Suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah

Kalian tentunya pernah merasakan panas, dingin, sejuk, dan hangat dari benda disekitar kalian. Banyak sifat benda yang peka terhadap pengaruh suhu, yaitu berubah apabila suhunya berubah dan tetap apabila suhunya tetap. Didataran tinggi, udara terasa lebih dingin daripada udara di daerah pantai. Apakah kalian bisa menyebutkan seberapa dingin atau panaskah udara disekitar kalian tersebut. Tentu kalian membutuhkan alat ukur, bukan?

Dengan membaca artikel ini diharapkan kalian mampu mendeskripsikan suhu dan cara pengukurannya. Mengukur Suhu dengan Indra Peraba Bagaimana cara mengukur suhu?

Untuk mengetahui perubahan suhu pada seorang anak yang sedang demam, sering kita menggunakan tangan, yaitu dengan menempelkan punggung dan tangan pada kening. Namun cara demikian tidak dapat menentukan besar kenaikan suhu secara tepat.

Jadi kulit manusia dapat digunakan sebagai pengindra panas tetapi tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu dengan teliti. OIeh karena ¡tu, diperlukan alat khusus yang dapat mengukur suhu dengan teliti. Suhu didefinisikan sebagai derajat (tingkatan) panas atau dinginnya suatu benda. Mengukur Suhu dengan Termometer Bagian-bagian Termometer Alat yang digunakan untuk mengukur suhu dengan tepat dan menyatakan dengan suatu bilangan disebut termometer.

Bagian-bagian termometer terdiri atas: a. pipa kaca (pipa kapiler) b. zat cair pengisi termometer c. tandon (reservoir) d. skala e. Tabung gelas Termometer yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah termometer yang terbuat dari pipa kaca yang diisi dengan zat cair.

Pembuatan termometer didasarkan pada sifat termometrik benda, yaitu sebagai berikut. a. Jika benda dipanaskan akan memuai dan jika didinginkan menyusut. b. Jika dua benda yang suhunya tidak sama disentuhkan (dicampurkan) akan terjadi perpindahan panas dan benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Pada akhirnya suhu kedua benda akan sama.

Berdasarkan sifat-sifat tersebut dapat dibuat termometer dan zat padat, zat cair maupun zat gas. Namun dalam kehidupan sehari-hari yang biasa digunakan adalah termometer dan zat cair yang memuai bila dipanaskan. Dengan demikian pemuaian pada zat cair dapat digunakan sebagai ukuran suhu suatu benda.

Zat cair yang biasa digunakan untuk mengisi termometer adalah raksa dan alkohol. Gambar. Termometer Dinding Termometer raksa Keuntungan raksa sebagai pengisi termometer adalah sebagai berikut.

1. Raksa mengkilap sehingga mudah dilihat. 2. Pemuaian raksa teratur. 3. Raksa tidak membasahi dinding kaca ketika memuai atau menyusut. 4.

Cepat menyesuaikan suhu dengan suhu sekita rnya. 5. Jangkauan suhu raksa cukup lebar, yaitu antara -40°C sampai dengan 350°C sehingga sesuai untuk pekerjaan-pekerjaan di laboratorium. 6. Raksa dapat terpanasi secara merata sehingga menunjukkan suhu dengan cepat dan tepat.

Kerugian menggunakan raksa sebagai pengisi termometer adalah sebagai berikut. 1. Raksa mahal 2. Raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu sangat rendah (misalnya di daerah kutub) 3. Raksa termasuk zat berbahaya Termometer alkohol Keuntungan menggunakan termometer alkohol sebagai cairan pengisi termometer sebagai berikut. 1. Alkohol Iebih murah dibandingkan raksa. 2. Alkohol Iebih teliti, karena untuk kenaikan suhu yang kecil, alkohol mengalami perubahan volume yang lebih besar.

Kerugian menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer adalah sebagai berikut. 1. Alkohol mempunyai titik didih rendah yaltu 78°C sehingga pemakaiannya terbatas. 2. Alkohol tidak berwarna, sehingga harus diberi warna agar lebih mudah dilihat. 3. Alkohol membasahi (melekat) pada dinding kaca. Air tidak dapat digunakan untuk mengisi termometer karena beberapa alasan, di antaranya: 1. Air membasahi dinding kaca sehingga skala sulit dibaca.

2. Air tidak berwarna sehingga sulit dibaca batas ketinggiannya. 3. Jangkauan suhu air terbatas yaltu 0°C – 100°C. 4. Perubahan volume air sangat kecil ketika suhu dinaikkan. 5. Hasil pembacaan yang diperoleh kurang teliti karena air penghantar panas yang jelek. Penetapan Skala Termometer Untuk dapat menunjukkan suhu suatu benda termometer diberi skala. Untuk menetapkan skala termometer perlu ditentukan lebih dahulu titik tetap bawah dan titik tetap atasnya.

a. Titik tetap atas ditentukan oleh suhu air yang sedang mendidih pada tekanan 1 atm (76 Cm Hg). b. Titik tetap bawah ditentukan oleh suhu es yang sedang mencair pada tekanan 1 atm (76 CmHg).

Berdasarkan skalanya, ada 4 jenis termometer, yaitu termometer Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin. a. Skala Celcius Skala Celsius dibuat oleh seorang ahli fisika berbangsaan Swedia yang bernama Andreas Celcius (1701 – 1744).

Andreas Celcius menentukan titik tetap bawah menggunakan suhu es yang sedang mencair pada tekanan 1 atm dan diberi angka 0 (nol). Sedangkan titik tetap atasnya ditentukan suhu air yang sedang mendidih pada tekanan 1 atm dan diberi angka 100.

Perbedaan suhu antara titik atas dan titik bawah adalah 100 – 0 = 100. b. Skala Reamur Skala Reamur dibuat oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Perancis yang bernama Reamur. Ia membuat termometer dengan menentukan titik tetap atas dengan suhu air yang sedang mendidih pada tekanan 1 atm dan diberi angka 80 sedangkan titik bawahnya ditentukan oleh suhu es yang sedang mencair pada tekanan 1 atm dan diberi angka 0 (nol).

c. Skala Fahrenheit Skala Fahrenheit dibuat seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman bernama Gabriel Fahrenheit (1686 – 1736). Fahrenheit adalah orang pertama yang membuat termometer zat cair yang menggunakan suhu campuran es dan garam sebagai titik tetap bawah. Suhu yang ditunjukkan termometer diberi angka 32, sedangkan titik tetap atas ditentukan dengan suhu airyang sedang mendidih pada tekanan 1 atm dan diberi angka 212.

Perbedaan suhu antara titik tetap atas dan titik tetap bawah adalah 212 – 32 = 180. d. Skala Kelvin Dalam teori partikel dinyatakan bahwa bila suhu bertambah maka gerak partikel bertambah cepat, jika suhu turun maka gerak partikel akan semakin lambat. Pada saat suhu mencapai -273°C gerak partikel akan berhenti. Suhu -273°C merupakan suhu paling rendah yang masih mungkin dimiliki oleh suatu zat.

Suhu tersebut dikenal dengan suhu nol mutlak. Seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris yang bernama Lord Kelvin (1824 – 1907) adalah orang pertama yang mengusulkan pengukuran suhu berdasarkan suhu nol mutlak. Skala suhu yang ditetapkan diberi nama skala Kelvin, dimana suhu suhu pada skala Kelvin diukur dalam derajat yang dinamakan Kelvin (lambang ”K”). Suhu terendah pada skala ini diberi angka 0 K = -273°C.

Pada skala Kelvin titik lebur es diberi angka 273 dan titik didih air diberi angka 373 dengan demikian hubungan antara skala Celcius dan Kelvin adalah sebagai berikut. K = 273 + C Keterangan: K = suhu dalam skala Kelvin (K) C = suhu dalam skala Celcius (C) Perbandingan Skala Termometer Berdasarkan penetapan skala beberapa termometer di atas, maka dapat dibuat perbandingan skala sebagai berikut.

Demikian artikelnya semoga bermanfaat. Terimakasih. Gerhana bulan terjadi ketika kedudukan bumi berada di antara bulan dan matahari,sehingga. A.cahaya matahari yng seharusnya sampai ke bumi terhalang … oleh bulan B.cahaya matahari suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah seharusnya diterima oleh bulan tertutup bintang C.cahaya matahari yang seharusnya diterima bulan terhalang oleh bumi D.cahaya matahari yang seharusnya diterima bulan tertutup awan
Saat melakukan pengukuran suhu dengan suatu termometer, kita memerlukan suatu acuan.

Acuan ini ada didasarkan pada skala termometer. Skala ini mempunyai dua acuan, yakni titik didih dan titik beku air. Titik didih air dijadikan sebagai titik acuan atas, sedangkan titik beku air dijadikan titik acuan bawah, di antara keduanya dibagi dalam beberapa skala kecil. Ketika mengukur temperatur dengan menggunakan termometer, terdapat beberapa skala yang digunakan, di antaranya adalah skala Celcius, skala Reamur, skala Fahrenheit, dan skala Kelvin.

Keempat skala tersebut memiliki perbedaan dalam pengukuran suhunya. Perbandingan keempat jenis skala termometer tersebut, diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Dibuat oleh Anders Celcius (1701 – 1744). Ia membuat termometer dengan titik beku air pada skala 0 dan titik didih air pada skala 100. Termometer buatannya dikenal sebagai termometer Celcius dengan satuan suhu dalam derajat Celcius ( o C). Jadi, termometer celcius mempunyai titik bawah 0 o C dan titik atasnya 100 o C. MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah About Me 2.5.

Sebarkan ini: Termometer diambil dari Bahasa Yunani yaitu thermo dan meter, dimana thermo berarti panas dan meter berarti untuk mengukur. Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur maupun menghitung perubahan suhu (temperatur) suatu zat. Termometer adalah perangkat penting yang digunakan untuk pengukuran suhu.

Termometer berdasarkan mekanisme kerja seperti merkuri atau tekanan uap dalam gelas dikelompokkan kedalam jenis termometer non-listrik, sedangkan termometer listrik biasanya menggunakan semikonduktor.Termometer laboratorium biasanya menggunakan zat cair raksa atau alkohol.Jika cairantersebut bertambah panas, cairan tersebut akan memuaisepanjang pipa yang pada umumnya berskala °C (Celcius) dengan ukuran pipa tersebut harus dibuat sekecilmungkin (pipa kapiler) agar sensitif terhadap perubahan suhu.

Supaya termometer cepat bereaksi terhadap perubahan suhu, dinding wadah cairan harus dibuat tipis sehingga panas masuk ke cairan dengan menyentuh dinding termometer.Termometer ini biasanya ditemukan dilaboratorium sekolah.Ada berbagai jenis termometer untuk mengukur suhu yangjuga menggunakan berbagai metode.Untuk lebih mengenal termometer sebagai salah satu kebutuhan sehari-hari, ada baiknya mengenal beberapa jenis termometer yang umum digunakan pada pembahasan selanjutnya.

Jenis-jenis Termometer Berdasarkan Skala • Termometer Celsius Termometer Celsius ditemukan oleh Andreas Celcius (1701–1744), seorang ahli fisika dari Swedia. Celcius menentukan titik tetap bawah skala termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair, yang diberi skala 0°.Titik tetap atasnya berpatokan pada suhu air mendidih pada tekanan 76 cmHg, yang diberi skala 100°.

Di antara jarak kedua titik tersebut terdapat 100 satuan derajat. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Celsius yaitu derajat Celsius (°C).Skala Celcius merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Termometer ini dibuat dari pipa kaca tipis yang kedua ujungnya tertutup dengan tendon bawah yang diisi raksa.Diatas raksa adalah pipa hampa udara yang ujung atasnya tertutup.Alat ini dilengkapi dengan skala untuk menunjukkan suhu.

• Termometer Reamur Termometer ini dikenalkan oleh Rene Antoine Ferchault de Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Prancis. Reamur menentukan titik tetap bawah dan titik tetap atas skala termometer sama seperti Andreas Celcius.Namun, Reamur memberi skala 0° untuk titik tetap bawah dan 80° untuk titik tetap atas termometernya.

Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Reamur yaitu derajat Reamur (°R). Skala Reamur digunakan secara luas di Eropa, terutama di Perancis dan Jerman, tetapi kemudian digantikan oleh Celcius.Saat ini skala Reamur jarang digunakan kecuali di industri permen dan keju.Prinsip thermometer Reamur sama dengan pembuatan thermometer Celcius dimana angka 0 sebagai titik tetap bawah menunjukkan titik lebur es pada tekanan udara normal.

Perbedaannya dengan thermometer celcius adalah titik didih air pada tekanan udara normal diberi tanda angka 80. Kemudian, antara kedua suhu itu dibagi menjadi 80 bagian yangsama. Tiap-tiap bagian disebut satu derajat reamur. • Termometer Fahrenheit Termometer jenis ini dikenalkan oleh Gabriel D. Fahrenheit, seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Fahrenheit menetapkan titik tetap bawah, yaitu suhu campuran es dan garam amonium klorida.Titik ini ditetapkan menjadi 0°F.

Suhu campuran air dan es (titik beku air) pada termometer Fahrenheit diberi skala 32°F. Sementara titik tetap atas termometer ini, yaitu suhu air mendidih diberi skala 212°F.

• Termometer Kelvin Lord Kelvin, seorang ilmuwan Inggris (1824–1907) mencoba sesuatu yang berbeda pada termometer Celsius. Kelvin menggunakan termometer Celsius dengan mengubah skala titik tetap atas dan titik tetap bawahnya.

100°C = 373 K 0°C = 273 K 0K = –273°C Suhu yang dinyatakan dengan skala Kelvin disebut suhu mutlak. Skala Kelvin ditetapkan berdasarkan perhitungan bahwa ada suhu minimal di alam ini.Hal tersebut didukung oleh teori kinetik partikel bahwa pada suhu nol mutlak, partikel-partikel semua zat praktis tidak bergerak.

Suhu nol mutlak tersebut sama dengan -273,15°C, biasanya dibulatkan menjadi -273°C. Pada skala Kelvin, titik beku air adalah 273 K dan titik didihnya 373 K.

Skala kelvin memiliki satuan Kelvin (K). Baca Juga : Cepat Rambat Bunyi Termometer air raksa adalah termometer yang dibuat dari air raksa yang ditempatkan pada suatu tabung kaca.Tanda yang dikalibrasi pada tabung membuat temperatur dapat dibaca sesuai panjang air raksa di dalam gelas, bervariasi sesuai suhu.

Keuntungan : • Mudah dilihat karena mengkilap, • Pemuaiannya teratur, • Tidak membasahi dinding. Kerugian : • Harganya mahal, • Tidak dapat mengukur suhu yang sangat rendah, • Merupakan bahan beracun. Contoh Termometer Raksa adalah Termometer Klinis (Pengukur Suhu Badan).

Pada termometer badan bagian bawah pipanya (pipa kapiler) dibuat menyempit. Hal ini dimaksudkan agar raksa tidak cepat turun setelah digunakan untuk pengukuran sehingga skala suhunya dapat dibaca lebih teliti. Tetapi, setiap akan digunakan termometer tersebut harus dikocok terlebih dahulu agar raksa dalam pipa kapiler turun kembali kedalam tendon kaca. • Alkohol Termometer alkohol adalah termometer yang menggunakan alkohol sebagai media pengukur, yang merupakan alternatif dari termometer air raksa dengan fungsi yang sama.

Tetapi tidak sama seperti air raksa dalam termometer kaca. Isi termometer alkohol tidak beracun dan akan menguap dengan cukup cepat. Ruang di bagian atas cairan merupakan campuran dari nitrogen dan uap dari cairan.Dengan meningkatnya suhu maka volumenya naik.Cairan yang digunakan dapat berupa etanol murni atau asetat isoamyl, tergantung pada produsen dan pekerjaan yang berhubungan dengan suhu.Karena termometer ini adalah transparan, maka cairan yang dibuat harus terlihat dengan penambahan pewarna merah atau biru.Termometer alkohol ini adalah yang paling banyak digunakan karena bahaya yang ditimbulkan sangat kecil ketika terjadi kasus kerusakan pada termometer.

Baca Juga : Alat Optik Keuntungan : • Harganya murah, • Lebih teliti untuk perubahan yang sangat kecil karena pemuaiannya cukup besar, • Titik bekunya rendah, yaitu -112 0 Keuntungan : • Titik didihnya rendah, yaitu 78 0C sehingga tidak bisa mengukur suhu tinggi, • Tidak berwarna sehingga sulit dilihat, • Membasahi dinding.

Contoh termometer alkohol adalah termometer laboratorium. • Termometer dengan bahan zat padat • Termometer Bimetal Jika kendaraan bermotor melaju cepat, mesinnya cepat panas dan spidometer menunjukkan angka kelajuan yang besar. Jika kendaraan melaju pelan, mesin tidak cepat panas dan spidometer akan menunjukkan angka kelajuan yang kecil. Jenis termometer ini adalah termometer bimetal yang menggunakan logam sebagai bahan untuk menunjukkan adanya perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan.

Prinsip kerjanya, keping bimetal dibentuk spiral dan tipis. Ujung spiral bimetal ditahan, atau tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada gir penunjuk. Semakin besar suhu, keping bimetal semakin melengkung dan menyebabkan jarum penunjuk bergerak ke kanan ke angka yang lebih besar.

Jika suhu turun, jarum penunjuk bergerak ke kiri ke arah angka yang lebih kecil. Skala yang dibuat biasa dibentuk lingkaran. • Termometer Hambatan Logam memiliki sifat yang apabila suhunya naik, maka hambatannya akan bertambah. Sifat ini yang bisa digunakan untuk mengetahui kenaikan suhu benda. Untuk mengetahui besarnya kenaikan suhu di kedua ujung logam, dihubungkanlah dengan ohmmeter. Cara menggunakannya ialah dengan menempelkan logam tersebut pada benda panas yang ingin diketahui suhunya.

Baca Juga : Pengertian Gravitasi Bumi Untuk mengukur suhu yang tinggi tidak mungkin menggunakan termometer zat cair. Termometer logam adalah termometer yang paling tepat digunakan dalam industri untuk mengukur suhu diatas 1.000 0 C.

Salah satu termometer yang dibuat berdasarkan perubahan hambatannya adalah termometer hambatan platina. Hambatan listrik pada seutas kawat logam akan bertambah jika dipanaskan. Sifat termometrik ini dimanfaatkan untuk mengukur suhu pada termometer hambatan.

Cara kerja termometer ini adalah dengan menyentuhkan kawat penghantar ke sasaran, misalnya lelehan besi yang panas pada pengolahan besi atau baja. Panas tersebut direspon oleh tahanan, kemudian energi listrik yang bersangkutan diubah menjadi energi gerak yang bisa menunjukkan angka tertentu pada skala suhu. • Termokopel Merupakan termometer yang menggunakan bahan bimetal sebagai alat pokoknya. Ketika terkena panas maka bimetal akan bengkok ke arah yang koefesiennya lebih kecil. Pemuaian ini kemudian dihubungkan dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu.Angka yang ditunjukkan jarum ini menunjukkan suhu benda.

Termokopel terdiri dari dua jenis logam yang dihubungkan dan membentuk rangkaian tertutup.

Besarnya aliran listrik pada kawat berubah sesuai dengan perubahan suhu. Keuntungan termokopel terletak pada kecepatan mencapai keseimbangan suhu dengan sistem yang akan diukur. Termokopel ini terdiri atas 2 (dua) kawat logam yang membentuk rangkaian tertutup dan terhubung pada Voltmeter untuk menunjukkan skalanya.Ujung kawat pertama ini dicelupkan pada es sehingga suhunya menjadi tetap dan ujung yang satunya untuk menguji panas benda (misal tungku pemanas).

Dari kedua ujung kawat penghantar ini akan terjadi beda potensial yang bisa diukur menggunakan voltmeter. Baca Juga : Tata Surya – Teori, Susunan, Anggota, Struktur dan Gambar • Termometer Berdasarkan Penggunaannya • Termometer Klinis Termometer klinis sering digunakan untuk mengukur suhu tubuh.

Umumnya, termometer ini digunakan oleh para dokter untuk mengetahui suhu badan pasiennya. Termometer ini mempunyai skala dari 35 °C sampai dengan 42 °C. Hal ini dikarenakan suhu tubuh manusia tidak pernah kurang dari 35 °C atau tidak pernah lebih dari 42 °C.

Bagianbagian termometer ini terdiri atas tabung (terbuat dari kaca suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah, bagian sempit, batang kaca, dan air raksa. Kelebihan termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien.Kekurangan termometer ini ialah harus dikibas-kibaskan terlebih dahulu sebelum digunakan agar kembali ke posisi normal.

• Termometer Maksimum Minimum Termometer maksimum-minimum digunakan untuk mengukur suhu tertinggi dan suhu terendah di suatu tempat. Termometer ini dapat mengukur suhu maksimum dan suhu minimum sekaligus. Hal ini dapat dilakukan karena termometer maksimum-minimum terdiri atas raksa dan alkohol (sekarang digunakan minyak creosote).

Raksa digunakan untuk mengukur suhu maksimum, sedangkan alkohol digunakan untuk mengukur suhu minimum. • Termometer Ruangan Termometer ruangan adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu suatu ruangan. Untuk mengukur suhu suatu ruangan, biasanya termometer ini di gabungkan dengan berbagai alat lain misalnya: alat penunjuk waktu, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Termometer ini umumnya mempunyai skala dari –20 °C sampai 50 °C. Untuk memudahkan pembacaan suhu, termometer ini biasanya diletakkan menempel pada dinding dengan arah vertikal. Baca Juga : Dimensi Besaran • Termometer Laboratorium Termometer Laboratorium digunakan untuk perlengkapan praktikum di laboratorium.Cara Menggunakannya : Ukur suhu objek benda yang akan diukur (misalnya: cairan), Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah.

Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.Kelebihan termometer ini adalah skala ukurnya luas hingga di bawah nol.

Dalam praktik untuk mengukur suhu zat pada berbagai percobaan di laboratorium, tentu menggunakan termometer laboratorium, misalnya untuk mengukur suhu air dalam termos atau suhu air es.

Ciri-ciri termometer laboratorium, antara lain: • Digunakan untuk mengukur suhu dalam percobaan, penelitian atau pengukuran ilmiah lainnya, • Menggunakan zat muai raksa atau alcohol, • Skala ukurannya luas, hingga di bawah nol, • Terdapat jenis termometer laboratorium yang sengaja tidak diberi skala sehingga dapat digunakan untuk praktik penentuan skala • Termometer Digital Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian.

Termometer digital menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka yang langsung bisa dibaca. Termometer digital sendiri terbagi menjadi : • Termometer telinga digital (membran timpani). Termometer ini memanfaatkan sinar inframerah untuk mengukur suhu tubuh melalui saluran telinga. Perlu diingat bahwa kotoran telinga atau saluran telinga yang melengkung dapat mengganggu keakuratannya.

• Termometer arteri temporalis. Termometer ini memanfaatkan scanner inframerah untuk mengukur suhu tubuh melalui arteri temporalis pada dahi. Baca Juga : Rumus Medan Magnet • Termometer Gas Termometer gas terdiri atas bola kaca yang berisi gas yang telah dihubungkan dengan manometer.

Prinsip kerjanya ialah jika bola gas terkena panas, maka gas yang ada pada tabung kaca akan memuai dan menekan zat cair (air raksa atau Hg) yang berada pada manometer.

Kenaikan zat cair itulah yang digunakan untuk mengetahui suhu pada sekitar bola kaca. Dalam kehidupan sehari-hari, termometer gas jarang digunakan. Termometer gas biasanya terdapat di laboratorium untuk kegiatan penelitian. Selain itu, termometer gas juga banyak dipakai dalam kegiatan industri, misalnya di pabrik-pabrik farmasi dan yang sering berhubungan dengan gas dalam produksi. Jika sejumlah gas dipanaskan dan volumenya dijaga tetap, tekanannya akan bertambah.

Sifat termometrik ini dimanfaatkan untuk mengukur suhu pada termometer gas. • Termometer Optis • Pirometer Pirometer adalah sebuah termometer yang sangat akurat yang mengukur suhu benda dengan jalan mengukur besarnya radiasi total atau radiasi pada salah satu panjang gelombang.

Secara teori, suatu benda yang panas akan memancarkan radiasi dan cahaya disekelilingnya, semakin tinggi suhu benda tersebut maka makin besar radiasi dan intensitas cahaya yang dipancarkan.

Besarnya radiasi dan intensitas cahaya ini tergantung dari suhu benda dan dari warna atau panjang gelombang sinar yang dipancarkan. Dengan mengukur radiasi total atau radiasi pada salah satu panjang gelombang maka temperature benda akan dapat ditentukan tanpa menyentuh benda tersebut, bahkan jika Anda berdiri agak jauh dari benda tersebut. Pirometer bekerja dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda yang sangat panas (misalnya pada tingkat lebur baja).

• Termometer Inframerah Thermometer infra merah dapat digunakan bagi keperluan pengukuran pada benda-benda yang bergerak cepat, sangat panas, berada dalam posisi yang jauh, berada pada lingkungan yang berbahaya, atau pada objek-objek yang tidak menginginkan adanya sentuhan atau kontaminasi apapun seperti makanan, obat, atau alat medis. Thermometer infra merah ini memakai metode berupa menggunakan radiasi sinar infra merah yang kemudian dipaparkan ke objek yang ingin diukur suhunya.Sinar infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisi ini dapat diukur, yang kemudian dapat memberikan petunjuk tentang berapa suhu yang ada pada objek tersebut.

Baca Juga : Gaya Gesek Komponen utama dari thermometer infra merah ini berupa lensa pemfokus energy infra merah pada detector.Komponen ini dapat mengubah energy yang terpancarkan menjadi sebuah sinyal elektrik yang kemudian disesuaikan dengan variasi suhu pada lingkungan dan ditunjukkan pada unit penunjuk suhu.Dengan kelebihannya berupa tidak perlu menyentuh objek, thermometer infra merah ini sangat berguna untuk mengukur benda-benda yang tidak dapat diukur dengan termokopel atau sensor jenis lainnya namun dengan tetap mempertahankan keakuratan suhu yang diukur.

Cara menggunakan termometer inframerah adalah dengan cara menekan tombol sampai menunjukkan angka tertinggi, sambil mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang dituju seperti pada besi yang masih membara pada pabrik pengolahan besi atau baja. Sinar yang diarahkan ke logam akan memantul dan pantulan tersebut akan direspon oleh sensor penerima sehingga termometer inframerah menunjukkan angkanya. • Termometer termistor Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor#2.021.491.

Ada dua macam thermistor secaraumum: Posistoratau PTC (Positive Temperature Coefficient), danNTC (Negative Temperature Coefficient). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika perubahan suhunya naik, sementara sifat NTC justru kebalikannya. Prinsip kerjanya adalah ketika suhu naik, hambatan termistor turun. Hambatan listrik diukur dengan suatu rangkaian yang mengandung sebuah skala yang dikalibrasi dalam derajat suhu. Keuntungannya, dapat dihubungkan ke rangkaian lain atau komputer.

Kerugiannya, jangkauan suhunya terbatas (-25 oC sampai dengan 180 oC). • Termometer Merkuri Termometer merkuri adalah jenis termometer yang sering digunakan oleh masyarakat awam. Merkuri digunakan pada alat ukur suhu termometer karena koefisien muainya bisa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hampir selalu sama.

Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan Merkuri di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan.

Skala suhu yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Skala Celcius dengan poin 0 untuk titik beku dan poin 100 untuk titik didih. • Termometerstrip Termometer strip berisi kristal cair yang bereaksi terhadap panas.

Penggunaannya cukup dengan menempelkan termometer ke dahi dan termometer akan berubah warna. Termometer ini yang kurang akurat.Pasalnya, suhu lingkungan bisa mempengaruhi suhu manusia yang diukur. Termometer ini cocok bagi bayi usia 3 bulan ke atas, anak-anak yang lebih tua dan orang suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah. Tapi tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir. Prinsipdan Cara Kerja Termometer secara umum • Prinsip kerja termometer secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut : • Bila tandon zat cair terkena (dikenai) panas (dapat berupa panas dari benda) zat cair dalam tandon akan mengembang (memuai).

• Oleh karena zat cair dalam tandon memuai, zat cair tersebut masuk ke celah kapiler. Selanjutnya, zat cair tersebut berhenti pada skala suhu tertentu. Skala itulah yang menunjukkan suhu benda yang bersangkutan.

• Cara kerja termometer air raksa Termometer Air Raksaini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan air raksa diujung bawah.

Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampaudara. Jika temperature meningkat, merkuriakan mengembangnaik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skalayang telah ditentukan. Adapun cara kerja secara umum adalah sbb : • Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisiawal. • Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksadengan perubahan volume.

• Volume merkuriakan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. Ketika suhu meningkat, alkohol yang berada di dalam wadah akan memuaisehingga panjang kolom alkohol atau air raksa akan bertambah. Sebaliknya,ketika suhu menurun, panjang kolom alkohol atau air raksa akan berkurang.Pada bagian luar tabung kaca terdapat angka-angka yang merupakan skalatermometer tersebut.Angka yang ditunjukkan oleh ujung kolom alkohol atauair raksa merupakan nilai suhu yang diukur.

Cara Merawat Termometer secara umum Agar termometer yang kita suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah tahan lama, diperlukan perawatan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: • Perhatikan permukaan kaca termometer. Setelah dipakai, segera bersihkan kaca dari kotoran atau endapan yang mungkin menempel dengan kain. Usapkan kain tersebut secara perlahan. • Simpan termometer setelah dipakai dalam wadah penyimpanannya. • Periksa keadaan termometer secara berkala, jangan sampai terjadi anomaly pada termometer tersebut.

Sekian penjelasan artikel diatas tentang Fungsi Termometer – Pengertian, Jenis, Bagian, Air Raksa, Ruangan semoga bisa bermanfaat bagi pembaca setia kami. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Fisika Ditag apa fungsi scatterometer, bagian bagian termometer, cara kerja termometer air raksa, cara menggunakan termometer air raksa, cara menggunakan termometer digital di ketiak, cara menggunakan termometer digital omron, cara menggunakan termometer infrared, cara penggunaan termometer, dotory thermometer review, fungsi hygrometer, fungsi statif dengan sekrup dan mistar, fungsi tabung destilasi, fungsi termometer, fungsi termometer air raksa, fungsi termometer alkohol, fungsi termometer bimetal, fungsi termometer bimetal mekanik, fungsi termometer brainly, fungsi termometer digital, fungsi termometer inframerah, fungsi termometer kimia, fungsi termometer klinis, fungsi termometer laboratorium, fungsi termometer suhu badan, gambar termometer air raksa, gambar termometer klinis, gambar termometer laboratorium, gambar termometer zat cair, hal yang perlu diperhatikan dari termometer, harga termometer biasa di apotik k24, harga termometer di indomaret, harga termometer digital omron, harga termometer digital onemed, harga termometer digital yang bagus, harga termometer ruangan, harga termometer suhu air, harga termometer suhu ruangan, huggy baby, jenis jenis termometer suhu, jenis termometer, kegunaan lux meter, kegunaan termometer bimetal, ketelitian termometer, skala termometer laboratorium, termometer air raksa, termometer alkohol, termometer demam, termometer digital, termometer digital omron, termometer harga, termometer kopi, termometer laboratorium, termometer manual, termometer online, termometer pyro, termometer ruang, termometer ruangan, termometer suhu air, termometer terbuat dari, thermometer omron Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Termometer adalah alat pengukur suhu.

Berdasarkan skalanya, termometer dibedakan menjadi termometer skala Celcius, Fahrenheit, Kelvin, dan Reamur. Termometer memiliki skala suhu yang berada di antara titik tetap bawah dan titik tetap atas.Titik tetap bawah ditetapkan berdasarkan hasil pengukuran termometer pada es melebur sedangkan titik tetap atas berdasarkan hasil pengukuran termometer pada air mendidih.

Pada air mendidih, termometer Celcius menunjukkan angka 100°C sedangkan termometer Kelvin menunjukkan angka 373 K. Dengan demikian, angka yang ditunjukkan termometer Kelvin pada saat digunakan untuk mengukur air mendidih adalah 373 K.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Untuk menandai termometer dengan skala Celsius, termometer mula-mula dicelupkan ke dalam campuran es dan air pada tekanan 1 atmosfer. Termometer dibiarkan beberapa lama sampai tinggi permukaan zat cair dalam pipa termometer tidak berubah. lni artinya telah tercapai keseimbangan termal antara es yang sedang mencair dengan termometer. Tinggi raksa dalam pipa termometer kemudian ditandai. Pada tanda ini diberi tanda angka 0°C. Dengan demikian, titik tetap bawah untuk termometer Celsius adalah suhu es yang sedang mencair, yaitu 0°C.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C. Termometer meliputi pengertian, jenis / macam-macam termometer beserta fungsi dan gambarnya. Baiklah mari kita bahas selengkapnya Termometer adalah alat untuk mengukur suhu dengan cepat dan menyatakan dengan suatu angka.

Saat ini banyak jenis-jenis temometer. Jenis termometer ini tergantung suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah jangkauan suhu yang diukur, ketelitian yang diinginkan dan sifat-sifat dari bahan yang digunakan.

Contoh sifat - sifat zat yang biasa digunakan untuk membuat termometer adalah : 1. Pemuaian suatu kolom cairan dalam suatu kapiler, 2. Hambatan listrik dan seutas kawat platina, 3. Beda potensial pada suatu termokopel, 4. Pemuaian suatu keeping bimetal, 5.

Tekanan gas pada volum tetap, 6. Radiasi yang dipancarkan benda. Beberapa sifat yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah termometer adalah : 1. Skalanya mudah dibaca, 2. Aman untuk digunakan, 3. Kepekaan pengukurannya, 4. Lebar jangkauan suhu yang mampu diukur. Berikut ini adalah beberapa macam termometer berdasarkan skala yang digunakan ada empat macam, yaitu : Termometer celcius ditemukan oleh Andreas Celcius, seorang ahli fisika asal Swedia.

Celcius menentuka titik tetap bawah termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair dan diberi skala 0°. Titit tetap atas termometer celcius diberi patokan berdasarkan suhu air yang sedang mendidih pada tekanan 76 cm Hg, yaitu 100°. Suhu satuan yang diukur menggunakan termometer Celcius diberi satuan derajat celcius ( ditulis : °C ) Jenis termometer ini pertama kali ditemukan oleh Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Perancis.

Reamur menentukan titik tetap bawah dan titik tetap atas termometer ini sama dengan cara yang dilakukan oleh Andreas Celcius untuk menentukan skala termometernta. Hanya saja, Reamur memberikan titik tetap bawah termometer Reamur pada skala 0° dan titik tetap atas pada skala 80°. Satuan suhu yang digunakan untuk menuliskan suhu yang diukur dengan termometer Reamur adalah derajat reamur ( ditulis : °R) Termometer Fahrenheit adalah salah satu jenis-jenis termometer yang perlu kita ketahui.

Termometer fahrenheit ditemukan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman bernama Gabriel D.Fahrenheit. untuk menentukan titik tetap atas dan titik tetap bawahnya, Fahrenheit berpatokan pada suhu antara campuran es dan garam mulai mencair untuk titik tetap bawah dan titik tetap atasnya ada pada titik didih campuran tersebut.

Titik tetap bawah termometer fahrenheit ada pada skala 32° dan titik tetap atasnya ada pada skala 212°. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Fahrenheit adalah derajat Fahrenheit ( ditulis : °F ). Dari ketiga jenis termometer di atas, termometer yang umum digunakan di Indonesia adalah termometer Celcius. Sedangkan di beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, termometer yanng digunakan adalah termometer Fahrenheit. Akan tetapi, skala suhu untuk satuan suhu dalam Sistem Internasional (SI) atau yang disebut skala termodinamika adalah Skala Kelvin.

Termometer Kelvin ditemukan oleh Lord Kelvin yang nama asli sebenarnya adalah William Thompson yang merupakan seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris. kelvin menggunakan skala termometer celcius yang dengan mengubah skala titik tetap bawan dan titik tetap atasnya. Jika pada termometer Celcius titik tetap bawah adalah 0°, maka pada termometer Kelvin suhu titik tetap bawah adalah 273.

Sedangkan jika titik tetap atas termometer Celsius adalah 100°, maka pada termometer Kelvin suhu titik tetap atasnya adalah 373. Ingat, dalam menggunakan satua Kelvin untuk menunjukkan suhu tidak menggunakan kata “derajat” (°), melainkan hanya “Kelvin” saja. Contoh: 308 K ( baca : 308 Kelvin ). Jenis termometer yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah termometer yang pipa kacanya berisi cairan.

Umumnya cairan akan memuai dengan laju berbeda untuk jangkauan suhu yang berbeda akan tetapi pengecualian pada raksa yang memiliki pemuaian yang teratur. Jenis-jenis termometer cairan, yaitu : Termometer yang pipa kacanya diisi dengan raksa disebut termometer raksa. Termometer raksa dengan skala celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam keseharian.

Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratorium (-40 derajat Celcius s/d 350 derajat Celcius) Raksa dalam pipa termometer akan memuai jika dipanaskan. Pemuaian mendorong kolom cairan (raksa) keluar dari pentolan pipa menuju ke pipa kapiler. Termometer yang pipa kacanya diisi dengan alkohol disebut termometer alkohol.

Termometer raksa dengan skala Celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam sehari-hari. Contoh termometer cairan dalam kehidupan sehari-hari antara lain : 1) Termometer klinis (termometer badan) Termometer klinis yang biasa digunakan para dokter, perawat, dan orang tua untuk mengukur suhu tubuh manusia.

2) Termometer dinding (termometer ruangan) Termometer yang berfungsi untuk mengukur suhu dalam suatu ruangan. Termometer ini biasanya digabungkan dengan alat hiasan lain seperti, jam dinding, hiasan dinding dan lain-lain. 3) Termometer Maximum dan Minimum ( Six-Bellani ) Termometer ini dapat mengukur suhu minimum dan suhu maksimum dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip kerjanya, ketika suhu udara turun alkohol di ruang A menyusut sehingga raksa di ruang B naik dan mendorong keping baja untuk menunjukkan angka minimum. Sebaliknya suhu udara naik alkohol di ruang A memuai dan mendesak raksa di ruang B turun dan raksa di ruang C naik untuk mendorong paku baja untuk menunjukkan angka maksimum.

Kedua keping baja dapat turun karena ditahan oleh spiral. Untuk mengembalikan keeping baja pada posisi semula digunakan magnet tetap. 4) Termometer laboratorium Termometer laboratorium sering kamu jumpai di ruang laboratorium.

Termometer ini bisa kamu gunakan untuk perlengkapan laboratorium. Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.

Termometer gas adalah jenis termometer yang memanfaatkan sifat-sifat termal gas.

Ada dua macam termometer gas, suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah : a. Termometer yang volume gasnya dijaga tetap, dan tekanan gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.

b. Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap, dan volume gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer. Pada prinsipnya, jika suhu naik, tekanan gas naik dan dihasilkan beda ketinggian h yang lebih besara pada termometer.

Karena gas memuai lebih besar daripada cairan maka termometer gas lebih teliti daripada termometer cairan. Selain itu dapat mengukur suhu lebih rendah dan lebih tinggi dibandingkan termometer cairan.

Jangkauan suhunya mulai dari -250°C sampai dengan 1500°C. Termometer zat padat menggunakan prinsip perubahan hambatan logam konduktor terhadapap suhu sehingga sering juga disebut sebagai termometer hambatan. Biasanya termometer ini menggunakan kawat platina halus yang dililitkan pad mika dan dimasukkan dalam tabung perak tipis tahan panas. a. Termometer Platina Termometer yang bekerja berdasarkan pada perubahan tahanan yang terjadi pada sensor termometer karena pengaruh suhumedia/benda yang diukur suhunya.

Termometer ini lebih teliti dan stabil dibandingkan termokopel dan lebih kuat serta rentang ukur suhu lebih lebar daripada termistor. Media termometriknya adalah kawat platina. Sifat fisika yang digunakan perubahan tahanan kawat platina sebagai fungsi suhu. Besaran yang diukur adalah tahnan listrik, rentang ukurnya -200 s/d 850°C. Prinsip kerjanya adalah ketika suhu naik, hambatan listrik platina naik. Hambatan listrik diukur dengan teliti oleh sebuah rangkaian jembatan. Keuntungannya, jangkauan suhunya lebar (-250°C sampai dengan 1500oC, teliti dan peka.

Kerugiannya, suhu tidak dapat dibaca secara langsung, pembacaannya lambat sehingga tidak sesuai untuk mengukur suhu yang berubah-ubah. b. Termometer bimetal Termometer bimetal adalah termometer yang memanfaatkan perbedaan pemuaian antar dua jenis logam. Termometer ini terdiri dari dua buah keping logam yang memiliki koefisien muai berbeda, sehingga ketika terkena perubahan suhu maka bimetal akan melengkung ke arah tertentu. Jika suhu meningkat, maka keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih kecil.

Sedangkan jika suhu menurun, maka keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih besar. Termometer bimetal digunakan untuk mengukur suhu oven kompor, termostat, pemanggang, dan circuit breakers.

Merupakan termometer yang menggunakan Termistor sebagai sensornya. Termistor (bahasa Inggris: thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah.

Ketika suhu naik, hambatan termistor turun. Hambatan listrik diukur dengan suatu rangkaian yang mengandung sebuah skala yang dikalibrasi dalam derajat suhu. Keuntungannya, dapat dihubungkan ke rangkaian lain atau komputer. Kerugiannya, jangkauan suhunya terbatas (-25 °C sampai dengan 180 °C). Pada dunia elektronika, termokopel merupakan sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase).

Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C. a. Pirometer Pirometer (Pyrometer) adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (di atas 1000°C), contoh : suhu peleburan logam dan suhu permukaan matahari. Prinsip kerja alat ini adalah mengukur radiasi yang dipanaskan oleh benda tersebut.

Jenis pirometer dua macam, yaitu pirometer optik dan pirometer radiasi total. b. Termometer Infra Merah Termometer Infra Merah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek.

Kadang disebut termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya, temperatur objek dapat dibedakan.

Termometer digital adalah termometer yang menggunakan sensor digital dan layar LCD untuk menunjukkan tingkat suhu. Sensor yang digunakan biasanya termokopel. Termometer digital digunakan secara luas karena akurasi dan sensitivitasnya.

Termometer ini digunakan secara luas untuk mengukur suhu badan, sebagai alat bantu memasak, dan laboratorium. Termometer Galileo (atau termometer Galilea), dinamai fisikawan Italia, Galileo Galilei, adalah termometer yang terbuat dari gelas silinder tertutup berisi cairan bening dan serangkaian benda yang kerapatannya sedemikian rupa sehingga mereka naik atau turun sesuai perubahan suhu. Di dalam cairan digantungkan sejumlah beban. Umumnya beban tersebut dilekatkan pada bola kaca tersegel yang berisi cairan berwarna untuk efek estetika.

Saat suhu berubah, kerapatan cairan di dalam silinder turut berubah yang menyebabkan bola kaca bergerak timbul atau tenggelam untuk mencapai posisi di mana kerapatannya sama dengan cairan sekelilingnya atau terhenti oleh bola kaca lainnya. Bila perbedaan kerapatan bola kaca sangat kecil dan terurutkan sedemikian rupa sehingga yang kurang rapat berada di atas dan yang terapat berada di bawah, hal tersebut dapat membentuk suatu skala suhu.

Baca pula : Materi Pengukuran, Besaran dan Satuan Referensi : /search?q=pengukuran-besaran-dan-satuan-smp-kelas-7 /search?q=pengukuran-besaran-dan-satuan-smp-kelas-7 /search?q=pengukuran-besaran-dan-satuan-smp-kelas-7 Demikian artikel tentang Termometer meliputi pengertian, jenis / macam-macam termometer beserta fungsi dan gambarnya yang dapat kami bagikan. Semoga bermanfaat.
Termometer adalah alat pengukur suhu. Berdasarkan skalanya, termometer dibedakan menjadi termometer skala Celcius, Fahrenheit, Kelvin, dan Reamur.

Termometer memiliki skala suhu yang berada di antara titik tetap bawah dan titik tetap atas.Titik tetap bawah ditetapkan berdasarkan hasil pengukuran termometer pada es melebur sedangkan titik tetap atas berdasarkan hasil pengukuran termometer pada air mendidih.

Pada air mendidih, termometer Celcius menunjukkan angka 100°C sedangkan termometer Kelvin menunjukkan angka 373 K. Dengan demikian, angka yang ditunjukkan termometer Kelvin pada saat digunakan untuk mengukur air mendidih adalah 373 K. Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Termometer meliputi pengertian, jenis / macam-macam termometer beserta fungsi dan gambarnya. Baiklah mari kita bahas selengkapnya Termometer adalah alat untuk mengukur suhu dengan cepat dan menyatakan dengan suatu angka.

Saat ini banyak jenis-jenis temometer. Jenis termometer ini tergantung pada jangkauan suhu yang diukur, ketelitian yang diinginkan dan sifat-sifat dari bahan yang digunakan. Contoh sifat - sifat zat yang biasa digunakan untuk membuat termometer adalah : 1.

Pemuaian suatu kolom cairan dalam suatu kapiler, 2. Hambatan listrik dan seutas kawat platina, 3. Beda potensial pada suatu termokopel, 4.

Pemuaian suatu keeping bimetal, 5. Tekanan gas pada volum tetap, 6. Radiasi yang dipancarkan benda. Beberapa sifat yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah termometer adalah : 1. Skalanya mudah dibaca, 2.

Aman untuk digunakan, 3. Kepekaan pengukurannya, 4. Lebar jangkauan suhu yang mampu diukur. Berikut ini adalah beberapa macam termometer berdasarkan skala yang digunakan ada empat macam, yaitu : Termometer celcius ditemukan oleh Andreas Celcius, seorang ahli fisika asal Swedia. Celcius menentuka titik tetap bawah termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair dan diberi skala 0°. Titit tetap atas termometer celcius diberi patokan berdasarkan suhu air yang sedang mendidih pada tekanan 76 cm Hg, yaitu 100°.

Suhu satuan yang diukur menggunakan termometer Celcius diberi satuan derajat celcius ( ditulis : °C ) Jenis termometer ini pertama kali ditemukan oleh Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Perancis. Reamur menentukan titik tetap bawah dan titik tetap atas termometer ini sama dengan cara yang dilakukan oleh Andreas Celcius untuk menentukan skala termometernta.

Hanya saja, Reamur memberikan titik tetap bawah termometer Reamur pada skala 0° dan titik tetap atas pada skala 80°. Satuan suhu yang digunakan untuk menuliskan suhu yang diukur dengan termometer Reamur adalah derajat reamur ( ditulis : °R) Termometer Fahrenheit adalah salah satu jenis-jenis termometer yang perlu kita ketahui.

Termometer fahrenheit ditemukan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman bernama Gabriel D.Fahrenheit. untuk menentukan titik tetap atas dan titik tetap bawahnya, Fahrenheit berpatokan pada suhu antara campuran es dan garam mulai mencair untuk titik tetap bawah dan titik tetap atasnya ada pada titik didih campuran tersebut. Titik tetap bawah termometer fahrenheit ada pada skala 32° dan titik tetap atasnya ada pada skala 212°. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Fahrenheit adalah derajat Fahrenheit ( ditulis : °F ).

Dari ketiga jenis termometer di atas, termometer yang umum digunakan di Indonesia adalah termometer Celcius. Sedangkan di beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, termometer yanng digunakan adalah termometer Fahrenheit. Akan tetapi, skala suhu untuk satuan suhu dalam Sistem Internasional (SI) atau yang disebut skala termodinamika adalah Skala Kelvin. Termometer Kelvin ditemukan oleh Lord Kelvin yang nama asli sebenarnya adalah William Thompson yang merupakan seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris.

kelvin menggunakan skala termometer celcius yang dengan mengubah skala titik tetap bawan dan titik tetap atasnya. Jika pada termometer Celcius titik tetap bawah adalah 0°, maka pada termometer Kelvin suhu titik tetap bawah adalah 273. Sedangkan jika titik tetap atas termometer Celsius adalah 100°, maka pada termometer Kelvin suhu titik tetap atasnya suhu es mencair pada tekanan 76 cmhg pengukuran dengan termometer fahrenheit suhunya adalah 373.

Ingat, dalam menggunakan satua Kelvin untuk menunjukkan suhu tidak menggunakan kata “derajat” (°), melainkan hanya “Kelvin” saja. Contoh: 308 K ( baca : 308 Kelvin ). Jenis termometer yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah termometer yang pipa kacanya berisi cairan. Umumnya cairan akan memuai dengan laju berbeda untuk jangkauan suhu yang berbeda akan tetapi pengecualian pada raksa yang memiliki pemuaian yang teratur.

Jenis-jenis termometer cairan, yaitu : Termometer yang pipa kacanya diisi dengan raksa disebut termometer raksa. Termometer raksa dengan skala celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam keseharian. Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratorium (-40 derajat Celcius s/d 350 derajat Celcius) Raksa dalam pipa termometer akan memuai jika dipanaskan. Pemuaian mendorong kolom cairan (raksa) keluar dari pentolan pipa menuju ke pipa kapiler.

Termometer yang pipa kacanya diisi dengan alkohol disebut termometer alkohol. Termometer raksa dengan skala Celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam sehari-hari.

Contoh termometer cairan dalam kehidupan sehari-hari antara lain : 1) Termometer klinis (termometer badan) Termometer klinis yang biasa digunakan para dokter, perawat, dan orang tua untuk mengukur suhu tubuh manusia. 2) Termometer dinding (termometer ruangan) Termometer ini dapat mengukur suhu minimum dan suhu maksimum dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip kerjanya, ketika suhu udara turun alkohol di ruang A menyusut sehingga raksa di ruang B naik dan mendorong keping baja untuk menunjukkan angka minimum. Sebaliknya suhu udara naik alkohol di ruang A memuai dan mendesak raksa di ruang B turun dan raksa di ruang C naik untuk mendorong paku baja untuk menunjukkan angka maksimum. Kedua keping baja dapat turun karena ditahan oleh spiral. Untuk mengembalikan keeping baja pada posisi semula digunakan magnet tetap.

4) Termometer laboratorium Termometer laboratorium sering kamu jumpai di ruang laboratorium. Termometer ini bisa kamu gunakan untuk perlengkapan laboratorium.

Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.

a. Termometer yang volume gasnya dijaga tetap, dan tekanan gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer. b. Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap, dan volume gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.

Pada prinsipnya, jika suhu naik, tekanan gas naik dan dihasilkan beda ketinggian h yang lebih besara pada termometer. Karena gas memuai lebih besar daripada cairan maka termometer gas lebih teliti daripada termometer cairan.

Selain itu dapat mengukur suhu lebih rendah dan lebih tinggi dibandingkan termometer cairan. Jangkauan suhunya mulai dari -250°C sampai dengan 1500°C. Termometer zat padat menggunakan prinsip perubahan hambatan logam konduktor terhadapap suhu sehingga sering juga disebut sebagai termometer hambatan. Biasanya termometer ini menggunakan kawat platina halus yang dililitkan pad mika dan dimasukkan dalam tabung perak tipis tahan panas.

a. Termometer Platina Termometer yang bekerja berdasarkan pada perubahan tahanan yang terjadi pada sensor termometer karena pengaruh suhumedia/benda yang diukur suhunya. Termometer ini lebih teliti dan stabil dibandingkan termokopel dan lebih kuat serta rentang ukur suhu lebih lebar daripada termistor. Media termometriknya adalah kawat platina. Sifat fisika yang digunakan perubahan tahanan kawat platina sebagai fungsi suhu.

Besaran yang diukur adalah tahnan listrik, rentang ukurnya -200 s/d 850°C. Prinsip kerjanya adalah ketika suhu naik, hambatan listrik platina naik.

Hambatan listrik diukur dengan teliti oleh sebuah rangkaian jembatan. Keuntungannya, jangkauan suhunya lebar (-250°C sampai dengan 1500oC, teliti dan peka.

Kerugiannya, suhu tidak dapat dibaca secara langsung, pembacaannya lambat sehingga tidak sesuai untuk mengukur suhu yang berubah-ubah. b. Termometer bimetal Termometer bimetal adalah termometer yang memanfaatkan perbedaan pemuaian antar dua jenis logam. Termometer ini terdiri dari dua buah keping logam yang memiliki koefisien muai berbeda, sehingga ketika terkena perubahan suhu maka bimetal akan melengkung ke arah tertentu.

Jika suhu meningkat, maka keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih kecil. Sedangkan jika suhu menurun, maka keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih besar. Termometer bimetal digunakan untuk mengukur suhu oven kompor, termostat, pemanggang, dan circuit breakers. Merupakan termometer yang menggunakan Termistor sebagai sensornya. Termistor (bahasa Inggris: thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu.

Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Ketika suhu naik, hambatan termistor turun. Hambatan listrik diukur dengan suatu rangkaian yang mengandung sebuah skala yang dikalibrasi dalam derajat suhu.

Keuntungannya, dapat dihubungkan ke rangkaian lain atau komputer. Kerugiannya, jangkauan suhunya terbatas (-25 °C sampai dengan 180 °C). Pada dunia elektronika, termokopel merupakan sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase).

Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C. a. Pirometer Pirometer (Pyrometer) adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (di atas 1000°C), contoh : suhu peleburan logam dan suhu permukaan matahari. Prinsip kerja alat ini adalah mengukur radiasi yang dipanaskan oleh benda tersebut.

Jenis pirometer dua macam, yaitu pirometer optik dan pirometer radiasi total. b. Termometer Infra Merah Termometer Infra Merah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek.

Kadang disebut termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya, temperatur objek dapat dibedakan. Termometer digital adalah termometer yang menggunakan sensor digital dan layar LCD untuk menunjukkan tingkat suhu.

Sensor yang digunakan biasanya termokopel. Termometer digital digunakan secara luas karena akurasi dan sensitivitasnya. Termometer ini digunakan secara luas untuk mengukur suhu badan, sebagai alat bantu memasak, dan laboratorium. Termometer Galileo (atau termometer Galilea), dinamai fisikawan Italia, Galileo Galilei, adalah termometer yang terbuat dari gelas silinder tertutup berisi cairan bening dan serangkaian benda yang kerapatannya sedemikian rupa sehingga mereka naik atau turun sesuai perubahan suhu.

Di dalam cairan digantungkan sejumlah beban. Umumnya beban tersebut dilekatkan pada bola kaca tersegel yang berisi cairan berwarna untuk efek estetika. Saat suhu berubah, kerapatan cairan di dalam silinder turut berubah yang menyebabkan bola kaca bergerak timbul atau tenggelam untuk mencapai posisi di mana kerapatannya sama dengan cairan sekelilingnya atau terhenti oleh bola kaca lainnya.

Bila perbedaan kerapatan bola kaca sangat kecil dan terurutkan sedemikian rupa sehingga yang kurang rapat berada di atas dan yang terapat berada di bawah, hal tersebut dapat membentuk suatu skala suhu. Baca pula : Materi Pengukuran, Besaran dan Satuan Referensi : /search?q=pengukuran-besaran-dan-satuan-smp-kelas-7 /search?q=pengukuran-besaran-dan-satuan-smp-kelas-7 /search?q=pengukuran-besaran-dan-satuan-smp-kelas-7 Demikian artikel tentang Termometer meliputi pengertian, jenis / macam-macam termometer beserta fungsi dan gambarnya yang dapat kami bagikan.

Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Mengubah Satuan Suhu Celsius, Reamur dan Fahrenheit. Konversi Suhu




2022 charcuterie-iller.com