Fakta baru kasus pembunuhan di subang, terungkap mengapa jenazah tuti dan amalia dimandikan pelaku

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang diduga kuat adalah sosok yang sangat berhati-hati dan waspada. Hal tersebut diungkap ahli forensik dari Mabes Polri, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti.

Diketahui kasus pembunuhan di SubangJawa Barat ini belum terungkap meski sudah memasuki hari ke-108. Pelaku yang paham ilmu forensik dan bertindak dengan hati-hati menjadi penyebab lamanya kasus Subang yang merenggut nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu terungkap.

Dikutip dari TribunJabar, Pahamnya pelaku kasus Subang akan pengetahuan forensik ini terungkap dari minimnya jejak pembunuhan tersebut. Bahkan di jenazah Tuti dan Amalia sudah tak ditemukan sidik jari. Baca: Temui Titik Terang, Penyidik Berhasil Dapat Sidik Jari di Tembok TKP Kasus Subang Sidik jari pada kedua jenazah hilang karena keduanya lebih dulu dibersihkan oleh pelaku.

Kondisi jenazah Tuti dan Amalia saat ditemukan dalam bagasi mobil memang sudah bersih. Dokter Hastry menyebut, sidik jari dalam tubuh memang bisa hilang jika dibersihkan dengan sabun.

Dengan demikian sudah jelas maksud pelaku pembunuhan memandikan jenazah Tuti dan Amalia adalah untuk menghilangkan jejak. Seperti diketahui, pelaku memandikan dan membersihkan jenazah keduanya sebelum memasukkan ke dalam mobil Alphard yang diparkir di depan rumah mereka di Dusun Ciseuti, Subang, Jawa Barat.

Selain sudah memandikan, pelaku juga mengelap sejumlah tempat di tempat kejadian perkara atau TKP, termasuk di antaranya setir mobil dan pintu-pintu. Baca: Sejumlah Barang Bukti Kasus Subang Diperiksa, Stik Golf Milik Yosef Masih Terungkap mengapa jenazah tuti dan amalia dimandikan pelaku Pihak Kepolisian Tak mengherankan jika dr Hastry mengakui bahwa pelaku memiliki ilmu pengetahuan luar biasa dan sangat paham dunia forensik.

Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena saat ini sangat mudah mengakses pengetahuan tentang forensik. Meski memahami forensik, kejahatan yang dilakukan pelaku tidak sempurna. Tim Inafis Mabes Polri dan Polres Subang masih bisa mendeteksi sidik jari di tembok yang kering, pintu masuk, pintu keluar, dan di mobil.

Bahkan di setir mobil dan pintu bagasi yang sudah dibersihkan dengan air pun masih bisa dideteksi sidik jari. "Bisa ditemukan, mungkin waktu membersihkan cepat-cepat. Kemarin saya dapat, sidik jari di sekitar mobil, di rumah juga," ujar dr Hastry dikutip dari channel Youtube Denny Darko yang tayang, Selasa (23/11/2021).

Sementara itu, dokter Hastry mengungkap bahwa pemeriksaan forensik yang dilakukannya terhadap kasus Subang sebenarnya sudah rampung. Baca: Pelaku Pembunuhan Subang Hapus Jejaknya di Mobil, Penyidik Berhasil Dapat Sidik Jari di Tembok Kini dokter Hastry mengungkapkan apa saja petunjuk polisi untuk menuntun ke dalang pembunuhan ibu dan anak di Subang itu.

Rokok disebut dokter Hastry jadi salah satu jalan pembuka polisi mengurai kasus Subang. Puntung rokok memang banyak ditemui di TKP yang berada di Dusun Ciseuti.

Khusus DNA yang ditemukan di puntung rokok di TKP, diakui dr Hastry membutuhkan satu bulan untuk mengungkapnya. Hal itu karena penyidik juga ingin mencocokkan DNA itu dengan waktu kematian korban. "Itu yang sulit karena harus kita ulang lagi, kita bandingkan dengan properti atau sisa-sisa rokok yang lain. Karena rumah itu banyak didatangi orang-orang dari yayasan.

Oh. yang baru itu DNA siapa, sesuai gak dengan waktu kejadian, dengan waktu kematian? Jadi lamanya di situ," terangnya. Baca: Memasuki Hari ke 107 Kasus Subang, Barang Yosef Masih di Tangan Pihak Kepolisian, Salah Satunya HP Meski lama, dr Hastry memastikan sudah menemukan petunjuk penting kasus ini.

"Sebenarnya kita sudah dapat dan selesai dari properti yang kita periksa di laboratorium forensik di Jakarta itu sudah ketemu semua," tegasnya. Dr Hastry menjelaskan, pada identifikasi puntung rokok bisa diketahui bagaimana profil pelaku. Ia menyebut, tanpa disadari, dari puluhan saksi yang merokok menjadi bahan identifikasinya.

"Itu kayak memprofile. Mungkin masyarakat gak mikir, itu kerja polisi. Jadi perlu berhati-hati. DNA berbicara, profile dia merokok, merknya apa, itu sudah ada rekamannya," tegasnya. (Tribun-Video/Mei Sada Sirait) (*) Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul TERUNGKAP, Mengapa Jenazah Tuti dan Amalia di Kasus Subang Dimandikan oleh Pelaku # Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang # Update Kasus Pembunuhan di Subang # Tuti Suhartini # Amalia Mustika Ratu Sebelumnya jasad Tuti (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan di bagasi mobil mewah Fakta baru kasus pembunuhan di subang Alphard.

Kapolres Subang AKBP Sumarni mengungkapkan keduanya ditemukan dalam keadaan bertumpuk. Dari hasil autopsi diketahui Amalia meninggal sekitar pukul 05.00. Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Kembali Periksa Suami Korban Sementara sang ibu diperkirakan meninggal lima jam sebelumnya. "Berdasarkan hasil autopsi yang sudah dilakukan kami dapatkan informasinya diduga korban ini meninggalnya pukul 04.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB pagi, kemudian yang ibunya diperkirakan 5 jam sebelumnya.

Jadi yang lebih dulu meninggal yaitu ibunya," kata Kapolres Subang AKBP Sumarni saat ditanya wartawan di Mapolres Subang, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Fakta Baru Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Sebut Anak Korban Sempat Melawan
TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang diduga kuat adalah sosok yang sangat berhati-hati dan waspada. Hal tersebut diungkap ahli forensik dari Mabes Polri, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti. Diketahui kasus pembunuhan di SubangJawa Barat ini belum terungkap meski sudah memasuki hari ke-108. Baca: Sejumlah Barang Bukti Kasus Subang Diperiksa, Stik Golf Milik Yosef Masih Ditahan Pihak Kepolisian Pelaku yang paham ilmu forensik dan bertindak dengan hati-hati menjadi penyebab lamanya kasus Subang yang merenggut nyawa Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu terungkap.

Dikutip dari TribunJabar, Pahamnya pelaku kasus Subang akan pengetahuan forensik ini terungkap dari minimnya jejak pembunuhan tersebut. Bahkan di jenazah Tuti dan Amalia sudah tak ditemukan sidik jari. Sidik jari pada kedua jenazah hilang karena keduanya lebih dulu dibersihkan oleh pelaku.

Kondisi jenazah Tuti dan Amalia saat ditemukan dalam bagasi mobil memang sudah bersih.

Baca: Pelaku Pembunuhan Subang Hapus Jejaknya di Mobil, Penyidik Berhasil Dapat Sidik Jari di Tembok Dokter Hastry menyebut, sidik jari dalam tubuh memang bisa hilang jika dibersihkan dengan sabun. Dengan demikian sudah jelas maksud pelaku pembunuhan memandikan jenazah Tuti dan Amalia adalah untuk menghilangkan jejak. Seperti diketahui, pelaku memandikan dan membersihkan jenazah keduanya sebelum memasukkan ke dalam mobil Alphard yang diparkir di depan rumah mereka di Dusun Ciseuti, Subang, Jawa Barat.

Selain sudah memandikan, pelaku juga mengelap sejumlah tempat di tempat kejadian perkara atau TKP, termasuk di antaranya setir mobil dan pintu-pintu. Tak mengherankan jika dr Hastry mengakui bahwa pelaku memiliki ilmu pengetahuan luar biasa dan sangat paham dunia forensik. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena saat ini sangat mudah mengakses pengetahuan tentang forensik.

Baca: Kasus Subang Memasuki Hari ke-107 tapi Barang Yosef Masih di Pihak Kepolisian, Salah Satunya Ponsel Meski memahami forensik, kejahatan yang dilakukan pelaku tidak sempurna.

Tim Inafis Mabes Polri dan Polres Subang masih bisa mendeteksi sidik jari di tembok yang kering, pintu masuk, pintu keluar, dan di mobil. Bahkan di setir mobil dan pintu bagasi yang sudah dibersihkan dengan air pun masih bisa dideteksi sidik jari. "Bisa ditemukan, mungkin waktu membersihkan cepat-cepat. Kemarin saya dapat, sidik jari di sekitar mobil, di rumah juga," ujar dr Hastry dikutip dari channel Youtube Denny Darko yang tayang, Selasa (23/11/2021).

Sementara itu, dokter Hastry mengungkap bahwa pemeriksaan forensik yang dilakukannya terhadap kasus Subang sebenarnya sudah rampung.

Kini dokter Hastry mengungkapkan apa saja petunjuk polisi untuk menuntun ke dalang pembunuhan ibu dan anak di Subang iitu.

Baca: Hari ke-107 Kasus Subang, Barang Yosef seperti Stik Golf dan Ponsel Masih Dibawa Polisi, Kenapa?

Rokok disebut dokter Hastry jadi salah satu jalan pembuka polisi mengurai kasus Subang. Puntung rokok memang banyak ditemui di TKP yang berada di Dusun Ciseuti. Khusus DNA yang ditemukan di puntung rokok di TKP, diakui dr Hastry membutuhkan satu bulan untuk mengungkapnya.

Hal itu karena penyidik juga ingin mencocokkan DNA itu dengan waktu kematian korban. "Itu yang sulit karena harus kita ulang lagi, kita bandingkan dengan properti atau sisa-sisa rokok yang lain. Karena rumah itu banyak didatangi orang-orang dari yayasan. Oh. yang baru itu DNA siapa, sesuai gak dengan waktu kejadian, dengan waktu kematian? Jadi lamanya di situ," terangnya. Baca: Hari ke-107 Kasus Subang, Barang Yosef seperti Stik Golf dan Ponsel Masih Dibawa Polisi, Kenapa?

Meski lama, dr Hastry memastikan sudah menemukan petunjuk penting kasus ini. "Sebenarnya kita sudah dapat dan selesai dari properti yang kita periksa di laboratorium forensik di Jakarta itu sudah ketemu semua," tegasnya. Dr Hastry menjelaskan, pada identifikasi puntung rokok bisa diketahui bagaimana profil pelaku. Ia menyebut, tanpa disadari, dari puluhan saksi yang merokok menjadi bahan identifikasinya.

Baca: Foto Nasi Goreng di TKP Subang Dipertanyakan, Yosef Ternyata Makan Nasi Goreng di Rumah Istri Muda "Itu kayak memprofile. Mungkin masyarakat gak mikir, itu kerja polisi. Jadi perlu berhati-hati.

DNA berbicara, profile dia merokok, merknya apa, itu sudah ada rekamannya," tegasnya. (Tribun-Video/Mei Sada Sirait) Baca juga berita terkait di sini Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul TERUNGKAP, Mengapa Jenazah Tuti dan Amalia di Kasus Subang Dimandikan oleh Pelaku # HOT TOPIC # pembunuhan # Subang # jenazah # Tuti Suhartini # Amalia Mustika Ratu

Terkuak! Hasil Autopsi Korban Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang




2022 charcuterie-iller.com