P2p lending adalah

Semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak pula peluang-peluang serta ide-ide yang akan memudahkan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Adanya aplikasi untuk pemesanan makanan, pemesanan transportasi atau taksi online, sampai penyedia layanan keuangan. Penyedia layanan keuangan yang mampu menyediakan jasa pembayaran melalui online dan juga layanan keuangan berupa p2p lending adalah, salah satunya peer-to-peer lending atau biasa disebut P2P lending.

Pasti kamu mengira P2P lending ini yang biasa disebut dengan pinjaman online. Tenang, di artikel ini kamu akan dapat pencerahan tentang apa itu P2P lending. Yuk baca lebih lanjut buat tahu lebih dalam tentang P2P lending! Apa itu peer to peer lending? Secara general, P2P lending adalah salah satu jenis layanan dari fintech atau layanan keuangan berbasis teknologi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), institusi pemerintah atau regulator yang mengawasi industri P2P lending dalam peraturan OJK No.77/POJK.01/2016, fintech lending atau peer-to-peer lending atau P2P lending adalah layanan keuangan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur atau lender (pemberi pembiayaan) dan debitur atau borrower (penerima pembiayaan) berbasis teknologi informasi.

Kamu bisa mengakses lebih dalam ke peraturan OJK dengan klik link ini. Nah, peran P2P lending disini sebagai penghubung antara individu yang membutuhkan pembiayaan dengan inovasi teknologi yang memudahkan dari segi proses pengajuan pembiayaan, penyaluran pembiayaan, serta p2p lending adalah pembiayaan dengan tingkat kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional. Bagaimana cara kerja peer to peer lending? Skema P2P Lending Sesuai dengan definisi yang tertera di bagian sebelum ini, P2P lending adalah sistem yang menghubungkan antara penerima pembiayaan dan juga pemberi pembiayaan melalui teknologi.

Maka dari itu, berikut langkah-langkah atau cara kerjanya: • Calon penerima pembiayaan sedang memiliki proyek yang sudah selesai namun belum dibayar invoice nya dari payor (pemberi proyek) dan membutuhkan modal untuk kebutuhan operasionalnya. • Calon penerima pembiayaan (dalam hal ini biasanya UMKM, tergantung dari kebijakan masing-masing penyelenggara P2P lending) mengajukan pembiayaan ke penyelenggara (salah satu contoh produknya ialah invoice financing) dengan menyertakan beberapa dokumen yang nantinya akan dianalisis dari segi risiko pembiayaan yang diajukan.

• Jika pengajuan pembiayaan kepada penyelenggara disetujui, pembiayaan akan dinaikan ke sistem platform atau listing penyelenggara P2P lending yang nantinya akan dibiayai oleh para pemberi pembiayaan atau lender.

• Jika jumlah pembiayaan sudah terkumpul, nominal pembiayaan akan di disburse atau disalurkan kepada penerima pembiayaan (UMKM atau yang mengajukan pembiayaan kepada pihak penyelenggara P2P lending) dan nantinya penerima pembiayaan akan melakukan pembayaran kembali atau repayment kepada pemberi pembiayaan atau lender pada saat jatuh tempo.

• Mendekati waktu jatuh tempo, pihak payor akan melakukan repayment atas invoice yang diajukan kepada pihak penyelenggara untuk dibayar kembali kepada pemberi pembiayaan beserta benefit yang didapat setelah masa pembiayaan. Informasi lengkap tentang proses pendanaan bisa dilihat di artikel ini. Kelebihan dan kekurangan dari P2P lending Meskipun P2P lending memudahkan untuk kedua pihak karena memanfaatkan teknologi, P2P lending ada kelebihan dan kekurangannya.

Kita bahas satu-satu di bagian ini ya! Kelebihan dan kekurangan sebagai penerima pembiayaan Sebagai penerima pembiayaan P2P lending, salah satu manfaat yang bisa didapatkan itu adalah proses pengajuan pembiayaan yang praktis, efisien, dan cepat.

Ini dikarenakan semua layanan P2P lending semuanya berbasis teknologi. Manfaat lain yang bisa didapatkan dari P2P lending adalah suku bunga yang rendah dibandingkan dengan suku bunga yang diterapkan oleh lembaga keuangan lainnya, dalam hal ini contohnya adalah bank. Walaupun memang bermanfaat untuk proses pengajuan pembiayaan yang mudah, ada kekurangannya juga untuk UMKM mengajukan pembiayaan. Salah satu kekurangannya ialah risiko naiknya suku bunga pembiayaan yang akan dipengaruhi oleh kelayakan kredit kamu atau credit scoring.

Adapun risiko disaat sebuah UMKM telat bayar, tagihan akan menjadi sangat signifikan. Terlebih jika seorang UMKM gagal bayar, pembiayaan yang harus dikembalikan juga akan melejit tinggi. Maka dari itu, pembiayaan dalam P2P lending hanya cocok untuk jangka pendek.

Informasi lebih lengkap tentang bagaimana penyelenggara memitigasi risiko pembiayaan bisa dilihat di artikel ini. Kelebihan dan kekurangan sebagai pendana Dalam pembiayaan P2P lending, sebagai pendana hanya akan terlibat ketika proses pengajuan pembiayaan oleh UMKM telah disetujui oleh penyelenggara dan hanya bisa menunggu sampai masa pembiayaan selesai dan mendapatkan nominal awal atau principal value uang yang didanai beserta suku bunga yang didapat selama periode pembiayaan.

Nah, suku bunga yang didapatkan memang lebih menguntungkan jika dianggap sebagai alternatif instrumen investasi kamu dan jika dibandingkan dengan instrumen keuangan lainnya seperti instrumen reksadana misalnya. Pengawasan untuk industri P2P lending sudah diatur sedemikian rupa dan detail dalam peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak OJK juga mengatur perizinan dari penyelenggara yang beroperasi.

Jadi penting bagi seorang pendana untuk lebih berhati-hati dalam memilih P2P lending yang betul legal dan resmi yang terdaftar dan berizin oleh OJK. Kamu bisa lihat list dari penyelenggara yang resmi secara berkala pada situs OJK disini atau melihat list penyelenggara fintech lending terdaftar dan berizin di OJK per 27 Juli 2021.

Walaupun P2P lending sebagai pendana memudahkan para pendana untuk mendiversifikasi pendanaan, jumlah uang yang didanai dalam pembiayaan tidak bisa ditarik dari kapan saja. Artinya, kamu p2p lending adalah menunggu waktu jatuh tempo atau disaat repayment untuk bisa menarik jumlah uang yang kamu danai dalam pembiayaan. Penting juga untuk seorang pendana untuk mengenal risiko yang didapatkan ketika mereka sedang membiayai sebuah UMKM di penyelenggara P2P lending, yaitu risiko gagal bayar atau gagal mengembalikan uang pembiayaan bagi pendana, sehingga uang tersebut bisa hilang.

Namun, hal ini sudah diatasi dan disebutkan dalam peraturan OJK untuk mengadakan jaminan pengembalian uang yang p2p lending adalah sebagai pemberi pembiayaan. P2P lending syariah? Apa bedanya? P2P lending sebagai perantara antara pendana dan penerima pembiayaan juga tersedia penyelenggara yang menerapkan nilai-nilai syariah juga lho!

Seperti salah satunya ALAMI. Namun, pasti diantara kamu disini masih bertanya-tanya, kok bisa ada P2P lending syariah? Gimana cara kerjanya kalo syariah? Apakah benar-benar syariah? Khusus pada bagian ini, yuk simak penjelasannya dibawah! Selain diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), P2P lending syariah diawasi oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). DSN-MUI juga menerbitkan fatwa untuk institusi keuangan non-bank, khususnya P2P lending seperti ALAMI yang menerapkan prinsip syariah, yang sebanyak 10 buah fatwa.

Salah duanya fatwa yang mengatur aspek kesyariahan dari P2P lending adalah di fatwa dewan syariah nasional MUI No.

117/DSN-MUI/II/2018 tentang layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi berdasarkan prinsip syariah dan fatwa DSN MUI No. 67/DSN-MUI/III/2008 tentang anjak piutang syariah. Baca selengkapnya tentang penerapan nilai syariah pada P2P lending syariah disini. Penting untuk kamu ketahui bahwa di P2P lending syariah tidak dikenakan suku bunga baik untuk penerima pembiayaan dan juga pendana.

Sebagai produk pembiayaan di ALAMI yaitu invoice financing atau anjak piutang syariah, pendana akan mendapatkan imbal jasa perwakilannya dalam penagihan piutang untuk UMKM kepada pihak payor atau pemberi pekerja.

Akad yang p2p lending adalah dalam invoice financing di P2P lending syariah ialah akad transaksi wakalah bil ujrah (perwakilan dengan imbal jasa). Sesuai dengan peraturan atau ketentuan dalam syariah, penting untuk semua pihak baik penyelenggara P2P lending sampai pendana untuk terhindarnya dari gharar atau ketidakjelasan. Maka dari itu, imbal jasa yang ditawarkan oleh P2P lending syariah harus disampaikan secara transparan untuk kedua belah pihak dalam bentuk nominal.

Untuk mengenal lebih dalam tentang invoice financing kamu bisa membaca artikel p2p lending adalah. Apakah P2P lending tepat bagi kamu? Jika kamu sudah tercerahkan akan informasi tentang P2P lending, sekarang kembali lagi ke pertanyaannya apakah P2P lending cocok untuk kamu yang ingin mendiversifikasikan aset kamu?

Sebetulnya penting untuk kamu ketahui bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko dan semua bergantung kepada tujuan keuangan kamu.

Walaupun yang ditawarkan oleh P2P lending ataupun P2P lending syariah dalam hal ini adalah tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata instrumen lainnya, fleksibilitas dari perputaran uang setiap bulannya, kecenderungan risiko yang rendah jika dibandingkan dengan rata-rata instrumen lainnya, semua tergantung dari ketersediaan dana darurat kamu dan tingkat profil risiko kamu terhadap instrumen investasi. Saat ini, industri P2P lending sedang berkembang dan menjadi pilihan alternatif instrumen investasi sebagai tempat kamu mengembangkan keuangan kamu dengan lebih baik lagi.

Jadi kesimpulannya, penting untuk kamu pahami lebih dalam tentang produk yang ditawarkan dalam platform P2P lending.

Karena ada berbagai jenis produk pembiayaan yang ditawarkan dengan masing-masing profil return serta risiko yang berbeda. Penasaran sama P2P lending? Bisa dimulai dari ALAMI! Mungkin sampai titik ini kamu masih penasaran sama P2P lending, atau masih kamu pertimbangkan buat dijadikan alternatif instrumen investasi kamu?

Yuk segera danai dengan mendownload aplikasi ALAMI di Playstore dan juga App Store • Disclaimer. Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah merupakan kesepakatan perdata antara Pendana dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

• Risiko Pembiayaan atau gagal bayar sepenuhnya tanggungjawab oleh Pendana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini. • Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

• Pendana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman terhadap layanan Pembiayaan ini, disarankan agar tidak menggunakan layanan Pembiayaan ini. • Penerima Pembiayaan wajib mempertimbangkan tingkat bagi hasil / marjin / ujrah serta biaya-biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pembiayaan.

• Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui oleh masyarakat luas di media sosial.

• Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pendana atau Penerima Pembiayaan. • Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pendana maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan.

• Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan p2p lending adalah merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

wpDiscuz Daftar Isi • Pengertian P2P Lending • Keamanan Peer to Peer Lending • Cara Kerja Peer to Peer Lending • Keuntungan Peer to Peer Lending • Keuntungan P2P Lending Bagi Pemberi Pinjaman (Investor) • Keuntungan P2P Lending Bagi Peminjam • Kerugian Peer to Peer Lending • Kerugian P2P Lending Bagi Pemberi Pinjaman (Investor) • Kerugian P2P Lending bagi Peminjan P2P Lending adalah singkatan dari Peer to Peer Lending.

Pengertian Peer to Peer Lending adalah sebuah plaftorm online yang menghubungkan dua pihak, yaitu pemberi pinjaman (investor) dan peminjam uang (penerima pinjaman uang). Jadi Peer to P2p lending adalah Lending adalah sebuah wadah atau media online yang mempertemukan dua belah pihak. Pihak pertama adalah mereka yang memiliki dana lebih dan ingin berinvestasi dengan meminjamkan sejumlah uang.

Sedangkan pihak kedua adalah mereka yang membutuhkan pendanaan untuk usaha kecil atau mikro yang sedang berkembang. Baca: 7 Penyedia Pinjaman Modal Usaha Kecil Terpercaya dan Syarat Ringan Keamanan Peer to Peer Lending Sebagai lembaga investasi dan peminjaman uang online, pastilah banyak pihak p2p lending adalah bertanya-tanya mengenai tingkat keamanan P2P Lending. Maklum saja, selain merupakan plaftorm fintech yang baru dan berbasis online, bukan tidak mungkin banyak kemungkinan seperti penipuan, kebocoran data, dan lain-lain.

Namun, anda tidak perlu khawatir karena Peer to Peer Lending adalah lembaga keuangan yang aman dan sudah terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016 dengan regulasi yang jelas.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya anda lebih selektif dalam memilih plaftorm P2P Lending terbaik di Indonesia, baik sebagai pemberi pinjaman maupun penerima pinjaman. Karena masing-masing platform memiliki regulasi yang berbeda-beda.

Cara Kerja Peer to Peer Lending Sebetulnya cara kerja Peer to Peer Lending adalah hampir mirip seperti situs ecommerce, yang melibatkan dua belah pihak yang bertransaksi dengan satu pihak sebagai perantara online. P2p lending adalah melewati seleksi yang ketat, pihak peminjam yang terpilih akan diberitahu mengenai regulasi peminjaman, jumlah dana, dan risiko peminjaman oleh platform.

Oleh karena itu, peminjam dana wajib memberikan data yang benar dan lengkap pada saat pendaftaran. Ketika sudah lolos seleksi dan peminjam setuju mengenai syarat dan ketentuan dalam peminjaman, data peminjam p2p lending adalah diteruskan kepada pihak pemberi pinjaman atau investor.

Pihak investor akan menyeleksi data peminjam yang masuk untuk memutuskan ingin memberikan pijmanan atau tidak. Jika tidak bersedia, maka data peminjam akan diteruskan kepada investor lain pada platform yang sama.

Jika pihak investor deal dan bersedia memberikan pinjaman, maka dana akan cair dengan bantuan perantara platform Peer to Peer Lending. Sesuai dengan jangka waktu pinjaman yang telah disepakati bersama, nantinya pihak peminjam wajib mengembalikan dana pinjaman beserta return (bunga) kepada pihak investor dengan perantara platform P2P Lending.

Peer to Peer Lending akan meneruskan dana yang dikembalikan kepada pihak peminjam (investor) berikut bunga sesuai dengan kesepakatan bersama. Keuntungan Peer to Peer Lending Keuntungan P2P Lending Bagi Pemberi Pinjaman (Investor) • Aman dan terpercaya karena telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

• Suku bunga yang tinggi memberikan keuntungan investasi yang hampir dua kali lipat daripada tabungan pada umumnya. • Syarat investasi yang mudah karena hanya membutuhkan data KTP, NPWP, dan foto diri. • Risiko investasi yang kecil karena setiap peminjam sudah melalui seleksi ketat dari pihak Peer to Peer Lending. Keuntungan P2P Lending Bagi Peminjam • Biasanya peminjam dana di P2P Lending tidak membutuhkan agunan atau jaminan.

• Suku bunga Peer to Peer Lending cukup rendah dan hampir sama dengan pinjaman dari bank. • Prosesnya mudah dan cepat p2p lending adalah peminjam bisa segera mencairkan dana begitu sudah mendapat persetujuan dari pihak platform dan investor.

• Mudah dalam transaksi karena semua proses secara online tanpa harus melalui kehadiran secara fisik. Kerugian Peer to Peer Lending Kerugian P2P Lending Bagi Pemberi Pinjaman (Investor) • Dana p2p lending adalah bisa ditarik sewaktu-waktu, karena telah melalui kesepakatan hanya bisa dicairkan setelah pihak peminjam melunasi semua pijaman.

• Meskipun kecil, tetap ada risiko pihak peminjam gagal untuk melunasi pinjaman. Kerugian P2P Lending bagi Peminjan • Apabila peminjam belum sanggup atau lalai dalam membayar angsuran yang jatuh tempo, maka beban dana pembayaran akan naik berlipat ganda pada bulan berikutnya. • Peer to Peer Lending hanya cocok untuk pinjaman jangka pendek, karena semakin lama jangka waktu peminjaman, maka tagihannya juga akan semakin meningkat. Baca: Arti Investasi Jangka Pendek dan 5 Jenis Investasi Terbaik untuk Pemula Pos-pos Terbaru • Arti Afiliator, Binary Option, dan Trading, Istilah dari Kasus Indra Kenz CS • Rahasia Sukses Tante Lala, Sang Ratu TikTok yang Suka Marah Marah • Ingin Kaya Seperti Ghozali, Begini Cara Menjual NFT di OpenSea • Peluang dan Keuntungan Bisnis Game Online di Indonesia • Inilah Cara Menghitung Simulasi Kredit Mobil dengan Benar Kategori • Arti Istilah • Bisnis Online • Bisnis Rumahan • Investasi • Karir • Kisah Sukses • Kuliner • Peluang Usaha • Tips Bisnis • Trending
Apa Itu P2P Lending dan Bagaimana Cara Kerjanya?

P2P lending atau Peer to Peer Lending adalah instrumen pendanaan yang memberikan pinjaman dengan pengembalian bunga di akhir setiap bulannya. Sistem P2P lending sendiri berfungsi menjadi platform yang menyediakan proyek-proyek usaha yang siap didanai. Pendanaan P2P lending TaniFund bergerak khusus dalam pendanaan sektor usaha budidaya pertanian, perikanan, peternakan hingga sektor UMKM pangan. Namun, ada baiknya sebelum Anda terjun langsung dan melakukan pendanaan di peer p2p lending adalah peer lendingpahami terlebih dahulu seluk beluk, keuntungan, serta cara kerjanya.

Sama halnya dengan konsep kegiatan finansial lainnya, pada platform TaniFund anda pun juga tetap harus memperhatikan tingkat resiko pengembalian dana saat hendak melakukan pendanaan proyek.

Yuk, perhatikan secara umum bagaimana cara berinvestasi di P2P Lending ! Apa Itu Peer to Peer Lending ? Secara definitif, peer to peer lending merupakan sebuah konsep ataupun metode dimana salah satu individu atau bisnis dapat memberikan pinjaman uang dan bisa juga mengajukan pinjaman uang untuk keperluan bisnis.

Platform online P2P Lending secara garis besar berfungsi sebagai penghubung antara pemberi pinjaman (pendana) dengan peminjam uang atau p2p lending adalah. Konsep pinjam meminjam secara peer to peer lending ini dianggap dapat dijadikan alternatif bagi Anda yang kesulitan mengajukan pinjaman melalui lembaga resmi seperti bank, jasa kredit, ataupun koperasi.

Dalam peer to peer lending, seluruh proses cenderung lebih sederhana dan tidak kompleks jika dibandingkan dengan lembaga-lembaga resmi lainnya. Misalnya di TaniFund, Anda dapat berinvestasi mulai dari Rp 100 ribu ataupun mengajukan pinjaman tanpa agunan atau jaminan.

Peer to peer lending sendiri dapat diibaratkan sebagai sebuah marketplacedan di dalamnya terdapat beberapa istilah seperti lender dan borrower. Lende r sendiri merupakan pihak pendana maupun investor yang menginvestasikan uang atau modal untuk dapat disalurkan kepada pihak peminjam. Sedangkan borrower adalah pihak ataupun individu yang sedang mencari dana pinjaman untuk keperluan usahanya. Cara Kerja Peer to Peer Lending Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, dalam konsep p2p lending adalah to peer lending memiliki 2 komponen utama yaitu lender dan borrower.

Kedua komponen tersebut memiliki cara kerjanya masing-masing agar konsep peer to peer lending dapat berjalan dan menghasilkan keuntungan yang maksimal untuk kedua belah pihak. Cara Kerja Peer to Peer Lending untuk Lender Sebelum memulai pendanaan, dalam beberapa platform peer to peer lending biasanya lender dapat memiliki akses untuk melihat data ataupun riwayat dari calon peminjam. Data-data tersebut biasanya meliputi riwayat keuangan, pendapatan rutin, hingga tujuan dari pinjaman tersebut.

Sebelum memberi pinjaman, Anda biasanya harus membuat RDL rekening. Biasanya pembuatan di TaniFund berlangsung 1×24 jam, setelahnya Anda sudah bisa melakukan pendanaan. Setelah lender memilih peminjam yang dianggap cocok, maka lender dapat langsung mendistribusikan sejumlah dana yang sesuai. Pihak borrower nantinya akan membayar pinjaman secara cicilan ataupun langsung dibayar seluruhnya pada akhir masa tenor pinjaman.

Biasanya besaran bunga yang diterapkan akan bergantung pada suku bunga pinjaman yang didanai. Cara Kerja Peer to Peer Lending untuk Borrower Sebagai pihak borrowerAnda biasanya diwajibkan untuk mengunggah seluruh dokumen yang diperlukan saat akan melakukan pinjaman. Dokumen-dokumen yang wajib disertakan biasanya meliputi laporan keuangan untuk jangka waktu tertentu serta tujuan Anda dalam mengajukan pinjaman tersebut.

Setelah Anda mengunggah seluruh dokumen yang diperlukan, permohonan untuk meminjam nantinya dapat diterima ataupun ditolak karena berbagai faktor. Saat proses pengajuan ditolak, biasanya Anda diberikan kesempatan untuk melengkapi atau memperbaiki data-data yang belum sesuai atau belum lengkap, namun apabila pengajuan telah diterima, maka suku bunga pinjaman akan langsung diterapkan.

Setelah proses tersebut, pengajuan pinjaman Anda akan langsung dimasukkan ke dalam marketplace. Disana pengajuan pinjaman Anda akan dapat dilihat oleh seluruh l ender yang ada. Saat pendanaan yang Anda butuhkan telah terkumpul seluruhnya, maka dana pinjaman akan langsung dapat dicairkan. Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer Lending Peer to peer lending saat ini memang menjadi salah satu pilihan favorit untuk kebutuhan finansial berbagai kalangan. Hal tersebut tak lepas karena berbagai kemudahan serta keuntungan yang ditawarkannya.

Namun, selain kelebihan dan keuntungan yang dijanjikan dari peer to peer lending, Anda juga harus mengetahui kekurangannya. Kelebihan Peer to Peer Lending untuk Lender • Peer to peer lending sudah resmi diatur serta diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016. • Suku bunga pinjaman yang Anda terima memiliki nilai yang cukup signifikan, sehingga lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan konsep pinjaman lainnya.

• Proses pinjaman di peer to peer lending tergolong lebih mudah dan cepat jika dibandingkan dengan platform finansial lainnya. • Dengan sistem yang ditawarkan dalam peer to peer lending, Anda akan lebih mudah dalam melakukan diversifikasi pendanaan. Hal tersebut tentu saja membuat peluang Anda dalam meraih keuntungan yang lebih besar menjadi semakin terbuka lebar. Kekurangan Peer to Peer Lending untuk Lender • Saat Anda melakukan pendanaan, uang yang telah dialokasikan tidak dapat ditarik sesuai keinginan Anda.

• Ada kemungkinan dimana borrower akan gagal dalam mengembalikan pendanaan yang telah diberikan. Namun, sebenarnya beberapa platform peer to p2p lending adalah lending saat ini telah memberikan jaminan bagi lender terkait hal ini. Kelebihan Peer to Peer Lending untuk Borrower • Anda sebagai borrower akan mendapatkan suku bunga yang rendah ketimbang Anda melakukan pinjaman pada lembaga keuangan resmi seperti bank.

• Proses pengajuan pinjaman cenderung lebih cepat dan mudah jika dibandingkan dengan lembaga keuangan formal seperti bank. • Untuk seluruh proses pinjaman yang dilakukan dalam peer to peer lending masuk ke dalam pinjaman tanpa agunan. Pinjaman tanpa agunan sendiri berarti pinjaman yang dilakukan tidak memerlukan jaminan apapun.

Kekurangan Peer to Peer Lending untuk Borrower • Saat nilai kelayakan kredit Anda turun, maka suku bunga pinjaman Anda dapat melonjak naik secara drastis. • Apabila Anda sebagai borrower telat dalam membayar pinjaman sesuai waktu yang telah ditentukan, maka jumlah atau nilai tagihan akan sangat signifikan. 5 Alasan Milenial Memilih Pendanaan di Peer to Peer Lending Menurut catatan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK per tanggal Juli 2020, dari total lender secara keseluruhan, 27%-nya merupakan lender yang masih berusia muda dan berada di kisaran 19-34 tahun.

Sedangkan untuk borrower sendiri, 27,53% dari total keseluruhan merupakan peminjam muda. Menurut Asosiasi P2p lending adalah Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), besarnya segmen milenial dalam penggunaan platform peer to peer lending sendiri dianggap karena efek dari kegiatan sosialisasi serta edukasi yang terkait dengan industri fintech.

Namun, sebenarnya mengapa platform atau konsep peer to peer lending begitu diminati oleh kaum milenial? 1. Hanya Perlu Modal Awal yang Kecil Peer to peer lending memang mengusung konsep pinjaman yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dari masing-masing lender. Konsep seperti inilah yang dianggap sebagai salah satu daya tarik bagi kaum milenial yang memang belum memiliki pendapatan yang cukup besar namun tetap ingin mulai melakukan pendanaan.

2. Bunga dan Bagi Hasil yang Menarik Alasan yang kedua mengapa kaum milenial begitu tertarik dengan peer to peer lending adalah karena adanya bunga yang cukup menarik. Keuntungan dari bagi hasil yang didapat berupa bunga, biasanya akan jauh lebih tinggi ketimbang Anda menabung.

Sehingga Anda sebagai lender akan mendapatkan imbal hasil berupa bunga yang cukup bervariatif di setiap periode pinjaman. 3. Penentuan Tenor yang Fleksibel Tenor atau jangka waktu yang ditawarkan di beberapa peer to peer lending memang jauh lebih fleksibel, mulai dari 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

Karena hal itu, Anda sebagai pendana dapat menentukan sendiri waktu tenor yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda demi mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal. 4. Dapat Melakukan Diversifikasi Dalam beberapa sistem peer to peer lending, lender diberikan keleluasaan untuk bisa mendanai lebih dari satu borrower.

Dengan begitu, lender dapat menggunakan metode diversifikasi dimana dana pinjaman dibagi ke beberapa borrower demi mengurangi risiko dari investasi. 5. Dapat P2p lending adalah Mengembangkan UMKM Mayoritas borrower yang ada dalam platform peer to peer lending adalah pemilik UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan menggunakan peer to peer lending, kaum milenial akan dapat turut berkontribusi dalam mengembangkan kemajuan UMKM Indonesia. Lakukan Pendanaan dengan Risiko TerukurBersama TaniFund! Memilih peer to peer lending harus dilakukan dengan saksama.

Mengapa? Anda harus mampu memilih platform yang tepat untuk mengalokasikan pendanaan Anda. Perhatikan beberapa hal lainnya seperti surat atau keterangan resmi bahwa platform yang dituju berada dibawah pengawasan OJK, mencantumkan alamat kantor fisik dengan detail, persyaratan dan bunga yang masuk akal, jaminan dan keamanan data hingga penyediaan layanan pengaduan konsumen.

Berikut keuntungan melakukan pendanaan di TaniFund! 1. Resmi Terdaftar dan Diawasi OJK Sebagai Platform P2P Lending, TaniFund adalah tempat yang tepat untuk Anda, selain sudah resmi terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

TaniFund juga memiliki bunga pengembalian yang terukur hingga 18% p.a dengan rata-rata pengembalian tiap bulannya 14.22% p.a.

2. Mitigasi Risiko Pendanaan TaniFund Dengan adanya mitigasi yang TaniFund lakukan seperti scoring assessment berfungsi menilai kredit secara menyeluruh untuk memastikan kelayakan kredit. TaniFund juga melakukan analisa secara menyeluruh sisi manajemen dan keuangan borrower. 3. Field Specialist TaniFund Dengan hal ini, TaniFund juga menyediakan agronomis yang terjun langsung untuk membantu atau memantau langsung proses pengembangan budidaya maupun UMKM yang didanai.

Sehingga, para petani pun juga mendapatkan ilmu praktik dalam lapangan yang mampu mendukung produktivitas mereka. 4. Literasi Keuangan Mencegah keterlambatan pembayaran, TaniFund juga memberikan literasi keuangan untuk membantu para petani mengatur cash flow dari dana yang mereka terima.

Sehingga, dengan adanya edukasi seperti ini mampu mencegah keterlambatan pembayaran. 5. Asuransi TaniFund juga bermitra dengan perusahaan asuransi yang memberikan perlindungan p2p lending adalah 80% dari dana pokok yang disalurkan kepada pihak peminjam, sebagai salah satu opsi percepatan penyelesaian pokok pinjaman. Mulai Dari Hal Kecil Untuk Diri dan Sekitar Mulai berdampak secara aktif dengan mendanai berbagai program pengembangan budidaya hingga budidaya tanaman di Indonesia.

Mari berdampak untuk memajukan sektor pertanian Indonesia agar dapat mencapai ketahanan pangan di masa depan. Ambil langkah konkrit mela kukan pendanaan berdampak sosial dengan mendukung kemajuan sektor pangan Indonesia dan dapatkan bunga bersaing hingga 18% p.a. Kunjungi Proyek TaniFund dan mulai mendanai! Baca juga: Peran Petani Bagi Kehidupan Kita Bangsa Indonesia P2p lending adalah Ini • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS • • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS • • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS Apa sih sebenarnya definisi peer to peer?

Kini terdapat banyak alternatif solusi pinjaman bagi calon debitur, salah satunya adalah pinjaman online. Salah satu contoh pinjaman online adalah Peer to Peer Lending. Namun sayangnya masih banyak yang belum mengenal peer to peer dengan baik. Penasaran apa definisi peer to peer sebenarnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Daftar Isi • P2p lending adalah to Peer (P2P) Lending Adalah • #1 Definisi Menurut KoinWorks • #2 Definisi Menurut Centra Usaha • p2p lending adalah Definisi Menurut Cermati • Sistem Kerja Peer to Peer (P2P) Lending • Syarat Peer to Peer (P2P) Lending • Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer (P2P) Lending • Peer to Peer (P2P) Lending vs Crowdfunding • Beberapa Platform Penyedia Peer to Peer (P2P) Lending • Peer to Peer (P2P) Lending untuk Modal Usaha?

Peer to Peer (P2P) Lending Adalah Untuk memenuhi tingginya permintaan, kini produk kredit atau pinjaman semakin bervariasi. Tidak hanya pinjaman dari bank berupa fasilitas kredit seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Kredit Multi Guna (KMG), namun ada juga pinjaman uang online, contohnya Peer to Peer (P2P) Lending. Lalu apa definisi pinjaman uang online berupa P2P Lending ini?

Berikut adalah beberapa definisi dari P2P Lending: #1 Definisi Menurut KoinWorks P2P Lending adalah kegiatan pinjam meminjam antar perseorangan. Praktik ini sudah lama berjalan dalam bentuk yang berbeda, seringkali dalam bentuk perjanjian informal.

KoinWorks juga mendefinisikan P2P Lending sebagai praktik atau metode memberikan atau mengajukan pinjaman uang kepada individu atau bisnis, yang menghubungkan pemberi pinjaman dengan peminjam atau investor secara online. #2 Definisi Menurut Centra Usaha Definisi P2P Lending versi Centra Usaha adalah perusahaan yang menjadi wadah bertemunya investor atau pemberi p2p lending adalah dengan calon peminjam ( borrower).

[Baca Juga: Ini 5 Alasan Kenapa Bisnis Anda Membutuhkan Pinjaman Modal Usaha] #3 Definisi Menurut Cermati Cermati mengungkapkan definisi P2P Lending sebagai suatu sistem ( platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (kreditur) dengan peminjam (debitur) dan kegiatan pinjam-meminjam di P2P Lending dilakukan secara online.

Merangkum seluruh definisi yang ada, bisa dibilang P2P Lending merupakan konsep finansial yang menggunakan bantuan teknologi informasi untuk p2p lending adalah layanan pinjam meminjam uang dengan mudah.

Penyedia hanya menyediakan sarana yang memungkinkan pendana dan peminjam untuk melakukan proses pinjam meminjam secara online. Sistem ini disebut peer to peer adalah karena dilakukan oleh p2p lending adalah pengguna awam, bukanlah oleh lembaga resmi seperti bank atau koperasi.

P2P Lending merupakan wadah untuk bertransaksi, baik sebagai peminjam maupun sebagai investor. Sistem peminjaman ini merupakan sistem yang tepat jika Anda menginginkan pinjaman pribadi yang cepat atau bagi Anda yang memiliki dana berlebih dan masih bingung kemana Anda ingin menginvestasikannya.

Sistem Kerja Peer to Peer (P2P) Lending Skema kerja Peer to Peer Lending dapat dilihat pada skema P2P di bawah ini: Berdasarkan skema tersebut, maka ada 2 pihak yang berpartisipasi dalam aktivitas pinjam meminjam online ini, yaitu sebagai berikut: Peminjam Apabila Anda adalah peminjam, maka Anda perlu mengunggah seluruh dokumen yang disyaratkan untuk mengajukan pinjaman uang online, seperti laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu, identitas diri, serta alasan peminjaman uang.

Status peminjaman Anda bisa saja ditolak atau diterima. Jika ditolak maka Anda harus memperbaiki segala hal yang menyebabkan penolakan tersebut. Dan jika diterima, maka suku bunga pinjaman akan ditentukan dan pengajuan P2p lending adalah akan diunggah ke marketplace.

Marketplace merupakan sarana di mana pendana dapat melihat seluruh pengajuan pinjaman yang tersedia. Investor Anda akan diberikan akses untuk menelusuri data pengajuan pinjaman yang tersedia, termasuk informasi terkait pengajuan pinjaman seperti riwayat keuangan peminjam, tujuan peminjaman, pendapatan peminjam, dan lain sebagainya.

Jika Anda menemui pengajuan pinjaman yang sesuai dan setuju untuk menginvestasikan dana, maka investasi langsung terjadi saat Anda melakukan deposit sesuai tujuan investasi Anda. Uang yang diinvestasikan akan kembali kepada Anda setiap bulan berupa angsuran yang komponennya adalah pokok utang disertai bunga yang telah disepakati sebelumnya. [Baca Juga: Jika Punya Uang Lebih: Mempercepat Pelunasan KPR atau Melakukan Investasi?] Mengenai tingkat keamanannya, Anda juga tidak perlu khawatir.

Salah satu platform P2P Lending di Indonesia, KoinWorks sudah dilengkapi beberapa fitur pengaman, seperti: • Data diamankan dengan menggunakan teknologi enkripsi. • KoinWorks sangat berhati-hati dalam menilai pinjaman yang layak untuk didanai. Syarat Peer to Peer (P2P) Lending Berikut adalah syarat menjadi pendana di P2P Lending: • Warga negara Indonesia • Berusia minimal 21 Tahun • Sudah Bekerja • Sumber Pendapatan jelas dan pasti : Berikut adalah syarat menjadi peminjam di P2P Lending: • Warga Negara Indonesia • menyiapkan dokumen pribadi dan aset • Sudah Menikah • Sudah berpenghasilan • Usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun Kelebihan dan Kekurangan Peer to Peer (P2P) Lending Sebuah produk pinjaman tentunya tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan yang membatasinya.

Sebelum memutuskan untuk mengambil P2P Lending, sebaiknya Anda mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangannya berikut ini: Kelebihan P2P Lending: • Jika memiliki riwayat kredit yang baik, Anda bisa memperoleh pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dari bank atau perusahaan keuangan lainnya.

• Beberapa perusahaan P2P Lending tidak memberlakukan jumlah pinjaman minimum, sehingga sesuai bagi Anda yang hanya membutuhkan modal kecil. • Karena syaratnya yang lebih fleksibel dibandingkan bank, Anda bisa menjadikan P2P Lending sebagai rencana cadangan apabila pengajuan pinjaman ke bank ditolak.

Kekurangan P2P Lending: • Selain bunganya bisa lebih rendah daripada bunga yang ditetapkan bank, terkadang Anda juga bisa terkena bunga lebih mahal, terlebih jika riwayat kredit Anda buruk. • Anda bisa saja diwajibkan membayar sejumlah fee kepada platform setiap kali mengajukan pinjaman. p2p lending adalah Pengajuan pinjaman Anda belum tentu diterima, terutama jika riwayat kredit Anda sangat buruk. • Perlindungan yang diperoleh mungkin lebih buruk daripada pinjaman di bank atau perusahaan keuangan lainnya.

Peer to Peer (P2P) Lending vs Crowdfunding Pada dasarnya, terdapat 2 jenis pendanaan secara online yang berkembang pada saat ini, yaitu P2P Lending dan Crowdfunding. Peer to Peer (P2P) Lending dan Crowdfunding memang seperti memiliki kesamaan antara satu dan yang lainnya, namun sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang jelas. Untuk mengetahuinya, mari mengenal Crowdfunding terlebih dahulu. Crowdfunding adalah sebuah dana dalam bentuk donasi di mana prosesnya melibatkan 3 pihak yaitu, pemilik project, pemberi dana, dan penyedia platform.

Serupa dengan P2P Lending, pemilik project akan menceritakan ide bisnisnya termasuk bagaimana prospek dan peluang perkembangan bisnisnya dalam beberapa periode ke depan. Kemudian, apabila ada pemberi dana yang tertarik, maka pemberi dana akan beramai-ramai atau patungan memberi dana bagi bisnis Anda. Semua itu dijalankan pada platform yang disediakan penyedia platform. [Baca Juga: Karena Ada Website Financial Aggregator, Sekarang Membandingkan Produk Keuangan Jadi Ga Ribet] Nah, karena sifatnya seperti donasi, maka Crowdfunding juga sering dimanfaatkan sebagai aksi penggalangan dana untuk tujuan sosial.

Melihat perbandingan tersebut, maka tampak jelas bahwa pada dasarnya P2P Lending merupakan sebuah jenis pinjaman atau utang, sedangkan Crowdfunding berupa sumbangan atau donasi. Memang betul keduanya bersinggungan, tapi keduanya memiliki persamaan mendasar, yaitu keduanya sama-sama merupakan sebuah jenis pendanaan yang dapat diperoleh secara online melalui platform yang disediakan oleh penyedia platform.

Namun, tentu keduanya memiliki perbedaan yang jelas, yaitu: Perbedaan 1 Dalam P2P Lending, ada perjanjian tertulis p2p lending adalah sejumlah dana yang Anda pinjam dari para investor dan kewajiban untuk mengembalikan dana tersebut. Karena merupakan sebuah perjanjian tertulis, Anda tentunya wajib memberikan informasi yang terperinci terkait dengan bisnis tersebut sesuai kesepakatan. Sementara dalam Crowdfunding, tidak ada perjanjian tertulis karena sifatnya yang sukarela.

Perbedaan 2 Agar memperoleh dana dalam Crowdfunding, Anda perlu mempresentasikan project dengan baik melalui penyedia platform dengan tujuan menarik minat para pemberi dana untuk menyumbangkan uang secara sukarela. Di mana dalam P2P Lending, Anda tidak perlu melakukannya.

{INSERTKEYS} [Baca Juga: Simulasi Kredit: Sebelum Cari Pinjaman Uang, Hitung Dulu Berapa Angsurannya] Beberapa Platform Penyedia Peer to Peer (P2P) Lending Beberapa contoh website dan platform online yang menyediakan jasa P2P Lending antara lain: Investree memprioritaskan pendanaan sebagai modal usaha dengan jaminan tagihan ( invoice) dan pinjaman pribadi ( personal loan) dengan biaya administrasi sebesar 3% – 5%.

Tapi, orang yang dapat mengajukan pinjaman di platform ini adalah karyawan dari perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan Investree. Peer to Peer (P2P) Lending untuk Modal Usaha? Nah, setelah mengenal dan mempelajari mengenai P2P Lending lebih dalam, Anda bisa mempertimbangkan keputusan: AMBIL atau TIDAK untuk modal usaha? Jika Anda masih ragu, Anda bisa meminta bantuan perencana keuangan untuk memberikan rekomendasi yang terbaik mengenai keputusan Anda.

Finansialku siap membantu Anda dengan perencana keuangan bersertifikat CFP yang selalu memberikan solusi berdasarkan data dan fakta yang ada. Dengan demikian, Anda bisa menerima solusi terbaik di tengah kegalauan Anda terhadap produk pinjaman yang satu ini.

Hubungi Finansialku sekarang juga dengan menghubungi kontak kami melalui formulir online , telepon (022 – 2056 5890) atau email ( Solusi@Finansialku.com). *Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya. Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai Peer to Peer lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

Sumber Referensi: • Walter Pinem. 4 Oktober 2016. INVESTASI: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Peer to peer Lending (P2P Lending). Koinworks.com – https://goo.gl/rEzya7 • Koinworks. Education Center: Peer to Peer.

Koinworks.com – https://goo.gl/P2Nide • Syahrul Yozi. Pengertian Peer to Peer Lending dan Perbedaannya dengan Pinjaman Bank. Centrausaha.com – https://goo.gl/gzLtJy • Boby Chandro Oktavianus. 24 April 2017. Investasi: Apa Perbedaan Peer-To-Peer (P2P) Lending dengan Crowdfunding? Ini Penjelasannya. Cermati.com – https://goo.gl/XZJHvH • The Money Advice Service. Borrowing through a Peer to peer Moneyadviceservice.org – https://goo.gl/F5LJjX Sumber Gambar: • Definisi Peer to Peer – https://goo.gl/bsEb9R • Peer to Peer Adalah – https://goo.gl/p6MH2Q • Skema Peer to Peer Lending oleh KoinWorks – https://goo.gl/9jvK5Q
Istilah peer to peer lending atau (P2P Lending) mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu.

Model bisnis P2P Lending memang tengah menjadi tren dan terus berkembang hingga sekarang. Lantas apa itu peer to peer lending? Secara sederhana istilah peer to peer lending adalah sistem yang memungkinkan investor (kreditur/ lender) mendanai pinjaman peminjam individu (Debitur/ Borrower) secara online. Dengan sistem P2P Lending ini nantinya individu atau debitur tidak perlu lagi meminjam uang kepada pihak perbankan atau institusi keuangan lainnya.

Agar kamu lebih paham tentang peer to peer lending simak penjelasan berikut. Cara kerja P2P Lending Sama seperti sistem peminjaman online lainnya, dalam P2P Lending proses pengajuan aplikasi juga berupa online-EKRUT Pada dasarnya cara kerja P2P Lending terbilang mudah karena semua transaksi dapat dilakukan melalui platform online.

Adapun tahapan umum dan cara kerja peer to peer lending adalah: • Peminjam potensial yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman melengkapi syarat-syarat atau aplikasi online pada platform P2P Lending yang tersedia • Platform P2P Lending menilai aplikasi yang masuk dari calon peminjam, menentukan risiko dan peringkat kredit pemohon, baru kemudian pemohon diberikan informasi terkait tingkat bunga yang sesuai • Ketika aplikasi disetujui, pemberi pinjaman akan memilih melalui marketplace debitur mana yang sesuai untuk didanai berdasarkan permohonan pinjaman yang diajukan • Pemohon bertanggung jawab membayar bunga berkala setiap bulan sekaligus membayar jumlah pokok pada saat jatuh tempo Perusahaan penyedia layanan P2P Lending Perusahaan Modalku salah satu perusahaan yang bergerak dalam P2P Lending di Indonesia-EKRUT Indonesia sendiri sudah memiliki beberapa perusahaan P2P Lending yang menjadi pusat layanan bisnis peminjaman online.

Adapun contoh dari perusahaan penyedia layanan P2P Lending itu seperti: • Amartha. Perusahaan P2P Lending ini bernama lengkap PT Amartha Mikro Fintek yang memiliki fokus untuk memberikan pinjaman kepada pelaku UKM di pedesaan.

• KoinWorks. Perusahaan ini mengklaim dapat memberikan pendanaan sampai Rp 250 juta dengan bunga mencapai 0.7 persen hingga 1.7 persen per bulan. Bagi investor sendiri, KoinWorks akan memberikan return senilai 15 hingga 38 persen per tahun • Investree, membagi jenis peminjam menjadi dua macam yakni untuk kalangan individu dan perusahaan. Keduanya dikenakan bunga sekitar 1.2 persen per bulan. Return per tahun untuk investor sebesar 20 persen per tahun • Modalku, memberikan biaya peminjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 1 milyar dengan tenor 3 bulan sampai 12 bulan.

Bagi kamu yang tertarik menjadi investor dapat memulainya dengan pendanaan Rp 1 juta dan deposit Rp 10 juta dengan return 12-18 persen per tahun Baca juga: Dua investor dari Belanda beri pendanaan ke Modalku Keuntungan P2P Lending Salah satu keuntungan P2P Lending yakni suku bunga yang lebih rendah dibanding proses peminjaman lainnya-EKRUT Peminjaman dengan cara peer to peer lending memberikan beberapa keuntungan bagi debitur maupun kreditur seperti: • Sumber dana yang lebih mudah diakses.

Bagi segelintir peminjam, dana yang ada dalam P2P Lending lebih mudah diakses dan didapatkan dibandingkan dengan proses peminjaman konvensional melalui perbankan yang memerlukan berbagai macam prosedur.

• Pengembalian yang lebih tinggi terhadap investor atau pihak pemberi pinjaman (kreditur). Melalui sistem P2P Lending ini, investor akan memperoleh return yang lebih besar dibanding jenis investasi lainnya • Suku bunga yang lebih rendah, sistem P2P Lending memberikan suku bunga yang lebih rendah karena persaingan yang semakin besar antara pemberi pinjaman dengan lembaga keungan lainnya Kerugian P2P Lending Sedangkan kerugian dari bentuk investasi P2P Lending ini adalah belum diaturnya asuransi bagi investor-EKRUT Dengan sederet keuntungan yang dimiliki oleh sistem peer to peer lending, ternyata sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan mulai dari: • Risiko kredit yang tinggi.

Banyak dari penerima pinjaman P2P Lending tidak terakomodir oleh perbankan, lantaran peringkat kredit yang rendah.Oleh sebab itu, pemberi pinjaman harus tahu probabilitas default dari debitur yang diberi dana pinjaman • Legislasi, beberapa peraturan tidak memperbolehkan sistem P2P Lending ini, bahkan ada kewajibkan kepada perusahaan untuk mematuhi aturan sesuai investasi yang berlaku. • Belum adanya aturan perlindungan pemerintah bagi investor atau pemberi pinjaman P2P Lending yang menghindari risiko gagal bayar dari perusahaan fintech tersebut.

Meski begitu, beberapa wacana yang muncul ke permukaan pada 2019 lalu, OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menyarankan agar perusahaan fintech menggandeng asuransi untuk memberikan mitigasi gagal bayar.

Baca juga: 6 pekerjaan sampingan untuk menambah pundi-pundi investasi Itulah beberapa poin penting yang harus kamu ketahui tentang P2P Lending. Bila kamu ingin berinvestasi di peer to peer lending, kamu dapat menimbang berbagai risikonya seperti yang sudah dijelaskan di atas. Kamu juga bisa menanyakannya langsung kepada perusahaan penyedia layanan tersebut. Sementara, bila kamu tertarik untuk menjadi peminjam layanan peer to peer lending ini, jangan lupa untuk selalu bijak dalam proses pinjam meminjam dan ikuti ketentuan yang berlaku di platform tersebut.

Rekomendasi bacaan: • 10 startup dengan investasi terbesar di Asia Tenggara • Ini 4 tips investasi emas yang cocok untuk karyawan • 4 Cara memilih investasi properti yang tepat Sumber: • Corporatefinanceinstitute.com • Medium Tags startup indonesia Share
Menu • Produk • Rekening Bisnis UKM • Pinjaman • KoinBisnis • KoinInvoice • KoinGaji • sKor • Pendanaan & Investasi • KoinRobo • KoinGold • Rewards • Cashback & Promo • Referral Program • Pengembangan • Blog • Media • Events • Ebook • Perusahaan • Tentang Kami • Hubungi Kami • Relationship Manager • Karir • Testimonial • Bantuan Terdapat dua pendekatan dalam konsep peer to peer lending, yaitu sebagai peminjam atau pemberi pinjaman (Pendana).

Sebagai apapun kamu dalam hal peer to peer lending, kedua peran ini akan memberikan manfaat tersendiri dalam hal finansial. Sistem P2P Lending ini sendiri bukanlah tanpa resiko. Sama seperti kegiatan finansial lainnya, kamu tetap harus berhati-hati dalam menjalankannya. Namun, selama kamu memahami bagaimana sistem dan cara kerjanya, kamu akan baik-baik saja.

Berikut ini adalah semua hal yang perlu kamu ketahui tentang peer to peer lending. Yuk, simak selengkapnya! Daftar Isi • 1. Apa Itu Peer to Peer Lending (P2P Lending)? • 2. Bagaimana Cara Kerja Peer to Peer Lending (P2P Lending)?

• Sebagai Pendana • Sebagai Peminjam • 3. Apakah Peer to Peer Lending Pilihan yang Tepat? • 4. Kelebihan dan Kekurangan P2P Lending Bagi Peminjam • Kelebihan P2P Bagi Peminjam • Kekurangan P2P Lending Bagi Peminjam • 5.

Kelebihan dan Kekurangan P2P Lending Bagi Pendana • Kelebihan P2P Lending Bagi Pendana • Kekurangan P2P Lending Bagi Pendana • Cara Terbaik Mendanai di Peer to Peer Lending • Alasan Mengapa Pendanaan P2P Lending Cocok Untuk Anak Muda • Mulai Mendanai di Peer to Peer Lending Indonesia Melalui KoinP2P dari KoinWorks • • Tertarik untuk mencoba peer to peer lending di Fintech Lending KoinWorks?

1. Apa Itu Peer to Peer Lending (P2P Lending)? Peer to Peer Lending, sering juga disebut dengan P2P lending, adalah metode memberikan pinjaman uang kepada individu/bisnis.

Orang yang memberikan pinjaman ini disebut sebagai pendana atau investor. Keuntungan/ return yang kelak investor dapatkan berasa dari bunga pinjaman yang diajukan peminjam. Sebaliknya, peer to peer lending bagi peminjam berarti kegiatan mengajukan pinjaman untuk keperluan individu/bisnis.

Intinya, P2P Lending akan menghubungkan pemberi pinjaman (Pendana) dengan peminjam secara online. Dengan P2P Lending setiap orang bisa memberi/mengajukan pinjaman untuk berbagai tujuan, tanpa menggunakan jasa dari lembaga perbankan. Pada dasarnya, sistem P2P Lending ini sangat mirip dengan konsep marketplace online, yang menyediakan wadah sebagai tempat pertemuan antara pembeli dengan penjual.

Namun, dalam P2P Lending, sistem yang ada akan mempertemukan pihak peminjam dengan pihak yang memberikan pinjaman. Jadi, boleh dikatakan bahwa P2P Lending merupakan marketplace untuk kegiatan pinjam-meminjam uang. Ketimbang mengajukan pinjaman melalui lembaga resmi seperti bank, koperasi, jasa kredit, pemerintah dan lainnya yang prosesnya jauh lebih kompleks.

Masyarakat bisa mengajukan pinjaman yang didukung oleh orang-orang lain sesama pengguna sistem P2P sebagai alternatif. Karena itulah sistem ini disebut “peer-to-peer”. 2. Bagaimana Cara Kerja Peer to Peer Lending (P2P Lending)? Sebagai Pendana Pendana atau investor bisa melihat detail data peminjam, seperti jenis bisnis, sudah berapa lama bisnis beroperasi, tujuan pinjaman, pendapatan, riwayat keuangan dan lain-lain, melalui aplikasi KoinWorks.

Ini disebut dengan marketplace P2P Lending, karena pendana bisa melihat dan kemudian memilih pinjaman apa yang ingin mereka danai, berikut dengan tenor, besaran bunga, dan risiko dari tiap pinjaman. Saat ingin mendanai pinjaman pilihan, Pendana bisa langsung mendistribusikan sejumlah dana.

Setelah itu, peminjam akan membayarnya dengan cicilan atau di akhir masa tenor. Dari situlah, pendana mendapatkan keuntungan berupa pokok dan bunga. Adapun besaran bunga akan tergantung pada suku bunga pinjaman yang didanai. Sebagai Peminjam Peminjam hanya perlu mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman secara online (yang relatif cepat prosesnya).

Di antaranya merupakan dokumen berisi laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu dan juga tujuan kamu mengajukan pinjaman tersebut. Permohonan peminjaman kamu bisa diterima ataupun ditolak, tergantung dari beragam faktor. Jika permohonan kamu ditolak, maka kamu harus memperbaiki segala hal yang menjadi alasan penolakan permohonan kamu.

Jika diterima, suku bunga pinjaman akan diterapkan. Setelah itu pengajuan pinjaman kamu akan dimasukkan ke dalam marketplace. Dengan begitu, semua pendana bisa melihat pengajuan pinjaman kamu dan mendanainya. Ketika sudah pendanaan sudah terkumpul, dana pinjaman akan dicarikan. 3. Apakah Peer to Peer Lending Pilihan yang Tepat?

Hal ini tentunya akan bergantung pada kebutuhan finansial kamu. Bagi Peminjam, peer to peer lending merupakan sarana tepat untuk mendapatkan pinjaman dana yang cepat.

P2P Lending bisa menjadi alternatif, ketika meminjam di layanan keuangan konvensional dirasa terlalu kompleks. Selain itu, pinjaman di P2P Lending, biasanya juga tanpa jaminan. Jadi, sangat berguna untuk kamu yang tak memiliki aset untuk dijaminkan atau kartu kredit. Bagi Pendana, peer to peer lending ini merupakan alternatif yang sangat bagus untuk mengembangkan dana dan investasi. Apalagi, jika kamu memiliki dana lebih yang ingin dikembangkan, namun tidak tahu ke mana harus mengalokasikannya.

Modal awal dalam melakukan pendanaan di peer-to-peer lending, cenderung kecil. Bahkan ada yang mulai dari Rp100,000, seperti di KoinP2P dari KoinWorks.

Tak hanya itu, dengan mendanai pinjaman di P2P Lending, kamu juga bisa mempelajari fundamental investasi. Kenapa? karena P2P Lending memiliki prinsip dasar yang mirip. Di mana kamu pun harus melakukan analisa, terhadap pinjaman-pinjaman yang ingin kamu danai. 4. Kelebihan dan Kekurangan P2P Lending Bagi Peminjam Kelebihan P2P Bagi Peminjam Salah satu manfaat terbesar dari P2P Lending adalah suku bunga yang rendah dibandingkan dengan suku bunga yang ditetapkan oleh lembaga keuangan resmi, seperti bank.

Pinjaman dari P2P Lending dinilai memiliki suku bunga yang lebih rendah. Kelebihan lainnya yaitu proses pengajuan pinjamannya tidak seformal ketika mengajukan pinjaman di lembaga keuangan seperti bank. Prosesnya pun tidak terlalu kompleks dan jauh lebih cepat serta mudah.

Selain itu, kamu tidak membutuhkan syarat-syarat “berlebihan” yang harus dipenuhi agar pinjaman kamu disetujui. Nantinya, jika kamu memiliki reputasi yang buruk soal pinjaman keuangan, kamu bisa menjelaskan alasan di baliknya kenapa hal tersebut bisa terjadi.

{/INSERTKEYS}

Selain itu, kamu juga bisa mengajukan pinjaman untuk tujuan atau alasan apapun selama ada orang yang akan mengalokasikan uangnya. Terakhir, P2P Lending merupakan pinjaman tanpa p2p lending adalah yang artinya tidak memerlukan jaminan apapun. Kekurangan P2P Lending Bagi Peminjam Suku bunga pinjaman P2P Lending akan melonjak naik saat kelayakan kredit kamu jatuh. Saat kamu telat membayar, tagihan akan sangat signifikan.

Di mana jika kamu gagal membayar pinjaman kamu, jumlah yang harus dibayar nantinya bisa melejit tinggi. Pinjaman hanya cocok untuk jangka pendek, sebab semakin lama jangka waktu pinjaman, tagihan akan terus naik.

Ada kemungkinan bahwa kebutuhan dana pinjaman kamu bisa terpenuhi secara keseluruhan. Namun, tidak ada jaminan bahwa seluruh pengajuan pinjaman dana akan terpenuhi. Misalnya kamu membutuhkan pinjaman dana sebesar Rp150 juta. Jika hanya Rp75 juta saja yang terpenuhi, pengajuan pinjaman kamu berarti gagal dan dana yang sudah terkumpul akan dikembalikan ke para pendana.

5. Kelebihan dan Kekurangan P2P Lending Bagi Pendana Kelebihan P2P Lending Bagi Pendana P2P Lending sudah resmi diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016. Kemudian memberikan pinjaman sangat mudah dan cepat dengan P2P Lending, khususnya jika kamu memiliki dana lebih namun tidak tahu harus mengalokasikannya ke mana. Suku bunga pinjaman yang diterima juga memiliki nilai yang signifikan, sehingga lebih menguntungkan.

Serta, memberikan pinjaman melalui sistem P2P Lending ini akan memudahkan kamu untuk mendiversifikasi pendanaan, sehingga memperbesar kesempatan kamu untuk meraup keuntungan yang lebih besar. Kekurangan P2P Lending Bagi Pendana Jika kamu mengalokasikan uang melalui P2P Lending, kamu tidak bisa menarik uang yang kamu danai kapan pun kamu mau, tidak seperti menyetor uang ke bank. Lalu, ada kemungkinan bahwa si peminjam akan gagal dalam mengembalikan uang pinjamannya, sehingga dana yang kamu pinjamkan bisa lenyap.

Namun, hal ini sudah diatasi oleh mayoritas platform Peer to Peer Lending dengan jaminan yang diberikan kepada kamu sebagai pendana. Cara Terbaik Mendanai di Peer to Peer Lending Sama seperti ketika kamu melakukan investasi di saham, reksa dana dan lainnya. Tentu ada startegi atau cara-cara terbaik yang bisa dilakukan supaya dapat mendapatkan keuntungan maksimal. Nah, strategi tersebut juga ada lho ketika mendanai di peer-to-peer lending, apa saja? 1. Melakukan Diversifikasi Teknik ini umum, apapun bentuk investasinya.

Di Fintech Lending teknik ini juga umum digunakan, bahkan terbilang harus, sebab adanya sifat fleksibilitas yang dimiliki sistemnya dan ketersediaan peminjam yang banyak jumlahnya.

Misalnya di KoinWorks kamu bisa mulai mendanai dengan Rp 100.000, di mana p2p lending adalah bisa mengalokasikan daba, katakanlah sebesar Rp 2.000.000 dan diinvestasikan Rp 100.000 ke masing-masing 20 Pinjaman, atau sebesar Rp 200.000 ke masing-masing 10 Peminjam. Hal ini untuk memperkecil resiko yang mungkin terjadi jika peminjam gagal bayar, dan semakin sedikit default yang ada di portofolio kamu. Strategi investasi Fintech Lending Anda harus dimulai dengan diversifikasi, dengan berinvestasi ke sebanyak mungkin Peminjam.

2. Pahami Resiko Pendanaan Fintech Lending Sebagaimana setiap kali kamu berinvestasi, resiko itu sangat penting untuk dipahami. Semua jenis investasi memiliki porsi resiko masing-masing.

Jika kamu gagal menganalisanya secara menyeluruh maka bersiaplah untuk rugi. Di Fintech Lending pun seperti itu. Dengan investasi yang memiliki skema Pendana dan Peminjam, yang pertama kali yang harus diperhitungkan adalah kepada siapa kamu akan memberikan pinjaman. Kenali tujuan pendanaan kamu, lihat portofolionya, analisa tujuan peminjaman dananya, tinjau usahanya, dan bagaimana reputasinya.

Di KoinWorks, semua peminjam sudah disaring sedemikian rupa untuk meminimalisir segala resiko gagal bayar yang mungkin terjadi, bahkan sebelum peminjam tersebut muncul di dalam platform KoinWorks dan siap untuk didanai. Anda, tentu perlu, mengklasifikasikan peminjam mana yang menurut kamu kira-kira layak untuk diberikan pendanaan. Dari sekian banyak pinjaman yang telah disetujui untuk masuk di dalam platform KoinWorks, data yang kamu perlukan untuk menganalisa resiko pinjaman sudah p2p lending adalah, bahkan bisa kamu unduh dalam bentuk Factsheet berformat PDF.

3. Berinvestasi di Beragam Credit Scoring dan Suku Bunga Di KoinWorks terdapat lima Credit Scoring dari A hingga E di mana masing-masing skor terdapat skalanya masing-masing dari 1 hingga 5.

Yang tertinggi adalah A1 dan yang terendah adalah E5. Semakin tinggi Credit Scoring-nya maka semakin dianggap mampu untuk membayar pinjaman, dan semakin rendah maka sebaliknya. Di titik aman, misalnya A1, suku bunga yang dikenakan mulai dari 0,75%, sementara di E5 bisa mencapai 4%. Bagi kamu Pendana, berinvestasi di E5 akan memberikan keuntungan yang lebih besar namun memiliki resiko yang lebih tinggi pula.

Sementara di A1, dana kamu akan jauh lebih aman namun keuntungan akan lebih minim. Di sinilah gunanya kamu melakukan diversifikasi, seperti yang telah dijelaskan di poin 1, di mana kamu bisa beruji coba p2p lending adalah dana ke banyak peminjam sekaligus dengan credit scoring yang berbeda-beda.

KoinWorks juga akan memberikan Dana Proteksi dengan nilai yang berbeda-beda ke masing-masing credit scoring. Misalnya, dana kamu yang didanakan ke pinjaman dengan grade A akan mendapat ganti rugi 100% jika si peminjam gagal bayar.

Di grade E, dana investor hanya akan dikembalikan sebanyak 20%. Kamu bisa saja menyetarakan jumlah dana yang diinvestasikan ke masing-masing grade yang labanya lebih tinggi dan resikonya lebih rendah, atau labanya lebih rendah namun resiko lebih tinggi. Ini untuk menghasilkan variasi dalam laba investasi kamu dan mengatur resiko kerugian yang mungkin saja muncul jika peminjam gagal bayar. 4. Melakukan Riset Keunikan yang dimiliki oleh investasi dengan sistem Fintech Lending adalah transparansi yang luar biasa tinggi.

Sebagai Pendana baru, coba jawab pertanyaan berikut: • Berapa banyak yang harus diinvestasikan di Fintech Lending? • Apa tujuan saya berinvestasi dan jangka waktunya?

• Apakah saya merupakan investor konservatif atau agresif? • Pinjaman jenis apa dan grade pinjaman yang akan saya danai?

Ada banyak hal yang harus kamu riset sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Nah setelah itu analisa berapa besar yang bisa kamu investasikan dan di tipe pinjaman seperti apa. 5. Otomasi Pendanaan Anda KoinWorks memiliki fitur otomasi yang diberi nama fitur Auto-Purchase.

Dengan fitur ini kamu bisa menentukan jumlah pinjaman yang didanakan secara otomatis, pilih kriteria grade dari A hingga E, tujuan pinjaman, dan jangka waktu. Setelahnya dana kamu akan dialokasikan secara otomatis ke beragam peminjam sesuai pengaturan yang telah Anda buat sebelumnya.

6. Re-Invest Keuntungan yang Didapat Jangan buru-buru menarik keuntungan yang telah kamu dapat dari hasil investasi sebelumnya. Agar tetap mendapatkan keuntungan, bahkan lebih maksimal lagi, kamu perlu menginvestasikan lagi keuntungan yang telah didapat, sebar ke beragam peminjam.

Di KoinWorks, ketika kamu melakukan re-invest, keuntungan yang didapat akan semakin besar lagi karena bunganya akan lebih besar dari semula ketika pertama kali dana tersebut diinvestasikan. Alasan Mengapa Pendanaan P2P Lending Cocok Untuk Anak Muda 1.

Pengembalian yang Lebih Tinggi Bila kamu melakukan pendanaan online melalui KoinP2P dari KoinWorks, maka rata-rata tingkat suku bunga yang ditawarkan adalah mulai dari 18% per tahun. Tingkat suku bunga ini adalah jumlah yang signifikan dibandingkan dengan bunga yang ditawarkan oleh Bank Fixed Deposit (6% sampai 8%). Bandingkan dengan Deposito Berjangka atau Reksadana; tingkat pengembalian bisa sebanyak dua kali p2p lending adalah atau lebih. p2p lending adalah.

Adanya Pengembalian Setiap Bulan Tidak seperti pendanaan keuangan lainnya, di mana bunga dibayarkan setiap tiga bulan, setengah tahunan atau tahunan. Melalui P2P Lending kamu dapat menarik bunga setiap bulan untuk pinjaman kamu.

Dengan kata lain, keuntungan bunga yang kamu dapatkan kamu setiap bulan akan secara teratur masuk ke rekening. 3. Kepemilikan Fleksibel Tidak ada komitmen jangka panjang dengan P2P Lending. Kamu dapat memberikan pinjaman selama beberapa bulan atau dalam beberapa tahun.

Kamu dapat menyebarkan dana kamu melalui pinjaman dengan berbagai pilihan tenor seperti 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, dan sebagainya. Dengan mudah kamu dapat menarik uang yang telah didanai kapan pun kamu perlukan. 4.

Bisa Melakukan Diversifikasi Kita semua tahu bahwa diversifikasi penting untuk mengurangi risiko portofolio dan untuk menghasilkan keuntungan optimal menjadi lebih baik. Pinjaman P2P Lending menawarkan pilihan diversifikasi yang bagus. Dengan instrumen pendapatan p2p lending adalah, kamu bisa menambahkan pendanaan yang lebih menguntungkan, yaitu meminjamkan dan mendiversifikasi portofolio kamu; juga menciptakan diversifikasi terhadap pendanaan berisiko kamu seperti ekuitas.

Portofolio kamu dioptimalkan untuk risiko dan pengembalian. 5. Risiko Rendah Melalui pendanaan P2P Lending, risikonya jauh lebih rendah dan resiko yang ada juga apabila terjadi default. Default berarti peminjam tidak dapat melunasi pinjamannya. Tapi tentunya ada yang akan bertugas memastikan agar hal itu tidak terjadi. Pinjaman biasanya hanya akan ditawarkan kepada peminjam terverifikasi yang telah terpilih melalui berbagai pemeriksaan termasuk riwayat kredit dan verifikasi alamat fisik mereka.

Mulai Mendanai di Peer to Peer Lending Indonesia Melalui KoinP2P dari KoinWorks Apakah kamu sudah tertarik untuk menggunakan sistem ini? Bagus!

Nyatanya, banyak orang yang senang dan puas dengan pengalaman mereka menggunakan peer to peer lending. Jika kamu ingin menggunakan sistem ini, baik itu sebagai peminjam maupun pendana, kamu bisa mulai mendaftarkan diri di KoinWorks, Super Financial App. Di KoinWorks, terdapat beragam produk finansial dan pinjaman termasuk pendanaan peer-to-peer lending antara lain: KoinP2P: Produk P2P Lending, di mana kamu bisa mendanai UKM Indonesia dan mendapatkan imbal hasil efektif mulai dari 18% p.a.

KoinRobo: Pendanaan peer-to-peer lending sekaligus memberikan dampak sosial kepada UKM Indonesia dengan imbal hasil terprediksi hingga 13% p.a. KoinGold (Powered by IndoGold): Produk tabungan emas, di mana kamu bisa melakukan jual-beli emas digital dengan harga kompetitif mulai dari Rp1000.

KoinBond: KoinWorks sebagai mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam menyediakan akses pembelian Surat Berharga Negara secara Online (E-SBN) kepada masyarakat.

KoinBisnis: KoinWorks menyediakan akses pinjaman modal bisnis hingga Rp2 miliar, dengan bunga yang rendah yaitu mulai 0,75% per bulan melalui sistem peer-to-peer lending. KoinGaji: Solusi yang bisa digunakan perusahaan untuk memberikan solusi salary advance untuk karyawannya tanpa harus membebani arus kas perusahaan. Adapun di KoinP2P dari KoinWorks, p2p lending adalah bisa mendanai mulai dari Rp100.000.

Modalnya yang terjangkau, memungkinkan kamu untuk melakukan diversifikasi terhadap dana yang ingin kamu pinjaman. Biasanya kamu akan mendanai pinjaman, yang mayoritas datangnya dari UKM Indonesia.

Kamu bisa bebas p2p lending adalah pinjaman berdasarkan besaran imbal hasil dan grade yang sesuai preferensi.

Unduh aplikasi KoinWorks sekarang juga dan mulai kembangkan dana kamu melalui KoinP2P! Untuk cara kerja selengkapnya tentang KoinP2P bisa kamu temukan pada artikel di bawah, ya. Tertarik untuk mencoba peer to peer lending di Fintech Lending KoinWorks? Danai Sekarang Sebagai Super Financial App, KoinWorks menyediakan layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang ingin melakukan kegiatan finansial, baik dalam layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau produk finansial lainnya.

Melalui blog ini kami ingin memberikan tips jitu untuk mengembangkan keuangan pribadi dan bisnismu. Menu • Produk • Rekening Bisnis UKM • Investasi & Pendanaan • KoinP2P • KoinRobo • KoinGold • KoinBond • Pinjaman • KoinGaji • KoinPintar • Rewards • Cashback & Promo • Referral Program • Pengembangan • Blog • Media • Events • Ebook • Perusahaan • Tentang Kami • Hubungi Kami • Konsultan KoinWorks • Karir • Testimonial • Bantuan

P2P lending




2022 charcuterie-iller.com