Kalimat pertama dari surat an-nasr adalah

Surat An Nasr (النصر) adalah surat ke-110 dalam Al Quran.

Berikut ini terjemahan, asbabun nuzul, dan tafsir Surat An Nasr. Surat ini terdiri dari tiga ayat dan merupakan Surat Madaniyah, meskipun turunnya tidak di Madinah. Sebab penggolongan surat Makkiyah dan Madaniyah bukanlah berdasarkan tempat turunnya tetapi berdasarkan waktu turunnya. Surat yang turun sebelum hijrah ke Madinah digolongkan sebagai surat Makkiyah. Sedangkan surat yang turun sesudah hijrah disebut Surat Madaniyah.

Dinamakan surat An Nasr yang berarti pertolongan karena surat ini membicarakan pertolongan Allah. Nama tersebut diambilkan dari ayat pertama surat ini. Ia dinamakan juga Surat Idza ja a’a nas hrulla ahi wal fath, sebagaimana bunyi awal surat ini. Ia juga dinamakan surat At Taudi’ (perpisahan) karena terdapat isyarat dekatnya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Daftar Isi • Surat An Nasr beserta Artinya • Asbabun Nuzul • Tafsir Surat An Nasr • Surat An Nasr ayat 1 • Surat An Nasr ayat 2 • Surat An Nasr ayat 3 • Penutup Tafsir Surat An Nasr Surat An Nasr beserta Artinya Berikut ini Surat An Nasr dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia: إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ.

وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (Idzaa jaa-a nashrulloohi wal fath. Waro-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa. Fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu innahuu kaana tawwaabaa) Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.

Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. Baca juga: Surat Yasin Asbabun Nuzul Surat An Nasr adalah surat yang terakhir diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yakni setelah surat At Taubah. Menurut Ibnu Katsir, ia diturunkan di Mina sewaktu Haji Wada’. Namun ada pula yang berpendapat diturunkan sebelum Fathu Makkah. Asbabun Nuzul Surat An Nasr ini terkait dengan dua hal. Pertama, ia mengabarkan kemenangan dan masuk Islamnya orang-orang Arab berbondong-bondong.

Kedua, ia mengisyaratkan telah dekatnya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa surat ini diturunkan pada pertengahan hari-hari tasyrik. “Maka aku mengetahui bahwa hal ini merupakan al wada’ (perpisahan),” kata Ibnu Umar. Mengenai Asbabun Nuzul Surat An Nasr, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa setelah Allah menurunkan surat ini, Rasulullah memanggil Fatimah radhiyallahu ‘anha.

Fatimah menangis saat Rasulullah mengabarkan bahwa ajalnya telah dekat. Lalu Fatimah tersenyum karena Rasulullah bersabda: لاَ تَبْكِى ، فَإِنَّكِ أَوَّلُ أَهْلِى لاَحِقٌ بِى “Jangan menangis, karena sesungguhnya engkau adalah keluargaku yang paling awal menyusulku.” (HR. Ad Darimi dan Thabrani; hasan) Terkait juga dengan asbabun nuzul surat An Nasr, Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Umar bin Khattab menyertakan beliau dalam majelis para pahlawan perang Badar.

Sebagian pahlawan Badar keberatan Ibnu Abbas dimasukkan dalam majlis itu. Lalu Umar pun menguji mereka semua. “Apa pendapat kalian mengenai firman Allah idza ja’a nashrullahi wal fath dalam surat An Nasr?” “Allah memerintahkan kita untuk bertahmid dan beristighfar kepada-Nya jika Dia menolong dan memberi kemenangan,” jawab salah seorang dari mereka. Yang lain diam, tidak ada jawaban berbeda. “Apakah demikian pendapatmu wahai Ibnu Abbas?” “Tidak wahai Amirul Mukminin.

Idza ja’a nashrullahi wal fath merupakan isyarat ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Allah beritahukan kepada beliau. Datangnya kemenangan dan fathu Makkah merupakan tanda ajal beliau.” “Aku tidak mengetahui tafsir surat An Nasr ini melainkan apa yang kamu katakan,” pungkas Umar.

Baca juga: Surat Al Waqiah Tafsir Surat An Nasr Tafsir surat An Nasr ini bukanlah tafsir baru. Kami berusaha mensarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah. Agar ringkas dan mudah dipahami.

Surat An Nasr ayat 1 إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ Apabila kalimat pertama dari surat an-nasr adalah datang pertolongan Allah dan kemenangan Kata nashr (نصر) artinya adalah kemenangan atau kalimat pertama dari surat an-nasr adalah dalam mengatasi lawan.

Kata nashrullah (نصر الله) menunjukkan bahwa kemenangan itu dinisbatkan kepada Allah karena sumbernya dari Dia semata. Kata ini juga menunjukkan bahwa kemenangan ini bukan sembarang kemenangan. Sedangkan kata al fath (الفتح) berasal dari kata fataha (فتح) yang berarti membuka. Kata ini kemudian bermakna kemenangan karena kemenangan adalah terbukanya sebuah jalan atau wilayah yang tadinya tertutup dan dihalangi.

Ibnu Katsir menjelaskan, seluruh ulama sepakat bahwa al fath yang dimaksud dalam ayat ini adalah pembebasan kota Makkah (fathu Makkah). Saat itu, suku-suku bangsa Arab menunda masuk Islam karena menunggu pembebasan kota Makkah. Mereka meyakini, jika Muhammad bisa kembali ke Makkah dan mengalahkan kaumnya, ia benar-benar seorang Nabi. Sayyid Qutb mendukung pendapat bahwa surat ini turun sebelum Fathu Makkah.

Karena ayat ini mengisyaratkan kemenangan yang akan terjadi. Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, ia mengkompromikan dzahiriyah nash dengan hadits Ummu Salamah. Bahwa ayat ini turun mengabarkan berita gembira pembebasan kota Makkah. Setelah pembebasan kota Makkah, Rasulullah tahu bahwa beliau akan wafat sehingga memanggil Fatimah untuk memberitahukan dekatnya ajal tersebut. Sejalan dengan pendapat Sayyid Qutb tersebut, ayat ini sekaligus merupakan bukti kebenaran Al Quran. Sebab apa yang dikabarkan Al Quran kemudian benar-benar terjadi.

Makkah benar-benar dibebaskan. Redaksi dalam ayat ini juga menunjukkan bahwa pertologan Allah dan kemenangan ini didatangkan Allah. Bukan kewenangan manusia.

Rasulullah dan para sahabat tidak bisa menentukan hasil perjuangan mereka. Namun Allah-lah yang mendatangkan pertolongan dan kemenangan. Surat An Nasr ayat 2 وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong Kata raaita (رأيت) bisa berarti melihat dengan mata kepala dan bisa juga bermakna mengetahui.

Dan Rasulullah memang melihat secara langsung penduduk Makkah berduyun-duyun masuk Islam dan beliau mendapatkan berita bahwa penduduk jazirah Arab juga berbondong-bondong masuk Islam. Setelah Fathu Makkah, penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam. Sebagiannya langsung di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang Arab di luar Makkah dan Madinah juga berbondong-bondong masuk Islam. Selama ini mereka menunggu apakah Rasulullah bisa membebaskan Makkah setelah sekian lama ‘diusir’ dari tanah kelahiran yang di dalamnya ada Baitullah.

Baca juga: Ayat Kursi Surat An Nasr ayat 3 فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. Kata sabbih (سبّح) berasal dari kata sabaha (سبح) yang artinya berenang.

Yakni seorang yang menjauh dari posisinya.

Sehingga maknanya, menjauhkan Allah dari segala kekurangan. Mensucikan Allah dari segala kekurangan. Kata tawwaba (توابا) berasal dari kata yang terbentuk dari tiga huruf ta’ (ت), wauw (و) dan ba’ (ب) yang maknanya adalah kembali. Yakni kembalinya seseorang ke posisinya semula. Taubat adalah kembalinya seorang hamba ke posisinya di hadapan Allah.

Jika pelaku tawwab adalah Allah, maka artinya Dia menerima taubat hamba-Nya. Inilah taujih Rabbani saat datang pertolongan Allah dan kemenangan dari-Nya. Rasulullah diperintahkan untuk bertasbih, bertahmid dan beristighfar. Orang-orang beriman tidak boleh sombong dan euforia atas kemenangan ini. Tapi harus menyadari bahwa kemenangan itu datangnya dari Allah.

Karenanya harus mendekatkan diri kepada-Nya, mensucikan-Nya, bersyukur kepada-Nya dan memohon ampunan. Sayyid Qutb menjelaskan, bertasbih dan bertahmid atas karunia Allah yang telah menjadikan mereka sebagai pemegang amanat untuk melaksanakan dakwah-Nya dan menjaga agama-Nya.

Beristighfar dari rasa bangga dan sombong yang kadang-kadang menyelinap ke dalam jiwa saat kemenangan tiba. Juga beristighfar atas perasaan dan sikap yang boleh jadi menyertai saat perjuangan panjang dan sekian lama menantikan datangnya kemenangan.

Ibnu Katsir menjelaskan, Rasulullah tak hanya bertasbih dan beristighfar. Bahkan pada hari fathu Makkah, beliau mengerjakan sholat dhuha delapan rakaat. Sebagian ulama berpendapat, disunnahkan mencontoh Rasulullah mengerjakan sholat delapan rakaat ketika mendapatkan kemenangan atas suatu negeri.

Sholat itu disebut juga sholat al fath. Sa’ad bin Abi Waqash ketika menaklukkan kota-kota di Persia juga melakukan sholat itu. Rasulullah mensyukuri nikmat pengampunan Allah ini dengan pengampunan kepada seluruh penduduk Makkah. Beliau memaafkan mereka meskipun dulunya menyakiti Rasulullah. Saat sebagian sahabat berseru “haadza yaumul malhamah” (ini adalah hari pertempuran pembalasan), Rasulullah menegur dengan bersabda “haadza yaumul marhamah” (ini adalah hari kasih sayang).

Saat penduduk Makkah ketakutan akan dibalas Rasulullah, ternyata beliau memaafkan mereka semua. “Siapa yang masuk Masjidil Haram, ia aman. Siapa yang masuk rumahnya masing-masing, ia aman. Siapa yang masuk rumah Abu Sufyan, ia aman.” Baca juga: Isi Kandungan Surat An Nasr Penutup Tafsir Surat An Nasr Surat An Nasr mengandung kabar gembira, arahan dan isyarat masa depan.

Kabar gembira bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menolong Rasulullah dan memberinya kalimat pertama dari surat an-nasr adalah. Orang-orang pun akan berbondong-bondong masuk Islam setelah kemenangan itu. Surat ini sekaligus memberi arahan, ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan tersebut, hendaklah Rasulullah menghadapkan diri kepada Allah dengan bertasbih, bertahmid dan beristighfar. Yang tidak banyak diketahui, surat ini juga memberikan isyarat akan tibanya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau akan wafat, sehingga sahabat yang tahu seperti Abu Bakar dan Fatimah menangis karenanya. Demikian Surat An Nasr mulai dari terjemahan, asbabun nuzul, hingga tafsir. Semoga semakin menguatkan harapan kita mendapatkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] < Tafsir Sebelumnya Tafsir Berikutnya > Surat Al Kafirun Surat Al Lahab • Home • Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami • Privacy Policy • Covid-19 Home » Artikel Agama » Kalimat pertama dari surat an-nasr adalah An Nasr adalah: Arti, Kandungan, Keutamaan & Kapan Turunnya Surat An Nasr adalah: Arti, Kandungan, Keutamaan & Kapan Turunnya – Surat An Nasr merupakan surat yang ke 110 atau apabila dihitung dari belakang surat An Nasr ini merupakan surat kelima.

Surat An Nasr tergolong mudah untuk dibacakan dan dihafal, sebab terdiri atas 3 ayat. Nama surat An Nashar ini diambil karena lafal Nasr yang diketahui terdapat pada ayat pertama.

Arti dari Surat An Nasr sendiri adalah Pertolongan. Kandungan surat ini adalah janji Allah bahwa pertolongannya akan datang dan Islam akan mendapat kemenangan, dan perintah Allah agar bertasbilah dan memujinya serta meminta ampun kepada-Nya ketika mendapatkan peristiwa atau kabar yang menggembirakan. Setiap surat yang terdapat dalam Al-Qur’an mempunyai fadhilah atau keutamaan yang berbeda-beda termasuk surat An Nasr.

Sebagai kalimat pertama dari surat an-nasr adalah yang berarti pertolongan ini menyimpan banyak keistimewaan yang perlu untuk diketahui oleh setiap umat muslim di dunia ini. Daftar Isi • 1 Keutamaan Surat An Nasr • 2 Kapan Turunnya Surah An Nashr • 3 Bacaan Doa Surat An Nasr • 4 Arti Surat An Nasr Keutamaan Surat An Nasr Selain itu, surah An Nashr ini merupakan surat yang terakhir turun secara utuh, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syaih Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah berkata, “Sebagian besar ulama berpendapat bahwa surah dalam Alquran yang terakhir turun secara utuh adalah surah An-Nashr.

Hal ini sebagaimana hadits riwayat Muslim dari jalur ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Utbah berkata bahwa Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepadanya, “Apa engkau tahu surah yang terakhir turun dari Alquran secara utuh?” Membaca surat An Nasr dikatakan sama dengan membaca seperempat dari surat yang ada dalam Al-Qur’an.

Dengan surat yang terdiri atas 3 ayat ini maka sudah barang tentu bagi setiap orang untuk mampu menghafalnya, dan membacakannya setiap hari yang apabila dilakukan sama dengan membaca seperempat Al-Quran.

Hal ini dibuktikan dalam hadits riwayat Tirmidzi bahwa Nabi saw bersabda “ Surat Idza jaa nashrullahi wal fat-hu sama dengan seperempat Al-Qur’an.” (HR. Tirmidzi).

Dari Anas bin Malik ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda kepada salah seorang sahabat beliau, “Sudahkah kamu menikah wahai Fulan?” Ia berkata, “Belum, demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai apa-apa untuk menikah.” Beliau bersabda, “Bukankah kamu hafal Qulhuwallahu ahad?” Ia menjawab, “Ya.” Kemudian beliau bersabda,“ Itu menyamai sepertiga Al-Qur’an.

“Beliau bersabda lagi, “Bukankah kamu hafal Idzaa jaa’a nashrullahi wal fath?”, Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Itu menyamai seperempat Al-Qur’an.” Kemudian beliau bersabda, “Bukankah kamu hafal Qul yaa ayyuhalkaafirun?” Ia menjawab, “Ya.” beliau bersabda, “Itu menyamai seperempat Al-Qur’an.” Kemudian beliau bersabda, “Menikahlah!

Menikahlah!” (HR. Tirmidzi). Kapan Turunnya Surah An Nashr Diketahui bahwa Surat An Nashr memiliki beragam pendapat kalimat pertama dari surat an-nasr adalah kapan turunnya surat ini. Namun akhirnya para ulama menyepakati bahwa surat An Nashr termasuk dalam surah Madaniyah, turun di Madinah. Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa turun setelah peristiwa perang Khaibar, turun pada jelang wafatnya nabi atau ada juga yang mengatakan turun pada saat bertepatan dengan Haji Wada’ (haji perpisahan).

Namun satu hal yang pasti bahwa surat An Nasr bukanlah ayat terakhir. Bacaan Doa Surat An Nasr • اِذَا جَآءَ نَصۡرُ اللّٰهِ وَالۡفَتۡحُۙ • وَرَاَيۡتَ النَّاسَ يَدۡخُلُوۡنَ فِىۡ دِيۡنِ اللّٰهِ اَفۡوَاجًا • فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَاسۡتَغۡفِرۡهُ‌ ؔؕ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا Arti Surat An Nasr • Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, • Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, • Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Surat An Nasr adalah: Arti, Kandungan, Keutamaan & Kapan Turunnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita smeua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman. Recent Posts • Pengertian Repeater, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Kelebihan & Kekurangan Repeater • Ciri-Ciri Organisasi Yang Birokratis?

Ini Jawabannya • Pengertian NAPZA, Dampak, Jenis, Contoh, Penyebab & Pencegahan NAPZA • Pengertian Fundamental & Arti Analisis Fundamental Dalam Bisnis • Geopark Night Specta di Pantai Klayar, Bupati Pacitan Harap Warga Kenali Budaya
Jakarta - Surat An-Nasr merupakan surat Al Madaniyah karena diturunkan di Kota Madinah.

Surat ini terdiri dari 3 ayat dan merupakan surat ke 110 yang terdapat dalam Al-Qur'an. Surat An-Nasr memiliki arti "Pertolongan". Isi kandungan surat ini berkaitan dengan perjuangan Rasulullah SAW dalam penakhlukan Makkah. Menurut "Tafsir al-Misbah" oleh Quraish Shihab, ada pendapat yang menyebutkan surat ini turun setelah Pertempuran Khaibar pada 629 Masehi / 8 hijriyah. Perang ini terjadi antara umat Islam melawan Yahudi yang tinggal di oasis Khaybar.

Baca juga: Surat Al Kafirun, Waktu Membaca dan Kaitannya dengan Kerukunan Surat An-Nasr menjadi surat terakhir yang diturunkan kepada Rasulullah SAW beberapa bulan sebelum Rasulullah wafat. Berikut bacaan dan arti surat An-Nasr: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ - ١ Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ - ٢ Artinya: dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ - ٣ Artinya: maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. Sahabat hikmah bisa membaca surat An-Nasr ketika melaksanakan sholat fardhu ataupun sunnah. Surat An Nasr merupakan surat ke-110 dalam Al Quran, terdiri dari 3 ayat. Berikut ini terjemah per kata dan isi kandungan Surat An Nasr. Surat An Nasr dan Artinya إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (Idzaa jaa-a nashrulloohi wal fath. Waro-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa.

Fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu innahuu kaana tawwaabaa) Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. An Nasr: 1-3) Terjemah Per Kata Berikut ini terjemah per kata Surat An Nasr mulai kalimat pertama dari surat an-nasr adalah ayat 1 sampai dengan ayat 3.

Surat An Nasr Ayat 1 apabila إِذَا telah datang جَاءَ pertolongan نَصْرُ Allah اللَّهِ dan وَ kemenangan الْفَتْحُ Surat An Nasr Ayat 2 dan وَ kamu lihat رَأَيْتَ manusia النَّاسَ mereka masuk يَدْخُلُونَ dalam فِي agama دِينِ Allah اللَّهِ berbondong-bondong أَفْوَاجًا Surat An Nasr Ayat 3 maka bertasbihlah فَسَبِّحْ dengan memuji بِحَمْدِ Tuhanmu رَبِّكَ dan وَ mohonlah ampun kepada-Nya اسْتَغْفِرْهُ sesungguhnya Dia إِنَّهُ adalah Dia كَانَ Maha Penerima taubat تَوَّابًا Baca juga: Surat Al Lahab Terjemah Per Kata Isi Kandungan Surat An Nasr Berikut ini isi kandungan surat An Nasr yang kami sarikan dari sejumlah tafsir.

Yakni Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir, Fi Zilalil Quran, Tafsir Al Azhar dan Tafsir Al Misbah. Isi kandungan ini juga telah dimuat di WebMuslimah dalam judul Isi Kandungan Surat An Nasr. 1. Surat An Nasr berisi kabar gembira bahwa Allah akan memberikan pertolongan dan kemenangan kepada Rasulullah, secara khusus dengan futuh-nya Makkah. 2. Surat ini juga berisi kabar gembira bahwa manusia akan berbondong-bondong masuk agama Islam.

Dan ini terbukti setelah Fathu Makkah, penduduk Makkah dan masyarakat Arab berbondong-bondong memeluk Islam.

3. Surat An Nasr merupakan salah satu mukjizat dan bukti kebenaran Al Quran. Apa yang Allah janjikan dalam surat ini benar-benar terjadi. Yakni terjadinya Fathu Makkah dan manusia berbondong-bondong masuk Islam. 4. Surat An Nasr memberikan arahan untuk menisbatkan kemenangan kepada Allah. Bahwa kemenangan adalah pertolongan dari Allah dan harus diikuti dengan memperbanyak tasbih, tahmid dan istighfar. 5. Surat An Nasr memberikan arahan untuk tidak sombong dan berbangga diri dengan kemenangan.

Justru harus memperbanyak syukur dan memohon ampun jika selama perjuangan ada kesalahan dan jika saat kemenangan tiba muncul perasaan kalimat pertama dari surat an-nasr adalah tidak tepat dalam jiwa. 6. Surat ini menunjukkan dekatnya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana beliau kabarkan kepada Fatimah radhiyallahu ‘anha. Juga sebagaimana yang dipahami oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan sahabat ahli tafsir lainnya. Demikian terjemah per kata dan isi kandungan Surat An Nasr.

Tafsir lebih lengkap bisa dibaca di artikel Surat An Nasr. [Muchlisin BK/Tarbiyah]
Jakarta - Surah An Nasr adalah surah ke-110 dalam al-Quran.

Kata An Nasr ini memiliki arti pertolongan dan dinamakan demikian karena kata An Nasr sesuai dengan yang disebutkan di awal surah. Surah ini termasuk dalam golongan surah Madaniyah dan terdiri dari 3 ayat. Sebagai informasi, Surah An Nasr termasuk ke dalam surah Al Qishar (surat dengan ayat-ayat pendek) dan juga menjadi surah ke-7 (terakhir) dari surah-surah yang dimulai dengan kata "idzā" yang berarti menunjukkan keterangan waktu. Baca juga: 10 Bacaan Surat Pendek Untuk Sholat Tarawih di Rumah Dikutip dari buku Tafsir An-Nur Jilid 04 karya Prof.

Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, diriwayatkan bahwa surah ini diturunkan di Mina saat Rasulullah SAW sedang melaksanakan haji wada'.

Setelah surah An Nasr turun, barulah kemudian diturunkan ayat al-yauma akmaltu lakum dinakum (hari ini aku sempurnakan agamamu). Melansir dari buku Tafsir Ibn Kathir Juz 30, salah satu keutamaan dalam membaca Surah An Nasr adalah sebanding nilainya dengan membaca seperempat Al-Quran.

Ketika sahabat nabi, Umar bin Khattab mendengar surah An Nasr dibacakan, beliau pun menangis. Kemudian ia berkata: "Kesempurnaan itu menunjuk adanya hal yang akan hilang," Bacaan Surah An-Nasr lengkap dengan artinya إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ Bacaan latin: iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ 1.

Artinya: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan;" وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا Bacaan latin: wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā 2. Artinya: "dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah;" فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا Bacaan latin: fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā 3.

Artinya: "maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat."
إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ Arab-Latin: Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, « Al-Kafirun 6 ✵ An-Nasr 2 » Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Surat An-Nasr Ayat 1 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat An-Nasr Ayat 1 dengan text arab, latin dan artinya.

Diketemukan sekumpulan penjelasan dari kalangan ulama terkait kandungan surat An-Nasr ayat 1, di antaranya seperti tercantum: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Bila kemenangan atas orang orang kafir quraisy telah terwujud bagimu (wahai rasul), dan penaklukan kota Makkah telah terlaksana. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) 1.

Jika pertolongan Allah untuk agamamu -wahai Rasul- dan kemenangan dari Allah untuk agamamu telah tiba, dan telah terjadi peristiwa penaklukan kota Makkah.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah 1. Hai Muhammad, jika kamu dapat meraih kemenangan dalam melawan musuh dengan pertolongan yang kuat dan tidak terkalahkan, dan jika Allah menolongmu untuk menakhlukkan kota Makkah yang telah Allah janjikan kepadamu beberapa kali, dan kaum musliminpun mengharapkan dan memperkirakannya.

Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Kalimat pertama dari surat an-nasr adalah Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah 1. اِذَا جَآءَ نَصۡرُ اللّٰهِ وَالۡفَتۡحُۙ‏ (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan) Yakni hai Muhammad, jika pertolongan Allah telah datang kepadamu atas orang-orang yang memusuhimu, yaitu kaum Quraisy; dan kota Makkah telah ditakhlukkan untukmu.

Makna (النصر) yakni pertolongan yang dapat mengalahkan musuh. Sedangkan (الفتح) yakni penakhlukan pemukiman para musuh dan hati mereka untuk menerima kebenaran. Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah Keutamaan surah: Di jelaskan dalam hadits Tirmidzi dari Anas bin Malik bahwa surah ini sama dengan seperempat Al-Qur’an, begitu juga surah {Idza Zulzilat} [QS Al-Zal-zalah: 99/1] yang sama dengan seperempat Al-Qur’an.

Menurut An-Nasa’I bahwa surah ini adalah surah Al-Qur’an yang terakhir diturunkan. Dan menurut Al-Bazzar dan Al-Baihaqi bahwa surah ini adalah surah yang diturunkan di pertengahan hari-hari Tasyriq, yang dikenal dengan hari berpamitan.

Menurut Imam Ahmad dan Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas: “Saat surah ini diturunkan Rasulallah SAW bersabda:”Aku mengumumkan kematian diriku” 1. Tatkala pertolongan Allah menjadi nyata bagimu wahai Nabi kalimat pertama dari surat an-nasr adalah orang-orang mukmin berupa (kemenangan) atas musuh-musuhmu dari suku Quraisy dan penaklukan Mekah.

Imam Bukhari dan lainnya mengatakan dari Ibnu Abbas yang menafsiri surah ini untuk Umar dan para sahabat lainnya bahwa surah ini merupakan batas akhir Rasulallah SAW diajari oleh Allah. Allah berfirman: “{Idza Jaa’a Nashrullahi wal fathu} maka itu adalah tanda ajalmu (akan tiba)” Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof.

Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan} fathu Makkah Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H 1-3.

Dalam surat yang mulia ini terdapat berita gembira dan sekaligus perintah untuk RasulNya pada saat berita gembira itu terwujud, serta terdapat sebuah isyarat dan peringatan akan beberapa hal yang disebabkan olehnya.

Berita gembira yang dimaksud adalah berita gembira pertolongan Allah untuk RasulNya, penaklukkan Makkah dan masuknya orang-orang “ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong,” karena kebanyakan dari mereka menjadi pemeluk dan penolongnya setelah sebelumnya mereka memusuhinya.

Berita gembira yang disampaikan ini benar-benar terjadi. Sedangkan perintah setelah terwujudnya kemenangan dan penaklukan adalah perintah Allah untuk RasulNya agar bersyukur kepada Allah atas hal itu serta memahasucikan dengan memujiNya dan memohon ampunan padaNya. Dan berkaitan dengan isyarat, terdapat dua isyarat dalam ayat ini: pertama, isyarat bahwa kemenangan akan terus berlangsung bagi Islam dan semakin bertambah manakala terwujud tasbih (memahasucikan) Allah dengan memujiNya dan memohon ampunan padaNya dari RasulNya, karena hal ini termasuk rasa syukur, sebagaimana firman Allah: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

(QS. ibrahim-ayat-7) Dan hal itu telah terwujud di masa Khulafa’ Rasyidin dan generasi setelahnya dari umat ini.

Dan pertolongan Allah senantiasa berlangsung hingga Islam mencapai apa yang tidak bisa dicapai oleh agama-agama lain dan banyak orang yang masuk ke dalam Islam dalam jumlah yang belum pernah ada pada agama lain, hingga terjadilah pembangkangan terhadap perintah Allah dalam umat ini sehingga mereka tertimpa perpecahan, ceraiberainya urusan dan terjadilah apa yang terjadi.

Meski demikian, umat dan agama ini tetap memiliki rahmat dan kelembutan Allah yang tidak pernah terlintas di benak atau berlalu dalam khayalan.

Isyarat kedua adalah dekatnya ajal Rasulullah. Alasannya adalah karena usia beliau adalah usia mulia yang dengannya Allah bersumpah, dan Allah telah memberitahukan bahwa hal-hal utama itu ditutup dengan istighfar seperti shalat, haji, dan lainnya. Allah memerintahkan RasulNya untuk bertahmid dan beristighfar dalam kondisi itu sebagai sebuah isyarat bahwa ajal beliau sudah dekat.

Hendaklah beliau mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Rabb beliau dan menutup usianya dengan sesuatu paling istimewa yang beliau miliki. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan pada beliau. Rasulullah menafsirkan al-Quran kalimat pertama dari surat an-nasr adalah mengucapkan tasbih dan istighfar dalam shalat.

Dan beliau banyak memebacanya dalam ruku dan sujudnya : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof.

Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA) Jika datang pertolongan Allah dan kemenangan kepada Rasul-Nya, pertolongan Allah untuk Nabi-Nya yang mendapat perlakuan buruk dari orang-orang kafir dan musyrikin, dan kemenangan saat membuka kota Makkah. Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ " Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan." Pembicaraan dalam ayat ini tertuju kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam.

نَصْرُ اللَّهِ "Pertolongan Allah" Pertolongan di sini adlah Allah memberikan kekuasaan kepada seseorang dari musuhnya, di mana ia menguasainya, merendahkan dan mengendalikannya. Kemenangan adalah kesenangan terbesar yang terdapat pada seorang hamba pada amalan-amalannya, karena orang yang menang akan memperoleh semangat besar, kegembiraan dan kesenangan, akan tetapi jika di atas kebenaran maka ini adalah kebaikan.

Sebagaimana dalam hadits dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ "Aku diberikan pertolongan berupa rasa takut (musuh padaku) sejarang satu bulan"(1) Maknanya: Bahwa Musuhnya takut pada beliau apabila jarak antara beliau dengan musuhnya sejarak satu bulan.

Rasa takut (terancam) adalah sesuatu yang paling mengacaukan musuh, karena siapa saja yang hatinya dihantui rasa takut maka tidak akan mampu teguh selamanya. Ia akan terbang dengan tiupan angin. Firman Allah إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ " Apabila telah datang pertolongan Allah " Maknanya: Pertolongan Allah padamu atas musuhmu. وَالْفَتْحُ "Dan kemenangan" diathafkan kepada an-Nashr (pertolongan) padahal kedudukan kemenangan dari pertolongan adalah sebagai penyebabnya.

Dan ini adalah termasuk bab pengathafan sesuatu yang lebih khusus (kemenangan) kepada yang umum (pertolongan) seperti dalam firman Allah Ta'ala: تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا " Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril "(QS.

Al-Qadr: 4) Maknanya: Bahwa pada malam lailatul qadr, Malaikat jibril adalah di antara malaikat-malaikat, disebutkan secara khusus karena kemuliaannya ال pada kata الفتح (al-Fathu) berfungsi untuk al-'ahdu adz-Dzihniy (menentukan kata yang sudah ditangkap secara kalimat pertama dari surat an-nasr adalah oleh benak pendengar yang dimaksud tertentu). Maknanya kemenangan yang sudah kalian ketahui di benak-benak kalian, yaitu kemenangan pada saat fathu makkah.

Fathu makkah terjadi pada bulan ramadan, bulan ke delapan hijriyah. Sebabnya: Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, ketika beliau membuat pejanjian damai dengan Quraisy pada perjanjian hudaibiyah pada tahun ke enam, dengan perjanjian yang sudah masyhur.

Quraisy mengkhianati perjanjian tersebut, maka Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam menyerang mereka, keluar menuju mereka dari Madinah beserta sepuluh ribu pasukan, beliau keluar dengan sembunyi sembunyi dan mengatakan: اَللَّهُمَّ عَمِّ أَخْبَارَنَا عَنْهُمْ "Ya Allah sembunyikanlah berita-berita tentang kami dari mereka".

Maka Beliau tidak menggertak mereka kecuali mereka telah terkepung dan memasuki Mekah pada tanggal dua puluh Ramadhan, tahun delapan hijriyah, dengan dimenangkan, ditolong dan didukung (pertolongan Allah). Sehingga pada akhirnyaorang-orang kuffar berkumpul kepadanya di sekitar ka'bah, beliau berdiri di depan fintunya, orang-orang Quraisy di bawah kuasanya, mereka menungguh tindakan beliau. Lalu beliau memegang kedua sisi pintu dan mengatakan: يَامَعْشَرَ قُرَيْشٍ، مَا تَظُنُّوْنَ أَنِّي فَاعِلٌ بِكُمْ "Wahai sekalian Quraisy, menurut kalian apa yang akan aku lakukan terhadap kalian " padahal beliau delapan tahun sebelumnya lari dari mereka, dan sekarang mereka beradai digenggamannya dan di bawah kuasanya, beliau mengatakan: مَا تَظُنُّوْنَ أَنِّي فَاعِلٌ بِكُمْ " Menurut kalian apa yang akan aku lakukan terhadap kalian " mereka menjawab: Anda akan memperlakukan kebaikan pada kami, anda saudara yang mulia, dan anak dari saudara yang mulia.

Beliau mengatakan: فَإِنِّي أَقُوْلُ لَكُمْ كَمَا قَالَ يُوسُفُ لِإِخْوَتِهِ: لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ اِذْهَبُوا فَأَنْتُمْ الطُّلَقَاء "Sesungguhnya aku akan mengatakan kepada kalian sebagaimana Yusuf mengatakan kepada saudara-saudaranya: " Pada hari ini tak kalimat pertama dari surat an-nasr adalah cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu),"(QS. Yusuf: 92) Pergilah, kalian bebas! "(2) Beliau memaafkan mereka, Kemenangan ini Allah beri nama dengan kemenangan yang nyata, Allah Ta'ala berfirman: إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا " Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,"(QS.

Al-Fath: 1) Maknanya: Jelas, besar nyata. (1) Dikeluarkan Bukhari (335) dan Muslim (521) dari hadits Jabir radhiyallaahu 'anhu. (2) Dikeluarkan Ath-Thabariy dalam Tarikh ath-Thabariy (2/161) dinyatakan dha'if oleh al-Albaniy dalam adh-Dha'iifah (1163) Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi Surat An-Nasr ayat 1: Surat ini dimulai dengan kabar gembira untuk Nabi ﷺ dengan penaklukan (pembebasan) besar, dan ia adalah penaklukan Mekkah, dimana Allah berkata : Jika Allah tolong engkau wahai Nabi ﷺ atas musuh-musuhmu, dan engkau melihat musuh-musuhmu ditaklukkan dan kemudian Allah telantarkan mereka, Allah bukakan Mekkah bagimu.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I Dalam surah ini terdapat kabar gembira, perintah kepada Rasul-Nya ketika memperoleh kabar gembira itu, isyarat dan pemberitahuan yang akan terjadi setelahnya. Kabar gembira itu adalah pertolongan Allah kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, penaklukkan Mekah dan masuknya manusia secara berbondong-bondong kepada agama Allah, yakni banyak yang menjadi pemeluk agamnya dan pengikutnya setelah sebelumnya sebagai musuhnya, dan kabar gembira ini pun terjadi.

Setelah hal itu terjadi, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bersyukur kepada Tuhannya terhadap hal itu, bertasbih dengan memuji-Nya dan meminta ampunan kepada-Nya. Sedangkan isyarat yang ada di sana ada dua isyarat: Pertama, isyarat bahwa pertolongan Allah itu akan terus berlanjut kepada agama ini dan akan bertambah ketika dilakukan tasbih sambil memuji-Nya dan beristighfar dari Beliau, karena hal ini termasuk syukur, sedangkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah berjanji, bahwa jika manusia bersyukur, maka Dia akan menambah nikmat-Nya, dan hal ini terbukti, seperti yang terlihat di zaman para khulafa’ raasyidin dan setelahnya bahwa pertolongan Allah Subhaanahu wa Ta'aala senantiasa berlanjut kepada umat ini, sehingga agama Islam telah sampai kepada puncaknya yang tidak dapat ditandingi oleh agama-agama selainnya, dan telah masuk ke dalamnya manusia dalam jumlah yang banyak sampai terjadilah pada umat ini penyimpangan kepada perintah Allah, kalimat pertama dari surat an-nasr adalah Allah menguji mereka dengan terpecah belahnya kalimat mereka dan terjadilah apa yang terjadi.

Meskipun demikian, untuk umat dan agama ini ada rahmat dan kelembutan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang tidak disangka-sangka. Kedua, isyarat bahwa ajal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah semakin dekat. Alasannya adalah bahwa umur Beliau adalah umur yang utama, dan sudah maklum bahwa hal-hal yang utama ditutup dengan istighfar seperti shalat, haji, dsb. Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam memuji dan beristighfar dalam keadaan seperti ini sehingga terdapat isyarat bahwa ajalnya hampir tiba, oleh karena itu hendaknya Beliau bersiap-siap untuk bertemu Tuhannya dan mengakhiri umurnya dengan yang paling utama yang dapat Beliau lakukan.

Oleh karena itulah, Beliau menakwilkan surah itu dan banyak mengucapkan dalam ruku’ dan sujudnya, “Subhaanakallahumma wabihamdika Allahummaghfirliy.” (artinya: Mahasuci Engkau yang Allah dan dengan memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku). Kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap musuh-musuhnya. Yakni fat-hu (penaklukkan) Mekah. Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nasr Ayat 1 Wahai kalimat pertama dari surat an-nasr adalah Muhammad, apabila telah datang pertolongan Allah kepadamu dan pengikutmu dalam menghadapi kaum kafir quraisy, dan telah datang pula kemenangan kepadamu dengan penaklukan mekah menjadi kota yang suci kembali dari kesyirikan dan kekafiran, 2.

Dan engkau lihat manusia dari seluruh penjuru jazirah arab berbondong-bondong masuk agama Allah, yakni agama islam, setelah sebelumnya mereka masuk islam secara perorangan. Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah?

Klik di sini untuk mendapatkan Demikian beraneka penjabaran dari banyak mufassirin berkaitan makna dan arti surat An-Nasr ayat 1 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk ummat. Dukung dakwah kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

TafsirWeb Updates • Ar-Ra’d 11 • An-Nahl 114 • Al-Hujurat 12 • An-Nur 2 • Al-Ma’idah 2 • al-Baqarah • At-Taubah 122 • Al-Mujadalah 11 • Al-Jumu’ah 9 • ‘Abasa • Al-Baqarah 83 • Luqman 13-14 • Yasin • al-Waqi’ah • al-A’la • Yunus 40-41 • al-Fatihah • al-Kahfi • Al-Hujurat 13 • Al-Isra 1

Menulis Kalimat Quran Surah An Nasr ayat 1-3




2022 charcuterie-iller.com