Sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan

Beberapa Sifat Fisik Tanah antara lain : Tekstur Tanah Ukuran relatif partikel tanah dinyatakan dalam istilah tekstur yang mengacu pada kehalusan atau kekasaran tanah. Lebih khasnya, tekstur adalah perbandingan relatif pasir, debu, dan tanah liat (Foth 1994).

Menurut Hanafiah (2005) tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro (besar) disebut lebih poreus, tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang) agak poreus, sedangkan yang didominasi liat akan mempunyai pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus. Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi: a.Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir, berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung.

b.Tanah bertekstur halus atau kasar berliat, berarti tanah yang mengandung minimal 37,5% liat atau bertekstur liat, liat berdebu atau liat berpasir. c.Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung, terdiri dari: 1)Tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir (sandy loam) atau lempung berpasir halus. 2)Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur berlempung berpasir sangat halus, lemp ung (loam), lempung berdebu (silty loam) atau debu (silt).

3)Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat (clay loam), lempung liat berpasir (sandy clay loam), atau lempung liat berdebu (sandy silt loam). Tekstur tanah sangat menentukan reaksi kimia dan fisik yang terjadi dalam tanah, sebab ukuran partikel tanah dapat menentukan luas permukaan tanah. Fraksi pasir dan debu mempunyai aktivitas permukaan rendah, sehingga secara fisik dan kimia dapat dikatakan tidak aktif.

Fraksi liat merupakan fraksi yang terpenting karena mempunyai luas permukaan yang tinggi (Foth 1988). Fraksi liat dapat meningkatkan kapasitas pertukaran kation. Selain itu koloid liat merupakan agen pengikat (cementing agent) yang penting dalam agregasi tanah (Bever 1972). Perbedaan tekstur dan struktur tanah adalah jika tekstur merupakan ukuran butir-butir tanah sedangkan struktur adalah kumpulan butir-butir tanah disebabkan terikatnya butir-butir pasir, liat dan debu oleh bahan organik, oksida besi dan lain-lain.

Arsyad (2000) mengemukakan bahwa struktur tanah yang penting dalam mempengaruhi infiltrasi adalah ukuran pori dan kemantapan pori. Pori-pori yang mempunyai diameter besar (0,06 mm atau lebih) memungkinkan air keluar dengan cepat sehingga tanah beraerasi baik, pori-pori tersebut juga memungkinkan udara keluar dari tanah sehingga air dapat masuk.

Tanah-tanah yang bertekstur halus mempunyai luas permukaan yang kecil sehingga sulit menyerap dan menahan air atau unsur. Tanah-tanah yang bertekstur Liat mempunyai luas permukaan yang besar sehingga kemampuan menahan dan menyimpan unsur hara tinggi (Hardjowigeno 2003). Kerapatan Limbak ( Bulk Density) Kerapatan Limbak atau Bulk Density (BD) adalah nisbah berat tanah teragregasi terhadap volumenya, yang dinyatakan dalam satuan g/cc.

Volume tanah merupakan volume bagian padat (anorganik dan organik), dan volume pori tanah. Bulk Density biasanya digunakan untuk keperluan pemupukan, pengairan, maupun untuk perhitungan total ruang pori tanah. Bulk Density dapat menjadi suatu petunjuk tidak langsung kepadatan tanah, udar a, air, dan penerobosan akar tumbuhan kedalam tubuh tanah.

Keadaan tanah yang padat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman karena akar-akarnya tidak berkembang dengan baik (Baver et al. 1987 dalam Purwowidodo 2005). Besaran bobot isi tanah dapat bervariasi dari waktu ke waktu atau dari lapisan ke lapisan sesuai dengan perubahan ruang pori atau struktur tanah.

Keragaman itu menunjukkan derajat kepadatan tanah (Foth 1988), karena tanah dengan ruang pori berkurang dan berat tanah setiap satuan bertambah menyebabkan meningkatnya bobot isi tanah. Tanah dengan bobot yang besar akan sulit meneruskan air atau sulit ditembus akar tanaman, begitu pula sebaliknya tanah dengan bobot isi rendah, akar tanaman lebih mudah berkembang (Hardjowigeno 2003).

Ruang Pori dan Porositas Tanah Ruang pori tanah yaitu bagian dari tanah yang ditempati oleh air dan udara, sedangkan sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan pori total terdiri atas ruangan diantara partikel pasir, debu, dan liat serta ruang diantara agregat-agregat tanah (Soepardi 1983).

Porositas adalah proporsi ruang pori total (ruang kosong) yang terdapat dalam satuan volume tanah yang dapat ditempati oleh air dan udara (Hanafiah 2005).

Menurut Hardjowigeno (2003), porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik, struktur, dan tekstur tanah. Porositas tinggi jika bahan organik tinggi pula. Tanah-tanah dengan struktur remah atau granuler mempunyai porositas yang lebih tinggi daripada tanah-tanah yang berstruktur pejal (Hardjowigeno 2003). Proporsi antara air sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan udara dalam pori-pori tanah tergantung dari kadar air tanah.

Semakin tinggi kadar air tanah maka, semakin rendah pori-pori yang dapat diisi oleh udara atau sebaliknya. Agar tanaman dapat tumbuh baik diperlukan perimbangan antara pori-pori yang dibedakan menjadi pori berguna dan pori tidak berguna untuk ketersediaan air bagi tanaman.

Pori tidak berguna bagi tanaman adalah pori yang diameternya kurang dari 0,2 mikron. Akar tanaman tidak mampu menghisap air pada pori ukuran kurang dari 0,2 mikron tersebut, sehingga tanaman menjadi layu. Untuk mengeluarkan air dari pori ini diperlukan tenaga tekanan atau isapan setara dengan 15 atmosfir atau pF 4,2 (Hardjowigeno 1993).

Pori berguna bagi tanaman yaitu pori yang berdiameter diatas 0,2 mikron, yang terdiri pori pemegang air berukuran diameter 0,2 – 8,6 mikron (pF 4,2 – pF 2,54), pori drainase lambat berdiameter 8,6 – 28,6 mikron (pF 2,54 – pF 2,0), dan pori drainase cepat berdiameter diatas 28,8 mikron (pF 2,0).

Air yang terdapat dalam pori pemegang air disebut air tersedia. Umumnya antara titik layu (pF 4,2) dan kapasitas lapang (pF 2,54) (Hardjowigeno 1993). Pori drainase cepat atau disebut pori aerasi penting dalam hubungannya dengan pernafasan akar tanaman. Oleh karena itu pori ini hendaknya dijaga agar selalu terisi udara. Bila pori aerasi diatas 10 persen volume, tanaman akan mendapat aerasi cukup, kecuali pada tanah dengan permukaan air tanah dangkal (Kohnke 1968 dalam Musthofa 2007).

KadarAir Pori tanah dapat dibedakan menjadi pori kasar dan pori halus. Pori kasar berisi udara atau air gravitasi (air yang mudah hilang karena gaya gravitasi), sedang pori halus berisi air kapiler dan udara (Hardjowigeno 2003). Ukuran pori dan kemantapan pori berpengaruh terhadap daya infiltrasi, semakin besar dan mantap pori tersebut maka daya infiltrasi akan semakin besar (Syarief 1985 dalam Musthofa 2007). Tanah remah memberikan kapasitas infiltrasi akan lebih besar daripada tanah liat.

Tanah dengan pori-pori jenuh air mempunyai kapasitas lebih kecil dibandingkan tanah dalam keadaan kering (Hardjowigeno 2003). Menurut Hardjowigeno (2003), dalam menentukan jumlah air tersedia bagi tanaman beberapa istilah perlu dipahami antara lain: 1.

Kapasitas Lapang yaitu keadaan tanah yang cukup lembab yang menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan terhadap gaya tarik gravitasi. Air yang dapat ditahan oleh tanah tersebut terus menerus diserap oleh akar-akar tanaman atau menguap sehingga tanah semakin lama semakin kering.

Pada suatu saat akar sudah tidak mampu lagi menyerap air tersebut sehingga tanaman menjadi layu permanen. 2.Titik Layu Permanen, yaitu kandungan air tanah dimana akar-akar mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah sehingga tanaman menjadi layu, tanaman tetap layu baik siang ataupun malam hari, dan 3. Air Tersedia, adapun yang dimaksud dengan air tersedia adalah banyaknya air yang tersedia bagi tanaman yaitu selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi kadar air pada titik layu permanen.

Permeabilitas Permeabilitas adalah kecepatan laju air dalam medium massa tanah. Sifat ini penting artinya dalam keperluan drainase dan tata air tanah. Bagi tanah-tanah yang bertekstur halus biasanya mempunyai permeabilitas lebih lambat dibanding tanah bertekstur kasar.

Nilai permeabilitas suatu solum tanah ditentukan oleh suatu lapisan tanah yang mempunyai nilai permeabilitas terkecil (Hardjowigeno 2003).

Tanah dengan struktur mantap adalah tanah yang memiliki permeabilitas dan drainase yang sempurna, serta tidak mudah didespersikan oleh air hujan. Permeabilitas tanah dapat menghilangkan daya air untuk mengerosi tanah, sedangkan drainase mempengaruhi baik buruknya peratukaran udara. Faktor tersebut selanjutnya akan mempengaruhi kegiatan mikroorganisme dan perakaran dalam tanah (Syarief 1985 dalam Musthofa 2007). Syarief (1985) dalam Musthofa (2007) juga mengatakan bahwa aliran permukaan (erosi) dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kapasitas infiltrasi dan permeabilitas dari lapisan tanah.

Apabila kapasitas infiltrasi dan permeabilitas besar dan mempunyai lapisan kedap yang dalam maka aliran permukaan rendah, sedangkan untuk tanah yang bertekstur halus maka penyerapan air akan semakin lambat dan aliran permukaan tinggi. Air Tersedia Air tanah merupakan sebagian fase cair tanah yang mengisi sebagian atau seluruh ruang pori tanah. Air tanah berperan penting dari segi pedogenesis maupun dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman.

Pertukaran kation, dekomposisi bahan organik, pelarutan unsur hara dan kegiatan jasad-jasad mikro hanya akan berlangsung dengan baik apabila tersedia air dan udara yang cukup (Haridjaja et al.1983). Selain dipengaruhi oleh tekstur, struktur, dan kandungan bahan organik, jumlah air yangdapat digunakan oleh tanaman juga dipengaruhi oleh kedalaman tanah dan sistem perakaran tanaman (Islami dan Utomo, 1995). Air tersedia sebagian besar merupakan air kapiler yang ditahan tanah pada kelembaban antara kapasitas lapang dengan koefisien layu.

Selain sifat tanah, faktor tumbuhan dan iklim juga sangat mempengaruhi jumlah air yang dapat diabsorbsikan tumbuhan dari tanah. Faktor tumbuhan antara lain, bentuk perakaran, daya tahan terhadap kekeringan, tingkat dan stadia pertumbuhan sedangkan faktor iklim diantaranya adalah temperatur, kelembaban dan kecepatan angin (Hakim et al.

1986). Diantara sifat-sifat tanah yang berpengaruh terhadap jumlah air yang tersedia adalah daya hisap (matrik dan osmotik), kedalaman tanah dan pelapisan tanah.

Daya hisap matrik/partikel tanah sangat jelas mempengaruhi jumlah air tersedia. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya menahan air pada kapasitas lapang dan berikutnya juga terhadap koefisien layu, menentukan jumlah air tersedia. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah tekstur, struktur, dan bahan organik (Hakim et al.

1986). Mei 2015 S S R Sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan J S M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Jun » Arsip • Juni 2015 • Mei 2015 Kategori • Agroklimatologi • Aplikasi komputer • Biologi pertanian • English • ilmu hadits • ilmu sosial Budaya • ilmu tanah • Internasional • Kesehatan • kimia organik • Liverpool FC • Nasional • pengantar ilmu ekonomi • Persib • Pertanian • Sosial & Politik • Tak Berkategori Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Tulisan Terakhir • Menyatukan Pemahaman Petani terhadap Dasar-Dasar PHT pada Tanaman Kedelai • Potensi Tanaman Pulai Sebagai Pakan Ternak • Indonesia Kena Sanksi, Jasuk: Jangan Lama-lama •  Gian Zola Beri Warna Penyerangan Persib U-21 • Rilis Otobiografi, Gerrard Bakal Buka-bukaan Soal Liverpool Komentar Terbaru Tanah merupakan kombinasi mineral, bahan bahan organic, gas, berbagai jenis cairan, dan organisme yang tidak dapat dihitung yang bersama sama mendukung kehidupan di atas bumi.

Tanah merupakan materi alami yang dikenal sebagai pedosfer yang memiliki 4 peran penting yaitu: media tumbuh tanaman, tempat penyimpanan air, media penyedia dan purifikasi air, dan merupakan habitat bagi banyak organisme.

Tanah dianggap sebagai “kulit dari bumi” dan berkaitan erat dengan litosfer, hidrosfer, dan biosfer. Sebutan pedolit, seringkali diartikan sebagai tanah. Tanah terdiri dari bagian yang solid (mineral dan organic) dan bagian yang berporos karena mengandung gas dan air. Tanah merupakan produk akhir dari interaksi iklim, relief, organisme dan material induk dalam waktu tertentu.

Tanah secara kontinyu berkembang melalui banyak proses fisika, kimiawi, dan biologis. Kebanyakan tanah memiliki kepadatan antara 1 hingga 2 g/cm 3. Hanya sedikit tanah di bumi yang lebih tua dari zaman pleistosen, dan tidak ada yang lebih tua dari zaman cenozoic meskipun tanah dari fosil dianggap berasal dari zaman arkean. Studi mengenai tanah dibagi menjadi 2 cabang yaitu: edaphology dan pedologhy.

Edaphologhy mengonsentrasikan efek tanah bagi kehidupan organisme. Pedologhy fokus pada formasi, deskripsi dan klasifikasi tanah dalam lingkungan. Proses pembentukan tanah Formasi tanah, atau pedogenesis merupakan efek kombinasi antara proses biologis, kimiawi dan fisika yang bekerja pada material induk tanah. Tanah dikatakan akan terbentuk ketika bahan organic diperoleh meninggalkan humus, karbon, dan gypsum yang menciptakan lapisan dinamakan horizon B.

Lapisan ini berpindah dari satu level ke level lain oleh air dan aktivitas makhluk hidup. Hasilnya, horizon B akan membentuk lapisan tanah. Proses pembentukan tanah dipengaruhi oleh 5 faktor klasik seperti iklim, topografi (relief), organisme, dan waktu. 2. Tekstur tanah Komponen mineral dari tanah adalah pasir, lumpur dan tanah liat, proporsi dari kombinasi ketiga bahan tersebut akan menentukan tekstur tanah (menyerupai kombinasi antara tepung, air dan telur).

Hal yang dipengaruhi oleh tesktur tanah mencakup porositas, permeabilitas (kemampuan menyerap), infiltrasi, dan kapasitas kandungan air. Tanah dan Pasir dan lumpur merupakan produk dari material induk yang mengalami proses fisika dan kimiawi. Tanah liat merupakan produk dari pengendapan material induk yang larut sebagai material sekunder. 3. Kepadatan tanah Tingkat kepadatan tanah umumnya berkisar antara 2,6 hingga 2,75 gram per cm3 dan biasanya tidak dapat berubah.

Kepadatan partikel tanah yang banyak mengandung material organic lebih rendah daripada tanah yang sedikit mengandung material organic. Tanah dengan kepadatan rendah dapat menyimpan air lebih baik namun bukan berarti cocok untuk pertumbuhan tanaman. Tanah dengan kepadatan tinggi menunjukkan tingkat kandungan pasir yang tinggi. 4. Porositas tanah Porositas mirip seperti kepadatan, hanya saja porositas berarti ruang kosong (pori pori) diantara tekstur tanah yang tidak terisi dengan mineral atau bahan organic namun terisi oleh gas atau air.

Semakin tinggi kepadatan tanah maka semakin rendah porositasnya dan sebaliknya semakin rendah kepadatan tanah semakin rendah porositasnya. Idealnya, total porositas dari tanah adalah sekitar 50% dari total volume tanah. Ruang untuk gas dibutuhkan tanah untuk menyediakan oksigen yang berguna untuk organisme dalam menguraikan material organic, humus dan akar tanaman.

Porositas juga mendukung pergerakan serta penyimpanan air serta nutrisi. Tingkat porositas tanah dibagi menjadi 4 kategori yaitu sangat baik dengan tingkat porositas kurang dari 2 mikro meter, baik dengan tingkat porositas 2-20 mikro meter, sedang dengan tingkat porositas 20-200 mikro meter dan kasar dengan porositas 200 mikro meter hingga 2 mili meter. 5. Temperatur tanah Tanah memiliki temperatur yang bervariasi mulai dari tingkat dingin ekstrim -20 derajat celcius hingga tingkat panas ekstrim mencapai 60 derajat celcius.

Temperatur tanah penting bagi germinasi biji tanaman, pertumbuhan akar tanaman serta menyediakan nutrisi bagi tanaman tersebut. Tanah yang berada 50cm dibawah permukaan cenderung memiliki temperatur yang lebih tinggi sekitar 1,8 derajat celcius. 6. Sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan tanah Warna tanah seringkali menjadi faktor paling dasar bagi kita untuk membedakan jenis jenis tanah. Umumnya, warna tanah ditentukan oleh kandungan material organic, kondisi drainase, minearologi tanah dan tingkat oksidasi.

Pengembangan dan distribusi warna tanah berasal dari proses kimiawi dan tingkat pelapukan material organic. Ketika mineral primer dalam bahan induk lapuk, elemen tanah akan dikombinasikan pada senyawa dan warna yang baru. Mineral besi merupakan mineral sekunder yang akan menghasilkan warna kuning atau kemerahan pada tanah, material organic akan menghasilkan warna hitam kecoklatan atau coklat (warna subur). Manggan, sulphur dan nitrogen akan menghasilkan warna hitam.

7. Konsistensi tanah Konsistensi tanah berarti kemampuan tanah untuk menempel pada objek lain dan kemampuan tanah untuk menghindari deformasi atau berpisah. Konsistensi diukur dengan 3 kondisi kelembapan yaitu: kering, lembap dan basah. Konsistensi tanah bergantung pada tingkat banyaknya tanah liat.
Halo teman-teman tak terasa udah masuk semester genap aja nih. Gimana masih semangat ke sekolah kan?.

Kali ini saya akan share contoh soal materi dinamika litosfer. Bab geografi pertama yang akan diulas di semester genap adalah litosfer dan pemanfaatannya. Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang tersusun atas batuan dan tanah. Gaya endogen dan eksogen adalah tenaga pembentuk dan perubahan litosfer dari waktu ke waktu. Manusia memanfaatkan litosfer untuk berbagai hal seperti pertanian, pertambangan, pemukiman dan lainnya.

Baca juga: 50 Butir Soal US Geografi PG 1. Contoh batuan sedimen aeolis yaitu . a. batu gambut dan morena b. tanah loss dan tanah tuff c. batu karang dan batu koral d. liat danau dan tuff danau e. breksi dan konglomerat 2. Di daerah Padalarang (Bandung) dan daerah Tulungagung terdapat tambang marmer. Batu marmer termasuk jenis batuan. a. Beku b. Beku dalam c.

Beku luar d. Sedimen e. Metamorf 3. Jenis batuan: (1) Konglomerat (2) Breksi (3) Batu pasir (4) Granit (5) Pualam Yang tergolong jenis batuan sedimen adalah. A. 1, 3, 4 B. 1, 3, 5 C. 1, 2, 3 D. 1, 2, 5 E. 2, 4, 5 4.

Perhatikan gambar berikut: Proses yang terjadi pada huruf "x" adalah akibat . a. pembekuan b. tenaga eksogen c. kompaksi d.

suhu dan tekanan e. peleburan 5. Bentuk-bentuk muka bumi: 1) mushroom rock 2) sand dunes 3) graben 4) block mountain 5) peneplain Bentuk muka bumi yang disebabkan tenaga tektonik ditunjukkan oleh nomor. a.

1 dan 2 b. 1 dan 4 c.

2 dan 5 d. 3 dan 4 e. 4 dan 5 6. Letusan gunung api dapat memberikan dampak positif. Akibat letusan gunung api yang memberikan kontribusi positif untuk kemajuan bangsa yaitu. A. Munculnya sumber air mineral B. Pasir vulkanik sebagai bahan bangunan C. Gas belerang untuk pengobatan D. Sumber air panas untuk pemandian E.

Debu vulkanik mengatur cuaca menjadi sejuk 7. Komposisi kimia dari kerak sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan adalah . a. silikon magnesium b. silikon aluminium c. nikel ferum d. nikel alumunium e. silikon besi 8. Perhatikan gambar dibawah ! Angka 2 menunjukan fenomena alam berupa . a. gosong pasir b. oxbow lake c. flood plain d. braided stream e. meander 9.

Manakah diantara tanah berikut yang termasuk jenis tanah vulkanik? a. laterit dan organosol b. organosol dan aluvial c. permafrost dan regosol d.

andosol dan regosol e. terarosa dan aluvial 10. Gunung api berikut ini berbentuk stratovolcano, kecuali . a. Galunggung b. Sinabung c. Kilauea d. Slamet e. Fuji 11. Sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan . a. Tekstur tanah b. Horison tanah c. Warna tanah d.

Erosi tanah e. Ph tanah 12. 5% tanah tersusun atas . a. Bahan organik b. Udara c. Air d. Mineral e. Batu 13. Penerobosan magma dari perut bumi ke atas kerak bumi tapi tidak mencapai permukaan bumi dinamakan . a. Ekstrusi b. Efusif c. Eksplosif d. Intrusi e. Ekstaterestrial 14. Berikut ini beberapa dampak positif dari erupsi gunung api, kecuali .

a. Tanah di sekitar lereng akan menjadi sebur karena endapan abu vulkanik kaya mineral. b. Dapat digunakan menjadi tempat wisata alam. c. Material endapan letusan banyak digunakan masyarakat seperti pasir dan batu. d. Sebagai energi geotermal. e. Merusak vegetasi pada lereng gunung yang dilintasi abu piroklastik 15.

Gas asam arang yang dihasilkan dari kegiatan vulkanisme dinamakan . a. Solfatar b. Fumarol c. Mofet d. Lakolit e. Geyser ESAI 1.

Jelaskan faktor terjadinya erosi air! 2. Gambarkan horison tanah lengkap beserta penjelasan tiap lapisannya! 3. Jelaskan metode mekanik konservasi tanah! 4. Jelaskan 3 jenis material yang dikeluarkan gunung api!

5. Apa perbedaan orogensa dan epirogenesa! Info Hots: Try Out UNBK Geografi Gratis Online!!! Kunci 1. Faktor penyebab erosi salah satunya adalah iklim, topografi dan jenis tanah. Iklim tropis dengan curah hujan tinggi sangat rawan erosi di saat musim penghujan. Topografi adalah ketinggian tempat, semakin tinggi tempat dan terjal maka akan rawan erosi.

Jenis tanah yang berbutir halus dengan kekompakan rendah sangat rentan jenuh air dan cepat mengalami erosi. 2. Penampang horsion tanah 3. Metode mekanik konservasi tanah adalah: 1. Terasering Adalah pembuatan teras-teras pada lahan dengan kemiringan yang curam agar mengurangi laju erosi air. Terasering banyak dilakukan oleh petani-petani di pulau Jawa, Sumatera dan Bali dimana karena karakteristik wilayahnya yang berupa pegunungan dan bukit.

2. Contour Plowing Adalah membajak tanah mengikuti garis ketinggian sehingga membentuk alur-alur horizontal untuk mencegah terjadinya erosi.

3. Irigasi Adalah pembuatan saluran air pada lahan untuk memperlancar aliran air. Irigasi merupakan metode yang sudah lama digunakan manusia dalam mengolah lahan pertanian. 4. Guludan Adalah pembuatan tumpukan tanah pada lahan dengan arah memanjang atau menyebar untuk menahan laju erosi. Guludan juga merupakan teknik yang baik untuk pertanian di lahan basah seperti rawa. 4. Material yang dikeluarkan gunung api dikategorikan menjadi Bahan Padat (Eflata), Bahan Cair (Fluida) dan Bahan Gas (Eskhalasi).

a) Bahan padat atau eflata terdiri dari berbagai ukuran seperti bom, lapili, pasir vulkanik dan debu vulkanik. Bom merupakan bahan padat berukuran besar yang. Lapili adalah bahan material vulkanik padat dalam bentuk kecil seperti kerikil. Pasir vulkanik adalah material pasir merupakan material vulkanik berupa pasir. Debu vulkanik adalah material debu-debu halus yang keluar dari gunung api. b) Bahan cair terdiri atas lava dan lahar. Lava yaitu magma yang keluar dari dalam bumi sedangkan lahar yaitu lava yang sudah bercampur dengan air.

c) Bahan gas atau ekshalasi terdiri atas belerang, nitrogen dan asam arang. 5. Epirogenesa adalah proses pegerakan lapisan kulit bumi dengan kecepatan lambat dan berdampak pada perubahan benua. Epirogenesa terbagi dua yaitu epirogenesa positif dan epirogenesa negatif.

Epirogenesa positif adalah proses penurunan daratan sedangkan epirogenesa negatif adalah proses penaikan sebuah daratan. Contoh dari epirogenesa positif adalah turunnya dasar Laut Banda yang mengakibatkan dasar Laut Banda semakin dalam sedangkan contoh dari epirogenesa negatif adalah naiknya pantai barat Nias setinggi 3 meter dan Mentawai karena gempa tektonik.

Orogensa adalah proses struktur pegunungan yang terjadi dalam waktu yang relatif cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Gaya yang membentuk kenampakan-kenampakan di permukaan bumi tersebut berasal dari tenaga tektonik yang berkaitan dengan gerakan lempeng tektonik. Orogensa menghasilkan struktur folded (lipatan), fault (patahan), dan joint (rekahan). Lipatan pegunungan (folded mountain) terbentuk karena tekanan dari dalam bumi sehingga struktur yang berada di atas permukaan bumi berubah.

Baca juga: Soal UNBK HOTS Litosfer Sifat tanah yang berkaitan dengan halus atau kasarnya tanah disebut dengan istilah tekstur tanah. Soal tersebut pada dasarnya merupakan soal pilihan ganda.

Dimana tekstur tanah terdapat pada pilihan jawaban A sehingga pilihan jawaban yang benar adalah A. Sedangkan isi dari pilihan jawaban lainnya beserta alasan pilihan jawaban tersebut salah adalah: • Pilihan jawaban B yaitu kurang tepat atau salah untuk menjadi jawaban soal tersebut karena horison tanah merupakan sebutan atau istilah untuk lapisan tanah yang memiliki lapisan yang berbeda-beda serta sejajar dengan permukaan tanah. • Pilihan jawaban C yaitu kurang tepat atau salah untuk menjadi jawaban soal tersebut karena warna tanah merupakan sebutan atau istilah untuk warna yang dimiliki oleh tanah yang menjadi salah satu indikator kesuburan tanah.

• Pilihan jawaban D yaitu kurang tepat atau salah untuk menjadi jawaban soal tersebut karena erosi tanah merupakan sebutan atau istilah untuk kejadian atau fenomena yang mengakibatkan terjadinya pengikisan tanah. • Pilihan jawaban E yaitu kurang tepat atau salah untuk menjadi jawaban soal tersebut karena pH tanah merupakan sebutan atau istilah untuk tingkat keasaman yang dimiliki oleh tanah.

Pembahasan Tanah merupakan salah satu komponen makhluk tak hidup atau makhluk abiotik yang tersusun atas mineral dan tersusun juga atas bahan organik.

Tanah merupakan salah satu komponen makhluk tak hidup atau makhluk abiotik yang sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup khususnya bagi tumbuhan. Di mana secara umum peran atau fungsi yang dimiliki oleh tanah antara lain adalah: • Tanah berfungsi sebagai tempat atau medium tumbuh dan berkembangnya suatu tumbuhan.

• Tanah berfungsi sebagai tempat habitat hidup untuk bita tanah seperti cacing. • Tanah berfungsi sebagai tempat atau lokasi suatu infrastruktur seperti jembatan dan rumah didirikan. • Tanah berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan air yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. • Tanah berfungsi sebagai penyedia kebutuhan sekunder yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan atau tanaman. Pelajari lebih lanjut • Materi tentang proses pembentukan tanah, pada brainly.co.id/tugas/26484703 • Materi tentang tekstur dari tanah, pada brainly.co.id/tugas/2037631 • Materi tentang faktor yang mempengaruhi pembentukan suatu tanah, pada brainly.co.id/tugas/26268497 ====================== Detail jawaban Kelas: X Mata pelajaran: Geografi Bab: Dinamika Litosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Kode: 10.8.4 #TingkatkanPrestasimu
Halo kawan-kawan guru, pekan mid term atau penilaian tengah semester sebentar lagi bergulir.

Pastinya guru-guru sibuk membuat soal untuk siswanya. Kali sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan saya akan coba bagikan contoh soal PTS geografi kelas 10 semester 2. Materi yang saya ujikan seputar litosfer dan pedosfer berformat PG dan Esai. Silahkan diedit bagi yang cocok, sesuaikan saja dengan kondisi siswa di sekolah masing-masing.

Jangan lupa share ke teman-teman lain blognya. Kunci jawaban silahkan buat sendiri, udah paham pastinya. Baca juga: Soal UTBK 2019 + Kunci Soal Mid Semester Geografi A.

Pilihlah jawaban yang tepat diantara a, b, c, d atau e! 1. Komposisi kimia dari kerak benua adalah . A. Silikon magnesium B. Silikon aluminium C. Nikel besi D. Calcium carbonat E. Nikel aluminium 2. Batuan: 1) Granit 2) Obsidian 3) Konglomerat 4) Breksi 5) Batuapung Jenis batuan beku ada pada angka .

A. 2), 4) dan 5) B. 1), 4) dan 5) C. 1), 2) dan 5) D. 2), 3) dan 4) E. 1), 2) dan 3) 3. Perhatikan gambar di bawah ini . Gerakan lempeng tektonik Tipe gerakan lempeng diatas adalah . A. Transform B. Divergen C. Sesar D. Patahan E. Konvergen 4. Perhatikan siklus batuan berikut!

(Untuk No 4-6) Siklus batuan Huruf “a” merupakan proses . A. Pelapukan B. Pendinginan C. Sedimentasi D. Tekanan dan suhu E. Kompaksi 5. Contoh batuan angka “5” adalah . A. Konglomerat B. Breksi C. Basalt D. Batupasir E. Sekis 6. Huruf “d” merupakan proses yang diakibatkan oleh pengaruh . A. Pelapukan B. Pembekuan C. Sedimentasi D.

Tekanan dan suhu tinggi E. Kompaksi dan sementasi 7. Dampak yang ditimbulkan oleh gerakan lempeng di bawah ini adalah munculnya. Lempeng tektonik A. Sesar B. Palung C. Pegunungan api D. Mid ocean ridge E. Pelapukan 8. Salah satu Pulau di Indonesia yang tidak memiliki gunung api adalah . A. Jawa B. Sumatera C. Kalimantan D. Sulawesi E. Bali 9. Lempeng tektonik yang bertemu di wilayah Indonesia adalah . A. Eurasia-indo australia-pasifik B. Pasifik-nazca-arab C. Filipina-eurasia-pasific D. Eurasia-karibia-pasifik E.

Eurasia-afrika-cocos 10. Proses pembentukan pegunungan dinamakan . A. Epirogenesa B. Orogenesa C. Sinklin D. Antiklin E. Subduksi 11. 45% tanah tersusun atas . A. Bahan organik B. Udara C. Air D. Mineral E. Batu 12. Tanah yang tadinya subur namun menjadi tidak subur karena tererosi dinamakan tanah . A. Organosol B. Vulkanik C.

Kapur D. Podzolik E. Laterit 13. Sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan . A. Tekstur tanah B. Horison tanah C. Warna tanah D.

Erosi tanah E. Ph tanah 14. Tanah yang kaya akan humus akan berwarna . A. Merah B. Kuning C. Putih D. Abu E. Hitam 15. Tanah yang berada di wilayah hutan rawa dan memiliki sirkulasi air buruk adalah …. A. Organosol B. Vulkanik C. Kapur D. Podzolik E. Laterit 16. Salah satu teknik mengurangi erosi tanah secara mekanik yaitu dengan membuat tanah bertingkat-tingkat atau sering juga disebut .

A. Vegetatif B. Contour strip C. Crop rotation D. Terasering E. Guludan 17. Penanaman jenis tanaman secara bergiliran dalam satu musim dinamakan . A. Vegetatif B.

Contour strip C. Crop rotation D. Terasering E. Mekanisasi 18. Tanah yang berasal dari endapan lumpur sungai adalah . A. Aluvial B. Andosol C. Regosol D. Organosol E. Kapur 19. Perhatikan gambar di bawah!.

(No 19-22) Intrusi magma Huruf A adalah . A. Sill B. Dyke C. Batholith D. Lacolith E. Caldera 20. Huruf B adalah .

A. Sill B. Dyke C. Batholitih D. Lacolith E. Caldera 21. Huruf C adalah . A. Sill B. Dyke C. Batholith D. Lacolith E. Caldera 22. Huruf D adalah . A. Sill B. Diatrema C. Batholitih D. Lacolith E. Caldera 23. Fenomena 1) Solfatara 2) Fumarola 3) Meander 4) Gumuk pasir 5) Geyser Hasil dari kegiatan vulkanisme ditunjukkan angka . A. 1), 2) dan 5) B. 1), 2) dan 3) C.

2), 3) dan 4) D. 3), 4) dan 5) E. 1), 4) dan 5) 24. Gunung api di Indonesia mayoritas bertipe . A. Perisai B. Caldera C. Strato D. Maar E. Hawaii 25. Manakah diantara pernyataan berikut yang menunjukkan salah satu ciri batuan metamorf? A. Bertekstur padat dan keras B. Memiliki susunan perlapisan C. Memiliki lubang udara D. Ditemukan fosil E. Memiliki struktur foliasi 26.

Proses jatuhnya massa batuan dan tanah dari atas lereng ke bawah karena gravitasi dinamakan . A. Masswasting B. Erosi C. Pelapukan D. Sedimentasi E. Gempa 27. Perhatikan peta berikut! Blank map Salah satu gunung api di wilayah B adalah . A. Ijen B. Bromo C. Slamet D. Krakatau E.

Kerinci 28. Lapisan atas profil tanah banyak mengandung bahan organik dan berwarna gelap karena adanya penimbunan bahan organik disebut. A. Topsoil B. Subsoil C. Regolith D. Zona pencucian E. Batuan induk 29. Daerah Gunungkidul memiliki jenis tanah kapur. Sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan karena itu, masyarakat sekitar mengelola tanah tersebut untuk.

A. Melakukan usaha peternakan sapi perah dan sapi potong B. Mengembangkan potensi pertanian lahan sawah C. Mengembangkan tanaman teh dan kopi untuk industri D. Membuat terasering sebagai pencegahan erosi E. Menanam pohon jati, mahoni, dan jambu mede 30. Perhatikan faktor-faktor berikut! (1) Kebakaran hutan (2) Asal pabrik yang membumbung ke udara (3) Aliran air hujan di permukaan tanah (4) Angin kencang yang melewati tanah kering (5) Percikan air hujan pada tanah Faktor penyebab terjadinya erosi ditunjukkan oleh angka.

A. 1, 2, 3 B. 1, 2, 4 C. 1, 4, 5 D. 2, 3, 5 E. 3, 4, 5 B. ESAI 31. Jelaskan faktor-faktor penyebab longsor di permukaan bumi! 32. Jelaskan tentang soil horison beserta penjelasannya! 33. Apa perbedaan erupsi eksplosif dan efusif!

34. Uraikan tenang perbedaan tanah aluvial, gambut dan terarosa! 35. Jelaskan dampak positif dan negatif dari erupsi gunung api! Baca juga: 40 Soal PG + Kunci PAS Geografi Kelas XI

Dasar-Dasar Ilmu Tanah: Sifat Biologi Tanah (Soil Biology Characteristics)




2022 charcuterie-iller.com