Apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Businesses • BACK • Businesses at GE • Additive (link is external) • Aviation (link is external) • Capital (link is external) • Digital (link is external) • Healthcare (link is external) • Power • Gas Power (link is external) • Steam Power (link is external) • Nuclear (link is external) • Power Conversion (link is external) • Energy Consulting (link is external) • Renewable Energy (link is external) • Research (link is external) • Licensing • Globe • GE • Globe • Search • GE Businesses • BACK • Businesses at GE • Additive (link is external) • Aviation (link is external) • Capital (link is external) • Digital (link is external) • Healthcare (link is external) • Power • Gas Power (link is external) • Steam Power (link is external) • Nuclear (link is external) • Power Conversion (link is external) • Energy Consulting (link is external) • Renewable Energy (link is external) • Research (link is external) • Licensing • Globe • GE • Globe • Search • GE Mungkin beberapa dari kamu baru dengar sama yang namanya biomassa.

Apa biomassa itu? Biomassa, dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Umumnya biomassa merujuk pada materi tumbuhan yang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel, tapi dapat juga mencakup materi tumbuhan atau hewan yang digunakan untuk produksi serat, bahan kimia, atau panas. Biomassa dapat pula meliputi limbah terbiodegradasi yang dapat dibakar sebagai bahan bakar.

Biomassa tidak mencakup materi organik yang telah tertransformasi oleh proses geologis menjadi zat seperti batu bara atau minyak bumi. Nah, ada beberapa fakta yang tak kamu tahu tentang sumber energi ini. Apa saja? 1. Rumah kaca tanpa atap. Kredit foto: A Greenhouse Without the Roof Energi biomassa secara alami melepaskan karbon dioksida kembali ke atmosfer.

Yang mungkin dianggap hal yang buruk karena kadar karbon dioksida yang tinggi dianggap penyebab utama dari pemanasan global yang terjadi. Namun dalam kenyataannya, penggunaan biomassa untuk energi adalah bersih. Tanaman yang digunakan untuk menciptakan energi biomassa telah menangkap karbon dioksida dan memproses itu. Dengan membakar biomassa, karbon dioksida yang ditangkap hanya dikembalikan kembali ke atmosfer sehingga tanaman lainnya dapat menggunakannya.

2. Limbah eliminator. Kredit foto: youtube.com Salah satu alasan mengapa biomassa merupakan sumber energi yang menarik karena ada begitu banyak di dunia saat ini. Banyak produk biomassa yang digunakan untuk membangun rumah, furnitur, dan barang-barang lain yang diperlukan. Sumber energi biomassa merupakan limbah eliminator. Limbah apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa dapat dibakar untuk menciptakan energi, listrik, dan bentuk lain dari bahan bakar terbarukan.

3. Minyak tak lagi dibutuhkan di masa depan. Kredit foto: powergen.gepower.com Pembangkit listrik biomassa terbesar di Amerika Serikat mampu membuat produk daya yang cukup untuk sekitar 60.000 rumah. Biomassa tersebut menggunakan tebu sebagai sumber listrik, tetapi juga menggunakan kayu sisa yang berasal dari lingkungan perkotaan sekitarnya.

Sumber energi ini ini cukup besar untuk melayani kebutuhan kota dan menghasilkan 140 MW. Dalam istilah praktis, itu berarti bahwa tanaman yang satu ini mampu mengurangi kebutuhan Amerika untuk minyak impor sekitar 1 juta barel per tahun.

Di Indonesia sendiri, General Electric membuat suatu mesin yang dinamakan Jenbacher yang bisa menggunakan berbagai macam gas, selain natural gas yang merupakan energi tidak terbarukan. “Jenbacher tetap bisa menggunakan energi terbarukan untuk pengoperasiannya, yakni sintetis gas dari biomassa atau biogas dari berbagai sumber,” jelas Rudolf Aritonang, Country Sales Manager-Reciprocating Engines, Indonesia at GE Power & Water, Jumat (7/10). Sintetis gas dari biomassa ini kandungan energinya ini rendah, hanya seperdelapan saja.

Karena kalori dari biomass ini rendah, maka mesin akan ada penurunan tenaga. Contohnya, mesin Jenbacher 612, bila dengan natural gas dapat menghasilkan 2 MW per mesin, tapi bila dengan sintetis gas hanya menghasilkan 1,2 MW, yang berarti ada penurunan 40%. Salah satu mesin Jenbacher ini ada di Kalimantan dan terinstal dengan kapasitas kecil, yakni 1-2 MW.

“Total sudah ada 425 unit Jenbacher di Indonesia, yang mampu menghasilkan listri 900 MW,” imbuh dia. 4. Energi biomassa modern untuk kebutuhan rumah tangga. Kredit foto: wikipedia.org Untuk rumah yang menggunakan kompor kayu untuk kebutuhan pemanasan mereka, maka mereka juga bisa mengambil apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa dari produksi energi biomassa modern.

Hal yang sama telah berlaku sepanjang sejarah dengan menggunakan perapian atau bahkan hanya api unggun di malam hari, yang merupakan bukti bahwa energi biomassa sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala hanya belum disadari. 5. Penciptaan biogas. Kredit foto: biofuel-usa.com Salah satu kegunaan biomassa adalah dalam penciptaan biogas. Jika kamu pernah mengunjungi peternakan sapi perah, maka ada dua hal yang akan kamu selalu melihat: sapi diperah dan sapi menciptakan pupuk kandang. Pupuk kandang yang sebenarnya sampah yang menghasilkan gas, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk membuat listrik.

Kunci untuk proses ini adalah metana yang dibuat dari produk limbah hewan. Kotoran dikumpulkan, metana dilepaskan dari penyimpanan, dan gas ini kemudian dibakar untuk air panas melalui generasi uap. Dan uap tersebutlah yang akan menghasilkan lsitrik nantinya. 6. Bahan bakar fosil akan habis dan tergantikan dengan biomassa.

Kredit foto: thisismoney.co.uk 120 tahun dari sekarang, para ilmuwan memperkirakan bahwa bahan bakar fosil akan habis suatu hari nanti.

Ketika hari itu terjadi, dunia akan perlu bertransisi ke bentuk-bentuk baru dari produksi energi untuk mempertahankan gaya hidup modern. Di sinilah energi biomassa dapat menjadi penyelamat. Biomassa sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk mengganti sebagian besar bensin dan juga minyak. 7. Energi daur ulang.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Kredit foto: gasificationsolutions.com Biomassa yang didaur ulang setiap hari sehingga dapat dikonversi menjadi listrik atau bentuk lain dari bahan bakar. Di Cedar Rapids, Iowa sebuah perusahaan daur ulang menghasilkan 150 ton biomassa setiap hari dalam rangka menciptakan listrik yang cukup untuk kekuatan sekitar 4.000 rumah. Bahan yang digunakan di Iowa tersebut adalah sampah.

Sumber energi terbarukan semakin populer ditengah penggunaan sumber energi fosil (minyak bumi dan batu bara) yang memberikan dampak lingkungan yang buruk. Selain itu sumber energi dari fosil dipercaya suatu saat akan habis sehingga manusia harus berfikir untuk mencari sumber energi baru yang bisa diperbarui dan lebih ramah lingkungan. Sumber energi terbarukan atau sumber energi alternatif dapat berasal dari alam maupun makhluk hidup.

Sumber energi alam contohnya matahari, angin, air, panas bumi, sedangkan sumber energi dari makhluk hidup disebut biomassa. Pada halaman ini akan dibahas tentang cakupan biomassa itu apa saja. Tujuan dari pencarian sumber energi yang berasal dari makhluk hidup (bio) diantaranya: • memperoleh sumber energi yang tidak akan habis • memperoleh sumber energi yang lebih ramah lingkungan • peningkatan ketahanan sumber energi mandiri terbarukan • peningkatan pemanfaatan lahan dan sumber ekonomi baru Pengertian Biomassa Biomassa adalah adalah sumber energi (sumber bahan bakar) yang berasal dari makhluk hidup atau yang baru saja mati.

Biomassa sendiri jika uraikan akan dapat digolongkan menjadi beberapa sumber energi turunannya. Seperti biofuel, biodiesel, bioethanol, dan biogas. Berikut pengertian dan cakupan sumber energi terbarukan sesuai dengan kelompoknya. Pengertian Biofuel Biofuel adalah sumber bahan bakar yang dapat berbentuk padat, cair, maupun gas yang berasal dari tumbuhan, baik secara langsung apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa dari limbah tumbuhan tersebut.

Pengertian Biodiesel Biodiesel adalah sumber bahan bakar cair yang digunakan sebagai alternatif dari minyak bumi (solar) untuk mesin diesel. Bahan utama pembuatan biodiesel adalah minyak nabati dan lemak hewan. Minyak nabati yang dapat digunakan dalam pembuatan biodiesel contohnya, minyak sawit, minyak biji jarak pagar, minyak biji karet, minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan bahkan minyak goreng bekas.

Penggunaan biodiesel dari minyak sawit pada mesin diesel (mobil diesel) di Indonesia mencapai kadar 20% (B20) dicampur dengan solar (minyak bumi) dengan kadar 80% yang diberi nama biosolar dengan tujuan penyerapan hasil dari perkebunan sawit yang dihasilkan sendiri di Indonesia dan mengurangi ketergantungan impor pada minyak bumi. Baca Juga : Kumpulan Soal Sumber Energi Alternatif Pengertian Bioethanol Bioethanol adalah sumber bahan bakar cair yang digunakan sebagai alternatif dari minyak bumi (bensin) untuk mesin bensil.

Bioethanol dapat dibuat dari berbagai macam tanaman diantaranya tebu, kentang, singkong, ubi jalar, dan jagung. Penggunaan bioethanol dibeberapa negara seperti Brasil dan Amerika Serikat telah dicampur dengan bensin sehingga dapat digunakan pada mesin kendaraan pribadi dan dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi. Baca Juga : Percobaan Energi Alternatif dari Jeruk Nipis Pengertian Biogas
Di sisi lain, sumber energi tak terbarukan tidak bisa digunakan terus menerus serta akan habis pada satu titik.

Tak terbarukan disini bukan berarti energi tersebut tidak bisa dibentuk kembali, melainkan karena proses pembentukannya membutuhkan waktu sangat lama hingga jutaan tahun, seperti minyak bumi dan batubara. Biomassa merupakan jenis sumber energi terbarukan yang diperoleh dari materi alami. Kekurangan Energi Biomassa Apa itu Energi Biomassa? Energi biomassa adalah jenis bahan bakar yang dibuat dengan mengkonversi bahan biologis seperti tanaman. Bahan organik juga dapat diperoleh dari hewan dan mikroorganisme.

Seperti diketahui, tumbuhan memproduksi makanan dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis. Energi ini lantas ditransfer ke hewan dan manusia saat mereka mengkonsumsi tumbuhan.

Biomassa, yang terutama terdiri dari tumbuhan, mampu memberikan sejumlah besar energi yang digunakan untuk berbagai keperluan. Saat tidak dikonsumsi oleh hewan, tumbuhan lantas dipecah atau dimetabolisme oleh mikroorganisme untuk kemudian melepaskan karbon dioksida dan metana kembali ke atmosfer.

Hal tersebut merupakan proses berkesinambungan yang berkontribusi pada siklus karbon. Contoh Energi Biomassa Seperti disebutkan sebelumnya, biomassa adalah bentuk apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa terbarukan karena diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diproduksi lagi.

Hal ini karena sumber utama biomassa (tumbuhan) berlimpah di alam dan dapat terus tumbuh, serta limbahnya (dalam bentuk daun kering, cabang mati, dll) tersedia terus-menerus.

Berikut adalah berbagai contoh sumber energi biomassa: 1.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Limbah pertanian Sejumlah limbah pertanian dapat digunakan untuk produksi energi biomassa. Berbagai limbah tersebut diantaranya adalah jerami, ampas tebu, kotoran ternak, serta kotoran unggas yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas dan listrik.

2. Biogas Biogas diproduksi melalui pemecahan bahan organik seperti kotoran manusia, material tanaman, pupuk kandang, dll. Semua bahan organik tersebut diuraikan melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme anaerobik untuk menghasilkan karbon dioksida dan metana. Gas yang dihasilkan lantas digunakan untuk bahan bakar seperti menyalakan kompor, digunakan sebagai pemanas, atau untuk membangkitkan listrik.

3.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Tanaman energi Terdapat juga sejumlah tanaman energi yang ditanam secara komersial sebagai sumber energi. Tanaman ini dibudidayakan dalam skala besar dan diproses untuk menghasilkan bahan bakar.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Berbagai tanaman sumber energi ini diantaranya adalah jagung, kedelai, rami, serta gandum. Produk bahan bakar yang dihasilkan meliputi butanol, etanol, metanol, propanol, serta biodiesel. 4. Kayu Kayu dibakar sebagai bahan bakar di banyak tempat di seluruh dunia. Kayu dianggap sebagai bentuk sederhana dari biomassa. Energi yang dilepaskan oleh pembakaran kayu digunakan untuk memasak, untuk menghasilkan panas, dll.

Kayu juga digunakan untuk produksi listrik pada skala besar seperti dalam kasus pembangkit listrik tenaga uap. Hanya saja, pembakaran kayu disertai dengan emisi sejumlah besar karbon dioksida ke udara yang merupakan gas rumah kaca. Untuk menyeimbangkan polusi, lebih banyak pohon harus ditanam sehingga mampu menyerap kelebihan karbon dioksida dari atmosfer. Cara Mengubah Biomassa menjadi Energi Terdapat setidaknya dua metode untuk mendapatkan energi dari biomassa.

Metode pertama adalah dengan membakar bahan organik secara langsung untuk menghasilkan panas. Sebagai contoh, biomassa padat, seperti kayu dan sampah, dapat dibakar langsung untuk menghasilkan panas untuk menghasilkan uap, yang kemudian melewati sistem turbin untuk menghasilkan listrik.

Bahan bakar ini kemudian dibakar untuk mendapatkan energi untuk menjalankan berbagai alat transportasi seperti mobil, pesawat atau untuk menghidupkan berbagai mesin produksi.

Biogas terbentuk ketika kertas, sisa makanan, dan limbah pekarangan terurai di tempat pembuangan sampah, dan dapat diproduksi dengan mengolah limbah dan kotoran hewan di wadah khusus yang disebut digester. Etanol dibuat dari tanaman seperti jagung dan tebu yang difermentasi untuk menghasilkan bahan bakar etanol yang digunakan dalam kendaraan.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Biodiesel diproduksi dari minyak nabati dan lemak hewani dan dapat digunakan untuk kendaraan dan sebagai minyak pemanas. Kelebihan vs. Kekurangan Energi Biomassa Kelebihan Energi Biomassa Beberapa keuntungan dari energi biomassa adalah: 1.

Biomassa selalu tersedia karena merupakan sumber energi terbarukan Bahan organik yang digunakan untuk menghasilkan biomassa tersedia secara melimpah. Masyarakat modern secara konsisten menghasilkan limbah seperti sampah, kayu dan pupuk kandang. 2. Bersifat karbon netral Sebagai bagian dari proses fotosintesis, bahan bakar biomassa melepaskan karbon ke atmosfer dalam jumlah sama dengan yang diserap oleh tumbuhan selama siklus hidupnya.

3. Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil Tidak hanya jumlah cadangan yang terbatas, bahan bakar fosil juga menimbulkan beban lingkungan, termasuk pelepasan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer dan polutan yang dihasilkan dari pemindahan, transportasi, dan produksi. 4. Lebih murah dari bahan bakar fosil Sementara produksi bahan bakar fosil membutuhkan modal yang besar, seperti membangun fasilitas pengeboran minyak, jaringan pipa gas dan transportasi bahan bakar, teknologi biomassa jauh lebih murah.

Produsen biomassa bisa menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari output yang lebih rendah. 5. Produksi biomassa menambah sumber pendapatan Baca juga: 4 Jenis Paket Web Hosting, Kelebihan dan Kekurangannya Usaha yang menghasilkan limbah bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menyalurkan atau menjual limbahnya ke produsen energi biomassa.

6. Lebih sedikit sampah di tempat pembuangan akhir Dengan membakar sampah padat, jumlah sampah yang dibuang di tempat pembuangan sampah bisa berkurang 60 hingga 90 persen. Kondisi ini berarti mengurangi biaya pemeliharaan tempat pembuangan sampah serta mengurangi jumlah lahan yang dibutuhkan untuk tempat pembuangan sampah. Kekurangan Energi Biomassa Meskipun terdapat berbagai keuntungan menggunakan energi biomassa, terdapat pula beberapa kerugian, termasuk: 1. Energi biomassa tidak seefisien bahan bakar fosil Sebagian biofuel, seperti etanol, relatif tidak efisien dibandingkan dengan bensin.

Bahkan, bahan bakar seperti ini harus difortifikasi dengan bahan bakar fosil untuk meningkatkan efisiensinya. 2. Tidak sepenuhnya bersih Sementara biomassa bersifat netral karbon, penggunaan kotoran hewan dan manusia meningkatkan jumlah gas metana yang juga merusak lingkungan.

Selain itu, polusi yang dihasilkan oleh pembakaran kayu dan bahan alami lainnya dapat dianggap sama buruknya dengan polusi yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dan jenis sumber energi fosil lainnya. 3. Dapat memicu deforestasi Karena kayu adalah salah satu sumber energi biomassa yang paling banyak digunakan, sejumlah besar kayu dan produk limbah harus dibakar untuk menghasilkan energi yang diinginkan. Meskipun saat ini limbah kayu sudah cukup banyak, terdapat risiko terjadi deforestasi (penggundulan hutan) untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kayu di masa depan.

4. Tempat pengolahan biomassa membutuhkan area luas Terbaru • 14 Fakta tentang Bintang Laut, Tidak Punya Darah Hingga Cara Makan yang Unik • 11 Fakta Menarik tentang Kuda Nil, Mamalia Paling Mematikan di Afrika • Binatang Mematikan: 15 Hewan Paling Berbahaya Penyebab Kematian Manusia • 16 Fakta Menarik tentang Hyena (Dubuk), Si Predator Antagonis • 12 Fakta tentang Abraham Lincoln, Presiden AS Penghapus Perbudakan Perbedaan Utama – Biomassa dan Biogas.

Biomassa dan biogas saling terkait satu sama lain. Biogas dihasilkan dari biomassa. Dengan kata lain, biomassa adalah bahan awal atau bahan mentah untuk produksi biogas. Komponen utama biomassa adalah karbon. Oleh karena itu, biogas juga terdiri dari komponen karbon. Biogas terdiri apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa gas yang berbeda.

Biogas diproduksi oleh pemecahan materi organik. Ada banyak perbedaan antara biomassa dan biogas; perbedaan utama antara biomassa dan biogas adalah bahwa biomassa merupakan bahan padat sedangkan biogas adalah campuran senyawa gas.

Pengertian Biomassa Biomassa adalah bahan biologis yang berasal dari organisme hidup. Ini dapat didefinisikan sebagai total massa organisme di area atau volume tertentu. Istilah ini berlaku untuk bahan tumbuhan dan hewan yang diturunkan. Biomassa dianggap sebagai sumber bahan bakar yang berasal dari bahan organik. Ini adalah sumber energi terbarukan dan berkelanjutan. Biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan listrik atau bentuk energi lainnya.

Beberapa sumber biomassa adalah kayu dan limbah yang berasal dari kayu, serpihan hutan, kotoran hewan, tanaman pertanian, limbah, dll. Komponen terbesar biomassa berasal dari kayu. Biomassa termasuk materi tumbuhan dan hewan yang dapat diubah menjadi bahan kimia penting, termasuk biofuel. Biomassa dapat mencakup semua bahan biologis organisme hidup. Sebagai contoh, tebu adalah biomassa yang digunakan untuk produksi bioetanol.

Biomassa dapat diubah menjadi jenis energi lain. Konversi ini dapat dilakukan dengan membakar. Misalnya, kayu bakar memberi energi dalam bentuk panas dan cahaya. Biomassa juga dapat diuraikan untuk membentuk biogas. Dekomposisi ini dapat terjadi sebagai proses alami atau proses industri menggunakan digester.

Selain itu, biomassa dapat diubah menjadi biodiesel, bioetanol, dll. Melalui fermentasi. Agar proses ini terjadi, lemak nabati dan lemak hewani digunakan sebagai bahan mentah.

Pengertian Biogas Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan dari bahan organik. Ini bisa terjadi dalam dua cara: proses alami dan proses industri.

Ini adalah jenis biofuel. Secara alami, ini dihasilkan oleh dekomposisi bahan organik. Di industri, diproduksi menggunakan digester. Sumber bahan organik yang berguna untuk produksi biogas termasuk kotoran hewan, lumpur, limbah, sisa makanan, dll. Kerusakan bahan organik ini dalam kondisi anaerobik akan menghasilkan biogas. Lingkungan anaerobik adalah sekitarnya yang tidak memiliki molekul oksigen. Pencernaan anaerobik ini melepaskan campuran gas.

Biogas dihasilkan dari pencernaan anaerobik yang dilakukan oleh mikroorganisme anaerob. Ini adalah proses alami menghasilkan biogas. Biogas adalah gas yang mudah terbakar. Ini membentuk api biru ketika dibakar. Ini adalah sumber energi yang bagus. Komponen utama biogas termasuk metana dan karbon dioksida.

Biogas dapat diberi nama sesuai dengan tempat di mana ia diproduksi. Biogas digunakan sebagai bahan bakar dan merupakan biofuel. Biogas dapat diproduksi dari berbagai jenis bahan organik. Oleh karena itu, dapat digunakan untuk mengolah air limbah kota, air limbah industri, dll. Biogas dapat digunakan dengan beberapa cara termasuk produksi gas, listrik, panas, dan bahan bakar transportasi. Persamaan Antara Biomassa dan Biogas • Biomassa dan biogas adalah biofuel.

• Mereka adalah sumber energi. • Keduanya adalah bahan bakar terbarukan Perbedaan Antara Biomassa dan Biogas Definisi • Biomassa: Biomassa adalah bahan biologis yang berasal dari organisme hidup. • Biogas: Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan dari bahan organik. Fase Materi • Biomassa: Biomassa dalam keadaan padat.

• Biogas: Biogas berada dalam kondisi gas. Sumber • Biomassa: Sumber biomassa adalah organisme hidup dan organisme yang mati baru-baru ini.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

• Biogas: Sumber biogas adalah bahan organik. Komponen • Biomassa: Biomassa tersusun dari bahan biologis. • Biogas: Biogas terutama terdiri dari metana dan karbon dioksida. Kesimpulan Biomassa dan biogas adalah biofuel yang berharga. Biofuels ini dapat digunakan untuk membuat energi panas yang diperlukan untuk pekerjaan rumah tangga, sebagai bahan bakar untuk transportasi, untuk menghasilkan listrik, dll. Tetapi ada perbedaan antara biomassa dan biogas.

Perbedaan utama antara biomassa dan biogas adalah bahwa biomassa adalah material padat sedangkan biogas adalah senyawa gas. Recent Comments • Apa yang dimaksud dengan meristem apikal - Konsep pentingnya – Pengertian Apa-itu.net on Perbedaan Vesikel dan Vakuola • Apa yang dimaksud dengan Lipid - Konsep pentingnya – Pengertian Apa-itu.net on Perbedaan Hormon Steroid dan Peptida • Apa yang dimaksud dengan Siklus Karbon - Konsep pentingnya – Pengertian Apa-itu.net on Perbedaan Herbivora Karnivora dan Omnivora • Apa yang dimaksud dengan Hewan - Konsep pentingnya – Pengertian Apa-itu.net on Perbedaan Organisme Uniseluler dan Multiseluler • Apa yang dimaksud dengan Non Primata - Konsep pentingnya – Pengertian Apa-itu.net on Perbedaan Amfibi dan Reptil
• Afrikaans • العربية • Asturianu • Azərbaycanca • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Bosanski • Català • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Galego • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Íslenska • Italiano • 日本語 • ქართული • Қазақша • 한국어 • Kurdî • Lietuvių • Latviešu • Македонски • Монгол • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Occitan • Polski • Português • Runa Simi • Română • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkçe • Українська • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • 吴语 • 中文 • 粵語 Halaman ini berisi artikel tentang sumber energi.

Untuk massa makhluk hidup di suatu area pada waktu tertentu, lihat biomassa (ekologi). Bagian dari seri Energi terbarukan • Biofuel • Biomassa • Panas bumi • Energi air • Energi surya • Energi pasang surut • Energi ombak • Energi angin • Topik menurut negara • Tren pemasaran dan kebijakan • l • b • s Biomassa adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut semua senyawa organik yang berasal dari tanaman pertanian, alga, dan sampah organik.

Pengelompokan biomassa terbagi menjadi biomassa kayu, biomassa bukan kayu, dan biomassa sekunder. Biomassa juga dapat dikategorikan menjadi limbah pertanian, limbah kehutanan, tanaman kebun energi, dan limbah organik. Sifat kimia, sifat fisik, kadar air, dan kekuatan mekanis pada berbagai biomassa sangat beragam dan berbeda-beda. Biomassa merupakan sumber energi terbarukan dengan kualitas yang rendah.

Teknologi transformasi energi termal yang menggunakan biomassa sangat rumit dan harus disesuaikan dengan pemanfaatannya. beragam tergantung pemanfaatannya dan relatif rumit. Dalam proses gasifikasi, karakteristik utama biomassa berkaitan dengan analisis proksimat, analisis ultimat, temperatur abu fusi, sifat mempan gerus, dan indeks pengembangan. [1] Biomassa tersusun dari berbagai macam senyawa organik.

Sebagian besar biomassa tersusun dari karbohidrat, lemak, dan protein. Sisanya merupakan mineral yang tersusun dari natrium, fosfor, kalsium, dan besi.

Senyawa utama yang membentuk biomassa adalah selulosa, hemiselulosa, dan lignin. [2] Ketiga senyawa ini merupakan pembentuk dinding sel pada tanaman. [3] Biomassa dapat digunakan sebagai bahan bakar secara langsung atau melalui proses pembriketan. Selain itu, biomassa juga digunakan sebagai bahan bakar penghasil energi listrik.

[4] Daftar isi • 1 Penggunaan istilah • 2 Sumber daya • 3 Komponen penyusun • 3.1 Selulosa • 3.2 Hemiselulosa • 3.3 Lignin • 3.4 Pati • 3.5 Protein • 3.6 Komponen organik dan anorganik • 4 Karakteristik • 4.1 Karakteristik gasifikasi • 4.1.1 Kadar air • 4.1.2 Abu • 4.1.3 Zat terbang • 4.1.4 Nilai kalor • 5 Jenis • 5.1 Biomassa kayu • 5.2 Biomassa herba • 5.3 Tanaman gula dan pati • 5.4 Biomassa penghasil minyak • 6 Pemanfaatan • 6.1 Sumber energi terbarukan • 6.2 Bioproduk • 6.3 Teknologi gasifikasi • 7 Dampak penggunaan • 8 Referensi • 9 Daftar pustaka Penggunaan istilah [ sunting - sunting sumber ] Istilah ''biomassa'' pertama kali digunakan dalam suatu literatur pada tahun 1934.

Ilmuwan berkebangsaan Rusia yang bernama Bogorov menggunakan kata biomassa dalam Journal of Marine Biology Association sebagai tata nama biologi. Dalam jurnal tersebut, biomassa dirujuk sebagai suatu bobot plankton laut yang teah dikeringkan untuk menyelidiki perubahan pertumbuhan musiman pada plankton. [5] Kini, biomassa diartikan sebagai bahan massal penghasil energi apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa diperoleh dari tanaman secara langsung maupun tidak langsung.

Biomassa secara tidak langsung merupakan biomassa yang diperoleh dari peternakan dan industri makanan. [5] Sumber daya [ sunting - sunting sumber ] Sumber daya biomassa berasal dari berbagai spesies tanaman darat dan tanaman laut.

Biomassa dapat diiperoleh melalui pertanian, perkebunan, limbah residu, limbah industri, dan kotoran hewan. [5] Berdasarkan siklus karbon yang memanfaatkan fotosintesis, sumber daya biomassa bersifat tidak terbatas dan dapat digunakan berulang kali. [6] Sumber daya biomassa yang berkelanjutan sepenuhnya dipengaruhi oleh ekosistem tanaman yang memperhatikan faktor panen, laju pertumbuhan dan perlindungan lingkungan.

[7] Komponen penyusun [ sunting - sunting sumber ] Selulosa [ sunting - sunting sumber ] Sebagian besar kandungan biomassa tersusun dari senyawa selulosa. Persentase kandungan berbeda-beda pad tiap jenis tanaman dengan kisaran mencapai 33% hingga 90%. Rumus kimia selulosa adalah C 6H 10O 5. Selulosa memiliki polimer dari glukosa dengan panjang rantai hingga 10.000 molekul. Pada kayu kering dengan massa jenis yang padat, kandungan selulosa mencapai 40% hingga 44%.

Peran selulosa dalam biomassa adalah sebagai penghasil tar selama proses pirolisis. [8] Hemiselulosa [ sunting - sunting sumber ] Hemiselulosa merupakan polimer yang terdiri dari senyawa glukosa dengan lima atom karbon. Persentase hemiselulosa di dalam biomassa mencapai 15% hingga 35%.

Kandungan hemiselulosa mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan dengan selulosa dan lignin selama proses pirolisis. Hemiselulosa dapat menghasilkan gula arabinosa dan furfural apabila mengalami perebusan dengan temperatur 200 ˚ C.

[8] Lignin [ sunting - sunting sumber ] Biomassa memiliki makromolekul pengikat yaitu lignin yang merupakan makromolekul dari senyawa dasar fenolik. Lignin digunakan sebagai sulfaktan dalam bentuk ligno-sulfonat. Sulfaktan ini dimanfaatkan sebagai penjaga kestabilan lumpur pengeboran. Sifat yang dimiliki lignin yaitu tahan pengaruh termal, penurunan nilai kandungan terjadi di akhir proses pirolisis (350–500˚C).

Hasil penurunan nilai kandungan lignin setelah gasifikasi akan menghasilkan tar dan senyawa fenolik pada gas dan sifatnya berbahaya bagi kesehatan manusia. Kontak udara yang terjadi pada tar dan senyawa fenolik menyebabkan depolimerisasi yang membentuk deposisi dalam saluran gas.

[9] Pati [ sunting - sunting sumber ] Pati merupakan polisakarida yang mengandung glukosa dan terikat oleh glikosida. Sebagian besar jenis pati dapat larut di dalam air panas, sedangkan sebagian lainnya tidak dapat larut.

Pati memiliki nilai yang tinggi pada makanan sehingga dapat ditemukan pada biji, umbi, atau batang pada tanaman. [10] Protein [ sunting - sunting sumber ] Protein merupakan senyawa makromolekul dengan kandungan asam dipolimerisasi yang tinggi.

Sifat-sifat protein ditentukan oleh jenis asam dipolimerisasi dan derajat keasaman. Dalam biomassa, jumlah protein lebih sedikit dibandingkan dengan selulosa, hemiselulosa dan lignin. [10] Komponen organik dan anorganik [ sunting - sunting sumber ] Dalam biomassa, komponen organik dan anorganik ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit. Komponen organik yang utama ialah gliserida dan sukrosa, sedangkan sisanya yaitu alkaloid, pigmen, terpena, dan bahan ber lilin.

Komponen anorganik berupa abu yang tersusun dari unsur kalsium, kalium, fosforus, magnesium, silikon, aluminium, besi, dan natrium. [11] Karakteristik [ sunting - sunting sumber ] Karakteristik gasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Biomassa memiliki karateristik tertentu dalam proses gasifikasi.

Dalam proses gasifikasi, karakteristik biomassa diperoleh melalui analisis proksimat, dan analisis ultimat. Pada analisis proksimat diperoleh karakteristik kadar air, abu, zat terbang dan nilai kalor.

Pada analisis ultimat diketahui kadar karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sulfur. Selain itu, proses gasifikasi juga memperlihatkan adanya temperatur fusi abu, sifat mempan gerus, dan indeks pengembangan pada biomassa. [1] Kadar air [ sunting - sunting sumber ] Biomassa memiliki kadar air bebas dan kadar air terikat.

Selama proses pengeringan, kadar air bebas menghilang dan mengalami perubahan sesuai dengan tingkat kelembaban udara. Sedangkan peleyapan apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa air terikat harus dilakukan dengan teknik pengeringan karena berada di dalam pori-pori biomassa. [12] Abu [ sunting - sunting sumber ] Biomassa yang dibakar akan menghasilkan bahan-bahan organik berbentuk abu. Kandungan utama dari abu ini berupa silika, aluminium, besi, kalsium, magnesium, titanium, natrium, dan kalium.

Biaya penanganan abu pada akhir proses gasifikasi dan teknologi konversi yang digunakan, ditentukan oleh kadar abu.

[13] Faktor utama dalam pemilihan teknik gasifikasi ditentukan oleh karakteristik abu pada keadaan temperatur tinggi. Temperatur operasi pembuatan gas harus melebihi nilai temperatur abu fusi ketika abu yang dibuang berbentuk terak. Sedangkan pada penghasil gas dengan abu buangan berbentuk abu kering, temperatur operasi tidak boleh melebihi nilai temperatur abu fusi.

[14] Zat terbang [ sunting - sunting sumber ] Ketika biomassa mengalami proses pemanasan atau pemanggangan, terjadi pelepasan senyawa-senyawa yang disebut zat terbang. Zat terbang tersusun dari gas hidrogen, karbon monoksida, karbon dioksida, metana, hidrokarbon ringan, tar, amonia, sulfur, dan oksigen. Setelah melalui proses pirolisis, pada biomassa masih tersisa padatan yang disebut karbon terikat. Padatan ini sebagaian besar mengandung karbon. [13] Nilai kalor [ sunting - sunting sumber ] Biomassa yang mengalami pembakaran secara sempurna dan stoikiometrik akan menghasilkan pelepasan energi yang disebut dengan nilai kalor atau panas pembakaran.

Nilai kalor dapat dinyatakan dalam nilai kalor lebih tinggi atau nilai kalori kotor, dan dapat pula dinyatakan dalam nilai kalor lebih rendah atau nilai kalor bersih. Perbedaan antara nilai kalor kotor dan nilai kalor bersih terletak pada nilai panas pengembunan air hasil pembakaran. Temperatur acuan yang digunakan untuk mencatat nilai kalor kotor dan nilai kalor bersih adalah 25 ˚C. [13] Jenis [ sunting - sunting sumber ] Biomassa kayu [ sunting - sunting sumber ] Biomassa kayu merupakan biomassa yang berbentuk kayu pohon yang diperoleh dari hasil penebangan hutan.

Selain itu, biomassa kayu juga berbentuk sisa-sisa kayu yang tidak diperlukan dalam industri kehutanan. Pohon-pohon yang ditebang tidak memiliki nilai komersial sehingga dapat dijadikan sebagai bahan energi biomassa. Pohon yang ditanam apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa hutan penghasil biomassa dibuat berjarak agar tunggul pohon memiliki ruang untuk mengalami pertumbuhan.

Pada iklim sedang, siklus penebangan diulang dalam jangka waktu berkisar 50 hingga 100 tahun. [15] Biomassa herba [ sunting - sunting sumber ] Biomassa herba merupakan biomassa yang berbentuk tanaman liar, tanaman pangan, residu tanaman pangan, rumput, bambu, dan legum.

Rumput merupakan biomassa herba yang dapat menghasilkan bahan energi dalam waktu yang singkat.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Legum merupakan biomassa herba yang ramah lingkungan karena mampu mengikat nitrogen melalui bantuan bakteri rhizobium sehingga mengurangi penggunaan pupuk kimia nitrogen dalam produk biomassa. [16] Tanaman gula dan pati [ sunting - sunting sumber ] Biomassa dalam bentuk gula dan pati dapat diubah menjadi biofuel.

Limbah residu yang mengandung selulosa dan hemiselulosa pada pati dan gula dapat diubah menjadi glukosa melalui proses fermentasi. Tanaman pati yang dapat menjadi biomassa secara langsung yaitu padi, kentang, ubi jalar, gandum, barli, ubi kayu, dan sagu. Sedangkan tanaman gula yang dapat menjadi biomassa secara langsung yaitu tebu dan bit gula. [17] Biomassa penghasil minyak [ sunting - sunting sumber ] Biomassa penghasil minyak merupakan biji atau buah tanaman yang dapat menghasilkan lemak dan minyak.

Jenis biomassa ini digunakan untuk bahan makanan, bahan baku industri, dan pengganti minyak diesel mineral dalam produksi biodiesel. [18] Biomassa penghasil minyak yang utama adalah kedelai, sesawi dan kelapa sawit. [19] Pemanfaatan [ sunting - sunting sumber ] Sumber energi terbarukan [ sunting - sunting sumber ] Biomassa merupakan salah satu bahan baku dalam produksi bioenergi.

Sumber biomassa yang digunakan pada bioenergi berasal dari sampah kota. Biomassa menghasil energi primer yang berbentuk cair sebagai bahan bakar nabati. Pada bentuk gas, biomassa digunakan sebagai biogas, sedangkan dalam bentuk padat biomassa dimanfaatkan sebagai biobriket.

Ketiga energi primer ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk sarana transportasi atau industri. Selain itu, energi primer ini dapat diubah lagi menjadi energi sekunder yaitu energi listrik berbahan bakar nabati. Penggunaan biomassa untuk menghasilkan produk bioenergi tidak memerlukan proses khusus dan dapat langsung digunakan sebagai energi primer. [20] Konversi biomassa menjadi energi dapat melalui proses termokimia, biokimia, atau ekstraksi biji yang berminyak.

Pada konversi biomassa dengan alur termokimia, biomassa mengalami proses pembakaran, gasifikasi, pirolisis, torefaksi dan hidrotermal.

[21] Panas pembakaran bahan bakar padat diubah menjadi energi panas dan gas cerobong yang terdiri dari karbon dioksida dan uap air.

Panas pembakaran selanjutnya dimanfaatkan pada pemanas fluida kerja turbin kukus untuk produksi kukus. Panas hasil pembakaran juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan usaha yang memerlukan reaksi kimia. [22] Bahan bakar padat berbentuk arang dengan kualitas yang lebih tinggi dari biomassanya dapat diperoleh dengan proses pirolisis. Selain itu, proses pirolisis menyebabkan degradasi biomassa yang menghasilkan senyawa organik berbentuk cair. Senyawa yang dihasilkan yaitu tar, hidrokarbon berat dan asam- asam organik.

Proses pirolisis juga menghasilkan gas-gas yaitu karbon monoksida, karbon dioksida, uap air, asetilena, etena, dan etana. Pecahan senyawa yang dihasilkan oleh proses pirolisis pada biomassa ditentukan oleh temperatur akhir pirolisis dan laju pemanasan. [23] Bioproduk [ sunting - sunting sumber ] Biomassa juga digunakan untuk menggantikan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor dengan produksi bioetanol. Selain itu, biomassa dapat menghasilkan energi panas dan energi listrik dengan pembuatan biogas, gas sintesis, dan biopellet.

[24] Penerapan teknologi kilang hayati pada biomassa dapat menghasilkan bioetanol dengan biaya produksi yang murah. Selain itu, cara ini dapat menghasilkan energi sekaligus produk sampingan. [25] Bahan baku yang digunakan pada konversi biomassa menjadi bioetanol berasal dari limbah pertanian atau limbah perkebunan yang mengandung pati atau lignoselulosa. Bahan baku ini diubah menjadi etanol melalui tahapan awal yaitu hidrolisis dan fermentasi. Proses hidrolisis memanfaatkan enzim selulase dengan cara enzimatis atau termokimia.

Sedangkan proses fermentasi memanfaatkan khamir. Pati digunakan untuk menghasilkan etanol, sedangkan lignin dan hemiselulosa digunakan untuk menghasilkan produk sampingan berupa xilitol, perekat, lignosulfonat, dan biosurfaktan. [26] Teknologi gasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Biomassa dimaanfaatkan selama proses gasifikasi untuk menghasilkan gas bahan bakar.

Proses pembentukan gas dilakukan melalui reaksi kimia pada temperatur tinggi antara biomassa dengan agen gasifikasi. Bahan agen gasifikasi dapat berupa udara, oksigen, atau uap air. [27] Proses pembentukan gas bahan bakar pada biomassa memanfaatkan proses pirolisis. Biomassa dijadikan sebagai umpan gasifikasi karena memiliki komponen utama berupa karbon, hidrogen dan oksigen. [23] Pemanfaatan biomassa dalam teknologi gasifikasi memperhatikan karakteristik kadar air, bentuk partikel dan ukuran partikel.

Kadar air biomassa tidak lebih dari 30% apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa dapat dicapai dengan pengeringan. Pada biomassa kering udara, kadar air berkisar antara 10–15%. Partikel biomassa harus menyerupai bentuk bulat atau kubus. Partikel berbentuk pipih atau serbuk tidak boleh digunakan karena dapat menghambat aliran gas di dalam reaktor. Partikel biomassa yang digunakan sebagai umpan gasifikasi harus berukuran antara 0,5 – 5,0 cm.

Kepadatan massal partikel biomassa minimum 250 kg/ m 2. [28] Ukuran partikel biomassa dibedakan menjadi partikel besar, partikel kecil, partikel serampangan, dan kebun energi atau tumpang sari. Pada partikel besar, densitas partikel tinggi dengan kadar air < 30% dan kadar abu rendah.

Partikel kecil memiliki kadar air atau kadar abu yang tinggi, tetapi densitas partikel rendah. Partikel dengan bentuk serampangan memiliki kadar air yang tinggi atau sangat basah basah sekali. Ukuran partikel biomassa yang terbesar ialah kebun energi atau tumpang sari.

[29] Persyaratan utama untuk pemanfaatan biomassa sebagai umpan gasifikasi yaitu harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk digunakan secara berkelanjutan. [2] Dampak penggunaan [ sunting - sunting sumber ] Biomassa termasuk bahan bakar karbon netral sehingga tidak menghasilkan efek rumah kaca. Pembakaran biomassa hanya akan menghasilkan karbon dioksida yang sama seperti pada penggunaan bahan bakar fosil. Penyeimbangan karbon dioksida didapatkan melalui penanaman kembali tanaman baru yang akan menyerap karbon dioksida.

[30] Biomassa juga memberikan permasalahan pada penggunaan lahan yang luas untuk pembuatan kebun energi. Penggunaan biomassa sebagai sumber energi terbarukan akan mengurangi jumlah lahan pertanian dan hutan produksi. [6] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b Sutanto 2018, hlm.

5. • ^ a b Sutanto 2018, hlm. 11. • ^ Hermiati 2019, hlm. 4. • ^ Direktorat Bioenergi 2016, hlm. 21. • ^ a b c Japan Institute of Energy 2008, hlm. 1. • ^ a b Japan Institute of Energy 2008, hlm.

3. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm. 4. • ^ a b Sutanto 2018, hlm. 12. • ^ Sutanto 2018, hlm. 13. • ^ apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa b Japan Institute of Energy 2008, hlm. 25. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm. 26. • ^ Sutanto 2018, hlm. 5-6. • ^ a b c Sutanto 2018, hlm.

6. • ^ Sutanto 2018, hlm. 7. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm. 35-36. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm. 39. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm. 46. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm. 50. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm. 50-51. • ^ Direktorat Bioenergi 2016, hlm. 4. • ^ Sutanto 2018, hlm. 8. • ^ Sutanto 2018, hlm. 8-9. • ^ a b Sutanto 2018, hlm. 9. • ^ Hermiati 2019, hlm. 1. • ^ Hermiati 2019, hlm.

2. • ^ Hermiati 2019, hlm. 3. • ^ Sutanto 2018, hlm. 14. • ^ Sutanto 2018, hlm. 9-10. • ^ Sutanto 2018, hlm. 10. • ^ Japan Institute of Energy 2008, hlm.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

2. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Direktorat Bioenergi (2016). Pedoman Investasi Bioenergi di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Hermiati, Euis (4 Desember 2019). Pengembangan Teknologi Konversi Biomassa Menjadi Bioetanol dan Bioproduk sebagai Substitusi Produk Berbahan Baku Fosil (PDF). Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. ISBN 978-602-496-101-5. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Japan Institute of Energy (2008). Panduan untuk Produksi dan Pemanfaatan Biomassa (PDF).

Tokyo: Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang.

apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Sutanto, Herri (24 November 2018). Pengembangan Teknologi Gasifikasi untuk Mendukung Kemandirian Energi dan Industri Kimia (PDF). Bandung: Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung. ISBN 978-602-6624-23-9. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun ( link) • Hutan lindung • Hutan konservasi • Kawasan suaka apa yang dimaksud dengan biomassa sebutkan dua contoh bahan dasar biomassa • Cagar alam • Suaka margasatwa • Kawasan pelestarian alam • Taman nasional • Taman hutan raya • Taman wisata alam • Taman buru • Hutan produksi • Hutan produksi terbatas • Hutan produksi tetap • Kawasan hutan dengan tujuan khusus • Perhutanan kota • Cagar biosfer Bedasarkan iklim • Aforestasi • Alometri pohon • Arborikultur • Arsitektur pohon • Deforestasi • Degradasi • Dendrologi • Dendrokronologi • Ekologi api • Hutan • informatika • Inventarisasi • Manajemen hama • Patologi • Perlindungan • Restorasi • Hutan primer • Kayu bersertifikat • Manajemen berkelanjutan • Pemanfaatan hutan • Pembakaran terkendali • Penipisan ekologis • Pengukuran pohon • Permodelan pertumbuhan dan hasil • Reboisasi • ( urban) • Silvikultur • Silvologi Lingkungan • Anatomi kayu • Hasil hutan • Penebangan kayu • Terubusan • Manufaktur • Kayu gelondongan • Industri pulp dan kertas • Penggergajian kayu • Produk • Kayu lapis • Kayu serpih • Venir kayu • Papan partikel • Papan serat • Furnitur • Biochar • Biomassa • Arang • Hasil hutan non-kayu • Rayon • Resin • Karet • Kulit kayu penyamakan • Jalur rel hutan • Hutan tanaman • Budi daya pohon natal • Budi daya kenanga • Budi daya sengon • Hutan jati • Hutan pinus • Budi daya pohon-pohon keras • Kayu Pekerjaan • FAO • ITTO • IUFRO • FSC • Perum Perhutani • Hutan Tanaman Industri • Kementrian • Direktorat Jenderal Kehutanan, Departemen Pertanian • Departemen Kehutanan • Departemen Kehutanan dan Perkebunan • Kementerian Kehutanan Indonesia • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Kebijakan kehutanan Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Halaman ini terakhir diubah pada 10 November 2021, pukul 07.22.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
none

Energi Biomassa Materi Kelas 4 Tema 2 Muatan IPS




2022 charcuterie-iller.com