Batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola.

Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia, batik tradisional Indonesia sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX.

Batik yang dihasilkan sampai awal abad XX ialah batik tulis, sedangkan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua.

Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuno membuat batik. Batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik.

Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13.

Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal. Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya.

Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.

Oleh beberapa penafsir, serasah itu ditafsirkan sebagai batik. Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya.

Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman. Semenjak industrialisasi dan globalisasi memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul dan dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis.

Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka. Seni batik maupun cara pembuatannya sudah dikenal di Indonesia sejak dulu. Namun demikian mengenai asal mula batik masih banyak diperdebatkan.

Ada beberapa pihak yang menyetujui bahwa batik Indonesia merupakan bentuk kesenian yang berdiri sendiri dan tidak ada hubungannya dengan batik dinegara lain.

Tetapi ada juga beberapa pihak yang mengemukakan bahwa batik diperkenalkan kepada nenek moyang kita oleh kaum pendatang. Pendukung pendapat ini mengemukakan bahwa batik sebenarnya berasal dari Persia dan Mesir, oleh sebab itu cara pembuatan dan penghiasan batik tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga ada di Thailand, India, Jepang, Sri Lanka dan Batik Malaysia.

Terlepas dari kedua pendapat tersebut, sesungguhnya batik memilki latar belakang yang kuat dengan bangsa Indonesia. Batik tradisional Indonesia terus mengalami perubahan seiring dengan pengaruh dan perkembangan jaman.

Perkembangan batik diawali pada jaman Belanda yang disebut dengan batik Van Zuylen sebagai orang pertama yang memperkenalkan seni batik kepada seluruh masyarakat di negeri Belanda, yang kemudian disebut sebagai " Batik Belanda”. Batik ini tumbuh dan berkembang antara tahun 1840-1940. Hampir semua Batik Belanda berbentuk sarung yang pada mulanya hanya dibuat masyarakat Belanda dan Indo-Belanda di daerah pesisir (Pekalongan).

Batik Belanda sangat terkenal dengan kehalusan, ketelitian dan keserasian pembatikannya. Selain itu ragam hiasnya sebagian besar menampilkan paduan aneka bunga yang dirangkai menjadi buket atau pohon bunga dengan ragam hias burung atau dongeng-dongeng Eropa sebagai tema pola.

Paduan sejenis juga dibuat dengan ragam hias Tiongkok atau Jawa dengan warna yang selalu lebih cerah sesuai dengan selera masyarakat Eropa pada masa itu. Batik Lok Can Selanjutnya pengaruh budaya Tiongkok juga terdapat pada batik di pesisir utara Jawa Tengah hingga saat ini yang dikenal dengan nama Lok Can. Orang-orang Tionghoa mulai membuat batik pada awal abad ke 19. Jenis batik ini dibuat oleh orang-orang Tionghoa yang menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa mitos Tiongkok (naga dan burung phoenix), ragam hias yang berasal dari keramik Tiongkok kuno, dan ragam hias yang berbetuk mega dengan warna merah atau merah dan biru.

Batik Tionghoa juga mengandung ragam hias buketan, terutama batik Tionghoa yang dipengaruhi pola Batik Belanda. Pola-pola batik Tionghoa dimensional, suatu efek yang diperoleh karena penggunaan perbedaan ketebalan dari satu warna dengan warna lain dan isian pola yang sangat rumit. Hal ini ditunjang oleh penggunaan zat warna sintetis jauh sebelum orang-orang Indo-Belanda menggunakannya.

Pada jaman Jepang dikenal Batik Jawa Baru atau Jawa Hokokai. Batik ini diproduksi oleh perusahaan-perusahaan batik di Pekalongan sekitar tahun 1942-1945 dengan pola dan warna yang sangat dipengaruhi oleh budaya Jepang, walaupun pada latarnya masih menampakkan pola keraton. Batik Jawa Hokokai selalu hadir dalam bentuk “ pagi-sore” yaitu batik dengan penataan dua pola yang berlainan pada sehelai kain batik.

Batik ini terkenal rumit karena selalu menampilkan isian pola dan isian latar kecil dalam tata warna yang banyak.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

selain itu ragam warnanya lebih kuat seperti penggunaan warna kuning, lembayung, merah muda dan merah yang merupakan warna yang secara jelas menggambarkan nuansa dan citra Jepang. Batik Motif Mega Mendung Perkembangan batik Indonesia sendiri lahir sekitar tahun 1950 yang secara teknis merupakan paduan antara batik keraton dan batik pesisir. Pada perkembangannya batik di Indonesia juga memasukkan ragam hias berbagai suku di Indonesia.

Ketekunan serta keterampilan seni dari para pengrajin batik membuat batik Indonesia tampil lebih serasi dan indah. Hal ini disebabkan karena unsur-unsur budaya pendukungnya yang sangat kuat sehingga terwujud perpaduan ideal antara pola batik keraton yang anggun atau pola ragam hias busana adat berbagai daerah di Indonesia dengan teknologi batik pesisiran yang dikemas dalam simfoni warna yang tidak terbatas pada latarnya.

Leluhur masyarakat Jawa telah memberikan ajaran atau tuntunan yang dimasukkan kedalam motif-motif kain batik sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari karena masyarakat Jawa begitu sarat dengan makna-makna simbolis yang diberi doa dan permohonan kepada Tuhan dalam melaksanakan tatacara dan upacara.

Demikian pula batik dipakai sebagai sarana dalam kehidupan manusia sejak lahir sampai meninggal dunia, seperti : Untuk menunjang kelancaran kegiatan perdagangan dari berbagai jenis batik, Pemerintah telah menentapkan bahwa semua kain batik yang dipasarkan harus memakai merek dan label.

Ketetapan ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan baik produsen maupun konsumen.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Setiap batik yang dibuat dengan tulis tangan, pada bagian tepinya harus terdapat tulisan “Batik Tulis” dan pada batik cap maka harus pula terdapat tulisan “Batik Cap”. Melalui ketentuan ini diharapkan agar konsumen yang bukan ahli dalam masalah batik tidak akan salah pilih. Begitu pula dengan produsen batik terutama pengusaha kecil yang umumnya pengrajin batik tradisional, diharapkan dapat dilindungi dari ulah para pembajak yang biasanya memiliki modal lebih besar dan lebih kuat.

• ▼ 2015 (16) • ▼ Mei (1) • ▼ Mei 01 (1) • Batik • ► April (8) • ► Apr 29 (1) • ► Apr 28 (1) • ► Apr 21 (1) • ► Apr 15 (4) • ► Apr 03 (1) • ► Maret (7) • ► Mar 30 (1) • ► Mar batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik (1) • ► Mar 24 (4) • ► Mar 23 (1) • ► 2012 (2) • ► Maret (1) • ► Mar 07 (1) • ► Februari (1) • ► Feb 12 (1) • ► 2011 (39) • ► September (6) • ► Sep 27 (1) • ► Sep 18 (1) • ► Sep 15 (2) • ► Sep 11 (1) • ► Sep 01 (1) • ► Agustus (8) • ► Agu 28 (1) • ► Agu 09 (1) • ► Agu 08 (2) • ► Agu 05 (2) • ► Agu 04 (2) • ► Juli (21) • ► Jul 22 (11) • ► Jul 21 (2) • ► Jul 19 (2) • ► Jul 18 (2) • ► Jul 15 (1) • ► Jul 12 (1) • ► Jul 11 (1) • ► Jul 08 (1) • ► Juni (4) • ► Jun 26 (1) • ► Jun 24 (1) • ► Jun 22 (1) • ► Jun 21 (1) Motif non geometris adalah motif-motif batik yang tidak geometris.

Termasuk dalam motif ini adalah motif Semen, Buketan, Terang Bulan. Motif-motif golongan non geometris tersusun dari ornamen-ornamen tumbuhan, Meru, Pohon Hayat, Candi, Binatang, Burung, Garuda, Ular (Naga) dalam susunan tidak teratur menurut bidang geometris meskipun dalam bidang luas akan terjadi berulang kembali susunan motif batik tersebut.

Keanekaragaman motif batik berakibat pada beranekaragam nama-nama batik. Motif batik merupakan keutuhan dari subyek gambar yang menghiasi kain batik tersebut. Biasanya motif ini di ulang-ulang untuk memenuhi seluruh bidang kain. Membentuk motif secara fisik adalah unsur spot (berupa goresan, warna dan teksture), line (garis) dan mass (massa/berupa gambar) dalam sebuah kesatuan. Kemudian motif tersebut diduplikasikan atau diberi variasi dengan perulangan untuk membentuk pola atau field.

Dalam seni batik di Jawa dikenal beberapa pola untuk menyusun motif batik yaitu : 1. Membentuk garis miring atau diagonal, misalnya bermacam-macam motif parang. 2. Membentuk kelompok-kelompok, misalnya motif-motif ceplok. 3. Membentuk garis tepi (motif pinggiran ) 4. Membentuk tumpal atau karangan bunga, misalnya batik Buketan Pada batik modern dan batik-batik diluar Jawa pola batik lebih variatif atau bebas.

Penyusunan motif sering dilakaukan secara simetris maupun asimetris atau dengan cara memadukan bebarapa pola batik tradisional. Secara umum motif batik terdiri dari motif : Motif Figuratif Motif figuratif menggambarkan benda-benda sesuai dengan aslinya, misalnya bunga, ikan, buah, binatang dan sebagainya. Penyusunan motif figuratif pada umumnya juga mempertimbangkan ruang atau jauh dekat, warna dibuat mirip aslinya dan lain-lain. Motif ini banyak digunakan pada batik modern dan batik-batik luar Jawa.

Motif Semifiguratif Jika pada motif figuratif bentuk-bentuk benda yang digambarkan masih kelihatan maka pada motif semifiguratif benda-benda dilakukan stilisasi dan deformasi. Penggambaran benda masih bertujuan untuk menggambarkan filosofi tertentu namun besar kecilnya benda, proporsi, dan perspektif tidak lagi diperhatikan. Pemberian warna juga kebih bebas sehingga penyusunan motif ini lebih bersifat dekoratif.

Penggambaran motif semifiguratif dapat secara geometris yaitu mengikuti bentuk-bentuk ilmu ukur misalnya segitiga, segi empat, lingkaran maupun non geometris yaitu masih mengikuti garis-garis objek gambarnya.

Motif Nonfiguratif. Motif nonfiguratif disebut juga motif abstrak sehingga bentuk-bentuk benda apapun tidak lagi dipersoalkan. Yang diutamakan adalah keindahan motif itu sendiri. Motif abstark dapat berupa garis, massa, spot, isian-isian batik, bidang atau warna yang serasi antara bagian dan keseluruhan maupun bagian dan keseluruhan maupun bagian dengan bagian lainnya.

Para perancang batik memiliki kebebasan dalam menyaring dan memilih motif yang diinginkan. Dalam memilih motif batik yang terpenting adalah ketelitian misalnya dalam memilih motif figuratif perancang perlu memperhatikan detail pemotongan agar objek tetap indah Macam-Macam Motif Batik Batik Motif Parang Kusumo Motif Parangkusumo Motif Parang Kusumo adalah motif batik yang mempunyai makna pada suatu kehidupan harus dilandasi dengan perjuangan dan usaha dalam mencapai keharuman lahir dan batin.

Kata kusuma dalam bahasa jawa kusumo disamakan dengan harumnya bunga (kusuma) pada filsafat jawa. Yang dimaksud adalah kehidupan dalam bermasyarakat yang harus diutamakan adalah membentuk kepribadian yang harum dengan mementingkan norma dan nilai yang berlaku pada masyarakat, berharap dapat menempuh kehidupan yang lahir dan batin dengan kerja keras dari tingkah laku dan pribadi yang baik.

Batik Parang Kusumo diutamakan mendapatkan keharuman pada pribadi itu sendiri yang dilandasi pada pencarian lahir dan batin. Kegunaan dari motif ini sebagai kain saat tukar cincin dalam pernikahan, yang diharapkan kehidupan yang harum sempurna lahir dan batin pada pernikahan nanti. Batik Motif Trumtum Motif Truntum Motif batik Truntum adalah motif berdasarkan simbol yang bermakna cinta. Berdasarkan cerita yang dimulai dari Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) dengan makna cinta tumbuh kembali.

Beliau menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin subur dan berkembang atau disebut juga dengan Tumaruntum. Banyak yang memakai motif ini pada orang tua pengantin pada hari pernikahan, harapanya agar cinta kasih akan menghinggapi kedua mempelai. Dan juga orang tua dapat menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan yang baru. Batik Motif Kawung Motif Kawung Motif Kawung adalah sebagai lambang keperkasaan dan keadilan.

Corak dari motif ini bulat seperti pada buah Kawung yang seperti buah kelapa atau disebut juga buah Kolang-Kaling yang dibentuk berstruktur dan geometris dan rapi.

Beberapa dari motif ini juga diadaptasi dengan bunga lotus dengan empat lembat daun bunga yang merekah yang diartikan dengan bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian. Biasanya motif ini dinamakan sesuai dengan besar kecilnya atau bentuk yang terdapat pada motif tertentu.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Batik Motif Ceplok Motif Ceplok Motif Ceplok adalah motif yang didalamnya terdapat gambaran berbentuk lingkaran, binatang, roset dan beberapa variasinya. Gambaran t ersebut terletak pada bidang yang dasarnya berbentuk segi empat, lingkaran dan lainya yang berbentuk geometris.

Ornament pada corak menggambarkan bunga tampak depan, buah yang dipotong melintang. Bunga dan daun dibentuk secara roset, dan binatang yang tersusun secara melingkar dalam lingkaran atau segi empat. Nama ceplok terbentuk dari beberapa sudut pandang yang berbeda seperti berdasarkan pada ornament yang dipakai seperti ceplok kembang jeruk, ceplok manggis, ceplok salak sategal, ceplok supit urang, ceplok Cakar ayam, ceplok gandosan, ceplok kembang waru, ceplok lung slop, dan sebagainya.

Ada juga yang berdasarkan tempat asal dari pembuatan motif tersebut. Dan terakhir berdasarkan nama penciptanya yaitu Ceplok Pubonegoro, Ceplok madu Sumirat, Ceplok Sirat Madu, Ceplok Cokrokusumo. Batik Motif Tambal Motif Tambal Motif batik Tambal mempunyai unsur motif yang diadaptasi dari motif ceplok, parang, meru, dll dengan ciri khas kerokan yang pada umumnya digunakan sebagai kain panjang.

Filosofi dari motif ini adalah tambal yang artinya sebagai menambah semangat baru, dan masyarakat batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik bahwa bila ada orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, maka sakitnya akan cepat sembuh. Batik Motif Satwa Wana Motif Satwa Wana Motif Satwa Wana mempunyai pola Satwa wana yang berarti aneka macam satwa di dalam hutan, yang biasanya terdapat gambar Gajah, Burung Merak, Ayam Alas, Kupu–Kupu, Macan, Rusa, Kambing, Banteng dan lain –lain.

Selain binatang terdapat juga tanaman yang disusun secara padat dan detail yang sehingga dapat mengisi hampir seluruh bidang kain. Batik Motif Parang Sarpa Motif Parang Sarpa Motif Parang Sarpa diambil dari kata Sarpa yaitu Ular, simbol yang melambangkan keberanian, kekuasaan, kemegahan, sukses, keamanan, dan kesejahteraan.

Dan Parang adalah motif larangan yang biasanya dipakai oleh keluarga kerajaan atau keraton. Kata Parang itu sendiri merupakan simbolisasi dimana tempat raja bersemedi yang berada di sekitar pantai, yang berasal dari kata batu karang. Batik Motif Semen Rama Latar Sisik Motif Semen Romo Latar Sisik Motif Semen Romo Latar Sisik ini yang berasal dari Pola Semen dari kata semi-semian, yang menceritakan kehidupan. Didalam motif ini terdapat simbol ketabahan, kekuasaan, matahari, yang digambarkan dalam bentuk sayap (Garuda).

Batik Semen Romo ini memuat ajaran Hastha Brata yaitu ajaran pada keutamaan, cerminan, dari sifat darma, adil terhadap sesama, teguh hati, berjiwa luhur, tidak “adigang adigung” dan ada kesaktian melawan musuh.

Dengan latar gringsing (pola sisik ular) yang dianggap dapat memberikan umur panjang. Batik Motif Parang Barong Motif Parang Barong Motif Parang Barong adalah salah satu motif larangan dan bagi kalangan keraton. Motif ini hanya digunakan oleh Raja dan keluarganya. Kata parang inipun berasal dari kata tempat bersemedi raja yang berada disekitar pantai, yaitu “batu karang” dan Batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik dalam bahasa jawa yaitu Singa.

Pada zaman kekerajaan Parang Barong ini bermotif besar dan biasanya digunakan oleh bangsawan untuk upacara ritual keagamaan dan meditasi karena diangggap sakral. Parang juga merupakan simbol dari sebuah senjata, yang menggambarkan kekuasaan, kekuatan dan kecepatan gerak. Ksatria yang menggunakan motif ini dapat dilambangkan kuat dan gesit. Batik Motif Sidomukti Motif Sidomukti Motif Sidomukti yang berasal dari kata mukti yang artinya kehidupan yang mulya dan luhur.

Yang mempunyai harapan bagi pemakainya agar dapat mencapai kedudukan yang tinggi (luhur) dan diberikan rejeki yang lebih (mulya). Sering dipakai untuk upacara tradisi dan biasanya dikenakan oleh pengantin pria dan wanita pada acara perkawinan, dinamakan juga sebagai sawitan (sepasang). Batik ini merupakan pengembangan dari Motif Batik Sidomulya latar putih, yang dasarnya digantikan dengan isen – isen latar ukel.

Batik Motif Sri Kuncoro Motif Sri Kuncoro Motif Sri Kuncoro adalah motif batik yang biasa dipakai oleh kerabat kerjaan untuk menghadiri perayaan – perayaan. Pengharapan akan (Kehidupan baru) agar mempunyai nama yang tersohor / terkenal. Motif Sekar Jagad Motif Sekar Jagad adalah motif yang berasal dari kata sekar (bunga) dan jagad (dunia) atau puja dunia yang mempunyai makna filosofi kebahagiaan.

Sekar jagad biasanya dipakai oleh orang tua pengantin perempuan pada saat resepsi pernikahan yang melambangkan kebahagiaan orang tua yang mendapat anugerah, karena putrinya telah mendapatkan jodoh. Batik Motif Ceplok Lempeng Motif Ceplok Lempeng Motif Ceplok Lempeng adalah kain yang beradaptasi dari kain ceplok yang berpola ceplok lempeng, yang terdapat gambar bulatan – bulatan dengan sisi yang berombak – ombak didalamnya yang berisi motif parang rusak.

Latar kain berwarna hitam penuh dengan tumbuhan bermotif ukel dan bunga berwarna coklat, gambar bunga berkelopak tujuh di antara bulatan / ceplokan. Keempat sisi kain berwarna putih kosong. Kedua ujung kain dikelim dengan jahitan tangan.

Batik Motif Parang Rusak Seling Huk Motif Parang Rusak Seling Huk Motif Parang Rusak Seling Huk adalah motif yang termasuk di dalam kategori motif ‘larangan’. Yang hanya dipakai oleh Raja, Permaisuri, dan putera – puteranya. Kata Parang bisa merupakan simbolisasi tempat para raja semedi di sekitar pantai, berasal dari kata “batu karang”. Dalam kain batik ini motif parang diselingi dengan motif burung huk.

Batik Motif Parang Klithik Motif Parang Klithik Motif Parang Klithik adalah motif yang dipergunakan untuk putri kerajaan. Dalam dongeng pewayangan Dewi Kunti, Ibu Pandawa memakai batik parang klitik yang menyimbolkan perilaku halus dan bijaksana.

Motif Parang termasuk motif ‘larangan’ yang biasa dipakai oleh keluarga kerajaan. Kata Parang merupakan simbolisasi tempat para raja semedi di sekitar pantai, berasal dari kata “batu karang”. • ► 2015 (16) • ► Mei (1) • ► Mei 01 (1) • ► April (8) • ► Apr 29 (1) • ► Apr 28 (1) • ► Apr 21 (1) • ► Apr 15 (4) • ► Apr 03 (1) • ► Maret (7) • ► Mar 30 (1) • ► Mar 28 (1) • ► Mar 24 (4) • ► Mar 23 (1) • ► 2012 (2) • ► Maret (1) • ► Mar 07 (1) • ► Februari (1) • ► Feb 12 (1) • ▼ 2011 (39) • ► September (6) • ► Sep 27 (1) • ► Sep 18 (1) • ► Sep 15 (2) • ► Sep 11 (1) • ► Sep 01 (1) • ▼ Agustus (8) • ► Agu 28 (1) • ► Agu 09 (1) • ► Agu 08 (2) • ► Agu 05 (2) • ▼ Agu 04 (2) • Motif Batik • Seni Busana Jawa • ► Juli (21) • ► Jul 22 (11) • ► Jul 21 (2) • ► Jul 19 (2) • ► Jul 18 (2) • ► Jul 15 (1) • ► Jul 12 (1) • ► Jul 11 (1) • ► Jul 08 (1) • ► Juni (4) • ► Jun 26 (1) • ► Jun 24 (1) • ► Jun 22 (1) • ► Jun 21 (1)
Batik merupakan salah satu warisan budaya UNESCO yang terkenal.

Sebagai generasi muda, tugas kita untuk melestarikannya. Mau tahu makna dibalik beberapa motif batik paling populer? --- Selamat Hari Batik Nasional! Ternyata peringatan Hari Batik ini berawal dari penetapan batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tahun 2009, lho.

Tahukah kamu darimana asal kata Batik? Batik berasal dari bahasa Jawa “ amba” yang berarti menulis dan “titik”. Jadi, batik dapat diartikan sebagai menulis titik. Well, dari ribuan motif batik di berbagai daerah Indonesia, ada lima motif yang terbilang paling populer dan hampir dikenali oleh semua orang.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Menariknya, di balik setiap motifnya terdapat makna tersendiri, lho! Penasaran apa saja maknanya? Yuk, kenali motif batik populer berserta maknanya. Check these out! 1. Batik Parang Motif Batik Parang (Sumber: infobatik.id) Batik Parang adalah motif tertua asal Jawa yang mempunyai makna tidak pantang menyerah. Kok bisa ya? Motifnya yang seperti ombak mengibaratkan ombak laut yang tidak akan berhenti bergerak seperti semangat yang pantang menyerah.

Ada sekitar enam motif Parang, yaitu Parang Rusak, Parang Barong, Parang Kusumo, Parang Kecil, Parang Slobog dan Parang Klitik. Dahulu, tidak semua motif Parang boleh dipakai oleh seluruh golongan masyarakat. Parang Barong yang bercirikan bentuk Parang besar hanya boleh digunakan oleh raja pada acara-acara tertentu saja.

Barong sendiri berarti singa yang mencerminkan sesuatu yang agung, seperti raja. Sedangkan Parang Kecil dikenakan oleh para putri atau wanita di kalangan kerajaan. Parang Kecil ini mengartikan wanita yang lembut dan feminin. Wah, dalam sekali ya maknanya. 2. Batik Truntum Motif Batik Truntum (Sumber: okezone.com) Dikisahkan Pakubuwono III membuat istrinya, Ratu Beruk sedih, karena ia ingin memperisteri selirnya untuk mendapatkan keturunan.

Ratu Beruk yang sedih kemudian pergi bertapa dan melihat bintang di langit. Akhirnya, ia melukis motif Truntum dengan penuh ketelatenan yang membuat raja mengurungkan niatnya untuk menikah lagi. Maka dari itu, motif Truntum mirip seperti bintang.

Motif Truntum kerap digunakan oleh orang tua yang ingin menikahkan anaknya dan mengandung makna cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama semakin subur berkembang. Makna ini dalam bahasa Jawa disebut tumaruntum. 3. Batik Mega Mendung Motif Batik Mega Mendung (Sumber: advancedbiofuelssummit.com) Mega mendung merupakan motif batik terkenal asal Cirebon.

Kamu yang berasal dari Cirebon pasti tahu kan makna dari Mega Mendung? Well, mega berarti langit atau awan, sedangkan mendung berarti langit gelap. Sesuai dengan namanya, motif ini mengadaptasi bentuk awan yang bergelung dengan warna yang bergradasi.

Motif ini mengandung makna yang sangat dalam yaitu kesabaran, berkepala dingin dan tidak mudah marah dalam menghadapi masalah. 4. Batik Kawung Motif Batik Kawung (Sumber: etsy.com) Batik yang satu ini mempunyai pola bulatan yang serupa seperti buah Kawung, yaitu sejenis buah kelapa atau juga dianggap sebagai buah kolang-kaling yang ditata rapi secara geometris. Motif ini mempunyai makna keinginan dan usaha keras yang akan selalu membuahkan hasil.

Selain itu, batik dengan motif Kawung juga melambangkan harapan agar manusia tetap selalu ingat akan asal usulnya. 5. Batik Sekar Jagad Motif Batik Sekar Jagad (Sumber: pinterest.com) Motif Sekar Jagad merupakan motif pedalaman yang berasal dari Solo dan Yogyakarta. Motif ini mempunyai makna peta dunia. ‘Kar’ dalam kata Sekar berasal dari bahasa Belanda yang mempunyai arti peta. Motif ini menggambarkan bentuk kebaikan dan biasanya dipakai oleh orang pintar atau orang ahli, dukun istana dan keluarga keraton.

Harapan yang tersemat dari motif batik Sekar Jagad adalah agar kegembiraan dan keelokan budi dari pemakainya bisa terlihat dengan penuh pesona dari batik yang dikenakannya. 6. Batik Sidoasih Batik Sidoasih (Sumber: infobatik.id) Sidoasih merupaka nama dari gabungan dua kata yaitu “sido” yang berarti terus-menerus, dan “asih” yang berarti sayang. Maka, kira-kira arti dari Sidoasih adalah kasih sayang yang tidak pernah berhenti. Karena artinya kasih sayang, biasanya batik Sidoasih digunakan oleh para pengantin Jawa dengan harapan pernikahan mereka akan selalu penuh cinta dan kasih sayang.

7. Batik Alas-alasan Motif batik alas-alasan (Sumber: pinterest.com) Nama Alas-alasan berasal dari bahasa Jawa “Alas” yang berarti hutan. Nah, Alas-alasan dapat diartikan sebagai hutan-hutanan atau seperti hutan. Motif Alas-alasan ini termasuk salah satu motif batik tradisional yang pada motifnya terdapat berbagai macam jenis binatang. Makna dari motif ini adalah penggunanya diharapkan mampu mengajak orang lain untuk membaca ulang dan selalu mawas diri, arif, dan bijaksana selama menjalani hidup di dunia yang penuh dengan tantangan.

8. Batik Gurdha Latar Kembang Batik Gurdha Latar Kembang (Sumber: kemdikbud.go.id) Batik Gurdha Latar Kembang batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik makna kedudukan yang baik. Hal ini digambarkan dari motif atau ornamen mahkota yang gagah dan dikelilingi oleh bunga di sekitarnya.

Motif Gurdha Latar Kembang memiliki harapan agar yang memakainya mendapatkan kedudukan yang pantas dan baik. 9. Batik Ulamsari Mas Batik Ulamsari Mas (Sumber: thekeranjangbali.com) Ulamsari Mas merupakan motif batik yang berasal dari Pulau Dewata, Bali.

Motif ini biasanya menampilkan bentuk ikan dan udang yang menunjukkan kekayaan alam Bali. Selain itu, ikan dan udang yang termasuk ke dalam hewan laut ini menggambarkan mata pencaharian yang populer di kalangan masyarakat Bali, yaitu nelayan. Nah, sebagai generasi muda kita patut berbangga dengan warisan budaya asli Indonesia ini ya! Batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik, motif batik apa yang paling sesuai dengan kepribadianmu?

Psst, buat kamu yang ingin belajar kesenian, kamu bisa lho mencari guru belajar privat berkualitas di ruangles.

Referensi: Pengertian Motif Batik dan Filosofinya, BKKB Kemenperin, 28 Februari 2020 [daring]. Tautan: https://bbkb.kemenperin.go.id/index.php/post/read/pengertian_motif_batik_dan_filosofinya_0#:~:text=Motif%20batik%20adalah%20corak%20atau,yang%20mewujudkan%20batik%20secara%20keseluruhan. (Diakses: 2 Oktober 2020) Sumber foto: Foto Batik Parang [daring].

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Tautan: https://infobatik.id/motif-batik-parang-ini-makna-dan-jenisnya/ (Diakses: 2 Oktober 2020) Foto Batik Truntum [daring]. Tautan: https://lifestyle.okezone.com/read/2018/02/14/194/1859308/mengenal-batik-truntum-yang-melambangkan-makna-cinta-dan-kesetiaan (Diakses: 2 Oktober 2020) Foto Batik Mega Mendung [daring]. Tautan: https://advancedbiofuelssummit.com/batik-mega-mendung/ (Diakses: 2 Oktober 2020) Foto Batik Kawung [daring]. Tautan: https://www.etsy.com/ca/market/kawung (Diakses: 2 Oktober 2017) Foto Batik Sekar Jagad [daring].

Tautan: https://id.pinterest.com/pin/456622849698272419/ (Diakses: 2 Oktober 2017) Foto Batik Sidoasih [daring]. Tautan: https://infobatik.id/batik-untuk-acara-adat-motif-batik-sido-asih/ (Diakses: 2 Oktober 2020) Foto Batik Alas-alasan [daring].

Tautan: https://id.pinterest.com/pin/182466222375229586/ (Diakses: 2 Oktober 2020) Foto Batik Gurdha Latar Kembang [daring].

Tautan: http://museum.kemdikbud.go.id/museum/profile/ (Diakses: 2 Oktober 2020) Foto Batik Ulamsari Mas [daring]. Tautan: https://thekeranjangbali.com/5-motif-batik-bali-dan-maknanya/ (Diakses: 2 Oktober 2020) Ruangguru Ruangguru merupakan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan.

Ruangguru mengembangkan berbagai layanan belajar berbasis teknologi, termasuk layanan kelas virtual, platform ujian online, video belajar berlangganan, marketplace les privat, serta konten-konten pendidikan lainnya yang bisa diakses melalui web dan aplikasi Ruangguru. Proses Pembuatan Motif Batik Indonesia Macam Macam Motif Batik di Indonesia. Awalnya batik diciptakan menggunakan kain berwarna putih yang terbuat dari bahan kapas (kain mori).

Seiring perkembangan jaman proses membuat kain batik dapat juga menggunakan katun, sutera, rayon, poliester, dan bahan sintetis lainnya.

Ragam Motif batik itu sendiri diciptakan menggunakan cairan lilin dengan media alat yaitu canting untuk motif halus, dan atau kuas untuk motif batik tulis yang berukuran besar, Selanjutnya cairan batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik tersebut akan dapat meresap dengan baik kedalam serat sebuah kain. Kain yang sudah selesai dilukis menggunakan canting tadi selanjutnya dicelup untuk pewarnaan seperti halnya dengan batik jawa lainnya.

Baca juga: Batik Sumatera: batik Aceh, batik Riau, batik Jambi, batik Lampung, Batik Jabodetabek: batik banten, batik Betawi, Batik Jawa Barat: batik Tasikmalaya, batik indramayu, batik cirebon, batik ciamis, Batik Jawa Tengah: batik Pekalongan, batik Semarang, batik Solo, batik wonogiri, batik Yogyakarta, Batik Jawa Timur: Batik Blitar, batik Malang, batik Jember, batik Madura, Batik Indonesia Timur: batik Bali, batik Kalimantan, batik Papua Proses pencelupan ini biasanya dimulai dengan menggunakan warna-warna muda yang selanjutnya proses pencelupan warna lebih tua untuk mendapatkan motif warna kain yang lebih gelap.

Setelah beberapa kali proses pewarnaan kain batik, maka kain batik tersebut dicelupkan ke dalam larutan kimia untuk melarutkan lilinnya. Untuk memperkaya wawasan kita dalam mengenal berbagai macam motif batik di Indonesia, berikut ini adalah macam macam batik di Indonesia berdasarkan motif/corak: Motif Batik Keraton Batik keraton merupakan wastra batik yang menggunakan pola tradisional yang berkembang di keraton-keraton yang berada di pulau Jawa.

Ragam corak batik tulis dengan perpaduan yang mengagumkan antara seni, pandangan hidup, adat, dan kepribadian lingkungan kraton yang melahirkannya. Batik Keraton ini pada awalnya dibuat hanya oleh para putri raja dan abdi dalemnya saja, serta hanya diperuntukkan keluarga raja saja. Selanjutnya berkembang menjadi industri yang dikelola oleh para saudagar dan mulai berkembang di luar Kraton dalam bentuk batik Sudagaran dan Batik Pedesaan.

Batik Keraton berasal dari Kasultanan Jogjakarta, Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran juga Pura Pakualaman. Perbedaan utama dari keempat Batik Kraton terletak pada bentuk, ukuran, patra dan nuansa warna soga (coklat).

Motif Batik Cuwiri Merupakan motif batik yang memakai zat warna soga alam. dahulu kala, pengguna motif batik cuwiri ini menandakan tingkat derajat yang tinggi bagi pemakainya dan/atau hanya digunakan untuk upacara adat tertentu saja, seperti untuk upacara mitoni, suatu tradisi jawa yang digunakan untuk memperingati usia kandungan 7 bulan. Juga, motif batik cuwiri ini dipakai untuk menggendong Baby. Batik cuwiri ini juga biasa digunakan untuk kemben dan semekan.

Motif batik cuwiri ini dominan memakai unsur gurda dan meru. Kata Cuwiri itu sendiri mempunyai arti kecil-kecil, serta diharapkan pada pemakainya pantas, harmonis serta dihormati sesuai dengan pandangan hidup masyarakat jawa yaitu kemakmuran dan kebaikan.

Motif Batik Pringgondani Nama batik pringgondani ini diambil dari nama tempat tinggalnya Gatotkaca anak Bimo/Werkudara. Motif batik pringgondani ini biasanya menampilkan corak gelap seperti biru nila (biru indigo) dengan soga alam berwarna coklat dipenuhi sulur-suluran atau alur kecil yang dikombinasi dengan naga.

Motif Batik Sekar Jagad Batik ini merupakan salah satu motif batik terbaik khas Indonesia. Motif batik sekar jagad ini memiliki makna keindahan dan kecantikan bagi pemakainya sehingga orang lain yang memandang akan sangat terpesona. Terdapat beberapa pendapat jika motif batik Sekar Jagad ini sesungguhnya berasal dari kata yang diambil dari bahasa belanda dan Jawa yaitu “kar jagad” ( Kar berarti PETA; Jagad berarti DUNIA), melambangkan keragaman seluruh dunia namun satu jiwa (united).

Rata-rata motif batik Sekar Jagad bernuansa bunga. Pendapat lain mengatakan bahwa motif batik Sekar Jagad berasal dari kata sekar dab jagad.

Kata sekar memiliki arti bunga dan kata jagad memiliki arti dunia. Berdasarkan Paduan kata tersebut yang tercermin dari nama motif ini adalah kumpulan bunga/keindahan/kebahagiaan dunia.

Motif batik sekar jagad ini juga merupakan sebuah perulangan geometris dengan metode susun ceplok (dipasangkan bersisian), yang memiliki arti keluhuran dan keindahan sebuah kehidupan di dunia.

Motif batik sekar jagad mulai berkembang pada abad ke-18. Motif Batik Sida Luhur Motif batik yang memiliki awalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif batik yang banyak dibuat oleh para pembatik. Seddangkan Kata “sida” itu sendiri memiliki arti menjadi/jadi/terlaksana. Sehingga, motif batik yang berawalan “sida” ini mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa terlaksana. Motif batik Sida Luhur (dibaca Sido Luhur) memiliki makna harapan untuk dapat mencapai kedudukan tinggi, dan bisa menjadi contoh atau panutan masyarakat.

Ada suatu mitos mengenai pembuatan motif batik Sido Luhur yang mana menuntut pembuatnya, diawali dengan menahan nafas cukup lama. Motif batik Sido Luhur dibuat oleh Ki Ageng Henis, adalah kakek dari Panembahan Senopati yang merupakan pendiri kerajaan Mataram Jawa, serta merupakan cucu daripada Ki Ageng Selo.

Konon motif batik Sido Luhur ini dibuat secara khusus oleh Ki Ageng Henis untuk diberikan kepada anak dan keturunannya. Harapan dan doanya agar si pemakai dapat memiliki hati serta pikiran yang luhur sehingga bisa berguna bagi negara dan masyarakat. Filosofi makna di balik motif batik tulis Sido Luhur berarti keberhasilan mengembangkan, serta menyempurnakan diri batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik seorang manusia yang berakal dan berbudi luhur yang senantiasa berdoa, mengingat dan bersyukur kepadaNya.

Motif batik tulis sidoluhur merupakan motif batik yang dikenakan oleh para pengantin saat acara pernikahan. Motif batik ini berasal dari Keraton Ngayogjokarto Hadiningrat.

Motif Batik Kawung Motif batik Kawung memiliki pola bulatan yang mirip dengan buah Kawung (sejenis buah kelapa atau sering juga disebut sebagai buah kolang-kaling) yang tertata rapi secara geometris. Batik tulis motif batik kawung dapat juga direpresentasikan dalam wujud bunga teratai dengan empat lembar daun dari bunga teratai yang sedang merekah. Wujud motif teratai merupakan bunga yang melambangkan umur yang panjang serta kesucian. Motif batik tulis kawung pada umumnya diberi nama berdasarkan size atau ukuran besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang ada didalam motif tersebut.

Contoh: motif batik Kawung Picis adalah motif batik kawung yang tersusun dan tertata oleh bentuk alur bulatan yang kecil. Kata Picis berasal dari mata uang senilai 10 senyang yang bentuknya relatif kecil. Sedangkan motif batik Kawung Bribil adalah motif batik kawung yang tersusun atau tertata oleh bentuk yang relatif lebih besar dari motif batik kawung Picis.

Sesuai dengan namanya yaitu bribil, merupakan mata uang yang bentuknya relatif lebih besar dari picis dan memiliki nilai setengah sen.

Berdasarkan bentuknya motif batik kawung yang memiliki bentuk bulat-lonjong yang cenderung lebih besar dari motif batik Kawung Bribil disebut Kawung Sen. Motif Batik Semen Rama Batik tulis semen rama seringkali dimaknai oleh para pecinta batik nusantara sebagai wujud dari sebuah “kehidupan yang ber semi” (kata semi artinya makmur atau berkembang). Ada beberapa jenis ornamen utama pada motif batik semen. Yang pertama, ornamen yang memiliki hubungan dengan daratan, seperti binatang berkaki empat atau tumbuhan.

Kedua, ornamen yang memiliki hubungan dengan udara, seperti burung, garuda, dan megamendung. Ketiga, ornamen yang memiliki hubungan dengan laut dan air, seperti ikan dan katak. Jenis-jenis ornamen tersebut kemungkinan besar mempunyai hubungan dengan prinsip Triloka atau Tribawana. Prinsip tersebut merupakan ajaran mengenai adanya tiga dunia yaitu dunia tengah tempat manusia menjalani kehidupan, dunia atas atau nirwana merupakan tempat tinggal para dewa dan orang suci, serta dunia bawah yang merupakan tempat orang dimana jalan hidupnya dipenuhi angkara murka.

Selain memiliki makna tersebut motif batik Semen Rama (dibaca; Semen Romo) itu sendiri seringkali dihubung-hubungkan dengan kisah cerita Ramayana yang penuh dengan ajaran Hastha Brata atau ajaran suci keutamaan yang di lalui dengan delapan jalan. Ajaran tersebut merupakan nasehat keutamaan dari seorang Ramawijaya kepada sang Wibisana saat dinobatkan menjadi pemimpin atau raja di kerajaan Alengka. Sehingga kata “Semen Romo” mengandung arti sifat utama yang seharusnya dimiliki oleh para raja atau pemimpin rakyat.

Motif Batik Sida Asih Motif Batik Sidoasih masuk kedalam salah satu jenis batik kraton. Batik sidoasih berasal dari bahasa Jawa yaitu “sido” dan “asih”.

Kata “Sido” mempunyai arti terus menerus/jadi/berkelanjutan. Sedangkan kata ”asih” mempunyai arti kasih sayang. Sehingga batik Sidoasih dapat kita artikan sebagai perlambang suatu kehidupan manusia yang penuh cinta kasih dan sayang, menentramkan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Didalam adat Jawa, batik Sidoasih ini sering dipakai pada acara pernikahan, dimana kain batik dengan motif Sidoasih ini digunakan sebagai busana malam pengantin. Dengan mengenakan motif batik Sidoasih, maka kedua pengantin memiliki harapan untuk mampu menjalani kehidupan barunya dengan lebih harmonis, serta semakin romantis penuh cinta kasih. Motif Batik Sida Mukti batik sidomukti boket – macam macam motif batik Indonesia Motif Batik SidoMukti merupakan motif batik yang dibuat berasal dari pewarna soga alam.

Seringkali digunakan untuk busana pengantin dalam upacara pernikahan. Unsur motif batik sidomukti yang terkandung didalamnya yaitu motif gurda. Motif yang memiliki awalan sida (dibaca sido) merupakan jenis motif yang banyak digunakan oleh batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik pengrajin batik. Kata “sida” itu sendiri memiliki arti jadi/menjadi/terlaksana.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Dengan demikian, jenis batik yang memiliki awalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa terlaksana. Salah satunya adalah batik sida mukti, yang mempunyai harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Motif Batik Tambal Kata Tambal mempunyai bermakna menambal atau memperbaiki suatu hal yang rusak.

Dalam suatu proses perjalanan sebuah kehidupan, manusia harus mampu instrospeksi diri atau memperbaiki dirinya guna menuju satu kehidupan yang lebih bahagia, baik secara lahir maupun batin.

Sejak dulu, kain motif batik tambal dipercaya dapat membantu kesembuhan orang yang sedang sakit. Salah satu caranya yaitu dengan menyelimuti orang yang sakit tersebut dengan kain batik dengan motif tambal. Mitos atau kepercayaan masyarakat jawa ini muncul karena orang yang sedang sakit dianggap memiliki sesuatu “yang kurang”, sehingga untuk proses pengobatannya perlu “ditambal”.

Motif Batik Sudagaran Batik jenis ini merupakan motif larangan dari warga keraton, sehingga membuat seniman dari para saudagar untuk menciptakan suatu motif baru yang sesuai selera dengan masyarakat saudagar. Mereka juga merubah motif larangan dimana motif tersebut dapat digunakan oleh masyarakat umum. Motif batik Sudagaran umumnya mempunyai kesan “berani” dalam pemilihan warna dan bentuk, penggunaan terhadap benda alam atau satwa, maupun kombinasi corak warna yang dominan ddengan warna soga dan biru tua.

Motif Batik Sudagaran ini menyajikan kualitas yang mumpuni dalam proses pengerjaan batik serta tingkat kerumitannya dalam menyajikan ragam desain yang baru. Para pengrajin batik Sudagaran melakukan kreasi terhadap batik keraton dengan menambahkan isen-isen yang cukup rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik/titik) sehingga menambahkan kesan batik yang lebih indah.

Motif Batik Petani Motif batik petani merupakan jenis batik yang dibuat sebagai selingan atau side job para ibu rumah tangga di rumah saat tidak berangkat ke sawah atau disaat waktu senggang saja. Batik yang dihasilkan lebih kasar dan memiliki aksen kaku serta tidak halus. Motif batik petani secara turun temurun akan menyesuaikan dengan ciri khas budaya daerah masing-masing dan juga batik petani ini biasanya dikerjakan oleh para ibu rumah tangga secara secara tradisional karena memang hanya digunakan untuk mengisi waktu luang saja.

Untuk cara pewarnaannya pun mengikuti pola batik sudagaran. motif batik motif batik indonesia
Salah satu karya seni legenda yang ada di Indonesia adalah batik. Kain khas yang unik dan memiliki corak beragam sesuai daerahnya. Motif Batik ini ada banyak banget di Indonesia. Dengan berbagai macam suku yang ada di Indonesia, mengakibatkan banyak sekali motif batik di negeri ini.

Hampir tiap daerah di Indonesia ini memiliki motifnya sendiri. Contohnya saja ada batik Jogja, batik Pekalongan, batik Solo, batik Bali, batik Aceh, dan batik dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, di satu daerah itu, nggak cuma ada satu motif aja lho. Ada beberapa motif yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Nah, kain batik ini, batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik sudah mulai banyak lagi yang menggunakan.

Batik mulai dijadikan sebagai pilihan berpakaian saat ini, entah itu untuk acara formal maupun non-formal.

Buat kamu yang masih penasaran dengan apa saja motif batik yang ada di Indonesia, berikut ini beberapa motifnya. Tapi masih sedikit sekali yang akan disampaikan dalam artikel ini. Kalau mau lebih lengkap, mungkin kamu bisa mengunjungi Museum Batik yang ada di Jogja. Isi Artikel • 1. Motif Batik Kawung • 2. Motif Batik Parang • Parang Rusak • Parang Rusak Barong • Parang Klitik • Parang Kusumo • Parang Tuding • Parang Curigo • Parang Centung • Parang Pamor • 3.

Motif Batik Sekar Jagad • 4.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Motif Batik Tanjung Gedhe • 5. Motif Batik Rujak Senthe • 6. Motif Batik Ceplok • Ceplok Sawot • Ceplok Klitik • 7.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Batik Mega Mendung • 8. Batik Sogan • 9. Batik Tujuh Rupa • 10. Batik Priangan • 11. Batik Lasem 1. Motif Batik Kawung smp-prosit.com Motif Kawung merupakan salah satu motif batik dari Kota Solo.

Bentuk motifnya bulat lonjong, mirip seperti kawung. Terus apa itu Kawung? Kawung adalah sejenis buah yang mirip dengan kelapa, atau mungkin kamu mengenalnya kolang-kaling. Motif kawung ini memiliki makna agar manusia sia selalu ingat dari mana kita berasal. Zaman dahulu, motif ini dipakai oleh orang dari kerajaan.

Seorang pejabat kerajaan yang memakai motif batik ini akan melambangkan pribadi seorang pemimpin. Pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hati nurani. 2. Motif Batik Parang Motif parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia lho. Kata parang sendiri sebenarnya memiliki arti pereng, kalau bahasa Indonesia adalah lereng atau tebing.

Ciri khas dari motif batik parang adalah susunan diagonal motif yang berbentuk seperti huruf S. Susunan motif yang saling menjalin, melambangkan kesinambungan. Sedangkan bentuk huruf S nya itu diambil dari bentuk ombak, filosofinya adalah semangat yang nggak pernah mati.

Nah, ternyata ada yang unik dari motif batik parang. Motif ini punya beberapa bentuk yang dikenal oleh masyarakat. Parang Rusak Jenis motif parang yang pertama adalah parang rusak, motif yang diciptakan Panembahan Senopati ketika bertapa di Pantai Selatan.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Motif parang rusak dibuat dengan mengambil bentuk ombak di Pantai Selatan. Motif ini melambangkan kegigihan manusia yang di dalam dirinya melawan kejahatan dengan cara mengendalikan hawa nafsunya. Ketika manusia sudah bisa mengendalikan hawa nafsu, maka kita akan jadi orang yang bijaksana dan memiliki watak yang baik. Parang Rusak Barong smp-prosit.com Motif selanjutnya adalah parang rusak barong yang memiliki ciri ukurannya lebih besar dari parang rusak. Motif ini dibuat oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Makna dari motif ini adalah pengendalian terhadap diri sendiri yang dilakukan terus-menerus. Selain itu, kita juga harus bijaksana dalam bergerak dan berhati-hati ketika bertindak. Parang Klitik batiktopo.blogspot.com Motif parang klitik ini kalau dilihat, bentuknya lebih halus, sederhana, dan ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan motif parang rusak.

Motif ini menggambarkan kesan lembut, berlaku bijaksana, dan perilaku yang halus. Pada zaman dahulu, motif parang klitik banyak digunakan puteri raja. Parang Kusumo Motif parang kusumo merupakan sebuah motif yang menggabungkan dua bentuk yang berbeda. Motif ini terdiri dari bentuk parang yang berarti lereng dan kusumo yang artinya bunga. Pada zaman dahulu, motif batik ini hanya boleh digunakan kalangan kerajaan, keturunan raja saat ada di dalam keraton. Parang Tuding Parang tuding juga terdiri dari dua kata, yaitu parang yang berarti lereng dan tuding yang artinya menunjuk.

Kamu bisa melihat kalau motif parang yang satu ini seperti jari telunjuk yang disusun berdampingan. Parang Curigo batiktopo.blogspot.com Nah, kalau motif parang yang satu ini bentuknya terlihat seperti keris. Curigo sendiri adalah istilah lain yang digunakan untuk menyebut bilah keris yang tidak ada warangka-nya. Parang Centung Motif parang centung bisa juga disebut parang centong, memiliki bentuk yang seperti centong nasi.

Tapi, ada juga yang mengartikan parang centong ini menjadi “ wis ceta macak” atau kalau diartikan ke bahasa Indonesia sudah bisa merias diri. Parang Pamor Motif parang pamor ini mempunyai makna yang mendalam lho. Kata pamor sendiri artinya adalah aura atau energi. Jadi, orang yang menggunakan batik dengan motif ini diharapkan pamor atau auranya akan memancar. 3. Motif Batik Sekar Jagad batik.or.id Motif Batik Sekar jagad merupakan salah satu motif yang berasal dari Jogja dan Solo.

Dengan latar motif berwarna putih, melambangkan peta dunia. Nama sekar jagad bisa juga disebut “ kar jagad, “ kar” berasal dari bahasa Belanda yang berarti peta, sedangkan “ jagad” berasal dari bahasa Jawa yang artinya dunia.

Jadi, motif sekar jagad ini merupakan gambaran peta dunia. Memiliki beragam corak yang tentu saja indah dan memesona. 4. Motif Batik Tanjung Batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik batiktopo.blogspot.com Motif batik tanjung gedhe ini terinspirasi dari sebuah pohon bernama pohon tanjung. Pohon ini biasa ditanam oleh orang Jawa di pekarang rumah sebagai pohon peneduh. Pohon dari pohon tanjung yang rontok, biasanya dikumpulkan dan digunakan sebagai pewangi pakaian, ruangan, atau hiasan.

Bentuk dari bunga tanjung, mirip seperti motif batik tanjung gedhe ini. 5. Motif Batik Rujak Senthe batiktopo.blogspot.com Motif batik yang satu ini merupakan salah satu dari banyak jenis motif lereng. Motif lereng sendiri, seperti motif parang, memiliki motif geometris yang polanya diagonal.

6. Motif Batik Ceplok Motif batik yang satu ini merupakan sebuah motif yang menggabungkan bentuk binatang, roset, dan viarasi lainnya. Motif-motif tersebut terletak di dalam bidang geometris lingkaran atau segiempat. Motif ceplok ini memiliki banyak jenisnya, ada ceplok klitik, ceplok sawot, ceplok supit urang, ceplok cakar ayam, ceplok gandosan, ceplok peksi kirna, ceplok gendang waru, ceplok gambir saketi, ceplok lung slop, ceplok gurameh, dan masih banyak lagi jenisnya.

Ceplok Sawot batiktopo.blogspot.com Ceplok Klitik batiktopo.blogspot.com 7. Batik Mega Mendung athinadolls.blogspot.com Motif ini merupakan motif yang khas dari daerah Cirebon.

Bentuk dari motif ini menyerupai awan besar dan berwarna cerah. Biasanya, batik mega mendung mengunakan warna seperti biru, ungu, merah tua, dan hijau tua. Batik ini sangat cocok digunakan oleh semua umur dan kalangan. Karena, warna dari batiknya itu lebih terang dan memberikan kesan ceria. 8. Batik Sogan grahabatik.com Motif ini berasal dari Solo dan Yogyakarta, ciri kharnya adalah warnanya yang coklat muda. Pola gambar di batik ini menyerupai bunga dan titik.

Terdapat garis lengkungan yang memisahkan antara motif. Dahulu, batik ini digunakan oleh raja-raja di kraton karena memiliki warna elegan. Biasanya, warna yang digunakan merupakan kombinasi coklat dan hitam. 9. Batik Tujuh Rupa grahabatik.com Salah satu batik yang paling terkenal adalah batik dari Pekalongan.

Batik tujuh rupa salah satunya, memiliki warna dan motif yang sangat beragam, sehingga disebut tujuh rupa. 10. Batik Priangan ragamhandicraftrajapolah.wordpress.com Motif ini berasal dari Tasikmalaya ini cukup banyak digemari oleh laki-laki. Sebab, dengan coraknya yang rapi dan rapat. Menggunakan batik ini akan memberikan kesan yang berwibawa. Batik priangan biasanya menggunakan warna cerah pada motifnya.

Warna yang digunakan antara lain merah, biru muda, atau hijau muda. Selain warna, biasanya juga menggunakan bentuk seperti bunga, daun, rumput, dan burung. 11. Batik Lasem nokenstudio.com Seperti namanya, batik ini berasal dari daerah Lasen, tempat yang lokasinya ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Barik ini memiliki ciri khas berupa warna merah yang menyala.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Penggunaan warna tersebut karena corak batik ini sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Cina. Nah, itu tadi beberapa motif salah satu kain tradisional yang ada di Indonesia. Mungkin kamu sudah sering melihatnya dan nggak tau nama atau jenis motif apa.

Kalau ada motif lain yang kamu tau, bisa lho menghubungi masFikr biar nanti ditambahkan ke sini. Atau kalau ada salah dalam memasang gambarnya, bisa juga lho kasih tau ke batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik. Selain beragam corak, batik juga ada berbagai jenis tergantung cara membuatnya lho. Paling unik sih cara pembuatan batik tulis, rumit dan butuh waktu lama.
Batik sebagai warisan budaya Republic of indonesia memang perlu dilestarikan.

Salah satunya adalah motif batik Solo yang dikenal secara turun temurun dengan warna batik soga (kecokelatan). Batik Solo memiliki karakteristik pola tradisional pada bentuk batik cap atau batik tulisnya.

Tentunya, motif batik yang disebut sebagai batik Keraton ini terdiri dari berbagai macam motif yang penuh dengan filosofi dan makna mendalam. Ini jenis motif batik Solo dan maknanya yang perlu kamu ketahui Batik Solo termasuk batik nusantara yang paling sering dijadikan sebagai bahan kain untuk pakaian dengan konsep formal seperti pakaian kerja sampai acara pernikahan.

Batik yang diproduksi di daerah Solo berkembang sebelum memasuki abad ke-15 Masehi. Saat itu, batik Solo mulai berkembang sejak pemerintahan Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) di Keraton Pajang. Ada beberapa ciri khas dominan yang membedakan motif batik Solo dengan batik nusantara lainnya yaitu batik Solo mempunyai bentuk geometris dengan proses pengerjaan batik cap dan batik tulis. Selain itu, batik Solo masih menggunakan bahan alam dari dalam negeri yaitu soga untuk bahan pewarnanya. Sehingga warna yang dihasilkan adalah warna batik cokelat dengan kombinasi warna kekuning-kuningan.

Untuk mengetahui lebih dalam ragam motif batik Solo, simak jenis motifnya yang populer berikut ini. 1. Motif Batik Sidomukti Motif Batik Sidomukti (Foto: Pinterest) Batik Solo dengan motif Sidomukti berasal dari bahasa Jawa, “Sido” yang artinya jadi dan “Mukti” yang berarti makmur, mulia dan sejahtera.

Motif Batik ini seringkali digunakan sebagai bahan untuk busana pernikahan adat Jawa. Sehingga dengan menggunakan motif batik Solo Sidomukti, pengantin yang melangsungkan pernikahan akan membangun kehidupan baru yang dipenuhi rezeki dan bahagia selamanya. Selain itu, motif batik Sidomukti juga merupakan representasi harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sejahtera dan selalu mengingat Tuhan di masa depan.

Baca juga: v Jenis dan Sejarah Motif Batik Kawung yang Populer ii. Motif Batik Kawung Motif Batik Kawung (Foto: Pinterest) Motif batik Kawung awalnya hanya dipergunakan untuk kalangan kerajaan atau keraton sejak ditemukan pada pemerintahan Kesultanan Mataram di abad ke-thirteen. Salah satu kain batik Solo yang terkenal di Yogyakarta ini disebut sebagai batik Kawung karena bentuknya yang bulat cenderung lonjong seperti buah kolang-kaling (kawung).

Selain berbentuk buah kolang-kaling, batik Kawung juga bermakna bunga teratai yang memiliki 4 lembar daun merekah. Bagi orang Jawa, makna bunga teratai pada batik Kawung berarti lambang kesucian atau umur panjang. Baca juga: Mengenal Sejarah Batik Nusantara, Asal Usul Serta Perkembangannya di Indonesia 3. Motif Batik Truntum Motif Batik Truntum (Foto: Pinterest) Dalam prosesi pernikahan Jawa, biasanya orang tua pengantin akan menggunakan busana dengan bahan kain motif Truntum.

Batik Solo dengan motif “truntum” memiliki arti penuntun. Motif Batik Solo Truntum diciptakan Kanjeng Ratu Kencana yang merupakan permaisuri dari Sunan Paku Buwana 3. Untuk memenangkan hati Sunan kembali sejak pernikahannya dengan selir baru, Kanjeng Ratu Kencana menggambarkan goresan gambar bintang dan bunga tanjung yang kini dikenal sebagai motif Truntum.

Batik motif Truntum mempunyai makna yaitu cinta yang dapat tumbuh kembali. Baca juga: Realita Vs Ekspektasi: Daster dan Baju Tidur Batik Kudamas untuk Aktivitas Seru 4. Motif Batik Parang Motif Batik Parang (Foto: Pinterest) Batik motif Parang menjadi salah satu motif batik tertua sekaligus populer digunakan sebagai bahan pakaian formal.

Ciri khas batik Solo motif Parang adalah bentuk susunan huruf South yang saling menjalin dan tidak terputus yang melambangkan kesinambungan dan keterkaitan.

Bagi orang Jawa, motif huruf S yang menyerupai ombak berarti semangat yang tidak pernah padam. Nama Parang berasal dari kata “Pereng” yang artinya lereng. Sejak berdirinya Kerajaan Mataram Kartasura, motif Parang tumbuh menjadi lambang dari semangat yang kokoh seperti batu karang walau diterjang ombak besar. Ada 5 jenis batik Solo motif Parang yang paling dikenal yaitu Parang Rusak, Parang Barong, Parang Klitik, Parang Kusumo dan Parang Slobog. 5. Motif Batik Sawat Motif Batik Sawat (Foto: Pinterest) Motif Sawat memiliki motif menyerupai bentuk sawat atau sayap.

Motif batik ini dianggap sakral karena dahulu hanya dipakai oleh raja dan keluarganya saja. Makna pada motif batik Sawat dikaitkan dengan burung garuda sebagai sosok kendaraan untuk Dewa Wisnu dengan lambang raja atau kekuasaan. Batik Solo motif Sawat seringkali dikenakan oleh pasangan pengantin di pernikahan adat Jawa dengan artian bisa melindungi kehidupan pengguna kain motif batik Sawat. 6. Motif Batik Semen Rante Motif Batik Semen Rante (Foto: Pinterest) Batik Solo motif Semen Rante merupakan lambang cinta yang biasanya digunakan wanita ketika melakukan prosesi lamaran.

Dengan makna bahwa sejak dipinang hingga selamanya, hati wanita akan selalu terikat pada pria yang akan dinikahinya. Motif Semen Rante memiliki makna utama yaitu sebuah ikatan yang kokoh dan kuat.

batik yang menggunakan motif motif tradisional yang berasal dari dalam keraton disebut batik

Ornamen motif Semen Rante terbagi menjadi iii yaitu ornamen yang berkaitan dengan daratan seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang berkaki empat. Kedua, bentuk ornamen yang berkaitan dengan udara seperti mega mendung, garuda, dan burung.

Terakhir, ornamen yang berkaitan dengan laut dan air seperti ular, katak, dan ikan. Selain itu, motif Semen Rante juga dikaitkan dengan paham triloka dan tribuwana yaitu ajaran mengenai adanya tiga dunia. Ketiga dunia tersebut terdiri dari dunia tengah yang ditempat manusia, dunia atas yang ditempati para dewa dan kaum suci. Terakhir, dunia bawah yang ditempati oleh orang yang jalan hidupnya tidak benar serta dipenuhi angkara murka.

7. Motif Batik Satrio Manah Motif Batik Satrio Manah (Foto: Pinterest) Batik Solo motif Satrio Manah umumnya dipakai oleh wali pengantin pria ketika melakukan prosesi lamaran atau meminang mempelai wanita.

Makna penggunaan motif batik Satrio Manah berarti agar lamaran diterima oleh calon pengantin wanita beserta keluarga besarnya. Dari nama motifnya sendiri, Satrio Manah berarti seorang ksatria yang membidik pasangannya dengan busur panah.

Motif ini akan digunakan pengantin pria ketika meminang sedangkan calon pengantin wanita akan memakai motif batik Semen Rante. Itu tadi karakteristik batik Solo beserta jenis motif dan maknanya yang perlu kamu ketahui. Tentunya, kamu makin mencintai batik dengan filosofinya yang mendalam, bukan?

Hasil Susunan Dari Beberapa Motif Batik Disebut Source: https://review.bukalapak.com/fashion/motif-batik-solo-dan-filosofi-115552 Terbaru • Bagaimana Cara Memperoleh Inspirasi Atau Ide Dalam Membuat Puisi • Peraturan Jika Bantuan Ternak Mati Di Kelompok • Sikap Dan Perilaku Nasionalis Bangsa Indonesia Dapat Ditunjukkan Dengan Cara • Kirim Al Fatihah Untuk Orang Yang Dicintai • Perhitungan Rugi Laba Ternak Kamdomain_7 Etawa • Cara Mengubah Warna Tulisan Di Wa Gb • Jurnal Pemuliaan Ternak Pada Sapi Pdf • Salah Satu Cara Agar Cadangan Air Tanah Selalu Tersedia Adalah • Cara Memakai Masker Gelatin Dengan Air Hangat Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized

pisang hutan yang pelik buahnya??




2022 charcuterie-iller.com