Menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai

Sistem ekonomi negara (komando) adalah sistem ekonomi yang segala kegiatan ekonomi yang ada diatur oleh pemerintah. Pemerintah yang bertindak atas nama negara berperan sebagai berikut. • Pemilik faktor produksi, baik itu sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan skill. • Pembuat peraturan. Peraturan yang dibuat bertujuan untuk mengendalikan harga dan kondisi pasar yang ada. Sistem ekonomi terpusat termasuk dalam bentuk sistem ekonomi terencana, dan disebut juga sebagai sistem ekonomi sentral atau komando.

Sistem ekonomi terpusat adalah suatu sistem ekonomi yang kegiatannya berpusat, diatur dan diawasi oleh pemerintah. Dalam sistem ekonomi ini, pemerintah memiliki hak penuh untuk mengorganisir faktor produksi dan alokasi hasil produksi dalam suatu negara.

Sistem ekonomi terpusat berpaham sosialis-komunis yang merupakan wujud pemikiran Karl Marx (1818-1883). Namun terdapat sumber yang mengatakan bahwa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) telah menggunakan sistem ekonomi terpusat sebelum Karl Marx mencetuskannya. Pendapat Karl Marx yang mendasari prinsip sistem ekonomi terpusat ini, mengatakan bahwa jika kepemilikan pribadi dihapus maka tidak akan terdapat kelas-kelas pada masyarakat sehingga akan menguntungkan semua pihak.

Sesuai dengan pemikiran Karl Marx tersebut, sistem ini memiliki tujuan agar kemakmuran masyarakat tercapai secara merata dan tidak terjadi kesenjangan serta penindasan ekonomi oleh pihak-pihak tertentu.

(Baca juga : Hubungan Ekonomi dan Politik) Ciri Ciri Sistem Ekonomi Terpusat Sistem ekonomi terpusat memiliki ciri yang mudah dipahami, yaitu segala kegiatan ekonominya diatur dan diawasi oleh pemerintah yang bertindak sebagai central planning atau perencana pusat. Berikut pemaparan singkat tentang ciri-ciri dari sistem ekonomi terpusat : • Pemerintah bertanggung jawab penuh pada keputusan kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Jenis produksi apa dan berapa yang dihasilkan ditentukan oleh pemerintah. Pun pada proses penyaluran atau distribusi hingga kegiatan konsumsi oleh masyarakat dikelola, diawasi dan dikendalikan oleh pemerintah. • Pemerintah tidak memberikan kebebasan pada perorangan maupun kelompok untuk melakukan kegiatan ekonomi, karena sepenuhnya telah dikuasai oleh pemerintah.

• Hak pribadi tidak diakui karena semuanya diatur oleh pemerintah. • Segala sumber daya ekonomi meliputi faktor modal maupun produksi dimiliki oleh pemerintah.

Masyarakat tidak memiliki hak apa pun atas sumber daya ekonomi. • Semua warga negara atau masyarakat merupakan karyawan bagi negara. Warga negara tidak bisa bebas memilih pekerjaan yang diinginkan. (Baca juga : Pengaruh Ekonomi Terhadap Pendidikan) Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Terpusat Dalam penerapannya, semua jenis sistem ekonomi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Termasuk juga sistem ekonomi terpusat ini yang memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut : • Perekonomian ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah • Pemerintah lebih mudah dan leluasa melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian produk barang dan jasa yang beredar di pasar • Kemakmuran masyarakat atau warga negara lebih terjamin.

• Persentase krisis ekonomi jarang terjadi karena sistem perekonomian direncanakan sepenuhnya oleh pemerintah • Mengurangi atau menghindari terjadinya kesenjangan sosial dan ekonomi • Pengangguran dapat dikendalikan oleh pemerintah • Pemerataan dan pengendalian harga lebih mudah dilakukan • Distribusi pendapatan lebih mudah dilaksanakan • Pasar barang dan jasa dalam negeri berjalan lancar dan aman (Baca juga : Fungsi Ilmu Ekonomi) Adapun kekurangan dari sistem ekonomi terpusat, di antaranya sebagai berikut : • Matinya inisiatif dan kreatifitas individu atau kelompok masyarakat karena karya maupun inovasi pribadi kurang dihargai oleh pemerintah • Individu dan kelompok masyarakat tidak memiliki wewenang apa pun dalam kegiatan ekonomi karena kegiatan dan kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah • Masyarakat tidak bebas memilih dan mengelola sumber daya yang ada karena semua sumber daya dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah • Pihak swasta tidak bisa melakukan kegiatan ekonomi • Pemerintah bersifat paternalisme yaitu sistem kepemimpinan yang berdasar pada hubungan antara yang memimpin dan dipimpin, seperti hubungan antara ayah dan anak (KBBI, red.) • Masyarakat tidak bebas dalam menentukan jenis pekerjaan yang diinginkan, karena masyarakat secara otomatis telah menjadi karyawan bagi negara • Mengalami proses yang lambat dalam perkembangan atau kemajuan perekonomian • Adanya indikasi monopoli oleh pemerintah yang merugikan masyarakat Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Terpusat Karena segala kegiatan diatur dan dikuasai oleh pemerintah, maka kualitas pemerintah sebagai pelaku utama sistem ekonomi terpusat sangatlah berperan penting guna keberhasilan penerapan sistem ekonomi ini.

Negara yang menerapkan sistem ekonomi terpusat adalah negara-negara yang menganut paham sosialis dan komunis. Seperti : Uni Soviet (sekarang Rusia) dan beberapa negara Eropa Timur yang memakai sistem ekonomi terpusat hingga akhir abad 20. Saat ini, hanya Korea Utara, Kuba, Republik Menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai Cina (RRC) dan Vietnam yang masih menggunakan sistem ekonomi terpusat ini.

Namun negara-negara itu pun tidak lagi sepenuhnya mengatur faktor produksi. Misalnya Cina yang mulai longgar dalam peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta untuk menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai dan mengelola faktor modal serta faktor produksinya sendiri.

(Baca juga : Manfaat Ekonomi Internasional) Berikut pemaparan negara yang masih menganut sistem ekonomi terpusat : • Korea Utara Korea Utara menganut sistem ekonomi terpusat dikarenakan pendudukan Uni Soviet (sekarang Rusia) tahun 1945 yang lebih dulu menganut sistem ini.

Namun sejak runtuhnya Uni Soviet yang merupakan penyokong ekonominya, perekonomian Korea Utara tumbang dan belum pulih sepenuhnya. Hingga kondisi tersebut memicu kelaparan pada tahun 1990-an yang menewaskan rakyat hingga 1,5 juta jiwa. Sistem ekonomi negara ini sepenuhnya dimiliki dan direncanakan oleh pemerintah (autarki).

Jadi hampir seluruh sendi kehidupan Korea Utara dilaksanakan oleh perusahaan milik negara semacam BUMN, dengan pekerjanya dari rakyat sendiri sebagai pegawai negeri. Sehingga rakyat menjadi sangat bergantung pada pemerintah terkait masalah makanan, minuman, rumah, pendidikan dan kesehatan.

Imbasnya, rakyat Korea Utara terlalu bergantung pada pemerintah. Namun timbal balik berupa gaji yang diberikan pemerintah pada pegawai negeri sangat rendah. Sebuah penelitian oleh Institut Unifikasi Nasional Korea milik Korea Selatan, kondisi perekonomian Korea Utara ditunjang oleh kaum perempuan.

Mayoritas mereka berprofesi sebagai pedagang pasar informal yang terus berkembang beberapa tahun terakhir. Mereka menghasilkan hampir 70% pendapatan keluarga. Keuangan Korea Utara difokuskan untuk pembiayaan teknologi nuklir dan bom hidrogen. Banyak negara-negara yang melakukan embargo pada Korea Utara, sehingga ia cukup kesulitan untuk melakukan perdagangan luar negeri. Beberapa negara yang tidak melakukan embargo hanyalah Afrika, Cina, negara Timur Tengah, dan Rusia. Cara Korea Utara menghasilkan devisa negaranya melalui sektor-sektor berikut : • Pariwisata • Patung dan seni lukis • Restoran • Tekstil • Pertambangan • Penjualan rudal, roket, dan senjata api • Narkoba metamfetamin (Baca juga : Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Liberal) • Kuba Seperti halnya Korea Utara, Kuba menganut sistem ekonomi terpusat dikarenakan pendudukan oleh tentara sekutu, yaitu Spanyol.

Namun hal itu tidak menjadikannya negara yang makmur. Bahkan Kuba mengalami krisis pangan ekstrim ketika Uni Soviet runtuh. Disebabkan faktor ketergantungan terhadap pasokan Uni Soviet yang meliputi minyak, pangan dan perdagangan. Ditambah lagi embargo dari Amerika Serikat. Akhirnya Kuba melakukan revolusi dengan menerapkan perubahan pada sendi-sendi kehidupannya seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, sumber energi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sejak tahun 1965, Kuba diatur oleh Partai Komunis Kuba. Akhirnya pemerintah mengambil tindakan untuk mengatasi krisis negaranya, yaitu dengan menjadikan lahan pemerintah sebagai lahan bersama dan dikelola masyarakat. Para petani juga turut serta melalui tindakan-tindakan perubahan seperti mengubah kondisi kekurangan pupuk, pestisida dan bahan bakar menjadi peluang beralih ke pertanian organik. Mereka juga membuat suatu komunitas petani yang mengatur produksi pertanian dengan jenis yang berbeda antara petani satu dengan yang lain, sehingga tercipta kondisi saling melengkapi.

Penduduk pun tak kalah melakukan peran, yaitu menerapkan sistem rumah terbuka, sistem yang mengharuskan setiap keluarga memiliki lahan agar dapat menanam bahan makanan yang dibutuhkan.

Sebagai negara yang menganut sistem sosialis, Kuba melakukan perencanaan ekonomi secara terpusat dengan penyerahan atas manajemen produksi pangan dan distribusinya pada tingkat lokal atau masyarakat. Karena hal itu, produksi dan distribusi pangan menjadi terorganisir dengan baik. Panen bahan makanan pun terus meningkat. Sehingga ketersediaan pangan pulih hingga tingkat memadai. Saat ini Kuba memiliki kedaulatan sistem pangan paling kokoh dalam sejarahnya.

(Baca juga : Fungsi Ilmu Ekonomi Regional dalam Perencanaan Pembangunan Wilayah) • Republik Rakyat Cina Berawal dari masa menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai Mao Zedong, Cina menerapkan strategi pembangunan seperti milik Uni Soviet. Dengan partai komunis sebagai partai tunggal negara, Cina menggunakan sistem sosialis sebagai dasar ekonominya.

Pada tahun 1978 Cina mulai melakukan reformasi sektor ekonomi terpusat menjadi lebih kapitalis namun tetap di bawah pengaruh politik partai komunis. Melalui kebijakan yang disebut Sosialisme Pasar, Dong Xiao Ping menetapkan status kaya sebagai hak kaum sosialis, dan kemiskinan bukan bagian dari sosialis. Perubahan pandangan ini menjadi tahap penting atas keberhasilan ekonominya saat ini.

Oleh karena pemikiran Dong Xiao Ping tersebut, tahun 1980 Cina mengembangkan wilayah Shenzhen sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Kunci keberhasilan pembangunan ekonomi Cina terdiri dari 3 hal, yaitu : • visi dan misi pembangunan jangka panjang yang solid dan berkesinambungan melalui program Rencana Pembangunan Lima Tahun • strategi pengembangan pengetahuan dasar • birokrasi yang kuat dan efektif oleh Partai Komunis Cina Dalam perkembangannya, Cina telah memperbolehkan pihak swasta untuk melakukan apa pun guna pemenuhan kebutuhannya serta mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya, asal tidak melanggar kekuasaan pemerintah dan mengganggu kepentingan umum.

Namun demikian, pemerintah masih merupakan penguasa dalam perekonomian Cina. Bentuk-bentuk kekuasaan pemerintah terletak pada sistem perbankan, kebijakan fiskal, sektor perdagangan, dan pengendalian devisa. (Baca juga : Cara Mengatur Keuangan pribadi) • Vietnam Vietnam memiliki partai tunggal negara yang menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai posisi penting dalam kebijakan hubungan luar negeri, yaitu Partai Komunis Vietnam.

Negara ini merupakan negara sosialis yang percaya akan keunggulan sosialisme dan meyakini bahwa sosialis akan menang dalam pertarungan blok barat dan blok timur.

Namun sistem sosialis yang dijalankannya selama ini kurang menguntungkan pada bidang ekonomi. Pertanian sebagai tumpuan utama ekonomi memiliki produktifitas yang rendah, sehingga tidak mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik.

Hal tersebut juga mengakibatkan rentan terhadap krisis. Karena lemahnya ekonomi domestik dengan kekuasaan politik partai komunis yang sangat kuat, menjadi penting bagi Vietnam untuk lebih terbuka dan memperluas hubungan luar negerinya.

Karena hal itu merupakan peluang besar untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan pertahanan. Keterbukaan tersebut diterapkan tanpa mengabaikan kekuatan sistem politik sosialis. Maka pada tahun 1990-an Partai Komunis Vietnam membuat suatu keputusan, yaitu pemerintah memberikan kesempatan kepada pihak swasta dan masyarakat untuk turut serta di bidang ekonomi. Sejak saat itu perekonomian Vietnam lebih terbuka terhadap investor asing dan ia memperoleh bantuan serta hubungan perdagangan dengan negara lain secara maksimal.

Cara pemerintah Vietnam menarik investasi asing sebanyak mungkin ke dalam negeri yaitu dengan menjalin hubungan diplomatik dan kerja sama dengan negara lain. Meski secara politik ideologi masih komunis, namun dari segi ekonomi Vietnam menerapkan prinsip-prinsip liberal untuk memudahkannya melebur dalam sistem perdagangan bebas dunia. Itulah keempat negara yang masih menganut sistem ekonomi terpusat. Penyebab tidak lagi banyak negara yang sepenuhnya menganut sistem ekonomi ini, dikarenakan pada praktiknya tidak sedikit yang gagal menjalankan prinsip sosialis sebagai pandangan hidup negaranya baik secara moral, ekonomi, sosial maupun politik.

Juga kurang cakapnya menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai pemerintah untuk menangani masalah yang muncul di area pusat maupun daerah. Selain itu pemerintah mudah melakukan penyelewengan-penyelewengan dalam kebijakan, peraturan maupun prosedur disebabkan adanya dominasi dan pengaruh yang sangat besar.

(Baca juga : Pengertian Motif Ekonomi) asuransi badan usaha bank bisnis bisnis online cara ampuh cara menabung ciri-ciri contoh contoh kasus dampak dosen ekonomi ekonomi ekonomi makro ekonomi syariah ilmu ekonomi Inflasi investasi jenis karakteristik kartu kredit keuangan keuntungan kredit manfaat modal pajak pasar peluang peluang bisnis peluang usaha pemerintah pengertian penyebab perbankan perekonomian pertumbuhan ekonomi perusahaan saham sistem ekonomi syariah tips tips bisnis uang usaha Recommended • 8 Negara Penghasil Kakao Terbesar di Dunia, Kenali Bersama!

• Daftar Negara Penghasil Anggur Terbesar di Dunia • Indonesia Menempati Peringkat Pertama dari 5 Negara Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia! • Ini Lho Negara Penghasil Sampah Terbanyak di Dunia! • 7 Negara Penghasil Karet Terbesar di Dunia, Indonesia Menjadi Salah Satunya!
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 6.1.

Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro Pengertian Sistem Ekonomi Secara umum, Pengertian sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan.

Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk menraih suatu tujuan.

Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Mekanisme Pasar Dalam Ekonomi Menurut Para Ahli Terdapat pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian sistem ekonomi yaitu sebagai berikut : • Gilarso (1992: 486) : Menurut pendapat Gilarso, pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produse, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

• Gregory Grossman dan M. Manu : Menurut Gregory Grossman dan M. Manu, pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.

• McEachern : Pengertian sistem ekonomi menurut McEachern adalah seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimanadan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom). • Chestesr A Bermand : Menurut Chester A Bermand, pengertian sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.

• Dumatry (1996) : Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan. • Dumairy. Sistem ekonomi iyalah suatu sistem yang dapat mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, yang selanjutnya dikatakannya juga bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi Sistem ekonomi berkaitan dengan falsafah, padangan serta pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.

Sistem ekonomi pada dasarnya iyalah salah satu unsur saja didalam suatu supra sistem kehidupan masyarakat. Sistem ekonomi iyalah bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di dalam suatu negara. • L. James Havery Menurutnya sistem ekonomi iyalah prosedur logis serta rasional untuk dapat merancang suatu rangkaian komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnyadengan maksud untuk berguna sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

• John Mc Manama Menurutnya sistem iyalah sebuah struktur yang konseptual yang telah tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan (relasi) yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk dapat mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif serta efesien.

• C.W. Churchman. Menurutnya sistem iyalah seperangkat bagian-bagian yang dapat dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan. • J.C. Hinggins Menurutnya sistem iyalah seperangkat komponen-komponen yang saling berhubungan.

• Edgar F Huse dan James L. Bowdict Menurutnya sistem iyalah suatu seri atau rangkaian pada bagian-bagian yang saling berhubungan serta bergantung sedemikian rupa sehingga dapat interaksi serta saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan. Sistem Perekonomian Indonesia Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia dan Amerika serikatdua negara ini pun menganut sistem ekonomi yang berbeda.

Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.

Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orede Baru hingga sekarang : Sistem Ekonomi Demokrasi Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi : • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

• Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

• Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. • Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

• Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi : • Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.

• Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

• Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Masa Penjajahan Inggris” Sejarah & ( Pemerintahan – Bidang Ekonomi – Hukum – Sosial – Ilmu Pengetahuan ) Sistem Ekonomi Kerakyatan Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan.

Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.

Ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah : • Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat. • Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup. • Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. • Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja. • Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat. Sistem Ekonomi Indonesia UUD 1945 Berdasarkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 setelah amandemen • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

• Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. • Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

• Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Perdagangan Internasional” Faktor Pendorong Terjadinya & ( Bidang Ekonomi – Politik – Pertahanan ) Jenis-jenis Sistem Ekonomi Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis) Sistem ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis adalah sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran).

Sistem ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan yang seperti dia inginkan.

Sistem menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai liberal banyak dianut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Ciri-ciri : • Menerapkan sistem persaingan bebas • Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi • Peranan pemerintah dibatasi • Peranan modal sangat penting Kelebihan : • Setiap individu bebas memiliki alat produksi sendiri • Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena adanya persaingan • Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat • Kualitas barang lebih terjamin Kekurangan : • Sulit terjadi pemerataan pendapatan.

• Rentan terhadap krisis ekonomi • Menimbulkan monopoli • Adanya eksploitasi Terdapat beberapa ciri-ciri sistem perekonomian pasar, di antaranya iyalah sebagai berikut: • setiap individu-individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi; • perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar; • peranan dalam modal perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga akan dapat menciptakan efisiensi.

• peranan pemerintah dalam perekonomian sangatlah kecil. • hak milik atas alat-alat produksi serta distribusi iyalah hak milik perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh negara. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Pengaruh Perdagangan Internasional” Definisi & ( Bentuk – Fungsi Terhadap Ekonomi ) Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis) Sistem ekonomi etatisme/sosialis merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi diatur negara.

Dalam sistem ini, jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marxdia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak.

Negara yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya. Ciri-ciri : • Hak milik individu tidak diakui. • Seluruh sumber menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai dikuasai negara.

• Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara. • Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah. Kelebihan : • Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga. • Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata. • Pelaksanaan pembangunan lebih cepat. • Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat. Kekurangan : • Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha • Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya. • Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.

Dapat disimpulkan ciri-ciri sistem perekonomian komando adalah sebagai berikut: • semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat; • kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara; • semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau pihak swasta tidak diakui.

Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis.

Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Ciri-ciri : • Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.

• Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum. • Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.

• Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah Kelebihan : • Kestabilan ekonomi terjamin • Pemerintah dapat memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menengah dan kecil • Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu Kekurangan : • Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta • Sulit menentukan batas antara sumber produksi yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan swasta Terdapat beberapa ciri-ciri sistem ekonomi campuran, di antaranya iyalah sebagai berikut.

• hak milik individu atas faktor-faktor produksi yang diakui, tetapi ada batasan dari pemerintah. • kebebasan bagi individu untuk berusahaakan tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. • kepentingan umum yang lebih diutamakan. • campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional iyalah sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat pada zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini terdapatnilai-nilai sosial, kebudayaan, serta kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat. Dalam bidang produksi, biasanya mereka hanya memproduksi untuk diri sendiri saja.

Terdapat beberapa ciri-ciri sistem ekonomi tradisional sebagai berikut: • aturan yang dipakai iyalah aturan tradisi, adat istiadat, serta kebiasaan. • kehidupan masyarakatnya iyalah sangat sederhana. • kehidupan gotong-royong serta kekeluargaan sangat dominan • teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana sekali. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kerajaan Samudera Pasai” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Ekonomi – Sosial – Budaya ) Tujuan Sistem Ekonomi Tujuan sistem ekonomi pada suatu negara umumnya meliputi empat tugas pokok, yaitu: • Menentukan apa?, berapa banyak ?dan bagaimana?

suatu produk-produk serta jasa-jasa yang dibutuhkan akan dihasilkan. • Mengalokasikan produk nasional bruto (PNB) untuk di konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat, penggantian stok modal, investasi. • Mendistribusikan pendapatan nasional (PN), diantara anggota masyarakat iyalah sebagai upah atau gaji, keuntungan perusahaan, bunga serta sewa.

• Memelihara dan meningkatkann hubungan ekonomi dengan luar negeri. Sistem ekonomi dapat berfungsi iyalah sebagai Sarana pendorong untuk melakukan produksi atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu untuk dapat menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang serta jasa terlaksana dengan baik Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli Fungsi Sistem Ekonomi Sistem ekonomi mempunyai banyak kegunaan yang berfungsi sangat vital sekali bagi perekonomian sebuah negara di seluruh dunia.

Fungsi dari sistem ekonomi yaitu sebagai berikut : • Utuk penyedia dorongan dalam berproduksi. • Untuk mengkoordinasi suatu kegiatan individu dalam suatu perekonomian. • Untuk pengatur dalam pembagian hasil suatu produksi di semua anggota masyarakat supaya bisa terlaksana seperti yang diharapkan • Untuk menciptakan mekanisme tertentu supaya distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Ekonomi Ditag #jenis-jenis sistem ekonomi, #pengertian sistem ekonomi campuran, apa keunggulan sistem ekonomi campuran, apakah yang dimaksud sistem ekonomi komando, bagaimana cara membentuk modal, bentuk-bentuk pasar yang dihadapi bisnis, buku sistem perekonomian indonesia, contoh sistem ekonomi, contoh sistem ekonomi indonesia, contoh sistem ekonomi tradisional, ekonomi kapitalis sosialis dan pancasila, elemen elemen sistem ekonomi, jelaskan 3 masalah pokok ekonomi, jelaskan permasalahan ekonomi for whom, jelaskan sistem ekonomi indonesia, kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi, makalah sistem ekonomi, makalah sistem ekonomi dunia, makalah sistem ekonomi indonesia, pengaruh lingkungan terhadap kegiatan bisnis, Pengertian Sistem Ekonomi, pengertian sistem ekonomi bisnis, pengertian sistem ekonomi brainly, pengertian sistem ekonomi dan jenisnya, pengertian sistem ekonomi global, pengertian sistem ekonomi indonesia, pengertian sistem ekonomi menurut para ahli, pengertian sistem ekonomi pancasila, pengertian sistem ekonomi pasar, pengertian sistem ekonomi tradisional, sebutkan tiga ciri sistem ekonomi pancasila, sejarah ringkas perekonomian indonesia, sistem bisnis dan sistem ekonomi, sistem ekonomi campuran, sistem ekonomi di indonesia, sistem ekonomi dunia pdf, sistem ekonomi indonesia pdf, sistem ekonomi komando, sistem ekonomi komunis, sistem ekonomi pancasila, sistem ekonomi pancasila yang benar, sistem ekonomi pasar, sistem ekonomi terpadu atau terpusat sosialis, sistem ekonomi tradisional, tujuan sistem ekonomi, unsur unsur sistem ekonomi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • √ Pramuka : Sejarah Awal Pramuka Di Indonesia Dan Dunia TERLENGKAP • Batang Otak – Pengertian, Fungsi, Letak, Bagian, Pyramid, Formasi Retikulasi • Medula Oblongata – Pengertian, Fungsi, Bagian, Letak, Peranan, Pasokan Darah • Membran Plasma – Pengertian, Struktur, Fungsi, Sifat, Unsur, Sitoskeleton • Penyebab Mutasi Gen – Pengertian, Alam, Buatan, Faktor, Jenis, Mekanisme, Konsekunsi • Persamaan Logaritma • √ Peristiwa Lengkap G30S PKI • Replikasi DNA Semikonservatif – Pengertian, Komponen, Model, Dispersif, Para Ahli • Fungsi Tulang Rawan Beserta Penjelasannya • Penjelasan Jenis Kromosom Berdasarkan Sentromer Lengkap • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Jakarta - Negara Indonesia biasa disebut dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Namun apakah detikers tahu apa pengertian negara? Secara umum, negara bisa dijelaskan sebagai bentuk organisasi dari masyarakat atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan mengatur hubungan dengan menyelenggarakan ketertiban dan menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama. Berikut ini beberapa pengertian negara beserta fungsi dan unsur-unsur dasarnya: Pengertian Negara Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) negara memiliki dua pengertian.

Pertama negara diartikan sebagai organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Baca juga: Wawasan Nusantara: Pengertian, Tujuan, Asas, dan Fungsinya Dikutip dari buku "Bentuk Negara dan Pemerintahan RI" oleh Muh Nur El Brahimi, berikut ini beberapa pengertian negara: 1. Suatu organisasi di antara sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia.

2. Suatu perserikatan yang melaksanakan suatu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memaksa yang berada dalam menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai wilayah masyarakat tertentu dan membedakannya dengan kondisi masyarakat dunia luar untuk ketertiban sosial.

3. Suatu asosiasi yang menyelenggarakan penertiban dalam suatu masyarakat atau wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan suatu pemerintah (yang diberi kekuasaan memaksa).

Fungsi Negara Selain memahami pengertian negara, detikers juga perlu mengetahui fungsi negara sebagai sebuah tugas organisasi di mana negara itu menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai. Adapun fungsi negara, di antaranya: 1.

Melaksanakan penertiban Negara dalam mencapai tujuan bersama dan untuk mencegah bentrokan bentrokan dalam masyarakat harus melaksanakan penertiban. Jadi, dalam hal ini negara bertindak sebagai stabilisator.

2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya Setiap negara selalu berusaha untuk mempertinggi kehidupan rakyatnya dan mengusahakan supaya kemakmuran dapat dinikmati oleh masyarakatnya secara adil dan merata.

3. Pertahanan Pertahanan negara merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu negara. Menjaga kemungkinan serangan dari luar diperlukan pertahanan maka dari itu negara perlu dilengkapi dengan alat-alat pertahanan.

4. Menegakkan keadilan Keadilan bukanlah suatu status melainkan merupakan suatu proses. Keadilan dilaksanakan melalui badan-badan pengadilan. Unsur Dasar Negara Selain pengertian negara dan fungsinya, ada juga beberapa unsur-unsur dasar negara. Di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Rakyat/Jumlah penduduk. Rakyat merupakan unsur pertama dalam membentuk negara, tanpa masyarakat maka mustahil negara bisa terbentuk. Leacock mengatakan bahwa Negara tidak akan berdiri tanpa adanya sekelompok orang yang mendiami bumi ini.

Diperlukan adanya kumpulan orang-orang yang tinggal di negara tersebut dan dipersatukan oleh suatu perasaan. Tanpa adanya orang sebagai rakyat pada suatu negara maka pemerintahan tidak akan berjalan. Rakyat juga berfungsi sebagai sumber daya manusia untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. 2. Wilayah Wilayah merupakan unsur yang kedua. Karena dengan ada wilayah yang didiami oleh manusia, negara akan terbentuk.

Jika wilayah tersebut tidak ditempati secara permanen oleh manusia mustahil untuk membentuk negara. Bangsa Yahudi misalnya, mereka tidak mendiami suatu tempat secara permanen sehingga mereka tidak memiliki tanah yang jelas untuk didiami. Untuk mendirikan suatu negara dengan kedaulatan penuh diperlukan wilayah yang terdiri atas darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan.

Untuk wilayah yang jauh dari laut tidak memerlukan wilayah lautan.

Di wilayah negara itulah rakyat akan menjalani kehidupannya sebagai warga negara dan pemerintah akan melaksanakan fungsinya. 3. Pemerintahan Jika rakyat telah siap dan wilayah yang ditempati memungkinkan untuk bernaung, maka yang tidak kalah pentingnya ialah pembentukan pemerintahan.

Definisi pemerintah secara luas dapat diartikan sebagai sekumpulan orang-orang yang mengelola kewenangan dan kebijakan dalam mengambil keputusan serta melaksanakan kepemimpinan & koordinasi pemerintahan serta pembangunan masyarakat dan wilayahnya yang membentuk sebuah lembaga dimana mereka ditempatkan.

Nah, setelah mengetahui pengertian negara beserta fungsi dan unsur dasarnya, detikers jadi tahu kan?
1. Masalah Pokok Ekonomi Klasik Menurut aliran klasik, masalah pokok ekonomi terdiri dari masalah produksi, distribusi, dan konsumsi. a. Masalah Produksi Seorang produsen harus memikirkan barang-barang yang harus diproduksi sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen.

Kebutuhan konsumen yang beraneka ragam dan berbeda-beda menimbulkan masalah dalam menentukan jenis barang yang harus diproduksi, mengingat sumber daya yang tersedia terbatas jumlahnya sehingga barang dan jasa yang dibutuhkan tidak dapat diproduksi secara keseluruhan.

Masalah-masalah produksi yang harus dipecahkan produsen, misalnya cara produksi yang akan dipakai, dapatkan produsen memproduksi dengan efisien dan hemat, sudahkah produsen memproduksi pada saat yang tepat, serta produksi apayang dibutuhkan bila memasuki bulan puasa. b. Masalah Distribusi Agar barang atau jasa yang diproduksi sampai ke tangan konsumen yan gtepat, dibutuhkan sarana dan prasarana yang baik agar barang atau jasa cepat sampai dengan konsumen sehingga tidak tertimbun di produsen.

Dalam masalah distribusi harus diperhatikan apaakah barang dan jasa yang sudah dihasilkan sudah sampai pada konsumen dengan cara yang tepat.

Jalur distribusi yang terlalu panjang akan membuat harga barang menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, produsen harus memikirkan langkah-langkah yang tepat untuk menyalurkan barang dan jasa yang sudah diproduksinya, diantaranya produsen membutuhkan sarana distribusi yang memadai. Sebagai contoh, untuk menyalurkan produk semen yang jumlahnya ribuan ton, tentu produsen tidak bisa menggunakan becak sebagai alat angkut.

Produsen harus menggunakan truk-truk besar sebagai alat pengangkut. c. Masalah Konsumsi Masalah konsumsi menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai denganpertanyaan apakah barang dan jasa sudah dihasilkan benar-benar dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang memerlukan.

Ada kemungkinan barang dan jasa tidak dapat dikonsumsi karena haarganya terlalu mahal, atau barang dan jasa tersebut tidak sampai ke konsumen/ masyarakat yang membutuhkan. 2. Masalah Pokok Ekonomi Modern Menurut aliran modern, masalah pokok ekonomi terdiri dari apa, bagaimana, dan untuk siapa barang atau jasa diproduksi.

a. Barang dan Jasa Apa yang akan Diproduksi Barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat sangat banyak jenisnya sehingga seorang produsen harus menentukan pilihan-pilihan jenis barang atau jasa apa yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya.

Keputusan-keputusan yang diambil harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pengalokasian sumber daya alam dapat dilakukan dengan tepat. Keputusan-keputusan yang diambil produsen dalam memecahkan masalah what bertujuan memperoleh keuntungan yang maksimal, misalnya dengan modal sebesar Y apakah mendatangkan keuntungan sebesar X, apakah modal sebesar Y digunakan untuk memproduksi jaket atau kaus, produk mana yang lebih disukai konsumen, serta manakah yang harus diproduksi untuk memperoleh keuntungan maksimal.

b. Bagaimana Barang dan Jasa Diproduksi (How) Masalah how menyangkut efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. Masalah how berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan, misalnya bagaimana proses produksi dilakukan, siapakah yang melaksanakan proses produksi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dimaksudkan agar terjadi efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam proses produksi. Dalam pengambilan keputusan tentang bagaimana cara barang diproduksi menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai perlu mempertimbangkan faktor-faktor berikut.

• Pilihan kombinasi, sumber daya yang digunakan yaitu penggunaan sumber daya alam, manusia dan modal. • Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan maksimal dengan biaya minimal. • Penentuan teknologi yang digunakan, kemungkinan yang bisa terjadi adalah dengan intensifikasi tenaga kerja (padat karya) dan intensifikasi modal (padat modal) • Pertimbangan faktor eksternal, seperti harga, infilasi, dan kurs valuta asing.

Sebagai contoh, penggunaan sebidang tanah untuk lahan pertanian padai harus memperhatikan bagaimana proses produksi tersebut dilakukan, apakah lebih banyak menggunakan mesin (padat modal) atau tenaga kerja (padat karya), bagaimana kombinasi penggunaan bibit dan pupuk yang paling optimal, serta bagaimana teknil tanam yang paling baik agar kesuburan tanah tidak berkurang. c. Untuk Siapa Barang atau Jasa Diproduksi (for whom) Setelah pemecahan persoalan how selanjutnya adalah untuk siapa barang atau jasa diproduksi, siapa yang harus menikmatidan apakah barang-barang tersebut akan didistribusikan menurut ukuran pendapatan atau kelompok masyarakat.

Produsen harus menentukan siapa yang akan menikmati barang atau jasa tersebut, apakah golongan ekonomi menengah, atas, atau bawah. Masalah for whom terkait dengan sasaran distribusi barang atau jasa. B. Sistem Ekonomi Sistem ekonomi yaitu keseluruhan tata cara, aturan, dan kebiasaan-kebiasaan yang umum diterima dalam masyarakat yang mengatur dan mengoordinasikan perilaku warga masyarakat 9konsumen, produsen, dan pemerintah) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, perdagangan, dan konsumsi) sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis.

Sistem ekonomi yang digunakan ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut. 1. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional meerupakan sistem ekonomi dasar yang kebanyakan bergerak di bidang pertanian dan yang berhubungan dengan alam.

Cara bereproduksi hanya mengandalkan tenaga kerja manusia dan bergantung dengan alam. Setiap keluarga bertindak sebagai produsen ataupun konsumen sehingga setiap keluarga berusaha mencukupi kebutuhannya sendiri. Daalam sistem ekonomi tradisional, semua barang dan jasa yang diperlukan dipenuhi oleh masyarakat itu sendiri.

Tugas pemerintah sebatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan dan menjaga ketertiban umum. Jadi, kegiatan ekonomi yaitu what, how, dan for whom semuanya diatur oleh masyarakat. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional antara lain sebagai berikut. • Belum ada pembagian kerja • Pemenuhan kebutuhan dilaksanakan dengan sistem barter (tukar-menukar barang) karena uang atau alat tukar lainnya belum dikenal. • Hasil produksi dan sistem distribusinya terbentuk karena kebiasaan (tradisi) yang berlaku di masyarakat.

• Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga.

• Kehidupan masyarakat bersifat kekeluargaan. • Tanah merupakan sumber kehidupan dan sumber kemakmuran (kegiatan ekonomi bertumpu pada sektor agraris). Kelebihan sistem ekonomi tradisional antara lain tidak terjadi persaingan, tidak terjadi konflik-konflik karena semua berjalan susuai dengan kebiasaan, cukup aman karena anggota masyarakat tidak dibebani dengan target-target yang harus dicapai, dan tidak menimbulkan tekanan jiwa bagi masyarakat.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional antara lain masyarakat bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bukan untuk meningkatkan kesejahteraan, kegiatan ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar tidak untuk mencari keuntungan, kecil sekali terjadi perubahan-perubahan yang dapat mengangkat kehidupan masyarakat karena setiap perubahan dianggap tabu, dan tidak memperhitungkan efisiensi penggunaan sember daya secara maksimal.

2. Sistem Ekonomi Terpusat (Sistem Ekonomi Komando) Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif. Segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah dibawah satu komando dari pusat.

Denga demikian masalah apa dan berapa, bagaimana, serta untuk siapa barang produksi semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang. Ciri-ciri ekonomi komando antara lain sebagai berikut.

• Perencanaan ekonomi, kegiatan produksi, dan pengawasan secara terpusat. • Sumber ekonomi (tanah, alat produksi, dan perusahaan) milik pemerintah.

• Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah. • Kebebasan individu dalam perusahaan tidak ada. • Harga dan tingkat bunga ditetapkan oleh pemerintah. Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi komando antara lain sebagai berikut Sistem ekonomi pasar sering disebut sistem ekonomi pasar bebas (liberal) atau sistem ekonomi kapitalis yaitu sistem ekonomi dimana pemerintah memberikan kebebasan kepada perseorangan dan badan-badan swasta untuk menyelenggarakan produksi dan konsumsi menurut pertimbangan sendiri.

Apa dan berapa produksi alat pemuas kebutuhan, bagaimana pendistribusiannya, dan untuk siapa alat pemuas kebutuhan tersebut ditujukan semuanya ditentukan oleh mekanisme pasar, yaitu tingkat harga, permintaan, dan penawaran. Jadi, pada sistem ini kegiatan ekonomi depenuhnya diserahkan kepada masyarakat, pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam bidang ekonomi. Ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas antara lain sebagai berikut. • Semua alat dan sumber produksi bebas dimiliki perseorangan, kelompok masyarakat, atau perusahaan.

• Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi. • Kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh masyarakat atau swasta. • Setiap orang diberi kebebasan dalam hal pemakaian barang dan jasa.

• Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi. • Kegiatan produksi dilakukan dengan tujuan mencari laba. • Ada persaingan antar pengusaha. Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi pasar bebas antara lain sebagai berikut.

Konsentrasi modal oleh kaum kapitalis dapat mengakibatkan terjadinya monopoli. 4. Sistem Ekonomi Campuran Dalam praktiknya tidak ada satu negarapun yang menerapkan suatu sistem ekonomi secara murni. Kebanyakan negara menggunakan kombinasi dari sistem-sistem ekonomi yang disebut sistem campuran. Sitem ekonomi campuran adalah organisasi ekonomi yang ditandai dengan keikutsertaan pemerintah dalam hal penentuan cara mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Peraan pemerintah tersebut untuk mengendalikan pasar yang bertujuan agar perekonomian terarah. Beberapa karakteristik dari sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut. • Gabungan dari beberapa sistem ekonomi.

• Barang modal yang vital dan sumber daya dikuasai oleh pemerintah. • Pemerintah melakukan intervensi menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai cara membuat peraturan, penetapan kebijakan fiskal dan monetr, serta membantu kegiatan sektor swasta.

• Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang. Kelebihan sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut. • Dengan adanya campur tangan pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan teratur dan stabil.

• Oleh karena inisiatif dan kreativitas seseorang diakui, terdorong untuk mencari keuntungan. • Tugas pemerintah tidak terlalu berat karena mendapat bantuan dari swasta. Kekurangan sistem ekonomi campuran adalah sulit untuk menentukan unsur yang benar sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan masyarakat sehingga memerlukan ketelitian dan kejelian. 5. Sistem Ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi pancasila merupakan sistem ekonomi yang dianut bangsa Indonesia. Sitem ekonomi pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai ideologi pancasila yang didalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat dibawah pimpinan serta pengawasan pemerintah.

Sistem ekonomi pancasila memberikan kebebasan berusaha kepada setiap warga masyarakat dalam batas-batas dan dengan syarat-syarat tertentu. Produksi masyarakat sebagian besar merupakan usaha swasta dan disisi lain ada perusahaan negara, baik dalam bidang pertanian, pertambangan, industritransportasi, perbankan, jasa, maupun yang lainnya. Jadi, diusahakan adanya keseimbangan yang wajar antara unsur kebebasan dan unsur pengendalian.

Adapun ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila adalah sebagai berikut. a. Ciri-ciri Positif • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

• Cabang-cabang ekonomi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. • Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya unruk kemakmuran rakyat. • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

• Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. b. Ciri-Ciri Negatif • Sistem free fight liberalism sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan yang menimbulkan ekploitasi atau pemerasan terhadap manusia dan bangsa lain. • Sistem etatisme dimana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara. • Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
Menurut Gregory Grossman (1984), yang dimaksud menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai sistem ekonomi adalah; sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur terdiri atas unit-unit atau agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga (institusi-institusi) ekonomi, yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga sampai tingkat tertentu saling menompang dan mempengaruhi.

“… system is the notion that the various pats and components (economic units and agents, institutions) not only interconnect and interact but do so with certain degree of mutual consistency and coherence… ” (Gergory Grossman, 1984, halaman 15) Dengan demikian, komponen-komponen tersebut memiliki hubungan fungsional yang dapat menjadi alat kordinasi alokasi sumber daya ekonomi.

Perekonomian yang di dalamnya individu-individu dan keluarga-keluarga memiliki kesalingtergantungan disebut sosial ekonomi (social economy).

Dari definisi di atas, ada beberapa aspek penting dalam suatu sistem ekonomi: • komponen-komponen yang terdiri atas unit, pelaku dan institusi • saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur-kontinu • memiliki fungsi kordinasi a. Unit Ekonomi Unit ekonomi adalah individu atau kelompok-kelompok dalam system ekonomi yang bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujan tertentu. Misalnya rumah tangga konsumen, perusahaan, serikat bekerja, dan kantor pemerintah.

b. Agen Ekonomi Agen ekonomi adalah seseorang yang menjalankan fungsi-fungsi ekonomi tertentu. Misalnya konsumen, pekerja, pengusaha, investor, dan perencana. c. Institusi Ekonomi Institusi ekonomi adalah sekumpulan norma-norma, aturan main, dan cara piker yang telah baku. Misalnya, hak milik, perusahaan-perusahaan, rumah tangga konsumen, pemerintah, uang, pajak, motivasi memperoleh keuntungan, perencanaan d. Saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur dan kontinu Untuk terbentuknya sistem ekonomi, unit-unit, pelaku-pelaku dan institusi-institusi harus saling terkait dan mempengaruhi.

Akan tetapi sistem ekonomi baru benar-benar terbentuk jika hubungan dan ketergantungan tersebut bersifat teratur dan kontinu. Dengan demikian, arah pergerakan ekonomi dapat diramalkan. e. Memiliki Fungsi Koordinasi Jika hubungan antar elemen dalam sistem ekonomi dapat diramalkan, sistem ekonomi dapat dipakai sebagai alat koordinasi. Elemen terpenting dari pengertian koordinasi adalah tercapainya keselarasan tindakan antar elemen dalam sistem, melalui proses komunikasi atau pertukaran informasi.

Klasifikasi Sistem-sistem Ekonomi Sistem-sistem ekonomi yang ada didunia ini dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. Pertama, dilihat dari mekanisme koordinasinya. Berdasarkan hal ini, sistem-sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu 1. Sistem Tradisi (Tradition Economy) Mekanisme koordinasi berdasarkan tradisi berlakuk dalam perekonomian yang masih berada dalam tahap sangat sederhana, dimana kegiatan ekonomi sangat terbatas, jumlah penduduk masih sangat sedikit dan saling mengenal.

Karena itu ikatan kekeluargaan juga masih sangat kuat. Tujuan berproduksi tidaklah terlalu dimotivasi oleh semangat mencari keuntungan.

Skala produksi masih sangat kecil, hanya cukup untuk kebutuhan sendiri. Kelebihan produksi ditukar dengan produsi lain. Karena karakter-katakter diatas, sistem koordinasi trades tidak dapat diharapkan untuk membangun perekonomian modern. Dalam sistem ekonomi trades, masalah yang terbesar yang dihadapi adalah rendahnya inovasi dan produktivitas, serta begitu buruknya disrtibusi pendapat.

2. Sistem Komando (Command Economy) Adalah semua kegiatan ekonomi yang penting: produksi, konsumsi, distribusi, ditentukan oleh lembaga kekuasaan. Lembaga yang diberikan hak koordinasi ekonomi disebut perencanaan terpusat (central planning). Sistem ekonomi komando sangat menolak mekanisme pasar. Mengapa sistem komando dalam kenyataannya gagal memberikan kemakmuran?? Jawaban sederhana yang dapat disampaikan adalah: ideology Marxisme dan Komunisme mempunyai asumsi yang salah tentang manusia dan sejarahnya.

Bagi mereka manusia adalah makhluk yang materialistis, sehingga akan merasa bahagia jika kebutuhan materilnya terpenuhi. 3. Sistem Pasar (Market economy) Ekonomi pasar mengandalkan interaksi kekuatan dan permintaan-penawaran sebagai alat alokasi yang efisien. Jika tingkat harga makin tinggi, menunjukkan indikasi bahwa permintaan relative lebih besar dari pada penawaran. Begitu juga sebaliknya. Kelebihan dari sistem pasar adalah kecilnya peran pemerintah, yang berarti juga menahan biaya-biaya birokrasi.

Sayangnya, dunia kita adalah dunia yang tidak tak terbatas, sehingga pasarpun bukan pasar tak terbatas. Akibatnya pasar tidak mampu menjadi alat alokasi yang efisien. 4. Sistem Kapitalis (Capitalist Economy) Adalah system ekonomi yang aset-aset produtif dan atau factor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sector individu/swasta.

Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba. 1. Kapitalisme Awal Adalah kapitalisme pada abad ke-17 sampai awal abad ke-20. Kapitalisme berkembang subur dinegara-negara Anglo Saxon. Nilai-nilai yang paling dominan dalam kapitalisme awal adalah: individualism, kemajuan materiel, dan rasionalitas.

Ajaran ini merupakan penolakan terhadap campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Sebab pasar yang dilandasi semangat kebebasan individu yang rasional dalam memperjuangkan keuntungan pribadi mereka merupakan alat alokasi sumber daya yang efisisen. 2. Kapitalisme Modern Adalah system ekonomi kapitallis yang telah disempurnakan.

Beberapa unsure penyempurnaan yang paling mencolok adalah diterimanya peranan pemerintah terutama sebagai wasit yang mengawasi jalannya bisnis. Selain itu kebebasan individu juga dibatasi melalui pemberlakuan berbagai peraturan. Penyempurnaan kapitalisme juga menyentuh masalah hak kepemilikan. Dalam kapitalisme modern tidak semua aset produktif boleh dimiliki individu. Terutama yang berkaiatan dengan kepentingan masyarakat banyak.

3. Institusi-institusi dalam Ekonomi Kapitalis Lima institusi pokok yang membangun sistem ekonomi kapitalis adalah: • Hak Kepemilikan Hak kepemilikan dalam sistem ekonomi kapitalis adalah hak kepemillikan swasta/individu.

• Keuntungan Dalam masyarakat kapitalis, keuntungan selain memuaskan nafsu untuk menimbun kekayan produktif, juga merupakan bagian dari ekspresi diri. • Konsumerisme Yaitu falsafah hidup didunia yang mengajarkan untuk mencapai kepuasan yang sebesar-besarnya selama hidup didunia ini.

Dalal arti positif, konsumerisme adalah gaya hidup yang sangat menekankan pentingnya kualitas barang dan jasa yang digunakan. Sebab tujuan akhir dari penggunaan barang dan jasa adalah meningkatkan nilai kegunaan kehidupan. • Kompetisi Melalui kompetisi inilah tersaring individu-individu atau perusahaan-perusahaan yang mampu bekerja efisien. Efisien ini akan menguntungkan produsen maupun konsumen, atau baik yang membutuhkan maupun yang menawarkan • Harga Harga merupakan indikator kelangkaan.

Barang dan jasa yang semakin mahal, berarti semakin langka. Bagi produsen, gejala naiknya merupakan sinyal untuk menambah produksi agar keuntungan meningkat.

Bagi konsumen, gejala naiknya harga merupakan sinnyal untuk menahan diri, menyusun ulang rencana penngeluarannya agar kehidupannya dapat berlanjut Kekuatan dan Keterbatasan Perekonomian Kapitalis Umumnya perekonomian kapitalis menggunakan mekanisme pasar sebagai alat koordinasi. Akibatnya, kekuatan dan keterbatasan mekanisme pasar sekaligus juga merupakan kelemahan system kapitalis. Tetapi karena pasar dalam dunia nyata tidak sama seperti pasar yang digambarkan kaum kapitalis, maka pasar tidak sepenuhnya memenuhi harapan mereka.

Menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai kelemahan dalam mekanisme pasar yang palinng mendasar antara lain: a) Persaingan bebas menyebabkan makin memburuknya distribusi pendapatan maupun kekayaan. b) Dalam kenyataan ada saling mengorbankan antara tujuan efisiensi dan keadilan. Masyarakat kapitalis sangat mengagungkan efisiensi, sehingga tidak ada larangan bagi pengusaha untuk meningkatkan efisiensinya c) Prinsip mekanisme pasar jika diterpakan dalam kebijakan politik dapat mendorong kebijakan imperialis, yaitu kebijakan yang bertujuan memperluas wilayah kekuasaan/politik.

Ditinjau dari sudut ekonomi, tujuan perluasan wilayah itu adalah memperbesar skla produksi karena meluasnya pasar, sehingga tercapai efisiensi. Peningkatan efisiensi ini diharapkan meningkatkan kemampuan mencetak keuntungan. Reformasi di Eropa Timur Awal dasawarsa 1990-an ditandai dengan bubarnya Negara Uni Soviet dan semakin terbukanya Negara Eropa-Eropa Timur.

Ini memperkuat anggapan bahwa sosialisme dan komunisme tidak banyak diharapkan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Yang jelas, perestroika dan glasnost di Uni Soviet pada pertengahan 1980-an ternyata menular ke Negara di Eropa Timur. Pola reformasi politik dan ekonomi dan berlangsung relative sama yaitu: 1. Setelah reformasi politik terjadi maka program-program reformasi ekonomi disusun.

Program reformasi ekonomi meliputi: a) Sejumlah kebijakan dalam masa transisi yang menekankan pada stabilisasi ekonomi secara makro maupun mikro. menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai Privarisasi, yang intinya mengganti sistem perencanaan komando dengan sistem ekonomi pasar dengan ciri: desentralisasi pengambilan keputusan, sistem pasar menggganti sistem perencanaan, kepemilikan swasta, mengganti kepemilikan negara, dan adanya insentif upah.

2. Stabilisasi dalam skala mikro meliputi penghapusan mekanisme perencanaan dan desentralisasi pengambilan keputusan hingga tingkat perusahaan, yang disertai dengan disiplin keuangan yang ketat, alokasi input berdasarkankekuatan pasar.

3. Fokus privatisasi dalam jangka pendek adalah perusahaan-perusahaan kecil sedangkan dalam jangka panjang adalah perusahaan-perusahaan besar. Kapitalisme Dilanda Privatisasi Konsep Negara sejahtera tadinya dimaksudkan untuk mengoreksi permasalahan yang tidak dapat dipecahkan oleh mekanisme harga. Seperti penyediaan barang public dan lain-lain.

Paham kesejahteraan melalui campur tangan Negara merupakan bagian integral dari kapitalisme modern. Peter F. Drucker menunjuk sedikitnya tiga sebab utama privatisasi yang melanda dunia. Pertama, gagalnya program-program pemerintah sejak perang dunia dua. Kedua, adanya keterbatasan pajak dan pengeluaran pemerintah untuk mencapai tujuan yang digariskan.

Ketiga, adanya keterbatasan pemerntah untuk meningkatkan pendapatannya. Sistem Sosialis Kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berpondasikan kemakmuran bersama.

Konsekuensinya,penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor ekonomi harus ditekan sedikit mungkin. Sistem sosialis sering disamakan dengan sistem ekonomi Marxis dan atau komunis. Hal ini salah besar, sebab sosialisme adalah ajaran ekonomi yang mementingkan kemakmuran bersama. Sedangkan Marxisme dan komunisme adalah ajaran politik yang dicoba diterapkan dalam masyarakat sosialis. Kendatipun demikian, baik sosialisme, marxisme maupun komunisme memiliki satu persamaan, yakni sangat tidak percaya kepada mekanisme pasar.

Sebagai gantinya, peranan perencanaan ekonomi sangat diandalkan. Sistem Sosialisme: Menuju Free Market Socialism Selama ini, soviet selalu dijadikan contoh utama Negara yang menerapkan sistem sosialme dengan perencanaan terpusat.

Sejak pertengahan dasawarsa 1970-an ekonomi soviet mengalami masalah ekonomi yang serius namun tidak ada keinginan untuk melakukan reformasi ekonomi. Ajakan Gorbachev untuk melakukan reformasi besar-besaran mula-mula ditanggapi dengan sikap skepties oleh rakyat soviet. Menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai tanpa kenal lelah mempopulerkan istilah glasnost (reformasi social), demokratisasi (politik), dan perestroika (reformasi ekonomi).

Ketiga kata kunci ini merupakan bentuk reformasi redikal yang didesain untuk merombak sistem ekonomi dan politik Uni Soviet maupun Eropa Timur. Alasan sederhana dan paling masuk akal mengapa Ghorbachev memperkenalkan perestroika adalah memburuknya kinerja ekonomi Uni Soviet. Sistem ekonomi dengan perencanaan terpusat, tidak mampu mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup rakyat Soviet.

Dalam pelaksanaannya dilapangan perestroika melalui 4 tahapan umum. Pertama, fase antara 1985-1987, gagasan Ghorbachev mengenai reformasi radikal belum banyak dilakukan.

Prinsip umum reformasi adalah desentralisasi pengambilan keputusan, meningkatnya perhatian pada factor manusia, dan percepatan perekonomian dan lewat demokratisasi dan modal asing dari Barat.

Fase kedua, intinya mencoba menjawab kritik atas kurangnya program reformasi yang fundamental. Fase ketiga, ditandai dengan percobaan kudeta pada Agustus 1991. Fase keempat, adalah periode reformasi ekonomi dalam era pasca kudeta Agustus 1991.

1) Sosialisme-Marxisme Menurut Karl-Marx perkembangan masyarakat (sosial) ekonomi dibagi menjadi enam tahap: a. Tahap Komunisme Awal. Suatu kondisi awal yang sangat sederhana.

Masyarakat masih sangat komunal (kekeluargaan), dimana semua aset yang ada adalah milik bersama. b. Tahap Perbudakan Perkembangan awal yang buruk. Sekelompok kecil manusia memperbudak manusia lainnya. c. Tahap Feodal Perkembangan yang lebih buruk lagi.

Segelintir manusia (bangsawan) berkuasa dan bertindak seolah-olah wakil Allah dibumi ini. d. Tahap kapialisme Puncak perkembangan yang paling buruk dalam sejarah ekonomi. e. Tahap sosialisme Pada tahap ini, aset ekonomi telah menjadi milik bersama. Namun peranan pemerintah masih sangat diperlukan sebagai pengatur. f. Tahap komunisme Inilah tahap kematangan system social ekonomi.

Pada dasarnya tahap ini sama dengan tahap sosialisme tetapi pemerintah sudah tidak ada lagi sebab manusia sudah dewasa dan lepas dari penderitaan. Merek bekerja bukan karena kelaparan melainkan lebih dari ekspresi diri 2) Sosialisme-Komunisme Lenin dan Stalin mempercepat proses evolusi social dengan melakukan tindakan konkrit. Tindakan pertama adalah merebut kekuasaaan dari tangan kaum borjuis mereka melakukannya lewat revolusi sosialis 1917 yang berhasil meruntuhkan kekuasaan Negara.

Langkah selanjutnya adalah mempercepat proses terbentuknya masyarakat komunis yang diimpikan. Menurut lenin, percepatan itu hanya mungkin jika: a. Mereka memegang kekuasaan mutlak. Dalam pandangan mereka kekuasaaan itu hanyalah alat untuk mempercepat tercapainya masyarakat komunis.

Kemudian, stallin melengkapi kekuasaan para pemimpin Rusia, dengan mendirikan lembaga polisi rahasia dan agen-agen rahasia yang tugasnya mendeteksi dan menanganii musuh-musuh partai. b. Mereka harus menghancurkan pusat-pusat kekuatan kapitalis, yaitu Eropa Barat dan Amerika Serikat. c. Agar terbentuk militer yang kuat maka industry juga harus kuat. Berdasarkan alas an inilah Rusia mempercepat proses industrialisasinya/ percepatan pembangunan hanya dapat dilakukan hanya bila ekonomi dilakukan dengan system komando yang mengandalkan perencanaan terpusat.

d. Untuk memperbesar basis kekuatan, mereka harus meyebarkan ajaran komunis keseluruh dunia, sekaligus mengubah Negara didunia ini menjadi Negara komunis. Runtuhnya Uni Soviet dan Eropa Timur di Era 1990-an telah mengurangi tekanan perang dingin, sekaligus membuktikan kegagalam sistem komunis.

Sistem Campuran Telah kita ketahui bahwa baik sistem kapitalis maupun sosialis mempunyai kelemahan masing-masing. Kelemahan sistem kapitalis terutama diakibakan oleh kelemahan mekanisme pasar yang menjadi andalanya. Sementara itu, sistem social yang etatis juga tidak mendorong manusia untuk hidup rajin dan produktif. Berdasarkan alasan diatas, banyak negara yang menurut sistem ekonomi negara pada dasarnya negara bertindak sebagai ini tidak terikat fanatik pada salah satu sistem tersebut.

Indonesia sebagai Negara non Kapitalis, kita mengandalkan perencanaan ekonomi dalam upaya pencapaian cita-cita masyarakat adil dan makmur.

Tetapi mekanisme pasar juga digunakan sebagai alat alokasi sumber daya, terutama untuk barang-barang privat. Negara-negara yang mengambil sikap seperti diatas membangun sistem ekonomi campuran.

Pemilihan sistem ini adalah untuk mengombinasikan kekuatan sistem sosialis dan kapitalis, sekaligus mereduksi atau saling menutupi kelemahan-kelemahan kedua sistem tersebut. https://agamns.wordpress.com/

President Obama Speaks to the Muslim World from Cairo, Egypt




2022 charcuterie-iller.com