Komuni pertama adalah

komuni pertama adalah

Komuni Pertama adalah hal yang paling penting dalam Hidup seorang Katolik, Amorpost.com – Bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (23/06/09) di Gereja Santa Maria de Fatima Glodok Jakarta, pada misa pukul 09.30 para orang tua membawa dan mengantar anak-anaknya untuk menerima komuni kudus pertama, yang telah sangat mereka rindukan. Pastor Salvador Cruz Rojo SX memberikan komuni pertama kepada 32 orang anak. 18 orang anak berasal dari SD Ricci I, dan sisanya dari sekolah yang tersebar di sekitar paroki.

Dalam proses pembinaan, mereka dibagi dalam komuni pertama adalah kelompok. Kelompok pertama ialah yang mendapatkan pembinaan dan komuni pertama adalah di SD Ricci 1.

Pembinaan berlangsung setiap hari Jumat setelah jam pulang sekolah dan dimbing khusus oleh Ibu Ina Sumarto. Foto Bersama Pastor Salvador Cruz Rojo SX Sedangkan kelompok kedua ialah yang mendapatkan pendampingan dan pengajaran di Gereja Santa Maria de Fatima.

Selain kelas pembinaan selama kurang lebih 6 bulan, mereka juga telah melalui beberapa tahap proses persiapan, antara lain Triduum, rekoleksi, dan pengakuan dosa. Pada misa pagi itu, anak-anak penerima komuni pertama juga terlibat sebagai petugas liturgi. Diantaranya ada yang bertugas sebagai pembaca Liturgi Sabda, pembawa persembahan, dan pembaca ujud-ujud doa umat.

Persembehan Menurut Pastor Salvador, Tuhan Yesus ingin selalu dekat dengan kita dan menjadi satu dengan kita. Kristus menghendaki agar kita selalu mengenang-Nya.

komuni pertama adalah

Saat Ia memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Pengorbanan-Nya yang tak ternilai harganya ini menjadi tanda cinta-Nya yang tak terbatas kepada kita semua.

komuni pertama adalah

Lektor Setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus pertama, anak-anak diharapkan semakin mencerminkan teladan Yesus. Disinilah peran dan tugas orang tua untuk senantiasa mendampingi serta membimbing dan mengarahkan anak-anak agar semakin meningkatkan hidup beriman. Komuni I Pendidikan iman anak-anak juga harus tetap diperhatikan oleh orang tua, seperti kesetiaan dalam merayakan misa mingguan.

Sangat diharapkan juga apabila orang tua berkenan mendorong anak-anaknya untuk menjadi anggota putra-putri gereja atau bergabung di kelompok pelayanan lainnya. SATUKATOLIK.com adalah media online KOMUNITAS KRISTIANI yang menyajikan beragam berita terkini Gereja Katolik lokal maupun internasional.

Satukatolik.com selalu mengedepankan nilai-nilai iman dalam penyajiannya terlebih bersifat apologetis karena itulah kekhasan web ini. Website ini dikelola oleh Adrian Bria, alumnus STF Driyarkara-Jakarta dan Loyola School of Theology, Ateneo de Manila University-Philippines. Media Online Katolik ini bernaung di bawah yayasan Fini Oan Malaka, beralamat di Jln.

Bolan Betun-Malaka, Timor-Nusa Tenggara Timur. Moto: "Melihat, Mencari dan Mencintai Tuhan dalam segala hal." Untuk informasi, pertanyaan, komuni pertama adalah, dan saran, silakan kirim lewat E-MAIL: adrianoxaverindo@gmail.com atau WA 081294917646 PETEMUAN PERTAMA Tujuan: memberi penjelasan tentang bagaimana pertemuan yang akan dijalani.

Doa Pembukaan Ya Tuhan, Bapa yang ada di surga, kami merasa senang sekali sebab Engkau telah mempertemukan kami semua di tempat ini. Berkatilah kami supaya pertemua kami ini berguna bagi hidup kami terutama dalam mempersiapkan hati kami menerima tubuh dan darah-Mu dalam rupa roti dan anggur. Maka bantulah kami ya Tuhan. Amen. Hari ini adalah hari pertama kita belajar untuk menyambut komuni pertama. Saya senang dapat bertemu dengan dengan adek-adek semua.

Supaya pelajaran persiapan komuni pertama ini berjalan dengan baik, kita diminta membawa Kitab Suci dan buku catatan karena kita akan banyak belajar dari Kitab Suci.

Buku tulis sangat berguna kita pakai di sini untuk mencatat apa yang kita bahas selama pertemuan. Kita diminta untuk mencatat nama, tempat dan tanggal lahir, alamat dan kapan dibaptis di dalam atau di sampul bukumu. Buku catatan sebagai alat kita untuk mencatat dan komuni pertama adalah lagi atau menghapal pelajaran yang sudah kita pelajari. Dan buku ini akan kita berikan/laporkan kepada orang tua dengan maksud apabila ada kesulitan atau yang belum kita mengerti dapat komuni pertama adalah tanyakan kepada orang tua.

Maka jagalah buku catatanmu dengan baik dan harus dibawa setiap kali pertemuan. Setiap kali diadakan pertemuan, kita akan diberikan beberapa tugas. Sebagai tugas pertama kita diminta menulis doa Bapak Kami, Salam Maria dan Kemuliaan dan menghapalnya sampai lancar. Bila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan. Terima kasih. Doa Penutup: Bapa Yang Mahabaik, kami bersyukur atas segala kasih dan pernyertaan-Mu dalam hidup kami. Kami telah memulai pelajaran kami, sebagai langkah untuk mempersiapkan diri untuk menyambut Engkau dalam rupa roti dan anggur.

Untuk itu, kami mohon kepada-MU bimbingan dan rahmat-Mu dalam menjalani panggilan hidup kami anak-anak-MU ini. Amen. Tujuan: menolong anak-anak supaya mengetahui dan menghayati doa serta dapat berdoa dengan baik dalam hidupnya. Apa itu doa? Berdoa berarti berbicara dengan Tuhan. Untuk itu sangat berguna bila saya bayangkan bahwa Tuhan hadir: bahwa Ia duduk di samping/ di hadapan saya, sebagai sahabat saya yang ramah dengan saya.

Lalu saya mulai bersyukur dan berterima kasih atas segala yang telah saya terima dan saya mengungkapkan segala pengalaman hidupku baik suka dan duka. Tuhan saya jadikan sebagai sahabat saya yang setia mendengarkan segala persoalan hidupku dan permintaanku. Kehidupan Yesus selalu diwarnai doa, bahkan bersumber dan memuncak pada kegiatan doa. Ia mengajak para murid-Nya tekun berdoa. Para murid Yesus dan semua orang yang percaya kepada-Nya juga punya kebiasan berdoa. Doa-doa dasar ini merupakan contoh doa bagi orang beriman.

Doa-doa ini dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama. Tanda Salib Dalam nama Bapa dan Komuni pertama adalah dan Roh Kudus. Amin. Bapa Kami Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Amin. Salam Maria Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuh-Mu, Yesus.

Santa Maria, bunda Allah, Doakanlah kami yang berdosa ini Sekarang dan waktu kami mati. Amin. Kemuliaan Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Doa Tobat Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama sebab aku telah menghina Engkau yang mahamurah dan mahabaik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi.

Allah yang mahamurah, ampunilah aku, orang berdosa ini. Amin. Pengakuan Iman Syahadat Para Rasul Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi; dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria; yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan, wafat dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian pada hari ketiga bangkit dari antara orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya akan Roh Kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Tujuan: Menolong anak agar semakin menyadari betapa menyenangkan hidup bersama keluarga. Doa Pembukaan Ya Tuhan yang baik hati kami berkumpul di tempat ini sebagai satu keluarga. Kami bergembira karena Engkau memberi kami oranga tua, bapak dan ibu, kakak dan adek.

Terima kasih Tuhan karena mereka mencintaiku dan memberikan segala yang saya komuni pertama adalah. Bantulah Aku Tuhan untuk mencintai mereka semua. Amen. Adik-adik yang baik kita melihat sebuah gambar keluarga kita masing-masing di sana kita akan milihat bapak, ibu dan anak-anaknya. Mereka sedang bergembira, duduk bersama sambil bercakap-cakap.

Bapak dan ibu memberi nasehat kepada anak-anaknya. Untuk lebih mendalami pelajaran ini, kepada kita akan diceritakan sebuah cerita. Ada seorang anak, namanya Andi. Suatu ketika dia ditinggal ayah-ibunya sendirian di rumah. Andi menjadi kesepian, takut dan tidak merasa aman sebab tidak ada temannya. Takut, kalau-kalau ia didatangi perampok dan mengalami saat-saat yang membosankan.

Namun ketika ayah-ibunya pulang, ia sangat bergembira dan tidak takut lagi. Ia sungguh merasakan perlindungan justru bersama orang lain dalam keluarga.

Adik-adik ternyata hidup bersama keluarga itu sangat menyenangkan karena dari keluarga kita: bapak-ibu, kakak dan adek kita merasakan kebahagian. Kita akan diperhatikan, dicintai. Bila ada tugas-tugas kita yang sulit kita akan dibantu. Dengan kata lain kehadiran ayah-ibu dan juga kakak dan adek sangat menyenangkan. Orang tua memberikan yang terbaik bagi kita mulai dari sejak kandungan sampai sekarang.

Semua kebutuhan hidup kita dipenuhi dengan baik. Orang tua kita mau berkorban demi kita. Mereka menjaga kita supaya sehat selalu dan mengobati kita bila sakit dan membawanya ke dokter, menyekolahkan kita dengan baik.

Kakan dan adek kita menjadi suka cita bagi kita. Mereka menjadi teman kita bermain, bekerja. Jika kita tidak bersama keluarga, kita merasa kesepian dan sedih karena tidak ada yang menjaga kita, tidak ada teman bermain, memperhatikan kita dan banyak lagi yang tidak mengenakkan yang kita rasakan. Untuk itu mari kita mencintai keluaga kita masing-masing: bapak-ibu, kakak dan adik-adik kita. Terima kasih. Tujuan: Menolong anak untuk semakin menyadari bahwa kebersamaan dalam makan bersama sungguh menyenangkan.

Adik-adik yang dicintai Tuhan, sebelum kita melanjutkan pelajaran ini, beberapa dari kita diminta untuk mengulagi mendoakan doa Bapak kami, Salam Maria, Kemuliaan (beberapa anak ditunjuk). Adik-adik yang baik, coba kita perhatikan gambar sebuah keluarga yang sedang makan bersama ini.

Di sana kita melihat ada ayah-ibu dan anak-anaknya. Dengan melihat ini muncul pertanyaan kepada kita. • Pernahkah kamu makan bersama? Di mana? Kapan? Dengan Siapa saja? • Coba ceritakan singkat pengalamanmu ketika makan bersama? • Bagaimana perasaanmu saat itu ? • Mana lebih menyenangkan “makan bersama” atau “manakan sendirian”? Mengapa? Kita semua mempunyai pengalaman makan, baik makan bersama maupun makan sendirian.

Pengalaman makan bersama selalu lebih menyenangkan. Bukan karena makanannya yang enak tetapi lebih karena makan bersama dengan orang lain baik orang tua, kakak-adik dan teman-teman kita yang lain.

Kita dapat saling melayani dan dilayani, saling bercerita, saling berdoa bersama dan banyak hal lain lagi. Makan sendiri rasanya tidak enak, tidak ada selera makan dan tidak ada suasana kekeluargaan. Tugas: Coba tanyakan kepada ayah dan ibumu, mengapa makan bersama lebih menyenangkan dari pada makan sendiri? Tujuan: Menolong anak-anak agar semakin menyadari bahwa Yesus mau bersahabat dengan anak-anak.

Adik-adik untuk memulai pertemuan kita ini, kita bernyanyi, “Biar kanak-kanak datang padaKu, itu sabda Yesus, Dia memanggilKu. Kini aku datang siap menghadapMu, Ku datang pada-Mu Yesus memanggilku. Kita semua pasti merasakan kasih sayang ayah dan ibu kita. Misalnya mereka memeluk kita. • Pernahkah adik-adik melihat seorang ibu memeluk anaknya? • Mengapa ibu memeluk anaknya? • Pernahkah anak-anak dipeluk ayah-ibu? • Mengapa ayah dan ibu mau memeluk? Banyak tanda untuk menunjukkan kasih sayang.

Misalnya “memeluk” sebagai tanda sayang. Mencium, menasehati, memanggil juga termasuk sebagai tanda sayang. Demikian ayah dan ibumu sayang kepadamu dan itu ditunjukkan dengan memelukmu dan menciummu.

Yesus juga sangat mencintai kita semua. Hal ini dapat kita lihat dalam Markus 10: 13-16. Pada suatu hari ibu-ibu datang kepada Yesus. Mereka tidak datang sendirian. Mereka datang bersama dengan anak-anaknya. Melihat hal itu beberapa sahabat Yesus marah. Sahabat-sahabatnya ingin supaya Yesus tidak diganggu. Mereka menyurih ibu-ibu pergi. Tetapi Yesus berkata kepada sahabat-sahabatnya ingin supaya Yesus tidak diganggu. Mereka menyuruh ibu-ibu itu komuni pertama adalah.

Tetapi Yesus berkata kepada sahabat-sahabatnya: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.” Maka ibu-ibu dan anak-anak itu datang mendekati Yesus. Anak-anak duduk di sekitar Yesus, sambil memegangi jubah-Nya. Yesus bercakap-cakap dengan anak-anak.

komuni pertama adalah

Kemudian Yesus meletakkan tangan-Nya ke atas kepala anak-anak itu dan memberkatii mereka. Ibu-ibu dan anak-anak merasa senang dekat pada Yesus. Yesus pun dekat dan senang dengan mereka. Adik-adik yang tercinta, sekarang kita memperhatikan gambar di bawah ini (Gambar Yesus komuni pertama adalah dengan anak-anak). Coba kita lihat bersama.

 Coba sebutkan, siapa sajakah yang di gambar ini?  Untuk apa ibu-ibu datang kepada Yesus dengan anak-anak?  Siapakah yang melarang anak-anak datang kepada Yesus?

 Apa yang dikatakan Yesus?  Mengapa Yesus mau memeluk dan memberkati anak-anak? Baiklah adik-adik, Memang Yesus amat sayang kepada anak-anak. Yesus mau memeluk dan memberkati, tanda bahwa Yesus sayang kepada anak-anak. Sekarang pun Yesus masih sayang kepada anak-anak yang ingin bertemu dengan Yesus. Oleh karena itu marilah kita berdoa kepada Yesus, supaya sekarang pun Yesus memberkati kita semua.

“Tuhan Yesus, kami semua ingin bertemu dengan-Mu. Kami semua ingin diberkati. Kami semua ingin menjadi sahabat-sahabat-Mu. Amin. Sebagai tugas, buatlah sebuah doa, yang isinya ucapan syukur dan terima kasih kepada Yesus, sebab anak-anak boleh dekat dengan Tuhan Yesus.

Teman-temanku yang baik, kita telah belajar bagaimana Yesus memeluk dan memberkati anak-anak. Kalau tidak lupa kepada kita deberikan tugas untuk membuat doa. Baiklah, kita minta 5 orang untuk membacakan tugasnya (Bila tidak anda yang mau menawarkan diri, guru dapat memilih.

Setelah selesai dibacakan oleh anak-anak, guru melanjutkan). Ternyata kita semua pintar-pintar dalam berdoa kepada Yesus dan saya yakin Tuhan Yesus pasti senang mendengarnya dan akan mengabulkannya.

Sekarang pelajaran kita tentang Yesus mencari sahabat-sahabat-Nya. Untuk itu mari kita buka Kitab Suci yaitu injil Matius 4: 18-22. Mari kita baca secara bersama-sama dan lambat. Setelah kita membaca cerita Yesus yang mencari sahabat-sahabat-Nya, saya akan bertanya kepada teman-teman. 1. Di manakah Petrus dan Andreas ketika bertemu dengan Yesus? 2. Apa yang dikerjakan oleh Andreas dan Petrus? 3. Siapa yang mendekati mereka itu? 4. Apa yang dikatakan Yesus kepada mereka?

5. Apakah mereka bersedia? Kita telah membaca dan mendengar bahwa Yesus mendekati Petrus dan Andreas di tepi sebuah danau Galilea, ketika itu mereka sedang menjala ikan.

Kemudia Yesus bersabda: “Ikutilah Aku” dan mereka mengikuti-Nya. Yesus ingin agar ke dua orang bersaudara itu menjadi sahabat-Nya. Yesus memanggil Petrus dan Andreas menjadi sahabat-sahabat-Nya. Yesus suka mencari sahabat. Yesus berusaha agar semua orang menjadi sahabat satu sama lain. Maka sampai sekarang pun Yesus masih mencari sahabat-sahabat-Nya dan menjadi sahabat bagi yang lain. Adik-adik atau kita semua dipanggil menjadi sahabat-sahabat Yesus karena kita sudah dibaptis.

Dibaptis berarti menjadi anak Allah dan karenanya manjadi keluarga Allah. Maka satu sama lain adalah sahabat-sahabat Yesus juga. Yesus mencintai anak-anak. Demikian pertemuan kita kali ini, sekian dan terima kasih. Mari kita berdoa (salah dari komuni pertama adalah dipilih untuk memimpin doa penutup). Tujuan: menolong anak agar semakin menyadari bahwa Yesus membentuk kelompok persahabatan dengan para rasul.

Dalam Injil Matius 10: 1-4 diceritakan bagaimana Yesus memilih dua belas komuni pertama adalah untuk menemani, mengikuti Yesus dalam perjalanan hidup-Nya. Kedua belas rasul itu ialah Simon yang disebut Petrus, Andreas, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya. Filifus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot. Muncul pertanyaan dalam hati kita.

 Mengapa Yesus memilih dua belas rasul?  Kolompok yang dipanggil Yesus itu disebut apa? Yesus memilih dua belas rasul supaya menjadi satu kelompok yang bersahabat. Satu sama lain saling mengasihi, membentuk persaudaraan atas nama Yesus. Inilah komuni pertama adalah disebut Gereja, yaitu persaudaraan Kristen. Keluarga kristen. Umat Kristiani. Secara jelas tampak wilayah tertentu.

Umat kritiani menjadi satu wilayah, dipimpin oleh pamong wilayah. Mereka itu menjadi sahabat satu sama lain, karena permandian. Mereka sama-sama dipanggil oleh Yesus, menjadi pengikut-Nya. Tujuan: menolong anak agar semakin menyadari bahwa Yesus mencintai banyak orang dengan memberi makan roti. Semua mahluk hidup di dunia ini membutuhkan makanan dan minuman/air. Bila kita lapar makan pert kita perlu diisi. Kita yakin dan percaya bahwa kita setiap hari merasakan lapar atau perut kita keroncongan dan bila keroncongan itu tandanya perlu di komuni pertama adalah dengan sesuatu yang dapa mengenyangkan yaitu makanan dan minuman.

Di rumah bila kita lapar atau minta makan akan diberikan oleh orang tua kita atau kakak atau abang kita. Mereka memberi kita makanan karena cintanya kepada kita.

komuni pertama adalah

Tetapi perlu komuni pertama adalah sadari bahwa Yesuslah yang memberi kita makan lewat orang tua, abang-kakak. Yesus memberi kita makan sebagai tanda cintanya kepada kita. Ternyata yang mengasihi kita manusia tidak hanya orang tua. Yesus pun mengasihi orang banyak. Ia memberi roti kepada mereka.

Ceritanya begini: Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melaihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hatinya oleh belaskasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya, dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Surulah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makanan.” Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ekor ikan.” Yesus bekata: “Bawalah kemari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput.

Dan setelah diambilnya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-baginya kepada orang banyak.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Komuni pertama adalah ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. Untuk mendalami cerita di atas ini kepada kita disodorkan berbagai pertanyaan. 1. Siapa yang mencari Yesus? 2. Setelah menjelang malam, apa yang diusulkan rasul kepada Yesus? 3. Apa jawab Yeus? 4. Mengapa Yesus memberi makan kepada orang banyak?

5. Bagi orang-orang yang hadir saat itu, roti dari Yesus adalah tanda bahwa Yesus mencintai mereka. Apakah kita setuju dengan itu? Yesus tergerak hati-Nya, maka orang banyak disembuhkan. Komuni pertama adalah tidak berhenti di situ, Yesus amat mencintai mereka.

Para rasul seperti pikiran banyak orang, yaitu begitu melihat orang banyak kelihatan lelah, lapr dan hari menjelang malam, justru menyuruh pulang, untuk mencari makan sendiri. Sedangkan Yesus lain, justru Ia memberi kepada mereka makan. Pemberian makanan adalah tanda cinta.

Yesus memang mencintai orang banyak. Pemberian roti inipun juga masih dilaksanakan kepada kita sekarang ini. Yesus masih memberikan roti agar orang tidak mati. Lebih-lebih memberi roti kehidupan bagi siapa yang percaya. Sebentar lagi, kitapun sebagai pengikut-Nya juga akan menerima roti kehidupan.

Kita akan menerima roti suci dalam perayaab ekaristi nanti. Amin. Sebagai tugas, “Coba tanyakan kepada ayah dan ibu, apakah sekarang ini Tuhan Yesus masih memberi makan kepada kita.” Tujuan: menolong anak agar semakin menyadari bahwa Yesus menjanjikan roti kehidupan.

komuni pertama adalah

Untuk membuka pertemuan ini ada baiknya bila kita mengingat kembali apa yang telah kita pelajari dalam Minggu yang lalu. Dikatakan, Yesus memanggil Petrus dan Andreas menjadi pengikut-Nya. Kemudian Yesus membentuk kelompok persaudaraan bersama dua belas. Yesus ingin supaya satu sama lain saling mengasihi, saling menjadi sahabat.

Ia mencintai banyak komuni pertama adalah, dengan memberi makan kepada mereka yang lapar. Sekarang kita akan berbicara mengenai Roti kehidupan.

Yesus memberi makan kepada banyak orang. Yesus ingin supaya banyak lagi orang menerima roti dari-Nya. Ia tidak hanya memberi roti yang menyebabkan lapar menjadi kenyang, tetapi Yesus menjanjikan roti kehidupan. Yaitu roti yang dapat membuat hidup orang. Lebih-lebih bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Kisah ini dapat kita baca dalam Injil Yohanes 6: 22-59. Roti kehidupan adalah Yesus sendiri. Diri-Nya sebagai komuni pertama adalah yang dapat memberi hidup bagi siapa saja yang mau menerimanya dengan kepercayaan.

Sekarang kita melihat bayak orang percaya dan menghayati “apa yang dijanjikan Yesus” dengan menyambut Tubuh Kristus dalam perayaan ekaristi. Maka, sekarangpun kita boleh senang karena Yesus menjanjikan, akan memberi roti yang lebih berharga, yaitu roti yang menyebabkan orang tidak lapar lagi. Sebentar lagi kita akan menyambut komuni, kita percaya kepada Yesus, dan kita boleh menerima roti kehidupan juga. Sekarang mari kita mohon kepada Yesus supaya roti kehidupan itu diberikan kepada kita.

“Yesus yang baik, kami senang mendengar janji-Mu, akan memberi roti kehidupan bagi kami. Kami semua ingin sekali selekas mungkin menerima itu. Namun kami semua baru mempersiapkan diri. Berilah semangat untuk tekun, sabar dalam mempersiapkan diri menyambut komuni pertama. Tujuan: Menolong anak agar semakin menyadari bahwa Yesus memberi diri-Nya sendiri. Pada hari kamis Putih malam, sebelum Yesus wafat, Ia mengadakan pesta perjamuan malam dengan para sahabat-Nya.

Yesus tahu bahwa perjamuan itu adalah yang terakhir kali bersama mereka. Tetapi Yesus tidak mau meninggalkan mereka sama sekali. Maka Yesus mengambil roti, mengucap syukur, lalu membagi-bagi roti itu kepada para sahabat-Nya sambil berkata: “Terimalah dan makanlah, inilah Tubuh-Ku, yang dikurbankan bagimu.” Sesudah itu Yesus mengambil piala.

Ia mengucap syukur lagi kepada Bapa-Nya dan mengedarkan piala itu kepada sahabat-Nya, sambil berkata: “Terimalah dan minumlah. Inilah piala darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa.” “Kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini.” Yesus memberi diri-Nya sebagai rezeki kepada sahabat-sahabat-Nya.

Itulah roti yang dijanjikan dulu. Karena pada malam perjamuan sebelum wafat-Nya, Yesus tahu bahwa perjamuan itu yang terkahir kali. Maka dalam perjamuan itu dilaksanakan komuni pertama adalah dulu sesudah pembagian roti yang ajaib/Yesus memberi makan orang banyak dengan menggandakan lima roti dan dua ikan.

Ia memberikan tubuh-Nya sendiri sebagai roti kehidupan dan darah-Nya sebagai piala keselamatan. Dan inilah yang sekarang kita lakukan dalam perayaan ekaristi.

komuni pertama adalah

Pelajaran X Yesus Membasuh Kaki Sahabat-sahaba-Nya (Yoh 13: 1-20) Minggu yang lalu kita membahas Roti Kehidupan yaitu Yesus sendiri.

Kita dapat mengingat perayaan di Gereja kita yaitu pada Kamis putih, Yesus mengadakan perjamuan malam terakhir dengan para murid-Nya.

Saat itu Ia memberikan suatu kenangan yang menarik, yaitu diri-Nya. Itulah yang dijanjikan sebagai “roti kehidupan.” Dan roti itu sekarang pun masih diterima oleh banyak orang yang percaya, yaitu dalam perayaan ekaristi. Saat ini kita akan membahas Yesus Membasuh Kaki Murid-murid-Nya.

komuni pertama adalah

Untuk memulai itu, suatu pertanyaan dilemparkan kepada kita, “apakah kita pernah mendengar kata pelayan? Apa tugas pelayan itu? Di mana kamu dapat melihat pelayan tersebut? Dan kalau ditanya kepada kita, “Maukan kamu menjadi pelayan?

Mengapa? Seoran pelayan adalah seorang yang mengutamakan atau menomorsatukan orang lain. Rela membantu orang lain terlebih dahulu dari pada mengutamakan kepentingannya sendiri. Pelayan harus menaati tuannya dan memberikan yang terbaik kepada orang yang diabdinya dan banyak hal lain lagi. Yesus Kristus menjadi teladan bagi kita.

Hal itu ditunjukkan-Nya dengan rela membasuh kaki murid-murid-Nya. Komuni pertama adalah memberi teladan agar para pengikut-Nya pun meneladan sikap melayani orang lain terlebih dahulu. Pada waktu Yesus mengadakan pesta perjamuan terakhir, Ia berbuat sesuatu yang tidak diduga sebelumnya oleh para murid-Nya. Ia menanggalkan jubahn-Nya, mengambil sehelai kain lenan dan mengikat-Nya pada pinggang-Nya. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam basi, dan mulai membasu kaki murid-murid-Nya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Para murid-Nya heran dan tidak mengerti sebab apa Yesus melakukan itu. Setelah selesai membasuh Yesus menererangkan-Nya sendiri: “Kamu menyebut Aku Komuni pertama adalah dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jika Aku, Guru dan Tuhanmu, membasuh kakimu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu. Kamu mengikuti teladan-Ku dengan menunjukkan cinta kasih dan perhatian satu sama lain.

Aku telah memberitahukan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Sekarang kepada kita disodorkan beberapa pertanyaan. 1. Apa yang dilakukan Yesus terhadap murid-murid-Nya, sebelum pesta perjamuan malam?

2. Apa yang dikatakan Yesus setelah membasuh kaki murid-Nya?

komuni pertama adalah

3. Apa maksud Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya itu? 4. Apa yang hasus diteladan oleh para murid-Nya? Yesus telah memberikan roti kehidupan kepada siapa yang percaya. Semua pengikut-Nya akan menerima hidup apa bila makan roti kehidupan. Tetapi dilain pihak para murid atau siapa saja yang percaya dituntut untuk meneladan apa yang telah deperbuat-Nya, yaitu sanggup melayani satu sama lain.

Maka mnerima Yesus dengan memikirkan yang lain lebih dahulu daripada kepentingannya sendiri. Memberi/menomorsatukan orang komuni pertama adalah dhulu. Itulah memcintai orang lain. Dan itu pula kehendak Yesus, bagi siapa yang menjadi pengikut-Nya. Sekarang mari kita ingat segala pengalaman hidup kita masing-masing.  Pernakah saya menolong sesama yang membutuhkan?  Pertolongan macam apakah yang sudah saya berikan?  Berikanlah contoh melayani sesama di rumah, di sekolah?

Tujuan: Menolong anak agar semakin menyadari bahwa Yesus senantiasa berada di tengah-tengah kita. Doa Pembukaan Tuhan Yesus yang baik, kami ingin selalu bersama-Mu. Hadirlah bersama kami, dampingilah kami dalam pertemuan ini, supaya kami tetap hidup bersama-Mu. Amin. Setiap hari Minggu, bila kita memperhatikan dengan baik banyak orang pergi ke gereja.

Mereka bangun pagi, mandi dan berpakaian yang rapi, bersih, lalu pergi ke gereja. Di gereja mereka berdoa bersama, bernyanyi bersama, dan akhirnya pulang. Setelah mendapat berkat dari Imam, mereka merasa bahagia, mantap pulang ke rumah setelah selama hampir satu setengah jam mengikuti perayaan ekaristi bersama. Mereka pergi ke gereja karena percaya akan sabda Yesus sendiri.

komuni pertama adalah

“Kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini.” Sabda Yesus ini mereka percayai sebagai dasar pergi ke gereja mengikuti perayaan ekaristi. Nah, di gereja kita dapat melihat banyak orang, artinya para pengikut-Nya, secara berkelompok, secara bersama-sama merayakan pertemuan dengan Yesus.

Yesus hadir dalam persekutuan di dalam kelompok umat yang percaya. Yesus selalu ada ditengah-tengah kita kala kita berkumpul sebagai orang beriman. Yesus pernah bersabda: “di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat 18: 20). Kalau kita berkumpul untuk merayakan ekaristi, kita memenuhi perintah Yesus: “Kenangkalah Aku dengan merayakan peristiwa ini.” Yesus memberi diri-Nya kepada kita sebagai rezeki: “Makanlah, inilah tubuh-Ku.

Minumlah, inilah Darah-Ku.” Rezeki ini mendatangkan kehidupan kekal, sebab Yesus datang sebagai” roti kehidupan”. Maka Ia tinggal bersama kita, menepati sabda-Nya: “Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku tinggal di dalam dia.” (Yoh 6: 56-58). Tujuan: Menolong anak agar semakin menyadari bahwa menyambut Tubuh Kristus berarti bersatu dengan Kristus, sekaligus bersatu dengan uman yang lain.

Doa Pembukaan Ya Tuhan Yesus, Engkau telah memberikan Tubuh-Mu kepada kami. Kami sudah rindu kepada-Mu, tolonglah agar kami semakin tekun mempersiapkan diri menyambut-Mu. Amen. Kita masih ingat sabda Yesus ketika pesta perjamuan malam.

Ia mengatakan: “Ambillah dan makanlah, inilah tuhuh-Ku.” Jika kita menyambut hosti berarti menyambut tubuh Kristus sendiri. Ia hadir dalam hati kita. Di lain pihak umat juga menyambut tubuh Kristus, maka umat yang beranekaragam dipersatukan dalam Yesus. Karena roti yang satu, maka kita yang banyak menjadi satu, keluarga pengikut Kristus yang dipersatukan oleh satu roti kehidupan, yaitu tubuh Kristus sendiri.

Sekarang coba kita pikirkan, apakah yang harus kita lakukan sebelum menyambut tubuh Kristus? Kita perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin, dengan mengikuti perayaan ekaristi. Kita ikut bersama umat yang lain aktif berdoa, bernyanyi bersama dan tidak lupa berdamai dengan sesama. Kita juga mempersiapkan batin kita masing-masing, agar hati kita pantas menerima kehadiran Yesus Kristus sendiri. Kita bersykur kepada Tuhan, karena boleh ikut serta bersama-sama umat yang lain merayakan ekaristi.
Seorang gadis kecil sedang difoto saat Komuni Pertama di Italia, sekitar 1919.

Komuni Pertama, atau Komuni Suci Pertama, adalah sebuah upacara yang diselenggarakan dalam tradisi Gereja Latin di Gereja Katolik. Lutheran juga secara tradisional mengadakan Komuni Pertama. Komuni Pertama tidak diselenggarakan dalam Gereja Ortodoks Timur, Gereja Ortodoks Oriental, atau Gereja Asiria Timur, karena mereka mempraktikan komuni bayi. Tradisi [ sunting - sunting sumber ] Upacara Komuni Pertama 2014 di Gereja St.

Nikolas di Čakovec, Kroasia. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Quam singulari Diarsipkan 2019-02-07 di Wayback Machine. • A Letter from the Vatican: First Penance, First Communion • Communion of Boys Diarsipkan 2016-05-10 di Wayback Machine.

• CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Communion of Children • First Communion for boys • Boys First Communion • Halaman ini terakhir diubah pada 4 September 2021, pukul 04.15. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Pertanyaan: Bu Ingrid, Melanjutkan jawaban ibu pada point pertama, apakah ada syarat tertentu dalam persiapan komuni pertama, misalnya dalam batasan usia, dsb ?

Adakah dokumen yang mendasari hal tersebut ? Salam, Lisa Jawaban: Shalom Lisa, Peraturan tentang penerimaan Komuni pada anak- anak adalah sebagai berikut adalah sebagai berikut, (berdasarkan dalam Kitab Hukum Kanonik 1983): Kan 913 § 1 Agar Ekaristi mahakudus dapat diterimakan kepada anak-anak, dituntut bahwa mereka memiliki pemahaman cukup dan telah dipersiapkan dengan seksama, sehingga dapat memahami misteri Kristus sesuai dengan daya-tangkap mereka dan mampu menyambut Tubuh Tuhan dengan iman dan khidmat.

Kan 913 § 2 Tetapi anak-anak yang berada dalam bahaya maut dapat diberi Ekaristi mahakudus, bila mereka dapat membedakan Tubuh Kristus dari makanan biasa serta menyambut komuni dengan hormat.

Gereja mensyaratkan bahwa orang yang ingin menerima Komuni harus dapat memiliki pemahaman akan komuni pertama adalah yang disambutnya, yaitu Kristus sendiri. Ini sesuai dengan pengajaran Rasul Paulus tentang penerimaan Ekaristi, yaitu harus dengan iman dan kesadaran bahwa yang disambutnya adalah benar Kristus sendiri (lih. 1 Kor 10: 16); dan bahwa komuni pertama adalah harus menyambut Ekaristi dalam keadaan rahmat (tidak dalam dosa berat).

Sebab tanpa persyaratan ini maka seseorang menerima Ekaristi dengan tidak layak, dan dengan demikian mendatangkan hukuman kepada dirinya sendiri (1 Kor 11: 27-29). Maka batas ketentuan yang umum dipakai bagi anak- anak, adalah apa yang disebut sebagai “ age of reason“, di mana sang anak sudah dapat menggunakan akal budinya, untuk dapat mengetahui dan mengimani Ekaristi; dan mengetahui apakah dirinya tidak sedang dalam keadaan berdosa berat, agar ia dapat menerima Ekaristi.

Batas usia ini adalah tepat tujuh tahun (yaitu minimal, pada hari pertama setelah ulang tahunnya yang ketujuh). Kan 97 § 2 Yang belum dewasa, sebelum genap tujuh tahun, disebut kanak-kanak dan dianggap belum dapat bertanggungjawab atas tindakannya sendiri (non sui compos); tetapi setelah berumur genap tujuh tahun diandaikan dapat menggunakan akal-budinya.

Harap diingat bahwa terdapat 4 syarat bagi seseorang untuk dapat menerima Komuni kudus: 1. Dalam keadaan rahmat, tidak dalam keadaan berdosa berat. 2. Telah mengaku dosa dalam Sakramen Pengakuan Dosa jika sebelumnya melakukan dosa berat. 3. Percaya kepada doktrin Transubstansiasi, di mana yang disambut dalam Ekaristi adalah Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Yesus.

4. Berada dalam kesatuan dengan Gereja Katolik. 5. Puasa (tidak makan dan minum kecuali air dan obat) sedikitnya satu jam sebelum Komuni kudus (Kan. 919 § 1); kecuali pada kondisi orang jompo/ sakit (Kan. 919 § 3) Salam kasih dalam Kristus Komuni pertama adalah, Ingrid Listiati- katolisitas.org Shalom, Bu.

Saya sedikit agak kebingungan. Seperti yang diuraikan di atas, salah satu syarat untuk menerima komuni adalah tidak dalam keadaan berdosa berat.

Apakah ini berlaku bagi yang sudah dibaptis saja atau bagi calon baptis juga? Lalu bagaimana dengan calon komuni pertama adalah atau katekumenat yang sebelum menjadi calon baptis pernah melakukan dosa berat (misal : membunuh, menipu atau korupsi, atau berzinah, atau bahkan aborsi)? Apakah syarat itu tetap berlaku? Atau adakah yang perlu dilakukan oleh sang katekumenat tersebut mengenai dosa berat yang pernah dilakukannya tsb? Sedangkan di artikel yang lain saya membaca bahwa ketika seseorang dibaptis, maka dosa asal dan dosa … Read more » Shalom Obachaan, Yang boleh menerima Komuni adalah orang yang sudah dibaptis secara Katolik.

Maka seorang yang belum dibaptis, belum boleh menerima Komuni kudus. Nah, maka persyaratan bahwa seseorang tidak boleh dalam keadaan berdosa berat untuk menerima Komuni Kudus, itu berlaku untuk orang-orang yang sudah dibaptis. Jika seorang calon baptis pernah komuni pertama adalah dosa berat, namun kemudian ia sudah bertobat, dan ini ditunjukkannya juga dengan niatannya untuk menerima Baptisan, maka benar, bahwa setelah ia dibaptis, ia telah dibersihkan dari semua dosanya, termasuk dosa beratnya tersebut.

Namun setelah dibaptis, ia tidak boleh kembali melakukan dosa-dosa tersebut, apalagi dosa berat, sebab jika demikian, ia … Read more » Shalom, Bu Ingrid… Masih ada sedikit yang saya ingin tanyakan. Calon baptis itu bertobat dengan cara yang seperti apa? Apakah hanya dengan menyesali perbuatan nya tersebut dan tidak mengulangi perbuatan tersebut sudah cukup untuk menerima baptisan?

Karena calon baptis itupun tidak diperkenankan untuk melakukan sakramen pengakuan dosa bukan? Dan, ketika calon baptis itu pun sudah dibaptis, mereka tidak perlu lagi melakukan sakramen pengakuan dosa atas dosa sebelumnya meskipun itu dosa berat?

Terimakasih… Tuhan Berkati. Shalom Obachaan, Para calon baptis bertobat dengan cara bersedia untuk dibaptis. Sebab salah satu makna Baptisan adalah pertobatan. Tentu maksud pertobatan di sini adalah menyesali segala kesalahan/ dosa yang pernah dilakukannya, dan konsekuensinya berjuang sekuat tenaga untuk tidak kembali jatuh ke dalam dosa. Silakan membaca artikel berikut ini, silakan klik, untuk mengetahui makna Baptisan.

Maka pada saat dibaptis, seseorang dibersihkan dari semua dosanya, baik dosa asal maupun dosa-dosa pribadi yang pernah dibuatnya sejak kecil sampai pada saat dibaptis. Dan pada saat Baptisan, ia menerima rahmat pengudusan dari Allah. Jika setelah dibaptis ia jatuh dalam dosa berat, ia kehilangan rahmat pengudusan … Read more » shalom bu, umur saya sendiri sudah 20 Tahun, tapi saya belum menyambut komuni pertama, setelah SMP saya jauh dari orang tua sehingga saya kurang memperhatikan iman katolik saya.

Kadang sedih dan malu juga sama anak-anak saat melihat mereka menerima komuni. Pertanyaan saya 1. Apakah saya masih layak menerima komuni 1, sednagkan saya bukan anak2 lagi? 2. Apakah komuni pertama bisa dilakukan sekaligus dengan Krisma,? Makasih, Shalom, [Dari Katolisitas: Silakan membicarakannya dengan pastor paroki Anda.

Nampaknya hal itu dapat dilakukan, asalkan Anda mengikuti semua pengajaran dalam proses persiapannya.] Shallom bu inggrid. Saya memang bukan dari umat katolik, tapi saya pernah ikut misa Katolik, waktu saya ikut misa di sana ada perjamuan kudus.

Ada hal komuni pertama adalah mau saya tnyakan kenapa dalam perjamuan kudus d katolik, Pada saat jemaat mau menerima komuni harus berlutut, dan kenapa yang diberikan cuma hostinya saja sedangkan anggur nya tidak d berikan.

Sebelumnya terima kasih ya. GBU……. Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. - Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. - Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD - Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. - Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. - Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D.

- Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.- Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL komuni pertama adalah Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC -Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti - Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S. @Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved.

Komuni pertama adalah memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komuni pertama adalah Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus.
Komuni adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin communio kemudian di adaptasi ke dalam bahasa Inggris communion. Dalam bahasa Yunani sendiri komuni iala koinonia yang berarti persekutuan atau persaudaraan dan digunakan sedemikian rupa untuk hubungan umat Kristen.

[1] Kata komuni itu sendiri juga apat di sematkan terhadap hubungan antara orang-orang percaya denga Kristus melalui Perjamuan Kudus - sebagai kebersamaan umat Kristen untuk ikut ambil bagian dalam tubuh dan darah Kristus (1 Kor. 10:16) serta dalam Roh Kudus (2Kor. 13:13). [1] Dalam kekristenan memiliki beberapa makna. Istilah ini dapat merujuk komuni pertama adalah • Komuni (Kristen), hubungan antara kaum Kristen sebagai individu maupun Gereja. • Persekutuan para kudus, komuni pertama adalah yang tercantum dalam Pengakuan Iman Rasuli, merupakan persatuan rohani segenap umat Kristen baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal • Sebuah kelompok dari gereja-gereja atau denominasi Kristen yang saling berhubungan.

• Perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus, liturgi atau ritus yang dilaksanakan umat Kristiani — termasuk makan roti dan minum anggur Perjamuan — dengan mengulang kembali Perjamuan Malam Terakhir. • Komuni penuh, merupakan istilah yang digunakan dalam Eklesiologi Kristen, adalah suatu hubungan antara beberapa komunitas atau Gereja yang berbeda yang, sambil memelihara beberapa keterpisahan identitas, mengakui satu sama lain bahwa masing-masing mengambil bagian dalam persekutuan dan doktrin-doktrin esensial yang sama.

Gereja Katolik Istilah komuni dalam Gereja Katolik (secara umum): • Upacara Komuni dalam Misa, bagian dari perayaan Ekaristi, di mana roti dan anggur yang telah di konsekrasi kemudian dibagikan kepada umat yang beriman. • Komuni Kudus dalam umat Katolik komuni pertama adalah roti dan anggur yang telah dikonsekrasi dan dibagikan dalam misa. Dengan demikian, menerima roti/anggur tersebut biasanya disebut "menerima komuni" atau "menyambut komuni kudus". Istilah "komuni kudus" ini sering kali hanya disingkat sebagai "komuni" saja.

• Komuni Pertama adalah istilah untuk penerimaan komuni (roti dan anggur yang telah dikonsekrasi) pertama kalinya oleh seseorang yang komuni pertama adalah dibaptis secara Katolik. Menurut peraturan Gereja, Komuni Pertama untuk anak-anak hanya boleh diterima oleh anak-anak yang sudah dibaptis dan dipersiapkan untuk menyambut komuni pertama adalah komuni kudus.

Lain-lain Komuni lainnya: • Komuni Anglikan, sebuah afiliasi sedunia dari Gereja-gereja Anglikan dengan induk Gereja Inggris. • Jurnal Teologi Communio, sebuah jurnal teologi yang didirikan pada tahun 1972 di antaranya oleh Joseph Ratzinger (yang kemudian terpilih sebagai Paus Benediktus XVI. • Communion (buku), sebuah novel karya Whitley Strieber mengenai arti penculikan dirinya oleh makhluk-makhluk alien.

• Communion (film), sebuah film fiksi ilmiah berdasarkan novel di atas. Istilah rancu Istilah yang bertautan dan istilah yang mungkin rancu dengan komuni: • Komune, suatu kelompok yang hidup bersama. Contoh: Komune Paris di Prancis. • Komunike, pengumuman resmi • Komunisme, salah satu ideologi di dunia yang lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme pada abad ke-19. Prinsip komunisme adalah bahwa semua adalah milik komuni pertama adalah dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata.

Ideologi ini sangat membatasi demokrasi dan membatasi agama bagi rakyatnya, karena dianggap racun terhadap pemikiran yang rasional dan nyata. • Halaman ini terakhir diubah pada 3 Juli 2021, pukul 07.58. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Istilah komuni akan sering kita dengar apabila kita masuk ke dalam gereja Katolik. Komuni adalah salah satu bagian penting dalam sakramen ekaristi, bagian ini merupakan bagian inti dimana kita akan menerima Anggur dan Roti Hidup.

Dalam artikel makna komuni pertama adalah ekaristi, kita bisa mengetahui bahwa anggur dan roti dalam perayaan ekaristi akan dikonsekrasikan menjadi Tubuh dan Darah Yesus. Sehingga ekaristi merupakan sakramen yang sakral karena menyangkut Kristus sendiri. Oleh karena itulah, gereja tidak boleh main-main dalam memperbolehkan seseorang untuk makan roti dan minum anggur dalam ekaristi, dan biasanya gereja memberikan syarat khusus yang harus dipenuhi supaya seseorang dapat ambil bagian dalam perayaan ekaristi.

Keikutsertaan seseorang dalam sakramen ekaristi untuk pertama kalinya disebut komuni pertama, dimana seseorang akan menerima anggur dan roti dalam perayaan ekaristi untuk kali pertama.

Nah, sekarang kita akan mengetahui apa saja syarat yang harus dipenuhi sebelum menerima komuni pertama, sebagai berikut: • Berada Dalam Kesatuan Gereja Katolik Menjadi seorang Katolik dan tergabung dalam kesatuan gereja Katolik merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebelum seseorang menerima komuni pertama.

Seperti enam sakramen Katolik lainnya, sebelum seseorang melakukan komuni pertama mereka juga harus dibabtis secara Katolik. Babtisan ini menandakan bahwa dia seorang Katolik dan dia berada di dalam gereja Katolik. Maka dari itu, beberapa hari setelah lahir, bayi akan melakukan babtis, yang disebut babtis bayi.

Katolik percaya bahwa sejak lahir manusia sudah membawa dosa asal yang berasal dari dosa Adam dan Hawa, maka dari itu, agar dosa-dosa itu tidak membayangi kehidupan, umat Katolik memberlakukan babtis bayi. Walaupun setelah dewasa mereka juga akan dibabtis lagi apabila mereka sudah dewasa secara jasmani maupun rohani.

komuni pertama adalah

Umat Katolik percaya bahwa babtis dapat menghapuskan dosa dan memberikan keselamatan melalui penebusan Tuhan Yesus Kristus. • Usia Usia untuk dapat menerima komuni pertama sebenarnya tidak ditentukan secara pasti. Bahkan sebelumnya, pada masa awal hierarki gereja Katolik, seorang bayi dibabtis dan menerima komuni secara bersamaan. Namun, hal itu dianggap tidak pantas, karena seseorang perlu memahami apa itu sakramen dan komuni pertama adalah, apalagi sakramen ekaristi menyangkut Tubuh dan Darah Kristus.

Maka, dalam Kitab Hukum Kanonik terdapat ayat yang mengatur perihal penerima komuni, yaitu menganjurkan untuk memastikan bahwa anak tersebut sudah memiliki akal budi dan pemahaman. Dalam KHK 913 § 1 dikatakan bahwa syarat agar seorang anak dapat menerima ekaristi adalah mereka yang telah memiliki pemahaman cukup dan telah dipersiapkan dengan seksama.

Sehingga mereka dapat memahami peristiwa Kristus dan dapat menikmati ekaristi dengan iman. Kemudian dalam KHK 913 § 2 juga menjelaskan bahwa seseorang juga dapat melaksanakan ekaristi apabila mereka berada dalam bahaya maut dan dapat membedakan Tubuh Kristus dengan makanan biasa, serta dapat menghormati ekaristi. Seperti yang diajarkan Paulus bahwa seseorang yang akan menerima ekaristi komuni pertama adalah memiliki kesadaran terhadap apa yang akan disambutnya, yaitu Kristus.

Namun biasanya, agar tidak ada kerancuan apakah seseorang layak atau tidak, gereja memberlakukan persyaratan umur minimal agar seseorang dapat menerima komuni. Selain dalam hal pemahaman, juga terdapat persyaratan lain yang menyangkut dokumen-dokumen calon peserta komuni untuk diserahkan ke gereja.

• Mengikuti Persiapan Komuni Pertama Sebelum menyambut komuni kudus untuk pertama kalinya, anak dianjurkan untuk mengikuti persiapan komuni pertama. Setiap gereja pasti mengadakan pembinaan bagi anak-anak yang akan menyambut komuni, yang biasanya disebut katekese. Mereka akan belajar menghafal doa-doa orang Katolik, diperkenalkan dengan devosi Bunda Maria, menghafal sepuluh perintah Allah, dan lain sebagainya. • Melakukan Sakramen Pengakuan Dosa Nah, sebelum menyambut komuni pertama, anak harus melakukan sakramen tobat terlebih dahulu.

Hal ini diperlukan supaya anak memahami apa itu dosa dan tahu bagaimana mengakui dosa di hadapan Allah Tritunggal. Karena selanjutnya, seseorang hanya boleh melakukan komuni apabila mereka dalam kondisi rahmat.

Seseorang yang akan menerima komuni harus berada dalam keadaan rahmat dan tidak melakukan dosa berat sebelumnya. Katolik memberlakukan ini sebagai persyaratan yang didasarkan pada ayat Alkitab, yaitu pada 1 Korintus 11:27, yang intinya adalah apabila seseorang memakan roti dan anggur dengan cara tidak layak, atau dalam hal ini dalam dosa berat, maka mereka berdosa terhadap Tubuh dan Darah-Nya.

Contoh dari dosa berat adalah pembunuhan, perzinahan menurut Alkitab, homoseksual, komuni pertama adalah lain sebagainya. Apabila seseorang yang telah melakukan dosa berat memaksakan diri untuk makan roti dan anggur ekaristi, maka itu tandanya dia menghinakan Tuhan. Sakramen tobat dilakukan sebagai jalan bagi mereka yang telah melakukan dosa berat. Kitab Hukum Kanonik juga mengatur tentang bagaimana supaya seseorang yang telah melakukan dosa berat dapat layak menerima ekaristi, yaitu dengan melakukan sakramen pengakuan dosa terlebih dahulu.

• Puasa Setidaknya Satu Jam Sebelum Melakukan Komuni Nah, untuk syarat yang satu ini merupakan syarat wajib bagi siapapun yang akan menerima komuni. Jadi, tidak hanya mereka yang akan menerima komuni pertama saja yang harus berpuasa, melainkan juga mereka yang akan menyambut komuni biasa. Demikian beberapa ulasan tentang beberapa syarat bagaimana menerima komuni yang pertama kali di dalam Gereja Katolik yang bisa anda ketahui.

Related Posts • 7 Cara Beribadah Agama Katolik dengan Sakramen dan Devosi Bunda Maria • 3 Ajaran Gereja Tentang Tritunggal Mahakudus Dalam Rumusannya • 4 Bagian Tata Perayaan Sakramen Ekaristi Yang Perlu Diketahui • 6 Buah-Buah Komuni Sakramen Ekaristi Sebagai Perwujudan Iman • Sejarah Singkat Sakramen Ekaristi Dengan Penjelasan Terlengkap

MISA KOMUNI PERTAMA PAROKI KALVARI 2017




2022 charcuterie-iller.com