Dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

KOMPAS.com – Rangkaian listrik adalah serangkaian komponen listrik yang dihubungkan menggunakan kabel dan bertujuan untuk mengalirkan listrik. Secara garis besar, rangkaian listrik dibagi menjadi dua yaitu rangkaian seri dan rangkaian parallel.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang terdiri dari jalur di mana seluruh arus mengalir melalui setiap komponen. Aliran listrik dalam rangkaian seri mengalir hanya satu arus. Setiap komponennya dirangkai satu persatu, menyambungkan ekor komponen ke kepala komponen lainnya.

Berdasarkan situs All About Circuit, besar arus yang melalui setiap komponen dalam rangkaian seri dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen sama.

Hal tersebut terjadi karena hanya ada satu jalur dalam rangkaian seri. Sebagai konsekuensinya, nilai tegangan pada tiap-tiap komponen rangkaian seri berbeda-beda.

Baca juga: Indikator Besaran Pemakaian Listrik Cara membuat rangkaian listrik seri Perisapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Berikut alat yang digunakan untuk membuat rangkaian listrik seri adalah: • Kabel listrik • Tiga buah bohlan dengan ukuran watt yang sama • Dua buah baterai dengan voltase yang sama • Saklar listrik • Gunting Langkah-langkah cara membuat rangkaian listrik seri: • Hubungkan ujung positif baterai 2 dengan ujung negatif baterai 1 dengan kabel listrik (menempelkan kawat tembaga dalam kabel ke ujung ujung baterai).

• Hubungkan ujung positif baterai 1 dengan saklar (relay) listrik dengan kabel. • Hubungkan ujung negatif saklar ke ujung positif lampu dengan kabel. • Hubungkan ujung negatif lampu 1 dengan ujung positif lampu 2, lalu dilanjutkan ujung negatif lampu 2 ke ujung positif lampu 3. • Hubungkan ujung negatif lampu 3 dengan ujung negatif baterai 2 Baca juga: Rangkaian Listrik: Pengertian, Jenis, Komponen, dan Rumusnya Setelah kabel terhubung dalam satu sirkuit tertutup, cobalah nyalakan saklar maka semua lampu akan menyala.

Jika masing-masing lampu diukur dengan voltmeter, arusnya akan sama. Namun jika diukur oleh voltmeter, akan didapati bahwa tengangan yang diterima tiap lampu berbeda.

Hasil rangkaian listrik seri Jika menggunakan lampu dengan watt besar, akan terlihat bahwa lampu 1 lebih terang dari lampu 2, dan lampu 2 lebih terang dari lampu tiga.

Hal tersebut dikarenakan rangkaian seri memiliki tegangan yang berbeda dan menurun pada setiap komponennya. Chad Flinn dalam buku Basic Electricity (2019) menyebutkan bahwa kehilangan daya tersebut dinyatakan dalam watt dan terjadi karena disipasi energi panas saat arus mengalir melalui resistansi konduktor rangkaian. Komponen listrik termasuk kabel dan lampu memiliki resistansi yang mengubah listrik menjadi panas.

Hal tersebut menyebabkan penurunan tegangan listrik dalam rangkaian seri. Lampu 1 memiliki tegangan yang paling tinggi sehingga nyalanya juga paling terang. Adapun lampu 3 memiliki tegangan paling rendah sehingga nyalanya juga paling redup. Baca juga: 10 Alat Rumah dengan Energi Listrik dan Fungsinya Jika kabel penghubung salah satu lampu dipotong oleh gunting, semua lampu dan komponen lain dalam rangkaian akan terputus aliran listriknya.

Sehingga kerusakan satu komponen dalam rangkaian seri dapat mematikan keseluruhan aliran listrik dalam rangkaian. Seperti kita tahu arus listrik dapat mengalir karena adanya kabel yang biasanya terbuat dari bahan tembaga sebagai penghantarnya.

Jika tidak ada penghantar tersebut maka sudah dapat dipastikan arus listrik tidak akan bisa mengalir. Disekolah atau lembaga pendidikan pasti pernah diajarkan mengenai hal ini, namun bagi yang belum pernah atau sudah lupa tidak ada salahnya jika membaca artikel ini.

Baiklah langsung saja kita mulai dari yang pertama yaitu apa itu konduktor, semikonduktor dan isolator? Adalah bahan yang dapat menghantarkan energi listrik baik itu benda padat, cair maupun gas. Dalam dunia elektronika sering kita melihat Instalasi rumah menggunakan kabel atau kawat tembaga untuk mengalirkan arus listrik. Itulah salah satu fungsi dari bahan konduktor ini. Selanjutnya contoh dari bahan konduktor adalah : Emas, Tembaga, Aluminum, Besi dan sebagainya. Perlu kita tahu bahwa emas adalah bahan penghantar listrik atau panas yang paling baik.

Akan tetapi karena harga yang mahal. Maka tembaga dan alumunium yang paling efektif dan efisien untuk dipakai. Penghantar yang bagus adalah yang memiliki tahanan jenis yang rendah. Merupakan bahan yang berada diantara konduktor dan isolator. Artinya bahan ini bisa berfungsi sebagai penghantar atau sebagai isolator. Biasanya semi konduktor banyak kita temukan pada komponen elektronika yang terbuat dari sillikon atau germanium, contohnya seperti transistor, dioda IC dan sebagainya.

Itulah mengapa transistor dalam pemasangannya tidak boleh terbalik. Konduktansinya juga dapat berubah-ubah jika ditambahkan bahan atau materi lain didalamnya. Merupakan kebalikan dari konduktor yaitu bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Oleh sebab itu bahan yang terbuat dari isolator biasanya dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen sebagai penyekat atau pembatas bahan konduktor atau semikonduktor.

Seperti dapat kita lihat pada kabel yang dilapisi oleh isolator diluarnya. Hal ini tentu sangat berguna agar kita tidak tersengat arus listrik. Contoh bahan isolator adalah : Karet, Kayu kering, plastik, kaca dan sebagainya.

Leave a Reply Cancel reply Your email address will not be published. Required fields are marked * Comment * Name * Email * Website * Kode Akses Komentar: * Tuliskan kode akses komentar diatas: Notify me of follow-up comments by email. Notify me of new posts by email.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Δ This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed. • Aktuator • Alat ukur • Arduino • Arus Kuat • Audio • Dioda • Distribusi • Drone • Elektro • Elektronik • Elektronika Analog • Elektronika Digital • Elektronika Industri • Hukum Listrik • Kapasitor • Kesehatan • Mikrokontroler • Mosfet • Motor Listrik • Penerangan • Penyearah Gelombang • Power supply • Rangkaian Elektronik • Rangkaian Listrik • Rasberry Pi • Resistor • Robotika • Sensor • Sistem Proteksi • Skematik • Tanaman Obat • Teknologi • Teori Listrik • Tranduser • Transformator • Transistor • Transmisi • UPS Alamat Search for: Recent Posts • Apple Akui Ada Virus Jahat di App Store • Siapa Bilang Sistem Operasi Apple 100 Persen Dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen • Khasiat Kumis Kucing untuk Pengobatan • Penyebab Kerusakan Pada Motor • Khasiat Labu Merah untuk Diabetes Categories • Aktuator • Alat Ukur • Distribusi • Elektro • Elektronika Industri • Hukum Listrik • Kesehatan • Komponen Elektronik • Mikrokontroler • Motor Listrik • Rangkaian Elektronik • Robotika • Sensor • Sistem Proteksi • Tanaman Obat • Transmisi • Umum Archives • November 2015 • October 2015
Gerhana bulan terjadi ketika kedudukan bumi berada di antara bulan dan matahari,sehingga.

A.cahaya matahari yng seharusnya sampai ke bumi terhalang … oleh bulan B.cahaya matahari yang seharusnya diterima oleh bulan tertutup bintang C.cahaya matahari yang seharusnya diterima bulan terhalang oleh bumi D.cahaya matahari yang seharusnya diterima bulan tertutup awan Muatan listrik adalah muatan yang mengandung sifat listrik.

Ada muatan positif dan ada juga muatan negatif. Muatan positif ini disebut proton, sedangkan muatan negatif disebut elektron.

Jika jumlah muatan positif dan negatifnya sama, maka benda tersebut dalam keadaan netral. Perbedaan jumlah muatan ini dapat dipengaruhi oleh alam maupun manusia. Saat jumlah muatan berbeda maka akan timbul aliran muatan. Aliran muatan inilah yang disebut gejala kelistrikan. Muatan Listrik Dalam gejala kelistrikan terdapat arus listrik, yaitu pergerakan muatan listrik akibat aliran elektron. Apa saja yah contoh-contoh gejala kelistrikan itu? Contohnya yaitu penggaris plastik dapat menarik kertas kecil.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Awalnya penggaris digosokkan ke rambut, maka terjadilah perpindahan elektron dari rambut ke penggaris plastik. Akibatnya, penggaris plastik kelebihan elektron. Saat penggaris plastik yang kelebihan elektron didekatkan pada kertas kecil, maka elektronnya berpindah menuju kertas kecil. Karena massa kertas lebih kecil dari massa penggaris, maka kertas kecil tertarik menuju penggaris mengiringi perpindahan elektron dari penggaris menuju kertas kecil.

Contoh dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen yaitu rambut berdiri saat memegang bola konduktor. Hal ini terjadi karena elektron dari bola konduktor mengalir ke tubuh sampai ke ujung rambut. Adik-adik, tubuh manusia adalah penghantar arus listrik yang baik lho.

Contoh lainnya, yaitu terjadinya petir. Petir terjadi sebelum Guntur. Petir adalah loncatan elektron disertai suara yang keras. Loncatan elektron ini terjadi akibat pergesekan awan yang berbeda muatan. Loncatan elektron berlangsung dari awan yang mengandung banyak elektron menuju awan yang mengandung sedikit elektron.

Konduktor Tembaga adalah logam berwarna keemasan merah. Tembaga merupakan konduktor yang baik lho. Simbol kimia tembaga adalah Cu. Tembaga biasa digunakan sebagai bahan dasar kabel, kumparan trafo, dan pipa pendingin. Kabel adalah alat yang digunakan untuk meneruskan sinyal dari satu tempat ke tempat lain. Kabel terbuat dari tembaga yang dilapisi bahan isolator disekelilingnya.

Kabel ini digunakan dalam perakitan televisi, menyalurkan energi listrik dari pembangkit menuju perumahan, mengisi muatan hp dan lainnya. 2. Aluminium Energi listrik itu dapat diperoleh dari baterai, aki, pembangkit listrik, dan lainnya. Baterai merupakan salah satu sumber energi listrik.

Bahan kimia di dalam baterai dapat diubah menjadi energi listrik. Baterai ini digunakan untuk menyalakan senter, menghidupkan hp, menggerakkan mainan, dan lain-lain. Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang hambatan atau lampunya disusun secara sejajar.

Rangkaian seri ini selalu menghasilkan arus yang sama besar dalam tiap lampunya. Keuntungannya yaitu semua lampu akan menyala sama terang. Sedangkan, kerugiannya adalah boros energi dan biaya. Selain itu, apabila satu komponen lampunya rusak, maka komponen yang lain akan terganggu juga. Rangkaian paralel adalah rangkaian yang hambatan atau lampu-lampunya disusun secara berderet.

Rangkaian ini dapat menghasilkan tegangan yang sama besar pada tiap lampunya. Kerugiannya adalah memerlukan kabel yang lebih panjang. Sedangkan, keutamaannya yaitu apabila salah satu komponennya rusak, maka komponen yang lain tidak terganggu.
BAHAN – BAHAN DALAM INSTALASI LISTRIK Pengertian bahan Bahan secara sederhana dapat diartikan sesuatu zat yang dapat berubah menjadi sesuatu atau barang lain. Menurut kondisinya bahan dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 1.

Bahan mentah 2. Bahan setengah jadi 3.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Bahan jadi Menurut sifat kelistrikan bahan bahan dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 1. Bahan penghantar ( konduktor ) 2. Bahan isolator 3. Bahan semikonduktor Menurut sifat kemagnetan terdiri dari : 1.

Magnet permanen 2. Mangnet remanen (sementara) 3. Bahan non magnetis 4. Paramagnetis Dalam materi instalasi listrik akan dijelaskan beberapa bahan pendukung diantaranya : 1. Penghantar / kabel Kawat penghantar digunakan untuk menghubungkan sumber tegangan dengan beban. Kawat penghantar yang baik umumnya terbuat dari logam. Dalam instalasi listrik ada berbagai macam jenis kabel yang digunakan sesuai dengan kebutuhan daya dari kegunaannya.

Macam – macam kabel tersebut diantaranya : a. Kabel NYA Digunakan dalam instalasi rumah dan system tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan kabel NYAdengan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Syarat penandaan dari kabel NYA : Huruf kode Komponen N Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga Y Isolator PVC A Kawat berisolasi Re Penghantar pada bulat Rm Penghantar bulat berkawat banyak NYA : berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara.

Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup.

Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang b. Kabel NYM Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan system tenaga. Kabel NYM berinti lebih dari 1 Huruf kode Komponen N Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga Y Isolator PVC M Berselubung PVC Re Penghantar pada bulat Rm Penghantar bulat berkawat banyak NYM : memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4.

Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam. c. Kabel NYY Memiliki lapisan isolasi Dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4.

Kabel NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus. d. Tanda kabel / warna Merah / Kuning / Hitam = Fasa R, Fasa S, Fasa T Belang hijau kuning = Ground Biru = Netral 2. Macam – macam saklar Saklar merupakan alat untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan listrik. Saklar banyak macam dan jenisnya, misalnya untuk kebutuhan instalasi penerangan, instalasi tenaga dan banyak lagi jenisnya, yang sering kita jumpai pada kehidupan sehari – hari dirumah maupun dimana saja.

Ada saklar yang dipasang dalam tembok (inbow) dan diluar tembok (out bow) Untuk instalasi penerangan umumnya digunakan saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu. Saklar menurut fungsinya dibedakan menjadi : a. Saklar kutub satu b. Saklar kutub ganda c. Saklar kutub tiga d. Saklar kelompok e. Saklar seri f. Saklar tukar g. Saklar silang 3. Macam – macam fitting a. Fiting langit-langit Bisanya digunakan untuk pemasangan lampu yang menggunakan roset yang menempel pada langit-langit(eternity/lainnya).

b. Fiting gantung Pemasangannya biasanya digabungkan pada fiting langit-langit. Pada bigian atas fiting ini terdapat cicin yang dipakai untuk mengikatkan tali penarik hingga kedudukannya menjadi kuat.

c. Stop Kontak Pemasangan biasanya pada tempat-tempat lembab yang kemungkinan terjadipercikan air. Contohnya kamar mandi, kolam dan sebagainya 4. Pipa Merupakan tempat untuk mendapatkan sumber tegangan.

Tegangan ini diperoleh dari hantaran fasa dan nol yang dihubungkan dengan kontak-kontak stopkontak. Stop kontak dipasang untuk memudahkan mendapatkan tegangan yang diperlukan bagi peralatan listrik yang dapat dipindahkan.

5. Stop Kontak Didalam instalasi listrik banyak sekali dipakai pipa. Pipa digunakan sebagai pelindung kabel atau hantaran darigangguan. Dengan pipa pemasangan hantaran atau kabel lebih rapi. Pipa yang digunakan biasanya jenis pipa union atau bisa juga pipa PVC dengan ukuran 5/8 dlm.

6. Klem Adalah suatu bahan yang dipakai untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Klem ini dibuatdari pelat besi atau plastic dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran pipa. jarak pemasangan klem satu dengan lainny maksimal 80 cm.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

7. Kotak Sambung Pada saat penyambung kabel pada titik percabangan harus menggunakan kotak sambung. Menurut ketentuan peraturan instalasi yang diijinkan tidak boleh dalam pipa terdapat sambungan,karena dikwatirkan kawat putus dalam pipa.

Macam-macam kotak sambung: a. Kotak sambung cabang dua Digunakan untuk menyambung lurus. b. Kotak sambung cabang tiga (T-Dos) Digunakan untuk percabangan-percabangan, misalnya terdapat pemakaian saklar, stop kontak. c. Kotak sambung cabang empat (Cross Dos) Pemakaian sama dengan T-Dos hanya percabangan bukan tiga tapi empat.

8. Rol Isolator Untuk pemasangan kawat hantaran diatas plafon tanpa menggunakan pipa digunakan rol isolator. Jarak antara rol satu dengan yang lain 50 cm dan antar hantaran jaraknya 5 cm.

Rol isolator dibuat dari keramik atau plastic dan kekuatannya disesuaikan dengan besar hantaran dan tegangan kerja untuk kepentingan peletakan besar hantaran dan tegangan kerja untuk kepentingan peletakan hantaran pada instalasi penerangan rumah. 9. Kotak Sekring Kotak sekring merupkan alat yang digunakan membatasi besar arus yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik.

Fungsinya sebagai pengaman.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Apbiladialiri arus melebihi ketetapa maka sekring akan putus, sehingga tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian.

Ada dua tipe sekring yang terdapat dipasaran yaitu sekring patron lebur dan sekring otomat. Keduanya memiliki fungsi yang sama tapi kerja teknis yang berbeda. 10. MCB (miniature Circuit Breaker) Fungsi MCB adalah untuk pengaman terhadap beban lebih atau hubung singkat.

Bila terjadi arus beban lebih atau hubung pendek MCB memutuskan sirkit dari sumber. Komponen untuk mengamankan beban lebih adalah bimetal sedangkanuntuk mengamankan arus hubung pendek adalah electromagnet. Bila terjadi hubung singkat atau arus lebih yang besar maka kumparan magnetic R akan memerintahkan kontak jatuh.

Tegangan kerja sampai dengan 440 VAC, MCB dipakai sampai 50 A. 11. KWH Meter Digunakan sebagai pengukur energi listrik.

Secara praktisnya KWH meter digunakan untuk mengukur daya terpakai (daya aktif) yang digunakan dalam pemakaian beban listrik dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip kerja KWH meter: Bila arus beban I mengalir melalui Wc akan menyebabkan terjadinya fluksi I. Wp memiliki sejumla lilitan yang besar yang dianggap sebagai reaktansi murni, sehingga arus Ip yang mengalir melalui Wb akan tertinggal fasanya terhadap tegangan beban dengan sudut 90 0dan menyebabkan fluksi magnetis 2, misalnya karena pengaruh momen gerak ini, kepingan lauminium akan berputar dengan kecepatan n.

sambil berputar, priringan akan memotong garis-garis fluksi magnet m dari magnet permanen dan akn menyebabkan terjadinya arus-arus putar yang berbanding lurus terhadap n@m2 dalam kepingan aluminium tersebut. Arus –arus putar ini akan pula memotong garis-garis fluksi @m sehingga kepingan akan mengalami momen redaman Td yang berbanding lurus terhadap n@m2. Bila momen-momen tersebut yaitu Td dan Td dalam keadaan seimbang maka berlaku hubungan: KdVI cos θ = Km nΦm2 atau n = Kd / Km Φm (V I cos θ) Dengan Kd dan Km sebagai konstanta.

Jadi dari persamaan dapat terlihat bahwa kecepatan putar n, dari kepungan D, adalah berbanding lurus dengan beban VI cos@, sehingga dengna demikian maka jumlah perputaran dari pada kepingan tersebut,untuk suatu jangka waktu tertentu berbanding dengan energy yang akan diukur untuk jangka waktu tersebut. Daftar istilah dalam instalasi listrik : a. Arus lebih Setiap arus yang melebihi harga nominalnya (arus kerja yang mendasari perbuatan peralatan tersebut).

b. Arus gangguan Arus yang disebabkan oleh kerusakan isolasi. c. Arus gangguan tanah Arus yang mengalir ke tanah d.

Kemampuan hantar arus Arus maksimum yang dapat dialirkan dengan kontinu oleh penghantar pada keadaan tertentu tanpa menimbulkan kenaikan suhu melampaui nilai tertentu. e. Penghantar nol Penghantar yang dibumikan dengan tugas rangkap, yaitu sebagai penghantar pengaman dan penghantar netral.
Apa itu konduktor? Apa yang dimaksud konduktor? Apa syarat bahan konduktor? Apa karakteristik bahan konduktor? Apa jenis bahan konduktor?

Apa contoh benda konduktor? Apa contoh konduktor padat? Apa contoh konduktor cair? Apa contoh konduktor gas? Kumpulan pertanyaan tersebut akan kami jawab dengan jelas dan lengkap di dalam artikel ini. Jadi silahkan dibaca baik-baik gengs. Salah satu sifat bahan listrik adalah konduktor. Konduktor merupakan sifat bahan listrik yang mampu dan baik dalam menghantarkan arus listrik.

Ada banyak macam dan dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen bahan bahan yang memiliki sifat konduktor, diantaranya adalah besi dan tembaga. Sesuai dengan sifatnya bahan konduktor sering digunakan sebagai kawat penghantar listrik, seperti pada jaringan distribusi listrik, rangkaian elektronika, jaringan telekomunikasi dll.

Penjelasan Konduktor Dan Contoh Bahan Konduktor Berikut ini kami akan membahas hal hal yang berkaitan dengan bahan konduktor mulai dari pengertian konduktor, syarat syarat bahan konduktor, karakteristik bahan kondukotr, jenis bahan konduktor, contoh bahan konduktor dan pengaplikasian / penggunaan bahan konduktor. Pengertian Konduktor Apa yang dimaksud konduktor?

Konduktor adalah sifat suatu bahan yang sangat baik dalam menghantarkan listrik. Di dalam ilmu fisika, konduktor memiliki definisi lain, dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen konduktor merupakan suatu sifat bahan yang sangat baik dalam menghantarkan kalor (panas). Satu hal yang membuat suatu bahan dapat menghantarkan listrik adalah adanya elektron bebas yang dikandungnya.

Elektron bebas adalah suatu elektron diluar ikatan elektron valensi yang mampu bergerak bebas dan menghantarkan listrik. Di dalam sebuah bahan konduktor, terdapat banyak sekali elektron bebas yang berfungsi dalam menghantarkan listrik.

Semakin banyak elektron bebas yang ada dalam sebuah bahan maka kemampuannya dalam menghantarkan listrik juga semakin baik. Syarat Syarat Bahan Konduktor Bahan konduktor memiliki sifat-sifat tertentu sehingga membuatnya dapat menghantarkan listrik.

Nah berikut ini merupakan syarat-syarat suatu bahan dikatakan konduktor. 1. Memiliki Konduktivitas yang bagus Konduktivitas adalah ukuran atau kemampuan suatu bahan dalam menghantarkan listrik. suatu bahan dikatakan konduktor apabila konduktivitas-nya (kemampuan hantar listriknya) baik.

Salah satu hal yang membuat konduktivitas suatu bahan tinggi adalah nilai hambatan jenisnya yang kecil. Semakin kecil nilai hambatan jenis suatu bahan maka konduktivitasnya juga semakin tinggi sehingga membuat daya hantar listriknya semakin baik. 2. Mempunyai kekuatan mekanis (kekuatan tarik yang cukup tinggi) Suatu bahan dikatakan konduktor apabila memenuhi syarat kekuatan mekanis yang tinggi.

Kekuatan mekanis yang dimaksud adalah kekuatan tarik partikel penyusun bahan yang tinggi sehingga membuat partikelnya tersusun rapat. Ketika suatu bahan didekatkan pada sumber listrik / panas maka akan terjadi getaran pada bahan konduktor. Listrik atau panas akan mengalir melalui getaran bahan konduktor. Partikel penyusun bahan konduktor yang rapat tidak akan berhamburan ketika terjadi getaran yang dimaksud.

3. Mempunya koefisien muai yang kecil Suatu bahan dikatakan konduktor apabila memenuhi syarat koefisien muai-nya kecil. Koefisien muai pada suatu bahan mempengaruhi perubahan bentuk dan ukuran suatu benda ketika mengalami kenaikan suhu.

Semakin besar koefisen muai suatu bahan maka perubahannya akan semakin besar juga terhadap kenaikan suhu. Konduktor harus memiliki koefisein muai yang kecil sebab benda ini digunakan untuk menghantarkan listrik / panas.

Dengan koefisien muai yang kecil membaut konduktor masih bisa mempertahankan bentuknya meskipun pada suhu tinggi tertentu. 4. Memiliki modulus kenyal atau elastisitas yang besar Suatu bahan dikatakan konduktor apabila memenuhi syarat modulus kenyal / elastisitas yang tinggi. Suatu bahan konduktor dengan modulus elstisitas yang tinggi tidak rentan mengalami kerusakan saat dialiri tegangan tinggi. 5. Daya termoelektrik yang berbeda antar bahan Daya termoelektrik yang berbeda antar bahan merupakan syarat suatu bahan dikatakan konduktor.

Setiap bahan memiliki daya termoelektrik-nya masing-masing.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Adanya perubahan temperatur pada rangkaian listrik membuat daya termoelektrik suatu bahan mengalami perubahan. Sehingga apabila beberapa bahan konduktor dipasang pada satu rangkaian listrik yang sama maka kemampuan konduktivitasnya juga berbeda apalagi ditambah perubahan suhu. Oleh karena itu harus diketahui perbedaan daya termoelektrik setiap bahan. Karakteristik Bahan Konduktor Suatu bahan konduktor memiliki karakteristik listrik dan karakteristik mekanais, berikut ini penjelasannya.

Karakteristik Listrik, menunjukkan kemampuan suatu bahan konduktor dalam mengghantarkan arus listrik. Karakteristik Mekanis, menunjukkan kemampuan fisik suatu bahan konduktor dalam hal daya tariknya.

Contoh Bahan Konduktor Suatu bahan konduktor dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan wujudnya, yaitu bahan konduktor padat, bahan konduktor cair dan bahan konduktor gas. Berikut ini merupakan jenis bahan konduktor dan kami berikan contoh bahan konduktor beserta dengan penjelasannya. Contoh Bahan Konduktor Padat Bahan konduktor padat merupakan suatu bahan yang sukar berubah bentuk dan memiliki sifat baik dalam menghantarkan listrik. Berikut ini contoh bahan konduktor yang berwujud padat.

1.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Tembaga Tembaga termasuk bahan konduktor yang memiliki tahanan rendah, daya hantar listrik 57 m/Ohm.mm2 pada suhu 20 oC dengan koefisien muai suhu 0,004 / oC. Contoh penggunaan tembaga adalah kawat penghantar kabel, fitting lampu, belitar motor listrik, belitan generator dll. 2.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Perak Perak merupakan bahan konduktor yang menghasilkan oksidasi dan anti kororsi. Termasuk logam yang memiliki ciri-ciri fisik mengkilap. Contoh penggunaan perak adalah salah satu bahan pendukung panel surya, bahan dasar uang koin, logam solder dll.

3. Aluminium Aluminium merupakan bahan konduktor yang digunakan sebagai atribuit listrik mekanis. Alumunium mempunyai daya hantar sebesar 35 m/Ohm.mm2 sekitar 61,4% dari daya hantar tembaga. Contoh penggunaan aluminium adalah digunakan pada penghantar jaringan distribusi seperti ACSR (Alumunium Conductor Steel Reinforced), ACAR (Alumunium Conductor Alloy Reinforced), AAAC (All Aluminium Alloy Conductor).

4. Kuningan Kuningan termasuk bahan konduktor yang umum digunaka pada komponen listrik. Contoh penggunaan kuningan adalah konektor, termial, switch dll. 5. Perunggu Perunggu termasuk bahan konduktor yang terbuat dari campuran tembaga, timbal, aluminium, silikon dan nikel.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Contoh penggunaan perunggu adalah bahan medali, bantalan bola, instrumen bedah dll. 6. Besi Besi termasuk bahan konduktor yang umum digunakan pada konstruksi.

dalam rangkaian listrik bahan konduktor menjadi bahan baku pembuatan komponen

Contoh penggunaan besi adalah, besi konstruksi bangunan, peralatan masak, perkakas, bahan bangunan dll. 7. Emas Emas termasuk bahan konduktor yang memiliki tahanan jenis rendah. Meskipun mahal, namun emas biasa digunakan pada modul GPS, PDA, smart tv dll. 8. Platinum Platinum merupakan bahan konduktor yang menjadi alternatif dari emas. Platinum memiliki sifat anti korosi sehingga biasa digunakan pada saklar dan kotak kontak. 9. Seng Seng merupakan bahan konduktor yang didaptkan dari hasil pengolahan tambang yang juga memiliki sifat anti karat.

Seng biasa digunakan sebagai bahan pelapis logam lain (galvanisasi). Contoh Bahan Konduktor Cair Bahan konduktor cair merupakan suatu bahan yang mudah berubah bentuk mengikuti wadahnya dan memiliki sifat baik dalam menghantarkan listrik. Berikut ini contoh bahan konduktor yang berwujud cair. 1. Air Raksa Air raksa termasuk bahan konduktor yang berwujud cair.

Air raksa memiliki hambatan jenis sebesar 0,95 Ohm.mm2/m, koefisien suhu 0,00027 /oC. Contoh penggunaan air raksa adalah pengisi cairan termometer, pengisi tabung elektronik, cairan pompa difusi dll. 2. Asam Sulfat Asam sulfat dengan nama kimia H2SO4 merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat.

Asam sulfat memiliki sifat konduktivitas yang tinggi sehingga membuatnya menjadi bahan konduktor. Contoh penggunaan asam sulfat adalah digunakan sebagai elektrolit penyepuhan logam dan perak. Contoh Bahan Konduktor Gas Bahan konduktor gas merupakan suatu bahan yang menyesuaikan bentuk dan memenuhi wadahnya, memiliki sifat baik dalam menghantarkan listrik.

Berikut ini contoh bahan konduktor yang berwujud gas. Contoh bahan konduktor berwujud gas adalah Argon, kripton, nion, nitrogen yang biasa digunakan sebagai bahan lampu penerangan. Baca Juga : Penjelasan Bahan Isolator dan 14 Contohnya Jadi itulah materi dan pembahasan mengenai bahan konduktor mulai dari pengertian konduktor, syarat syarat bahan konduktor, karakteristik bahan kondukotr, jenis bahan konduktor, contoh bahan konduktor dan pengaplikasian / penggunaan bahan konduktor. Dan juga dibahas mengenai contoh bahan konduktor padat, contoh bahan konduktor cair, contoh bahan konduktor gas.

Semoga apa yang telah kami bagikan dapat bermenfaat bagi kalian, sekian dan terima kasih.

Kenapa Air Garam bisa menghantarkan arus listrik?




2022 charcuterie-iller.com