Korban kasus saipul jamil

Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan, meskipun Saipul Jamil telah menjalani masa hukuman korban kasus saipul jamil penjara, kemunculannya di layar televisi lagi bisa berdampak buruk bagi korban. Saipul Jamil digambarkan seolah-olah menjadi korban. [Twitter] "Apakah menjadi pengaruh terhadap anak? yang pasti terhadap korban pasti berpengaruh dan menimbulkan trauma ketika melihat wajah Saipul Jamil," kata Jasra saat dihubungi, Minggu (5/9/2021).

Baca Juga: KPAI Sebut Penampilan Saipul Jamil di TV Bikin Korban Makin Trauma Di sisi lain, viralnya penolakan dari publik yang masif kepada Saipul Jamil justru akan membuatnya kembali mendapat panggung dan mau tidak mau anak-anak menonton hal tersebut. "Jika terlalu berlebihan dan menjadikan berita ini viral maka bisa saja mempengaruhi pengetahuan dan keingin tahuan anak," katanya.

Unggahan Soal Saipul Jamil [change.org] Oleh sebab itu, dia meminta orang tua untuk berperan aktif menyaring informasi yang dikonsumsi ke anak dan memberi penjelasan yang benar terkait kasus ini. Baca Juga: KPAI: Korban Trauma Lihat Wajah Saipul Jamil di TV Foto kolase Saipul Jamil dan Coki Pardede. Bukan hanya karena penyambutan luar biasa dan gaya parlentenya naik mobil porsche, tapi karena banyaknya korban kasus saipul jamil pekerjaan untuk pedangdut berusia 41 tahun itu kembali ke layar kaca.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS Merdeka.com - Kasus pelecehan seksual yang menjerat pedangdut Saipul Jamil semakin bertambah kusut. Setelah sebelumnya dua orang yang mengaku korban melapor, kini satu lagi pria mengaku pernah menjadi korban Bang Ipul.

Korban ketiga itu berinisial DM, berusia sekitar 20 tahun. DM kemarin sore mendadak datang ke Mapolres Jakarta Utara. DM didampingi kuasa hukumnya, Agus Rudjianto dan Priyo Jatmiko langsung dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP). Usai di BAP, pengacara DM, langsung membeberkan peristiwa yang dialami kliennya.

Menurut kedua pengacara itu, kliennya telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan suami Dewi Persik itu. Pengakuan DM melalui kedua pengacaranya itu membuat heboh. Banyak hal yang dia ungkapkan seputar kasus pelecehan itu. Berikut pengakuan DM melalui pengacaranya tersebut: Korban Saipul Jamil.

©2016 merdeka.com/adriana megawati Pengacara Priyo Jatmiko bersama kliennya seorang laki-laki berusia sekitar 20 tahun kemarin sore mendatangi Polres Metro Jakarta Utara. Priyanto menyebut bahwa kliennya itu adalah salah satu korban pelecehan yang diduga dilakukan oleh Saipul Jamil.

"Ada korban baru yang dilakukan saudara SJ yaitu korbannya berinisial MD. Saya selaku kuasa hukum korban sudah melaporkan di Polresta Jakut," ujar Priyo kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Senin (29/2). Menurut Priyo, kliennya menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh artis dangdut tersebut. "Tindak pidana kesusilaan kesopanan yang diatur dalam pasal 290 ayat 1 juncto pasal 281 ayat 2.

Jadi tindak pidana yang kita laporkan sesuai hukum pidana.

Yang dilakukan saudara SJ itu melanggar pasal tersebut," ujarnya. Pantauan merdeka.com, MD berkaos hitam panjang dan menggunakan masker saat masuk ke ruang pemeriksaan di Mapolres Jakarta Utara.

MD pun enggan berbicara kepada awak media. Menurut keterangan Priyo, korban MD dan Saipul Jamil berkenalan lewat media sosial.

Lalu MD diajak main ke rumah Saipul Jamil. 'Kenalan lalu klien kami diajak ke rumah saudara Saipul. Kemudian masuk ke rumah di kamar dan seterusnya sampai dia melakukan hal yang melanggar tindak kesusilaan melanggar hukum," ujar Priyo. Kuasa hukum MD yang lain, Agus Rudijanto bahkan menyebut bila kliennya sudah empat kali dicabuli oleh Saipul Jamil. "Ada 4 kali, 2 kali Korban kasus saipul jamil, 1 kali Desember dan 1 kali Januari," ujar Agus. Korban Saipul Jamil. ©2016 merdeka.com/adriana megawati MD didampingi dua pengacaranya melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual dan pencabulan yang diduga dilakukan artis Saipul Jamil ke Polres Metro Jakarta Utara.

Lalu mengapa MD baru lapor sekarang? "Ada yang harus dipertimbangkan. Masalah malu, aib dan masalah ketakutan," ujar pengacara MD, Agus Rudijanto saat mendampingi kliennya di Mapolres Jakarta Utara, Senin (29/2). Selain karena malu, MD mengaku selama ini dijanjikan sesuatu oleh Saipul Jamil sehingga dia memendam kasus ini.

Namun karena janji tak kunjung ditepati, sore ini dia melaporkan kasus pencabulan dan pelecehan seksual ini ke Polisi. "Ada beberapa janji, ternyata dari kesekian kalinya baru menyadari itu adalah tipu," ujar Agus. Menurut Agus, MD dan Saipul berkenalan via media sosial. MD kemudian diundang ke rumah Saipul Jamil. "Bahwa dari Path perkenalan terjadi.

Kemudian diundang ke rumah terlapor Saipul. Kemudian di sana terjadi. Jadi tidak ada basa basi.

Ketika datang di depan rumah dibayar taksi oleh terlapor itu jumlahnya tidak banyak," terangnya. Agus Rudijanto menyebut bila kliennya sudah empat kali dicabuli oleh Saipul Jamil. "Ada 4 kali, 2 kali Oktober, 1 kali Desember dan 1 kali Januari," ujar Agus. Korban Saipul Jamil. ©2016 merdeka.com/adriana megawati Pengacara MD (20), Agus Rudjianto menyebut ada saksi saat kliennya dilecehkan dan dicabuli oleh artis Saipul Jamil. Agus juga menyebut bila ada bukti yang menguatkan laporan kliennya ke Mapolres Jakarta Utara sore tadi.

"Ada saksi yang termasuk menyaksikan pada waktu kejadian. Ada pula bukti pakaian yang disajikan. Korban kasus saipul jamil beberapa ada yang baru ketemu di rumah saja ada juga orang yang dekat saja," ujar Agus saat mendampingi kliennya di Mapolres Jakarta Utara, Senin (29/2).

Menurut Agus, saat kasus pelecehan seksual itu terjadi, Saipul yang membuka baju MD. 4 Kali pelecehan itu, kata Agus semuanya dilakukan di rumah Saipul Jamil di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Yang buka pakaian saat itu adalah Saipul. Memang pada waktu itu pakaian itu yang dipakai," ujarnya. Menurut Agus, kliennya sudah dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP).

Sekarang kasus ini dia serahkan kepada polisi untuk mengusutnya. "Jadi gini ya untuk hari ini kita membuat laporan atas inisial MD. Hari ini kita buat laporan ke polisi, laporan sudah diterima, teman-teman sudah (wartawan) lihat ya tadi, sudah diterima laporannya, kita tinggal nunggu panggilan lagi dari kepolisian data penyelidikan," imbuhnya.

Korban Saipul Jamil. ©2016 merdeka.com/adriana megawati MD, seorang pria berusia 20 tahun sore ini mendatangi Mapolres Jakarta Utara untuk melaporkan kasus dugaan pelecehan dan pencabulan yang dialaminya. MD yang didampingi dua pengacara, Agus Rudjianto dan Priyo Jatmiko langsung dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP).

Kepada wartawan, Agus Rudjianto menjelaskan kasus yang menimpa kliennya. Menurut Agus, MD adalah fans Saipul Jamil dan berkenalan via jejaring sosial Path. "Hampir sama dengan yang lain, jadi ini mengarah pada pelecehan seksual, masalah pencabulan.

Memang agak miris dari sisi keterangan dari korban, ada oral dan sebagainya, itu yang kita angkat," ujar agus kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Senin (29/2).

Agus menyebut bahwa kasus pelecehan seksual itu membuat kliennya trauma.

Agus juga membantah bila aduannya hari ini karena MD sedang mencari popularitas dalam kasus yang membelit pedangdut tersebut. "Ada trauma yang luar biasa di korban ini. Bicara popularitas enggak mungkin pakai masker," ujarnya menepis. Pantauan merdeka.com, MD memang terlihat menutupi wajahnya dengan topi dan masker saat datang ke Korban kasus saipul jamil Jakarta Utara.

MD yang mengenakan kaos lengan panjang hitam ini enggan berkomentar kepada wartawan. BACA JUGA: Saipul Jamil didakwa suap Hakim Ifa Sudewi Rp 250 juta Saipul Jamil, sudah jatuh tertimpa tangga [hhw] Baca juga: Polda Metro segera usut penyebar video 'hap' Saipul Jamil Dicabuli Saipul Jamil empat kali, MD mengaku trauma Pengacara sebut ada saksi saat Saipul Jamil cabuli MD Ini alasan MD baru polisikan Saipul setelah 4 kali dicabuli AW pernah tinggal di rumah Saipul Jamil karena dijanjikan sesuatu 1 Belum Vaksin Covid-19, Puluhan Wisatawan Dilarang Masuk Lawang Sewu 2 Ganjar Minta Jajaran Siaga di Perbatasan Cegah Penyakit Mulut Kuku Ternak di Jateng 3 10 Momen Keseruan Ayu Ting Ting Wisata di Yogyakarta, Penampilannya Mencuri Perhatian 4 Potret Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Pulang Kampung ke Malang, Seru Banget 5 Kisah Kapolda Metro Saat Ditelepon Sang Ibu 'Kalau Sudah Tinggi Pangkat Saya Pulang' Selengkapnya
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Saipul Jamil akan segera bebas dalam waktu dekat ini.

Saipul Jamil bahkan sudah dapat jadwal bebas setelah mendekam selama lima tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang. Sebelumnya suami Dewi Persik ini divonis hakim tersandung dua kasus sekaligus yakni kasus asusila dan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Baca juga: Saipul Korban kasus saipul jamil Dijadwalkan Bebas pada 2 September Kompas.com merangkum perjalanan kasus hukum yang menjerat Saipul Jamil.

Kasus Asusila Saipul Jamil pertama kali tersandung kasus pencabulan dan ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Februari 2016. Saat itu, korban berinisial DS melaporkan Saipul Jamil karena melakukan tindak asusila terhadap dirinya.

Saipul Jamil disebut meminta DS untuk menginap di rumahnya dan memberikan pijatan. DS sempat menolak dan akhirnya tidur sekitar pukul 04.00 WIB. Saat DS sedang tertidur lelap, Saipul Jamil akhirnya melakukan tindakan tidak senonoh. Baca juga: Kuasa Hukum Saipul Jamil Pertanyakan Berkas PK yang Belum Sampai ke MA Atas perbuatannya, Saipul Jamil divonis hukuman penjara 3 tahun.

Kemudian dalam putusan banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman Saipul Jamil menjadi 5 tahun penjara. Merasa tak terima melalui kuasa hukumnya, Bang Ipul ajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Sayangnya, MA dalam putusannya menolak PK Saipul Jamil dan tetap pada putusan PT DKI Jakarta. Oleh karenanya, Saipul Jamil tetap harus menjalani 5 tahun hukuman penjara.

Berita Terkait Saipul Jamil Dijadwalkan Bebas pada 2 September Kuasa Hukum Saipul Jamil Pertanyakan Berkas PK yang Belum Sampai ke MA Saipul Jamil Segera Bebas, Dewi Perssik: Syukur Luar Biasa Apabila PK Ditolak, Saipul Jamil Bebas November 2021 Sidang PK Selesai, Saipul Jamil Nantikan Putusan dari MA Berita Terkait Saipul Jamil Dijadwalkan Bebas pada 2 September Kuasa Hukum Saipul Jamil Pertanyakan Berkas PK yang Belum Sampai ke MA Saipul Jamil Segera Bebas, Dewi Perssik: Syukur Luar Biasa Apabila PK Ditolak, Saipul Jamil Bebas November 2021 Sidang PK Selesai, Saipul Jamil Nantikan Putusan dari MA Jadi Jagoan di MasterChef Indonesia, Guru Masak Lord Adi Ternyata Bukan Orang Sembarangan https://www.kompas.com/hype/read/2021/08/23/082045966/jadi-jagoan-di-masterchef-indonesia-guru-masak-lord-adi-ternyata-bukan https://asset.kompas.com/crops/ofyBd1-eGS7gvrU8Ma4IRyGMWoM=/106x247:970x823/195x98/data/photo/2021/08/23/6122f74bbab21.jpg JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah lima tahun berlalu, kasus yang pernah menjerat penyanyi dangdut, Saipul Jamil, kini kembali menjadi sorotan.

Ini lantaran penyanyi dangdut berusia 41 tahun yang resmi bebas dari Lapas Cipinang pada Kamis (2/9/2021) itu disambut layaknya orang yang sudah mengharumkan nama negara dengan prestasinya.

Saipul melambaikan tangan dari dalam mobil, wajahnya tersenyum semringah. Dia juga terlihat memakai kalung bunga di leher. Baca juga: Sudah Lebih dari 200 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Boikot Saipul Jamil Tidak itu saja, wajahnya juga langsung muncul dan ramai diundang televisi, bahkan channel YouTube, untuk menceritakan pengalamannya selama lima tahun ke belakang. Lantas, apa yang menjadi masalah hingga akhirnya ramai ajakan boikot Saipul Jamil?

Sudah lupa atau tak mengikuti kasusnya zaman dulu, simak rangkuman kasus hukum Saipul Jamil yang akhirnya memicu kemarahan banyak orang dnegan kemunculannya di layar tv. Awal kasus pencabulan Februari 2016, Saipul Jamil dilaporkan oleh seorang remaja usia 17 tahun berinisial DS dengan tuduhan pencabulan. Saipul mengenal DS lewat acara pencarian bakat di salah satu stasiun televisi swasta, di mana Saipul menjadi salah satu jurinya. DS merupakan salah satu penonton program tersebut.

Baca juga: Bebas dari Penjara, Saipul Jamil Dapat Remisi 30 Bulan Korban kasus saipul jamil yang akrab disapa Bang Ipul itu kemudian menawarkan untuk pulang bersama karena sama-sama tinggal di Jakarta Utara.

Pertemuan kembali terjadi, dan Ipul membujuk DS menginap di rumahnya dan meminta Korban kasus saipul jamil memijatnya. Dalam kesempatan itulah pelantun "Jujur" itu melancarkan aksinya. Bang Ipul mencabuli korban yang tengah tertidur lelap di kamar asistennya. Baca juga: Saipul Jamil Muncul di TV, Angga Sasongko Pilih Hentikan Distribusi Film Nussa dan Keluarga Cemara dari TV "SJ sempat dua kali minta, tetapi DS tidak berkenan.

Nah, pas DS sedang tertidur sekitar pukul 04.00 WIB, SJ melakukan perlakuan tak senonoh itu," jelas Kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Nugroho. DS yang tidak melawan karena ketakutan langsung meninggalkan rumah Saipul dan melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya. Mereka kemudian datang ke kantor polisi untuk melaporkan perlakuan Saipul. Saipul mengakui perbuatannya Dalam pemeriksaan, pernyataan Saipul dengan DS sesuai.

Saipul mengakui telah melakukan pelecehan seksual kepada DS. Baca juga: Muncul Seruan Boikot Saipul Jamil, Ini Alasannya "SJ mengakui sudah melakukan pelecehan seksual yang dilakukan kepada pelapor DS. Keterangan DS sinkron dengan pengakuan SJ saat dikonfrontasi," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona.

Polisi kemudian menaikkan status Saipul dari terperiksa menjadi tersangka pada 18 Februari 2016. Sementara itu, DS yang menjalani visum masih mengalami trauma. "Dia didampingi oleh orangtuanya. Korban meminta proses hukum ini terus lanjut," ujar Ari.

Vonis awal dan peninjauan kembali (PK) Pada 14 Juni 2016, Saipul Jamil ditetapkan bersalah atas kasus pencabulan anak laki-laki di bawah umur dengan hukuman 3 tahun penjara oleh PN Jakarta Utara. Baca juga: Saipul Jamil Berharap Bebas Sebelum Ramadhan, 3 Stasiun Televisi Sudah Menanti Dia terbukti melanggar Pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul.

Kemudian pada 15 Maret 2017, Saipul mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, Desember 2017, PK Saipul ditolak. Dengan kata lain, Ipul tetap menjalani hukuman penjara selama 5 tahun.

Suap panitera PN Jakarta Utara Saipul terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, sebesar Rp 250 juta. Awalnya, Saipul melalui pengacara berusaha menyuap Ifa Sudewi sebagai Ketua Majelis Hakim dalam sidang kasusnya. Uang suap itu diberikan melalui panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi.

Atas perbuatan tersebut, hukuman Saipul bertambah tiga tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan sehingga total menjadi 8 tahun kurungan. Batal bebas di tahun 2020 Pedangdut Saipul Jamil mengajukan pembebasan bersyarat ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pengajuannya itu terkait wacana pembebasan 30.000 narapidana oleh Kemenkumham untuk mencegah penyebaran Covid-19 di penjara. Namun, pengajuan pembebasan bersyaratnya itu ditolak karena dinilai belum memenuhi aturan pembebasan bersyarat.

"Enggak, enggak ada, Saiful Jamil enggak ikut (bebas)," ujar Hendra Eka, Kalapas Cipinang, Kamis (2/4/2020). Di bulan Oktober 2020, kuasa hukum Saipul Jamil kembali mengajukan pembebasan bersyarat. Bebas setelah remisi 30 bulan Karena berkelakuan baik selama di penjara. Saipul mendapat remisi 30 bulan dari total vonis 8 tahun yang dia terima.

Hal ini diungkap oleh Kepala Lapas Kelas 1 Cipinang, Tony Nainggolan. Akhirnya Saipul bebas pada 2 September 2021. Penyambutan meriah ketika dia bebas ditambah banyaknya undangan korban kasus saipul jamil Saipul tampil di televisi dan YouTube itu yang kemudian menjadi sorotan hingga muncul petisi untuk memboikot Saipul Jamil. Temani Periksa Kandungan, Krisdayanti dan Atta Halilintar Goda Aurel https://www.kompas.com/hype/read/2021/09/06/113212766/temani-periksa-kandungan-krisdayanti-dan-atta-halilintar-goda-aurel https://asset.kompas.com/crops/m0YH0VybO19n7vkSe0d_E1aF0AY=/0x25:1080x745/195x98/data/photo/2021/08/21/6120cb57006fb.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com - Bebasnya Saipul Jamil dari Korban kasus saipul jamil Cipinang, Jakarta Timur, dengan penyambutan bak pahlawan yang keluar dari penjara memunculkan kritik.

Penyambutan Saipul Jamil ketika bebas dari penjara yang disertai pengalungan bunga seolah membenarkan pencabulan terhadap anak yang dilakukan pedangdut tersebut. Acara penyambutan Saipul Jamil yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi juga dinilai tak memiliki empati terhadap korban.

Baca juga: Pakar Hukum Sayangkan Kebebasan Saipul Jamil Disambut bak Pahlawan Adapun berdasarkan catatan Kompas.com, Saipul Jamil mulanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus percabulan anak di bawah umur pada Februari 2016.

Saat itu, Saipul Jamil melakukan pelecehan dan pemaksaan seksual kepada seorang anak laki-laki di bawah umur. Kala itu, korban berinisial DS melaporkan Saipul Jamil karena melakukan tindak asusila terhadap dirinya.

Saipul Jamil disebut meminta DS untuk menginap di rumahnya dan memberikan pijatan. DS sempat menolak dan akhirnya tidur sekitar pukul 04.00 WIB. Saat DS sedang tertidur lelap, Saipul Jamil akhirnya melakukan tindakan tidak senonoh.

Atas perbuatannya, Saipul Jamil divonis hukuman penjara 3 tahun. Kemudian dalam putusan banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman Saipul Jamil menjadi 5 tahun penjara. Baca juga: Saipul Jamil Bebas Murni, Kalapas: Dia Aktif dalam Pembinaan Musik Selama di Penjara Merasa tak terima melalui kuasa hukumnya, Bang Ipul, sapaannya, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Kemudian MA dalam putusannya menolak PK Saipul Jamil dan tetap pada putusan PT DKI Jakarta.

Oleh karenanya, Saipul Jamil tetap harus menjalani 5 tahun hukuman penjara. Saipul Jamil Ditampilkan Berlebihan di Korban kasus saipul jamil, Kominfo Minta KPI Perhatikan Masukan Masyarakat https://nasional.kompas.com/read/2021/09/06/11195161/saipul-jamil-ditampilkan-berlebihan-di-tv-kominfo-minta-kpi-perhatikan https://asset.kompas.com/crops/Hftzkp2-spxp_wAOouTIfB7gV_g=/0x41:1000x707/195x98/data/photo/2019/02/22/1406567382.jpg
TRIBUNNEWS.COM - Ini deretan foto 'korban' Saipul Jamil saat melaporkan kasus pencabulan yang berhasil diabadikan Fotografer Tribunnews.com, Jeprima.

Dua remaja korban kasus pencabulan yang diduga dilakukan Saipul Jamil saat melaporkan kasus tersebut di kantor Polisi Sektor (Polsek) Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/2/2016) malam. Peristiwa pencabulan itu terjadi di rumah Saipul di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar pukul 04.00 WIB.

Kasus Saipul Jamil, Sudah 3 Korban Mengaku Jadi Korban [Kabar Kabari] [6 Maret 2016]




2022 charcuterie-iller.com