Distensi abdomen adalah

distensi abdomen adalah

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala. Tag ini diberikan pada Oktober 2016. Distensi abdomen ICD- 10 R14, R19.0 ICD- 9 787.3, 789.3 DiseasesDB 30819 Distensi abdomen adalah istilah medis yang menggambarkan kejadian yang terjadi ketika ada zat (gas atau cairan) menumpuk di dalam perut yang menyebapkan abdomen atau pinggang mengembung melebihi ukuran normal.

[1] Kejadian ini biasanya merupakan gejala dari suatu penyakit atau adanya pengurangan fungsi anggota tubuh. Orang yang mengalami kondisi ini sering menggambarkannya sebagai "merasa kembung." Penderita sering mengalami sensasi kenyang, tekanan perut dan mungkin mual, rasa sakit atau kram.

Dalam kasus yang paling ekstrem, tekanan ke atas pada diaphram dan paru-paru juga bisa menyebabkan sesak napas. Melalui berbagai penyebab, kembung paling sering disebabkan oleh penumpukan gas di dalam perut, usus kecil atau usus besar. Kondisi ini bisa dikurangi dengan bersendawa atau buang angin.

Referensi [ sunting - sunting distensi abdomen adalah ] • ^ Intestinal gas, belching, bloating and flatulence MedicineNet. 2010-01-27 Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • PediaBook.com Diarsipkan 2011-08-15 di Wayback Machine. at PediaBook.com Encyclopedia • Overview at University of Maryland Medical Center • MedlinePlus/NIH - Abdominal bloating • MedlinePlus/NIH - Abdomen - swollen • Halaman ini terakhir diubah pada 21 Maret 2021, pukul 18.56.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

distensi abdomen adalah

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Pengertian (Definisi) Distensi Abdomen Distensi abdomen sendiri sebenarnya terdiri dari dua kata, yaitu distensi yang memiliki arti penggelembungan atau pembengkakan, sedangkan abdomen meiliki arti perut.

Secara istilah Distensi abdomen merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengegelembungan atau pembengkakan perut. Distensi dapat disebabkan oleh udara (gas) atau pengumpulan cairan. Adanya penumpukan dalam perut menyebabkan ekspansi keluar dari perut dan pinggang di luar ukuran yang wajar. Walau pun Distensi abdomen bukan penyakit itu sendiri, akan tetapi hal ini merupakan gejala atau indikator dari penyakit lain seperti sirosis, gagal jantung, anemia atau terlalu banyak cairan.

Penyebab Distensi abdomen Secara umum, yang menjadi penyebab terjadinya distensi abdomen adalah gas atau udara, sembelit Penyebab umum dari distensi abdomen biasanya gas, gangguan perut Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan sembelit. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh adanya fibroid, asites atau perdarahan intra-abdominal.Meski jarang terjadi, adanya kista, tumor dan neoplasma juga dapat menyebabkan Distensi Abdomen.

Distensi abdomen bisa saja disebabkan oleh banyak hal tersebut. Akan tetapi secara umum kondisi ini dapat disebabkan karena makan berlebihan atau terlalu banyak menelan udara atau aerophagia. Irritable Bowel Syndrome (IBS), sembelit, dispepsia dan diabetes semuanya dapat menyebabkan distensi abdomen. Distensi abdomen juga distensi abdomen adalah pada pada seseorang yang memiliki intoleransi laktosa, keracunan makanan bakteri, infeksi parasit seperti giardia, bakteri helicobacter pylori seperti (H.

pylori), penyakit celiac atau tukak lambung. Selain beberapa hal di atas, Distensi abdomen juga disebabkan oleh obstruksi usus mekanik dan non-mekanis. Penghalang mekanik usus bisa disebabkan tumor atau neoplasma, hematoma atau benda asing. Penghalang non-mekanik usus bisa disebabkan trombosis, pankreatitis, tukak lambung atau peritonitis bilier. Distensi abdomen karena terlalu banyak cairan secara umum disebabkan oleh sirosis atau gagal jantung kongestif.

Hal ini bisa saja karena penderita distensi abdomen mengalami edema yang terjadi pada kaki atau pada pergelangan kaki.

Gejala distensi abdomen Distensi abdomen dapat memberikan beberapa gejala khususnya perut terlihat kembung, hal ini biasanya ditandai dengan perasaaan kembung pada bagian perut. Orang yang menderita distensi abdomen juga dapat mengalami rasa kenyang, merasakan distensi abdomen adalah tekanan dalam perut serta rasa sakit dan kram.

distensi abdomen adalah

Selain itu gejala yang timbul pada distensi abdomen antara lain bersendawa, mual, muntah, diare, demam, sakit perut, sesak napas, serta tubuh terasa lemah. Pengobatan Distensi Abdomen Dalam mengatasi Distensi abdomen biasanya mempertimbangkan beberapa faktor seperti faktor yang menjadi penyebab distensi abdomen, faktor usia distensi abdomen adalah kondisi yang sedang di alami oleh penderita distensi abdomen. Salah satu tritmen yang diberikan ialah menitik beratkan pada makanan, yakni dengan mengubah jenis jenis makanan yang ingin dikonsumsi.

Penderita distensi abdomen biasanya disarankan mengkonsumsi rempah rempah serta jenis makanan rendah lemak. Penderita yang mengalami intoleransi laktosa biasanya disarankan untuk menghindari makanan yang terbuat dari susu. Selain itu, mengkonsumsi serat juga menjadi bahan pertimbangan, karena terlalu banyak serat juga dapat memicu terjadinya distensi abdomen. Selain menitik beratkan pada jenis makanan, penderita biasanya disarankan untuk menambah enzim dan probiotik tertentu.

Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan resep obat obatan antibiotik, obat anti depresan, antispasmodik dan obat pencahar
Distensi abdominal merupakan proses peningkatan tekanan abdominal yang menghasilkan peningkatan tekanan dalam perut dan menekan dinding perut. Distensi dapat terjadi ringan ataupun berat tergantung dari tekanan yang dihasilakan.

Distensi abdominal dapat terjadi local atau menyeluruh dan dapat secara bertahap atau secara tiba-tiba. Distensi abdominal akut mungkin merupakan tanda dari peritonitis atau tanda akut obtruksi pada perut. Distensi abdominal mungkin dihasilkan dari lemak, flatus, fetus (hamil atau masa intra abdominal, kehamilan ektopik) atau cairan.

distensi abdomen adalah

Cairan dan gas normal berada dalam GIT tetapi tidak dalam ruangan peritoneal. Jika cairan atau gas tidak dapat keluar secara bebas distensi abdominal dapat terjadi. Dalam ruangan peritoneal, distensi distensi abdomen adalah menyebabkan pendarahan akut, akumulasi dari cariran asites atau udara dari perforasi dari organ dalam perut.

bhbn Terminologi abdomen akut telah banyak diketahui namun sulit untuk didefinisikan secara tepat. Tetapi sebagai acuan, akut abdomen adalah suatu kelainan nontraumatik yang timbul mendadak dengan gejala utama didaerah abdomen dan memerlukan tindakan bedah segera.

Istilah gawat abdomen atau gawat perut menggambarkan keadaan klinik akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama. Keadaan ini memerlukan penanggulangan segera yang sering berupa tindakan bedah, misalnya pada obstruksi, perforasi, atau perdarahan. Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap kelambatan akan menimbulkan penyulit yang berakibat meningkatnya morbiditas dan mortalitas.

Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Pengetahuan mengenai anatomi dan faal perut beserta isinya sangat menentukan dalam menyingkirkan satu demi satu sekian banyak kemungkinan penyebab nyeri perut akut.

Banyak kondisi yang dapat menimbulkan abdomen akut. Secara garis besar, keadaan tersebut dapat dikelompokkan dalam lima hal, yaitu : 1. proses peradangan bakterial – kimiawi; 2. obstruksi mekanis : seperti pada volvulus, hernia, atau perlengketan; 3.

neoplasma/tumor : karsinoma, polipus, atau kehamilan ektopik; 4. kelainan vaskuler : emboli, tromboemboli, perforasi, dan fibrosis; 5. kelainan kongenital. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 ANATOMI ABDOMEN Gambar.1 Anatomi Abdomen 2.2 ETIOLOGI Banyak kondisi yang dapat distensi abdomen adalah abdomen akut.

Secara garis besar, keadaan tersebut dapat dikelompokkan dalam lima hal, yaitu : 1. proses peradangan bakterial – kimiawi; 2. obstruksi mekanis : seperti pada volvulus, hernia, atau perlengketan; 3. neoplasma/tumor : karsinoma, polipus, atau kehamilan ektopik; 4. kelainan vaskuler : emboli, tromboemboli, perforasi, dan fibrosis; 5.

kelainan kongenital. Adapun penyebab abdomen akut tersering adalah : a. Kelainan traktus gastrointestinal : nyeri non-spesifik, appendisitis, infeksi usus halus dan usus besar, hernia strangulata, perforasi ulkus peptik, perforasi usus, divertikulitis Meckel, sindrom Boerhaeve, kelainan inflamasi usus, sindrom Mallory Weiss, gastroenteritis, gastritis akut, adenitis mesenterika.

b. Kelainan pankreas : pankreatitis akut c. Kelainan traktus urinarius : kolik renal atau ureteral, pielonefritis akut, sistitis akut, infark renal. d. Kalinan hati, limpa, dan traktus biliaris : kolesistitis akut, kolangitis akut, abses hati, ruptur tumor hepar, ruptur spontan limpa, infark limpa, kolik bilier, hepatitis akut.

e. Kelainan ginekologi : kehamilan ektopik terganggu, tumor ovarium terpuntir, ruptur kista folikel ovarium, salpingitis akut, dismenorea, endometriosis. f. Kelainan vaskuler : ruptur aneurisma aorta dan viseral, iskemia kolitis akut, trombosis mesenterika. g. Kelainan peritoneal : abses intraabdomen, peritonitis primer, peritonitis TBC. h. Kelainan retroperitoneal : perdarahan retroperitoneal. 2.3 MANIFESTASI KLINIS Keluhan yang menonjol adalah nyeri perut. Adapun jenis nyeri perut terdiri dari : a) Nyeri Viseral Terjadi bila terdapat rangsangan pada organ atau struktur dalam rongga perut.

Peritonium visceral yang menyelimuti organ perut dipersarafi oleh sistem saraf otonom dan tidak peka terhadap rabaan atau pemotongan. Akan tetapi bila dilakukan regangan organ atau terjadi kontraksi yang berlebihan pada otot yang menyebabkan iskhemia akan timbul nyeri. Pasien biasanya tidak dapat menunjukkan secara tepat letak nyeri. Nyeri visceral disebut juga sebagai nyeri sentral. Penderita memperlihatkan pola yang khas sesuai dengan persarafan organ embrional yang terlibat.

Saluran cerna yang berasal dari usus depan (foregut) menyebabkan nyeri di ulu hati atau epgastrium. Saluran cerna yang berasal dari usus tengah (midgut) menyebabkan nyeri di sekitar umbilikus. Bagian saluran cerna yang berasal dari usus belakang (hindgut) menyebabkan distensi abdomen adalah di perut bagian bawah. Demikian juga nyeri dari buli-buli atau rektosigmoid.

Karena tidak disertai rangsang peritonium nyeri ini tidak dipengaruhi gerakan sehingga penderita dapat aktif bergerak. Persarafan sensorik organ perut : Organ atau struktur Saraf Tingkat persarafan Bagian tengah diafragma n. frenikus C3-5 Tepi diafragma, lambung, pankreas, kandung empedu, usus halus Pleksus seliakus Th. 6-9 Apendiks, kolon proksimal, dan organ panggul Pleksus mesenterikus Th. 10-11 Kolon distal, rektum, ginjal, ureter, dan testis n.

splanknikus kaudal Th. 11-L1 Buli-buli, rektosigmoid Distensi abdomen adalah hipogastrik S2-S3 distensi abdomen adalah Nyeri Somatik Nyeri somatik terjadi karena rangsangan pada bagian yang dipersarafi oleh saraf tepi, dan luka pada dinding perut. Nyeri dirasakan seperti ditusuk atau disayat, dan pasien dapat menunjukkan secara tepat letaknya dengan jari.

Rangsang yang menimbulkan nyeri ini berupa rabaan, tekanan, rangsang kimiawi atau proses radang. Gesekan antara visera yang meradang menimbulkan rangsang peritoneum dan menyebabkan nyeri.

Perdangannya sendiri maupun gesekan antar kedua peritoneum menyebabkan perubahan intensitas nyeri. Gesekan inilah yang menjelaskan nyeri kontralateral pada apendisitis akut. Letak nyeri somatik : Letak Organ Abdomen kanan atas Kandung empedu, hati, duodenum, pankreas, kolon, paru, miokard Epigastrium Lambung, pankreas, duodenum, paru, kolon Abdomen kiri atas Limpa, kolon, ginjal, pankreas, paru Abdomen kanan bawah Apendiks, adneksa, sekum, ileum, ureter Abdomen kiri bawah Kolon, adneksa, ureter Suprapubik Buli-buli, uterus, usus halus Periumbilikal Usus halus Pinggang/punggung Pankreas, aorta, ginjal Bahu Diafragma distensi abdomen adalah Letak Nyeri Perut Nyeri viseral dari suatu organ biasanya sesuai letaknya dengan asal organ tersebut pada masa embrional.

Sedangkan letak somatik biasanya dekat dengan organ sumber nyeri sehingga relatif mudah menentukan penyebabnya. 2.3.2 Sifat Nyeri A. Nyeri Alih Nyeri alih terjadi jika suatu segmen persarafan melayani lebih dari satu daerah. Misalnya, pada kolesistitis akut, nyeri dirasakan di daerah ujung belikat. Pada abses di bawah diafragma atau rangsangan karena radang atau trauma pada permukaan atas limpa atau hati juga dapat mengakibatkan nyeri di bahu. B. Nyeri Radiasi Nyeri radiasi adalah nyeri yang menyebar di dalam sistem atau jalur anatomi yang sama.

Misalnya kolik ureter atau kolik pielum ginjal, biasanya dirasakan sampai ke alat kelamin luar pada wanita atau testis pada pria. C. Nyeri Proyeksi Nyeri proyeksi adalah distensi abdomen adalah yang disebabkan oleh rangsangan saraf sensorik akibat cedera atau peradangan saraf. Misalnya nyeri perifer setempat pada herpes zoster. Radang saraf ini pada herpes zoster dapat menyebabkan nyeri hebat di dinding perut sebelum gejala atau tanda herpes zoster menjadi jelas.

D. Hiperestesi Hiperestesi atau hiperalgesi sering ditemukan di kulit jika ada peradangan pada rongga di bawahnya. Pada gawat perut tanda ini sering ditemukan pada peritonitis setempat maupun peritonitis umum.

distensi abdomen adalah

Nyeri yang timbul pada pasien dengan gawat abdomen dapat berupa nyeri yang terus menerus (kontinyu) atau nyeri yang bersifat kolik. E. Nyeri Kontinyu Nyeri akibat rangsangan pada peritoneum parietale akan dirasakan terus menerus karena berlangsung terus, misalnya pada reaksi radang. Perdarahan di saluran cerna tidak menimbulkan nyeri. F. Nyeri Kolik Kolik merupakan nyeri viseral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut.

G. Nyeri Iskemik Merupakan tanda adanya jaringan yang terancam nekrosis. Lebih lanjut akan tampak tanda intoksikasi umum karena resorbsi toksin dari jaringan nekrosis. H. Nyeri Pindah Kadang nyeri berubah sesuai dengan perkembangan patologi. Misalnya pada permulaan apendisitis, sebelum radang mencapai permukaan peritoneum, nyeri viseral dirasakan sekitar pusat disertai rasa mual sebab apendiks termasuk usus tengah.

Setelah radang terjadi di seluruh dinding peritoneum, terjadi nyeri akibat rangsangan peritoneum yang merupakan nyeri somatik. Saat ini nyeri dirasakan tepat pada peritoneum yang meradang. Jika terjadi apendisitis gangrenosa, nyeri berubah lagi menjadi nyeri iskemik yang hebat, menetap dan tidak menyurut. 2.4 PEMERIKSAAN 2.4.1 Anamnesis Pada anamnesis penderita dengan gawat abdomen ditanya terlebih dahulu permulaan nyerinya (kapan mulai, mendadak atau berangsur), letaknya (menetap, pindah atau beralih), keparahannya dan sifatnya (seperti ditusuk, tekanan, terbakar, irisan, bersifat kolik), perubahannya (bandingkan dengan permulaan), lamanya, apakah berkala, dan faktor apakah yang mempengaruhinya (adakah yang memperingan atau memberatkan seperti sikap tubuh, makanan, minuman, nafas dalam, batuk, bersin, defekasi, miksi).

Harus ditanyakan apakah pasien distensi abdomen adalah nyeri seperti ini. Muntah sering ditemukan pada penderita gawat perut. Pada obstruksi usus tinggi muntah tidak akan berhenti, malahan biasanya bertambah hebat. Sembelit (konstipasi) didapatkan pada obstruksi usus besar dan pada peritonitis umum. Nyeri tekan didapatkan pada letak iritasi peritonium. Distensi abdomen adalah ada peradangan peritonium setempat ditemukan tanda rangsang distensi abdomen adalah yang sering disertai defans muskuler.

Pertanyaan mengenai defekasi, miksi, daur menstruasi dan gejala lain seperti keadaan sebelum diserang tanda gawat perut, harus dimasukkan dalam anamnesis. 2.4.2 Pemeriksaan Fisik Langkah pemeriksaan fisik penderita gawat perut : 1. Umum – inspeksi umum – tanda sistemik – suhu badan (rektal dan aksiler) 2. Abdomen – Inspeksi • Perut yang distensi dengan bekas operasi dapat memberikan petunjuk adanya perlengketan usus.

• Abdomen yang berkontraksi di daerah skafoid terjadi pada pasien perforasi ulkus. • Peristaltik usus yang terlihat pada pasien yang kurus menunjukkan adanya obstruksi usus. – Auskultasi • Bising usus yang meningkat dengan kolik terdengar pada pasien obstruksi usus halus bagian tengah dan awal pankreatitis akut.

Suara tersebut berbeda dengan bising hiperperistaltik bernada tinggi yang tidak berhubungan dengan nyeri tekan pada gastroenteritis, disentri, dan kolitis ulseratif fulminan. • Bising usus yang menurun, kecuali suara yang tidak teratur atau lemah, menandakan terjadinya obstruksi atau peritonitis difus.

– Nyeri batuk Pasien diminta untuk batuk dan menunjukkan daerah yang paling nyeri. Iritasi peritonel dapat diyakinkan dengan pemeriksaan ini tanpa harus menimbulkan nyeri pada pasien untuk mencari nyeri lepas.

Tidak seperti nyeri parietal pada peritonitis, kolik adalah nyeri viseral dan jarang diperberat dengan inspirasi dalam atau batuk. – Perkusi • Terdapatnya nyeri pada perkusi yang berlokasi sama dengan nyeri lepas, menunjukkan iritasi peritoneal dan nyeri parietal.

• Pada perforasi, udara bebas akan berkumpul di bawah diafragma dan menghilangkan pekak hati. • Timpani di sekitar garis tengah pada abdomen yang distensi menunjukkan adanya udara yang terperangkap pada usus yang berdistensi. • Cairan bebas dalam peritoneal dapat ditemukan dengan shifting dullness positif. – Palpasi Nyeri yang menunjukkan adanya inflamasi peritoneal mungkin adalah hal terpenting yang ditemukan pada pasien dengan abdomen akut.

• Nyeri berbatas tegas ditemui pada kolesistitis akut, apendisitis, divertikulitis dan salpingitis akut. • Bila ada nyeri difus tanpa penekanan harus dicurigai adanya gastroenteritis atau proses inflamasi usus tanpa peritonitis lainnya.

• Massa intraabdomen kadang-kadang ditemukan dengan melakukan palpasi dalam. Lesi superfisial, seperti kantung empedu yang membengkak atau abses apendiks sering menimbulkan nyeri dengan batas tegas.

Dengan tanda Murphy (palpasi pada daerah subkostal kanan pada saat pasien melakukan inspirasi dalam) dapat ditemukan adanya radang akut kantung empedu. • Tanda illiopsoas : paha diekstensikan secara pasif atau secara aktif melawan tahanan. Uji ini positif pada abses di daerah psoas yang berasal dari abses perinefrik atau perforasi penyakit Crohn.

• Tanda obturator : nyeri pada tungkai fleksi saat dilakukan rotasi internal atau eksternal. • Nyeri ketok di bawah iga menunjukkan adanya inflamasi pada diafragma, hepar, limpa, atau jaringan penunjangnya.

• Nyeri pada sudut kostovertebral sering terjadi pada pielonefritis akut. – Pemeriksaan cincin inguinal dan femoral. – Pemeriksaan colok dubur. – Gambar 2. Pemeriksaan pelvis. Tanda pemeriksaan fisik pada berbagai gambaran distensi abdomen adalah perut : Keadaan Tanda klinik penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung, tegang; bunyi usus kurang aktif, pekak hati hilang, nyeri tekan, defans muskuler Peritonitis Penderita tidak bergerak, bunyi usus hilang, nyeri batuk, nyeri gerak, nyeri lepas, defans muskuler, tanda infeksi umum, keadaan umum merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen, pelvik, rektal), nyeri tinju, uji lokal (psoas), tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut; peristalsis hebat (kolik usus) yang tampak dinding perut terdengar (borborigmi), dan terasa (oleh penderita yang bergerak); tidak ada rangsangan peritoneum Ileus paralitik Distensi, bunyi peristalsis kurang atau hilang, tidak ada nyeri tekan lokal Iskemia/strangulasi Distensi tidak jelas (lama), bunyi usus mungkin ada, nyeri hebat sekali, nyeri tekan kurang jelas, jika kena usus mungkin keluar darah dari rektum, tanda toksis Perdarahan Pucat, syok, mungkin distensi, berdenyut jika aneurisma aorta, nyeri tekan lokal pada kehamilan ektopik, cairan bebas (pekak geser), anemia Proses patologik yang mengakibatkan gawat abdomen : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut, perforasi apendiks, perforasi tukak lambung, perforasi usus tifus, pankreatitis akut, kolesistitis akut, adneksitis akut.

Ileus obstruktif Hernia inkarserata Volvulus usus Iskemia Hernia strangulata Distensi abdomen adalah Kelainan atau penyumbatan vaskuler Perdarahan Kehamilan ektopik Aneurisma yang pecah Cedera Perforasi organ berongga Perdarahan limpa atau hati 2.4.3 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan antara lain pemeriksaan darah, urine, dan feses. Sedangkan pemeriksaan radiologis distensi abdomen adalah foto polos dada, foto polos abdomen, angiografi, pemeriksaan dengan kontras, ultrasonografi (USG), CT-Scan, endoskopi, dan parasintesis.

Pada foto polos abdomengambaran gas difus dengan udara mencapai ampula rekti menunjukkan adanya ileus paralitik, khususnya bila bising usus menghilang. Distensi usus yang berisi gas terjadi pada obstruksi usus. Air fluid level terjadi pada obstruksi usus halus bagian distal. Distensi sekum dengan usus halus yang mengalami dilatasi terjadi pada obstruksi usus besar. 2.5 DIAGNOSIS Nyeri Sentral Jika terdapat nyeri sentral hebat terpusat di perut dapat dipikirkan kemungkinan tahap awal obstruksi usus halus, apendisistis, dan pankreatitis walaupun yang terakhir ini jarang distensi abdomen adalah.

Jika sewaktu pengamatan terjadi perkembangan klinis seperti kenaikan suhu, muntah, atau nyeri tekan lokal, diagnosis akan lebih jelas. Bila nyeri sentral hebat diikuti shok, harus dipikirkan volvulus usus halus,kehamilan ektopik yang terganggu, pankreatitis akut, oklusi koroner jantung, oklusi vena mesenterika, atau aneurisma yang robek atau pecah.

Bila ditemukan defans muskuler, perlu dipikirkan perforasi tukak peptik atau perforasi saluran cerna. Kolik Nyeri ini disertai muntah dan distensi yang makin besar tapi tanpa defans muskuler yang jelas mungkin disebabkan oleh obstruksi usus halus.

Nyeri Lokal dan Rangsang Peritoneum Lokal Nyeri setempat disertai nyeri tekan dan defans muskuler di tempat nyeri banyak penyebabnya tergantung letak nyeri.

Gambar 2. Nyeri lokal yang disertai nyeri tekan lokal dan defans muskuler lokal Obstruksi Usus Obstruksi usus halus menyebabkan nyeri kolik dengan muntah hebat, distensi perut, dan bunyi peristalsis tinggi. Pada penderita ini harus dipikirkan adanya hernia strangulata. Muntah menonjol pada obstruksi tinggi. Volovulus usus halus jarang ditemukan, biasanya pada anamnesis didapatkan nyeri yang bermula akut, tidak berlangsung lama, menetap, disertai muntah hebat dan pada palpasi teraba massa yang nyeri dan bertambah besar.

distensi abdomen adalah

Biasanya penderita jatuh ke dalam syok. Ileus obstruksi usus besar agak sering menyebabkan serangan kolik yang tidak terlalu hebat. Muntah tidak menonjol, tetapi distensi tampak jelas. Penderita tidak dapat defekasi atau flatus, dan bila penyebabnya volvulus sigmoid perut dapat besar sekali. Bila pada colok dubur teraba massa di rektum atau terdapat darah dan lendir, maka itu membantu diagnosis kemungkinan karsinoma rektum. Perforasi Perforasi tukak peptik ditandai oleh perangsangan peritoneum yang mulai di epigastrium dan meluas ke seluruh peritoneum akibat peritonitis generalisata.

Perforasi ileum pada tifus biasanya distensi abdomen adalah pada penderita yang demam kurang lebih dua minggu disertai nyeri kepala, batuk, dan malaise yang disusul oleh nyeri perut, nyeri tekan, defans muskuler, dan keadaan umum yang merosot.

Kolitis Kolitis amuba ditandai dengan kolitis hebat dengan pengeluaran lendir dan darah melalui anus disertai tanda perforasi. Trauma Trauma dapat mengakibatkan ruptur organ perut dengan perdarahan dan perforasi usus.

Organ Urogenital Gawat perut dapat disebabkan oleh kelainan organ kelamin dan saluran kemih. Radang akut (pielitis) atau pienefros atau kolik ureter (batu atau gumpalan darah) menyebabkan tanda yang mirip gawat perut.

Gawat perut dengan penderita yang langsung kolaps disebabkan oleh nyeri yang hebat. Sifat nyeri, cara timbulnya pada permulaan, dan perjalanan selanjutnya penting untuk menegakkan diagnosis. Nyeri yang timbul mendadak dan tidak tertahankan mungkin merupakan kolik ureter. Sumber Nyeri : Organ atau Sistem Kelainan Saluran cerna Apendisitis akut Perforasi tukak peptik Perforasi usus karena tifus Obstruksi usus halus atau usus besar Hernia inkarserata Volvulus usus Gastroenteritis Kandung/saluran empedu Kolesistitis akut Kolangitis akut Kolik empedu Hati, pankreas, dan limpa Abses hati Hepatitis akut Pankreatitis akut Ruptur limpa Saluran kemih Kolik ureter Pielonepritis akut Alat kelamin dalam Kehamilan ektopik terganggu Puntiran kista ovarium Ruptur kista folikel ovarium Salpingitis akut (PID) Abses tubo-ovarial endometriosis Kelainan vaskuler Aneurisma aorta Sumbatan arteri mesenterika Trombosis mesenterial Enterokolitis nekrotikan Rongga peritoneum Abses intraabdomen Peritonitis primer Peritonitis TBC Ruang retroperitoneal Perdarahan Abses perinefrik 2.6 DIAGNOSIS BANDING Kelainan organ dalam yang tidak memerlukan tindak bedah kadang mencemaskan karena dapat timbul tiba-tiba dan menyebabkan keadaan umum merosot cepat.

Yang terkenal ialah gastroenteritis akut, pnemonia akut, infeksi virus akut antara lain demam berdarah dengue. Diagnosis banding gawat perut juga termasuk kelainan ekstraabdomen yang menyebabkan nyeri di abdomen seperti kelainan di toraks misalnya penyakit jantung, paru atau pleura, kelainan neurogen, kelainan metabolik dan keracunan.

Pada keadaan ini gejala dan tanda umum dan nyeri perut sering cukup jelas tetapi pada pemeriksaan perut tidak ditemukan kelainan. Nyeri tekan perut kontralateral atau nyeri lepas mustahil disebabkan oleh kelainan di toraks. Kadang sukar membedakan kelainan akut di perut yang disertai nyeri perut dengan kelainan akut di toraks yang menyebabkan nyeri perut. Umumnya pada anamnesis nyata bahwa penyakit organ toraks tidak didahului atau disertai dengan mual atau muntah.

Kelainan perut umumnya tidak mulai dengan panas tinggi atau menggigil (kecuali pada pielitis dan tifus), sedangkan panas tinggi dengan gigilan lazim ditemukan sebagai tanda awal pada kelainan akut toraks.

Pada pemeriksaan perut pun tidak ditemukan tanda rangsangan peritoneum. Kelainan ekstra distensi abdomen adalah yang menyebabkan nyeri perut : Letak/keadaan Penyebab Toraks (nyeri alih) kardiopulmoner Infark jantung Distensi abdomen adalah akut Pleuritis distensi abdomen adalah Pneumotoraks/embolus paru Neurogenik Tumor sumsum belakang Tekanan pada (akar) saraf interkostal Herpes zoster Kelainan endokrin/metabolik Hiperglikemia diabetes (ketoasidosis) Uremia Intoksikasi Sengatan serangga Obat-obatan timah Lain-lain Hematom sarung m.

rectus abdomen 2.7 PENATALAKSANAAN Prinsip penatalaksanaan abdomen akut, tujuan utamanya adalah membuat diagnosis kerja yang membantu kita menentukan apakah perlu dilakukan operasi segera dan bagaimana urgensinya, pada beberapa keadaan diagnosis sering ditegakkan setelah perut dibuka. Fenomena patofisiologi dasar yang menyebabkan status klinis pasien harus diidentifikasi. Apakah penampilan klinis mencurigakan proses obstruksi usus, strangulasi usus, peritonitis, abses intra abdomen, perdarahan intraabdomen atau suatu proses suatu iskemik usus.

Fenomena ini sering terjadi bersamaan. Pertimbangan tindak bedah Keputusan melakukan tindak bedah tergantung diagnosis. Jika sulit ditentukan apakah perlu dioperasi atau tidak sebaiknya pasien dipantau dengan intimama dan berulang-ulang diperiksa kembali. Sementara itu saluran cerna diistirahatkan dengan memuasakan pasien, dekompresi lambung dengan pemasangan pipa lambung dan pemberian infus. 10 TOPIK MENARIK LAINNYA Kentot, vagina dari karet, bentuk kantung janin lonjong di usia 2 bulan, Membuat alat coli bisa gerak sendiri, cara membuat vagina buatan, cara buat vagina buatan dengan sarung tangan, Bentuk pepek indo, trik membuat vagina buatan, cara buat vagina buatan, cara buat pepek palsu DISTENSI ABDOMEN Distensi abdominal merupakan proses peningkatan tekanan abdominal yang menghasilkan peningkatan tekanan dalam perut dan menekan dinding perut.

Distensi dapat terjadi ringan ataupun berat tergantung dari tekanan yang dihasilakan. Distensi abdominal dapat terjadi local atau menyeluruh dan dapat secara bertahap atau secara tiba-tiba.

Distensi abdominal akut mungkin merupakan tanda dari peritonitis atau tanda akut obtruksi pada perut. Distensi abdominal mungkin dihasilkan dari lemak, flatus, fetus (hamil atau masa intra abdominal, kehamilan ektopik) atau cairan. Cairan dan gas normal berada dalam GIT tetapi tidak dalam ruangan peritoneal. Jika cairan atau gas tidak dapat keluar secara bebas distensi abdominal dapat terjadi. Dalam ruangan peritoneal, distensi dapat menyebabkan pendarahan akut, akumulasi dari cariran asites atau udara dari perforasi dari organ dalam perut.

bhbn Terminologi abdomen akut telah banyak diketahui namun sulit untuk distensi abdomen adalah secara tepat. Tetapi sebagai acuan, akut abdomen adalah suatu kelainan nontraumatik yang timbul mendadak dengan gejala utama didaerah abdomen dan memerlukan tindakan bedah segera.

Istilah gawat abdomen atau gawat perut menggambarkan keadaan klinik akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama.

Keadaan ini memerlukan penanggulangan segera yang sering berupa tindakan bedah, misalnya pada obstruksi, perforasi, atau perdarahan. Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambil karena setiap kelambatan akan menimbulkan penyulit yang berakibat meningkatnya morbiditas dan mortalitas. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuan melakukan analisis pada data anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Pengetahuan mengenai anatomi dan faal perut beserta isinya sangat menentukan dalam menyingkirkan satu demi satu sekian banyak kemungkinan penyebab nyeri perut akut. Banyak kondisi yang dapat menimbulkan abdomen akut. Distensi abdomen adalah garis besar, keadaan tersebut dapat dikelompokkan dalam lima hal, yaitu : 1. proses peradangan bakterial – kimiawi; 2. obstruksi mekanis : seperti pada volvulus, hernia, atau perlengketan; 3. neoplasma/tumor : karsinoma, polipus, atau kehamilan ektopik; 4.

kelainan vaskuler : emboli, tromboemboli, perforasi, dan fibrosis; 5. kelainan kongenital. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 ANATOMI ABDOMEN Gambar.1 Anatomi Abdomen 2.2 ETIOLOGI Banyak kondisi yang dapat menimbulkan abdomen akut.

distensi abdomen adalah

Secara garis besar, keadaan tersebut dapat dikelompokkan dalam lima hal, yaitu : 1. proses peradangan bakterial – kimiawi; 2. obstruksi mekanis : seperti pada volvulus, hernia, atau perlengketan; 3. neoplasma/tumor : karsinoma, polipus, atau kehamilan ektopik; 4. kelainan vaskuler : emboli, tromboemboli, perforasi, dan fibrosis; 5. kelainan kongenital.

distensi abdomen adalah

Adapun penyebab abdomen akut tersering adalah : a. Kelainan traktus gastrointestinal : nyeri non-spesifik, appendisitis, infeksi usus halus dan usus besar, hernia strangulata, perforasi ulkus peptik, perforasi usus, divertikulitis Meckel, sindrom Boerhaeve, kelainan inflamasi usus, sindrom Mallory Distensi abdomen adalah, gastroenteritis, gastritis akut, adenitis mesenterika. b. Kelainan pankreas : pankreatitis akut c. Kelainan traktus urinarius : kolik renal atau ureteral, pielonefritis akut, sistitis akut, infark renal.

d. Kalinan hati, limpa, dan traktus biliaris : kolesistitis akut, kolangitis akut, abses hati, ruptur tumor hepar, ruptur spontan limpa, infark limpa, kolik bilier, hepatitis akut. e. Kelainan ginekologi : kehamilan ektopik terganggu, tumor ovarium terpuntir, ruptur kista folikel ovarium, salpingitis akut, dismenorea, endometriosis.

f. Kelainan vaskuler : ruptur aneurisma aorta dan viseral, iskemia kolitis akut, trombosis mesenterika. g. Kelainan peritoneal : abses intraabdomen, peritonitis primer, peritonitis TBC. h. Kelainan retroperitoneal : perdarahan retroperitoneal.

2.3 MANIFESTASI KLINIS Keluhan yang menonjol adalah nyeri perut. Adapun jenis nyeri perut terdiri dari : a) Nyeri Viseral Terjadi bila terdapat rangsangan pada organ atau struktur dalam rongga perut. Peritonium visceral yang menyelimuti organ perut dipersarafi oleh sistem saraf otonom dan tidak peka terhadap rabaan atau pemotongan. Akan tetapi bila dilakukan regangan organ atau terjadi kontraksi yang berlebihan pada otot yang menyebabkan iskhemia akan timbul nyeri.

Pasien biasanya tidak dapat menunjukkan secara tepat letak nyeri. Nyeri visceral disebut juga sebagai nyeri sentral. Penderita memperlihatkan pola yang khas sesuai dengan persarafan organ embrional yang terlibat.

Saluran cerna yang berasal dari usus depan (foregut) menyebabkan nyeri di ulu hati atau epgastrium. Saluran cerna yang berasal dari usus tengah (midgut) menyebabkan nyeri di sekitar umbilikus. Bagian saluran cerna yang berasal dari usus belakang (hindgut) menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Demikian juga nyeri dari buli-buli atau rektosigmoid. Karena tidak disertai rangsang peritonium nyeri ini tidak dipengaruhi gerakan sehingga penderita dapat aktif bergerak.

Persarafan sensorik organ perut : Organ atau struktur Saraf Tingkat persarafan Bagian tengah diafragma n. frenikus C3-5 Tepi diafragma, lambung, pankreas, kandung empedu, usus halus Pleksus seliakus Th. 6-9 Apendiks, kolon proksimal, dan organ panggul Pleksus mesenterikus Th.

10-11 Kolon distal, rektum, ginjal, ureter, dan testis n. splanknikus kaudal Th. 11-L1 Buli-buli, rektosigmoid Pleksus hipogastrik S2-S3 b) Nyeri Somatik Nyeri somatik terjadi karena rangsangan pada bagian yang dipersarafi oleh saraf tepi, dan luka pada dinding perut. Nyeri dirasakan seperti ditusuk atau disayat, dan pasien dapat menunjukkan secara tepat letaknya dengan jari.

Rangsang yang menimbulkan nyeri ini berupa rabaan, tekanan, rangsang kimiawi atau proses radang. Gesekan antara visera yang meradang menimbulkan rangsang peritoneum dan menyebabkan nyeri. Perdangannya sendiri maupun gesekan antar kedua peritoneum menyebabkan perubahan intensitas nyeri. Gesekan inilah yang menjelaskan nyeri kontralateral pada apendisitis akut.

Letak nyeri somatik : Letak Organ Abdomen kanan atas Kandung empedu, distensi abdomen adalah, duodenum, pankreas, kolon, paru, miokard Epigastrium Lambung, pankreas, duodenum, paru, kolon Abdomen distensi abdomen adalah atas Limpa, kolon, ginjal, pankreas, paru Abdomen kanan bawah Apendiks, adneksa, sekum, ileum, ureter Abdomen kiri bawah Kolon, adneksa, ureter Suprapubik Buli-buli, uterus, usus halus Periumbilikal Usus halus Pinggang/punggung Pankreas, aorta, ginjal Bahu Diafragma 2.3.1 Letak Nyeri Perut Nyeri viseral dari suatu organ biasanya sesuai letaknya dengan asal organ tersebut pada masa embrional.

Sedangkan letak somatik biasanya dekat dengan organ sumber nyeri sehingga relatif mudah menentukan penyebabnya. 2.3.2 Sifat Nyeri A. Nyeri Alih Nyeri alih terjadi jika suatu segmen persarafan melayani lebih dari satu daerah. Misalnya, pada kolesistitis akut, nyeri dirasakan di daerah ujung belikat.

Pada abses di bawah diafragma atau rangsangan karena radang atau trauma pada permukaan atas limpa atau hati juga dapat mengakibatkan nyeri di bahu. B. Nyeri Radiasi Nyeri radiasi adalah nyeri yang menyebar di dalam sistem atau jalur anatomi yang sama. Misalnya kolik ureter atau kolik pielum ginjal, biasanya dirasakan sampai ke alat kelamin luar pada wanita atau testis pada pria.

C. Nyeri Proyeksi Nyeri proyeksi adalah nyeri yang disebabkan oleh rangsangan saraf sensorik akibat cedera atau peradangan saraf. Misalnya nyeri perifer setempat pada herpes zoster. Radang saraf ini pada herpes zoster dapat menyebabkan nyeri hebat di dinding perut sebelum gejala atau tanda herpes zoster menjadi jelas. D. Hiperestesi Hiperestesi atau hiperalgesi sering ditemukan di kulit jika ada peradangan pada rongga di bawahnya.

Pada gawat perut tanda ini sering ditemukan pada peritonitis setempat maupun peritonitis umum. Nyeri yang timbul pada pasien dengan gawat abdomen dapat berupa nyeri yang terus menerus (kontinyu) atau nyeri yang distensi abdomen adalah kolik. E. Nyeri Kontinyu Nyeri akibat rangsangan pada peritoneum parietale akan dirasakan terus menerus karena berlangsung terus, misalnya pada reaksi radang. Perdarahan di saluran cerna tidak menimbulkan nyeri.

F. Nyeri Kolik Kolik merupakan nyeri viseral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut.

G. Nyeri Iskemik Merupakan tanda adanya jaringan yang terancam nekrosis. Lebih lanjut akan tampak tanda intoksikasi umum karena resorbsi toksin dari jaringan nekrosis. H. Nyeri Pindah Kadang nyeri berubah sesuai dengan perkembangan patologi. Misalnya pada permulaan apendisitis, sebelum radang distensi abdomen adalah permukaan peritoneum, nyeri viseral dirasakan sekitar distensi abdomen adalah disertai rasa mual sebab apendiks termasuk usus tengah.

Setelah radang terjadi di seluruh dinding peritoneum, terjadi nyeri akibat rangsangan peritoneum yang merupakan nyeri somatik. Saat ini nyeri dirasakan tepat pada peritoneum yang meradang. Jika terjadi apendisitis gangrenosa, nyeri berubah lagi menjadi nyeri iskemik yang hebat, menetap dan tidak distensi abdomen adalah.

2.4 PEMERIKSAAN 2.4.1 Anamnesis Pada anamnesis penderita dengan gawat abdomen ditanya terlebih dahulu permulaan nyerinya (kapan mulai, mendadak atau berangsur), letaknya (menetap, pindah atau beralih), keparahannya dan sifatnya (seperti ditusuk, tekanan, terbakar, irisan, bersifat kolik), perubahannya (bandingkan dengan permulaan), lamanya, apakah berkala, dan faktor apakah yang mempengaruhinya (adakah yang memperingan atau memberatkan seperti sikap tubuh, makanan, minuman, nafas dalam, batuk, bersin, defekasi, miksi).

Harus ditanyakan apakah pasien pernah nyeri seperti ini. Muntah sering ditemukan pada penderita gawat perut. Pada obstruksi usus tinggi muntah tidak akan berhenti, malahan biasanya bertambah hebat. Sembelit (konstipasi) didapatkan pada obstruksi usus besar dan pada peritonitis umum. Nyeri tekan didapatkan pada letak iritasi peritonium.

Jika ada peradangan peritonium setempat ditemukan tanda rangsang peritonium yang sering disertai defans muskuler. Pertanyaan mengenai defekasi, miksi, daur menstruasi dan gejala lain seperti keadaan sebelum diserang tanda gawat perut, harus dimasukkan dalam anamnesis. 2.4.2 Pemeriksaan Fisik Langkah pemeriksaan fisik penderita gawat perut : 1. Umum – inspeksi umum – tanda sistemik – suhu badan (rektal dan aksiler) 2. Abdomen – Inspeksi • Perut yang distensi dengan bekas operasi dapat memberikan petunjuk adanya perlengketan usus.

• Abdomen yang berkontraksi di daerah skafoid terjadi pada pasien perforasi ulkus. • Peristaltik usus yang terlihat pada pasien yang kurus menunjukkan adanya obstruksi usus.

distensi abdomen adalah

– Auskultasi • Bising usus yang meningkat dengan kolik terdengar pada pasien obstruksi usus halus bagian tengah dan awal pankreatitis akut. Suara tersebut berbeda dengan bising hiperperistaltik bernada tinggi yang tidak berhubungan dengan nyeri tekan pada gastroenteritis, disentri, dan kolitis ulseratif fulminan.

• Bising usus yang menurun, kecuali suara yang tidak teratur atau lemah, menandakan terjadinya obstruksi atau peritonitis difus. – Nyeri batuk Pasien diminta untuk batuk dan menunjukkan daerah yang paling nyeri. Iritasi peritonel dapat diyakinkan dengan pemeriksaan ini tanpa harus menimbulkan nyeri pada pasien untuk mencari nyeri lepas. Tidak seperti nyeri parietal pada peritonitis, kolik adalah nyeri viseral dan jarang diperberat dengan inspirasi dalam atau batuk.

– Perkusi • Terdapatnya nyeri pada perkusi yang berlokasi sama dengan nyeri lepas, menunjukkan iritasi peritoneal dan nyeri parietal. • Pada perforasi, udara bebas akan berkumpul di bawah diafragma dan menghilangkan pekak hati.

• Timpani di sekitar garis tengah pada abdomen yang distensi menunjukkan adanya udara yang terperangkap pada usus yang berdistensi. • Cairan bebas dalam peritoneal dapat ditemukan dengan shifting dullness positif. – Palpasi Nyeri yang menunjukkan adanya inflamasi peritoneal mungkin adalah hal terpenting yang ditemukan pada pasien dengan abdomen akut. • Nyeri berbatas tegas ditemui pada kolesistitis akut, apendisitis, divertikulitis dan salpingitis akut.

• Bila ada nyeri difus distensi abdomen adalah penekanan harus dicurigai adanya gastroenteritis atau proses inflamasi usus tanpa peritonitis lainnya. • Massa intraabdomen kadang-kadang ditemukan dengan melakukan palpasi dalam.

Lesi superfisial, seperti kantung empedu yang membengkak atau abses apendiks sering menimbulkan nyeri dengan batas tegas.

Dengan tanda Murphy (palpasi pada daerah subkostal kanan pada saat pasien melakukan inspirasi dalam) dapat ditemukan adanya radang akut kantung empedu. • Tanda illiopsoas : paha diekstensikan secara pasif atau secara aktif melawan tahanan. Uji ini positif pada abses di daerah psoas yang berasal dari abses perinefrik atau perforasi penyakit Crohn. • Tanda obturator : nyeri pada tungkai fleksi saat dilakukan rotasi internal atau eksternal.

• Nyeri ketok di bawah iga menunjukkan adanya inflamasi pada diafragma, hepar, limpa, atau jaringan penunjangnya. • Nyeri distensi abdomen adalah sudut kostovertebral sering terjadi pada pielonefritis akut. – Pemeriksaan cincin inguinal dan femoral. – Pemeriksaan colok dubur. – Gambar 2. Pemeriksaan pelvis. Tanda pemeriksaan fisik pada berbagai gambaran distensi abdomen adalah perut : Keadaan Tanda klinik penting Awal perforasi saluran cerna atau saluran lain Perut tampak cekung, tegang; bunyi usus kurang aktif, pekak hati hilang, nyeri tekan, defans muskuler Peritonitis Penderita tidak bergerak, bunyi usus hilang, nyeri batuk, nyeri gerak, nyeri lepas, defans muskuler, tanda infeksi umum, keadaan umum merosot Massa infeksi atau abses Massa nyeri (abdomen, pelvik, rektal), nyeri tinju, uji lokal (psoas), tanda umum radang Obstruksi usus Distensi perut; peristalsis hebat (kolik usus) yang tampak dinding perut terdengar (borborigmi), dan terasa (oleh penderita yang bergerak); tidak ada rangsangan peritoneum Ileus paralitik Distensi, bunyi peristalsis kurang atau hilang, tidak ada nyeri tekan lokal Iskemia/strangulasi Distensi tidak jelas (lama), bunyi usus mungkin ada, nyeri hebat sekali, nyeri tekan kurang jelas, jika kena usus mungkin keluar darah dari rektum, tanda toksis Perdarahan Pucat, syok, mungkin distensi, berdenyut jika aneurisma aorta, nyeri tekan lokal pada kehamilan ektopik, cairan bebas (pekak geser), anemia Proses patologik yang mengakibatkan gawat abdomen : Penyebab Contoh Radang Appendisitis akut, perforasi apendiks, perforasi tukak lambung, perforasi usus tifus, pankreatitis akut, kolesistitis akut, adneksitis akut.

Ileus obstruktif Hernia inkarserata Volvulus usus Iskemia Hernia strangulata Volvulus Kelainan atau penyumbatan vaskuler Perdarahan Kehamilan ektopik Aneurisma yang pecah Cedera Perforasi organ berongga Perdarahan limpa atau hati 2.4.3 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan antara lain pemeriksaan distensi abdomen adalah, urine, dan feses.

Sedangkan pemeriksaan radiologis adalah foto polos dada, foto polos abdomen, angiografi, pemeriksaan dengan kontras, ultrasonografi (USG), CT-Scan, endoskopi, dan parasintesis. Pada foto polos abdomengambaran gas difus dengan udara mencapai ampula rekti menunjukkan adanya ileus paralitik, khususnya bila bising usus menghilang.

Distensi usus yang berisi gas terjadi pada obstruksi usus. Air fluid level terjadi pada obstruksi usus halus bagian distal. Distensi sekum dengan usus halus yang mengalami dilatasi terjadi pada obstruksi usus besar.

distensi abdomen adalah

2.5 DIAGNOSIS Nyeri Sentral Jika terdapat nyeri sentral hebat terpusat di perut dapat dipikirkan kemungkinan tahap awal obstruksi usus halus, apendisistis, dan pankreatitis walaupun yang terakhir ini jarang ditemukan. Jika sewaktu pengamatan terjadi perkembangan klinis seperti kenaikan suhu, muntah, atau nyeri tekan lokal, diagnosis akan lebih jelas. Bila nyeri sentral hebat diikuti shok, harus dipikirkan volvulus usus halus,kehamilan ektopik yang terganggu, pankreatitis akut, oklusi koroner jantung, oklusi vena mesenterika, atau aneurisma yang robek atau pecah.

Bila ditemukan defans muskuler, perlu dipikirkan perforasi tukak peptik atau perforasi saluran cerna. Kolik Nyeri ini disertai muntah dan distensi yang makin besar tapi tanpa defans muskuler yang jelas mungkin disebabkan oleh obstruksi usus halus. Nyeri Lokal dan Rangsang Peritoneum Lokal Nyeri setempat disertai nyeri tekan dan defans muskuler di tempat nyeri banyak penyebabnya tergantung letak nyeri.

Gambar 2. Nyeri lokal yang disertai nyeri tekan lokal dan defans muskuler lokal Obstruksi Usus Obstruksi usus halus menyebabkan nyeri kolik dengan muntah hebat, distensi perut, dan bunyi peristalsis tinggi.

Pada penderita ini harus dipikirkan adanya hernia strangulata. Muntah menonjol pada obstruksi tinggi. Volovulus usus halus jarang ditemukan, biasanya pada anamnesis didapatkan nyeri yang bermula distensi abdomen adalah, tidak berlangsung lama, menetap, disertai muntah hebat dan pada palpasi teraba massa yang nyeri dan bertambah besar.

Biasanya penderita jatuh ke dalam syok. Ileus obstruksi usus besar agak sering menyebabkan serangan kolik yang tidak terlalu hebat. Muntah tidak menonjol, tetapi distensi tampak jelas. Penderita tidak distensi abdomen adalah defekasi atau flatus, dan bila penyebabnya volvulus sigmoid perut dapat besar sekali. Bila pada colok dubur teraba massa di rektum atau terdapat darah dan lendir, maka itu membantu diagnosis kemungkinan karsinoma rektum.

Perforasi Perforasi tukak peptik ditandai oleh perangsangan peritoneum yang mulai di epigastrium dan meluas ke seluruh peritoneum akibat peritonitis generalisata. Perforasi ileum pada tifus biasanya terjadi pada penderita yang demam kurang lebih dua minggu disertai nyeri kepala, batuk, dan malaise yang disusul oleh nyeri perut, nyeri tekan, defans muskuler, dan keadaan umum yang merosot.

Kolitis Kolitis amuba ditandai dengan kolitis hebat dengan pengeluaran lendir dan darah melalui anus disertai tanda perforasi. Trauma Trauma dapat mengakibatkan ruptur organ perut dengan perdarahan dan perforasi usus. Organ Urogenital Gawat perut dapat disebabkan oleh kelainan organ kelamin dan saluran kemih. Radang akut (pielitis) atau pienefros atau kolik ureter (batu distensi abdomen adalah gumpalan darah) menyebabkan tanda yang mirip gawat perut. Gawat perut dengan penderita yang langsung kolaps disebabkan oleh nyeri yang hebat.

Sifat nyeri, cara timbulnya pada permulaan, dan perjalanan selanjutnya penting untuk menegakkan diagnosis. Nyeri yang timbul mendadak dan tidak tertahankan mungkin merupakan kolik ureter. Sumber Nyeri : Organ atau Sistem Kelainan Saluran cerna Apendisitis akut Perforasi tukak peptik Perforasi usus karena tifus Obstruksi usus halus atau usus besar Hernia inkarserata Volvulus usus Gastroenteritis Kandung/saluran empedu Kolesistitis akut Kolangitis akut Kolik empedu Hati, pankreas, dan limpa Abses hati Hepatitis akut Pankreatitis akut Ruptur limpa Saluran kemih Kolik ureter Pielonepritis akut Alat kelamin dalam Kehamilan ektopik terganggu Puntiran distensi abdomen adalah ovarium Ruptur kista folikel ovarium Salpingitis akut (PID) Abses tubo-ovarial endometriosis Kelainan vaskuler Aneurisma aorta Sumbatan arteri mesenterika Trombosis mesenterial Enterokolitis nekrotikan Rongga peritoneum Abses intraabdomen Peritonitis primer Peritonitis TBC Ruang retroperitoneal Perdarahan Abses perinefrik 2.6 DIAGNOSIS BANDING Kelainan organ dalam yang tidak memerlukan tindak bedah kadang mencemaskan karena dapat timbul tiba-tiba dan menyebabkan keadaan umum merosot cepat.

Yang terkenal ialah gastroenteritis akut, pnemonia akut, infeksi virus distensi abdomen adalah antara lain demam berdarah dengue. Diagnosis banding gawat perut juga termasuk kelainan ekstraabdomen yang menyebabkan nyeri di abdomen seperti kelainan di toraks misalnya penyakit jantung, paru atau pleura, kelainan neurogen, kelainan metabolik dan keracunan.

Pada keadaan ini gejala dan tanda umum dan nyeri perut sering cukup jelas tetapi pada pemeriksaan perut tidak ditemukan kelainan. Nyeri tekan perut kontralateral atau nyeri lepas mustahil disebabkan oleh kelainan di toraks. Kadang sukar membedakan kelainan akut di perut yang disertai nyeri perut dengan kelainan akut di toraks yang menyebabkan nyeri perut.

Umumnya pada anamnesis nyata bahwa penyakit organ toraks tidak didahului atau disertai dengan mual atau muntah. Kelainan perut umumnya tidak mulai dengan panas tinggi atau menggigil (kecuali pada pielitis dan tifus), sedangkan panas tinggi dengan gigilan lazim ditemukan sebagai tanda awal distensi abdomen adalah kelainan akut toraks.

Distensi abdomen adalah pemeriksaan perut pun tidak ditemukan tanda rangsangan peritoneum. Kelainan ekstra abdomen yang menyebabkan nyeri perut : Letak/keadaan Penyebab Toraks (nyeri alih) kardiopulmoner Infark jantung Perikarditis akut Pleuritis akut/pneumonia/empyema Pneumotoraks/embolus paru Neurogenik Tumor sumsum belakang Tekanan pada (akar) saraf interkostal Herpes zoster Kelainan endokrin/metabolik Hiperglikemia diabetes (ketoasidosis) Uremia Intoksikasi Sengatan serangga Obat-obatan timah Lain-lain Hematom sarung m.

rectus abdomen 2.7 PENATALAKSANAAN Prinsip penatalaksanaan abdomen akut, tujuan utamanya adalah membuat diagnosis kerja yang membantu kita menentukan apakah perlu dilakukan operasi segera dan bagaimana urgensinya, pada beberapa keadaan diagnosis sering ditegakkan setelah perut dibuka. Fenomena patofisiologi dasar yang menyebabkan status klinis pasien harus diidentifikasi.

Apakah penampilan klinis mencurigakan proses obstruksi usus, strangulasi usus, peritonitis, abses intra abdomen, perdarahan intraabdomen atau suatu proses suatu iskemik usus.

Fenomena ini sering terjadi bersamaan. Pertimbangan tindak bedah Keputusan melakukan tindak bedah tergantung diagnosis. Jika sulit ditentukan apakah perlu dioperasi atau tidak sebaiknya pasien dipantau dengan seksama dan berulang-ulang diperiksa kembali.

Sementara itu saluran cerna diistirahatkan dengan memuasakan pasien, dekompresi lambung dengan pemasangan pipa lambung dan pemberian infus. Ikuti Polling Kami so wellcome in here 1. Keperawatan atau Kebidanan Klinis Kelompok perawat atau bidan bertanggung jawab selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu untuk merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi asuhan keperawatan atau kebidanan untuk sekelompok pasennya.

Mereka mempunyai wewenang penting untuk memenuhi tanggung jawabnya. Untuk itu mereka harus memiliki wewenang dalam memenuhi tanggung jawabnya dan harus mampu menerima akontabilitas untuk pencapaian hasil praktek keperawatan atau kebidanan. Kewenangan yang dimiliki perawat atau bidan untuk memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan diarahkan langsung kepada pasen pada setiap saat dalam pelaksanaan tugas.

Praktek klinik keperawatan atau kebidanan merupakan instrument yang distensi abdomen adalah biasa dilakukan dan dapat dipergunakan dalam mempromosikan praktek profesionalnya. Seorang manajer dapat mengembangkannya melalui dorongan dan kepercayaan terhadap staf perawat atau bidan, agar mereka semakin memiliki kesadaran, dan kemampuan klinis dalam memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi.

2. Etika Perawat / Bidan Kerangka konsep dan dimensi moral dari suatu tanggung jawab dan akontabilitas dalam praktek klinis keperawatan dan kebidanan didasarkan atas prinsip-prinsip etika yang jelas serta diintegrasikan ke dalam pendidikan dan praktek klinis. Hubungan perawat atau bidan dengan pasen dipandang sebagai suatu tanggung jawab dan akuntabilitas terhadap pasien yang pada hakekatnya adalah hubungan memelihara (caring).

Elemen dari hubungan ini dan nilai-nilai etiknya merupakan tantangan yang dikembangkan pada setiap sistem pelayanan kesehatan dengan berfokus pada sumber-sumber yang dimiliki. Perawat atau bidan harus selalu mempertahankan filosofi keperawatan atau kebidanan yang mengandung prinsip-prinsip etik dan moral yang tinggi sebagaimana perilaku memelihara dalam menjalin hubungan dengan pasen dan lingkungannya.

Sebagai contoh, ketika seorang perawat/bidan melakukan kesalahan dalam memberikan obat kepada pasen, dia harus secara sportif (gentle) dan rendah hati (humble) berani mengakui kesalahannya. Pada kasus ini dia harus mempertanggungjawabkan kepada: (1) pasen sebagai konsumen, (2) dokter yang mendelegasikan tugas kepadanya, (3) Manajer Ruangan yang menyusun standar atau pedoman praktek yang berhubungan dengan pemberian obat (4) Direktur Rumah Sakit atau Puskesmas yang bertanggung jawab atas semua bentuk pelayanan di lingkungan organisasi tersebut.

Mempertahankan Akontabilitas Profesional dalam Asuhan Keperawatan atau Kebidanan 1. Terhadap Diri Sendiri; (a) Tidak dibenarkan setiap personal melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan status kesehatan pasen. (b) Mengikuti praktek keperawatan atau kebidanan berdasarkan standar baru dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi canggih.

(c) Mengembangkan opini berdasarkan data dan fakta. 2. Terhadap Klien atau Pasen; (a) Memberikan informasi yang akurat berhubungan dengan asuhan keperawatan atau kebidanan. (b) Memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan berdasarkan standar yang menjamin keselamatan, dan kesehatan pasen.

3. Terhadap Profesinya; (a). Berusaha mempertahankan, dan memelihara kualitas asuhan keperawatan, atau kebidanan berdasarkan standar, dan etika profesi. (b) Mampu dan mau mengingatkan sejawat perawat/bidan untuk bertindak profesional, dan sesuai etik moral profesi. 4. Terhadap Institusi/Organisasi; Mematuhi kebijakan dan peraturan yang berlaku, termasuk pedoman yang disiapkan oleh institusi atau organisasi.

5. Terhadap Masyarakat; Menjaga etika dan hubungan interpersonal dalam memberikan pelayanan keperawatan, atau kebidanan yang berkualitas tinggi. Maret 2009 S S R K J S M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 « Jan Apr » • Arsip distensi abdomen adalah Juli 2013 • April 2013 • Juli 2012 • Maret 2012 • April 2011 • Desember 2010 • Agustus 2010 • Juli 2010 • Juni 2010 • Februari 2010 • November 2009 • Oktober 2009 • Agustus 2009 • Juli 2009 • April 2009 • Maret 2009 • Januari 2009 • Desember 2008 • November 2008 • September 2008 • Agustus 2008 • Juli 2008 • bared18.wordpress.com • bared18 • Blogroll • *.WELCOME TO HARNA\’S WORLD.* 0 • bared18 busines umega 7 • Bared18\’s Weblog 0 • Darie nge-blog 0 • Dedhy Kasamuddin 0 • EKSPRESI HATI distensi abdomen adalah • forum game PW empiris private server daftar disini 0 • Fredy\’s 0 • Jurus para Hacker 0 • Media Blog 0 • peRawat go_Blog 0 • REFERENSI PENELITIAN Skripsi / Tesis 0 • RINDU … 0 • tidak menarik 0 • U-See\’s BLog 0 • WordPress.com pilihan bijak untuk semua 9 • WordPress.org 0 • baca aja • KEPERAWATAN MATRA SUB BIDANG KESEHATAN LAPANGAN • hasil risfaskes 2011 • RISKESDAS 2013 • Arsip Arsip • Laman • untuk mu sahabat — untukmu perawat== • saat terindah adalah saat kita mampu berbagi dengan orang yang memerlukan dan butuh • statistik pengunjung • 226.577 pengunjung • jangan berhenti untuk berjuang Add new tag alat komunikasi asuhan keperawatan dokumentasi keperawatan lain lain mantap perawat PSIKOLOGI sistem pelayanan kesehatan • perawat bersatulah • Make the right choice.

Stop impotence. j.mp/nRycoa?paki 10 years ago • check out this article! I made $430 today Alone!!! goo.gl/K76MX?lyny 10 years ago • Just made $420 today Alone!!!

goo.gl/kjdoA?fika 10 years ago • Wow! I made $450 today Alone! doiop.com/5h6ln4?wudi 10 years ago • Wow I just made $390 today Alone! ow.ly/64SGu?tysyj 10 years ago • Komentar Terbaru Endah pada REMUNERASI KESEHATAN anton pada REMUNERASI KESEHATAN christian Singles On… pada askep abortus iminens Rita pada REMUNERASI KESEHATAN eka pada sejarah ilmu kebidanan • Klik tertinggi • Tidak ada • Tulisan Teratas • KEPERAWATAN MATRA SUB BIDANG KESEHATAN LAPANGAN • rhamadhan.

• asuhan keperawatan bayi premature • gaji tambahan boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agam Asuransi adalah sebuah sistem untuk merendahkan kehilangan finansial dengan menyalurkan risiko kehilangan dari seseorang atau badan ke lainnya.

Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana piha […] noreply@blogger.com (boy a p) • konsep keluargaa Januari 15, 2009 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agam KONSEP KELUARGATUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS:Mahasiswa akan dapat :• Definisi keluarga• Tipe-tipe keluarga• Struktur dan fungsi keluarga• Tumbuh kembang keluarga• Tugas perkembangan keluarga• Keperawatan kesehatan keluarga• Tugas kesehatan keluarga• Peran perawat keluarga Keluarg […] noreply@blogger.com (boy a p) • UNTUK ADIK2 KU Desember 9, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamTips Untuk Remaja Yg Menghadapi dunia MayaIngatlah, meskipun kejujuran adalah segalanya, tidak semua orang di Internet melakukan hal tersebut.

Jadi, ketika kamu sedang menggunakan Internet atau chatting, berhati-hatilah. Kamu tidak akan pernah tahu ketika ada orang yang mengaku […] noreply@blogger.com (boy a p) • ANALISA WAJAH Desember 9, 2008 boy antoni putra stikes fort de cock bukittinggi pns dinas kesehatan kabupaten agam RAHASIA ANLISA BENTUK WAJAH ANDA Bentuk wajah bukan hanya dapat mengungkap kepribadian dan masa depan anda tapi juga apakah anda serasi dengan pasangan anda.

Berikut karakter dan sifat yang dapat diungkap dari wajah anda; 1. ALIS - Dapat menunjukkan pola pikir anda. - Bila an […] noreply@blogger.com (boy a p) • contoh soal cpns November 3, 2008 boy antoni putra stikes fort de cock bukittinggi pns dinas kesehatan kabupaten agam 1. Pilihlah kalimat yang terbaik a. Petugas siapa harus ditemuinya sedang berada di luar negeri. b. Petugas yang kepada siapa harus ditemuinya sedang berada diluar negeri.

c. Petugas yang harus ditemuinya sedang berada diluar negeri. d. Kepada petugas yang akan ditemuinya ber […] noreply@blogger.com (boy a p) • Tanpa judul November 3, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamKUMPULAN SOAL SOAL CPNSUJIAN SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL================================================================MATA UJIAN : TEST POTENSI AKADEMIK TES BAKAT SKOLASTIKTINGKAT : SARJANA/DIPLOMAHARI/TANGGAL :LOKASI WAKTU : 180 MENIT======================== […] noreply@blogger.com (boy a p) • Tanpa judul November 3, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2002Dari Wikisource Indonesia, perpustakaan bebas berbahasa IndonesiaLangsung ke: navigasi, cari Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 23 Tahun 2002 Daftar isi[sembunyikan]• 1 BAB I - KETENTUAN UMUM• 2 BAB II - ASAS DAN TUJUAN• 3 BAB III• 4 BAB IV• 5 […] noreply@blogger.com (boy a p) • penelitian kebidanan September 20, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamBAB IPENDAHULUAN1.1.

Latar BelakangIlmu Kebidanan atau Obstetri adalah bagian ilmu kedokteran yang khusus mempelajari segala hal yang bersangkutan dengan lahirnya bayi. Dengan demikian, yang menjadi objek dalam disiplin ilmu ini adalah kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi yang […] noreply@blogger.com (boy a p) • tumor maligna Agustus 24, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamTUMOR MALIGNADitulis pada 2008 oleh boy antoni putraPengertianSoft tissu tumor maligna sub inguinal adalah pertumbuhan sel-sel yang baru (neoplasma) dalam jaringan lunak dimana perubahan sel (mitosis) tidak terkendali oleh tubuh dan berkembang biaknya sel jaringan di sekitarnya […] noreply@blogger.com (boy a p) • sejarah ilmu kebidanan Agustus 22, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamBAB IPENDAHULUAN1.1.

Latar BelakangIlmu Kebidanan atau Obstetri adalah bagian ilmu kedokteran yang khusus mempelajari segala hal yang bersangkutan dengan lahirnya bayi. Dengan demikian, yang menjadi objek dalam disiplin ilmu ini adalah kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi yang […] noreply@blogger.com (boy a p) • Tanpa judul Agustus 22, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamPEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIRKegiatan ini merupakan pengkajian fisik yang dilakukan oleh bidan yang bertujuan untuk memastikan normalitas & distensi abdomen adalah adanya penyimpangan dari normal.Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian […] noreply@blogger.com (boy a p) • relaksasi kesehatan Agustus 16, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamHEALTHCatatan: sediakan waktu anda sampai dengan kurang lebih 30 menit.Siapkan diri anda di suatu tempat yang nyaman dan bebas dari gangguanTutup mata anda dengan nyaman….Sambil anda menutup mata…Saya minta anda memikirkan sesuatu yang membuat anda merasa senang atau bahagia…Mu […] noreply@blogger.com (boy a p) • askep halusinasi dan waham Agustus 1, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamBAB ITINJAUAN TEORITISGANGGUAN PERSEPSI SENSORIHALUSINASI PENDENGARANI.

DEFENISI HALUSINASIHalusinasi adalah satu persepsi yang salah oleh panca indera tanpa adanya rangsang (stimulus) eksternal (Cook & Fontain, Essentials of Mental Health Nursing, 1987).II. KLASIFIKASI HALU […] noreply@blogger.com (boy a p) • undang-undang praktek keperawatan Agustus 1, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamRancanganUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 20TENTANGPRAKTIK KEPERAWATANDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMenimbang : a.

bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam ran […] noreply@blogger.com (boy a p) • susah tidur???? ini solusinya Agustus 1, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamHEALTHCatatan: sediakan waktu anda sampai dengan kurang lebih 30 menit.Siapkan diri anda di suatu tempat yang nyaman dan bebas dari gangguanTutup mata anda dengan nyaman….Sambil anda menutup mata…Saya minta anda memikirkan sesuatu yang membuat anda merasa senang atau bahagia…Mu […] noreply@blogger.com (boy a p) • askep Agustus 1, 2008 boy antoni putra stikes fort de cock bukittinggi pns dinas kesehatan kabupaten agamPEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak, menurunny […] noreply@blogger.com (boy a p) • Tanpa judul Juli 30, 2008 boy antoni putra stikes fort de cock bukittinggi pns dinas kesehatan kabupaten agam PENGENDALIAN BIAYA KESEHATAN Distensi abdomen adalah * Oleh : boy antoni putra 1.

PENDAHULUAN : Dari data 11 negara anggota WHO kawasan Asia Selatan dan Tenggara (SEARO) dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 milyar jiwa, diperoleh angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja setara dengan 2 […] noreply@blogger.com (boy a p) • insomnia ???? mengatasinya Juli 30, 2008 boy antoni putrastikes fort de cock bukittinggipns dinas kesehatan kabupaten agamRELAKSASI TIDURPejamkan mata anda.Rasakan keheningan saat anda memejamkan mata.tarik distensi abdomen adalah dalam.

distensi abdomen adalah tiga hitungan.keluarkan napas sampai habis. hitung tiga hitungan. tarik napas kembali.lakukan laginiatkan suatu perasaan atau sensasi saat membuang napas. […] noreply@blogger.com (boy a p) •
definisi Distensi abdomen adalah gejala yang disebabkan oleh akumulasi cairan atau gas di lumen usus atau di rongga peritoneum. Fenomena ini ditentukan oleh peningkatan tekanan yang diciptakan di dalam perut (wilayah antara dada dan panggul), yang mendorong dinding perut ke arah luar.

Konsekuensinya adalah peningkatan lingkar perut. Distensi abdomen dapat berupa pembengkakan sederhana yang berhubungan dengan gangguan fungsional (seperti meteorisme, iritasi usus dan sindrom pramenstruasi), tetapi juga dapat terjadi dengan adanya obstruksi usus, efusi asites atau massa tumor.

Gagal jantung kongestif dan sirosis hati adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kejadian ini. Kehamilan melibatkan distensi perut fisiologis. Kemungkinan Penyebab * distensi abdomen • Kanker usus besar • Penyakit celiac • Sirosis hati • Kolesistitis alitiasic • Kolitis spastik • Kolitis ulserativa • diverticulitis • kehamilan • Infark usus • Gagal jantung • Intoleransi makanan • Megakolon beracun • Penyakit Cooley • neuroblastoma • kegemukan • Obstruksi usus • penyakit disebabkan makanan yg distensi abdomen adalah baik • Gagal jantung • Sindrom iritasi usus • Sindrom Mallory-Weiss • Sindrom pramenstruasi • Sari tropis • Kanker kolorektal
Distensi abdomen distensi abdomen adalah istilah medis yang memberikan gambaran tentang kejadian yang terjadi pada saat adanya penumpukan zat, baik gas maupun cairan dalam perut.

Kondisi ini menyebabkan pinggang dan perut akan terlihat menggembung dari ukuran normalnya. Distensi bisa menjadi gejala dari suatu penyakit atau bisa juga karena adanya pengurangan pada fungsi anggota tubuh.

distensi abdomen adalah

Jika Anda mengalami distensi, maka akan terasa seperti mengalami kembung. Bisa juga mengalami sensasi kenyang, mual, kram, atau juga tekanan perut. distensi abdomen dan penyebabnya Penyebab Distensi Abdomen Pada suatu kondisi yang lebih ekstrim, tekanan pada diaphragm dan juga paru-paru akan menyebabkan sesak napas.

Keluhan kembung disebabkan karena adanya penumpukan gas dalam perut, usus besar, atau distensi abdomen adalah kecil. Anda bisa mengurangi keluhan ini dengan buang angin dan bersendawa. Perlu diingat bahwa distensi abdomen bukanlah suatu penyakit, namun merupakan suatu kondisi temuan dari hasil pemeriksaan fisik.

Pada distensi akan terjadi regangan dan pembengkakan pada area perut. Beberapa penyebab timbulnya distensi abdomen antara lain: • Konstipasi atau gangguan berupa frekuensi BAB yang tidak normal (kurang dari 3 kali seminggu). • Akumulasi cairan dalam rongga perut atau disebut dengan ascites. Hal ini bisa diakibatkan oleh beberapa hal yaitu gagal jantung, ginjal, serta penyakit sirosis hepar dimana terbentuk jaringan parut pada organ hati.

Hal ini bisa diakibatkan karena konsumsi alkohol serta hepatitis kronik. • Sindrom iritasi usus atau disebut irritable bowel syndrome. • Penyakit hepatitis.

• Sumbatan pada usus yang disebut obstruksi usus. Contohnya adalah akibat adanya penyakit hernia, terjadinya pengerasan tinja pada usus besar, dan lainnya. • Adanya ileus paralitik, yaitu sebuah kondisi adanya hambatan pada usus yang diakibatkan oleh lemahnya pergerakan usus.

Penyebabnya adalah karena peradangan pada saluran cerna, gangguan elektrolit, dan lainnya. • Infeksi rongga perut atau peritonitis.

distensi abdomen adalah

• Gejala usus buntu. • Infeksi dan peradangan pada organ pankreas atau pankreatitis akut. • Sindrom malabsorbsi atau gangguan akan penyerapan makanan.

distensi abdomen adalah

• Adanya tumor pada rongga perut. • Adanya keganasan pada organ-organ dalam rongga perut. penumpukan cairan ascites Penanganan pada Distensi Banyaknya penyakit penyerta yang menjadi penyebab distensi abdomen ini, maka perlu pemeriksaan menyeluruh sebelum menentukan penanganan yang sesuai. Jika Anda mengalami distensi dan memiliki riwayat salah satu penyakit di atas, maka akan lebih baik untuk distensi abdomen adalah kepada dokter yang kompeten. Pemeriksaan awal pada distensi akan meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium jika diperlukan.

Hasil dari pemeriksaan ini akan menentukan penanganan yang tepat dan cepat, atau dalam istilah medis dinamakan early diagnosis and prompt treatment. Keluhan distensi ini mungkin terlihat sepele dan dialami oleh banyak orang. Namun jika terdapat komorbid berupa penyakit yang menyertainya, akan membutuhkan penanganan segera agar kondisi tidak makin memburuk. Jangan abaikan keluhan perut kembung, kram, atau rasa penuh, segera konsultasi ke dokter.

Perut Kembung? Singkirkan dengan 6 Cara Ini




2022 charcuterie-iller.com