Untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

untuk menyesuaikan desain untuk menyesuaikan desain anda untuk menyesuaikan diri untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di kota kecilnya membentuk untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka untuk menyesuaikan diri dengan permainan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pasar untuk menyesuaikan diri dengan teman-temannya untuk menyesuaikan dirikami untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan untuk menyesuaikan dosis untuk menyesuaikan dosis anda untuk menyesuaikan fitur untuk menyesuaikan fokus untuk menyesuaikan frekuensi untuk menyesuaikan gambar Contact About Privacy Policy Tr-ex.me terjemahan bahasa indonesia Magyar Српски Български Slovenský اردو عربى Română Español Português मराठी తెలుగు 中文 தமிழ் മലയാളം Tagalog বাংলা Tiếng việt Bahasa malay ไทย 한국어 日本語 Deutsch Русский Turkce Polski हिंदी Français Nederlands Hrvatski Italiano Svenska Český Dansk Suomi Norsk Bahasa indonesia and required to achieve the purposes illustrated in the cookie policy.

If you want to know more or withdraw your consent to all or some of the cookies, please refer to the cookie policy. By closing this banner, scrolling this page, clicking a link or continuing to browse otherwise, you agree to the use of cookies.

More OK NOVA.id - Bagi para orangtua bisa membantu anak mengerjakan PR yang diberikan selama sekolah online.

Salah satu materi yang bisa orangtua ajarkan adalah mengenai cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya. Pertanyaan yang muncul salah satunya seperti berikut ini: Baca Juga: Tips Mencari Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di Tahun Ajaran Baru 2021 Apakah kamu pernah mengamati ayam, bebek, ikan, dan cecak? Amati gambar berikut!

Apakah kamu mengetahui ciri-ciri hewan tersebut? Apakah kamu juga mengetahui ciri-ciri tempat tinggalnya? Diskusikan jawabanmu secara berpasangan! Tuliskan hasil diskusimu pada diagram berikut! Baca Juga: Fitur Google Classroom yang Memudahkan Sekolah Online di Tahun Ajaran Baru 2021 Jawaban untuk materi hewan menyesuikan diri dengan lingkungan adalah sebagai berikut: Ciri Hewan Dan Habitatnya Ayam Ciri-ciri ayam: - Mempunyai dua kaki dan mempunyai bulu. - Termasuk kedalam kelompok unggas. - Mempunyai paruh.

- Berkembang biak dengan cara bertelur. Ciri-ciri habitat ayam: Ada di daratan seperti di hutan dan peternakan. Bebek Ciri-ciri bebek: - Mempunyai paruh. - Berkaki dua dan mempunyai selaput. - Alat pernapasannya paru-paru. - Berkembang biak dengan cara bertelur.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Ciri-ciri habitat bebek: Ada di daratan perairan, seperti di sawah, danau, kolam, dan rawa-rawa. Baca Juga: Panduan Dampingi Anak Saat Tahun Ajaran Baru 2021 dari Kemendikbud Cecak Ciri-ciri cecak: - Mempunyai empat kaki perekat. - Mempunyai ekor panjang yang dapat memutuskan diri.

- Berkembang biak dengan cara bertelur.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Ciri-ciri habitat cecak: Hidup di daratan dan ada di loteng atau dinding rumah. Ikan Ciri-ciri ikan: - Mempunyai sisik dan berlendir - Mempunyai sirip untuk berenang - Mempunyai insang untuk bernapas - Berkembang biak dengan cara bertelur, melahirkan, dan bertelur-melahirkan Ciri-ciri habitat ikan: Hidup di air di air asin dan air tawar.

Baca Juga: Cek Penerima BLT Anak Sekolah Tahun Ajaran Baru 2021 Hanya di Sini A post shared by NOVA (@tabloidnovaofficial) Lalu pertanyaan berikutnya adalah: Apakah terdapat hubungan antara ciri-ciri hewan dengan habitatnya? Tuliskan kesimpulanmu! Jawaban: Ciri-ciri tubuh hewan tentunya mempunyai hubungan dengan habitatnya. Misalnya ikan mempunyai alat pernapasan yang bernama insang.

Insang berguna sebagai alat pernapasan di dalam air, cecak mempunyai telapak kaki yang bisa merekat di dinding, bebek mempunyai selaput di kakinya agar bisa berenang di air. Tuhan menciptakan makhluk hidup dengan segala keunikan dan keistimewaannya, tidak terkecuali hewan. Keunikan dan keistimewaan hewan tersebut kita kenal dengan ciri khusus. Ciri khusus pada hewan tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan tempat tinggalnya.

Misalnya, ikan memiliki insang untuk bernapas di dalam air, cecak memiliki perekat pada kakinya untuk dapat menempel di dinding, dan bebek memiliki selaput pada kakinya agar dapat berenang di air. Inilah jawaban materi hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Baca Juga: Tahun Ajaran Baru 2021, Cegah Anak Kecanduan Gadget dengan Cara Ini Dapatkan pembahasan yang lebih lengkap dan mendalam di Tabloid NOVA. Yuk, langsung langganan bebas repot di Grid Store.(*) ARTIKEL TERKAIT • Waspada Kasus DBD pada Anak, Orangtua Wajib Lakukan Ini!

• Apakah Jenis Kelamin Anak Bisa Dipilih Lewat Program IVF? Ini. • Anak Terserang DBD, Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan! • Jangan Bingung, Gunakan Satu Bahan Ini untuk Mengatasi Panu. • Ternyata Ini Penyebab Anak Usia Sekolah Lebih Sering Terkena.
9.

Eceng gondok menyesuaikan diri dengan memiliki batang menggembung yang berisi rongga udara. Latihan 1. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannyadisebut . a. adaptasi b. transportasi c. seleksi d. populasi 2. Bentuk paruh burung yang berbeda-beda antara yang satu dan yang lainnyamerupakan bentuk penyesuaian diri burung untuk memperoleh . a.

air b. makanan c. udara d.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

keturunan 3. Berdasarkan bentuk kakinya, ayam merupakan jenis burung . a. perenang b. pemangsa c. pemanjat d. pejalan kaki 4. Hewan berikut ini termasuk kelompok yang termasuk burung pemanjatadalah . a. itik b. ayam c. pelatuk d. elang 5. Perhatikan bentuk paruh unggas di samping! Bentuk paruh burung seperti pada gambar tersebut, jenis makanannya adalah .

a. biji-bijian b. buah-buahan c. daging d. ikan besar 6. Hewan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan gurun adalah . 7. Hewan yang memiliki pelindung tubuh berupa cangkang yang kerasadalah . 8. Warna tubuh bunglon berubah sesuai lingkungan, bertujuan untuk . 9. Pohon jati akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau untukmengurangi .

a. pertumbuhan b. jumlah air c. penguapan d. jumlah daun 10. Duri yang terdapat pada tanaman kaktus berfungsi untuk . OSCAS – INOVASI TIADA HENTI Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar! 11. Berdasarkan bentuk kakinya, elang digolongkan ke dalam jenis burung .

12. Pohon jati melindungi diri dari kekurangan air pada musim kemarau dengancara . 13. Untuk melindungi dirinya dari musuh yang akan menyerangnya, cumi-cumimelindungi diri dengan cara . 14. Hewan yang melindungi diri dengan cara memotong ekornya ketika diserangoleh musuh adalah . 15. Hewan yang beradaptasi dengan cara mimikri adalah . Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas! 16. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan adaptasi?

17. Sebutkan bentuk-bentuk penyesuaian diri burung untuk memperolehmakanannya? 18. Sebutkan penggolongan burung berdasarkan bentuk kakinya, dan sebutkancontohnya masing-masing? 19. Jelaskan mengapa pada musim kemarau, beberapa jenis tumbuhanmenggugurkan daunnya? 20. Sebutkan tiga ciri tumbuhan yang hidup di air! MODUL IPA SD KELAS 5 ONE STOP EDUCATION SOLUTION -9 - OSCAS – INOVASI TIADA HENTI 4 – Bahan Penyusun Benda dan Sifatnya 1.

Setiap bahan memiliki sifat-sifat tertentu, berbeda antara yang satu dan yang lainnya. 2.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Bahan-bahan yang menyusun tali adalah serat yang merupakan bagian dasar dari tali dan bentuknya berupa untaian yang tidak dapat dipisah lagi. 3. Tali yang tersusun dari serat dan benang memiliki sifat lentur dan kuat.

4. Bahan yang menyusun suatu benda mempengaruhi kegunaan benda tersebut. 5. Salah satu sifat jenis bahan yang menyusun suatu benda adalah kekuatannya.

6. Kekuatan suatu bahan sangat bergantung pada jenis bahan yang menyusunnya. 7. Benda yang memiliki bahan penyusun yang berbeda • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai eceng gondok yang sering dijumpai di beberapa wilayah di Kalimantan seperti di Hulu Sungai, Banjarmasin, dan lain-lain. 1. Pengertian Eceng gondok atau enceng gondok (Latin: Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.

Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan.

Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. 2. Anatomi Tinggi eceng gondok sekitar 0,4 – 0,8 meter.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

Secara fisiologis eceng gondok dapat berperan secara tidak langsung dalam mengatasi bahan pencemar perairan karena dapat bertahan hidup dengan cara membentuk rumpun. Akar tumbuh subur dan lebat serta berwarna hitam dengan permukaan ungu. Oksigen hasil fotosintesis di daun dan tangkai daun ditransfer ke akar yang permukaannya luas serta air di sekitarnya.

Ini membuat rizosfer menyediakan lingkungan mikro dengan kondisi yang kondusif bagi bakteri nitrit. Oleh karena itu aktivitas dekomposisi oleh bakteri jenis ini yaitu perubahan amoniak menjadi nitrat lebih meningkat. 3. Fisiologi Eceng gondok memiliki daya adaptasi yang besar terhadap berbagai macam hal yang ada disekelilingnya dan dapat berkembang biak dengan cepat.

Eceng gondok dapat hidup ditanah yang selalu tertutup oleh air yang banyak mengandung makanan. Selain itu daya tahan eceng gondok juga dapat hidup ditanah asam dan tanha yang basah. Kemapuan eceng gondok untuk melakukan proses-proses sebagai berikut: a.

Transpirasi Jumlah air yang digunakan dalam proses pertumbuhan hanyalahmemerlukan sebagian kecil jumlah air yang diadsorbsi atau sebagian besar dari air yang masuk kedalam tumbuhan dan keluar meninggalkan daun dan batangs sebagai uap air. Proses tersebut dinamakan proses transpirasi, sebagian menyerap melalui batang tetapi kehilangan air umumnya berlangsung melalui daun. Laju hilangnya air dari tumbuhan dipengaruhi oleh kwantitas sinar matahari dan musim penanaman.

Laju teraspirasi akan ditentukan oleh struktur daun eceng gondok yang terbuka lebar yang memiliki stomata yang banyak sehingga proses transpirasi akan besar dan beberapa faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban,udara, cahaya dan angin.

b. Fotosintesis Fotosintesis adalah sintesa karbohidrat dari karbondioksida dan air oleh klorofil. Menggunakan cahaya sebagai energi dengan oksigen sebagai produk tambahan. Dalam proses fotosintesis ini tanaman membutuhkan CO2 dan H2O dan dengan bantuan sinar matahari akan menghasilkan glukosa dan oksigen dan senyawa-senyawa organik lain.

Karbondioksida yang digunakan dalam proses ini beasal dari udara dan energi matahari. c. Respirasi Sel tumbuhan dan hewan mempergunakan energi untuk membangun dan memelihara protoplasma, membran plasma dan dinding sel.

Energi tersebut dihasilkan melalui pembakaran senyawa-senyawa. Dalam respirasi molekul gula atau glukosa (C6H12O6) diubah menjadi zat-zat sedarhana yang disertai dengan pelepasan energi.

4.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Ekologi (Habitat) Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air.

Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).

Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau. Hampir pada seluruh wilayah di Kalimantan memiliki tumbuhan eceng gondok yang melimpah. 5. Manfaat dan Dampak Eceng Gondok Berikut manfaat adanya eceng gondok: • Mempunyai sifat biologis sebagai penyaring air yang tercemar oleh berbagai bahan kimia buatan industri.

• Sebagai bahan penutup tanah dan kompos dalam kegiatan pertanian dan perkebunan. • Sebagai sumber gas yang antara lain berupa gas ammonium sulfat, gas hidrogen, nitrogen dan metan yang dapat diperoleh dengan cara fermentasi.

• Bahan baku pupuk tanaman yang mengandung unsur NPK yang merupakan tiga unsur utama yang dibutuhkan tanaman. • Sebagai bahan industri kertas dan papan buatan.

• Sebagai bahan baku karbon aktif. • Bagi pemelihara ikan, tanaman eceng gondok ini mengambang di kolam dan dijadikan sebagai pembudidaya ikan. Karena eceng gondok dapat berfungsi untuk peneduh atau sebagai penutup permukaan air dikala terjadi panas dari sinar matahari, dan fungsinya untuk menaungi air kolam dan menyediakan tempat bagi ikan untuk terhindar dari panas matahari.

Gambar 1. Manfaat eceng gondok pada ikan Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain: • Meningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat. • Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).

• Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan. • Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.

• Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia. • Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan. Gambar 2. Salah satu dampak eceng gondok pada transportasi air 6. Penanggulangan Karena eceng gondok dianggap sebagai gulma yang mengganggu maka berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya.

Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya antara lain: • Menggunakan herbisida • Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan. • Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok), salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng gondok, sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Cara ini pernah dilakukan di danau Kerinci dan berhasil mengatasi eceng gondok di danau tersebut. • Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dan sebagainya.

7. Pembersih Polutan Logam Berat Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat.

Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain.

Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen. Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida. SUMBER: Anggriawan. 2013. Manfaat dan Kerugian Jenis-Jenis Tumbuhan Air dalam Perairan. http://randidwianggriawan.blogspot.com/2013/04/manfaat-dan-kerugia-jenis-jenis.html Diakses pada tanggal 5 Maret 2015.

Anonim. 2007. Eceng Gondok. http://id.wikipedia.org/wiki/Eceng_gondok Diakses pada tanggal 5 Maret 2015. Untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian, Rita. 2012. Eceng Gondok ( Eichhornia crassipes). http://biologitumbuhanlahanbasah.blogspot.com/2012/10/eceng-gondok-eichhornia-crassipes.html Diakses pada tanggal 5 Maret 2015.

Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf jika ada kesalahan. Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Diposting oleh : MUHAMMAD RIPANI - J1F113021
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai eceng gondok yang sering dijumpai di beberapa wilayah di Kalimantan seperti di Hulu Sungai, Banjarmasin, dan lain-lain.

1. Pengertian Eceng gondok atau enceng gondok (Latin: Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil.

Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Baca lebih lanjut →
Table of Contents • Mengenal Eceng Gondok • Ciri dan Morfologi • Habitat Eceng Gondok • Dampak Negatif • Solusi Masalah Eceng Gondok • Manfaat Eceng Gondok • 1.

Bioenergi • 2. Mengatasi Polusi Air • 3. Diolah Menjadi Makanan • 4. Herbisida • 5. Kerajinan dari Eceng Gondok • Video yang berhubungan Namun secara fungsi, eceng gondok memiliki sifat fitoremedasi, yaitu mampu memulihkan masalah lingkungan karena sanggup menyerap senyawa organik dan anorganik di air secara efektif. Berikut adalah paparan tanaman air eceng gondok beserta dampak dan manfaatnya. Mengenal Eceng Gondok Eceng gondok atau enceng gondok adalah tanaman air yang hidup mengapung dengan nama ilmiah Eichhornia crassipes.

Selain dikenal dengan enceng gondok, tumbuhan air ini juga mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung disebut Ringgak, di Dayak disebut Ilung-ilung dan di Manado disebut Tumpe.

Orang yang pertama kali menemukan spesies eceng gondok adalah seorang ahli botani dari Jerman bernama Carl Friedrich Philipp von Martius. Penemuian ini terjadi ketika ia sedang melakukan ekspedisi ke Sungai Amazon, Brazil. Ciri dan Morfologi Bentuk eceng gondok cukup mudah dikenali.

Selain ciri utamanya yang hidup mengapung di permukaan air, tumbuhan ini juga memiliki akar serabut seperti rambut untuk menyerap nutrisi. brilio.net Tinggi tanaman mulai 40 hingga 80 centimeter dan tidak memiliki batang sejati.

Bentuk daunnya tunggal, berbentuk oval, permukaannya licin dan berwarna hijau.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Pada bagian ujung serta pangkal daun cenderung meruncing dengan pangkal tangkai daun lumayan menggelembung.

Jenis bunga enceng gondok termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir dan kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berwarna hitam dan berbentuk bulat. Ketika berbuah, buahnya berbentuk kotak, memiliki tiga ruang dan berwarna hijau. Habitat Eceng Gondok Eceng gondok biasa tumbuh di kolam dangkal, rawa, lahan basah, aliran air yang lambat, danau, penampungan air dan sungai yang arus airnya relatif tenang. Tumbuhan air ini dapat berkembangbiak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan.

Eceng gondok adalah tumbuhan yang sangat kuat dan mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi air yang ekstrem. Mulai dari ketinggian air, kecepatan arus air, jumlah nutrisi di air, pH dan temperatur. Bahkan enceng gondok juga dapat bertahan dari berbagai jenis racun serta zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air (pencemaran air). Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan eceng gondok sangatlah cepat.

Menurut penelitian FAO, hal ini terjadi karena habitatnya yang berada di lingkungan berair. Biasanya air mengandung nutrien yang tinggi, seperti nitrogen, fosfat dan potasium.

Meskipun begitu, bukan berarti enceng gondok tidak memiliki kelemahan. Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok. Contohnya seperti kandungan garam di dalam air yang akanmenghambat pertumbuhan enceng gondok.

Kondisi tersebut terjadi di perairan di pantai Afrika Barat. Di sana eceng gondok akan bertambah pesat selama musim hujan. Namun memasuki musim kemarau, enceng gondok akan berkurang secara drastis ketika kandungan garam atau salinitas air meningkat. Dampak Negatif Penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali tentu akan menyebabkan gangguan lingkungan. Dampak negatif yang ditimbulkannya pun cukup banyak, antara lain: • Meningkatnya Penguapan Air Populasi enceng gondok yang terlalu banyak akan berpengaruh terhadap meningkatnya penguapan karena daun-daun eceng gondok yang lebar serta pertumbuhannya yang cepat.

• Berkurangnya Intensitas Cahaya dan Oksigen Terlarut Akibat jumlah enceng gondok yang berlebihan, maka cahaya matahari tidak dapat menembus perairan. Selain itu, adanya eceng gondok juga mengakibatkan penurunan oksigen terlarut dalam air sehingga dapat menyebabkan gangguan ekosistem air. Eceng gondok yang telah mati akan tenggelam ke dasar perairan, hal ini akan mempercepat proses sedimentasi atau pendangkalan. Akibatnya adalah daya tampung danau atau sungai akan berkurang dan dapat memperbesar risiko bencana banjir.

• Transportasi Air Terganggu Bagi masyarakat yang mengandalkan alat transportasi sungai seperti perahu untuk penyeberangan sungai, tentu adanya tumbuhan eceng gondok untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian menjadi penghambat kelancaran transportasi air. Contohnya adalah daerah-daerah di Kalimantan yang masyarakatnya banyak menggunakan rakit sebagai transportasi utama. • Tempat Berkembangbiak Bakteri Bakteri tertenru dapat berkembang pesat pada habitat perairan enceng gondok.

Apabila dibiarkan, hal ini akan berpeluang menimbulkan wabah penyakit bagi manusia. • Mengurangi Nilai Estetika Selain menganggu arus atau debit air, serta kehidupan perairan.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Waduk, danau atau sungai yang tertutup oleh tanaman enceng gondok akan berkurang nilai keindahannya. Solusi Masalah Eceng Gondok Masalah yang ditimbulkan oleh populasi enceng gondok yang berlebihan dapat ditangani dengan mengontrol pertumbuhan hingga pembasmian dengan cara sebagai berikut: • Penggunaan herbisida, yaitu penggunaan senyawa atau material yang disebarkan untuk menekan atau memberantas gulma • Pengambilan enceng gondok secara langsung • Memanfaatkan eceng gondok melalu pengolahan tertentu menjadi produk yang bernilai ekonomi • Memanfaatkan predator alami enceng gondok, yaiti ikan grass carp untuk membantu memulihkan keseimbangan ekosistem air.

Solusi pengendalian persebaran enceng gondok menggunakan ikan grass carp pernah dilakukan di Danau Kerinci, Jambi dan terbukti berhasil Manfaat Eceng Gondok Meski dianggap sebagai tanaman pengganggu, pada kenyataannya enceng gondok dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai ekonomis, yaitu: pexels.com 1. Bioenergi Pertumbuhan perkembangbiakan eceng gondok yang sangat cepat menjadikan ketersediaan tumbuhan ini cukup melimpah.

Enceng gondok dapat diolah menjadi bioenergi dalam bentuk biogas, yakni tiap hektar enceng gondok dapat menghasilkan 70.000 m3 biogas.

Beberapa peneliti menyatakan bahwa bioenergi hasil pengolahan eceng gondok memiliki unsur kimiawi yang sama dengan bahan bakar pada umumnya, bahkan hasilnya hampir menandingi metana murni. Pengolahan biogas umumnya terkendala kelembaban tumbuhan yang tinggi sehingga memerlukan tambahan biaya untuk proses pengeringan, oleh karena itu sebagian besar mengolahnya dengan cara konvensional.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Para petani Bengal mengolah eceng gondok menjadi bioenergi ketika musim dingin dan abunya dapat gunakan sebagai pupuk.

baca juga: Menyusuri Keindahan Dibalik Legenda Danau Kaco Jambi Perkembangan ilmu pengetahuan modern mengenai pengolahan enceng gondok pun telah diterapka, yaitu penggunaan sistem produksi hidrolik untuk memperlancar produk dengan biaya murah. Cara lain yang juga dilakukan adalah melalui teknik pengolahan air limbah.

Bioenergi yang dihasilkan diubah menjadi etanol, biogas, hidrogen, nitrogen dan pupuk. Sementara air hasil pengolahan digunakan untuk irigasi persawahan. 2. Mengatasi Polusi Air Enceng gongok merupakan tumbuhan air yang tahan terhadap polutan-polutan penyebab polusi air, seperti timbal, merkuri, stronsium-90 dan beberapa unsur kimia yang mengandung karsinogenik.

Sifat anti kimia yang ada di akar eceng gondok ini dapat dimanfaatkan untuk membersihkan air dari berbagai macam polutan. Oleh sebab itu, terciptalah sistem pengolahan air limbah menggunakan enceng gondok karena mampu menghisap 60 hingga 80 persen nitrogen dan 69 persen potassium dalam air yang tercemar. 3. Diolah Menjadi Makanan Selain bermanfaat sebagai energi alternatif dan keseimbangan lingkungan, enceng gondok juga dapat dioleh menjadi makanan dan obat.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Masyarakat Taiwan dan Vietnam mengonsumsi eceng gondok karena kaya akan karoten dalam bentuk salad. Oleh msyarakat Jawa, enceng gondok juga dimanfaatkan daunnya untuk dimasak. Dalam bidang pengobatan, enceng gondok dapat menyembuhkan penyakit kulit karena mencegah peradangan. 4. Herbisida Ekstrak dari daun eceng gondok juga dapat digunakan untuk herbisida alami dalam membasmi Mimosa pigra atau tumbuhan putri malu.

Herbisida adalah bahan yang dapat digunakan untuk mengendalikan tumbuhan pengganggu atau gulma, seperti rumput, alang-alang dan semak liar. 5. Kerajinan dari Eceng Gondok Batang eceng gondok yang telah dikeringkan dapat diolah menjadi produk-produk kerajinan yang memiliki nilai jual, yaitu berupa tas, perabotan ruamh tangga, serta tali.

Bahkan, enceng gondok juga dapat diolah menjadi bahan baku kertas meski dalam jumlah kecil.

untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang basah eceng gondok memiliki pelampung pada bagian

Penyesuaian Diri (Adaptasi) Hewan terhadap Lingkungannya IPA Kelas 6 SD




2022 charcuterie-iller.com