Tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual

Pengertan Umum KeprotokolanKata protokol berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos yang berarti pertama dan cofta yang berarti melekatkan, Jadi, menurut asal katanya, protokol adalah lembaran pertama yang melekat pada dokumen utama.

Lama kelamaan, dokumen yang berisi Simpulan-simpulan suatu perjanjian internasional juga disebut protokol. Pihak yang bertindak sebagai pengemban tugas keprotokolan dikenal dengan istilah protokoler. Keprotokolan sendiri telah diatur dalam beberapa ketentuan perundangan, antara lain sebagai berikut. • Berdasarkan UU No. 9 Tahun 2010 Tentang Keprotokolan • Pejabat Negara adalah pimpinan dan anggota lembaga negara tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pejabat negara yang secara tegas ditentukan dalam Undang Undang.

• Pejabat Pemerintah adalah pejabat yang menduduki jabatan tertentu dalam pemerintahan, baik pusat maupun daerah. • Tamu Negara adalah pemimpin negara asing yang berkunjung secara kenegaraan, resmi, kerja, atau pnbadi ke negara Indonesia • Berdasarkan Peraturan Pemenntah No. 39 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 9 Tentang Keprotokolan • Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) adalah pasukan yang bertugas melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat kepada Presden dan Wakil Presiden, mantan Pressden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, serta tamu negara setingkat kepala negara/kepala pemenntahan • Konferensi Internasonal adalah pertemuan antara wakilwakil dari iga negara atau lebih untuk membahas topik tertentu yang menjadi kepentingan bersama secara Internasonal • Perjanjian Internasional adalah penanpan dalam bentuk dan nama tertentu, yang diatur dalam hukum internasional yang dibuat secara tertulis serta menambulkan hak dan kewajiban di bidang hukum publik.

• Organisasi Internasonal adalah organgau antarpemenntah yang diakui sebagai subyek hukum internasional dan mempunyai kapasitas untuk membuat perjanjian internasional. • Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Duta Besar LBBP) adalah seseorang yang diangkat dan diberhentikan Oleh kepala negara/kepala pemenntahan negara pengiam untuk jabatan Kepala Perwakilan Diplomatik untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara di negara penenma atau pada organsas internasional.

• Aturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 40 Tahun 2015 tentang Pedoman Keprotokolan di Lingkungan Lembaga Administrasi Negara • Upacara Bendera adalah kegiatan pengibaran atau penurunan bendera merah putih yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari-hari besar nasional, seperti HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. • Very Very Important Persons (WVIP) adalah Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, tamu negara setingkat kepala negara/kepala pemerintahan, serta pimpinan organisasi internasional.

• Very Important Persons (VIP) adalah tamu kehormatan selain Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, tamu negara setingkat kepala negara/kepala pemerintahan, serta pimpinan organisasi internasional.

• Tim Protokol adalah tim yang diberikan tugas oleh pejabat yang membidangi urusan keprotokolan tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual bagian yang membidangi administrasi umum pada PKP2A dan Perguruan Tinggi di Lingkungan LAN untuk mengatur serta melaksanakan tugas pelayanan keprotokolan dalam berbagai kegiatan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Asas Keprotokolan Asas timbal balik b. Jenis asas keprotokolan sesuai kontekstualKegiatan keprotokolan termasuk dalam kegiatan yan9 terencana, terstruktur, teratur, rapi, dan terorganisasi.

Adapun jenis kegiatan keprotokolan terbagi menjadi dua, yaitu kegiatan yang Sifatnya umum atau kenegaraan dan kegiatan yang berkaitan dengan lembaga perguruan tinggi.

Kegiatan-kegiatan tersebut diatur dalam asas-asas berikut. • Asas kenegaraan, yaitu asas yang meliputi norma yang mengatur terciptanya hubungan baik dalam bangsa sendiri ataupun dengan bangsa dan negara lain.

Asas kenegaraan diterapkan dalam kegiatan kunjungan tamu negara di dalam negeri ataupun kunjungan perwakilan RI ke luar negeri. • Asas kebangsaan. Dalam asas kebangsaan, pengaturan dilakukan selaras dengan kedudukannya sebagai lambang kedaulatan untuk meningkatkan jiwa dan semangat kebangsaan.

Asas kebangsaan diterapkan dalam urutan kunjungan pejabat RI dan tamu asing di daerah, serta penghormatan jenazah dengan menggunakan bendera kebangsaan. • Asas pergaulan, yaitu asas yang meliputi seperangkat peraturan mengenai perilaku dalam tata pergaulan resmi.

Asas pergaulan diterapkan dalam kegiatan resmi yang melibatkan pemerintah negara dan wakil-wakilnya, ataupun tamu negara yang berasal dari luar negeri.

• Asas acara, yaitu asas yang mengatur kegiatan yang bersifat resmi, termasuk pemberian penghormatan dan pelayanan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan kedudukannya. Unsur-unsur KeprotokolanAda empat unsur keprotokolan, antara lain sebagai berikut. • Tata cara, yaitu unsur yang menentukan tindakan yang harus dilaksanakan dalam suatu acara tertentu, menurut aturan atau adat kebiasaan yang sudah ada atau sudah ditetapkan sebelumnya.

• Tata krama, yaitu unsur yang memperhatikan pilihan kata, tata cara berkomunikasi, serta perilaku yang disesuaikan dengan jabatan atau tujuan acara. • Aturan adat kebiasaan, yaitu suatu aturan yang menjadi kebiasaan yang telah ditetapkan secara universal oleh setiap negara. • Tata penghormatan, yaitu unsur yang mengatur tentang tata cara kesopanan terhadap orang lain dalam suatu acara keprotokolan. Ruang Lingkup Kegiatan Keprotokolan Tata cara penerimaan dan penyambutan kunjungan tamu negara diatur dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang kesekretariatan negara.

Tata cara penerimaan tamu pemerintah dan tamu lembaga negara asing dilaksanakan secara saksama dan terkoordinasi. Tamu negara harus mendapatkan penghormatan dengan pelayanan keprotokolan dan fasilitas keamanan.

• Kunjungan kenegaraan, yaitu kunjungan yang dilakukan oleh kepala negara (baik raja, presiden, sultan, ratu, paus, maupun yang dipertuakan agama) dalam suatu periode masa jabatan dan baru pertama kali diadakan. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan diri atau mengawali suatu perjanjian kerja sama antara kedua negara dalam suatu bidang tertentu.

• Kunjungan resmi, yaitu kunjungan yang dilakukan oleh kepala pemerintahan (misalnya perdana menteri dan kanselir) untuk pertama kalinya atau kunjungan kepala negara untuk kedua kalinya atau lebih ke negara lain. Kegiatan ini bertujuan menindaklanjuti atau mengembangkan suatu perjanjian kerja sama yang disepakati sebelumnya atau berdasarkan undangan negara yang dikunjungi. • Kunjungan kerja, yaitu kunjungan yang ketiga kali atau lebih oleh kepala negara ataupun kepala pemerintahan ke suatu negara tertentu.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menghadiri pertemuan-pertemuan internasional, misalnya konferensi tingkat tinggi. Penyelenggaraan jamuan kenegaraan Jamuan resmi diperuntukkan bagi kepala pemerintahan dan pimpinan organisasi internasional dalam suatu kunjungan resmi.

Penyelenggaraan upacara bendera dan upacara bukan upacara bendera :Upacara bendera adalah tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual pengibaran bendera merah putih yang dilaksanakan dalam memperingati hari-hari besar nasional, sedangkan upacara bukan upacara bendera adalah kegiatan yang memerlukan pengaturan protokol, seperti penerimaan tamu resmi Kepala LAN, pembukaan seminar, pelantikan pejabat, atau tanda tangan nota kesepahaman dengan instansi atau negara lain.

Perjalanan dinas dalam negeri dan ke luar negeri Penyelenggaraan rapat dinas di dalam dan luar kantor. Fungsi Pokok KeprotokolanKeprotokolan memiliki fungsi pokok, yaitu turut menjaga dan meningkatkan citra institusi, yang pada umumnya memiliki serangkaian aturan atau tata cara yang menjadi rujukan ketika mengadakan acara resmi atau menyambut tamu yang berkunjung ke institusi tersebut.

Fungsi keprotokolan meliputi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut. • Fungsi perencanaan, yaitu fungsi yang mengatur tentang tujuan suatu acara yang akan dilaksanakan. Fungsi perencanaan meliputi pemilihan waktu, tempat, dan situasi yang akan digunakan. • Kungsi pengorganisasian, yaitu fungsi yang mengatur Anggota kepanitiaan yang terlibat dalam suatu acara secara terperinci. • Fungsi penggerakan, yaitu fungsi yang memiliki tugas sebagai pengawas dan pendorong anggota-anggota yang terlibat dalam suatu acara.

• Fungsi pengawasan, yaitu fungsi yang digunakan sebagai suatu alat untuk memberikan pengamanan dan rasa jera bagi karyawan yang tidak memenuhi peraturan. • Fungsi pengoordinasian, yaitu fungsi yang mengatur sikap kekompakan kerja sama pada setiap anggota dalam suatu sistem keprotokolan. • Fungsi pengambilan keputusan, yaitu fungsi yang bertujuan memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan hasil perencanaan suatu kelompok keprotokolan yang digunakan pada suatu acara. Syarat-syarat Petugas Keprotokolan Orang yang mengatur kegiatan protokol adalah pejabat atau petugas bagian protokol yang memiliki pengetahuan dan kompetensi dalam menyelenggarakan kegiatan keprotokolan.

Petugas yang menjalankan kegiatan protokol lazim dikenal dengan sebutan protokoler. Protokoler harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan efektif karena akan selalu terkait dan berhubungan dengan bagian atau komponen lain dalam menunjang keberhasilan dan kesuksesan acara secara keseluruhan.

Protokoler yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Syarat menjadi protokoler terbagi menjadi dua, yakni syarat umum dan syarat teknis. a. Syarat umum Beberapa syarat umum menjadi seorang protokoler, yaitu: • mempunyai pengetahuan tentang kegiatan keprotokolan, • memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dalam hubungan antarmanusia, • bermental kuat dan kepribadian tangguh, • kreatif, terampil, dan cekatan, • mampu menguasai dan mengendalikan situasi, • peka terhadap perubahan dan permasalahan yang timbul, • mampu mengambil keputusan dengan cepat dan cermati • sopan dan memahami etika bersosialisasi, • menghargai orang lain, • percaya diri, • berpenampilan menarik, tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual pandai memilih busana sesuai dengan acara, • mampu berbicara dengan tekanan dan volume suara yang baik, • memiliki pengetahuan tentang tata usaha manajemen, dan • berwawasan luas.

b. Syarat teknis Beberapa syarat teknis menjadi seorang protokoler, yaitu: • harus menekuni bidang tugas masing-masing dan dituntut untuk turut memperhatikan kepentingan bidang lainnya, • dapat mewujudkan aparat pengelola yang efektif dalam iklim yang kompak, tertib, dan berwibawa dalam kondisi yang berasaskan kekeluargaan guna menjamin keberhasilan pelaksanaan tugas, • dapat menguasai segala permasalahan, tetapi tidak berarti harus melaksanakannya sendiri, • memahami arti penting dekorasi, kebersihan, dan keamanan tempat berlangsungnya kegiatan, • memahami prinsip-prinsip manajemen dengan baik, dan • mampu berpakaian yang baik sesuai dengan kaidah ketimuran.

• Memberikan penghormatan kepada pejabat partai, tokoh partai dan atau undangan sesuai dengan kedudukan dalam partai, negara, pemerintahan dan atau masyarakat • Memberikan pedoman penyelenggaraan suatu acara agar berjalan tertib, rapi, lancar, dan tertatur sesuai dengan ketentuan dan kebiasaan yang berlaku, baik secara nasional maupun internasional • Menciptakan hubungan baik dalam tata pergaulan antar partai, negara, dan atau organisasi.

Tujuan Khusus • Menunjukkan visi peradaban dan izzah partaibaik kepada masyarakat Indonesia maupun kepada dunia Internasional. • Lebih meningkatkan penerimaan dan elektabilitas masyarakat terhadap Partai Keadilan Sejahtera dan kader-kadernya. • Lebih tertatanya dan tersinergikannya berbagai unsur kekuatan partai, sehingga program dan kebijakan partai terlaksana dan terawat dengan kefahaman, keikhlasan, totalitas kerja, pengorbanan, komitmen, kemurnian, ketaatan, keharmonisan, kesolidan, kesatuan, keselarasan dan ketsiqohan struktur dan kader kepada keputusan partai.

• ► 2017 (1) • ► May (1) • ▼ 2016 (5) • ► October (1) • ▼ August (3) • Tugas dan Fungsi Protokol • Asas dan Tujuan Protokol • Pengertian Protokol • ► February (1) • ► 2015 (15) • ► September (13) • ► April (2) • ► 2014 (14) • ► November (2) • ► October (3) • ► September (4) • ► July (1) • ► March (4)
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Pos-pos Terbaru • SPSS adalah • Logaritma Adalah • Coelenterata Adalah • Teks Prosedur Kompleks • Bank – Pengertian Menurut Para Ahli, Sejarah, Jenis, Tujuan Dan Fungsinya • Faktor Penyebab Kelangkaan • Pengertian Manajemen Keuangan • Pengertian Gelombang • Manajemen Strategi adalah • Dampak Teknologi Informasi Dalam Bidang Pemerintahan • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com Pengertian keprotokolan, adalah serangkaian kegiatan yang masih berkaitan dengan aturan-aturan yang sudah ditentukan.

Hingga terdapat pengertian sampai dengan tujuan dari keprotokolan. Lalu, bagaimana jelasnya? Beritaku.id, Pendidikan_ – bergerak untuk negara, memberi simpuh hormat kepada mereka sang penguasa. Lalu ditemani sang senja, berbincang ria mengenai berapa luas wilayah teritorial mereka. Dengan sedemikian penghormatan yang terlaksana, dalam balutan nama ‘keprotokolan’. Oleh: Ayu Maesaroh (Penulis Pendidikan) Hal, kembali dengan tagline tulisan yang dirindukan. Yang tidak pernah ada aturan seberapa persen kerinduan seseorang, akan cerita yang ingin terulang.

Memori yang ingin kembali tergambar, karena senyum mereka yang mengembang, dan entah kenapa pada detik yang sama, diri berkata. Ya, aku merindukannya. Begitulah rasanya, hal yang tak ada bahkan tidak berlaku sebuah peraturan dengan segala runtutan yang ada.

Namun, dalam artikel kali ini, kita akan membahas berbagai hal mengenai keprotokolan. Yang biasanya kita sangat paham, bahwasannya hal tersebut sangat penting dalam melancarkan berbagai acara penting, seperti upacara penyambutan presiden negara lain ke wilayah Indonesia, dan sebagainya. Daftar Isi • Pengertian Keprotokolan • 10 pengertian Keprotokolan • Menurut Rakernas Tahun 2004 • Menurut Ahmad Mutohar • Menurut Zulkarnaen Nasution • Menurut UU No 9 Tahun 2010 • Tujuan Keprotokolan • Koordinator dan Mediator • Rasa Memberi Aman • Penentu Keberhasilan Acara • Acara Lebih Khidmat • Asas-asa Keprotokolan • Asas Kebangsaan • Asas Ketertiban • Asas Keseimbangan serta Keselarasan • Asas Bentuk Timbal Balik • Ruang Lingkup Keprotokolan • Materi Keprotokolan • Tata Tempat • Tata Upacara • Tata Penghormatan • Materi Pengkaderan Berupa Keprotokolan • Pelatihan Anggota • Pemberian Materi • Penutup Pengertian Keprotokolan Pengertian dari keprotokolan (Foto: pengadaan.web.id) Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwa keprotokolan merupakan seperangkat kegiatan, yang berlaku untuk beberapa acara resmi seperti acara kenegaraan dan sebagainya, namun masih terikat dalam aturan-aturan tertentu.

Dan juga pelaksanaan kegiatan tersebut harus runtut, sesuai dengan roundown acara yang sudah terencana. Disamping hal itu, ada beberapa pendapat lain mengenai hal ini. Menurut UU No 9 Tahun 2010, mendefinisikan tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual, sebuah kegiatan yang masih berkaitan dengan tata aturan dalam penyelenggaraan berbagai acara resmi, meliputi beberapa komponennya seperti tempat acara.

Lalu tata penghormatan kepada orang tersebut, merujuk kepada pangkat dari jabatan orang tersebut di sebuah negara ataupun masyarakat tertentu. Jadi, jika kita dapat simpulkan, bahwasannya ‘keprotokoleran’ adalah action dari protokol, yang mana mereka adalah bentuk dar aturan-aturan yang ada, dengan balutan nama ‘kegiatan’ berbau resmi.

10 pengertian Keprotokolan Adapun beberapa pengertian lain juga mengenai ‘keprotokoleran’ ini, terutama menurut beberapa ahli yang memang lihai dalam bidang tersebut. Menurut Rakernas Tahun 2004 Dalam pendiskusian pada saat itu, menghasilkan sebuah kesepakatan definisi mengenai ‘keprotokolan’. Mengatakan bahwasannya hal tersebut adalah tata aturan, yang menjadi kebiasaan yang mereka anut atau mereka percayai.

Dalam hal ini adalah pada lingkungan bermasyarakat, bernegara serta berbangsa. Rakernas pada tahun tersebut terselenggara pada tanggal 7 s/d Maret tahun 204.

Menurut Ahmad Mutohar Menurut beliau, pengertian keprotokolan merupakan kegiatan yang berlandaskan tata aturan yang telah tersepakati, lalu menjadi kebiasaan serta keyakinan. Baca juga beritaku: Keprotokolan Atau Keprotokoleran Formal, Benar Yang Mana Hal tersebut berlangsung dalam lingkup bernangsa, bernegara, bermasyarakat, serta lingkup daripada kepemerintahan. Menurut Zulkarnaen Nasution dalam buku beliau yang terbit pada tahun 2006 halaman 157, mendefinisikan ‘keprotokolan’ dari sisi etimologis.

Yang mana kata tersebut berasal dari dua kata Yunani, yakni ‘protos’ serta ‘colla’. ‘Protos’ sendiri artinya perekat, dan ‘colla’ berarti pertama. Jika kita gabungkan, berarti ‘keprotokolan’ adalah perekat yang pertama.

Lebih lanjut secara umum, beliau mengatakan bahwasannya ‘keprotokolan’ adalah serangkaian tata acara atau tata pelaksanaan umum, yang diperuntukkan kepada tamu-tamu tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual. Menurut UU No 9 Tahun 2010 Keprotokolan sendiri merupakan sebuah tata kegiatan atau serangkaian kegiatan yang masih ada keterkaitannya dengan aturan yang ada.

Hal tersebut mencakup beberapa hal seperti tata acara, tata tempat, lalu tata penghormatan kepada tamu resmi tersebut, yang mana merujuk kepada jabatannya dalam bernegara dan bermasyarakat. Maka dapat kita simpulkan bahwasannya keprotokolan adalah rangkaian kegiatan, atau action dari ‘protokol’ yang mengandung berbagai aturan, dan hal tersebut harus dipatuhi tanpa adanya pengecualian. Tujuan Keprotokolan Tujuan dari keprotokolan (Foto: kosngosan.com) Sebuah aturan pasti ada yang namanya action atau hal nyata yang menindak lanjuti hal tersebut.

Begitu juga dengan keprotokolan, yang mana menjadi actionnya, dengan balutan nama ‘kegiatan’. Oleh karena itu ada beberapa tujuan dari ‘keprotokolan’, yang mana hal tersebut menjadi penting. Antara lain: Koordinator dan Mediator Dalam kegiatan pasti dua komponen ini sangat penting dalam kelancaran sebuah acara. Oleh karenanya keprotokolan dapat berlaku untuk keduanya.

Mengingat mereka menjadi satu poin yang penting agar acara dapat berlangsung dengan baik, serta lancar sesuai dengan yang diekspektasikan. Rasa Memberi Aman Selain pengertian keprotokolan mengandung kata-ata melaksanakan yang berarti melancarkan sebuah kegiatan, juga di sisi lain, keprotokolan juga memiliki tujuan lain, yakni memberikan rasa aman. Hal tersebut merujuk kepada sebuah acara yang pasti ada sebuah sistem keamanan di sana, untuk menjaga agar kegiatan yang terselenggara dapat tercapai sesuai dengan rencana.

Penentu Keberhasilan Acara Aturan tanpa adanya kegiatan akan kosong belaka. Namun ketika akan melaksanakan protokol tersebut, tantangan yang nyata adalah keberhasilan yang terus dipertanyakan, apakah dapat terselesaikan dengan baik, atau tidak.

Hal tersebutlah yang ada pada tujuan daripada ‘keprotokolan’, yakni menjadi poin penentu dari keberhasilan acara yang ada, dan terencana. Acara Lebih Khidmat Dalam keprotokalan, terdapat berbagai runtutan acara yang harus dilakukan dengan benar, tanpa adanya kesalahan apapun.

Juga dengan penjagaan dalam acara, agar nantinya mendapatkan suasanan khidmat yang lebih terasa. materi keprotokolan. Asas-asa Keprotokolan Dalam hal apapun hingga kepada aspek kehidupan apapun itu juga, perkara sebuah asas pasti ada, dan sangat penting. Hal tersebut menyangkut dengan sebuah pencerminan daripada suatu hal tersebut, apakah mereka dapat melakukan sesuai dengan tumpuannya dan asas yang ada. Baca juga beritaku: Broadcast, Protokol, MC Resmi Singkat Begitu juga dengan keprotokolan, yang mana sering dipakai untuk beberapa acara resmi, seperti upacara penyambutan tamu dari pejabat negara tetangga, dan sebagainya.

Berikut beberapa asasnya: Asas Kebangsaan Sebuah keprotokolan harus mencerminkan nilai-nilai daripada sebuah negara yang mendapatkan tamu secara resmi. Termasuk dengan Indonesia. Yang mana keprotokolan tersebut harus mencerminkan bagaimana Indonesia, dengan keberagaman serta nilai-nilai leluhur yang baik, yang mana sudah menjadi pegangan warga masyarakat Indonesia sejak dulu. Asas Ketertiban Sebuah keprotokolan harus mencerminkan sebuah keselarasan dalam melaksanakan semua kegiatan yang sudah terencana.

Sehingga dapat mencerminkan pada khalayak umum, bagaimana keprotokolan itu sangat penting, mengingat semuanya dapat tercapai sesuai dengan apa yang telah terencana. Asas Keseimbangan serta Keselarasan Hal ini menyangkut dengan sebuah kepentingan antara dua pihak, yakni kepentingan pribadi, serta kepentingan bertaraf umum, atau luas. Oleh karenanya, keprotokolan harus bisa mementingkan keduanya, dan menyelaraskan keduanya, baik kepentingan individu, ataupun kepentingan bersama, berbangsa, dan bernegara.

Asas Bentuk Timbal Balik Maksudnya adalah, keprotokolan dapat memberikan respon yang sama ketika sebuah negara telah menyambut negara lain di wilayahnya. Maka, negara yang telah mendapatkan penghormatan tersebut, mereka dapat memperlakukan hal yang sama ketika pejabat dari wilayah mereka ke negara tersebut.

Jika kita simpulkan, keprotokolan tersebut hampir seperti etika sebuah diplomasi antar negara, dengan tujuan tertentu. Mengingat terdapat aturan-aturan yang harus terlaksana, tanpa adanya pengecualian. Ruang Lingkup Keprotokolan Contoh upacara resmi dengan keprotokolan yang ada (Foto: protokol.probolinggokab.go.id) Ruang lingkup dari keprotokolan, menurut pengertiannya yang ada dalam UU no 9 tahun 2010, ada tiga ruang lingkup yang menjadi acuannya. Yakni masalah tata tempat, lalu tata penghormatan, serta tata upacara.

Ketiganya tidak dapat terpisah apalagi berjalan secara sendiri-sendiri. Oleh karenanya, biasanya ketiga ruang lingkup tersebut, sering dijadikan sebagai materi dasar, sebelum benar-benar melaksanakan keprotokolan.

Hal ini merujuk kepada kegiatan tersebut yang bersifat resmi, serta diplomatis. Materi Keprotokolan Adapun beberapa materi yang menyangkut tentang keprotokolan. Yang mana biasanya menjadi pedoman dalam melakukan beberapa acara tertentu, terutama resmi. Dalam keprotokal menurut uu no 9 tahun 2010, sekiranya terdapat 3 komponen tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual keprotokolan ini, antara lain: Tata Tempat Dalam pengertiannya, salah satu hal mengenai keprotokolan adalah masalah tempat.

Meliputi tempat penjamuan tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual lainnya. Yang biasanya diperuntukkan untuk beberapa orang penting seperti pejabat dari Negara tetangga, ataupun kepada salah satu orang yang berpengaruh di wilayah tertentu. Tata Upacara Yang selanjutnya adalah tata upacara. Meliputi berbagai roundown acara tersebut, dari awal hingga akhir. Termasuk jika ada upacara penghormatan kepada pejabat tertentu. Biasanya upacara yang demikian adalah upacara-upacara kenegaraan, seperti penyambutan pejabat negara lain, upacara penghormatan ataupun peringatan meninggalnya seorang yang sangat berpengaruh, dan sebagainya.

Tata Penghormatan Tata penghormatan adalah kegiatan yang berfungsi sebagai penghormatan kepada seseorang yang memiliki jabatan di wilayah kepemerintahan ataupun wilayah teritorialnya. Seperti misalnya melakukan tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual penyambutan kepada pejabat dari negara lain dengan tujuan diplomasi, dan sebagainya. Itulah beberapa materi yang menyangkut keprotokolan yang dapat menjadi referensi kalian.

Materi Pengkaderan Berupa Keprotokolan Pengkaderan dalam sebuah organisasi (Foto: anakuntad.com) Tapi, kadang berbagai hal dapat kita terapkan sesuai dengan kebutuhan kita, termasuk dalam hal ini adalah pengkaderan, yang mana membutuhkan sebuah keprotokolan agar mendapatkan anggota yang pas.

Namun hal tersebut juga harus disesuaikan dengan tujuan dari pengkaderan, entah pada suatu organisasi, partai politik, dan sebagainya.

Baca juga beritaku: Cakrawala Berpikir Dalam Berkomunikasi Di Depan Publik Jadi bukan hanya dalam pengertian semata yanng dapat kita pahami dan uraikan, serta menjadi satu kesatuan keprotokolan yang utuh. Namun di dalamnya terdapat tujuan, sehingga dapat memfilter siapa saja yang akan menjadi kader selanjutnya. Maka beberapa materi keprotokolan dalam pengkaderan antara lain: Pelatihan Anggota Materi pertama adalah masalah tentang pelatihan daripada kader yang akan menjadi anggota selanjutnya pada organisasi yang mereka ikuti.

Biasanya pelatihan ini berupa pemahaman tentang organisasi mereka, dengan melakukan kegiatan outdoor, guna mencari tahu tentang skill para anggota, dan akan seperti apa nantinya jika skill tersebut tersalurkan ke organisasi tersebut. Pemberian Materi Selanjutnya adalah pemberian materi, yang biasanya materi tersebut berkaitan dengan visi misi dari organisasi, serta bagaimana tujuan dari organisasi tersebut, hingga kepada pencapaian yang telah mereka raih.

Setelah itu, mereka akan mempersilahkan beberapa dari kader barunya, mengenalkan diri kepada yang lain.

HAl tersebut bertujuan agar skill public speaking mereka akan terasah dengan baik. Penutup Itulah beberapa pembahasan mengenai pengertian keprotokolan. Dengan adanya pembahasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut sangat penting, entah basis resmi kenegaraan, ataupun pada tingkat organisasi.

Membentuk insan yang sesuai dengan tujuan mereka, yang pasti memberikan faedah terbaik bagi masyarakat banyak. Begitu juga dengan beberapa pembahasan penting lainnya. Seperti tujuan daripada keprotokolan, yang sangat penting dalam berlangsungnya sebuah acara, entah acara resmi ataupun tidak.

Sekian, dan semoga menginspirasi Daftar Pustaka • Pengertian Keprotokolan • https://kpm.unpad.ac.id/keprotokolan-protokoler-dan-mahasiswa/ • https://www.administratormuda.com/2020/04/pengertian-protokol-dan-keprotokolan.html • Ruang Lingkup Keprotokolan Akhir Tahun 2020, Beritaku.id Di Bawah PT Kaishar Mandiri Telah Melakukan Pembenahan Manajemen.

Berikut daftar karyawan, kategori penulis tetap dan Editor, hasil rekruitmen akhir tahun 2020: Novianti, Jakarta Riska Putri, Kaltim,  Sri Damara, NAD Tika Yanti, Djogjakarta Ulfiana, Jawa Timur Sofyani, Jawa Timur Veronika, Jakarta  Elsa, Djogjakarta Luluk, Jawa Barat Umu Latifah, Jawa Barat Nur Rahma, Jawa Barat Retno, Jawa Barat Annisa, Jawa Tengah Editor Utama: Tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual Maesaroh, Jawa Tengah Editor: Luthfi Dan May
Admin prokomsetda - 24 September 2019 - 204613 kali Ruang Lingkup Keprotokolan • Pengertian, Sejarah, Asaz dan Tujuan Protokol Dalam pengertian luas protokoler adalah seluruh hal yang mengatur pelaksanaan suatu kegiatan baik dalam kedinasan/kantor maupun masyarakat.

Sejarah Kata Protokol Secara estimologis istilah protokol dalam bahasa Inggris protocol, bahasa Perancis protocole, bahasa Latin protocoll(um) dan bahasa Yunani protocollon. Dalam kamus Bahasa Inggris Oxford, tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual is the code of ceremonial forms or courtesies used in official dealings, as between heads of state or diplomats." Awalnya, istilah protokol berarti halaman pertama yang dilekatkan pada sebuah manuskrip atau naskah.

Sejalan dengan perkembangan jaman, pengertiannya berkembang semakin luas tidak hanya sekedar halaman pertama dari suatu naskah, melainkan keselurahan naskah yang isinya terdiri dari catatan, dokumen persetujuan, perjanjian, dan lain-lain dalam lingkup secara nasional maupun internasional.

Perkembangan selanjutnya, protokol berarti kebiasan-kebiasan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan formalitas, tata urutan dan etiket diplomatik. Aturan-aturan protokoler ini menjadi acuan institusi pemerintahan dan berlaku secara universal. Masalah protokoler ditujukan pada keberhasilan pelaksanaan suatu kegiatan dan pada hal-hal yang mengatur seluruh manusia yang terlibat dalam pelaksanaan suatu kegiatan.

Suatu kegiatan apapun pada dasarnya merupakan pelaksanaan dari hasil kerja tahapan-tahapan sebelumnya. Tahapan-tahapan tersebut diperlukan untuk menunjang suksenya puncak acara. Dalam Rapat Kerja Nasional-Rakernas Protokol tanggal 7-9 Maret 2004 di Jakarta disepakati keprotokolan adalah ”Norma-norma atau aturan-aturan atau kebiasaan yang dianut atau diyakini dalam kehidupan bernegara, berbangsa, pemerintah dan masyarakat.” Keprotokolan di Indonesia diatur dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1987, ialah serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan atau masyarakat.

• Persyaratan Menjadi Protokoler. Persyaratan untuk menjadi protokoler yaitu : • Mempunyai pengetahuan dan pengaiaman luas terutama dalam hubungan antar manusia • Bermental kuat dan kepribadian tangguh • Trampil dan cekatan menguasai situasi • Mampu mengambil keputusan dengan cepat tetapi cermat • Sangat peka terhadap permasalahan yang timbul • Sangat memahami perasaan orang lain • Sederhana dan sopan serta hormat pada setiap orang • Pandai membawa diri dan selalu mawas diri • Rendah hati tetapi tidak rendah diri • Penampilan menarik • Pandai berbusana sesuai dengan suasana • Berbahasa dengan tekanan dan suara yang baik • Memiliki pengetahuan tentang ketatausahaan dan unsure-unsur manajemen • Menguasai istilah-istilah baru dan bahasa asing Adapun yang mengatur kegiatan protokol adalah pejabat protokol yang berkompenten dalam menyelenggarakan keprotokolan dan seseorang yang memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan dengan keprotokolan.

• Jenis-jenis Kegiatan Protokol Jenis-jenis kegiatan keprotokolan dapat meliputi: • Jenis kegiatan Umum/ Kenegaraan Jenis Kegiatan yang bersifat umum dapat pula berlaku di tingkat Universitas/ Perguruan tinggi/ Kedinasan instansi, antara lain berbentuk: 1) Upacara pelantikan dan serah terima jabatan 2) Upacara penandatanganan naskah kerjasama 3) Upacara sumpah pegawai 4) Upacara peresmian/ pembukaan gedung baru 5) Peresmian pembukaan seminar, symposium, siskusi dan sebagainya • Jenis kegiatan yang bersifat Universitas/ Perguruan tinggi 1) Upacara Dies Natalies 2) Upacara wisuda sarjana 3) Upacara pengukuhan guru besar 4) Upacara promosi Doktor/ Doktor Honoris Causa • Aktivitas Protokoler Aktivitasnya terdiri atas 5 hal yaitu • Tata ruang, • Tata tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual, • Tata Tempat, • Tata Busana, • Tata Warkat.

• Tata ruang, Tata ruang adalah pengatur ruang atau tempat yang akan dipergunakan sebagai tempat aktivitas. Ruang harus dipersiapkan sesuai dengan ketentuan, tergantung dari jenis aktivitas.

1) Perangkat keras, adalah berbagai macam perlengkapan yang diperlukan untuk maksud suatu kegiatan berupa meja, kursi/sofa, sound system/ public address, dekorasi, permadani, bendera, taman dan lain sebagainya 2) Perangkat lunak, antara lain personil yang terlibat dalam rangka pelaksanaan suatu kegiatan seperti, penerima tamu, pemandu acara, petugas keamanan, petugas konsumsi dan sebagainya. Yang perlu diperhatikan : 1) Ruang harus sesuai dengan kebutuhan (jumlah kursi dan meja) 2) Papan nama petunjuk yang diperlukan 3) Tata suara yang memadai, disesuaikan dengan tata ruang dan tempat 4) Tata lampu yang mencukupi kebutuhan.

Penjelasan mengenai perangkat keras sudah disebutkan, namun masih perlu diingat mengenai : 1) Jumlah kursi, meja dan perlengkapan sound system, perlengkapan konsumsi 2) Perangkat lunak, terdiri dari personil yang bertugas sebagai pelaksana di lapangan, termasuk pemandu acara/pembawa acara, penerima tamu, konsumsi, keamanan dan sebagainya 3) Khusus Pemandu Acara (MC), dapat dijelaskan sebagai berikut: • a) Sebagai pemandu acara ia akan melaksanakan tugas sebagai MC (1).

Sikap yang tegas dan berdisiplin tinggi (2).

Volume suara yang konstan dan mantap (3). Kemampuan menguasai bahasa secara baik, bahasa Indonesia maupun bahasa asing. (4). Kepekaan terhadap situasi, dalam arti mampu menguasai keadaan dan mampu mengambil keputusan (5). Sifat yang tidak mudah tersinggung (6).

Berkepribadian • b)Pemandu acara adalah kemudi dari seluruh pelaksanaan kegiatanacara, oleh sebab itu harus trampil dengan cepat tanggap membaca • c)Harus dapat menempatkan diri cukup sopan dan simpatik • d)Mengetahui tempat posisi berdiri yang tepat (menguasai arena kegiatan) • e)Pandai mengatur volume suara • f)Tidak dibenarkan pemandu acara mengulas (memberikan komentar)pidato seseorang • g)Mampu menguasai massa • Tata upacara, Tata upacara adalah tata urutan kegiatan, yaitu bagaimana suatu acara harus disusun sesuai dengan jenis aktivitasnya.

Untuk keperluan itu harus diperhatikan: 1) jenis kegiatan; 2) bahasa pengantar yang dipergunakan; 3) materi aktivitas. Dalam tata upacara, supaya direncanakan siapa yang akan terlibat dalam kegiatan upacara, personil penyelenggara dan alat penunjang lain. Pengisi acara, misal dalam memberikan sambutan, diperhatikan jenjang jabatan mereka yang akan memberikan sambutan.

Kesediaan mereka yang menyambut, jauh sebelumnya sudah dihubungi. Untuk kelancaran suatu "upacara" diperlukan seorang "stage manajer" yang bertugas menjadi penghubung antara pembawa acara dan pelaksana upacara. • Tata Tempat ( Preseance) Kata preseance berasal dari bahasa Perancis atau dalam bahasa Inggris precende yang artinya urutan.

Maksudnya disini adalah urutan berdasarkan prioritas, atau siapa yang lebih dulu. Secara keseluruhan, dapat diartikan preseance adalah ketentuan atau norma yang berlaku dalam hal tata duduk para pejabat, yang biasanya didasarkan atas kedudukan ketatanegaraan dari pejabat yang bersangkutan, kedudukan administratif/struktural dan kedudukan sosial. Tata urutan tempat duduk di Indonesia diatur dengan Keputusan Presiden nomor 265 tahun 1968.

Pihak-pihak yang berhak didahulukan dalam preseance: 1) Golongan Very Important Person (VIP), pihak yang didahulukan karena jabarannya atau kedudukannya. 2) Golongan Very Important Citizen (VIC), pihak yang didahulukan karena derajatya, misalnya bangsawan dan sebagainnya. Pedoman Preseance: 1) Aturan dasar Preseance • a)Orang yang dianggap paling utama atau tertinggi, mempunyai urutan paling depan atau mendahului, • b)Jika orang-orang dalam posisi duduk atau berdiri berjajar, yang paling penting adalah mereka yang di sebelag kanan.

2) Aturan umum tata tempat • a)Jika duduknya menghadap meja, yang dianggap tempat pertama adalah menghadap pintu keluar. Yang duduk di dekat pintu dianggap paling terakhir. • b)Dalam pengaturan tempat suatu jajaran (dari sisi ke sisi), yaitu bila orang-orang tersebut berjajar pada garis yang sama, maka tempat sebelah kanan di luar atau tempat yang paling tengah adalah yang pertama tergantung tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual.

3) Aturan tempat duduk Urutan tempat duduk diatur menurut aturan sebagai berikut: • a)Yang didahulukan adalah tempat duduk yang paling tinggi • b)Berikutnya diatur secara berurutan berdasarkan letak tempat sebelah yang utama, sebelah kanan merupakan urutan nomor tiga, sebelah kiri urutan nomor tiga.

4) Atutan urutan memasuki kendaraan Tata urutan memasuki kenderaan, bagi undangan resmi atau kenegaraan memerlukan perhatian dan penanganan khusus bahkan perencanaan yang matang. Tipe kenderaan juga mempengaruhi pengaturan itu. Peranan pengemudi, ia juga harus mengenal pengetahuan protokoler, termasuk penampilannya.

Beberapa cara bagaimana memasuki pesawat udara, kapal laut, kenderaan mobil atau kereta api sebagai berikut: • a)Pesawat udara : Seorang dengan urutan pertama akan masuk pesawat udara yang paling akhir, sedangkan kalau menuruni pesawat, orang yang utama akan turun lebih dahulu.

• b)Kapal laut: orang yang utama, naik terlebih dahulu dan akan turun akan turun lebih dahulu • c)Kenderaan mobil atau kereta: orang yang paling utama baik sewaktu naik maupun sewaktu turun akan mendahului yang lain. Namun demikian apabila letak kendaraan tidak dapat diatur sedemikian rupa karena keadaan, hal tersebutmerupakan suatu perkecualian. • d)Letak kenderaan hendaknya dihadapkan ke kiri, artinya arah kenderaan akan menuju, berada di sebelah kiri kita.

• e)Yang utama duduk di tempat duduk sebelah kanan, sedang berikutnya di sebelah kiri. • f)Bila sampai ke tempat tujuan dan akan turun, hendaknya kenderaan dihadapkan ke sebelah kanan, sehingga memudahkan yang utama dapat turun lebih dahulu. • g)Jika penumpang mobil tiga orang dan duduk di belakang, maka orang yang paling terhormat duduk disebelah kanan, orang ke dua duduk paling kiri, dan orang ketiga duduk di tengah.

• h)Jika mobil dimungkinkan di duduki oleh lebih dari 5 atau 6 orang, karena ada tambahan bak di tengah, maka bak yang paling tengah diduduki oleh orang yang paling rendah kedudukannya, yang lebih tinggi menduduki di sebelah kanan kirinya. • Tata Busana. Tata busana disini ialah pakaian yang harus yang dimaksud ialah pakaian yang harus dikenakan pada suatu aktivitas protokoler, baik oleh para pejabat undangan ataupun pelaksana kegiatan.

Tata busana harus ditentukan atau dicantumkan pada surat undangan yang dikirimkan baik formal maupun informal. Jenis tata busana yang perlu diketahui: 1) Pakaian Sipil Lengkap (PSL) 2) Pakaian Sipil Harian (PSH) 3) Pakaian Oinas Lapangan (PDL) 4) Pakaian Dinas Harian (PDH) 5) Pakaian Dinas Upacara I, II, II, (PDU) untuk kalangan militer. 6) Pakaian Resmi Jabatan (untuk pejabat tertentu) 7) Pakaian Nasional atau pakaian resmi organisasi (Dharma Wanita, Korpri) 8) Toga (Untuk Perguruan Tinggi/lnstitut) Pengaturan mengenai undangan yang akan dikirim untuk suatu kegiatan.

Hal yang perlu diperhatikan ialah: 1) Daftar nama tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual yang akan diundang hendaknya sudah disiapkan sesuai dengan jenis/keperluan kegiatan.

2) Jumlah undangan disesuaikan dengan kapasitas tempat, kepentingan serta tercapainya tujuan kegiatan sendiri.

3) Bentuk undangan sedapat mungkin dibakukan untuk setiap jenis kegiatan, baik mengenai format, isi dan sebagainya. 4) Menulis nama orang yang diundang hendaknya secara benar dan jelas baik mengenai nama, pangkat, jabatan dan alamatnya.

5) Dalam undangan perlu dijelaskan undangan diperuntukkan beserta istri/suami atau tidak. Tidak dibenarkan dalam undangan resmi disebutkan undangan berlaku untuk beberapa orang.

6) Mencantumkan kode undangan pada sampul undangan untuk mempermudah penempatan duduknya. 7) Mencantumkan ketentuan mengenai pakaian yang dikenakan. 8) Menentukan batas waktu penerimaan tamu. 9) Catatan dalam undangan agar memberitahukan kehadirannya atau ketidak hadirannya ( RSVP yang merupakan singkatan: Respondez s’il vous plaiz) 10) Undangan dikirim dalam waktu relatif tidak terlalu lama dengan waktu pelaksanaan kegiatan (seminggu sebelumnya hendaknya sudah terkirim).

• Tata Cara Mengatur Kegiatan Protokol Dalam mengatur kegiatan keprotokolan harus memiliki: • Tata cara, setiap kegiatan acara harus dilakukan secara tertib, khidmat serta setiap perbuatan atau tindakan yang dilakukan menurut aturan dan urutan yang tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual dilakukan. • Tata krama, yaitu etiket dalam pemberian penghormatan • Aplikasi aturan-aturan, yaitu penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang keprotokolan dan yang berkaitan dengan keprotokolan harus berlaku selaras dengan situasi dan kondisi.

• Peran dan Fungsi Protokoler Peran dan fungsi protokoler tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual menentukan keberhasilan kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi atau institusi.

Disamping itu, protokol juga merupakan bagian yang melekat dari aktivitas perusahaan dan turut mewarnai budaya kerja, terutama bagi para petugas protokol yang sangat dekat perannya dalam mendukung tugas kepemimpinan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Diperlukan adanya keberadaan protokol dalam sebuah lembaga/ perusahaan adalah karena protokol ikut menentukan terciptanya suasana yang memperngaruhi keberhasilan suatu acara yang dibuat oleh perusahaan tersebut.

Selain itu dapat menciptakan tata pergaulan yang mndekatkan satu sama lain dan dapat diterima oleh semua pihak, terciptanya upacara yang khidmat, megah, dan agung, serta terciptanya ketertiban dan rasa aman dalam menjalankan tugas.

• Penyelenggaraan seminar Tahapan penyelenggaraan seminar : • Tahap orientasi • Tahap persiapan • Tahap pelaksanaan • Tahap penutupan • Tahap orientasi, yang perlu dipertimbangkan adalah : • Latar belakang diadakannya suatu kegiatan • Tujuan diadakannya suatu kegiatan • Manfaat yang akan diperoleh dari suatu kegiatan yang diadakan • Kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi jikan suatu kegiatan tersebut diadakan • T ahap persiapan, langkah-langkahnya adalah : • Pembentukan panitia, melalui pembentukan formatur atau musyawarah langsung.

• Rapat-rapat panitia, diperlukan untuk mengetahui persiapan – persiapan pelaksanaan kegiatan agar nantinya kegiatan pokok dapat berjalan lancer sesuai dengan yang diharapkan.

• Anggaran dana, membuat daftar periksa anggaran yang memuat informasi prediksi pengeluaran yang akan dikeluarkan. • Tahap pelaksanaan Memastikan penggunaan ruangan/gedung yang akan dipakai, memperhatikan kapasitasnya. fasilitas2 dan letak yang strategis dilihat dari prediksi asal peserta, kenderaan umum, dan juga penataan ruangan. • Tahap penutupan Bentuk kegiatan tahap akhir adalah rapat pertanggungjawaban atas seluruh tanggung jawab masing-masing personal/seksi sesuai dengan bagian yang menjadi tugasnya.

Setelah semua pekerjaan dianggap selesai maka dilakukan pembubaran panitia, biasanya dilakukan oleh pejabat tertinggi dalam kepanitiaan. • Pembawa Acara (MC=Pemandu Acara) • Pembawa acara merupakan bagian dari kegiatan protokoler.

• Istilah pembawa acara sering diartikan sama dengan Announcer {penymr), Toatmasier(pembawa acara untuk pesta-pesta). Masterof CErEmony(pembawa acara untuk acara yang sifatnya seremonial.

misalnya: upacara wisuda, upacara kenegaraan, dsb). Beberapa hal yang perlu diperhatikan : • Tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual yang baik • Nada/volume suara tuliskan jenis asas keprotokolan sesuai kontekstual baik • Tata bahasa yang baik • Bersikap yang baik • Cara bertindak dari acara satu ke acara yang lain • Cara menutup acara yang baik DAFTAR PUSTAKA Haryati, Sri.

Keprotokolan di Indonesia, Pengertian dan Istilah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004. Olii, Helena. Pengetahuan Protokol. Jakarta: Fikom UMB, 2007. Wiryandari, Rosita.

Sejarah dan Fungsi Keprotokolan. Jakarta: Fikom UMB, 2007 www.panca .wordpress.com/2006/07/17/ sejarah-kata-protokol. www.unpad.ac.id.

Anbarini, Ratih. Protokol berperan penting dalam pencitraan oragnaisasi. Sumber : http://www.kpmunpad.com/ http://bemfidkom.blogspot.com/2013/02/materi-protokoler.html
Berikut adalah asas keprotokolan. • Asas kebangsaan yang dimana adalah sebuah keprotokolan haruslah mampu didalam mencerminkan sebuah sifat dan juga watak yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman dan juga harus tetap menjaga sebuah prinsip dari NKRI. • Asas ketertiban dan juga kepastian hukum yang dimana adalah keprotokolan yang haruslah dapat menciptakan sebuah ketertiban didalam masyarakat dengan adanya sebuah kepastian hukum.

• Asas keseimbangan, keserasian hingga keselarasan yang dimana adalah sebuah keprotokolan haruslah mampu didalam mencerminkan sebuah keseimbangan, keserasian, hingga keselarasan yang berada diantara kepentingan individu dan juga massyarakat dengan berbagai macam kepentingan pada bangs dan juga negara.

• Asas timbal balik yang dimana adalah sebuah keprotkolan haruslah diberikan kepada hal yang setimpal maupun juga balas jasa dari keprotokolan yang akan berasla dair berbagai negara lainnya. Pembahasan Protokol adalah sebuah etiket yang dilakukan dalam kegiatan diplomasi ddan juga usaha negara, sebuah protkol sendiri menjadi aturan yang memberikan bimbingan tehradap sebuah aktifitas yang sebaiknya dijalankan dalam berbagai kegiatan khususnya diplomasi.

Pelajari lebih lanjut 1. Materi tentang macam macam diplomasi brainly.co.id/tugas/7655688 2. Materi tentang Apa itu diplomasi??? brainly.co.id/tugas/5220953 3.

Materi tentang Tujuan diplomasi adalah brainly.co.id/tugas/6073985 ----------------------------- Detil jawaban Kelas: 12 Mapel: PPKn Bab: Bab 5 - Peran Indonesia dalam Hubungan Internasional Kode: 12.9.5 #AyoBelajar Perusahaan Cinta Kita adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan bantal. Perusahaan tersebut di bebankan tugas untuk menghitung harga pokok p … roduksi dari 10 unit yang di buat. Dengan detail sbb : Di ketahui : 5kg bahan baku @Rp 10.000, Tenaga Kerja langsung 8 jam kerja @rp 2000, Biaya overhead pabrik 50% dari biaya bahan baku.

Hitunglah harga pokok produksi.​

KONSEP MEMBANGUN TIM EFEKTIF DIKLAT PKP ANGK-II #PKP #BDKJakarta #KepemimpinanMelayani




2022 charcuterie-iller.com