Jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

PENDAHULUAN Perilaku konsumen merupakan proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Untuk barang berharga jual rendah ( low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi ( high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Dalam proses pembelian barang dan jasa perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : • Motivasi ( motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

• Persepsi ( perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut. • Pembentukan sikap ( attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.

• Integrasi ( integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil.

Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut. Oleh Karena itu dalam makalah ini kami akan membahas tentang Perilaku Konsumen mengenai Motivasi Konsumen, motivasi sebagai kekuatan psikologik, dinamika motivasi, pengukuran motivasi, serta etika dan motivasi konsumen.

PEMBAHASAN MOTIVASI SEBAGAI KEKUATAN PSIKOLOGIK Motivasi adalah dorongan dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak, yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Pada suatu waktu seseorang mungkin memiliki beberapa kebutuhan yang menuntut dipenuhi.

Diantara kebutuhan tersebut terdapat beberapa apa yang dinamakan Biogenic yakni muncul dari ketegangan fisiologis seperti lapar, haus dan tidak nyaman. Kebutuhan lain adalah Psycogenic yaitu muncul dari ketegangan psikologis seperti kebutuhan untu diakui, harga diri jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut merasa diterima oleh lingkungan.

Jika tidak sampai pada suatu intensitas yang cukup maka banyak kebutuhan tidak memiliki daya dorongan untuk menggerakan konsumen berbuat sesuatu. Motif atau dorongan adalah suatu kebutuhan yang cukup kuat mendesak seseorang untuk mengarahkan seseorang agar mencari pemuasan terhadap kebutuhan. Analisis psikologis memperlihatkan bahwa kegiatan manusia termasuk perilaku memberli diarahkan kepada pemuasan kebutuhan.

Motivasi bagi tindakan diperoleh dari ketegangan-ketegangan yang terkumpul guna memuaskan kebutuhan yang seringkali terdapat dibawah batas kesadaran. Apapun tindakan seseorang adalah diarahkan untuk mengurangi keegangan yang sedang dialami. Motivasi merupakan tenaga penggerak dalam diri individu yang mendorong mereka untuk bertindak.

Tenaga penggerak ini ditimbulkan oleh tekanan keadaan tertekan yang tidak menyenangkan yang muncul sebagai akibat dari kebutuhan yang tidak terpenuhi. Semua individu mempunyai kebutuhan, hasrat, dan keinginan. Dorongan bawah sadar individu untuk mengurangi tekanan yang ditimbulkan oleh kebutuhan menghasilkan perilaku yang diharapkannya akan memenuhi kebutuhan sehingga akan menimbulkan keadaan yang lebih menyenangkan dalam dirinya.

NEEDS (KEBUTUHAN) Setiap orang mempunyai berbagai kebutuhan, diantaranya adalah: • Kebutuhan dasar (innate needs) yaitu kebutuhan yang dibawa sejak individu lahir dan bersifat fisiologis (biogenis), meliputi semua factor yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan fisik (makanan, air, pakaian, perumahan, seks).

Kebutuhan biogenis dianggap sebagai kebutuhan primer, karena semua itu dibutuhkan untuk meneruskan kehidupan biologis. • Kebutuhan perolehan (acquired needs) adalah kebutuhan yang dikembangkan individu sesudah lahir (yang dipelajari sebagai jawaban terhadap kebudayaan atau lingkungan) terutama bersifat psikologis (psikogenis), meliputi cinta, penerimaan, penghargaan, dan pemenuhan diri. Kebutuhan perolehan biasa dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan akibat dari keadaan psikologis subyektif individu dan dari berbagai hubungan dengan orang lain.

GOALS (SASARAN) Sasaran adalah hasil yang diinginkan dari perilaku yang didorong oleh motivasi. Sasaran umum yaitu kelas atau kategori sasaran umum yang dipandang konsumen sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Analisis sasaran hasil (means and analysis) merupakan cara lain untuk meninjau paradigma sasaran kebutuhan. Beberapa individu menetapkan hasil yang diingini atas dasar nilai-nilai pribadi dan memilih sarana (perilaku) yang dipercaya dapat membantu mencapai sasaran yang diinginkan.

INTERDEPENDENCE OF NEEDS AND GOALS Kebutuhan dan sasaran saling tergantung, tidak ada yang bisa eksis tanpa lainnya. Tetapi, kesadaran orang terhadap sasarannya sering tidak sebesar kesadaran orang itu terhadap kebutuhannya.

Misalnya, seorang mahasiswa tidak menyadari kebutuhannya akan prestasi tetapi ia mungkin berjuang untuk mendapatkan nilai A. POSITIVE AND NEGATIVE MOTIVATION Positive motivation merupakan kebutuhan, keinginan, atau hasrat. Negative motivation merupakan rasa takut atau keengganan. Kekuatan motivasi positif dan negative terlihat sangant berbeda dari sudut kegiatan fisik (terkadang bersifat emosional), akan tetapi keduanya pada dasarnya sama yaitu bermanfaat untuk memulai dan menunjang perilaku manusia.

karena alasan ini kedua jenis motivasi sering disebut sebagai kebutuhan. Sasaran juga dapat positif atau negative. Sasaran positif adalah menjadi arah bagi perilaku, sehingga sering disebut obyek yang didekati. Sasaran negative adalah sasaran yang dihindari oleh perilaku dan disebut obyek yang dijauhi. RATIONAL VERSUS EMOTIONAL MOTIVES • Rational Motives, menyatakan bahwa para konsumen memilih sasaran didasarkan pada kriteria yang obyektif, artinya konsumen secara teliti mempertimbangkan semua alternative dan memilih alternative yang memberikan manfaat terbesar, seperti ukuran, berat, harga, dsb.

• Emotional Motives, mengandung arti bahwa pemilihan sasarannya menurut kriteria pribadi atau subyektif. Contoh, kebanggaan, ketakutan, kasih saying, dsb. THE DYNAMIC NATURE OF MOTIVATION Motivasi merupakan konsepsi yang dinamis yang terus-menerus berubah reaksi terhadap berbagai pengalaman hidup. Kegiatan manusia didorong kebutuhan tidah pernah berhenti, hal ini disebabkan oleh: • Banyak kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan sepenuhnya, kebutuhan tersebut terus mendorong tindakan untuk mencapai atau mempertahankan kepuasan.

• Kebutuhan baru muncul ketika kebutuhan lama terpenuhi yang menyebabkan tekanan dan mendorong kegiatan. • Kesuksesan dan kegagalan mempengaruhi sasaran. Individu yang sukses mencapai sasarannya biasanya menetapkan sasaran yang baru dan lebih tinggi yaitu meningkatkan tingkat aspirasi. SUBTITUTE GOALS Jika individu tidak dapat mencapai sasaran yang diharapkan, maka mereka cenderung untuk mengambil altenatifsasaran pengganti.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Meskipun, sasaran pengganti tidak memuaskan seperti sasaran primer, tetapi cukup untuk menghilangkan tekanan yang tidak menyenangkan. FRUSTRATION Kegagalan mencapai suatu tujuan sering menimbulkan perasaan kecewa (frustrasi). Individu memberikan reaksi terhadap kekecewaan dengan dua cara: • mencari cara untuk mengatasi rintangan yang menghalangi dalam pencapaian tujuan atau dengan mengambil tujuan pengganti, • melakukan defense mechanisms (mekanisme pertahanan) untuk melindungi ego dari perasaan ketidakcakapan.

Defense Mechanisms (Mekanisme Pertahanan) Seseorang yang tidak dapat mengatasi kekecewaan sering mendefinisikan kembali pada keadaan yang mengecewakan untuk melindungi citra diri dan mempertahankan harga diri. Mekanisme pertahanan mencakup: • Agresi, seseorang yang mengalami kekecewaan memperlihatkan perilaku yang agresif dalam usaha melindungi harga diri.

• Rasionalisasi, didefinisikan kembali pada situasi yang mengecewakan dengan menciptakan berbagai alasanyang masuk akal terhadap ketidakmampuan mencapai sasaran. • Regresi, memberikan reaksi terhadap situasi yang mengecewakan dengan berperilaku kekanak-kanakan atau tidak dewasa. • Penarikan diri, kekecewaan diselesaikan dengan hanya menarik diri dari keadaan. • Proyeksi, menegaskan kembali situasi yang mengewakan dengan melemparkan kesalahan atas kegagalan dan ketidakmampuannya sendiri pada orang lain.

• Autisme, mengacu pada pemikiran yang didominasi oleh kebutuhan dan emosi dengan sedikit usaha untuk menghubungkannya dengan realitas. • Identifikasi, mengatasi perasaan kecewa dengan menyamakan diri dengan orang atau situasi yang ada kaitannya. • Represi, menekan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Multiplicity of Needs Perilaku tertentu konsumen sering dapat memenuhi lebih dari satu kebutuhan. Faktanya, lebih besar kemungkinan bahwa sasaran khusus dipilih karena dapat memenuhi beberapa kebutuhan.

Needs and Goals Vary among Individuals Motif tidak dapat dengan mudah diduga dari perilaku konsumen. Orang-orang yang memiliki kebutuhan berbeda mungkin mencari pemenuhan dengan memilih tujuan yang sama atau dapat juga dengan orang-orang mempunyai kebutuhan yang sama mungkin mencari pemenuhan dengan memilih tujuan yang berbeda. AROUSAL OF MOTIVES Kebutuhan khusus seseorang yang biasanya tidak disadari oleh yang bersangkutan, muncul disebabkan oleh rangsangan yang terdapat di dalam kondisi psikologi individu, karena proses emosi atau kesadaran, atau oleh rangsangan yang berasal dari lingkungan luar, meliputi psysiological arousal, emotional arousal, cognitive arousal, environmental arousal.

TYPE AND SYSTEMS OF NEEDS Hierarchy Of Needs (Hierarki Kebutuhan) Hierarki kebutuhan manusia ini dikemukakan oleh Dr. Abraham Maslow, sehingga teori ini sering disebut dengan teori Maslow.

Teori ini memiliki 5 tingkat dasar kebutuhan manusia, yang diurutkan berdasarkan pentingnya dari tingkat kebutuhan yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. • Physiological Needs, meliputi : makanan, air, udara, perumahan,seks. • Safety and Security Needs, meliputi : perlindungan, ketertiban, stabilitas. • Social Needs, meliputi : kasih sayang, persahabatan, pemilikan • Ego Needs, meliputi : martabat, status, harga diri • Self-Aktualization yakni pemenuhan diri Teori hierarki kebutuhan Maslow menjelaskan 5 tingkat hierarki kebutuhan manusia yang utama.

Kebutuhan pada urutan yang lebih tinggi menjadi kekuatan penggerak di belakang perilaku manusia, jika kebutuhan tingkat yang lebih rendah telah terpuaskan. Pada dasarnya teori ini mengatakan bahwa ketidakpuasan akan memotivasi perilaku.

Hierarki kebutuhan sering digunakan sebagai dasar segmentasi pasar, yaitu daya tarik iklan khusus yang membidik satu atau lebih tingkat kebutuhan segmen. Tujuan yang lain adalah untuk mengatur posisi produk yaitu memutuskan cara menempatkan produk ke dalam pikiran para calon konsumen. A TRIO OF NEEDS • Power (Kekuasaan) Kebutuhan ini berkaitan dengan keinginan individu untuk mengembalikan lingkungannya, termasuk juga kebutuhan untuk mengendalikan orang lain dan berbagai obyek.

• Affiliation Kebutuhan ini berkaitan dengan perilaku yang sangat dipengaruhi oleh keinginan untuk memperoleh persahabatan, penerimaan, dan untuk menjadi bagian masyarakat. Kebutuhan ini cenderung tergantung secara social kepada orang lain.

• Achievement (Pencapaian Prestasi) Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan egoistis maupun kebutuhan aktualisasi diri. Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi lebih menyukai keadaan yang memungkinkan mereka dapat mengambil tanggung jawab pribadi untuk menemukan pemecahan masalahnya.

THE MEASUREMENT OF MOTIVES Motivational Research Riset motivasi didasarkan pada dasar pemikiran bahwa konsumen tidak selalu menyadari sebab-sebab tindakan mereka, maka riset ini berusaha menemukan berbagai perasaan sikap dan emosi yang mendasari pemakaian produk, jasa, atau merek. Teori psikoanalistis Sigmund Freud mengenai kepribadian menjadi dasar bagi perkembangan riset motivasi.

Riset motivasi member orientasi dasar kepada para pemasok mengenai berbagai kategori produk baru dan juga memungkinkan dilakukan perancangan berbagai studi pasar kualitatif yang lebih tersusun. Para pakar psikologi telah berhasil mengembangkan teori motivasi pada diri manusia. Di bawah ini dijelaskan tiga teori motivasi. Teori Motivasi Maslow Abraham maslow menyebutkan bahwa beberapa kebutuhan dalam urutan kepentingannya bagi kebanyakan orang dengan kebutuhan-kebutuhan yang paling mendasar.

Menurutnya seorang individu biasanya mencoba memuaskan pertama-tama kebutuhannya yang paling mendasar untuk kemudian meningkat pada tahap berikutnya. Susunan kategori kebutuhan menurut Maslow yang didasarkan pada kepentinganya digambarkan dalam Hirarki Maslow sebagai berikut ini. Kebutuhan-kebutuhan dasar Kebutuhan-kebutuhan dasar adalah kebutuhan-kebutuhan akan pemuasan rasa lapar, haus, keinginan ingin tidur dan lain-lain. semua ini merupakan ebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Tanpa pemenuhuan kebutuhan ini pemuasan kebutuhan lain menjadi tidak berarti. Kebutuhan keselamatan dan keamanan Kebutuhan keselamatan dan keamanan mencakup keselamatan jasmani, ekonomi disamping pemuasan kebutuhan sosial.

Kebutuhan memiliki dicintai Kebutuhan ini menyanngkut hubngan yang baik dengan individu lain atau lingkungan dalam masyarakat sehingga bagi individu yang bersangkutan merasa dicintai dan dipenuhi kasih saying.

Kebutuhan harga diri (penghargaan) Orang-orang membutuhkan penghargaan akan diri sendiri dan juga penghargaan dari orang lain. pemenuhan kebutuhan ini akan memberikan perasaan berguna bagi orang lain dan jika terjadi sebaliknya maka akan menimbulkan perasaan rendah diri dan tidak berdaya. Kebutuhan keberhasilan Kebutuhan ini merupakan keinginan untuk mencapai puncak kemampuan seseorang.

Pemenuhan kebutuhan ini bisa diawali jika kebutuhan-kebutuhan tingkat sebelumnya sudah dapat dipenuhi dengan baik. Teori Motivasi Herzberg Frederick Herzberg mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan “teori dua faktor” motivasi yaitu faktor yang menyebabkan ketidakpuasan dan faktor yang menyebabkan kepuasan. Dapat diambil contoh, jika sebuah computer X tidak memberikan suattu jaminan produk maka akan menyebabkan ketidakpuasan karena seseorang pembeli tentu menginginkan produk yang mutunya terjamin.

Pada teori motivasi ini mengandung dua implikasi yaitu para penjual perlu berusaha sebaik-baiknya untuk berusaha menghindarkan hal-hal yang tidak memuaskan. Selanjutnya produsen juga perlu mengetahui secara cermat faktor-faktor utama yang memuaskan atau mendorong perilaku membeli dalam pasar dan memastikan memasukan faktor itu kedalam usaha pemasaran.

Faktor ini akan dapat menjadi penyebab perbedaan yang penting menyangkut merk yang akan dibeli konsumen sasaran. Teori Motivasi Freud Sigmound Freud berangggapan bahwa kekuatan psikologis yang sebenarnya membentuk perilaku pembeli sebagian besar berasal dari bawah sadar.

Dia berpendapat bahwa seseorang menekan berbagai keinginan dan dorongan ke bagian bawah sadar dalam proses menjadi dewasa dan menerima aturan sosial di sekitarnya. Semua keinginan atau dorongan ini tidak pernah terhapus atau terkendali secara sempurna.

Semua ini muncul dalam mimpi, dalam salah bicara atau menulis dan dalam perilaku yang neurotis. Dengan demiian seseorang tidak memahami sepenuhnya motivasi berasal dari mana. Dapat saja penggambaran motifnya sebagai peengembangan hobi dan peningkatan karir. Pada tingkatan lebih dalam motifnya adalah supaya dikagumi orang atau lebih dalam lagi dengan pembelian suatu produk supaya semakin merasa mantap sebagai orang yang modern, muda dan penuh vitalitas.

DINAMIKA MOTIVASI Kebutuhan yang dirasakan dapat diaktifkan dengan cara-cara yang berbeda, yang salah satunya sepenuhnya bersifat fisiologis, rasa haus atau lapar merupakan contohnya. Manusia juga memiliki kapasitas untuk berfikir tentang orang atau objek yang tidak hadir dalam waktu dekat atau membayangkan konsekuensi yang diinginkan dari tindakan tertentu (Engel, 1995). Proses berfikir ini sendiri dapat menggairahkan.

Sebagai contoh, kita semua kadang dapat merasakan lapar hanya dengan berfikir tentang makanan kegemaran. Akhirnya, kegairahan dapat dicetuskan oleh informasi dari luar. Kebutuhan yang diaktifkan akhirnya menjadi diekspresikan dalam perilaku dan pembelian dan konsumsi dalam bentuk dua jenis manfaat yang diharapkan, yaitu manfaat utilitarian, dan manfaat hedonik / pengalaman(Hirschman & Holbrook, 1982) • Manfaat utilitarian merupakan atribut produk fungsional jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut objektif.

• Manfaat hedonik, sebaliknya, mencakupi respons emosional, kesenangan panca indera, mimpi, dan pertimbangan estetis. Kriteria yang digunakan sewaktu mempertimbangkan manfaat hedonik bersifat subjektif dan simbolik, berpusat pada pengertian akan produk atau jasa demi pengertian itu sendiri terlepas dari pertimbangan yang lebih objektif.

Kedua manfaat menjadi diekspresikan sebagai kriteria evaluatif yang digunakan di dalam proses pertimbangan dan penyeleksian alternatif terbaik. Proses motivasi : • Perusahaan harus bias menentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai, baru kemudian konsumen dimotivasi ke arah itu. • mengetahui kepentingan. Perusahaan harus bisa mengetahui keinginan konsumen tidak hanya dilihat dari kepentingan perusahaan semata • komunikasi efektif.

Melakukan komunikasi dengan baik terhadap konsumen agar konsumen dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan dan apa yang bisa mereka dapatkan. • integrasi tujuan. Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan konsumen.

Tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba serta perluasan pasar. Tujuan individu konasumen adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.kedua kepentingan di atas harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi. • Perusahaan memberikan fasilitas agar konsumen mudah mendapatkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.

PENGUKURAN MOTIVASI Ada tiga metode yang umum digunakan untuk mengenali dan “mengukur” motif manusia: observasi dan dugaan, laporan subyektif, dan riset kualitatif. Tidak ada diantara semua metode ini yang benar-benar dapat diandalkan secara sendiri-sendiri.

Karena itu, para peneliti sering menggunakan gabungan dua atau tiga teknik untuk menilai adanya atau kekuatan berbagai motif konsumen. Riset motivasi merupakan riset kualitatif yang direncanakan untuk mengadakan riset di bawah tingkat kesadaran konsumen.

Walaupun ada beberapa kelemahan, riset motivasi terbukti sangat berharga bagi para pemasar berkaitan dengan usaha untuk mengembangkan berbagai gagasan baru dan daya tarik naskah iklan yang baru.

Pengukuran motivasi kerja, dapat dilakukan dengan membuat sebuah instrumen pengukur yang memiliki rentangan. Rentangan tersebut kemudian diberi nilai secara kontinum dari yang tertinggi sampai yang terendah, berbentuk kode yaitu secara berturut-turut kode, misalnya: • SS (Sangat Setuju) dengan nilai 5, • kode S (Setuju) dengan nilai 4, • kode Jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut (Ragu-ragu) dengan nilai 3, • Kode TS (Tidak Setuju) dengan nilai 2, • Kode STS (Sangat Tidak Setuju) dengan nilai 1.

Model-model pengukuran motivasi kerja telah banyak dikembangkan, diantaranya oleh McClelland (Mangkunegara, 2005:68) mengemukakan 6 (enam) karakteristik orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, yaitu : • Memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi, • Berani mengambil dan memikul resiko, • Memiliki tujuan realistik, • Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasikan tujuan, • Memanfaatkan umpan balik yang konkrit dalam semua kegiatan yang dilakukan, dan • Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.

Edward Murray (Mangkunegara, 2005:68-67) berpendapat bahwa karakteristik orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi adalah sebagai berikut : • Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, • Melakukan sesuatu dengan mencapai kesuksesan, • Menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan, • Berkeinginan menjadi orang terkenal dan menguasai bidang tertentu, • Melakukan hal yang sukar dengan hasil yang memuaskan, • Mengerjakan sesuatu yang sangat berarti, • Melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain.

Sebuah tindakan dapat dikatakan sebagai memiliki motivasi tinggi, jika perilaku itu menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: • Individu menunjukkan tanggapan yang menggejolak dengan bentuk-bentuk tanggapan-tanggapan yang bervariasi. • Kekuatan dan efisiensi perilaku mempunyai hubungan yang bervariasi dengan kekuatan determinan. • Motivasi mengarah perilaku pada tujuan tertentu. • pengaruh positif menyebabkan suatu perilaku tertentu cenderung untuk diulang-ulang. • Kekuatan perilaku akan melemah, bila akibat dari perbuatan itu bersifat tidak mengenakkan.

ETIKA DAN MOTIVASI KONSUMEN Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom).

Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: usila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak. Didalamnya digambarkan motivasi sebagai keadaan tertekan karena dorongan kebutuhan yang “membuat” individu melakukan perilaku yang menurut anggapannya akan memuaskan kebutuhan dan dengan demikian akan mengurangi ketegangan.

Apakah kepuasan akan benar-benar tercapai tergantung pada tindakan yang akan dilakukan. Tujuan khusus yang ingin dicapai konsumen, dan jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut tindakan yang mereka ambil untuk mencapai semua tujuan ini, dipilih atas dasar proses berpikir (kesadaran) dan proses belajar sebelumnya.

Dengan demikian, jika seseorang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap obyek tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilaku menguasai obyek tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah, maka dia akan mencoba untuk menghindari obyek yang bersangkutan.

Implikasinya dalam pemasaran adalah kemungkinan orang tersebut berminat untuk membeli produk/merek yang ditawarkan pemasar atau tidak. PENUTUP KESIMPULAN Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa konsumen dalam mlakukan tindakan pembelian umumnya digerakan oleh alasan yang timbul dari dalam diri maupun lingkungan yang mempengaruhinya.

Motivasi merupakan tenaga penggerak dalam diri individu yang mendorong mereka bertindak. Semua perilaku berorientasi kepada tujuan.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Tujuan merupakan hasil yang dicari perilaku yang mendapat rangsangan. Bentuk atau arah yang diambil perilaku-tujuan yang dipilih-merupakan hasil proses berpikir (kesadaran) dan proses belajar sebelumnya. Kebutuhan merupakan dasar dari motif itu sendiri, yaitu kebutuhan yang dibawa sejak individu lahir-bersifat fisiologis; meliputi semua factor yang dibutuhkan untuk menopang kebutuhan fisik (misalnya makanan, air, pakaian, peruamahan, dll).

Kebutuhan perolehan – yaitu kebutuhan yang dikembangkan individu sesudah lahir terutama bersifat psikologis, meliputi cinta, penerimaan, penghargaan, dan pemenuhan diri. Kebutuhan dan tujuan saling tergantung dan berubah sebagai respon dari keadaan fisik, lingkungan, interaksi dengan orang lain, dan pengalaman individu.

SARAN Dalam proses pembelian, konsumen perlu dimotivasi agar dapat melakukan pembelian secara berulang. Utnuk itu bagi perusahaan harus melakuan suatu riset motivasi konsumen, walaupun tidak lepas dari berbagai kelemahan riset motivasi berharga bagi para pemasar berkaitan dengan usaha untuk mengembangkan berbagai gagasan baru dan daya tarik naskah iklan yang baru.

DAFTAR PUSTAKA A.A. Anwar Prabu mangkunegara. 2005. Perilaku Konsumen edisi Revisi. Bandung: Refika Aditama http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/perilaku-konsumen-41/ diakses : 5 Oktober 2014 http://nasyaazakhir.wordpress.com/2010/10/24/motivasi-konsumen/ diakses : 5 Oktober 2014 http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2009/09/motivasi-konsumen.html diakses: 5 Oktober 2014 Pada bagian sebelumnya sudah diperkenalkan konsep permintaan dan penawaran.

Di setiap pasar kompetitif (pasar di mana banyak pembeli dan penjual yang saling bersaing), perilaku penjual dapat dicerminkan oleh kurva penawaran yang lerengnya semakin meningkat (upward-sloping), sedangkan perilaku pembeli diwakili oleh kurva permintaannya yang lerengnya semakin menurun (downwardsloping). Harga barang senantiasa meneysuaikan diri guna menyeimbangkan kuantitas barang yang ditawarkan dan kuantitas yang diminta.

Untuk mengaplikasikan analisis dasar di atas, lebih dahulu kita harus menguasai satu perangkat lagi, yakni konsep elastisitas (elasticity). Pada dasarnya elastisitas dapat diartikan sebagai ukuran seberapa jauh para pembeli maupun penjual bereaksi terhadap kondisi yang terjadi di pasar. Konsep elastisitas ini akan memungkinkan kita menganalisis penawaran dan permintaan secara lebih mendalam. Ketika kita membahas determinan-determinan (faktor penentu atau berbagai hal yang mempengaruhi) permintaan, kita telah mengetahui bahwa biasanya seorang pembeli akan meminta lebih banyak barang ketika harga turun, atau ketika pendapatan bertambah, atau ketika harga barang substitusi atau penggantinya naik, atau jika harga barang komplemen/pelengkap turun.

Pembahasan kita hanya bersifat kualitatif bukan secara kuantitatif. Artinya, dalam hal ini yang dibicarakan hanya fokus pada arah dari perubahannya (bisa naik ataupun turun). Namun hal tersebut tidak dirinci berapa banyak dari kenaikan atau penurunananya. Sampai mana respon permintaan dihitung terhadap perubahan determinan-determinannya kita harus memahami satu konsep ekonomi, yaitu tentang elastisitas permintaan.

Perlu kita ketahui bahwa elastisitas permintaan ini merupakan ukuran yang melihat besarnya tingkat kepekaan dari perubahan jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut barang yang diminta terhadap perubahan harga barang tersebut.

Apabila suatu harga barang tertentu mengalami penurunan, maka kuantitas barang yang diminta dari barang tersebut pada umumnya mengalami kenaikan. Begitu pula sebaliknya apabila harga dari suatu barang tertentu mengalami kenaikan, maka barang yang diminta oleh konsumen justru akan mengalami penurunan. Dengan demikian elastisitas permintaan ini dapat dilihat dengan perbandingan antara persentase perubahan kuantitas yang diminta dengan persentase perubahan dari harga suatu barang tertentu.

Permintaan atas barang-barang kebutuhan pokok umumnya inelastis, sedangkan permintaan atas barang mewah lazimnya elastis. Karena itu, walaupun ongkos dokter melonjak, permintaan akan jasa dokter tidak akan melonjak drastis.

Mungkin, kita hanya akan mengurangi frekuensi kita ke dokter, tidak sesering sebelumnya. Suatu barang yang mempunyai barang pengganti (substitusi) banyak akan mempunyai jenis permintaan yang sifatnya elastis. Hal ini dikarenakan konsumen tersebut lebih gampang meninggalkan dan digantikan dengan barang pengganti (substitusi) itu. Sebagai contoh, margarin dan mentega mudah dipertukarkan.

Karena itu jika harga mentega naik, sedangkan harga margarine tetap, konsumen akan mengganti konsumsi menteganya dengan margarin sehingga permintaan mentega pun turun drastis. Pada periode waktu yang lebih lama, permintaan dari bermacam barang lebih elastis. Kalau harga bensin naik, permintaan bensin hanya turun sedikit pada bulan-bulan pertama. Namun pada waktu-waktu selanjutnya, orang akan membeli mobil yang lebih hemat bensin, berganti pada kendaraan yang pada umumnya digunakan masyarakat, ataupun mereka bermigrasi ke daerah dekat kantor.

Tentu dari beberapa kuantitas bensin yang diminta dengan sendirinya akan mengalami penurunan yang signifikan. Suatu elastisitas harga dari permintaan (price elastisity of demand) adalah parameter yang menunjukkan berapa banyak kuantitas jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut diminta dari barang tertentu akan mengalami perubahan seiring dengan harga barang tersebut yang berubah.

Parameter tersebut dinamakan persentase dari perubahan jumlah yang barang yang diminta dibanding dengan persentase perubahan harga barang tersebut.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

1) Penghitungan Elastisitas Harga dari Permintaan Pada contoh tersebut, persentase perubahan harganya ialah +10 persen (menunjukkan peningkatan), sedangkan persentase kuantitas yang diminta -20 persen (mencerminkan penurunan). Oleh karena itu, angka elastisitas kadang-kadang dinyatakan sebagai bilangan negatif. Namun, kita mengikuti praktek umum yang berlaku dalam penyebutan besaran elastisitas, yakni tanda negatifnya dihilangkan begitu saja sehingga yang ditampilkan adalah bilangan positif (dalam matematika, angka ini seperti disebut sebagai angka/nilai absolut).

Dengan konvensi ini, semakin besar elastisitas harganya, kuantitas yang diminta semakin responsive terhadap perubahan harganya. Apabila kita berusaha untuk melakukan perhitungan elastisitas harga dari permintaan di antara kedua titik terhadap kurva permintaan, kita langsung dihadapkan pada persoalan yang menjengkelkan: nilai elastisitas titik A terhadap titik B tampak menunjukkan perbedaan nilai elastisitas dari titik B terhadap titik A. Misalnya, silahkan simak angka-angka berikut: Dari data di atas, apabila ada perubahan dari titik A ke titik B hal ini dapat disebut bahwa harga barang mengalami peningkatan 50%.

Kuantitas yang diminta turun 33%. Itu berarti, elastisitas harga dari permintaan sebesar 33/50 = 0,66. Tetapi, jika dibalik perubahan tersebut dari titik B ke titik A, maka harga barang mengalami penurunan sebesar 33%, sedangkan kuantitas yang diminta naik 50%, sehingga elastisitas harga dari permintaannya terhitung 50/33 = 1,5. Untuk menghindari persoalan yang membingungkan itu, kita dapat menerapkan metode nilai tengah (midpoint method) dalam penghitungan elastisitas.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Dalam hal ini metode jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut tengah (midpoint method) bisa kita nyatakan dalam rumus elastisitas harga dari permintaan antara dua titik berikut ini, dengan notasi (Q1, P1) dan (Q2, P2): Dapat diartikan bahwa elastisitas pendapatan merupakan kecenderungan permintaan barang dan jasa berubah diakibatkan oleh pendapatan masyarakat juga mengalami perubahan. Bisa kita artikan pula bahwa elastisitas pendapatan ini merupakan taraf kepekaan dari permintaan suatu barang tertentu terhadap perubahan pendapatan seorang konsumen.

Seandainya nilai elastisitas barang impor yang dimaksud elastis (dengan demikian apabila harga suatu barang tertentu mengalami kenaikan, permintaan barang akan mengalami penurunan secara lebih besar dari persentase (%) kenaikan harga barang tersebut) dalam hal ini pemerintah tentunya berusaha supaya barang impor tersebut selalu cukup keberadaannya dan juga selalu berusaha untuk tetap mempertahankan nilai kurs valuta mata uang yang dimilikinya supaya relatif stabil (ataupun pemerinta sebisa mungkin melakukan pemberhentian impor barang itu).

Demikian pula jika sifatnya inelastis (kenaikan harga barang juga diikuti penurunan permintaan dengan persentase yang lebih kecil dari persentase kenaikan harga barang tersebut), pemerintah menetapkan kebijakan untuk tetap mempertahankan kuantitas impor dan juga berusaha melakukan pengenalan produksi (substitusi produk) dalam Negara sendiri.

b. Perpajakan Untuk golongan pebisnis, apabila diketahui nilai elastisitas permintaan secara bersama-sama dengan elastisitas penawaran tentu bisa membantu cara melakukan pergeseran beban pajak (hal ini disebabkan bahwa tidak semua atau hanya sebagian saja jumlah beban pajak yang dipungut pemerintah dibebankan pada konsumen). c. Kebijakan/Strategi Penetapan Harga atas Barang Produsen dalam upaya menambah jumlah penjualan tentu harus melakukan usaha maksimal supaya keuntungan dapat tercapai secara maksimal pula.

Ada banyak strategi yang bisa dilakukan oleh produsen, salah satunya melalui Teorinya apabila suatu produk sifatnya elastis, dengan demikian kebijakan perodusen menaikkan harga barang bukanlah suatu cara yang kurang tepat. Hal ini tentu hanya akan menyebabkan jumlah yang diterima turun.

Sedangkan apabila sifatnya inelastis, strategi dalam menaikkan harga pada suatu tingkat yang wajar akan justru akan menyebabkan penerimaan meningkat. Adapun ringkasan hubungan elastisitas permintaan terhadap strategi penetapan harga produk adalah sebagai berikut: 1) Apabila permintaan bersifat elastis, maka menurunkan harga jual akan cenderung menaikkan tingkat pendapatan (dalam batas penurunan harga masih menguntungkan).

2) Apabila permintaan bersifat inelastis, maka maka menaikkan harga jual akan cenderung menaikkan tingkat pendapatan (dalam batas kenaikan harga tidak menyebabkan permintaan = 0). 3) Apabila permintaan bersifat elastis uniter menaikkan atau menurunkan harga adalah tindakan yang mubazir, karena penerimaan relatif tidak berubah.
Daftar Isi : • Pengertian Pasar Monopoli • Contoh Pasar Monopoli • Ciri Ciri Pasar Monopoli • Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopoli • 1.

Kelebihan Pasar Monopoli • 2. Kekurangan Pasar Monopoli • Share this: • Related posts: Pengertian Pasar Monopoli Pasar Monopoli berasal dari bahasa Yunani yang berarti (monos/menjual) adalah suatu jenis pasar persaingan tidak sempurna dimana hanya terdapat satu penjual atau produsen yang menguasai pasar dalam melayani semua konsumen.

Penentu pada pasar ini yaitu seorang penjual atau disebut juga sebagai “monopolis”. Dalam hal ini, ketika produsen baru yang masuk kedalam pasar monopoli umumnya belum dapat menyaingi produsen lama. Dengan begitu akan terjadi suatu monopoli murni pada dalam pasar yang dikuasai oleh satu produsen. Produsen atau penjual didalam pasar ini umumnya tidak memerlukan sebuah promosi terhadap produk utamanya yang dijual karena sudah dikenal konsumen secara luas.

Biasanya melakukan promosi yaitu dalam bentuk pemasaran produk-produk baru. Kemudian, produsen biasanya telah membentuk sebuah hak cipta (hak paten) dan hak ekslusif dalam produk mereka. Hal ini dapat membuat perusahan lain yang memiliki jenis sama tidak dapat berkembang. Tetapi untuk dapat bertahan dan menguasai pasar, produsen pada pasar monopoli dituntut dalam selalu menyediakan produk berkualitas, pelayanan yang baik, menentukan harga yang sesuai dengan produk, dan melakukan inovasi terhadap produknya agar konsumen selalu tertarik.

image pasar monopoli Contoh Pasar Monopoli Pasar monopoli dapat dibedakan kedalam dua jenis, Sebagai berikut: • Pasar Monopoli Murni atau Pure Monopoly adalah suatu bentuk pasar yang bisa dibilang sangat berbahaya contohnya seperti PLN, PT Kereta Api dan PAM.

• Pasar Near Monopoly atau pasar yang mendekati monopoli adalah suatu pasar yang terdapat pada satu orang produsen saja. Contohnya seperti penjual bakso di sebuah daerah dapat disebut sebagai monopoli murni dalam kawasan tersebut. Tetapi, akan menjadi near monopoly jika terdapat produsen lain yang berjualan bakso yang serupa.

Ciri Ciri Pasar Monopoli Mengetahui ciri-ciri pasar monopoli dapat dengan mudah dalam memperhatikan karakteristiknya. Berikut ciri-ciri pasar monopoli yang akan dijelaskan dibawah ini: 1.

Hanya Ada Satu Produsen Seperti yang sudah disebutkan di atas, pada pasar monopoli hanya terdapat satu produsen atau penjual. Dalam hal ini, maka harga akan ditentukan oleh produsen tanpa terpengaruh oleh konsumen. Dengan begitu, produsen atau penjual mempunyai hak dalam menentukan harga (price maker) dan memonopoli pasar.

Tetapi, tentu saja produsen akan menentukan harga pada produk yang mereka jual sesuai dengan kualitasnya.

2. Barang yang Diproduksi Tidak Ada Substitusi Produk yang dijual yaitu barang yang dibutuhkan para masyarakat luas dan tidak mempunyai barang penggantinya (substitusi) yang serupa. Kemudian, tidak ada perusahaan yang menyediakan produk substitusinya dengan baik, sehingga untuk produsen pasar monopoli akan mendapatkan banyak sekali permintaan oleh konsumen. 3. Produsen Baru Sulit Masuk Kedalam Pasar Monopoli Produsen baru yang baru masuk kedalam pasar monopoli akan mengalami hambatan atau rintangan.

Ada beberapa hambatannya dibawah ini: • Pembatasan legalitas yang telah diatur pada undang-undang • Hambatan teknologi tinggi sehingga akan sulit membuat barang yang serupa.

• Hambatan modal yang besar jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut membuat produk yang sejenis. 4. Produsen Menjadi Penentu Harga Didalam pasar monopoli ini produsen memiliki peran sebagai penentu harga (price maker).

Tetapi, produsen tidak dapat mempengaruhi harga dan output terhadap produk lain yang dijual pada perekonomian. 5. Produsen Tidak Melakukan Promosi Produsen tidak diharuskan melakukan promosi atau mengiklankan pada brand perusahaannya, dikarenakan sudah menjadi penguasa pasar monopoli.

Para konsumen terpaksa harus membeli kepada produsen karena tidak terdapat barang alternatif. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopoli Pada semua jenis pasar pastinya akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sama halnya pada pasar monopoli ini. Berikut kelebihan dan kekurangan pasar monopoli dibawah ini: 1. Kelebihan Pasar Monopoli • Produsen bisa mempertahankan posisinya menjadi penguasa pasar monopoli, yakni dengan cara melakukan terus inovasi dan berkreasi terhadap produk dan pelayanannya.

• Umumnya pada pasar monopoli tidak ada persaingan yang tidak sehat karena dalam hal ini pasar hanya dikuasai dengan satu produsen saja.

• Adanya sistem hak cipta atau hak paten dalam pasar monopoli di suatu produk akan membuat perusahaan lain termotivasi dalam menciptakan produk baru yang bisa bersaing pada produk tersebut.

• Pasar monopoli yang dipunyai oleh instansi pemerintah atau negara akan memudahkan pada proses pemenuhan kebutuhan atau dalam kepentingan masyarakat umum. 2.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Kekurangan Pasar Monopoli • Didalam monopoli pasar akan terjadinya pasar gelap dan transaksi ilegal karena pada barang-barang atau produk tersebut sulit didapatkan atau harganya yang terlalu mahal. • Produsen dapat semena-mena pada konsumen karena kekuatannya mutlah, contohnya dapat menentukan harga barang terlalu mahal. • Konsumen pada pasar ini tidak berkeinginan secara penuh karena tidak terdapat pilihan barang alternatif.

• Produsen dapat melakukan eksploitasi karena ingin mendapatkan banyak keuntungan pada produk mereka. Demikian pembahasan mengenai pasar monopoli, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan pembahasan diatas.

Semoga bermanfaat? Baca Juga : • Pasar Oligopoli – Pengertian, Contoh dan Ciri Ciri • Pertumbuhan Ekonomi – Pengertian, Teori dan Faktor Yang Mempengaruhi • Pendapatan Nasional – Pengertian,Rumus,Manfaat,Komponen • Produksi Adalah – Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Faktornya • Pembangunan Ekonomi – Pengertian, Tujuan dan Perencanaan Tulisan Terbaru • Lari Maraton – Makalah, Teknik, Tips, Lapangan, Sejarah, Manfaat • Rumus Matematika SMA • Rumus BEP Beserta Pengertian, Fungsi, Dan Rumus Nya • Rumus Matematika SMP • Perbedaan Difusi Dan Osmosis • Demokrasi Pancasila • Kalimat Tunggal • Rumusan Dasar Negara yang Otentik Terdapat pada • Iklim Schmidt Ferguson • Iklim Koppen • Gangguan Pada Hati • Iklim Fisis • Sistem Sosial • Contoh Masalah Sosial • Kesenjangan Sosial Dalam dunia ekonomi pasti kita mengenal yang namanya pasar.

Pasti kita sering jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut, kita sering mengunjunginya, dan masih banyak lainnya. Biasanya pagi-pagi kita pergi ke pasar untuk membeli keperluan seharai-hari, bisa dibilang semua yang kita inginkan ada di dalamnya. Banyak istilah yang diberikan oleh orang kepada pasar, ada pasar pagi, pasar malam, pasar senggol, pasar apung, dan lain sebagaianya. (Baca juga : fungsi ilmu ekonomi) Tidak bisa dipungkiri bahwa pasar memang merupakan aspek penting yang ada di perekonomian.

Karena pasar menjadi pusat berjalannya semua kegiatan ekonomi. Dalam arti sempit pasar bisa diartikan sebagai tempat dimana para penjual dan pembeli melakukan transaksi terhadap suatu produk baik barang atau jasa.

Sedangkan dalam arti luas, pasar didefinisikan sebagai tempat dimana bertemunya suatu penawaran dan permintaan yang akan mengakibatkan terjadinya sebuah kesepakatan. Berdasarkan wujudnya pasar dibedakan menjadi dua yaitu : • Pasar konkret Pasar konkret sering disebut dengan pasar yang memiliki wujud fisik. Artinya bahwa pasar konkret itu memperlihatkan suatu kenyataan dimana para penjual dan pembeli bertemu secara langsung dan bertatap muka, produknya baik barang maupun jasa sudah bisa dilihat dan dirasakan secara langsung.

Contohnya : pasar swalayan dan pasar tradisional. • Pasar abstrak Pasar abstrak kebalikan dari pasar konkret, pasar abstrak adalah pasar yang tidak nyata atau yang tidak memiliki wujud fisik.

Artinya dalam pasar tidak terjadi transaksi secara langsung dengan tatap muka, tapi transaksi terjadi melalui telpon, internet atau yang lainnya. Contohnya : online shop, bursa efek.

Selanjutnya kita akan membahas bentuk-bentuk pasar. Pada dasarnya bentuk pasar terbagi menjadi dua yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Pasar Persaingan Sempurna Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang memiliki sebuah mobilitas yang sempurna dari sumber daya yang ada serta dilengkapi oleh pengetahuan yang baik dari penjual dan pembeli, sehingga hasil dari interaksi tersebut yang berupa harga pasar benar-benar rill dari interaksi antara keduanya.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Selain itu pasar persaingan sempurna bisa didefinisikan sebagai pasar yang dimana penjual dan pembeli tidak ada yang bisa mempengaruhi harga, sehingga harga yang terbentuk benar-benar hasil dari interaksi antara keduanya. Pasar persaingan bebeas memiliki beberapa ciri, yaitu : • Pembeli dan penjual dalam jumlah yang sangat banyak • Produk baik barang dan jasa yang diperjual belikan bersifat sejenis (homogen) • Untuk penjual dan pembeli memiliki kebebasan untuk keluar dan masuk dalam pasar.

• Tidak pernah ditemui hambatan pada mobilitas sumber ekonomi dari satu usha dengan usaha yang lain. • Garis lurus horizontal dalam kurva permintaan menunjukkan permintaan seorang produsen, artinya harga yang ada cenderung stabil meskipun jumlah produk yang terjual mengalami sebuah perubahan. • Penjual dan pembeli masing-masing mengetahui dan memehami tentang harga dan keadaan pasar secara keseluruhan dan sempurna.

• Penjual dan pembeli bebas mengadakan perjanjian ataupun transaksi tanpa harus ada campur tangan pemerintah. • Penetapan harga tidak dipengaruhi oleh pemerintah baik secara langsung maupun tak langsung. • Penjual dan pembeli hanya bertindak sebagai pengikut atau pengambil harga (price taker).

Itulah ciri-ciri yang dimiliki oleh pasar persaingan sempurna, dari ciri tersebut kita bisa mencari contoh pasar yang termasuk ke dalam pasar persaingan sempurna, yaitu • Harga suatu produk yang dihasilkan bersifat logis. • Persaingan antar produsen terjadi secara sehat, karena produk yang diperjual belikan bersifat homogen.

• Pembeli atau konsumen memahami dan mengetahui betul tentang keadaan pasar sehingga kerugian atau kekecewaan kemunngkinan kecil bisa terjadi. • Konsumen atau pembeli memiliki keleluasaan untuk keluar masuk pasar secara bebas.

• Kestabilan harga pasar terjaga karena keadaan pasar jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut diketahui sebelumnya. • Dengan ongkos yang rendah bisa memproduksi suatu produk dengan mudah.

• Mudah dalam memilih dan menentukan produk baik barang atau jasa yang akan diperjual belikan. Kelemahan pasar persaingan sempurna : • Pilhan terhadap produk baik barang atau jasa sangat kurang karena produknya bersifat homogen.

• Inovasi dari produsen sangat kurang karena produk yang dijual sama. • Hanya terjadi dalam keadaan atau kondisi perekonomian yang ideal. • Hanya terdapat satu atau dua industri yang mengalami persain gan sempurna namun sektor lainnya belum tentu.

• Tidak ada produk pengganti atau substitusi karena produk yang ada bersifat homogen. • Terdapat faktor eksternal yang tidak disadari akan menganggu kesejahteraan seorang konsumen. Itulah beberapa ulasan tentang pasar persaingan sempurna yang pada intinya penjual dan pembeli tidak bisa menetapkan atau mempengaruhi harga.

Selanjutnya kita akan membahas tentang bentuk pasar yang ke dua yakni pasar persaingan tidak sempurna.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Artikel terkait- Teori ekonomi mikro Pasar Persaingan Tidak Sempurna Pasar persaingan tidak sempurna merupakan kebalikan dari pasar persaingan sempurna. Jika pasar sempurna di dalamnya penjual dan pembeli tidak bisa menentukan atau menetapkan harga, dalam pasar persaingan tidak sempurna penjual dan pembeli yang ada di dalamnya bisa mempengaruhi harga pasar. Pasar persaingan tidak sempurna memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya : • Jumlah penjual sedikit, hanya satu penjual • Jumlah pembeli banyak • Adanya gangguan atau hambatan untuk masuk ke dalam pasar tersebut.

• Produk yang diperjualbelikan bersifat homogen dan tidak memiliki produk pengganti atau substitusi. • Penjual dengan leluasa memainkan harga dan pembeli hanya menuruti dan mengikutinya saja.

Pasar persaingan tidak sempurna dapat dibagi menjadi beberapa bentuk pasar, diantaranya : pasar monopolistik, pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar monopsoni dan pasar oligopsoni. 1. Pasar monopolistik Pasar monopolistik adalah suatu bentuk pasar yang mendekati pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli, dimana banyak terdapat penjual atau produsen dengan menjual suatu produk yang sama namun ada beberapa perbedaan dari beberapa aspek.

Pasar monopolistik memiliki beberapa ciri, diantaranya : • Ada banyak penjual jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut produsen di dalamnya • Terdapat diferensiasi produk • Keberadaan produsen dapat mempengaruhi harga pasar • Produsen bisa keluar masuk pasar secara bebas • Aktivitas promosi diperlukan dalam penjualan • Produk yang diperjualbelikan bersifat heterogen • Terdapat persaingan ketat antar produsen atau penjual Mengacu pada ciri-ciri tersebut, pasar monopolistik memiliki keunbggulan dan kekurangan, yaitu : Kelebihan pasar monopolistik : • Konsumen merasakan kesejahteraan dalam pemenuhan kebutuhan karena semua yang dibutuhkan ada dan macamnya banyak, sehingga bebeas memilih apa yang mereka butuhkan.

• Inovasi dari produsen dalam penghasilan produk terasah karena adanya keleluasaan keluar masuk pasar. • Produsen akan mendapatkan keuntungan yang maksimal. • Konsumen cenderung selektif dan loyal terhadap suatu produk yang disebabkan karena adanya diferensiasi produk. Kekurangan pasar monopolistik : • Tingkat persaingan dalam pasar monopolistik bisa dibilang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan yang diberikan.

Sehingga produsen berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, dan yang tidak memiliki keahliaan khusus atau tidak memiliki modal serta pengalaman yang cukup, maka tidak akan bertahan lama. • Modal yang harus dimiliki cenderung banyak bila ingin masuk ke dalam pasar ini. • Persaingan yang tidak sehat mudah muncul karena semua produsen bersaing meraih untung yang banyak. • Memerlukan biaya produksi yang tinggi dan berimbas pada kenaikan harga.

Contoh dari pasar monopolistik diantaranya, pasar handphone, pasar motor, pasar komputer dan lain sebagainya. 2. Pasar monopoli Pasar monopoli merupakan suatu bentuk pasar dimana pasar tersebut dikuasai oleh satu pihak yang memiliki kuasa lebih. Pasar monopoli memiliki beberapa ciri, diantaranya : • Di dalamnya hanya terdapat satu penjual namun pembelinya berlimpah. • Tidak terdapat seorang pihak yaitu produsen lain yang bisa memproduksi produk substitusi.

• Pembeli atau konsumen hanya memiliki satu pilihan tidak ada pilihan lainnya. • Penentu harga adalah produsen Mengacu pada ciri-ciri tersebut dalam pasar monopoli memiliki kelebihan dan kelemahan, diantaranya : Kelebihan pasar monopoli : • Keuntungan yang jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut produsen banyak • Inovasi dari produsen selalu muncul karena ingin menjaga kekuasaannya dalam pasar monopoli. • Terdapat banyak industri-industri yang berkembang pesat Kelemahan pasar monopoli : • Keadilan kurang diperhatikan, hanya satu pihak yang diuntungkan.

• Sering terjadi pemborosan karena semua pihak ingin menguasai pasar. • Konsumen sering dirugikan karena mau tidak mau mereka harus mau membeli produk dengan harga yang tinggi. Selain itu ada beberapa jenis pasar monopoli yang didasarkan pada penyebab terjadinya pasar tersebut, yaitu : • Pasar monopoli alamiah • Pasar monopoli masyarakat • Pasar monopoli undang-undang, yang meliputi hak cipta (copyright), hak paten, monopoli negara dan hak merk.

(Baca juga : pengertian dan perbedaan antara tm,c,r,sm ) • Monopoli dikarenakan kemampuan efisiensi yang dimilikinya. • Monopoli yang disebabkan oleh bahan baku yang dikuasainya. • Monopoli yang dikarenakan teknologi yang dikuasai dan tenaga ahli yang dmiliki. Salah satu contoh dari pasar monopoli adalah pasar monopoli listrik, pasar monopoli bahan bakar dan lain sebagainya.

3.

jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut

Pasar oligopoli Pasar oligopoli merupakan salah satu bentuk pasar yang dimana dikuasai oleh beberapa penjual atau konsumen saja.

Pada dasarnya pasar oligopoli memiliki dua jenis yakni oligopoli murni dan oligopoli diferensial. Pasar oligopoli memiliki beberapa ciri, diantaranya : • Terdapat beberapa penjual saja dengan produsen yang cukup banyak • Produk berupa barang atau jasa memiliki sifat homogen dengan beberapa sentuhan inovasi di beberapa titik. • Produsen baru bisa masuk pasar meskipun banyak tantangan dan kesulitan yang harus mereka hadapi.

• Penjual menjadi pihak yang mengendalikan harga. • Terdapat ketergantungan serta persaingan yang ketat diantara produsen. Sesuai dengan ciri-ciri yang dimilikinya, pasar oligopoli memiliki kelebihan dan kelemahan, diantaranya : Kelebihan pasar oligopoli : • Industri atau badan usaha yang ada didalamnya bisa mengembangkan sesuatu yang dimilikinya dengan perpaduan kemajuan iptek sehingga akanm memghasilkan sesuatu yang baru.

• Penjual diberikan keleluasaan untuk menentukan harga. • Berusaha untuk menemukan sesuatu yang baru dengan tujuan bisa meminimalisasikan pemborosan (hemat). • Dana untuk pengembangan dan peleitian mudah ditemukan di dalamnya. Kelemahan pasar oligopoli : • Kentungan berlebih menjadi fokus utama, dan harusnya bukan itu tujuannya namun harus diarahkan untuk pengmbangan dan pemberdayaan.

• Tingkat keefisiensi dari produknya rendah karena mereka lebih memilih untuk sendiri-sendiri. • Kemungkinana besar akan terjadi eksploitasi pada konsumen dan buruh. • Sering terjadi kekacauan karena adanya perang harga antar produsen. • Akan mengakibatkan kondisi inflasi, dimana orang-orang akan turun setelah ini.

(Baca juga : Teori ekonomi makro ) Salah satu contoh dari pasar oligopoli adalah pasar semen, pasar mobil, pasar conter daln masih banyak lainnya. 4. Pasar monopsoni Sesuai dengan namanya yaitu monopsoni, dimana dalam pasar ini terdapat banyak penjual namun pembelinya hanya tunggal. Pasar ini dikuasai oleh satu pembeli atau konsumen. Pasar monopsoni memiliki ciri-ciri, sebagai berikut : • Harga pasar ditentukan oleh pembeli • Hanya ada satu pembeli • Barang yang dijual adalah bahan mentah.

Sama seperti pasar yang lain yaitu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing diantaranya : Kelebihan pasar monopsoni : • Kualitas dari produk terjamin keamanan dan kesehatannya. • Menekan biaya produksi yang cukup tinggi. (Baca juga : peran ekonomi mikro bagi suatu perusahaan) Kelemahan pasar monopsoni : • Pembeli jenis pasar yang hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar disebut memberikan tekanan bagi para pekerja.

• Produk yang tidak sesuai dengan konsumen mungkin akan di buang atau didiamkan 5. Pasar oligopsoni Hampir sama dengan pantai batu-batu pasar oligopsoni adalah tempat dimana terdapat beberapa pembeli. Pasar oligopsoni memiliki beberapa ciri diantaranya : • Terdapat beberapa pembeli • Harga pasar yang terbentuk cenderung stabil • Barang yang diperjualbelikan adalah bahan setengah jadi.

Dari ciri-ciri tersebut kita bisa merumuskan tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh pasar oligopsoni. Kelebihan pasar oligopsoni : • Penjual lebih diuntungkan daripada pembeli karena satu penjual bisa berpindah dari pembeli satu ke yang lainnya. • Penjual memiliki perlindungan dari tekanan pembeli.

(Baca juga : hukum permintaan dan penawaran) Kekurangan pasar oligopsoni : • Kualitas dari produknya kurang bagus atau tidak terjaga. • Tidak ada identitas pasti yang dimilikinya. Itulah beberapa informasi tentang bentuk-bentuk pasar yang ada. Pada dasrnya pasar itu terbagi menjadi dua yaitu pasar dengan persaingan sempurna dan pasar dengan persaingan tidak sempurna.

Namun keduanya juga memiliki peran sendiri-sendiri dalam dunia perekonomian. asuransi badan usaha bank bisnis bisnis online cara ampuh cara menabung ciri-ciri contoh contoh kasus dampak dosen ekonomi ekonomi ekonomi makro ekonomi syariah ilmu ekonomi Inflasi investasi jenis karakteristik kartu kredit keuangan keuntungan kredit manfaat modal pajak pasar peluang peluang bisnis peluang usaha pemerintah pengertian penyebab perbankan perekonomian pertumbuhan ekonomi perusahaan saham sistem ekonomi syariah tips tips bisnis uang usaha Recommended • 8 Negara Penghasil Kakao Terbesar di Dunia, Kenali Bersama!

• Daftar Negara Penghasil Anggur Terbesar di Dunia • Indonesia Menempati Peringkat Pertama dari 5 Negara Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia! • Ini Lho Negara Penghasil Sampah Terbanyak di Dunia! • 7 Negara Penghasil Karet Terbesar di Dunia, Indonesia Menjadi Salah Satunya!

BELAJAR EKONOMI: PASAR MONOPOLI




2022 charcuterie-iller.com