Dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Jakarta - Sejarah Islam berisi nama-nama besar yang membantu penyebaran agama ini di dunia. Nama-nama ini jugalah yang membantu peradaban Islam menjadi salah satu yang terbesar. Salah satunya adalah Daulah Abbasiyah yang kadang disebut Abbasids.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Dikutip dari tulisan Prestasi Abbasiyah dalam Bidang Peradaban dari Hj Betti Megawati, MAg, dinasti ini memiliki 37 khalifah. "Abbasiyah telah melewati fase-fase sejarah, mengukir nama dalam lembaran sejarah sebagai dinasti yang telah membawa dunia muslim ke era keemasan (golden age)," tulis dosen PAI Universitas Al-Washliyah Labuhanbatu ini. Baca juga: Ijtihad Menurut Bahasa Artinya Apa? Ini Penjelasannya Berikut daftar khalifah pada masa Daulah Abbasiyah 1. Al-Saffah AH 132-136 atau AD 749-754 2.

Al-Mansur AH 136-158 atau AD 754-775 3. Al-Mahdi AH 158-169 atau AD 775-785 4. Al-Hadi AH 169-170 atau AD 785-786 5. Harun Al-Rashid AH 170-193 atau AD 786-809 6. Al-Amin AH 193-198 atau AD 809-813 7.

Al-Ma'mun AH 198-218 atau AD 813-833 8. Al-Mu'tasim AH 218-227 atau AD 833-842 9. Al-Wathiq AH 227-232 atau AD 842-847 10. Al-Mutawakkil AH 232-247 atau AD 847-861 11. Al-Muntasir AH 247-248 atau AD 861-862 12. Al-Musta'in AH 248-252 atau AD 862-866 13. Al-Mu'tazz AH 252-255 atau AD 866-869 14. Al-Muhtadi AH 255-256 atau AD 869-870 15.

Al-Mu'tamid AH 256-279 atau AD 870-892 16. Al-Mu'tadid AH 279-289 atau AD 892-902 17. Al-Muktafi AH 289-295 atau AD 902-908 18. Al-Muqtadir AH 295-320 atau AD 908-932 19.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Al-Qahir AH 320-322 atau AD 932-934 20. Al-Radi AH 322-329 atau AD 934-940 21. Al-Muttaqi AH 329-333 atau AD 940-944 22. Al-Mustakfi AH 333-334 atau AD 944-946 23. Al-Muti' AH 334-363 atau AD 946-974 24. Al-Ta'i' AH 363-381 atau AD 974-991 25. Al-Qadir AH 381-422 atau AD 991-1031 26. Al-Qa'im AH 422-467 atau AD 1031-1075 27. Al-Muqtadi AH 467-487 atau AD 1075-1094 28. Al-Mustazhir AH 487-512 atau AD 1094-1118 29.

Al-Mustarshid AH 512-529 atau AD 1118-1135 30. Al-Rashid AH 529-530 atau AD 1135-1136 31. Al-Muqtafi AH 530-555 atau AD 1136-1160 32. Al-Mustanjid AH 555-566 atau AD 1160-1170 33. Al-Mustadi' AH 566-575 atau AD 1170-1180 34. Al-Nasir AH 575-622 atau AD 1180-1225 35. Al-Zahir AH 622-623 atau AD 1225-1226 36. Al-Mustansir AH 623-640 atau AD 1226-1242 37. Al-Musta'sim AH 640-656 atau AD 1242-1258. AD= Anno Domini atau masehi AH= Anno Hegirae atau hijriah Daftar ini dikutip dari situs The Metropolitan Museum of Dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas Department of Islamic Art, dengan judul List of Rulers of the Islamic World.

Daulah Abbasiyah mencapai masa kejayaan di bawah kepemimpinan tujuh khalifah. Khalifah ini mampu memajukan berbagai aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Berikut daftar khalifah Daulah Abbasiyah yang berhasil mencapai puncak kejayaan: • Al-Mansur atau Abu Ja'far al Manshur • Al-Mahdi • Harun Al-Rashid • Al-Ma'mun • Al-Mu'tasim • Al-Wathiq • Al-Mutawakkil Baca juga: Arti Bendera Palestina yang Dipakai Anies dalam Serban saat Sholat Ied Selain menciptakan kehidupan dan pemerintahan yang stabil, pemerintahan Abbasiyah mementingkan ilmu pengetahuan.

Beberapa kota berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan. Berikut wilayah yang menjadi pusat perkembangan ilmu di masa Daulah Abbasiyah: • Hijaz: Mekkah dan Madinah sebagai pusat kegiatan ilmu hadist dan fiqh • Irak: Pusat kegiatan ilmu tafsir, hadist, fiqh, bahasa, sejarah, ilmu kalam, filsafat, eksakta • Mesir: Kegiatan ilmu pengetahuan berpusat di Masjid Amr, kota Fushath • Syam: Damaskus, Halab, Beirut, dan masjid Damaskus sebagai lokasi pusat perkembangan ilmu pengetahuan.

Demikian sekilas pencapaian dan daftar khalifah pada masa Daulah Abbasiyah, semoga berguna buat kamu ya. Simak Video " Kedaton, Sejarah Panjang Perkembangan Islam di Kota Pesisir, Ternate" [Gambas:Video 20detik] (row/erd) • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Sistem Hub and Spokes pada Militer Amerika • Sjahrir pada Masa Pendudukan Jepang • Comeback Politik Dinasti Marcos dan Ancaman Kematian Demokrasi Filipina • Mengenal Bentuk-bentuk Perkawinan menurut Masyarakat Tidore • Perbandingan Implementasi Fungsi Partai Politik pada PDIP dan PSI • Inovasi Digitalisasi Pelayanan Publik, Tata Kelola Pemerintahan, dan Inovasi Bentuk Lainnya pada Daerah Terinovatif Pada zaman Abbasiyah, konsep kekhalifahan berkembang sebagai sistem politik.

Menurut pandangan para pemimpin dinasti Abbasiyah, kedaulatan yang ada pada pemerintahan (khalifah) adalah berasal dari Allah. Bukan berasal dari rakyat sebagaimana diaplikasikan oleh Abu Bakar dan Umar pada zaman Khulafaur Rasyidin. Hal ini dapat dilihat dengan perkataan al-Mansur "saya adalah sultan Tuhan diatas buminya". Pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan social, politik, ekonomi dan budaya yang terjadi disetiap masa tersebut.

Dinasti Abbasiyah dibagi menjadi 5 fase pemerintahan, dan sistem politik yang dijalankan oleh dinasti Abbasiyah I adalah : • Para khalifah tetap dari keturunan arab, sedang para Menteri, panglima, gubernur, dan para pegawai lainnya dipilih dari keturunan Persia dan mawali.

• Kota Baghdad digunakan sebagai ibu kota negara, yang menjadi pusat kegiatan politik, ekonomi, social dan kebudayaan. • Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu yang sangat penting dan mulia. • Kebebasan berfikir sebagai hak asasi manusia yang diakui sepenuhnya. • Para Menteri turunan Persia diberi kekuasaan penuh untuk menjalankan tugasnya dalam pemerintahan.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Selanjutnya, dinasti Abbasiyah dalam periode II, III, dan IV mengalami penurunan terhadap politik nya terutama kekuasaan politik sentral.

Hal ini dikarenakan negara-negara bagian sudah tidak menghiraukan pemerintahan pusat, kecuali politik saja. Panglima didaerah sudah berkuasa didaerahnya, dan mereka mendirikan (membentuk) pemerintahan sendiri. Misalnya dinasti Umayyah yang muncul kembali di Dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas (Spanyol) dan dinasti Fathimiyah. Pada awal masa berdirinya dinasti Abbasiyah ada 2 tindakan yang dilakukan oleh para khalifah guna mengamankan dan mempertahankan dari kemungkinan adanya gangguan atau timbulnya pemberontakan, yaitu tindak keras terhadap bani Umayyah dan pengutamaan orang-orang turunan Persia.

Dalam menjalankan pemerintahan, Abbasiyah dibantu oleh seorang wazir (perdana Menteri) dan jabatannya disebut dengan wizarat.

Sedangkan wizarat terbagi menjadi 2 yaitu, • Wizarat tanfiz (sistem pemerintahan presidensial) yaitu wazir hanya sebagai pembantu khalifah dan bekerja atas nama khalifah. • Wizarat tafwidl (parlemen cabinet) yang mana wazir memiliki kuasa penuh atas pemerintahan dan khalifah hanya sebatas formalitas lambang atau sebagai pengukuh dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas lokal atau gubernurnya khalifah.

Untuk membantu khalifah dalam menjalankan tata usaha negara diadakan sebuah dewan yang bernama diwanul kitabah (secretariat negara) yang dipimpin oleh seorang raisul kitab (sekretaris negara), dan dalam menjalankan pemerintahan negara, wazir dibantu beberapa raisul diwan (Menteri departemen).

Tata usaha negara bersifat sentral yang dinamakan an-Nidzamul Idary al-Markazy. Selain itu, dalam zaman daulah Abbasiyah juga didirikan Angkatan perang, Amirul umara, Baitul mal, organisasi kehakiman, dsb. Selama dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, social, ekonomi dan budaya.

masa 5 periode pemerintahan daulah bani Abbasiyah, antara lain : • Periode Pertama (750-847 M) Pada periode pertama pemerintahan dinasti Abbasiyah mencapai masa emasnya. Secara politik, khalifah merupakan tokoh sesungguhnya yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus.

Disisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam islam. Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat. Yaitu dari tahun 750-754 M. karena itu, Pembina hakiki dari dinasti Abbasiyah adalah Abu Ja'far al-Mansur (754-775M).

pada awal mula, ibu kota adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri, al-Mansur memindahkan ibu kota negara ke kota baru yang dibangunnya, Baghdad, dekat ibu kota bekas Persia, Ctesiphon, Tahun 762 M.

dengan demikian pusat  pemerintahan dinasti Abbasiyah berada ditengah-tengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru tersebut, al-Mansur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya. Dia mengangkat sejumlah personal untuk menduduki jabatan di Lembaga eksekutif dan yudikatif.

Dibidang pemerintahan dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat wazir sebagai coordinator departemen. Jabatan wazir yang menggabungkan sebagian fungsi perdana Menteri dengan Menteri dalam negeri itu selama lebih dari 50 tahun berada ditangan keluarga terpandang berasal dari Balkiah, Persia (Iran). Wazir yang pertama adalah Khalid bin Barmak, kemudian digantikan oleh anaknya, Yahya bin Khalid.

Yang terakhir ini kemudian mengangkat anaknya Ja'far bin yahya menjadi gubernur Persia barat dan kemudian Khurasan.

Pada masa tersebut, persoalan-persoalan administrasi negara lebih banyak ditangani oleh keluarga Persia itu. Masuknya keluarga non arab ini kedalam pemerintahan merupakan unsur pembeda antara dinasti Umayyah yang berorientasi ke bangsa arab. Khalifah al-Mansur juga membentuk Lembaga protocol negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara disamping membenahi Angkatan bersenjata.

Dia menunjuk Muhammad Ibn Abdul ar-Rahman sebagai hakim pada Lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak ,asa dinasti Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat, pada masa al-Mansur jawatan pos digunakan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar.

Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah. Khalifah al-Mansur juga berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintahan pusat, dan memantapkan keamanan didaerah perbatasan. Dipihak lain, dia berdamai dengan caisar Costantine V dan selama genjatan senjata 758-765M, Byzantium membayar upeti tahunan.

Pada masa al-Mansur pengertian khalifah kembali berubah. konsep khilafah dalam pandangannya dan setelahnya merupakan mandate dari Allah bukan dari manusia, bukan pula sebagai pelanjut nabi sebagaimana pada masa Khulafaur Rasyidin. Popularitas dinasti Abbasiyah mencapai puncaknya dimasa Harun ar-Rasyid (786-809M) dan putranya al-Ma'mun (813-833 M). kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun ar-Rasyid untuk keperluan social, rumah sakit, Lembaga Pendidikan dokter dan farmasi didirikan.

Tingkat kemakmuran paling tinggi terwujud dimasa ini. Kesejahteraan social, kesehatan, Pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta kesusastraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.

Dengan demikian, telah terlihat bahwa pada masa Harun ar-Rasyid lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan islam dibanding dengan perluasaan wilayah yang sejatinya sudah luas. Orientasi kepada pembangunan peradaban dan kebudayaan ini menjadi unsur pembanding lainnya dengan dinasti Umayyah. Al-Ma'mun setelah ar-Rasyid dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu.

Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku asing digalakkan. Ia juga mendirikan sekolah, salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bayt al-Hikmah, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar, pada masa al-Ma'mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat peradaban, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

Al-mu'tashim (833-842M) khalifah setelahnya memberikan peluang besar kepada orang Turki untuk masuk kedalam pemerintahan. Demikian ini dengan dilatar belakangi dengan adanya persaingan antara golongan arab dan Persia pada masa al-ma'mun dan sebelumnya. Keterlibatan mereka dimulai sebagai tantara pengawal. Tak seperti masa dinasti Umayyah, dinasti Abbasiyah mengganti sistem ketentaraan. Praktek orang muslim mengikuti perang sudah berakhir.

Tentara dibina khusus menjadi prajurit-prajurit professional. Dengan demikian, kekuatan militer Abbasiyah menjadi sangat kuat.
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Ada beberapa khalifah yang berhasil membawa Abbasiyah menuju masa kejayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinasti Abbasiyah yang berkuasa lebih dari lima abad (750-1258) secara umum dibagi atas empat periode.

Keempat periode tersebut adalah Periode Awal (750-847), Periode Lanjutan (847-945), Periode Buwaihi (945-1055), dan Periode Seljuk (1055-1258). Selama lima abad pemerintahan Islam Dinasti Abbasiyah ini, tercatat sejumlah nama khalifah yang berhasil menegakkan sistem pemerintahan Islam dengan adil dan makmur.

Mereka itu adalah Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah (721-754). Ia adalah pendiri Dinasti Abbasiyah dan menjadi khalifah pertama. Berikutnya dipimpin oleh penerusnya, seperti khalifah Abu Ja'far al-Manshur (750-775), Al-Mahdi (775-785), Musa al-Hadi (785-786), Harun ar-Rasyid (786-809), Al-Amin (809-813), Al-Ma'mun (813-833), Al-Mu'tasim (833-842), Al-Mutawakkil (847-861), Al-Muntasir (861-862), Al-Musta'in (862-866), dan Al-Mu'tazz (866-869).

Kemudian, dilanjutkan oleh Al-Muhtadi (869-870), Al-Mu'tamid (870-892), Al-Mu'tadid (892-902), Al-Muktafi (902-908), Al-Muqtadir (908-932), Al-Qahir (932-934), Ar-Radi (934-940), Al-Muttaqi (940-944), Al-Mustakfi (944-946), Al-Muti (946-974), At-Ta'i (974-991), dan Al-Qadir (991-1031).

Selanjutnya, Dinasti Abbasiyah dipimpin oleh Al-Qa'im (1031-1075), Al-Muqtadi (1075-1094), Al-Mustazhir (1094-1118), Al-Mustarsyid (1118-1135), Ar-Rasyid (1135-1136), Al-Muqtafi (1136-1160), Al-Mustanjid (1160-1170), Al-Mustadi (1170-1180), An-Nasir (1180-1225), Az-Zahir (1225-1226), Al-Mustansir (1226-1242), dan terakhir Al-Musta'sim dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas.

Di antara khalifah-khalifah itu tercatat beberapa nama yang berhasil membawa Dinasti Abbasiyah mengalami kejayaannya. Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah Abu al-Abbas adalah pendiri Dinasti Abbasiyah.

Ia merupakan sosok pemimpin yang tegas. Ia pula yang mematahkan kekuasaan Dinasti Umayyah yang didirikan Muawiyah. Pada masanya (721-750), ia mengonsolidasikan berbagai kekuatan untuk kejayaan Dinasti Abbasiyah. Abu Ja'far al-Manshur Abu Ja'far al-Manshur memimpin Dinasti Abbasiyah selama 25 tahun (750-775).

Ia adalah saudara Abu al-Abbas. Selama pemerintahannya, ia mendirikan ibu kota baru dengan istananya bernama Madinat as-Salam yang kemudian bernama Baghdad.

Selama masa pemerintahannya, ia berhasil memunculkan ghirah dunia Muslim terhadap ilmu pengetahuan. Pada zamannya, telah tumbuh karya sastra.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Harun ar-Rasyid Kekhalifahan Abbasiyah mencapai puncaknya (the golden age of Islam) pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid. Ia adalah khalifah kelima yang memerintah dari tahun 786 sampai 809.

Ia mendirikan Bayt al-Hikmah, sebuah perpustakaan terbesar pada zamannya. Banyak sarjana Muslim dan Barat yang belajar di Kota Baghdad. Beberapa proyek besar yang dihasilkan selama pemerintahannya adalah keamanan dan kesejahteraan seluruh rakyat, pembangunan Kota Baghdad, pembangunan sejumlah tempat ibadah, sarana pendidikan, hingga pendirian Bayt al-Hikmah.

Bayt al-Hikmah ini berfungsi sebagai perpustakaan dan tempat penerjemahan karya-karya intelektual Persia dan Yunani. Al-Ma'mun ar-Rasyid Khalifah Al-Ma'mun adalah anak dari Harun ar-Rasyid. Ia memerintah Dinasti Abbasiyah setelah saudaranya Al-Amin, dari tahun 813-833. Al-Ma'mun merupakan khalifah yang ketujuh. Al-Mu'tasim Ia memerintah Bani Abbasiyah setelah Khalifah Al-Ma'mun. Selama pemerintahannya, yakni 833-842, ia berhasil menumbuhkan minat para pelajar Muslim dan Barat untuk mendalami ilmu pengetahuan di Kota Baghdad.

Pada masa inilah, lahir seorang ahli matematika Muslim terkenal, yakni Al-Kindi. Sepeninggal al-Mu'tasim, secara perlahan-lahan, kejayaan Bani Abbasiyah mulai menurun. Hal ini disebabkan oleh pergolakan politik. Tak heran bila kemudian lahir Dinasti Buwaihi, Mamluk, dan Seljuk. Teori - teori tentang masuknya islam ke indonesia? Teori Mekah, Teori Gujarat, teori persia Pembahasan : Pada awal sejarah perkembangan agama di Indonesia, mayoritas menganut agama Hindu dan Budha,serta menganut kepercayaan animisme dan dinamime.

Hal ini berdasarkan pada aliran-aliran kepercayaan yang dianut beberapa kerajaan kuno di Nusantara. Pada awal masuknya Agama Islam ke Nusantara dibawa oleh saudagar dengan jalan agama yang damai, penuh ketentraman, persamaan dan persaudaraan. tidak ada membeda-bedakan suku, ras, etnis, kasta, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu agama Islam mudah diterima oleh penduduk di Nusantara. Masuknya Islam ke Indonesia dari sudut pandang historis dan sosiologiIslam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 masehi.

namun ada juga pendapat yang baru mengatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Masuknya Islam ke Indonesia menurut pendapat lain ada tiga teori yaitu: 1. Teori Mekah Teori Mekah berdasarkan pendapat Prof. Dr.

Hamka.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Menurutnya Islam masuk ke Indonesia langsung dari Arab pada abad ke-7 (masehi bahkan sejak Rasulullah masih hidup) 2. Teori Gujarat Teori Gujarat merupakan teori yang yang bersumber dari sarjana-sarjana kolonial Belanda. mereka menyatakan bahwa masuknya islam pertama di Indonesia berasal dari Gujarat (India) 3. Teori persia Teori Persia berdasarkan pendapat Prof. Dr. Hosein Djajadiningrat.

Yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia berasal dari Persia sekitar abad ke-13 Masehi. Pelajari lebih lanjut : • kapankah islam masuk di indonesia brainly.co.id/tugas/7949351 • Kapan islam masuk ke Indonesia brainly.co.id/tugas/13677927 • agama islam masuk ke indonesia masuk pada abad?

brainly.co.id/tugas/6750392 Detail Jawaban : • Kelas : 9 • jenjang : SMP • mapel : Sejarah kebudayaan Islam • bab : Bab 7 - Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara • kata kunci : teori, islam, nusantara #AqZzz TOLONG BANTU JAWAB.1. Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi perkembangan suatu negara karena pendidikan suatu negara akan dapat … berkembang dengan pesat berdasarkan tersebut Analisislah Mengapa dalam suatu pendidikan yang berlangsung di Indonesia sangat menentukan munculnya nasionalisme di Indonesia pada masa kolonialisme dan imperialisme2.

Dalam proses munculnya nasionalisme yang dibawa oleh para pemuda Indonesia telah terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal, Sebutkan?3. Indifikasi dan jelaskan sejarah lahir tujuan dibentuknya organisasi serta bentuk perlawanan dari organisasi etnis kedaerahan dan keagamaan yang terbentuk di Indonesia pada awal mula munculnya rasa nasionalisme bangsa Indonesia (buat masing-masing 2 di setiap poin tersebut 2 organisasi etnis Dua organisasi kedaerahan dan dua organisasi keagamaan)4.

Jelaskan mengapa faktor selera sepenanggungan bisa memunculkan pergerakan nasionalisme di Indonesia5. Sebutkan lima organisasi pergerakan nasionalisme Indonesia yang sudah bersifat modernterimkasih​
Nama 3 khalifah terkenal tersebut yaitu : Abu Ja’far Al Mansur, Harun Ar Rasyid dan Al Makmun.

Pada masa pemerintahan ketiganya merupakan masa-masa keemasan peradaban Islam. Para khalifah agung tersebut dikenal sebagai penguasa adil dan bijaksana serta memiliki perhatian dan kecintaan yang kuat terhadap ilmu pengetahuan. Adanya dukungan dan kegigihan mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan perdaban Islam tercermin dalam berbagai kebijakan pemerintahannya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang para 3 Khalifah yang terkenal masa Dinasti Abbasiyah, bacalah pemaparan lengkapnya berikut ini. 1. Khalifah Abu Ja’far Al Mansur (136-158 H/754-775 M) Al Mansur adalah saudara Ibrahim Al Imam dan Abul Abbas As Saffah. Al Mansur memiliki kepribadian kuat, tegas, berani, cerdas, dan otak cemerlang. Ia dinobatkan sebagai dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas mahkota oleh kakaknya, Abul Abbas As Saffah.

Selanjutnya, ketika As Saffah meninggal, Al Mansur dilantik menjadi khalifah, saat itu usianya baru 36 tahun. Al Mansur seorang khalifah yang tegas, bijaksana, alim, berpikiran maju, baik budi, dan pemberani. Ia tampil dengan gagah berani dan cerdik menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah melanda pemerintahan Dinasti Abbasiyah.

Al Mansur juga sangat mencintai ilmu pengetahuan. Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan menjadi pilar bagi pengembangan peradaban Islam di masanya. Setelah menjalankan pemerintahan selama 22 tahun lebih, pada tanggal 7 Zulhijjah tahun 158 Hijriyah atau 775 Masehi, al Mansur wafat dalam perjalanan ke Makkah untuk menunaikan ibadah Haji, di suatu tempat bernama “Bikru Maunah” dalam usia 57 tahun.

Jenazahnya dimakamkan di Makkah. b. Kebijakan Khalifah Al Mansur Setelah dilantik menjadi khalifah pada 136 Hjriyah atau 754 Masehi, Al Mansur membenahi administrasi pemerintahan dan kebijakan politik.

Dia menjadikan Wazir sebagai koordinator departemen. Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balk, Persia. Al Mansur juga membentuk lembaga protokoler negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara disamping membenahi angkatan bersenjata.

Dia menunjuk Muhammad ibn Abd Al Rahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya untuk menghimpun seluruh informasi dari daerah-daerah, sehingga administrasi kenegaraan berjalan dengan lancar sekaligus menjadi pusat informasi khalifah untuk mengontrol para gubernurnya Untuk memperluas jaringan politik, Al Mansur menaklukkan kembali daerah-daerah yang melepaskan diri, dan menertibkan keamanan di daerah perbatasan.

Di antara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Cappadocia, dan Cicilia pada tahun 756-758 Masehi. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosporus. Selain itu, Al Mansur membangun hubungan diplomatik dengan wilayah-wilayah di luar jazirah Arabia.

Dia membuat perjanjian damai dengan kaisar Constantine V dan mengadakan genjatan senjata antara tahun 758-765 Masehi. Khalifah Al Mansur juga mengadakan penyebaran dakwah Islam ke Byzantium dan berhasil menjadikan kerajaan Bizantium membayar upeti tahunan kepada Dinasti Abbasiyah.

Juga mengadakan kerjasama dengan Raja Pepin dari Prancis.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Saat itu, kekuasaan Bani Umayyah II di Andalusia dipimpin oleh Abdurrahman Ad Dakhil. Al-Mansur juga berhasil menaklukan daerah Afrika Utara itu pada tahun 144 Hijriyah, meski kadang kota Kairawan silih berganti bertukar wali.

Kadang di kuasai oleh bangsa Arab, di lain waktu jatuh ke tangan Barbar lagi. Baru pada tahun 155 Hijriyah barulah kota itu dikuasai penuh oleh Daulat Abbasiyah. c. Mendirikan Kota Baghdad Dalam membangun kota ini, khalifah mempekerjakan ahli bangunan yang terdiri dari arsitektur-arsitektur, tukang batu, tukang kayu, ahli lukis, ahli pahat, dan lain-lain yang didatangkan dari Syria, Mosul, Basrah, dan Kufah yang berjumlah sekitar 100.000 orang.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Kota ini berbentuk bundar. Di sekelilingnya dibangun dinding tembok yang besar dan tinggi. Di sebelah luar dinding tembok, digali parit besar yang berfungsi sebagai saluran air sekaligus benteng.

Khalifah Al Mansur menunjukkan minat dan perhatian yang besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Penyalinan literatur Iran dan Irak, Grik serta Siryani dilakukan secara besar-besaran. Dia mendorong usaha-usaha menterjemahkan buku-buku pengetahuan dari kebudayaan asing ke bahasa Arab, agar dikaji orang-orang Islam.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Ia mendorong pembukuan ilmu agama, seperti fiqh, tafsir, tauhid, Hadits dan ilmu lain seperti bahasa dan ilmu sastra. Pada masanya lahir juga para pujangga, pengarang dan penterjemah yang hebat, termasuk Ibnu Muqaffak yang menterjemahkan buku Khalilah dan Dimnah dari bahasa Parsi.

2. Khalifah Harun Ar Rasyid (786-809 M) Khalifah Harun Ar Rasyid 145-193 Hijriyah 763-809 Masehi dilahirkan di Ray pada bulan Pebruari 763 Masehi atau 145 Hijriyah. Ayahnya bernama Al Mahdi dan ibunya bernama Khaizurran. Ia dibesarkan di lingkungan istana mendapat bimbingan ilmu-ilmu agama dan ilmu pemerintahan di bawah bimbingan seorang guru yang terkenal, Yahya bin Khalid Al Barmaki, seorang ulama besar di zamannya, dan ketika Ar Rasyid menjadi khalifah, menjadi Perdana menterinya, sehingga banyak nasihat dan anjuran kebaikan mengalir dari Yahya.

Harun Ar Rasyid menunjukkan kecakapannya dalam memimpin, sehingga pada tahun 165 Hijriyah, Al-Mahdi melantiknya kembali menjadi gubernur untuk kedua kalinya di Saifah. Harun Ar Rasyid diangkat menjadi khalifah pada September 786 Masehi, pada usianya yang sangat muda, yakni 23 tahun. Jabatan khalifah itu dipegangnya setelah saudaranya yang menjabat khalifah, Musa Al Hadi wafat. Kepribadian Harun Ar Rasyid sangat mulia. Sikapnya tegas, mampu mengendalikan diri, tidak emosional, sangat peka perasaannya dan toleran.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Akhlak mulianya dikemukakan oleh Abul 'Athahiyah, seorang penyair kenamaan saat itu. Selain itu, Harun Ar Rasyid juga dikenal sebagai seorang khalifah yang suka humor. Dia juga terkenal pemimpin yang pemurah dan dermawan.

Banyak sejarawan menyamakannya dengan Khalifah Umar bin Abdul Azis dari Dinasti Bani Umayyah. Tak jarang ia juga turun ke jalan-jalan di kota Baghdad pada malam hari melihat kehidupan sosial yang sebenarnya pada masyarakatnya, sehingga tak seorang pun yang kelaparan dan teraniaya tanpa diketahui oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Khalifah Harun Ar Rasyid mempunyai perhatian dan minat yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Para ilmuwan dan budayawan dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan. Khalifah juga melakukan penterjemahan besar-besaran berbagai buku-buku ilmu pengetahuan berbahasa asing ke dalam bahasa Arab. Bahasa Arab menjadi bahasa resmi dan bahasa pengantar di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan bahkan menjadi alat komunikasi umum.

Karena itu, dianggap tepat bila semua pengetahuan yang termuat dalam bahasa asing itu segera diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, sehingga bisa dikaji dan difahami masyarakat luas. Dewan penerjemah dibentuk diketuai oleh seorang pakar bernama Yuhana bin Musawih. Kota Baghdad menjadi mercusuar kota impian 1.001 malam yang tidak ada tandingannya di dunia pada abad pertengahan. Selain itu, pada masa kehalifahannya wilayah kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah membentang dari Afrika Utara sampai ke Hindukush, India.

Kekuatan militer yang dimilikinya juga sangat luar biasa. Kebijakan dan kecakapannya dalam memimpin, membawa negara dalam situasi aman, damai dan tenteram, sehingga tingkat kejahatan sangat minim dan sangat sulit mencari orang yang akan diberikan zakat, infak dan sedekah, karena tingkat kemakmuran penduduknya merata.

Pada masa pemerintahannya Dinasti Bani Abbasiyah mengalami masa kejayaan dan keemasan sekaligus menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Abdullah ibnu Harun Ar Rasyid, lebih dikenal dengan panggilan Al Ma’mun, dilahirkan pada tanggal 15 Rabi’ul Awal 170 Hijriyah 786 Masehi, bertepatan dengan wafat kakeknya Musa Al Hadi dan pengangkatan ayahnya, Harun Ar Rasyid.

Ibunya, bekas seorang budak yang dinikahi ayahnya bernama Murajil dan meninggal setelah melahirkannya. Sebagaimana ayahnya, Khalifah Harun Ar Rasyid, Al Makmun adalah Khalifah Dinasti Bani Abbasiyyah yang besar dan menonjol.

Ia memiliki sifat-sifat yang agung, diantaranya, tekadnya kuat, penuh kesabaran, menguasai berbagai keilmuan, penuh ide, cerdik, berwibawa, berani dan toleran. Pada masa kekhalifahannya. Dinasti Bani Abbasiyah mengalami masa kegemilangan. Beberapa pencapaian kejayaan dan gemilangan peradaban Islam di antaranya: a. Bidang pertanian dan Perdagangan Tempat-tempat pemberhentian kafilah dagang menjadi ramai dengan kafilah-kafilah yang datang dan memencar ke berbagai penjuru.

Lalu lintas dagang dengan Tiongkok melalui dataran tinggi Pamir atau yang disebut dengan Jalan Sutera (Silk Road), dan Jalur Laut (Sea Routes) dari teluk Parsi menuju bandar-bandar lainya sangat ramai.

Dukungan dan perhatian besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sebagaimana yang dimulai oleh Khalifah Al Mansur, dilanjutkan Khalifah Harun Ar Rasyid, semakin mendapat puncaknya oleh Al Makmun. Ia mendorong dan menyediakan dana besar untuk melakukan gerakan penerjemahan karya-karya kuno dari Yunani dan Syria ke dalam bahasa Arab, seperti ilmu kedokteran, astronomi, matematika dan filsafat.

Berikut ini adalah daftar para penerjemah masa dinasti Abbasiyah. • Yahya bin Abi Manshur • Qusta bin Luqa • Sabian bin Tsabit bin Qura, dan • Hunain bin Ishaq yang digelari Abu Zaid Al Ibadi Khalifah Al Makmun mengembangkan perpustakaan Bait Al-Hikmah yang didirikan sang ayah, Khalifah Harun Ar Rasyid, menjadi pusat ilmu pengetahuan, yang berhasil melahirkan sederet ilmuwan Muslim yang melegenda.

Selanjutnya dibangun Majlis Munazharah, sebagai pusat kajian agama. Pada masanya muncul ahli Hadis termasyhur, Imam Bukhori dan sejarawan terkenal, al Waqidi. c. Perluasan Daerah Islam dan penertiban Administrasi Negara Di era kekhalifahan Al Makmun, Dinasti Abbasiyah menjelma menjadi negara adikusa yang sangat disegani.

Wilayah kekuasaan dunia Islam terbentang luas mulai dari Pantai Atlantik di Barat hingga Tembok Besar Cina di Timur. Dalam mengembangkan wilayah kekuasaan di zaman Al Makmun, ada beberapa peristiwa besar yang dicapai, diantaranya penaklukan Pulau Kreta 208 Hijriyah atau 823 Masehi, dan juga penaklukan Pulau Sicily tahun 212 Hijriyah atau 827 Masehi.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Kontribusi Program Sistem Zonasi dan KIP dalam Perkembangan Pendidikan • Pemerintahan yang Cerdas • Sistem COD, Masih Bermasalah • Pemerintahan Jokowi Gagal Dalam Urusan Sampah • Kestabilan Pemerintahan hingga Multipartai • Perbandingan Implementasi Fungsi Partai Politik pada PDIP dan PSI DAULAH BANI UMAYYAH Bani umaiyah berdiri  pada tahun 22 H/643 M, pendirinya adalah Muawiyah Ibn Abu Sufyan Ibn Harb . Muawiyah Ibn Abu Sufyan Ibn Harb adalahpembangun Dinasti Umaiyah dan sekaligus menjadi khalifah pertama.

Iamemindahkan ibukota kekuasaan Islam dari Kufah ke Damascus.   Sistem Pemerintahan pada Zaman Bani Umayyah; Pemerintahan Dinasti Umayah yang didirikan oleh Mu'awiyah tidakhanya peralihan kekuasaannamun membawa perubahan prinsip dasar dan ajaranpermusyawaratan Islam. Cara pemilihan pemerintahan dilaksanakan dengan system monarkibukan dengan cara bermusyawarah maupun intikhabiyah namun dengan turun temurun.Pemindahan ibukota dari Kufah ke Damaskus.

Pada masa kepemimpinan khulafau rasyidin didampingi oleh dewan penasehatdan rakyat dapat mengungkapkan suaranya, namun didinasti umayyah dewanpenasehat tidak begitu berfungsi. Baca juga: Mengenal Era Daulah Abbasiyah-Sejarah Pemerintahan dan Runtuhnya Abbasiyah Dampak dari Sistem PemerintahanBaru Islam * Â Â Â Perkembangan ilmu pengetahuan, misalnya: Kehidupan ilmudan akal, dibang u nnya masjid pusat kehidupan ilmu, pembukuanilmu, pusat kegiatan ilmiah, ilmu qiraat, ilmu tafsir dan lain-lain.

* Â Â Â Perkembangan seni dan budaya, yaitu: seni bangunan, senirupa, seni suara, seni bahasa, seni pidato dan seni mengarang (Insya) * Â Â Â Perkembangan dalam bidang sosial. Akibatperubahan sistem pemerintahan * Â Â Â Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalahsesuatu yang baru (bid'ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspeksinioritas. Pengaturanyya tidak jelas, ketidak jelasan sistem pergantiankhalifah ini menyebabkan persaingan yang tidak sehat dikalangan anggotakeluarga utama.

* Â Â Â Latar belakang terbentuknya Dinasti Umayah tidak bisadipisahkan dari k on flik-konflik politik yang terjadi pada masaAli. * Â Â Â Pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (bani Qays)dan Arabia Selatan (bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam makinmeruncing. * Â Â Â Lemahnya pemerintahan yang di sebabkan sikap hidup mewahdilingkungan istana. * Â Â Â Munculnya kekuatan baru yang di pelopori oleh keturunanal-Abas ibn Add al-Muthalib.

Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari BaniHasyim dan golongan syi'ah dan kaum mawali yang merasa di kelas duakan olehpemerintahan Bani Umayah Baca juga: Puncak Kejayaan Islam di Tangan Daulah Abbasiyah DAULAH BANI ABBASIYAH Dinasti ini berasal dari nama keluarga Bani Hasyim, yakniseleluhur dengan nabi Muhammad SAW. Yang diambil dari nama paman beliau al Abbas . Masa pemerintahan ini merupakan golden agedalam perjalanan peradaban Islam terutama pada masa Khalifah Al-Makmun , dikarenakan sistem pemerintahan dan politikyang lebih tertata dengan dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas.

Sistem p emerintahan d an p olitik  : *    Daulat Abasiyyah berkuasa kurang lebih selama lima abad(750-1258 M).  *    Periode pertama  pada  masa antara tahun 750-945 M, yaitu di mulai pemerintahan nyaoleh  Abu Abbas sampai al-Mustakfi.

*    Periode ke-dua  adalah masa 945-1258 M, yaitu pada masa al-Mu'ti sampai al-Mu'tasim. Sistem Politik Para Khalifah tetap dari Arab, sementara para menterigubernur, panglima perang dan pegawai lainnya banyak dipilih dari keturunanPersia dan Mawali. Kota Bagdad ditetapkan sebagai ibukota negara dan menjadipusat kegiatan politik, ekonomi dan kebudayaan. Kebebasan berfikir danberpendapat mendapat porsi yang tinggi.

dalam strata sosial masa daulah abbasiyah khalifah dan ahli famili khalifah menduduki kelas

Ilmu pengetahuan dianggap sebagaisesuatu yang sangat penting dan mulia. Para menteri turunan Persia diberikekuasaan penuh untuk menjalankan tugasnya dalam Kebijakanpolitik *    Memindahkan ibu kota dari Damaskus ke Bagdad.

* Â Â Â Â Memusnahkanketurunan Bani Umayyah. * Â Â Â Merangkul orang-orang persia, dalam rangka politik memperkuat diri, Abasiyyah memberipeluang dan kesempatan yang besar kepada kaum Mawali.

Baca juga: Daulah Abbasiyah: Puncak Perkembangan Kebudayaan dan Pemikiran Islam DAULAH U TS MANIYYAH Kerajaan Turki Usmani merupakan sebuah kerajaan berdiri sejak awal abad ke empat belas.Pada awalnya suku bangsa Usmani merupakan suku bangsa pengembara. Usman ibn Arthogrol sebagai raja yangpertama.dinasti ini berkuasa kurang lebih selama enam abad .Daulah utsmaniyah berasal dari suku Kayi  (suku berasal dari asia tengah.) yang dipimpin oleh sulaiman Sistempemerintahan KerajaanTurki Usmani merupakan kerajaan yang menganut system pemerintahan Monarchiatau turun temurun.

Raja-raja dinasti Usmani bergelar Sultan dan Khalifah. Dalammemperoleh kekuaaan, tidak selalu diwariskan kepada anak tertua, tetapi jugakepada anak yang lain yang berhak, jika tidak ada maka saudara sang raja yangmenggantikannya.Seorang sultan juga dibantu oleh seorang Mufti   dalam menjalankan pemerintahan, atau yanglebih dikenal dengan Syaikhul-Islam  dan Syaikhul-A'dham.

Syaikhul-Islam mewakili dibidang Agama,sedang Syaikhul-a'dham di bidang duniawi Akhir Dari Turki Utsmani *    Tokoh utamagerakan nasionalisme adalah Mustafa kemal attaturk. Dia dilahirkan di salonikatahun 1881 M dari keluarga modern. *    Padan bulanpermulaan bulan juli 1920, dia membentuk National Assembly, dewan nasional diAngkara. *    Untuk merubahturki menjadi turki modern Mustafa melakukan 2 proses yaitu: •  Menghapuskan kesultanan   • M emproklamasikan  Turki menjadi Republik

Perkembangan Peradaban dan Ilmu Pengetahuan pada masa Daulah Abbasiyah




2022 charcuterie-iller.com