Apa yang membedakan langkah gerak kaki jalan dan langkah kaki pada gerak lari

Jakarta - Lari jarak pendek atau disebut juga dengan sprint merupakan perlombaan lari di mana semua pelarinya memacu diri untuk menjadi yang tercepat. Seperti apa teknik dasar lari jarak pendek? Dengan kata lain, lari jarak pendek juga bisa diartikan sebagai suatu cara untuk berlari dimana si atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin mulai dari awal (start) sampai melewati garis akhir (finish).

Baca juga: Atletik: Sejarah, Cabang Olahraga, dan Macamnya Lengkap Jenis Lari Jarak Pendek Lari jarak pendek terdiri dari lari 100 meter, lari 200 meter, lari 400 meter. Pelari jarak pendek biasa disebut dengan sprinter. Untuk mendapatkan hasil terbaik pada lari jarak pendek, maka seorang sprinter harus mempunyai jenis otot fast twist, kekuatan, koordinasi, teknik, kelentukan dan daya tahan kecepatan.

Dikutip dari buku "Dasar-dasar Atletik" oleh Yahya Eko Nopiyanto dan Septian Raibowo, ada tiga teknik dasar yang perlu dikuasai oleh pelari jarak pendek, yaitu: teknik awalan (start), teknik berlari, dan teknik memasuki garis akhir (finish).

A. Teknik Lari Jarak Pendek Awalan (Start) Teknik awalan biasa disebut juga dengan teknik start, yaitu suatu persiapan awal seorang pelari sebelum melakukan gerakan berlari yang bertujuan untuk mengoptimalkan pola lari cepat.

Berdasarkan jenis dan dan fungsinya, start dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: start jongkok (crouching start), start melayang (flying start), dan start berdiri (standing start). Start jongkok digunakan untuk lari jarak pendek. Untuk start jongkok sendiri dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu start pendek (bunch start), start menengah (medium start), dan start panjang (long start).

B. Teknik Lari Jarak Pendek Saat Berlari Dalam lari jarak pendek, terdapat dua tahap untuk menghasilkan teknik berlari cepat, yaitu: fase topang dan fase melayang.

Fase topang bertujuan untuk memperkecil hambatan saat menyentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Fase topang terdiri dari topang depan dan topang dorong.

Adapun teknik fase topang adalah • Mendarat pada telapak kaki • Lutut kaki topang bengkok harus minimal saat amortisasi; kaki ayun adalah dipercepat.

pinggang, sendi lutut dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak • Paha kaki ayun naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal Sementara itu, fase layang bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif saat menyentuh tanah.

Adapun teknik fase layang adalah • Lutut kaki ayun bergerak ke depan dan ke atas (untuk meneruskan dorongan dan menambah panjang langkah) • Lutut kaki topang bengkok dalam fase pemulihan, ayunan lengan aktif namun rileks • Kaki topang bergerak ke belakang (untuk memperkecil gerak menghambat pada saat sentuh tanah).

Baca juga: Atletik: Lalu Zohri Cs Wajib Makan Sehat, tapi. C. Teknik Lari Jarak Pendek Memasuki Garis Finish Dalam lari jarak pendek teknik memasuki garis finish merupakan salah satu hal yang sangat menentukan untuk menjadi juara. Pada kejuaraan nasional maupun internasional kemenangan pelari ditentukan dengan selisih waktu seper seratus atau seperseribu detik diantara para pelari yang memasuki garis finish. Teknik memasuki garis finish untuk lari jarak pendek dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu: 1.

Lari terus tanpa mengubah sikap 2. Dada dicondongkan ke depan dengan kedua tangan diayunkan ke belakang, gerakan ini di Amerika biasa disebut merobohkan diri "the lunge" 3.

Dada diputar dengan mengayunkan tangan ke depan atas, sehingga bahu sebelah kanan atau kiri maju ke depan. Itulah penjelasan mengenai lari jarak pendek beserta teknik dasarnya. Tertarik mencoba detikers? Simak Video " Melihat Stadion Atletik Berstandar Internasional Milik Ciamis" [Gambas:Video 20detik] (erd/erd) none
KOMPAS.com - Jalan cepat dan lari termasuk dalam cabang olahraga atletik.

Kendati pemenang dalam jalan cepat dan lari ditentukan lewat atlet yang tercepat, tetapi ada perbedaan dalam proses perlombaannya. Adapun perbedaan antara jalan dan berlari adalah di posisi ketika atlet bergerak maju ke depan. Dalam perlombaan jalan cepat, gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Selama melangkah, kaki atlet yang bergerak maju harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah.

Baca juga: Gerak Lengan dalam Jalan Cepat Sementara dalam perlombaan lari, tidak mengenal aturan tersebut. Atlet boleh tidak menapakkan kedua kakinya saat berlari (terbang) meski hanya terjadi sepersekian detik.

Selain itu, perbedaan antara jalan dan berlari adalah di pengertiannya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Melansir Kompas Skola, jalan cepat adalah salah satu cabang olahraga atletik yang jarak tempuhnya terdiri atas 5 km, 10 km, 20 km, serta 50 km, jalan cepat mengharuskan sebagian kakinya menyentuh tanah.

Adapun pengertian lari adalah kegiatan atau aktivitas dengan menggerakkan serta melangkahkan kaki secara cepat, langkah kaki pada olahraga lari tidak selalu menjejak tanah. Baca juga: Aturan dan Jarak Perlombaan Jalan Cepat Perbedaan yang sama juga dijelaskan dalam buku Kepelatihan Atletik dan Lari (2018) karya Suratmin.

Telan Kekalahan di Piala Sudirman, Ester Petik Pengalaman Berharga https://www.kompas.com/badminton/read/2021/09/28/08200078/telan-kekalahan-di-piala-sudirman-ester-petik-pengalaman-berharga https://asset.kompas.com/crops/2yPrum2iANeYEBkq-aNWns8bvYY=/0x109:998x774/195x98/data/photo/2021/09/28/615265353a081.jpg Perbedaan Jalan Dan Lari – Tahukah anda bahwa didalam melakukan jalan dan lari memiliki perbedaan yang minim ?. Pada dunia atletik tentu dikenal adanya istilah jalan maupun lari.

Sebelum membahas mengenai perbedaan antara keduanya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu masing – masing arti dari jalan dan lari ya.

Perlu diingat bahwa keduanya didalam istilah atletik hampir sama, ialah berpindahnya suatu tubuh dari posisi satu ke dalam posisi lainnya dimana dilakukan dengan melangkahkan kaki secara bergantian, namun yang membedakannya ialah suatu kecepatan pada masing – masingnya.

Maka untuk lebih jelasnya, disini kami telah uraikan secara rinci dan jelas pada masing – masingnya mulai dari pengertian, perbedaan dan lainnya agar anda (khususnya si pembaca) dapat memahami lebih mudah sehingga tidak terjadi kekeliruan didalam membedakan keduanya ya sahabat. Baca Juga : Bentuk Negara Salah satu bentuk olahraga yang tidak memakan biaya dan mudah dilakukannya karena tidak membutuhkan teknin tertentu ialah jalan dan lari.

Dengan melakukannya maka tubuh kita akan bugar dan sehar, berikut masing – masing penjelasannya ialah : 1. Apa Itu Jalan Suatu gerak perpindahan tubuh pada satu posisi terhadap posisi lainnya dimana dengan melangkahkan kaki secara bergantian satu persatu disebut juga dengan jalan.

Gerakkan kaki berjalan akan relatif didominasi faktor tejadinya gerak tubuh, dengan berjalan kaki bisa melatih kesegaran jasmani seseorang serta bisa melancarkan proses sirkulasi darah di tubuh manusia.

Disamping itu, berjalan bisa membikin keadaan tubuh seseorang menjadi sehat, artinya tidak mudah lelah, bisa mengembalikan tubuh pada keadaan normal serta bisa mengurangi depresi dengan stres yang tengah dialami manusia itu sendiri. Jika anda sering melakukan olahraga berjalan, tentu akan begitu kecil sekali terkena cedera, disamping itu berjalan juga bisa menyehatkan tubuh serta tidak menimbulkan resiko yang terlalu tinggi dibandingkan bentuk olahraga lainnya.

2. Apa Itu Lari Pengertian ini sama seperti jalan dimana terjadinya gerak perpindahan tubuh dari satu posisi terhadap posisi yang lainnya dengan melangkahkan kaki secara bergantian, tetapi yang berbeda disini ialah dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari berjalan.

Disamping itu, lari juga memiliki manfaat yang sama dengan jalan dimana yang membedakannya dengan jalan ialah kecepatan yang dilakukan lari ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan berjalan. Namun, perlu diketahui didalam berlari ini justru sangat rentan sekali terkena cedera dibandingkan dengan jalan. Cedera yang umum terkena utama pada bagian area lutut serta pergelangan kaki, biasanya seseorang yang rentan terkena cedera ialah orang yang obesitas maupun kelebihan berat badan.

Maka dari itu, berhati – hatilah jika hendak melakukan olahraga berlari ini ya sahabat. Baca Juga : Dasa Darma Pramuka Perbedaan Disamping telah mengetahui pengertian masing – masing keduanya, berikut ialah perbedaan yang terdapat didalam masing – masing keduanya : Perbedaan Jalan Lari Pengertian Jalan merupakan gerak perpindahan tubuh mulai pada satu posisi ke dalam posisi lainnya dimana dilakukan dengan melangkahkan kaki secara bergantian.

Lari merupakan gerak perpindahan tubuh mulai pada satu posisi ke dalam posisi lainnya dengan melangkahkan kaki secara bergantian serta secara cepat dilakukannya. Sudut Normal. Akan lebih banyak menekuk. Lutut Kecepatan Maksimal Kira – kira sekitar 8 km /jam Rekor oleh usain bolt ialah dalam kecepatan 44 km /jam Kontak dengan Tanah Selalu kontak terhadap tanah, biasanya paling tidak 1 kaki yang kontak langsung dengan tanah atau bergantian.

Tidak selalu kontak dengan tanah, terdapat fase 2 kaki yang sama – sama melayang didalam melakukan gerakan. Cedera Sangat minim terkena cedera.

Lebih rentan terkena cedera, terutama di area lutut serta pergelangan kaki khusunya pada orang yang obesitas maupun kelebihan badan. Apa sajakah teknik dasar di dalam jalan cepat ? Teknik dasar dalam melaksanakan jalan cepat ialah sebagai berikut : 1. Teknik Awalan, biasanya dilakukan dengan sikap bersedia mendengarkan aba – aba dan pasang posisi secara benar.

2. Posisi Badan, posisi badan atau posisi tubuh saat melaksanakan jalan cepat yang benar ialah menghadap lurus ke depan serta siku akan membentuk dengan sudut 90 derajat. 3. Teknik Langkah Kaki, langkah yang baik dan benar biasanya adalah kaki digerakkan ke arah depan dimana dengan berat badan maupun beban tubuh bertumpu terhadap paha.

4.

Teknik Akhiran Maupun Finish, untuk melakukan teknik akhiran janganlah sekali – kali langsung berhenti, karena baiknya lakukan dengan semakin terus memperlampat langkah anda.

Related posts: • Contoh Saran Dalam Makalah • Contoh Seni Rupa 3 Dimensi • Contoh Seni Rupa 2 Dimensi Posted in Umum Tagged 1.jelaskan perbedaan antara jalan dan lari, apa perbedaan jarak dan lari, apa yang dimaksud dengan berlari, gerak langkah kaki saat berjalan, gerakan berjalan melangkahkan kaki dengan, lari jarak 10 km termasuk lari jarak, lari steeple chase adalah, nomor perlombaan lari, olahraga jalan adalah, pengertian berjalan, pengertian lari di tempat, pengertian lari jarak pendek, pengertian starter dalam lari, perbedaan jalan dan lari brainly, perbedaan lompat dan loncat, persamaan jalan dan lari, prinsip dasar jalan cepat, sebutkan 3 perbedaan jalan dan lari, sebutkan prinsip-prinsip dasar jalan cepat, sebutkan prinsip-prinsip jalan cepat, sebutkan teknik dasar jalan cepat, sebutkan teknik dasar lompat jauh, tuliskan 3 macam perbedaan jalan dan lari Artikel Terbaru • Kail Pancing Mod APK • Cara Cepat Menghitung Bilangan Kuadrat N5 Dengan Mudah • Kalimat Simpleks dan Kompleks • Jenis Jenis Sudut Dan Pengertian Dan Contohnya Di Matematika • Pengertian Pengukuran Dalam Ilmu Fisika Dan Parameter Pengukuran • Dataran Tinggi • Whatsapp Plus • Penginderaan Jauh • Daur Air • Dataran Rendah
ANTARA FOTO / SIGID KURNIAWANAtlet jalan cepat Indonesia, Hendro (kedua kiri), bertanding pada final jalan cepat 20.000 meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (22/8/2017).

Hendro berhasil pecahkan rekor dan menyabet emas dengan catatan waktu satu jam 32 menit 11 detik. KOMPAS.com - Olahraga jalan cepat dan lari sama-sama masuk dalam cabang olahraga atletik. Kedua olahraga tersebut sering dianggap sama. Padahal dua olahraga tersebut memiliki perbedaannya yang dapat dilihat dari langkah kakinya. Apa perbedaan dari jalan cepat dan berlari?

Perbedaan jalan cepat dan lari Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jalan cepat adalah salah satu cabang olahraga atletik yang jarak tempuhnya terdiri atas 5 km, 10 km, 20 km, serta 50 km, jalan cepat mengharuskan sebagian kakinya menyentuh tanah.

Baca juga: Jalan Cepat: Pengertian dan Sejarahnya Sementara pengertian lari adalah kegiatan atau aktivitas dengan menggerakkan serta melangkahkan kaki secara cepat, langkah kaki pada olahraga lari tidak selalu menjejak tanah. Dari pengertian jalan cepat dan lari dapat dilihat jika dua olahraga ini memiliki perbedaan pada langkah kakinya.

Jalan cepat mengharuskan setiap langkah kaki menyentuh tanah. Sedangkan lari, langkah kakinya tidak selalu menyentuh tanah. Dalam buku Kepelatihan Atletik dan Lari (2018) karya Suratmin, jika posisi kedua kaki saat berlari melayang di atas tanah.

Sementara posisi kaki saat berjalan cepat selalu menyentuh tanah atau tidak pernah tidak menyentuh tanah. Perbedaan mendasar lainnya dari gerak jalan cepat serta berlari adalah manfaat kesehatan. Dilansir dari The Guardian, jalan cepat dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung sebesar 9,3 persen. Sedangkan berlari dapat mengurangi risikonya sebesar 4,5 persen. Secara teknis jalan dengan lari tidak ada apa yang membedakan langkah gerak kaki jalan dan langkah kaki pada gerak lari yang berarti.

Baik jalan maupun lari merupakan gerakan memindahkan badan kemuka dengan langkah-langkah kaki. Perbedaan jalan cepat dan lari yaitu gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang berhubungan atau kontak dengan tanah. Jalan cepat merupakan gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus.

Baca juga: Banyak Siswa yang Tidak Suka Matematika dan Olahraga Perlombaan jalan cepat yang penting diperhatikan oleh setiap atlet adalah melakukan gerak langkah maju ke depan dengan salah satu kaki selalu tetap kontak dengan tanah. Setiap akan melangkahkan kaki, salah satu kaki harus selalu tetap berhubungan atau menempel pada tanah.
Perbedaan Jalan dan Lari – Jalan dan lari sebenarnya merupakan jenis olahraga tertua yang pernah dilakukan oleh manusia.

Baik itu jalan cepat, lari, sprint atau lari jarak pendek, lari maraton, dan lain sebagainya.

Sebagai aktivitas hidup yang masuk dalam cabang olahraga atletik, olahraga lari sendiri banyak disebut sebagai ibu dari olahraga.

Hal itu dikarenakan lari sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada olimpiade pertama kali tahun 776 sebelum masehi di Yunani. Selain sebagai olahraga yang termasuk ke dalam cabang perlombaan di olimpiade, jalan dan lari adalah bentuk olahraga yang sangat menyehatkan karena termasuk ke dalam jenis olahraga kardio.

Ditambah lagi, kedua olahraga tersebut sangat disarankan bagi orang yang ingin meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuhnya.

Beberapa waktu ini, banyak orang yang melakukan olahraga jalan hingga lari. Kedua olahraga tersebut bisa dikatakan sebagai aktivitas fisik yang sangat ekonomi dan sangat mudah untuk dilakukan di berbagai tempat. Jalan dan lari sendiri juga sangat cocok untuk berbagai jenis usia, sehingga selain menyehatkan juga bisa memperbaiki emosional seseorang.

Walaupun olahraga seperti jalan lambat atau cepat hingga lari sudah diketahui banyak orang pada umumnya. Namun, perbedaan dari kedua olahraga ini perlu diberikan dan ditetapkan sebuah batasan yang spesifik sehingga tidak tumpang tindih. Tentu hampir semua orang memahami bahwa jalan berbeda dengan lari, begitu juga lari memiliki cara berbeda dengan berjalan.

Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Aku Inginkan Rp 86.000 Namun, apa sebenarnya perbedaan dari kedua olahraga yang memiliki tujuan mendapatkan kecepatan tersebut. Perbedaan yang paling terlihat sebenarnya adalah pada teknik yang digunakan dalam bergerak untuk menghasilkan kecepatan. Nah, untuk lebih mengetahui dan memahami perbedaan jalan dan lari.

Berikut ini adalah beberapa penjelasannya, dari pengertian, teknik, hingga manfaat dari jalan dan lari, di antaranya yaitu: A. Perbedaan Jalan dan Lari Secara harfiah, jalan dapat diartikan sebagai sebuah gerak untuk melakukan perpindahan pada tubuh dari satu posisi menuju posisi lainnya dengan menggunakan langkah kaki yang saling bergantian.

Sedangkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI jilid V, lari memiliki arti sebagai aktivitas menggerakan langkah kaki dengan cepat, di mana pada setiap langkah pergerakan yang dilakukan tidak menjejak tanah atau menggunakan tanah hanya sebagai pantulan melakukan gerakan selanjutnya.

Dalam dunia olahraga, salah satu cabang yang dilombakan adalah jalan cepat atau race walking, di mana olahraga tersebut memiliki fokus utama pada presisi dan langkah kaki.

Cara yang digunakan dalam cabang olahraga ini adalah dengan memberikan ayunan kepada kaki ke arah depan tanpa melakukan pemisahan sentuhan kaki belakang dengan tanah. Singkatnya, dalam cabang olahraga jalan cepat mengharuskan kaki atlet untuk bergerak maju dan harus menapak pada permukaan tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Sementara, dalam dunia olahraga, lari menjadi salah satu cabang olahraga yang selalu dilombakan dalam kompetisi olahraga seperti olimpiade.

Lari sendiri merupakan aktivitas yang melangkahkan dan menggerakkan kaki dengan cepat. Berbeda dengan jalan, dalam olahraga lari, kedua kaki tidak harus selalu menjejak tanah. Di beberapa saat berlari, para atlet biasa seperti melayang di udara, walaupun hanya satu per sekian detik. Olahraga lari memiliki tiga jenis lomba yang sering dilombakan berdasarkan jarak tempuhnya. Mulai dari lari jarak pendek, lari jarak menengah, hingga lari jarak jauh. Dalam melakukan tiga lomba tersebut, para atlet biasanya menggunakan beberapa teknik yang berbeda pula.

Untuk lari jarak pendek, atlet biasanya menggunakan bagian ujung kaki, dan sangat jarang sekali menyentuh tanah. Sementara, untuk lari jarak menengah menggunakan kaki yang menapak dengan ujung tumis, dan melakukan tolakan dengan ujung kaki.

Terakhir, lari jarak jauh sangat bergantung kepada ketahanan tubuh untuk berlari dengan durasi yang cukup panjang hingga menyentuh garis akhir. Berdasarkan penjelasan tentang jalan dan lari di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama jalan dan lari adalah pada gerakan kaki yang dilakukan.

Misalnya, dalam cabang olahraga lari, para atlet diperbolehkan kedua kakinya melayang di udara. Sedangkan, untuk cabang olahraga jalan cepat, kaki harus menjejak tanah dan tidak dibolehkan melayang di di udara. Oleh karena itu, atlet jalan cepat dapat terkena pelanggaran apabila melakukan peningkatan kecepatan dengan membuat kedua kakinya melayang di udara.

B. Perbedaan Jalan Dan Lari Bagi Kebugaran Tubuh Setelah mengetahui dan memahami perbedaan teknik dari jalan dan lari, sekarang akan dijelaskan lebih lanjut tentang perbedaan yang dihasilkan bagi apa yang membedakan langkah gerak kaki jalan dan langkah kaki pada gerak lari tubuh dari olahraga jalan dan lari.

1. Perbedaan Intensitas Dalam pemahaman kesehatan untuk kebugaran tubuh manusia. olahraga lari memiliki intensitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan olahraga jalan biasa maupun jalan cepat. Banyak orang juga sudah mengetahui dan memahami apabila olahraga dengan intensitas tinggi dapat secara otomatis membuat banyak energi terkuras sekaligus juga dapat membakar kalori dengan jumlah yang sangat banyak.

Menurut perhitungan yang dilakukan oleh para pakar kesehatan dan kebugaran, olahraga lari dapat membuat tenaga dua kali lipat lebih banyak dan cepat terkuras daripada melakukan olahraga dengan berjalan.

Selain itu, aktivitas berlari dapat lebih banyak membakar jumlah kalori walaupun dengan durasi yang sama dengan berjalan. Untuk lebih memahami perbedaan berdasarkan intensitas antara jalan dan lari, berikut ini adalah penjelasan yang bisa memudahkan Anda dalam membedakan jalan dan lari: Apabila seseorang berjalan selama satu jam, maka orang tersebut dapat melakukan pembakaran kalori sebanyak 300. Dengan perhitungan dua kali lipat, apabila seseorang berlari selama satu jam dapat melakukan pembakaran sebanyak 800.

Dengan begitu, dalam tujuan melakukan pembakaran kalori, berlari lebih cepat terasa dan memberikan dampak daripada hanya berjalan.

2. Perbedaan Impact (Dampak) Setelah mengetahui dan memahami perbedaan jalan dan lari dari sisi intensitas, perbedaan jalan dan juga memiliki perbedaan terhadap dampak yang dihasilkan. Sudah menjadi fakta umum, bahwa semakin tinggi dampak yang dihasilkan dari berolahraga, maka secara signifikan juga dapat meningkatkan potensi terkena cedera.

Dibandingkan lari, olahraga jalan memiliki dampak yang cukup rendah, maka sangat kecil risiko untuk terkena cedera.

Namun, olahraga jenis ini juga membutuhkan posisi dan sikap yang benar agar dapat memberikan dampak atau manfaat kesehatan yang hampir sama dengan olahraga lari. Risiko yang bisa dialami oleh orang yang melakukan olahraga lari adalah potensi cedera karena beban yang diberikan kepada kaki dan persedian terlalu berlebihan. Semakin seseorang meningkatkan kualitas berlari dengan memberikan hentakan kaki dengan kuat pada permukaan tanah. Maka secara otomatis beban yang diberikan pada kaki dan persendian semakin besar pula, sehingga risiko cedera pun semakin besar.

Beberapa jenis cedera yang sering dialami oleh seseorang saat berlari adalah seperti keseleo, kram, terkilir, memar, hingga lecet. Namun, sebagai olahraga yang sangat tua, para ahli olahraga di masa lalu sudah menemukan beberapa cara untuk mengurangi dampak dan risiko cedera. Adapun empat cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak olahraga berupa cedera, di antaranya yaitu: a. Memilih alas kaki yang nyaman digunakan dan sesuai dengan kebutuhan serta medan b.

Melakukan pemanasan atau peregangan sebelum melakukan aktivitas lari c. Memilih jalur untuk berlari yang lengang atau tidak memiliki banyak hambatan, misalnya seperti lapangan, jalan raya, atau gelanggang olahraga.

d. Menggunakan teknik yang baik pada saat berlari. 3. Perbedaan Manfaat Selain perbedaan intensitas dan dampak yang diberikan dari olahraga jalan dan lari, kedua olahraga ini juga memberikan manfaat yang sama baiknya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Manfaat yang diberikan dari olahraga jalan dan lari sebetulnya sangat baik untuk meningkatkan kesehatan yaitu seperti menurunkan tekanan darah, meningkatkan kolesterol yang baik, hingga meningkatkan kesehatan yang lebih baik. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai manfaat jalan dan lari bagi kebugaran dan kesehatan tubuh, yaitu seperti: a. Menurunkan Tekanan Darah Melakukan olahraga jalan dan lari telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah.

Hal tersebut dapat terwujud apabila olahraga dilakukan dengan rutin dan konsisten dalam kurun waktu tertentu. Dalam sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang berlari dengan jarak lebih dari 50 mil setiap dapat meningkatkan kolesterol baik atau HDL atau lemak baik.

Peningkatan kolesterol ini dapat naik secara signifikan lebih besar dibandingkan seseorang yang hanya berlari tidak lebih dari 10 mil per minggu. Tidak hanya peningkatan kolesterol yang baik, berlari 50 mil juga berhasil melakukan penurunan pada lemak tubuh, kadar trigliserida, hingga risiko penyakit jantung koroner. Di luar penelitian tersebut ditemukan manfaat lain dari melakukan olahraga lari secara jarak jauh dapat menurunkan darah tinggi hingga 50 % dan pengurangan penggunaan obat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol plasma lebih dari 50 %.

b. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung, Diabetes dan Kanker Seseorang yang sering melakukan aktivitas dengan berjalan atau berlari akan mendapatkan berbagai manfaat untuk kebugaran dan kesehatan. Dalam suatu penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berjalan dengan cepat secara signifikan mengalami pengurangan untuk risiko penyakit jantung, diabetes, dan terbebas dari beberapa jenis kanker, yaitu seperti kanker kandung kemih, kanker payudara, hingga kanker usus besar.

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan oleh Public Health England, melakukan jalan cepat sangat berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Hal itu dikarenakan masyarakat merasa jalan cepat adalah jenis apa yang membedakan langkah gerak kaki jalan dan langkah kaki pada gerak lari yang mudah dilakukan dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari.

c. Meningkatkan Kesehatan Otak Selanjutnya, selain memberikan dampak yang baik kepada tubuh, olahraga jalan dan lari juga bisa dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan kesehatan pada otak.

Dalam penelitian yang dilakukan Canadian Institutes of Health Research mengungkapkan bahwa seseorang wanita yang memiliki usia tua akan cenderung mendapatkan gangguan kognitif yang ringan, oleh karena itu perlunya dilakukan usaha untuk melakukan peningkatan volume hipokampus. Manfaat tersebut dapat dirasakan dengan melakukan program jalan cepat selama 6 bulan di luar ruangan setiap dua hari dalam satu minggu.

d. Baik untuk Kesehatan Mental Berolahraga dengan cara berjalan cepat dan berlari merupakan salah satu untuk menurunkan kardio. Namun, tidak hanya itu, dua olahraga tersebut juga sangat baik untuk meningkatkan kesehatan mental. Dalam sebuah penelitian menemukan bahwa berlari atau berjalan cepat selama 30 menit setiap tiga kali dalam satu pekan dapat mengurangi kecemasan dan depresi.

Energi yang terolah dengan baik disinyalir dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik dan mengurangi risiko untuk stress hingga depresi. Namun, sama halnya dengan perbedaan yang lain, manfaat yang dapat diberikan olahraga dengan berjalan lebih kecil dan lebih lama jika dibandingkan dengan olahraga berlari. Alhasil, layak pepatah lama berkata, bahwa usaha yang besar akan menghasilkan hasil yang besar pula. Sama halnya dengan berolahraga, intensitas dan dampak yang tinggi sangat berpotensi untuk memberikan kesehatan bagi tubuh.

Bukti yang paling bisa dirasakan dari perbedaan antara olahraga jalan dan lari adalah kekuatan stamina. Melakukan olahraga lari telah terbukti dapat sangat baik meningkatkan stamina dan kondisi tubuh menjadi lebih baik.

Sementara, berjalan cenderung memberikan dampak yang kurang signifikan untuk stamina dan kondisi tubuh. Oleh karena itu, orang yang memiliki berlari, secara otomatis memiliki stamina yang lebih kuat dan tahan lama untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan fisik sehari-hari.

C. Kesimpulan Meskipun secara hitungan matematis berlari memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan olahraga dengan jalan biasa maupun jalan cepat. Ada baiknya untuk memilih jenis olahraga yang paling cocok dan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan tubuh. Selain itu, lakukan olahraga secara bertahap.

Pasalnya tubuh juga memerlukan adaptasi untuk bisa bertahan dengan intensitas dan dampak yang diberikan pada saat berolahraga. Pemilihan cara berolahraga sangat ditujukan bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu. Misalnya saja, bagi penderita penyakit jantung maupun paru-paru tentu tidak disarankan untuk melakukan olahraga lari. Hal itu dikarenakan aktivitas lari membutuhkan jantung dan paru-paru yang sangat prima.

Oleh karena itu, bagi orang yang memiliki masalah kesehatan direkomendasi untuk berolahraga dengan cara berlari saja. Olahraga biasanya menjadi salah satu pilihan utama bagi orang yang ingin melakukan diet atau menurunkan berat badan. Olahraga lari dan jalan cepat yang dilakukan secara bergantian atau kombinasi sangat efektif untuk menurunkan berat badan dengan lebih cepat.

Olahraga lari dan jalan cepat sebenarnya tidak hanya menurunkan berat badan dengan lebih cepat, olahraga tersebut dapat bermanfaat untuk membuat olahraga yang lebih efisien, dan meningkatkan stamina.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Recent Post • Macam Love Language untuk Meningkatkan Kemesraan Mei 10, 2022 • Cara Meningkatkan Daya Ingat yang Efektif Mei 10, 2022 • 120 Kata Sederhana Bermakna Mendalam Mei 10, 2022 • Rekomendasi Buku Bacaan Terbaru Mei 10, 2022 • Daftar Rekomendasi Buku Yang Bagus Untuk Dibaca Mei 10, 2022 • 10 Rekomendasi Novel Sejarah Terbaik Mei 10, 2022 • Gejala Panic Attack: Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahannya Mei 10, 2022 • Apa Itu Stapler dan Bedanya dengan Staples Mei 10, 2022 • Pengertian Nada: Jenis, Sifat, dan Unsurnya Mei 10, 2022 • Review Buku Fihi Ma Fihi dan Karya Jalaluddin Rumi Lainnya Mei 10, 2022

Aktivitas Gerak Berirama Langkah Kaki (Langkah biasa, Langkah Rapat, Langkah Keseimbangan)




2022 charcuterie-iller.com