Kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

≡ Menu • Beranda • Home • About Us • Hubungi Kami • Privacy Policy • Disclaimer • Nabi 1-5 • 1.Nabi Adam • 2.Nabi Idris • 3.Nabi Nuh • 4.Nabi Hud • 5.Nabi Shalih • Nabi 6-10 • 6.Nabi Ibrahim • 7.Nabi Luth • 8.Nabi Ismail • 9.Nabi Ishaq • 10.Nabi Ya'cub • Nabi 11-15 • 11.Nabi Yusuf • 12.Nabi Syuaib • 13.Nabi Ayyub • 14.Nabi Zulkifli • Nabi 16-20 • 16.Nabi Harun • Nabi 21-25 • 25.Nabi Muhammad Setelah berusia lima (di akhir usianya yang keempat) tahun, Nabi Muhammad SAW diantar kembali kepada ibunya.

Setahun kemudian, Nabi Muhammad SAW dibawa oleh ibunya ke Madinah, bersama-sama dengan Ummu Aiman (sahaya peninggalan ayah Nabi Muhammad SAW), dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada keluarga neneknya, Bani Adi bin Najjar dan untuk menziarahi makam ayahnya. Ditempat itu, kepada Nabi Muhammad SAW diperlihatkan rumah tempat ayahnya dirawat sampai meninggal dan pusara temat ayah Nabi Muhammad SAW dimakamkan.

Agaknya mengharukan juga cerita Aminah kepada Nabi Muhammad SAW tentang sang Ayah; Demikian terharunya, sehingga sampai sesudah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul dan berhijrah ke Madinah, peristiwa itu sering Nabi Muhammad SAW sebut-sebut. Dapat dibayangkan betapa sedih waktu itu. Setelah tinggal kira-kira satu bulan, Nabi Muhammad SAW dan ibunya kembali ke Mekah. Dalam perjalanan tiba-tiba ibu Nabi Muhammad SAW jatuh sakit dan meninggal, lalu dimakamkan di situ juga, yaitu di kota Abwa.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

Setelah pemakaman ibundanya, Nabi Muhammad SAW kembali ke Mekah dan tinggal bersama kakeknya, Abdul Muthalib. Sang Kakek adalah seorang pemuka Quraisy yang disegani dan dihormati oleh masyarakat Arab. Berkat kasih sayang Abdul Muthalib, Nabi Muhammad SAW mulai terhibur hatinya, sang kakek berpesan kepada pengasuh Nabi Muhammad SAW, Ummu Aiman dan kepada anak laki-lakinya, Abu Thalib: Namun keadaan ini tidak berlangsung lama, sebab baru tinggal selama dua tahun kakek Nabi Muhammad SAW wafat dalam usia 80 tahun; dan ketika itu Nabi Muhammad SAW baru berusia 8 tahun.

Wafatnya Abdul Muthalib, pembesar dan pemimpin yang cerdas dan bijaksana, bukan saja merupakan kemalangan bagi keluarga tetapi juga bagi segenap penduduk Mekah.

Sesuai dengan wasiat Abdul Muthalib, Nabi Muhammad SAW kemudian diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Setelah meninggal ibunya, nabi muhammad diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul muthalib. Nabi muhammad diasuh oleh kakeknya selama kurang lebih 2 tahun.

Ketika nabi berusia 8 tahun, kakek nabi muhammad meninggal. Setelah kekek nabi muhammad ( abdul muthalib) meninggal, nabi muhammad diasuh oleh pamannya yang bernama Abu thalib.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

Nabi muhmmad diasuh oleh Abu thalib hingga dewasa.
Demikian pula halnya Nabi Muhammad Saw. Setelah dilahirkan oleh ibunya, beliau disusui oleh Tsuwaibah Al-Aslamiyah selama 3 hari, sesudah penyusuan ibu beliau. Tsuwaibah adalah pelayan paman Nabi yang bernama Abi Lahab.Kemudian Nabi diserahkan oleh ibunya kepada seorang wanita Badiyah yang bernama “Halimatussa’diyah” dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin.

Tempat tinggalnya tidak jauh dari kota Makkah. Di perkampungan Bani Sa’ad inilah Nabi Muhammad Saw diasuh dan dibesarkan. Alangkah berbahagianya Halimah mendapatkan bayi Muhammad. Penghidupannya berubah menjadi baik, semula binatang ternaknya kuruskurus, kehidupannya agak menderita, dia termasuk keluarga yang miskin dan perawakannya juga agak kurus, sesuai dengan keadaan ekonominya di waktu itu. Anak kandungnya sendiri, pada mulanya sering menangis karena kelaparan dan kekurangan air susu.

Dengan pertolongan Allah Swt. setelah Nabi Muhammad berada di sisinya, binatang ternaknya berkembang-biak, tanam-tanamannya subur, penghidupannya makmur, air susunya menjadi banyak sehingga anaknya tidak merasa kelaparan lagi dan Halimah pun menjadi gemuk dan sehat. Halimah telah mendapat rahmat dari Allah Swt. dengan sebab memelihara Nabi, Halimah sangat menyayangi Muhammad seperti menyayangi anaknya sendiri.

Mula-mula menurut perjanjian Aminah (Ibu Nabi) yang bernama lengkap Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab dengan Halimah (yang mengasuh), Muhammad akan tinggal bersama Halimah selama 2 tahun saja, sesudah itu Halimah harus mengembalikan Muhammad kepada Aminah (ibu Nabi). Tetapi, rupanya setelah sampai masa perjanjian itu, Halimah masih belum sampai hati akan berpisah dengan Muhammad yang sangat disayanginya itu.

Halimah menyayangi Muhammad seperti menyayangi anak kandungnya sendiri, apalagi keberkahan hidupnya selama memelihara anakyatim (Muhammad) itu, terasa olehnya rahmat yang diberikan Allah dalam kehidupannya selama itu. Setelah sampai waktu yang 2 tahun itu, terpaksalah Halimah menyerahkan Muhammad kepada Aminah, walaupun hatinya masih berat juga berpisah dengan Muhammad. Beliau mengajukan usul lagi seperti dahulu, Halimah telah merasa malu terhadap Aminah, dan Halimah selaku seorang ibu dapat pula merasakan perasaan yang terkandung pada diri Aminah yang sudah tentu pula sangat merindukan anaknya untuk tinggal bersama.

Semenjak itu tinggallah Muhammad bersama ibunya, Aminah. Maksud membawa Nabi ke Madinah ini, pertama untuk memperkenalkan ia kepada keluarga neneknya Bani Najjar, dan kedua untuk berziarah ke makam ayahnya, ‘Abdullah bin ‘Abdul Muttalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf bin Qusaiy bin Kilab.

Kemudian diperlihatkan kepadanya rumah tempat ayahnya ketika dirawat di waktu sakit sampai meninggal, dan pusara tempat ayahnya dimakamkan. Ayah Nabi meninggal dunia sedang beliau dalam kandungan Ibunya kira-kira 6 bulan kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah ada yang berpendapat 3 bulan, umur Ayah beliau 18 tahun, dia tidak meninggalkan harta benda yang banyak yang akan diwarisi oleh puteranya, hanya beliau meninggalkan beberapa ekor unta saja.

Mereka tinggal disana kira-kira 1 bulan. Ketika akan kembali ke Makkah dan baru sampai di kampung Abwa’, tiba-tiba Aminah jatuh sakit, sehingga meninggal dan dimakamkan di sana juga. Bisa dibayangkan betapa sedih dan bingungnya Nabi Muhammad Saw. menghadapi musibah atas kematian ibundanya itu. Baru beberapa hari saja ia mendengar keluhan ibunya atas kematian ayahnya yang telah meninggalkannya sewaktu Nabi Muhammad Saw.

masih dalam kandungan, sekarang ibunya telah meninggal pula di hadapan matanya sendiri. Akibatnya, dalam usia 6 tahun ia tinggal sebatang kara, menjadi seorang yatim-piatu, tiada berayah dan tiada beribu. Setelah selesai pemakaman ibundanya, Nabi Muhammad Saw. segera meninggalkan kampung Abwa’ itu. Beliau kembali melanjutkan perjalanannya ke Makkah bersama-sama dengan Ummu Aiman. Dan sebagian sejarah mengatakan beliau kembali melanjutkan perjalanannya itu bersama Kakeknya, ‘Abdul Muttalib.

Sejarah yang lainpun mengatakan bahwa beliau kembali melanjutkan perjalanannya bersama Suwaibah. Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, membenarkan bagi apa yang antara hadapanmu dan aku memberi khabar suka dengan kedatangan seorang Rasul yang datang sesudahku nanti, yang bernama Ahmad.

Maka, tatkala datang Nabi Muhammad Saw. membawa keterangan yang nyata, mereka berkata: ini adalah sihir yang nyata” Dengan kasih sayang yang diberikan oleh kakeknya itu, Nabi Muhammad Saw. merasa terhibur dan dapat melupakan kemalangan nasibnya terhadap kematian ibunya. Keadaan ini tidak lama berjalan. Sebab, baru saja berselang 2 tahun ia merasa terhibur di bawah asuhan kakeknya, akan tetapi kakeknya yang baik hati itu meninggal pula dalam usia 80 tahun.

Nabi Muhammad Saw. ketika itu baru berusia 8 tahun. Meninggalnya ‘Abdul Muttalib itu, bukan saja merupakan kemalangan besar bagi Nabi Muhammad Saw., tetapi juga merupakan kemalangan bagi segenap penduduk Makkah. Akibat meninggalnya ‘Abdul Muttalib itu, penduduk Makkah kehilangan seorang pembesar dan pemimpin yang cerdas, bijaksana, berani dan perwira yang tidak gampang mencari gantinya.

Sesuai dengan wasiat ‘Abdul Muttalib maka Nabi Muhammad Saw. diasuh oleh pamannya Abu Talib. Kesungguhan dia mengasuh Nabi serta kasih sayang yang dicurahkannya ini, tidaklah kurang dari apa yang diberikan kepada anaknya sendiri. Baca juga: Kisah Singkat Kelahiran Rasulullah Muhammad SAW dan Silsilahnya Di antara paman Nabi Muhammad Saw.

Abu Talib termasuk salah seorang yang mempunyai anak banyak dan penghidupannya termasuk orang yang agak kurang mampu (miskin).

Pada waktu kecil, Nabi Saw. suka menggembala kambing kepunyaan orang-orang Makkah, dengan mendapatkan upah. Dengan upah tersebut cukup bagi beliau untuk bisa hidup dengannya. Pekerjaan sehari-hari Abu Talib adalah berniaga (berdagang). Kemana saja dia berjalan sering di ikuti oleh Nabi, bahkan di waktu Abu Talib pergi berdagang ke negeri Syam, maka Nabi diajak sertanya. Waktu itu Nabi berumur 12 tahun dan sebagian sejarah mengatakan 9 tahun. Sejak itulah Nabi Muhammad Saw.mulai belajar berdagang.

Abu Talib mengatakan bahwa ia tidak pernah berpisah dengan Nabi Muhammad Saw. dalam usia 8-25 tahun. Dikatakan juga, bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak pernah dusta dan tidak pernah melakukan perbuatan Jahiliyah. Pernah diajak Abu Talib untuk pergi mendatangi perayaan di hadapan berhala Hubal dengan menyembelih hewan.Nabi tidak bersedia dengan menjawab: “Tiap-tiap saya mendekati sebuah berhala, tampak kepada saya seorang laki-laki putih tinggi berteriak dengan mengatakan mundur Muhammad, jangan sentuh.” BincangSyariah.Com – Nama asli Abdul Muththalib adalah Syaibah bin Hasyim.

Ia adalah kakek Nabi Saw sekaligus orang yang mengasuhnya setelah ibunya meninggal. Disebutkan bahwa setelah Nabi Sw ditinggal wafat oleh kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah saat berusia enam tahun, beliau kemudian dirawat dan diasuh oleh kakeknya, Abdul Muththalib, dan dibantu oleh Ummu Aiman.

Dalam kitab-kitab sirah disebutkan bahwa Abdul Muththalib tidak lama mengasuh dan merawat Nabi Saw. Ia mengasuh Nabi Saw hanya dua tahun karena ketika beliau berusia delapan tahun, Abdul Muththalib meninggal. (Baca: Usia Nabi Muhammad Saat Ayahnya Meninggal) Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah kitab Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad berikut; وكفله جده عبد المطلب، وتوفي ولرسول الله صلى الله عليه وسلم نحو ثمان سنين، ثم كفله kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah أبو طالب Kemudian yang merawat Nabi Saw adalah Abdul Muththalib, dan ia wafat ketika Nabi Saw berusia sekitar delapan tahun, lalu beliau dirawat oleh pamannya Abu Thalib.

Di dalam kitab Al-Sirah Al-Halbiyah juga disebutkan sebagai berikut; وقد قيل له صلى الله عليه وسلم: يا رسول الله أتذكر موت عبد المطلب؟ قال نعم وأنا يومئذ ابن ثمان سنين وعن أم أيمن أنها كانت تحدث أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يبكي خلف سرير عبد المطلب وهو ابن ثمان سنين. ودفن بالحجون عند جده قصيّ. Dikatakan kepada Rasulullah Saw; Wahai Rasulullah, apakah engkau ingat tentang kematian Abdul Muththalib? Beliau menjawab; Iya, dan saya waktu berusia delapan tahun.

Juga dari Ummu Aiman, dia berkisah bahwa Rasulullah Saw menangis di dekat ranjang Abdul Muththalib dan waktu itu ia berusia delapan tahun. Abdul Muththalib dimakamkan di gunung Juhun di sampung kakeknya Qushay. Adapun mengenai usia Abdul Muththalib sendiri ketika ia wafat, para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.

Sebagian ulama mengatakan bahwa Abdul Muththalib meninggal pada usia sembilah puluh lima (95) tahun, sebagian mengatakan usia seratus sepuluh (110) tahun, dan sebagian lagi mengatakan usia seratus empat puluh (140) tahun. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Sirah Al-Halbiyah berikut; توفي عبد المطلب وله من العمرخمس وتسعون سنة، وقيل مائة وعشرون، وقيل وأربعون Abdul Muththalib meninggal pada usia 95 tahun, sebagian mengatakan 110 tahun, sebagian mengatakan 140 tahun.
Berikut ini adalah contoh latihan Soal PAS / UAS Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 Kurikulum 2013 terbaru Tahun Ajaran 2019/2020.

Soal PAS PAI ini sudah dilengkapi dengan kunci jawaban. Semoga soal PAS PAI ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi belajar untuk adik-adik kelas 6 dalam menghadapi UAS / PAS (Penilaian Akhir Semester) 1 Soal PAS Pendidikan Agama Islam Kelas 6 Terbaru 2019/2020 I.

Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar ! 1. Zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap orang muslim pada bulan Ramadhan adalah . a. zakat mal b. infaq c. sedekah d. zakat fitrah 2. Zakat fitrah dikeluarkan mulai . a. sejak tanggal 1 Ramadhan hingga sebelum sholat sunah Idul Fitri tanggal 1 Syawal b. bisa dilakukan kapan saja c. sejak tanggal 2 Syawal d. akhir bulan Sya'ban 3. Orang yang berhak menerima zakat fitrah disebut .

a. amil b. mustahik c. gharim d. sabilillah 4. Waktu yang utama untuk mengeluarkan zakat fitrah yaitu . a. sejak tanggal 1 Ramadhan sampai dengan akhir bulan Ramadhan b. mambayar zakat fitrah setelah terbenamnya matahari pada hari raya Idul Fitri c. sejak terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan sampai menjelang sholat led d.

sesudah sholat shubuh tanggal 1 syawal sebelum sholat Idul Fitri 5. Dasar diwajibkannya mengeluarkan zakat terdapat dalam . a. QS. An-Nisa : 27 b. QS. Al-Bagarah : 27 c. QS.An-Nisa : 77 d. QS. Al-Bagarah : 27 6. Zakat diperintahkan pada tahun ke .

a. 2 H b. 3 H c. 4 H d. 5 H 7. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah . a. mengurangi harta b. harta yang dimilikinya menjadi c. agar harta yang dimiliki menjadi bersih dan suci d. menumbuhkan sifat riya' 8. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1) Beragama islam 2) Mampu menafkahi dirinya dan keluarganya 3) Orang yang tidak berada di bawah tanggung jawab orang lain 4) Kafir 5) Murtad Dari beberapa pernyataan di atas yang merupakan syarat wajib zakat adalah .

a. 1 dan 2 b. 3 dan 4 c. 2 dan 5 d. 4 dan 5 9. Lembaga yang mengurusi zakat disebut . a. LAZIS b. LAZIF c. LAZIP d. LAZIQ 10. Membayar zakat fitrah setelah terbenamnya matahari pada hari raya Idul Fitri merupakan waktu .

a. wajib b. makruh c. mubah d. haram 11. Nabi Muhammad memiliki kepribadian yang luar biasa sehingga ia diberi gelar . a. Al-Hanin b. Al-Amin c.

Al-Hamid d. Al-Hamin 12. Sebelum Islam datang, maka zaman itu adalah zaman kebodohan yang biasa disebut dengan zaman . a. modern b. kemajuan c. kejayaan d. jahiliyah 13. Dalam perang Riddah Khulafaur Rasyidin yang ikut berperang memerangi kaum murtad adalah . a. Usman bin Affan b. Ali bin Abi Thalib c. Umar bin Khatab d. Abu bakr As-Siddiq 14.

Nabi Muhammad lahir di kota Makkah pada . a. 2 Rabiul Awal b. 2 Rabiul Akhir c. 12 Rabiul Awal d. 12 Rabiul Akhir 15.

Gelar Abu Bakar adalah . a. A Ash-Siddiq b. Al-Faruq c. Al-Amin d. Abu Thurab 16. Di bawah ini yang bukan termasuk sahabat Nabi adalah . a. Usman bin Affan b. Umar bin Khattab c. Abu bakar As- Siddiq d.

Abu Lahab 17. Khalifah yang pertama bernama . a. Ali bin Abi Thalib b. Abu Bakar As- Siddiq c. Umar bin Khatab d. Usman bin Affan 18. Istri nabi pernah berperang bersama dengan salah satu khalifah yaitu . a. Abu bakar As- Siddiq b. Usman bin Affan c. All bin Abi Thalib d. Umar bin Khatab 19.

Al-Amin memiliki arti . a. jujur b. dapat dipercaya c. benar d. mempercayai 20. Kakek Nabi Muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah . a. Muawiyah b. Abu Thalib c. Abdullah d.

Abdul Munthalib 21. Diantara Khalifah-khalifah dibawah yang memerangi Nabi palsu adalah . a. Abu Bakar As- Siddiq b. Usman bin Affan c. Umar bin Khatab d. Ali bin Abi Thalib 22. Dibawah ini merupakan nama-nama yang mengaku menjadi Nabi, kecuali . a.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

Musailamah Al Kazaab b. Thulaihah c. Sajah Tamimiyah d. Bilal bin Rabbah 23. Ali bin Abi Thalib menikah dengan putri Nabi yang bernama . a. Fatimah Az-Zahra b. Halimah c. Aisyah d. Khadijah 24. Hasan bin Ali adalah salah satu . Nabi Muhammad SAW. a. cucu b. anak c. sepupu d. paman 25. Pengertian Khulafaur Rasyidin adalah . a. Pemimpin pengganti Nabi b. yang memusuhi Nabi c. Pemimpin Negara d. Sahabat Nabi 26. Khalifah yang bergelar Amirul Mukminin adalah . a. Ali bin abi Thalib b. Abu bakar As- Siddiq c.

Umar bin Khatab d. Usman bin Affan 27. Abu Bakar mendapat gelar As-Siddiq karena . a. kejujurannya b. kewibawaannya c. ketampanannya d. kepeduliannya 28. Sahabat yang tumbuh besar bersama Nabi Muhammad SAW adalah . a. Abu Bakar b. Umar bin Khatab c. Usman bin Affan d. Ali bin abi Thalib 29. Surat Al-Maidah berdasarkan dari jumlah ayatnya termasuk jenis kategori . a. At-Tiwal b. Al Mufassal c. Al Mi’un d.

Al Matsani 30. Arti kata dari lafadz Al-Maidah adalah . a. Hewan ternak b. Sapi betina c. Pembuka d. Hidangan 31. Ayat ke dua dari surah Al-Maidah berisi tentang perihal . a. Mencintai masyarakatnya b. Patuh pada pemimpin kebaikan c. Saling bantu dalam kemungkaran d. Saling tolong menolong dalam kebaikan 32. Bertemunya harakat fathah dengan huruf alif disebut dengan bacaan . a. idzhar b. mad thabi’i c. idgham d. Iqlab 33. Kaum Anshar menolong kaum Muhajirin yang kesusahan setelah melakukan hijrah.

Hal ini disebabkan . a. kaum Anshar merasa bahwa kaum Muhajirin adalah saudaranya b. mengharapkan imbalan apabila kaum Muhajirin telah kembali ke Makkah c. agar mendapatkan pujian dari Rasul d. kaum Muhajirin mengemis untuk dikasihani 34. Kata naffasa dalam hadis Bukhari Muslim berarti .

a.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

menyempitkan b. melapangkan c. menyederhanakan d. meyakinkan 35. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, maka dari manusia disebut juga sebagai . a. makhluk pribadi b. makhluk sosial c. makhluk pribumi d. masyarakat 36. Orang-orang yang berjuang di jalan Allah disebut .

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

a. Ibnu sabil b. Gharim c. Amil d. Fisabilillah 37. Orang yang baru masuk islam disebut . a. Gharim b. Fakir c. Muallaf d. Fisabilillah 38. Yang dimaksud keluarga muzaki adalah .

a. orang yang mempunyai harta b. keluarga dari orang yang mengeluarkan zakat c. orang yang baru masuk islam d. orang yang berjuang di jalan Allah 39. Contoh makanan pokok yang yang digunakan untuk zakat fitrah yaitu .

a. gandum, ikan, apel b. sayur, telur, beras c. beras, gandum, jagung d. sayur, telur, jagung 40. Hikmah mengeluarkan zakat adalah . a. mendorong manusia untuk berjiwa sosial dan peduli kepada sesama b. mendorong manusia untuk berbuat riya’ c.

menjadi orang yang suka memberi d. melatih menjadi orang yang suka bersedekah II. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar ! 1. Zakat fitrah disebut juga dengan zakat . 2. Orang yang mengeluarkan zakat disebut . 3. Membayar zakat termasuk rukun .

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

4. Paman dari Nabi Muhammad SAW adalah . 5. Muhammad diutus oleh Allah untuk menjadi . 6. Tahun kelahiran Nabi Muhammad diperingati sebagai hari . 7. Khulafaur Rasyidin adalah . 8. Khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib adalah .

9. Membaca Al-Qur'an diawali dengan bacaan isti'azah yaitu . 10. Allah swt melarang kita tolong menolong dalam hal . III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas dan benar! 1. Jelaskan pengertian zakat menurut istilah ! Jawab : . . 2. Sebutkan 8 golongan yang berhak menerima zakat ! Jawab : .

. 3. Jelaskan perbedaan zakat fitrah dan zakat mal! Jawab : . . 4. Sebutkan 3 syarat wajib zakat fitrah ! Jawab : . . 5. Bagaimana tata cara melaksanakan zakat fitrah? Jawab : . . 6. Mengapa Umar bin Khatab diberi gelar Amirul Mukminin?

Jelaskan! Jawab : . . 7. Tuliskan yang kamu ketahui tentang Usman bin Affan! Jawab : . . 8. Apa tujuan dari tolong menolong ? Jawab : . . 9. Sebutkan dalam hal apa saja kita diperintahkan tolong-menolong!

Jawab : . . 10. Sebutkan 3 contoh perbuatan tolong menolong yang dilarang oleh agama Islam! Jawab : . . Kunci Jawaban Room I 1. d. zakat fitrah 2. a. sejak tanggal 1 Ramadhan hingga sebelum sholat sunah Idul Fitri tanggal 1 Syawal 3. b. mustahik 4. d. sesudah sholat shubuh tanggal 1 syawal sebelum sholat Idul Fitri 5.

c. QS.An-Nisa : 77 6. a. 2 H 7. c. agar harta yang dimiliki menjadi bersih dan suci 8. a. 1 dan 2 9. a. LAZIS 10. d. haram 11. b. Al-Amin 12. d. jahiliyah 13. d. Abu bakr As-Siddiq 14. c. 12 Rabiul Awal 15. a. A Ash-Siddiq 16. d. Abu Lahab 17. b. Abu Bakar As- Siddiq 18. c. All bin Abi Thalib 19.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

b. dapat dipercaya 20. d. Abdul Munthalib 21. a. Abu Bakar As- Siddiq 22. d. Bilal bin Rabbah 23. a. Fatimah Az-Zahra 24. a. cucu 25.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

a. Pemimpin pengganti Nabi 26. c. Umar bin Khatab 27. a. kejujurannya 28. d. Ali bin abi Thalib 29. a. Al-Tiwal 30. d. Hidangan 31. d.

Saling tolong menolong dalam kebaikan 32. b. mad thabi’i 33. a. kaum Anshar merasa bahwa kaum Muhajirin adalah saudaranya 34. d. meyakinkan 35. b. makhluk sosial 36. d. Fisabilillah 37. c.

Muallaf 38. b. keluarga dari orang yang mengeluarkan zakat 39. c. beras, gandum, jagung 40. a. mendorong manusia untuk berjiwa sosial dan peduli kepada sesama Kunci Jawaban Room II 1. nafs 2. muzaki 3. Islam 4. Abu Thalib 5. Nabi dan Rasul 6. Maulid Nabi 7. pemimpin pengganti Rasulullah SAW untuk melanjutkan dakwah 8. Usman bin Affan 9. Ø£َعُÙˆْØ°ُ بِاللهِ Ù…ِÙ†َ الشَّÙŠْØ·َانِ الرَّجِÙŠْÙ…ِ 10. kejahatan Kunci Jawaban Room III 1. Zakat adalah ukuran atau kadar harta tertentu yang harus dikeluarkan oleh pemiliknya untuk diserahkan kepada golongan atau orang-orang yang berhak menerimanya 2.

fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, fisabilillah, ibnu sabil 3. zakat fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim sejak tanggal 1 Ramadhan samoai dengan akhir Ramadhan sebelum sholai Idhul Fitri.

Zakat mal adalah zakat yang harus dikeluarkan dari sebagian harta yang dimiliki muslim setelah mencapai syarat-syarat tertentu dan dapat dibayarkan kapan saja. 4. Islam, merdeka, mampu 5. persiapan zakat fitrah, niat zakat fitrah, pelaksanaan zakat fitrah 6. gelar Amirul Mukminin karena mencerminkan pemimpinnya orang-orang mukmin 7.

Usman bin Affan adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi Khulafaur Rasyidin ke-3 8. untuk menjalin kerukunan hidup dengan orang lain 9. dalam hal kebaikan 10. Tolong menolong dalam hal menyontek, tolong menolong untuk mencuri, tolong menolong untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah Khanza Aulia 06 Maret, 2020 Ini Soal PAS/UAS Kelas 6 Semester 1 Tahun Ajaran 2019/2020. Untuk Soal PTS/UTS Kelas 6 Semester 2 bisa klik tulisan di bawah ini ⇩ Soal PTS/UTS PAI Kelas 6 Semestert 2 Tahun Ajaran 2019/2020 Untuk menambah wawasan, pelajari juga soal-soal PTS/PAS Pendidikan Agama Islam Kelas 6 yang sudah JURAGAN LES bagikan (✷‿✷) Hapus Terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana ini.

Silahkan tulis komentar Anda. Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Demi kesehatan blog ini, mohon maaf jika ada komentar yang harus saya hapus karena mengandung broken link (biasanya komentar tanpa nama komentator/Unknown/Tidak Diketahui/Profile Not Available).

Jadi . kalau ingin berkomentar gunakan AKUN DENGAN NAMA yaaa. Sekian dan terima kasih :)
JIC – Kaisar Romawi, Heraclius, pernah bertanya kepada Abu Sufyan tentang nasab Nabi Muhammad, كَيْفَ نَسَبُهُ فِيكُمْ قُلْتُ هُوَ فِينَا ذُو نَسَبٍ‏.‏ “Bagaimana nasab laki-laki itu di kalangan kalian?” “Ia adalah seorang yang memiliki nasab terhormat”, jawab Abu Sufyan yang saat itu masih kafir.

(al-Anwar fi Syama-il an-Nabi al-Mukhtar, Bab Alamat Nubuwatihi ﷺ, Hadits No:36). Ya, Nabi kita Muhammad memang sosok yang komplit. Menarik penampilannya.

Fasih tutur katanya. Mulia pergaulannya. Lembut tabiatnya. Tak pernah berdusta. Dan memiliki garis keturunan mulia. Sehingga pengakuannya sebagai Nabi tidak dituduh untuk cari tenar. Karena keluarganya sudah terkenal dengan keutamaan.

Bukan untuk panjat sosial. Karena kedudukan sosialnya sudah tinggi sejak buyut-buyutnya. Tak ada celah bagi orang-orang untuk menolak apa yang kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah sampaikan.

Kecuali kesombongan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki silsilah nasab mulia.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

Ayah, kakek, buyut, dan terus ke atas, masing-masing adalah tokoh dan pemuka di zamannya. Mereka semua menduduki tempat mulia di masyarakat Arab. Mereka dikenal dengan kebijaksanaan, keberanian, kepemimpinan, kedermawanan, dan se-abrek keutamaan lain. Berikut ini profil singkat dari kakek dan buyut Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ma’ad Ma’ad adalah seorang keturunan Nabi Kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah ‘alaihissalam yang ahli dalam pertempuran.

Tidak satu pun perang yang ia ikuti, kecuali membawa kemenangan. Tak pernah ia merasakan kekalahan. Karena besarnya pengaruhnya dan kuatnya ketokohannya, ia sampai dikuniahi Abul Arab (bapaknya Arab).

Nizar Nizar adalah seorang yang paling tampan di zamannya. Tak hanya modal ganteng saja, ia juga seorang yang paling menonjol kecerdasannya. Mudhar Secara bahasa, mudhar (مُضَر) kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah madhir (مَاضِر).

Artinya yang orang yang memberikan bahaya. Ia juga dikenal dengan ketampanannya. Setiap orang yang melihatnya pasti jatuh hati padanya. Mudhar adalah orang pertama yang menunggang unta sambil bernyanyi. Karena ia pemilik suara emas. Nyanyiannya bertujuan memberi semangat si onta yang sedang menempuh perjalanan di safar yang panjang.

Di antara ucapan hikmah yang diriwayatkan darinya adalah “Sebaik-baik kebaikan adalah yang disegerakan. Persiapkan diri kalian menghadapi rintangannya. Dan alihkan dari hal-hal yang merusaknya. Karena pembatas antara kebaikan dan kerusakan hanyalah kesabaran.” Ilyas Bagi masyarakat Arab, kedudukan Ilyas seperti kedudukan Lukman al-Hakim. Seorang bijak yang dikisahkan dalam Alquran. Di antara ucapannya adalah “Siapa yang menanam kebaikan, ia akan memanen kebhagiaan.

Siapa yang menanam keburukan, ia akan panen penyesalan.” Fihr Fihr dialah yang disebut Quraisy dan nenek moyang orang-orang Quraisy.

Keturunan Nabi Ismail yang berada di atas Fihr, disebut Kinani (keturunan Kinanah). Sedangkan keturunan beliau yang lahir setelah Fihr disebut Quraisy. Semua kabilah-kabilah Quraisy, nasabnya bertemu pada dirinya.

Fihr adalah seorang yang mulia lagi dermawan. Ia tidak menunggu orang datang untuk meminta kepadanya. Dialah yang mendatangi mereka, memeriksa kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah, dan melihat siapa yang membutuhkan.

Lalu ia cukupi kebutuhan mereka dengan hartanya. Di antara sahabat Nabi yang nasabnya bertemu dengan Nabi pada Fihr adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah radhiallahu ‘anhu. Ka’ab Ka’ab merupakan kakek keenam Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Ka’ab pernah mengumpulkan kaumnya di Hari Arubah. Hari yang penuh rahmat. Yaitu hari Jumat.

Ia menyebut-nyebut tentang akan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berikan kabar pada kaumnya kalau nabi tersebut dari keturunannya. Tak lupa ia perintahkan agar kaumnya mengikuti nabi tersebut.

Murrah Murrah adalah kakek keenam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kakek keenam juga dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu. Pada dirinya pula nasab Imam Malik rahimahullah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kilab Nama sebenarnya adalah Hakim. Ada juga yang mengatakan Urwah. Namun ia dilaqobi dengan Kilab (yang artinya anjing) karena sering berburu dengan menggunakan anjing. Kilab merupakan kakek ketiga dari Ibu Nabi, Aminah binti Wahb. Pada Kilab-lah nasab ayah dan ibu Nabi Muhammad bertemu.

Dialah yang menamai bulan-bulan Arab seperti yang kita kenal sekarang. Membuat pengaturan bulan menunjukkan kecerdasan. Kemudian dijadikan rujukan masyarakat Arab setelahnya menunjukkan kedudukan dan pengaruhnya yang kuat.

Qushay Qushay dilahirkan pada tahun 400 M. Nama aslinya adalah Zaid. Ia digelari Mujammi’ (pemersatu) karena berhasil menyatukan kabilah-kabilah Quraisy di Mekah. Sebelumnya, kabilah ini tinggal terpisah-pisah.

Mereka membentuk koloni-koloni kecil di puncak-puncak bukit. Kekuatan mereka pudar. Terpojok oleh orang-orang Khuza’ah. Kemudian ia himpun anak keturunan Fihr ini. Lalu menjadi kekuatan baru di Mekah yang menandingi Khuza’ah. Apa yang diakukan Qushay ini luar biasa. Pencapaian yang tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang yang memiliki jiwa yang teguh dan tekad yang kuat. Setelah mengembalikan kekuasaan putra-putra Nabi Ismail atas Kota Mekah, Qushay melakukan reformasi di tanah suci itu.

Ia tercatat sebagai orang pertama yang melakukan perbaikan Ka’bah setelah Nabi Ibrahim. Qushay membuat menajemen tanah suci. Ia membuat Hijabah yang mengatur pergantian kiswah. Ada Siqayah yang bertugas memberi minum untuk jamaah haji.

Dan ada Rifadah yang bertugas menyediakan makanan untuk tamu-tamu Allah itu. Lalu ia membuat Nadwah sebagai dewan syura. Semua permasalahan masyarakat dimusyawarahkan di rumahnya. Demikian juga dengan masalah akad pernikahan dan permasalahan pertempuran.

Rumahnya ibarat Gedung serbaguna tempat pertemuan orang-orang Arab. Ada yang mengtakan, ia dilaqobi dengan Qushay karena terpisah jauh dengan keluarga dan kampung halamannya. Setelah ayahnya wafat, ia berkelana menuju Syam. Karena itu, Hudzafah bin Ghanam mengatakan, “Ayah kalian (orang-orang Quraisy) yang bernama Qushay disebut sebagai pemersatu. Dengan perantara dirinya, Allah satukan kabilah-kabilah dari keturunan Fihr.” Saat menjelang wafat, Qushay melarang anak-anaknya untuk menenggak khamr.

Karena ia tahu persis mudharatnya. Dan yang pertama ia perhatikan adalah orang-orang terdekatnya. Qushay wafat pada tahun 480 M. Usianya saat itu 80 tahun. Abdu Manaf Nama aslinya adalah al-Mughirah. Ia adalah seorang yang rupawan. Orang-orang Quraisy menyebutnya dengan al-Fayyadh (melimpah) karena kedermawanannya yang luar biasa.

Dia juga merupakan kakek keempat dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Dan kakek kesembilan dari Imam asy-Syafi’I rahimahullah.

Hasyim Namanya adalah Amr bin Abdu Manaf. Disebut Amr karena tingginya kedudukannya. Di antara anak keturunan Abdu Manaf, Hasyim-lah yang dimuliakan oleh kaumnya dengan pemuliaan setara dengan ayahnya. Lalu mengapa Amr dipanggil Hasyim? Suatu ketika, masyarakat Quraisy ditimpa wabah kelaparan. Karena kemarau panjang melanda daratan padang pasir yang panas itu. Melihat kondisi ini, Hasyim tak tinggal diam.

Ia berangkat menuju Syam. Membeli bahan makanan pokok yang dibutuhkan kaumnya. Sepulangnya dari Syam, ia bawa gandum dan roti. Kemudian ia bagi-bagikan ke penduduk Mekah. Ia juga menyembelih hewan, lalu dagingnya dijadikan adonan roti daging (tsarid). Semua itu ia lakukan demi melayani kaumnya. Ia terus menyetok makanan untuk Mekah selama satu tahun lamanya. Luar biasa! Jasa dan perananannya begitu besar bagi masyarakat Mekah. Harta yang ia dapatkan bukan ditumpuk kemudian mendapat gelar orang terkaya.

Tapi hart aitu ia tebar. Agar terasa keberkahan untuk orang-orang di sekitarnya. Ia menjadi orang yang bermanfaat bukan hanya bagi keluarga, tapi bagi masyarakat secara luas.

Karena kedermawanannya inilah ia disebut Hasyim ats-tsarid (sang pembagi-bagi roti daging). Ia digelari Sayyidul Bath-ha’. Kedermawanannya terus saja dirasakan masyarakat baik dalam kondisi lapang apalagi sulit.

Dialah seorang yang kaya raya. Yang mengokohkan kebenaran. Dan membuat tenang orang yang ketakutan. Ia adalah orang pertama yang membuat inisiatif perdagang Quraisy di dua rute yang legendaris. Perjalanan di musim dingin menuju Yaman dan Habasyah.

Dan di musim panas menuju Syam. Karena begitu melegendanya kebiasaan safar ini, sampai-sampai Allah Ta’ala mengabadikannya di dalam Alquran: لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ – إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ – فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ – الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” [Quran Quraisy: 1-4].

Hasyim wafat di Kota Gaza di negeri Syam dalam perjalanan dagangnya tahun 510 M. Abdul Muthalib Ia adalah satu-satunya putra Hasyim. Ibunnya bernama Salma binti Zaid an-Najjariyah. Sebenarnya, Abdul Muthalib bukanlah nama aslinya. Namanya adalah Syaibah al-Hamd. Syaibah artinya uban. Karena saat dilahirkan ada rambut putih di kepala Abdul Muthalib.

Dinamakan al-Hamd (pujian) karena diharapkan ia menjadi orang yang terpuji di tengah kaumnya. Lalu mengapa ia lebih dikenal dengan Abdul Muthalib? Dalam perjalanan safar dagang ke Syam Ayah Syaibah, Hasyim bin Abdu Manaf, singgah di Yatsrib (Kota Madinah sekarang). Di sana ia menikah dengan perempuan penduduk setempat dari Bani Najjar, namanya Salma bin Zaid. Tak lama setelah menikah, Hasyim melanjutkan perjalanan ke Syam.

Ternyata ia wafat di sana. Beberapa lama kemudian, saudara-saudara Hasyim: al-Muthalib, Naufal, dan Abdu Syams, mendengar kabar bahwa mereka memiliki keponakan di Yatsrib. Mereka bersepakat agar anak saudaranya itu dijemput untuk tinggal bersama keluarganya di Mekah. Diutuslah al-Muthallib untuk menjemputnya. Setibanya di Mekah, al-Muthalib membonceng keponakannya, Syaibah.

Saat itu, Syaibah kecil tampak kotor dan kusam kurang terurus. Padahal ia putra bangsawan dan dan orang terkaya di Mekah. Orang-orang bertanya, “Siapa ini”? “Hamba sahayaku,” jawab al-Muthallib.

Ia malu. Jangan sampai nama baik saudaranya rusak karena dianggap menyia-nyiakan anaknya. Karena itu, Syaibah lebih dikenal dengan Abdul Muthalib (hambanya al-Muthalib). Laqob ini kian masyhur. Hingga ia dikenal dengan sebutan itu. Bukan dengan nama aslinya. Abdul Muthallib adalah seorang yang makbul doanya.

Pribadi yang sangat penyantun. Sampai-sampai terhadap hewan. Ia sering membawa piring besar hidangannya menuju puncak bukit untuk memberi makanan burung-burung dan hewan-hewan liar. Oleh karena itu, ia digelari al-Fayyadh (yang melimpah). Gelaran yang sama dengan kakeknya, Abdu Manaf. Abdul Muthalib seorang yang disegani masyarakat Quraisy.

kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah

Tokoh besar dan orang terhormat di tengah mereka. Ia juga seorang yang bijak. Menjadi rujukan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Dialah orang pertama yang beribadah di Gua Hira. Saat bulan Ramadhan tiba, ia pergi ke Hira. Di sana ia memberi makan orang-orang miskin.

Kakek Nabi Muhammad ini memiliki usia yang cukup panjang. Ada yang mengatakan 100 tahun. Bahkan ada yang mengatakan lebih dari itu. Kebijaksanaannya berusaha ia turunkan pada anak-anaknya. Ia perintahkan kakek nabi muhammad yang mengasuh nabi setelah ibunya wafat adalah untuk meninggalkan perbuatan zalim dan jahat. Memotivasi mereka untuk berakhlak mulia.

Melarang mereka mengerjakan hal-hal yang rendah. Menurut Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, di akhir hayatnya, Abdul Muthallib meninggalkan paganisme. Dan kembali menauhidkan Allah. Namun pernyataan beliau ini perlu kita kaji lebih mendalam lagi dengan membandingkan pendapat dan riwayat dari sejarawan lainnya.

Ghaflun Nasabah mengatakan, “Abdul Muthallib adalah seorang yang berkulit putih. Berpostur tinggi dan tampan. Memiliki wibawa bagai seorang raja.

Anak-anaknya biasa mengelilingnya karena menghormatinya. Dan dialah yang menggali sumur zam-zam setelah lama terpendam. Kemudian ia beri minum jamaah haji dari sumur tersebut.

Ia adalah sosok yang begitu berwibawa dan terhormat di mata Quraisy. Bahkan di seluruh Jazirah Arab.” Saat ia memiliki cucu yang bernama Muhammad bin Abdullah, ia muliakan cucunya yang masih kecil itu. Ia berkata, إن لابني هذا لشأنًا عظيما “Sungguh cucuku ini akan memiliki perkara yang besar.” Penutup Kita bisa membayangkan, dua belas orang kakek Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang mulia.

Orang-orang berjasa pada bangsa dan masyarakatnya. Belum lagi kalau kita turut sertakan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim, semakin mulia nasab beliau.

Saat ini, apabila ada satu orang dari bagian keluarga berjasa, maka masyarakat satu bangsa akan menghargai keturunannya. Orang akan menyebut, “Oh. dia anak proklamator. Oh. dia cucunya proklamator.” “Dia adalah anak atau cucu dari Kiyai Fulan.” Itu satu saja yang berpengaruh dari kalangan keluarganya.

Bagaimana dengan Nabi Muhammad? Belasan orang dari silsilah nasabnya adalah tokoh semua. Berpengaruh semua. Dan berjasa semua. Alangkah mulianya kedudukan Nabi Muhammad di tengah kaumnya. Namun, tatkala Nabi Muhammad mendapat wahyu. Mendakwahkan sesuatu yang bertentangan dengan tradisi kaumnya.

Semua tak lagi memandang nenek moyangnya. Itulah beratnya tugas dakwah. Menyampaikan kebenaran. Memperbaiki keadaan masyarakat. Sumber : kisahmuslim.com // MixStream Flash Player, http://mixstreamflashplayer.net/ var flashvars = {};flashvars.serverHost = "jic.onlivestreaming.net:9449/1";flashvars.getStats = "";flashvars.autoStart = "1";flashvars.textColour = "";flashvars.buttonColour = "";var params = {};params.bgcolor= "";params.wmode="transparent";

Apa Agama Yang Dianut Paman Nabi, Abu Thalib? - Buya Yahya Menjawab




2022 charcuterie-iller.com