Pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

none MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pernapasan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.

Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.Respirasi adalah usaha tubuh untuk memenuhi kebutuhan O2 untuk proses metabolisme dan mengeluarkan CO2 sebagai hasil metabolisme dengan perantara organ paru dan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara napas bersama kardiovaskuler sehingga dihasilkan darah yang kaya oksigen.

Proses Pernapasan Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan. Sistem respirasi atau sistem pernafasan mencakup semua proses pertukaran gas yang terjadi antara atmosfir melalui: • Hidung Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau.

Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung.Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. • Penghangatan Yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh.Penghangatan ini dimungkinkan karena didalam dinding rongga hidung terdapat konka yang banyak mengandung kapiler darah.Konka hidung (konka nasalis) adalah selaput lendir yang berlipat-lipat.(Syaifuddin, 1995).

Bila udara yang masuk suhunya lebih rendah dari suhu tubuh maka darah kapiler akan melepaskan energinya ke rongga hidung, sehingga suhu udara yang masuk menjadi hangat. Disamping menghangatkan udara, adanya lendir menyebabkan udara kering yang masuk ke rongga hidung menjadi lembab.

• Faring (tekak) Faring merupakan tempat terjadinya persimpangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan.Pada bagian ini terdapat klep atau epiglotis yang bertugas mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan pada persimpangan tersebut.

• Laring (pangkal tenggorok) Laring disebut juga pangkal tenggorok atau kotak suara.Laring terdiri atas tulang rawan yang membentuk jakun.Jakun tersusun atas tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan, dan gelang tulang rawan.Jakun adalah suatu struktur kecil berbentuk setengah lingkaran dan paling menonjol di bagian tengah tenggorokan seorang laki-laki.

Bagian tubuh ini akan menonjol saat seseorang menelan dan pada beberapa laki-laki akan lebih terlihat. Ukuran jakun pada laki-laki akan lebih besar dibandingkan dengan milik perempuan, hal inilah yang membuat laki-laki memiliki pita suara lebih panjang daripada perempuan.

Seringkali perempuan yang memiliki pita suara lebih panjang juga akan memiliki jakun yang agak menonjol. Fungsi utama jakun adalah memberikan perlindungan terhadap laring (kotak suara), yaitu organ pada manusia yang melindungi trakea dan terlibat dalam produksi suara.Hal ini karena tekanan yang berasal dari luar tenggorokan dapat merusak bagian-bagian sensitif dari anatomi dalam tenggorokan.struktur dari jakun ini seperti sebuah perisai setengah lingkaran yang tidak bulat tapi sangat tebal.

Dinding dan depan laring tersebut ditutupi oleh tulang rawan tiroid yang kaku tapi tidak bertulang (tidak keras), material itulah yang membentuk jakun dan melindungi pita suara.

Tulang rawan ini mirip dengan material yang membentuk hidung dan telinga. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis).Pada waktu menelan makanan, epiglotis melipat ke bawah menutupi laring sehingga makanan tidak dapat masuk dalam laring. Sementara itu, ketika bernapas epiglotis akan membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara atau lebih dikenal dengan pita suara.

• Trakhea (batang tenggorok) Merupakan pipa yang panjangnya kira-kira 9 cm dan dindingnya terdiri atas tiga lapisan.Lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, sedangkan lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitel bersilia.Trakea tersusun atas enam belas sampai dua puluh cincin-cincin tulang rawan yang berbentuk C. Cincin-cincin tulang rawan ini di bagian belakangnya tidak tersambung yaitu di tempat trakea menempel pada esofagus.

Hal ini berguna untuk mempertahankan agar trakea tetap terbuka.Trakea dilapisi oleh selaput lendir yang dihasilkan oleh epitelium bersilia.Silia-silia ini bergerak ke atas ke arah laring sehingga dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus lainnya yang ikut masuk saat menghirup napas dapat dikeluarkan.Di paru-paru trakea ini bercabang dua membentuk bronkus.

• Paru-paru Paru-paru terletak dalam rongga dada.Letaknya di sebelah kanan dan kiri serta di tengahnya dipisahkan oleh jantung. Jaringan paru-paru mempunyai sifat elastik, berpori, dan seperti spon. Apabila diletakkan di dalam air, paru-paru akan mengapung karena mengandung udara di dalamnya.Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus.Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus.Setiap lobus tersusun atas lobula.

Paru-paru dilapisi oleh selaput atau membran serosa rangkap dua disebut pleura. Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat bernapas. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu saling erat bersentuhan.

Namun dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas.Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar (± 3–4 mmHg). Paru-paru terdiri atas : • Bronkus (cabang batang tenggorokan) Bronkus berjumlah sepasang, yang satu menuju ke paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri.Tempat percabangan ini disebut bifurkase.

Bronkus mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus yang ke kiri lebih panjang dan sempit serta kedudukannya lebih mendatar daripada yang ke kanan. Hal ini merupakan salah satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

• Bronkiolus Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus, dindingnya lebih tipis dan salurannya lebih kecil.Semakin kecil salurannya, semakin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia.Setiap bronkiolus terminal (terakhir) bermuara ke dalam seberkas kantung-kantung kecil mirip anggur yang disebut alveolus.

• Alveolus Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembung-gelembung udara.Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan erat dengan kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara. Adanya alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O 2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO 2 dari sel-sel darah ke udara.

Jumlahnya lebih kurang 300 juta buah. Dengan adanya alveolus, luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh. Mekanisme Pernapasan Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu: • Pernapasan Dada Bagian tubuh yang berperan dalam pernapasan dada, yaitu: • Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut • Tulang rusuk terangkat ke atas • Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.

Pernapasan dada atau costal breathing. Inspirasi dimulai dari otot pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara eksterna yang berkontraksi.

Akibatnya, tulang-tulang rusuk terangkat ke atas dan menyebabkan rongga dada dan volume paru-paru membesar. Sebaliknya, ketika ekspirasi otot interkostalis internal berelaksasi sehingga tulang-tulang rusuk menjad turun dan volume rongga dada pun menurun. • Pernapasan Perut Bagian tubuh yang berperan pada pernapasan perut, yaitu: • Otot difragma pada perut mengalami kontraksi • Diafragma datar • Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.

Pernapasan perut atau diaphragmatic breathing.Inspirasi dimlai abdomen bergerak ke arah luar sebagai akibat berkontraksinya otot diafragma yang turun ke bawah secara mendatar, sehingga rongga dada membesar dan menurunkan tekanan udara di paru-paru Pada saat ekspirasi otot-otot diafragma berelaksasi dengan cara mengendur dan cenderung melengkung ke atas.

Akibatnya, tekanan udara di dalam paru-paru menjadi lebih tinggi karena volume rongga dada maupun rongga paru-paru mengecil. Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari.

Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara. Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen.

Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO 2. CO 2 yang dihasilkan akan keluar pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.

Fase Pernapasan Fase ini terbagi pada tarikan nafas (inspirasi) dan hembusan nafas (ekspirasi) yang melibatkan beberapa bagian tubuh, antara lain: • Otot interkosta • Tulang rusuk • Diafragma • Isi padu rongga toraks • Tekanan udara di paru- paru • Inspirasi Pada saat menarik napas (inspirasi), otot interkosta luar berkontraksi (tulang rusuk dinaikkan ke atas ) ; otot diafragma berkontraksi (diafragma menjadi datar ), isipada rongga toraks bertambah dan tekananudara paru-paru menjadi rendahtekanan udara di luar yang lebih tinggi mendorong udara kedalam paru-paru.

• Ekspirasi Pada saat menghembuskan napas (ekspirasi)otot interkosta luar mengendur (tulang rusuk dmenurun ke bawah ) ; otot diafragma mengendur (diafragma melengkung ke atas ), isipada rongga toraks berkurang dan tekanan udara paru-paru menjadi tinggitekanan udara dalam paru-paru yang lebih tinggi mendorong udara keluar.

Mekanisme Jalannya Udara Saat Bernapas Paru-paru mamalia terletak dalam rongga dada.Paru-paru mamalia mempunyai tekstur yang mirip spons dan berbentuk seperti sarang lebah dengan epithelium lembap yang berfungsi sebagai pertukaran respirasi. Luas total permukaan epithelium (sekitar 100m 2 pada manusia) sudah cukup untuk melakukan pertukaran gas untuk keseluruhan tubuh. Sebuah sistem saluran yang bercabang mengirimkan udara ke paru-paru.Udara masuk melalui lubang hidung kemudian disaring oleh rambut, dihangatkan, dilembapkan, dan dicek jika ada bebauan, sementara udara mengalir berbagai ruang di dalam rongga hidung.

Rongga hidung mengarah ke faring, semacam persimpangan dimana jalur untuk udara dan makanan saling silang. Ketika makanan ditelan, laring bergerak ke atas dan merebahkan epiglottis di atas glotis.Hal tersebut membuat makanan dapat masuk ke esophagus hingga lambung. Pada waktu lain, pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara berada dalam keadaan terbuka dan manusia dapat bernafas.

• Proses terbentuknya suara Dinding laring diperkuat dengan tulang rawan. Pada manusia dan mamalia lain, laring diadaptasikan sebagai kotak suara.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Ketika ada udara dihembuskan udara tersebut akan melintasi pasang pita suara dalam laring, kemudian suara dihasilkan ketika otot sadar dalam kotak suara menjadi tegang dan meregangkan pita suara tersebut sehingga pita suara bergetar. Suara berada tinggi dihasilkan ketika pita suara sangat teregang dan bergetar cepat; suara bernada rendah berasal dari pita suara yang tidak terlalu tegang bergetar secara perlahan.

Dari laring, udara lewat ke dalam trakea atau batang tenggorokan.Cincin tulang rawan (sebenarnya berbentuk seperti huruf C) mempertahankan bentuk trakea.Trakea bercabang menjadi dua bronki (tunggal, bronkus) masing-masing menuju ke setiap paru-paru.Di dalam paru-paru bronkus bercabang secara berulang-ulang menjadi pipa yang semakin halus disebut sebagai bronkiolus.Keseluruhan system saluran udara tampak seperti pohon terbalik, dimana batang berperan sebagai trakea. Epithelium yang melapisi cabang utama pohon respirasi ditutupi oleh silia dan sebuah lapisan tipis mucus.

Mucus akan menjerat debu, serbuk sari, dan partikel-partikel kontaminan lainnya. Silia yang berdenyut menggerakkan mucus ke arah atas menuju faring dimana mucus dapat ditelan ke dalam esophagus. Proses ini membantu membersihkan sistem respirasi. Pada ujungnya, bronkiolus yang paling kecil berakhir dan membentuk sekumpulan kantung udara yang disebut alveoli (tunggal, alveolus).Epithelium tipis yang terdiri dari jutaan alveoli di dalam paru-paru berfungsi sebagai permukaan respirasi.

Oksigen di udara yang dikirimkan ke alveoli melalui pohon respirasi akan larut dalam lapisan tipis yang lembap dan berdifusi melewati epithelium dan masuk ke dalam suatu jaringan kapiler yang mengelilingi masing-masing alveolus.

Karbondioksida berdifusi dari kapiler, menembus epithelium alveolus dan masuk ke dalam ruangan udara. • Ventilasi paru-paru Vertebrata memventilasi paru-parunya dengan cara bernapas yaitu penghirupan (inhalasi) dan penghembusan (ekshalasi) udara secara bergantian. Ventilasi mempertahankan konsentrasi oksigen maksimum dan konsentrasi karbondioksida minimum di dalam alveoli.Mamalia memventilasi paru-parunya dengan pernapasan bertekanan negative, yang bekerja sepertid pompa penyedot udara dan bukan mendorong udara sehingga udara mengalir ke paru-paru.

Pernapasan dengan tekanan negative disebabkan oleh perubahan volume paru-paru dan bukan oleh perubahan volume rongga mulut. Kerja otot mengubah volume rongga dada dan sangkar tulang rusuk kemudian paru-paru menyusul berbuat hal yang sama. Hal ini dapat terjadi karena paru-paru terbungkus oleh kantung dinding ganda.Lapisan bagian dalam kantung itu menempel ke bagian luar menempel ke dinding rongga dada.Sebuah ruang tipis yang terisi penuh dengan cairan memisahkan kedua lapisan itu.Karena tegangan permukaan, maka kedua lapisan berperilaku seperti dua lempengan gelas yang ditempelkan bersama-sama oleh suatu lapisan tipis air.

Lapisan-lapisan tersebut dapat menggelincir dengan mulus satu sama lain, tetapi lapisan-lapisan itu tidak dengan mudah dapat dipisahkan. Tegangan permukaan juga menyambung pergerakan paru-paru dengan tulang rusuk. Volume paru-paru meningkat sebagai akibat kontraksi otot rusuk dan diafragma, lapisan otot rangka yang membentuk dinding dasar pada rongga dada.

Kontraksi otot rusuk membesarlan sangkar tulang rusuk dengan cara menarik tulang rusuk ke atas kea rah atas dan tulang dada ke arah luar. Saat bersamaan, rongga dada membesar ketika diafragma berkontraksi dan turun seperti piston. Semua perubahan tersebut meningkatkan volume paru-paru dan sebagai akibatnya, tekanan udara pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara dalam alveoli menjadi lebih rendah dibandingkan tekanan di atmosfer.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Karena udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, maka udara mengalir dari lubang hidung dan masuk ke pipa pernapasan sampai ke alveoli. Selama ekhalasi, otot tulang rusuk dan diafragma relaksasi, volume paru-paru berkurang, dan peningkatan tekanan udara di dalam alveoli memaksa udara naik ke pipa pernapasan dan keluar melalui lubang hidung.

• Kapasitas volume paru-paru Kontraksi otot tuselang rusuk dan diafragma bertanggung jawab atas peningkatan volume paru-paru selama pernapasan dangkal, ketika mamalia dalam kondisi istirahat. Selama aktivitas fisik berat, otot lain pada leher, punggung, dan dada selanjuny meningkatkan volume paru-paru dengan cara menaikkan peregangn sangkar tulang rusuk lebih jauh.

Volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada pernapasan normal disebut sebagai udara tidal.Volume udara tidal pada manusia 500mL. Volume udara maksimum yang dapat dihirup dan dikeluarkan selama pernapasan yang dipaksa disebut kapasitas vital. Volume kapasitas vital yaitu 3400mL dan 4800mL, secara berturut-turut untuk wanita dan laki-laki. Kapasitas vital bergantung pada berbagai factor, salah satunya kelenturan paru-paru.Paru-paru sebenarnya dapat menampung lebih banyak udara dibandingkan dengan kapasitas vitalnya, tetapi hal yang tidak mungkin adalah mengempiskan alveoli sepenuhnya, maka masih terdapat udara sisa.

• Kontrol otomatis pernapasan Pusat kontrol pernapasan berlokasi pada medulla oblongata dan pons. Pusat kontrol di pons membantu agar pusat medulla menentukan irama dasar pernapasan. Ketika manusia bernapas dalam-dalam, mekanisme umpan balik negative mencegah paru-paru supaya tidak membesar secara berlebihan.

Sensor peregangan dalam jaringan paru-paru mengirimkan impuls saraf kembali ke medula yang akan menghambat pusat kontrol pernapasannya. Pusat kontrol medulla oblongata membantu mempertahankan homeostatis dengan cara memonitor kadar CO 2 dalam darah dan mengatur jumlah CO 2 yang dibuang oleh alveoli.

Petunjuk utama mengenai konsentrasi CO 2 datang dari munculnya perubahan pH darah dan cairan jaringan (cairan serebrospinal) yang menggenangi otak. Karbondioksida bereaksi dengan air untuk membentuk asam karbonat, yang akan menurunkan pH.

Ketika pusat kontrol yang berada di medulla mendeteksi penurunan pH (peningkatan CO 2) pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara serebrospinal atau darah akan meningkatkan kedalaman laju pernapasan dan kelebihan CO 2 dibuang ke udara. Hal ini terjadi ketika olahraga. Konsentrasi O 2 dalam darah umumnya mempunyai sedikit pengaruh pada pusat kontrol pernapasan.

Akan tetapi, ketika kadar O 2 turun (misal pada tempat yang berketinggian tinggi) maka sensor O 2 di aorta dan arteri carotid di leher akan mengirimkan sinyal peringatan pada pusat kontrol pernapasan dan pusat itu merespon dengan cara meningkatkan kedalaman dan laju pernapasan.

Peningkatan kadar karbondioksida menunjukkan indikasi bahwa adanya penurunan oksien. Karena karbondioksida dihasilkan melalui proses yang sama dengan yang mengkonsumsi oksigen yaitu respirasi seluler. Tetapi, pusat kontrol pernapasan dapat dikelabui dengan ventilasi yang berlebihan.

Pernapasan yang dalam dan cepat dapat secara berlebihan mengeluarkan banyak CO 2 dari darah sehingga pusat pernapasan sementara terhenti dalam mengirimkan impuls ke otot tulang rusuk dan diafragma. Pernapsan terhenti sampai kadar CO 2 meningkat cukup banyak untuk menghidupkan kembali pusat pernapasan.

Gas akan berdifusi dari daerah tekanan parsial yang lebih tinggi. Hal itulah yang bertanggung jawab atas perpindahan dan pergerakan gas-gas respirasi.Darah yang sampai paru-paru melalui arteri pulmoner mempunyai nilai Po 2 yang lebih rendah dari Pco 2 yang lebih tinggi dibandingkan dengan udara di dalam alveoli.Ketika darah memasuki kapiler di sekitar alveoli, karbondioksida berdifusi dari darah ke udara di dalam alveoli.

Oksigen dalam udara akan larut dalam cairan yang melapisi epithelium dan berdifusi menembus permukaan dan masuk ke darah kapiler. Ketika darah telah meninggalkan paru-paru dalam vena pulmoner, nilai Po 2 telah naik dan Pco 2 telah turun. Setelah kembali ke jantung, darah tersebut dipompa melalui sirkuit sistematik. Dalam kapiler jaringan, gradient tekanan parsial lebih menyukai terjadinya difusi oksigen keluar dari darah dan karbondioksida dalam darah.

Hal ini terjadi karena respirasi seluler dengan cepat menghabiskan kandungan oksigen dalam cairan interstisial dan menambahkan karbondioksida ke cairan itu. Setelah darah melepaskan oksigen dan memuat karbondioksida darah tersebut dikembalikan ke jantung melalui vena semantic. Darah tersebut kemudia dipompa ke paru-paru sekali lagi, tempat darah akan mempertukarkan gas dengan udara di alveoli. Gangguan Pernapasan Berikut akan diuraikan beberapa jenis gangguan pernapasan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia : • Efisema Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus.Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.

Gejala yang ditimbulkan: • Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema. • Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Pencegahan dan solusi : Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting. • Pneumonia Pneumoniaa tau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh diplococcus pneumoniae.

Penyakit ini menyebabkan radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumonia.Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara. Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan.

Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol.Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.

Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat.

Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun. Terjadinya penyakit pneumonia yaitu gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas.Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia.

Hal ini diantaranya adalah : • Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.

• Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia.Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi. • Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) ‘endotracheal tube’ sangat beresiko terkena Pneumonia.

Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia. • Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.

• Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.

Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri, antara lain: • Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik.

Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita. • Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.

• Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur. Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala.

Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) diparu-paru. • Influenza Influenza disebabkan oleh virus influenza.Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak.

Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri. Influenza merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di masyarakat. Walaupun ringan tetapi penyakit ini dapat berbahaya bagi usia sangat muda dan usia tua dimana terdapat keterbatasan fungsi pernafasan.

Penyakit ini terutama terjadi pada musin dingin di negara bermusim dingin dan di musim hujan pada negara-negara tropis.Mahluk hidup tempat berkembang dan menyebarkan influenza ini adalah manusia sendiri. Diduga bahwa hewan lain seperti burung, babi, dan kuda memegang peranan dalam menciptakan jenis virus influenza dengan jenis yang berbeda akibat adanya mutasi di hewan-hewan tersebut. Penyebaran virus influenza ini melalui tetesan air liur pada saat batuk dan melalui partikel yang berasal dari sel hidung yang melayang di udara terutama di ruangan tertutup.

Penyebab influenza adalah virus yang menginfeksi jaringan saluran nafas bagian atas. Terdapat 3 jenis virus yang di kenal yaitu A,B, dan C. Virus tipe A akan menyebabkan gejala yang berat, menyebar secara cepat dan dapat menyebabkan infeksi di suatu negara atau wilayah (pandemi).

Virus tipe B akan menyebabkan gejala yang lebih ringan dan penyebarannya tidak pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara virus tipe A. Virus tipe C hanya memberikan gejala yang ringan saja. Perbedaan dari virus ini dapat diketahui melalui pemeriksaan dari cairan ludah dengan mempergunakan test secara genetik. Transmisi virus melalui udara dan air ludah sangat bergantung dari jumlah virus yang terkandung didalamnya.

Dari hasil penelitian apabila didapatkan 10 virus / air ludah sebanyak 50% orang yang terkena air ludah ini akan menderita influenza. Virus akan melekat pada sel permukaan di rongga hidung dan saluran nafas. Setelah virus berhasil masuk kedalam sel, dalam beberapa jam akan mengalami replikasi dan menuju ke permukaan sel sehingga dapat meninggalkan sel yang sudah rusak untuk masuk ke sel yang baru, baik sel yang berada di sebelahnya atau menempel pada air ludah dan menyebar melalui udara.

Gejala pada penderita Influenza, umumnya pasien mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batukpilek, terkadang disertai sakit pada waktu menelan dan serak. Gejala ini dapat didahului oleh lemah badan dan rasa dingin.Pada kondisi ini biasanya sudah didapatkan gambaran kemerahan pada tenggorokan. Gejala-gejala diatas dapat terjadi beberapa hari dan hilang dengan sendirinya. Tubuh memiliki kemampuan untuk menghilangkan virus dan bakteri yang berbahaya melalui sistem pertahanan tubuh degnan sel darah putih, tetapi pertahanan ini akan baik apabila kondisi tubuh baik pula.

Setelah masa penghancuran virus dan bakteri berbahaya tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi sehingga akan terasa lemas dan lemah. • Asma Asma merupakan penyakit penyumbatan saluran pernafasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu atau kotoran, debu, atau tekanan psikologis.Asma bersifat menurun.

Penyakit ini menyebabkan penyempitan saluranpernapasan.Penyakit ini dapat disebabkan oleh alergi.Asma merupakan inflamasi kronik saluran napas.Berbagai sel inflamasi berperan, terutama sel mast, eosinofil, sel limfosit T, makrofag, netrofil dan sel epitel. Faktor lingkungan dan berbagai faktor lain berperan sebagai penyebab atau pencetus inflamasi saluran napas pada pasien asma.

Inflamasi terdapat pada berbagai derajat asma baik pada asma intermiten maupun asma persisten.Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan hiperesponsif (hipereaktifitas) jalan napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama pada malam dan/atau dini hari.

Episodik tersebut berkaitan dengan sumbatan saluran napas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan Faktor lingkungan yang mempengaruhi individu dengan predisposisi asma untuk berkembang menjadi asma adalah alergen di dalam maupun di luar ruangan, seperti mite domestik, alergen binatang, alergen kecoa, jamur, tepung sari bungasensitisasi (bahan) lingkungan kerja, asap rokok, polusi udara di luar maupun di dalam ruangan, infeksi pernapasan (virus), diet, status sosio ekonomi, besarnya keluarga, obesitas.

Sedangkan faktor lingkungan yang menyebabkan eksaserbasi dan/atau menyebabkan gejala asma menetap adalah : • alergen di dalam maupun di luar ruangan • polusi udara di luar maupun di dalam ruangan • infeksi pernapasan • olah raga dan hiperventilasi • perubahan cuaca • makanan, additif (pengawet, penyedap, pewarna makanan) • obat-obatan, seperti asetil salisilat • ekspresi emosi yang berlebihan • asap rokok • iritan antara lain parfum, bau-bauan yang merangsang Gejala asma bersifat episodik, seringkali reversibel dengan/atau tanpa pengobatan.

Gejala awal berupa : • batuk terutama pada malam atau dini hari • sesak napas • napas berbunyi (mengi) yang terdengar jika pasien menghembuskan napasnya • rasa berat di dada • dahak sulit keluar. Gejala yang berat adalah keadaan gawat darurat yang mengancam jiwa.Yang termasuk gejala yang berat adalah serangan batuk yang hebat Sesak napas yang berat dan tersengal-sengal Sianosis (kulit kebiruan, yang dimulai dari sekitar mulut) Sulit tidur dan posisi tidur yangnyaman adalah dalam keadaan duduk Kesadaran menurun.(Abdul Muchid, 2007) • Tonsillitis Tonsillitisadalah peradangan pada tonsil (amandel).

Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak(radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. • Asfiksi Asfiksi adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).Penyakit ini menyebabkan terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel atau jaringan tubuh.

Gangguan pada proses pengikatan oksigen yang sering terjadi adalah asfiksi. Hal tersebut terjadi karena adanya kompetisi antara oksigen dan zat lain yang dapat berikatan dengan hemoglobin. Contohnya pada keracunan gas karbon monoksida (CO). Karbon monoksida lebih mudah berikatan dengan hemoglobin dibandingkan dengan oksigen. Hal ini menyebabkan hemoglobin mengikat karbon monoksida, bukan oksigen. Jika sebagian besar darah berikatan dengan karbon monoksida, jaringan dalam pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara akan kekurangan oksigen.

Gangguan pengikatan oksigen juga terjadi jika paru-paru terisi oleh zat lain, seperti air pada kasus orang yang tenggelam. Pada peristiwa tenggelam, alveolus terisi oleh air sehingga darah tidak mendapatkan pasokan oksigen yang memadai. Daftar Pustaka: • Campbell. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga Baca Juga : • Penyebab Mutasi Gen – Pengertian, Alam, Buatan, Faktor, Jenis, Mekanisme, Konsekunsi • Persamaan Logaritma • √ Peristiwa Lengkap G30S PKI • Pengujian Zat Makanan – Jenis, Fungsi, Persyaratan, Alat dan Bahan, Cara Kerja, Data, Hasil Pengujian • Replikasi DNA Semikonservatif – Pengertian, Komponen, Model, Dispersif, Para Ahli • Fungsi Tulang Rawan Beserta Penjelasannya Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, IPA Ditag Alat pernapasan manusia, apa yang dimaksud dengan alveolus, bagaimana cacing bernapas, bagaimana cara kerja diafragma, bentuk persamaan reaksi kimia pernapasan, bronkus berfungsi untuk, cara bernapas hewan, faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan, fungsi alat peraga pernapasan manusia, fungsi alveolus, fungsi bronkus, fungsi faring, fungsi hidung, fungsi jantung yang berhubungan dengan arteri, fungsi laring, Fungsi Paru-Paru, Fungsi Sistem Pernafasan, fungsi sistem pernapasan, fungsi sistem pernapasan brainly, fungsi sistem respirasi, fungsi trakea, gambar bagan kerja organ pernapasan manusia, gambar organ pernapasan manusia, gambar sistem ekskresi, gambar sistem pernapasan manusia, gambar skema pernapasan manusia, jelaskan fase inspirasi pada pernapasan perut, jelaskan organ penyusun sistem pernapasan manusia beserta fungsinya, jenis-jenis pernafasan, kapan trakea berfungsi, kapiler darah di alveolus berfungsi untuk, kupu-kupu dan semut bernapas dengan, materi sistem pernapasan pada manusia, mekanisme pernapasan, mekanisme pernapasan dada, organ pernapasan hewan, organ pernapasan katak, organ pernapasan tumbuhan, otot diafragma berkontraksi terjadi pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara saat, otot inspirasi, pembahasan sistem pernapasan pada manusia, pernapasan diafragma, pernapasan pada manusia, Proses pernafasan manusia, proses pernapasan pada manusia, proses pernapasan pada manusia secara singkat, rangkuman sistem pernapasan pada manusia, sebutkan alat-alat sistem pernapasan, sistem pernafasan, Sistem Pernafasan Manusia, sistem pernapasan manusia dan fungsinya, sistem pernapasan manusia kelas 8, sistem pernapasan manusia sd, tahap ekspirasi pada pernapasan perut adalah, teori pernapasan pada manusia, udara yang kita buang dalam pernapasan adalah, yang merupakan respirasi dada kecuali Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Penjelasan Proses Pernapasan Pada Manusia Lengkap • Fungsi Asam Nukleat Dalam Tubuh Makhluk Hidup • Gangguan Proses Metabolisme – Pengertian, Karbohidrat, Asidosis, Fenilketorunia, Hipertiroid, Addison, Protein, Lemak • Aplikasi Bioteknologi Modern – Pengertian, Genetika, kedokteran, pertanian, peternakan, limbah, Biokimia, Virologi, Biologi sel • Definisi Bentuk Susunan Tulang Daun Dalam Biologi • Pengertian Lemak Beserta Fungsinya Terlengkap • Pengertian Koenzim Serta Fungsinya • 22 Nama Kerajaan Di Indonesia, Sejarah Beserta Rajanya Lengkap • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
• Acèh • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • ܐܪܡܝܐ • অসমীয়া • Asturianu • Atikamekw • Авар • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • ᏣᎳᎩ • کوردی • Nēhiyawēwin / ᓀᐦᐃᔭᐍᐏᐣ • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Français • Frysk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Кыргызча • Latina • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Lingála • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Мокшень • Malagasy • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Pangasinan • Kapampangan • Papiamentu • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Armãneashti • Русский • संस्कृतम् • Саха тыла • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Volapük • Walon • Winaray • 吴语 • Хальмг • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Vahcuengh • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Udara masuk dan keluar ke dan dari paru-paru melalui sebuah jalur yang tersusun dari tulang rawan — yang dikenal dengan nama bronkus dan bronkiolus.

Pada gambar ini, bagian dalam jaringan paru-paru telah dibedah untuk memperlihatkan bronkiolus [1] Rincian Sistem Sistem pernapasan, Sistem peredaran darah Pengidentifikasi Bahasa Latin Pulmo Yunani πνεύμων (pneumon) MeSH D008168 TA98 A06.5.01.001 TA2 3265 Daftar istilah anatomi [ sunting di Wikidata] Paru-paru merupakan sepasang organ yang memiliki tekstur kenyal dan berisi udara, dibantu oleh Trakea dalam penghantaran udara.

[2] Paru-paru berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Paru-paru mengambil oksigen dari udara yang dihirup kemudian masuk ke aliran darah dan didistribusikan ke seluruh bagian sel, ketika sel bekerja maka dihasilkan gas buangan berupa karbondioksida dilepaskan melalui aliran darah. [3] Organ paru-paru terlibat dalam sintesis, penyimpanan, transformasi dan degradasi zat.

[4] Daftar isi • 1 Anatomi • 2 Mekanisme kerja • 3 Kelainan atau gangguan • 4 Fungsi • 5 Referensi • 6 Pranala luar Anatomi [ sunting - sunting sumber ] Paru-paru terletak dibagian rongga dada bagian atas, otot dan rusuk membatasi bagian samping dan diafragma membatasi bagian di bawah paru.

Bagian paru terbagi atas dua yaitu pulmo dekster dengan 3 lobus dan pulmo sinister dengan 2 lobus. [5] Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan paru-paru kanan [3] Setiap lobus dari paru seperti balon yang diisi dengan spons, udara masuk dan keluar melalui satu jalan.

Paru-paru dibungkus oleh selaput yang mengelilingi kedua paru-paru dan memisahkan paru-paru dari dinding dada disebut pleura.

[6] • Pleura merupakan selaput tipis yang mengelilingi paru-paru dan melapisi bagian dalam tulang rusuk. [3] • Bagian tabung bronkial dilapisi dengan silia (rambut halus), bergerak dengan cara bergelombang berfungsi untuk membawa mukus keluar dari paru-paru. Bronkus memiliki banyak percabangan ketika memasuki paru-paru menyerupai cabang pohon terbalik, diameter bronkus sekitar 1 mm (0.04 inch).

[4] • Bagian bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus dan diujung bronkiolus terdapat alveolus (jamak: alveoli) yang merupakan kantong udara tempat pertukaran CO2 dan O2.

• Alveolus (jamak: alveoli), karbondioksida yang merupakan limbah dari metabolisme masuk dari darah ke alveoli, diantara alveoli terdapat interstitium yang merupakan lapisan tipis sel berisi pembuluh darah yang mengoptimalkan kerja alveoli. [2] • Bagian otot dan tulang diafragma berperan untuk memisahkan rongga dada dan rongga perut. [6] Mekanisme kerja [ sunting - sunting sumber ] Ketika proses pernapasan berlangsung, udara masuk melalui mulut dan hidung kemudian melewati trakea untuk bisa sampai ke paru-paru.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Sampailah pada bagian bronkus (kanan dan kiri) kemudian masuk pada bagian bronkuiolus yang lebih kecil sampai di alveoli. Bagian alveoli ditutupi oleh pembuluh darah kapiler dan terjadilah pertukaran O2 dan CO2. Darah yang terdeoksigenasi dari jantung menuju ke paru-paru. Ketika darah melewati kapiler berdinding tipis maka oksigen akan diangkut dari alveoli dan menukarkan dengan CO2.

Darah dengan kandungan O2 tinggi dari paru-paru dikirim kembali ke jantung dan dipompa ke seluruh tubuh dan CO2 dikeluarkan dari paru-paru. [7] Kelainan atau gangguan [ sunting - sunting sumber ] • Kanker paru-paru: biasanya produksi sel paru-paru terjadi ketika sedang dibutuhkan namun pada kanker paru-paru pertumbuhan sel menghasilkan pembelahan dan proliferasi sel yang tidak terkendali (biasa dikenal dengan tumor), ketika kanker telah terbentuk maka penyebarannya sangat cepat.

Dalam dunia medis kanker paru-paru cukup sulit untuk diobati dan berujung pada kematian. Kanker paru-paru dapat menyebar keseluruh organ dalam tubuh dan vital seperti kelenjar adrenal, otak tulang dan hati, organ-organ ini paling umum sebagai metastasis kanker paru-paru.

Kanker paru-paru sering disebut dengan kanker bronkogenik atau karsinoma bronkagenik yang muncul pada bagian manapun dari sisi paru-paru, tetapi 95% muncul dari sel epitel. [8] • Efusi pleura: cairan berlebih diantara dua membran yang menutupi paru-paru ( visceral dan parietal pleura) yang memisahkan paru-paru dari dinding dada.

visceral dan parietal pleura bertindak sebagai pelumas antara dua membran. Cairan pleura meningkat secara signifikan dengan gejala umum nyeri pada dada dan pernapasan sehingga cukup menyakitkan ( peradangan selaput dada).

Beberapa kasus ditemukan efusi pleura tidak menampakan gejala namun dapat diketahui melalui rontgen dada. Penyebab lain efusi pleura yaitu gagal jantung, hipoalbuminemia, dan infeksi.

[8] • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yaitu kesulitan bernapas disebabkan kerupakan paru-paru akibat kebiasaan merokok. terkena paparan rokok jangka panjang dari kebiasaan merokok, vape, dan jenis asap tembakau lain atau menjadi perokok pasif meningkatkan risiko PPOK [9] • Emfisema yaitu kerapuhan dinding diantara alveoli, sehingga pernapasan menjadi sulit.

[2] Kondisi obstruktif terjadi seperti ada penghalang antara aliran darah dan udara yang keluar masuk paru-paru. [10] • Bronkitis kronis yaitu batuk berkepanjangan disebabkan oleh merokok. Penderita Bronkitis kronis menunjukan gejala batuk, sesak napas dan terdapat banyak lendir saat batuk setidaknya 3 bulan selama dua tahun.

terjadi kerusakan terhadap silia yang melapisi tabung bronkial sehingga terjadi kesulitan dalam pembuangan lendir yang menyebabkan penderita lebih sering batuk disertai dengan lendir. [11] • Pneumonia yaitu infeksi paru-paru akibat bakteri Streptococcus pneumoniae.

[2] • Asma yaitu peradangan bronkus berakibat kejang, sesak napas dan mengi. Gejala asma sering timbul diakibatkan oleh alergi, infeksi virus atau polusi udara. [2] Serangan asma terjadi ketika saluran udara mengencang dan menyempit sehingga memperlambat aliran udara akibatnya paru-paru menjadi bengkak. [7] • Tuberculosis (TB) yaitu infeksi bakteri yang menyebar melalui tetesan udara dari batuk dan bersin, jaringan parut pada paru akan terbentuk. [7] Fungsi [ sunting - sunting sumber ] • Fungsi utama: sebagai tempat respirasi.

[12] • Keseimbangan pH: CO2 berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan tubuh menjadi asam, ketika terdeteksi asam berlebih maka paru-paru akan meningkatkan laju ventilasi untuk mengeluarkan lebih banyak gas yang tidak diperlukan. [13] • Penyaringan: menyaring gumpalan darah kecil dan mengurangi gelembung udara ( emboli udara). [13] • Pelindung: paru-paru berperan sebagai peredam kejut untuk jantung pada keadaan tertentu. [13] • Perlindungan dari infeksi: selaput tertentu yang melapisi paru-paru mengeluarkan imunoglobulin A yang melindungi paru-paru dari beberapa infeksi.

[13] • Pembersih mukosiliar: fungsi lendir pada saluran pernapasan adalah menangkap debu dan bakteri dikenal sebagai silia. [13] • Reservoir darah: setiap saat paru-paru mampu memvariasikan kandungan darah, misalnya ketika olahraga jumlah darah yang dikandung mulai dari 500 - 1000 mililiter. Interaksi jantung dan paru-paru membantu efisiensi fungsi jantung. [13] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b Gray's Anatomy of the Human Body20th ed.

1918 • ^ a b c d e Hoffman, Matthew; MD. "The Lungs (Human Anatomy): Picture, Function, Definition, Conditions". WebMD (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-30. • ^ a b c "About your lungs". British Lung Foundation (dalam bahasa Inggris). 2015-12-16. Diakses tanggal 2020-03-29. • ^ a b "lung - Definition, Function, & Facts". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-30. • ^ https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/385d7b9c6a60947ff4f1884689a41ae8.pdf • ^ a b "How Lungs Work - American Lung Association".

www.lung.org. Diakses tanggal 2020-03-29. • ^ a b c "Lung Anatomy, Function, and Diagrams". Healthline (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-30. • ^ a b "Pleural Effusion Picture Image on MedicineNet.com". MedicineNet (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-29. • ^ "COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease)". WebMD (dalam bahasa Inggris).

Diakses tanggal 2020-03-30. • ^ "What Is Emphysema, and What Causes It?". WebMD (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-30. • ^ "Chronic Bronchitis". WebMD (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-30. • ^ "Lung function". European Environment Agency (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-30.

• ^ a b c d e f "Lung function: What do the lungs do?". www.medicalnewstoday.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-30. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Media terkait Paru-paru di Wikimedia Commons Kategori tersembunyi: • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda TA98 • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Semua artikel rintisan • Rintisan bertopik anatomi • Semua artikel rintisan Oktober 2021 • Halaman ini terakhir diubah pada 29 Oktober 2021, pukul 18.06.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 3.3.

Sebarkan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara Pertukaran Gas pada Respirasi Pernapasan merupakan satu proses pertukaran gas-gas respirasi yaitu oksigen dan karbondioksida. Fungsi utama pernapasan adalah untuk menyediakan oksigen untukkelangsungan proses metabolisme sel-sel tubuh dan mengeluarkan karbondioksida hasildari pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara tersebut.

Sistem pernapasan meliputi saluran pernapasan yang berfungsidalam konduksi udara. Bermula dari rongga hidung, pharynx, larynx sehingga paru, organpertukaran gas, dan sistem sirkulasi darah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh danmembawa karbon dioksida ke alveolus.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Proses bernapas terjadi akibat dari inspirasi danekspirasi, yang diakibatkan oleh kontraksi otot-otot interkostal dan diafragma.Setelahoksigen disalurkan ke paru, akan berlakulah proses difusi dan transportasi gas tersebut kekapiler darah seterusnya ke jaringan dalam tubuh. Setiap makhluk hidup termasuk manusia perlu bernapas untuk kelanjutan hidupnya. Dengan bernapas, manusia memperoleh oksigen yang berguna bagi tubunya dan membuang karbondioksida yang dihasilkan dari dalam tubuhnya.

Sistem pernapasan sendiri terdiri dari hidung, faring, laring, trachea, bronkus, bronkiolus, bronkiolus terminalis, bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris, dan alveoli.

Secara sederhana mekanisme pernapasan merupakan proses perukaran dan transportasi O2 dan CO2. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Proses Pernapasan Pada Manusia Lengkap Jalur Pernapasan Sistem respirasi melibatkan sejumlah organ seperti hidung, mulut, faring, trachea, bronchus, dan paru. Fungsi sistem respirasi adalah memfasilitasi pertukaran gas antara atmosfer, paru-paru dan sel-sel jaringan dalam tubuh. Tiga proses dasar terlibat dalam pertukaran gas tersebut.

Proses pertama ventilasi paru adalah pengaturan inspirasi dan ekspirasi udara antara atmosfer dan paru. Proses kedua respirasi eksternal (respirasi paru) adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida antara paru dan kapiler darah paru. Proses ketiga respirasi internal (respirasi jaringan) adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida antara kapiler darah jaringan dan sel-sel jaringan.

1 Paru-paru berfungsi dalam pertukaran gas antara udara luar dan darah yaitu oksigen dari udara masuk ke darah, dan karbondioksida dari darah ke luar ke udara. Proses pertukaran gas terjadi melalui lapisan yang terdiri dari epitel alveoli, membran basalis, cairan antarsel endotel kapiler, plasma, membran sel darah merah, dan cairan intrasel darah merah.

Di samping itu, terdapat selapis cairan tipis surfaktan di permukaan alveoli yang menjaga supaya alveoli tetap menggelembung.

Proses pertukaran gas terjadi secara pasif, bergantung kepada selisih bagian gas yang ada di tiap kompartemen.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Proses pertukaran gas terjadi dengan cara difusi. Oksigen masuk ke dalam sel dan dalam mitokondria digunakan untuk proses metabolisme yang penting untuk kelangsunganhidup.sedangkan karbon dioksida (CO2) berjalan arah sebaliknya dengan oksigen. • Rongga hidung • Faring • laring • Trakea • Bronkus • Paru-paru (bronkiol dan alveolus). • Hidung Adalah alat pernapasan terluar yang dilengkapi dengan dua lubang yang dibatasi sekat hidung, saraf-saraf penciuman (sel olfaktori), silia dan selaput lendir.

Fungsinya, Menyesuaikan suhu udara, Melembapkan udara, Menyaring kotoran pada udara, Indra penciuman. • Faring Adalah daerah dengan percabangan menuju rongga hidung, esofagus, dan trakea. Faring dilengkapi epiglotis yang dapat membuka dan menutup. Dalam keadaan biasa, epiglotis akan selalu terbuka, Ketika makanan masuk, epiglotis menutup faring sehingga makanan masuk ke dalam esofagus.

• Laring Adalah pangkal tenggorakan yang terdiri dari lempengan-lempengan tulang rawan. Dinding laring digerakkan otot untuk membuka dan menutup glotis yang menghubungkan faring dengan trakea.

Laring dilengkapi dengan pita suara yang terletak pada jakun yang menghasilkan suara. • Trakea (tenggorokan) Adalah batang tenggorokan yang tersusun atas cincin tulang rawan, terletak di depan esofagus. Trakea dilengkapi oleh silia-silia dan selaput lendir untuk mencegah udara kotor yang lolos dari saringan hidung masuk ke paru-paru. • Paru-paru (pulmo) Adalah alat pernapasan yang terletak di dalam rongga dada, di kanan-kiri jantung, dan di atas diafragma. Paru-paru dilindungi oleh suatu lapisan berupa cairan limfa yang disebut pleura.

Pleura di sebelah dalam disebut pleura paruparu (pleura visceralis) dan di sebelah luar disebut pleura rongga dada (pleura parietalis). Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu, Paru-paru kanan (3 lobus, 3 bronkiolus, 3 kelompok alveolus), Paru-paru kiri (2 lobus, 2 bronkiolus, 2 kelompok alveolus).

• Bronkus dan bronkiolus Bronkus adalah cabang trakea yang terletak di bagian dada, dan terdiri atas lempengan tulang rawan dan otot halus. Bronkus bercabang ke arah kiri dan kanan dan menuju paru-paru, yang disebut bifurkasi. Bronkus selanjutnya mengalami percabangan lagi yang disebut bronkiolus. • Alveolus Bronkiolus bercabang lagi membentuk saluran yang lebih halus kemudian berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus.Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan mengandung kapiler darah.

Alveolus merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 secara difusi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pernapasan dan Alat-Alat Pernapasan Kelarutan Gas dalam Darah Salah satu fungsi dari darah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengankut CO2 dari jaringan ke paru-paru untuk dikeluarkan. Oksigen bereaksi secara kimia dengan hemoglobin darah, karena itu kelarutan oksigen dalam darah lebih besar dari kelarutan oksigen dalam air.

Bila butir-butir darah merah dihilangkan, berarti hemoglobin juga hilang, cairan darah sisa tersebut dinamakan plasma darah. Plasma darah mengandung bermacam-macam elektrolit yang tak bereaksi dengan oksigen yang akan merendahkan kelarutan oksigen. Jadi kelarutan oksigen dalam plasma darah lebih rendah daripada dalam air.

Dalam plasma darah, ada zat yang bereaksi dengan CO2 sehingga kelarutan CO2 dalam plasma lebih besar daripada kelarutan dalam air Prinsip Kesetimbangan Dinamik pada Pertukaran Gas Secara umum, difusi adalah peristiwa pertukaran atau perpindahan molekul dari suatu daerah yang kosentrasi molekulnya tinggi ke daerah yang kosentrasi molekulnya rendah.

4 Peristiwa difusi merupakan peristiwa pasif yang tidak memerlukan energi ekstra. Peristiwa difusi yang terjadi di dalam paru adalah perpindahan molekul oksigen dari rongga alveoli melintasi membran kapiler alveolar, kemudian melintasi plasma darah, selanjutnya menembus dinding sel darah merah dan akhirnya masuk ke interior sel darah merah sampai berikatan dengan hemoglobin.

Membran kapiler alveolar sangat tipis yaitu 0,1 mikrometer atau sepertujuh puluh dari tebal butir darah merah sehingga molekul udara tidak mengalami kesulitan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara menenbusnya. Peristiwa difusi selain oksigen adalah perpindahan molekul karbondioksida dari darah ke udara alveol.

Oksigen dan karbondioksida menembus dinding alveolus dan kapiler pembuluh darah dengan cara difusi.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Berarti molekul kedua gas bergerak tanpa menggunakan tenaga aktif. Urutan proses difusi meliputi: • Difusi pada fase gas Udara atmosfer masuk ke dalam paru dengan aliran yang cepat, ketika dekat alveoli kecepatannta berkurang sampai terhenti. Udara atau gas yang baru masuk dnegan cepat berdifusi atau bercampur dengan gas yang telah ada di dalam alveoli.

Kecepatan gas berdifusi di sini berbanding terbalik dengan berat molekulnya. Gas oksigen mempunyai molekul gas oksigen lebih cepat dibandingkan dengan gerak molekul gas karbondioksida sehingga kecepatan difusi oksigen juga lebih cepat. Percampuran antara gas yang baru saja masuk ke dalam paru dengan yang lebih dahulu masuk akan komplit dalam hitungan perpuluhan detik.

Hal semacam ini terjadi pada alveoli yang normal, sedangkan pada alveoli yang tidan normal seperti pada emfisema, percampuran gas yang baru masuk dengan gas yang telah berada di alveoli lebih lambat.5 • Difusi menembus membran pembatas Proses difusi yang melewati membran pembatas alveoli dengan kapiler pembuluh darah meliputi proses difusi fase gas dan proses difusi fase cairan. Dalam hal ini, pembatas-pembatasnya adalah dinding alveoli, dinding kapiler pembuluh darah (endotel), lapisan plasma pada kapiler, dna dinding butir darah merah (eritrosit).

Kecepatan difusi melewati face cairan tergantung kepada kelarutan gas ke dalam cairan. Kelarutan karbondioksida lebih besar dibandingkan dengan kelarutan oksigen sehingga kecepatan difusi karbondioksida di dalam fase cairan 20 kali lipat kecepatan difusi oksigen. Semakin tebal membrana pembatas halangan bagi proses difusi semakin besar. Pada keadaan tertentu, gradien kosentrasi oksigen dan karbonbioksida antara darah dan alveolus mungkin meningkat atau menurun.

Gradien kosentrasi memengaruhi kecepatan difusi gas. Sebagai contoh, selama olahraga kosentrasi di dalam darah yang masuk ke kapiler paru mungkin kurang dari 40 mmHg karena otot-otot yang bekerja meningkatkan konsumsi oksigen.

Kosentrasi karbondioksida akan lebih besar dalam darah yang mengalir ke paru dari jaringan yang aktif karena produksi metabolisme meningkat. Dalam keadaan ini, kecepatan difusi kedua gas tersebut akan meningkat sehingga lebih banyak oksigen yang berdifusi ke dalam darah dan lebih banyak karbondioksida berdifusi keluar dari darah.

Kecepatan difusi di tentukan oleh beberapa faktor, yaitu:6 • Ketebalan Membran Semakin tebal membran alveolus, maka proses difusi semakin sulit. Tebalnya membran alveolus misalnya oleh karena edema paru. Akibatnya gas-gas pernapasan haris berdifusi tidak hanya melalui membran alveolus melainkan cairan tersebut.6 • Luas Permukaan Membran Alveolus Penurunan luas permukaan paru-paru akan mengakibatkan kemampuan par-paru untuk berdifusi pun menurun. Hal tersebut berarti semakin luas permukaan membran alveolus maka akan semakin banyak gas-gas pernapsan yang berdifusi dan begitu pun sebaliknya.

Penurunan luas permukaan paru akan mengganggu pertukaran gas pernapasa.6 • Perbedaan Tekanan antara Kedua Sisi Membran Perbedaan tekanan antara kedua sisi membran merupakan perbedaan antara tekanan parsial gas dalam alveolus lebih besar daripada tekanan gas dalam darah, maka terjadi difusi dari alveolus ke dalam darah dan begitu sebaliknya.

Tekanan gas yang tinggi dalam alveolus adalah tekanan oksigen sedangkan tekanan yang tinggi pada kapiler darah adalah tekanan karbondioksida. Hal tersebut akan mengakibatkan oksigen berdifusi ke kapiler darah dan karbondioksida berdifusi ke alveolus.6 • Suhu Penurunan suhu akan menurunkan kecepatan difusi oksigen dan karbondioksida.

Peningkatan suhu akan meningkatkan kecepatan difusi kedua gas. Hal ini mungkin berperan dalam memenuhi kebutuhan metabolik yang meningkat selama demam. Peningkatan suhu dna peningkatan jumlah zat-zat yang diproduksi sel darah merah selama proses glikolisis, 2,3-diphosphoglycerate (DPG). Afinitas oksigen menurun dapat diartikan bahwa hemoglobin melepas oksigen ke jaringan lebih cepat. Peningkatan ion hidrogen, suhu, dna DPG terjadi selama periode peningkatan metabolisme, oleh sebab itu penurunan afinitas hemoglobin melepaskan lebih banyak oksigen ke sel dan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme yang meningkat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap Pertukaran Gas di Paru-paru O2 larut secara fisik dalam plasmanamun sebagian besar berdifusi dalam sel darah merah bereaksi dengan deoksiHb membentuk oksiHb sambil melepaskan H+ .Pada saat Hb jenuh dengan O2, afinitas terhadap CO2 ↓ sehingga CO2 yang terikat pada Hb akan terdisosiasi dan berdifusi keluar dari sel darah merah melalui plasma menuju alveoli.

Ion H+ yang dilepaskan Hemoglobin berikatan dengan ion HCO3- yang berdifusi ke dalam sel darah merah dari plasma dan saling bertukar tempat dengan Cl. Reaksi antara H+ dan HCO3- menghasilkan H2CO3. Asam Karbonat pecah menjadi H2O & CO2 dengan bantuan enzim karbonat anhidrase. CO2 berdifusi keluar dari sel darah merah menuju plasma lalu ke alveoli.

7 Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pernapasan Dada dan Perut Pertukaran Gas di Jaringan CO2 terlarut dalam jumlah kecil dalam plasma namun sebagian besar berdifusi ke dalam sel darah merah bereaksi dg air membentuk H2CO3 atau berikatan dengan Hb membentuk carbamino Hb. Reaksi dikatalisis oleh carbonate anhidrase. Terdisosiasi jd H+ dan HCO3- .Selama pergeseran klorida, ion HCO3- berdifusi keluar dari sel darah merah digantikan oleh Cl.Selanjutnya HCO3- bertindak sbg buffer mengontrol pH darah.

Dalam sel darah merah, ion H+ dibuffer oleh Hb. Pada keadaan dimana Hb berikatan dg H+ Hb punya afinitas yang rendah thd O2. Sejumlah kecil O2 diangkut dalam keadaan terlarut secara fisik berdifusi keluar dari plasma masuk ke dalam sel jaringan. Efek Dekompresi Bila orang bernapas dalam lingkungan udara bertekanan tinggi dalam jangka waktu lama, jumlah nitrogen yang larut dalam cairan tubuhnya akan banyak sekali.

Mengapa demikian ? Darah yang mengalir melalui kapiler paru akan jenuh dengan nitrogen yang tekanannya sama dengan tekanan yang terdapat dalam udara campuran pernapasan. Setelah beberapa jam, cukup banyak nitrogen yang diangkut ke jaringan sehingga jaringan jenuh akan nitrogen.

Karena nitrogen tidak di metabolism oleh tubuh, nitrogen akan tetap larut sampai tekanan nitrogen dalam paru turun, pada waktu itulah nitrogen dibuang melalui pernapasan, tetapi pembuangan ini memerlukan waktu beberapa jam dan sekumpulan masalah ini yang disebut “decompression sickness” Mekanisme Bila seorang penyelam telah lama berada di dalam laut sehingga sejumlah besar nitrogen terlarut dalam tubuhnya dan kemudian tiba-tiba naik ke permukaan laut, sejumlah gelembung nitrogen dapat timbul dalam cairan tubuhnya baik intrasel maupun ekstrasel, dan hal ini dapat menimbulkan kerusakan di setiap tempat pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara tubuh, dari derajat ringan hingga berat bergantung pada jumlah dan ukuran gelembung yang terbentuk.

Inilah decompression sickness. Selama pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara itu masih tetap berada di laut, tekanan di luar tubuhnya ( 5000 mm Hg ) akan menekan jaringan tubuh sehingga gas tetap berada dalam keadaan terlarut. Tetapi bila penyelam itu mendadak naik ke permukaan laut, tekanan di luar tubuhnya menjadi hanya 1 atm ( 760 mmHg ), sedangkan tekanan gas dalam cairanb tubuhnya merupakan jumlah dari tekanan uap air, karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen atau total 4065 mm Pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara, yang jelas jauh lebih besar dari tekanan di luar tubuh dan sekitar 97 % nya disebabkan oleh nitrogen terlarut.

Oleh karena itu gas akan keluar dari larutan dan membentuk gelembung-gelembung dalam jaringan, terutama dalam darah yang kemudian menyumbat pembuluh darah.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Gangguan Sistem Pernapasan – Pengertian, Saluran, Dinding, Udara, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi Mekanisme Pertukaran Gas Selama Pernapasan Pada semua makhluk hidup pastinya melakukan pernapasan atau respirasi dengan tujuan untuk dapat membakar makanan dan dapat menghasilkan energi.

Pengertian respirasi merupakan sebuah proses pengambilan oksigen, pengeluaran karbon dioksida dan pelepasan energi.

Reaksi secara sederhana yaitu: C6H12O6 + O2 >>> CO2 + H2O + Energi Proses Respirasi Dalam proses respirasi ini meliputi tiga hal yakni sebagai berikut. • Bernapas ialah mengambil dan mengeluarkan udara. • Pertukaran gas ialah pertukaran gas dari udara ke sel atau dari saluran pernapasan ke sel.

• Reaksi enzimatis ialah penggunaan oksigen dalam sel untuk metabolisme dengan bantuan enzim respirasi. Pernapasan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara manusia dan sebagian besar vertebrata merupakan pernapasan yang tidak langsung. Pernapasan tidak langsung ialah udara yang diperlukan tubuh tidak langsung masuk ke dalam sel yang melalui permukaan tubuh, tetapi terjadi dalam saluran pernapasan (alveolus).

Hal ini berbeda dengan Invertebrata yang terjadi pernapasan langsung, artinya udara yang diperlukan tubuh langsung masuk ke dalam sel. Terjadinya Pernapasan Terjadinya pernapasan tidak langsung pada manusia dan sebagian vertebrata menyebabkan pertukaran gas melalui dua tahap.

• Pertukaran gas dari udara bebas ke dalam sel darah terjadi dalam aleveolus dengan kapiler-kapiler darah, yang dinamakan dengan pernapasan luar (respirasi eksternal). • Pertukaran gas dari darah dalam kapiler dengan sel-sel/jaringan tubuh yang dinamakan dengan pernapasan dalam (respirasi internal). Dalam proses pertukaran gas terjadi secara di fusi. Oksigen masuk ke dalam darah yang menyelubungi alveolus.

Oksigen di dalam darah diikat oleh hemoglobin (Hb) untuk diangkut ke seluruh jaringan tubuh. Sepanjang hidupnya pada manusia memasukan oksigen ke dalam tubuh secara terus menerus. Manusia tidak dapat bertahan lama untuk tidak bernapas, berhentinya oksigen dapat merusak/mematikan sel-sel tubuh.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Organ Pernapasan Manusia – Pengertian, Jenis, Hidung, Tenggorokan, Bronkiolus, Alveolus, Diafragma, Paru-Paru Mekanisme Pertukaran Gas O 2 dan CO 2 Bernafas yaitu emngabil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru.

Kemudian arti yang lebih khusus adalah pertukaran gas yang terjadi didala sel dengan “lingkungannya”. Pada pernapasan langsung, pengambilan udara pernapasan dilakukan secara langsung oleh permukaan tubuh danj pada peranpasan tidak langsung adalah melalui saluran pernapasan. Manusia bernapas secara tidak langsung, artinya udar pernapasan tidak bertdifusi langsung melalui seluruh permukaan kulit.

Selaput tipis tempat berlangsungya difusi gas tersebut terlindung di bagian dalam tubuh, berupa gelembung paru-paru. Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar (eksternal) dan pernapasan dalam (internal).

• Pernapasan Luar (Eksternal) Pernapasan luar adalah pertukaran gas di dalam paru-paru. Sehingga berlangsung difusi gas dari luar masuk kedalam aliran darah. Dengan kata lain, pernapasan luar adalah pertukaran gas (O 2 dan CO 2) anatar udara dan darah. Pada Pernapasan luar, darah kana keluar masuk ke dalam kapiler paru-paru yang mengangkut sebagian besar karbon dioksida sebagai ion bikarbonat () dengan persamaan reaksi seperti berikut ini. Ketika karbon dioksida yang tinggal sedikit keluar dari dalam darah, maka terjadi reaksi seperti di bawah ini.

Enzim karbonat anhidrase yang terdapat dalam sel-sel darah merah dapat mempercepat reaksi. Ketika reaksi berlangsung hemoglobin melepaskan ion-ion hydrogen yang telah diangkut; H Hb menjadi Hb. Hb merupakan singkatan dari haemoglobin, yaitu jenis protein dalam sel darah merah.

Selanjutnya hemoglobin siap untuk mengikat oksigen dan menjadi oksihemoglobin. Untuk memudahakn penulisan Hb yang pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara oksigen disingkat HbO 2. Selama pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu CO 2 meninggalakan darah dan O 2 masuk ke dalam secara difusi.

Terjadinya difusi O 2 dan CO 2 ini karena adanya perbedaan tekan parsial. Tekanan udara luar sebeasr 1 atm (760 mmHg), sedangkan tekanan parsial O 2 di paru-paru 760m mmHg. Tekanan parsial pada kapiler darah arteri 100 mmHg, dan di vena 40mmHg. Hal ini emnyebabkan O 2 berdifusi dari udara ke dalam darah.

Sementara itu, tekanan parsial CO 2 dalam vean 47 mmHg, teakan parsial CO 2 dalam arteri 41 mmHg dan tekan parsial dalam alveolus 40mmHg. Oleh karena itu CO 2 berdifusi dari darah ke alveolus. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Pernapasan Vertebrata dan Invertebrata • Pernapasan Dalam (Internal) Pada pernapasan dalam (pertukaran gas didalam jaringan tubuh) darah masuk kedalam jaringan tubuh, oksigen meninggalakan hemoglobin dan berdifusi masuk kedalam cairan jaringan tubuh.

Reaksinya sebagai berikut. Difusi oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi, karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di dalam darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secar terus menerus menggunakannya dalam respirasi selular.

Perlu diketahui bahwa tekanan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara O 2 pada kapiler darah 100 mmHg dan tekan parsial O 2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Sebaliknya tekanan karbon dioksida adalah tinggi, karena karbon dioksida secara terus-menerus dihasilkan oleh sel-sel tubuh. Tekanan parsial CO 2 dalam jaringan 60 mmHg dan dalam kapiler darah 41 mmHg. Peristiwa inilah yang menyebabkan O 2 dapat dapat berdifusi ke dalam jaringan dan CO 2 berdifusi ke luar jaringan.

Dalam keadaan biasa tubuh kita menghasilkan 200 mL karbon dioksida per hari. Pengangkutan CO 2 di dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut. • Sekitar 60-70 % CO2 diangkaut ke dalam bentuk ion bikarbonat ( ) oleh plasma darah, setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadi ion hydrogen (H+) dan ion bikarbonat ( ). Ion H+ bersifat racun, oleh sebab itu ion ini segera diikat Hb, sedangkan ion meninggalkan eritrosit masuk ke plasma darah. Kedudukan ion dalam eritrosit diganti oelh ion klorit.Perasamaan reaksinya sebagai berikut • Lebih kurang 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk karbosihemoglobin.

Secara sederhana, reaksi CO2 dengan Hb ditulis sebagai berikut.Karbosihemoglobin disebut pula karbominohemoglobin karena bagian dari hemoglobin yang mengikat CO2 adalah gugus asam amino.Reaksinya sebagai berikut.

• Sekitar 6-10% CO2 diangkaut plasma darah dalam senyawa asam karbonat (H2CO3). Daftar Pustaka • Campbell NA, Reece JB, Mitchel LG. Biologi: Jakarta; 2004 • Gunardi S. Anatomi sistem pernapasan. Edisi ke-2.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2009. • M. Ismail, Amirullah, Fitriana. Kimia dalam keperawatan. Sulawesi Selatan : Pustaka As Salam; 2010.h.59. • James J, Baker C, Swain H. Prinsip-prinsip sains untuk keperawatan: Erlangga; 2008.h.151 • Djojodibroto D. Respirologi (respiratory medicine). Edisi 1. Jakarta 2007. h.25-7 • Cowin E.J.

Buku saku patofisiologi. Edisi 3. Jakarta 2009. h.525-8 • Somantri I. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. Jakarta: Salemba Medika; 2007.h.14-5 • Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Edisi ke-6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.h.539.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, SMA, SMK Ditag apa yang dimaksud dengan hipoventilasi, apabila suhu meningkat respirasi akan, apakah alveolus itu, apakah diafragma itu, bagaimana pertukaran o2 dan co2 dari udara ke kapiler darah, cabang paru-paru manusia disebut, compliance paru thorax adalah, difusi adalah, ekspirasi atau ekshalasi sama dengan, fisiologi paru pdf, fisiologi pernafasan pdf, fungsi dari pernapasan kecuali, fungsi kantong udara pada burung adalah, fungsi pertukaran gas, gangguan pertukaran gas, gangguan pertukaran gas adalah, gangguan sistem pernapasan, inspirasi pernapasan dada menyebabkan, jelaskan proses pertukaran gas di alveolus, jelaskan proses pertukaran gas o2 dan co2 yang terjadi di alveolus pada saat proses pernapasan, kapasitas difusi selama latihan, kapasitas maksimal paru paru, makalah pertukaran gas, mekanisme pertukaran gas di alveolus, mekanisme pertukaran gas di dalam tubuh, mekanisme pertukaran gas di paru-paru, mekanisme pertukaran gas o2 dan co2, mekanisme pertukaran gas pada tumbuhan, mekanisme pertukaran gas pdf, mekanisme pertukaran o2 dan co2 di jaringan, mekanisme pertukaran o2 dan co2 pdf, mengapa manusia membutuhkan oksigen, oksigen dari udara masuk ke, oksigenasi adalah, paru-paru manusia pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara di, pengendalian respirasi, pengertian o2 dan co2, pengertian sistem pernapasan pada manusia, pertukaran gas oksigen dan karbondioksida pada pernapasan manusia terjadi di dalam, pertukaran gas pada alveolus terjadi secara, pertukaran gas pada tumbuhan, pertukaran gas pada tumbuhan terjadi di, pertukaran klorida, prinsip pertukaran gas, proses difusi pada alveolus, proses pernapasan pada manusia secara singkat, regulasi respirasi, sebutkan dua jenis pertukaran gas dalam sistem pernapasan manusia, silia pada trakea berguna untuk, sistem pernapasan pada hewan, sistem pernapasan pada manusia dan fungsinya, sistem pernapasan pada manusia kelas 5 sd, tempat pertukaran gas, tempat pertukaran o2 dan co2 pada tumbuhan, transpor dan pertukaran gas Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Follow @HediSasrawan Sistem pernapasan pada manusia adalah salah satu sistem organ yang sangat penting.

Karena jika manusia tidak bernapas selama beberapa menit, maka dia akan mati. Sama seperti sistem organ yang lain, sistem pernapasan pada manusia juga bisa mengalami gangguan atau kelainan yang mempengaruhi sistem itu sendiri. Nah, apa sajakah penyakit pada sistem pernapasan pada manusia? Langsung saja kita simak yang pertama: 1. Faringitis Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara kerongkongan terasa kering.

Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

2. Asma Asma adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut.

Global Initiative for Asthma, sebuah lembaga nirlaba internasional untu penanggulangan asma, mendefinisikan asma sebagai gangguan pada selaput pipa udara yang menyalurkan udara ke dalam paru-paru. Pada penyakit asma, paru-paru tidak dapat menyerap oksigen secara optimal.

Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Kelainan ini tidak menular dan bersifat genetis atau bawaan seseorang sejak lahir. Kelainan ini juga dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin, udara kotor, alergi, dan stres (tekanan psikologis).

Hampir separuh jumlah penderita mendapat asma karena alergi ataupun sistem pernafasan yang terlalu sensitif terhadap debu, obat, makanan, dan minuman.Pola hidup tidak sehat turut mempengaruhi timbulnya penyakit asma, seperti merokok dan stress. Asma adalah penyakit sistem pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara manusia yang paling banyak di derita di dunia.

Di tahun 2010, penderita asma di seluruh dunia berkisar 300 juta orang. Sementara jumlah penderita asma di Indonesia mencapai 12 juta orang atau kurang lebih 6 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Asma bukanlah penyakit menular, sehingga jika ada salah satu anggota keluarga yang terserang asma, anggota lain tidak perlu panik.

Gejala penyakit Asma antara lain: • Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik. Apabila gejala-gejala tersebut muncul, maka seseorang yang menderita asma akan kesulitan untuk melakukan pernapasan dikarenakan adanya kontraksi pada otot-otot bronkul yang mengakibatkan penyempitan pada saluran pernapasan.

Saat serangan asma terjadi, biasanya penderita kronis diberikan obat semprot yang mengandung epinefrine atau isoproterenol yang dapat dihisap dengan segera saat terjadi serangan asma. Untuk tingkat akut, epinefrin tidak lagi disemprotkan, namun diinjeksikan (disuntik) ke dalam tubuh penderita. Jika tidak ada epinefrine, penderita dapat ditolong sementara dengan memberikan minuman hangat atau menghirup uap air panas. Bisa juga dengan memberikan hembusan angin segar dari kipas angin untuk membantu proses pernapasan penderita.

Penyakit asma mungkin tidak dapat dihilangkan dari sistem pernapasan manusia, namun penyakit ini dapat dikontrol agar gejala dan serangannya tidak mengganggu aktivitas bekerja. Cara mencegah penyakit Asma: • Jangan terlalu banyak melakukan olahraga yang membutuhkan napas panjang bila napas tidak kuat.

Sekitar 50 % penderita asma melakukan terapi pengobatan alternatif, namun pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara cukup bukti yang memastikan bahwa terapi-terapi tersebut efektif mengobati asma. 3. Influenza (Flu) Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak.

Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri. Penyakit ini merupakan penyakit yang paling sering menyerang sistem pernapasan pada manusia di seluruh dunia. Flu diakibatkan oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae. Gejala umum flu adalah badan menggigil, deman, mata berair, hidung tersumbat kepala berat, disertai batuk, dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Influenza merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di masyarakat. Walaupun ringan tetapi penyakit ini dapat berbahaya bagi usia sangat muda dan usia tua dimana terdapat keterbatasan fungsi pernafasan. Penyakit ini terutama terjadi pada musin dingin di negara bermusim dingin dan di musim hujan pada negara-negara tropis.Mahluk hidup tempat berkembang dan menyebarkan influenza ini adalah manusia sendiri.

Diduga bahwa hewan lain seperti burung, babi, dan kuda memegang peranan dalam menciptakan jenis virus influenza dengan jenis yang berbeda akibat adanya mutasi di hewan-hewan tersebut.

Penyebaran virus influenza ini melalui tetesan air liur pada saat batuk dan melalui partikel yang berasal dari sel pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara yang melayang di udara terutama di ruangan tertutup.

Pengobatan terbaik flu adalah istirahat karena flu lebih sering diakibatkan menurunnya daya tahan tubuh karena kelelahan. Minum air yang banyak dan hangat dapat membantu meringankan gejala flu.

Vitamin C dosis tinggi (500 mg) dapat diberikan untuk membantu tubuh meningkatkan kekebalan tubuh. Penyebab influenza adalah virus yang menginfeksi jaringan saluran nafas bagian atas. Terdapat 3 jenis virus yang di kenal yaitu A,B, dan C.

Virus tipe A akan menyebabkan gejala yang berat, menyebar secara cepat dan dapat menyebabkan infeksi di suatu negara atau wilayah (pandemi). Virus tipe B akan menyebabkan gejala yang lebih ringan dan penyebarannya tidak secepat virus tipe A. Virus tipe C hanya memberikan gejala yang ringan saja. Perbedaan dari virus ini dapat diketahui melalui pemeriksaan dari cairan ludah dengan mempergunakan test secara genetik. Obat analgesik dan asetaminofen bisa diberikan agar flu cepat hilang.

Flu yang biasa menyerang orang dewasa dan anak kecil sekalipun tidak terlalu berbahaya. Hanya saja kini ketakutan akan flu menjadi lebih tinggi, terutama sejak mencuatnya kasus flu burung mulai awal tahun 2000-an, dan ternyata lebih menyebabkan kerusakan parah daripada flu Spanyol yang pernah menjadi epidemi di tahun 1980-an. Transmisi virus melalui udara dan air ludah sangat bergantung dari jumlah virus yang terkandung didalamnya.

Dari hasil penelitian apabila didapatkan 10 virus / air ludah sebanyak 50% orang yang terkena air ludah ini akan menderita influenza. Virus akan melekat pada sel permukaan di rongga hidung dan saluran nafas. Tanda-tanda gejala flu yang tidak biasa ini hampir sama dengan flu biasa, namun dengan intensitas yang lebih tinggi. Pada kasus flu burung, gejala demam bisa sangat tinggi dan tiba-tiba.

Badan bisa menggigil hebat. Gejala-gejala flu yang tidak biasa ini tentu harus ditangani secepatnya oleh medis. Setelah virus berhasil masuk kedalam sel, dalam beberapa jam akan mengalami replikasi dan menuju ke permukaan sel sehingga dapat meninggalkan sel yang sudah rusak untuk masuk ke sel yang baru, baik sel yang berada di sebelahnya atau menempel pada air ludah dan menyebar melalui udara.

Gejala pada penderita Influenza, umumnya pasien mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batukpilek, terkadang disertai sakit pada waktu menelan dan serak.

Gejala ini dapat didahului oleh lemah badan dan rasa dingin.Pada kondisi ini biasanya sudah didapatkan gambaran kemerahan pada tenggorokan. Gejala-gejala diatas dapat terjadi beberapa hari dan hilang dengan sendirinya.

Tubuh memiliki kemampuan untuk menghilangkan virus dan bakteri yang berbahaya melalui sistem pertahanan tubuh degnan sel darah putih, tetapi pertahanan ini akan baik apabila kondisi tubuh baik pula. Setelah masa penghancuran virus dan bakteri berbahaya tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi sehingga akan terasa lemas dan lemah. 4. Emfisema Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara.

Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.

Gejala yang ditimbulkan: • Perlakuan termasuk menggunakan inhaler, pemberian oksigen, obat-obatan dan kadang-kadang operasi untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

5. Bronkitis Bronkitis berupa peradangan pada selaput lendir dari saluran bronkial. Sementara itu, pleuritis adalah peradangan pada pleura, lapisan pelindung yang membungkus paru-paru. Laringitis adalah pembengkakan di laring, sedangkan sinusitis adalah pembengkakan pada sinus atau rongga hidung. Peradangan-peradangan tersebut dapat terjadi karena berbagai hal, di antaranya karena infeksi oleh mikroorganisme. Peradangan juga dapat terjadi karena tubuh merespons terhadap zat atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga terjadi reaksi alergik.

Gejala-gejala peradangan tersebut secara umum adalah batuk-batuk, demam, sulit menelan, dan sakit di dada. Penyakit bronkitis dapat dikenali melalui gejala-gejala berikut ini. • Penglihatan tampak kabur. 6. Asbestosis Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.

Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

Penyakit yang disebabkan oleh Asbestosis diantaranya: • Para pekerja yang berhubungan dengan Asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok 7. Sinusitis Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis.

Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.

Berikut ini beberapa gejala yang dapat dikenali pada seseorang yang menderita penyakit sinusitis. • Kepala terasa sakit seperti ada yang menekan. Penyakit sinusistis dapat dicegah dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuh, menghilangkan kebiasan merokok, dan memperbanyak mengonsumsi buah-buahan. 8. Tuberculosis (TBC) TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bakteri ini dapat menyerang seluruh organ tubuh manusia, namun yang paling sering diserang adalah paru-paru (maka secara umum sering disebut sebagai penyakit paru-paru / TB Paru-paru). Bakteri ini menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.

Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Keadaan ini menyebabkan: • Mengurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru TBC dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut latent tuberculosis.

Apabila penderita latent tuberculosis tidak menerima pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis. Active tuberculosis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama pada bagian paru-paru.

Gejala-gejala penyakit TB Paru adalah: batu berdahak selama tiga minggu atau lebih, dalam dahak pernah didapati bercak darah, demam selama satu bulan lebih terutama pada siang dan sore, menurunnya nafsu makan dan juga berat badan, sering berkeringat saat malam, dan sesak nafas. Menurut WHO, kurang lebih 33 % penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis, dan hampir sepertiga orang yang terinfeksi berada di Asia Tenggara.

Pada tahun 2010, ditemukan 8,8 juta kasus baru tuberkulosis di seluruh dunia. 1,4 juta diantarnya berakhir dengan kematian. Di Indonesia, kurang lebih ada 500.000 kasus baru TB setiap tahunnya. Sepertiganya meninggal dunia. Besarnya jumlah kematian akibat TB membuat Indonesia menduduki peringkat tiga jumlah dan kasus kematian penderita TB yang merupakan penyakti menular ini. TBC dapat di atasi dengan terapi. Terapi TBC yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

• Pengobatan pada active tuberculosis dengan menggunakan pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara selama kurang lebih 6 bulan tidak boleh putus. Penularan TB paling banyak dan paling mudah melalui udara.

Itulah mengapa organ yang pertama kali diserang tuberkulosis adalah sistem pernapasan manusia terutama paru-paru. Tuberkulosis dapat menjadi penyakit kronis yang menyebabkan jaringan luka yang cukup luas di paru-paru. Tuberkulosis dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh, mulai dari sistem saraf, sistem getah bening, hingga tulang dan persendian. Tuberkulosis tulang disebut juga tuberkulosis milier.Orang-orang yang beresiko tinggi terkena tuberkulosis adalah orang-orang pengguna narkotika, para petugas medis dan orang-orang yang bekerja di rumah sakit.

Resiko penularan pada orang yang merokok lebih besar dua kali lipat daripada orang yang tidak merokok. Demikian juga dengan orang yang kecanduan alkohol dan penderita diabetes melitus, resiko penularan tuberkulosis menjadi tiga kali lipat dari orang biasa. Dahak ataupun bersin yang dikeluarkan oleh penderita TB banyak mengandung bakteri Mycobacterium tuberculosis. Anak-anak dengan kekebalan tubuh belum sempurna sangat rentan terhadap penularan TB, terlebih jika mereka berada dalam satu lingkungan penderita TB.

Untuk pencegahan penularan TB pada anak-anak, imunisasi BCG adalah imunisasi yang wajib selain hepatitis B, Polio, DPT, dan campak. Pengobatan yang rutin dan berhasil minimal memakan waktu 6 bulan, namun ketidaksabaran dan ketidakpatuhan penderita dalam pengobatan, membuat penyakit TB kadang sulit diberantas.

Pengobatan yang umum digunakan melawan tuberkulosis adalah menggukan antibiotik jenis isoniazid pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara rifampisin. Orang dengan penyakit tuberkulosis aktif biasannya diberikan dua macam pengobatan antibiotik, hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Tinggkat penularan penyakit sistem pernapasan manusia tuberkulosis sangat tinggi karena rendahnya kualitas lingkungan. Pencegahan terbaik tuberkulosis adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Kualitas udara yang buruk memperparah penderita tuberkulosis.

Penderita tuberkulosis juga harus dijauhkan dari anak-anak. 9. Pneumonia Pneumonia atau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh Diplococcus pneumoniae. Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol.Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.

Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.

Terjadinya penyakit pneumonia yaitu gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas.Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia.

Hal ini diantaranya adalah : • Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah. • Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia.Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.

• Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) ‘endotracheal tube’ sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia. • Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.

• Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.

Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri, antara lain: • Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.

• Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur. Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) di paru-paru. 10. Dipteri Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas.

Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphterial. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia. 11. Renitis Renitis merupakan peradangan pada rongga hidung sehingga hidung menjadi bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus encer).

Renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain. 12. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia bagian atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan. Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza, yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun.

Perubahan suhu yang ekstrim terutama pada masa pancaroba membuat daya tahan tubuh menurun. Namun kadang virus dan bakteri turut berperan menyebabkan ISPA. Lebih dari 200 jenis virus dapat menyebabkan ISPA, namun virus yang paling sering menyerang adalah rinovirus. Selain itu masihada juga coronavirus, parainfluenza virus, adenovirus, dan enterovirus. Sedangkan bakteri yang dapat menyebabkan ISPA berasal dari jenis Stafilokokus, Streptokokus, dan Pneumokokus.ISPA dibagi dalam tiga tingkat, yaitu ringan, sedang, dan berat.

Gejala ISPA ringan berupa batuk, suara serak, hidung berlendir (mengeluarkan ingus), dan demam (atau suhu badan terasa meningkat tidak seperti biasanya). Gejala ISPA sedang berupa demam tinggi hingga 39 derajat celcius, tenggorokan merah, pada kulit terdapat bercak-bercak berwarna merah menyerupai campak, telinga sakit dan mengeluarkan darah, dan pernafasan berbunyi mendecit. Sedangkan pada ISPA berat, gejala-gejalanya berupa bibir dan kulit mulai membiru, kesadaran menurun, gelisah, dan pernafasan berbunyi keras.

Bentuk-bentuk ISPA antara adalah rhinitis (radang pada lubang mukos hidung), rinosinusitis/sinusitis, nasofaringitis dan faringitis (radang pada faring), epiglotitis (radang pada laring atas), laringitis, laringotraceitis pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara pada laring dan trakea), dan trakeaitis (radang pada trakea).

Rhinitis, faringitis, dan laringitis kadang disebut sebagai flu biasa. Semua radang tersebut terjadi di sistem pernapasan manusia bagian atas. Pengobatan ISPA sering menggunakan antibiotik walupun virus penyebab ISPA dapat hilang pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara sendirinya seiring perbaikan kekebalan tubuh penderita.

Pemberian antibiotik adalah untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih parah. Pada kasus ISPA dimana ingus dan dahak sudah berwara hijau, antibiotik disarankan diberikan pada penderita karena dengan demikian sudah ada infeksi karena bakteri. Obat-obatan analgesik juga dapat untuk mengobati keluhan sakit kepala dan badan pegal penderita ISPA.Infeksi berlangsung kurang lebih 14 hari. Setelah itu penderita secara umum akan normal kembali.

Namun penderita dengan kelainan maupun komplikasi akan mendapat ISPA lebih lama. Jika sudah demikian, penderita memang harus memeriksakan diri ulang ke dokter. Bagi orang dewasa ISPA merupakan penyakit ringan dan biasa, namun bagi anak apalagi bayi, penyakit ini merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kematian.

pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara

ISPA mudah menyerang anak-anak karena kekebalan tubuh yang belum sempurna. Sekitar 40 % - 60 % pasien anak ke Puskesmas karena keluhan ISPA.

Serangan ISPA pada bayi kurang dari dua bulan sangat dapat menyebabkan kematian. Pada bayi, sistem pernapasan manusia belum sempurna. Kadang laring harus bekerja keras agar bayi tidak tersedak. 13. Kanker Paru-Paru Penyakit ini merupakan salah satu yang paling berbahaya.

Sel-sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan dapat menyerang seluruh tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Merokok dapat memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru. Gejala-gejala umum penderita kanker paru-paru : • Suara serak/parau 14.

SARS SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan.

Gejalanya berbedabeda pada tiap penderita, misalnya pusing, muntah-muntah, disertai panas tinggi dan batuk. Sementara itu, pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis, yaitu peradangan pada membran lendir (mukosa) rongga hidung.

Banyaknya lendir yang disekresikan, mengakibatkan peradangan. Biasanya, terjadi karena alergi terhadap suatu pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara, seperti debu atau bulu hewan. 15. Rinitis Rinitis adalah radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.

16. Laringitis Laringitis adalah radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.

17. Legionnaries Legionnaries adalah penyakit paru-paru pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara disebabkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia. 18. Tonsilitis Tonsillitis adalah peradangan pada tonsil (amandel) sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.

Adapun gejala-gelaja tonsilitis adalah sebagai berikut. • Timbul nyeri di sekitar otot 19. Asfiksi Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan jaringan toksigen ke jaringan yang disebabkan oleh terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan tubuh. Asfiksi disebababkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).

Gejala penyakit Asfiksi: • Pada fase dispneu / sianosis asfiksia berlangsung kira-kira 4 menit. Fase ini terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dan tingginya kadar karbon dioksida. Tingginya kadar karbon dioksida akan merangsang medulla oblongata sehingga terjadi perubahan pada pernapasan, nadi dan tekanan darah.

Pernapasan terlihat cepat, berat, dan sukar. Nadi teraba cepat. Tekanan darah terukur meningkat. • Fase akhir asfiksia ditandai oleh adanya paralisis pusat pernapasan lengkap. Denyut jantung beberapa saat masih ada lalu napas terhenti kemudian mati. 20. Hipoksia Hipoksia yaitu gangguan pernapasan dimana kondisi sindrom kekurangan oksigen pada pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian.Pada kasus yang fatal dapat menyebabkan kematian pada sel-sel.

Namun pada tingkat yang lebih ringan dapat menimbulkan penekanan aktivitas mental (kadang-kadang memuncak sampai koma), dan menurunkan kapasitas kerja otot. Sumber: 1. Kelainan dan Gangguan Sistem Pernapasan Manusia (budisma.web.id) 2. Macam-Macam penyakit sistem pernafasan manusia (debbyzalina.com) 3. Beberapa Penyakit yang Menyerang Sistem Pernapasan pada Manusia (bimbie.com) 4.

Gangguan, Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Manusia (layartekno.blogspot.com) 5. Macam Penyakit atau Gangguan pada Sistem Pernafasan Manusia (I) (ilmu-duniadanakhirat.blogspot.com) 6. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia (biologilma.blogspot.com) 7. Penyakit Pada Sistem Pernapasan Manusia (anneahira.com) 8. Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia (artikelbagus.com) 9.

Gangguan Sistem Pernapasan pada Manusia (apriyaninita.wordpress.com) • ► 2020 (2) • ► November (1) • ► January (1) • ► 2019 (40) • ► December (2) • ► November (1) • ► October (1) • ► September (5) • ► August (1) • ► July (5) • ► June (3) • ► May (3) • ► April (2) • ► March (4) • ► February (5) • ► January (8) • ► 2018 (48) • ► December (2) • ► November (4) • ► October (3) • ► September (2) • ► August (2) • ► July (10) • ► June (3) • ► May (2) • ► April (3) • ► March (4) • pertukaran gas pada alveoli paru-paru terjadi secara February (3) • ► January (10) • ► 2017 (54) • ► December (5) • ► November (8) • ► October (3) • ► September (13) • ► August (7) • ► July (3) • ► June (1) • ► May (2) • ► April (5) • ► March (2) • ► February (4) • ► January (1) • ► 2016 (81) • ► December (1) • ► November (3) • ► October (6) • ► September (5) • ► August (5) • ► July (5) • ► June (4) • ► May (8) • ► April (8) • ► March (8) • ► February (12) • ► January (16) • ► 2015 (286) • ► December (9) • ► November (18) • ► October (16) • ► September (16) • ► August (29) • ► July (20) • ► June (36) • ► May (33) • ► April (56) • ► March (14) • ► February (10) • ► January (29) • ► 2014 (307) • ► December (39) • ► November (49) • ► October (24) • ► September (8) • ► August (10) • ► July (17) • ► June (27) • ► May (6) • ► April (22) • ► March (21) • ► February (34) • ► January (50) • ▼ 2013 (439) • ► December (31) • ► November (27) • ► October (35) • ► September (23) • ▼ August (17) • Asap Kendaraan Menghasilkan Gas Apa?

• 6 Perkembangan Teori Atom Modern • 5 Permasalahan yang Terjadi di Negara Maju • 10 Permasalahan yang Terjadi di Negara Berkembang • 20 Penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia • Apa Itu Simpul Tawara? • Saraf Simpatik dan Parasimpatik (Artikel Lengkap) • Artikel Tentang Yoga • 6 Saraf pada Korpuskula • Jika Anda Sedang Mencintai Teman Sekelas… • 2 Cara Menghadapi Cowok yang Suka dengan Kita • Kelangkaan SDA dapat Disebabkan Oleh Manusia Karena?

• 6 Ciri Orang yang Suka Kita dari Cara SMS • 8 Organ Pernapasan Pada Manusia • Putaran Roda: Ketika Sedang Berada di Bawah… • 5 Tips Jika Pacar Mulai Bosan • 4 Cara Merebut Hati Cowok yang Sudah Punya Pacar • ► July (56) • ► June (81) • ► May (26) • ► April (41) • ► March (36) • ► February (27) • ► January (39) • ► 2012 (341) • ► December (78) • ► November (32) • ► October (26) • ► September (8) • ► August (16) • ► July (39) • ► June (55) • ► May (45) • ► April (23) • ► March (11) • ► February (8) • ► 2011 (76) • ► December (10) • ► November (5) • ► October (12) • ► September (3) • ► August (3) • ► July (15) • ► June (16) • ► May (11) • ► April (1) • ► 2010 (1) • ► October (1)

ANATOMI PARU




2022 charcuterie-iller.com