Jelaskan siklus hidup pinus merkusii

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Didalam siklus hidupnya, tumbuhan pinus memiliki dua fase generasi, yakni: 1. Fase Generasi Sporofit Fase sporofit merupakan bentuk dari pohon pinus yang sering kita lihat. Dimana fase ini merupakan fase terpanjang didalam siklus hidup pinus, yakni berlangsung lebih dari satu tahun.

Dimana fase ini terjadi setelah terjadinya proses pembuahan hingga akhirnya terbentuklah sel gamet jantan dan betina. Pada generasi sporofit menghasilkan sporangia berbentuk kerucut yang disebut dengan strobilus (konus). Strobilus ini terbagi menjadi dua, yaitu: • Strobilus Jantan Merupakan bagian dari tumbuhan pinus yang terdiri dari serbuk sari.

Didalam serbuk sari terdapat ratusan mikrosporangia yang mengalami pembelahan meiosis sehingga terbentuk mikrospora haploid, Lalu jelaskan siklus hidup pinus merkusii haploid menyisakan sel hidup tunggal yang berkembang menjadi gametofit jantan berupa sperma didalam serbuk sari • Strobilus Jelaskan siklus hidup pinus merkusii Merupakan bagian gametofit betina tumbuhan pinus yang terdiri dari biji.

Umumnya biji pada pinus memiliki ukuran yang besar dan menghasilkan megasporangia. Sel-sel dalam megasporangia mengalami pembelahan meiosis sehingga terbentuk megaspora. Lalu sel didalam megaspora menyisakan sel hidup tunggal yang berkembang menjadi gametofit betina berupa archegonia (organ reproduksi berisi telur tunggal yang besar). 2. Fase Generasi Gametofit Pada generasi gametofit, terjadi proses pembuahan berupa proses penyerbukan yang terjadi saat serbuk sari (strobilus jantan) melekat pada biji pohon (strobilus betina).

Lalu mulai terbentuklah zigot, kemudian berkembang menjadi embrio dan berakhir menjadi biji (dalam bentuk biji bersayap). Biji bersayap yang sudah terbentuk akan terbang melalui bantuan angin.

Jika biji jatuh pada tempa yang sesuai, maka akan terbentuklah kecambah yang merupakan cikal bakal terbentuknya pohon pinus. Lalu saat sudah besar dan matang, pohon pinus akan kembali melakukan tahapan generasi sporofit. Hal inilah yang dinamakan dengan siklus pohon pinus.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Penjelasan: Pohon pinus termasuk kedalam kelompok Gymnospermae. Dimana kata Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, yaitu “ Gymnos” yang artinya terbuka dan” spermae” yang artinya biji. Sehingga pengertian dari tumbuhan Gymnospermae adalah, tumbuhan yang memiliki biji terbuka yang artinya biji tidak terlindung di dalam buah. Umumnya tanaman ini memlki ciri-ciri berupa: • Bentuk pohon yang tinggi. • Perennial (tumbuhan yang menyelesaikan siklus hidupnya selama bertahun-tahun). • Pohon berupa semak belukar yang berdaun sepanjang tahun.

• Memiliki bunga yang berbentuk kerucut uniseksual. Klasifikasi tanaman Gymnospermae terbagi kedalam empat divisi, yaitu: • Divisi Cycadophuta. Contoh: Cycas rumphii, Dion edule, Ramia floridiana.

Dll. • Divisi Ginkgophuta.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Contoh: Ginkgo biloba, Ginkgo adiantoides, Ginkgo cranei, dll. • Divisi Pitophyta. Contoh: Gathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Sequoia gigantea, dll.

• Divisi Gtenophuta. Contoh: Gnetum gnemon (melinjo). Ephedra sp.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

dan Welwitschia sp. Pelajari lebih lanjut 1. Materi tentang pengertian tumbuhan angiospermae brainly.co.id/tugas/1121741 2. Materi tentang ciri-ciri tumbuhan angisopermae brainly.co.id/tugas/6275578 3. Materi tentang perbedaan antara tumbuhan angiospermae dengan gymnospermae brainly.co.id/tugas/4739018 Detail jawaban Kelas : 7 Mapel : Biologi Bab : 3 - Klasifikasi Makhluk Hidup Kode : 7.4.3 #AyoBelajar SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details.

PPT Embriologi Tumbuhan - Pinus merkusii • 1. Lecture 4 Gymnospermae • 2. Gymnospermae • 3. Ciri – ciri Gymnospermae • Ciri-ciri gymnospermae tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya.

• Bunganya berupa strobillusyang mampu menghasilkan sekret berupa tetes getah yang berrisi sel kelamin jantan pada stroobilus jantan dan sel telur pada strobillus jelaskan siklus hidup pinus merkusii • Bakal biji terdapat di luar permukaan dan tidak dilindungi oleh daun buah • Merupakan tumbuhan heterospora yaitu menghasilkan dua jenis spora berlainan • Spora itu berupa megaspora membentuk gamet betina, sedangkan mikrospora menghasilkan serbuk sari, struktus reproduksi terbentuk di dalam strobilus.

• Dalam reproduksi terjadi pembuahan tunggal. • 4. Pinus merkusii • 5. Pinus merkusii Pinus merupakan salah satu contoh Gymnosperamae yang menghasilkan strobilus jantan dan betinanya dalam satu pohon, dengan kata lain berumah satu. Sama halnya dengan pakis, pinus juga memiliki dua macam spora, yaitu mikrospora dan megaspora.

Mikrospora dihasilkan di dalam mikrosporangium sedangkan megaspora dalam megasporangium. Megaspora ini bersifat haploid dan berkembang sebagai hasil pembelahan meiosis sel induk spora.

Gametofit bersifat endosporik yaitu berkembang di dalam spora. • jelaskan siklus hidup pinus merkusii. Pinus merkusii • 7. Pinus merkusii • 8. Reproduksi Pinus merkusii • 9. Reproduksi Pinus merkusii • Pinus memiliki daur hidup yang khas. Pembuahan sel telurnya terjadi di dalam jaringan sporofit induknya.

Seperti Gymnospermae pada umumnya, pinus mempunyai tajuk berbentuk kerucut (strobilus). Strobilus tersebut merupakan tempat sporangium (mikrosporangium dan makrosporangium) yang menghasilkan mikrospora dan makrospora. Pada reproduksi seksual, mikrospora (gamet jantan) membelah menghasilkan serbuk sari (bersel 4) yang akan dilepaskan ke udara. Sementara itu, sel telur yang berasal dari pembelahan megaspora juga terbentuk pada strobilus betina. • 10.

• Setelah serbuk sari menempel pada strobilus betina maka terjadi perkecambahan serbuk sari. Serbuk sari membentuk buluh atau tabung serbuk sari yang tipis, dengan membawa inti sperma menuju sel telur (dapat memakan waktu 1 tahun). Selanjutnya, inti sperma bersatu dan melebur dengan sel telur membentuk zigot.

Zigot berkembang menjadi embrio dengan mengambil makanan dari endosperm. Pada saat itu, biji membentuk struktur tambahan berupa sayap tipis. • 11. Satu tahun kemudian, kerucut betina melepaskan bijinya satu persatu. Biji-biji yang bersayap tersebut menyebar ke tempat- tempat lain (terbang) dengan bantuan angin. Jika biji sampai pada tempat jelaskan siklus hidup pinus merkusii sesuai maka terjadi perkecambahan biji, sehingga akan terbentuk tumbuhan yang baru.

• 12. PERKEMBANGBIAKAN PINUS Berbeda dengan pakis, pada pinaceae inti mikrospora membelah 2 kali Secara periklinal menghasilkan 2 sel protalus jantan dan sel anteridial. Sel anteridial membelah secara periklinal membentuk sel generative dan sel buluh. Butir polen sekarang mengandung 4 sel, ini merupakan awal gametofit yang endosporik dan pada stadium 4 sel ini butir polen dilepaskan dari sporangium.

Sel generative kemudian membelah membentuk sel tangkai sel tubuh (sel spermatogen). Setelah polinasi Maka polen tersebut segera meneruskan perkembangannya. Megasporangium dilindungi oleh beberapa integument, kecuali pada bagian jelaskan siklus hidup pinus merkusii memiliki lubang kecil yang disebut mikropil.

Megasporangium dihasilkan pada strobilus betina. Inti megaspore berfungsi mebelah berkali-kali menghasilkan gametofit betina, diawali dengan periode inti bebas. • 13. Gametofit betina yang berhadapan dengan mikrofil akan membentuk arkegonium. Arkegonium dengan sel telur yang relative besar. Gametofit jantan dihasilkan dalam mikrosporofil pada strobilus jantan.

Setelah butir polen jatuh padamikrofil ditangkap oleh tetes polinasi. Mikrofil kemudian menutup, butir polen berkecmbah. Tabung polen menembus jaringan nuselus dan masuk ke dalam arkegonium membuahi sel telur yang ada di dalamnya. Sel telur yang dibuahi menghasilkan zigot. Inti zigot membelah tanpa diikuti pembelahan dinding. Fase ini disebut periode inti bebas. Setelah terbentuk dinding sel, embrio tumbuh normal. Setelah pembuahan bakal biji menjadi biji dan bila berkecambah biji akan menghasilkan sporofit yang baru.

Pada gymnospermae tidak terjadi pembuahan ganda. Endosperm terbentuk sebelum terjadi pembuahan. Pembuahannya disebut sifonogami, karena untuk pembuahan dibutuhkan tabung polen yang membawa gamet jantan.
PENDAHULUAN Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) adalah tumbuhan biji yang tidak meranggas, memiliki akar, batang, dan daun yang sejati, serta memiliki strobilus (seperti bunga pd angiospermae) sebagai alat perkembangbiakannya.

Tumbuhan biji terbuka disebut juga tumbuhan biji telanjang karena bakal bijinya tidak dibungkus daun buah atau bakal buah. Contoh : Pakis Haji Cycas rumphii, Pinus Pinus merkusii A. PAKIS HAJI Pakis haji Cycas rumphii merupakan tumbuhan biji terbuka yang berbentuk menyerupai pohon kelapa. Daun berbentuk pita dan bertulang daun sejajar.

Daun yang masih muda menggulung seperti tumbuhan paku. Batangnya tidak bercabang. Pakis haji atau populer juga dengan nama sikas adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakishaji atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian (Cycadaceae).

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Masyarakat awam di Indonesia mengenal pakis haji dari beberapa spesies yang biasa ditanam di taman-taman menyerupai palem, yaitu C. rumphii, C. javana, serta C. revoluta (sikas Jepang). Pakis haji umumnya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Jenis lain dari tanaman pakis adalah Zamia. Alat perkembangbiakan pada tumbuhan pakis haji terpisah. Alat perkembangbiakan jantan terdapat pada pohon jantan, sedangkan jelaskan siklus hidup pinus merkusii pembiakan betina terdapat pada pohon betina.

Pakis haji berhabitus mirip palem, namun sebenarnya sangat jauh kekerabatannya. Kemiripan ini berasal dari susunan anak daunnya yang tersusun berpasangan.

Semua pakis haji berumah dua (dioecious) sehingga terdapat tumbuhan jantan dan betina. Serbuk sari dihasilkan oleh tumbuhan jantan dari runjung besar yang tumbuh dari ujung batang. Alat betina mirip daun dengan biji-biji tumbuh dari samping. Alat betina tumbuh dari sela-sela ketiak. Kerajaan : Plantae Divisi : Chycadophyta Kelas : Cycadopsida Ordo : Cycadales Famili : Cycadaceae Genus : Cycas Gbr.

1 Tumbuhan jantan Cycas Gbr. 2 Tumbuhan betina Cycas PERKEMBANGBIAKAN PAKIS HAJI Semua gymnospermae mempunyai dua macam spora (heterospor), yaitu mikrospora dan megaspora. Mikrospora atau pollen menghasilkan gametofit jantan, sedang megaspore yang tunggal menghasilkan gametofit betina, di sini terbentuk arkegonia. Kedua macam spora dihasilkan di dalam sporangia yang terdapat pada sporofil yang tersusun spiral pada aksis strobili. Pada golongan Cycadophyta, mikrogametofit mempunyai sel protalus jantan yang akan menghasilkan sel steril yang besar atau sel tangkai yang diikuti oleh sel tubuh (sel spermatogen) dan suatu inti buluh.

Sel-sel tersebut tersusun linier. Sel tubuh membelah menjadi 2 sel gamet yang berflagela banyak. Ovulum terdiri dari masa sel yang parenkimatis disebut nuselus atau megasporangium.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Nuselus ini melindungi sel induk megaspora yang diploid. Dengan adanya pembelahan meiosis, maka sel induk megaspora yang tunggal membentuk tetrad linear, terdiri dari 4 sel megaspora yang haploid.

Inti megaspora yang paling bawah berfungsi, sedang 3 lainnya berdegenerasi. Integumen membentuk suatu struktur yang merupakan lubang kecil-kecil yang disebut mikrofil. Di bawah mikrofil, pada ovulum berkembang 2 atau lebih arkegonia.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Arkegonia mempunyai leher yang pendek dengan jumlah sel 2. Polinasi dilakukan oleh angin yang mengantarkan endospora pada mikrofil. Polen melekat pada “lem” yang dikeluarkan oleh ujung mikrofil. Dengan adanya “lem” ini, maka polen dapat masuk ke ovulum. Sperma kemudian berenang menuju ke leher arkegonium dan salah satunya mengadakan fusi dengan telur membentuk zigot diploid.

B. PINUS Pinus merupakan salah satu contoh Gymnosperamae yang menghasilkan strobilus jantan dan betinanya dalam satu pohon, dengan kata lain berumah satu. Jelaskan siklus hidup pinus merkusii halnya dengan pakis, pinus juga memiliki dua macam spora, yaitu mikrospora dan megaspora.

Mikrospora dihasilkan di dalam mikrosporangium sedangkan megaspora dalam megasporangium. Megaspora ini bersifat haploid dan berkembang sebagai hasil pembelahan meiosis sel induk spora. Gametofit bersifat endosporik yaitu berkembang di dalam spora. PERKEMBANGBIAKAN PINUS Berbeda dengan pakis, pada pinaceae inti mikrospora membelah 2 kali secara periklinal menghasilkan 2 sel protalus jantan dan sel anteridial.

Sel anteridial membelah secara periklinal membentuk sel generative dan sel buluh. Butir polen sekarang mengandung 4 el, ini merupakan awal gametofit yang endosporik dan pada stadium 4 sel ini butir polen dilepaskan dari sporangium.

Sel generative kemudian membelah membentuk sel tangkai sel tubuh (sel spermatogen).

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Setelah polinasi maka polen tersebut segera meneruskan perkembangannya. Megasporangium dilindungi oleh beberapa integument, kecuali pada bagian ujung memiliki lubang kecil yang disebut mikropil.

Megasporangium dihasilkan pada strobilus betina. Inti megaspore berfungsi mebelah berkali-kali menghasilkan gametofit betina, diawali dengan periode inti bebas. Gametofit betina yang berhadapan dengan mikrofil akan membentuk arkegonium. Arkegonium dengan sel telur yang relative besar. Gametofit jantan dihasilkan dalam mikrosporofil pada strobilus jantan. Setelah butir polen jatuh pada mikrofil ditangkap oleh tetes polinasi. Mikrofil kemudian menutup, butir polen berkecmbah. Tabung polen menembus jaringan jelaskan siklus hidup pinus merkusii dan masuk ke dalam arkegonium membuahi sel telur yang ada di dalamnya.

Sel telur yang dibuahi menghasilkan zigot. Inti zigot membelah tanpa diikuti pembelahan dinding. Fase ini disebut periode inti bebas. Setelah terbentuk dinding sel, embrio tumbuh normal.

Setelah pembuahan bakal biji menjadi biji dan bila berkecambah biji akan menghasilkan sporofit yang baru. Pada gymnospermae tidak terjadi pembuahan ganda. Endosperm terbentuk sebelum terjadi pembuahan. Pembuahannya disebut sifonogami, karena untuk pembuahan dibutuhkan tabung polen yang membawa gamet jantan.

PENDAHULUAN Bioteknologi dan aplikasinya sedang dikembangkan di seluruh dunia diantaranya untuk mengeksploitasi sumber energi. Salah satunya adalah pemanfaatan mikroorganisme dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam kehidupan, pertumbuhan dan pembiakannya mikroba berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungannya dan dapat memberi efek positif maupun negatif. Salah satu efek positif aktivitas mikroba di lingkungan adalah kemampunannya untuk dimanfaatkan sebagai peningkat produksi minyak terutama melalui peningkatan perolehan minyak secara mikrobiologi. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa di antara mikroba itu ada yang mampu menghasilkan bahan kimia berupa biosurfaktan, biopolimer, biofilm, biosolven, bioasam, dan biogas.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Biosurfaktan adalah molekul-molekul yang diproduksi oleh bakteri baik di daratan maupun di perairan. Biosurfaktan ini merupakan produk alternatif yang ramah lingkungan dengan biodegradabilitas lebih tinggi dan keaktifan permukaan lebih baik berbeda dengan surfaktan si Perbedaan utma dari dinding sel bakteri gram positif dengan dinding bakteri gram negatif adalah: pada bakteri gram positif tersusun atas lapisan peptidoglikan relatif tebal, dikelilingi lapisan teichoic acid dan pada jelaskan siklus hidup pinus merkusii species mempunyai lapisan polisakarida, sedangkan dinding sel bakteri gram negatif mempunyai lapisan peptidoglikan relatip tipis, dikelilingi lapisan lipoprotein, lipopolisakarida, fosfolipid dan beberapa protein.

Peptidoglikan (murein) yaitu susunan yang terdiri dari polimer besar dan terbuat dari N–asetil glukosamin dan asam N–asetil muramat yang saling berikatan silang (cross linking) dengan ikatan kovalen. Berikut tabel perbedaan kandungan antara dinding sel bakteri gram positif dengan dinding sel bakteri gram negatif: Tabel 3 Perbedaan penyusun dinding sel pada bakteri Penyusun dinding sel Bakteri gram positif Bakteri gram negatif Lapisan Peptidoglikan Komponen utama Komponen lain 40 lembar, 50% dari komposisi dinding sel Terletak di luar membran Tumbuhan berbiji (spermatophyta) dikelompokkan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

Keduanya memiliki siklus reproduksi yang berbeda. • Gymnospermae - Kita ambil contoh siklus reproduksi Pinus merkusii. Pada Pohon pinus, alat perkembangbiakannya berupa strobilus atau runjung. Strobilus jantan dan stribulus betina terletak terpisah (berumah dua). Di dalam strobilus jantan terdapat sel induk mikrospora yang dapat membelah secara meiosis menghasilkan mikrospora dan berkembang menjadi serbuk sari.

Sedangkan Di dalam strobilus betina terdapat sel induk megaspora yang dapat membelah secara meiosis menghasilkan megaspora dan mberkembang menjadi ovum. Pada tumbuhan pinus jelaskan siklus hidup pinus merkusii fertilisasi tunggal antara sel sperma dan ovum sehingga menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio di dalam biji. • Angiospermae - Kita ambil contoh bunga sepatu.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Tumbuhan bunga sepatu memiliki bunga yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Bunga sepatu merupakan bunga lengkap karena memiliki alat reproduksi jantan dan betina serta perhiasan bunga.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Benang sari merupakan alat reproduksi jantang pada bunga yang akan menghasilkan serbuk sari. Putik merupakan alat reproduksi jantan yang menghasilkan ovum.

Pada Angiospermae terjadi peristiwa polinasi/ penyerbukan yaitu jatuhnya serbuk sari ke kepala putik sehingga membentuk buluh serbuk dan inti generatif (sperma) dapat mencapai ovum.

jelaskan siklus hidup pinus merkusii

Pada Angiospermae terjadi pula fertilisasi ganda antara sperma dengan ovum yang menghasilkan zigot, dan sperma dengan inti kandung lembaga sekunder yang menghasilkan endosperm sebagai cadangan makanan bagi embrio di dalam biji.

Biji Angiospermae ini dilindungi karpelum atau daun buah.
Pos-pos Terbaru • √ Pengertian Biosfer • √ Pengertian Energi Alternatif, Manfaat, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan • √ Pengertian Industri, Manfaat, Klasifikasi dan Contohnya • √ Pengertian Negara Berkembang, Ciri, Indikator, dan Contohnya • √ Pengertian Jelaskan siklus hidup pinus merkusii Ekonomi Liberal, Ciri, Negara dan Dampaknya • √ Pengertian Definisi, Macam Jenis Beserta Contohnya • √ Pengertian Aksiologi, Aspek dan Bagian Menurut Para Ahli • √ Pengertian Ontologi, Sejarah, Pokok Pikiran dan Aliran Menurut Para Ahli • √ Pengertian AFTA, Anggota, Latar Belakang dan Tujuannya • √ Pengertian Pasar Persaingan Sempurna, Ciri, Kekurangan dan Kelebihan • √ Pengertian Tajuk Rencana, Ciri, Struktur, dan Syaratnya • √ Pengertian Jangka Sorong, Jenis, Bagian, dan Cara Membacanya • √ Gelombang Laut : Pengertian, Teori, Manfaat, Penyebab, Klasifikasi • √ Pengertian Aransemen • √ Pengertian Pasar Oligopoli, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya • Daur Air • Teks Eksplanasi • Fungsi Dan Ciri Alveolus • Pengertian Data • Teks Deskripsi • Enzim • Indikator Asam Basa • Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Cara Penyusun, Struktur • Vektor: Pengertian, Gambar, Jelaskan siklus hidup pinus merkusii, Jenis, Sifat dan Nilai atau Besarnya • Pengertian Dan Contoh Agresi • Perpindahan Kalor • Pengertian Suku • Simposium • Karakteristik Hikayat • Teks Prosedur • Struktur Dan Unsur Intrinsik Novel • Pengertian Negosiasi • Prakarya • Drama • Frasa • Pengertian Produksi • Reboisasi Adalah • Diksi • Rangkuman Dan Ringkasan • Kinemaster Pro • Alight Motion Pro
Siklis hidup pada Pinus Siklus hidup pinus Kerucut betina (ovulasi kerucut) mengandung dua bakal biji per skala.

Sel induk megaspora satu (megasporosit) mengalami meiosis di setiap bakal biji. Tiga dari empat sel memecah hanya menyisakan sel hidup tunggal yang akan berkembang menjadi gametofit multiseluler betina. Membungkus archegonia (sebuah Arkegonium adalah organ reproduksi yang berisi telur tunggal yang besar). Setelah pembuahan, telur diploid akan menimbulkan embrio, yang tertutup dalam kulit biji jaringan dari tanaman induk.

Pemupukan dan pengembangan benih adalah proses yang panjang di pohon-pohon pinus: mungkin memakan waktu hingga dua tahun setelah penyerbukan.

Benih yang terbentuk mengandung tiga generasi jaringan yaitu kulit biji yang berasal dari jaringan sporofit, gametofit yang akan memberikan nutrisi, dan embrio itu sendiri. Dalam siklus hidup konifer, fase yang sporopit (2n) adalah fase terpanjang. Gametofit (1n), mikrospora dan megaspora, yang dikurangi ukurannya. Fase ini dapat berlangsung lebih dari satu tahun antara penyerbukan dan pembuahan sedangkan tabung polen tumbuh menuju megasporosit (2n), yang mengalami meiosis menjadi megaspora.

Para megaspora akan jatuh tempo dalam telur (1n).

SISTEM REPRODUKSI TUMBUHAN BERBIJI TERBUKA




2022 charcuterie-iller.com