Asi matur adalah

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Asi matur adalah • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me ASI itu satu- satunya makanan bayi sampai bayi berumur 6 bulan dan merupakan makanan terbaik.

Bukan susu sapi (susu formula), bukan pisang Pencernaan bayi 0-6 bulan cuma siap nerima ASI, makanya kenapa ada anjuran dari WHO untuk memberikan ASI eksklusif yang artinya tanpa tambahan air putih, madu, pisang, sufor, air teh dll). Jangan khawatir deh soal gizi, asi matur adalah cukup kok.

Komposisi ASI tuh udah topkhusus buatan tangan tuhan untuk hambanya, jadi udah pasti sempurna dan sesuai sama kebutuhan tubuh manusia. 3.5. Sebarkan ini: Ais Susu Ibu “ASI” adalah suatu emulsi dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organik yang disekresikan oleh kdua belah kelenjar, payudara ibu pasca melahirkan dan berguna sebagai makanan bayi. Asi merupakan cairan alamiah yang mudah didapat dan fleksibel dapat diminum tanpa persiapan khusus dengan temperatur yang sesuai dengan bayinya serta bebas dari kontaminasi bakteri sehingga mengurangi resiko gangguan intestinal.

Keseimbangan zat-zat gizi yang terkandung dalam ASI sangat lengkap dan sempurna yakni kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.

Selain itu pemberian ASI pada bayi dapat melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Terdapat beberapa istilah yang berhubungan dengan ASI meliputi: Baca Juga Artikel asi matur adalah Mungkin Terkait : Pengertian Koagulasi Dan Fibrinogen Beserta Proses Maupun Contohnya • ASI Predominan ASI predominan merupakan ASI yang diberikan kepada bayi sejak usia 0-6 bulan ditambahkan dengan pemberian minumam lain berupa teh, madu, air tajin dan minuman lainnya.

Komponen ASI Nutrisi yang terkandung di dalam ASI cukup banyak dan bersifat spesifik pada tiap ibu. Komposisi ASI dapat berubah dan berbeda dari waktu ke waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi sesuai usianya, berdasarkan waktunya, ASI dibedakan menjadi tiga stadium yaitu: • Kolostrum “ASI hari 1-4” Kolostrum merupakan susu pertama keluar yang berbentuk cairan kekuningan yang lebih kental dari ASI matur.

Kolostrum diproduksi pada masa kehamilan sampai kelahiran dan akan digantikan oleh ASI transisi dalam dua sampai empat hari setelah kelahiran bayi. Hal ini disebabkan oleh hilangnya produksi estrogen dan progesteron dari plasenta secara tiba-tiba yang menyebabkan laktogenik prolaktin mengambil alih peran produksi air susu sehingga kelenjar payudaralah yang mulai progresif menyekresikan air susu dalam jumlah besar.

Kolostrum mengandung protein 8,5%, sedikit karbohidrat 3,5%, lemak 2,5%, garam dan mineral 0,4%, air 85,1% dan vitamin larut lemak.

Selain itu, kolostrum juga tinggi immunoglobulin A “IgA” yang berperan sebagai imun pasif pada bayi. Kemudian kolostrum juga dapat berfungsi sebagai pencahar yang dapat membersihkan saluran pencernaan bayi baru lahir, volume kolostrum sekitar 150-300 ml/24 jam.

• ASI Masa Transisi “ASI hari 5-10” ASI masa transisi terjadi pada hari ke-5 sampai hari ke-10 dimana berhentinya produksi kolostrum lebih dua minggu setelah melahirkan dan produksi ASI oleh kelenjar payudara mulai stabil. Kandungan protein dalam air susu semakin menurun, namun kandungan lemak, laktosa, vitamin larut air dan juga volume ASI akan semakin meningkat.

Peningkatan volume ASI dipengaruhi oleh lamanya menyusui yang kemudian akan digantikan oleh ASI matang. Sedangkan adanya penurunan komposisi protein dalam ASI diharapkan ibu menambahkan protein dalam asupan makanannya. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Penjelasan Pada Hati Manusia Beserta Fungsi Dan Macam Gangguannya • ASI Matur ASI matur merupakan ASI yang disekresi dari hari ke-10 sampai seterusnya dan komposisinya relatif konstan.

Kandungan utama ASI matur ialah laktosa “karbohidrat” yang merupakan sumber energi untuk otak. Konsentrasi laktosa pada air susu manusia, kira-kira lebih banyak 50% dibandingkan dengan susu sapi. Walaupun demikian angka kejadian diare karena intoleransi laktosa jarang ditemukan pada bayi yang mendapatkan ASI karena penyerapan laktosa ASI lebih baik dibanding laktosa yang terdapat dalam susu sapi. Selain itu, ASI kaya akan protein whey yang sifatnya mudah diserap oleh usus bayi. Kemudian ASI matur juga mengandung kadar lemak omega 3 dan omega 6 tinggi yang berperan dalam perkembangan otak bayi.

Disamping itu, ASI matur juga mengandung asam lemak rantai panjang diantaranya asam dokosaheksonik “DHA” dan asam arakidonat “ARA” yang penting dalam perkembangan jaringan syaraf serta retina mata. Kandungan ASi Secara umum kandungan yang terdapat dalam ASI antara lain: • Lemak ASI mengandung lemak yang mudah dicerna dan diserap bayi karena mengandung enzim lipase yang berperan dalam mencerna lemak.

Lemak utama ASI ialah lemak ikatan panjang “omega-3, omega-6, DHA dan asam arakhidonat” yaitu suatu asam lemak esensial untuk nyelinisasi saraf yang penting untuk pertumbuhan otak.

• Karbohidrat Karbohidrat utama yang terdapat di dalam ASI ialah laktosa “gula” dan kandungannya sekitar 20-30% lebih banyak dibandingkan susu sapi. Laktosa dapat meningkatkan penyerapan kalsium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang.

Selain itu, Laktosa juga meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik yaitu Lactobacillis bifidud. Hasil fermentasi laktosa ialah asam laktat yang akan memberikan suasana asam dalam usus bayi sehingga menghambat pertumbuhan bakteri patogen. • Protein Protein utama ASI ialah whey yang mudah dicerna oleh bayi sehingga tidak menyebabkan gangguan intestinal. Kandungan protein ini sekitar 60%, kemudian ASI mengandung alfa-laktalbumin yang jarang menyebabkan alergi seperti halnya yang terdapat pada susu sapi.

Selain itu, ASI juga mengadung lacroferin yang berperan sebagai pengangkut zat besi dan juga sistem imun usus bayi dari bakteri patogen. Hal ini dikarenakan, Laktoferin membiarkan flora normal usus untuk tumbuh dan membuh bakteri patogen. Zat imun lain yang terkandung dalam ASI ialah kelompok antibiotik alami yaitu lysosyme dan taurine.

Taurine berperan dalam pertumbuhan otak, susunan saraf, juga penting untuk pertumbuhan retina. • Vitamin, Mineral Dan Zat Besi ASI ASI mengandung vitamin, mineral dan zat besi yang lengkap asi matur adalah mudah diserap oleh bayi. • Immunoglobulin A “IgA” ASI tidak hanya berperan sebagi imunisasi aktif yang merangsang pembentukan daya tahan tubuh bayi, melainkan juga berperan sebagai imunisasi pasif yang akan melindungi usus bayi pada minggu pertama kehidupan dari alergen karena mengandung immunoglobulin A “lgA”.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Penjelasan Evolusi Beserta Adaptasi Dan Seleksi Alam Proses Pembentukan ASI Pembentukan air susu dimodulasi oleh perkembangan jaringan kelenjar mammaria payudara yang berkembang sempurna dan bertambahnya deposit lemak untuk memberi massa payudara pada masa kehamilan.

Perkembangan jaringan kelenjar ini distimulasi oleh produksi hormon estrogen yang tinggi oleh plasenta selama kehamilan dan juga hormon progesteron yang membantu fungsi dari estrogen. Meskipun kedua hormon ini berperan dalam perkembangan kelenjar payudara, namun tidak berperan dalam sekresi air susu melainkan fungsinya ialah mencegah sekresi sesungguhnya dari air susu, adapun pembentukan air susu dipengaruhi oleg faktor berikut ini: • Refleks Plolaktin “Permulaan Laktasi” Prolaktin merupakan hormon yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior.

Konsentrasi prolatin akan meningkat dalam darah ibu secara tetap dari minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi.

Selain itu adanya hormon HCG “human chrorionic somatomammotropin” dengan sifat laktogenik yang disekresi plasenta menyokong prolatin dari hipofisis ibu selama kehamilan. Menjelang akhir kehamilan, prolaktin berperan penting dalam pembentukan kolostrum yang merupakan cairan seperti air susu namun dengan konsentrasi gizi yang berbeda.

Kolostrum ini hanya mengandung sedikit cairan akibat masih adanya supresi dari progesteron dan estrogen yang masih disekresi kelenjar hipofisis anterior.

Segera setelah bayi dilahirkan sekresi progesteron dan estrogen akan hilang sehingga efek laktogenik prolatin dari kelenjar hipofisis anterior ibu mengambil peran dalam produksi air susu ibu di dalam alveoli.

Dalam satu sampai tujuh hari kemudian, kelenjar payudara mulai menyekresi air susu dalam jumlah besar sebagai pengganti kolostrum. Seksresi air susu ini memerlukan sekresi pendahuluan yang adekuat asi matur adalah sebagian besar hormon ibu lainnya, tetapi yang paling penting hormon pertumbuhan, kortisol, paratirod dan insulin, hormon ini diperlukan untuk menyediakan zat yang diperlukan dalam pembentukan air susu.

Setelah ibu melahirkan, kadar prolaktin akan menjadi normal mulai kurun waktu 3 bulan pasca melahirkan sampai masa menyusui selesai. Selama masa menyusui tersebut, kadar prolaktin dalam payudara ibu menyusui tidak mengalami peningkatan walaupun terjadi hisapan oleh bayi pada puting susu, meskipun demikian air susu tetap bisa keluar saat terjadi hisapan pada puting susu ibu.

Untuk kasus ibu yang baru saja melahirkan akan tetapi tidak menyusui bayinya, kadar prolaktin yang terkandung dalam payudara akan kembali normal setelah 2-3 minggu pasca melahirkan.

Sedangkan bagi ibu menyusui kadang prolaktin dalam payudara seringkali meningkat. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengaruh psikis atau stres, anastesi, operasi, rangsangan puting susu, hubungan kelamin dan pengaruh obat-obatan. • Proses Ejeksi Atau Let Down “Sekresi Air Susu” Air susu yang disekresi secara kontinu kedalam alveoli payudara tidak dengan mudah dapat mengalir ke dalam sistem duktus.

Melainkan membutuhkan peran gabungan refleks neurogenik dan hormonal yang melibatkan kelenjar hipofisis posterior dan oksitosin. Ketika bayi mengisap, setengah menit pertama bayi tidak langsung menerima susu melainkan impuls sensorik harus ditransmisikan terlebih dahulu melalui saraf somatik puting susu ke medula spinalis ibu, kemudian ke hipotalamus yang akhirnya menyebabkan sinyal saraf yang membantu sekresi oksitosin pada saat bersamaan juga menyekresi prolaktin.

Oksitosin kemudian dibawa dalam darah ke kelenjar payudara yang menyebabkan sel mioeptel yang terdapat di dinding luar alveoli berkontraksi sehingga terjadinya aliran air susu dari alveoli ke dalam duktus. Kemudian isapan bayi asi matur adalah efektif dalam mengalirkan air susu. Dalam waktu 30 detik sampai 1 menit setelah bayi mengisap, air susu akan dikeluarkan, proses ini disebut ejeksi atau pengaliran “let down” air susu.

Pengisapan pada salah satu kelenjar payudara tidak hanya menyebabkan aliran air susu pada kelenjar payudara itu, melainkan juga pada kelenjar payudara sisi sebelahnya. Selain itu ibu yang membelai bayi atau mendengar bayi menangis dapat juga memberikan cukup sinyal ke hipotalamus ibu untuk menyebabkan pengaliran air susu. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Fungsi Jantung Fungsi Pemberian ASI “Air Susu Ibu” Pemberian Air Susu Ibu “ASI” segera pada bayi baru lahir atau sedikitnya hingga usia dua tahun memberikan banyak manfaat tidak hanya untuk bayi melainkan juga untuk ibu dan masyarakat.

Manfaat Asi Berikut ini terdapat beberapa manfaat asi, terdiri atas: 1. Manfaat Bagi Bayi • Melindungi dari serangan alergi karena mengandung lgA. • Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara. • Asi matur adalah pembentukan rahang yang bagus. • Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, kanker pada anak dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung. • Menunjang perkembangan motorik bayi. 2. Manfaat Bagi Ibu • Mudah, murah, praktis dan tersedia kapan saja.

• Mempercepat involusi/memulihkan dari proses persalinan dan dapat mengurangi perdarahan karena otot-otot di rahim mengerut, otomatis pembuluh darah yang terbuka itu akan terjepit sehingga pendarahan dapat berhenti.

• Mencegah kehamilan karena kadar prolaktin yang tinggi menekan hormon FSH sehingga ovulasi dapat mencapai 99%, apabila ASI diberikan secara terus-menerus tanpa tambahan selain ASI. • Meningkatkan rasa kasih sayang dan rasa nyaman antara ibu dan anak. • Mengurangi risiko penyakit kanker. • Membantu ibu menurunkan berat badan setelah melahirkan. • Menurunkan risiko DM tipe 2. 3. Manfaat Bagi Keluarga • Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli susu formula, botol susu, serta kayu bakar atau minyak tanah untuk merebus air, susu dan peralatannya.

• Jika bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan lebih sedikit biaya guna perawatan kesehatan. • Penjarangan kelahiran lantaran efek kontrasepsi LAM “The Lactation Amenorrhea Methods” dari ASI. • Jika bayi sehat berarti mengemat waktu dan juga tenaga keluarga karena ASI selalu siap tersedia dan keluarga tidak perlu repot membawa botol susu, air panas dan lain sebagainya ketika berpergian. 4. Manfaat Bagi Masyarakat • Menghemat devisa negara karena tidak harus mengimpor susu formula dan peralatan lainnya.

• Terciptanya negara yang sehat, jika bayi yang lahir sehat. • Penghematan pada sektor kesehatan karena jumlah bayi yang sakit hanya sedikit. • Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkan angka kematian. • Melindungi lingkungan sebab tidak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air, susu dan peralatannya. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Penjelasan Pembuluh Nadi Beserta Fungsi, Jenis Dan Ciri-Cirinya Daftar Pustaka: • Barness LA.

Introduction of supplemental foods to infants. Dalam: Lebenthal Ed. Textbook of Gastroenterology and Nutrition.

2ed. New York; Raven, 1989: 339-43. • Barness LA, Curran JS. Nutrition. Dalam: Behrman, Vaughn, Eds. Nelson’s Textbook of Pediatrics.

Philadelphia; Saunders, 1996: 164-5. • Eastham EJ, Lichanco T, Grady I, Walker WA. Antigenicity of infant formulas. J Pediatr 1978:93:561-4 • Illingwoth RS, Lister J. The critical or sensitive period, with special reference to certain feeding problems in infant and children.

J Pediatr 1964: 65:839. Demikianlah pembahasan mengenai Manfaat ASI – Pengertian, Komponen, Kandungan, Proses dan Fungsi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag apa peranan asi eksklusif untuk peningkatan kualitas sdm, arti peluruh asi, artikel asi eksklusif, asi artinya, asi eksklusif ppt, asi ideal, asi jika didiamkan, asi matang, asi predominan, asi terbuat dari darah, bab ii tinjauan pustaka asi eksklusif, cairan kolostrum ibu hamil, cara dan siklus pemberian asi, gambar komposisi asi, jenis asi, jurnal asi eksklusif pdf, jurnal kandungan asi, jurnal pengertian asi, kandungan asi, kandungan asi eksklusif, kandungan asi foremilk, kandungan asi kanan dan kiri, kandungan asi pdf, kandungan asi setelah 6 bulan, kandungan asi tergantung makanan ibu, kandungan yang terdapat pada asi adalah, karakteristik asi, keracunan asi, klasifikasi asi, kolostrum pdf, komposisi asi, komposisi asi eksklusif, komposisi asi pdf, laporan pendahuluan asi eksklusif, lp asi eksklusif, makalah asi eksklusif 2018, makalah komposisi gizi dalam asi, makalah pentingnya asi bagi pertumbuhan bayi, makalah tentang asi, manfaat asi, manfaat asi bagi ayah, manfaat asi bagi bayi, manfaat asi bagi bayi yang baru lahir, manfaat asi bagi ibu, manfaat asi bagi ibu dan bayi pdf, manfaat asi bagi keluarga, manfaat asi bagi keluarga dan negara, manfaat asi bagi lingkungan, manfaat asi bagi masyarakat, manfaat asi bagi negara, manfaat asi eksklusif, manfaat asi eksklusif bagi bayi, manfaat asi eksklusif bagi bayi ibu dan keluarga, manfaat asi eksklusif menurut who, manfaat asi pdf, manfaat asi untuk bayi laki laki, manfaat asi untuk orang dewasa, manfaat menyusui bagi ibu nifas, manfaat pemberian asi bagi bayi, materi asi, materi breastfeeding father, materi penyuluhan asi eksklusif, pengertian aliran sistem informasi, pengertian asi dan manfaatnya, pengertian asi eksklusif, pengertian asi eksklusif adalah, pengertian asi eksklusif menurut para ahli, pengertian asi eksklusif menurut who, pengertian asi eksklusif menurut who 2017, asi matur adalah asi eksklusif menurut who 2018, pengertian asi menurut kemenkes, pengertian asi menurut para ahli, pengertian asi menurut who, pengertian asi menurut who 2013, pengertian asi menurut who 2016, pengertian asi menurut who 2017, pengertian asi pdf, pengertian asi terbaru, pernyataan yang benar tentang asi, program asi eksklusif, proses makanan menjadi asi, rasa asi manis atau asin, resiko tidak menyusui bagi keluarga, sekresi air susu diatur oleh, tabel komposisi asi, tahapan produksi asi, tinjauan pustaka asi eksklusif, tinjauan pustaka ibu menyusui, tips agar asi melimpah, tujuan asi, uraikan manfaat laktoferin pada asi, volume asi pdf Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Logaritma Adalah • Coelenterata Adalah • Teks Prosedur Kompleks • Bank – Pengertian Menurut Para Ahli, Sejarah, Jenis, Tujuan Dan Fungsinya • Faktor Penyebab Kelangkaan • Pengertian Manajemen Keuangan • Pengertian Gelombang • Manajemen Strategi adalah • Dampak Teknologi Informasi Dalam Bidang Pemerintahan • Filum Porifera • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran asi matur adalah Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Asi matur adalah Fantasi • Memphisthemusical.Com Apa saja pembagian jenis ASI?

Bagi Anda yang belum pernah melihat air susu ibu, mungkin Anda membayangkan bahwa tekstur dan warnanya sama seperti susu pada umumnya. Sebenarnya, air susu ibu memang berwarna putih dengan tekstur selayaknya kebanyakan susu yang diberikan pada bayi atau Anda minum.

Hanya saja, sejak pertama keluar dari payudara ibu, air susu ibu tidak langsung berwujud seperti susu pada umumnya. Minuman pertama bayi ini memiliki beberapa jenis yang akan terus berubah tekstur dan asi matur adalah seiring berjalannya waktu. Berikut proses perkembangan berbagai jenis ASI sejak awal bayi lahir asi matur adalah beberapa waktu kemudian: 1.

Kolostrum Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali. Berbeda dengan warna susu pada umumnya, kolostrum memiliki warna putih agak kekuningan. Tekstur kolostrum itu sendiri cenderung kental. Asi matur adalah mengapa tidak sedikit ibu yang belum memahami dan mengira kolostrum merupakan jenis ASI yang kurang baik.

Padahal, justru ada banyak zat gizi penting yang terkandung di dalam jenis ASI kolostrum ini. Kolostrum biasanya keluar pertama kali setelah bayi lahir sehingga Anda bisa langsung memberikannya melalui inisiasi menyusui dini (IMD). Namun, ada juga beberapa ibu yang sudah mengalami keluarnya kolostrum ini beberapa hari sebelum kelahiran meski dalam jumlah yang sangat sedikit.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolostrum biasanya diproduksi sekitar 1-5 hari pertama sejak kelahiran bayi. Kolostrum kaya akan kandungan berbagai zat asi matur adalah yang baik untuk bayi. Protein merupakan salah satu kandungan yang paling tinggi di dalam kolostrum. Selain protein, kolostrum juga tinggi kandungan vitamin larut lemak, mineral, antibodi, sel darah putih, vitamin A, serta immunoglobulin.

Imunitas pasif yang terkandung di dalam jenis kolostrum dapat membantu melindungi bayi dari serangan bakteri dan virus penyebab penyakit. Itu sebabnya, pastikan Anda memberikan kolostrum alias cairan ASI kental yang pertama kali sebagai cara agar bayi mendapatkan banyak zat gizi tersebut.

2. ASI transisi Setelah produksi kolostrum habis, sekitar 7-14 hari usai melahirkan jenis ASI kemudian berubah. Perubahan air susu ibu ini dinamakan transisi. Jadi, jenis transisi ini merupakan fase peralihan dari kolostrum hingga nantinya menjadi cairan ASI yang sesungguhnya. Kadar karbohidrat yang terkandung di dalam kolostrum tidak terlalu tinggi. Namun, ketika ASI berubah menjadi transisi, jumlah karbohidrat akan mengalami peningkatan khususnya kandungan laktosa.

Bila dibandingkan dengan kolostrum yang mengandung lebih banyak protein, jenis transisi berisikan lebih banyak lemak dan gula susu (laktosa). Sementara untuk tekstur dan warnanya, jenis ASI transisi merupakan kombinasi antara kolostrum dan ASI matur (matang). Warna ASI transisi biasanya terlihat kekuningan di awal dengan tekstur agak kental.

Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak produksinya, jenis transisi akan mulai terlihat berwarna putih dengan tekstur lebih cair. Perubahan warna air susu ibu transisi yang juga tergolong bagus ini dapat berlangsung selama kurang lebih 10-14 hari.

Mengutip dari Healthy Children, jumlah produksi jenis ASI transisi jauh lebih banyak ketimbang kolostrum. 3. ASI matur ASI matur juga disebut sebagai jenis air susu ibu matang. Sesuai dengan namanya, air susu ibu matang merupakan salah satu jenis yang diproduksi di tahap terakhir. Jenis matur kira-kira baru mulai keluar sekitar dua minggu pasca kelahiran alias setelah produksi ASI transisi habis.

Berdasarkan American Pregnancy Association, sekitar 90% jenis matur atau matang terdiri atas air dan 10% sisanya mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Banyaknya kandungan air di dalam jenis matur berguna menjaga bayi agar tetap terhidrasi dengan baik. Sementara kandungan zat gizi seperti karbohidrat, protein, dan lemak merupakan salah satu manfaat ASI. Air susu ibu matur atau matang umumnya berwarna putih sama seperti susu pada umumnya.

Namun terkadang, warna ASI matur bisa berubah entah terlihat agak oranye, kuning, atau hijau. Ini karena makanan ibu dapat memengaruhi ASI.

Bahkan, ASI matur yang keluar juga bisa terlihat berwarna agak kemerahan atau cokelat. Hal ini biasanya diakibatkan oleh darah pada ASI dari saluran susu atau puting yang terluka sehingga akhirnya masuk ke dalam alirannya. Ada dua jenis warna dan tekstur ASI matur yang bagus, yakni: Foremilk Jenis ASI ini berwarna sedikit jernih dan kebiru-biruan. Warna tersebut menandakan bahwa air susu ibu memiliki kandungan lemak yang cukup rendah.

Foremilk merupakan jenis air susu ibu yang biasanya keluar di awal-awal menyusui. Kandungan lemaknya yang cukup sedikit membuat tekstur foremilk cenderung encer. Hal ini juga yang menyebabkan warna foremilk agak jernih, tetapi masih termasuk jenis air susu ibu yang bagus atau baik. Hindmilk Berbeda dengan warna dan tekstur foremilk, hindmilk memiliki tekstur yang jauh lebih kental tapi tidak kalah bagus dan baik.

Itu sebabnya, warna hindmilk cenderung putih bahkan agak kekuningan sebagai pertanda kandungan lemaknya asi matur adalah tinggi. Tampilan hindmilk sekilas tampak seperti cairan susu pada umumnya yakni putih atau agak kekuningan. Semakin banyak dipompa, kandungan lemak di dalam air susu ibu akan terus meningkat sehingga membuatnya lebih kental.

Apalagi jika Anda menyusui dan memompa air susu ibu sampai sesi terakhir akan lebih bagus karena banyak mengandung hindmilk. Jika bayi sudah keburu kenyang sebelum menyusu sampai akhir, Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan pompa ASI.

Jangan lupa terapkan cara menyimpan ASI yang tepat agar awet sampai diberikan kepada bayi. Agar bayi bisa mendapatkan semua tekstur air susu ibu, ada baiknya si kecil menyusui sampai akhir. Bukan hanya mendapatkan tekstur ASI kental, cara ini juga bertujuan agar si kecil memeroleh semua kandungan di dalam ASI. Apa saja kualitas kandungan ASI? Berikut berbagai kandungan zat gizi yang ada di dalam ASI: 1. Protein Air susu ibu adalah sumber protein tinggi.

Namun, kualitas protein ASI jauh lebih tinggi daripada susu sapi karena memiliki kandungan asam asi matur adalah yang lebih lengkap. Kualitas protein yang ada di dalam ASI terdiri atas protein whey sebanyak 60 persen dan kasein sekitar 40 persen. Jumlah protein whey yang cukup banyak pada air susu ibu ini mudah larut di dalam air sehingga tidak sulit diserap oleh bayi.

Sementara protein casein pada air susu ibu memiliki kadar yang lebih rendah dan memang cenderung agak susah larut dan diserap oleh bayi. Di sisi lain, susu sapi justru memiliki kandungan protein whey yang lebih sedikit dan lebih banyak casein ketimbang air susu ibu.

Protein whey yang cukup banyak di dalam air susu ibu juga ternyata mengandung faktor anti-infeksi sehingga dapat mencegah bayi terserang infeksi.

2. Karbohidrat Kualitas ASI juga memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Laktosa merupakan jenis karbohidrat utama dan menyumbang sekitar 42 persen total energi pada air susu ibu. Setelah masuk ke dalam tubuh bayi, laktosa kemudian asi matur adalah menjadi glukosa dan galaktosa sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar kandungan laktosa dalam air susu ibu hampir 2 kali lipat lebih banyak ketimbang laktosa yang ada pada jenis susu lainnya.

Sebagian laktosa yang masuk ke dalam tubuh bayi juga akan diubah menjadi asam laktat. Asam laktat berperan dalam membantu mencegah pertumbuhan bakteri jahat, sekaligus melancarkan proses penyerapan kalsium dan berbagai mineral lainnya. Di antara air susu ibu dan susu formula, proses penyerapan laktosa jauh lebih baik dan mudah air susu ibu.

Namun, ada baiknya hindari memberikan ASI campur susu formula (sufor) dalam botol yang sama kepada bayi. 3. Lemak Kualitas lemak yang ada di dalam kandungan ASI tergolong baik dengan jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula.

Kandungan asam lemak esensial yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Keduanya merupakan bahan utama pembentuk asam lemak rantai panjang, seperti asam dokosaheksanoik (DHA) asi matur adalah asam arakidonat (AA). Baik DHA dan AA merupakan zat gizi penting yang berperan dalam perkembangan jaringan saraf serta retina mata bayi. Kualitas ASI juga kaya akan kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6 yang sama-sama bertugas dalam perkembangan otak bayi.

Lagi-lagi, kualitas kandungan lemak ASI jauh lebih tinggi daripada susu formula. Bahkan, kadar asam lemak jenuh dan tak jenuh yang terdapat di dalam air susu ibu juga lebih seimbang. 4. Karnitin Karnitin dalam kandungan ASI memiliki kualitas dan fungsi penting untuk membangun sistem imun serta membentuk energi untuk proses metabolisme tubuh bayi. Karnitin paling banyak ditemukan dalam kurun waktu 3 minggu masa awal menyusui.

Sejak awal masa menyusui atau saat kolostrum masih diproduksi, kadar karnitin bisa jauh lebih tinggi lagi. 5. Vitamin Kandungan vitamin di dalam ASI meliputi vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, hingga vitamin larut air seperti vitamin B dan C. Vitamin larut lemak dalam air susu ibu Air susu ibu memiliki kandungan vitamin A yang berlimpah, khususnya di masa awal menyusu atau pada cairan kolostrum. Jumlah vitamin A yang ada di dalam kolostrum bisa mencapai hingga 5 microgram (mcg)/100 mililiter (mL) yang turut dilengkapi dengan bahan baku vitamin A yaitu betakaroten.

Jumlah vitamin A pada air susu setiap ibu mungkin bisa berbeda-beda. Hal asi matur adalah tergantung dari asupan makanan ibu selama masa menyusui. Air susu ibu juga mengandung vitamin D meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Namun jangan khawatir, Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan vitamin D harian bayi dengan rutin menjemur di bawah sinar matahari pagi.

Vitamin larut lemak lainnya yang terdapat di dalam air susu ibu yakni E dan K. Asi matur adalah vitamin E pada bayi terbilang cukup banyak, terutama pada kolostrum dan jenis transisi awal. Sementara jumlah vitamin K yang ada di dalam air susu ibu tidak terlalu banyak.

Vitamin larut air dalam air susu ibu Air susu ibu juga memiliki cukup kandungan vitamin B dan C yang merupakan kelompok vitamin larut air. Namun, jumlahnya biasanya bervariasi tergantung dari makanan yang Anda makan. Jumlah vitamin B1 dan B2 di dalam air susu ibu cukup tinggi, tapi jumlah vitamin B6, B9, dan B12 biasanya rendah pada ibu yang mengalami gizi kurang.

Padahal, vitamin B6 dibutuhkan guna mendukung perkembangan sistem saraf di awal kehidupan. Jika ini yang terjadi, asi matur adalah yang mengalami gizi kurang biasanya akan diberikan suplemen vitamin tambahan maupun dianjurkan memperbanyak sumber makanan tertentu. 6. Mineral Berbeda dengan vitamin, jumlah mineral yang ada pada air susu ibu tidak ditentukan dari asupan makanan dan status gizi Anda.

Kalsium merupakan salah satu mineral utama yang ada di dalam kandungan ASI. Fungsi kalsium yakni untuk menunjang pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi atau hantaran saraf, dan proses pembekuan darah. Selebihnya, kualitas ASI juga memiliki kandungan berbagai mineral seperti fosfor, mangan, tembaga, kromium, fluor, dan selenium.

Berapa kebutuhan ASI bayi? Jumlah produksi air susu ibu bisa berbeda-berbeda. Begitu pula dengan kebutuhan ASI masing-masing bayi yang tidak selalu sama. Berikut pembagian kebutuhan ASI bayi sejak baru lahir sampai beberapa bulan kehidupan: Kebutuhan ASI bayi baru lahir Kebutuhan ASI untuk bayi yang baru lahir atau pertama kali menyusui biasanya belum terlalu banyak.

Seiring bertambahnya usia bayi hari demi hari, bahkan berganti bulan, kebutuhan ini umumnya akan mengalami peningkatan. Pada dasarnya, kebutuhan ASI masing-masing bayi bisa berbeda-beda tergantung dari kemampuan tubuhnya, termasuk saat ia baru lahir.

Secara umum, berikut rata-rata kebutuhan ASI bayi yang baru lahir: • Hari ke-1 kelahiran: 7 mililiter (ml) • Hari ke-2 kelahiran: 8-14 ml • Hari ke-3 kelahiran: 15-38 ml • Hari ke-4 kelahiran: 37-58 ml • Hari ke-5,6,dan 7 kelahiran: 59-65 ml • Hari ke-14: 66-88 ml Di hari ke-5 dan ke-6 setelah dilahirkan, kebutuhan ASI bayi baru lahir berkisar antara 59-65 ml atau tidak jauh berbeda dengan hari ke-4 dan ke-7.

Ini karena kebutuhan ASI sudah mulai meningkat naik secara bertahap dari saat baru lahir sampai beberapa bulan setelahnya sembari menyesuaikan dengan kemampuan menyusui. Kebutuhan ASI bayi usia 1-6 bulan Rata-rata bayi yang berusia 1-6 bulan atau dalam masa ASI eksklusif membutuhkan sekitar 750 ml air asi matur adalah ibu per hari. Namun, kebutuhan ASI pada sebagian bayi juga bisa berkisar antara 570-900 ml asi matur adalah sehari.

Angka ini merupakan rata-rata untuk bayi berusia 1-6 bulan. Supaya tahu secara pasti berapa takaran yang si kecil butuhkan, Anda bisa menghitungnya sendiri dengan memperkirakan frekuensi bayi menyusu setiap harinya. Begini contohnya, apabila bayi bisa menyusu sebanyak 9 kali sehari, coba perkirakan kebutuhannya untuk sekali menyusu. Caranya mengetahuinya yakni dengan membagi berdasarkan kebutuhan ASI dalam sehari. Artinya, 750 ml rata-rata jumlah yang dibutuhkan bayi dibagi dengan 9 kali frekuensi menyusui.

Anda akan mendapatkan hasil sekitar 83,33 ml untuk sekali menyusu. Kebutuhan selama masa ASI eksklusif memang cenderung mengalami peningkatan. Hanya saja, jadwal menyusui bayi, meliputi frekuensi dan rentang waktunya, bisa semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Ambil contohnya di bulan ke-1, frekuensi menyusu bayi terhitung sekitar 8-12 kali sehari dengan rentang waktu 2-3 jam sekali.

Sementara memasuki bulan ke-2, frekuensi menyusu menurun menjadi 7-9 kali sehari dan di bulan ke-3 sampai ke-5 menjadi 7-8 kali sehari. Rentang waktu bayi menyusui bisa hanya berkisar 2,5-3,5 jam sehari. Kemudian masuk usia enam bulan, frekuensi menyusu mungkin hanya 4-6 kali sehari dengan rentang waktu 5-6 jam sekali.

Kebutuhan ASI usia 6-24 bulan Ketika mulai masuk usia enam bulan, kebutuhan ASI tiap anak biasanya cenderung berkurang. Akan tetapi, usia ini merupakan masa transisi untuk memberian MPASI bayi.

Pada usia 6-24 bulan, bayi juga akan diberikan makanan dan minuman tambahan lainnya guna membantu memenuhi kebutuhan hariannya. Hal asi matur adalah terus berlanjut sampai nantinya Anda berhasil menerapkan cara menyapih anak yang tepat. Biarkan bayi menentukan kapan ia ingin menyusu dan sudah kenyang. Asi matur adalah yang sering menyusu tandanya tidak mendapat cukup air susu ibu hanyalah mitos ibu menyusui belaka. Agar proses menyusui berjalan lebih mudah dan lancar, usahakan untuk menerapkan posisi menyusui yang tepat sekaligus mencegah masalah ibu menyusui.

Perhatikan juga tantangan ibu menyusui yang disebut-sebut dapat menghambat produksi ASI. Dietisien Indonesia (AsDI), A., Dokter Anak Indonesia (IDAI), I., & Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), P. (2015). Penuntun Diet Anak (3rd ed.).

Jakarta: Badan Penerbit FKUI. Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. (2013). Retrieved 3 June 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu Air Susu Ibu dan Kekebalan Tubuh.

(2013). Retrieved 3 June 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-kekebalan-tubuh Nilai Menyusui. (2013). Retrieved 3 June 202, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui Colostrum: Superfood for Your Newborn Baby.

Retrieved 3 June 2020, from https://americanpregnancy.org/breastfeeding/colostrum-the-superfood-for-your-newborn/ Breastfeeding: Overview. Retrieved 3 June 202, from https://americanpregnancy.org/breastfeeding/breastfeeding-overview/ Transitional Milk and Mature Milk.

Retrieved 3 June 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Transitional-Milk-and-Mature-Milk.aspx Breastfeeding FAQs: How Much and How Often. Retrieved 3 June 202, from https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-often.html  How Often and How Much Should Your Baby Eat?. Retrieved 3 June 202, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/How-Often-and-How-Much-Should-Your-Baby-Eat.aspx  How Much and How Often to Breastfeed.

Retrieved 3 June 202, from https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/breastfeeding/how-much-and-how-often.html
• BERANDA• Selayang Pandang • Sejarah • Visi Misi • Struktur dan Pejabat • Tupoksi • Profil Pejabat • LHKPN • Layanan asi matur adalah Perizinan • Izin Tenaga Kesehatan • Izin Praktek Dokter • SPP - IRT • Jenis Layanan Perizinan • Alur Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) selama pandemi covid19 • SOP Pelayanan Laboratorium • Verifikasi • Alur Verifikasi • Penerimaan dan pemeriksaan sampel • Alur penerimaan dan pemeriksaan sampel • Informasi Publik • PPID • SK PPID • Standar Pelayanan Informasi Publik • Informasi berkala • Informasi setiap saat • Informasi serta merta • Rekap Permohonan Informasi • Info Covid 19 • Pedoman Isolasi Mandiri • Lampiran Pedoman Isolasi Mandiri • Maklumat Pelayanan • Prosedur Bencana • Mengurangi resiko gempa • Formulir Keberatan • Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa • Pengumuman Penerimaan Tenaga BOK • MOU • MOU FKG UGM • MOU AMA Yogyakarta • MOU AAK Manggala Yogyakarta • MOU Akbid Yo • MOU AFI Yo • Dokumen • ANGGARAN • DPA 2021 • Program dan Kegiatan • Anggaran dan Sumber • Nama PPTK • Jadwal Kegiatan • RENJA • Renja 2022 • Renja 2021 • Renja 2020 • Asi matur adalah 2019 • Renja 2018 • RENSTRA • Renstra Perubahan 2017-2022 • Renstra 2017-2022 • Perjanjian Kinerja • Perjanjian Kinerja 2022 • Perjanjian Kinerja Perubahan 2021 • Perjanjian Kinerja 2021 • Perjanjian Kinerja 2020 • Perjanjian Kinerja Perubahan 2020 • Perjanjian Kinerja 2019 • Perjanjian Kinerja Perubahan 2019 • Laporan Kinerja • LKjIP 2021 • Capaian triwulan 1 TA 2021 • LKjIP 2020 • LKjIP 2019 • LKjIP 2018 • Standar Pelayanan Minimal • SPM 2020 • SPM 2019 • IKU • RUMUS IKU • IKU RPJMD 2020 • IKU DINKES 2020 • IKU RPJMD 2019 • IKU DINKES 2019 • Perubahan IKU • SOP • SOP Pelayanan Sengketa • SOP Pelayanan Informasi • SOP Pelayanan Aduan • Laporan Keuangan • CALK2020 • Neraca2020 • LRA2020 • Profil Kesehatan • Profil Kesehatan 2022 (data tahun 2021) • Profil Kesehatan 2021 (data tahun 2020) • Profil Kesehatan 2020 (data tahun 2019) • Rekap inventaris • Download • STUNTING • Peraturan Bupati nomor 6 tahun 2020 • Peraturan Bupati nomor 37 Tahun 2018 • KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) • Peraturan Bupati nomor 15 tahun 2020 • Peraturan Bupati nomor 3 tahun 2015 • Peraturan Bupati nomor 5 tahun 2014 • COVID19 • Peraturan Bupati nomor 44 tahun 2020 • Peraturan Bupati nomor 48 tahun 2020 • Peraturan Bupati nomor 62 tahun 2020 • Peraturan Bupati nomor 78 tahun 2020 • SPM BIDANG KESEHATAN • Peraturan Bupati nomor 8 tahun 2020 • SOTK • Peraturan Bupati nomor 55 tahun 2020 • Peraturan Bupati nomor 53 tahun 2016 • VAKSINASI Covid19 • Peraturan Presiden no 14 tahun 2021 • PMK no 18 tahun 2021 • PMK no 10 tahun 2021 • PMK no 19 tahun 2021 • Peraturan Presiden no 99 tahun 2020 • PMK no 28 tahun 2020 • PMK no 84 tahun 2020 ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi, baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual.

Asi matur adalah tak heran, kalau ASI sangat penting bagi bayi. Terlebih, jika ASI diberikan secara eksklusif pada enam bulan pertama kelahiran bayi. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berusia enam bulan.

Terdapat 3 jenis ASI, yaitu kolostrum yang keluar sejak hari pertama hingga hari ke 3-5, ASI transisi pada hari ke 3-5 hingga hari ke 8-11, dan ASI matang sejak hari ke 8-11 hingga seterusnya. Berikut ini ada uraian mengenai jenis-jenis ASI. 1. Kolostrum Kolostrum merupakan cairan yang pertama dikeluarkan oleh kelenjar payudara pada hari pertama hingga hari ke 3-5 setelah persalinan.

Komposisi kolostrum ASI setelah persalinan mengalami perubahan. Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi protein dan sel-sel hidup. Kandungan protein pada kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam susu matang, Sedangkan kandungan laktosanya lebih rendah dibandingkan ASI matang.

Jumlah kolostrum yang diproduksi Ibu hanya sekitar 7,4 sendok teh atau 36, 23 ml per hari. Tetapi pada hari pertama bayi, kapasitas perut bayi pada ≈ 5-7 ml (atau sebesar kelerang kecil), pada hari kedua ≈ 12-13 ml, dan pada hari ketiga ≈ 22-27 ml (atau sebesar kelereng besar/ gundu).

Karenanya, meskipun jumlah kolostrum sedikit tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi baru lahir. ASI Transisi Sesuai namanya, ASI pada masa transisi ini diproduksi pada hari ke 3-5 hingga hari ke 8-11 dengan komposisi yang sedang berubah.

Jumlah volume ASI semakin meningkat tetapi komposisi protein semakin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang semakin tinggi. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan bayi karena aktifitas bayi yang mulai aktif dan bayi sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan. Pada masa ini pengeluaran ASI mulai stabil.

2. ASI Matang Yaitu ASI yang keluar pada hari 8-11 hingga seterusnya. ASI matang merupakan nutrisi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai enam bulan. ASI matang, dibedakan menjadi dua, yaitu susu awal atau susu primer, dan susu akhir atau susu sekunder. Susu awal adalah ASI yang keluar pada setiap awal menyusui, sedangkan susu akhir adalah ASI yang keluar pada setiap akhir menyusui. Susu awal, menyediakan pemenuhan kebutuhan bayi akan air. Jika bayi memperoleh susu awal dalam jumlah banyak, maka semua kebutuhan air akan terpenuhi.

Bayi tidak akan memerlukan lagi air minum selain ASI sebelum berumur 6 bulan walaupun bayi tinggal di daerah beriklim panas. Susu akhir memiliki lebih banyak lemak daripada susu awal. Lebih banyaknya lemak ini menyebabkan susu akhir kelihatan lebih putih dibandingkan dengan susu awal.

Lemak yang banyak ini memberikan banyak energi dalam ASI. Itu sebabnya bayi harus diberi kesempatan menyusu lebih lama agar bisa memperoleh susu asi matur adalah yang kaya lemak dengan maksimal.

Lemak zat gizi yang dibutuhkan untuk sumber energi. Laktosa adalah zat gula yang juga memberikan energi/tenaga. Sedangkan protein merupakan zat yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan. Kandungan kolostrum dan manfaatnya Dibandingkan dengan ASI matang, kolostrum mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh dan protein anti-infeksi lainnya, serta lebih banyak mengandung sel darah putih. Berikut penjelasan kandungan dalam kolostrum beserta manfaatnya: Tabel 4.

Kandungan dan Manfaat Kolustrum Sifat Kandungan Manfaat Kandungan Kaya akan zat kekebalan tubuh. Melindungi terhadap infeksi dan alergi. Protein anti infeksi dan zat-zat antibodi yang terkandung pada kolostrum dapat mencegah kemungkinan timbulnya alergi. Memiliki banyak sel darah putih. Melindungi terhadap infeksi. Seperti imunisasi, kolostrum memberi antibodi kepada bayi, yang memberi perlindungan terhadap penyakit yang sudah pernah dialami sang ibu sebelumnya. Kolostrum juga sangat penting untuk mencegah bakteri yang berbahaya, penyebab penyakit infeksi pada bayi.

Memiliki fungsi pencahar. Membersihkan usus bayi, membantu mencegah bayi kuning. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium, tinja pertama bayi yang berwarna kehitaman. Mengandung zat-zat faktor pertumbuhan.

Membantu usus berkembang lebih matang, mencegah alergi dan keadaan tidak tahan terhadap makanan lain. Usus bayi pada waktu lahir belumlah sempurna, sehingga hanya kolostrum yang dapat membantu pertumbuhan ususnya. Setelah 6 bulan nanti, ususnya akan siap menghadapi asupan tambahan selain ASI. Kaya akan Vitamin A. Mengurangi meringankan infeksi, mencegah penyakit mata. Jika bayi mengalami infeksi, maka Vitamin A ini akan membantu meringankan infeksi berat yang mungkin diderita bayi, sehingga bayi mampu bertahan.

Ilustrasi Menyusui Air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling baik dan tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi bayi (Soetjiningsih, 1997). Menurut waktu pengeluarannya, ASI pada masa laktasi dibedakan menjadi tiga jenis yaitu kolostrum, Air Susu Peralihan dan Air Susu Matur: ASI Kolostrum Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari keempat (Purwanti, 2004).

Cairan sifatnya kental dan berwarna kekuningan karena mengandung beta karoten dan dibutuhkan oleh bayi baru lahir (Bobak, 2000). Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI (Bobak, 2000). Hal ini menyebabkan bayi yang mendapat ASI pada minggu pertama sering defekasi dan feces berwarna hitam.

Kandungan tertinggi dalam Kolostrum adalah antibodi yang siap melindungi bayi ketika kondisi bayi masih sangat lemah. Kandungan protein dalam Kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam susu matur. Jenis protein globulin membuat konsistensi Kolostrum menjadi pekat ataupun padat sehingga bayi lebih lama merasa kenyang meskipun hanya mendapat sedikit kolostrum.

Asi matur adalah hidrat arang dalam kolostrum lebih rendah dibanding ASI matur. Ini disebabkan oleh aktivitas bayi pada tiga hari pertama masih sedikit dan tidak terlalu banyak memerlukan kalori.

Total kalori dalam kolostrum hanya 58 kal/100 ml kolostrum. Mineral terutama natrium, kalium, dan klorida dalam kolostrum lebih tinggi dibanding susu matur. Vitamin yang larut di air lebih sedikit. Lemak kolostrum asi matur adalah banyak mengandung kolestrol dan lisotin sehingga bayi sejak dini sudah terlatih mengolah kolestrol.

Kolestrol ini di dalam tubuh bayi membangun enzim yang mencerna kolestrol. Karena adanya tripsin inhibitor, hidrolisis protein di dalam usus bayi menjadi kurang asi matur adalah.

Hal ini sangat menguntungkan karena dapt melindungi bayi. Bila ada protein asing yang masuk akan terhambat sehingga tidak menimbulkan alergi. Kekebalan bayi bertambah dengan volume kolostrum yang meningkat, akibat isapan bayi baru lahir secara terus menerus. Hal ini yang mengharuskan bayi segera setelah lahir diberikan kepada ibunya untuk ditempelkan ke payudara, agar bayi dapat sesering asi matur adalah menyusui.

ASI Peralihan ASI peralihan diproduksi pada hari keempat sampai hari kesepuluh. Komposisi ASI Peralihan memiliki protein makin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi, dan jumlah volume ASI semakin meningkat. Hal ini merupakan pemenuhan terhadap aktvitas bayi yang mulai aktif karena bayi sudah beradaptasi terhadap lingkungan. Pada masa ini, pengeluaran ASI mulai stabil begitu juga kondisi fisik ibu. Keluhan nyeri pada payudara sudah berkurang.

Oleh karena itu, yang perlu ditingkatkan adalah kandungan protein dan kalsium dalam makanan ibu. ASI Matur Air susu matur disekresi dari hari kesepuluh sampai seterusnya. Air Susu Matur merupakan nutrisi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai berumur 6 bulan.

Air Susu Matur merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan yang diakibatkan warna garam dan kalsium caseinat, riboflavin dan karoten. Air Susu Matur ini mengandung antibodi, enzim, hormon dan memiliki sifat biokimia yang khas yaitu kapasitas buffer yang rendah dan adanya faktor bifidus Daftar Pustaka
Air susu ibu (ASI) merupakan satu-satu asupan untuk si kecil hingga usianya 6 bulan. Saat Bunda memberikan ASI pada bayi, ada hal yang sebaiknya harus diketahui, yaitu mengenai 3 jenis ASI.

Bunda jangan bingung kalau ternyata ASI yang Bunda produksi memiliki 3 jenis. Ketiga jenis ASI ini dibedakan berdasarkan 3 tahap, yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI matur. Artikel terkait : Bun, ini lho 10 penyebab ASI keluar sedikit. Busui wajib baca! Dari 3 jenis ASI tersebut, tentu saja semuanya sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang dan kesehatan si kecil.

Sehingga, Bunda tidak perlu ragu lagi untuk memberikan ASI eksklusif untuk buah hati. Nah, untuk Bunda yang masih bingung apa sih perbedaan dari 3 jenis ASI tersebut, berikut inilah penjelasannya. Simak baik-baik, ya, Bun. 3 Jenis ASI yang perlu Bunda ketahui! 1. ASI Kolostrum Kolostrum dalah jenis ASI yang dikeluarkan pertamakali oleh tubuh ibu. Kolosturm ini diproduksi selama masa kehamilan hingga beberapa hari setelah melahirkan.

Cairan kolostrum berwarna kekuningan atau krem, serta lebih kental daripada ASI yang diproduksi setelahnya. Kolostrum memiliki kandungan yang luar biasa, seperti kaya protein, vitamin yang larut dalam lemak, mineral, dan immunoglobulin. Immunoglobulin yaitu antibodi yang diberikan dari ibu ke bayi dan memberikan imunitas pasif pada bayi.

Fungsi dari imunitas pasif itu untuk melindungi bayi dari paparan bakteri dan virus yang bisa memicu penyakit. Setelah 2 hingga 4 hari melahirkan, kolustrum akan berganti menjadi ASI transisi. Artikel Terkait: Kandungan dan Manfaat Kolostrum Untuk Bayi 2.

ASI transisi Jenis ASI transisi menggantikan kolostrum dalam waktu 4 hari setelah melahirkan. Asi matur adalah ASI transisi di antaranya adalah lemak yang tinggi, laktosa, vitamin, dan kalori yang jumlahnya lebih banyak daripada kolostrum.

Bunda menghasilkan ASI transisi yaitu selama dua minggu, dan pada saat itu payudara akan menjadi lebih besar, kencang, hingga membuat tidak nyaman dan terasa sakit. Dengan menyusui secara teratur dan bayi menyusu dengan baik dapat meredakan rasa tidak nyaman pada payudara saat masa ini. 3. Jenis ASI matur Kemudian, jenis ASI selanjutnya adalah ASI matur, yang mulai keluar sekitar akhir dari minggu kedua setelah melahirkan.

ASI matur lebih cair dan mengandung lebih banyak air daripada ASI transisi. Selain itu, ASI matur mengandung 90% air dan 10% karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan energi. ASI matur juga memiliki 2 tipe, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk keluar di awal sesi menyusui dan mengandung air, vitamin, serta protein.

Sedangkan hindmilk, keluar pada akhir sesi menyusui saat payudara hampir kosong dan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi. Artikel Terkait: Proses Terbentuknya Asi dan Manfaatnya Untuk Bayi ASI matur akan diproduksi hingga nantinya Bunda menyapih si kecil.

Namun, sering dengan pertumbuhan anak, dan anak mulai diberikan MPASI serta asupan lain, kandungan nutrisi dan ketersediaan ASI Bunda akan berubah. *** • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan
Pengertian ASI ASI adalah Air Susu Ibu yang merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang belum bisa mengonsumsi makanan padat.

Pemberian ASI untuk bayi disarankan hingga Si Kecil berusia 2 tahun. Setelah menginjak usia 6 bulan, biasanya bayi diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Meski demikian, pemberian ASI disarankan terus berlanjut hingga usia 2 tahun. Ada banyak alasan mengapa memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan sangat penting. Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh ibu ini memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh buah hati tercinta. Selain itu, memberikan ASI eksklusif juga akan memberikan sejumlah manfaat untuk ibu.

Manfaat ASI untuk Bayi Asupan yang paling baik untuk diberikan kepada si kecil adalah ASI. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, ibu tidak perlu memberikan tambahan asupan apa pun lagi, karena air susu ibu sudah memenuhi nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Contohnya seperti vitamin, protein, dan lemak. Ini manfaat ASI eksklusif untuk kesehatan bayi: 1. Sebagai Antibodi Bayi Air susu ibu mengandung zat antibodi yang membuat sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat dan bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus.

Bayi akan terhindar dari risiko terserang diare, sembelit, infeksi asi matur adalah, dan infeksi saluran pernapasan. Bayi yang diberi ASI juga akan mengurangi risiko dirinya terkena penyakit diabetes ketika dewasa. Antibodi dari tubuh ibu yang disalurkan lewat ASI juga melindungi bayi dari serangan asma dan alergi.

2. Penting untuk Tulang ASI sangat penting untuk diberikan kepada si kecil selama tiga bulan hingga lebih, karena dapat menguatkan tulang leher dan tulang belakangnya. 3. Mencerdaskan Bayi Ibu tentu ingin bayinya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Memberikan ASI eksklusif adalah kuncinya. Para ahli berpendapat bahwa kandungan asam lemak pada air susu ibu dapat mencerdaskan otak bayi. Ikatan emosional yang terjalin antara ibu dan bayi selama proses menyusui juga berpengaruh baik terhadap kecerdasan Si Kecil.

4. Berat Badan Bayi Tetap Seimbang ASI tidak akan membuat asi matur adalah terlalu gemuk, melainkan dapat menjaga berat badannya tetap seimbang. Para ahli mengungkapkan bahwa kandungan insulin yang terdapat pada ASI lebih sedikit daripada yang ditemukan pada susu formula. Insulin adalah kandungan yang dapat memicu pembentukan lemak. Jadi, memberikan ASI tidak akan menyebabkan bayi gemuk karena kelebihan lemak. Malah si kecil akan memiliki lebih banyak leptin, yaitu hormon yang berperan mengatur nafsu makan dan metabolisme lemak.

5. Mengurangi Risiko Sindrom Kematian Mendadak Sudden Infant Asi matur adalah Syndrom atau SIDS adalah kematian mendadak pada bayi di bawah umur 1 tahun saat ia sedang tertidur. Biasanya bayi prematur yang lebih berisiko mengalami sindrom tersebut. Namun, memberikan air susu ibu dapat mengurangi risiko SIDS terjadi. 6. Bayi Mendapat Banyak Asupan Kolesterol Berbeda dari orang dewasa yang tidak boleh mendapatkan asupan kolesterol terlalu banyak, bayi justru membutuhkan asupan kolesterol untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Manfaat Memberikan ASI untuk Ibu Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan bayi, memberikan ASI eksklusif juga dapat mendatangkan sejumlah keuntungan untuk ibu, yaitu: 1. Membantu Ibu Menurunkan Berat Badan Tidak hanya asi matur adalah saja lho, yang bisa membakar kalori, menyusui juga bisa. Dengan menyusui, kalori yang dikeluarkan dapat mencapai 500 kalori per harinya.

2. Membangun Keintiman dengan Si Kecil Waktu menyusui adalah saat dimana ibu dapat membangun jalinan emosi yang intim dengan bayi. Si kecil dapat merasakan kehangatan dan aroma tubuh ibu, dan ibu pun bersentuhan kulit dan memandangi si kecil.

3. Menyusui Bisa Menjadi KB Alami Asi matur adalah ASI eksklusif dapat menghambat ovulasi, sehingga mencegah kehamilan. Metode KB alami dengan cara menyusui dapat berhasil jika ibu siap menyusui kapan pun bayi membutuhkan.

Nutrisi yang Terkandung Berikut ini adalah nutrisi yang ditemukan dalam ASI yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan: • Protein ASI mengandung dua jenis protein, yaitu whey (60%) dan kasein (40%). Keseimbangan protein ini bermanfaat untuk pencernaan yang cepat dan muda pada bayi. Berbeda dengan susu formula yang memiliki persentase kasein yang lebih besar, yang akan lebih sulit dicerna oleh bayi. Kedua protein tersebut memiliki sifat perlindungan infeksi yang hebat. Berikut ini beberapa protein spesifik lainnya yang ditemukan dalam ASI serta manfaatnya: • Laktoferin: Menghambat pertumbuhan bakteri yang bergantung pada zat besi di saluran pencernaan.

Ia juga dapat menghambat organisme tertentu, seperti coliform dan ragi menyerap zat besi yang dibutuhkan bayi. • Secretory IgA: Berfungsi untuk melindungi bayi dari virus dan bakteri, khususnya yang terpapar pada bayi, ibu, dan keluarga.

Kandungan ini juga membantu melindungi bayi dari E.coli dan kemungkinan alergi. Imunoglobulin lain, termasuk IgG dan IgM, dalam ASI membantu melindungi dari infeksi bakteri dan virus. • Lisozim: Ini adalah enzim yang melindungi bayi dari bakteri E.Coli dan Asi matur adalah. Kandungan ini juga mendorong pertumbuhan flora usus yang sehat dan memiliki fungsi anti-inflamasi. • Bifidus Factor: Protein yang mendukung pertumbuhan lactobacillus.

Perlu diketahui lactobacillus adalah bakteri baik yang melindungi bayi dari bakteri jahat, dengan menciptakan lingkungan asam di mana ia tidak dapat bertahan hidup.

• Lemak ASI juga mengandung lemak yang penting untuk kesehatan bayi. Zat ini diperlukan untuk perkembangan otak, penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, dan merupakan sumber kalori utama.

Asam lemak merupakan rantai panjang yang diperlukan untuk perkembangan otak, retina, dan sistem saraf. Mereka disimpan di otak selama trimester terakhir kehamilan dan juga ditemukan dalam ASI. Kandungan lemak dalam susu meningkat setiap kali menyusui. Hindmilk (ASI yang keluar dalam akhir sesi menyusu) menyediakan dua atau tiga kali lebih banyak lemak daripada foremilk (ASI yang keluar di awal sesi menyusu).

Foremilk lebih encer dan lebih rendah lemak, kalori, dan vitamin A dan E dibandingkan hindmilk. • Vitamin Jumlah dan jenis vitamin dalam ASI berhubungan langsung dengan asupan vitamin ibu. Itulah sebabnya mengapa sangat penting bayi ibu untuk mendapatkan nutrisi yang cukup, termasuk vitamin.

Vitamin yang larut dalam lemak, termasuk vitamin A, D, E, dan K, semuanya penting untuk kesehatan bayi. Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C, riboflavin, niasin, dan asam pantotenat juga penting.

Karena kebutuhan akan vitamin ini, banyak dokter dan konsultan laktasi akan meminta ibu menyusui melanjutkan konsumsi vitamin prenatal. • Karbohidrat Laktosa adalah karbohidrat utama yang ditemukan dalam ASI. Kandungan ini menyumbang sekitar 40 persen dari total kalori yang disediakan asi matur adalah ASI. Laktosa membantu mengurangi sejumlah besar bakteri tidak sehat di perut. Selain itu juga meningkatkan penyerapan kalsium, fosfor, dan magnesium. Semuanya bermanfaat untuk melawan penyakit dan mendorong pertumbuhan bakteri sehat di perut bayi.

Warna ASI Warna ASI dapat berubah sebagai respons terhadap berbagai faktor. Biasanya ASI berwarna putih, kuning, atau kebiruan. Namun, tergantung pada apa yang ibu makan, ASI juga bisa berwarna hijau, oranye, coklat, atau merah muda.

Terkadang, sindrom puting pecah-pecah dan mastitis (radang kelenjar susu) dapat berdampak pada warna ASI. Kondisi ini mungkin mengkhawatirkan, tapi tidak berbahaya. Selama bayi tidak menolak payudara, aman untuk terus menyusui jika ASI berubah warna. Perlu diketahui juga, obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi warna ASI. Perubahan ini tidak berbahaya, selama obat-obatan (dan suplemen apa pun) telah disetujui oleh dokter untuk digunakan saat menyusui.

Rasa ASI Rasa ASI digambarkan sebagai manis dan lembut. Manisnya didapat dari gula susu laktosa, dan rasanya lembut karena jumlah lemak yang dikandungnya. Namun, karena foremilk rendah lemak, maka akan tampak encer dibandingkan dengan hindmilk yang lebih tinggi lemak.

Seperti yang disebutkan di atas, makanan yang ibu makan juga berkontribusi pada rasa ASI. Mengonsumsi banyak buah dan sayuran akan membuat Si Kecil mengenal rasa makanan ini melalui ASI. Sekaligus dapat membantu bayi menerima rasa buah dan sayuran saat mereka mulai makan makanan padat (MPASI).

Faktor lain yang mempengaruhi rasa ASI Anda termasuk obat-obatan, hormon, olahraga, merokok, alkohol, dan infeksi seperti mastitis. Membekukan dan mencairkan ASI juga dapat memberikan rasa sabun yang mungkin tidak disukai beberapa bayi, meskipun masih sangat aman untuk diberikan. Tahapan Produksi Produksi ASI dimulai selama kehamilan. Ketika bayi lahir, ibu hanya akan memiliki sedikit ASI untuk satu atau dua hari pertama. Namun jangan khawatir, ini lebih dari cukup untuk bayi yang baru lahir.

Pada hari ketiga setelah melahirkan, produksi ASI meningkat. Saat ASI masuk, ibu akan merasakan payudara mulai terisi. Namun, itu bisa memakan waktu lebih lama (hingga lima hari) untuk ibu pertama kali. Dalam dua minggu pertama setelah bayi lahir, ASI berkembang melalui tiga tahap utama, yaitu: • Kolostrum Ini adalah jenis ASI pertama yang hadir pada akhir kehamilan dan selama beberapa hari pertama setelah bayi lahir. Jumlah kolostrum yang dibuat tubuh ibu sedikit, tapi volume kecil itu mengandung semua yang dibutuhkan bayi baru dalam beberapa hari pertama kehidupan.

• ASI Transisi Jenis ASI ini adalah kombinasi kolostrum dan ASI matur (matang). Saat ASI mulai masuk (3-5 hari setelah melahirkan), ASI bercampur dengan kolostrum dan secara bertahap beralih ke ASI matang selama beberapa hari atau seminggu. • ASI Matang ASI berubah menjadi ASI matang pada saat bayi berusia sekitar dua minggu. Dibandingkan dengan kolostrum, ASI matang lebih rendah protein tapi lebih tinggi lemak dan karbohidratnya.

ASI matang mengandung sekitar 90 persen air untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi. Kapan Harus Ke Dokter? Jika ibu khawatir bayi tidak mendapatkan cukup ASI, atau merasa bahwa bayi tidak berkembang, segera bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc atau konsultasikan dengan spesialis laktasi.

Yuk, segera download aplikasi Halodoc! Referensi: Very Well Family. Diakses pada 2022. How Breast Milk Changes to Meet Babies’ Needs American Pregnancy. Diakses pada 2022. What’s In Breast Milk? WHO. Diakses pada 2022. Breastfeeding Healthline. Diakses pada 2022. 5 Ways to Increase Breast Milk Production WebMD. Diakses pada 2022. Breastfeeding

REKTOR MENYEBUT HIJABERS SEBAGAI MANUSIA GURUN




2022 charcuterie-iller.com