Efek samping vaksin covid 19 tahap 1

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Saat ini, tahap pengembangan vaksin COVID-19 tengah dilakukan. Efek samping vaksin COVID-19 pun masih terus dipantau untuk memastikan efektivitas dan keamanannya terhadap manusia. Apa saja efek samping yang dapat muncul? Setiap obat, vaksin, maupun suplemen dapat menimbulkan efek samping. Efek samping yang muncul pun bisa bersifat ringan maupun berat. Karena masih dalam tahap pengembangan, belum ada riset yang membuktikan bahwa vaksin COVID-19 sepenuhnya aman.

Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa vaksin COVID-19, seperti juga vaksin pada umumnya, berpotensi menimbulkan efek samping, meski efek samping yang muncul tergolong ringan dan tidak berbeda jauh dengan efek samping vaksin lainnya. Perkembangan Vaksin COVID-19 di Indonesia Hingga saat ini, vaksin COVID-19 masih terus dikembangkan dan diteliti oleh berbagai perusahaan farmasi dan lembaga kesehatan, terkait efektivitas dan keamanannya.

Untuk mendapatkan izin edar, suatu vaksin harus melalui 3 fase uji klinis. Di Indonesia sendiri, uji klinis fase III sedang dilakukan terhadap vaksin SINOVAC yang dikembangkan oleh Sinovac Life Science, Cina.

Vaksin efek samping vaksin covid 19 tahap 1 diuji coba melalui PT. Bio Farma dan melibatkan 1.620 sukarelawan. Penelitian terhadap vaksin ini tengah berlangsung dan direncanakan akan berakhir bulan Februari 2021 mendatang. Tak hanya itu, Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin yang diberi nama vaksin Merah Putih.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Vaksin ini dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekular Eijkman yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 efek samping vaksin covid 19 tahap 1 bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pengembangan vaksin ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2020 dan nantinya akan disebarkan ke masyarakat setelah melewati uji praklinis dan uji klinis. Efek Samping Vaksin COVID-19 Sama seperti obat maupun vaksin lainnya, vaksin COVID-19 dapat memberi banyak manfaat, tapi juga diketahui dapat menimbulkan berbagai efek samping.

Sejauh ini, beberapa laporan menyebutkan bahwa ada beberapa efek samping vaksin COVID-19 yang dapat muncul, di antaranya: • Demam ringan • Nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan vaksin • Kelelahan • Sakit kepala • Nyeri otot dan sendi di sekitar area suntikan Meskipun sebenarnya beberapa efek samping di atas merupakan efek samping ringan yang umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, namun seringkali efek ini mengganggu aktivitas, terlebih bila mengalami COVID arm.

Munculnya efek samping tersebut sebenarnya menandakan bahwa tubuh penerima vaksin sedang membentuk kekebalan atau imunitas terhadap penyakit COVID-19. Apabila Anda sedang mengikuti uji klinis vaksin COVID-19 dan mengalami efek samping setelah mendapatkan vaksin, atau Anda ragu dan ingin memastikan apakah keluhan yang Anda alami adalah kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) atau gejala COVID-19, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda dapat lakukan untuk meringankan efek samping tersebut: • Mengonsumsi air putih lebih banyak dan makan teratur • Memberikan kompres dingin di bagian yang sakit • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter • Beristirahat yang cukup, yaitu dengan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam Walau jarang efek samping vaksin covid 19 tahap 1, pemberian vaksin, baik vaksin COVID-19 maupun vaksin lainnya, bisa menimbulkan efek samping yang lebih serius, seperti reaksi alergi berat atau anafilaktik.

Reaksi tersebut dapat menyebabkan keluhan sesak napas, lemas, dan pingsan. Apabila terjadi reaksi anafilaktik setelah mendapatkan vaksin COVID-19, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan. Apakah Vaksin COVID-19 Sudah Bisa Digunakan? Hingga saat ini, sebenarnya masih terlalu dini untuk menentukan efektivitas dan keamanan vaksin COVID-19. Tahap pengembangan vaksin maupun obat-obatan umumnya memakan waktu yang cukup lama, bahkan bisa hingga bertahun-tahun.

Hal ini dikarenakan pengembangan vaksin harus melewati beberapa tahapan uji klinis untuk memastikan apakah vaksin tersebut efektif dan aman digunakan pada manusia, sebelum akhirnya mendapatkan izin edar dari pemerintah.

Oleh karena itu, karena masih tergolong baru, vaksin COVID-19 masih terus diuji dan diteliti oleh pemerintah dan berbagai lembaga kesehatan sebelum dapat diberikan dan digunakan oleh masyarakat luas. Namun, jika Anda mendapatkan vaksin COVID-19 dan merasakan efek samping setelahnya, segera konsultasikan ke dokter. Anda juga dapat melapor ke BPOM melalui Layanan Contact Center Halo BPOM dan aplikasi BPOM Mobile.

Pengembangan vaksin COVID-19 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kasus positif COVID-19 yang masih terus meningkat. Dengan adanya vaksin ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terlindungi dari infeksi virus Corona.

Vaksin lindungi diri dan negeri dari pandemi. BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini, tahap pengembangan vaksin Covid-19 sedang dilakukan. Efek samping vaksin Covid-19 pun masih terus dipantau untuk memastikan efektivitas dan keamanannya terhadap manusia.

Vaksin Covid-19 masih terus dikembangkan dan diteliti oleh berbagai perusahaan farmasi dan lembaga kesehatan, terkait efektivitas dan keamanannya. Untuk mendapatkan izin edar, suatu vaksin harus melalui 3 fase uji klinis. Di Indonesia, uji klinis fase III sedang dilakukan terhadap vaksin SINOVAC yang dikembangkan oleh Sinovac Life Science, China. Vaksin ini diuji coba melalui PT. Bio Farma dan melibatkan 1.620 sukarelawan.

Penelitian terhadap vaksin ini tengah berlangsung dan direncanakan akan berakhir bulan Februari 2021 mendatang. Tak hanya itu, Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin yang diberi nama vaksin Merah Putih.

Vaksin ini dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekular Eijkman yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pengembangan vaksin ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2020 dan nantinya akan disebarkan ke masyarakat setelah melewati uji praklinis dan uji klinis. Pengembangan vaksin Covid-19 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kasus positif Covid-19 yang masih terus meningkat.

Dengan adanya vaksin ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terlindungi dari infeksi Virus Corona. BAB II PEMBAHASAN MASALAH II.1 Pembahasan Masalah Pengembangan vaksin Covid-19 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kasus positif Covid-19 yang masih terus meningkat.

Dengan adanya vaksin ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terlindungi dari infeksi virus Corona. Presiden Joko Widodo menyampaikan kabar terkait ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia. Beliau telah melakukan pemesanan sebanyak 329,5 juta dosis efek samping vaksin covid 19 tahap 1 Covid-19 dari sejumlah produsen berbeda. 329,5 juta dosis vaksin tersebut berasal dari produsen Sinovac, Novavax, AstraZeneca, hingga Pfizer, kemudian ada juga vaksin dari COVAX-GAVI.

Vaksin yang dipesan yaitu berupa Sinovac 3 juta (dosis) plus 122.500.000, lalu dari Novavax itu 50 juta, dari COVAX-GAVI itu 54 juta, dari AstraZeneca 50 juta, dan dari Pfizer 50 juta vaksin. Sejak tanggal 3 Januari 2021 lalu, vaksin Covid-19 sudah mulai didistribusikan ke daerah – daerah yang ada di Indonesia. Pengaturan lebih lanjut terkait vaksin Covid-19 akan dilakukan Menteri Kesehatan.

Beliau juga meminta bantuan kepada kepala daerah untuk mulai menyiapkan program vaksinasi Covid-19 serta mengontrol wilayahnya sehingga dapat berjalan secara lancar.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Pemerintah pun telah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 ke berbagai daerah sejak Minggu, 3 Januari 2021 lalu.

Target untuk pendistribusian vaksin untuk bulan Januari yaitu sekitar 5,8 juta vaksin yang harus masuk ke daerah. Beliau juga menegaskan bahwa setidaknya 10,45 juta dosis vaksin Covid-19 harus terdistribusi ke daerah-daerah pada Februari 2021. Kemudian nantinya akan menyusul 13,3 juta dosis vaksin yang akan di distribusikan pada bulan Maret mendatang.

Vaksin Covid-19 yang akan distribusikan kepada masyarakat Indonesia adalah gratis. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 16 Januari 2021 bahwa vaksin covid-19 untuk masyarakat yaitu gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali.

Beberapa negara yang juga menggratiskan vaksin covid-19 yaitu Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Australia, Kamboja, Malaysia, Inggris, Jepang, Singapura, Rusia, Prancis, Belgia, Kanada, Mesir, Maroko.

II.2 Intruksi yang Diberikan Oleh Presiden Jokowi Mengenai Vaksin Covid-19 • Kementrian/Lembaga Negara/Pemda akan memprioritakan program untuk Vaksinasi Covid-19 Tahun 2021. • Mentri Keuangan, Ibu Sri Mulyani mempriotitaskan dan merealokasikan anggaran terkait ketersediaan vaksin dan vaksinasi secara gratis.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

• Targetnya yaitu sebanyak 70% penduduk Indonesia harus sudah disuntik vaksin covid-19. • Vaksinasi bertahap dan dimulai pada bulan Januari 2021, masyarakat diminta untuk bersabar. • Masyarakat harus tetap menetapkan protokol Kesehatan dengan disiplin 3M (Mencuci tangan, Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 masker, dan Menjaga jarak.

II.3 Vaksin Yang Digunakan Di Indonesia Pemerintah telah menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Keputusan tersebut telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, Bapak Terawan Agus. Tertera pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9.860 Tahun 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease-19, yaitu: • Vaksin Merah Putih Vaksin Merah Putih merupakan hasil kerja sama antara BUMN PT Bio Farma (Persero) dan Lembaga Eijkman Institute.

Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan perusahaan vaksin asal China, Sinovac Biotech. • AstraZeneca Uji coba yang dilakukan AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan vaksin virus corona produksinya memiliki keefektifan rata – rata 70%.

Saat ini uji coba pada 20.000 sukarelawan masih berlanjut. Vaksin AstraZeneca dianggap mudah di distribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin. • China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm).

Meski pengujian tahap akhir belum selesai, namun di China, kurang lebih satu juta orang telah disuntik menggunakan vaksin ini di bawah izin penggunaan darurat. Sebelum vaksin ini terbukti, vaksin ini hanya digunakan untuk pejabat China, pelajar, dan pekerja yang bepergian. Pada September 2020, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini. • Moderna Moderna mengklaim vaksin produksinya memiliki efektivitas sebesar 94,5%.

Pada akhir November lalu, vaksin Moderna mengaku telah mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 kepada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Moderna meyakini bahwa vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM AS (FDA) untuk penggunaan darurat. • Pfizer Inc and BioNTech Vaksin yang diproduksi Pfizer dan BioNTech telah mengajukan penggunaan darurat vaksin virus corona yang diproduksinya ke BPOM AS dan Eropa.

Pada uji coba terakhir, 18 November 2020, mereka mengklaim 95% vaksinnya efektif menangkal virus corona dan tidak menimbulkan risiko masalah keamanan.

• Sinovac Biotech Ltd CoronaVac saat ini memasuki uji coba fase 3. Sinovac melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Hasil awal, sebagaimana yang terbit di Science, dilakukan uji coba pada monyet menunjukkan vaksin menghasilkan antibodi yang menetralkan 10 galur Sars-coV-2. Sinovac, satu dari enam vaksin yang telah dipesan pemerintah Indonesia itu telah tiba di Indonesia. II.4 Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 • Garis Terdepan • Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan, Tenaga Penunjang yang Bekerja Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

• Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Aparat Hukum. • Petugas Pelayanan Publik Lainnya. • Masyarakat • Tokoh Masyarakat atau Tokoh Agama • Pelaku Perekonomian Strategis • Perangkat Daerah Kecamatan, Perangkat Desa, dan Perangkat Rukun Warga.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

• Pengajar • Guru atau Tenaga Pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan setingkat/sederajat, serta Perguruan Tinggi. • Aparat • Aparatur Kementrian/Lembaga, Aperatur Organisasi Perangkat Pemerintah Daerah, dan Anggota Legislatif • Rentan • Masyarakat yang rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. • Umum • Masyarakat dan Pelaku Perekonomian Lainnya II.4 Beberapa Kelompok Yang Tidak Diizinkan Untuk Suntik Vaksin Covid-19 • Orang Yang Memiliki Alergi Beberapa orang yang pernah mengalami reaksi alergi parah setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Maka CDC menyarankan agar orang – orang yang memiliki reaksi alergi parah terhadap salah satu bahan dalam vaksin Covid-19 untuk tidak boleh melakukan suntik vaksin. • Orang Yang Memiliki Gangguan Imunitas Vaksin bekerja untuk melindungi orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah atau termasuk dalam kategori berisiko tinggi.

Namun, orang dengan kekebalan tubuhnya terganggu ataupun menderita komplikasi kronis yang dapat memengaruhi fungsi kekebalan tubuhnya, yang biasanya tidak cocok dengan respons vaksin. Oleh karena itu, orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh tidak disarankan untuk melakukan sutik vaksin Covid-19 sampai ada penelitian yang menunjukkan efektivitasnya.

• Anak – Anak atau Balita Vaksin Moderna hanya diperbolehkan untuk orang berusia 18 tahun ke atas, sedangkan vaksin Pfizer hanya boleh untuk orang berusia 16 tahun ke atas.

Hingga saat ini, vaksin Covid-19 belum diteliti mengenai dampak dan efek yang dihasilkan pada anak – anak. • Wanita Hamil Dosis eksperimental yang digunakan pada vaksin Covid-19 kemungkin tidak sesuai untuk kesehatan bayi yang sedang tumbuh, dan dapat mengakibatkan efek samping bagi wanita hamil.

Maka, wanita hamil harus menunggu beberapa saat atau mengikuti ketentuan untuk mendapatkan vaksinasi. II.5 Sanksi Bagi Yang Menolak Vaksin Covid-19 Bagi warga negara Indonesia yang menolak program negara terkait dengan Vaksin Covid-19, maka akan mendapatkam hukuman penjara 1 tahun dan denda maksimal Rp 100 efek samping vaksin covid 19 tahap 1.

Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof Edward OS Hiariej menegaskan, mengacu pada Undang – Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan bisa di pidana.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Terdapat sanksi lain yang terdapat pada Undang – Undang (UU) tersebut, diantaranya yaitu bagi yang tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, pengambilan paksa jenazah COVID-19, lalu menghalangi pemakaman jenazah Covid-19, termasuk di dalamnya orang yang menolak untuk dilakukan vaksin terhadap dirinya.

Program vaksinasi dimulai pada tanggal 13 Januari 2021. Bapak Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang akan mendapatkan suntikan vaksin corona, menyusul tenaga medis, pejabat publik hingga tokoh agama. Sanksi dalam Undang – Undang (UU) ini merupakan Langkah terakhir apabila sarana penegakan hukum lain tidak berfungsi dan untuk menciptakan kesadaran masyarakat, dari sisi medis vaksin itu bisa bermanfaat bagi kesehatan dan sebagainya.

Jika sudah ada kesadaran dalam masyarakat, maka tanpa upaya paksa dalam konteks penegakan hukum dan pidana tidak perlu lagi diberikan. II.6 Dampak Positif dan Negatif Vaksin Covid-19 Setiap obat, vaksin, ataupun suplemen dapat menimbulkan efek samping.

Efek samping yang muncul pun bisa bersifat ringan maupun berat. Karena masih dalam tahap pengembangan, belum ada riset yang membuktikan bahwa vaksin Covid-19sepenuhnya aman. Manfaat vaksin jauh lebih besar dari efek samping yang ditimbulkan, memang akan ada efek samping, tapi tidak menyebabkan hal merugikan, dan jauh lebih baik dari efek sampingnya.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

II.6.1 Dampak Positif Menjadi lebih kebal terhadap Virus Covid-19, dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak terkena atau efek samping vaksin covid 19 tahap 1 Virus Covid-19 dengan tetap mematuhi serta menjalani protokol kesehatan.

II.6.2 Dampak Negatif Dampak atau efek negatif dari vaksin covid-19 yaitu berupa demam ringan, nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan vaksinkelelahanbengkak ringansakit kepala, nyeri otot dan sendi di sekitar area suntikan. Beberapa efek samping di atas merupakan efek samping ringan yang umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Munculnya efek samping tersebut sebenarnya menandakan bahwa tubuh penerima vaksin sedang membentuk kekebalan atau imunitas terhadap penyakit covid-19. Walau jarang terjadi, dampak dari pemberian vaksin, baik vaksin covid-19 maupun vaksin lainnya yaitu dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius, berupa reaksi alergi berat atau anafilaktik, reaksi tersebut dapat menyebabkan keluhan sesak napas, lemas, dan pingsan.

II.7 Tanggapan Mengenai Vaksin Covid-19 • Ketua DPR Puan Maharani Ketua DPR, Puan Maharani meminta pemerintah meningkatkan intensitas edukasi dan sosialisasi mengenai vaksin Covid-19. Menurut Beliau, edukasi dan sosialisasi mengenai vaksin sangat penting dilakukan agar masyarakat bersedia divaksin sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Beliau menegaskan pemberian vaksin itu harus dilakukan sesuai prosedur, pertimbangan ilmiah, dan hasil uji klinis yang baik. Beliau juga mengimbau pada masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan, serta sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. • Surat IDI (Ikatan Dokter Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 Pengurus Besar (PB) IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mengapresiasi dan mendukung upaya – upaya pemerintah dalam menghadapi pandemic virus corona.

Menurut PB IDI dalam hal pemilihan jenis vaksin ada syarat mutlak yang harus dipenuhi, yaitu vaksin yang akan digunakan sudah harus terbukti efektivitasnya, imunogenitasnya, serta keamanannya yang sudah dibuktikan melalui uji klinik fase 3. Menurut PB IDI, program vaksinasi merupakan suatu program yang sangat penting namun tidak dapat dilakukan dengan tergesa – gesa.

Pelaksanaan program vaksinasi memerlukan persiapan yang baik dan komprehensif, termasuk penyusunan pedoman terkait vaksinasi. Keamanan dan keefektifitasan menjadi yang utama agar program vaksinasi berjalan dengan lancar. PB IDI berharap agar program vaksinasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

• PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) memberikan lima pandangan mengenai vaksinasi yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia, yaitu PDPI mendukung proses inisiasi dan pengadaan vaksin covid-19 di Indonesia, PDIP menghimbau agar setiap vaksin yang masuk ke Indonesia harus melewati uji klinis pada populasi Indonesia sebelum disuntikkan, PDPI menghimbau agar setiap jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PDPI menilai bahwa kementrian Kesehatan perlu untuk menyampaikan syarat – syarat terkait indikasi penerima vaksin yang resmi dari pemerintah, dan PDPI memohon kepada PB IDI agar dapat membuat panduan atau pedoman pemberian vaksin yang dapat dijadikan pegangan bagi anggota PB IDI dalam pemberian vaksinasi.

BAB III KESIMPULAN Presiden Joko Widodo menyampaikan kabar terkait ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia. Pemerintah pun telah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 ke berbagai daerah. Target untuk pendistribusian vaksin untuk bulan Januari yaitu sekitar 5,8 juta vaksin yang harus masuk ke daerah. Beliau juga menegaskan bahwa setidaknya 10,45 juta dosis vaksin Covid-19 harus terdistribusi ke daerah – daerah pada Februari 2021. Kemudian nantinya akan menyusul 13,3 juta dosis vaksin yang akan di distribusikan pada bulan Maret mendatang.

Vaksin Covid-19 yang akan distribusikan kepada masyarakat Indonesia adalah gratis. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi bahwa vaksin covid-19 untuk masyarakat yaitu gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali. Kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19 yaitu Garis Terdepan (Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan, Tenaga Penunjang yang Bekerja Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Aparat Hukum, Petugas Pelayanan Publik Lainnya), Masyarakat (Tokoh Masyarakat atau Tokoh Agama, Pelaku Perekonomian Strategis, Perangkat Daerah Kecamatan, Perangkat Desa, dan Perangkat Rukun Warga), Pengajar (Guru atau Tenaga Pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan setingkat/sederajat, serta Perguruan Tinggi), Aparat (Aparatur Kementrian/Lembaga, Aperatur Organisasi Perangkat Pemerintah Daerah, dan Anggota Legislatif), Rentan (Masyarakat yang rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi), Umum (Masyarakat dan Pelaku Perekonomian Lainnya).

Beberapa kelompok yang tidak diizinkan untuk suntik vaksin Covid-19 yaitu orang yang memiliki alergi, orang yang memiliki gangguan imunitas, anak – anak atau balita, dan wanita hamil.

Bagi warga negara Indonesia yang menolak program negara terkait dengan Vaksin Covid-19, maka akan mendapatkam hukuman penjara 1 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. Dampak Positif dari vaksin Covid-19 yaitu menjadi lebih kebal terhadap Virus Covid-19, dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak terkena atau terinfeksi Virus Covid-19 dengan tetap mematuhi serta menjalani protokol kesehatan.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Dampak atau efek negatif dari vaksin covid-19 yaitu berupa demam ringan, nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan vaksin, kelelahan, bengkak ringan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi di sekitar area suntikan. SUMBER • https://m.liputan6.com/news/read/4450480/3-hal-yang-disampaikan-jokowi-soal-ketersediaan-vaksin-covid-19 • https://www.google.com/amp/s/m.tribunnews.com/amp/corona/2021/01/04/efek-samping-vaksin-covid-19-sinovac-disebut-aman-tim-uji-ada-panas-demam-dan-bengkak-ringan • https://www.indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/sosial/mengenal-6-jenis-vaksin-covid-19-pilihan • https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5147267/perbandingan-3-jenis-vaksin-corona-buatan-china-yang-bakal-dipakai-di-indonesia • https://www.google.co.id/amp/s/amp.kontan.co.id/news/pernyataan-jokowi-usai-menerima-vaksin-covid-19-perdana-di-istana • https://www.google.co.id/amp/s/amp.kontan.co.id/news/hari-ini-vaksinasi-bergulir-begini-tahapan-dan-sasaran-penerima-vaksin-corona • https://www.google.co.id/amp/s/amp.kontan.co.id/news/tolak-vaksin-corona-sanksi-penjara-setahun-dan-denda-rp-100-juta-menanti • https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210113151820-37-215665/kapan-vaksin-sinovac-akan-diberikan-ke-masyarakat • https://grafis.tempo.co/read/2472/urutan-6-kelompok-prioritas-penerima-vaksin-covid-19 • https://www.alodokter.com/mengenal-beberapa-efek-samping-vaksin-covid-19 • https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/22/181000165/5-pandangan-para-dokter-paru-untuk-vaksinasi-covid-19-di-indonesia?page=all
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Beberapa efek merupakan tanda vaksin telah efek samping vaksin covid 19 tahap 1 tubuh membangun perlindungan REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa orang mengalami efek samping dari vaksinasi Covid-19.

Beberapa efek samping seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan menggigil, merupakan tanda bahwa vaksin telah memicu tubuh Anda untuk membangun perlindungan terhadap Covid-19. Baca Juga • PDIB: Lansia Jaga Tubuh Bugar untuk Terima Vaksin Covid-19 • Vaksin AstraZeneca di Korsel untuk Usia di Atas 30 Tahun • Sentra Vaksinasi BUMN Ubah Jam Operasional Selama Ramadhan Saat ini, terdapat tiga vaksin Covid-19 di AS, yakni vaksin Pfizer, vaksin Moderna (keduanya adalah vaksin mRNA) dan vaksin Johnson & Johnson (vaksin vektor virus).

Dari ketiga vaksin tersebut, vaksin Johnson & Johnson tampaknya menghasilkan efek samping yang lebih ringan, menurut orang-orang yang menerimanya. Namun, itu tidak berarti bahwa Anda harus menghindari satu vaksin tertentu. Semuanya aman dan efektif, dan Anda tidak dapat mengetahui sebelumnya apakah Anda akan mengalami efek samping atau tidak sama sekali. Berikut 14 efek samping vaksin COVID19: 1. Nyeri di tempat suntikan Selain nyeri, Anda mungkin juga melihat kemerahan atau bengkak di tempat jarum masuk ke kulit Anda, tetapi itu akan menghilang.

Sekitar 70 persen hingga 80 persen orang merasakan nyeri lengan pada hari penyuntikan. Jika itu mengganggu Anda, Anda bisa menenangkan area tersebut dengan waslap dingin. 2. Lengan nyeri Efek samping ini berbeda dengan nyeri lengan atas pasca-injeksi.

Nyeri lengan terjadi sekitar lima hingga tujuh hari setelah vaksin ketika lengan Anda memerah dan gatal. Lesi merah yang terbentuk di tempat suntikan bisa berukuran 1 inci sampai 5 inci persegi.

Jika Anda mengalami lengan nyeri, Anda dapat minum antihistamin atau mengoleskan kortison topikal untuk meredakan gatal. Setelah hilang dan saatnya untuk dosis kedua Anda, efek samping vaksin covid 19 tahap 1 untuk mengganti lengan yang akan disuntik. 3. Pembengkakan kelenjar getah bening Anda mungkin memperhatikan bahwa kelenjar getah bening Anda membengkak saat Anda sakit. Hal yang sama dapat terjadi setelah vaksin, dan lebih sering setelah suntikan Moderna, yang terjadi pada sekitar satu dari 10 orang.

Pembengkakan ini akan terjadi di kelenjar getah bening di area ketiak dekat tempat suntikan. Apa penyebab bengkaknya? Kelenjar getah bening Anda bekerja keras memproduksi antibodi yang melawan infeksi, membuatnya bertambah besar. Menurut Dr.

Petri, kedengarannya menakutkan, tapi bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card efek samping vaksin covid 19 tahap 1 Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Proses vaksinasi Virus Corona di Indonesia bisa dibilang berjalan dengan lancar dan telah dilakukan dengan cukup merata.

Mayoritas masyarakat telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan kedua dan dilanjutkan dengan dosis ketiga atau booster di seluruh wilayah Indonesia. Terdapat beberapa jenis vaksin yang disediakan oleh pemerintah dan bisa dipilih oleh masyarakat.

Salah satunya adalah Sinopharm yang diciptakan oleh perusahaan farmasi dari Tiongkok. Vaksin ini sudah mendapatkan izin pemakaian pada aktivitas vaksinasi COVID-19 di sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia. Pada dasarnya, vaksin Sinopharm dikembangkan oleh perusahaan farmasi tersebut dengan mematikan Virus Corona melalui proses kimiawi.

Hal ini membuat orang yang mendapatkan vaksinasi tersebut akan memicu reaksi tubuh untuk menciptakan antibodi guna mengatasi Virus Corona tanpa terinfeksi penyakit COVID-19. Untuk lebih jelasnya mengenai vaksin Sinopharm, manfaat, cara penggunaan, dan efek sampingnya, simak ulasan berikut ini.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Baca juga: Ini Fakta dan Aturan Vaksin Mandiri atau Vaksin Gotong Royong yang Resmi Apa Itu Vaksin Sinopharm? Vaksin Secara umum, vaksin Sinopharm adalah jenis vaksin yang berguna untuk mencegah penularan atau infeksi dari Virus Corona penyebab penyakit COVID-19. Jenis vaksin ini dijadikan sebagai bagian dari kegiatan vaksinasi yang ada di Indonesia baik itu vaksinasi mandiri maupun gotong royong.

Secara umum, vaksin Sinopharm adalah vaksin yang diisi dengan Virus Corona yang telah dimatikan atau istilahnya inactivated virus. Vaksinasi ini memiliki cara kerja dengan memicu sistem imun tubuh agar mampu menghasilkan anti bodi yang dapat mengatasi infeksi Virus Corona. Dengan begitu, saat orang yang telah mendapatkan vaksinasi ini terinfeksi Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 Corona, tubuhnya telah siap untuk melawannya tanpa menimbulkan gejala yang bisa membahayakan kesehatan.

Vaksin ini mulai dikembangkan di tahun 2020 awal oleh Sinopharm atau China National Pharmaceutical Group. Perusahaan tersebut adalah perusahaan farmasi yang dimiliki oleh Pemerintah Tiongkok. Berdasarkan hasil dari uji klinis pada tahap ketiga, vaksin ini dikatakan mempunyai nilai efikasi atau perlindungan terhadap Virus Corona sekitar 79,34%. Jumlah tersebut telah melampaui standar minimal efikasi yang ditetapkan WHO, yakni sebesar 50%. Tidak hanya di Tiongkok, pengujian dari vaksin ini juga dilakukan di beberapa negara lain, seperti Arab, Mesir, Maroko, Jordan, Pakistan, Argentina, dan Bahrain.

Sampai saat ini, jenis vaksin Sinopharm tersebut sudah mendapatkan izin pemakaian darurat dari pihak otoritas medis di Tiongkok. Deskripsi Vaksin Sinopharm Vaksin Vaksin Sinopharm tergolong sebagai obat resep sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Masuk ke dalam kategori vaksin dari penyakit COVID-19, fungsi dari vaksin ini adalah untuk mencegah penularan Virus Corona dan timbulnya gejala yang berat sehingga tak sampai membahayakan kondisi kesehatan.

Vaksin ini hanya boleh digunakan oleh orang dewasa dengan usia di atas 18 tahun sampai 60 tahun. Akan tetapi, vaksin ini termasuk ke dalam kategori N, yaitu belum ada informasi atau hasil studi memadai mengenai efektivitas serta keamanannya terhadap ibu hamil maupun ibu menyusui. Dengan kata lain, vaksin tersebut tidak boleh diberikan kepada ibu yang sedang hamil atau menyusui.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mendapatkan Vaksin Sinopharm Vaksin Sinopharm adalah jenis vaksin yang diciptakan melalui proses kimiawi yang mematikan Virus Corona dan menjadikannya sebagai inactivated virus.

Walaupun sudah dimatikan, materi genetik dari virus tersebut masih bisa dideteksi oleh sistem kekebalan tubuh sehingga pembentukan antibodi untuk melawan virus tersebut tetap bisa terjadi. Agar penggunaannya aman dan tak berisiko menimbulkan efek samping atau hal yang bisa membahayakan kondisi kesehatan penerimanya, vaksin Sinopharm harus dilakukan dengan memerhatikan beberapa hal terlebih dahulu sebagai berikut. • Informasikan pada dokter terkait riwayat alergi, baik yang pernah atau sedang dimiliki.

Hal ini dikarenakan vaksin tersebut tidak boleh digunakan untuk orang yang memiliki alergi pada kandungan yang terdapat di dalamnya. • Informasikan pada dokter jika sedang menderita demam, batuk, sesak napas, maupun gejala penyakit COVID-19 lain.

Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada orang yang tengah terinfeksi Virus Corona karena dapat memicu efek samping dan gejala penyakit yang lebih berat.

• Informasikan pada dokter terkait terapi medis menggunakan obat imunosupresan yang sedang dijalani. • Informasikan pada dokter jika sedang menderita penyakit atau kondisi kesehatan yang melemahkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh, sedang melakukan terapi menggunakan obat imunosupresif, kemoterapi, atau baru melakukan transplantasi organ.

• Informasikan pada dokter jika sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. • Informasikan pada dokter jika sedang efek samping vaksin covid 19 tahap 1 obat, produk herbal, atau suplemen kesehatan apa pun.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

• Informasikan pada dokter terkait riwayat medis, khususnya jika pernah atau sedang menderita penyakit autoimun, penyakit paru, kelainan darah, atau HIV/AIDS.

• Segera periksakan diri ke dokter apabila muncul reaksi alergi pasca mendapatkan penyuntikan atau vaksinasi Sinopharm. Dosis serta Jadwal Pemberian Vaksinasi Sinopharm Sesuai dengan SK Dirjen Pencegahan & Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, penggunaan dari vaksin COVID-19 wajib diberikan sesuai dengan jumlah takaran dan dosis yang direkomendasikan.

Terkait dosis vaksin Sinopharm sendiri disuntikan sebanyak dua kali dengan jeda 21 hari. Dosis vaksin Sinopharm di setiap suntikan yakni 0,5 mililiter. Vaksin tersebut disuntikkan pada bagian otot atau intramuskuler di bagian lengan atas menggunakan alat suntik satu kali pakai atau autodisable syringes.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Cara Memberikan Vaksin Sinopharm Vaksin Pemberian vaksin ini harus dilakukan oleh dokter maupun petugas medis yang diawasi oleh dokter secara langsung di lokasi layanan vaksinasi. Saat akan melakukan penyuntikan vaksin, pihak dokter maupun petugas medis harus menanyakan beberapa pertanyaan kepada pihak penerima vaksin sekaligus melakukan pemeriksaan guna memastikan kondisi tubuhnya sehat dan dapat melakukan vaksinasi.

Apabila mengalami demam atau gejala penyakit lainnya, vaksinasi tak boleh diberikan hingga kondisi calon penerima vaksin membaik. Vaksin Sinopharm ditujukan untuk orang dewasa dengan usia 18 sampai 60 tahun. Hal ini dikarenakan belum diketahui tingkat efektivitas dan juga keamanan dari vaksin tersebut terhadap lansia dengan usia 60 tahun ke atas atau anak-anak di bawah 18 tahun.

Pasca mendapatkan suntikan vaksin, penerimanya akan diminta tak meninggalkan area vaksinasi hingga 30 menit ke depan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada efek samping yang terjadi pada penerima vaksin dan mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI.

Penyimpanan vaksin ini harus dilakukan pihak petugas vaksin dengan menyesuaikan standar prosedur operasionalnya. Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 vaksin harus melalui vaccine refrigerator dengan suhu sekitar 2 sampai 8 derajat Celsius, dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung.

Meski sudah mendapatkan vaksinasi, masyarakat diharapkan tetap patuh terhadap protokol kesehatan, seperti memakai masker, selalu menjaga jarak, serta rutin mencuci tangan.

Hal ini dikarenakan vaksinasi masih belum 100% mencegah risiko tertular Virus Corona penyebab COVID-19. Interaksi yang Mungkin Muncul saat Vaksin Sinopharm Digunakan Bersama Obat Lain Masih belum diketahui apakah ada efek interaksi obat yang mungkin terjadi akibat penggunaan vaksin Sinopharm bersama obat lainnya.

Guna mengantisipasi risiko interaksi antar obat, pastikan untuk memberi tahu dokter atau petugas medis terkait obat, produk herbal, atau suplemen yang sedang aktif dikonsumsi sebelum melakukan vaksinasi. Efek Samping Vaksin Sinopharm Sesuai analisis data pengujian klinis tahap 2, efek samping vaksin Sinopharm mampu menimbulkan gejala kategori ringan atau sedang yang umumnya tidak berbahaya.

Efek samping vaksin Sinopharm juga cenderung dapat mereda dengan sendirinya. Beberapa efek samping akibat vaksinasi ini sebagai berikut. • Nyeri serta kemerahan di area kulit yang disuntik • Sakit kepala • Kelelahan • Demam ringan Segera lakukan pemeriksaan dengan dokter apabila efek samping tersebut tak kunjung mereda atau bahkan semakin memburuk.

Lakukan hal serupa jika muncul gejala efek samping lebih parah, maupun saat mengalami gejala alergi obat pasca melakukan vaksinasi. Baca juga: Vaksin Booster Gratis untuk Pengguna Vaksin Sinovac, Ini Cara Cek Tiket dan Lokasinya Bendung Penyebaran Virus Corona secara Efektif dengan Vaksinasi Itulah penjelasan mengenai vaksin Sinopharm, dosis, cara pakai, hingga efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Terlepas dari itu semua, vaksinasi merupakan salah satu langkah penting untuk membendung penyebaran Virus Corona dengan efektif. Oleh karena itu, seluruh masyarakat, tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia, wajib melakukan vaksinasi COVID-19 ini demi mengakhiri pandemi Virus Corona dengan lebih cepat.

Kategori • Asuransi • Asuransi Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 • Wawancara Khusus • Wirausaha Selengkapnya
Buka Tutup • Fungsi vaksin COVID-19 adalah untuk mengurangi penularan COVID-19 dan mencapai kekebalan kelompok di masyarakat ( herd immunity); • Indonesia telah menggunakan vaksin Coronavax buatan Sinovac Biotech Incorporated dengan efikasi 65,3%; • Efikasi 65,3% berarti vaksin Sinovac ini mampu menurunkan kejadian infeksi COVID-19 hingga 65,3% di masyarakat; • Syarat mendapatkan vaksin Sinovac adalah berusia 18-59 tahun, bertubuh sehat dan tidak demam, serta tidak menderita diabetes, hipertensi, atau penyakit autoimun; • Efek samping vaksin Sinovac yang mungkin muncul adalah nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntik, demam, hingga sakit kepala; • Meski sudah divaksinasi, tetap lakukan 3M yaitu mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak fisik ( physical distancing); • Dapatkan paket tes COVID-19 berupa swab PCR, swab antigen, dan rapid test dengan harga bersahabat dan tim medis berpengalaman di HDmall; • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Kehadiran vaksin COVID-19 memberikan harapan baru akan berakhirnya pandemi di Tanah Air. Proses penyuntikan vaksin tahap awal sudah dilaksanakan pada Rabu (13/1) yang diawali oleh presiden, jajaran pemerintahan, tenaga kesehatan, hingga perwakilan masyarakat. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kekebalan populasi dan mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Fakta penting seputar vaksin COVID-19 di Indonesia Secara umum, vaksin adalah zat yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Vaksin bekerja dengan merangsang produksi antibodi, persis seperti jika Anda terkena penyakit tersebut. Setelah divaksinasi, tubuh Anda sudah lebih dulu membentuk kekebalan sehingga terlindungi dari penyakit. Khusus untuk COVID-19, pemberian vaksin bertujuan untuk mengurangi transmisi atau penularan COVID-19.

Tak hanya itu, upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat ( herd immunity), dan melindungi masyarakat dari COVID-19 sehingga bisa lebih produktif. Indonesia sudah memulai vaksinasi sejak Rabu, 13 Januari 2021 secara serentak menggunakan Coronavax, vaksin buatan Sinovac Biotech Incorporated yang bekerja sama dengan PT Bio Farma.

Vaksin ini telah melalui uji klinis fase 3 di Bandung dan memiliki efikasi 65,3%, sehingga mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), vaksin Sinovac mengandung virus yang sudah dimatikan ( inactivated virus) atau tidak mengandung sama sekali virus hidup atau yang dilemahkan.

Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 vaksin ini tidak mengandung boraks, formalin, merkuri, maupun pengawet sehingga aman digunakan. Vaksin Sinovac diberikan dengan dosis 0,5 ml melalui intramuskular (lewat otot) di bagian lengan kiri atas.

Supaya kekebalan tubuhnya terbentuk secara maksimal, vaksin ini perlu diberikan 2 kali. Dosis kedua akan disuntikkan 14 hari setelah dosis pertama. Baca juga: Ini Alasan Kita Harus Tetap Waspada meski Vaksin COVID-19 Sedang Didistribusikan Apa itu efikasi vaksin COVID-19? Vaksin buatan Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3%. Angka ini telah melampaui persyaratan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di atas 50%.

Efikasi itu sendiri merupakan persentase penurunan insiden penyakit dalam kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi dalam efek samping vaksin covid 19 tahap 1 optimal. Sederhananya, efikasi adalah seberapa besar kemampuan vaksin untuk mencegah penularan atau infeksi penyakit dalam suatu populasi. Efikasi 65,3% artinya vaksin Sinovac ini mampu menurunkan kejadian infeksi COVID-19 hingga 65,3% di masyarakat. Dengan kata lain, orang yang telah divaksin berpotensi hampir 3 kali lebih rendah terjangkit COVID-19 dibandingkan yang tidak divaksin.

Contohnya begini. Jika ada 100 orang yang divaksin, artinya ada 65 orang yang terlindungi dari COVID-19. Sementara 35 orang lainnya masih bisa terkena COVID-19 yang bergejala. Siapa saja yang boleh mendapatkan vaksin COVID-19? Vaksin COVID-19 diharapkan dapat diberikan untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Prosesnya dilakukan secara bertahap. Penyuntikan tahap awal diutamakan untuk orang-orang dengan risiko tinggi seperti tenaga kesehatan dan penderita komorbiditas (yang memiliki penyakit penyerta). Berdasarkan rekomendasi PAPDI, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sebelum vaksinasi Sinovac, yaitu: 1.

Berusia 18-59 tahun Anak-anak dan lansia tidak boleh mendapatkan vaksin Sinovac. Pasalnya, vaksin COVID-19 ini ditujukan untuk orang berusia 18-59 tahun. Ibu hamil atau menyusui juga tidak dapat diberikan vaksinasi. Pesan Sekarang 2. Memiliki tubuh yang sehat dan tidak demam Vaksin adalah proses memasukkan bakteri yang dilemahkan atau dimatikan untuk merangsang kekebalan tubuh. Karena diharapkan dapat membentuk imun, maka tubuh pasien tentunya harus sehat.

Bahkan meskipun Anda hanya demam pun (suhu di atas 37,5°), vaksinasi perlu ditunda sampai suhu tubuh kembali stabil. Calon penerima vaksin akan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya. 3. Bukan penderita diabetes dan hipertensi Diabetes dan hipertensi merupakan penyakit komorbid yang membuat pasien lebih rentan terpapar virus corona. Pasien yang mengalami penyakit ini tidak disarankan untuk melakukan vaksinasi COVID-19.

Namun, untuk penderita diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksin. 4. Tidak memiliki penyakit autoimun Menurut rekomendasi PP Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni), vaksin khusus COVID-19 tidak disarankan untuk penderita penyakit autoimun.

Hal ini karena belum ada penelitian mendalam mengenai efektivitas vaksin terhadap penderita penyakit autoimun. Orang dengan kondisi medis berikut juga tidak dapat diberikan vaksin Sinovac, yaitu: • Gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA); • Alergi berat setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya; • Penyakit jantung; • Penyakit ginjal; • Rheumatoid arthritis; • Penyakit saluran pencernaan kronis; • Hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun; • Kanker; • Kelainan darah; • Defisiensi imun; • Penerima transfusi; • Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 dengan CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui.

Karena itulah, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna pemeriksaan lebih lanjut sebelum menerima vaksin Sinovac.

Baca juga: Setelah Berlibur Saat Pandemi, Perlukah Lakukan Tes COVID-19? Yang harus dilakukan sebelum dan sesudah vaksinasi COVID-19 Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan bersedia mengikuti vaksinasi COVID-19 demi menurunkan angka kejadian virus corona di tanah air. Namun, ingat, hadirnya vaksin bukan berarti Anda boleh bebas mengabaikan protokol kesehatan yang ada, ya. Sembari menunggu giliran mendapatkan vaksin COVID-19, lakukan beberapa hal berikut ini: 1.

Meyakini bahwa vaksin COVID-19 itu aman dan halal Meski sudah dinyatakan aman dan halal, masih ada kalangan yang meragukan keberadaan vaksin Sinovac. Ditambah lagi, efikasi 65,3% dianggap kecil bila dibandingkan dengan vaksin Sinovac di negara lain. Padahal, vaksin COVID-19 ini telah melalui serangkaian uji klinis hingga dinyatakan aman, efektif, dan halal. Angka efikasi 65,3% pun telah melampaui standar WHO, yakni 50%, sehingga sudah terjamin dapat membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19.

2. Tetap lakukan 3M Sembari menunggu giliran divaksinasi, tetap lakukan 3M di mana pun Anda berada. Maksud 3M itu sendiri adalah: • Mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer; • Memakai masker; • Menjaga jarak fisik ( physical distancing) minimal 1-2 meter. Setelah divaksinasi pun, bukan berarti Anda boleh bebas keluyuran dan nongkrong sana-sini karena merasa kebal corona. Ingat, pembentukan antibodi baru tercapai secara maksimal setelah 3 bulan vaksinasi.

Anda masih bisa terpapar virus corona kapan pun, terutama jika tidak menerapkan 3M dengan benar. 3. Pantau risiko efek samping yang mungkin muncul Setelah disuntik, penerima vaksin disarankan untuk tetap berada di lokasi vaksinasi setidaknya 30 menit. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping vaksin.

Sama seperti vaksin lainnya, vaksin COVID-19 juga dapat menimbulkan reaksi efek samping pada tubuh. Ini merupakan hal yang wajar, pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh penerima sedang bereaksi dengan antigen yang terkandung dalam vaksin. Beberapa efek samping vaksin COVID-19 yang mungkin terjadi antara lain: • Nyeri, kemerahan, atau bengkak pada tempat suntikan; • Demam; • Nyeri otot seluruh tubuh (myalgia); • Nyeri sendi (atralgia); • Badan lemah; • Sakit kepala.

Untuk nyeri di area suntikan atau demam, Anda dapat mengatasinya dengan memberikan kompres dingin atau minum paracetamol sesuai dosis. Bila efek samping berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan ke dokter. Vaksin Sinovac telah dijamin aman, efektif, dan halal sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk ikut vaksinasi.

Terlebih, orang yang divaksinasi berpotensi hampir 3 kali lebih rendah terpapar infeksi COVID-19 dibandingkan yang tidak divaksinasi. Namun ingat, vaksin bukanlah akhir dari pandemi. Tetap lakukan protokol kesehatan sebaik mungkin agar terhindar dari penularan COVID-19. Baca juga: Memahami Perbedaan 3 Tes COVID-19: PCR, Swab Antigen, dan Rapid Test Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Efek samping vaksin covid 19 tahap 1 tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung efek samping vaksin covid 19 tahap 1 setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
KOMPAS.com - Program vaksinasi Covid-19 mulai dijalankan di beberapa negara di dunia termasuk di Indonesia.

Hal itu dilakukan untuk meredakan pandemi virus corona yang terjadi lebih dari setahun ini. Namun terkait vaksinasi, sejumlah orang masih khawatir mengenai efek atau reaksi setelah dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19 tersebut.

Baca juga: Efek Vaksinasi Belum Diketahui, Semua Pihak Diminta Terapkan 3T dan 5M Staff bagian Keamanan Obat dan Vaksin Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) Ayako Fukushima memberi penjelasan mengenai efek samping atau reaksi setelah vaksinasi Covid-19 melalui akun Twitter @WHO, Minggu (21/2/2021). Dia menjelaskan gejala umum yang terjadi, serta tindakan yang dilakukan bila mendapati gejala yang cukup parah.

"Ketika Anda divaksinasi, beberapa efek samping adalah hal normal dan sudah diperkirakan. Ini menandakan bahwa tubuh Anda sedang membangun perlindungan terhadap virus," kata Fukushima. What should you expect after getting a #COVID19 vaccine? pic.twitter.com/Kel5qDl9zV — World Health Organization (WHO) (@WHO) February 20, 2021 Reaksi kurang dari seminggu Dalam pengembangan vaksin Covid-19, setiap otoritas kesehatan di masing-masing negara melakukan pengujian ketat.

Pengujian ini termasuk memperkirakan dan mengurangi risiko yang terjadi setelah vaksinasi, sehingga vaksin aman untuk semua orang yang menerimanya. Baca juga: 4 Fakta Wakil Wali Kota Depok Positif Covid-19, Bukan Efek Vaksinasi hingga Tunggu Kamar Isolasi Kosong Fukushima menjelaskan beberapa reaksi umum yang terjadi setelah vaksinasi.

Reaksi umum tersebut, meliputi: • Nyeri atau kemerahan di sekitar tempat suntikan • Demam ringan • Kelelahan • Sakit kepala • Nyeri otot atau sendi. Ia menjelaskan bahwa reaksi umum ini hanya berlangsung kurang dari seminggu.

efek samping vaksin covid 19 tahap 1

Bila lebih dari seminggu efek samping tidak juga hilang, maka perlu segera menemui layanan kesehatan. "Jika gejala Anda lebih parah atau berlangsung lebih dari seminggu, beri tahu petugas kesehatan yang memberi Anda vaksin," jelas Fukushima.

Baca juga: Penjelasan WHO soal Kapan Antibodi Bekerja Setelah Divaksin Covid-19 Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya.

Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait [HOAKS] Vaksin Sinovac Punya Efek Samping Memperbesar Alat Kelamin Pria Saat Pemerintah Berjanji Tanggung Biaya Perawatan Efek Samping Vaksinasi Covid-19.

Pesan Kemenkes: Jangan Takut dengan Efek Samping Vaksin Covid-19 Hari Ketiga Vaksinasi Covid-19, Belum Ada Laporan Efek Samping yang Mengkhawatirkan Dua Pekan Vaksinasi Covid-19, Ini Efek Samping yang Paling Banyak Dilaporkan Berita Terkait [HOAKS] Vaksin Sinovac Punya Efek Samping Memperbesar Alat Kelamin Pria Saat Pemerintah Berjanji Tanggung Biaya Perawatan Efek Samping Vaksinasi Covid-19.

Pesan Kemenkes: Jangan Takut dengan Efek Samping Vaksin Covid-19 Hari Ketiga Vaksinasi Covid-19, Belum Ada Laporan Efek Samping yang Mengkhawatirkan Dua Pekan Vaksinasi Covid-19, Ini Efek Samping yang Paling Banyak Dilaporkan Ramai soal Kasus Nissa Sabyan dan Ayus, Apa Pemicu Selingkuh dan Berikut Tips Menghindarinya? https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/21/200500365/ramai-soal-kasus-nissa-sabyan-dan-ayus-apa-pemicu-selingkuh-dan-berikut https://asset.kompas.com/crops/HuDUfrAakgWkmiyb7EvaSGJ7d90=/0x0:1000x667/195x98/data/photo/2017/06/15/3634994064.jpg

Mengenal Kelebihan dan Efek Samping Vaksin Moderna




2022 charcuterie-iller.com