Cara mengatasi jantung berdebar

Saat Anda meletakkan satu tangan di dada, Anda dapat merasakan detak jantung. Namun, pada kondisi tertentu, detak jantung bisa sangat terasa tanpa harus Anda perhatikan dengan seksama. Kondisi yang Anda alami ini adalah palpitasi alias jantung berdebar. Lantas, seperti apa gejalanya? Lalu, apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Seperti cara mengatasi jantung berdebar tanda dan gejala jantung berdebar (palpitasi)? Jantung berdebar (palpitasi) adalah kondisi ketika Anda merasakan degup jantung yang sangat kuat, tidak seperti biasanya.

kondisi umum yang bisa terjadi pada siapa saja, bahkan di usia berapa pun. Namun, paling sering menyerang orang yang mudah stres atau cemas dan yang memiliki penyakit cara mengatasi jantung berdebar. Ada beberapa tanda yang menunjukkan Anda mengalami palpitasi (jantung berdebar), gejala khas adalah: • Dada berdebar sangat cepat dan dapat terasa hingga di tenggorokan atau leher Anda.

• Jantung juga bisa berdebar lebih lambat dari biasanya, tapi debarannya sangat terasa di dada Anda. • Debaran jantung dapat digambarkan sebagai ketukan keras di sekitar dada. Setiap orang sangat mungkin merasakan gejala yang berbeda.

Bahkan, ada pula yang merasakan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Gejala jantung berdebar (palpitasi) dapat terjadi ketika Anda sedang beraktivitas atau beristirahat. Gejala jantung berdebar (palpitasi) yang jarang terjadi atau berlangsung sebentar (dalam hitungan detik), biasanya tidak perlu Anda khawatirkan. Namun, bukan berarti Anda boleh menganggap sepele kondisi ini. Terutama jika debaran jantung yang Anda rasakan terjadi terus-menerus atau semakin memburuk, Anda harus segera lakukan pemeriksaan dokter.

Apalagi, jika Anda juga mengalami gejala penyakit jantung, seperti yang dikutip dari laman Mayo Clinic. • Rasa tidak nyaman, seperti nyeri dada. • Kepala sangat pusing atau pingsan. • Sesak napas yang parah. Jika Anda, anggota keluarga, atau teman Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera minta pertolongan medis.

Pasalnya, jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi. Beberapa komplikasi palpitasi yang dapat terjadi adalah: • Pingsan. Jantung yang berdetak cepat, membuat tekanan darah menurun sehingga dapat membuat Anda kehilangan kesadaran. • Henti jantung. Debaran jantung yang abnormal bisa mengancam jiwa karena menyebabkan henti jantung. • Stroke. Jika kondisi ini disebabkan oleh masalah pada bilik jantung, darah akan menggumpal. Penggumpalan darah ini bisa pecah, menyumbat arteri di otak sehingga menyebabkan stroke.

• Gagal jantung. Debaran jantung yang abnormal membuat jantung tidak memompa darah secara efisien sehingga bisa menyebabkan gagal jantung. Apa penyebab dari jantung berdebar (palpitasi)? Ada banyak penyebab yang bisa membuat Anda mengalami detak berdebar (palpitasi). Walaupun menyerang organ jantung, tapi tidak semua penyebabnya berkaitan langsung dengan organ ini. Berikut ini adalah penyebab palpitasi pada jantung.

1. Kondisi organ jantung Gangguan pada jantung bisa mengakibatkan munculnya palpitasi adalah: • Aritmia (gangguan irama jantung) dapat menyebabkan palpitasi. Penyebabnya dibedakan menurut lokasi yang bermasalah, seperti fibriasi atrium, supraventricular tachycardia (SVT), dan ventricular tachycardia. • Gangguan pada katup jantung, seperti katup mitral yang mengalami prolaps (posisinya melorot ke bawah). • Kardiomiopati hipertrofik (otot jantung dan dinding jantung membesar dan menebal).

• Penyakit jantung bawaan (cacat lahir yang mempengaruhi cara kerja normal jantung). 2. Kondisi emosional Jangan salah, kondisi emosional di dalam diri juga bisa mengakibatkan jantung berdebar tidak teratur, seperti: • Stres dan terlalu emosional. • Gugup atau terlalu bahagia. • Panik atau ketakutan. 3. Perubahan hormon Selain dua faktor sebelumnya, perubahan hormon pada tubuh juga turut andil sebagai penyebab palpitasi, di antaranya adalah: • Periode menstruasi.

• Kehamilan. • Sebelum atau selama menopause. Terkadang, kondisi jantung berdebar tidak menentu yang terjadi selama kehamilan bisa menjadi salah satu tanda anemia (kurang darah).

4. Konsumsi obat-obatan Perhatikan obat apa saja yang sedang rutin Anda konsumsi. Sebab beberapa obat-obatan tertentu dapat menimbulkan detak jantung tidak menentu, yakni: • Inhaler asma yang mengandung salbutamol dan ipratropium bromide. • Obat penurun tekanan darah, seperti hydralazine dan minoxidil. • Obat antihistamin, seperti terfenadine.

• Obat antibiotik, seperti claritromycin dan erythromycin. • Obat antidepresan, seperti citalopram dan escitalopram. • Obat antijamur, seperti itraconazole. 5. Kondisi tubuh tertentu Kondisi tubuh bisa mendasari terjadinya debar jantung tidak beraturan, termasuk: • Kondisi cara mengatasi jantung berdebar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan hormon tiroid (hipertiroidisme).

• Orang yang memiliki penyakit diabetes dan mengalami tingkat gula darah sangat rendah (hipoglikemia). • Jenis anemia tertentu yang memengaruhi sel darah merah. • Dehidrasi (kondisi tubuh kekurangan cairan). 6. Gaya hidup Kebiasaan gaya hidup tak kalah berperan sebagai penyebab palpitasi jantung, seperti: • Terlalu banyak konsumsi kafein (umumnya ada di dalam teh, kopi, dan minuman berenergi) • Terlalu banyak minum alkohol • Kurang tidur • Merokok • Melakukan olahraga berat • Menggunakan obat-obatan terlarang (ganja, kokain, heroin, ekstasi, dan amfetamin) • Terlalu banyak makan makanan pedas Lantas, bagaimana cara mengatasi jantung berdebar (palpitasi)?

Pada kebanyakan kasus palpitasi sebenarnya tidak berbahaya, dan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Namun terkadang, jantung berdebar ini juga dapat mengarah pada kondisi medis yang lebih serius. Guna mengetahui penyebab dasar palpitasi berbahaya atau tidak, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes elektrokardiografi (EKG) atau dengan memonitor jantung yang berdebar ini dengan alat portabel yang disebut monitor cara mengatasi jantung berdebar.

Alat ini bisa Anda letakkan di sekitar leher atau pinggang selama 24 hingga 48 jam. Elektroda pada alat ini akan menghubungkan dada Anda dengan kabel monitor untuk merekam irama jantung.

Jika Anda terbukti mengalami palpitasi dalam kondisi serius, dokter akan melakukan perawatan tertentu sesuai kondisi kesehatan guna mengurangi gejalanya.

Berikut ini adalah berbagai pengobatan untuk mengatasi jantung berdebar (palpitasi) yang mungkin direkomendasikan dokter. 1. Pengobatan di rumah Penyebab jantung berdebar sangat beragam. Biasanya, pengobatan di rumah akan dijadikan pengobatan awal. Jika tidak efektif, baru beralih ke pengobatan dokter. Beberapa pengobatan untuk mengatasi palpitasi adalah: • Kurangi stres yang Anda rasakan dengan mencoba teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan mengatur napas serta memperbaiki kualitas tidur.

• Hindari makanan atau minuman yang mengandung stimulan, seperti kebanyakan minum kopi, berlebihan minum minuman berenergi, atau merokok. • Hindari obat-obatan yang efek sampingnya menyebabkan jantung berdebar-debar, seperti amfetamin. 2. Pengobatan dokter Jika pengobatan rumahan tidak cukup efektif mengatasi jantung berdebar, dokter akan merekomendasikan pengobatan lain yang sesuai dengan penyebabnya, seperti: • Jika berkaitan dengan penyakit jantung, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk aritmia.

Selain itu, Anda mungkin perlu menjalani prosedur ablasi kateter (memasukkan satu atau lebih kateter melalui pembuluh darah ke jantung) atau pemasangan perangkat implantable cardioverter-defibrillator (ICD). • Jika jantung berdebar berkaitan dengan masalah mental, dokter akan memberikan konseling, terapi kejiwaan, atau obat-obatan yang bisa meredakan gejala palpitasi. • Jika disebabkan oleh hipertiroidisme, dokter akan meresepkan obat antitiroid, beta blocker, dan iodine radioaktif. Jika tidak ampuh, tiroidektomi akan dilakukan, yakni operasi pengangkatan kelenjar tiroid.

Heart palpitations: MedlinePlus medical encyclopedia. MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/article/003081.htm [Accessed on October 26th, 2020] Heart palpitations and ectopic beats. (2017, October 18). nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/heart-palpitations/ [Accessed on October 26th, 2020] Heart palpitations – Symptoms and causes.

(2020, April 16). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196 [Accessed on October 26th, 2020] When to evaluate heart palpitations. Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland.

cara mengatasi jantung berdebar [Accessed on October 26th, 2020] Harvard Health Publishing. (2019, September 24). Skipping a beat — the surprise of heart palpitations.

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/heart-disease-overview/skipping-a-beat–the-surprise-of-palpitations [Accessed on October 26th, 2020] Heart arrhythmia – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020, August 9). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/diagnosis-treatment/drc-20350674 [Accessed on October 26th, 2020] Hyperthyroidism – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic.

(2020, January 7). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/diagnosis-treatment/drc-20373665 [Accessed on October 26th, 2020] Heart palpitations prevention. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17084-heart-palpitations/prevention [Accessed on October 26th, 2020] Jika Anda tiba-tiba merasakan detak jantung yang sangat kuat atau berdebar-debar, mungkin akan membuat Anda panik.

Terlebih, gejala ini kadang diikuti dengan rasa sesak atau nyeri dada yang cukup mengganggu. Jika hal ini terjadiAnda perlu segera ke dokter untuk mengetahui penyebab jantung berdebar.

Namun sebelumnya, ada beberapa cara mengatasi jantung berdebar yang bisa Anda lakukan saat itu sebagai pertolongan pertama. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Cara mengatasi jantung berdebar kencang dan mendadak Dalam kondisi medis, kondisi jantung berdebar-debar disebut dengan palpitasi jantung.

Hal ini dapat terjadi kapan saja, baik saat duduk, berbaring, berdiri, maupun beraktivitas seperti biasanya. Sebagian besar kasus jantung berdebar bukanlah suatu kondisi yang serius. Biasanya, ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti olahraga, stres atau cemas berlebihan, dehidrasi, konsumsi kafein atau alkohol berlebihan, atau efek dari obat-obatan tertentu.

Namun, jantung berdebar kencang juga bisa terkait dengan detak jantung tidak teratur, yang menjadi tanda dari suatu kondisi medis.

Sebagai contoh, penyakit tiroid, penyakit jantung, seperti katup jantung yang tidak normal ( penyakit katup jantung) atau aritmia. Kalkulator Detak Jantung Anda mungkin masih belum tahu penyebab pasti jantung berdebar yang Anda rasakan. Sebagai langkah awal, Anda bisa mengikuti cara mengatasi jantung berdebar yang mudah ini: 1. Lakukan latihan pernapasan Stres dan kecemasan adalah dua penyebab jantung berdebar yang paling umum. Pasalnya, dua hal ini dapat memicu peningkatan hormon adrenalin dalam tubuh sehingga detak jantung jadi tak teratur.

Jika hal ini terjadi pada Anda, maka segera tenangkan diri Anda dengan latihan pernapasan. Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk belajar mengatur napas, seperti meditasi, yoga, atau tai chi. Hal ini dapat membantu cara mengatasi jantung berdebar otot-otot tubuh yang tegang, termasuk otot pada jantung. Namun, selain dengan metode tersebut, Anda pun bisa melakukan latihan pernapasan dengan cara yang sederhana.

Caranya, Anda hanya perlu duduk dengan tenang sambil menutup mata, lalu letakkan satu tangan di perut. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung, kemudian buang napas melalui mulut. Ulangi beberapa kali sampai Anda merasa lebih tenang. 2. Praktikkan manuver vagal Cara mengatasi jantung berdebar selanjutnya adalah manuver vagal yang digunakan untuk memperlambat laju jantung dengan merangsang saraf vagal, yaitu bagian saraf yang membantu mengatur detak jantung.

Manuver vagal bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu: • Tahan napas dan mengejan seolah-olah akan buang air besar. • Batuk. • Percikkan air, atau tempelkan handuk dingin atau kantong es di wajah selama 20 sampai 30 detik. Selain dengan cara yang sederhana, dilansir dari Michigan Medicine, manuver vagal bisa dilakukan dengan teknik pijat sinus karotis.

Namun, metode ini hanya boleh dilakukan oleh dokter dan biasanya di ruang gawat darurat. Pijat sinus karotis diyakini dapat membantu memperlambat detak jantung pada kondisi darurat. 3. Banyak minum air putih Jantung yang berdetak cepat dan tiba-tiba bisa jadi salah satu pertanda bahwa Anda sedang dehidrasi. Pasalnya, darah Anda mengandung air sehingga ketika Anda dehidrasi, darah Anda menjadi lebih kental.

Semakin kental cara mengatasi jantung berdebar akan membuat jantung akan bekerja ekstra untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, denyut nadi semakin cepat dan berpotensi menyebabkan jantung berdebar. Sebagai solusinya, pastikan kebutuhan cairan Anda tetap tercukupi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jumlah cairan yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi kehamilan.

Namun setidaknya, pastikan Anda minum delapan gelas air putih per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Walaupun Anda tidak sedang haus, sebisa mungkin tetaplah minum segelas air putih. Terlebih kalau tubuh Anda menunjukkan gejala-gejala dehidrasi, seperti mulut kering, haus, sakit kepala, pusing, dan kulit kering.

4. Jaga keseimbangan elektrolit Ketika jantung Anda tiba-tiba berdebar, ini artinya sinyal listrik yang mengalir ke jantung sedang bermasalah. Sinyal listrik tersebut dapat dipacu oleh kadar elektrolit dalam tubuh, seperti kalium, natrium, kalsium dan magnesium. Kalau tubuh Anda kekurangan elektrolit, maka detak jantung Anda menjadi tidak beraturan dan cenderung lebih cepat. Maka itu, salah satu cara untuk mengatasi jantung berdebar adalah dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung natrium, kalium, kalsium, dan magnesium.

Jenis elektrolit tersebut bisa Anda dapatkan dari makanan, yaitu: • Natrium: sup atau sayur kaleng (tetap pilih yang berlabel “kurang natrium” untuk menghindari tekanan darah tinggi). • Kalium: alpukat, pisang, ubi jalar, bayam, melon, tomat, jeruk, dan lainnya. • Kalsium: susu dan produk susu, telur, serta beberapa sayur dan buah, seperti asparagus, aprikot kering, dan lain-lain. • Magnesium: sayuran hijau, kacang-kacangan, gandum utuh, dan lainnya. Jika Anda takut tidak bisa memenuhi kebutuhan elektrolit dari makanan, Anda bisa saja mengandalkan suplemen tertentu.

Namun ingat, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. 5. Hindari penyebab jantung berdebar Salah satu cara mengatasi jantung berdebar adalah dengan menghindari pemicunya. Jika jantung berdetak kencang secara tiba-tiba setelah mengonsumsi: • Obat pilek dan batuk.

• Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda. • Obat hipertensi. • Alkohol. • Rokok. Maka sebaiknya segera hindari hal tersebut. Namun ingat, tidak semua orang memiliki stimulan atau pemicu yang sama. Bila jantung terus berdebar dan semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya American Heart Cara mengatasi jantung berdebar. 2020. Staying Hydrated – Staying Healthy.

https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/staying-hydrated-staying-healthy#.WK9yGxIrKlM. Accessed December 14, 2020. CDC. 2020. Get the Facts: Drinking Water and Intake.

https://www.cdc.gov/nutrition/data-statistics/plain-water-the-healthier-choice.html. Accessed December 14, 2020. Cleveland Clinic. 2020. Heart Palpitations. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17084-heart-palpitations.

Accessed December 14, 2020. Harvard Health Publishing. 2020. Skipping a Beat – The Surprise of Heart Palpitations. https://www.health.harvard.edu/heart-disease-overview/skipping-a-beat–the-surprise-of-palpitations. Accessed December 14, 2020. Mayo Clinic. 2020. Heart palpitations. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196. Accessed December 14, 2020. Mayo Clinic. 2020.

Heart arrhythmia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668. Accessed December 14, 2020. MedlinePlus. 2020. Heart palpitations. https://medlineplus.gov/ency/article/003081.htm. Accessed December 14, 2020. Michigan Medicine. 2020. Vagal Maneuvers for Supraventricular Tachycardia (SVT). https://www.uofmhealth.org/health-library/ps1283. Accessed December 14, 2020. Providence Health Plan. 2020. Can you exercise safely with an arrhythmia?

https://healthplans.providence.org/fittogether/find-your-fit/physical-activity/fit-exercise-into-your-day/exercise-with-arrhythmia/. Accessed December 14, 2020. Rush Universit Medical Center. 2020. Essential Electrolytes. https://www.rush.edu/news/essential-electrolytes. Accessed December 14, 2020. Sutter Health. 2020. Minerals and Heart Palpitations. https://www.sutterhealth.org/ask-an-expert/answers/minerals-heart-palpitations.

Accessed December 14, 2020. University of Iowa Hospitals & Clinic. 2020. Heart palpitations: Cara mengatasi jantung berdebar asked questions. https://uihc.org/health-topics/heart-palpitations-frequently-asked-questions. Accessed December 14, 2020.Â
Jantung berdebar adalah kondisi yang normal terjadi ketika sedang merasa cemas atau melakukan aktivitas fisik berat, misalnya berolahraga. Keluhan ini biasanya akan mereda dengan sendirinya. Namun, jika jantung berdebar disertai keluhan lain, hal cara mengatasi jantung berdebar bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu.

Jantung berdebar atau palpitasi adalah kondisi ketika jantung berdegup kencang, bahkan sensasinya dapat dirasakan hingga ke tenggorokan atau leher. Detak jantung normal orang dewasa berkisar antara 60–100 kali per menit. Bila jantung berdetak melebihi angka tersebut, Anda akan merasakan debaran kencang di bagian dada.

Pada kondisi tertentu, jantung berdebar memang bisa menjadi tanda adanya penyakit jantung. Biasanya, kondisi ini disertai dengan keluhan lain, seperti nyeri dada yang menjalar hingga ke bahu atau punggung, pusing, mual, keringat dingin, sesak napas, hingga lemas.

Namun, selain penyakit jantung, ada banyak kondisi yang juga bisa menyebabkan jantung berdebar. Beberapa Penyebab Jantung Berdebar Jantung berdebar bisa disebabkan oleh banyak hal, baik yang sifatnya ringan mapun serius.

Salah satu penyebab sederhana dari jantung berdebar adalah gaya hidup, seperti olahraga intensif, rasa cemas, kurang tidur atau kelelahan, kebiasaan merokok, serta konsumsi minuman beralkohol, kafein, dan makanan pedas. Namun, Anda perlu waspada bila keluhan jantung berdebar tidak kunjung mereda atau disertai gejala lain. Hal ini karena keluhan tersebut bisa saja disebabkan oleh suatu kondisi atau penyakit, seperti: 1.

Anemia Anemia merupakan kondisi ketika seseorang kekurangan sel darah merah. Gejalanya dapat berupa jantung berdebar dan biasanya disertai dengan kelelahan, wajah pucat, hingga sesak napas.

2. Hipertiroidisme Kondisi ini terjadi ketika kadar hormon tiroid meningkat terlalu tinggi dan terlalu aktif. Selain merasakan dada atau jantung berdebar, penderita hipertiroidisme juga bisa mengalami gejala berupa sering cemas, cepat lelah, susah tidur, tubuh lemas dan gemetaran, serta banyak berkeringat. Sebagian orang yang memiliki kondisi ini juga mengalami fibrilasi atrium, yaitu kondisi ketika irama jantung tidak beraturan.

3. Hipoglikemia Nilai normal gula darah berada di rentang antara 70–140 mg/dL. Kondisi hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun hingga jauh di bawah nilai normalnya. Orang cara mengatasi jantung berdebar mengalami kondisi ini bisa mengalami gejala berupa jantung berdebar, pusing, lemas, pucat, keringat dingin, dan tremor atau tubuh gemetaran. 4. Dehidrasi Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan.

Dehidrasi bisa terjadi karena kurang minum atau makan, diet ekstrem, atau penyakit tertentu, seperti diare dan muntah-muntah. Saat tubuh dehidrasi, jantung akan bekerja lebih kuat untuk mengalirkan darah dan cairan ke seluruh tubuh. Selain jantung berdebar, dehidrasi juga bisa menimbulkan gejala lain berupa lemas, bibir kering, urine berwarna pekat, dan tidak buang air kecil sama sekali.

5. Aritmia Jantung berdebar juga bisa menjadi gejala gangguan serius pada jantung, seperti aritmia. Aritmia merupakan kelainan irama jantung yang membuat detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan, sehingga tidak dapat memompa darah dengan baik.

6. Demam Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 38 o Celsius. Demam sering kali disebabkan oleh infeksi dan peradangan. Saat sedang demam, seseorang bisa merasakan gejala jantung berdebar, lemas, nyeri di tubuh, dan pusing. 7. Serangan panik Saat mengalami serangan panik, seseorang akan merasakan jantung berdebar, keringat dingin, pingsan, lemas, mual, dan gemetaran.

Penderitanya juga bisa merasa tidak berdaya dan tidak bisa beraktivitas. Serangan panik adalah gangguan psikologis yang membuat seseorang merasakan cemas luar biasa.

Rasa cemas ini bisa muncul secara mendadak atau dipicu oleh hal tertentu, seperti stres, rasa takut, atau kelelahan. 8. Perubahan hormon pada wanita Perubahan kadar hormon pada masa kehamilan, menstruasi, serta menopause juga dapat menyebabkan jantung berdebar.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan hanya bersifat sementara. Selain beberapa kondisi di atas, jantung berdebar juga dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah tinggi, antibiotik, obat asma, antihistamin, obat untuk menangani gangguan tiroid, dan dekongestan.

Jantung berdebar yang muncul karena penyakit jantung bisa berbahaya dan perlu segera cara mengatasi jantung berdebar oleh dokter. Apabila tidak segera diobati, penyakit jantung bisa menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti henti jantung atau bahkan kematian. Sementara itu, penyebab jantung berdebar lainnya tidak selalu berbahaya, asalkan bisa hilang sendiri dan tidak menimbulkan keluhan lain.

Meski demikian, untuk memastikan penyebab jantung berdebar yang Anda alami, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Cara Meredakan Keluhan Jantung Berdebar Pada umumnya, jantung berdebar tidak memerlukan penanganan khusus jika hanya terjadi sesekali, tidak berlangsung lama, dan tidak disertai keluhan lain.

Namun, ketika keluhan jantung berdebar muncul dan dirasa mengganggu, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk meredakannya: • Hindari faktor pemicu jantung berdebar, seperti nikotin dalam rokok, minuman berkafein, minuman berenergi, atau obat-obatan tertentu. • Cobalah untuk menenangkan diri dan lebih rileks dengan metode relaksasi, seperti yoga dan meditasi.

Cara ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi stres. • Hindari konsumsi obat-obatan terlarang, seperti amfetamin dan kokain. • Minum air putih yang cukup dan makan teratur untuk mencegah dehidrasi dan hipoglikemia. • Cukupi waktu istirahat. Gaya hidup sehat dan stres yang terkendali bisa membuat Anda lebih rileks dan tenang, sehingga tidak mudah mengalami jantung berdebar.

Namun, jika jantung berdebar sering terjadi, tidak kunjung cara mengatasi jantung berdebar, atau disertai keluhan lain, seperti pusing, nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Mengalami jantung berdebar mungkin menjadi satu hal yang lumrah bagi sebagian orang dewasa, cara mengatasi jantung berdebar banyak penyebab jantung berdebar yang mungkin dapat menyerang siapa saja. Hal ini bisa terjadi selama beberapa detik, menit hingga berjam jam.

Kabar gembiranya adalah tidak semua jantung berdebar menandakan anda ada masalah atau kelainan pada jantung anda. Jantung yang berdetak lebih kencang tidak semuanya menjadi ciri ciri penyakit jantung yang dialami manusia.

Kenali terlebih dahulu beberapa kemungkinan penyebab jantung berdebar yang mungkin terjadi • kehamilan • kafein • kondisi medis lainnya • obat tertentu • obatan ilegal seperti sabu (baca : efek sabu) dan berbagai jenis narkoba • produk tembakau (baca : bahaya merokok dan bahaya narkoba) Nah, untuk itu, fokus membaca artikel ini untuk mengetahui cara mengatasi jantung berdebar secara alami, trik, kapan harus ke dokter dan mendapatkan jantung yang sehat.

1. Relaksasi Penting bagi anda ketahui bahwa stres bisa menjadi pemicu jantung berdebar-debar kencang. Hal ini dikarenakan stress ataupun kegembiraan yang berlebihan bisa membuat lonjakan adrenalin.

Relaksasi dapat membantu mengatur dan mengurangi tingkat stres anda. Pilihan terbaik termasuk meditasi, tai chi, dan yoga. • Cobalah duduk bersila dan angkat napas perlahan melalui lubang hidung dan keluar melalui mulut.

Ulangi sampai Anda merasa tenang. Jangan rileks saat jantung berdetak kencang saja, anda harus fokus pada rileks sepanjang hari. Berhenti dan mengambil lima napas dalam setiap 1-2 jam untuk membantu menenangkan pikiran Anda dan membuat Anda tetap rileks. Kebiasaan ini dapat mengurangi risiko detak jantung yang kembali unnormal. 2. Lakukan manuver vagal Saraf vagus memiliki banyak fungsi, termasuk menghubungkan otak ke jantung. Manuver vagal merangsang saraf vagus, dan dapat membantu mengatur detak jantung cepat agar kembali normal.

Anda bisa merangsang saraf vagus di rumah, tapi sebaiknya Anda mendapatkan persetujuan dokter terlebih dahulu. • Mandi air dingin, curahkan air dingin ke wajah Anda, atau oleskan handuk dingin atau icepack ke wajah Anda selama 20-30 detik.

“Kejutan” air dingin membantu menstimulasi saraf. • Nyanyikan kata “Om” atau batuk atau muntah. • Tahan nafas Anda atau tahan seperti Anda mengalami buang air besar.

• Untuk hasil terbaik, lakukan manuver ini sambil berbaring telentang. Dokter Anda dapat menunjukkan cara melakukannya dengan benar. 3. Minum Air Putih Cara paling mudah tentunya adalah dengan minum air putih.

Mengapa ? Dehidrasi dapat menyebabkan palpitasi jantung. Hal ini karena darah Anda mengandung air, jadi saat Anda mengalami dehidrasi, darah Anda bisa menjadi lebih kental, tidak heran Penyebab darah kental salah satunya adalah kekurangan air. Semakin kental darah Anda, semakin keras jantung Anda bekerja untuk memindahkannya ke pembuluh darah.

Itu bisa meningkatkan denyut nadi Anda dan berpotensi menimbulkan palpitasi. 4. Kembalikan keseimbangan elektrolit Elektrolit membantu memindahkan sinyal listrik ke seluruh tubuh Anda. Sinyal listrik penting untuk berfungsinya jantung. Beberapa elektrolit yang bisa bermanfaat bagi kesehatan jantung Anda antara lain: • kalium (Baca ; Makanan yang Mengandung Kalium Tinggi ) • kalsium (Baca : Makanan yang mengandung kalsium tinggi) • magnesium (Baca : Makanan yang mengandung magnesium tinggi) • sodium Sebagian besar elektrolit ini paling baik diperoleh dari makanan.

Alpukat, pisang, ubi jalar, dan bayam merupakan sumber potasium yang hebat. Untuk meningkatkan asupan kalsium Anda, makan lebih banyak sayuran berdaun gelap dan produk susu. Sayuran hijau gelap juga merupakan sumber magnesium yang hebat, begitu juga kacang-kacangan dan ikan.

Kebanyakan orang mendapatkan cukup sodium dalam makanan mereka dengan makanan kemasan seperti daging deli dan sup kalengan. Suplemen dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit Anda, namun bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi suplemen baru. Terlalu banyak elektrolit bisa menimbulkan masalah.

Jika Anda menduga Anda mungkin mengalami ketidakseimbangan, dokter Anda dapat menguji urine dan darah Anda untuk memastikannya. 5. Hindari stimulan Ada banyak zat cara mengatasi jantung berdebar mungkin membuat Anda lebih cenderung memiliki detak jantung yang cepat. Menghilangkan hal-hal ini dari rutinitas harian Anda dapat mengurangi atau bahkan menghentikan gejala Anda.

Mereka termasuk: • Menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein • Menghindari produk tembakau atau ganja ( Bahaya Tembakau) • Menghindari cara mengatasi jantung berdebar berlebihan ( Bahaya Alkohol) • Beberapa obat demam dan batuk • Obat penekan nafsu makan • Obat yang digunakan untuk mengobati cara mengatasi jantung berdebar jiwa • obat tekanan darah tinggi • obat-obatan terlarang seperti kokain, kecepatan, atau methamphetamines Anda harusnya lebih memahami apa pemicu yang mungkin menjadi penyebab jantung berdebar kencang, sehingga anda dapat mengetahui cara mengatasi jantung berdebar kencang tersebut secara cepat.

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda berpikir bahwa obat resep yang menyebabkan gejala tersebut. 6. Tarik nafas dalam dalam Jika denyut jantung semakin cepat, tarik nafas dalam dalam untuk memberikan efek relaksasi. Hal ini sangat baik dilakukan sebelum dan sesudah meminum air putih. 7. Tidur / Istirahat yang cukup Nafas terasa panas dan Jantung mulai berdebar adalah salah satu tanda anda kurang istirahat, hentikan aktivitas dan istirahat terlebih dahulu agar anda dapat merasakan efek yang menenangkan.

8. Rajin meditasi Meditasi adalah salah satu cara ampuh untuk mengatasi jantung berdetak kencang, dengan menerapkan pola ini, anda dapat mengatur lebih sempurna mental dan level stress serta batin. 9. Olahraga yang cukup Dengan olahraga yang cukup, anda akan melatih jantung dan memahami irama jantung agar lebih baik lagi. Olahraga yang baik untuk jantung adalah berenang, sepeda, jalan kaki. 10. Terapkan pola makan yang sehat Obat sesak nafas karena jantung mungkin tidak akan berpengaruh bagi anda yang sering makan berlebihan atau konsumsi fast food.

Fast food adalah salah satu Makanan yang dilarang untuk penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya, seperti diabetes dan kolesterol. Hindari makanan tersebut untuk mencegah jantung berdetak kencang. 11. Kendalikan emosi Banyak dari kita yang memiliki ritme jantung cepat dikarenakan emosi, dan ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi tersebut. Cara ampuh mencegah ritme jantung cepat adalah dengan mengendalikan emosi.

Mengatasi Jantung Berdebar Karena Obat Obatan Banyak obat-obatan dan obat-obatan dapat mempengaruhi tingkat dan ritme jantung.

Beberapa contohnya adalah: • Obat asma • Dekongestan dan obat-obatan demam. • Obat-obatan ilegal seperti kokain atau amfetamin. • Beberapa obat tekanan darah dan jantung. • Beberapa obat untuk depresi dan kecemasan. • Obat tiroid • Obat-obatan ilegal, seperti kokain atau amfetamin, juga bisa menyebabkan perubahan denyut jantung atau ritme.

Cara mengatasinya : • Hubungi dokter yang meresepkan obat sebelum mengambil dosis lain. Obatnya mungkin perlu dihentikan, diganti, atau disesuaikan dengan dosis. • Jika Anda minum obat tanpa resep obat, berhentilah minum obat. Jika Anda merasa perlu terus minum obatnya, mintalah dokter untuk mendiskusikannya.

Kapan Harus Ke Dokter ? Biasanya risiko komplikasi dengan palpitasi jantung sangat kecil kecuali jika disebabkan oleh kondisi jantung yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh kondisi jantung, Anda mungkin mengalami: • Pingsan jika jantung Anda berdetak terlalu cepat dan menyebabkan tekanan darah Anda turun • Serangan jantung jika palpitasi Anda disebabkan oleh aritmia dan jantung Anda tidak berdetak secara efisien Stroke jika palpitasi Anda disebabkan oleh atrial fibrillation • gagal jantung jika jantung Anda tidak memompa dengan baik untuk jangka waktu yang lama Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda memiliki palpitasi dengan gejala lain atau jika Anda memiliki kekhawatiran lain tentang kesehatan Anda.

Diagnosis Dokter mungkin akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, gejala apa yang Anda alami, obat apa yang Anda pakai, dan kemudian memberi Anda pemeriksaan fisik.

Mungkin sulit untuk menemukan penyebab jantung berdetak kencang tersebut. Dokter Anda mungkin memesan tes lebih lanjut atau merujuk anda ke cara mengatasi jantung berdebar ahli jantung. Tes untuk jantung berdebar mungkin termasuk elektrokardiogram (EKG), yang menunjukkan aktivitas listrik jantung Anda. Anda mungkin juga memiliki echocardiogram, yang merupakan tes ultrasound yang membantu dokter Anda memvisualisasikan berbagai bagian jantung Anda.

Pilihan lainnya termasuk tes stres, rontgen dada, dan tes monitor jantung ambulatori. Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin juga ingin menjalankan tes yang lebih invasif, seperti studi elektrofisiologi atau kateterisasi jantung. Related Posts • 5 Efek Samping Minyak Nabati Paling Berbahaya Bagi Kesehatan • Carniq – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping • Pemasangan Ring pada Jantung – Metode, Resiko dan Perawatan • Caprenafil – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping • Iker Casillas Kena Serangan Jantung Saat Latihan, Ketahui Cara Pertolongan Pertamanya Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Cara mengatasi jantung berdebar Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya?

• 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
Mengalami jantung berdebar atau berdetak kencang dan kuat, belum tentu mengindikasikan adanya penyakit jantung sebagai penyebabnya.

Bahkan, cara mengatasi jantung berdebar tersebut tidak selalu memerlukan obat, ada cara alami yang dapat diandalkan. Di kalangan medis, jantung berdebar disebut dengan istilah palpitasi, dimana jantung berdetak kuat dan lebih kencang dari biasanya, bahkan detakan itu terlihat kuat di dada, dan terasa hingga leher dan tenggorokan.

Tak jarang membuat siapa pun yang mengalaminya menjadi ketakutan, padahal rasa takut akan membuat debaran semakin kuat. Kabar baiknya, jantung berdebar umumnya bukanlah masalah serius atau berbahaya, dan sering hilang dengan sendirinya. Diantara penyebabnya seperti stres dan kecemasan, terlalu banyak konsumsi kafein, nikotin, atau alkohol, berolahraga atau aktifitas fisik yang berat, serta kehamilan seperti dijelaskan disini: Penyebab Jantung Berdebar Namun jangan terlena dengan pernyataan ini, meskipun jarang, jantung berdebar bisa menjadi pertanda adanya masalah jantung yang lebih serius.

Terutama ketika palpitasi disertai dengan sesak napas, pusing, sakit dada, pingsan, dan keluhan berat lainnya. Jika hal ini yang terjadi, maka segeralah mencari pertolongan medis dan abaikan cara mengatasi jantung berdebar di bawah ini. Cara mengatasi jantung berdebar di rumah 1. Relaksasi Stres bisa memicu atau memperburuk palpitasi jantung, karena stres dan kegembiraan bisa mempengaruhi kadar adrenalin dalam tubuh. Mengelola stres melalui relaksasi bisa membantu mengatasi jantung berdebar.

Diantara cara yang dapat dilakukan yaitu dengan berdzikir, meditasi, tai chi, atau yoga. Cobalah duduk bersila dan angkat napas perlahan melalui lubang hidung dan keluarkan melalui mulut. Ulangi sampai Anda merasa tenang. Fokus dan rileks sepanjang hari juga sangat diperlukan, tidak hanya saat jantung berdebar menyerang. 2.

Manuver vagal membasuh wajah dengan air dingin dapat mengatasi jantung berdebar Saraf vagus memiliki banyak fungsi, termasuk menghubungkan otak ke jantung. Manuver vagal bertujuan untuk merangsang saraf vagus sehingga dapat membantu mengatur detak jantung yang cepat. Anda bisa merangsang saraf vagus di rumah, tapi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa cara merangsang saraf vagus untuk mengatasi jantung berdebar: • Menggunakan Air dingin.

Curahkan air dingin ke wajah, atau oleskan handuk dingin atau icepack ke wajah selama 20-30 detik. "Kejutan" air dingin membantu menstimulasi saraf. • Cara mengatasi jantung berdebar. Gerakan batuk akan merangsang nervus vagus dan memperlambat detak jantung. Lakukan batuk dengan kuat dan terus menerus pada satu waktu. Batuk yang hanya sekali tidak akan menghentikan palpitasi. • Muntah. Rangsangan muntah dapat dilakukan dengan menekan lidah bagian belakang menggunakan jari secara cepat.

Begitu refleks muntah terjadi, maka saraf vagus akan terangsang dan detak jantung akan melambat. • Mengedan. Tahan nafas dan mengedanlah kuat seperti saat buang air besar.

Jika hal ini dirasa sulit, maka sebagai alternatifnya dapat meniup sedotan buntu atau pipa apapun yang buntu. Untuk hasil terbaik, lakukan manuver ini sambil berbaring telentang dan lakukan yang menurut Anda paling mudah. 3. Minum air putih Dehidrasi dapat menyebabkan jantung berdebar. Tak heran, karena darah kita mengandung air, jadi saat mengalami cara mengatasi jantung berdebar, darah bisa menjadi lebih tebal cara mengatasi jantung berdebar.

Semakin kental, maka semakin berat bagi jantung untuk memompanya ke pembuluh darah. Sebagai akibatnya, detak jantung akan meningkat dan berpotensi menimbulkan palpitasi. Jika Anda mulai merasakan denyut jantung meningkat, maka raihlah segelas air dan minum saat duduk. Untuk mengetahui cukup tidaknya kebutuhan air, perhatikan warna air seni Anda, jika masih berwarna kuning atau pekat, maka masih perlu banyak minum hingga air seni yang dihasilkan tidak berwarna (jernih) atau kuning jernih.

4. Kembalikan keseimbangan elektrolit Elektrolit membantu memindahkan sinyal listrik ke seluruh tubuh. Sinyal listrik penting untuk berfungsinya jantung dalam memompa darah. Beberapa elektrolit yang bisa bermanfaat bagi kesehatan jantung cara mengatasi jantung berdebar lain: • kalium ( potasium) • kalsium • magnesium • sodium ( natrium) Sebagian besar elektrolit ini paling baik diperoleh dari makanan. Alpukat, pisang, ubi jalar, dan bayam merupakan sumber potasium yang baik.

Untuk meningkatkan asupan kalsium, makan lebih banyak sayuran berdaun gelap dan produk susu. Sayuran hijau gelap juga merupakan sumber magnesium, begitu juga kacang-kacangan dan ikan. Sedangkan sodium (garam dapur) dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama yang terasa asin. Pesan Sekarang Jika diperlukan, suplemen juga dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit sehingga dapat mengatasi jantung berdebar.

Namun bicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apapun. Jadi, perhatikan asupan Anda beberapa hari terakhir, jika ada diantara beberapa sumber makanan di atas yang kelebihan atau kekurangan, maka berusahalah untuk menyeimbangkannya. Terlalu banyak elektrolit bisa menimbulkan masalah, termasuk jantung berdebar. Jika Anda dicurigai mengalami ketidakseimbangan, dokter dapat menguji urine dan darah untuk memastikannya.

5. Hindari stimulan Ada banyak zat yang mungkin membuat jantung berdetak kencang. Menghilangkan hal-hal berikut dari rutinitas harian dapat mengurangi atau bahkan menghentikan jantung berdebar: • Makanan dan minuman berkafein. • Rokok dan produk tembakau lainnya. • Konsumsi alkohol berlebihan.

• Obat batuk pilek tertentu. • Penekan nafsu makan. • Obat yang digunakan untuk mengobati penyakit jiwa. • Obat tekanan darah tinggi. • Obat-obatan terlarang seperti kokain, atau methamphetamines, dll. Pemicu bagi tiap-tiap orang dapat berbeda, oleh sebab itu cobalah mencatat semua jenis makanan atau produk yang konsumsi yang menyebabkan jantung berdebar.

Jika memungkinkan, hindarilah segera dan perhatikan apakah hal tersebut dapat mengatasi jantung berdebar. Konsultasikan dengan dokter, jika curiga bahwa obat reseplah yang menjadi penyebabnya. Dokter akan memberikan obat alternatif yang cocok untuk Anda. 6. Tips tambahan Sebagian besar kasus jantung berdebar, tidak memerlukan pengobatan khusus. Sebagai gantinya, saat terjadi palpitasi Anda harus cermat memperhatikan dan menghindari aktivitas, makanan, atau hal apa saja yang mungkin menyebabkannya.

Lain halnya jika Anda sudah berusaha menjalani tips di atas, namun jantung berdebar tetap saja dialami, maka langkah terbaik adalah memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan pengobatan ketika berhasil mengidentifikasi penyebabnya. Misalnya, jika dalam tes diagnostik ditemukan bahwa Anda menderita penyakit jantung, maka berbagai pilihan pengobatan akan ditempuh seperti obat-obatan, operasi, atau implantasi alat seperti alat pacu jantung.

Disamping menerapkan beberapa tips cara mengatasi jantung berdebar di atas, Anda pun harus menjalani pola hidup untuk menunjang kesehatan jantung: • Olahraga.

Berolahragalah minimal dua setengah jam setiap minggunya. Lakukan dengan cara membaginya dalam beberapa hari. • Menjaga kadar kolesterol LDL (jahat) tetap rendah. Hal ini dapat dilakukan dengan rajin berolahraga dan menghindari lemak jenuh. • Makan makanan sehat seperti buah segar, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

• Rutin cek tekanan darah. Tekanan darah tinggi seringkali tidak bergejala, padahal hipertensi menjadi cikal bakal penyakit jantung. • Jaga berat badan tetap ideal. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat cara mengatasi jantung berdebar peluang terkena penyakit jantung.

• Jaga kadar gula darah. Selain tekanan darah, kadar gula darah juga harus dijaga. Orang dengan diabetes (gula darah tinggi) memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung. • Berhenti merokok. Ada banyak manfaat berhenti merokok, termasuk menurunkan kemungkinan terkena penyakit jantung dan stroke, penyakit paru-paru, dan kanker.

Jagalah selalu jantung kehidupan Anda! Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler. Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya.

Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi cara mengatasi jantung berdebar, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Jantung berdebar atau rasa deg-degan sering muncul saat Anda panik, cemas, atau stres.

Namun, kondisi yang ditandai dengan jantung berdetak kencang ini, bisa juga disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, anemia, hingga menjadi pertanda tekanan darah rendah. Dalam dunia kedokteran, kondisi ini disebut juga sebagai palpitasi jantung. Advertisement Pada orang dewasa, jumlah detak jantung yang normal adalah 60-100 kali per menit.

Jika lebih dari ini, maka bisa dikatakan Anda mengalami palpitasi jantung. Untuk mengatasinya, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti meditasi dan menghindari konsumsi makanan maupun minuman, yang dapat membuat jantung berdebar-debar. Cara mengatasi jantung berdebar yang bisa dilakukan di rumah Cara mengatasi jantung berdetak kencang bagi tiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya.

Namun secara umum, beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan untuk mengatasi, maupun mencegah kondisi tersebut.

1. Menghindari stimulan yang bisa membuat jantung berdetak kencang Ada beberapa stimulan yang bisa menyebabkan jantung berdebar secara tiba-tiba.

Dengan menghindari penggunaan maupun konsumsinya, maka Anda dapat mengurangi risiko kondisi ini kembali terjadi. Berikut ini hal yang perlu Anda hindari saat merasa jantung berdegup kencang.

• Makanan dan minuman berkafein • Produk yang mengandung tembakau, seperti rokok • Jenis obat batuk dan obat flu tertentu • Obat penekan nafsu makan • Obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan • Obat tekanan darah tinggi • Obat-obatan terlarang, seperti kokain, ganja, dan metamfetamin 2.

Melakukan relaksasi Stres dapat menjadi salah satu cara mengatasi jantung berdebar yang membuat jantung berdegup kencang. Ada beberapa cara relaksasi di bawah yang bisa membantu menurunkan detak jantung Anda.

• Meditasi • Menarik napas dalam-dalam • Membuat jurnal kegiatan sehari-hari • Yoga • Beraktivitas di luar ruangan • Olahraga • Cuti sementara dari pekerjaan atau kuliah 3.

Minum air Dehidrasi dapat membuat jantung Anda berdetak lebih kencang. Sebab, sebagian besar darah terbuat dari air. Saat dehidrasi, darah akan semakin mengental. Semakin kental darah, maka kerja jantung juga akan semakin berat. Cara mengatasi jantung berdebar, Anda akan merasa jantung berdegup kencang.

4. Menjaga keseimbangan elektrolit di tubuh Elektrolit memiliki fungsi penting untuk mengatur detak jantung sehingga dapat dimanfaatkan untuk meredakan jantung yang berdetak kencang. Anda dapat meningkatkan jumlah elektrolit di tubuh dengan mengonsumsi makanan yang mengandung: • Sodium • Kalium • Kalsium • Magnesium Makanan yang Anda konsumsi sehari-hari umumnya bisa memenuhi kebutuhan sodium harian.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan potasium, Anda dapat mengonsumsi: • Kentang • Pisang • Alpukat • Bayam Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, Anda disarankan mengonsumsi susu dan produk olahannya, serta sayur-sayuran hijau. Sementara itu, magnesium bisa didapatkan dari konsumsi ikan, sayur, dan kacang-kacangan. 5.

Berolahraga secara teratur Olahraga dapat mengembalikan fungsi jantung dan ritme detak jantung pada kondisi normal. Olahraga jantung juga dapat memperkuat jantung, serta mencegah dan mengurangi jantung berdegup kencang. Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan di antaranya: • Jalan santai • Jogging • Lari • Bersepeda • Berenang Namun, beberapa jenis olahraga justru dapat memicu terjadinya jantung berdegup kencang.

Jadi, pilihlah olahraga yang tepat untuk kondisi Anda Berbagai penyebab jantung berdebar Penyebab jantung berdebar memang bisa bermacam-macam, dari kondisi yang ringan hingga parah. Berikut ini, hal-hal yang bisa memicu jantung berdetak kencang: • Olahraga berat • Konsumsi makanan atau minuman berkafein • Tembakau dari rokok atau cerutu • Stres • Serangan panik • Ketakutan • Gangguan kecemasan • Dehidrasi • Anemia • Syok • Konsumsi obat-obatan • Perdarahan Kondisi jantung berdetak kencang juga bisa terjadi saat kadar gula darah rendah.

Sebab, saat kadar glukosa menurun, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti adrenalin sebagai persiapan apabila tubuh mulai kekurangan energi. Hormon adrenalin inilah yang akan mempercepat detak jantung. Tidak hanya itu, meningkatnya frekuensi detak jantung juga menandakan kondisi kesehatan yang kurang baik seperti serangan jantung.

Namun, tentu saja tidak semua kondisi palpitasi jantung menandakan kondisi ini. Jantung berdetak kencang yang menjadi tanda serangan jantung, biasanya juga disertai gejala lain seperti sesak napas, sakit kepala, dan nyeri dada. Jantung yang berdebar juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit jantung yang lain, seperti gangguan otot jantung, gagal jantung, dan gangguan irama jantung atau aritmia.

Perlu diingat, palpitasi bukanlah satu-satunya gejala penyakit jantung. Pada banyak kasus, jantung yang berdetak kencang tidak menandakan adanya penyakit jantung tertentu. Baca Juga • Penyebab Darah Rendah dan Gejalanya, Apa Saja? • Gejala Serangan Jantung pada Pria yang Perlu Diwaspadai • Cara Menjaga Kesehatan Jantung dengan Menyenangkan Jantung berdebar, perlukah ke dokter?

Jika jantung berdegup kencang, perawatan oleh dokter sebenarnya tidak selalu diperlukan, terutama jika kondisi ini bisa berhenti dengan sendirinya. Anda disarankan untuk menghubungi dokter untuk memastikan kondisi apabila: • Jantung berdebar tidak kunjung reda atau justru bertambah parah • Jantung berdebar yang disertai nyeri dada • Kesulitan untuk bernapas • Memiliki riwayat sakit jantung • Merasa cara mengatasi jantung berdebar akan kondisi yang dialami Jika jantung yang berdetak kencang disebabkan oleh suatu penyakit, maka dokter akan mencoba mengatasinya agar kondisi ini dapat mereda.

Dokter mungkin akan mengintruksikan Anda untuk mengonsumsi obat Ketika jantung yang berdebar-debar sudah mengganggu kegiatan Anda sehari-hari, maka tidak cara mengatasi jantung berdebar salahnya Anda juga mengonsultasikannya ke dokter.

Penanganan aritmia di Eka Hospital Saat ini Eka Hospital memiliki usat penanganan aritmia yang bisa Anda kunjungi. Di sini Anda dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter spesialis jantung yang juga konsultan aritmia. Salah satunya dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP (K), FIHA, yang juga merupakan konsultan kardiologi intervensi dan aritmia elektrofisiologi yang bertugas di Eka Hospital BSD dan Bekasi. Para dokter spesialis jantung di Pusat Penanganan Aritmia Eka Hospital akan membantu mengevaluasi kondisi dan jantung dan mencari penanganan terbaik untuk Anda. Pusat Penanganan Aritmia Eka Hospital menawarkan beberapa tindakan medis untuk aritmia, seperti tindakan ablasi jantung dan juga penanaman alat pacu jantung. Tindakan ablasi jantung merupakan prosedur medis yang tujuannya memperbaiki irama jantung dengan membuat jaringan parut kecil di jantung.

Jaringan parut ini berfungsi memblokir sinyal listrik abnormal di jantung yang menyebabkan aritmia. Sementara cara mengatasi jantung berdebar, penanaman alat pacu jantung adalah prosedur yang tujuannya menanamkan alat pacu yang berfungsi mencegah jantung berdenyut terlalu lambat. Semua layanan penanganan aritmia ini bisa Anda temukan di Eka Hospital Bekasi, BSD, Cibubur, dan Pekanbaru.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321541.php Diakses pada 20 Juni 2019 Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-heart-palpitations#stimulants Diakses pada 20 Juni 2019 NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heart-palpitations/ Diakses pada 20 Juni 2019 Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiomyopathy/symptoms-causes/syc-20370709 Diakses pada 10 Desember 2019 Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/warning-signs-heart-attack Diakses pada 10 Desember 2019 WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/ss/slideshow-heart-palpitations-causes Diakses pada 18 Februari 2020

ALAMI DAN AMPUH! 6 CARA MENGATASI JANTUNG BERDEBAR




2022 charcuterie-iller.com