Apa dampak yang ditimbulkan jika rasa persatuan dan kesatuan tidak terjalin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Jakarta - Persatuan dan kesatuan berakar dari kata-kata yang sama yaitu satu atau yang tidak terpecah-pecah. Persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan adalah hasil dari perkumpulan tersebut yang menjadi satu dan utuh.

Sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud? Apakah detikers dapat menjawabnya? Berikut adalah 14 dampaknya yang dikutip dari buku SUPER COMPLETE KELAS 4, 5, 6 SD/MI karya Meity Mudikawaty, Melli Meisawati, dan Ari Nurdiana: A.

Keluarga Keluarga adalah institusi pertama dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu keharmonisan dalam sebuah keluarga adalah hal yang sangat penting. Dalam setiap keluarga diperlukan adanya sikap saling menghormati satu sama lain agar terjadinya persatuan dan kesatuan dalam keluarga semakin kuat. Dampak jika tidak ada persatuan dan kesatuan dalam keluarga adalah sebagai berikut: 1.

Terjadinya pertengkaran di dalam keluarga. 2. Kerukunan di dalam keluarga akan berkurang. 3. Keakraban di dalam keluarga juga akan berkurang. B. Sekolah Persatuan dan kesatuan juga diperlukan dalam sekolah. Hal itu dikarenakan agar tercipta lingkungan yang harmonis saat kegiatan belajar dan mengajar. Berikut adalah dampak jika tidak ada persatuan dan kesatuan tidak terwujud di sekolah: 4. Sombong serta acuh atau tidak peduli terhadap kondisi teman. 5. Membeda-bedakan teman.

6. Mengolok-olok teman. 7. Terjadi tawuran. C. Masyarakat Persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting. Jika memiliki perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah normal dan tidak akan terjadi kekacauan jika memiliki persatuan dan kesatuan. Sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud https://www.detik.com/tag/persatuan di masyarakat, ini adalah jawabannya: 8. Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan dan kesedihan yang dialami dan dirasakan orang lain.

9. Kepentingan golongan maupun suku masing-masing adalah yang paling dipentingkan oleh masyarakat. 10.

Akan muncul pertikaian dan permusuhan antar warga masyarakat jika visi dan misi tidak sejalan. 11. Tidak adanya kerja sama yang terjalin antar warga masyarakat, padahal gotong royong sangat diprioritaskan dalam kehidupan bermasyarakat.

D. Negara Dalam kehidupan berwarganegara kesatuan dan persatuan adalah hal yang sangat penting. Jika tidak ada kesatuan dan persatuan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan menyebabkan perpecahan bangsa. Berikut adalah dampaknya: 12. Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernergara agar menciptakan tenggang rasa dan terjadinya kerukunan.

13. Perpecahan bangsa. Karena setiap individu merasa memiliki kepentingannya sendiri dan semakin tidak memedulikan kepentingan orang lain. 14. Melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa. Ketika rakyat tidak lagi bersatu dan bertikai serangan dari luar akan mudah masuk ke tanah air dan dapat berakibat buruk. Jadi jika diminta untuk sebutkan dampak yang terjadi apabila persatuan dan kesatuan tidak terwujud tidak perlu bingung lagi ya detikers! Persatuan dan Kesatuan bangsa merupakan salah satu faktor penting bagi bangsa Indonesia.

Persatuan dan Kesatuan sendiri akan melahirkan kerukunan yang nantinya akan berdampak positif baik bagi negara maupun masyarakatnya sendiri. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, maka jalan Disintegrasilah yang akan dituju suatu bangsa.

Berikut kakak jawab pertanyaan yang adik ajukan beserta pertanyaan terkait lainnya mengenai persatuan dan kesatuan. Sebutkan manfaat dan hikmah dari persatuan, kerukunan, dan kesatuan untuk membangun kerukunan dalam kehidupan sehari-hari! Berbagai dampak positif, manfaat, dan hikmah yang dapat diperoleh dari persatuan, kerukunan, dan persatuan, antara lain : 1.

Mencegah bangsa Indonesia dari Disintegrasi Nasional. 2. Meningkatkan keamanan Nasional. 3. Menumbuhkan lingkungan yang nyaman, tenang, serta aman. 4. Menunjang, membantu, serta mempercepat pertumbuhan negara. 5. Menumbuhkan perilaku toleransi serta sikap saling menghargai dan menghormati. 6. Meredam konflik-konflik berunsur SARA. 7. Mempermudah peningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. 8. Setiap orang dapat menjalankan hobi, kebutuhan, kepercayaan, dsb dengan baik. 9. Memperluas relasi pertemanan dan persaudaraan.

10. Mempermudah suatu bangsa untuk mencegah masalah di berbagai bidang baik dalam bidang pertahanan, ekonomi, agama, sosial budaya, dan politik. Sebutkan akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan!

Berbagai akibat dan dampak negatif tidak adanya persatuan dan kesatuan, antara lain : 1. Menjadikan bangsa Indonesia lebih mudah masuk dalam jurang Disintegrasi Nasional. 2. Melemahnya keamanan dan ketahanan nasional. 3. Lingkungan akan menjadi rusuh, mencekam, serta penuh huru-hara. 4. Menjadikan pertumbuhan suatu negara terhambat. 5. Perilaku toleransi tidak akan dapat tercipta. 6. Akan muncul banyak konflik berunsurkan SARA.

7. Menjadikan diri kekurangan pengetahuan dan wawasan. 8. Setiap orang tidak dapat menjalankan hobi, kebutuhan, maupun kepercayaanya dengan baik. 9. Mengurangi relasi pertemanan. 10.

Banyak masalah-masalah baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang akan sukar dicegah dan ditanggulangi. Tuliskan faktor dan hal-hal yang dapat mendorong/memperkuat dan menghambat/memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia!

Faktor yang mendorong/memperkuat persatuan dan kesatuan: Setidaknya ada 3 faktor yang paling mendasar dan utama yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Sumpah Pemuda, Pancasila, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika Faktor yang menghambat/memperlemah persatuan dan kesatuan: Uraian dan penjelasan faktor yang dapat menghambat persatuan dan kesatuan dapat dilihat di link brainly.co.id/tugas/9945475 1. Kebhinekaan/keberagaman pada masyarakat Indonesia.

2. Geografis Indonesia yang luas dan berbentuk kepulauan. 3. Munculnya gejala etnosentrisme 4. Melemahnya nilai budaya bangsa 5. Pembangunan yang tidak merata Sebutkan contoh sikap, peristiwa, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menumbuhkan dan memadamkan persatuan dan kesatuan bangsa! Perilaku yang menumbuhkan persatuan dan kesatuan 1. Berteman dengan siapa saja. 2. Bersikap dan berperilaku dengan penuh tenggang rasa dan toleransi. 3. Membantu teman yang kesusahan dalam konteks hal yang baik.

4. Menyumbangkan harta kita kepada orang-orang yang membutuhkan. 5. Gotong royong membersihkan rumah, lingkungan masyarakat, maupun sekolah. 6. Mentaati segala peraturan, adat istiadat, dan norma yang berlaku. 7. Melakukan musyawarah, rapat, kerja kelompok, dan sejenisnya. 8. Mengikuti Pemilu dan Pilkada. 9. Mengikuti upacara bendera setiap senin atau upacara bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

10. Bersikap merendah dan tidak sombong terhadap orang lain. Perilaku yang merusak persatuan dan kesatuan 1.

Bersikap sombong, apatis, dan tidak menghormati orang lain. 2. Tidak menjalankan peraturan, adat istiadat, dan norma yang berlaku dengan baik dan kesungguhan. 3. Melakukan diskriminasi maupun berperilaku SARA. 4. Tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti gotong royong, kerja bakti, Siskamling, Pemilu, rapat, dsb.

5. Memiliki sikap individualisme yang sangat tinggi. 6. Mementingkan dirinya sendiri / golongannya sendiri di atas orang lain yang lebih membutuhkan. 7. Melakukan pencurian, tindak asusila, bullying, berdusta, dan sejenisnya. 8. Ikut serta dalam aksi tawuran. 9. Aksi Kudeta. 10. Melakukan KKN Semoga jawaban kakak dapat membantu, apabila masih terdapat pertanyaan yang lain, jangan ragu ajukan pertanyaanmu di Brainly ya. Detail Tambahan Kelas : - Pelajaran : Ppkn Kategori : Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan NKRI Kata Kunci : Manfaat, Dampak Positif, Contoh Perilaku dan Sikap.

Kode : -
Bangsa Indonesia menjadi merdeka karena semangat persatuan dan kesatuan. Sebuah semangat yang dimiliki para pejuang tanpa senjata lengkap, namun berhasil mengalahkan para penjajah. Hal tersebut merupakan teladan bagi kita. Bahwa semangat persatuan dan kesatuan harus diteladani seluruh rakyat Apa dampak yang ditimbulkan jika rasa persatuan dan kesatuan tidak terjalin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mengisi kemerdekaan.

Keluarga adalah unit atau organisasi terkecil dalam masyarakat. Mengapa bisa disebut sebagai organisasi? Karena keluarga merupakan sekumpulan orang yang mempunyai struktur dan peran masing-masing dan juga mempunyai tujuan tertentu. Meskipun tujuan tersebut tidak pernah dituliskan secara rinci.

Oleh karena itu semangat persatuan juga harus ada dalam keluarga yang merupakan wujud nilai-nilai luhur Pancasila sila ketiga, Persatuan Indonesia. Fungsi dan Peran Keluarga dalam Masyarakat Sebagai unit atau organisasi terkecil dalam masyarakat dan negara, fungsi dan peran keluarga sangatlah penting. Kepentingannya bahkan mencakup kepentingan untuk mencapai tujuan negara itu sendiri.

Peranan keluarga mencakup peranan yang dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga. Misalnya peran ayah dalam keluarga sebagai kepala keluarga (ayah / bapak) mempunyai tugas / tanggungjawab dan wewenang yang berbeda dengan ibu. Begitu pula perang anggota keluarga lain, seperti anak, yang terbagi lagi menjadi kakak, atau adik, anak bungsu, anak sulung, anak tunggal, dan sebagainya.

Sedangkan fungsi keluarga secara umum dapat diuraikan sebagai berikut: • Fungsi pendidikan, di mana keluarga berfungsi mendidik anak sejak dari usia dini, termasuk menyekolahkannya sampai jenjang tertentu.

Semua ilmu yang di dapat, dapat diterapkan dengan baik apabila dimulai dari rumah / keluarga. • Fungsi sosialisasi, di mana keluarga;lah yang mempersiapkan anak untuk dapat bergaul dengan lingkungan luarnya, seperti teman dan tetangga.

Termasuk mempersiapkan anggota keluarga menjadi anggota masyarakat yang baik.

Setelah dari keluarga barulah lingkungan sekolah. • Fungsi perlindungan, di mana keluarga dan rumah mempunyai fungsi melindungi keluarga secara fisik maupun secara emosional / psikis. Dengan perlindungan keluarga yang cukup, setiap anggota keluarga akan tumbuh menjadi masyarakat yang baik bertanggungjawab dan percaya diri.

• Fungsi komunikasi di mana keluarga tempat anak dan semua anggota keluarga pertama kali belajar berkomunikasi belajar menghargai perasaan orang lain dan belajar menumbuhkan keharmonisan dengan persatuan.

• Fungsi agama, di mana keluarga yang pertama kali mengajarkan Ketuhanan Yang Maha Esa terhadap seluruh anggota keluarganya. Sementara setiap anak yang dilahirkan adalah bersih, dan keluarganya yang menentukan bagaimana spiritualnya di masa yang akan datang. Dalam keluarga, fungsi keluarga bisa dimulai dengan memberi teladan dalam beribadah.

• Fungsi ekonomi, di mana keluarga pertama kali yang mencerminkan nilai-nilai ekonomi diterapkan. Misalnya bagaimana kepala keluarga mencari nafkah untuk seluruh kebutuhan keluarga. Bagaimana ibu mengatur keuangan keluarga.

Dan bagaimana keluarga memprioritaskan pengeluaran berdasarkan kebutuhan yang mendesak atau primer terlebih dahulu. • Fungsi rekreatif, di mana keluarga menjadi tempat seluruh angota keluarga kembali ketika seharian beraktivitas di luar rumah. Keluarga seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarganya.

• Fungsi biologis di mana keluarga merupakan tempat di mana sebuah generasi diteruskan oleh generasi berikutnya dengan proses kelahiran individu baru.

• Fungsi Kasih Sayang, di mana seharusnya keluarga mengajarkan dan meberikan kasih sayang di antara sesama anggotanya. Kasih sayang antara orangtua degan anak, anak dengan orangtua, kakak dengan adik, dan sebaliknya.

Keluarga yang tumbuh dengan kasih sayang, maka akan memberikan kasih sayang pula terhadap lingkungannya. Artikel terkait : • Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian – Cara Menjaga Nama Baik Keluarga beserta Peran Orang Tua Persatuan dalam Lingkungan Keluarga Mengingat peran dan fungsi apa dampak yang ditimbulkan jika rasa persatuan dan kesatuan tidak terjalin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah disebutkan di atas, maka peran dan fungsi keluarga sangatlah penting bagi masyarakat.

Keluarga yang baik akan membentuk masyarakat yang baik. Masyarakat yang baik akan mewujudkan kesejahteraan seluruh negara. Salah satu cara mewujudkan peran dan fungsi keluarga ya ng cukup banyak adalah dengan persatuan di lingkungan keluarga. sebab tanpa persatuan, tidak akan ada fungsi kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi rekreasi dan berbagai fungsi lain dalam keluarga.

Terbayang bukan, keluarga yang tidak bersatu, terjadi pertengkaran? Tidak mungkin di dalamnya akan ada kasih sayang. Tidak mungkin ada rasa menyenangkan dan fungsi rekreatif dalam keluarga tersebut.

Dan tidak mungkin fungsi pendidikan memainkan perannya. Cermin persatuan dalam keluarga adalah hidup rukun. Hidup rukun artinya hidup saling menyayangi, saling menghormati, dan saling menghargai sesama manusia, fungsi toleransi dalam kehidupan, dalam hal ini sesama anggota keluarga. Dengan hidup rukun persatuan akan terjalin baik.

Hidup rukun menandakan hidup yang terhindar dari rasa saling permusuhan, sehingga keluarga menjadi harmonis. Persatuan sendiri mempunyai arti satu atau tidak terpecah belah, tidak saling berdiri sendiri meskipun jarak memisahkan.

Kesatuan menandakan keanekaragaman yang unik, namun mau menjadi satu dan hidup saling menjaga. Keanekaragaman dalam keluarga, biasanya berupa keanekaragaman karakter, sifat, pandangan hidup, kemampuan dan ketrampilan. Namun, apabila bersatu semua perbedaan tersebut akan menghasilkan anggota keluarga yang tangguh. Sekarang ini, persatuan dalam keluarga mulai banyak tergoyahkan karena beberapa sebab. Terutama faktor lingkungan di luar keluarga yang mempunyai pengaruh sangat besar.

Tiga hal yang menajdi penyebab goyahnya persatuan dalam keluarga secara umum, sebagai berikut: • Orangtua sibuk dengan kegiatannya sendiri dalam mencari nafkah dan kegiatan sosialnya. Sehingga waktu yang digunakan bersama semakin berkurang.

Persatuan dapat goyah karena hal ini, terutama bagi anak yang masih sangat membutuhkan bimbingan orangtua. • Gaya hidup modern dengan gadget dan internet telah mengambil alih hampir semua kegiatan dalam rumah.

Akibat dari sikap kurang menerapkan persatuan di lingkungan keluarga dalam interaksi antar sesama anggota keluarga semakin berkurang. Bahkan ketika di meja makan yang seharusnya menjadi waktu kebersamaan tiap anggota keluarga sibuk dengan gadgetnya masing-masing. • Masuknya nilai-nilai lain di luar keluarga, ynag diyakini salah satu anggota keluarga. Misalnya, remaja akan lebih senang dengan teman sebaya atau peer groupnya, sehingga menganggap keluarga adalah halangan bagi mereka.

Bagaimana bentuk keluarga yang mempunyai persatuan kokoh? Secara definisi dapat dikatakan persatuan keluarga akan membuat fungsi keluarga dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

Namun, bila dilihat dalam kehidupan sehari-hari, akan telihat dari kegiatan dan tingkah laku anggota keluarga yang bersatu. Beberapa contoh kegiatan keluarga yang mencerminkan kerukunan dan persatuan, antara lain : • Kegiatan bersama-sama membersihkan rumah dan lingkungannya • Saling membantu dalam menyelesaikan tugas dan peran di rumah misalnya kakak membantu adik mengerjakan PR, kakak mengajak adik bermain sepeda, adik menyayangi kakak, dan sebagainya.

• Kakak atau adik dapat membantu ibu memasak di dapur misalnya mencuci piring atau mencuci sayuran yang akan dimasak. • Kakak atau adik membantu ayah yang mengecat dinding rumah, agar pekerjaan ayah cepat selesai dan rapi. Dengan demikian membantu ayah juga agar tidka terlalu lelah. • Bergotongroyong merapikan taman dengan membersihkan rumput dan gulma, menanam bunga, dan menyapu halaman.

Persatuan di lingkungan keluarga menjadi hal yang sangat penting. Terutama di era globalisasi dengan tingkat penerimaan informasi yang sangat tinggi saat ini. Diharapkan persatuan di lingkungan keluarga akan mencegah semua individu anggota keluarga dari dampak negatifnya.

Karena, keluarga merupakan benteng pertahanan utama dalam menghadapi segala tantangan zaman. Akibat dari sikap kurang menerapkan persatuan di lingkungan keluarga, antara lain: • Melakukan Kegiatan dengan Terpaksa Apabila persatuan keluarga tidak diterapkan sejak dini, ketika anggota keluarga masih muda maka kegiatan yang dilakukan dengan terpaksa.

Misalnya membantu orangtua dengan terpaksa menjaga adik dengan terpaksa, dan akhirnya sikap emosi akan terlihat dalam kegiatan tersebut. • Pertengkaran Pertengkaran antar anggota keluarga, misalnya antar kakak dan adik, antar orang tua dan anak, antar ayah dan ibu akan sering terjadi apabila tidak ada persatuan dalam keluarga.

Pertengkaran antar anak karena biasanya saling mengejek dan tidak menghargai. Pertengkaran apa dampak yang ditimbulkan jika rasa persatuan dan kesatuan tidak terjalin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara orangtua karena anak tidak mau mendengarkan nasehat orangtua.

Setiap anggota keluarga individu yang unik, maka harus membina kerukunan agar pertengkaran tidak terjadi. • Tidak Peduli Seharusnya, dalam sebuah keluarga ada sikap saling peduli sehingga tumbuh saling menyayangi.

dalam keluarga yang tidak menerapkan peraturan, masing-masing anggotanya hidup masing-masing. Terkadang mereka hanya saing menyapa sebagai basa basi. Orangtua tidak tahu kegiatan anaknya begitu pula sebaliknya. • Perceraian Perceraian pertama kali disebabkan oleh tidak adanya persatuan antar kedua orangtua. Namun, biasanya perceraian akan diikuti dengan rasa benci, marah, dan kecewa.

Akibatnya, persatuan dalam keluarga semakin hancur. Yang bercerai tidak lagi hanya kedua orangtua tetapi juga orangtua dengan anak, dan antar anak. • Pergaulan Bebas Karena sikap peduli sudah tidak ada lagi ketika tidak diterapkannya persatuan dalam keluarga, sudah tidak ada lagi kontrol sosial sesama anggota. Akibatnya, pergaulan bebas tidak dapat dihindari. Ini diperparah dengan makin maraknya pergaulan bebas yang tersiar melalui dunia digital yang tanpa terkendalia. • Kekerasan dalam Rumah Tangga Dewasa ini kekerasan dalam rumah tangga meningkat drastis.

Padahal yang dilaporkan hanya sebagian kecil. Seperti fenomena gunung es, maka angka sebenarnya lebih banyak lagi. Kekerasan ini terjadi karena fungsi keluarga tidak berjalan diiringi tidak adanya persatuan. Seharusnya bila salah satu fungsi keluarga belum terpenuhi, misalnya fungsi ekonomijika ada persatuan maka masalahnya dapat diatasi.

• Penyalahgunaan Narkoba Tidak adanya persatuan dalam keluarga yang mengakibatkan pada ketidakpedulian membuat anggota keluarga mencari alternatif lain. Mereka akan mudah dipengaruhi oleh orang lain (teman sebaya kalau remaja) dan mudah terjerumus hal negatif. Salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba, padahal bahaya narkoba bagi generasi muda sangat jelas. Dengan narkoba, pemakai merasa mendapatkan hal-hal yang tidak mereka dapatkan di lingkungan keluarga.

• Stres Stress yang merupakan gangguan kejiwaan sebenarnya menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan narkoba dan lain-lain. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan dan rekreatif apa dampak yang ditimbulkan jika rasa persatuan dan kesatuan tidak terjalin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebaliknya akibat dari sikap kurang menerapkan persatuan tidak diterapkan.

Maka, individu akan mencari jalan keluar lain yang negatif. Bahkan ada beberapa kasus, masalah dalam keluarga menjadi penyebab bunuh diri. Anggota keluarga adalah orang-orang yang seharusnya dekat dengan kita.

Maka mulai saat ini, kita seharusnya memperbaiki hubungan dengan keluarga dan memperbaiki penerapan persatuan dalam keluarga hingga menjadi lebih baik. Demikian artikel ini. Semoga bermanfaat. KOMPAS.com - Persatuan dan kesatuan menjadi hal penting untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman yang ada di Indonesia.

Dalam buku Pengantar Ringkas Sosiologi: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial (2020) karya Elly M. Setiadi, proses pembentukan persatuan dan kesatuan di Indonesia tidak lepas adanya penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Negara lain mudah menginvasi Indonesia karena lemahnya persatuan dan kesatuan antarsuku bangsa. Hal tersebut kemudian memunculkan kesadaran bahwa persatuan dan kesatuan menjadi sarana untuk memperkokoh kekuatan bangsa.

Maka muncul pergerakan nasuonak sebagai perwujudan perlawanan terhadap penjajah. Tidak adanya persatuan dan kesatuan akan berdampak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Baca juga: Contoh Perilaku yang Mencerminkan Rasa Persatuan dan Kesatuan Dampaknya, kehidupan berbangsan dan bernegara adalah kondisi negara yang terombang-ambil, bahkan bisa terpecah belah. Dampa lebih luas tidak adanya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah: Perpecahan bangsa Salah satu dampak tidak adanya persatuan dan kesatuan yaitu perpecahan bangsa.

Jika rakyat Indonesia tidak bersatu untuk melawan penjajah, mungkin tidak akan terwujud kemerdekaan Indonesia seperti yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Karena setiap individu atau kelompok merasa memiliki kepentingan sendiri dan tidak memedulikan kepentingan orang lain.

Jika itu tidak diantisipasi, tidak heran bangsa menjadi pecah. Melemahnya pertahanan dan keamanan Tidak adanya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga akan berdampak pada melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa. Ketika rakyat tidak lagi bersatu malah bertikai sendiri, maka serangan dari luar akan mudah masuk.

Mereka tidak hanya masuk, tapi juga akan memengaruhi rakyat. Baca juga: Faktor Pendorong dan Penghambat Persatuan dan Kesatuan Terjadi konflik antar kelompok Tidak adanya persatuan dan kesatuan juga menyebabkan konflik antarkeompok.

Merea akan lebih mementingkan golongan sendiri atau suku masing-masing. Sebagai warga negara harus menjaga dan mengamalkan sikap persatuan dan kesatuan di mana pun.

Adanya persatuan dan kesatuan menjadi alat memperkokoh keamanan dan ketahanan negara dari ancaman baik dalam maupun luar negeri.
Dampak persatuan dan kesatuan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dapat kita rasakan sehari-hari, baik di rumah, sekolah dan masyarakat. Dengan persatuan dan kesatuan maka kehidupan sehari-hari menjadi teratur mengikut peraturan, norma dan perundang-undangan yang berlaku.

Apa yang dimaksud dengan persatuan dan kesatuan bangsa? Persatuan secara sederhana berarti gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagainya) dari beberapa bagian menjadi sesuatu yang utuh. Atau dengan kata lain, persatuan itu berkonotasi disatukannya bermacam-macam corak yang beragam ke dalam suatu kebulatan yang utuh. Baca Juga: Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Persatuan bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang menghuni wilayah Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Dengan demikian, persatuan bangsa mengandung pengertian persatuan bangsa Indonesia yang menghuni wilayah nusantara. Melalui persatuan bangsa akan melahirkan kesatuan bangsa, yakni suatu kondisi yang utuh yang memperlihatkan adanya keamanan, kesentosaan dan kejayaan. Sehingga manakala kesatuan bangsa tercipta, maka kehidupan bangsa akan aman, sentosa dan jaya. Konsep kesatuan yang kita anut meliputi aspek alamiah (konsep kewilayahan) dan aspek sosial (poleksosbudhankam).

Kesatuan wilayah meliputi darat, laut, dan udara. Kebulatan ini sesuai dengan politik kewilayahan yang kita anut, yakni Wawasan Nusantara. Berdasarkan konsep Wawasan Nusantara, negara kita merupakan : • negara kepulauan; • konsep utamanya adalah manunggalnya wilayah laut darat dengan wilayah laut; • sehingga pengertian negara kepulauan itu adalah merupakan suatu wilayah wilayah lautan yang ditaburi pulau-pulau besar dan kecil; • laut atau perairan merupakan wilayah pokok, bukan merupakan pelengkap; • laut merupakan bagian ysng tidak terpisahkan dari daratan, bukan pemisah daratan pulau yang satu dengan yang lainnya.

Bagaimana dampak positif pengamalan nilai persatuan dan kesatuan bangsa? Dampak positif semangat persatuan dan kesatuan dapat menghasilkan jiwa gotong royong yang dapat menyelesaikan permasalahan secara bersama. Bangsa Indonesia yang secara sadar ingin bersatu agar hidup kokoh sebagai bangsa yang berdaulat, memiliki faktor-faktor integratif bangsa sebagai perekat persatuan, yaitu: • Pancasila. • UUD 1945, • Sang Saka Merah Putih. • Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, • Bahasa Indonesia, dan • Sumpah Pemuda Bagaiman contoh-contoh penerapan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan dalam berbangsa bernegara?

Berikut contohnya: Dampak Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Keluarga Kita tentu akan merasa nyaman tinggal di rumah yang anggota keluarganya rukun. Menjalani kehidupan dengan tenang, damai, dan nyaman merupakan manfaat persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga yaitu rumah. Ada banyak sikap maupun tindakan yang dapat kita lakukan dalam menerapkan persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga atau rumah contohnya: a.

Bekerja sama membersihkan lingkungan rumah b. Menghormati anggota keluarga c. Menolong adik mengerjakan PR d. Berbakti pada orangtua e. Gotong royong menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Dampak Persatuan dan Kesatuan di Sekolah Penerapan nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bersama di sekolah juga berdampak positif seperti contoh berikut ini: a. Mengerjakan tugas-tugas dari Tutor bersama teman-teman tanpa membedakan suku, budaya maupun agama.

Dampak positifnya warga belajar akan saling bertukar pikiran, saling membantu memberikan pemahaman, sehingga memperoleh pengetahuan, dan tugas dapat diselesaikan dengan baik.

b. Saling menghargai dan menghormati. Dampak dari sikap saling menghargai dan menghormati dari Warga belajar maupun Tutor di satuan pendidikan, adalah terciptanya suasana belajar yang tertib, teratur, dan menyenangkan. c. Menghargai pendapat teman. Perbedaan pendapat selalu ada dalam kehidupan bersama. Sikap menghargai pendapat orang lain atau teman, akan berdampak positif yaitu terwujudnya suasana yang rukun, damai, tidak ada perselisihan. d. Gotong royong membersihkan tempat belajar bersama.

Menjaga kebersihan tempat belajar yang dilakukan secara gotong royong akan menghasilkan ruangan yang bersih, rapi dan nyaman untuk belajar. e. Semangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Warga belajar yang saling memberikan semangat dalam mengikuti pembelajaran, akan berdampak positif yaitu kesuksesan dalam belajar Dampak Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Persatuan dapat membuat Bangsa Indonesia menjadi kuat sehingga tidak mudah mendapat gangguan.

Beberapa contoh sikap persatuan yang dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sebagai berikut: a. Saling menghormati dan menghargai antarwarga masyarakat b. Memiliki rasa persatuan meski berbeda agama, suku dan budaya c. Melestarikan budaya dari daerah lain d. Memiliki rasa toleransi antarwarga e. Menghargai dan mendukung pemimpin negara yang terpilih secara demokratis sesuai aturan yang berlaku Berikut ini 10 manfaat pelaksanaan nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa bernegara yaitu: a.

Meningkatkan semangat kekeluargaan b. Meningkatkan semangat gotong royong c. Musyawarah dapat berjalan dengan baik d. Budaya tegur sapa dapat ditingkatkan e.

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat f.

Memberikan pendidikan yang layak g. Membuka peluang kerja h. Mempermudah peningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan i. Meningkatkan keamanan Nasional j. Menumbuhkan perilaku toleransi serta sikap saling menghargai dan menghormati. Tentu masih banyak manfaat pelaksanaan nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa bernegara, Anda dapat menemukan di lingkungan sekitar.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah senjata paling ampuh bagi Bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.

Untuk mewujudkannya setiap warga negara harus berpegang pada prinsip persatuan dan kesatuan. Nilai atau prinsip persatuan dan kesatuan tersebut adalah “Bhinneka Tunggal Ika” walaupun berbeda-beda namun merupakan satu kesatuan. Sila kelima Pancasila adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sila kelima Pancasila disimbolkan dengan padi dan kapas Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.

Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tidak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Cinta Tanah Air dan Bangsa. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN /PERWAKILAN Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. Bersikap adil.

Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain.

Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersifat boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Suka bekerja keras.

Menghargai hasil karya orang lain. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Pos terkait • Karakter Bangsa Indonesia beserta Contohnya, Begini Penjelasannya • Dampak Positif Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan dalam Berbangsa dan Bernegara • Menyusun Sistematika Penulisan Laporan Hasil Observasi • Konsep Menyiapkan Pemimpin Masa Depan • Tiga Dampak Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Bermasyarakat • Dalam Laporan Pengamatan Harus Ada Apa Saja?

Ini Jawabnya
Persatuan dan kesatuan sudah seharusnya dijaga dan dipertahankan demi keberlanjutan pembangunan bangsa. Persatuan dan kesatuan sangat penting di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.

Indonesia adalah sebuah bangsa yang kaya akan ras, suku, dan budaya. Indonesia memiliki konteks persatuan bangsa. Persatuan memiliki makna bahwa apa pun budaya, ras, dan sukunya tidak ada yang dapat memisahkan dan menggoyahkan persatuan yang telah terjalin.

Persatuan dan kesatuan memiliki arti utuh atau tidak terpecah-belah. Persatuan dan kesatuan memiliki makna “bersatunya berbagai macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi”. Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dapat diartikan sebagai persatuan bangsa / negara yang menduduki wilayah Indonesia. Beberapa sebab dan akibat yang dapat ditimbulkan karena tidak adanya persatuan dan kesatuan A.

Di lingkungan keluarga Sebagai sebuah keluarga tentu persatuan adalah hal utama yang perlu diunggulkan beserta dengan keharmonisan. Setiap anggota keluarga dapat menghormati dan menghargai satu sama lain adalah yang terbaik dan menjadikan kesatuan keluarga semakin kuat. Jika dari lingkup keluarga saja sudah terpecah-belah, akibatnya sebagai berikut. • Terjadi pertengkaran di dalam keluarga.

Apabila anggota keluarga selalu bertengkar dan tidak rukun, persatuan di dalam keluarga tidak akan terjadi. Setiap anggota keluarga harus rela mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan keluarga.

Pertengkaran yang terjadi di dalam sebuah keluarga karena adanya unsur keegoisan dan tidak mau mengalah satu sama lain. • Kurangnya kerukunan di dalam keluarga.

Sebuah keluarga seharusnya memiliki tujuan yang sama untuk diperjuangkan dan dicapai bersama. Ketika satu dengan lainnya memiliki perbedaan, maka ketidakrukunan bisa terjadi secara otomatis. • Kurangnya keakraban di dalam keluarga. Keakraban dalam keluarga sangat penting. Keakraban keluarga dapat menunjang persatuan dan kesatuan dalam keluarga. Ketidakakraban biasanya disebabkan karena kurangnya komunikasi antaranggota keluarga.

Selain itu, pertengkaran yang selalu terjadi dalam sebuah keluarga juga menjadi penyebab kurangnya keakraban dalam keluarga.

B. Di lingkungan sekolah Setelah dari lingkungan keluarga atau rumah, penerapan dari persatuan dan kesatuan juga diperlukan di lingkungan sekolah. Penerapan sikap tersebut sangat penting pada setiap aktivitas yang dilakukan di area sekolah. Ada sejumlah akibat yang timbul dari tidak adanya persatuan. • Sombong dan tidak peduli dengan sesama teman. Rasa sombong timbul karena adanya rasa bangga pada diri sendiri yang berlebihan.

Rasa sombong dapat membuat kita terpisah dari teman di kelas. Rasa sombong juga membuat hubungan dengan teman sekolah menjadi renggang. Selain itu, rasa sombong juga dapat menjadikan kita orang yang tidak peduli terhadap sesama teman. Rasa sombong dan sikap tidak peduli menyebabkan tidak adanya persatuan dan kesatuan di kelas dan lingkungan sekolah.

• Membeda-bedakan teman, Persatuan berarti tidak membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Tanpa adanya rasa persatuan dan kesatuan, seorang peserta didik dapat memilih-milih teman berdasarkan agama, suku, maupun ras. Hal ini bukan merupakan sikap terpuji dan justru bertentangan dengan Pancasila sila ke-3. • Mengolok-olok teman. Mengolok-olok atau mengejek teman merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

mengolok-olok akan melukai perasaan dan hati teman sekolah. Mengolok-olok teman menandakan tidak adanya rasa persatuan dankesatuan yang tecermin dari seorang peserta didik. • Terjadi tawuran. Tawuran biasanya berawal dari mengolok-olok teman. Akibat dari olokolok berlanjut menjadi pertikaian fisik. Pertikaian fisik menjadi semakin serius dan dapat membuat orang lain turut merasa terluka. Tawuran dapat terjadi antarsekolah. Tawuran menandakan tidak adanya persatuan dan kesatuan.

C. Di lingkungan masyarakat Masyarakat adalah lingkup yang lebih luas untuk mempraktikkan Perbedaan kepentingan dan pendapat akan menjadi masalah besar ketika setiap orang tidak memiliki sikap persatuan.

Ada beberapa akibat yang akan terjadi dalam masyarakat bila setiap warganya tidak memiliki semangat persatuan. • Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain • Kepentingan golongan maupun suku masing-masing lebih diutamakan dalam masyarakat • Tidak adanya kerja sama yang terjalin antarwarga masyarakat D.

Di lingkup negara Pengikat suatu negara untuk tetap kokoh dan teguh adalah semangat persatuan. Landasan serta arah perjuangan Indonesia adalah UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Pancasila. Apabila tidak terdapat persatuan dan kesatuan dalam negara, ada beberapa akibat yang timbul. • Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam bermasyarakat. Kehidupan sosial atau bermasyarakat membutuhkan banyak hal untuk dijalani dan dipatuhi.

Misalnya, harus adanya saling toleransi dan tenggang rasa agar hubungan antarwarga masyarakat dapat dipertahankan dengan baik. Namun, tanpa adanya rasa persatuan, tenggang rasa dan toleransi mustahil dapat bertahan.

• Perpecahan bangsa. Karena setiap individu merasa memiliki kepentingannya sendiri dan semakin tidak memedulikan kepentingan orang lain, maka dapat menimbulkan perpecahan bangsa.

Setiap individu pasti memiliki kepentingannya sendiri. Akan tetapi, kita tidak boleh hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Kita juga harus memedulikan kepentingan orang lain. Apabila kita tidak memedulikan kepentingan orang lain, maka dapat menimbulkan perpecahan bangsa. • Melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa. Salah satu penyebab melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa karena rakyat yang tidak bersatu.

Ketika rakyat tidak lagi bersatu, serangan dari luar akan dengan mudah masuk ke tanah air. Serangan dari luar juga dapat memberikan pengaruh buruk bagi masyarakat. Ayo Berlatih 1. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang kaya akan ras, suku, dan budaya memiliki konteks persatuan bangsa. Jelaskan makna persatuan tersebut. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang kaya akan ras, suku, dan budaya memiliki konteks persatuan bangsa dimana persatuan ini memiliki makna bahwa apapun budaya, ras, dan sukunya tidak ada yang dapat memisahkan dan menggoyahkan persatuan yang telah terjalin.

2. Sebutkan akibat yang akan timbul apabila tidak mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam lingkungan keluarga. Berikut akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga : Terjadi pertengkaran di dalam keluarga, Kurangnya kerukunan di dalam keluarga, dan Kurangnya keakraban di dalam keluarga.

3. Sebutkan akibat yang akan timbul apabila tidak mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam lingkungan sekolah. Berikut akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah :Sombong dan tidak peduli dengan sesama teman, Membeda-bedakan teman, Mengolok-olok teman, dan Terjadi tawuran 4. Sebutkan akibat yang akan timbul apabila tidak mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam lingkungan masyarakat.

Berikut akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat : Tidak adanya kepedulian terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain dan Kepentingan golongan maupun suku masing-masing lebih diutamakan oleh masyarakat. Serta tidak adanya kerja sama yang terjalin antarwarga masyarakat 5. Sebutkan akibat yang akan timbul apabila tidak mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam lingkup negara.

Berikut akibat tidak adanya persatuan dan kesatuan di lingkungan negara : Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam bermasyarakat, Perpecahan bangsa, dan Melemahnya pertahanan dan keamanan bangsa. Di dalam khidupan sehari-hari, tentu persatuan dan kesatuan sangat dibutuhkan, baik itu di keluarga, sekolah, masyarakat dan negara. Dalam proses mencapai sebuah tujuan, persatuan sangatlah penting.

Indonesia sebagai sebuah bangsa yang kaya akan ras, suku dan budaya memiliki konteks persatuan bangsa di mana persatuan ini memiliki makna bahwa apapun budaya, ras dan suku kita, tidak ada yang dapat memisahkan dan menggoyahkan persatuan kita.

Soal TO Pkn kelas 6 Part 1




2022 charcuterie-iller.com