawaran yang bodoh dan konyol.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Maka Allah pun menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawaban tegas bahwa Rasulullah berlepas diri dari agama mereka. Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Quran menjelaskan, bangsa Arab tidak mengingkari adanya Allah. Akan tetapi, mereka tidak mengerti hakikat-Nya sehingga mempersekutukan-Nya. Maka, mereka beribadah kepada berhala yang mereka buat untuk menggambarkan orang shalih atau malaikat yang menjadi perantara mendekatkan diri kepada Allah.

Juga menganggap malaikat adalah anak perempuan Allah. Mereka merasa heran ketika Rasulullah mendakwahkan tauhid, untuk beribadah hanya kepada Allah. Maka, mereka menentang dakwah itu dengan berbagai cara. Setelah gagal menghentikan Rasulullah dengan menyakiti beliau, mereka menawarkan harta dan jabatan. Ketika upaya itu juga gagal, mereka mengambil jalan kompromi. Menawarkan kerjasama dengan bersama-sama menyembah Tuhan mereka selama satu tahun, lalu tahun berikutnya menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah pun menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawabannya. Baca juga: Ayat Kursi Tafsir Surat Al Kafirun Tafsir surat Al Kafirun ini bukanlah tafsir baru.

Kami berusaha mensarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah. Agar ringkas dan mudah dipahami. Surat Al Kafirun ayat 1 قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Kata qul (قل) yang berarti “katakanlah” merupakan firman Allah dan perintah-Nya agar Rasulullah menyampaikan ayat ini kepada orang-orang kafir, secara khusus kafir Quraisy.

Yakni sebagai jawaban atas tawaran mereka. Kata ini membuktikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan segala sesuatu yang diterimanya dari ayat-ayat Al Quran yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Seandainya ada sesuatu yang disembunyikan, yang paling wajar adalah menghilangkan kata qul ini. Kata al kaafiruun (الكافرون) berasal dari kata kafara (كفر) yang berarti menutup.

Disebut kafir karena hatinya tertutup, belum menerima hidayah Islam. Siapapun yang tidak menerima Islam, maka ia adalah kafir. Baik itu orang-orang musyrik maupun ahli kitab. Sebagaimana firman-Nya: إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.

Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al Bayyinah: 6) Namun secara spesifik, al kaarifuun yang diajak bicara di Surat Al Kafirun ini adalah orang-orang kafir Quraisy yang mengajak kerjasama menyembah Tuhan secara bergantian. Sebagai penegasan bahwa tidak mungkin Rasulullah menyembah tuhan mereka dan tidak ada titik temu antara kemusyrikan dengan tauhid. Surat Al Kafirun ayat 2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Kata a’budu (أعبد) merupakan bentuk kata kerja masa kini dan akan datang ( fi’il mudhari’). Ini merupakan penegasan bahwa Rasulullah tidak akan menyembah tuhan mereka baik di masa kini maupun masa depan. Menurut Ibnu Katsir, makna maa ta’buduun adalah berhala-berhala dan sekutu-sekutu yang mereka ada-adakan. Rasulullah tidak akan menyembah mereka dan tidak akan memenuhi ajakan orang kafir dalam sisa usianya.

Surat Al Kafirun ayat 3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu juga tidak akan menyembah Tuhan yang disembah Rasulullah di masa kini dan masa datang.

Meskipun nantinya penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam, namun orang-orang yang mendatangi Rasulullah untuk mengajak menyembah tuhan mereka, semuanya tidak masuk Islam bahkan mati terbunuh dalam kondisi kafir. Ibnu Katsir menjelaskan, maa a’bud (ما أعبد) adalah Allah semata. Lafazh maa bermakna man. Surat Al Kafirun ayat 4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah Ada sebagian mufassir yang menyamakan makna ayat 4 ini dengan ayat 2.

Dan menyamakan makna ayat 5 dengan ayat 3. Padahal jika diperhatikan kata yang digunakan, akan didapati makna yang terkandung di dalamnya. Kata ‘abadtum (عبدتم) merupakan bentuk kata kerja masa lampau (fi’il madhi). Berbeda dengan kata ta’budun (تعبدون) pada ayat 2 yang merupakan fi’il mudhari’.

Perbedaan maa ta’buduun dan maa ‘abadtum ini menunjukkan bahwa apa yang mereka sembah di masa kini dan surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke bisa berbeda dengan apa yang mereka sembah di masa kemarin.

Sedangkan untuk Allah yang diibadahi Rasulullah, digunakan kata yang sama yakni maa a’bud. Menunjukkan konsistensi ibadah surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke ketaatan hanya kepada Allah. Tidak akan berubah. Baca juga: Surat Al Waqiah Surat Al Kafirun ayat 5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Perhatikan redaksi ayat 3 dan ayat 5 ini. Sama-sama digunakan kata maa a’bud (ما أعبد) yang merupakan bentuk kata kerja masa kini dan masa datang ( fi’il mudhari’).

Menegaskan bahwa apa yang beliau sembah tidak berubah. Sayyid Qutb mengatakan bahwa ayat ini merupakan penegasan terhadap ayat sebelumnya agar tidak ada lagi salah sangka dan kesamaran. Supaya tidak ada lagi prasangka dan syubhat. Syaikh Muhammad Abduh mengatakan, ayat 2 dan ayat 3 menjelaskan perbedaan yang disembah. Sedangkan ayat 4 dan 5 menjelaskan perbedaan cara beribadah. Tegasnya, yang disembah lain, cara menyembah juga lain.

Surat Al Kafirun ayat 6 لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. Kata diin (دين) artinya adalah agama, balasan, kepatuhan dan ketaatan. Sebagian ulama memilih makna balasan karena menurut mereka orang kafir Quraisy tidak memiliki agama.

Sedangkan yang mengartikan din sebagai agama, bukan berarti Rasulullah mengakui kebenaran agama mereka namun mempersilakan menganut apa yang mereka yakini. Didahulukannya kata lakum (لكم) dan liya (لي) menggambarkan kekhususan karena masing-masing agama berdiri sendiri dan tidak perlu dicampurbaurkan.

Ibnu Katsir mengutip Imam Bukhari bahwa lakum diinukum yakni kekafiran, sedangkan waliya diin yakni Islam. Sayyid Qutb menegaskan, “Aku di sini dan kamu di sana! Tidak ada penyeberangan, tidak ada jembatan dan tidak ada jalan kompromi antara aku dan kamu!” “Sesungguhnya jahiliyah adalah jahiliyah dan Islam adalah Islam. Perbedaan antara keduanya sangat jauh.” Sedangkan Buya Hamka menegaskan dalam Tafsir Al Azhar, “Soal aqidah, di antara tauhid mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampuradukkan dengan syirik.

Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya adalah kemenangan syirik.” Baca juga: Isi Kandungan Surat Al Kafirun Penutup Tafsir Surat Al Kafirun Surat Al Kafirun adalah jawaban tegas bahwa dalam aqidah tidak ada kompromi.

Dalam ibadah tidak boleh ada pencampurbauran.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Tidak mungkin Rasulullah dan orang-orang beriman menyembah berhala dan sesembahan orang kafir meskipun hanya setahun, sehari bahkan sedetik. Karena itu adalah kemusyrikan dan kekafiran. Surat ini juga menunjukkan manhaj yang jelas dalam dakwah Islam bahwa ia tidak boleh menerima tawaran apapun yang bertentangan dengan tauhid. Dan demikianlah hendaknya seluruh dai mengambil jalan sebagai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil jalan.

Demikian Surat Al Kafirun mulai dari terjemahan, asbabun nuzul, hingga tafsir. Semoga semakin menguatkan tauhid dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] < Tafsir Sebelumnya Tafsir Berikutnya > Surat Al Kautsar Surat An Nasr Sertiap kali membaca artikel ini, selalu keluar ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an. Disertai pilihgan jawaban yang menyudutkan, yaitu: Ya Saya Mau dan Maaf Belum Mau.

Tolong diberi pilihan jawaban yang lebih surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke. Misalnya, Alkhamdulillah, Saya Sudah Lancar Membaca Al Qur`an. Dengan begitu, kami yang sudah lancar membaca dan selalu tiga kali khatam dalam setiap bulan, tidak merasa melecehkan ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an. Sertiap kali membaca artikel ini, selalu keluar ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an.

Disertai pilihgan jawaban yang menyudutkan, yaitu: Ya Saya Mau dan Maaf Belum Mau. Tolong diberi pilihan jawaban yang lebih bijak. Misalnya, Alkhamdulillah, Saya Sudah Lancar Membaca Al Qur`an. Dengan begitu, kami yang sudah lancar membaca dan selalu tiga kali khatam dalam setiap bulan, tidak merasa melecehkan ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an.

INI SATU-SATUNYA KOMENTAR SAYA. SEHINGGA TIDAK BENAR KALAU DUPLIKASI. • #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Sebagai umat Islam, sudah pasti percaya bahwa Tuhan itu satu dan hanya Allah SWT yang patut disembah.

Hal itu pun telah ditegaskan dalam surat Al Kafirun bahwa kita tidak boleh mencampuradukkan agama dan akidah. Akan tetapi, kita harus memiliki rasa toleransi dalam peribadahan dan keimanan, sebagaimana yang ada pada salah satu ayat surat Al Kafirun, “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” Surat Al Kafirun sendiri termasuk salah satu surat pendek dalam alquran dan merupakan surat ke-109.

Al Kafirun diturunkan di Makkah sesaat sebelum Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Madinah, terdiri dari 6 ayat, dan tergolong surat Makkiyah. Dinamakan Al Kafirun karena surat ini erat kaitannya dengan seruan orang-orang kafir.

Menurut Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW diiming-imingi kekayaan yang melimpah oleh kafir Quraisy dengan tujuan agar Nabi mau menyembah berhala. Namun, Nabi Muhammad SAW menolaknya secara halus. Berikut ini Popmama.com telah merangkum kandungan yang terdapat dalam surat Al Kafirun. Yuk, disimak sampai akhir sebagai pengetahuan baru untuk Mama dan si Kecil! Pixabay/cahiwak قُلۡ يٰۤاَيُّهَا الۡكٰفِرُوۡنَۙ‏ ﴿الكافرون:١ Qul yaa ayyuhal kaafiruun Artinya: "Katakanlah: "Hai orang-orang kafir." لَاۤ اَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُوۡنَۙ ﴿الكافرون:٢ Laa a'budu maa ta' buduun Artinya: Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ‌ ۚ‏ ﴿الكافرون:٣ Wa laa antum 'aabiduuna maa a' bud Artinya: Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. وَلَاۤ اَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدۡتُّمۡۙ‏ ﴿الكافرون:٤ Wa laa ana 'aabidum maa 'abattum Artinya: Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. وَ لَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ ؕ‏ ﴿الكافرون:٥ Wa laa antum 'aabiduuna maa a' bud Artinya: Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

َ لَـكُمۡ دِيۡنُكُمۡ وَلِىَ دِيۡنِ ﴿الكافرون:٦ Lakum diinukum wa liya diin Artinya: Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. Pixabay/prithpalbhatia9 Pada masa penyebaran Islam, kaum kafir Quaraisy sangat menentang kebenaran agama Nabi Muhammad SAW.

Surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke kafir Quraisy terus menerus mencari cara untuk menghentikan Rasulullah SAW agar berhenti menyebarkan agama Islam. Hingga akhirnya, mereka meminta untuk berkompromi kepada Rasulullah SAW. Apabila Rasulullah SAW memuja Tuhan kaum Quraisy, mereka juga akan memuja Tuhan sebagaimana ajaran Islam. Akan tetapi, para pemimpin kafir Quraisy takut kepercayaan yang mereka yakini dari nenek moyang di jazirah Arab akan hilang dan digantikan oleh Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, surat Al Kafirun diturunkan sebagai jawaban bahwa berkaitan dengan menyembah Allah SWT tidak bisa dikompromi dengan apa pun. Pexels/haqway Rasulullah SAW bersabda untuk keutamaan surat Al Kafirun, “Barang siapa yang membaca surat Al Kafirun, itu setara dengan membaca seperempat Alquran.” Nabi Muhammad SAW sendiri cukup sering membaca surat Al Kafirun saat melaksanakan salat dua rakaat setelah tawaf.

Sebab, dalam surat Al Kafirun terdapat banyak kandungan dan keistimewaannya. Berikut ini kandungan yang terdapat dalam surat Al Kafirun Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Ibnu Kasir, dan lainnya.

• Dalam Al Kafirun, terdapat perbedaan tegas apa dan siapa yang disembah oleh kaum muslimin dan setiap kekufuran sangat jelas bertentangan dengan ajaran Islam.

• Allah SWT menegaskan agar kita menghormati dan menghargai tiap-tiap manusia yang berbeda. Sebagaimana ayat terakhir dalam surat Al Kafirun, “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” Sebab itu, kita tidak boleh memaksa orang lain terkait akidah dan beribadah karena semua manusia memiliki hak untuk menentukan dan mendapatkan balasan atas apa yang telah dipilihnya. • Surat Al Kafirun menegaskan bahwa tidak ada kompromi terkait akidah atau tauhid.

Tidak dibenarkan pula bekerja sama untuk mencampuradukkan dua akidah yang berbeda. Dengan kata lain, ada penolakan tegas atas ajakan kaum kafir Quraisy untuk menyembah berhala, baik sementara maupun selamanya dan dengan tujuan apa pun. • Rasulullah SAW tidak akan menyembah siapa pun, termasuk berhala, selain Allah SWT. • Al Kafirun merupakan surat yang ditakuti oleh iblis. Sebagaimana yang tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Tidak ada dalam Alquran yang lebih menakutkan bagi iblis daripada Qul Ya Ayyuhal Kafirun (surat Al Kafirun).

Sebab, ia adalah tauhid dan pembebas dari kemusyrikan.” • Apabila surat Al Kafirun dibaca ketika menjelang tidur, kita akan dibebaskan dari kemusyrikan. Karena, surat Al Kafirun sebagai isyarat bahwa seorang muslim harus melakukan ibadah kepada Allah SWT untuk menjaga imannya, dari ketika membuka mata, hingga menutup mata agar terhindar dari kekafiran dan kemusyrikan.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Qul Ya Ayyuhal Kafirun, kemudian tidurlah di akhirnya. Sesungguhnya ayat tersebut membebaskan dari kemusyrikan.” (HR Abu Daud dari Farwah bin Naufal). Itulah kandungan yang terdapat dalam surat Al Kafirun yang dapat Mama pelajari dan ajarkan kepada si Kecil.

Jangan lupa juga untuk mengamalkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari ya, Ma. Semoga informasi ini bermanfaat!

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Baca juga: • 4 Kandungan Surat At Tin yang Perlu Dipahami Anak • Benarkah Membaca Surat Yusuf saat Hamil Membuat Anak Lahir Rupawan? • Bacaan Surat Al-Falaq, Arti dan Huruf Latinnya, Ajarkan pada Anak Yuk
Jakarta - Al Kafirun merupakan surat ke-109 dalam susunan mushaf Al Quran. Dalam surat ini, Rasulullah SAW berlepas diri dari segala hal yang dikerjakan orang-orang kafir.

Surat Al Kafirun termasuk golongan surat Makkiyah. Surat ini diturunkan di Kota Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Madinah. Surat Al Kafirun diturunkan setelah surat Al Maun. Nama Al Kafirun (Arab: الكافرون) diambil dari bagian akhir ayat pertama surat ini.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

Dinamakan Al Kafirun karena surat ini berkaitan dengan seruan kepada orang-orang kafir. Al Kafirun artinya orang-orang kafir. Baca juga: Surat Al Kafirun: Asbabun Nuzul hingga Kandungannya Surat Al Kafirun terdiri dari 6 ayat. Berikut bacaan Arab, latin, dan terjemahannya: 1. قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ Arab-latin: qul yā ayyuhal-kāfirụn Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!" 2.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ Arab-latin: lā a'budu mā ta'budụn Artinya: "aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah" 3. وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ Arab-latin: wa lā antum 'ābidụna mā a'bud Artinya: "dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah" 4. وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ Arab-latin: wa lā ana 'ābidum mā 'abattum Artinya: "dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah" 5.

surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ Arab-latin: wa lā antum 'ābidụna mā a'bud Artinya: "dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah." 6. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ Arab-latin: lakum dīnukum wa liya dīn Artinya: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." Dikutip dari buku Asbabun Nuzul oleh Imam as-Suyuthi, Ath-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang Quraisy menyeru Rasulullah SAW agar diberi harta supaya mereka menjadi orang paling kaya di Mekkah.

Mereka akan menikahkan Rasulullah SAW dengan wanita yang diinginkan beliau. Mereka berkata: "Ini untukmu, wahai Muhammad, dan engkau berhenti mencela tuhan-tuhan kami dan tidak menyebutkan keburukannya. Jika engkau tidak mau melakukannya, sembahlah tuhan-tuhan kami satu tahun." Rasulullah SAW berkata, "Aku akan menanti apa yang diturunkan oleh Tuhanku untukku." Lalu, Allah SWT pun menurunkan firman-Nya: "Katakanlah (Muhammad).

"Wahai orang-orang kafir." sampai akhir ayat surat Al Kafirun. Pada ayat 2-6 surat Al Kafirun, Rasulullah SAW tidak bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Hingga, di akhir ayat 6 Beliau mengatakan "Untukmu agamamu dan untukku agamaku".
Jakarta - Surat Al Kafirun menjadi salah satu surat dalam Al Quran yang perlu kita pahami kandungannya.

Surat ini merupakan surat ke-109 dalam susunan mushaf Al Quran dan diturunkan di Mekkah setelah surat Al Maun. Tepatnya, saat sebelum Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Madinah. Sebab itu surat Al Kafirun tergolong dalam surat Makkiyah.

Nama Al Kafirun (الكافرون) diambil dari permulaan surat ini. Dinamakan Al Kafirun karena surat ini berkaitan dengan seruan kepada orang-orang kafir. Al Kafirun artinya orang-orang kafir. Baca juga: Surah Al Asr, Peringatan Allah SWT Tentang Merugi Isi Kandungan Surat Al Kafirun Adapun isi kandungan lengkap yang dirangkum oleh detikcom dari tafsir Kementerian Agama (Kemenag) di antaranya: • Allah hendak menjelaskan bahwa terdapat perbedaan besar antara sifat-sifat Tuhan yang disembah oleh umatnya Nabi Muhammad SAW dan Tuhan yang disembah oleh orang-orang kafir.

Sebab Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak beranak maupun diperanakkan. • Berkaitan dengan perbedaan sifat Tuhan dari keduanya, hal ini pun menjelaskan bahwa adanya perbedaan dalam bentuk pelaksanaan ibadah.

• Melalui surat Al Kafirun, Allah SWT menekankan perihal toleransi antar umat beragama. Hal ini dilakukan melalui pengerjaan ibadah sesuai dengan ketentuan agama masing-masing tanpa mencampur adukkan urusan keduanya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini bacaan Arab, latin, dan terjemahan dari surat Al Kafirun ayat 1-6.

1. قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ Arab-latin: qul yā ayyuhal-kāfirụn Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!" 2. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ Arab-latin: lā a'budu mā ta'budụn Artinya: "aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah". 3. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Arab-latin: wa lā antum 'ābidụna mā a'bud Artinya: "dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah" 4.

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Arab-latin: wa lā ana 'ābidum mā 'abattum Artinya: "dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah" 5.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Arab-latin: wa lā antum 'ābidụna mā a'bud Artinya: "dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah." 6. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ Arab-latin: lakum dīnukum wa liya dīn Artinya: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." Asbabun Nuzul Surat Al Kafirun Mengutip dari buku Asbabun Nuzul oleh Imam as-Suyuthi, Ath-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang Quraisy menyeru Rasulullah SAW agar diberi harta supaya mereka menjadi orang paling kaya di Mekkah.

Mereka akan menikahkan Rasulullah SAW dengan wanita yang diinginkan beliau. Mereka berkata: "Ini untukmu, wahai Muhammad, dan engkau berhenti mencela tuhan-tuhan kami dan tidak menyebutkan keburukannya. Jika engkau tidak mau melakukannya, sembahlah tuhan-tuhan kami satu tahun." Baca juga: Golongan Surat At Tin, Pengingat untuk Beramal Sholeh Rasulullah SAW berkata, "Aku akan menanti apa yang diturunkan oleh Tuhanku untukku." Lalu, Allah SWT surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke menurunkan firman-Nya: "Katakanlah (Muhammad).

"Wahai orang-orang kafir." sampai akhir ayat surat Al Falaq. Dalam riwayat lain, sebagaimana diriwayatkan Abdurrazaq dari Wahab, ia berkata, "Orang-orang kafir Quraisy berkata kepada Nabi SAW, "Jika engkau berkenan, ikutilah kami satu tahun dan kami akan kembali kepada agamamu satu tahun." Lalu, Allah SWT menurunkan firman-Nya, "Katakanlah (Muhammad).

'Wahai orang-orang kafir.'" sampai akhir ayat surat. Ibnul Mundzir juga meriwayatkan hadits serupa dari Ibnu Juraji. Gimana Sahabat Hikmah? Sudah paham dengan isi kandungan surat Al Kafirun dan juga asbabun nuzulnya bukan?

Simak juga 'Said Aqil Kupas Pandangan MUI, NU & SKB 3 Menteri surah alkafirun terdapat dalam alquran surah ke Ahmadiyah': [Gambas:Video 20detik] (rah/erd)

Surah Al Kafirun 109 ( Makki ) //سورہ الکفرون // Full HD With Arabic Text




2022 charcuterie-iller.com