Harakiri adalah

INI JAWABAN TERBAIK 👇 Harakiri adalah tindakan mengakhiri hidup seseorang dengan menusukkan keris atau samurai di perut atau jantung yang dilakukan oleh orang yang merasa kehilangan kehormatannya karena melakukan kejahatan, kemalangan dan/atau kegagalan menjalankan tugasnya. Harakiri adalah budaya Jepang untuk mengakhiri hidup dengan harakiri adalah samurai di tubuh mereka sendiri karena merasa malu telah melakukan kesalahan besar dan merugikan negara/kelompok kepentingan.

Postingan Terkait: • Sebutkan persamaan dan perbedaan indonesia dengan jepang… • Apa bedanya simpati dengan empati ? • Jelaskan perbedaan antara nilai nilai budaya barat dengan… • Jelaskan beberapa perbedaan sistem pendidikan negara kita… • Apa perbedaan dan persamaan orang jepang dengan orang harakiri adalah • 1.jelaskan pengertian ;qada,nazar;kifarat 2.contoh puasa… Categories • Akuntansi • B.

Arab • B. Daerah • B. Indonesia • B. inggris • B. jepang • B. mandarin • B. perancis • Bahasa lain • Biologi • Ekonomi • Fisika • Geografi • IPS • Kimia • Konversi • Matematika • Penjaskes • Perbedaan Antara • PPKn • SBMPTN • Sejarah • Seni • Sosiologi • TI • Ujian Nasional • Uncategorized • Wirausaha Pengertian harakiri adalah: Kamus Definisi Bahasa Indonesia (KBBI) ? harakiri : ha.ra.ki.ri [n] bentuk bunuh diri yang seremonial di Jepang, yang dilakukan dengan menyobek perut dengan pedang pendek Malaysia (Dewan) ?

harakiri (Jepun) perbuatan seseorang membunuh diri dgn menikam atau memburaikan perutnya apabila mendapat malu atau dihukum mati. Definisi ? harakiri : kb, bunuh diri yang dianggap sakral di Jepang dengan cara menyobek perut dengan pisau.

semoga dapat membantu walau kurangnya jawaban pengertian lengkap untuk menyatakan artinya. pada postingan di atas pengertian dari kata “harakiri” berasal dari beberapa sumber, bahasa, dan website di internet yang dapat anda lihat di harakiri adalah menu sumber.

Untuk memahami lebih lanjut anda dapat membeli buku glosarium di toko buku terdekat maupun website toko buku online. misalnya beli buku ke gramedia Info sponsor! Jika anda tertarik, anda dapat mengikuti kelas online (bimbingan belajar online) atau bisa juga disebut kursus online maupun les private. yang saya lampirkan di bagian bawah atau sisi web ini. - Glosarium.org: Pentingnya Privasi! Glosarium.org versi April 2019 ✰ Glosarium.org adalah website belajar online.

tentang Glosarium kamus kosa kata bebas yang dimuat dari banyak sumber dan referensi di internet. ✰ Berdasarkan kategori bidang harakiri adalah dan mata pelajaran. ✰ Referensi rata-rata minimal 2 bidang/mata pelajaran per kata. ✰ Lengkap lebih dari 200+ bidang dan mata pelajaran ada di Glosarium.org ✰ Tanpa website harakiri adalah ampas ✰ AMP, akses glosarium.org lewat Google Search mobile lebih cepat.

✰ Konten berorientasi manusia, mendahulukan penyampaian maksud yg dapat dimengerti manusia daripada mesin pencari. ✰ 2021, glosarium.org 3x lebih cepat.
TRADISI harakiri di Jepang terkenal hingga mancanegara, terutama setelah diperkenalkan lewat film-film. Harakiri berasal dari gabungan Kanji, yakni hara berarti perut dan kiri adalah. Hara-kiri berarti pemotongan perut dalam bahasa Jepang. Singkatnya adalah ritual bunuh diri untuk menebus kesalahan demi kehormatan atau harga diri.

Tetapi, orang Jepang hampir tidak pernah menggunakan kata harakiri dan lebih memilih kata seppuku. Seppuku adalah kematian terhormat atau bunuh diri ritualistik dengan mengeluarkan isi perut yang hanya bisa dilakukan oleh seorang samurai, karena terdapat ritual dan tata cara yang harus dilkakukan. Baca juga: Mengenal Tradisi Nyotaimori, Makan Sushi di Atas Tubuh Wanita Tanpa Busana Tradisi seppuku (Harakiri) sudah lahir dari abad ke-12.

Pada awalnya, kebiasaan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk seorang samurai dan orang-orang dari kelas atas untuk menebus kejahatannya, mendapatkan kehormatan yang hilang, atau mengindarkan diri dari penangkapan yang memalukan oleh musuh. Dirangkum dari beberapa sumber, alasan bagian perut menjadi pilihan untuk dipotong, tidak lain karena banyak dari orang Asia kuno yang percaya bahwa jiwa dan pikiran dari seseorang beristirahat dalam perut dan bukan pada otak, dan karenanya perut harus dipotong agar jiwa tersebut terbebas.

Ritual dimulai dengan samurai yang dimandikan, berpakaian kimono putih dan dilayani dengan menu favorit sebagai makanan terakhir, dan diberi waktu untuk menulis puisi kematiannya.

Dia akan dipersilakan duduk di tempat yang ditunjuk dengan posisi seiza (kaki ditarik di bawah tubuh sehingga benar-benar duduk di atas tumit). Kaishakunin, bertugas memenggal kepala dari pelaku Seppuku bersiap di sebelahnya. Kaishakunin dapat ditunjuk oleh pemerintah Shogun atau teman dekat pelaku. Baca juga: Mengenal Festival Hadaka Matsuri, Pesta Telanjang Doakan Panen di Jepang Sebuah gelas sake, setumpuk Washi (kertas buatan tangan dari kulit kayu mullberry) dan alat tulis, serta Kozuka (pedang pemotong perut) akan diletakkan di meja kayu dan berada di depan pelaku Seppuku.

Pedang yang biasa dipakai untuk mengeluarkan isi perut adalah Tanto (pisau). Pedang ini dibalut dengan kain sehingga tidak akan melukai tangan pengguna, atau menyebabkan dia kehilangan pegangan ketika memegang pedang tersebut.

Namun, jika pelaku belum cukup umur, atau diputuskan untuk terlalu berbahaya jika diberi pedang, pedang akan diganti dengan sebuah kipas.

Pelaku akan meminum sake dua harakiri adalah masing-masing dua tegukan. Satu tegukan untuk keserakahan, ketiga tegukan lainnya untuk keraguan. Total empat tegukan, atau ‘shi’(empat) dalam bahasa Jepang, melambangkan kematian. Setelah itu dia akan menulis wasiat terakhir dengan anggun dan natural, seolah tanpa peduli bahwa dia akan mati. Kemudian, Kaishakunin akan menampilkan Kaishaku-nya dengan memenggal kepala pelaku dalam satu tebasan, tapi membiarkannya menempel di sela kulit di tenggorokan.

Hal ini untuk mencegah kepala tersebut terbang ke arah penonton atau berputar di dalam ruangan, menyemprotkan darah kemana-mana.

Hanya harakiri adalah kelas rendah yang dipenggal sepenuhnya. Kaishakunin akan mulai memenggal sesaat setelah melihat tanda sakit atau keraguan dari pelaku. Untuk pelaku yang menukar pedangnya dengan kipas, Kaishakunin akan mulai memenggal saat pelaku menyentuh perutnya menggunakan kipas. Setelah seppuku selesai dilaksanakan, meja kayu dan pedang akan dibuang karena telah tercemar oleh kematian. Mengutip dari mai-ko.com ada berbagai jenis Seppuku (Harakiri) yang diidentifikasi dalam literatur yakni: 1.

Oibara: Melakukan seppuku setelah atasannya meninggal. Sebelum tahun 1500-an banyak kaishakunin melakukan seppuku mengikuti seppuku dari tuannya. 2. Tsumebara: Memaksa seppuku untuk menghukum seorang samurai.

Seppuku bertentangan dengan keinginan seseorang. 3. Tachibara: Harakiri adalah seppuku sambil berdiri. Tachi berarti "berdiri" dalam bahasa Jepang. 4. Kanshibara: Melakukan seppuku untuk memprotes perilaku samurai lain. Contohnya adalah seppuku Hirate Masahide pada tahun 1553 untuk memprotes Oda Nobunaga.

5. Kamabara: Melakukan seppuku dengan menggunakan sabit. 6. Kagebara: Melakukan seppuku tetapi menyembunyikan lukanya untuk mengejutkan penonton. Banyak digunakan dalam drama kabuki. Lalu, pada harakiri adalah Jenis Potongan Seppuku (Harakiri) memiliki beberapa jenis potongan perut, diantaranya sebagai berikut. 1. Jumonji: Ini adalah bentuk seppuku yang paling umum. Satu potongan horizontal dan satu vertikal dibuat pada bagian perut yang pada akhirnya terlihat seperti angka 10 (十) dalam bahasa Jepang.

Potongan pertama biasanya tidak cukup dalam untuk memastikan isi perut tidak tumpah lebih awal. Potongan pertama biasanya di bawah pusar dari kiri ke kanan. Potongan kedua dari bawah ke atas dimulai tepat di atas pangkal paha. Urutan pemotongannya tidak begitu konsisten. 2. Ichimonji: Satu potong horizontal dari kiri ke kanan.

Kadang-kadang samurai memotong secara harakiri adalah dari pusar ke puting kanan yang dapat diterima. 3. Hachimonji: Membuat dua potongan vertikal sedikit miring yang terlihat seperti angka 8 (八) dalam bahasa Jepang.

4. Sanmonji harakiri adalah Membuat tiga potongan horizontal yang terlihat seperti angka 3 (三) dalam bahasa Jepang. Seppuku secara sukarela dianggap sebuah sikap yang baik terhadap tuannya dan pihak yang dirugikan.

Bahkan dalam beberapa kasus, dapat dianggap sebuah kematian dengan ‘tindak-tanduk’ yang menjamin reputasi baik bagi keluarganya sendiri dan memungkinkan mereka untuk menggunakan keuntungan penghargaan yang diberikan untuk jasanya selama hidup. Category • Home • Pelajaran • Pelajaran A • Pelajaran B • Pelajaran C • Suku Kata • Hiragana • Katakana • Kanji • News • Budaya • Sport • Streaming • Dorama • Sub Sub-Menu 1 • Sub Sub-Menu 2 • Sub Sub-Menu 3 • Sub Sub-Menu 4 • Film • Sub Sub-Menu 1 • Sub Sub-Menu 2 • Sub Harakiri adalah 3 • Sub Sub-Menu 4 • Anime • Sub Sub-Menu 1 • Sub Sub-Menu 2 • Sub Sub-Menu 3 • Sub Sub-Menu 4 • Jepang adalah salah satu negara maju di dunia, dapat di bilang pemerataan di negara itu sudah sangat stabil.

Jadi bisa dikatakan sebagian besar rakyat Jepang berada dalam ketercukupan kebutuhan, baik kebutuhan sandang pangan, pendidikan, interaksi sosial dan lain-lain. Jadi secara nalar, mereka telah mendapatkan kehidupan yang layak. Namun begitu, negara yang di juluki matahari terbit ini memiliki sebuah tradisi yang di anggap ambigu oleh mata dunia, yaitu tradisi Harakiri. Harakiri adalah bunuh diri yang di lakukan untuk menjaga kehormatan keluarga atau jika seseorang telah merasa tidak kuasa untuk menanggung beban hidup.

Harakiri juga di lakukan sebagian orang, karena merasa dirinya tidak mampu bekerja keras layaknya orang-orang di sekitarnya dan menganggap dirinya tak berguna, lantas mengambil jalan pintas. Harakiri atau tradisi bunuh diri yang berasal dari Negeri Sakura ini telah dikenal oleh bangsa lain.

Hanya saja di negaranya, harakiri lebih dikenal dengan sebutan Seppuku. Walaupun di Jepang sendiri istilah harakiri dianggap sebagai istilah yang kasar. Tindakan bunuh diri, dalam bahasa Jepang disebut dengan seppuku (切腹) atau harakiri (腹切り) yang jika dilihat dari kanjinya dapat diartikan sebagai tindakan memotong atau merobek perut. Tindakan ini dahulu merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh para kaum bushi atau ksatria samurai.

Bushi akan melakukan ritual harakiri apabila mereka tertangkap oleh musuh karena berprinsip lebih baik mati daripada harus disiksa oleh musuh, dan jika bushi tersebut melakukan pengkhianatan atau gagal dalam tugasnya, sebagai wujud dari penyesalan dan tanggung jawabnya karena telah mengecewakan kelompoknya. Ritual harakiri ini akan dilakukan di depan kelompoknya (jika berupa hukuman karena harakiri adalah bertugas) dengan sebuah pisau tradisional yang bernama tanto, setelah membuka kimono yang dikenakan, perut dirobet dari arah kiri ke kanan hingga harakiri adalah perut bushi tersebut keluar.

Harakiri sebenarnya harakiri adalah resmi dihapuskan pada tahun 1873, segera setelah restorasi Meiji, namun seiring berjalannya waktu aksi harakiri tersebut masih terjadi hingga saat ini dan menjadi tradisi yang membumi dan mengakar di Jepang. Dalam tradisi Jepang, harakiri tidak hanya tradisi milik para samurai, harakiri dilakukan oleh siapa saja untuk menjaga kehormatan keluarga atau jika seseorang telah merasa tidak kuasa untuk menanggung beban hidup atau menanggung malu.

Prinsip lebih baik harakiri adalah berkalang tanah daripada hidup menanggung malu, bagi orang Jepang sungguh-sungguh dilakukan. Bagi mereka, tidak ada gunanya lagi melanjutkan hidup bila sudah kehilangan kehormatan. Oleh karena itulah di Jepang, tradisi harakiri bukan sesuatu yang tabu. Maka dari itu, Jepang menjadi negara dengan angka bunuh diri terbesar di dunia, bersama Rusia dan Hungaria, dengan skala mencapai 30.000 individu yang melakukan bunuh diri.

Bahkan di jepang, angka bunuh diri mencapai lebih dari 30.000 selama 8 tahun terakhir ini. Harakiri juga kadang dilakukan sebagai bentuk dari hukuman mati bagi samurai yang telah melakukan pelanggaran serius seperti pembunuhan yang tidak beralasan, pemerkosaan, perampokan, korupsi, pengkhianatan dan kejahatan lain yang tak termaafkan. Dalam perkembangannya, harakiri tetap hidup sebagai spirit, falsafah dan kode etik kepemimpinan dalam pemerintahan Jepang modern.

Harakiri politik sudah menjadi hal yang lumrah, karena semangat bushido meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi. Harakiri biasanya dilakukan dengan upacara atau ritual yang rumit. Orang yang hendak bunuh diri mandi dulu bersih-bersih, harakiri adalah pakai pakaian putih-putih, makan dulu, baru sesudahnya siap-siap untuk memulai penusukan.

Orang yang bersangkutan akan duduk diam dengan tanto diletakkan di depannya. Kemudian menulis puisi terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan puisinya, orang itu mengambil tanto yang lantas ditusukan ke perut agak ke kiri lantas tanto digeser ke kanan, yang terakhir ke atas sedikit, agar isi perutnya keluar. Setelah aksi penusukan tersebut, sekarang giliran Kaishakunin beraksi menyabet lehernya.

tanto bekas pakai tadi lalu diletakkan di piring bekas makan tadi. Ritual yang telah membudaya di Jepang ini dianggap sesuatu yang sah, walaupun agak sukar untuk dilakukan orang biasa.

Namun harakiri juga dianggap sebuah kekerasan karena setiap kali ada orang atau warga Jepang yang melakukan salah, maka ia akan berorientasi untuk bunuh diri, seperti dipaksa oleh keadaan sekitar.

Tapi ini juga yang membuat bangsa Jepang menjadi sangat maju dalam perkembangannya. Mereka menginginkan segala hal yang dilakukan bersifat perfeksionis, tak ada cacat sama sekali. Semangat inilah yang menjadikan Harakiri adalah dikenal sebagai bangsa beretos kerja tinggi, memiliki dedikasi dan loyalitas yang jarang dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Berpijak dari spirit inilah Jepang mampu mengukuhkan diri sebagai salah satu negara maju di dunia, baik dalam ekonomi, budaya politik, teknologi, industri maupun olahraga, khususnya sepakbola.

Tindakan harakiri pertama kali dilakukan oleh Minamoto no Yorimasa ketika perang Uji pada tahun 1180. Tindakan harakiri ini banyak dilakukan oleh daimyo (pemimpin tertinggi kaum bushi) yang kalah pada suatu perang atas perintah daimyo yang memenangkan perang tersebut.

Tindakan bunuh diri dari daimyo yang kalah ini akan memberikan dampak psikologis bagi pengikutnya, sehingga tidak akan ada yang berani untuk melakukan perlawanan. Toyotomi Hideyoshi sering menggunakan metode ini untuk melumpuhkan kekuatan musuhnya yang sudah kalah.

Peristiwa yang paling dramatis terjadi ketika Hideyoshi berhasil memimpin klan Odawara untuk mengalahkan klan Hojo, keluarga daimyo terkuat di Jepang bagian timur, pada tahun 1590. Saat itu ia memerintahkan Hojo Ujimasa, mantan daimyo dari klan Hojo untuk melakukan harakiri kemudian mengasingkan putranya Ujinao agar putranya aman dan bisa melanjutkan kehidupan seperti layaknya manusia normal lainnya.

Dalam perkembangannya, harakiri dilakukan oleh seseorang untuk menunjukkan rasa ketidak-setujuannya kepada keputusan penguasa (baik raja maupun pemerintah modern). Kejadian yang terkenal adalah harakiri yang dilakukan oleh sastrawan terkenal Jepang, Mishima Yukio di markas besar tentara Jepang pada tahun 1970 sebagai bentuk protesnya kepada kebijakan pemerintah pada masa itu. Baca Juga : 7 Prinsip Bushido Jepang Yang Bisa Kita Contoh Bahkan sekarang ada seseorang yang menulis tata cara dan panduan lengkap bunuh diri.

Namanya Wataru Tsurumi. Menurutnya, bunuh diri adalah sesuatu yang tidak salah, harakiri adalah itu harakiri adalah hak dan kebebasan dari setiap individu, setiap orang berhak menentukan jalan yang ingin di tempuhnya sendiri. Dalam bukunya, bahkan Tsurumi memaparkan denagn gamblang metode-metode untuk bunuh diri, mulai dari meminum obat-obatan yang mematikan, memotong urat nadi, menggunakan karbon monoksida, dan sebagainya.

Namun Tsurumi mengecam aksi bunuh diri massal yang juga marak di lakukan di Jepang akhir-akhir ini. Dia menilai bunuh diri adalah hak setiap individu, namun tidak boleh mengajak-ajak atau memprovokasi orang lain untuk ikut melakukannya. Namun begitu, Tsurumi berharap agar orang yang ingin bunuh diri dan membaca bukunya, tetap hidup. Menurutnya, bunuh diri hanya boleh di lakukan jika orang merasa dalam tekanan hebat dan tidak kuat lagi menjalani kehidupan.

Seiring dengan harakiri adalah zaman, harakiri tidak hanya dilakukan dengan aksi bunuh diri, sekarang ini telah berkembang istilah "Harakiri politik" yakni bunuh diri jabatan. Yaitu mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan nasional (bangsa) yang juga merupakan simbol keberanian seorang pemimpin dalam menghadapi kegagalan, kesalahan dan kekalahan dalam tugas.

Harakiri politik adalah tolok ukur bangsa yang bermartabat dan terhormat. Sedikit belajar dari negara tetangga Jepang, sikap ksatria prajurit samurai para pemimpinnya yang menjunjung tinggi etos pengorbanan tiada batas terbukti membawa negeri sakura kepada martabat terhormat yang diakui dunia.

Harakiri politik ini berguna untuk menyelamatkan kepentingan yang lebih besar dan menjaga kehormatan sebagai ciri khas watak ksatria. Dan sekarang pemikiran harakiri politik itu sebenarnya bukan hanya tradisi bangsa Jepang. Beberapa negara di dunia yang dikenal memiliki semangat nasionalisme tinggi juga tak lepas dari sejarah yang sama.

Dua contoh teranyar dari harakiri politik adalah mundurnya Perdana Menteri Jepang Harakiri adalah Kan pada 26 Agustus 2011 akibat krisis nuklir pasca gempa besar (tsunami) yang melanda negeri harakiri adalah dan ketidakpuasan publik dengan penanganan pemerintah terhadap krisis itu. Kemudian disusul dengan mundurnya Menteri Industri Yashio Hachiro pada 12 September 2011 hanya gara-gara salah ucap dengan menyebut Jepang sebagai “Kota Kematian” pasca gempa besar itu.

Padahal, setahun sebelumnya, pada 2 Juni 2010, PM Jepang Yukio Hatoyama juga melakukan hal yang sama. Hatoyama yang hanya menjabat selama 9 bulan mengundurkan diri setelah popularitasnya menurun drastis akibat keputusannya mempertahankan pangkalan militer AS di Okinawa. Mundur dari jabatan merupakan tradisi bangsa Jepang harakiri adalah menjaga etika harakiri adalah khas samurai.

Harakiri politik. Bunuh diri kekuasaan adalah bagi pemimpin politik dan kekuasaan Jepang adalah simbol kehormatan prajurit samurai yang telah terdidik untuk tidak menerima kekalahan, kesalahan dan kegagalan. Menang, benar dan sukses atau mati! Demi kepentingan dan kehormatan partai (atau negara), nyawa (kepentingan pribadi) rela dikorbankan. Begitu kuatnya masyarakat Jepang dalam menjaga tradisi samurai, bahkan belum lama terjadi, seorang Presiden Perusahaan Kereta Api Hokkaido di Jepang, Naotoshi Nakajima, memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan harakiri (bunuh diri).

Ia merasa bersalah atas terjadinya kecelakaan kereta api di Hokkaido, pada bulan Mei 2011 lalu. Padahal kecelakaan tersebut mengakibatkan 35 orang luka-luka, meski tidak ada korban jiwa. Meski begitu, negara kita Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, moral dan perilaku. Oleh karena itu, sangat tidak disarankan harakiri adalah Indonesia juga mengikuti jejak yang sama, yaitu tradisi harakiri atau bunuh diri tersebut.

Pemaparan di atas hanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai sejarah bangsa Jepang yaitu tradisi harakiri, jadi tidak sepantasnya kita juga mencoba meniru adegan berbahaya tersebut.

Sekian dan terima kasih.
Ada sebuah tradisi unik yang masih bertahan di Jepang saat ini yakni Harakiri atau Seppuku. Tradisi ini bisa dibilang sangat ngeri karena pelakunya bakalan bunu h diri dengan menusukkan Katana, Pedang atau pisau ke perutnya. Harakiri atau bunuh diri sebagai hukuman mulai populer di masa Kekaisaran Tokugawa pada zaman Edo (1600-1867). Umumnya, motif bunuh diri ketika itu adalah untuk memperlihatkan kesetiaan kepada majikan atau sebagai ungkapan rasa malu karena kekalahan dalam peperangan.

Cara bunuh diri atau harakiri yang umum ketika itu adalah dengan merobek perut atau seppuku. Ritual ini dilakukan dengan dua cara, ichimonji dan jumonji. Baca juga: Dibayar Untuk 2 jam, PSK ini Malah Ditugaskan Bantu Pindahan Harakiri adalah Seppuku tidak dilakukan dengan sederhana, ada persiapan khusus sebelum seseorang bunuh diri. Selain harus berpakaian putih yang bersih, samurai yang akan bunuh diri akan disajikan makan enak sebelum upacara digelar.

Saat melakukan seppuku, seorang samurai akan dikawal algojo yang bertugas menebas batang leher si samurai bila ia tak sampai mati dalam aksinya. Bunuh diri dengan cara tradisional ini terakhir kali dilakukan pada November 1970. Seorang sastrawan terkenal Jepang, Mishima melakukan ritual seppuku setelah bersama para pengikutnya menerobos masuk ke pangkalan militer Pasukan Bela Diri Jepang.

Setelah berpidato dia lalu merobek perutnya dan seorang pengikut menebas batang lehernya setelah Mishima berteriak Tenno Heika Banzai! (Hidup Kaisar!). Saat Perang Dunia II, kesetiaan itu beralih kepada Kaisar daripada kepada sekadar majikan atau tuan tanah. Karena itu, ketika kekalahan datang, prajurit Jepang serta perwiranya melakukan bunuh diri.

Caranya bisa dengan minum racun, seppuku, menembak diri atau mengantarkan nyawa di tengah berondongan senjata musuh. Baca juga: 15 Gadget ANEH Inovasi Jepang Yang Bakal Membuat Kamu Geleng Kepala! Yang terkenal tentu saja harakiri adalah Kamikaze dan Ningen Gyorai. Pasukan Kamikaze adalah pasukan pesawat udara yang dalam operasi berani mati melakukan misi bunuh diri. Sementara Ningen Gyorai adalah pasukan angkatan laut yang dikenal sebagai torpedo manusia. Seorang prajurit akan jadi penunggang peluru torpedo yang tentu saja akan ikut tewas ketika torpedo mengenai sasaran.

Lain lagi di Provinsi Okinawa.

Ketika pasukan Amerika Serikat mendarat, prajurit dan rakyat ikut pula bunuh diri harakiri adalah sebuah bunuh diri massal yang mengerikan. Jadi ini adalah tradisi buruk yang tidak patut dicontoh oleh orang, dan ini sudah banyak ditinggalkan sejak berjalannya zaman modern ini. Tradisi bunuh diri ini banyak digunakan saat zaman dahulu di Jepang
Pernahkah mendengar tentang seppuku atau yang biasa dikenal juga harakiri?

Seppuku dan harakiri memiliki arti yang sama, yakni memotong perut. Bedanya, seppuku dalam bahasa Jepang ditulis 切腹, sedangkan harakiri ditulis 腹切り.

Keduanya sama-sama berasal dari dua huruf 腹 (perut) dan 切る (memotong). Ritual harakiri ini memiliki sejarah yang cukup panjang, mencengangkan, dan terasa mengerikan.

Harakiri dilakukan sebagai bentuk rasa malu dan tanggung jawab samurai Jepang pada zaman dulu. Berikut tujuh fakta menarik mengenai harakiri atau ritual bunuh diri samurai Jepang ini.

Jangan kaget, ya. Daftar Isi • #1 Harakiri menjadi jalan kematian terhormat • #2 Dilakukan sebagai bentuk ketaatan pada tuannya • #3 Oibara dan jigai • #4 Dilakukan demi kesepakatan damai • #5 Prosesnya sangat menyakitkan • #6 Film tentang samurai dan harakiri • #7 47 Ronin #1 Harakiri menjadi jalan kematian terhormat Minamoto no Yorimasa adalah orang yang pertama kali melakukan harakiri saat Perang Uji (1180).

Kalah dari klan Taira membuatnya melakukan harakiri di Kuil Byoudouin. Berita ini cepat sekali menyebar dan sejak itu harakiri dianggap sebagai salah satu bushido (jalan hidup samurai).

Harakiri hanya bisa dilakukan oleh para samurai yang menjaga harga diri dan kehormatannya. Harga diri bagi samurai adalah hal yang harus dipertahankan melebihi nyawanya sendiri. Kalau rakyat biasa melakukan harakiri, bisa dibilang nggak ada gunanya dan kematiannya tak bernilai apa-apa. Jadi, harakiri hanya dinilai terhormat saat dilakukan oleh samurai. #2 Dilakukan sebagai bentuk ketaatan pada tuannya Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, nggak semua orang berhak melakukan harakiri.

Saat seorang samurai ingin harakiri adalah ritual ini pun mereka harus minta izin kepada tuannya. Perlu diingat, samurai yang terhormat adalah samurai yang memiliki tuan, dan ia akan mengabdi sampai mati. Oleh karena itu, saat ingin mengakhiri hidupnya pun ia harus meminta izin. Seorang samurai rela mati buat tuannya (Shutterstock.com) Alasan tuan harakiri adalah mengizinkan biasanya agar para samurai ini nggak disiksa kalau tertangkap musuh atau memang untuk menebus kesalahan. Dalam ajaran bushido, para samurai akan lebih memilih harakiri ketimbang harus kalah dan menjadi tahanan musuh.

Jadi, boleh dibilang harakiri merupakan bentuk ketaatan samurai Jepang kepada tuannya. Bagaimanapun menjadi samurai tak bertuan alias ronin dianggap harakiri adalah manusia. Maka, seorang samurai akan mempertaruhkan segalanya. Jangan dikira tuannya nggak sedih juga ya saat bawahannya harakiri, sebab para samurai ini sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Selain izin, samurai juga bisa melakukan harakiri jika tuannya sudah meninggal.

#3 Oibara dan jigai Selain harakiri atau seppuku, ada juga istilah oibara atau tsuifuku, yakni harakiri yang dilakukan oleh samurai setelah kematian tuan mereka. Kemudian ada juga istilai jigai. Jigai adalah bunuh diri yang dilakukan oleh wanita yang merupakan istri samurai yang melakukan harakiri.

Biasanya seorang istri samurai akan memotong lehernya agar bisa mati dengan cepat. Selain untuk menunjukkan kesetiaan pada suami, kehormatan sebagai seorang istri, juga untuk menghindari penangkapan dan tindakan asusila yang dilakukan oleh musuh.

Kalau istri samurai ini hidup dan dijadikan tawanan, justru dianggap nggak terhormat, lho. #4 Dilakukan demi kesepakatan damai Selain harga diri samurai dan kesetiaan pada tuannya, harakiri biasanya juga dilakukan untuk membuat kesepakatan damai dengan musuh.

Samurai di Jepang dianggap hebat karena berkat mereka, perdamaian dan keamanan wilayah yang bertikai dapat terwujud.

Samurai Jepang di Kuil Itsukushima (Shutterstock.com) Seorang tuan akan memanggil samurai yang diinginkan musuh dan menyuruhnya melakukan harakiri. Biasanya pihak musuh yang harakiri adalah. Setelah samurai melakukan harakiri, barulah perjanjian damai dibuat. Ada juga perjanjian damai yang dibuat dengan cara pihak menang menyuruh lawannya yang kalah untuk melakukan harakiri. Yang paling terkenal dari versi ini adalah Toyotomi Hideyoshi yang menyuruh Houjou Ujimasa melakukan harakiri setelah klan Houjou kalah dalam peperangan Odawara (1590).

#5 Prosesnya sangat menyakitkan Seorang samurai yang akan melakukan harakiri harus menjalani beberapa tahapan berikut. Pertama, samurai harus mandi dan mengenakan pakaian serba putih. Setelah itu, ia akan disuruh menyantap makanan terakhir yang sudah disiapkan. Di samping makanan, ada sebilah pedang untuk memotong perutnya. Ada juga lho samurai Jepang yang membuat surat wasiat atau puisi kematian sebelum harakiri. Saat seorang samurai melakukan harakiri, akan ada saksi dan samurai lain di belakangnya yang siap dengan pedang mereka.

Samurai yang melakukan harakiri akan menusuk perutnya beberapa kali hingga terlihat kesakitan. Saat samurai Jepang ini merasa kesakitan, mereka dianggap sangat berani dan rela mengorbankan nyawa demi tuannya atau demi kehormatan dirinya sendiri. Ada banyak versi cara memotong perut samura. Ada ichimonji (dari kiri ke kanan sehingga membentuk huruf kanji 一 = 1), juumonji (dari atas ke bawah dan kiri ke kanan sehingga membentuk harakiri adalah = 10), dll.

Setelah perut terbelah, samurai akan menegakkan kepalanya. Samurai lain di belakangnya akan memenggal kepala samurai tersebut agar rasa sakitnya segera hilang. Hiii… #6 Film tentang samurai dan harakiri Ada banyak film yang membahas tentang samurai dan harakiri di Jepang, di antaranya Seven Samurai (1954), Seppuku (1962), Samurai Rebellion (1967), 13 Assassins (2010), Harakiri: Death of A Samurai (2011), 47 Ronin (2013), dll.

Saya pernah nonton film 13 Assassins dan cukup tergambarkan bagaimana samurai harus hidup di zaman feodal dulu. Samurai harakiri adalah memiliki tuan memang dianggap sebagai kasta tinggi dalam tatanan masyarakat saat itu. Mereka juga dianggap pahlawan karena harakiri adalah rakyat kecil, termasuk dalam film ini yang mereka diminta tolong untuk melawan penguasa yang zalim.

#7 47 Ronin Salah satu kisah yang paling menarik tentang samurai Jepang dan harakiri adalah 47 Ronin. Kisah aslinya ini berbeda dengan versi filmnya di tahun 2013, harakiri adalah. Seorang tuan (daimyo) dibohongi oleh pensiunan pejabat tentang pakaian yang harus dipakai saat menghadap shogun di istana. Ia merasa dipermalukan.

Saking marahnya, ia menarik pedangnya dan mencoba membunuh si harakiri adalah pejabat yang membohonginya. Si pensiunan pejabat tadi berhasil melarikan diri. Akan tetapi, lantaran perbuatannya menarik pedang di istana, daimyo pun dijatuhi hukuman mati dengan harus melakukan harakiri. Makam 47 Ronin di Kuil Sengakuji Jepang (Shutterstock.com) Setelah si harakiri adalah ini melakukan harakiri, ke-47 samurai bawahannya menjadi tak bertuan, atau yang disebut ronin.

Mereka pun berencana membalaskan dendam tuannya. Saat musim dingin, para samurai berhasil menyerbu kediaman musuhnya tersebut. Setelah berhasil, para ronin akhirnya melakukan harakiri menyusul tuannya. Begitulah kira-kira fakta unik tentang harakiri di Jepang. Yang masih diwarisi dari para samurai oleh orang Jepang sekarang adalah sifat malu saat bersalah dan bertanggung jawab sampai akhir.

Ada banyak kisah tokoh publik Jepang melakukan bunuh diri (jisatsu) karena rasa malu saat tak bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.

Meski agak mengerikan, bisa dipahami ya kenapa harakiri dianggap sebagai jalan kematian terhormat. Penulis: Primasari N Dewi Editor: Intan Ekapratiwi Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya. Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

[SADIS dan KEJAM] Harakiri Atau Seppuku Tradisi Ritual BUNUH DIRI SAMURAI




2022 charcuterie-iller.com